PEDOMAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN KTSP DI MADRASAH ALIYAH

3.

Oleh Tim Kanwil Depag Jatim 1. Drs. H. Roziki, MM. MBA (Pelindung) 2. Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA. (Pengarah) Drs. H. A. Husein Kurdi, M. PdI (Penanggungjawab) 4. Drs. Syairofi, M. Ed (Pelaksana) 5. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. (Staf Ahli) 6. Dra. Hj. Suti’ah, M. Pd (Anggota) 7. Drs. Sugeng Listyo Prabowo, M. Pd (Anggota)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROPINSI JAWA TIMUR 2006

CONTOH HALAMAN COVER: KURIKULUM MADRASAH ALIYAH....................

Lambang Pemda

Departemen Agama Kabupaten MA. N/S …………… Jl. ……………………….………… Telp. …………. Faks. …………..

Lambang Depag

CONTOH HALAMAN PENETAPAN PENETAPAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, maka dengan ini Kurikulum Madrasah Aliyah ................ ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 200../200..

Mendapat Pertimbangan dari Komite Madrasah ………………………… Ketua

Ditetapkan di : ........................ Pada Tanggal : …………………. 200.. Menetapkan : Kepala MA ………………………… NIP

Mengetahui: a.n. Kepala Kantor Departemen Agama Kabid Mapenda Kanwil Jatim, --------------------------------NIP. ........................... CONTOH KATA PENGANTAR: KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah ………….. Kabupaten/ Kotamadya ……… dapat terselesaikan. Tim Penyusun KTSP ini terdiri atas guru, konselor, dan kepala MA……………… yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan penyusunan KTSP ini kami melibatkan Komite Madrasah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan dokumen KTSP ini dilakukan dengan merujuk pada Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),

...... .Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah..................... Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2006... para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dalam mengembangkan kurikulum operasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan madrasah serta aktualisasi kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurukulum.....00/ED/681/2006 Tentang Pelaksanaan Standar Isi. nara sumber.............. ........... Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh guruguru Madrasah Aliyah ... Untuk itu kurikulum ini perlu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 200................. teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat.1/PP... NIP ......II. Penyusunan kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak madrasah bersama komite madrasah................ dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan digunakan oleh stakeholder lainnya dalam pembinaan penyelenggaraan pendidikan... serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ..... Kepala MA.. .....

............ Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri C.................. 3............................... Pelaksanaan Muatan Lokal . Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah…... Komponen Pendidikan Kecakapan Hidup di MA C.............. Tujuan Satuan Pendididkan Dasar .............. D........ C............... Struktur dan muatan Kurikulum .................. A....... KENAIKAN KELAS............... Mata Pelajaran Muatan Lokal ............ Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah Dan Ujian Nasional ......................... Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup di MA D............. PINDAH MADRASAH DAN KELULUSAN A. Pengaturan Beban Belajar . Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri B...... Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar D........... B.......... BAB III: STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR ...................... Ketuntasan Belajar B.................... SISTEM PENILAIAN............ PROFIL MADRASAH ALIYAH..... 1............... Penjurusan E............ Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ..... E............................................................... BAB V: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI . Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah.. B............ A.............................. B.. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar .. BAB II: STANDAR KOMPETENSI ........................... Visi & Misi Madrasah Aliyah............ Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di MA BAB VII: KETUNTASAN BELAJAR.............................. DASAR PEMIKIRAN B....................... BAB IV: PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL ........... A.................... Tujuan Madrasah Aliyah.......... PENJURUSAN.......... Konsep dan Sifat Pendidikan Kecakapan hidup B.... C........... 2....... Konsep dan Sifat Muatan Lokal ............................... A.... Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran .CONTOH SISTEMATIKA KTSP DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A............... Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran ............................. Kenaikan Kelas D.... LANDASAN C...... Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri BAB VI: PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) A................................................................ Pindah Madrasah F............ D...... Sistem Penilaian C...

BAB VIII: REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan D. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum E. Kerjasama/Kemitraan (Implikasi KTSP) BAB IX: KALENDER PENDIDIKAN BAB X: SILABUS dan RPP . Tinjauan Kurikulum B.

.. kondisi dan potensi daerah.. kompetensi lulusan. Misalnya sebagai contoh berikut: Madrasah X merupakan . pembiayaan dan penilaian pendidikan.. sarana dan prasarana. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi Madrasah dalam mengembangkan kurikulum.. tenaga kependidikan... Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. (2) Kesesuaian KTSP dengan kekhasan.... sosial budaya masyarakat. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.BAB I PENDAHULUAN A... Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah X dinyatakan tercapai apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan.. sosial budaya masyarakat. serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. DASAR PEMIKIRAN Dasar Pemikiran penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya berisi tentang : (1) KTSP dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan nasional.(kondisi madarsah X) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. (2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global... serta kesesuaiannya dengan kekhasan.. Tujuan tertentu ini adalah tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan atau standar-standar yang lebih operasional... kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik. pengelolaan. (3) Prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah... Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.. kebutuhan dan potensi tersebut.... KTSP ini disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan berbagai karakteristik.. (4) KTSP mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.. dan (3) melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri B. Landasan: Landasan penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya menunjukkan: (1) Ada undang-undang yang jelas sebagai acuan dalam . proses. kondisi dan potensi daerah. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik agar dapat diterima untuk: (1) memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global... Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut.

penyusunan KTSP. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab V (Standar Kompetensi Lulusan) pasal 26. Tentang Pelaksanaan Standar Isi. kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar Madrasah .00/ED/681/2006 tanggal 1 Agustus 2006. sehingga Madrasah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. dan Pasal 49 Ayat 1 (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 4. era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. C. sebagaimana tertuang dalam UU No. Rumusan tujuan pendidikan menengah dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah no.II. Profil Madrasah Aliyah Profil Madrasah Aliyah (MA) setidak-tidaknya berisi: (1) tujuan pendidikan menengah. dan (3) tujuan MA. Dalam menentukan visi perlu memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 18 ayat (3). Visi Madrasah Aliyah menunjukkan gambaran MA di masa yang akan datang (jangka panjang) yang diinginkan. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar neger 3. sehingga jelas apa yang dicita-citakan. (2) Ada PP & Permendiknas yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. Rumusan visi menggunakan kalimat keadaan dan perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikatornya. perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. Contoh : (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1 & 2. era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan Madrasah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. 2. dan juga tertuang dalam buku panduan penyusunan KTSP dari BSNP. (2) visi dan misi MA. (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. karena MA merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah. Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 1 & 2. 5. era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. (6) Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. (4) Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas nomor: 22 dan 23. antara lain: 1.1/PP. (3) Ada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP.

sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan dan sebagainya. Berorientasi ke masa depan. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. Adapun rumusan visi yang baik setidak-tidaknya memberikan isyarat: 1. 6. pengetahuan. 4. yaitu satu siklus pendidikan di MA. Sebaiknya tujuan itu dikaitkan dengan siklus program MA. selanjutnya perlu dirumuskan tujuan MA. semangat dan komitmen warga. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi dengan berbagai indikatornya. 3. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan Madrasah. Jika itu dianggap terlalu pendek dapat juga untuk 2 siklus program MA yang berarti 6 tahun. misalnya untuk jangka 3 tahunan. 5. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif.untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Bertolak dari visi dan misi. untuk jangka waktu yang lama 2. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3 tahun dapat berwujud sebagian dari visi (tidak seluruhnya). Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan Madrasah ke arah yang lebih baik. 6. Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. visi dan misi. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” Madrasah luar negeri di kota besar di Indonesia. 7. bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. sedangkan tujuan MA dikaitkan dengan jangka waktu menengah. serta 8. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. . Rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”. sehingga Madrasah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. serta tujuan MA adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Menengah Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Misi merupakan tindakan/ upaya untuk mewujudkan visi MA yang telah ditetapkan tersebut. Contoh-contoh rumusan tujuan pendidikan dasar. kewajiban. Visi dan misi terkait dengan jangka waktu yang sangat panjang.

ahklak mulia. Unggul dalam prestasi kesenian. 7. sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal. . 8. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif. Menciptakan lingkungan Madrasah yang sehat. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS 3.kepribadian. Tujuan MA 3. 2. 3. • Misi 1. Unggul dalam prestasi olahraga. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 6. bersih dan indah 5. Visi dan Misi MA • Visi UPRES BERIMTAQ (Unggul Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa) Indikator-Indikatornya adalah: 1. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam. Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 3.2 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kepedulian warga Madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan Madrasah dari pada sebelumnya. Unggul dalam prestasi Bahasa Arab 4. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga Madrasah baik dalam prestasi akademik maupun non akademik 4. 6. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya. Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris.1 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kualitas sikap dan amaliah keagamaan Islam warga Madrasah dari pada sebelumnya. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliah keagamaan Islam 2. sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. sesuai dengan potensi yang dimiliki 3. 5. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah dan Komite Madrasah.

bakat dan kemampuan terhadap Bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat dari sebelumnya. para siswa yang memiliki minat. memiliki tim olahraga minimal 3 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat Propinsi. 3. 3.5 Pada tahun 2009.4 Pada tahun 2009.7 Pada tahun 2010.5 dari standar yang ada. terjadi peningkatan skor UNAS minimal rata-rata +1.6 Pada tahun 2010. .3. memiliki tim kesenian yang mampu tampil minimal pada acara setingkat Kabupaten/Kota. 3. terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/ prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik. 3. dan mampu menjadi MC dan berpidato dengan 2 bahasa tersebut.3 Pada tahun 2008.

Standar kompetensi lulusan (SKL) MA diadopsi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen Diknas) Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.00/ED/681/2006 tentang pelaksanaan standar isi. peserta didik) dan penyediaan sumberdaya lainnya (seperti sarana/prasarana. MA perlu memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. Namun demikian. (3) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran. sehingga masing-masing MA cukup mengacu pada Permendiknas tersebut. (2) menganalisis kondisi yang ada di Madrasahnya. (2) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. anggaran dan lain-lain). SKL ini dipandang sudah cukup ideal. (4) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran. dan (3) menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan . sarana prasarana. Adapun standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 22/2006 tentang Standar Isi. ketika hendak menyusun KTSP. pendidik dan tenaga kependidikan. Atas dasar itulah. Di samping itu. yang disebabkan karena perbedaan tingkat kesiapan dalam hal sumberdaya manusia yang memadai (seperti guru dan tenaga kependidikan lainnya. masing-masing MA perlu melakukan analisis konteks dengan cara: (1) mengidentifikasi standar isi dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. terutama SKL-MP serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran tersebut. Karena itu. dalam realitasnya kondisi MA itu sangat bervariasi terutama jika dilihat dari aspek kemampuannya dalam mencapai SKL. dan (5) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. maka MA dapat mengembangkan standar tersebut baik pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) maupun standar isi (SK & KD) mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam Permen Diknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tersebut. biaya. bahwa Madrasah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dengan melakukan inovasi dan akselerasi. yang meliputi peserta didik.1/PP.II.BAB II STANDAR KOMPETENSI Pada bab ini setidak-tidaknya berisi tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. dan program-program. Demikian pula standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SK-KMP) cukup mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. apalagi pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang merupakan ciri khas dari Madrasah.

3. sehingga dituntut untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar isi. sehingga dituntut untuk memenuhi standar isi agar berada sama/sejajar dengan standar yang ada. yaitu: 1. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) sudah berada di atas standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). terutama SKL-MP serta SK & KD (standar isi) mata pelajaran dan implikasinya dapat dipetakan ke dalam tiga kategori. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih berada di bawah standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). 2. Mapendais Depag/Dinas pendidikan. sehingga dituntut untuk meningkatkannya dengan standar yang lebih tinggi. Kondisi riil MA dalam pencapaian SKL. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih sama atau sejajar dengan stadar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). sumber daya alam dan sosial budaya.lingkungan sekitar: Komite Madrasah. dewan pendidikan. Ketiga kondisi MTs tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut: Berada di bawah Standar Memenuhi standar KONDISI RIIL KEMAMPUAN MTs DALAM PENCAPAIAN SKL-MP DAN STANDAR ISI Berada sama/ sejajar dengan standar Memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar Berada di atas standar Meningkatkan dengan standar yang lebih tinggi .

meningkatkan kreativitas guru. Learner Centered Design. Subject Centered Design. (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat. Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif. mendayagunakan perpustakaan secara optimal. jumlah dan kualitas ruang kelas. dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya. terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. PKG atau lainnya. (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutanurutan pembahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran. bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar. (3) mendayagunakan sumber-sumber pendidikan secara optimal. (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) masing-masing mata pelajaran. (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi. maka kepala Madrasah perlu memberikan pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut: (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelligence. Bagi MA yang berada di atas standar.Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL. perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelompok Kerja Madrasah) atau dengan SMP lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP. . dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional. (5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan. (2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah. jumlah dan kualitas buku pelajaran. (5) mengembangkan program pembelajaran akselerasi. Karena itu. 2.

kritis.3. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. SKL tersebut diambil dari Permen Diknas No. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya . Problem Centered Design. kritis. ras. golongan sosial ekonomi dalam lingkup global suku. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Memanfaatkan bertanggung jawab 13. bangsa. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. sosial Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan lingkungan secara produktif dan 12. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. Menghargai keberagaman agama. dan pekerjaannya 4. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. kreatif. berbangsa. perbuatan. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. kreatif. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isuisu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. 6. 1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. dan inovatif 7. Berikut ini dikemukakan contoh-contoh implementasinya: STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MADRASAH ALIYAH Bagian ini menyajikan tentang Standar Kompetensi Lulusan MA (SKL). 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. dan A. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri mengembangkan budaya belajar 9.

Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. serta kebersihan lingkungan 18. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 1. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. Menjaga kesehatan dan keamanan jasmani. Menghargai keberagaman agama. 1. Estetika. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Agama Dan Akhlak Mulia 1. 3. dan budaya dalam tatanan global 3. Agama dan Akhlak Mulia. 5. Jasmani. menulis. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. golongan sosial ekonomi. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. Olah Raga. Kewarganegaraan dan Kepribadian. 4. kebugaran Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. bangsa. Menunjukkan keterampilan menyimak. Mengapresiasi karya seni dan budaya karya kreatif. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat B. baik individual diri.15. mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini. suku. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. membaca. dan Kesehatan Baik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah. ras. 2. . maupun 16. Menghasilkan kelompok 17.

Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab 2. dan pekerjaannya 8. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. 11. Menghargai keberagaman agama. Menghargai adanya terhadap orang lain perbedaan pendapat dan berempati 6. mengembangkan budaya belajar 9. berbangsa. Menjaga kebersihan. hukum dan perundangan 3. baik individual maupun kelompok Menjaga kesehatan. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. dan budaya dalam tatanan global 4. suku. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri 10. perbuatan. ras.5. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. dan kebugaran jasmani untuk 12. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain . Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. bangsa. ketahanan. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan jawab bertanggung 5. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Berkarya secara kreatif. kesehatan. golongan sosial ekonomi. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Jasamani. Olah Raga dan Kesehatan Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 C. demikian pula jika menulis Standar Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Madrasah 1. Memahami ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SKL-MP dapat meningkatkan SKL-MP tersebut. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. tabzir dan fitnah Standar Madrasah 1 Diisi dengan SKL-MP pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . SKL-MP PAI (Semua Program) Standar Kompetensi 1. Bagi madrasah yang lebih rendah dan sejajar dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SKL-MP dari Permen 23 tahun 2006. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Estetika Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 5. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 4. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Madrasah 1 harus menampilkan SKL-MP yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. dan seterusnya. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. Perubahan/ Pengembangan SKL-MP tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SKLMP yang pertama. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika 3.15. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. 1. Standar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SKL-MP yang kedua. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) SKL-MP diambil dari Permen 23 tahun 2006.

Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia 2.4. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. SKL-MP Kewarganegaraan (Semua Program) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 3. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 4. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .

SKL-MP Bahasa Inggris (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 6. SKL-MP Matematika (Program IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . SKL-MP Bahasa Inggris (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 7.5. SKL-MP Matematika (Program IPA) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 8.

7. tabi’in dan tabi’it tabi’in. DJ. 6. Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. Mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam dan fungsi hadits tehadap Al-Qur’an. Mengetahui macam-macam hadits dha’if dan pendapat para ulama dalam mengamalkan hadits dha’if. sunah. Mengetahui sejarah pentakhrij hadits yang terkenal sebagai imam madzhab dan pentakhrij haditsyang terkenal sebagai perawi hadits. Mengetahui tahammulul hadits (cara menerima dan menyampaikan hadits) dan kelayakan untuk menerima atau menyampaikan hadits. sampai abad X H. 2. Demikian seterusnya. SKL-MP Matematika (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 10. .00/ED/681/2006) 3. Mengetahui ilmu jarh dan ta’dil serta kegunaannya.. 8. Mengetahui sahabat.1/PP. dan mengetahui pembagiannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas rawi. SKL-MP Ilmu Hadits (Program Keagamaan) Standar Kompetensi 1.II. 5.9. 9. Mengetahui hadits qudsi dan hadits marfu’ serta mengetahui perbedaan antara hadits qudsi dengan Al-Qur’an. 4. Memahami arti hadits.. Mengetahui perkembangan hadits dari zaman Rasulullah saw.

Al-Qur’an dan Hadits KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) . demikian pula jika menulis Kompetensi Dasar Madrasah 2 maka harus menampilkan Kompetensi Dasar Madrasah 2. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/ KD tersebut. Bagi madrasah yang lebih rendah dan mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006. Perubahan/ pengembangan dapat dilakukan sebagaimana telah dijelaskan di atas. Demikian pula dalam melakukan pengembangan KD. Perubahan/ Pengembangan KD tersebut dimasukkan dalam kolom Kompetensi Dasar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan KD yang pertama. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Kompetensi Dasar Madrasah 1 harus menampilkan Kompetensi Dasar yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Standar Kompetensi Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SK yang kedua. di Madrasah A hanya memiliki jurusan IPA dan IPS saja. maka kurikulum madrasah A tidak perlu mencantumkan SK dan KD untuk Jurusan Bahasa 1. Kompetensi Dasar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan KD yang kedua. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Kompetensi Madrasah 1 harus menampilkan Standar Kompetensi yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. dan seterusnya. demikian pula jika menulis Standar Kompetensi Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Kompetensi Madrasah 1.D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditampilkan dalam kurikulum hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang ada jurusannya di madrasah/ sekolah saja. Perubahan/ Pengembangan SK tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Kompetensi Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SK yang pertama. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan seterusnya. Misalnya.

2. SKX. AzZariyat.2.X 1 SKX. 30. 56 dan An Nahl : 78. Mem baca QS Al An’am. Az-Zariyat. 2. .162-163 1. Al-Mukminun. Membaca QS AlBaqarah. 56 dan An Nahl : 78 Menyebutk an arti QS AlBaqarah. M emahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Al-Mukminun. Meny ebutkan arti QS Al An’am.1AQ.1 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. 1214. 12-14. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) 1.162-163 dan AlBayyinah.1AQ. 56 dan An Nahl : 78. 2.30. AzZariyat. Menampilka n perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah.1. 30.3. 5. 12-14. AlMukminun. Men ampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am.3. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) 1.2 2. 162163 dan AlBayyinah.1. 2. 5.

1 Menggunakan aturan pangkat.3 Menampilka n perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159.. Dan seterusnya. dan logaritma . akar.1 Aljabar 1. 159 dan QS Asy Syura. 38 dalam kehidupan sehari-hari.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat.. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. 3. dan QS Asy Syura. 2. dan logaritma 1. 3.1MT. 5. 38. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi 3.1 Membaca QS Ali Imran.2 Menyebutk an arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura. 38. X 2 SKX. akar.2AQ. dan logaritma 1. akar.dan AlBayyinah. MATEMATIKA KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembangan (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) X 1 SKX.1 3.

1MT.3 Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat 2.SKX.2 2. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi.4 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksama an kuadrat 2.2 Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat 2.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya .1 Memahami konsep fungsi 2.

SKX.1MT.3

3. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksama an satu variabel

3.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel 3.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear 3.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaa n satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar 3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaa n satu variabel

3.6 Menyelesaikan
model matematika dari masalah

yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya

Dan seterusnya.... E. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah Diagram pencapaian kompetensi lulusan MA, digunakan untuk memberikan orientasi secara cepat kepada pembaca dan pengguna kurikulum berkaitan dengan posisi KD, SK, SKL-MP, SKKMP sampai dengan SKL. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk mempetakan posisi muatan mata pelajaran sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 7. Diagaram pencapaian kompetensi lulusan madarsah ibtidaiyah sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah menggambarkan hubungan yang logis dan terarah, (2) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah mudah difahami oleh pembaca; (3) Menggambarkan seluruh mata pelajaran, pengembangan diri, pendidikan vocasional dan muatan lokal, (4) Menggambarkan muatan kelompok mata pelajaran; (5) Menggambarkan wilayah internalisasi life skil; (6) Menggambarkan keterkaitan antara pencapaian kompetensi lulusan dengan pencapaian visi madrasah Pembuatan diagram ini akan menjadi lebih mudah jika setiap SK dan KD sebagai kompetensi terkecil dalam KTSP dilakukan pengkodean, serta pemberian garis dan warna yang berbeda dalam setiap kelompok Mata Pelajaran.

KLAS X

KLAS XI

KLAS XII

SK-X.1,2-AQ.1,2 SK-X.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-X.1,2-FQ.1 SK-X.1,2-TK.1 SK-X.1,2-KW.1,2,3 SK-X.1,2-BI.1s/d 8 SK-X.1,2-BR.1s/d 6 SK-X.1,2-SE.1A SK-X.1,2-MT.1s/d 3 SK-X.1,2-FI.1As/d 4A SK-X.1,2-BO.1As/d 2A SK-X.1,2-KI.1As/d 2A SK-X.1,2-TI.1 s/d 3

SK-XI.1,2-AQ.1 SK-XI.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-XI.1,2-FQ.1,2 SK-XI.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2,3 SK-XI.1,2-BI.1s/d 8 SK-XI.1,2-BR.1s/d 6 SK-XI.1,2-SE.1A SK-XI.1,2-MT.1As/d 3A SK-XI.1,2-FI.1As/d 2A SK-XI.1,2-BO.1As/d 3A SK-XI.1,2-KI.1As/d 3A SK-XI.1,2-TI.1

SK-XII.1,2-AQ.1,2 SK-XII.1,2-QD.1 SK-XII.1,2-AK.1,2 SK-XII.1,2-FQ.1 SK-XII.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2 SK-XII.1,2-BI.1s/d 8

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN PENDIDIKAN AGAMA
SKEL-PAI

B

SKEL-KWB
SK-XII.1,2-BR.1s/d 6 SK-XII.1,2-SE.1A SK-XII.1,2-MT.1As/d 3A SK-XII.1,2-FI.1As/d 2A SK-XII.1,2-BO.1As/d 3A SK-XII.1,2-KI.1As/d 3A SK-XII.1,2-TI.1

KOMPETENSI LULUSAN

SKEL-TEK

A
SKEL-EST SKEL-POK

SK-X.1,2-SB.1As/d 2A SK-X.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XI.1,2-SB.1As/d 2A SK-XI.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XII.1,2-SB.1As/d 3A SK-XII.1,2-PO.1 s/d 7

INTERNALISASI LIFE SKILL DAN NILAI-NILAI AGAMA

2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.2-PD.1.1 s/d 3 SK-XII.1.BK 1 s/d 2 B A SK-X.1 s/d 6 SK-X.BK.1.2-VTO.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.BK.1 s/d 6 .1.1 SK-X.2-BA.1 MUATAN LOKAL SK-X.1.2-PD.1.2-VTO.2-BA.2-BA.1 s/d 6 SK-X.1.2-PD.1.

2-FQ.1.2-FQ.2-KI.2-QD.1. MP KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN SK-X.1.2-SB.2-BO.1.1.2 SK-XII.2-AK.2-AQ.1.1As/d 3A SK-XI.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1.1.2-PO.1.1As/d 3A SK-XI.1A SK-X.1.1.1.2-SE.2-SE.1 SK-X.1 SK-XII.1.2-BI.1.1.2-KI.1As/d 2A SK-X.2-SB.1As/d 4A SK-X.2 SK-XII.1.2 SK-XI.1 SK-X.2-MT.2-TI.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1.1 SK-X.1s/d 6 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1.2-TK.1 SK-XII.2.1s/d 6 SK-XII.1.1.1As/d 2A SK-XII.1.2-PO.1 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1As/d 2A SK-X.1.1As/d 2A SK-X.1.1s/d 8 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1.1.2-TK.1.1.1A SK-XI.1.2 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2-BO.1 s/d 3 SK-XI.1A SK-XII.1.1.1s/d 6 SK-X.2-BR.2-SE.1.1.2-SB.1s/d 8 SK-X.2-FI.2-KI.1.1.2-MT.2-AQ.2-MT.1 SK-XII.1.2.2-KW.2-TI.1 s/d 7 SK-XI.2-QD.2-BR.1.2-FI.1.1.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1s/d 3 SK-X.1.1.2-FI.2-BI.1As/d 2A SK-XI.2-TK.1 s/d 7 SK-XII.1.3 SK-X.1As/d 3A SK-XII.2-QD.1.1.1.1.1.3 SK-XI.1.1.2-AQ.1 s/d 7 .1.1.2-BR.2-AK.2-TI.2-KW.2-BO.2 SK-X.2-KW.1As/d 2A SK-XI.2-AK.2-BI.2-PO.1.2-FQ.2 SK-X.1 SK-XI.1.1.1 SK-XI.1.2 SK-XII.1.1 SK-X.

1 SK-X.2-BA.1 s/d 6 SK-X.1 A MUATAN LOKAL SK-X.2-PD.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.BK.2-PD.2-BA.1 s/d 6 .1 s/d 3 SK-XII.BK.1.2-VTO.1.2-PD.2-BA.1.1.1.1 s/d 6 SK-X.2-VTO.1.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI. .2-VTO.BK 1 s/d 2 SK-X.1.

1s/d 6 SK-XII.2-BO.1.2.1.1.1.2-BR.1.1As/d 3A SK-XI.1.2-TK.1s/d 8 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1.2-KW.2-TI.2-TK.2-AQ.1.1.1.2-FQ.1.1 SK-XII.1.2-AK.1 s/d 7 SK-XII.1.1 SK-XI.1As/d 2A SK-X.1 s/d 3 SK-XI.1.1s/d 8 SK-X.1A SK-XII.1.2-AK.1 SK-X.1.1 SK-XII.2-BR.1.1.2-KI. MP ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SK-X.1.1s/d 6 SK-X.1As/d 2A SK-XII.1.1As/d 3A SK-XII.1.2-AQ.1As/d 2A SK-XI.1A SK-X.1.2 SK-XI.1.1s/d 3 SK-X.1.2 SK-X.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A B SK-X.1.1.2-KW.1.2-BO.1.1 SK-X.1.1.2-BI.2 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1.2-SE.1s/d 6 SK-XI.2-QD.1 SK-XII.2-SE.2-FI.1As/d 2A SK-X.2 SK-XII.1A SK-XI.1 SK-XI.1.1.2-MT.2-KI.2-SB.2 SK-XII.1.1.1.2 SK-X.1.1 s/d 7 SKEL-EST SKEL-POK .2-KW.1 SK-XI.2 SK-XII.2-BO.1.2-FI.1.2-FQ.1 SK-X.2-BI.1As/d 2A SK-X.1.2-SE.2-BI.1.2-SB.1.2-PO.1As/d 3A SK-XII.1.1.3 SK-XI.2-AK.1.2-TI.1 SK-X.1.2.2-BR.2-MT.1As/d 3A SK-XII.2-PO.2-MT.1.2-AQ.2-QD.1.1.2-TK.1.1.2-KI.2-TI.2-PO.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.3 SK-X.1 s/d 7 SK-XI.2-FI.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.2-QD.1.1.1As/d 4A SK-X.1.2-FQ.2-SB.1As/d 3A SK-XII.1As/d 2A SK-XI.1.1.

2-BA.1 s/d 6 .2-PD.2-BA.1.1 SK-X.2-VTO.BK 1 s/d 2 SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI B SK-X.1.1 s/d 3 SK-XII.2-VTO.1.1.1 s/d 6 SK-X.1 A MUATAN LOKAL SK-X.2-PD.BK.1.1.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-BA.1 s/d 6 SK-X.BK.2-VTO.1.1.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-PD.

2-MT.2-TI.1As/d 3A SK-XI.2-QD.1.1As/d 4A SK-X.2 SK-XI.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1.1.1s/d 6 SK-XI.1.1.2-SB.1.1.1 SK-XII.1 SK-XI.1A SK-XII.1.2-MT.1 SK-X.1.2-BO.1A SK-X.1 s/d 7 SK-XI.1.1s/d 6 SK-X.2 SK-X.1.2-AQ.2-KW.1.1As/d 2A SK-X.1 SK-XII.2-SB.2-BR.2 SK-XII.2-KI.1.1.2-FI.1.2-FI.1 s/d 3 SK-XI.1A SK-XI.2-BR.2-BI.1 SK-X.2-FQ.1As/d 3A SK-XII.1As/d 2A SK-XII.2-FQ.1.1.1 SK-XII.1.2-AK.2-AK.1.2-AK.1 s/d 7 SK-XII.1.2-TI.2-SB.2-SE.2-AQ.1.1.1.1.1.1 SK-XI.2-MT.2.3 SK-XI.2-PO.1As/d 3A SK-XII.1. MP ESTETIKA SK-X.1.1.1.1As/d 2A SK-XI.2-BI.1.2-TK.1.1.2-KI.1.2-BO.1.1.2-TK.1.2-FQ.1.1.1.3 SK-X.1.2-KW.1.2.1As/d 2A SK-X.2-BI.1As/d 3A SK-XI.1.1.2 SK-XII.1.1.2-SE.2-FI.1.2-KI.1.2-TK.1s/d 8 SK-X.2 SK-X.1 SK-X.1 s/d 7 .1.2-BR.1As/d 2A SK-X.1As/d 3A SK-XII.1 SK-X.1s/d 8 SK-XI.1s/d 6 SK-XII.2-QD.1.1.2-QD.1.1.2 SK-XI.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1s/d 3 SK-X.1s/d 8 SKEL-PAI B SKEL-KWB SK-XII.1.2-TI.1As/d 3A SK-XI.2-AQ.2-BO.2-SE.2-PO.2-PO.1.1.1 SK-XI.1As/d 2A SK-XI.2-KW.2 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.1.

1.2-PD.1.1 s/d 6 .1 s/d 6 SK-X.1.BK.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-PD.2-BA.BK 1 s/d 2 SK-X.2-VTO.1.BK.1.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 3 SK-XII.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-VTO.2-BA.2-VTO.2-BA.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-PD.1 s/d 6 SK-X.1 SK-X.1.1.

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL. MP JASMANI. OLAH RAGA DAN KESEHATAN .

2-FQ.1.2-AK.1.1.2-KI.2-KI.2-BI.2-MT.1.1.2-QD.1.2-SB.1 SK-XII.1.1.1 s/d 7 .1.1.3 SK-X.1.1.1s/d 8 SK-XI.1.1As/d 2A SK-X.1.2-BI.2-BI.1.2-AQ.1s/d 6 SK-XII.1.2-QD.1.1As/d 3A SK-XI.1 SK-XI.2-KW.2-FI.3 SK-XI.2-FI.2-MT.1As/d 3A SK-XII.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1.1 s/d 3 SK-XI.1.1.1s/d 6 SK-XI.1As/d 2A SK-X.2.2-AQ.1 SK-X.2-QD.2-TK.1.1As/d 2A SK-XI.1.1 SK-X.1.2-PO.1.2-TI.2-FQ.1.1 SK-XII.2 SK-XI.1 s/d 7 SK-XI.1.1As/d 2A SK-XI.1.2-AK.2-PO.2-SB.1.1.1.2-SE.1.1 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2-SB.1As/d 3A SK-XII.1.1As/d 2A SK-XII.1s/d 6 SK-X.2-TK.1.1s/d 3 SK-X.1s/d 8 SK-X.2 SK-XII.1.2-AK.2 SK-XII.2-KI.1.1 SK-XI.1 SK-X.2-BR.2-AQ.1.1A SK-X.2-BR.1.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A A SKEL-EST SKEL-POK B SK-X.2-FI.1As/d 3A SK-XI.1.2-SE.1.2-SE.1.1As/d 3A SK-XI.2-BO.1 s/d 7 SK-XII.1.1 SK-XII.2-TK.1.1A SK-XII.2.2-PO.2-KW.1.1As/d 3A SK-XII.2-BR.KLAS X KLAS XI KLAS XII SK-X.1.2 SK-X.1.1.1.2-KW.2-BO.1.1.1A SK-XI.1 SK-X.2 SK-X.1.2 SK-XII.2-BO.1.1.1.1As/d 2A SK-X.2-TI.2-TI.2-FQ.2-MT.1.1.1.2 SK-XI.1As/d 4A SK-X.

2-VTO.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X. Bahasa dan Keagamaan dapat dikembangkan sendiri oleh madrasah/ sekolah .2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1.BK.2-PD.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1.1 s/d 3 SK-XII.2-PD.1 SK-X.BK 1 s/d 2 SK-X.2-VTO.1.2-BA.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-BA.1 s/d 6 SK-X.1 s/d 6 Diagram pencapaian lulusan dan peta muatan kelompok mata pelajaran untuk jurusan IPS.1.BK.1.1.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.2-PD.2-BA.1.1.1.

masuk jam 6. khusus untuk MA. sehingga total sebanyak 43 jam pelajaran. dan (4) Program Keagamaan.30 pada hari Senin.00. (3) Program Bahasa. Demikian pula dengan jumlah beban belajar dalam tiap semester. dengan lama jam pelajaran 45 menit/ jam pelajaran.30 dan pulang jam 13.00. Kamis. hari Jumat 5 jam pelajaran dan hari Sabtu 6 jam pelajaran. Madrasah/ sekolah disarankan untuk mengembangkan struktur dan beban belajar tersebut. Perubahan dan penambahan struktur kurikulum dan beban belajar hendaknya dapat diidentifikasi. Perubahan pada jam pelajaran tetap mencantumkan beban belajar minimal yang dipersyaratkan oleh Permen 22 tahun 2006. Kemudian pada hari Jumat. Selasa. juga sekurangkurangnya sesuai dengan jumlah beban belajar sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengorganisasian kelas-kelas pada MA/ SMA dibagi ke dalam dua kelompok. Namun demikian jika sumberdaya yang ada di Madrasah tersebut mampu melaksanakan lebih dari 43 jam pelajaran per minggu juga dipersilahkan. Sedangkan pada hari Sabtu masuk jam 6.30 dan pulang jam 11. Rabu. Kamis dilaksanakan sebanyak 8 jam pelajaran. Penambahan beban belajar diperhitungkan dengan mendasarkan jumlah jam madrasah/ sekolah tiap minggu dan jumlah minggu efektif setiap semester. Secara umum madrasah-madrasah/ sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menerapkan beban belajar sebesar 43 jam pelajaran dengan rincian masuk jam 6. Selasa. Kelebihan jam pelajaran sebanyak 4 jam-5 jam pelajaran tersebut dapat ditambahkan pada mata pelajaran yang ingin dikembangkan oleh madrasah/ sekolah. Struktur kurikulum tersebut sebagaimana dalam tabel berikut Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas Kelas X . Perubahan/ pengembangan struktur kurikulum dapat dilakukan dengan cara menambah mata pelajaran yang ada di madrasah/ sekolah.BAB III STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR Struktur Kurikulum yang digunakan di Madrasah/ Sekolah harus merujuk pada Permen Diknas no 22 tahun 2006. Sedangkan perubahan/ penambahan beban belajar dimungkinkan dengan merubah/ mengembangkan alokasi waktu yang ada. Madrasah/ sekolah sekurang-kurangnya harus terdiri dari 16 mata pelajaran dan program pengembangan diri. Rabu. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk hari Senin.30 pulang jam 12. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik.

Seni Budaya 13. Sejarah 10. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 5. Geografi 11. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Kaligrafi (keterampilan) B. 4. Sosiologi 13. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Matematika 15. Kimia 9. Fisika 7. Biologi 8. 6. Muatan Lokal C. Ekonomi 12. Bahasa Arab (penambahan) 6. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 2. Olahraga dan Kesehatan 14.Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Jasmani. Sejarah 10. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Keterampilan/ Bahasa Arab B. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C. Seni Budaya 11. Bahasa Indonesia 4. Kimia 8. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 12. Matematika 6.A. Fisika 7. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 13. Biologi 9. Pendidikan Agama 2. Bahasa Inggris 5.

Sosiologi 10. Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Agama 2. Keterampilan/Bahasa Asing B. Ekonomi 9. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Pendidikan Jasmani. Pendidikan Kewarganegaraan 3.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Matematika 6. Bahasa Inggris 5. Mata Pelajaran 1. Seni Budaya 11. Sejarah 7. Muatan Lokal C. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 12. Geografi 8.

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 10. Muatan Lokal C. 9. 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. 12. 2. 4. 11. 5. 8.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen A. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 3. Keterampilan B. 7.

13. Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 11. Muatan Lokal C.Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen A. Pengembangan Diri Jumlah (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam 10. 12. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab (perubahan) B.

2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

misi dan tujuan madrasah. (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah. keterampilan dalam bidang TI.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 2. sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran. SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan. dan bercerita 2. potensi daerah dan madrasah. (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan. standar kompetensi dan kompetensi dasar. (2) Macammacam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas. BAHASA DAERAH (JAWA) Standar Kompetensi Mendengarkan 1. (5) Ada kejelasan rumusan SKL. artikel.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita. baik bahasa daerah maupun bahasa asing. atau bentuk keterampilan tepat guna yang lain. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung 1.BAB IV MUATAN LOKAL Muatan Lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi MA sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif. (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya Muatan lokal disajikan daam bentuk mata pelajaran. dan informasi melalui kegiatan berkenalan. Mengungkapkan pikiran.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman Berbicara 2. (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut.. Pengembangan Muatan lokal sekurang-kurangnya menunjukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi. Muatan lokal bisa berbentuk keterampilan bahasa. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. perasaan. majalah atau buku berbahasa Jawa/Madura) Kompetensi Dasar . berdiskusi.

Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca 3.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui .2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Menulis 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif. ekspositif) 4.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa Jawa/Madura Membaca 3.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 4. Memahami langgam.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 4.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6. deskriptif. kidungan yang disampaikan secara langsung/tidak langsung 5.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif Mendengarkan 5. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman Berbicara 6.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1.2 Mengungkapkan isi suatu langgam. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 5.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu langgam.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (150 kata/menit) 3.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 2. Membahas cerita cekak melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6.Standar Kompetensi Mendengarkan 1.

Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca Cerita cekak 7. dan ritma 8. irama. dan perasaan melalui kegiatan menulis 8.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman kegiatan diskusi Membaca 7. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerita cekak dengan kehidupan sehari-hari Menulis 8. tekanan.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. irama.1 Membacakan cerita cekak dengan lafal. dan ritma .1 Menulis dengan memperhatikan bait.2 Menulis dengan memperhatikan bait.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. Mengungkapkan pikiran. nada. dan intonasi yang tepat 7.

Two Tasks which related to Simple Present and Present Cont. A task that explore the use of WH – question. SS read the explanation. SS do the task. SS complete an in complete dialog using appropriate expressions of asking for and giving directions. SS answer and discuss the questions with friends. Lessons Lesson – 1 : Dinning − Chinese food. Lesson – 2 : Language Focus : − Yes/No – questions. SS are able to explain the varieties of dishes of fruits. − − − SS are familiar with ways of asking for and giving directions. SS describe the topics their friends. − − − Lesson – 4 : Language Focus : Simple Present and Present Continous. SS answer and discuss the questions with friends. − The varieties of dishes of fruits. SS read the note. SS do the task. Lesson – 3 : What to get (Gifts). SS understand the use of Yes/No questions and WH – questions. − − − − − − − − − − − A written explanation on the forms and used of Yes/No questions. SS are able to mention the price correctly. Lesson – 5 : Transportation : Asking for and Giving Directions. . A dialog.SYLABUS AND EVALUATION SYSTEM (of Muatan Lokal) Book Drade Unit Basic Competency : : : : Brochures of Tourism X 1 (Essential Information for Foreign Visitors) Communicating fluently and accurately in oral using proper of language in an interractional text and/or monologue especially connecting with tourism contexts Learning Material Topics of discussion about : − Some question on foods. − − − Indicator Of Target SS know information about foods among countries. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. Some notes on how to ask for and give directions. − Some tasks related to topic. − WH – questions. SS know information about many kinds of gifts. SS do the task. An incomplete dialog. Some task related to the price of gifts. SS practice the dialog in pairs. SS understanding the use of Simple Present and Present Continous and are able to complete the task. Some questions about gifts. A written explanation on the forms and use of Simple Present and Present Cont. other Asian Food : Western and other foods. SS do the tasks according to the instructions. A task that explore the use of countable and un countable nouns − − − − − − − − − − − − Learning Experience SS answer and discuss the questions with friends. Lesson – 6 : Language Focus : Countable and uncountable Nouns. A written explanation on the forms and use of countable and uncountable nouns. SS understanding the use of countable and uncountable nouns and are able to complete the tasks.

Lessons Lessons – 1 : Making a hotel reservation and information about hotels. SS are familiar with ways of offering to have dinner together and discussing about the meal. An incomplete dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about offering to have dinner together and discussing about meal. concerning : reservation. − − − − Learning Experience SS practice the dialog in pairs. meals. − − − − Lessons – 4 : Vocabularies concerning reservation meals and numbers. SS are able to answer the question. The task related to vocabularies.Unit Basic Competency : 2 (Making A Hotel and Restaurant Reservation) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and/or monologue sepecially connecting with tourism contexts − − − − − − Learning Materials A dialog. A dialog about ordering meal and after eating in a restaurant. SS practice the dialog in pairs. Some notes on how to make a hotel reservation. SS do the tasks according to the instruction. A brief explanation and discussing of vocabularies. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions of making a reservation. Some notes on how to make the two kinds of dialog. and numbers. A dialog about offering to have dinner together and discussing about the meal. SS are familiar with ways of ordering meal. SS read and discuss the explanation. Some notes on how to make the 2 kinds of dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. − − − − − . An incomplete dialog. SS practice the dialog in pairs. SS understanding and are able to apply the vocabularies in daily speaking. Lessons – 2 : Ordering meal at a hotel or restaurant. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about ordering meal. − − − − − − − − Indicator of target SS are familiar with ways of making a reservation. An incomplete dialog. Lessons – 3 : Offering to have dinner together. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions.

SS understand how to describe Hamadi Beach. A text on Pelabuhan Ratu Beach. Some notes on the word applied in the description of Hamadi Beach Some tasks related to the text. SS answer and discuss the questions with friends. A brief explanation on the form and use of Simple Past and Past Continues. SS understand and are able to apply the elliptical sentences. SS do the tasks according to the instruction. Learning Experience SS read and discuss the explanation. SS read and discuss the explanation. Some notes on the word applied in the description of Pelabuhan Ratu Beach. SS are able to do the tasks. . Indicator of target SS understand how to describe Hamadi Beach. Two task wich explore the use of elliptics. SS are able to do the tasks. Lesson – 3 : Pelabuhan Ratu Beach in West Java. A brief explanation on the form and use of elliptics. Lesson – 4 : Language Focus : Simple Past and Past Continues SS understanding the use of Simple Past and Past Continues and are able to complete the task. Lessons Lesson – 1 : Hamadi Beach in Irian Jaya − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − Lesson – 2 : Language Focus : Elliptical Sentences. Two task related to Simple Past and Past Continues. SS are able to do the tasks. SS read and discuss the explanation. SS do the task. SS do the tasks according to the instruction. Some tasks related to the text.Unit Basic Competency : 3 (Describing Beaches) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts Learning Materials A text on Hamadi Beach. SS do the tasks according to the instruction.

A brief explanation on the form and use of Smiliarity. SS are able to do the tasks. A dialog Some imaginary situations − − Learning Experience SS answer and discuss with friends. SS are familiar with ways of expressing admiration. Lessons Lesson – 1 : Mount Tangkuban Perahu in West Java Lesson – 2 : Language Focus : Smiliarity. Superlative Degrees − − SS read and discuss the explanation. − − Indicator of target SS understand how to describe Mount Tangkuban Perahu. SS understand how to describe Ciwidey and White Crater. SS are able to admiration with regard to the situations. Comparison. Lesson – 3 : Ciwidey and White Crater in West Java − − Lesson – 4 : Language Focus : Expressing Admiration using “ What a……. Superlative Degrees. Superlative Degrees A text on Ciwidey and White Crater Some notes on the word applied in the description of Ciwidey and White Crater Some tasks related to the text. Some notes on the word applied in the description of Mount Tangkuban Perahu. Comparison. − − − − − − SS understand and are able to apply : Smiliarity. Comparison. SS read and discuss with friends. SS are able to do the tasks. SS are able to do the tasks.!” − − SS practice the dialog SS express admiration based on the situations. Comparison. Superlative Degrees A task wich explore the use of Smiliarity. . Some tasks related to the text.Unit Basic Competency : 4 (Describing Mountains) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts − − − − − − − − − − Learning Materials A text on Mount Tangkuban Perahu. SS do the tasks according to the instruction. SS do the tasks according to the instruction. SS do the tasks according to the instruction.

− − − − − − − Indicator of target SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. A brief explanation on the form and use derivation. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. SS do the tasks according to the instruction. A task that explore the use of derivation. The text wich promote Cartenz Peak and Lorentz Reserve. − − − − − − − − Learning Experience SS read and discuss the text with friends. SS do the tasks. SS analize the sentences having promotion meaning. SS understanding the use of derivation and are able to complete the task. SS are able to identify sentences having promotion meanings. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. SS are able to identify sentences having promotion meanings. SS read and discuss the explanation. SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. SS read and discuss the text with friends. Lessons Lesson – 1 : Hot Spring and Waterfall Lesson – 2 : Cartenz Peak and Lorentz Reserve − − − Lesson – 3 : Language Focus : Derivation − − . A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. − − − Learning Materials A text wich promotes Hot Spring and Waterfall. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort.Unit Basic Competency : 5 (Promoting A Tourism Resort) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts. A task asking SS to look for promoting sentences. A task asking SS to look for promoting sentences. SS do the tasks. SS analize the sentences having promotion meaning.

6. 5. Making a hotel reservation and information about hotels. Making Yes/No question & Wh – questions and the answers. 4. Offering to have dinner together and vocabularies concerning : reservation. remidi. Pokok Bahasan Alokasi Waktu Keterangan Alokasi Waktu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Keterangan Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 5. 7. 3. 3. 4. Distribusi Jam Efektif Semester I No. 3. 2. 5. 4. 7. 8. Talking about what to get (gift). Talking about transportation. 6.Perhitungan Pekan dan Jam Efektif No 1. Talking about dining. Ordering meal at a hotel or restaurant. dan enrichment. Bulan Juli 2006 Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Jumlah Bulan Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Jumlah Jumlah Pekan 4 5 4 4 5 4 4 30 Jumlah Pekan 4 5 4 5 4 22 Jumlah Pekan Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Pekan Efektif 4 5 4 4 3 20 Jumlah Pekan Tidak Efektif 3 1 2 2 8 Jumlah Pekan Tidak Efektif 1 1 2 Jumlah Jam Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Jam Efektif 4 5 4 4 3 20 No 1. Telling a favourite tourism resort. meals and numbers Total Distribusi Jam Efektif Semester II No. 11. 22 . 2. 9. Pokok Bahasan Introduction on self. 10. Making simple present and present continous sentences. 2. 1. Talking using countable and uncountable nouns.

Making Simple Past and Past Continous Sentences. Talking about derivation. dan enrichment. 10. Describing Mount Tangkuban Perahu in West Java. Describing Cartenz Peak & Lorentz Reserve. 6. Describing Pelabuhan Ratu Beach in West Java. 4. 2. . remidi. Talking about similiarity. Total 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 7. 3. comparison and superlative degrees. 5. Describing Hamadi Beach in Irian Jaya Making Elliptical Sentences. 8. Describing Ciwidey and White Crater in West Java. Expressioning Admiration Talking about hot spring and waterfall.1. 9.

(2) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan sumberdaya (SDM dan fasilitas atau sarana/prasarana) yang dimiliki Madrasah. kelompok. b. ekstra kurikuler seperti kelompok karya ilmiah. Sebagai contoh kegiatan pengembangan diri sebagai berikut. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. rajin membaca. misi dan tujuan madrasah. Kegiatan pengembangan diri perlu memperhatikan antara lain (1) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik. bakat. membuang sampah pada tempatnya. potensi. dan kegiatan lapangan. serta kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan ini merupakan upaya pembentukan watak kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalahmasalah pribadi dan kehidupan sosial. seperti: upacara bendera. kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah.. (3) Ada upaya yang jelas untuk penambahan dan peningkatan sumberdaya guna memfasilitasi kegiatan pengembangan diri. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan (1) Rutin. dsb. Tujuan Khusus . Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. antri. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi. (5) Pengkondisian. yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (4) Terprogram. (3) Keteladanan. (5) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. bazar. 1.BAB V KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. (2) Spontan. yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optmal. kegiatan belajar dan pengembangan karir. berbahasa yang baik. adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji. senam. seminar. (6) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mencerminkan pencapaian visi. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). ibadah khusus keagamaan bersama. minat. dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling. workshop. datang tepat waktu. latihan/lomba keberbakatan/prestasi. (4) Ada aturan yang jelas tentang macam-macam kegiatan pengembangan diri yang harus dipilih oleh peserta didik. Tujuan a.

Pelayanan Konseling. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Tujuan dari KIR adalah a) Melatih peserta didik berfikir kritisa dan ilmiah. Ekstra Kurikuler. meliputi: .Latihan kepemimpinan. olah raga. Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dengan perencanaaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. teater.Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : • Bakat • Minat • Kreatifitas • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan • Kemampuan kehidupan beragama • Kemampuan sosial • Kemampuan belajar • Wawasan dan perencanaan karir • Kemampuan pemecahan masalah • Kemandirian 2.Kehidupan pribadi . 2.Kemampuan belajar . b) Mengembangkan jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : o Layanan dan kegiatan pendukung konseing o Kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua komponen. Palang Merah Remaja Tujuan Palang Merah Remaja adalah : a) Melatih peserta didik untuk mampu menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan yang akan di sekitar.Seni.Kepramukaan . d) Malatih peserta didik melakukan peniltian ilmiah Sasaran dari kegiatan ini lebih ditujukan kepada peserta kelas X dan kelas XI dalam hal khusus kelas XII. palang merah remaja . yaitu: a. cinta alam.Kemampuan sosial . jurnalistik. b) Melatih peserta didik terampil dalam menulis karya ilmiah c) Melatih peserta mengkomukasikan hasil temuannya kepada pihak lain. c) Membiasakan hidup sehat. Pramuka Tujuan dalam pramuka adalah : . meliputi: . keagamaan Contoh kegiatan ekstra kurikuler meliputi: 1. ilmiah remaa.Wawasan dan perencanaan karir b. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Sasaran dari Kegiatan Palang Merah ini kelas X dan XI 3.

b) Memberikan bekal kecakapan hidup berupa seni qosidah. 8. Seni Bela Diri Tujuan dari seni bela diri adalah : a) Menumbuhkembangkan sifat percaya diri pada anak. c) Membiasakan hidup sehat. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 11. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khusuanya pada kitab Suci Al-Qur’an. 6. Remaja Masjid Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memakmurkan masjid b) Mengadakan kajian dan pengembangan keagaman. 4.a) Sebagai wahana bagi peserta didik untuk berlatih berorganisasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 9. c) Melestarikan budaya islami. c) Menumbuhkan sifat mandiri. c) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap budaya Islam. Latihan Kepemimpinan Dasar . Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Jurnalistik Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Melatih peserta didik di bidang komunikasi. Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 12. b) Melatih peserta didik untuk terampil dan mandiri. Sasaran kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik. 7. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Melatih peserta didik gemar membaca dan menulis. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 10. b) Memupuk jiwa cinta lingkungan. c) Melestarikan budaya modern. Pecinta Alam Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan cinta tanah air. b) Memberikan bekal cinta perdamaian dan menghindari adanya penganiayaan. Drum Band Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan sifat cinta tanah air. Seni Baca Al-Qur’an Tujuan dari diadakannya seni baca Al-Qur’an adalah : a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya. b) Menggali penghetahuan agama dan buku kontemporer. Seni Musik (Qosidah) Tujuan seni musik adalah : a) Melestarikan budaya Islam. 5. Bimbingan Baca Kitab Kuning Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memperkenalkan peserta didik terhadap kitab-kitab kontemporer.

Memiliki kemampuan . b) Melatih siswa bersikap demokratis.2 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif 2. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.1-PD. c) Melatih peserta didik untuk mengambil keputusan cepat dan tepat.2 2.1 Mampu berkomunikasi baik 1. Sasaran dari kegiatan ini adalah 45 siswa terpandai pada bidang sains Ekonomi dan Komputer serta Kebahasaan 14. c) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah atau perguruan tinggi. b) Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani. b) Menjadi garda terdepan terhadap kedisiplinan anak.1 SK KD 1. Olimpiade Training Center Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani SK-X. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pelayanan Bimbingan dan Konseling KLS X SMS 1 KODE SK-X. b) Melatih memecahkan masalah yang berat.1-PD. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 15. Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKS) Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk peduli terhadap kesehatan sekolah dan orang lain.BK. Olah raga Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mengembangkan bakat peserta didik di bidang olah raga. 13. 1. 1.Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal.1 Memiliki sikap dan ke-biasaan yang mantap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.BK.

BK. harmonis dan produktif dengan teman sebaya 2.2 Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama.2 Memiliki baik untuk mekemantapan nguasai pengekeyakinan bahwa tahuan dan kekegiatan belajar terampilan serta yang sebaikmenyiapkan baiknya akan untuk melanjutmeningkatkan mutu kan pendidikan kehidupan pada tingkat beragama yang lebih 3.4 Memiliki . pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar 3. belajar merupakan sikap dan perintah Tuhan kebiasaan Yang Maha Esa belajar yang 3.3 Memiliki hubungan yang dinamis.3 Memiliki tinggi pemantapan.4 Memahami kondisi dan peraturan sekolah serta upaya melaksanakannya secara dinamis dan bertanggungjawab X 2 SK-X. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat. adat istiadat. Mampu 3.1 Memiliki kemantapan mengemkeyakinan bahwa bangkan diri. sopan santun serta nilainilai agama. 2. hukum dan kebiasaan yang berlaku. 2.dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi pekerti luhur.2-PD.1 3.

BK.1 Mampu belajar dengan optimal untuk bekal bagi program yang lebih tinggi 7.2-PD.2 4. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 5.1 Memahami kecenderungan karir yang hendak dikembangkan XI 1 SK-XI.1-PD.1-PD.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.2 Memiliki pemahaman tentang aspek- SK-XI. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani 4.1 5.1 Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 6.BK.3 7. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan .1-PD. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. adat istiadat. hokum dan kebiasaan yang berlaku 7.pemahaman yang mantap tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar SK-X.1 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif SK-XI. tanggung-jawab kemasyarakata n dan kenegaraan 6. sopan santun serta nilainilai agama.BK.BK.2 6.

tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan aspek belajar untuk mengembangkan kehidupan mandiri secara intelektual emosional 7. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. hokum dan XII 1 SK-XII.1 8. adat istiadat. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sosial dan intelektual serta apresiasi seni 7.2 9.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.BK.3 Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspekaspek belajar dalam berkomunikasi.2 Memiliki kemampuan memahami bakat dan minat pribadi serta dapat menyalurkannya melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan produktif 9. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan .1 Memiliki kemampuan memahami kekuatan diri dan dpt menyumbangkan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif 8. sopan santun serta nilai-nilai agama.1-PD. mantap dan mandiri sehat jasmani dan rohani SK-XII.4 Memiliki kemantapan tentang aspek-aspek belajar dalam etika dan nilai 8.1 Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 9.1-PD.BK.

3 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengembangkan persiapan karir 10.1 Memiliki kemampuan mewujud-kan secara efektif.BK.2-PD. sikap dan kebia-saan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi 10.kebiasaan yang berlaku 9. efisien dan produktif tentang kegiatan be-lajar sesuai dengan ajaran agamaMemiliki kemampuan belajar secara optimal untuk kehidupan dalam masyarakat 10.5 Memiliki pemahaman tentang aspekaspek belajar untuk .4 Memiliki kemampuan mewujudkan peranan kegiatan belajar dalam rangka pilihan karir 10.3 Memiliki hubungan yang dinamis dan produktif dengan teman sebaya 9.1 10. Mampu mengembangkan diri.4 Memiliki kemampuan berorientasi hidup berkeluarga XII 2 SK-XII.2 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengusai bekal bagi program pendidikan yang lebih tinggi 10.

1 Memiliki orien -tasi dan informasi pada umumnya.2 11.2-PD. social.mengembangkan kehidupan mandiri secara emosional. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 11.BK. intelektual dan ekonomi SK-XII. khususnya karir yang hendak di kembangkan .

takut dan cemas 5. WK Sekolah Siswa terstru ktur . konsep diri 3. pemahaman diri. tempat peribadatan Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan serta kondisi diri: 1. kepercayaan diri 6. intelektual. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Individu dan klasikal X–XII X X-XII X X X X X Studi pustaka ceramah BK. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara pribadi. Mencapai kematangan dsalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 3. pribadi mempesona 7.CONTOH SILABUS PENGEMBANGAN DIRI Bidang Pengembangan NO 1 KEGIATA N Layanan Orientasi : Pribadi MATERI PENGEMBANGAN Obyek pengembangan pribadi 1. remaja dan problemanya 8. Guru. mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4. maupun kemampuan diri 2. fasilitas kesehatan 3. motivasi berpretasi TUJUAN Siswa memiliki pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang dimasuki Individu mampu membekali diri dengan berbagai pengetahuan da pemahaman tentang berbagai hal yang bergua untuk mengenal diri. WK SUMBER DANA KET MOS TUGAS PERKEMBANGAN Mencapai kematanga dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2 Layanan Informasi 1. sangar seni dan budaya 4. potensi diri 2. tahab dan tugas perkembangan 4. fasilitas olahraga 2. karakteristik pribadi. sosial baik emosional. merencanakan dan mengembangakan pola kehidupan sebagai pelajar SASA RAN X SIFAT klasikal METODE Kunjungan VCD Ceramah/ forum kelas PLK Sekolah BK.

kelompok belajar 3. mengikuti lombalomba seni atau olahraga Siswa memiliki keterampilan sesuai dengan kemampuan bakat. Meningkatkan rasa 1. kepanitiaan 7. sosial. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Penempatan dan penyaluran untuk mengembangakan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui: 1. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emisional. Meningkatkan kecerdasan emosi dn pengendalian diri 4. diskusi 4. Penggunaa waktu luang 3. intelektual dan ekonomi 2. penempatan di dalam kelas 2. serta berperan dalam kehidupan masyarakat Kompetensi kebiasaa dalam kehidupan pribadi 1. Mengembangkan penguasaan ilmu. kegiatan lapangan 6. Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari 2. kegiatan ekskul 9. minat.3 Layanan Penempatan dan Penyaluran 1. Siswa memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan dengan segala keuntungan maupun kekurangan dari X-XII Menempatkan dan menyalurkan siswa untuk pengem bangan kemampuan belajarnya sesuai dengan bakat. kecerdasan dan kepribadian Siswa mampu mengem bangkan sikap dan kebiasaan dan cara belajar Individu Klasikal kelompok BK Wali Kelas Wali Inside Kelas ntal Wakakesis waan Guru MT BK Individu Klasikal kelompok BK BK Guru MP WK . dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. layanan bimbingan/ konseling kelompok 8. latihan keberbakatan/prestasi 5. teknologi. minat (potensi diri) X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-Xii X X-XII 4 Layanan Penguasaan Konten 1.

Mengetasi strees 13. Siswa memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangann ya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif. intelektual.Meningkatkan kemandirian 11. Pengembilan keputusan 7. dan ekonomi percaya diri 5. Meninfkatkan disiplin 6. Siswa memahami tentang kelemahan diri dan mampu mengubah kelemahan dirinya minima menguranginya 4.Mengatasi konflik 15.Jatuh cinta setiap keputusan yang diambilnya 2. Meningkatkan kreatifitas 10. Berfikir dan bersikap positif dan apresiatif 9.yang lebih luas 2. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan 3. Siswa memiliki kemantapan dalam merencanakan yang baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal . Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 3. Memperkuat ibadah 8.Kejujuran da tanggung jawab 12.Pribadi tangguh 14. sosial.

5

Layanan Konseling Perorangan

6

Layanan

dan menyelenggarak an hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah Mengatasi masalah pribadi Dengan adanya X-XII dalamkehidupan pribadi. konseling perorangan Materi yang dibahas dalam diharapkan atau layanan konseling bertujuan agar siswa perorangan tidak dapat terentaskan dari ditetapkan terlebih dahulu, masalah yang melainkan akan diungkapkan dihadapinya oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat konselor dapat memanggil peserta didik (yang menjadi tanggung jawab asuhan) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan oleh peserta didik yang menerima layann konseling perorangan Kemampuan dan kondisi 1. Siswa secara Siswa

Siswa Individual mampu mengatasi masalah pribadinya berkaitan dengan siswa, masalah belajarnya sehingga dapat mengem bangkan kehidupan yang lebih efektif Kelompok

BK

BK

Insidental

Dinami-

BK

Ter-

Bimbingan Kelompok

7

Layanan

pribadi bersama-sama 1. Potensi diri memperoleh 2. Kiat menyalurkan bakat, berbagai bahan minat, kegemaran, hobby dari nara sumber 3. Kebiasaan sehari-hari di yang bermanfaat rumah bagi individu 4. Sikap terhadap bencana 2. Siswa mampu alam, kecelakaan, HAM, mengenal dan kemiskinan, anak menerima terlantar dan lain-lain perubahan 5. Pelanggaran yang terjadi pertumbuhan dn di masyarakat, KKN, perkembangan pembnuhan, fisik dan psikis pemerkosaan, perang, yang terjadi pada dan lain-lain diri sendiri 6. Kejadian-kejadian sebagai remaja penting di masyarakat 3. Siswa mengenal tentang kekuatan da kelemahan diri sendiri, bakat minat serta peyaluran dan pengembangan 4. Siswa memiliki kemampuan mengembil kepurusan dan kemudian mengarahkan dirinya Mengatasi masalah pribadi

ka kelompok

program

Siswa

Terbatas

Kelompok

Dinami-

BK

Insi-

Konseling Kelompok

8

Layanan Konsultasi

dalam kehidupan pribadi. Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh anggota kelompok, dan terpilih untuk dibicarakan (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seseorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalin layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu, dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konselig kelompok Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam

dan tertutup

ka kelompok

dental

Ortu Guru

Insidental

Sharing

BK Ortu Wali

BK Ortu Wali

Insidental

melainkan akan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan oleh konselor. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti. belajar. atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan kosultasi. Kelas Guru Kelas Guru BK Insidental . namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah social. Adapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (baik masalah pribadi. social.9 Layanan Mediasi mengembangkan pribadi. Seperti untuk layanan konseling perorangan. Dlam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan social di antara pihak-pihak yang berselisih.

belajar. Peta ekonomi 3. 1. DCM (daftar cek masalah) Data perkembangan. social. Hasil psikotes (IQ. Tes bakat 3. Inventori kreativitas 5. karir dan masalah social yang lainnya yang perlu untuk ditangani oleh konselor 1. membolos 2. Tingkah laku menyimpang 13 Kunjungan Agar BK memiliki data dan keterangan tentang peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok Agar BK memiliki seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan perkembangan siswa dalam berbagai aspek BK melalui berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan data dan keterangan lebih lanjut serta kemudahankemudahan bagi terentaskannya masalah siswa Pertemuan dengan orang tua. Data pribadi siswa 2.10 Aplikasi Instrumentas i 11 Himpunan Data 12 Konferensi kasus Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi. Inventori minat 4. Sering absent. Minat. bakat. Tes intelegensi 2. Memperoleh Siswa dan lingku ngan Siswa dan lingku ngan Individ kelompok klasikal Individu Kelompok Klasikal Tes dan non tes BK lembaga tes Wali Kelas BK Terprogram Siswa Orang tua Terbatas Tertutup Pertemuan/ diskusi terbatas BK WK SMU Guru Ortu BK Insidental Siswa Individu BK Insi-- . Kepribadian) Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik 1. kondisi dan lingkungan diri pribadi 1.

Otobiografi: kisah orang-orang sukses 7. Motivasi berprestasi 6. Tahap dan tugas perkembangan 2. sosial. Penampilan dan pengembangan bakat. film. Keajaiban otak berbagai Orang keterangan atau tua data yang diperlukan dalam pemahaman permasalahan siswa 2.Rumah/ Pertemuan Orang Tua keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. hobby 3. Untuk pembahasan dan engentasan permasalahan siswa Siswa dental Individu Klasikal BK Rutin . rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi. karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan keluarga 14 Tampilan Kepustakaan Materi bacaan. Relaksasi 5. kegemaran. Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalh pribadi. belajar. Kehidupan keagamaan 4. Pengembangan kreatifitas 8. minat. seperti: 1.

sosial. Pribadi yang mandiri 10... dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli Siswa Individu BK Insidental Dab Seterusnya. Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi..Optimisme 14.Manajemen konflik 13. belajar atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor.Kecerdasan emosional 11. ..15 Alih Tangan Kasus manusia 9..Mengatasi kecemasan dan depresi 12. dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berwenang Mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa.Pribadi yang mempesona Pendalaman penanganan masalah pribadi.

Pendidikan kecakapan hidup dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan non vokasional dan pendidikan vokasional. (2) Ada aturan yang jelas tentang keharusan guru untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran. (4) Pengembangan kecakapan hidup vokasional mencerminkan pencapaian visi. Sedangkan dalam kecakapan hidup vokasional diperlukan (1) Ada gambaran yang jelas tentang macam-macam kecakapan hidup vokasional yang dikembangkan di madrasah. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. misi dan tujuan. (3) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. (2) Ada alasan yang jelas tentang pengembangan kecakapan hidup vokasional. (3) Pengembangan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran mencerminkan pencapaian visi. Dalam pengembangan pendidikan vokasional sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Ada gambaran yang jelas tentang upaya internalisasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam strategi pembelajaran dari setiap mata pelajaran. misi dan tujuan madrasah Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat digambarkan sebagaimana dalam bagan berikut Bagan Komponen Kecakapan Hidup .BAB VI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan.

dan 2) melalui mata pelajaran khusus. 1.Dalam pelaksanaannya pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara. sehingga pencapaian . Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang). General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Madrasah ini. Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut a) Melalui reorientasi pembelajaran. yaitu 1) diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran melalui strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dalam PBM. utamanya untuk kecakapan hidup vokasional. setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran. Penginternalisasian Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Semua Mata Pelajaran Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill.

Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok 2.b) kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup. Pendidikan Vokasional Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di Madrasah ini dan kebutuhan yang berkembang di masyrakat dan adanya kerjasama yang telah dibangun oleh Madrasah dengan lembaga diklat otomotif maka program vokasional yang diajarkan adalah Mekanika Otomotif. sehingga memungkinkan:  Siswa lebih aktif  Iklim belajar menyenagkan  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa. Program ini memiliki durasi waktu 60 jam dalam setiap semester. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif. Siswa mengumpulkan minimum 4 macam surat perorangan Siswa menentukan karakteristik surat. sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber  Menggeser "teaching" menjadi "learning"  Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM Contoh pengintegrasian life skill : PEMBEKALAN LIFE SKILL d) PENGALAMAN BELAJAR 1. sehingga dalam pelaksanaannya akan disajikan selama 3 jam per minggu. kemampuan dalam setiap praktek di bengkel dan sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran . melalui diskusi kelompok o o o o o o o o o o o o o Menggali informasi Sadar akan eksistensi diri Sadar akan potensi diri Mengolah informasi Bekerjasama Berkomunikasi lisan Berkomunikasi tertulis Mengambil keputusan Komunikasi lisan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan Komunikasi tertulis Mampu memecahkan masalah 2. Sistem penilaian dari pendidikan vokasional ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian praktek. 3.

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 1. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan Pemeriksaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. (K 3). Ide ntifikasi dan penggunaan pelumas/ cairan pembersih yang benar 2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami dari sumber yang tepat agar dapat memudahkan pemeriksaan. Pel aksanaan pemeliharaan/ servis komponen 1.1 Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Dilengkapi data yang tepat sesuaihasil pemeliharaan/servis.1 3. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).3 X 2 SK-X.5 1.2 2.2-VTO.3 1.1 3.2 2.1 2.Teknik Mekanika Otomotif KLS SMS X 1 KODE SK-X. Penggunaan pelumas/cairan pembersih yang benar untuk komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pabrik Pembuangan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup Penanganan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).1-VTO. Pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap komponen Pekerjaan pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan pedoman dari industri yang telah ditetapkan.6 SK-X.2 1.4 1. sehingga sesuai dengan standar dan prosedur.2 .1-VTO. K 3. Pe meriksaan kendaraan yang lengkap 3.1 SK KD 1.

1 4.6 .7 XI 1 SK-XI. Otoritas diberikan untuk membongkar bagian komponen.4 3. Pengidentifikasian kerusakan/kesalahan didapat dari hasil tes. agar pemeriksaan lebih akurat dalam mendiagnosa kesalahan/kerusakan (jika diperlukan).1-VTO. dan ”rencana tindakan” diputuskan selama perbaikan Laporan hasil pemeriksaan dilengkapi dalam 3.5 3.6 3. Pendiagnosaan kesalahan/ kerusakan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap area tempat kerja.1 4. Informasi diakses dari sumber yang tepat untuk menginformasikan tindakan yang dibutuhkan dalam membantu membedakan antara “gejala” dan “sebab”. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan Sistem toleransi kendaraan di luar spesifikasi kendaraan pabrik dicatat dan diambil sesuai dengan perjanjian dengan pelanggan Catatan yang berhubungan dengan pemeriksaan keamanan kendaraan dilengkapi dan akurat dalam format standar perusahaan dan dilakukan oleh orang yang tepat Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan pedoman perusahaan yang telah ditetapkan.4 4.3.5 4. ndiagnosaan kesalahan/ kerusakan dari gejala dan penentuan tindakan Pe 4. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).3 Pemeriksaan kendaraan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan peralatan yang disetujui.3 4. kendaraan dan perlengkapan. Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).2 4. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. Strategi pendiagnosaan dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan suatu kerusakan/kesalahan pada kendaraan/ komponen/perlengkapan.

Me melihara/ servis engine dan komponenkomponennya.1 .2 5.1 5.4 6. Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan baker bensin dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar bensin dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis komponen sistem bahan bakar dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.3 6.4 5. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). 4.5 XII 1 SK-XII.1 6.7 Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).1 7.1 6.6 XII 2 SK-XII.1 5. Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis. 5.2 6.5 6. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Me 7. Pemeliharaan/servis XI 2 SK-XI. Pemeliharaan/servis engine dilaksanakan sesuai dengan pedoman industri yang ditetapkan. Me melihara/ servis komponen/ sistem bahan bakar bensin 6. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.1-VTO.format yang ditetapkan.3 5.2-VTO.1-VTO.

4 7.5 .2 sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis pompa/ komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Pompa/komponen injeksi bahan bakar diesel diuji dengan persyaratan kerja Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan 7.3 7. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).melihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel 7.

.

Dengan mempertimbangkan kondisi di atas. Penetapan nilai ketuntasan belajar minimum dilakukan melalui analisis ketuntasan minimum pada setiap KD. guru (dengan melalui forum guru serumpun) dapat menetapkan standar ketuntasan belajar minimal. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan. d. 3. Ketuntasan Belajar siswa ditetapkan oleh musyawarah guru bidang studi berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing. b. Tingkat essensial (kepentingan) setiap KD terhadap SK yang harus dicapai oleh siswa pada setiap tahun pelajaran : Contoh : KD yang sangat essensial. 4. Standar ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluruh warga madrasah/ sekolah dan orang tua. peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga. Tingkat Kompleksitas (kerumitan dan kesulitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa c. Peraturan yang berlaku meliputi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. dengan catatan sekolah harus merencanakan target dalam waktu tertentu untuk mencapai nilai ketuntasan belajar ideal. Setiap KD dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan belajar minimal dan penetapannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.BAB VII KETUNTASAN BELAJAR. 6. peraturan yang berlaku dan kondisi nyata yang ada di madrasah. Ketiga peraturan tersebut harus bersifat saling memperkuat. 5. PINDAH SEKOLAH DAN KELULUSAN A. Standart ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluduh warga sekolah dan orangtua siswa. SISTEM PENILAIAN. Ketuntasan Belajar 1. dalam setiap awal ajaran baru. Madrasah harus menetapkan ketuntasan belajar dengan mendasarkan pada. Kondisi nyata di madrasah dapat berpijak pada kualitas input siswa dan kondisi sumberdaya madrasah. harus dicapai oleh siswa dengan nilai ketuntasan 100. Standart Ketuntasan Belajar Minimal siswa tesebut berbeda pada tiap level/tiap program jurusan Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Ketuntasan Belajar 85% 75% 70% 65% 60% 60% 60% . Sekolah dapat menetapkan batas/standar ketuntasan belajar minimal di bawah nilai ketuntasan belajar maksimim (100). Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. 2. PENJURUSAN. sedangkan KD yang sifatnya pendukung dapat dicapai oleh siswa sekurang-kurangnya 75. Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan untuk setiap mata pelajaran oleh forum guru pada awal tahun pelajaran.

Olah Rada dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab 65% 75% 75% 70% 75% 75% 75% 75% 65% Ketuntasan Belajar per KD dan SK (jika diperlukan) Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani. 3. Olah Raga dan Kesehatan Ketuntasan Belajar: 75% Tahun akademik: 2007 . 5. bahasa Asing lain yang menjadi pilihan. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. Ekonomi dan Sosiologi. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika. C. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. Sebagai Contoh : Bagi siswa kelas XI atau XII a. Fisika Kimia dan Biologi. Program studi Ilmu Alam. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. Sistem Penilaian 1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. setiap akhir semester. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi. Men erapkan budaya hidup sehat 7.7 SK KD 1. 4. Program studi Ilmu Bahasa. Penjurusan . apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. Geografi. b.1-PO. c. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.2 Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 100% 65% B.2008 No Kode SK-X. Program studi Ilmu Sosial. bahada dan Sastra Indonesia. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII. Siswa yang tidak naik kelas.1 Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 7.8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Kesenian Pendidikan Jasmani. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah. 2.

Matematika dan Sejarah ( 2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial). maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Bahasa. Ekonomi dan Bahasa Inggris (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi ketiga program di MA) maka siswa tersebut: − Perlu diperhatikan prestasi kognitif. (2 mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa dan 1 ciri khas program studi Ilmu Alam). Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai akhir semester -2 kelas X b. Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara. Geografi. Bahasa Inggris. Siswa diberi kesempatan untuk program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Ilmu Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. • • Siswa yang naik kelas ke kelas XI. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Ekonomi. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain). maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial. Masukan dan saran dari guru Bimbingan dan Konseling 3. Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Bahasa (Bahasa Indonesia. bakat. Nilai akademik Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil ke program studi : • Ilmu Alam : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Waktu Penjurusan a. dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia.1. contoh : • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa. Kriteria Penjurusan program Studi meliputi: a. Sejarah. Fisika. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ada nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya. maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa. atau cara lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi minat. Matematika. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). • • − b. afektif dan psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam lainnya seperti Matematika. dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. Perlu diperhatikan minat siswa. Ilmu Sosial : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Pelaksanaan penjurusan program studi di semester -1 kelas XI 2. maka siswa tersebut bisa dimasukkan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. c. Namun apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai. Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat .

2. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. c. Pindah Sekolah 1. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan oleh sekolah tujuan. Memiliki nilai rapor yang lengkap untuk kelas 1. meliputi : 1. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan. D. Melakukan tes atau matrikulasi bagi siswa pindahan. Sekolah harus memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah: b. 2. Seorang siswa dinyatakan TIDAK LULUS apabila tidak memenuhi Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik seperti yang tersebut di atas. 4. Untuk pelaksanaan pindah sekolah lintas Provinsi/Kabupaten/Kota.mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. 2. 3. b. Antar sekolah pelaksana KTSP. b. kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas III minimal Baik. E.25 baik untuk ujian tulis maupun ujian praktek seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai rata-rata Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tidak boleh ≤ 4. meliputi : 1. Kehadiran di sekolah pada semester I dan II kelas III minimal 90% dari jumlah hari efektif. . Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan. 3. Tidak terdapat nilai ≤ 4. Aspek non Akademik. 2. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.50. Antara sekolah pelaksana KTSP dengan sekolah pelaksana Kurikulum ’94. Aspek Akademik. dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Kriteria Kelulusan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah Seorang siswa dinyatakan LULUS apabila memenuhi 2 (dua) aspek yaitu Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik a. dan 3.

Tinjauan kurikulum dilaksanakan selambat-lambatnya satu tahun sekali c.BAB VIII REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan. a. waka sarana prasarana dan Bimbingan Konseling. Tinjauan kurikulum disahkan oleh Kepala Madrasah e. Tinjauan kurikulum dilaksanakan dengan melibatkan guru bidang studi. Tinjauan (review) Kurikulum Tinjauan kurikulum merupakan kegiatan mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan antara kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah (kepemimpinan sekolah. waka kurikulum. d. Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut: A. serta pengembangan kurikulum secara terarah. pencapaian ketuntasan belajar siswa). b. sumber daya yang tersedia. Tinjauan kurikulum dimuat dalam berita acara sebagaimana Form Berita Acara Tinjauan Kurikulum (F-BATK) . waka kesiswaan.

..KOP SEKOLAH BERITA ACARA TINJAUAN KURIKULUM Pada tanggal ………. tulis kode SK-nya) Kode KD : (jika perubahan pada KD.... Nama (Waka ………….sampai dengan tanggal …………telah dilakukan tinjauan kurikulum yang melibatkan: 1. Bidang studi Kode SK Kode KD Kode Silabus Alasan 3... tulis kode KD-nya) : (tulis kode silabus yang dirubah) : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) Mengetahui.... Dan seterusnya Revisi perubahan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 1 bulan sejak dikeluarkannya berita acara ini dan akan diimplementasikan pada semester berikutnya.. tulis kode KD-nya) Kode Silabus : (tulis kode silabus yang dirubah) Alasan : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) 2.) 4.... WakaKur . Bidang studi : (tulis bidang studi yang akan direvisi) Kode SK : (jika perubahan pada SK.. Demikian terima kasih : (tulis bidang studi yang akan direvisi) : (jika perubahan pada SK... Kepala Madrasah Malang.. tulis kode SK-nya) : (jika perubahan pada KD..) 3. Nama (Guru …………...) Hasil tinjauan ini merekomendasaikan untuk dilakukan revisi pada: 1..) 2. Nama (Waka…………..... Nama (Guru ………….

2 Menyeb utkan arti QS Al-Baqarah. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka SKMP yang direvisi harus ditampilkan. 30. 12-14. Jika sekolah masih menggunakan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar madrasah 1. Silabus yang telah direvisi diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. AlMukminun.1AQ. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Revisi Kurikulum a. Jika sekolah masih menggunakan SK atau KD yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar kompetensi madrasah 1 untuk SK dan kompetensi dasar madrasah 1 untuk KD. metode.1 Membac a QS AlBaqarah. 56 dan An Nahl : 7. 56 dan An Nahl : 78 1. sebagaimana terlihat dalam gambar berikut KLS SMS KODE SK Standar kompetensi madrasah 1 (diisikan Stándar Kompetensi hasil revisi) KD Kompetensi dasar madrasah 1 (diisikan Kompetensi Dasar hasil revisi) X 1 SKX. dan evaluasi. metode. dari keadaan yang selama ini dilakukan ke arah yang lebih baik/ lebih sesuai. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar kompetensi madrasah 2 untuk SD dan kompetensi madrasah 2 untuk KD. AlMukminun. 30. AzZariyat. standar kompetensi. dan kompetensi dasar). 12-14. Revisi pada SK atau KD tersebut harus diikuti dengan revisi pada lembar silabus.1 1. AzZariyat. sebagaimana terlihat dalam tabel berikut SKMP (standar kompetensi MP yang dipersyaratkan secara nasional) Standar Madrasah 1 (standar kompetensi MP yang hasil revisi sekolah) c. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. Silabus yang telah direvisi . c. Perubahan yang dilakukan terhadap materi.B. Revisi pada komponen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). materi. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka KD yang direvisi harus ditampilkan. b. dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. 1. dan evaluasi yang tidak merubah SK atau KD dilakukan pada silabus. Revisi pada komponen Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SKMP) dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. Revisi merupakan proses merubah tujuan (kompetensi bidang studi. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar madrasah 2. d.

Pengembangan terhadap materi dilakukan dengan memperhatikan pengembangan kompetensi. Dasar Rencana Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi internal Kompetensi Lulusan tercapai? Tinjauan Kurikulum Pengukuran Ketuntasan Belajar Implementasi dalam PBM 2. guru-guru dan stakeholders 3. MP Kompetensi MP Stnd. Pengembangan kurikulum secara menyeluruh dilakukan jika kompetensi lulusan sudah tercapai atau ada kebijakan baru dari pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum madrasah/ sekolah 5. Pengembangan kurikulum secara parsial dilakukan terhadap kompetensi. Pengembangan kurikulum dilakukan baik secara menyeluruh maupun secara parsial. maupun kompetensi dasar. Pengembangan kurikulum dilakukan untuk menjaga agar kurikulum yang digunakan oleh madrasah selalu mengarah kepada tercapainya visi madrasah. perkembangan IPTEK. Pengembangan materi dimuat dalam silabus 9. Komp. standar kompetensi. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui proses tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh manajemen madrasah/ sekolah. pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran. C. Pengembangan evaluasi dimuat dalam silabus D. dan perkembangan sumber daya baru di madrasah/ sekolah. Pengembangan terhadap metode dilakukan dengan memperhatikan pengembangan materi dan sumber belajar baru yang tersedia. Komp. Pengembangan metode dimuat dalam silabus 10. 4. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan dengan memperhatikan perubahan beban belajar. 7. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan terhadap kompetensi mata pelajaran. sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder Desain Kurikulum Madrasah Kompetensi Lulusan Kompetensi Kel. alat ukur yang tersedia dan sumberdaya yang tersedia.Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum .diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Pengembangan Kurikulum 1. metode dan evaluasi 6. 8. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. Pengembangan terhadap evaluasi dilakukan dengan memperhatikan jenis kompetensi. materi.

(2) gambaran yang jelas tentang langkah-langkah mengimplementasikan KTSP yang perlu dikendalikan mutunya E. misi dan tujuan madrasah . (3) Bentuk-bentuk kerjasama/kemitraan yang dilakukan untuk mencapai visi.Kerjasama/kemitraan (Implikasi KTSP) Penjalinan Kerjasama sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya kerjasama/ kemitraan untuk evaluasi dan pemutakhiran kurikulum maupun analisis kebutuhan .Kendali Mutu Pelaksanaan KTSP di (MTs) sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya pengendalian mutu lulusan madrasah. (2) Keluasan wilayah kerjasama/kemitraan.

minggu efektif belajar. • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. • Kalender pendidikan memiliki masa berlaku maksimal satu tahun. libur akhir tahun pelajaran. jeda antar semester. hari libur keagamaan. ditambah dengan jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. sehingga harus selalu diganti dalam setiap tahun • Contoh kalender pendidikan terlihat pada tabel berikut . meliputi jumlah jam untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam setiap minggu.BAB IX KALENDER PENDIDIKAN • Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. waktu pembelajaran efektif dan hari libur • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. hari libur umum. Jumlah minggu efektif tidak boleh kurang dari yang dipersyaratkan dalam Permen Diknas 22 tahun 2006. • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus.

2005 Nop.20 05 Okt.tgl Bulan Juli 2005 Agust 2005 Sept. 2005 Des. 2006 1 PSB 2 PSB 3 4 PSB 5 PS B 6 PSB 7 PS B 8 PSB 9 PSB 10 11 DUS 12 DUS 13 DUS 14 15 16 PK 25 49 17 18 M1 19 M2 27 20 M3 28 21 RK 22 5 29 2 3 6 30 24 25 7 2 6 8 33 27 9 34 2 8 10 2 9 11 35 30 12 36 61 31 SEMESTER I DUS PK 12 38 62 LPR 13 LHB 14 KK LAR 15 15 39 17 40 PR 18 41 PR LIF 19 43 42 PR LIF 2 0 4 4 RST 63 21 22 45 23 46 66 47 67 75 10 0 10 1 24 48 68 76 102 LHB 50 69 28 31 32 37 UB51 UB5 2 UB5 3 UB5 4 LAR LHB LA R LIF 64 LIF 65 LIF 70 79 71 80 105 72 73 81 74 82 10 8 UB5 UB56 5 LPR LPR UB5 UB5 7 8 LP LPR R 59 LP R 60 LP R LPR 89 115 1 11 6 LH B LPR LHB LIF LIF 77 10 3 UB12 8 78 104 129 83 10 9 LS 84 110 LS 85 86 11 1 LS 11 2 LS 87 11 3 LS 88 11 4 90 91 11 7 3 27 92 11 8 4 28 UB5 3 93 11 9 5 29 UB5 4 UP7 7 94 12 1 6 30 95 12 2 7 31 96 97 UB12 3 9 8 LB H 99 UB12 4 UB1 25 12 0 UB126 UB12 7 PI PI 10 6 PI 10 7 R13 0 19 43 66 LS Peb. 2005 Jan. 2 2006 Maret 26 2006 April 52 2006 Mei UP74 2006 Juni 99 2006 Juli 2006 R13 6 8 32 9 33 10 34 LHB 11 35 UB5 9 60 UNS8 4 12 36 KTS LBH SEMESTER II 13 14 15 37 38 1 UNS8 5 16 40 62 17 41 63 64 18 42 65 90 20 44 US6 7 UN91 21 45 22 46 US6 8 23 47 US6 9 US7 0 24 48 25 49 50 LBH 39 51 UB5 UB5 5 6 UP78 UP7 9 UB5 UB5 7 8 LHB RTS6 US7 US72 US73 1 UP7 5 UP7 6 UNS8 UNS81 UNS82 UNS8 0 3 86 11 2 87 WS113 88 89 UB11 4 UN9 2 UN93 LH B 94 UB12 0 95 12 1 12 2 96 12 3 97 124 98 10 0 10 1 LS LS 10 2 LS 10 3 LS 10 4 LS 105 10 6 LS 10 7 LS 108 LS LS 10 9 LS 11 0 LS 111 LS UB11 UB1 5 16 UB11 UB11 UB119 7 8 Keteran gan Ang ka : Hari Libur Umum : Hari Efektif Sekolah LPR LS : Libur Puasa Romadhon : Libur Semester RS T UB : Rapot Tengah Semester : Ulangan Blok .

..DUS KK KTS LAR LHB LIF : Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan III : Kegiatan Khusus : Kegiatan Tengah semester : Libur Awal Romadhon : Libur Hari besar : Libut Idul Fitri M PI PR PSB R RK : Masa Orientasi Sekolah : Pondok Intensif : Pondok Romadhon : Penerimaan Siswa Baru : Penyerahan Rapor Semester : Rapat Kerja UN UN S UP US WS : Ujian Nasional : Ujian Nasional Sekolah : Ujian Praktik : Uian Semester : Wisuda siswa Hari Efektif: : Semester I Semester II Jumlah Total = 130 = 124 = 254 Mengetahui Kepala Sekolah .. 16 Juli 2005 Koordinator Kurikulum ...........

dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. intelektual. kedalaman. emosional. 6. yang semuanya itu bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan) materi. saling berhubungan secara fungsional dalam 4. indikator. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan analisis penilaian ke dalam jenis dan alat-alat penilaian. sejawat. sumber belajar. taat asas) antara kompetensi dasar. Memadai Cakupan indikator. kompetensi dasar. dan peristiwa yang terjadi. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. pengalaman belajar. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. kegiatan pembelajaran. analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kegiatan pembelajaran. materi pokok. peserta didik. materi pokok. sosial. dan sumber/bahan/alat belajar. Relevan Cakupan. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. pengalaman belajar. sumber belajar. 3. 5. alokasi waktu. . Pengembangan silabus pada dasarnya merupakan upaya melakukan analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator-indikator. 2. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. teknologi.BAB X PENGEMBANGAN SILABUS A. dan masyarakat. Untuk memperjelas masalah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR-INDIKATOR ANALISIS MATERI SCOPE DAN SEQUENCE MATERI ANALISIS PROSES BELAJAR JENIS DAN BENTUK KEGIATAN BELAJAR ANALISIS PENILAIAN JENIS DAN ALAT PENILAIAN B. materi pokok/pembelajaran. penilaian. sumber belajar. Prinsip Pengembangan Silabus 1. Sistematis Komponen-komponen silabus mencapai kompetensi. dan sistem penilaian. indikator. pengalaman belajar. Silabus ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban profesional pendidik terhadap lembaga. dan spiritual peserta didik. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. materi pokok.

Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:  potensi peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. emosional.  Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. intelektual. kondisi Madrasah dan lingkungannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. khususnya guru.  relevansi dengan karakteristik daerah.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.  tingkat perkembangan fisik. afektif. a.  relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. psikomotor). dan spiritual peserta didik.  Mapendais atau Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. b. dengan memperhatikan hal-hal berikut:  Uurutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. C. .  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.  aktualitas. maka pihak Madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah tersebut. sebaiknya bergabung dengan Madrasah/sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah/sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.7. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar Kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. kedalaman. D. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah Madrasah atau beberapa Madrasah melalui kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG). pendidik. peserta didik dengan guru. lingkungan. 2. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 3.  struktur keilmuan. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. sosial. dan keluasan materi pembelajaran.  kebermanfaatan bagi peserta didik. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi. 8.  Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. dan  alokasi waktu. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik.

Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. penilaian hasil karya berupa tugas. dan keterampilan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. yang berupa media cetak dan elektronik. d. kedalaman. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. proyek dan/atau produk. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. penggunaan portofolio. dan penilaian diri. Adapun format silabus dapat memilih salah satu dari contoh di bawah ini: . keluasan. kegiatan pembelajaran. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. tingkat kesulitan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. 5. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. 6. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. yaitu kegiatan siswa dan materi.  Penilaian menggunakan acuan kriteria.c. 7. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan indikator pencapaian kompetensi.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. dan budaya. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Misalnya. narasumber. menganalisis. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. serta lingkungan fisik. mata pelajaran. 4. satuan pendidikan. pengamatan kinerja. pengetahuan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. sosial. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. alam. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. pengukuran sikap.

.... Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Sumber Belajar Format 2 Nama Sekolah: ………………... Alat/Sumber Belajar: ………………. Mata Pelajaran: ……………….... evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).......... Standar Kompetensi : ……………….. Indikator................................ Alokasi Waktu d. dilaksanakan. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.. F... yakni penjabaran dari kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam silabus ......... : .. Pengembangan Silabus Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tugas masing-masing guru adalah mengembangkan silabus yang sudah disepakati ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.. Penilaian: ……………….. Kelas/Semester: ……………… I... IV. dikembangkan life-skills dan nilai-nilai Islam V........ Materi Pokok/Pembelajaran: ………………. dan evaluasi rencana pembelajaran. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.......... Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya.. Kelas/Semester: ……………… Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran/ Penglaman Belajar Alokasi Waktu Penilaian (Jenis Tagihan............ Kompetensi Dasar... Kelas/Semester c...... Kompetensi Dasar : ………………..... Alokasi Waktu: ………………. Pada kegiatan ini hendaknya E.... Kegiatan Pembelajaran: ………………... Identitas Mata Pelajaran b..... dievaluasi. VIII.. Instrumen... dan Contoh Soal) Sumber Belajar Format 3 Nama Sekolah: ………………. : . VII... yakni ambillah kompetensi dasar yang tertuang dalam silabus e. Teknik............... Indikator: ………………...... yang memuat hal-hal berikut: a.......Format 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran ini hendaknya dikembangka n life-skills dan nilai-nilai Islam : .............. Mata Pelajaran: ……………….. III. II..... : .. : .... VI.. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

g. yakni menentukan cara penilaiannya dengan mengacu kepada indikator-indikator hasil belajar yang ditetapkan. . dan indikator pencapaian kompetensi. alam. Penilaian. yakni menentukan rujukan. yakni langkah-langkah pembelajaran sebagai penjabaran dan pengembangan dari kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. Materi Pembelajaran. apakah berupa media cetak dan elektronik. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. sosial. konsistensi dan adekuasi. Alat/sumber Belajar. kegiatan pembelajaran. atau lingkungan fisik. sarana dan sumber belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator tersebut. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. h. i. yakni uraian materi pokok/pembelajaran sebagaimana tertuang dalam silabus ke dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip relevansi. Pada kegiatan ini guru hendaknya mengembangkan life-skills serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas dari Madrasah. narasumber. dan budaya.f. Kegiatan Pembelajaran.

sinar merah atau sinar biru? Jelaskan! Frekwensi cahaya terendah efek fotolistrik pada logam kalium 4.Teori kuantum .Mekanika gelombang - Diskusi Informasi tentang teori kuantum. Sub kulit l = 3 Buku Kimia - . Silabus Madrasah Cetak tanggal : : 0 26 Mei 2006 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/Uraian Materi Penilaian Pengalaman Belajar Alok asi Wak tu 3 JP Jenis Tagih an .Kuis .2 . komunikasi lisan) Manakah yang mempunyai energi lebih besar. (Kecakapan hidup menggali informasi.10 µ/detik Berapa energi satu foton dari cahaya ini? Buku Kimia - Menjelaskan pengertian bilang an kuantum dan bentukbentuk orbital .1 Menerapkan Teori Atom Mekanika Kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menggunakannya pada penentuan letak unsur dalam tabel periodik - Menjelaskan teori atom mekanika kuantum .Bilangan kuantum dan bentuk orbital - Menentukan bilangan kuantum dan bentuk orbital S.UH Bentuk Tagihan Uraian obyektif Contoh Tagihan Sumber/Ba han 1. menghubung- 3 JP .Struktur atom dan SPU . prinsip ketidakpastian dan mekanik gelombang. Kulit dengan n = 4 b.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas Semester : : KIMIA : XI IPA :I Standard Kompetensi : Mendiskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik atom serta struktur molekul dan sifat-sifatnya.Prinsip ketidakpastian dari Heisenberg .Kuis Tuga s . P dan D (kecakapan hidup meng olah data.UH Uraian obyektif - Tuliskan semua harga bilangan kuantum pada kulit M(n=4) Tentukan jumlah elektron maksimum dalam : a.

S = 16. CCl4 c.UH Uraian obyektif a.2 Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan hubungan antar molekul dengan sifatnya. C = 6. mengambil keputusan) 3 JP .UH Uraian obyektif - Gambarkan bentuk molekul dari a. Ha 1s² 2s² 2p6 2d1 b.Kuis Tuga s . - Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elek tron . F = 9) .Azas larangan Pauli - 3 JP .Teori domain elek tron dan gaya antar molekul a. (kecakapan hidup mengolah data) c. . gaya Van- - Menggambarkan bentuk molekul dan senyawa. SF6 Buku Kimia (Ar N = 7.Prinsip Aufbau . H = 1. aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. 3 JP .UH Uraian obyektif - Gambarkan diagram orbital untuk unsur dengan no atom 13 dan 18 Gagasan manakah yang dilanggar oleh konfigurasi elektron berikut.kan variabel) Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. serta beri konfigurasi yang benar : Buku Kimia - - Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik . Teori domain elektron b.Kuis Tuga s . (Kecakapan hidup menghubungkan variabel. K19 b.Hubungan konfigurasi elektron dgn periodik dan golongan - Menentukan unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektronnya.Kuis Tuga s . Gaya antar molekul (gaya Lon don. Orbital dengan m = 2 - Menggunakan prinsip Aufbau. NH3 b.Aturan Hund . K : [Kr] 3d1 Buku Kimia - Pada periode dan golongan berapa letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik? a. Cl = 17. Pb82 1. AS33 c.

Butana atau Isobutana 3 JP Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi? Buku Kimia . Nitrogen (Mr = 28) atau Oksigen (Mr = 32) b.der Waals. mengolah data. mengidentifikasi variabel) a. (Kecakapan hidup : menggali informasi. ikatan hidrogen) Mengidentifikasi sifat molekul: Berdasarkan gaya antar molekul. ikat an hidrogen) Menjelaskan perbedaan sifat fisis( titik didih. gaya Vander Waals. titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya London.

Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi − : : Akuntansi : XI/IPS :I : : : Menganalisis sistem informasi.Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi dapat mengubah keputusan yang menyebabkan perubahan tingkah laku! .Kuis  makna sebagai sistem informasi dengan mengkaji sumber bahan.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Silabus Madrasah Cetak Tanggal Standart Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Uraian Bebas . dan komunikasi tertulis) . . struktur dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Jenis Tagih an Penilaian Bentuk instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu 12 x 45’  Mendefinisikan akuntansi Sumber/ Bahan dan Alat .Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi itu relevan! Berikanlah . (Kecakapan hidup: menggali informasi. dasar hukum.Buku Penunjang Yang releVan .Ulang an hari .Rumuskan kembali definisi operasional akuntansi sesuai dengan pemahaman kamu.Jawaban Singkat . mengolah informasi.LKS Akuntansi dan sistem informa si  Definisi akuntansi Kuallitas informasi akuntansi − Mendeskriksikan .

Kuis . meng-olah informasi.Jelaskan perbedaan antara bidang akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan! . .Bedakan karakteristik pemakai informasi internal dengan eksternal! .Deskripsikan manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan eksternal! . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Uraian Bebas . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .Tunjukkan pemakai informasi akuntansi di-pihak ekstern dan intern.Ulangan .Tugas individu .Tunjukkan perbedaan antara .Jawaban Singkat − Mengidentifikasi   Kegunaan informasi akuntansi  Bidang-bidang akuntansi  Mengidentifikasi macam-macam manfaat infor-masi akuntansi bagi pemakainya dengan mengkaji sumber bahan (Kecakapan hi-dup: menggali informasi. memecahkan masalah.  Beberapa pemakai informasi akuntansi Karakteristik pemakai informasi akuntansi.Berikan gam-baran secara kronologis ten-tang proses kegiatan akuntansi! .Uraian Bebas .  Proses kegiatan akuntansi − Mengkaji refe-rensi  Merumuskan kualitas informasi akuntansi.Kuis . dan komunikasi tertulis) . dan mempresentasikan proses akuntan-si.Unjuk Kerja  Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi setiap pemakai.an contohnya .Jawaban Singkat .Ulangan hari . meng-olah informasi. mengambil keputusan.

(Kecakapan hidup: menggali informasi. memecahkan masalah. .Ulangan hari an . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .Inventori .Tunjukkan sikapmu jika kamu menjadi akuntan profesional!  Profesi akuntan  Mendeskripsikan bidang garapan/ profesi akuntan  Etika profesi akuntan  Mengidentifikasi etika profesi akuntan.Tugas Individu .Mendeskripsikan bidang dan profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan.Uraian Bebas . meng-olah informasi.bidang spesialisasi akuntansi. an akuntan publik dengan akuntan swasta! . mengambil ke-putusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful