PEDOMAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN KTSP DI MADRASAH ALIYAH

3.

Oleh Tim Kanwil Depag Jatim 1. Drs. H. Roziki, MM. MBA (Pelindung) 2. Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA. (Pengarah) Drs. H. A. Husein Kurdi, M. PdI (Penanggungjawab) 4. Drs. Syairofi, M. Ed (Pelaksana) 5. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. (Staf Ahli) 6. Dra. Hj. Suti’ah, M. Pd (Anggota) 7. Drs. Sugeng Listyo Prabowo, M. Pd (Anggota)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROPINSI JAWA TIMUR 2006

CONTOH HALAMAN COVER: KURIKULUM MADRASAH ALIYAH....................

Lambang Pemda

Departemen Agama Kabupaten MA. N/S …………… Jl. ……………………….………… Telp. …………. Faks. …………..

Lambang Depag

CONTOH HALAMAN PENETAPAN PENETAPAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, maka dengan ini Kurikulum Madrasah Aliyah ................ ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 200../200..

Mendapat Pertimbangan dari Komite Madrasah ………………………… Ketua

Ditetapkan di : ........................ Pada Tanggal : …………………. 200.. Menetapkan : Kepala MA ………………………… NIP

Mengetahui: a.n. Kepala Kantor Departemen Agama Kabid Mapenda Kanwil Jatim, --------------------------------NIP. ........................... CONTOH KATA PENGANTAR: KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah ………….. Kabupaten/ Kotamadya ……… dapat terselesaikan. Tim Penyusun KTSP ini terdiri atas guru, konselor, dan kepala MA……………… yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan penyusunan KTSP ini kami melibatkan Komite Madrasah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan dokumen KTSP ini dilakukan dengan merujuk pada Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),

.................... nara sumber.............Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.00/ED/681/2006 Tentang Pelaksanaan Standar Isi................II.. serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.1/PP..... dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan digunakan oleh stakeholder lainnya dalam pembinaan penyelenggaraan pendidikan. Penyusunan kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak madrasah bersama komite madrasah........ NIP ....... Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2006. Kepala MA. para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dalam mengembangkan kurikulum operasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan madrasah serta aktualisasi kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurukulum........... 200..... Untuk itu kurikulum ini perlu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ... ..... Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh guruguru Madrasah Aliyah ...... ................ teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat..

... A.......... Ketuntasan Belajar B......................................... B................. Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar D.............. Visi & Misi Madrasah Aliyah......... BAB III: STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR . C.......................... Penjurusan E.. E...... Konsep dan Sifat Muatan Lokal .............................. Pindah Madrasah F.... A............... SISTEM PENILAIAN.. 3......... B.......... Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran ................... Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ..................... Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di MA BAB VII: KETUNTASAN BELAJAR.................................. BAB IV: PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL ...................... Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri B... A.......CONTOH SISTEMATIKA KTSP DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A.......... PROFIL MADRASAH ALIYAH........... Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri C................ BAB V: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI ... D.... 2.......... Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran ...... C................ Pengaturan Beban Belajar . Komponen Pendidikan Kecakapan Hidup di MA C........... Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah Dan Ujian Nasional ..... Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ............ B... Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah.................................................. BAB II: STANDAR KOMPETENSI ................. 1..... DASAR PEMIKIRAN B................ Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri BAB VI: PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) A....... Pelaksanaan Muatan Lokal .... D... Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup di MA D................ KENAIKAN KELAS............................ Tujuan Satuan Pendididkan Dasar ....... Tujuan Madrasah Aliyah............... Struktur dan muatan Kurikulum ..... PENJURUSAN.... LANDASAN C.................................................. Mata Pelajaran Muatan Lokal ............ Kenaikan Kelas D.. A....................................... Sistem Penilaian C.................... PINDAH MADRASAH DAN KELULUSAN A........................................ Konsep dan Sifat Pendidikan Kecakapan hidup B........................ Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah….

BAB VIII: REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Kerjasama/Kemitraan (Implikasi KTSP) BAB IX: KALENDER PENDIDIKAN BAB X: SILABUS dan RPP . Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan D. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Tinjauan Kurikulum B. Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum E.

... (2) Kesesuaian KTSP dengan kekhasan. tenaga kependidikan. pembiayaan dan penilaian pendidikan.(kondisi madarsah X) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan (3) melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri B. pengelolaan..BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan tertentu ini adalah tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan atau standar-standar yang lebih operasional. Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.... (3) Prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. DASAR PEMIKIRAN Dasar Pemikiran penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya berisi tentang : (1) KTSP dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan nasional. sosial budaya masyarakat. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah X dinyatakan tercapai apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan. kebutuhan dan potensi tersebut. kompetensi lulusan. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi Madrasah dalam mengembangkan kurikulum...... serta kesesuaiannya dengan kekhasan.. (2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global... (4) KTSP mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tantangan global..... Misalnya sebagai contoh berikut: Madrasah X merupakan .. Landasan: Landasan penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya menunjukkan: (1) Ada undang-undang yang jelas sebagai acuan dalam ... Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. sarana dan prasarana. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik agar dapat diterima untuk: (1) memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global. kondisi dan potensi daerah. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.. kondisi dan potensi daerah. sosial budaya masyarakat.. KTSP ini disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan berbagai karakteristik... serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. proses.. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu...

4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 18 ayat (3). sehingga jelas apa yang dicita-citakan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab V (Standar Kompetensi Lulusan) pasal 26. (2) visi dan misi MA.penyusunan KTSP. era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. (2) Ada PP & Permendiknas yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. Rumusan tujuan pendidikan menengah dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah no. karena MA merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah.II. Profil Madrasah Aliyah Profil Madrasah Aliyah (MA) setidak-tidaknya berisi: (1) tujuan pendidikan menengah. C. sehingga Madrasah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam menentukan visi perlu memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Contoh : (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1 & 2.1/PP. (3) Ada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. (4) Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas nomor: 22 dan 23. perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. Rumusan visi menggunakan kalimat keadaan dan perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikatornya. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar neger 3. 5. dan juga tertuang dalam buku panduan penyusunan KTSP dari BSNP. era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan Madrasah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. 2.00/ED/681/2006 tanggal 1 Agustus 2006. antara lain: 1. (6) Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar Madrasah . era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. dan (3) tujuan MA. sebagaimana tertuang dalam UU No. Visi Madrasah Aliyah menunjukkan gambaran MA di masa yang akan datang (jangka panjang) yang diinginkan. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 1 & 2. Tentang Pelaksanaan Standar Isi. dan Pasal 49 Ayat 1 (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

6. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan Madrasah ke arah yang lebih baik. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. serta 8. Bertolak dari visi dan misi. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan dan sebagainya. di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” Madrasah luar negeri di kota besar di Indonesia. sedangkan tujuan MA dikaitkan dengan jangka waktu menengah. 7. 3. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3 tahun dapat berwujud sebagian dari visi (tidak seluruhnya). Berorientasi ke masa depan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi dengan berbagai indikatornya. untuk jangka waktu yang lama 2. kewajiban. pengetahuan. semangat dan komitmen warga. bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Jika itu dianggap terlalu pendek dapat juga untuk 2 siklus program MA yang berarti 6 tahun. Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. 5. Adapun rumusan visi yang baik setidak-tidaknya memberikan isyarat: 1. visi dan misi. masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Sebaiknya tujuan itu dikaitkan dengan siklus program MA. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan Madrasah. sehingga Madrasah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. selanjutnya perlu dirumuskan tujuan MA. serta tujuan MA adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Menengah Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. 4. . Visi dan misi terkait dengan jangka waktu yang sangat panjang. Contoh-contoh rumusan tujuan pendidikan dasar. Rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”. misalnya untuk jangka 3 tahunan. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. Misi merupakan tindakan/ upaya untuk mewujudkan visi MA yang telah ditetapkan tersebut. yaitu satu siklus pendidikan di MA.untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. 6. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik.

2. 6. 3. Visi dan Misi MA • Visi UPRES BERIMTAQ (Unggul Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa) Indikator-Indikatornya adalah: 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif.1 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kualitas sikap dan amaliah keagamaan Islam warga Madrasah dari pada sebelumnya. Menciptakan lingkungan Madrasah yang sehat. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliah keagamaan Islam 2. bersih dan indah 5. Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS 3. 6. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya. sesuai dengan potensi yang dimiliki 3. 7. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga Madrasah baik dalam prestasi akademik maupun non akademik 4. Unggul dalam prestasi olahraga. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah dan Komite Madrasah. Unggul dalam prestasi kesenian. 5. Unggul dalam prestasi Bahasa Arab 4. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam. sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.2 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kepedulian warga Madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan Madrasah dari pada sebelumnya. 8. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.kepribadian. . Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris. 3. • Misi 1. sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal. Tujuan MA 3. ahklak mulia.

bakat dan kemampuan terhadap Bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat dari sebelumnya. memiliki tim kesenian yang mampu tampil minimal pada acara setingkat Kabupaten/Kota.6 Pada tahun 2010.5 dari standar yang ada.3. para siswa yang memiliki minat. . 3. 3.3 Pada tahun 2008.5 Pada tahun 2009. terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/ prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik.4 Pada tahun 2009.7 Pada tahun 2010. 3. memiliki tim olahraga minimal 3 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat Propinsi. 3. dan mampu menjadi MC dan berpidato dengan 2 bahasa tersebut. terjadi peningkatan skor UNAS minimal rata-rata +1.

anggaran dan lain-lain). maka MA dapat mengembangkan standar tersebut baik pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) maupun standar isi (SK & KD) mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam Permen Diknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tersebut. (3) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran. dan (3) menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan . Standar kompetensi lulusan (SKL) MA diadopsi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen Diknas) Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. sehingga masing-masing MA cukup mengacu pada Permendiknas tersebut.00/ED/681/2006 tentang pelaksanaan standar isi. bahwa Madrasah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dengan melakukan inovasi dan akselerasi. apalagi pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang merupakan ciri khas dari Madrasah. (2) menganalisis kondisi yang ada di Madrasahnya.II. Namun demikian. terutama SKL-MP serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran tersebut. Di samping itu. yang disebabkan karena perbedaan tingkat kesiapan dalam hal sumberdaya manusia yang memadai (seperti guru dan tenaga kependidikan lainnya. Demikian pula standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SK-KMP) cukup mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. MA perlu memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. yang meliputi peserta didik. (4) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran. Adapun standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 22/2006 tentang Standar Isi. dalam realitasnya kondisi MA itu sangat bervariasi terutama jika dilihat dari aspek kemampuannya dalam mencapai SKL. Karena itu. masing-masing MA perlu melakukan analisis konteks dengan cara: (1) mengidentifikasi standar isi dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. pendidik dan tenaga kependidikan. biaya. dan program-program. sarana prasarana. (2) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. Atas dasar itulah.1/PP. peserta didik) dan penyediaan sumberdaya lainnya (seperti sarana/prasarana. ketika hendak menyusun KTSP. SKL ini dipandang sudah cukup ideal.BAB II STANDAR KOMPETENSI Pada bab ini setidak-tidaknya berisi tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. dan (5) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah.

Kondisi riil MA dalam pencapaian SKL. terutama SKL-MP serta SK & KD (standar isi) mata pelajaran dan implikasinya dapat dipetakan ke dalam tiga kategori. Ketiga kondisi MTs tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut: Berada di bawah Standar Memenuhi standar KONDISI RIIL KEMAMPUAN MTs DALAM PENCAPAIAN SKL-MP DAN STANDAR ISI Berada sama/ sejajar dengan standar Memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar Berada di atas standar Meningkatkan dengan standar yang lebih tinggi .lingkungan sekitar: Komite Madrasah. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) sudah berada di atas standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). sehingga dituntut untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar isi. sehingga dituntut untuk memenuhi standar isi agar berada sama/sejajar dengan standar yang ada. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih sama atau sejajar dengan stadar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). sehingga dituntut untuk meningkatkannya dengan standar yang lebih tinggi. dewan pendidikan. sumber daya alam dan sosial budaya. 3. yaitu: 1. Mapendais Depag/Dinas pendidikan. 2. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih berada di bawah standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006).

(5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan. (2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif. Subject Centered Design. terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutanurutan pembahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran. PKG atau lainnya. jumlah dan kualitas ruang kelas. (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat. (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru. perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelompok Kerja Madrasah) atau dengan SMP lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah. Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. 2. mendayagunakan perpustakaan secara optimal. (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) masing-masing mata pelajaran. meningkatkan kreativitas guru. Karena itu. dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya. jumlah dan kualitas buku pelajaran. (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi. bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar. . Bagi MA yang berada di atas standar. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif. (3) mendayagunakan sumber-sumber pendidikan secara optimal. dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional. Learner Centered Design.Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL. maka kepala Madrasah perlu memberikan pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut: (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelligence. (5) mengembangkan program pembelajaran akselerasi.

Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri mengembangkan budaya belajar 9. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isuisu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya . Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Problem Centered Design. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. kritis. golongan sosial ekonomi dalam lingkup global suku.3. perbuatan. dan inovatif 7. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. SKL tersebut diambil dari Permen Diknas No. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. berbangsa. Berikut ini dikemukakan contoh-contoh implementasinya: STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MADRASAH ALIYAH Bagian ini menyajikan tentang Standar Kompetensi Lulusan MA (SKL). sosial Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan lingkungan secara produktif dan 12. 1. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. bangsa. dan A. kreatif. Menghargai keberagaman agama. kreatif. dan pekerjaannya 4. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. Memanfaatkan bertanggung jawab 13. 6. ras. kritis.

Menghasilkan kelompok 17. 4. Agama dan Akhlak Mulia. baik individual diri. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. maupun 16. dan Kesehatan Baik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Menghargai keberagaman agama. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 1. Jasmani. 5. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. bangsa. membaca. kebugaran Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. Kewarganegaraan dan Kepribadian. 2. . Menunjukkan keterampilan menyimak. dan budaya dalam tatanan global 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 1. serta kebersihan lingkungan 18. mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. 3. Menjaga kesehatan dan keamanan jasmani. menulis. suku. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Agama Dan Akhlak Mulia 1. golongan sosial ekonomi. Estetika. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Olah Raga. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat B. ras. Mengapresiasi karya seni dan budaya karya kreatif.15.

berbangsa. dan pekerjaannya 8. ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. bangsa. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Berkarya secara kreatif.5. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan jawab bertanggung 5. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri 10. ketahanan. ras. Menghargai adanya terhadap orang lain perbedaan pendapat dan berempati 6. kesehatan. Menghargai keberagaman agama. suku. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab 2. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7. baik individual maupun kelompok Menjaga kesehatan. hukum dan perundangan 3. Menjaga kebersihan. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. perbuatan. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain . dan kebugaran jasmani untuk 12. golongan sosial ekonomi. dan budaya dalam tatanan global 4. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. 11. mengembangkan budaya belajar 9.

Olah Raga dan Kesehatan Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 C. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Madrasah 1 harus menampilkan SKL-MP yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. demikian pula jika menulis Standar Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Madrasah 1. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika 3. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Jasamani.15. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 4. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. Perubahan/ Pengembangan SKL-MP tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SKLMP yang pertama. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SKL-MP dapat meningkatkan SKL-MP tersebut. Standar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SKL-MP yang kedua. 1. SKL-MP PAI (Semua Program) Standar Kompetensi 1. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) SKL-MP diambil dari Permen 23 tahun 2006. dan seterusnya. Memahami ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. Bagi madrasah yang lebih rendah dan sejajar dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SKL-MP dari Permen 23 tahun 2006. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Estetika Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 5. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. tabzir dan fitnah Standar Madrasah 1 Diisi dengan SKL-MP pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .

4. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 4. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia 2. SKL-MP Kewarganegaraan (Semua Program) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 3. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .

5. SKL-MP Matematika (Program IPA) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 8. SKL-MP Bahasa Inggris (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 7. SKL-MP Bahasa Inggris (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 6. SKL-MP Matematika (Program IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .

5. 8.9. Mengetahui sejarah pentakhrij hadits yang terkenal sebagai imam madzhab dan pentakhrij haditsyang terkenal sebagai perawi hadits. Mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam dan fungsi hadits tehadap Al-Qur’an. .. sampai abad X H. 4. Memahami arti hadits. 7. DJ. 6. SKL-MP Matematika (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 10. Mengetahui perkembangan hadits dari zaman Rasulullah saw. 9. dan mengetahui pembagiannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas rawi. Mengetahui ilmu jarh dan ta’dil serta kegunaannya. SKL-MP Ilmu Hadits (Program Keagamaan) Standar Kompetensi 1.II. 2. tabi’in dan tabi’it tabi’in.. Mengetahui tahammulul hadits (cara menerima dan menyampaikan hadits) dan kelayakan untuk menerima atau menyampaikan hadits. sunah.00/ED/681/2006) 3. Demikian seterusnya. Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. Mengetahui hadits qudsi dan hadits marfu’ serta mengetahui perbedaan antara hadits qudsi dengan Al-Qur’an.1/PP. Mengetahui macam-macam hadits dha’if dan pendapat para ulama dalam mengamalkan hadits dha’if. Mengetahui sahabat.

dan seterusnya. demikian pula jika menulis Kompetensi Dasar Madrasah 2 maka harus menampilkan Kompetensi Dasar Madrasah 2. Standar Kompetensi Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SK yang kedua. Al-Qur’an dan Hadits KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) . Perubahan/ Pengembangan SK tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Kompetensi Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SK yang pertama. Bagi madrasah yang lebih rendah dan mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006. demikian pula jika menulis Standar Kompetensi Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Kompetensi Madrasah 1. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Kompetensi Dasar Madrasah 1 harus menampilkan Kompetensi Dasar yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/ KD tersebut. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Perubahan/ pengembangan dapat dilakukan sebagaimana telah dijelaskan di atas. Misalnya. dan seterusnya.D. di Madrasah A hanya memiliki jurusan IPA dan IPS saja. maka kurikulum madrasah A tidak perlu mencantumkan SK dan KD untuk Jurusan Bahasa 1. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Kompetensi Madrasah 1 harus menampilkan Standar Kompetensi yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Demikian pula dalam melakukan pengembangan KD. Kompetensi Dasar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan KD yang kedua. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditampilkan dalam kurikulum hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang ada jurusannya di madrasah/ sekolah saja. Perubahan/ Pengembangan KD tersebut dimasukkan dalam kolom Kompetensi Dasar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan KD yang pertama.

1AQ.162-163 1.2. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. 162163 dan AlBayyinah.1. SKX.X 1 SKX.162-163 dan AlBayyinah. . 2. Men ampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am. 30. 30.2. Al-Mukminun. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) 1. AzZariyat. 5. Meny ebutkan arti QS Al An’am. M emahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) 1. 1214. 12-14. Menampilka n perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah. AlMukminun. AzZariyat.30. 2.1AQ. Al-Mukminun.2 2. Membaca QS AlBaqarah. 56 dan An Nahl : 78. Mem baca QS Al An’am.1 1. 2. 56 dan An Nahl : 78. Az-Zariyat.1.3. 56 dan An Nahl : 78 Menyebutk an arti QS AlBaqarah. 5.3. 12-14.

2 Menyebutk an arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura. dan logaritma 1.. 3. X 2 SKX. 3. 5.1MT. 38 dalam kehidupan sehari-hari. dan QS Asy Syura. akar.2AQ.3 Menampilka n perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159.1 3. 38. 2.. dan logaritma . Dan seterusnya. akar. 159 dan QS Asy Syura.1 Membaca QS Ali Imran. 38.dan AlBayyinah. MATEMATIKA KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembangan (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) X 1 SKX.1 Aljabar 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi 3. dan logaritma 1.1 Menggunakan aturan pangkat. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. akar.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat.

Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi.1MT.SKX.3 Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya .2 2. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksama an kuadrat 2.4 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat 2.2 Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat 2.1 Memahami konsep fungsi 2.

SKX.1MT.3

3. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksama an satu variabel

3.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel 3.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear 3.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaa n satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar 3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaa n satu variabel

3.6 Menyelesaikan
model matematika dari masalah

yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya

Dan seterusnya.... E. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah Diagram pencapaian kompetensi lulusan MA, digunakan untuk memberikan orientasi secara cepat kepada pembaca dan pengguna kurikulum berkaitan dengan posisi KD, SK, SKL-MP, SKKMP sampai dengan SKL. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk mempetakan posisi muatan mata pelajaran sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 7. Diagaram pencapaian kompetensi lulusan madarsah ibtidaiyah sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah menggambarkan hubungan yang logis dan terarah, (2) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah mudah difahami oleh pembaca; (3) Menggambarkan seluruh mata pelajaran, pengembangan diri, pendidikan vocasional dan muatan lokal, (4) Menggambarkan muatan kelompok mata pelajaran; (5) Menggambarkan wilayah internalisasi life skil; (6) Menggambarkan keterkaitan antara pencapaian kompetensi lulusan dengan pencapaian visi madrasah Pembuatan diagram ini akan menjadi lebih mudah jika setiap SK dan KD sebagai kompetensi terkecil dalam KTSP dilakukan pengkodean, serta pemberian garis dan warna yang berbeda dalam setiap kelompok Mata Pelajaran.

KLAS X

KLAS XI

KLAS XII

SK-X.1,2-AQ.1,2 SK-X.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-X.1,2-FQ.1 SK-X.1,2-TK.1 SK-X.1,2-KW.1,2,3 SK-X.1,2-BI.1s/d 8 SK-X.1,2-BR.1s/d 6 SK-X.1,2-SE.1A SK-X.1,2-MT.1s/d 3 SK-X.1,2-FI.1As/d 4A SK-X.1,2-BO.1As/d 2A SK-X.1,2-KI.1As/d 2A SK-X.1,2-TI.1 s/d 3

SK-XI.1,2-AQ.1 SK-XI.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-XI.1,2-FQ.1,2 SK-XI.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2,3 SK-XI.1,2-BI.1s/d 8 SK-XI.1,2-BR.1s/d 6 SK-XI.1,2-SE.1A SK-XI.1,2-MT.1As/d 3A SK-XI.1,2-FI.1As/d 2A SK-XI.1,2-BO.1As/d 3A SK-XI.1,2-KI.1As/d 3A SK-XI.1,2-TI.1

SK-XII.1,2-AQ.1,2 SK-XII.1,2-QD.1 SK-XII.1,2-AK.1,2 SK-XII.1,2-FQ.1 SK-XII.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2 SK-XII.1,2-BI.1s/d 8

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN PENDIDIKAN AGAMA
SKEL-PAI

B

SKEL-KWB
SK-XII.1,2-BR.1s/d 6 SK-XII.1,2-SE.1A SK-XII.1,2-MT.1As/d 3A SK-XII.1,2-FI.1As/d 2A SK-XII.1,2-BO.1As/d 3A SK-XII.1,2-KI.1As/d 3A SK-XII.1,2-TI.1

KOMPETENSI LULUSAN

SKEL-TEK

A
SKEL-EST SKEL-POK

SK-X.1,2-SB.1As/d 2A SK-X.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XI.1,2-SB.1As/d 2A SK-XI.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XII.1,2-SB.1As/d 3A SK-XII.1,2-PO.1 s/d 7

INTERNALISASI LIFE SKILL DAN NILAI-NILAI AGAMA

1 s/d 3 SK-XII.2-VTO.1 MUATAN LOKAL SK-X.BK 1 s/d 2 B A SK-X.1.BK.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-PD.2-PD.2-PD.1.1 s/d 6 SK-X.1.2-BA.1 SK-X.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 s/d 6 .2-VTO.1.1.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.1.2-BA.2-BA.1.1.BK.

2-FI.2-FQ.2.2-SE.1.2-SB.1.2-BO.2-BR.1.1As/d 3A SK-XII.2-KI.1.1.2 SK-XII.1.1.1A SK-XII.2 SK-X.1 SK-XII.2-AK.1.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 2A SK-X.1.2-SB.2-KI.1.1As/d 3A SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2 SK-XI.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1As/d 2A SK-XI.1.2-PO.1s/d 6 SK-XI.2-TK.2-SB.2 SK-X.2-AK.1As/d 3A SK-XII.2-MT.1.1 SK-XII.1.2-QD.1 SK-X.1.1s/d 6 SK-XII.2-PO.1 s/d 7 SK-XII.1.3 SK-XI.2-SE.1A SK-X.1s/d 6 SK-X.1 SK-XI.1.1.2.1.1.1.1.1.2-BO.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1.1As/d 4A SK-X.1. MP KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN SK-X.2-BI.2-TI.2-BI.1.1.1 s/d 7 SK-XI.1.1.1.2-AK.2-QD.1.1.2-BI.2-TI.1.1.1.2-KW.2-AQ.1As/d 3A SK-XI.1s/d 8 SK-XI.2 SK-XII.2-FQ.3 SK-X.2-KI.2-AQ.1 SK-XI.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1.2-TK.1As/d 2A SK-XII.2-FQ.1 SK-X.2-AQ.1.2-KW.2-MT.1.1.2-BO.1 SK-X.2 SK-XI.1s/d 3 SK-X.1s/d 8 SK-X.2-SE.1.2-FI.1.1As/d 2A SK-X.1.1.2-KW.1.1As/d 3A SK-XII.1 s/d 7 .1.1 SK-X.2-TK.2-PO.1 SK-XI.1 SK-XII.2-MT.1.1.1.2-FI.1As/d 2A SK-XI.1.1.1.1.1.2 SK-XII.1.1As/d 2A SK-X.2-QD.2-BR.1 s/d 3 SK-XI.1.2-TI.1A SK-XI.2-BR.

2-BA.1.1.2-BA.2-VTO.1.1.1.1 A MUATAN LOKAL SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.BK 1 s/d 2 SK-X.1.1 SK-X.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 s/d 6 .1 s/d 3 SK-XII.1.1.2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-PD.1.2-PD.BK.BK. .1.2-PD.2-BA.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.1 s/d 6 SK-X.

1.1.2 SK-X.2-KI.2-SE.1As/d 2A SK-XI.1.1As/d 2A SK-X.1.1.1.1.1.1.2 SK-XII.2-AQ.2.1.2-BO.2-MT.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A B SK-X.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1.1.1As/d 3A SK-XI.2-QD.1As/d 3A SK-XII.2.1 SK-XII.2-QD.1s/d 6 SK-X.1 SK-XI.2-SB.2-PO.2-TK.1 SK-XII.1 SK-XII.2-KW.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 4A SK-X.3 SK-XI.2-FI.1s/d 8 SK-XI.2-FQ.1.1.1.1As/d 3A SK-XII.2-AQ.1As/d 3A SK-XII.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.2-BR.2-MT.2-BI.2 SK-X.1 s/d 7 SKEL-EST SKEL-POK .1As/d 2A SK-XII.1 SK-XI.2-MT.1As/d 3A SK-XII.2-BR.2-TI.1.2-BR.1s/d 3 SK-X.1.1.1.1.1.1.1.1As/d 2A SK-XI.1.2-BO.1.1.1.2-BO.2-KW.1 s/d 7 SK-XII.1.1.2-AK.1.2-TK.1.2-FQ.1.1.2-FI.1.1.1 SK-XI.2 SK-XI.2-SE.1 s/d 7 SK-XI.1.2-TK.1.2 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.2-SB.2-PO.1.1.1 SK-X.1A SK-XII.2-KI.1.3 SK-X.1.2-SB.2-AK.1A SK-XI.1 SK-X.1.1.1s/d 6 SK-XII.2-TI.1.2-KW.2-BI.2-AQ.2-PO.1A SK-X.1.2-SE.2-FI.2 SK-XII.1s/d 6 SK-XI.1As/d 2A SK-X.1.1.1 s/d 3 SK-XI.1.1.1.2-KI.1.1.1.2-QD.2-FQ.1.1 SK-X.2-TI.1 SK-X.1As/d 2A SK-X. MP ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SK-X.2-AK.2 SK-XII.1s/d 8 SK-X.2-BI.1.

2-PD.1.1 s/d 6 SK-X.BK.2-VTO.KLAS X KLAS XI KLAS XI B SK-X.1.2-BA.1.1 s/d 3 SK-XII.1 s/d 6 SK-X.1.BK.2-PD.1 SK-X.1.BK 1 s/d 2 SK-X.1.1.2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1 A MUATAN LOKAL SK-X.2-VTO.2-BA.2-PD.1 s/d 6 .1.2-BA.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.

1s/d 8 SKEL-PAI B SKEL-KWB SK-XII.1.1.1As/d 3A SK-XI.1 SK-XI.2-FI.2-FQ.2 SK-XI.2-TK.1 SK-X.1As/d 3A SK-XI.1 s/d 3 SK-XI.2-BI.1s/d 6 SK-X.1.1.2 SK-X.1As/d 2A SK-X.2-KI.1As/d 3A SK-XII.1.1.1.2-TK.1.3 SK-XI.1.2-SB.2-KW.1.2-FQ.1.1.2-BO.1.1.1 s/d 7 SK-XII.1 SK-XI.2-FQ.2-MT.1.2-BI.2-AQ.1.2 SK-XII.2-TI.2-AQ.1As/d 3A SK-XI.1.3 SK-X.1.1.1.1.1.1 SK-X.2.2-BR.1.1.1s/d 3 SK-X.1As/d 4A SK-X.1 SK-X.1 SK-X.2-BI.1As/d 3A SK-XII.2-SE.2-TK.1.1.2-PO.1As/d 2A SK-XI.2-BO.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.2-TI.2-SB.1.1.2-AQ.1As/d 3A SK-XII.2-FI.2-AK.1.2-KW.1s/d 8 SK-X.1.1As/d 3A SK-XII.2-SB.2-BR.1.1. MP ESTETIKA SK-X.1 SK-XII.1.2-KI.2-PO.2.1.2-BO.1.1.2-KI.1 s/d 7 .2-SE.1.1.1s/d 6 SK-XI.1 SK-XII.1.1 SK-XI.2 SK-XII.1As/d 2A SK-XI.1.2-FI.1.1.1.1.2-QD.2-AK.1As/d 2A SK-X.1.2-MT.1.2 SK-XI.2-BR.1.2-PO.2 SK-XII.1s/d 6 SK-XII.2-QD.1As/d 2A SK-X.1As/d 2A SK-XII.1.1.2-TI.1A SK-XI.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.2-MT.1.1.1.1A SK-X.1.2-AK.1 s/d 7 SK-XI.1 SK-XII.1.1s/d 8 SK-XI.1.2 SK-X.1.2-SE.2-KW.1A SK-XII.2-QD.

2-BA.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 6 .1 s/d 6 SK-X.2-PD.2-VTO.1.BK.2-PD.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-VTO.1.1 s/d 3 SK-XII.BK.1 s/d 6 SK-X.1.1.2-BA.1.1.BK 1 s/d 2 SK-X.1.1.1 SK-X.2-VTO.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.2-BA.2-PD.1.

MP JASMANI. OLAH RAGA DAN KESEHATAN .DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.

1.1 SK-XI.1.1 s/d 7 SK-XI.2 SK-XII.1s/d 8 SK-XI.2-BO.3 SK-XI.2-KW.1.1.1.2 SK-XII.2-KW.1.1.1 SK-XI.2-PO.2-TK.1.1s/d 8 SK-X.2-TK.2-BI.1 SK-XII.1 s/d 3 SK-XI.1.2-QD.1.1.2-SB.1.1.1.2-BO.1.1.1.1 SK-X.1As/d 3A SK-XII.3 SK-X.1As/d 2A SK-XI.2-AQ.1A SK-X.1.1.1.1 SK-X.2-MT.1.1s/d 6 SK-XII.1.2-KI.1As/d 2A SK-X.2-FQ.1As/d 3A SK-XII.2-AK.2 SK-X.2-FI.1.1As/d 3A SK-XII.2-BI.1.1.1.1s/d 3 SK-X.2-KW.1 s/d 7 .2-AK.1.1 SK-X.1 SK-XII.2-FI.2-BR.2-SE.1.2.2-MT.2-SE.1As/d 3A SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2-FI.1.1s/d 6 SK-XI.2 SK-XI.1 SK-XI.2-AQ.1 s/d 7 SK-XII.1.1.2-QD.1.2-KI.2-FQ.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.2 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1 SK-X.2-AQ.1A SK-XI.1.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A A SKEL-EST SKEL-POK B SK-X.1.2-BO.2-FQ.2-TI.1.1.2-QD.1.1A SK-XII.2-MT.KLAS X KLAS XI KLAS XII SK-X.1 SK-XII.1.2-SE.1As/d 2A SK-X.1As/d 3A SK-XI.1.1.1.2-KI.1.1As/d 4A SK-X.2-BI.1.2-TK.1.2-AK.2-PO.1.2-TI.1.2-TI.1As/d 2A SK-XI.1s/d 6 SK-X.2-PO.2-SB.2-BR.2-BR.1.1.2.1.1As/d 2A SK-XII.2-SB.1.1As/d 2A SK-X.2 SK-X.1.1.1.1.1.2 SK-XII.1.

KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1 s/d 6 Diagram pencapaian lulusan dan peta muatan kelompok mata pelajaran untuk jurusan IPS.1.2-BA.BK.1.2-PD.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1.1.1.2-BA.1.1.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.2-PD.BK.BK 1 s/d 2 SK-X.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 s/d 6 SK-X.1.2-VTO.2-BA.2-PD.1 SK-X.1 s/d 3 SK-XII.2-VTO. Bahasa dan Keagamaan dapat dikembangkan sendiri oleh madrasah/ sekolah .1 s/d 6 SK-X.2-VTO.1.

juga sekurangkurangnya sesuai dengan jumlah beban belajar sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini. dengan lama jam pelajaran 45 menit/ jam pelajaran. Namun demikian jika sumberdaya yang ada di Madrasah tersebut mampu melaksanakan lebih dari 43 jam pelajaran per minggu juga dipersilahkan. Selasa. Selasa. Kemudian pada hari Jumat. khusus untuk MA.00. Perubahan/ pengembangan struktur kurikulum dapat dilakukan dengan cara menambah mata pelajaran yang ada di madrasah/ sekolah. Demikian pula dengan jumlah beban belajar dalam tiap semester. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Struktur kurikulum tersebut sebagaimana dalam tabel berikut Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas Kelas X . hari Jumat 5 jam pelajaran dan hari Sabtu 6 jam pelajaran. Sedangkan pada hari Sabtu masuk jam 6. Rabu. Kamis. Kamis dilaksanakan sebanyak 8 jam pelajaran.30 dan pulang jam 13. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Perubahan pada jam pelajaran tetap mencantumkan beban belajar minimal yang dipersyaratkan oleh Permen 22 tahun 2006. Untuk hari Senin.30 dan pulang jam 11. Perubahan dan penambahan struktur kurikulum dan beban belajar hendaknya dapat diidentifikasi. Madrasah/ sekolah sekurang-kurangnya harus terdiri dari 16 mata pelajaran dan program pengembangan diri. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. Rabu.30 pulang jam 12.00.BAB III STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR Struktur Kurikulum yang digunakan di Madrasah/ Sekolah harus merujuk pada Permen Diknas no 22 tahun 2006.30 pada hari Senin. (3) Program Bahasa. sehingga total sebanyak 43 jam pelajaran. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengorganisasian kelas-kelas pada MA/ SMA dibagi ke dalam dua kelompok. dan (4) Program Keagamaan. Secara umum madrasah-madrasah/ sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menerapkan beban belajar sebesar 43 jam pelajaran dengan rincian masuk jam 6. Sedangkan perubahan/ penambahan beban belajar dimungkinkan dengan merubah/ mengembangkan alokasi waktu yang ada. Penambahan beban belajar diperhitungkan dengan mendasarkan jumlah jam madrasah/ sekolah tiap minggu dan jumlah minggu efektif setiap semester. Kelebihan jam pelajaran sebanyak 4 jam-5 jam pelajaran tersebut dapat ditambahkan pada mata pelajaran yang ingin dikembangkan oleh madrasah/ sekolah. masuk jam 6. Madrasah/ sekolah disarankan untuk mengembangkan struktur dan beban belajar tersebut.

Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 5. Ekonomi 12. 4. Sosiologi 13. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Fisika 7. Biologi 8. Kaligrafi (keterampilan) B. Sejarah 10. Geografi 11. Seni Budaya 13. Pendidikan Agama (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 2. Olahraga dan Kesehatan 14. Bahasa Arab (penambahan) 6. Mata Pelajaran 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi Matematika 15. Kimia 9.Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. 6.

A. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 13. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Sejarah 10. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C. Biologi 9. Keterampilan/ Bahasa Arab B. Seni Budaya 11. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 12. Fisika 7. Kimia 8.

Sejarah 7. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Matematika 6. Pendidikan Jasmani. Pendidikan Agama 2. Keterampilan/Bahasa Asing B. Sosiologi 10. Muatan Lokal C. Seni Budaya 11.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Bahasa Inggris 5. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran 1. Ekonomi 9. Geografi 8. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 12. Bahasa Indonesia 4.

5. 6. Muatan Lokal C. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Keterampilan B. 10. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 3. 9. 12. 8. 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. 2. 7. 4. 11. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen A.

12.Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen A. Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab (perubahan) B. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam 10. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . 13. 11.

2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita.BAB IV MUATAN LOKAL Muatan Lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi MA sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif. SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan. (2) Macammacam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas. dan bercerita 2. berdiskusi. BAHASA DAERAH (JAWA) Standar Kompetensi Mendengarkan 1. artikel. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung 1. misi dan tujuan madrasah.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. baik bahasa daerah maupun bahasa asing. (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan. Pengembangan Muatan lokal sekurang-kurangnya menunjukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi. majalah atau buku berbahasa Jawa/Madura) Kompetensi Dasar . (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya Muatan lokal disajikan daam bentuk mata pelajaran. sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran. (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah. standar kompetensi dan kompetensi dasar.. (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 2. potensi daerah dan madrasah. Mengungkapkan pikiran. perasaan.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman Berbicara 2. dan informasi melalui kegiatan berkenalan. Muatan lokal bisa berbentuk keterampilan bahasa. (5) Ada kejelasan rumusan SKL. atau bentuk keterampilan tepat guna yang lain. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal. keterampilan dalam bidang TI.

1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 4. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman Berbicara 6.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu langgam.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 2.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (150 kata/menit) 3. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 5. Memahami langgam.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui .2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 4.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa Jawa/Madura Membaca 3. kidungan yang disampaikan secara langsung/tidak langsung 5.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. ekspositif) 4. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca 3. Membahas cerita cekak melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6. deskriptif.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif Mendengarkan 5.2 Mengungkapkan isi suatu langgam. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Menulis 4.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1.

1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1.1 Menulis dengan memperhatikan bait.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman kegiatan diskusi Membaca 7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerita cekak dengan kehidupan sehari-hari Menulis 8.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca Cerita cekak 7. Mengungkapkan pikiran. dan intonasi yang tepat 7. nada. irama. dan ritma . irama. dan perasaan melalui kegiatan menulis 8. dan ritma 8. tekanan.2 Menulis dengan memperhatikan bait. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.1 Membacakan cerita cekak dengan lafal.

− Some tasks related to topic. SS do the task. SS answer and discuss the questions with friends. An incomplete dialog. A dialog. SS are able to mention the price correctly. Lesson – 2 : Language Focus : − Yes/No – questions. A task that explore the use of WH – question. SS understand the use of Yes/No questions and WH – questions. A written explanation on the forms and use of Simple Present and Present Cont. − − − Indicator Of Target SS know information about foods among countries. A written explanation on the forms and use of countable and uncountable nouns. SS read the explanation. SS practice the dialog in pairs. − The varieties of dishes of fruits. Lesson – 3 : What to get (Gifts). SS are able to explain the varieties of dishes of fruits. − − − Lesson – 4 : Language Focus : Simple Present and Present Continous. SS answer and discuss the questions with friends. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. SS complete an in complete dialog using appropriate expressions of asking for and giving directions. Lessons Lesson – 1 : Dinning − Chinese food. A task that explore the use of countable and un countable nouns − − − − − − − − − − − − Learning Experience SS answer and discuss the questions with friends. Lesson – 5 : Transportation : Asking for and Giving Directions. − − − SS are familiar with ways of asking for and giving directions. SS understanding the use of countable and uncountable nouns and are able to complete the tasks. SS understanding the use of Simple Present and Present Continous and are able to complete the task. SS know information about many kinds of gifts. . SS do the task. Some task related to the price of gifts. − WH – questions. SS read the note. SS do the tasks according to the instructions. other Asian Food : Western and other foods. SS do the task. − − − − − − − − − − − A written explanation on the forms and used of Yes/No questions.SYLABUS AND EVALUATION SYSTEM (of Muatan Lokal) Book Drade Unit Basic Competency : : : : Brochures of Tourism X 1 (Essential Information for Foreign Visitors) Communicating fluently and accurately in oral using proper of language in an interractional text and/or monologue especially connecting with tourism contexts Learning Material Topics of discussion about : − Some question on foods. SS describe the topics their friends. Two Tasks which related to Simple Present and Present Cont. Some notes on how to ask for and give directions. Some questions about gifts. Lesson – 6 : Language Focus : Countable and uncountable Nouns.

Lessons Lessons – 1 : Making a hotel reservation and information about hotels. An incomplete dialog. Lessons – 2 : Ordering meal at a hotel or restaurant. An incomplete dialog. Lessons – 3 : Offering to have dinner together. SS practice the dialog in pairs. − − − − − − − − Indicator of target SS are familiar with ways of making a reservation. A dialog about ordering meal and after eating in a restaurant. SS are familiar with ways of ordering meal. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about offering to have dinner together and discussing about meal. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions.Unit Basic Competency : 2 (Making A Hotel and Restaurant Reservation) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and/or monologue sepecially connecting with tourism contexts − − − − − − Learning Materials A dialog. Some notes on how to make a hotel reservation. SS understanding and are able to apply the vocabularies in daily speaking. SS are familiar with ways of offering to have dinner together and discussing about the meal. SS practice the dialog in pairs. − − − − Lessons – 4 : Vocabularies concerning reservation meals and numbers. An incomplete dialog. − − − − − . SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. The task related to vocabularies. SS read and discuss the explanation. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. concerning : reservation. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about ordering meal. meals. Some notes on how to make the 2 kinds of dialog. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions of making a reservation. SS are able to answer the question. A dialog about offering to have dinner together and discussing about the meal. Some notes on how to make the two kinds of dialog. and numbers. − − − − Learning Experience SS practice the dialog in pairs. A brief explanation and discussing of vocabularies. SS do the tasks according to the instruction.

SS do the task.Unit Basic Competency : 3 (Describing Beaches) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts Learning Materials A text on Hamadi Beach. SS do the tasks according to the instruction. A brief explanation on the form and use of elliptics. SS read and discuss the explanation. SS do the tasks according to the instruction. Lesson – 4 : Language Focus : Simple Past and Past Continues SS understanding the use of Simple Past and Past Continues and are able to complete the task. SS understand and are able to apply the elliptical sentences. Lesson – 3 : Pelabuhan Ratu Beach in West Java. Lessons Lesson – 1 : Hamadi Beach in Irian Jaya − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − Lesson – 2 : Language Focus : Elliptical Sentences. Two task wich explore the use of elliptics. A brief explanation on the form and use of Simple Past and Past Continues. SS are able to do the tasks. Two task related to Simple Past and Past Continues. SS read and discuss the explanation. SS do the tasks according to the instruction. SS understand how to describe Hamadi Beach. SS are able to do the tasks. A text on Pelabuhan Ratu Beach. SS answer and discuss the questions with friends. Indicator of target SS understand how to describe Hamadi Beach. Some tasks related to the text. . Learning Experience SS read and discuss the explanation. Some notes on the word applied in the description of Pelabuhan Ratu Beach. SS are able to do the tasks. Some notes on the word applied in the description of Hamadi Beach Some tasks related to the text.

Some notes on the word applied in the description of Mount Tangkuban Perahu. SS are able to do the tasks. SS are familiar with ways of expressing admiration. − − − − − − SS understand and are able to apply : Smiliarity. Superlative Degrees. Comparison. Lesson – 3 : Ciwidey and White Crater in West Java − − Lesson – 4 : Language Focus : Expressing Admiration using “ What a……. − − Indicator of target SS understand how to describe Mount Tangkuban Perahu. . Superlative Degrees A task wich explore the use of Smiliarity. SS do the tasks according to the instruction.Unit Basic Competency : 4 (Describing Mountains) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts − − − − − − − − − − Learning Materials A text on Mount Tangkuban Perahu. Some tasks related to the text. SS understand how to describe Ciwidey and White Crater. Superlative Degrees − − SS read and discuss the explanation. A dialog Some imaginary situations − − Learning Experience SS answer and discuss with friends. Comparison. Superlative Degrees A text on Ciwidey and White Crater Some notes on the word applied in the description of Ciwidey and White Crater Some tasks related to the text. SS read and discuss with friends. SS do the tasks according to the instruction. Lessons Lesson – 1 : Mount Tangkuban Perahu in West Java Lesson – 2 : Language Focus : Smiliarity. SS do the tasks according to the instruction.!” − − SS practice the dialog SS express admiration based on the situations. Comparison. Comparison. A brief explanation on the form and use of Smiliarity. SS are able to do the tasks. SS are able to admiration with regard to the situations. SS are able to do the tasks.

SS analize the sentences having promotion meaning. SS read and discuss the explanation. − − − − − − − Indicator of target SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. SS analize the sentences having promotion meaning. SS do the tasks according to the instruction. SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. SS are able to identify sentences having promotion meanings. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. A task that explore the use of derivation. − − − Learning Materials A text wich promotes Hot Spring and Waterfall. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. The text wich promote Cartenz Peak and Lorentz Reserve. A brief explanation on the form and use derivation. SS understanding the use of derivation and are able to complete the task. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. Lessons Lesson – 1 : Hot Spring and Waterfall Lesson – 2 : Cartenz Peak and Lorentz Reserve − − − Lesson – 3 : Language Focus : Derivation − − . SS do the tasks. A task asking SS to look for promoting sentences. − − − − − − − − Learning Experience SS read and discuss the text with friends. A task asking SS to look for promoting sentences. SS are able to identify sentences having promotion meanings. SS read and discuss the text with friends.Unit Basic Competency : 5 (Promoting A Tourism Resort) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts. SS do the tasks.

Making simple present and present continous sentences. Making a hotel reservation and information about hotels. Offering to have dinner together and vocabularies concerning : reservation.Perhitungan Pekan dan Jam Efektif No 1. Making Yes/No question & Wh – questions and the answers. 6. meals and numbers Total Distribusi Jam Efektif Semester II No. 7. Pokok Bahasan Introduction on self. 2. 3. dan enrichment. Distribusi Jam Efektif Semester I No. 4. 10. Pokok Bahasan Alokasi Waktu Keterangan Alokasi Waktu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Keterangan Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 5. Ordering meal at a hotel or restaurant. 2. 4. 8. 11. 6. Bulan Juli 2006 Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Jumlah Bulan Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Jumlah Jumlah Pekan 4 5 4 4 5 4 4 30 Jumlah Pekan 4 5 4 5 4 22 Jumlah Pekan Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Pekan Efektif 4 5 4 4 3 20 Jumlah Pekan Tidak Efektif 3 1 2 2 8 Jumlah Pekan Tidak Efektif 1 1 2 Jumlah Jam Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Jam Efektif 4 5 4 4 3 20 No 1. 2. Talking using countable and uncountable nouns. Talking about what to get (gift). 3. Telling a favourite tourism resort. Talking about dining. 4. 7. 1. 5. Talking about transportation. 9. 5. 3. remidi. 22 .

Making Simple Past and Past Continous Sentences. 7. Expressioning Admiration Talking about hot spring and waterfall. 9. remidi. 2. Talking about derivation. Total 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. . Describing Cartenz Peak & Lorentz Reserve. 10. 6. Describing Mount Tangkuban Perahu in West Java. Describing Pelabuhan Ratu Beach in West Java. Describing Ciwidey and White Crater in West Java. 4.1. comparison and superlative degrees. Describing Hamadi Beach in Irian Jaya Making Elliptical Sentences. dan enrichment. 8. Talking about similiarity. 5. 3.

berbahasa yang baik. seminar. Kegiatan ini merupakan upaya pembentukan watak kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalahmasalah pribadi dan kehidupan sosial. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. serta kegiatan ekstra kurikuler. (3) Keteladanan. yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optmal. (6) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mencerminkan pencapaian visi. kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah. kegiatan belajar dan pengembangan karir. Kegiatan pengembangan diri perlu memperhatikan antara lain (1) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik. Sebagai contoh kegiatan pengembangan diri sebagai berikut. adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. (2) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan sumberdaya (SDM dan fasilitas atau sarana/prasarana) yang dimiliki Madrasah. Tujuan Khusus . dan kegiatan lapangan. (2) Spontan. seperti: upacara bendera. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. antri. (4) Ada aturan yang jelas tentang macam-macam kegiatan pengembangan diri yang harus dipilih oleh peserta didik. adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji. (5) Pengkondisian. 1. senam. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. ibadah khusus keagamaan bersama. Tujuan a. rajin membaca. datang tepat waktu. ekstra kurikuler seperti kelompok karya ilmiah. kelompok. minat.. potensi. bazar. misi dan tujuan madrasah. yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (5) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan (1) Rutin. membuang sampah pada tempatnya. dsb. workshop. latihan/lomba keberbakatan/prestasi. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam.BAB V KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. b. bakat. (4) Terprogram. (3) Ada upaya yang jelas untuk penambahan dan peningkatan sumberdaya guna memfasilitasi kegiatan pengembangan diri. dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain.

Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dengan perencanaaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. jurnalistik. palang merah remaja . meliputi: . olah raga. cinta alam. c) Membiasakan hidup sehat.Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : • Bakat • Minat • Kreatifitas • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan • Kemampuan kehidupan beragama • Kemampuan sosial • Kemampuan belajar • Wawasan dan perencanaan karir • Kemampuan pemecahan masalah • Kemandirian 2. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Sasaran dari Kegiatan Palang Merah ini kelas X dan XI 3. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Tujuan dari KIR adalah a) Melatih peserta didik berfikir kritisa dan ilmiah. 2. Pelayanan Konseling. keagamaan Contoh kegiatan ekstra kurikuler meliputi: 1. Pramuka Tujuan dalam pramuka adalah : . Ekstra Kurikuler. Palang Merah Remaja Tujuan Palang Merah Remaja adalah : a) Melatih peserta didik untuk mampu menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan yang akan di sekitar.Latihan kepemimpinan.Kepramukaan . d) Malatih peserta didik melakukan peniltian ilmiah Sasaran dari kegiatan ini lebih ditujukan kepada peserta kelas X dan kelas XI dalam hal khusus kelas XII.Kehidupan pribadi . kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : o Layanan dan kegiatan pendukung konseing o Kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua komponen.Wawasan dan perencanaan karir b.Kemampuan sosial .Seni. meliputi: . teater. ilmiah remaa. b) Mengembangkan jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain. yaitu: a. b) Melatih peserta didik terampil dalam menulis karya ilmiah c) Melatih peserta mengkomukasikan hasil temuannya kepada pihak lain.Kemampuan belajar .

b) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khusuanya pada kitab Suci Al-Qur’an. c) Melestarikan budaya islami. Sasaran kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 9. 10. Seni Bela Diri Tujuan dari seni bela diri adalah : a) Menumbuhkembangkan sifat percaya diri pada anak. b) Melatih peserta didik untuk terampil dan mandiri. c) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap budaya Islam. b) Menggali penghetahuan agama dan buku kontemporer. 7. 6. 8. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Memberikan bekal kecakapan hidup berupa seni qosidah. 4. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. c) Melestarikan budaya modern. b) Memberikan bekal cinta perdamaian dan menghindari adanya penganiayaan. b) Melatih peserta didik gemar membaca dan menulis. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Latihan Kepemimpinan Dasar . Bimbingan Baca Kitab Kuning Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memperkenalkan peserta didik terhadap kitab-kitab kontemporer. 12. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 5. b) Menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik. Drum Band Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan sifat cinta tanah air. c) Menumbuhkan sifat mandiri. Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Seni Musik (Qosidah) Tujuan seni musik adalah : a) Melestarikan budaya Islam. Seni Baca Al-Qur’an Tujuan dari diadakannya seni baca Al-Qur’an adalah : a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya.a) Sebagai wahana bagi peserta didik untuk berlatih berorganisasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Jurnalistik Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Melatih peserta didik di bidang komunikasi. c) Membiasakan hidup sehat. Remaja Masjid Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memakmurkan masjid b) Mengadakan kajian dan pengembangan keagaman. b) Memupuk jiwa cinta lingkungan. Pecinta Alam Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan cinta tanah air. 11.

Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Melatih memecahkan masalah yang berat. 15.2 2. 13. b) Menjadi garda terdepan terhadap kedisiplinan anak. Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKS) Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk peduli terhadap kesehatan sekolah dan orang lain.1-PD. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani SK-X. b) Melatih siswa bersikap demokratis.BK.1 SK KD 1. c) Melatih peserta didik untuk mengambil keputusan cepat dan tepat. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 1.BK.1 Mampu berkomunikasi baik 1. Olimpiade Training Center Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing. b) Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani.1 Memiliki sikap dan ke-biasaan yang mantap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME.Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal.1-PD. Memiliki kemampuan . c) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah atau perguruan tinggi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pelayanan Bimbingan dan Konseling KLS X SMS 1 KODE SK-X.2 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif 2. 1. Olah raga Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mengembangkan bakat peserta didik di bidang olah raga. Sasaran dari kegiatan ini adalah 45 siswa terpandai pada bidang sains Ekonomi dan Komputer serta Kebahasaan 14.

3 Memiliki tinggi pemantapan.BK. adat istiadat.3 Memiliki hubungan yang dinamis.1 3. hukum dan kebiasaan yang berlaku.dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi pekerti luhur.4 Memahami kondisi dan peraturan sekolah serta upaya melaksanakannya secara dinamis dan bertanggungjawab X 2 SK-X. belajar merupakan sikap dan perintah Tuhan kebiasaan Yang Maha Esa belajar yang 3. 2. harmonis dan produktif dengan teman sebaya 2. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat. pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar 3.4 Memiliki . Mampu 3.2 Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama. 2.1 Memiliki kemantapan mengemkeyakinan bahwa bangkan diri. sopan santun serta nilainilai agama.2 Memiliki baik untuk mekemantapan nguasai pengekeyakinan bahwa tahuan dan kekegiatan belajar terampilan serta yang sebaikmenyiapkan baiknya akan untuk melanjutmeningkatkan mutu kan pendidikan kehidupan pada tingkat beragama yang lebih 3.2-PD.

Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.BK. sopan santun serta nilainilai agama.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.1-PD.BK.1 Memahami kecenderungan karir yang hendak dikembangkan XI 1 SK-XI.1 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif SK-XI. tanggung-jawab kemasyarakata n dan kenegaraan 6.2 Memiliki pemahaman tentang aspek- SK-XI.pemahaman yang mantap tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar SK-X.2 6.2 4. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 5. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani 4.BK.3 7.2-PD.1-PD. hokum dan kebiasaan yang berlaku 7.1-PD. adat istiadat.1 Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 6.1 Mampu belajar dengan optimal untuk bekal bagi program yang lebih tinggi 7. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan .1 5.BK.

1-PD. adat istiadat.1 8. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.1-PD.BK.1 Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 9. mantap dan mandiri sehat jasmani dan rohani SK-XII. sopan santun serta nilai-nilai agama.BK. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.2 9.lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan .3 Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspekaspek belajar dalam berkomunikasi. hokum dan XII 1 SK-XII. sosial dan intelektual serta apresiasi seni 7. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan aspek belajar untuk mengembangkan kehidupan mandiri secara intelektual emosional 7.4 Memiliki kemantapan tentang aspek-aspek belajar dalam etika dan nilai 8.2 Memiliki kemampuan memahami bakat dan minat pribadi serta dapat menyalurkannya melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan produktif 9.1 Memiliki kemampuan memahami kekuatan diri dan dpt menyumbangkan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif 8.

2-PD. sikap dan kebia-saan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi 10.1 Memiliki kemampuan mewujud-kan secara efektif.3 Memiliki hubungan yang dinamis dan produktif dengan teman sebaya 9. Mampu mengembangkan diri.1 10.3 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengembangkan persiapan karir 10. efisien dan produktif tentang kegiatan be-lajar sesuai dengan ajaran agamaMemiliki kemampuan belajar secara optimal untuk kehidupan dalam masyarakat 10.2 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengusai bekal bagi program pendidikan yang lebih tinggi 10.4 Memiliki kemampuan berorientasi hidup berkeluarga XII 2 SK-XII.4 Memiliki kemampuan mewujudkan peranan kegiatan belajar dalam rangka pilihan karir 10.kebiasaan yang berlaku 9.5 Memiliki pemahaman tentang aspekaspek belajar untuk .BK.

2 11.mengembangkan kehidupan mandiri secara emosional.BK. social. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 11.2-PD.1 Memiliki orien -tasi dan informasi pada umumnya. intelektual dan ekonomi SK-XII. khususnya karir yang hendak di kembangkan .

kepercayaan diri 6. karakteristik pribadi. konsep diri 3. merencanakan dan mengembangakan pola kehidupan sebagai pelajar SASA RAN X SIFAT klasikal METODE Kunjungan VCD Ceramah/ forum kelas PLK Sekolah BK. intelektual. motivasi berpretasi TUJUAN Siswa memiliki pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang dimasuki Individu mampu membekali diri dengan berbagai pengetahuan da pemahaman tentang berbagai hal yang bergua untuk mengenal diri. WK SUMBER DANA KET MOS TUGAS PERKEMBANGAN Mencapai kematanga dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2 Layanan Informasi 1. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Individu dan klasikal X–XII X X-XII X X X X X Studi pustaka ceramah BK. fasilitas kesehatan 3. potensi diri 2. pribadi mempesona 7. tahab dan tugas perkembangan 4. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara pribadi. fasilitas olahraga 2.CONTOH SILABUS PENGEMBANGAN DIRI Bidang Pengembangan NO 1 KEGIATA N Layanan Orientasi : Pribadi MATERI PENGEMBANGAN Obyek pengembangan pribadi 1. Guru. maupun kemampuan diri 2. sangar seni dan budaya 4. takut dan cemas 5. WK Sekolah Siswa terstru ktur . sosial baik emosional. remaja dan problemanya 8. tempat peribadatan Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan serta kondisi diri: 1. pemahaman diri. Mencapai kematangan dsalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 3. mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4.

Penggunaa waktu luang 3. Mengembangkan penguasaan ilmu. mengikuti lombalomba seni atau olahraga Siswa memiliki keterampilan sesuai dengan kemampuan bakat. kegiatan ekskul 9. penempatan di dalam kelas 2. minat. minat (potensi diri) X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-Xii X X-XII 4 Layanan Penguasaan Konten 1. kegiatan lapangan 6. Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari 2. dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. intelektual dan ekonomi 2. diskusi 4.3 Layanan Penempatan dan Penyaluran 1. teknologi. sosial. layanan bimbingan/ konseling kelompok 8. Meningkatkan rasa 1. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emisional. kepanitiaan 7. Siswa memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan dengan segala keuntungan maupun kekurangan dari X-XII Menempatkan dan menyalurkan siswa untuk pengem bangan kemampuan belajarnya sesuai dengan bakat. latihan keberbakatan/prestasi 5. serta berperan dalam kehidupan masyarakat Kompetensi kebiasaa dalam kehidupan pribadi 1. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Penempatan dan penyaluran untuk mengembangakan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui: 1. Meningkatkan kecerdasan emosi dn pengendalian diri 4. kecerdasan dan kepribadian Siswa mampu mengem bangkan sikap dan kebiasaan dan cara belajar Individu Klasikal kelompok BK Wali Kelas Wali Inside Kelas ntal Wakakesis waan Guru MT BK Individu Klasikal kelompok BK BK Guru MP WK . kelompok belajar 3.

Mengetasi strees 13. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional.yang lebih luas 2.Kejujuran da tanggung jawab 12. Siswa memahami tentang kelemahan diri dan mampu mengubah kelemahan dirinya minima menguranginya 4.Meningkatkan kemandirian 11. Meninfkatkan disiplin 6. intelektual. Siswa memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangann ya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif.Mengatasi konflik 15.Pribadi tangguh 14. Berfikir dan bersikap positif dan apresiatif 9. sosial. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan 3. Pengembilan keputusan 7. Memperkuat ibadah 8. Siswa memiliki kemantapan dalam merencanakan yang baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal . Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 3.Jatuh cinta setiap keputusan yang diambilnya 2. dan ekonomi percaya diri 5. Meningkatkan kreatifitas 10.

5

Layanan Konseling Perorangan

6

Layanan

dan menyelenggarak an hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah Mengatasi masalah pribadi Dengan adanya X-XII dalamkehidupan pribadi. konseling perorangan Materi yang dibahas dalam diharapkan atau layanan konseling bertujuan agar siswa perorangan tidak dapat terentaskan dari ditetapkan terlebih dahulu, masalah yang melainkan akan diungkapkan dihadapinya oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat konselor dapat memanggil peserta didik (yang menjadi tanggung jawab asuhan) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan oleh peserta didik yang menerima layann konseling perorangan Kemampuan dan kondisi 1. Siswa secara Siswa

Siswa Individual mampu mengatasi masalah pribadinya berkaitan dengan siswa, masalah belajarnya sehingga dapat mengem bangkan kehidupan yang lebih efektif Kelompok

BK

BK

Insidental

Dinami-

BK

Ter-

Bimbingan Kelompok

7

Layanan

pribadi bersama-sama 1. Potensi diri memperoleh 2. Kiat menyalurkan bakat, berbagai bahan minat, kegemaran, hobby dari nara sumber 3. Kebiasaan sehari-hari di yang bermanfaat rumah bagi individu 4. Sikap terhadap bencana 2. Siswa mampu alam, kecelakaan, HAM, mengenal dan kemiskinan, anak menerima terlantar dan lain-lain perubahan 5. Pelanggaran yang terjadi pertumbuhan dn di masyarakat, KKN, perkembangan pembnuhan, fisik dan psikis pemerkosaan, perang, yang terjadi pada dan lain-lain diri sendiri 6. Kejadian-kejadian sebagai remaja penting di masyarakat 3. Siswa mengenal tentang kekuatan da kelemahan diri sendiri, bakat minat serta peyaluran dan pengembangan 4. Siswa memiliki kemampuan mengembil kepurusan dan kemudian mengarahkan dirinya Mengatasi masalah pribadi

ka kelompok

program

Siswa

Terbatas

Kelompok

Dinami-

BK

Insi-

Konseling Kelompok

8

Layanan Konsultasi

dalam kehidupan pribadi. Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh anggota kelompok, dan terpilih untuk dibicarakan (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seseorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalin layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu, dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konselig kelompok Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam

dan tertutup

ka kelompok

dental

Ortu Guru

Insidental

Sharing

BK Ortu Wali

BK Ortu Wali

Insidental

Adapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (baik masalah pribadi. Seperti untuk layanan konseling perorangan. Dlam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan social di antara pihak-pihak yang berselisih. materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan oleh konselor. belajar. social. melainkan akan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti. namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah social. atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan kosultasi.9 Layanan Mediasi mengembangkan pribadi. Kelas Guru Kelas Guru BK Insidental .

Tes intelegensi 2.10 Aplikasi Instrumentas i 11 Himpunan Data 12 Konferensi kasus Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi. DCM (daftar cek masalah) Data perkembangan. Kepribadian) Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik 1. bakat. Tingkah laku menyimpang 13 Kunjungan Agar BK memiliki data dan keterangan tentang peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok Agar BK memiliki seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan perkembangan siswa dalam berbagai aspek BK melalui berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan data dan keterangan lebih lanjut serta kemudahankemudahan bagi terentaskannya masalah siswa Pertemuan dengan orang tua. Tes bakat 3. Data pribadi siswa 2. Inventori kreativitas 5. Hasil psikotes (IQ. Memperoleh Siswa dan lingku ngan Siswa dan lingku ngan Individ kelompok klasikal Individu Kelompok Klasikal Tes dan non tes BK lembaga tes Wali Kelas BK Terprogram Siswa Orang tua Terbatas Tertutup Pertemuan/ diskusi terbatas BK WK SMU Guru Ortu BK Insidental Siswa Individu BK Insi-- . Inventori minat 4. belajar. membolos 2. karir dan masalah social yang lainnya yang perlu untuk ditangani oleh konselor 1. social. kondisi dan lingkungan diri pribadi 1. Minat. Sering absent. Peta ekonomi 3. 1.

film. minat. Motivasi berprestasi 6. Penampilan dan pengembangan bakat. hobby 3. Tahap dan tugas perkembangan 2. Untuk pembahasan dan engentasan permasalahan siswa Siswa dental Individu Klasikal BK Rutin . Kehidupan keagamaan 4. sosial. seperti: 1. rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi. karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan keluarga 14 Tampilan Kepustakaan Materi bacaan. Otobiografi: kisah orang-orang sukses 7. Pengembangan kreatifitas 8. Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalh pribadi. belajar. kegemaran. Keajaiban otak berbagai Orang keterangan atau tua data yang diperlukan dalam pemahaman permasalahan siswa 2. Relaksasi 5.Rumah/ Pertemuan Orang Tua keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi.

Pribadi yang mempesona Pendalaman penanganan masalah pribadi.15 Alih Tangan Kasus manusia 9.Mengatasi kecemasan dan depresi 12.Manajemen konflik 13.... dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berwenang Mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa. . sosial..Optimisme 14.Kecerdasan emosional 11. Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi. dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli Siswa Individu BK Insidental Dab Seterusnya. belajar atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor.. Pribadi yang mandiri 10.

(2) Ada alasan yang jelas tentang pengembangan kecakapan hidup vokasional. Sedangkan dalam kecakapan hidup vokasional diperlukan (1) Ada gambaran yang jelas tentang macam-macam kecakapan hidup vokasional yang dikembangkan di madrasah. Pendidikan kecakapan hidup dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan non vokasional dan pendidikan vokasional. (4) Pengembangan kecakapan hidup vokasional mencerminkan pencapaian visi. (3) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. (3) Pengembangan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran mencerminkan pencapaian visi. misi dan tujuan. (2) Ada aturan yang jelas tentang keharusan guru untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. misi dan tujuan madrasah Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat digambarkan sebagaimana dalam bagan berikut Bagan Komponen Kecakapan Hidup . Dalam pengembangan pendidikan vokasional sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Ada gambaran yang jelas tentang upaya internalisasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam strategi pembelajaran dari setiap mata pelajaran.BAB VI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan.

Dalam pelaksanaannya pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara. sehingga pencapaian . dan 2) melalui mata pelajaran khusus. 1. setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran. yaitu 1) diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran melalui strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dalam PBM. utamanya untuk kecakapan hidup vokasional. Penginternalisasian Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Semua Mata Pelajaran Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill. General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Madrasah ini. Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut a) Melalui reorientasi pembelajaran. Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang).

b) kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup. sehingga memungkinkan:  Siswa lebih aktif  Iklim belajar menyenagkan  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa. sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber  Menggeser "teaching" menjadi "learning"  Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM Contoh pengintegrasian life skill : PEMBEKALAN LIFE SKILL d) PENGALAMAN BELAJAR 1. Pendidikan Vokasional Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di Madrasah ini dan kebutuhan yang berkembang di masyrakat dan adanya kerjasama yang telah dibangun oleh Madrasah dengan lembaga diklat otomotif maka program vokasional yang diajarkan adalah Mekanika Otomotif. Sistem penilaian dari pendidikan vokasional ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian praktek. Program ini memiliki durasi waktu 60 jam dalam setiap semester. Siswa mengumpulkan minimum 4 macam surat perorangan Siswa menentukan karakteristik surat. kemampuan dalam setiap praktek di bengkel dan sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran . sehingga dalam pelaksanaannya akan disajikan selama 3 jam per minggu. melalui diskusi kelompok o o o o o o o o o o o o o Menggali informasi Sadar akan eksistensi diri Sadar akan potensi diri Mengolah informasi Bekerjasama Berkomunikasi lisan Berkomunikasi tertulis Mengambil keputusan Komunikasi lisan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan Komunikasi tertulis Mampu memecahkan masalah 2. 3. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok 2.

3 1. Ide ntifikasi dan penggunaan pelumas/ cairan pembersih yang benar 2. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan.1 3.1 Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.2 1. (K 3).6 SK-X. sehingga sesuai dengan standar dan prosedur.4 1.1 2.1-VTO. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami dari sumber yang tepat agar dapat memudahkan pemeriksaan.Teknik Mekanika Otomotif KLS SMS X 1 KODE SK-X.1-VTO.1 SK KD 1. Dilengkapi data yang tepat sesuaihasil pemeliharaan/servis. Pe meriksaan kendaraan yang lengkap 3.2-VTO. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). Pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap komponen Pekerjaan pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan pedoman dari industri yang telah ditetapkan. 1. Penggunaan pelumas/cairan pembersih yang benar untuk komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pabrik Pembuangan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup Penanganan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).2 .3 X 2 SK-X. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan Pemeriksaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.2 2. Pel aksanaan pemeliharaan/ servis komponen 1.5 1.1 3. K 3.2 2.

Informasi diakses dari sumber yang tepat untuk menginformasikan tindakan yang dibutuhkan dalam membantu membedakan antara “gejala” dan “sebab”. Pengidentifikasian kerusakan/kesalahan didapat dari hasil tes. agar pemeriksaan lebih akurat dalam mendiagnosa kesalahan/kerusakan (jika diperlukan).1 4. Otoritas diberikan untuk membongkar bagian komponen.4 3. Pendiagnosaan kesalahan/ kerusakan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap area tempat kerja. dan ”rencana tindakan” diputuskan selama perbaikan Laporan hasil pemeriksaan dilengkapi dalam 3.7 XI 1 SK-XI.4 4. Strategi pendiagnosaan dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan suatu kerusakan/kesalahan pada kendaraan/ komponen/perlengkapan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan Sistem toleransi kendaraan di luar spesifikasi kendaraan pabrik dicatat dan diambil sesuai dengan perjanjian dengan pelanggan Catatan yang berhubungan dengan pemeriksaan keamanan kendaraan dilengkapi dan akurat dalam format standar perusahaan dan dilakukan oleh orang yang tepat Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan pedoman perusahaan yang telah ditetapkan.1 4.3. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).3 4.2 4.5 4.1-VTO.3 Pemeriksaan kendaraan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan peralatan yang disetujui. kendaraan dan perlengkapan.6 . ndiagnosaan kesalahan/ kerusakan dari gejala dan penentuan tindakan Pe 4.6 3.5 3. Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).

7 Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Me melihara/ servis komponen/ sistem bahan bakar bensin 6. Pemeliharaan/servis XI 2 SK-XI.1 6. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).5 XII 1 SK-XII. Pemeliharaan/servis engine dilaksanakan sesuai dengan pedoman industri yang ditetapkan.1 5.3 6.1-VTO.2 5.1 6. Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan baker bensin dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar bensin dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis komponen sistem bahan bakar dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). 4. Me 7.format yang ditetapkan. Me melihara/ servis engine dan komponenkomponennya.1-VTO. Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis. 5.1 .6 XII 2 SK-XII. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).4 5.1 5.2-VTO. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).2 6.1 7.4 6.5 6.3 5.

melihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel 7.5 .2 sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis pompa/ komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Pompa/komponen injeksi bahan bakar diesel diuji dengan persyaratan kerja Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).3 7. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).4 7. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan 7.

.

Standart ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluduh warga sekolah dan orangtua siswa. Setiap KD dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan belajar minimal dan penetapannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. sedangkan KD yang sifatnya pendukung dapat dicapai oleh siswa sekurang-kurangnya 75. Tingkat essensial (kepentingan) setiap KD terhadap SK yang harus dicapai oleh siswa pada setiap tahun pelajaran : Contoh : KD yang sangat essensial. PINDAH SEKOLAH DAN KELULUSAN A. 6. PENJURUSAN. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. b. Tingkat Kompleksitas (kerumitan dan kesulitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa c. harus dicapai oleh siswa dengan nilai ketuntasan 100. peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga. dalam setiap awal ajaran baru. 2. SISTEM PENILAIAN. Penetapan nilai ketuntasan belajar minimum dilakukan melalui analisis ketuntasan minimum pada setiap KD. d. Ketuntasan Belajar 1.BAB VII KETUNTASAN BELAJAR. 3. 5. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan. Ketiga peraturan tersebut harus bersifat saling memperkuat. Standart Ketuntasan Belajar Minimal siswa tesebut berbeda pada tiap level/tiap program jurusan Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Ketuntasan Belajar 85% 75% 70% 65% 60% 60% 60% . Standar ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluruh warga madrasah/ sekolah dan orang tua. Madrasah harus menetapkan ketuntasan belajar dengan mendasarkan pada. Ketuntasan Belajar siswa ditetapkan oleh musyawarah guru bidang studi berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Dengan mempertimbangkan kondisi di atas. guru (dengan melalui forum guru serumpun) dapat menetapkan standar ketuntasan belajar minimal. Kondisi nyata di madrasah dapat berpijak pada kualitas input siswa dan kondisi sumberdaya madrasah. dengan catatan sekolah harus merencanakan target dalam waktu tertentu untuk mencapai nilai ketuntasan belajar ideal. peraturan yang berlaku dan kondisi nyata yang ada di madrasah. 4. Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan untuk setiap mata pelajaran oleh forum guru pada awal tahun pelajaran. Peraturan yang berlaku meliputi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. Sekolah dapat menetapkan batas/standar ketuntasan belajar minimal di bawah nilai ketuntasan belajar maksimim (100).

8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Kesenian Pendidikan Jasmani. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika. Men erapkan budaya hidup sehat 7. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI. Siswa yang tidak naik kelas. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah. 4. b. bahasa Asing lain yang menjadi pilihan.1-PO. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. Program studi Ilmu Sosial. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Olah Rada dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab 65% 75% 75% 70% 75% 75% 75% 75% 65% Ketuntasan Belajar per KD dan SK (jika diperlukan) Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani.2 Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 100% 65% B. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. Sistem Penilaian 1. Penjurusan . c. 3. Ekonomi dan Sosiologi. bahada dan Sastra Indonesia. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. Sebagai Contoh : Bagi siswa kelas XI atau XII a.7 SK KD 1. Fisika Kimia dan Biologi. C.2008 No Kode SK-X. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa. 2. Program studi Ilmu Bahasa. setiap akhir semester. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII. Olah Raga dan Kesehatan Ketuntasan Belajar: 75% Tahun akademik: 2007 . Program studi Ilmu Alam.1 Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 7. 5. Geografi.

c. Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud. Bahasa Inggris. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester -1 kelas XI 2. Matematika. Nilai akademik Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil ke program studi : • Ilmu Alam : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia. Kriteria Penjurusan program Studi meliputi: a. Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara. Geografi. Fisika. Namun apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ada nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Bahasa. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Ekonomi dan Bahasa Inggris (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi ketiga program di MA) maka siswa tersebut: − Perlu diperhatikan prestasi kognitif. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. • • Siswa yang naik kelas ke kelas XI. dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran. Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Bahasa (Bahasa Indonesia. Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Ekonomi. Ilmu Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat . Masukan dan saran dari guru Bimbingan dan Konseling 3. Ilmu Sosial : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Matematika dan Sejarah ( 2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial). • • − b. Perlu diperhatikan minat siswa. maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa. dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa. Siswa diberi kesempatan untuk program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial. bakat. maka siswa tersebut bisa dimasukkan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai akhir semester -2 kelas X b. contoh : • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. atau cara lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi minat. afektif dan psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam lainnya seperti Matematika. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain). Waktu Penjurusan a. (2 mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa dan 1 ciri khas program studi Ilmu Alam).1. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Sejarah.

2. E. Aspek non Akademik. c.25 baik untuk ujian tulis maupun ujian praktek seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai rata-rata Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tidak boleh ≤ 4. 2. 4. Antar sekolah pelaksana KTSP. Pindah Sekolah 1. Sekolah harus memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah: b. Memiliki nilai rapor yang lengkap untuk kelas 1. meliputi : 1. 2. Seorang siswa dinyatakan TIDAK LULUS apabila tidak memenuhi Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik seperti yang tersebut di atas. dan 3. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : a.50. meliputi : 1. Kehadiran di sekolah pada semester I dan II kelas III minimal 90% dari jumlah hari efektif. . b. Tidak terdapat nilai ≤ 4. Aspek Akademik. D. dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat.mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. Kriteria Kelulusan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah Seorang siswa dinyatakan LULUS apabila memenuhi 2 (dua) aspek yaitu Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik a. b. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan oleh sekolah tujuan. 2. kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas III minimal Baik. 3. Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan. Melakukan tes atau matrikulasi bagi siswa pindahan. 3. Antara sekolah pelaksana KTSP dengan sekolah pelaksana Kurikulum ’94. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Untuk pelaksanaan pindah sekolah lintas Provinsi/Kabupaten/Kota.

a.BAB VIII REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan. Tinjauan kurikulum disahkan oleh Kepala Madrasah e. Tinjauan kurikulum dimuat dalam berita acara sebagaimana Form Berita Acara Tinjauan Kurikulum (F-BATK) . b. Tinjauan (review) Kurikulum Tinjauan kurikulum merupakan kegiatan mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan antara kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah (kepemimpinan sekolah. waka kurikulum. waka sarana prasarana dan Bimbingan Konseling. pencapaian ketuntasan belajar siswa). Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut: A. Tinjauan kurikulum dilaksanakan dengan melibatkan guru bidang studi. serta pengembangan kurikulum secara terarah. Tinjauan kurikulum dilaksanakan selambat-lambatnya satu tahun sekali c. d. sumber daya yang tersedia. waka kesiswaan.

.. Nama (Guru ………….... tulis kode KD-nya) : (tulis kode silabus yang dirubah) : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) Mengetahui.. Nama (Waka…………..) 2.) 3. Nama (Waka …………...KOP SEKOLAH BERITA ACARA TINJAUAN KURIKULUM Pada tanggal ……….... Nama (Guru …………. Bidang studi Kode SK Kode KD Kode Silabus Alasan 3. Demikian terima kasih : (tulis bidang studi yang akan direvisi) : (jika perubahan pada SK.sampai dengan tanggal …………telah dilakukan tinjauan kurikulum yang melibatkan: 1.. tulis kode KD-nya) Kode Silabus : (tulis kode silabus yang dirubah) Alasan : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) 2.) Hasil tinjauan ini merekomendasaikan untuk dilakukan revisi pada: 1.. Bidang studi : (tulis bidang studi yang akan direvisi) Kode SK : (jika perubahan pada SK. Dan seterusnya Revisi perubahan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 1 bulan sejak dikeluarkannya berita acara ini dan akan diimplementasikan pada semester berikutnya........) 4. tulis kode SK-nya) Kode KD : (jika perubahan pada KD. WakaKur . tulis kode SK-nya) : (jika perubahan pada KD.. Kepala Madrasah Malang.....

Revisi Kurikulum a. 56 dan An Nahl : 78 1. Jika sekolah masih menggunakan SK atau KD yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar kompetensi madrasah 1 untuk SK dan kompetensi dasar madrasah 1 untuk KD. AzZariyat.1 Membac a QS AlBaqarah.1AQ. Revisi merupakan proses merubah tujuan (kompetensi bidang studi. dan evaluasi. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar kompetensi madrasah 2 untuk SD dan kompetensi madrasah 2 untuk KD. 12-14. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka KD yang direvisi harus ditampilkan.1 1. Revisi pada komponen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). standar kompetensi. metode. Jika sekolah masih menggunakan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar madrasah 1. b. AlMukminun. dan kompetensi dasar). 30. sebagaimana terlihat dalam tabel berikut SKMP (standar kompetensi MP yang dipersyaratkan secara nasional) Standar Madrasah 1 (standar kompetensi MP yang hasil revisi sekolah) c. sebagaimana terlihat dalam gambar berikut KLS SMS KODE SK Standar kompetensi madrasah 1 (diisikan Stándar Kompetensi hasil revisi) KD Kompetensi dasar madrasah 1 (diisikan Kompetensi Dasar hasil revisi) X 1 SKX. materi. Revisi pada SK atau KD tersebut harus diikuti dengan revisi pada lembar silabus. d. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. metode. AzZariyat. dan evaluasi yang tidak merubah SK atau KD dilakukan pada silabus. Silabus yang telah direvisi .B. Perubahan yang dilakukan terhadap materi. 30. dari keadaan yang selama ini dilakukan ke arah yang lebih baik/ lebih sesuai. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Silabus yang telah direvisi diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Revisi pada komponen Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SKMP) dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. 12-14. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar madrasah 2.2 Menyeb utkan arti QS Al-Baqarah. 1. c. 56 dan An Nahl : 7. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka SKMP yang direvisi harus ditampilkan. AlMukminun. dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya.

Pengembangan materi dimuat dalam silabus 9.diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Pengembangan kurikulum secara menyeluruh dilakukan jika kompetensi lulusan sudah tercapai atau ada kebijakan baru dari pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum madrasah/ sekolah 5. Pengembangan metode dimuat dalam silabus 10. Pengembangan Kurikulum 1. maupun kompetensi dasar. Pengembangan kurikulum dilakukan baik secara menyeluruh maupun secara parsial. pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran. dan perkembangan sumber daya baru di madrasah/ sekolah. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan dengan memperhatikan perubahan beban belajar. Komp. Pengembangan terhadap metode dilakukan dengan memperhatikan pengembangan materi dan sumber belajar baru yang tersedia. Komp. Pengembangan terhadap evaluasi dilakukan dengan memperhatikan jenis kompetensi.Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum . alat ukur yang tersedia dan sumberdaya yang tersedia. materi. standar kompetensi. Pengembangan evaluasi dimuat dalam silabus D. 4. 7. Pengembangan kurikulum dilakukan untuk menjaga agar kurikulum yang digunakan oleh madrasah selalu mengarah kepada tercapainya visi madrasah. MP Kompetensi MP Stnd. 8. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan terhadap kompetensi mata pelajaran. perkembangan IPTEK. Pengembangan kurikulum secara parsial dilakukan terhadap kompetensi. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. guru-guru dan stakeholders 3. C. Pengembangan terhadap materi dilakukan dengan memperhatikan pengembangan kompetensi. Dasar Rencana Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi internal Kompetensi Lulusan tercapai? Tinjauan Kurikulum Pengukuran Ketuntasan Belajar Implementasi dalam PBM 2. metode dan evaluasi 6. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui proses tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh manajemen madrasah/ sekolah. sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder Desain Kurikulum Madrasah Kompetensi Lulusan Kompetensi Kel.

(2) Keluasan wilayah kerjasama/kemitraan.Kendali Mutu Pelaksanaan KTSP di (MTs) sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya pengendalian mutu lulusan madrasah. misi dan tujuan madrasah . (2) gambaran yang jelas tentang langkah-langkah mengimplementasikan KTSP yang perlu dikendalikan mutunya E. (3) Bentuk-bentuk kerjasama/kemitraan yang dilakukan untuk mencapai visi.Kerjasama/kemitraan (Implikasi KTSP) Penjalinan Kerjasama sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya kerjasama/ kemitraan untuk evaluasi dan pemutakhiran kurikulum maupun analisis kebutuhan .

hari libur umum. libur akhir tahun pelajaran. • Kalender pendidikan memiliki masa berlaku maksimal satu tahun. meliputi jumlah jam untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal. Jumlah minggu efektif tidak boleh kurang dari yang dipersyaratkan dalam Permen Diknas 22 tahun 2006. hari libur keagamaan. minggu efektif belajar. ditambah dengan jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.BAB IX KALENDER PENDIDIKAN • Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. waktu pembelajaran efektif dan hari libur • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus. • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam setiap minggu. jeda antar semester. sehingga harus selalu diganti dalam setiap tahun • Contoh kalender pendidikan terlihat pada tabel berikut .

2006 1 PSB 2 PSB 3 4 PSB 5 PS B 6 PSB 7 PS B 8 PSB 9 PSB 10 11 DUS 12 DUS 13 DUS 14 15 16 PK 25 49 17 18 M1 19 M2 27 20 M3 28 21 RK 22 5 29 2 3 6 30 24 25 7 2 6 8 33 27 9 34 2 8 10 2 9 11 35 30 12 36 61 31 SEMESTER I DUS PK 12 38 62 LPR 13 LHB 14 KK LAR 15 15 39 17 40 PR 18 41 PR LIF 19 43 42 PR LIF 2 0 4 4 RST 63 21 22 45 23 46 66 47 67 75 10 0 10 1 24 48 68 76 102 LHB 50 69 28 31 32 37 UB51 UB5 2 UB5 3 UB5 4 LAR LHB LA R LIF 64 LIF 65 LIF 70 79 71 80 105 72 73 81 74 82 10 8 UB5 UB56 5 LPR LPR UB5 UB5 7 8 LP LPR R 59 LP R 60 LP R LPR 89 115 1 11 6 LH B LPR LHB LIF LIF 77 10 3 UB12 8 78 104 129 83 10 9 LS 84 110 LS 85 86 11 1 LS 11 2 LS 87 11 3 LS 88 11 4 90 91 11 7 3 27 92 11 8 4 28 UB5 3 93 11 9 5 29 UB5 4 UP7 7 94 12 1 6 30 95 12 2 7 31 96 97 UB12 3 9 8 LB H 99 UB12 4 UB1 25 12 0 UB126 UB12 7 PI PI 10 6 PI 10 7 R13 0 19 43 66 LS Peb. 2 2006 Maret 26 2006 April 52 2006 Mei UP74 2006 Juni 99 2006 Juli 2006 R13 6 8 32 9 33 10 34 LHB 11 35 UB5 9 60 UNS8 4 12 36 KTS LBH SEMESTER II 13 14 15 37 38 1 UNS8 5 16 40 62 17 41 63 64 18 42 65 90 20 44 US6 7 UN91 21 45 22 46 US6 8 23 47 US6 9 US7 0 24 48 25 49 50 LBH 39 51 UB5 UB5 5 6 UP78 UP7 9 UB5 UB5 7 8 LHB RTS6 US7 US72 US73 1 UP7 5 UP7 6 UNS8 UNS81 UNS82 UNS8 0 3 86 11 2 87 WS113 88 89 UB11 4 UN9 2 UN93 LH B 94 UB12 0 95 12 1 12 2 96 12 3 97 124 98 10 0 10 1 LS LS 10 2 LS 10 3 LS 10 4 LS 105 10 6 LS 10 7 LS 108 LS LS 10 9 LS 11 0 LS 111 LS UB11 UB1 5 16 UB11 UB11 UB119 7 8 Keteran gan Ang ka : Hari Libur Umum : Hari Efektif Sekolah LPR LS : Libur Puasa Romadhon : Libur Semester RS T UB : Rapot Tengah Semester : Ulangan Blok . 2005 Jan.20 05 Okt.tgl Bulan Juli 2005 Agust 2005 Sept. 2005 Des. 2005 Nop.

... 16 Juli 2005 Koordinator Kurikulum ....DUS KK KTS LAR LHB LIF : Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan III : Kegiatan Khusus : Kegiatan Tengah semester : Libur Awal Romadhon : Libur Hari besar : Libut Idul Fitri M PI PR PSB R RK : Masa Orientasi Sekolah : Pondok Intensif : Pondok Romadhon : Penerimaan Siswa Baru : Penyerahan Rapor Semester : Rapat Kerja UN UN S UP US WS : Ujian Nasional : Ujian Nasional Sekolah : Ujian Praktik : Uian Semester : Wisuda siswa Hari Efektif: : Semester I Semester II Jumlah Total = 130 = 124 = 254 Mengetahui Kepala Sekolah ........

sosial. 5. sumber belajar. kedalaman. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. sejawat. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. Memadai Cakupan indikator. materi pokok. 6. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. indikator. 2. sumber belajar. emosional. sumber belajar. Relevan Cakupan. 3. alokasi waktu. peserta didik. pengalaman belajar. materi pokok. Prinsip Pengembangan Silabus 1. dan sumber/bahan/alat belajar. Sistematis Komponen-komponen silabus mencapai kompetensi. . yang semuanya itu bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator.BAB X PENGEMBANGAN SILABUS A. kegiatan pembelajaran. analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar. saling berhubungan secara fungsional dalam 4. indikator. taat asas) antara kompetensi dasar. kegiatan pembelajaran. intelektual. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. pengalaman belajar. analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan) materi. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. Pengembangan silabus pada dasarnya merupakan upaya melakukan analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator-indikator. dan peristiwa yang terjadi. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban profesional pendidik terhadap lembaga. Untuk memperjelas masalah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR-INDIKATOR ANALISIS MATERI SCOPE DAN SEQUENCE MATERI ANALISIS PROSES BELAJAR JENIS DAN BENTUK KEGIATAN BELAJAR ANALISIS PENILAIAN JENIS DAN ALAT PENILAIAN B. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan spiritual peserta didik. dan analisis penilaian ke dalam jenis dan alat-alat penilaian. materi pokok. kompetensi dasar. pengalaman belajar. dan sistem penilaian. penilaian. materi pokok/pembelajaran. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. teknologi. dan masyarakat.

 Mapendais atau Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. intelektual.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. peserta didik dengan guru. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. dan keluasan materi pembelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar Kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. khususnya guru.  tingkat perkembangan fisik. b. dengan memperhatikan hal-hal berikut:  Uurutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. dan  alokasi waktu. afektif. sosial.  relevansi dengan karakteristik daerah. pendidik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.  kebermanfaatan bagi peserta didik. 2.  Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:  potensi peserta didik. kondisi Madrasah dan lingkungannya. maka pihak Madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah tersebut. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. lingkungan. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. . Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. emosional. D. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah Madrasah atau beberapa Madrasah melalui kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG). dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. psikomotor). 3.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.7. a. kedalaman.  relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. dan spiritual peserta didik. C. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 8. sebaiknya bergabung dengan Madrasah/sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah/sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.  aktualitas.  struktur keilmuan.  Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Misalnya. sosial. dan indikator pencapaian kompetensi. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. d. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. tingkat kesulitan. yang berupa media cetak dan elektronik. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. narasumber. pengamatan kinerja. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan budaya.  Penilaian menggunakan acuan kriteria. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. keluasan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. kegiatan pembelajaran. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. 7. dan keterampilan. pengetahuan. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 6. 4.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 5. penilaian hasil karya berupa tugas.c.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. menganalisis. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. kedalaman. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. serta lingkungan fisik. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. yaitu kegiatan siswa dan materi. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. mata pelajaran. dan penilaian diri. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. alam. proyek dan/atau produk. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. pengukuran sikap. Adapun format silabus dapat memilih salah satu dari contoh di bawah ini: . penggunaan portofolio. satuan pendidikan.

.. F. IV... : .............. Pengembangan Silabus Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tugas masing-masing guru adalah mengembangkan silabus yang sudah disepakati ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.... Materi Pokok/Pembelajaran: ………………......... Kelas/Semester: ……………… Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran/ Penglaman Belajar Alokasi Waktu Penilaian (Jenis Tagihan.. Standar Kompetensi : ………………. Indikator. dan evaluasi rencana pembelajaran. Kompetensi Dasar.. Pada kegiatan ini hendaknya E...... VI.... : ...... dilaksanakan........ Kompetensi Dasar : ………………...... yakni penjabaran dari kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam silabus . dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru............... Instrumen.. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran... Kelas/Semester: ……………… I.......... Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Kelas/Semester c. : .. Teknik...... yakni ambillah kompetensi dasar yang tertuang dalam silabus e........ Mata Pelajaran: ……………….... Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya..... dievaluasi. II.. Mata Pelajaran: ………………........... Indikator: ………………. dan Contoh Soal) Sumber Belajar Format 3 Nama Sekolah: ………………... Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Sumber Belajar Format 2 Nama Sekolah: ………………..... Penilaian: ………………....... Alokasi Waktu d. : . Alokasi Waktu: ………………... dikembangkan life-skills dan nilai-nilai Islam V. Kegiatan Pembelajaran: ………………. Alat/Sumber Belajar: ………………............................ yang memuat hal-hal berikut: a.. VIII.. III..... VII.. Identitas Mata Pelajaran b.... evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).....Format 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran ini hendaknya dikembangka n life-skills dan nilai-nilai Islam : .

apakah berupa media cetak dan elektronik. narasumber. dan budaya. yakni menentukan cara penilaiannya dengan mengacu kepada indikator-indikator hasil belajar yang ditetapkan. yakni uraian materi pokok/pembelajaran sebagaimana tertuang dalam silabus ke dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip relevansi. . yakni langkah-langkah pembelajaran sebagai penjabaran dan pengembangan dari kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. atau lingkungan fisik. h. yakni menentukan rujukan. Penilaian. g.f. sosial. Kegiatan Pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan ini guru hendaknya mengembangkan life-skills serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas dari Madrasah. alam. konsistensi dan adekuasi. dan indikator pencapaian kompetensi. i. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Materi Pembelajaran. sarana dan sumber belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator tersebut. Alat/sumber Belajar.

UH Bentuk Tagihan Uraian obyektif Contoh Tagihan Sumber/Ba han 1. Kulit dengan n = 4 b.Kuis Tuga s .10 µ/detik Berapa energi satu foton dari cahaya ini? Buku Kimia - Menjelaskan pengertian bilang an kuantum dan bentukbentuk orbital .CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas Semester : : KIMIA : XI IPA :I Standard Kompetensi : Mendiskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik atom serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. Silabus Madrasah Cetak tanggal : : 0 26 Mei 2006 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/Uraian Materi Penilaian Pengalaman Belajar Alok asi Wak tu 3 JP Jenis Tagih an . menghubung- 3 JP .Prinsip ketidakpastian dari Heisenberg . prinsip ketidakpastian dan mekanik gelombang.Mekanika gelombang - Diskusi Informasi tentang teori kuantum. P dan D (kecakapan hidup meng olah data. (Kecakapan hidup menggali informasi.Kuis . komunikasi lisan) Manakah yang mempunyai energi lebih besar.Bilangan kuantum dan bentuk orbital - Menentukan bilangan kuantum dan bentuk orbital S.1 Menerapkan Teori Atom Mekanika Kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menggunakannya pada penentuan letak unsur dalam tabel periodik - Menjelaskan teori atom mekanika kuantum .Teori kuantum . sinar merah atau sinar biru? Jelaskan! Frekwensi cahaya terendah efek fotolistrik pada logam kalium 4. Sub kulit l = 3 Buku Kimia - .Struktur atom dan SPU .UH Uraian obyektif - Tuliskan semua harga bilangan kuantum pada kulit M(n=4) Tentukan jumlah elektron maksimum dalam : a.2 .

Aturan Hund .2 Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan hubungan antar molekul dengan sifatnya. Pb82 1. CCl4 c. gaya Van- - Menggambarkan bentuk molekul dan senyawa. (Kecakapan hidup menghubungkan variabel. Orbital dengan m = 2 - Menggunakan prinsip Aufbau.Kuis Tuga s .UH Uraian obyektif - Gambarkan bentuk molekul dari a. Teori domain elektron b. Cl = 17. aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. (kecakapan hidup mengolah data) c.kan variabel) Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. 3 JP . serta beri konfigurasi yang benar : Buku Kimia - - Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik .Kuis Tuga s . Gaya antar molekul (gaya Lon don. S = 16. C = 6. K : [Kr] 3d1 Buku Kimia - Pada periode dan golongan berapa letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik? a. SF6 Buku Kimia (Ar N = 7. AS33 c. . K19 b.Azas larangan Pauli - 3 JP . F = 9) . H = 1. - Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elek tron .Teori domain elek tron dan gaya antar molekul a.Hubungan konfigurasi elektron dgn periodik dan golongan - Menentukan unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektronnya.UH Uraian obyektif - Gambarkan diagram orbital untuk unsur dengan no atom 13 dan 18 Gagasan manakah yang dilanggar oleh konfigurasi elektron berikut.Prinsip Aufbau .Kuis Tuga s .UH Uraian obyektif a. Ha 1s² 2s² 2p6 2d1 b. mengambil keputusan) 3 JP . NH3 b.

mengidentifikasi variabel) a.der Waals. ikat an hidrogen) Menjelaskan perbedaan sifat fisis( titik didih. titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya London. (Kecakapan hidup : menggali informasi. Butana atau Isobutana 3 JP Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi? Buku Kimia . gaya Vander Waals. mengolah data. Nitrogen (Mr = 28) atau Oksigen (Mr = 32) b. ikatan hidrogen) Mengidentifikasi sifat molekul: Berdasarkan gaya antar molekul.

Ulang an hari .Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi dapat mengubah keputusan yang menyebabkan perubahan tingkah laku! . (Kecakapan hidup: menggali informasi. Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi − : : Akuntansi : XI/IPS :I : : : Menganalisis sistem informasi.Rumuskan kembali definisi operasional akuntansi sesuai dengan pemahaman kamu.Jawaban Singkat .CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Silabus Madrasah Cetak Tanggal Standart Kompetensi Kompetensi Dasar 1. dasar hukum. dan komunikasi tertulis) .Uraian Bebas . mengolah informasi.LKS Akuntansi dan sistem informa si  Definisi akuntansi Kuallitas informasi akuntansi − Mendeskriksikan . struktur dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Jenis Tagih an Penilaian Bentuk instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu 12 x 45’  Mendefinisikan akuntansi Sumber/ Bahan dan Alat .Kuis  makna sebagai sistem informasi dengan mengkaji sumber bahan.Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi itu relevan! Berikanlah .Buku Penunjang Yang releVan . .

dan mempresentasikan proses akuntan-si.Ulangan .Kuis .Uraian Bebas .Ulangan hari .Deskripsikan manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan eksternal! .Unjuk Kerja  Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi setiap pemakai.Jawaban Singkat .Berikan gam-baran secara kronologis ten-tang proses kegiatan akuntansi! .Jawaban Singkat − Mengidentifikasi   Kegunaan informasi akuntansi  Bidang-bidang akuntansi  Mengidentifikasi macam-macam manfaat infor-masi akuntansi bagi pemakainya dengan mengkaji sumber bahan (Kecakapan hi-dup: menggali informasi.Uraian Bebas . dan komunikasi tertulis) .Jelaskan perbedaan antara bidang akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan! . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Tugas individu .Kuis .Tunjukkan perbedaan antara . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .  Beberapa pemakai informasi akuntansi Karakteristik pemakai informasi akuntansi. meng-olah informasi.Tunjukkan pemakai informasi akuntansi di-pihak ekstern dan intern. meng-olah informasi. mengambil keputusan.Bedakan karakteristik pemakai informasi internal dengan eksternal! . memecahkan masalah. .  Proses kegiatan akuntansi − Mengkaji refe-rensi  Merumuskan kualitas informasi akuntansi.an contohnya .

.Inventori .Tunjukkan sikapmu jika kamu menjadi akuntan profesional!  Profesi akuntan  Mendeskripsikan bidang garapan/ profesi akuntan  Etika profesi akuntan  Mengidentifikasi etika profesi akuntan.Tugas Individu . mengambil ke-putusan.Mendeskripsikan bidang dan profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan.Ulangan hari an . memecahkan masalah. meng-olah informasi.bidang spesialisasi akuntansi. an akuntan publik dengan akuntan swasta! . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Uraian Bebas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful