PEDOMAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN KTSP DI MADRASAH ALIYAH

3.

Oleh Tim Kanwil Depag Jatim 1. Drs. H. Roziki, MM. MBA (Pelindung) 2. Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA. (Pengarah) Drs. H. A. Husein Kurdi, M. PdI (Penanggungjawab) 4. Drs. Syairofi, M. Ed (Pelaksana) 5. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. (Staf Ahli) 6. Dra. Hj. Suti’ah, M. Pd (Anggota) 7. Drs. Sugeng Listyo Prabowo, M. Pd (Anggota)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROPINSI JAWA TIMUR 2006

CONTOH HALAMAN COVER: KURIKULUM MADRASAH ALIYAH....................

Lambang Pemda

Departemen Agama Kabupaten MA. N/S …………… Jl. ……………………….………… Telp. …………. Faks. …………..

Lambang Depag

CONTOH HALAMAN PENETAPAN PENETAPAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, maka dengan ini Kurikulum Madrasah Aliyah ................ ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 200../200..

Mendapat Pertimbangan dari Komite Madrasah ………………………… Ketua

Ditetapkan di : ........................ Pada Tanggal : …………………. 200.. Menetapkan : Kepala MA ………………………… NIP

Mengetahui: a.n. Kepala Kantor Departemen Agama Kabid Mapenda Kanwil Jatim, --------------------------------NIP. ........................... CONTOH KATA PENGANTAR: KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah ………….. Kabupaten/ Kotamadya ……… dapat terselesaikan. Tim Penyusun KTSP ini terdiri atas guru, konselor, dan kepala MA……………… yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan penyusunan KTSP ini kami melibatkan Komite Madrasah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan dokumen KTSP ini dilakukan dengan merujuk pada Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),

.. dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan digunakan oleh stakeholder lainnya dalam pembinaan penyelenggaraan pendidikan........... ..... Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh guruguru Madrasah Aliyah .........II.... teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat... .. 200...... Untuk itu kurikulum ini perlu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.. nara sumber........... Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2006........................1/PP. .... NIP .........00/ED/681/2006 Tentang Pelaksanaan Standar Isi.. para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dalam mengembangkan kurikulum operasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan madrasah serta aktualisasi kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurukulum................Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.. Kepala MA. serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ... Penyusunan kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak madrasah bersama komite madrasah........

............. Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah....................... C.......................... Tujuan Madrasah Aliyah..... BAB III: STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR ...... Penjurusan E. B.............................................. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah…............................................ BAB IV: PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL ....................... E.... Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup di MA D................ Tujuan Satuan Pendididkan Dasar ................... Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri C............... Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ...... LANDASAN C.. A...... Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar D... Ketuntasan Belajar B.......... Pelaksanaan Muatan Lokal ............. PENJURUSAN.. 1....................... A........... Visi & Misi Madrasah Aliyah...... Kenaikan Kelas D....................... A........ SISTEM PENILAIAN.. Komponen Pendidikan Kecakapan Hidup di MA C............... PINDAH MADRASAH DAN KELULUSAN A................. Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri BAB VI: PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) A..... B.......................... Konsep dan Sifat Muatan Lokal .............................. DASAR PEMIKIRAN B..... Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah Dan Ujian Nasional .......................... KENAIKAN KELAS.......... Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri B................................ Struktur dan muatan Kurikulum ....... B................ Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar .. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di MA BAB VII: KETUNTASAN BELAJAR........... C................... Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran ....... Konsep dan Sifat Pendidikan Kecakapan hidup B.... Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran ............................. Mata Pelajaran Muatan Lokal ................................CONTOH SISTEMATIKA KTSP DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A... 3.... BAB II: STANDAR KOMPETENSI ...................... BAB V: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI ........... Sistem Penilaian C..... Pindah Madrasah F.... PROFIL MADRASAH ALIYAH....... 2............................ D.... A................................ Pengaturan Beban Belajar .. D.......

BAB VIII: REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Tinjauan Kurikulum B. Kerjasama/Kemitraan (Implikasi KTSP) BAB IX: KALENDER PENDIDIKAN BAB X: SILABUS dan RPP . Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan D. Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum E.

. serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes... tenaga kependidikan. sarana dan prasarana.. Tujuan tertentu ini adalah tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan atau standar-standar yang lebih operasional. KTSP ini disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan berbagai karakteristik. (3) Prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah... kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik. (2) Kesesuaian KTSP dengan kekhasan.. pengelolaan.BAB I PENDAHULUAN A. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi.. pembiayaan dan penilaian pendidikan. sosial budaya masyarakat.. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik agar dapat diterima untuk: (1) memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global. Misalnya sebagai contoh berikut: Madrasah X merupakan .. dan (3) melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri B. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi Madrasah dalam mengembangkan kurikulum. kompetensi lulusan... Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut.. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah X dinyatakan tercapai apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan.. Landasan: Landasan penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya menunjukkan: (1) Ada undang-undang yang jelas sebagai acuan dalam . kondisi dan potensi daerah. kebutuhan dan potensi tersebut.. serta kesesuaiannya dengan kekhasan... isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu..... kondisi dan potensi daerah.(kondisi madarsah X) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. (4) KTSP mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.... proses... DASAR PEMIKIRAN Dasar Pemikiran penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya berisi tentang : (1) KTSP dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan nasional... sosial budaya masyarakat. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.. Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. (2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global.

4. 2. Dalam menentukan visi perlu memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan.00/ED/681/2006 tanggal 1 Agustus 2006. Profil Madrasah Aliyah Profil Madrasah Aliyah (MA) setidak-tidaknya berisi: (1) tujuan pendidikan menengah. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. dan Pasal 49 Ayat 1 (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.1/PP. (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 5. sebagaimana tertuang dalam UU No. kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar Madrasah . karena MA merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah. era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan Madrasah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Rumusan visi menggunakan kalimat keadaan dan perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikatornya. Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 1 & 2. Contoh : (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1 & 2. dan juga tertuang dalam buku panduan penyusunan KTSP dari BSNP. Tentang Pelaksanaan Standar Isi. Visi Madrasah Aliyah menunjukkan gambaran MA di masa yang akan datang (jangka panjang) yang diinginkan. (2) Ada PP & Permendiknas yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar neger 3. perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan.penyusunan KTSP. sehingga jelas apa yang dicita-citakan. (4) Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas nomor: 22 dan 23.II. (6) Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 18 ayat (3). Rumusan tujuan pendidikan menengah dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah no. (3) Ada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. dan (3) tujuan MA. sehingga Madrasah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. antara lain: 1. C. era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab V (Standar Kompetensi Lulusan) pasal 26. (2) visi dan misi MA.

Adapun rumusan visi yang baik setidak-tidaknya memberikan isyarat: 1. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan Madrasah ke arah yang lebih baik. Berorientasi ke masa depan. untuk jangka waktu yang lama 2. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3 tahun dapat berwujud sebagian dari visi (tidak seluruhnya). serta 8. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi dengan berbagai indikatornya. Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” Madrasah luar negeri di kota besar di Indonesia. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. 4. di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. 6. Sebaiknya tujuan itu dikaitkan dengan siklus program MA. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. 7. kewajiban. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. serta tujuan MA adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Menengah Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Bertolak dari visi dan misi. sehingga Madrasah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan Madrasah. . 5. Jika itu dianggap terlalu pendek dapat juga untuk 2 siklus program MA yang berarti 6 tahun.untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Visi dan misi terkait dengan jangka waktu yang sangat panjang. sedangkan tujuan MA dikaitkan dengan jangka waktu menengah. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. Rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”. 6. pengetahuan. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan dan sebagainya. masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Contoh-contoh rumusan tujuan pendidikan dasar. misalnya untuk jangka 3 tahunan. 3. Misi merupakan tindakan/ upaya untuk mewujudkan visi MA yang telah ditetapkan tersebut. visi dan misi. yaitu satu siklus pendidikan di MA. selanjutnya perlu dirumuskan tujuan MA. semangat dan komitmen warga.

Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah dan Komite Madrasah. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga Madrasah baik dalam prestasi akademik maupun non akademik 4. sesuai dengan potensi yang dimiliki 3. Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. ahklak mulia. Unggul dalam prestasi olahraga. Unggul dalam prestasi Bahasa Arab 4. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 3.1 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kualitas sikap dan amaliah keagamaan Islam warga Madrasah dari pada sebelumnya. Visi dan Misi MA • Visi UPRES BERIMTAQ (Unggul Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa) Indikator-Indikatornya adalah: 1. 6. bersih dan indah 5. 3. 2. 8.kepribadian. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliah keagamaan Islam 2. Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris. Unggul dalam prestasi kesenian. 5. Tujuan MA 3. Menciptakan lingkungan Madrasah yang sehat. 7. • Misi 1. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS 3.2 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kepedulian warga Madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan Madrasah dari pada sebelumnya. . sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. 6. sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal.

memiliki tim kesenian yang mampu tampil minimal pada acara setingkat Kabupaten/Kota. 3. terjadi peningkatan skor UNAS minimal rata-rata +1. para siswa yang memiliki minat. terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/ prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik. 3.4 Pada tahun 2009.3 Pada tahun 2008.5 Pada tahun 2009. memiliki tim olahraga minimal 3 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat Propinsi.7 Pada tahun 2010. 3.3.6 Pada tahun 2010. dan mampu menjadi MC dan berpidato dengan 2 bahasa tersebut. .5 dari standar yang ada. 3. bakat dan kemampuan terhadap Bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat dari sebelumnya.

yang disebabkan karena perbedaan tingkat kesiapan dalam hal sumberdaya manusia yang memadai (seperti guru dan tenaga kependidikan lainnya. Namun demikian.1/PP. (3) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran. Standar kompetensi lulusan (SKL) MA diadopsi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen Diknas) Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.00/ED/681/2006 tentang pelaksanaan standar isi. sarana prasarana. bahwa Madrasah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dengan melakukan inovasi dan akselerasi. (2) menganalisis kondisi yang ada di Madrasahnya. Adapun standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 22/2006 tentang Standar Isi. yang meliputi peserta didik.II. MA perlu memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. masing-masing MA perlu melakukan analisis konteks dengan cara: (1) mengidentifikasi standar isi dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. anggaran dan lain-lain). Karena itu.BAB II STANDAR KOMPETENSI Pada bab ini setidak-tidaknya berisi tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. apalagi pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang merupakan ciri khas dari Madrasah. Atas dasar itulah. pendidik dan tenaga kependidikan. terutama SKL-MP serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran tersebut. (2) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. dan (3) menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan . ketika hendak menyusun KTSP. peserta didik) dan penyediaan sumberdaya lainnya (seperti sarana/prasarana. biaya. (4) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran. maka MA dapat mengembangkan standar tersebut baik pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) maupun standar isi (SK & KD) mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam Permen Diknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tersebut. dalam realitasnya kondisi MA itu sangat bervariasi terutama jika dilihat dari aspek kemampuannya dalam mencapai SKL. dan program-program. sehingga masing-masing MA cukup mengacu pada Permendiknas tersebut. SKL ini dipandang sudah cukup ideal. Demikian pula standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SK-KMP) cukup mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. dan (5) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. Di samping itu.

sehingga dituntut untuk memenuhi standar isi agar berada sama/sejajar dengan standar yang ada. sehingga dituntut untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar isi.lingkungan sekitar: Komite Madrasah. sumber daya alam dan sosial budaya. yaitu: 1. 2. terutama SKL-MP serta SK & KD (standar isi) mata pelajaran dan implikasinya dapat dipetakan ke dalam tiga kategori. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih berada di bawah standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). Kondisi riil MA dalam pencapaian SKL. 3. dewan pendidikan. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih sama atau sejajar dengan stadar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). Ketiga kondisi MTs tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut: Berada di bawah Standar Memenuhi standar KONDISI RIIL KEMAMPUAN MTs DALAM PENCAPAIAN SKL-MP DAN STANDAR ISI Berada sama/ sejajar dengan standar Memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar Berada di atas standar Meningkatkan dengan standar yang lebih tinggi . sehingga dituntut untuk meningkatkannya dengan standar yang lebih tinggi. Mapendais Depag/Dinas pendidikan. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) sudah berada di atas standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006).

mendayagunakan perpustakaan secara optimal. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutanurutan pembahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif. Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Karena itu. PKG atau lainnya. jumlah dan kualitas ruang kelas. (2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif. (5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan. maka kepala Madrasah perlu memberikan pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut: (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelligence. dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional. Subject Centered Design. (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat. Learner Centered Design. bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah. meningkatkan kreativitas guru. (3) mendayagunakan sumber-sumber pendidikan secara optimal. (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi. perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelompok Kerja Madrasah) atau dengan SMP lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP.Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL. 2. (5) mengembangkan program pembelajaran akselerasi. terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. Bagi MA yang berada di atas standar. jumlah dan kualitas buku pelajaran. (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru. dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya. (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) masing-masing mata pelajaran. .

Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri mengembangkan budaya belajar 9. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Berikut ini dikemukakan contoh-contoh implementasinya: STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MADRASAH ALIYAH Bagian ini menyajikan tentang Standar Kompetensi Lulusan MA (SKL). 1. kritis. Memanfaatkan bertanggung jawab 13.3. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. bangsa. Problem Centered Design. SKL tersebut diambil dari Permen Diknas No. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. Menghargai keberagaman agama. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. kreatif. dan A. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. golongan sosial ekonomi dalam lingkup global suku. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya . ras. 6. dan inovatif 7. kreatif. kritis. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. perbuatan. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. sosial Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan lingkungan secara produktif dan 12. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. dan pekerjaannya 4. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isuisu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. berbangsa. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5.

1. menulis. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat B. Menjaga kesehatan dan keamanan jasmani. serta kebersihan lingkungan 18. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4. Menghargai keberagaman agama. kebugaran Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. baik individual diri. Estetika. mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Agama Dan Akhlak Mulia 1. bangsa. ras.15. Menghasilkan kelompok 17. Agama dan Akhlak Mulia. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 1. membaca. 2. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. golongan sosial ekonomi. 4. Jasmani. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Mengapresiasi karya seni dan budaya karya kreatif. . 3. Kewarganegaraan dan Kepribadian. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. suku. dan Kesehatan Baik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. 5. Olah Raga. dan budaya dalam tatanan global 3. maupun 16. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20.

ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri 10. dan kebugaran jasmani untuk 12. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain . baik individual maupun kelompok Menjaga kesehatan. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan jawab bertanggung 5. dan pekerjaannya 8. berbangsa. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. suku. Menghargai adanya terhadap orang lain perbedaan pendapat dan berempati 6. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7. 11. ketahanan. mengembangkan budaya belajar 9. dan budaya dalam tatanan global 4. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. golongan sosial ekonomi. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. bangsa. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. perbuatan. Menghargai keberagaman agama. Menjaga kebersihan. hukum dan perundangan 3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Berkarya secara kreatif. ras. kesehatan. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab 2.5.

Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika 3. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Madrasah 1 harus menampilkan SKL-MP yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Bagi madrasah yang lebih rendah dan sejajar dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SKL-MP dari Permen 23 tahun 2006. tabzir dan fitnah Standar Madrasah 1 Diisi dengan SKL-MP pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . Standar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SKL-MP yang kedua.15. Memahami ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Jasamani. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Olah Raga dan Kesehatan Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 C. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Estetika Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 5. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 4. 1. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SKL-MP dapat meningkatkan SKL-MP tersebut. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. SKL-MP PAI (Semua Program) Standar Kompetensi 1. demikian pula jika menulis Standar Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Madrasah 1. Perubahan/ Pengembangan SKL-MP tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SKLMP yang pertama. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) SKL-MP diambil dari Permen 23 tahun 2006. dan seterusnya. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan.

SKL-MP Kewarganegaraan (Semua Program) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 3. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia 2. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .4. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 4.

SKL-MP Bahasa Inggris (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 6.5. SKL-MP Matematika (Program IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . SKL-MP Matematika (Program IPA) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 8. SKL-MP Bahasa Inggris (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 7.

Mengetahui macam-macam hadits dha’if dan pendapat para ulama dalam mengamalkan hadits dha’if. dan mengetahui pembagiannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas rawi. Demikian seterusnya.. Mengetahui ilmu jarh dan ta’dil serta kegunaannya. SKL-MP Ilmu Hadits (Program Keagamaan) Standar Kompetensi 1. Mengetahui perkembangan hadits dari zaman Rasulullah saw. tabi’in dan tabi’it tabi’in. 6.00/ED/681/2006) 3. Mengetahui sahabat. Mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam dan fungsi hadits tehadap Al-Qur’an. Mengetahui sejarah pentakhrij hadits yang terkenal sebagai imam madzhab dan pentakhrij haditsyang terkenal sebagai perawi hadits.. 4.9. SKL-MP Matematika (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 10. 7.1/PP. . 9. Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. sampai abad X H. 5. 8. 2.II. Mengetahui tahammulul hadits (cara menerima dan menyampaikan hadits) dan kelayakan untuk menerima atau menyampaikan hadits. Mengetahui hadits qudsi dan hadits marfu’ serta mengetahui perbedaan antara hadits qudsi dengan Al-Qur’an. DJ. Memahami arti hadits. sunah.

Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/ KD tersebut. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditampilkan dalam kurikulum hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang ada jurusannya di madrasah/ sekolah saja. demikian pula jika menulis Kompetensi Dasar Madrasah 2 maka harus menampilkan Kompetensi Dasar Madrasah 2. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Kompetensi Madrasah 1 harus menampilkan Standar Kompetensi yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Standar Kompetensi Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SK yang kedua. Perubahan/ Pengembangan SK tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Kompetensi Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SK yang pertama. Al-Qur’an dan Hadits KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) . Perubahan/ Pengembangan KD tersebut dimasukkan dalam kolom Kompetensi Dasar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan KD yang pertama. dan seterusnya. Misalnya. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Kompetensi Dasar Madrasah 1 harus menampilkan Kompetensi Dasar yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya.D. dan seterusnya. Kompetensi Dasar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan KD yang kedua. maka kurikulum madrasah A tidak perlu mencantumkan SK dan KD untuk Jurusan Bahasa 1. Perubahan/ pengembangan dapat dilakukan sebagaimana telah dijelaskan di atas. di Madrasah A hanya memiliki jurusan IPA dan IPS saja. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. demikian pula jika menulis Standar Kompetensi Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Kompetensi Madrasah 1. Demikian pula dalam melakukan pengembangan KD. Bagi madrasah yang lebih rendah dan mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006.

5. Az-Zariyat. . 56 dan An Nahl : 78 Menyebutk an arti QS AlBaqarah. 162163 dan AlBayyinah.1. 12-14. 30. 12-14.162-163 dan AlBayyinah. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) 1. SKX. 2.2. Membaca QS AlBaqarah. Meny ebutkan arti QS Al An’am.3. Al-Mukminun. 5. 56 dan An Nahl : 78. 2.162-163 1.2.1AQ. Menampilka n perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah.1.X 1 SKX. AzZariyat. Mem baca QS Al An’am. Men ampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah.2 2. AlMukminun. AzZariyat.1 1. 1214. Al-Mukminun. M emahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.1AQ. 30.30. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) 1.3. 56 dan An Nahl : 78. 2.

5. Dan seterusnya..2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. 3.dan AlBayyinah. dan QS Asy Syura. dan logaritma . 38.1 Menggunakan aturan pangkat. 38 dalam kehidupan sehari-hari. 2.1 3. akar.1 Membaca QS Ali Imran. MATEMATIKA KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembangan (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) X 1 SKX. X 2 SKX. dan logaritma 1. 38. 3. akar.1MT. 159 dan QS Asy Syura.3 Menampilka n perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi 3..1 Aljabar 1.2AQ. dan logaritma 1.2 Menyebutk an arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura. akar.

SKX. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksama an kuadrat 2.1 Memahami konsep fungsi 2.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya .5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat 2.2 Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat 2.3 Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi.1MT.4 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.2 2.

SKX.1MT.3

3. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksama an satu variabel

3.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel 3.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear 3.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaa n satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar 3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaa n satu variabel

3.6 Menyelesaikan
model matematika dari masalah

yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya

Dan seterusnya.... E. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah Diagram pencapaian kompetensi lulusan MA, digunakan untuk memberikan orientasi secara cepat kepada pembaca dan pengguna kurikulum berkaitan dengan posisi KD, SK, SKL-MP, SKKMP sampai dengan SKL. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk mempetakan posisi muatan mata pelajaran sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 7. Diagaram pencapaian kompetensi lulusan madarsah ibtidaiyah sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah menggambarkan hubungan yang logis dan terarah, (2) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah mudah difahami oleh pembaca; (3) Menggambarkan seluruh mata pelajaran, pengembangan diri, pendidikan vocasional dan muatan lokal, (4) Menggambarkan muatan kelompok mata pelajaran; (5) Menggambarkan wilayah internalisasi life skil; (6) Menggambarkan keterkaitan antara pencapaian kompetensi lulusan dengan pencapaian visi madrasah Pembuatan diagram ini akan menjadi lebih mudah jika setiap SK dan KD sebagai kompetensi terkecil dalam KTSP dilakukan pengkodean, serta pemberian garis dan warna yang berbeda dalam setiap kelompok Mata Pelajaran.

KLAS X

KLAS XI

KLAS XII

SK-X.1,2-AQ.1,2 SK-X.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-X.1,2-FQ.1 SK-X.1,2-TK.1 SK-X.1,2-KW.1,2,3 SK-X.1,2-BI.1s/d 8 SK-X.1,2-BR.1s/d 6 SK-X.1,2-SE.1A SK-X.1,2-MT.1s/d 3 SK-X.1,2-FI.1As/d 4A SK-X.1,2-BO.1As/d 2A SK-X.1,2-KI.1As/d 2A SK-X.1,2-TI.1 s/d 3

SK-XI.1,2-AQ.1 SK-XI.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-XI.1,2-FQ.1,2 SK-XI.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2,3 SK-XI.1,2-BI.1s/d 8 SK-XI.1,2-BR.1s/d 6 SK-XI.1,2-SE.1A SK-XI.1,2-MT.1As/d 3A SK-XI.1,2-FI.1As/d 2A SK-XI.1,2-BO.1As/d 3A SK-XI.1,2-KI.1As/d 3A SK-XI.1,2-TI.1

SK-XII.1,2-AQ.1,2 SK-XII.1,2-QD.1 SK-XII.1,2-AK.1,2 SK-XII.1,2-FQ.1 SK-XII.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2 SK-XII.1,2-BI.1s/d 8

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN PENDIDIKAN AGAMA
SKEL-PAI

B

SKEL-KWB
SK-XII.1,2-BR.1s/d 6 SK-XII.1,2-SE.1A SK-XII.1,2-MT.1As/d 3A SK-XII.1,2-FI.1As/d 2A SK-XII.1,2-BO.1As/d 3A SK-XII.1,2-KI.1As/d 3A SK-XII.1,2-TI.1

KOMPETENSI LULUSAN

SKEL-TEK

A
SKEL-EST SKEL-POK

SK-X.1,2-SB.1As/d 2A SK-X.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XI.1,2-SB.1As/d 2A SK-XI.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XII.1,2-SB.1As/d 3A SK-XII.1,2-PO.1 s/d 7

INTERNALISASI LIFE SKILL DAN NILAI-NILAI AGAMA

1 s/d 6 SK-X.BK.2-PD.1 MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 3 SK-XII.2-VTO.1 SK-X.1.2-PD.1.1.2-VTO.2-VTO.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1.1.BK 1 s/d 2 B A SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-BA.1.1.BK.2-PD.1.2-BA.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1 s/d 6 .1 s/d 6 SK-X.2-BA.

2-BI.3 SK-XI.2 SK-X.2-MT.1s/d 6 SK-X.2-KW.1 SK-XII.1.2-TI.1.1 s/d 7 .2-SB.2-BR.1.1.1As/d 3A SK-XI.1.2-QD.1s/d 8 SK-X.1.2-FI.1. MP KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN SK-X.1 SK-XII.1.2 SK-XI.2 SK-X.1As/d 3A SK-XI.1.1.2-BR.1.2.1As/d 3A SK-XII.2-PO.1.1.1As/d 3A SK-XII.2-PO.1.1As/d 3A SK-XI.1.2.3 SK-X.2-BI.1.2-BO.2-AQ.2-AK.2-BO.1.1A SK-X.2-FQ.1A SK-XI.1.1.1As/d 4A SK-X.1 s/d 7 SK-XII.1.1.2 SK-XII.1.2-SB.2-FI.2-TK.1 SK-X.1.2-SE.1.1.1.2-KW.1.2-MT.2-FQ.1.1.1.1 SK-XII.2-SE.1.2-TK.1 s/d 7 SK-XI.1.2-BI.1.1 SK-X.1A SK-XII.1 SK-X.1.1.2 SK-XII.1.1As/d 2A SK-X.1.2-QD.2-TK.1.1.1As/d 3A SK-XII.2-TI.1As/d 2A SK-XII.2-AQ.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.2-MT.1.2 SK-XII.1As/d 2A SK-X.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.2-FQ.2-TI.2-FI.1.1.2-SE.1.2-QD.2-AK.2-AK.1.1s/d 6 SK-XI.2-KI.1 SK-X.2-SB.1.2-BR.1s/d 3 SK-X.1As/d 2A SK-X.1.1s/d 8 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1.1 SK-XI.1.1s/d 6 SK-XII.1 SK-XI.1.2-KI.1.1 SK-XI.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1.1 s/d 3 SK-XI.1.2-KW.2-AQ.2-BO.1As/d 2A SK-XI.1.1.2-KI.1.2-PO.1.1As/d 2A SK-XI.2 SK-XI.

1.1 SK-X.BK 1 s/d 2 SK-X.1. .1.1.2-BA.1 A MUATAN LOKAL SK-X.2-PD.1.1.1 s/d 3 SK-XII.1.BK.2-BA.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.1 s/d 6 SK-X.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-VTO.1 s/d 6 .2-VTO.BK.1.2-PD.1.1 s/d 6 SK-X.2-PD.2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-BA.

2-AQ.2-TI.1As/d 3A SK-XII.1A SK-XI.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A B SK-X.1As/d 3A SK-XII.1.2-BR.1.2 SK-X.2-AK.1As/d 2A SK-X.2-FI.1.1.1.1.2-KW.2-KW.2-SB.1.2-FI.2-TK.1.1.1.1.1.1 SK-XII.1 SK-XII.2 SK-XII.1.2-FI.1.2-FQ.1.1s/d 6 SK-XII.2-SB.1.2 SK-XI.2-AK.1.2-SE.1.1As/d 2A SK-X.1As/d 2A SK-XI.2-KI.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1.2-SE.2-BR.3 SK-XI.1.1s/d 3 SK-X.2-TI.2-SE.1As/d 4A SK-X.1 SK-XI.1.1.2-BI.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1 s/d 7 SK-XI.1.1 s/d 3 SK-XI.1.1.1As/d 3A SK-XII.2 SK-XII.2 SK-XII.1.1.1As/d 3A SK-XI.1.1 SK-X.2 SK-X.1.1.2-SB.2-QD.1.1.1.1.2-BI.1s/d 6 SK-XI.2-BO.1.1.2.1.1A SK-XII.2-BI.1.1As/d 3A SK-XI.1.2-BO. MP ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SK-X.1.2-QD.1As/d 2A SK-X.1.1.1.1.2-MT.2-AK.2-TK.1.1.1.1.2-PO.1.2-FQ.2-FQ.1.2-QD.2-KI.1.2-KW.2-MT.2-AQ.1As/d 3A SK-XII.2.2-MT.3 SK-X.1As/d 2A SK-XII.1s/d 8 SK-X.1 SK-X.1 s/d 7 SKEL-EST SKEL-POK .1 SK-X.2-PO.1A SK-X.1.1 SK-XI.1 SK-XII.1s/d 6 SK-X.1.2-KI.1.1.1 SK-X.1.2-AQ.2-TI.2 SK-XI.1 SK-XI.2-BR.1As/d 3A SK-XI.1As/d 2A SK-XI.2-PO.2-TK.2-BO.1.1 s/d 7 SK-XII.1s/d 8 SK-XI.

2-PD.2-VTO.2-PD.1 s/d 6 .2-VTO.KLAS X KLAS XI KLAS XI B SK-X.BK.1.1 s/d 6 SK-X.1.1.1.2-VTO.1 SK-X.2-BA.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.BK 1 s/d 2 SK-X.1.2-BA.1.2-BA.1.BK.1 A MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 3 SK-XII.1.1 s/d 6 SK-X.2-PD.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.

1.2-BI.2-AK.3 SK-XI.2-BI.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1As/d 2A SK-XII.1As/d 4A SK-X.2 SK-XII.2-KW.1 SK-X.1s/d 6 SK-XI.2-MT.2-AQ.1.2.2-KI.2-SE.1 s/d 7 SK-XII.1As/d 2A SK-X.2-MT.1 s/d 3 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.2-AK.1.1A SK-X.2-QD.1As/d 2A SK-XI.2-TI.2-SE.1.3 SK-X.1As/d 3A SK-XII.2-BO.2-SB.1.1.2-KW.2-KW.1.1.1As/d 2A SK-X.1.2-TK.1.2 SK-XI.1.2-QD.1As/d 2A SK-XI.2-BI.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.2-TI.1 SK-X.1s/d 3 SK-X.2.1.1 SK-XII.1.1.2-TI.1 s/d 7 SK-XI.1.1.1 SK-XI.1.2-MT.1.1.1.1 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.2-SB.2 SK-XI.1.2-FQ.1A SK-XI.1.1.1.1s/d 8 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2-FQ.1As/d 2A SK-X.1.1.1 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1.1.2-PO.2-SB.1s/d 8 SKEL-PAI B SKEL-KWB SK-XII.1.2-FI.1s/d 8 SK-X.2-FQ.2-QD.1 SK-X.1.2 SK-X.1.2-FI.2-BO.2-AK.2-BR.2-KI.1.1As/d 3A SK-XI.1.1 SK-X.1.1.1s/d 6 SK-X.1.1.2-TK.1 SK-XI.2-KI.1.1.1.1. MP ESTETIKA SK-X.1.2-AQ.1.2 SK-XII.2-FI.1.2-BR.1A SK-XII.2-PO.2-BR.1 s/d 7 .1.1.2 SK-X.1.1.1.2-PO.2 SK-XII.1.1.1 SK-XII.1.1.2-SE.2-TK.2-AQ.1.1s/d 6 SK-XII.1.1.2-BO.

BK.1 s/d 6 SK-X.2-VTO.1.BK.2-BA.1 s/d 6 SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.2-BA.2-VTO.2-PD.1.2-PD.1.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 6 .1.1.1.2-VTO.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.BK 1 s/d 2 SK-X.1.2-PD.1 SK-X.2-BA.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1.1 s/d 3 SK-XII.1.

OLAH RAGA DAN KESEHATAN .DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL. MP JASMANI.

1As/d 2A SK-XII.1 SK-X.1.2-TI.1.2-SE.2-TI.2-FI.2-KI.1s/d 6 SK-XII.2-FQ.2-BO.2-QD.1As/d 2A SK-X.1.2-KI.1.2-KW.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 2A SK-XI.2-FQ.1A SK-XII.1 SK-XII.1.2-SB.2-AQ.1 s/d 3 SK-XI.2-QD.2 SK-XI.2 SK-XII.1 SK-X.2-SE.1A SK-XI.1.1.1.1As/d 3A SK-XII.1.1.1s/d 3 SK-X.1.1.1.1.2-TK.2-PO.1As/d 4A SK-X.2-AQ.1As/d 3A SK-XI.2-BR.1 s/d 7 .2-MT.2-BR.1.1.2-KW.2-SB.2 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.1.2-BI.1 SK-X.1.1As/d 2A SK-X.2-AQ.1.1.2-TK.2-TI.1.2 SK-XI.1 SK-XII.1.2-FI.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.2-MT.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A A SKEL-EST SKEL-POK B SK-X.2-BI.1s/d 8 SK-XI.1.1.1.1 SK-XI.1As/d 2A SK-X.1.1.1.2.1s/d 8 SK-X.2-KI.2-SE.1s/d 6 SK-XI.KLAS X KLAS XI KLAS XII SK-X.1 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1.2-AK.1 s/d 7 SK-XI.2-FQ.1.1 SK-XII.1.1.1.2-TK.1 SK-X.1.3 SK-XI.1.2-AK.1As/d 3A SK-XII.2 SK-XII.1.2-KW.1.2 SK-X.1A SK-X.1.2-BO.1 SK-XI.2-AK.1.1.1.1.2-SB.1.2-PO.1.1.1As/d 3A SK-XII.2-QD.1.2-BR.1.2-MT.1.1.2-BI.2-BO.1.1.1.2-PO.3 SK-X.1As/d 2A SK-XI.1.2.1 s/d 7 SK-XII.1.1.1s/d 6 SK-X.2-FI.1.2 SK-X.

1.1.1.2-PD.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 s/d 6 Diagram pencapaian lulusan dan peta muatan kelompok mata pelajaran untuk jurusan IPS.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-BA.2-BA. Bahasa dan Keagamaan dapat dikembangkan sendiri oleh madrasah/ sekolah .1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-VTO.1.2-PD.BK 1 s/d 2 SK-X.1 s/d 3 SK-XII.BK.1.1 s/d 6 SK-X.BK.2-PD.1 SK-X.1.1.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.1.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.2-VTO.1.2-BA.

BAB III STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR Struktur Kurikulum yang digunakan di Madrasah/ Sekolah harus merujuk pada Permen Diknas no 22 tahun 2006. hari Jumat 5 jam pelajaran dan hari Sabtu 6 jam pelajaran. Struktur kurikulum tersebut sebagaimana dalam tabel berikut Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas Kelas X . Penambahan beban belajar diperhitungkan dengan mendasarkan jumlah jam madrasah/ sekolah tiap minggu dan jumlah minggu efektif setiap semester. sehingga total sebanyak 43 jam pelajaran. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial.30 pada hari Senin. juga sekurangkurangnya sesuai dengan jumlah beban belajar sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini. (3) Program Bahasa. dengan lama jam pelajaran 45 menit/ jam pelajaran. Sedangkan perubahan/ penambahan beban belajar dimungkinkan dengan merubah/ mengembangkan alokasi waktu yang ada. Kemudian pada hari Jumat. Selasa. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengorganisasian kelas-kelas pada MA/ SMA dibagi ke dalam dua kelompok.00. Selasa. Sedangkan pada hari Sabtu masuk jam 6. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. dan (4) Program Keagamaan. Perubahan/ pengembangan struktur kurikulum dapat dilakukan dengan cara menambah mata pelajaran yang ada di madrasah/ sekolah. Demikian pula dengan jumlah beban belajar dalam tiap semester. Kamis dilaksanakan sebanyak 8 jam pelajaran.00. Perubahan dan penambahan struktur kurikulum dan beban belajar hendaknya dapat diidentifikasi. Rabu. masuk jam 6.30 pulang jam 12. Madrasah/ sekolah disarankan untuk mengembangkan struktur dan beban belajar tersebut. Kelebihan jam pelajaran sebanyak 4 jam-5 jam pelajaran tersebut dapat ditambahkan pada mata pelajaran yang ingin dikembangkan oleh madrasah/ sekolah. Perubahan pada jam pelajaran tetap mencantumkan beban belajar minimal yang dipersyaratkan oleh Permen 22 tahun 2006. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Madrasah/ sekolah sekurang-kurangnya harus terdiri dari 16 mata pelajaran dan program pengembangan diri. Kamis. Rabu. Namun demikian jika sumberdaya yang ada di Madrasah tersebut mampu melaksanakan lebih dari 43 jam pelajaran per minggu juga dipersilahkan. Secara umum madrasah-madrasah/ sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menerapkan beban belajar sebesar 43 jam pelajaran dengan rincian masuk jam 6. Untuk hari Senin.30 dan pulang jam 13.30 dan pulang jam 11. khusus untuk MA.

Geografi 11. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 5. Sosiologi 13. Mata Pelajaran 1. Bahasa Arab (penambahan) 6. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Sejarah 10. Ekonomi 12. Biologi 8. Kaligrafi (keterampilan) B. Teknologi Informasi dan Komunikasi Matematika 15. 6. Seni Budaya 13.Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. Muatan Lokal C. Pendidikan Agama (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Fisika 7. 4. Olahraga dan Kesehatan 14. Kimia 9.

Bahasa Inggris 5. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Keterampilan/ Bahasa Arab B. Biologi 9. Mata Pelajaran 1. Matematika 6. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Kimia 8. Sejarah 10. Muatan Lokal C. Fisika 7. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 13. Bahasa Indonesia 4.A. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Seni Budaya 11.

Bahasa Indonesia 4. Muatan Lokal C. Geografi 8. Keterampilan/Bahasa Asing B. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Bahasa Inggris 5. Pendidikan Jasmani.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 12. Mata Pelajaran 1. Sosiologi 10. Pendidikan Agama 2. Ekonomi 9. Seni Budaya 11. Sejarah 7. Matematika 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13.

5. Keterampilan B. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 3.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen A. 11. 7. 1. Muatan Lokal C. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 9. 4. 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. 6. 2. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . 12. 8.

Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Pengembangan Diri Jumlah (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam 10. 11. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab (perubahan) B.Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen A. 12. 13. Muatan Lokal C.

2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

baik bahasa daerah maupun bahasa asing. majalah atau buku berbahasa Jawa/Madura) Kompetensi Dasar . potensi daerah dan madrasah. standar kompetensi dan kompetensi dasar.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Pengembangan Muatan lokal sekurang-kurangnya menunjukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi. (5) Ada kejelasan rumusan SKL. (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya Muatan lokal disajikan daam bentuk mata pelajaran. Muatan lokal bisa berbentuk keterampilan bahasa. (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman Berbicara 2. (2) Macammacam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas. Mengungkapkan pikiran. misi dan tujuan madrasah. (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah. dan bercerita 2. BAHASA DAERAH (JAWA) Standar Kompetensi Mendengarkan 1.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 2. dan informasi melalui kegiatan berkenalan. perasaan. sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran.BAB IV MUATAN LOKAL Muatan Lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi MA sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif. atau bentuk keterampilan tepat guna yang lain. keterampilan dalam bidang TI. berdiskusi. SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung 1. artikel.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal. (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan..

Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif Mendengarkan 5.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 4.2 Mengungkapkan isi suatu langgam. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 5. ekspositif) 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca 3. deskriptif.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (150 kata/menit) 3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu langgam.Standar Kompetensi Mendengarkan 1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Menulis 4.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui . Membahas cerita cekak melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 2.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 4. Memahami langgam. kidungan yang disampaikan secara langsung/tidak langsung 5.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa Jawa/Madura Membaca 3. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman Berbicara 6.

nada. dan intonasi yang tepat 7. dan perasaan melalui kegiatan menulis 8.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.1 Menulis dengan memperhatikan bait.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman kegiatan diskusi Membaca 7.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerita cekak dengan kehidupan sehari-hari Menulis 8.2 Menulis dengan memperhatikan bait. irama. dan ritma 8. tekanan. Mengungkapkan pikiran. irama. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca Cerita cekak 7. dan ritma .Standar Kompetensi Mendengarkan 1.1 Membacakan cerita cekak dengan lafal.

SS are able to mention the price correctly. SS practice the dialog in pairs. − Some tasks related to topic. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. SS read the explanation. Some notes on how to ask for and give directions. − − − Lesson – 4 : Language Focus : Simple Present and Present Continous. SS do the task. SS describe the topics their friends. A written explanation on the forms and use of countable and uncountable nouns. SS know information about many kinds of gifts. SS answer and discuss the questions with friends. SS do the tasks according to the instructions. other Asian Food : Western and other foods. Two Tasks which related to Simple Present and Present Cont. Lessons Lesson – 1 : Dinning − Chinese food. A dialog. Lesson – 6 : Language Focus : Countable and uncountable Nouns. SS understanding the use of countable and uncountable nouns and are able to complete the tasks. − − − − − − − − − − − A written explanation on the forms and used of Yes/No questions. SS answer and discuss the questions with friends. SS read the note. Some task related to the price of gifts. .SYLABUS AND EVALUATION SYSTEM (of Muatan Lokal) Book Drade Unit Basic Competency : : : : Brochures of Tourism X 1 (Essential Information for Foreign Visitors) Communicating fluently and accurately in oral using proper of language in an interractional text and/or monologue especially connecting with tourism contexts Learning Material Topics of discussion about : − Some question on foods. An incomplete dialog. A written explanation on the forms and use of Simple Present and Present Cont. Lesson – 3 : What to get (Gifts). A task that explore the use of WH – question. SS complete an in complete dialog using appropriate expressions of asking for and giving directions. SS are able to explain the varieties of dishes of fruits. − WH – questions. SS understanding the use of Simple Present and Present Continous and are able to complete the task. Lesson – 5 : Transportation : Asking for and Giving Directions. − − − SS are familiar with ways of asking for and giving directions. SS do the task. − The varieties of dishes of fruits. Some questions about gifts. SS understand the use of Yes/No questions and WH – questions. Lesson – 2 : Language Focus : − Yes/No – questions. SS do the task. A task that explore the use of countable and un countable nouns − − − − − − − − − − − − Learning Experience SS answer and discuss the questions with friends. − − − Indicator Of Target SS know information about foods among countries.

concerning : reservation. SS do the tasks according to the instruction. A dialog about offering to have dinner together and discussing about the meal. An incomplete dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about ordering meal. − − − − − − − − Indicator of target SS are familiar with ways of making a reservation. − − − − Learning Experience SS practice the dialog in pairs. A dialog about ordering meal and after eating in a restaurant. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about offering to have dinner together and discussing about meal. An incomplete dialog. − − − − Lessons – 4 : Vocabularies concerning reservation meals and numbers. SS are familiar with ways of offering to have dinner together and discussing about the meal. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions of making a reservation. meals. SS read and discuss the explanation. SS practice the dialog in pairs. − − − − − . Some notes on how to make the 2 kinds of dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. A brief explanation and discussing of vocabularies. SS are familiar with ways of ordering meal. SS are able to answer the question. SS practice the dialog in pairs. SS understanding and are able to apply the vocabularies in daily speaking. An incomplete dialog.Unit Basic Competency : 2 (Making A Hotel and Restaurant Reservation) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and/or monologue sepecially connecting with tourism contexts − − − − − − Learning Materials A dialog. and numbers. Some notes on how to make a hotel reservation. Lessons – 2 : Ordering meal at a hotel or restaurant. The task related to vocabularies. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. Lessons – 3 : Offering to have dinner together. Some notes on how to make the two kinds of dialog. Lessons Lessons – 1 : Making a hotel reservation and information about hotels.

SS understand and are able to apply the elliptical sentences. Learning Experience SS read and discuss the explanation. A brief explanation on the form and use of elliptics. . SS read and discuss the explanation. SS are able to do the tasks. Some notes on the word applied in the description of Hamadi Beach Some tasks related to the text. A brief explanation on the form and use of Simple Past and Past Continues. Lessons Lesson – 1 : Hamadi Beach in Irian Jaya − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − Lesson – 2 : Language Focus : Elliptical Sentences. Lesson – 3 : Pelabuhan Ratu Beach in West Java.Unit Basic Competency : 3 (Describing Beaches) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts Learning Materials A text on Hamadi Beach. SS do the tasks according to the instruction. Some notes on the word applied in the description of Pelabuhan Ratu Beach. SS read and discuss the explanation. SS do the task. Two task related to Simple Past and Past Continues. SS do the tasks according to the instruction. SS do the tasks according to the instruction. Some tasks related to the text. SS understand how to describe Hamadi Beach. A text on Pelabuhan Ratu Beach. Two task wich explore the use of elliptics. SS answer and discuss the questions with friends. SS are able to do the tasks. Lesson – 4 : Language Focus : Simple Past and Past Continues SS understanding the use of Simple Past and Past Continues and are able to complete the task. Indicator of target SS understand how to describe Hamadi Beach. SS are able to do the tasks.

SS do the tasks according to the instruction. Comparison. SS are able to do the tasks. Some notes on the word applied in the description of Mount Tangkuban Perahu. SS do the tasks according to the instruction. SS are able to admiration with regard to the situations. SS read and discuss with friends. Superlative Degrees − − SS read and discuss the explanation. A brief explanation on the form and use of Smiliarity. Comparison.!” − − SS practice the dialog SS express admiration based on the situations. Comparison. Lessons Lesson – 1 : Mount Tangkuban Perahu in West Java Lesson – 2 : Language Focus : Smiliarity. Comparison. Lesson – 3 : Ciwidey and White Crater in West Java − − Lesson – 4 : Language Focus : Expressing Admiration using “ What a……. SS are familiar with ways of expressing admiration. − − Indicator of target SS understand how to describe Mount Tangkuban Perahu. SS are able to do the tasks. A dialog Some imaginary situations − − Learning Experience SS answer and discuss with friends. SS do the tasks according to the instruction. Superlative Degrees A task wich explore the use of Smiliarity. SS understand how to describe Ciwidey and White Crater. .Unit Basic Competency : 4 (Describing Mountains) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts − − − − − − − − − − Learning Materials A text on Mount Tangkuban Perahu. Superlative Degrees. Superlative Degrees A text on Ciwidey and White Crater Some notes on the word applied in the description of Ciwidey and White Crater Some tasks related to the text. Some tasks related to the text. − − − − − − SS understand and are able to apply : Smiliarity. SS are able to do the tasks.

A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. SS analize the sentences having promotion meaning. A task asking SS to look for promoting sentences. SS understanding the use of derivation and are able to complete the task. SS analize the sentences having promotion meaning. SS do the tasks according to the instruction. SS do the tasks. A task that explore the use of derivation. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. A brief explanation on the form and use derivation. − − − − − − − − Learning Experience SS read and discuss the text with friends. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. − − − Learning Materials A text wich promotes Hot Spring and Waterfall. SS read and discuss the text with friends. SS do the tasks. Lessons Lesson – 1 : Hot Spring and Waterfall Lesson – 2 : Cartenz Peak and Lorentz Reserve − − − Lesson – 3 : Language Focus : Derivation − − . SS are able to identify sentences having promotion meanings. The text wich promote Cartenz Peak and Lorentz Reserve. A task asking SS to look for promoting sentences. SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings.Unit Basic Competency : 5 (Promoting A Tourism Resort) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts. − − − − − − − Indicator of target SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. SS read and discuss the explanation. SS are able to identify sentences having promotion meanings.

Pokok Bahasan Alokasi Waktu Keterangan Alokasi Waktu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Keterangan Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 6. Offering to have dinner together and vocabularies concerning : reservation. 5. Making Yes/No question & Wh – questions and the answers. Telling a favourite tourism resort. 1. Talking using countable and uncountable nouns. 2. 22 . 4. 7. Bulan Juli 2006 Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Jumlah Bulan Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Jumlah Jumlah Pekan 4 5 4 4 5 4 4 30 Jumlah Pekan 4 5 4 5 4 22 Jumlah Pekan Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Pekan Efektif 4 5 4 4 3 20 Jumlah Pekan Tidak Efektif 3 1 2 2 8 Jumlah Pekan Tidak Efektif 1 1 2 Jumlah Jam Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Jam Efektif 4 5 4 4 3 20 No 1. Making simple present and present continous sentences. 2. Pokok Bahasan Introduction on self. meals and numbers Total Distribusi Jam Efektif Semester II No. 5. 8. 3. 4. 7. Talking about transportation.Perhitungan Pekan dan Jam Efektif No 1. dan enrichment. Talking about what to get (gift). remidi. 3. 9. Talking about dining. 11. Making a hotel reservation and information about hotels. 2. 5. 6. 10. 4. Distribusi Jam Efektif Semester I No. 3. Ordering meal at a hotel or restaurant.

comparison and superlative degrees. 5. 4. 7. Talking about similiarity. 9. dan enrichment. Making Simple Past and Past Continous Sentences. 3. Total 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. Describing Cartenz Peak & Lorentz Reserve. remidi. 8. Describing Ciwidey and White Crater in West Java. Expressioning Admiration Talking about hot spring and waterfall. Talking about derivation. 10.1. Describing Hamadi Beach in Irian Jaya Making Elliptical Sentences. 6. 2. Describing Mount Tangkuban Perahu in West Java. . Describing Pelabuhan Ratu Beach in West Java.

adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam. (6) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mencerminkan pencapaian visi. Tujuan Khusus . (3) Ada upaya yang jelas untuk penambahan dan peningkatan sumberdaya guna memfasilitasi kegiatan pengembangan diri. yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. seperti: upacara bendera. serta kegiatan ekstra kurikuler. Sebagai contoh kegiatan pengembangan diri sebagai berikut. (4) Terprogram. latihan/lomba keberbakatan/prestasi. potensi. (3) Keteladanan. seminar. berbahasa yang baik. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. bakat. (5) Pengkondisian. Tujuan a.. Kegiatan ini merupakan upaya pembentukan watak kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalahmasalah pribadi dan kehidupan sosial. membuang sampah pada tempatnya. minat. rajin membaca. ekstra kurikuler seperti kelompok karya ilmiah. yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optmal. (4) Ada aturan yang jelas tentang macam-macam kegiatan pengembangan diri yang harus dipilih oleh peserta didik. misi dan tujuan madrasah. (5) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya.BAB V KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. (2) Spontan. dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi. Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan (1) Rutin. kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah. (2) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan sumberdaya (SDM dan fasilitas atau sarana/prasarana) yang dimiliki Madrasah. kelompok. dan kegiatan lapangan. 1. senam. Kegiatan pengembangan diri perlu memperhatikan antara lain (1) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. antri. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. datang tepat waktu. adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji. ibadah khusus keagamaan bersama. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). workshop. b. kegiatan belajar dan pengembangan karir. bazar. dsb.

c) Membiasakan hidup sehat. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. cinta alam. meliputi: . Palang Merah Remaja Tujuan Palang Merah Remaja adalah : a) Melatih peserta didik untuk mampu menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan yang akan di sekitar. jurnalistik.Kemampuan belajar .Wawasan dan perencanaan karir b. ilmiah remaa.Kemampuan sosial . Pramuka Tujuan dalam pramuka adalah : . Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Tujuan dari KIR adalah a) Melatih peserta didik berfikir kritisa dan ilmiah. Ekstra Kurikuler. keagamaan Contoh kegiatan ekstra kurikuler meliputi: 1. yaitu: a. palang merah remaja . kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : o Layanan dan kegiatan pendukung konseing o Kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua komponen.Seni. olah raga.Kepramukaan . Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dengan perencanaaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. meliputi: . b) Melatih peserta didik terampil dalam menulis karya ilmiah c) Melatih peserta mengkomukasikan hasil temuannya kepada pihak lain.Kehidupan pribadi . Sasaran dari Kegiatan Palang Merah ini kelas X dan XI 3. Pelayanan Konseling. b) Mengembangkan jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain. d) Malatih peserta didik melakukan peniltian ilmiah Sasaran dari kegiatan ini lebih ditujukan kepada peserta kelas X dan kelas XI dalam hal khusus kelas XII. teater.Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : • Bakat • Minat • Kreatifitas • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan • Kemampuan kehidupan beragama • Kemampuan sosial • Kemampuan belajar • Wawasan dan perencanaan karir • Kemampuan pemecahan masalah • Kemandirian 2. 2.Latihan kepemimpinan.

Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Pecinta Alam Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan cinta tanah air. Seni Musik (Qosidah) Tujuan seni musik adalah : a) Melestarikan budaya Islam. b) Memberikan bekal cinta perdamaian dan menghindari adanya penganiayaan. Sasaran kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 7. 12. 8. c) Melestarikan budaya modern. 9. 11. Latihan Kepemimpinan Dasar . 6. b) Menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Memupuk jiwa cinta lingkungan. Drum Band Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan sifat cinta tanah air. Seni Baca Al-Qur’an Tujuan dari diadakannya seni baca Al-Qur’an adalah : a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya. b) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khusuanya pada kitab Suci Al-Qur’an. c) Membiasakan hidup sehat.a) Sebagai wahana bagi peserta didik untuk berlatih berorganisasi. c) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap budaya Islam. b) Memberikan bekal kecakapan hidup berupa seni qosidah. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Menggali penghetahuan agama dan buku kontemporer. b) Melatih peserta didik gemar membaca dan menulis. Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas X dan XI. c) Menumbuhkan sifat mandiri. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 5. 4. 10. Seni Bela Diri Tujuan dari seni bela diri adalah : a) Menumbuhkembangkan sifat percaya diri pada anak. Remaja Masjid Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memakmurkan masjid b) Mengadakan kajian dan pengembangan keagaman. Jurnalistik Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Melatih peserta didik di bidang komunikasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Melatih peserta didik untuk terampil dan mandiri. Bimbingan Baca Kitab Kuning Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memperkenalkan peserta didik terhadap kitab-kitab kontemporer. c) Melestarikan budaya islami.

c) Melatih peserta didik untuk mengambil keputusan cepat dan tepat.1 Mampu berkomunikasi baik 1.1-PD. Olah raga Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mengembangkan bakat peserta didik di bidang olah raga.1-PD. Memiliki kemampuan . b) Melatih siswa bersikap demokratis. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.1 SK KD 1.Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani SK-X. c) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah atau perguruan tinggi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.1 Memiliki sikap dan ke-biasaan yang mantap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pelayanan Bimbingan dan Konseling KLS X SMS 1 KODE SK-X. 15. 13. 1. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Menjadi garda terdepan terhadap kedisiplinan anak. b) Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani. 1.BK. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sasaran dari kegiatan ini adalah 45 siswa terpandai pada bidang sains Ekonomi dan Komputer serta Kebahasaan 14.BK.2 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif 2. Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKS) Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk peduli terhadap kesehatan sekolah dan orang lain. b) Melatih memecahkan masalah yang berat.2 2. Olimpiade Training Center Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing.

4 Memiliki .4 Memahami kondisi dan peraturan sekolah serta upaya melaksanakannya secara dinamis dan bertanggungjawab X 2 SK-X. belajar merupakan sikap dan perintah Tuhan kebiasaan Yang Maha Esa belajar yang 3.1 3. 2.2 Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama. hukum dan kebiasaan yang berlaku.2-PD.dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi pekerti luhur.3 Memiliki hubungan yang dinamis. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat. harmonis dan produktif dengan teman sebaya 2. 2. Mampu 3.1 Memiliki kemantapan mengemkeyakinan bahwa bangkan diri.3 Memiliki tinggi pemantapan. sopan santun serta nilainilai agama.2 Memiliki baik untuk mekemantapan nguasai pengekeyakinan bahwa tahuan dan kekegiatan belajar terampilan serta yang sebaikmenyiapkan baiknya akan untuk melanjutmeningkatkan mutu kan pendidikan kehidupan pada tingkat beragama yang lebih 3. adat istiadat.BK. pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar 3.

BK. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan . hokum dan kebiasaan yang berlaku 7. sopan santun serta nilainilai agama.1 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif SK-XI.1-PD.1 Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 6.BK.1 5.2 Memiliki pemahaman tentang aspek- SK-XI.2-PD.1-PD. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani 4.2 6. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 5.1 Mampu belajar dengan optimal untuk bekal bagi program yang lebih tinggi 7.1 Memahami kecenderungan karir yang hendak dikembangkan XI 1 SK-XI.BK.1-PD.pemahaman yang mantap tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar SK-X. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tanggung-jawab kemasyarakata n dan kenegaraan 6.BK.3 7.2 4. adat istiadat.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.

hokum dan XII 1 SK-XII. adat istiadat.lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.4 Memiliki kemantapan tentang aspek-aspek belajar dalam etika dan nilai 8.2 Memiliki kemampuan memahami bakat dan minat pribadi serta dapat menyalurkannya melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan produktif 9. mantap dan mandiri sehat jasmani dan rohani SK-XII.3 Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspekaspek belajar dalam berkomunikasi.1 8.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.1-PD. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan .2 9.1-PD. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.BK. sopan santun serta nilai-nilai agama. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan aspek belajar untuk mengembangkan kehidupan mandiri secara intelektual emosional 7.BK.1 Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 9. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.1 Memiliki kemampuan memahami kekuatan diri dan dpt menyumbangkan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif 8. sosial dan intelektual serta apresiasi seni 7.

sikap dan kebia-saan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi 10.1 Memiliki kemampuan mewujud-kan secara efektif.1 10.3 Memiliki hubungan yang dinamis dan produktif dengan teman sebaya 9.4 Memiliki kemampuan mewujudkan peranan kegiatan belajar dalam rangka pilihan karir 10.3 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengembangkan persiapan karir 10.2 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengusai bekal bagi program pendidikan yang lebih tinggi 10. Mampu mengembangkan diri.2-PD.4 Memiliki kemampuan berorientasi hidup berkeluarga XII 2 SK-XII.kebiasaan yang berlaku 9.5 Memiliki pemahaman tentang aspekaspek belajar untuk .BK. efisien dan produktif tentang kegiatan be-lajar sesuai dengan ajaran agamaMemiliki kemampuan belajar secara optimal untuk kehidupan dalam masyarakat 10.

2-PD.2 11. khususnya karir yang hendak di kembangkan . social. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 11.BK.1 Memiliki orien -tasi dan informasi pada umumnya. intelektual dan ekonomi SK-XII.mengembangkan kehidupan mandiri secara emosional.

mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Individu dan klasikal X–XII X X-XII X X X X X Studi pustaka ceramah BK. WK SUMBER DANA KET MOS TUGAS PERKEMBANGAN Mencapai kematanga dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2 Layanan Informasi 1. Mencapai kematangan dsalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 3. motivasi berpretasi TUJUAN Siswa memiliki pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang dimasuki Individu mampu membekali diri dengan berbagai pengetahuan da pemahaman tentang berbagai hal yang bergua untuk mengenal diri. fasilitas olahraga 2. takut dan cemas 5. tahab dan tugas perkembangan 4. maupun kemampuan diri 2. konsep diri 3. pemahaman diri. tempat peribadatan Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan serta kondisi diri: 1. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara pribadi.CONTOH SILABUS PENGEMBANGAN DIRI Bidang Pengembangan NO 1 KEGIATA N Layanan Orientasi : Pribadi MATERI PENGEMBANGAN Obyek pengembangan pribadi 1. potensi diri 2. Guru. intelektual. fasilitas kesehatan 3. mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4. karakteristik pribadi. sangar seni dan budaya 4. kepercayaan diri 6. merencanakan dan mengembangakan pola kehidupan sebagai pelajar SASA RAN X SIFAT klasikal METODE Kunjungan VCD Ceramah/ forum kelas PLK Sekolah BK. pribadi mempesona 7. WK Sekolah Siswa terstru ktur . sosial baik emosional. remaja dan problemanya 8.

layanan bimbingan/ konseling kelompok 8. Mengembangkan penguasaan ilmu. kegiatan lapangan 6. diskusi 4. minat. minat (potensi diri) X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-Xii X X-XII 4 Layanan Penguasaan Konten 1. latihan keberbakatan/prestasi 5. kecerdasan dan kepribadian Siswa mampu mengem bangkan sikap dan kebiasaan dan cara belajar Individu Klasikal kelompok BK Wali Kelas Wali Inside Kelas ntal Wakakesis waan Guru MT BK Individu Klasikal kelompok BK BK Guru MP WK . sosial. Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari 2. dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. Meningkatkan kecerdasan emosi dn pengendalian diri 4. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Penempatan dan penyaluran untuk mengembangakan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui: 1.3 Layanan Penempatan dan Penyaluran 1. Meningkatkan rasa 1. kegiatan ekskul 9. mengikuti lombalomba seni atau olahraga Siswa memiliki keterampilan sesuai dengan kemampuan bakat. Penggunaa waktu luang 3. penempatan di dalam kelas 2. teknologi. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emisional. intelektual dan ekonomi 2. kepanitiaan 7. kelompok belajar 3. serta berperan dalam kehidupan masyarakat Kompetensi kebiasaa dalam kehidupan pribadi 1. Siswa memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan dengan segala keuntungan maupun kekurangan dari X-XII Menempatkan dan menyalurkan siswa untuk pengem bangan kemampuan belajarnya sesuai dengan bakat.

Kejujuran da tanggung jawab 12.yang lebih luas 2. Meningkatkan kreatifitas 10. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 3. Siswa memahami tentang kelemahan diri dan mampu mengubah kelemahan dirinya minima menguranginya 4. Siswa memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangann ya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif. Pengembilan keputusan 7.Jatuh cinta setiap keputusan yang diambilnya 2. Siswa memiliki kemantapan dalam merencanakan yang baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal .Meningkatkan kemandirian 11.Mengetasi strees 13. dan ekonomi percaya diri 5. sosial. Berfikir dan bersikap positif dan apresiatif 9. Meninfkatkan disiplin 6. Memperkuat ibadah 8. intelektual.Pribadi tangguh 14. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan 3.Mengatasi konflik 15.

5

Layanan Konseling Perorangan

6

Layanan

dan menyelenggarak an hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah Mengatasi masalah pribadi Dengan adanya X-XII dalamkehidupan pribadi. konseling perorangan Materi yang dibahas dalam diharapkan atau layanan konseling bertujuan agar siswa perorangan tidak dapat terentaskan dari ditetapkan terlebih dahulu, masalah yang melainkan akan diungkapkan dihadapinya oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat konselor dapat memanggil peserta didik (yang menjadi tanggung jawab asuhan) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan oleh peserta didik yang menerima layann konseling perorangan Kemampuan dan kondisi 1. Siswa secara Siswa

Siswa Individual mampu mengatasi masalah pribadinya berkaitan dengan siswa, masalah belajarnya sehingga dapat mengem bangkan kehidupan yang lebih efektif Kelompok

BK

BK

Insidental

Dinami-

BK

Ter-

Bimbingan Kelompok

7

Layanan

pribadi bersama-sama 1. Potensi diri memperoleh 2. Kiat menyalurkan bakat, berbagai bahan minat, kegemaran, hobby dari nara sumber 3. Kebiasaan sehari-hari di yang bermanfaat rumah bagi individu 4. Sikap terhadap bencana 2. Siswa mampu alam, kecelakaan, HAM, mengenal dan kemiskinan, anak menerima terlantar dan lain-lain perubahan 5. Pelanggaran yang terjadi pertumbuhan dn di masyarakat, KKN, perkembangan pembnuhan, fisik dan psikis pemerkosaan, perang, yang terjadi pada dan lain-lain diri sendiri 6. Kejadian-kejadian sebagai remaja penting di masyarakat 3. Siswa mengenal tentang kekuatan da kelemahan diri sendiri, bakat minat serta peyaluran dan pengembangan 4. Siswa memiliki kemampuan mengembil kepurusan dan kemudian mengarahkan dirinya Mengatasi masalah pribadi

ka kelompok

program

Siswa

Terbatas

Kelompok

Dinami-

BK

Insi-

Konseling Kelompok

8

Layanan Konsultasi

dalam kehidupan pribadi. Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh anggota kelompok, dan terpilih untuk dibicarakan (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seseorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalin layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu, dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konselig kelompok Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam

dan tertutup

ka kelompok

dental

Ortu Guru

Insidental

Sharing

BK Ortu Wali

BK Ortu Wali

Insidental

materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan oleh konselor. namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah social. social. belajar.9 Layanan Mediasi mengembangkan pribadi. Dlam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan social di antara pihak-pihak yang berselisih. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti. Adapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (baik masalah pribadi. Kelas Guru Kelas Guru BK Insidental . atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan kosultasi. Seperti untuk layanan konseling perorangan. melainkan akan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung.

Inventori minat 4. belajar.10 Aplikasi Instrumentas i 11 Himpunan Data 12 Konferensi kasus Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi. Tes bakat 3. Tes intelegensi 2. Data pribadi siswa 2. 1. kondisi dan lingkungan diri pribadi 1. karir dan masalah social yang lainnya yang perlu untuk ditangani oleh konselor 1. Tingkah laku menyimpang 13 Kunjungan Agar BK memiliki data dan keterangan tentang peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok Agar BK memiliki seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan perkembangan siswa dalam berbagai aspek BK melalui berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan data dan keterangan lebih lanjut serta kemudahankemudahan bagi terentaskannya masalah siswa Pertemuan dengan orang tua. Inventori kreativitas 5. Memperoleh Siswa dan lingku ngan Siswa dan lingku ngan Individ kelompok klasikal Individu Kelompok Klasikal Tes dan non tes BK lembaga tes Wali Kelas BK Terprogram Siswa Orang tua Terbatas Tertutup Pertemuan/ diskusi terbatas BK WK SMU Guru Ortu BK Insidental Siswa Individu BK Insi-- . Hasil psikotes (IQ. DCM (daftar cek masalah) Data perkembangan. Kepribadian) Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik 1. social. membolos 2. Sering absent. Peta ekonomi 3. Minat. bakat.

kegemaran. hobby 3. film. Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalh pribadi. Motivasi berprestasi 6. Penampilan dan pengembangan bakat. Keajaiban otak berbagai Orang keterangan atau tua data yang diperlukan dalam pemahaman permasalahan siswa 2. minat.Rumah/ Pertemuan Orang Tua keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. Relaksasi 5. Kehidupan keagamaan 4. Otobiografi: kisah orang-orang sukses 7. Pengembangan kreatifitas 8. sosial. rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi. Tahap dan tugas perkembangan 2. seperti: 1. belajar. karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan keluarga 14 Tampilan Kepustakaan Materi bacaan. Untuk pembahasan dan engentasan permasalahan siswa Siswa dental Individu Klasikal BK Rutin .

Optimisme 14. belajar atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor. .Pribadi yang mempesona Pendalaman penanganan masalah pribadi.Manajemen konflik 13. Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi.Kecerdasan emosional 11.Mengatasi kecemasan dan depresi 12.. Pribadi yang mandiri 10. dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli Siswa Individu BK Insidental Dab Seterusnya.... sosial.. dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berwenang Mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa.15 Alih Tangan Kasus manusia 9.

(2) Ada aturan yang jelas tentang keharusan guru untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran. (3) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. Dalam pengembangan pendidikan vokasional sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Ada gambaran yang jelas tentang upaya internalisasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam strategi pembelajaran dari setiap mata pelajaran. Pendidikan kecakapan hidup dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan non vokasional dan pendidikan vokasional. (4) Pengembangan kecakapan hidup vokasional mencerminkan pencapaian visi. misi dan tujuan.BAB VI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Sedangkan dalam kecakapan hidup vokasional diperlukan (1) Ada gambaran yang jelas tentang macam-macam kecakapan hidup vokasional yang dikembangkan di madrasah. (2) Ada alasan yang jelas tentang pengembangan kecakapan hidup vokasional. misi dan tujuan madrasah Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat digambarkan sebagaimana dalam bagan berikut Bagan Komponen Kecakapan Hidup . (3) Pengembangan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran mencerminkan pencapaian visi.

dan 2) melalui mata pelajaran khusus. sehingga pencapaian . General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Madrasah ini. utamanya untuk kecakapan hidup vokasional. yaitu 1) diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran melalui strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dalam PBM. setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran.Dalam pelaksanaannya pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara. Penginternalisasian Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Semua Mata Pelajaran Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill. Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang). Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut a) Melalui reorientasi pembelajaran. 1.

sehingga memungkinkan:  Siswa lebih aktif  Iklim belajar menyenagkan  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa. Program ini memiliki durasi waktu 60 jam dalam setiap semester. Sistem penilaian dari pendidikan vokasional ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian praktek.b) kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup. sehingga dalam pelaksanaannya akan disajikan selama 3 jam per minggu. melalui diskusi kelompok o o o o o o o o o o o o o Menggali informasi Sadar akan eksistensi diri Sadar akan potensi diri Mengolah informasi Bekerjasama Berkomunikasi lisan Berkomunikasi tertulis Mengambil keputusan Komunikasi lisan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan Komunikasi tertulis Mampu memecahkan masalah 2. 3. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif. kemampuan dalam setiap praktek di bengkel dan sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran . Pendidikan Vokasional Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di Madrasah ini dan kebutuhan yang berkembang di masyrakat dan adanya kerjasama yang telah dibangun oleh Madrasah dengan lembaga diklat otomotif maka program vokasional yang diajarkan adalah Mekanika Otomotif. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok 2. Siswa mengumpulkan minimum 4 macam surat perorangan Siswa menentukan karakteristik surat. sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber  Menggeser "teaching" menjadi "learning"  Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM Contoh pengintegrasian life skill : PEMBEKALAN LIFE SKILL d) PENGALAMAN BELAJAR 1.

Pe meriksaan kendaraan yang lengkap 3.1 2. Penggunaan pelumas/cairan pembersih yang benar untuk komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pabrik Pembuangan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup Penanganan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). Pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap komponen Pekerjaan pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan pedoman dari industri yang telah ditetapkan. K 3.4 1.2 . Pel aksanaan pemeliharaan/ servis komponen 1.1 3. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.5 1.2-VTO. sehingga sesuai dengan standar dan prosedur.3 X 2 SK-X.1 3.Teknik Mekanika Otomotif KLS SMS X 1 KODE SK-X. Dilengkapi data yang tepat sesuaihasil pemeliharaan/servis. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan Pemeriksaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 1. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).2 2.2 1.2 2.3 1. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan.1-VTO. Ide ntifikasi dan penggunaan pelumas/ cairan pembersih yang benar 2.6 SK-X. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami dari sumber yang tepat agar dapat memudahkan pemeriksaan.1-VTO.1 Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.1 SK KD 1. (K 3).

Informasi diakses dari sumber yang tepat untuk menginformasikan tindakan yang dibutuhkan dalam membantu membedakan antara “gejala” dan “sebab”.6 3. agar pemeriksaan lebih akurat dalam mendiagnosa kesalahan/kerusakan (jika diperlukan).4 4. Strategi pendiagnosaan dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan suatu kerusakan/kesalahan pada kendaraan/ komponen/perlengkapan.1 4.5 4.1-VTO.3.2 4.1 4. Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). ndiagnosaan kesalahan/ kerusakan dari gejala dan penentuan tindakan Pe 4.3 4. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan Sistem toleransi kendaraan di luar spesifikasi kendaraan pabrik dicatat dan diambil sesuai dengan perjanjian dengan pelanggan Catatan yang berhubungan dengan pemeriksaan keamanan kendaraan dilengkapi dan akurat dalam format standar perusahaan dan dilakukan oleh orang yang tepat Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan pedoman perusahaan yang telah ditetapkan.7 XI 1 SK-XI. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. Pendiagnosaan kesalahan/ kerusakan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap area tempat kerja.6 . dan ”rencana tindakan” diputuskan selama perbaikan Laporan hasil pemeriksaan dilengkapi dalam 3.3 Pemeriksaan kendaraan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan peralatan yang disetujui.5 3. Pengidentifikasian kerusakan/kesalahan didapat dari hasil tes.4 3. Otoritas diberikan untuk membongkar bagian komponen. kendaraan dan perlengkapan.

Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan baker bensin dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar bensin dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis komponen sistem bahan bakar dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).1 7.3 6. Pemeliharaan/servis XI 2 SK-XI.1 6.1 5.4 5.format yang ditetapkan.5 6.2-VTO.4 6. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.7 Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).1-VTO.6 XII 2 SK-XII. Me melihara/ servis engine dan komponenkomponennya.1-VTO.2 6. Pemeliharaan/servis engine dilaksanakan sesuai dengan pedoman industri yang ditetapkan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. 5.2 5.1 . undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis.5 XII 1 SK-XII. Me melihara/ servis komponen/ sistem bahan bakar bensin 6. 4.1 6. Me 7.1 5. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).3 5.

5 .2 sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis pompa/ komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Pompa/komponen injeksi bahan bakar diesel diuji dengan persyaratan kerja Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).3 7. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).4 7. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan 7.melihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel 7.

.

Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan untuk setiap mata pelajaran oleh forum guru pada awal tahun pelajaran. 5. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. Madrasah harus menetapkan ketuntasan belajar dengan mendasarkan pada.BAB VII KETUNTASAN BELAJAR. Ketuntasan Belajar siswa ditetapkan oleh musyawarah guru bidang studi berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Kondisi nyata di madrasah dapat berpijak pada kualitas input siswa dan kondisi sumberdaya madrasah. dalam setiap awal ajaran baru. dengan catatan sekolah harus merencanakan target dalam waktu tertentu untuk mencapai nilai ketuntasan belajar ideal. Penetapan nilai ketuntasan belajar minimum dilakukan melalui analisis ketuntasan minimum pada setiap KD. Standart Ketuntasan Belajar Minimal siswa tesebut berbeda pada tiap level/tiap program jurusan Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Ketuntasan Belajar 85% 75% 70% 65% 60% 60% 60% . 6. Setiap KD dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan belajar minimal dan penetapannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Ketiga peraturan tersebut harus bersifat saling memperkuat. d. 2. peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga. Dengan mempertimbangkan kondisi di atas. harus dicapai oleh siswa dengan nilai ketuntasan 100. Standar ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluruh warga madrasah/ sekolah dan orang tua. PINDAH SEKOLAH DAN KELULUSAN A. sedangkan KD yang sifatnya pendukung dapat dicapai oleh siswa sekurang-kurangnya 75. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan. Sekolah dapat menetapkan batas/standar ketuntasan belajar minimal di bawah nilai ketuntasan belajar maksimim (100). SISTEM PENILAIAN. b. Ketuntasan Belajar 1. Tingkat essensial (kepentingan) setiap KD terhadap SK yang harus dicapai oleh siswa pada setiap tahun pelajaran : Contoh : KD yang sangat essensial. Standart ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluduh warga sekolah dan orangtua siswa. 3. Peraturan yang berlaku meliputi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. PENJURUSAN. peraturan yang berlaku dan kondisi nyata yang ada di madrasah. Tingkat Kompleksitas (kerumitan dan kesulitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa c. 4. guru (dengan melalui forum guru serumpun) dapat menetapkan standar ketuntasan belajar minimal.

Men erapkan budaya hidup sehat 7. Olah Raga dan Kesehatan Ketuntasan Belajar: 75% Tahun akademik: 2007 . Olah Rada dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab 65% 75% 75% 70% 75% 75% 75% 75% 65% Ketuntasan Belajar per KD dan SK (jika diperlukan) Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI. bahasa Asing lain yang menjadi pilihan. 2. Geografi.2 Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 100% 65% B. Program studi Ilmu Sosial. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi. 5. Fisika Kimia dan Biologi. Siswa yang tidak naik kelas. b. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah. Program studi Ilmu Alam. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Kesenian Pendidikan Jasmani. Penjurusan . Ekonomi dan Sosiologi. 3. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII. Sistem Penilaian 1. setiap akhir semester. Sebagai Contoh : Bagi siswa kelas XI atau XII a.2008 No Kode SK-X. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. Program studi Ilmu Bahasa. c. bahada dan Sastra Indonesia.1 Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 7. C.7 SK KD 1. 4.1-PO.

Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Ilmu Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester -1 kelas XI 2. Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara. bakat. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain). Geografi.1. Siswa diberi kesempatan untuk program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Matematika dan Sejarah ( 2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial). Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. Sejarah. Ilmu Sosial : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. afektif dan psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam lainnya seperti Matematika. Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat . dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa. Ekonomi dan Bahasa Inggris (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi ketiga program di MA) maka siswa tersebut: − Perlu diperhatikan prestasi kognitif. Fisika. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia. Waktu Penjurusan a. Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Bahasa (Bahasa Indonesia. Kriteria Penjurusan program Studi meliputi: a. Namun apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai. c. Bahasa Inggris. dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran. (2 mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa dan 1 ciri khas program studi Ilmu Alam). contoh : • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. Masukan dan saran dari guru Bimbingan dan Konseling 3. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). • • Siswa yang naik kelas ke kelas XI. Nilai akademik Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil ke program studi : • Ilmu Alam : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. atau cara lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi minat. Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Ekonomi. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ada nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial. maka siswa tersebut bisa dimasukkan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Bahasa. • • − b. maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa. Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai akhir semester -2 kelas X b. Perlu diperhatikan minat siswa. Matematika.

dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat. Antara sekolah pelaksana KTSP dengan sekolah pelaksana Kurikulum ’94.50. Tidak terdapat nilai ≤ 4. Aspek non Akademik. 3. 2. Melakukan tes atau matrikulasi bagi siswa pindahan. b. c. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. meliputi : 1. E. Untuk pelaksanaan pindah sekolah lintas Provinsi/Kabupaten/Kota. Seorang siswa dinyatakan TIDAK LULUS apabila tidak memenuhi Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik seperti yang tersebut di atas. 3.mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. b. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas III minimal Baik. Kehadiran di sekolah pada semester I dan II kelas III minimal 90% dari jumlah hari efektif. Memiliki nilai rapor yang lengkap untuk kelas 1. 4. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : a. . dan 3. 2. meliputi : 1.25 baik untuk ujian tulis maupun ujian praktek seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai rata-rata Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tidak boleh ≤ 4. D. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan oleh sekolah tujuan. Aspek Akademik. 2. Antar sekolah pelaksana KTSP. Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan. 2. Kriteria Kelulusan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah Seorang siswa dinyatakan LULUS apabila memenuhi 2 (dua) aspek yaitu Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik a. Sekolah harus memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah: b. Pindah Sekolah 1. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.

b.BAB VIII REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan. Tinjauan (review) Kurikulum Tinjauan kurikulum merupakan kegiatan mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan antara kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah (kepemimpinan sekolah. pencapaian ketuntasan belajar siswa). Tinjauan kurikulum dimuat dalam berita acara sebagaimana Form Berita Acara Tinjauan Kurikulum (F-BATK) . waka kesiswaan. waka kurikulum. Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut: A. a. sumber daya yang tersedia. Tinjauan kurikulum dilaksanakan selambat-lambatnya satu tahun sekali c. d. Tinjauan kurikulum dilaksanakan dengan melibatkan guru bidang studi. waka sarana prasarana dan Bimbingan Konseling. serta pengembangan kurikulum secara terarah. Tinjauan kurikulum disahkan oleh Kepala Madrasah e.

.) 4.) 3.. Bidang studi : (tulis bidang studi yang akan direvisi) Kode SK : (jika perubahan pada SK. Nama (Guru …………...sampai dengan tanggal …………telah dilakukan tinjauan kurikulum yang melibatkan: 1. Demikian terima kasih : (tulis bidang studi yang akan direvisi) : (jika perubahan pada SK...) Hasil tinjauan ini merekomendasaikan untuk dilakukan revisi pada: 1.KOP SEKOLAH BERITA ACARA TINJAUAN KURIKULUM Pada tanggal ………. Kepala Madrasah Malang.... tulis kode KD-nya) : (tulis kode silabus yang dirubah) : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) Mengetahui.. Nama (Guru ………….... WakaKur .. tulis kode KD-nya) Kode Silabus : (tulis kode silabus yang dirubah) Alasan : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) 2.) 2. Dan seterusnya Revisi perubahan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 1 bulan sejak dikeluarkannya berita acara ini dan akan diimplementasikan pada semester berikutnya...... Nama (Waka…………..... Bidang studi Kode SK Kode KD Kode Silabus Alasan 3.. tulis kode SK-nya) Kode KD : (jika perubahan pada KD.. tulis kode SK-nya) : (jika perubahan pada KD. Nama (Waka …………..

1. dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. metode. c. dan evaluasi.1 1. AlMukminun. sebagaimana terlihat dalam tabel berikut SKMP (standar kompetensi MP yang dipersyaratkan secara nasional) Standar Madrasah 1 (standar kompetensi MP yang hasil revisi sekolah) c.1 Membac a QS AlBaqarah. Revisi pada SK atau KD tersebut harus diikuti dengan revisi pada lembar silabus. dan kompetensi dasar). jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar madrasah 2. dan evaluasi yang tidak merubah SK atau KD dilakukan pada silabus. standar kompetensi. Jika sekolah masih menggunakan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar madrasah 1.B. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar kompetensi madrasah 2 untuk SD dan kompetensi madrasah 2 untuk KD. Perubahan yang dilakukan terhadap materi. 56 dan An Nahl : 7. AlMukminun. Silabus yang telah direvisi . 12-14.2 Menyeb utkan arti QS Al-Baqarah. AzZariyat. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka KD yang direvisi harus ditampilkan. Revisi merupakan proses merubah tujuan (kompetensi bidang studi. sebagaimana terlihat dalam gambar berikut KLS SMS KODE SK Standar kompetensi madrasah 1 (diisikan Stándar Kompetensi hasil revisi) KD Kompetensi dasar madrasah 1 (diisikan Kompetensi Dasar hasil revisi) X 1 SKX. dari keadaan yang selama ini dilakukan ke arah yang lebih baik/ lebih sesuai. Revisi pada komponen Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SKMP) dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. Jika sekolah masih menggunakan SK atau KD yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar kompetensi madrasah 1 untuk SK dan kompetensi dasar madrasah 1 untuk KD.1AQ. Silabus yang telah direvisi diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. 12-14. materi. 56 dan An Nahl : 78 1. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. metode. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka SKMP yang direvisi harus ditampilkan. 30. b. d. 30. AzZariyat. Revisi pada komponen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Revisi Kurikulum a.

Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan dengan memperhatikan perubahan beban belajar. standar kompetensi. Komp. Pengembangan Kurikulum 1. Pengembangan kurikulum dilakukan baik secara menyeluruh maupun secara parsial. maupun kompetensi dasar. guru-guru dan stakeholders 3. sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder Desain Kurikulum Madrasah Kompetensi Lulusan Kompetensi Kel. Pengembangan terhadap metode dilakukan dengan memperhatikan pengembangan materi dan sumber belajar baru yang tersedia. Pengembangan metode dimuat dalam silabus 10. Pengembangan terhadap materi dilakukan dengan memperhatikan pengembangan kompetensi. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui proses tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh manajemen madrasah/ sekolah. Dasar Rencana Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi internal Kompetensi Lulusan tercapai? Tinjauan Kurikulum Pengukuran Ketuntasan Belajar Implementasi dalam PBM 2. alat ukur yang tersedia dan sumberdaya yang tersedia. perkembangan IPTEK. 7. MP Kompetensi MP Stnd. dan perkembangan sumber daya baru di madrasah/ sekolah. Pengembangan kurikulum secara parsial dilakukan terhadap kompetensi. Pengembangan terhadap evaluasi dilakukan dengan memperhatikan jenis kompetensi. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan terhadap kompetensi mata pelajaran. C. 4. Pengembangan evaluasi dimuat dalam silabus D. metode dan evaluasi 6. materi.Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum . Komp. Pengembangan kurikulum dilakukan untuk menjaga agar kurikulum yang digunakan oleh madrasah selalu mengarah kepada tercapainya visi madrasah.diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Pengembangan materi dimuat dalam silabus 9. 8. pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran. Pengembangan kurikulum secara menyeluruh dilakukan jika kompetensi lulusan sudah tercapai atau ada kebijakan baru dari pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum madrasah/ sekolah 5.

Kendali Mutu Pelaksanaan KTSP di (MTs) sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya pengendalian mutu lulusan madrasah. (2) Keluasan wilayah kerjasama/kemitraan. (2) gambaran yang jelas tentang langkah-langkah mengimplementasikan KTSP yang perlu dikendalikan mutunya E. misi dan tujuan madrasah .Kerjasama/kemitraan (Implikasi KTSP) Penjalinan Kerjasama sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya kerjasama/ kemitraan untuk evaluasi dan pemutakhiran kurikulum maupun analisis kebutuhan . (3) Bentuk-bentuk kerjasama/kemitraan yang dilakukan untuk mencapai visi.

Jumlah minggu efektif tidak boleh kurang dari yang dipersyaratkan dalam Permen Diknas 22 tahun 2006. hari libur umum. • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. sehingga harus selalu diganti dalam setiap tahun • Contoh kalender pendidikan terlihat pada tabel berikut . • Kalender pendidikan memiliki masa berlaku maksimal satu tahun. jeda antar semester.BAB IX KALENDER PENDIDIKAN • Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam setiap minggu. meliputi jumlah jam untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. waktu pembelajaran efektif dan hari libur • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. ditambah dengan jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. libur akhir tahun pelajaran. minggu efektif belajar. hari libur keagamaan. termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus. • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.

2005 Jan. 2005 Des.tgl Bulan Juli 2005 Agust 2005 Sept.20 05 Okt. 2005 Nop. 2 2006 Maret 26 2006 April 52 2006 Mei UP74 2006 Juni 99 2006 Juli 2006 R13 6 8 32 9 33 10 34 LHB 11 35 UB5 9 60 UNS8 4 12 36 KTS LBH SEMESTER II 13 14 15 37 38 1 UNS8 5 16 40 62 17 41 63 64 18 42 65 90 20 44 US6 7 UN91 21 45 22 46 US6 8 23 47 US6 9 US7 0 24 48 25 49 50 LBH 39 51 UB5 UB5 5 6 UP78 UP7 9 UB5 UB5 7 8 LHB RTS6 US7 US72 US73 1 UP7 5 UP7 6 UNS8 UNS81 UNS82 UNS8 0 3 86 11 2 87 WS113 88 89 UB11 4 UN9 2 UN93 LH B 94 UB12 0 95 12 1 12 2 96 12 3 97 124 98 10 0 10 1 LS LS 10 2 LS 10 3 LS 10 4 LS 105 10 6 LS 10 7 LS 108 LS LS 10 9 LS 11 0 LS 111 LS UB11 UB1 5 16 UB11 UB11 UB119 7 8 Keteran gan Ang ka : Hari Libur Umum : Hari Efektif Sekolah LPR LS : Libur Puasa Romadhon : Libur Semester RS T UB : Rapot Tengah Semester : Ulangan Blok . 2006 1 PSB 2 PSB 3 4 PSB 5 PS B 6 PSB 7 PS B 8 PSB 9 PSB 10 11 DUS 12 DUS 13 DUS 14 15 16 PK 25 49 17 18 M1 19 M2 27 20 M3 28 21 RK 22 5 29 2 3 6 30 24 25 7 2 6 8 33 27 9 34 2 8 10 2 9 11 35 30 12 36 61 31 SEMESTER I DUS PK 12 38 62 LPR 13 LHB 14 KK LAR 15 15 39 17 40 PR 18 41 PR LIF 19 43 42 PR LIF 2 0 4 4 RST 63 21 22 45 23 46 66 47 67 75 10 0 10 1 24 48 68 76 102 LHB 50 69 28 31 32 37 UB51 UB5 2 UB5 3 UB5 4 LAR LHB LA R LIF 64 LIF 65 LIF 70 79 71 80 105 72 73 81 74 82 10 8 UB5 UB56 5 LPR LPR UB5 UB5 7 8 LP LPR R 59 LP R 60 LP R LPR 89 115 1 11 6 LH B LPR LHB LIF LIF 77 10 3 UB12 8 78 104 129 83 10 9 LS 84 110 LS 85 86 11 1 LS 11 2 LS 87 11 3 LS 88 11 4 90 91 11 7 3 27 92 11 8 4 28 UB5 3 93 11 9 5 29 UB5 4 UP7 7 94 12 1 6 30 95 12 2 7 31 96 97 UB12 3 9 8 LB H 99 UB12 4 UB1 25 12 0 UB126 UB12 7 PI PI 10 6 PI 10 7 R13 0 19 43 66 LS Peb.

.DUS KK KTS LAR LHB LIF : Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan III : Kegiatan Khusus : Kegiatan Tengah semester : Libur Awal Romadhon : Libur Hari besar : Libut Idul Fitri M PI PR PSB R RK : Masa Orientasi Sekolah : Pondok Intensif : Pondok Romadhon : Penerimaan Siswa Baru : Penyerahan Rapor Semester : Rapat Kerja UN UN S UP US WS : Ujian Nasional : Ujian Nasional Sekolah : Ujian Praktik : Uian Semester : Wisuda siswa Hari Efektif: : Semester I Semester II Jumlah Total = 130 = 124 = 254 Mengetahui Kepala Sekolah ............ 16 Juli 2005 Koordinator Kurikulum ..

sumber belajar. materi pokok/pembelajaran. sejawat. kegiatan pembelajaran.BAB X PENGEMBANGAN SILABUS A. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. 5. taat asas) antara kompetensi dasar. sosial. Silabus ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban profesional pendidik terhadap lembaga. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. emosional. teknologi. dan spiritual peserta didik. dan sistem penilaian. 2. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. peserta didik. materi pokok. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. yang semuanya itu bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. kegiatan pembelajaran. Prinsip Pengembangan Silabus 1. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. Sistematis Komponen-komponen silabus mencapai kompetensi. Memadai Cakupan indikator. Relevan Cakupan. dan peristiwa yang terjadi. indikator. kompetensi dasar. intelektual. sumber belajar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan) materi. . pengalaman belajar. dan sumber/bahan/alat belajar. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. indikator. 6. dan analisis penilaian ke dalam jenis dan alat-alat penilaian. 3. penilaian. Untuk memperjelas masalah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR-INDIKATOR ANALISIS MATERI SCOPE DAN SEQUENCE MATERI ANALISIS PROSES BELAJAR JENIS DAN BENTUK KEGIATAN BELAJAR ANALISIS PENILAIAN JENIS DAN ALAT PENILAIAN B. kedalaman. materi pokok. pengalaman belajar. alokasi waktu. Pengembangan silabus pada dasarnya merupakan upaya melakukan analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator-indikator. materi pokok. saling berhubungan secara fungsional dalam 4. dan masyarakat. analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar. pengalaman belajar. sumber belajar.

 relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. . Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. b.  kebermanfaatan bagi peserta didik. C. khususnya guru. 3. kondisi Madrasah dan lingkungannya. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.  tingkat perkembangan fisik. dan spiritual peserta didik. maka pihak Madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah tersebut. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:  potensi peserta didik. intelektual.7. pendidik.  struktur keilmuan. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar Kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.  Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. lingkungan.  relevansi dengan karakteristik daerah. a. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. 2.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah Madrasah atau beberapa Madrasah melalui kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG). afektif. D. psikomotor). kedalaman. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. emosional. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif.  Mapendais atau Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. sosial. dan  alokasi waktu. peserta didik dengan guru. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. 8. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  aktualitas. dan keluasan materi pembelajaran. sebaiknya bergabung dengan Madrasah/sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah/sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.  Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. dengan memperhatikan hal-hal berikut:  Uurutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi.

serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Misalnya. proyek dan/atau produk. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. dan budaya. dan penilaian diri. d. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. 7. yaitu kegiatan siswa dan materi. 4. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. narasumber. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. penggunaan portofolio. tingkat kesulitan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. menganalisis. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. pengamatan kinerja. pengetahuan. 5. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. keluasan.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. 6. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. mata pelajaran. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.  Penilaian menggunakan acuan kriteria. kegiatan pembelajaran. sosial. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. yang berupa media cetak dan elektronik. serta lingkungan fisik. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. satuan pendidikan. dan keterampilan. pengukuran sikap.c. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. kedalaman. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. penilaian hasil karya berupa tugas. dan indikator pencapaian kompetensi. Adapun format silabus dapat memilih salah satu dari contoh di bawah ini: . Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. alam.

. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru..... yakni penjabaran dari kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam silabus . silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran..... dikembangkan life-skills dan nilai-nilai Islam V........... : ...... Mata Pelajaran: ………………. Identitas Mata Pelajaran b.. : . Pengembangan Silabus Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tugas masing-masing guru adalah mengembangkan silabus yang sudah disepakati ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.... Instrumen..... Mata Pelajaran: ………………... Penilaian: ……………….... : ..... Kegiatan Pembelajaran: ………………............ Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Sumber Belajar Format 2 Nama Sekolah: ……………….. Standar Kompetensi : ………………... Kelas/Semester c.. dievaluasi.. Kelas/Semester: ……………… Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran/ Penglaman Belajar Alokasi Waktu Penilaian (Jenis Tagihan..... yang memuat hal-hal berikut: a..... dilaksanakan...... VI............ Materi Pokok/Pembelajaran: ……………….... III........... Kelas/Semester: ……………… I..... Alokasi Waktu: ………………... dan Contoh Soal) Sumber Belajar Format 3 Nama Sekolah: ………………. Indikator: ………………..... IV. Alat/Sumber Belajar: ………………........ II. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran)....... Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya........ dan evaluasi rencana pembelajaran............ Pada kegiatan ini hendaknya E.... Kompetensi Dasar....... F........... Indikator.... VIII. Teknik.... Alokasi Waktu d.. : ... Kompetensi Dasar : ………………. yakni ambillah kompetensi dasar yang tertuang dalam silabus e. VII. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar....Format 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran ini hendaknya dikembangka n life-skills dan nilai-nilai Islam : ..

kegiatan pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Materi Pembelajaran. . g. yakni langkah-langkah pembelajaran sebagai penjabaran dan pengembangan dari kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. h. sosial. alam. yakni uraian materi pokok/pembelajaran sebagaimana tertuang dalam silabus ke dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip relevansi. konsistensi dan adekuasi. apakah berupa media cetak dan elektronik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Alat/sumber Belajar. yakni menentukan rujukan. narasumber. sarana dan sumber belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator tersebut. atau lingkungan fisik. yakni menentukan cara penilaiannya dengan mengacu kepada indikator-indikator hasil belajar yang ditetapkan. i.f. Pada kegiatan ini guru hendaknya mengembangkan life-skills serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas dari Madrasah. dan budaya. dan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian. Kegiatan Pembelajaran.

2 .1 Menerapkan Teori Atom Mekanika Kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menggunakannya pada penentuan letak unsur dalam tabel periodik - Menjelaskan teori atom mekanika kuantum .CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas Semester : : KIMIA : XI IPA :I Standard Kompetensi : Mendiskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik atom serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. komunikasi lisan) Manakah yang mempunyai energi lebih besar. prinsip ketidakpastian dan mekanik gelombang. P dan D (kecakapan hidup meng olah data.Prinsip ketidakpastian dari Heisenberg .Bilangan kuantum dan bentuk orbital - Menentukan bilangan kuantum dan bentuk orbital S. Kulit dengan n = 4 b.UH Uraian obyektif - Tuliskan semua harga bilangan kuantum pada kulit M(n=4) Tentukan jumlah elektron maksimum dalam : a. Silabus Madrasah Cetak tanggal : : 0 26 Mei 2006 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/Uraian Materi Penilaian Pengalaman Belajar Alok asi Wak tu 3 JP Jenis Tagih an . sinar merah atau sinar biru? Jelaskan! Frekwensi cahaya terendah efek fotolistrik pada logam kalium 4. menghubung- 3 JP .Teori kuantum .UH Bentuk Tagihan Uraian obyektif Contoh Tagihan Sumber/Ba han 1.Kuis .Kuis Tuga s .Struktur atom dan SPU . Sub kulit l = 3 Buku Kimia - . (Kecakapan hidup menggali informasi.10 µ/detik Berapa energi satu foton dari cahaya ini? Buku Kimia - Menjelaskan pengertian bilang an kuantum dan bentukbentuk orbital .Mekanika gelombang - Diskusi Informasi tentang teori kuantum.

mengambil keputusan) 3 JP . aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. Gaya antar molekul (gaya Lon don.UH Uraian obyektif - Gambarkan diagram orbital untuk unsur dengan no atom 13 dan 18 Gagasan manakah yang dilanggar oleh konfigurasi elektron berikut. SF6 Buku Kimia (Ar N = 7. S = 16. Orbital dengan m = 2 - Menggunakan prinsip Aufbau. Ha 1s² 2s² 2p6 2d1 b. CCl4 c.Kuis Tuga s .Kuis Tuga s . F = 9) . (kecakapan hidup mengolah data) c.Hubungan konfigurasi elektron dgn periodik dan golongan - Menentukan unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektronnya. Pb82 1.Teori domain elek tron dan gaya antar molekul a. NH3 b. (Kecakapan hidup menghubungkan variabel.Aturan Hund . gaya Van- - Menggambarkan bentuk molekul dan senyawa. - Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elek tron . C = 6.kan variabel) Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. H = 1. Cl = 17.UH Uraian obyektif a. Teori domain elektron b.2 Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan hubungan antar molekul dengan sifatnya. 3 JP . serta beri konfigurasi yang benar : Buku Kimia - - Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik . . K19 b.Prinsip Aufbau .UH Uraian obyektif - Gambarkan bentuk molekul dari a.Azas larangan Pauli - 3 JP . AS33 c.Kuis Tuga s . K : [Kr] 3d1 Buku Kimia - Pada periode dan golongan berapa letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik? a.

(Kecakapan hidup : menggali informasi. ikat an hidrogen) Menjelaskan perbedaan sifat fisis( titik didih. Nitrogen (Mr = 28) atau Oksigen (Mr = 32) b.der Waals. mengolah data. gaya Vander Waals. ikatan hidrogen) Mengidentifikasi sifat molekul: Berdasarkan gaya antar molekul. mengidentifikasi variabel) a. titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya London. Butana atau Isobutana 3 JP Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi? Buku Kimia .

Ulang an hari .Buku Penunjang Yang releVan . .LKS Akuntansi dan sistem informa si  Definisi akuntansi Kuallitas informasi akuntansi − Mendeskriksikan . mengolah informasi.Jawaban Singkat .Uraian Bebas .Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi dapat mengubah keputusan yang menyebabkan perubahan tingkah laku! . struktur dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Jenis Tagih an Penilaian Bentuk instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu 12 x 45’  Mendefinisikan akuntansi Sumber/ Bahan dan Alat . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Rumuskan kembali definisi operasional akuntansi sesuai dengan pemahaman kamu. Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi − : : Akuntansi : XI/IPS :I : : : Menganalisis sistem informasi. dasar hukum.Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi itu relevan! Berikanlah .Kuis  makna sebagai sistem informasi dengan mengkaji sumber bahan.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Silabus Madrasah Cetak Tanggal Standart Kompetensi Kompetensi Dasar 1. dan komunikasi tertulis) .

komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .Tunjukkan perbedaan antara .  Beberapa pemakai informasi akuntansi Karakteristik pemakai informasi akuntansi.Jelaskan perbedaan antara bidang akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan! . mengambil keputusan.Uraian Bebas .Berikan gam-baran secara kronologis ten-tang proses kegiatan akuntansi! .Deskripsikan manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan eksternal! .Kuis .Bedakan karakteristik pemakai informasi internal dengan eksternal! . .  Proses kegiatan akuntansi − Mengkaji refe-rensi  Merumuskan kualitas informasi akuntansi.Ulangan . dan mempresentasikan proses akuntan-si. dan komunikasi tertulis) .Tunjukkan pemakai informasi akuntansi di-pihak ekstern dan intern.Ulangan hari . meng-olah informasi. (Kecakapan hidup: menggali informasi.Jawaban Singkat − Mengidentifikasi   Kegunaan informasi akuntansi  Bidang-bidang akuntansi  Mengidentifikasi macam-macam manfaat infor-masi akuntansi bagi pemakainya dengan mengkaji sumber bahan (Kecakapan hi-dup: menggali informasi.Unjuk Kerja  Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi setiap pemakai. memecahkan masalah.Uraian Bebas .Tugas individu .an contohnya .Jawaban Singkat . meng-olah informasi.Kuis .

bidang spesialisasi akuntansi. mengambil ke-putusan. memecahkan masalah.Ulangan hari an . .Tunjukkan sikapmu jika kamu menjadi akuntan profesional!  Profesi akuntan  Mendeskripsikan bidang garapan/ profesi akuntan  Etika profesi akuntan  Mengidentifikasi etika profesi akuntan.Mendeskripsikan bidang dan profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan.Tugas Individu .Uraian Bebas . an akuntan publik dengan akuntan swasta! .Inventori . (Kecakapan hidup: menggali informasi. meng-olah informasi. komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful