PEDOMAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN KTSP DI MADRASAH ALIYAH

3.

Oleh Tim Kanwil Depag Jatim 1. Drs. H. Roziki, MM. MBA (Pelindung) 2. Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA. (Pengarah) Drs. H. A. Husein Kurdi, M. PdI (Penanggungjawab) 4. Drs. Syairofi, M. Ed (Pelaksana) 5. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. (Staf Ahli) 6. Dra. Hj. Suti’ah, M. Pd (Anggota) 7. Drs. Sugeng Listyo Prabowo, M. Pd (Anggota)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROPINSI JAWA TIMUR 2006

CONTOH HALAMAN COVER: KURIKULUM MADRASAH ALIYAH....................

Lambang Pemda

Departemen Agama Kabupaten MA. N/S …………… Jl. ……………………….………… Telp. …………. Faks. …………..

Lambang Depag

CONTOH HALAMAN PENETAPAN PENETAPAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, maka dengan ini Kurikulum Madrasah Aliyah ................ ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 200../200..

Mendapat Pertimbangan dari Komite Madrasah ………………………… Ketua

Ditetapkan di : ........................ Pada Tanggal : …………………. 200.. Menetapkan : Kepala MA ………………………… NIP

Mengetahui: a.n. Kepala Kantor Departemen Agama Kabid Mapenda Kanwil Jatim, --------------------------------NIP. ........................... CONTOH KATA PENGANTAR: KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah ………….. Kabupaten/ Kotamadya ……… dapat terselesaikan. Tim Penyusun KTSP ini terdiri atas guru, konselor, dan kepala MA……………… yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan penyusunan KTSP ini kami melibatkan Komite Madrasah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan dokumen KTSP ini dilakukan dengan merujuk pada Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),

.1/PP.......................... nara sumber... para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dalam mengembangkan kurikulum operasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan madrasah serta aktualisasi kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurukulum....II.............. dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan digunakan oleh stakeholder lainnya dalam pembinaan penyelenggaraan pendidikan......... 200..... .00/ED/681/2006 Tentang Pelaksanaan Standar Isi............ serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ.. teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat. NIP ........... Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh guruguru Madrasah Aliyah . ....... Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2006... .... Kepala MA.Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah......... Untuk itu kurikulum ini perlu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan... Penyusunan kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak madrasah bersama komite madrasah........

. Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah........... B............................ Pelaksanaan Muatan Lokal ....................CONTOH SISTEMATIKA KTSP DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A.......... BAB V: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI ............................................. A.............................. A....... Pindah Madrasah F................ Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar .......... Tujuan Satuan Pendididkan Dasar . Struktur dan muatan Kurikulum ............................................................... SISTEM PENILAIAN..... Penjurusan E.......... Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri B.. Ketuntasan Belajar B...... 3.. B........ Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri C........... Komponen Pendidikan Kecakapan Hidup di MA C............. Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri BAB VI: PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) A. PENJURUSAN............... 1.......................................................... B.................. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ................... DASAR PEMIKIRAN B. Kenaikan Kelas D... Tujuan Madrasah Aliyah.... PROFIL MADRASAH ALIYAH............................................ PINDAH MADRASAH DAN KELULUSAN A......... 2.................... Sistem Penilaian C......... BAB IV: PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL .. E....... Pengaturan Beban Belajar . Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah…..................... Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran ..... BAB III: STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR ...... C....... D....... Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran .................. Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah Dan Ujian Nasional .............. Mata Pelajaran Muatan Lokal ............................. KENAIKAN KELAS........ Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di MA BAB VII: KETUNTASAN BELAJAR... A.. C.......... A........ LANDASAN C. Visi & Misi Madrasah Aliyah.................................................................. Konsep dan Sifat Muatan Lokal ..... Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar D......................... Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup di MA D............. D....... BAB II: STANDAR KOMPETENSI .... Konsep dan Sifat Pendidikan Kecakapan hidup B.........

Tinjauan Kurikulum B. Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum E.BAB VIII: REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Kerjasama/Kemitraan (Implikasi KTSP) BAB IX: KALENDER PENDIDIKAN BAB X: SILABUS dan RPP . Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan D.

.... proses. (2) Kesesuaian KTSP dengan kekhasan. dan (3) melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri B... Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah X dinyatakan tercapai apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan.. tenaga kependidikan..... Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut.. (3) Prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.. kondisi dan potensi daerah. Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional... pembiayaan dan penilaian pendidikan. (4) KTSP mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. kondisi dan potensi daerah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu... (2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global. Misalnya sebagai contoh berikut: Madrasah X merupakan .. sosial budaya masyarakat.(kondisi madarsah X) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan..BAB I PENDAHULUAN A. DASAR PEMIKIRAN Dasar Pemikiran penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya berisi tentang : (1) KTSP dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan nasional. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik agar dapat diterima untuk: (1) memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global. serta kesesuaiannya dengan kekhasan... kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik. Landasan: Landasan penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya menunjukkan: (1) Ada undang-undang yang jelas sebagai acuan dalam . yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi Madrasah dalam mengembangkan kurikulum... pengelolaan.. kompetensi lulusan. Tujuan tertentu ini adalah tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan atau standar-standar yang lebih operasional. sosial budaya masyarakat. kebutuhan dan potensi tersebut.. KTSP ini disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan berbagai karakteristik. sarana dan prasarana. serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes....

1/PP. Visi Madrasah Aliyah menunjukkan gambaran MA di masa yang akan datang (jangka panjang) yang diinginkan. Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 1 & 2. era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 18 ayat (3). dan juga tertuang dalam buku panduan penyusunan KTSP dari BSNP. Profil Madrasah Aliyah Profil Madrasah Aliyah (MA) setidak-tidaknya berisi: (1) tujuan pendidikan menengah. Dalam menentukan visi perlu memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan.penyusunan KTSP. (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan (3) tujuan MA. Rumusan tujuan pendidikan menengah dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah no. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar neger 3. (2) Ada PP & Permendiknas yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan Madrasah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. dan Pasal 49 Ayat 1 (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sebagaimana tertuang dalam UU No.00/ED/681/2006 tanggal 1 Agustus 2006. era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. 4. 5. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. (3) Ada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. C. (6) Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. Contoh : (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1 & 2. Rumusan visi menggunakan kalimat keadaan dan perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikatornya. perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. sehingga jelas apa yang dicita-citakan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab V (Standar Kompetensi Lulusan) pasal 26. sehingga Madrasah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa.II. Tentang Pelaksanaan Standar Isi. 2. antara lain: 1. (2) visi dan misi MA. karena MA merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah. kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar Madrasah . (4) Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas nomor: 22 dan 23.

bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Jika itu dianggap terlalu pendek dapat juga untuk 2 siklus program MA yang berarti 6 tahun. Visi dan misi terkait dengan jangka waktu yang sangat panjang. untuk jangka waktu yang lama 2. 4. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. 6. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. selanjutnya perlu dirumuskan tujuan MA. misalnya untuk jangka 3 tahunan. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan Madrasah ke arah yang lebih baik. pengetahuan. 7. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3 tahun dapat berwujud sebagian dari visi (tidak seluruhnya). Rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”. di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja.untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Adapun rumusan visi yang baik setidak-tidaknya memberikan isyarat: 1. . 3. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. serta tujuan MA adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Menengah Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. 5. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi dengan berbagai indikatornya. Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Misi merupakan tindakan/ upaya untuk mewujudkan visi MA yang telah ditetapkan tersebut. sehingga Madrasah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan Madrasah. Sebaiknya tujuan itu dikaitkan dengan siklus program MA. Berorientasi ke masa depan. Contoh-contoh rumusan tujuan pendidikan dasar. di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” Madrasah luar negeri di kota besar di Indonesia. sedangkan tujuan MA dikaitkan dengan jangka waktu menengah. Bertolak dari visi dan misi. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan dan sebagainya. visi dan misi. kewajiban. serta 8. 6. semangat dan komitmen warga. yaitu satu siklus pendidikan di MA.

Unggul dalam prestasi kesenian. sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal.2 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kepedulian warga Madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan Madrasah dari pada sebelumnya.1 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kualitas sikap dan amaliah keagamaan Islam warga Madrasah dari pada sebelumnya. • Misi 1. 6. 6. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah dan Komite Madrasah. 5. Unggul dalam prestasi Bahasa Arab 4. Visi dan Misi MA • Visi UPRES BERIMTAQ (Unggul Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa) Indikator-Indikatornya adalah: 1. Menciptakan lingkungan Madrasah yang sehat. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga Madrasah baik dalam prestasi akademik maupun non akademik 4. bersih dan indah 5. 7. sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal. 8. Unggul dalam prestasi olahraga. Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar. Tujuan MA 3. 2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif. 3. . 3. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliah keagamaan Islam 2. ahklak mulia. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS 3. Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris. sesuai dengan potensi yang dimiliki 3. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya.kepribadian. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.5 Pada tahun 2009. terjadi peningkatan skor UNAS minimal rata-rata +1. memiliki tim olahraga minimal 3 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat Propinsi.3 Pada tahun 2008.4 Pada tahun 2009.6 Pada tahun 2010. dan mampu menjadi MC dan berpidato dengan 2 bahasa tersebut. para siswa yang memiliki minat.3. 3.5 dari standar yang ada. memiliki tim kesenian yang mampu tampil minimal pada acara setingkat Kabupaten/Kota. .7 Pada tahun 2010. 3. 3. bakat dan kemampuan terhadap Bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat dari sebelumnya. terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/ prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik.

1/PP. Di samping itu. SKL ini dipandang sudah cukup ideal. terutama SKL-MP serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran tersebut. Namun demikian. (3) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran. (4) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran.BAB II STANDAR KOMPETENSI Pada bab ini setidak-tidaknya berisi tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. dan program-program. yang meliputi peserta didik. sarana prasarana. yang disebabkan karena perbedaan tingkat kesiapan dalam hal sumberdaya manusia yang memadai (seperti guru dan tenaga kependidikan lainnya. masing-masing MA perlu melakukan analisis konteks dengan cara: (1) mengidentifikasi standar isi dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. dan (5) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah.00/ED/681/2006 tentang pelaksanaan standar isi. (2) menganalisis kondisi yang ada di Madrasahnya. dan (3) menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan . bahwa Madrasah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dengan melakukan inovasi dan akselerasi. Adapun standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 22/2006 tentang Standar Isi.II. dalam realitasnya kondisi MA itu sangat bervariasi terutama jika dilihat dari aspek kemampuannya dalam mencapai SKL. Standar kompetensi lulusan (SKL) MA diadopsi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen Diknas) Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Demikian pula standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SK-KMP) cukup mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. (2) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. apalagi pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang merupakan ciri khas dari Madrasah. MA perlu memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. maka MA dapat mengembangkan standar tersebut baik pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) maupun standar isi (SK & KD) mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam Permen Diknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tersebut. peserta didik) dan penyediaan sumberdaya lainnya (seperti sarana/prasarana. pendidik dan tenaga kependidikan. ketika hendak menyusun KTSP. anggaran dan lain-lain). Atas dasar itulah. Karena itu. biaya. sehingga masing-masing MA cukup mengacu pada Permendiknas tersebut.

3. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih sama atau sejajar dengan stadar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih berada di bawah standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). Mapendais Depag/Dinas pendidikan. Kondisi riil MA dalam pencapaian SKL. sehingga dituntut untuk meningkatkannya dengan standar yang lebih tinggi.lingkungan sekitar: Komite Madrasah. sehingga dituntut untuk memenuhi standar isi agar berada sama/sejajar dengan standar yang ada. sehingga dituntut untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar isi. Ketiga kondisi MTs tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut: Berada di bawah Standar Memenuhi standar KONDISI RIIL KEMAMPUAN MTs DALAM PENCAPAIAN SKL-MP DAN STANDAR ISI Berada sama/ sejajar dengan standar Memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar Berada di atas standar Meningkatkan dengan standar yang lebih tinggi . 2. dewan pendidikan. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) sudah berada di atas standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). sumber daya alam dan sosial budaya. yaitu: 1. terutama SKL-MP serta SK & KD (standar isi) mata pelajaran dan implikasinya dapat dipetakan ke dalam tiga kategori.

jumlah dan kualitas ruang kelas. Bagi MA yang berada di atas standar. perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelompok Kerja Madrasah) atau dengan SMP lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP. (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) masing-masing mata pelajaran. Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah. bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif. (3) mendayagunakan sumber-sumber pendidikan secara optimal. PKG atau lainnya. Karena itu. 2. Subject Centered Design. dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutanurutan pembahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran. terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. (2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif. . jumlah dan kualitas buku pelajaran. (5) mengembangkan program pembelajaran akselerasi. dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional. meningkatkan kreativitas guru.Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL. mendayagunakan perpustakaan secara optimal. maka kepala Madrasah perlu memberikan pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut: (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelligence. (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru. (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi. Learner Centered Design. (5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan.

kritis. kritis.3. kreatif. dan A. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri mengembangkan budaya belajar 9. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isuisu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. perbuatan. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. bangsa. golongan sosial ekonomi dalam lingkup global suku. Menghargai keberagaman agama. sosial Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan lingkungan secara produktif dan 12. Berikut ini dikemukakan contoh-contoh implementasinya: STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MADRASAH ALIYAH Bagian ini menyajikan tentang Standar Kompetensi Lulusan MA (SKL). dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya . Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 1. kreatif. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. ras. Problem Centered Design. SKL tersebut diambil dari Permen Diknas No. dan inovatif 7. Memanfaatkan bertanggung jawab 13. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. 6. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. dan pekerjaannya 4. berbangsa. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis.

Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. membaca.15. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Estetika. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat B. Menjaga kesehatan dan keamanan jasmani. dan budaya dalam tatanan global 3. Olah Raga. Mengapresiasi karya seni dan budaya karya kreatif. suku. 1. Kewarganegaraan dan Kepribadian. baik individual diri. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Agama Dan Akhlak Mulia 1. Menunjukkan keterampilan menyimak. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. 2. serta kebersihan lingkungan 18. Jasmani. bangsa. maupun 16. kebugaran Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. 5. Menghasilkan kelompok 17. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. menulis. Agama dan Akhlak Mulia. mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini. ras. Menghargai keberagaman agama. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. 3. . Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 1. dan Kesehatan Baik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah. golongan sosial ekonomi. 4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4.

Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri 10. ketahanan. berbangsa. Menghargai keberagaman agama. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7.5. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Berkarya secara kreatif. bangsa. baik individual maupun kelompok Menjaga kesehatan. kesehatan. dan kebugaran jasmani untuk 12. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab 2. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. ras. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. golongan sosial ekonomi. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. suku. perbuatan. Menjaga kebersihan. ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. hukum dan perundangan 3. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. mengembangkan budaya belajar 9. 11. dan pekerjaannya 8. Menghargai adanya terhadap orang lain perbedaan pendapat dan berempati 6. dan budaya dalam tatanan global 4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan jawab bertanggung 5. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain .

Bagi madrasah yang lebih rendah dan sejajar dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SKL-MP dari Permen 23 tahun 2006. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) SKL-MP diambil dari Permen 23 tahun 2006. 1. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika 3. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SKL-MP dapat meningkatkan SKL-MP tersebut. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Madrasah 1 harus menampilkan SKL-MP yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Perubahan/ Pengembangan SKL-MP tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SKLMP yang pertama. demikian pula jika menulis Standar Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Madrasah 1. Memahami ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Jasamani. SKL-MP PAI (Semua Program) Standar Kompetensi 1. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. tabzir dan fitnah Standar Madrasah 1 Diisi dengan SKL-MP pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 4. dan seterusnya. Standar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SKL-MP yang kedua.15. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Estetika Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 5. Olah Raga dan Kesehatan Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 C.

SKL-MP Kewarganegaraan (Semua Program) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 3. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia 2.4. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 4.

SKL-MP Bahasa Inggris (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 6. SKL-MP Matematika (Program IPA) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 8. SKL-MP Matematika (Program IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . SKL-MP Bahasa Inggris (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 7.5.

Mengetahui perkembangan hadits dari zaman Rasulullah saw. 7. sunah.1/PP. 6. Demikian seterusnya. 9.II. dan mengetahui pembagiannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas rawi. SKL-MP Ilmu Hadits (Program Keagamaan) Standar Kompetensi 1. Mengetahui sahabat. 5.. Mengetahui sejarah pentakhrij hadits yang terkenal sebagai imam madzhab dan pentakhrij haditsyang terkenal sebagai perawi hadits. tabi’in dan tabi’it tabi’in. SKL-MP Matematika (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 10. DJ. Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. 8. Mengetahui macam-macam hadits dha’if dan pendapat para ulama dalam mengamalkan hadits dha’if. 4. Mengetahui hadits qudsi dan hadits marfu’ serta mengetahui perbedaan antara hadits qudsi dengan Al-Qur’an.00/ED/681/2006) 3. sampai abad X H. Mengetahui ilmu jarh dan ta’dil serta kegunaannya.9. Mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam dan fungsi hadits tehadap Al-Qur’an.. . Mengetahui tahammulul hadits (cara menerima dan menyampaikan hadits) dan kelayakan untuk menerima atau menyampaikan hadits. 2. Memahami arti hadits.

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Bagi madrasah yang lebih rendah dan mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006. demikian pula jika menulis Standar Kompetensi Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Kompetensi Madrasah 1. Perubahan/ pengembangan dapat dilakukan sebagaimana telah dijelaskan di atas. Standar Kompetensi Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SK yang kedua. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/ KD tersebut. Perubahan/ Pengembangan SK tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Kompetensi Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SK yang pertama. Al-Qur’an dan Hadits KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) . dan seterusnya. Misalnya. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditampilkan dalam kurikulum hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang ada jurusannya di madrasah/ sekolah saja. di Madrasah A hanya memiliki jurusan IPA dan IPS saja. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Kompetensi Dasar Madrasah 1 harus menampilkan Kompetensi Dasar yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. maka kurikulum madrasah A tidak perlu mencantumkan SK dan KD untuk Jurusan Bahasa 1. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Kompetensi Madrasah 1 harus menampilkan Standar Kompetensi yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. demikian pula jika menulis Kompetensi Dasar Madrasah 2 maka harus menampilkan Kompetensi Dasar Madrasah 2.D. Demikian pula dalam melakukan pengembangan KD. Perubahan/ Pengembangan KD tersebut dimasukkan dalam kolom Kompetensi Dasar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan KD yang pertama. Kompetensi Dasar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan KD yang kedua. dan seterusnya.

56 dan An Nahl : 78. 2.2. SKX. Menampilka n perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah.X 1 SKX.1AQ.1. Men ampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am. Mem baca QS Al An’am.1AQ. 12-14.1 1. 30. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) 1. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) 1. 56 dan An Nahl : 78 Menyebutk an arti QS AlBaqarah. 2.2 2. 162163 dan AlBayyinah. Al-Mukminun.162-163 dan AlBayyinah. 56 dan An Nahl : 78. Membaca QS AlBaqarah.1. 12-14. 30. . Meny ebutkan arti QS Al An’am. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. M emahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.2. 1214. 5.3.30.3. Az-Zariyat.162-163 1. Al-Mukminun. AzZariyat. AlMukminun. AzZariyat. 5. 2.

dan logaritma 1. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat.2AQ. akar. 5. 3.. akar. dan logaritma . dan QS Asy Syura. X 2 SKX. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi 3. 38 dalam kehidupan sehari-hari. 3. 2. akar.. dan logaritma 1.1 3. Dan seterusnya. 38.1 Menggunakan aturan pangkat.1 Membaca QS Ali Imran. 38. MATEMATIKA KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembangan (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) X 1 SKX.1MT.1 Aljabar 1.3 Menampilka n perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159.2 Menyebutk an arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura.dan AlBayyinah.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. 159 dan QS Asy Syura.

2 2.2 Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat 2. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksama an kuadrat 2. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi.1 Memahami konsep fungsi 2.4 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya .5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat 2.1MT.3 Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.SKX.

SKX.1MT.3

3. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksama an satu variabel

3.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel 3.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear 3.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaa n satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar 3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaa n satu variabel

3.6 Menyelesaikan
model matematika dari masalah

yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya

Dan seterusnya.... E. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah Diagram pencapaian kompetensi lulusan MA, digunakan untuk memberikan orientasi secara cepat kepada pembaca dan pengguna kurikulum berkaitan dengan posisi KD, SK, SKL-MP, SKKMP sampai dengan SKL. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk mempetakan posisi muatan mata pelajaran sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 7. Diagaram pencapaian kompetensi lulusan madarsah ibtidaiyah sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah menggambarkan hubungan yang logis dan terarah, (2) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah mudah difahami oleh pembaca; (3) Menggambarkan seluruh mata pelajaran, pengembangan diri, pendidikan vocasional dan muatan lokal, (4) Menggambarkan muatan kelompok mata pelajaran; (5) Menggambarkan wilayah internalisasi life skil; (6) Menggambarkan keterkaitan antara pencapaian kompetensi lulusan dengan pencapaian visi madrasah Pembuatan diagram ini akan menjadi lebih mudah jika setiap SK dan KD sebagai kompetensi terkecil dalam KTSP dilakukan pengkodean, serta pemberian garis dan warna yang berbeda dalam setiap kelompok Mata Pelajaran.

KLAS X

KLAS XI

KLAS XII

SK-X.1,2-AQ.1,2 SK-X.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-X.1,2-FQ.1 SK-X.1,2-TK.1 SK-X.1,2-KW.1,2,3 SK-X.1,2-BI.1s/d 8 SK-X.1,2-BR.1s/d 6 SK-X.1,2-SE.1A SK-X.1,2-MT.1s/d 3 SK-X.1,2-FI.1As/d 4A SK-X.1,2-BO.1As/d 2A SK-X.1,2-KI.1As/d 2A SK-X.1,2-TI.1 s/d 3

SK-XI.1,2-AQ.1 SK-XI.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-XI.1,2-FQ.1,2 SK-XI.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2,3 SK-XI.1,2-BI.1s/d 8 SK-XI.1,2-BR.1s/d 6 SK-XI.1,2-SE.1A SK-XI.1,2-MT.1As/d 3A SK-XI.1,2-FI.1As/d 2A SK-XI.1,2-BO.1As/d 3A SK-XI.1,2-KI.1As/d 3A SK-XI.1,2-TI.1

SK-XII.1,2-AQ.1,2 SK-XII.1,2-QD.1 SK-XII.1,2-AK.1,2 SK-XII.1,2-FQ.1 SK-XII.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2 SK-XII.1,2-BI.1s/d 8

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN PENDIDIKAN AGAMA
SKEL-PAI

B

SKEL-KWB
SK-XII.1,2-BR.1s/d 6 SK-XII.1,2-SE.1A SK-XII.1,2-MT.1As/d 3A SK-XII.1,2-FI.1As/d 2A SK-XII.1,2-BO.1As/d 3A SK-XII.1,2-KI.1As/d 3A SK-XII.1,2-TI.1

KOMPETENSI LULUSAN

SKEL-TEK

A
SKEL-EST SKEL-POK

SK-X.1,2-SB.1As/d 2A SK-X.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XI.1,2-SB.1As/d 2A SK-XI.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XII.1,2-SB.1As/d 3A SK-XII.1,2-PO.1 s/d 7

INTERNALISASI LIFE SKILL DAN NILAI-NILAI AGAMA

1 s/d 3 SK-XII.1.1 MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-VTO.2-VTO.1 s/d 6 .2-BA.BK.1 s/d 6 SK-X.2-PD.BK 1 s/d 2 B A SK-X.2-PD.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.BK.1.1 SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-PD.1.1.1.2-BA.1.2-BA.1.1.

1.1.1 s/d 3 SK-XI.2 SK-X.2-MT.2-QD.1 s/d 7 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.2-TI.1s/d 3 SK-X.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1As/d 2A SK-XI.1 SK-X.1.2-KI.1.1.1.1 SK-XI.2-MT.1 SK-X.1.1.2-FQ.1.1.1.1.1.1.2-FI.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1.1 SK-XI.2-BR.2-AQ. MP KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN SK-X.1As/d 3A SK-XI.1s/d 6 SK-XI.2-FQ.2-BO.1As/d 3A SK-XI.2-TK.2-TI.2-TI.2-QD.2-PO.1.1.1As/d 4A SK-X.2.2-BO.1 SK-X.2-MT.2-BI.2-AK.2-TK.1.1.3 SK-XI.1.1 SK-XI.2 SK-XI.1.1.2 SK-XII.1s/d 6 SK-X.1As/d 2A SK-X.2-FQ.2-PO.2-BR.1.2.1.2-BO.1.1.2-AK.1 SK-XII.2-AK.2 SK-X.1.1s/d 6 SK-XII.2-PO.1.2-BI.1.1s/d 8 SK-XI.1.1.2-KI.1.1.2-SB.1.1A SK-X.2-KI.1.1As/d 3A SK-XII.1.1.1 s/d 7 .2-KW.1.3 SK-X.1.2-SB.1 SK-XII.1A SK-XI.2 SK-XII.1 SK-XII.1.1.2-SB.1As/d 2A SK-X.1.1 SK-X.2 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.2-FI.1.1A SK-XII.1.1 s/d 7 SK-XII.1s/d 8 SK-X.1.1.1As/d 3A SK-XII.1.2-QD.2-SE.2-BR.2-AQ.1As/d 2A SK-X.1.2-AQ.1.2-SE.1As/d 3A SK-XII.1.1As/d 2A SK-XI.1.2-SE.2-BI.2-TK.1.1.1.1.2-KW.1As/d 2A SK-XII.2-FI.1.2-KW.2 SK-XI.

1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-PD.BK 1 s/d 2 SK-X.1.1 s/d 6 SK-X.1 s/d 6 SK-X.1. .2-BA.BK.1.1 s/d 6 .KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-BA.1 s/d 3 SK-XII.1.1.1 SK-X.1.2-VTO.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-VTO.1.1 A MUATAN LOKAL SK-X.2-BA.2-PD.2-PD.BK.1.1.2-VTO.

1As/d 3A SK-XI.1.2-QD.2-KI.1.2-KW.1s/d 8 SK-XI.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1 SK-XI.2 SK-XI.3 SK-X.2-SB.2-FI.1s/d 8 SK-X.1.2-BR.1.2-AK.1.1.1 SK-XI.1.1.2-QD.1A SK-XI.2-SE.1s/d 6 SK-X.1 SK-X.2-TI.2-FQ. MP ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SK-X.1As/d 2A SK-X.1.1.1.1.1As/d 4A SK-X.1.1.2-KW.1.1 s/d 7 SK-XI.2 SK-X.1.2-TK.2-TI.2.2-QD.1 SK-X.2-FI.1 SK-XII.1.1.1.1 SK-XII.2-BI.2-SB.1.1.1As/d 3A SK-XII.1.2-SB.1 SK-XI.1As/d 2A SK-XI.1.1.1 s/d 7 SKEL-EST SKEL-POK .1s/d 6 SK-XI.2-AQ.2-AK.1.2-BI.1.1A SK-X.1.2 SK-XI.1.2-TI.1.2-PO.1A SK-XII.2-TK.1As/d 3A SK-XII.1s/d 6 SK-XII.2-BI.2-FQ.2-AK.1.2-SE.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A B SK-X.1As/d 3A SK-XII.2-MT.2-BR.1.1.2-KI.1.2 SK-X.1.1 SK-XII.2-KI.2-AQ.1s/d 3 SK-X.1.1.1 s/d 7 SK-XII.1.2-PO.2.2-FI.1.1As/d 3A SK-XI.2 SK-XII.1.1As/d 3A SK-XII.1.2-MT.1.1.1.1.2-BO.3 SK-XI.2-MT.1 s/d 3 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1As/d 2A SK-XI.1.2-BR.1.2-KW.2 SK-XII.1.1.2-FQ.1As/d 2A SK-X.2-BO.1 SK-X.2-AQ.1.1.1.1As/d 2A SK-XII.1.2-SE.1As/d 2A SK-X.1.2-PO.2-TK.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1 SK-X.1.2 SK-XII.2-BO.1.1.

1 s/d 6 .1.1.2-BA.2-PD.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-BA.2-VTO.1.1 s/d 6 SK-X.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI B SK-X.2-BA.2-PD.2-VTO.1.1 s/d 6 SK-X.2-VTO.2-PD.1 A MUATAN LOKAL SK-X.1.BK.BK.1.1 s/d 3 SK-XII.1.BK 1 s/d 2 SK-X.1 SK-X.

1As/d 3A SK-XII.1.2-SB.2-KI.1s/d 3 SK-X.2-FQ.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1s/d 6 SK-X.1As/d 2A SK-XI.1 SK-XII.1.2-KW.1.1.1As/d 3A SK-XII.2-KI.1 SK-X.1As/d 2A SK-X.2-BO.2-AQ.1As/d 3A SK-XII.2-PO.2-TI.2 SK-X.2-SB.2-PO.1 s/d 7 SK-XII.2.2-KI.1.2-SE.2-PO.1.1.1.1 SK-X.1.2-KW.1.1 SK-XI.2 SK-XI.1.2-SB.2 SK-XII.2-MT.2-QD.1.1A SK-XI.1As/d 2A SK-X.1 SK-X.1.1 SK-X.1.1As/d 2A SK-XII.2-TI.2-FQ.3 SK-XI.1A SK-XII.1As/d 2A SK-X.1.1.1.1.1.2 SK-XII.1.2-BO.1 SK-XII.1.2 SK-XI.1.2-TI.1.2 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1.2-TK.2-TK.2-BO.1As/d 3A SK-XI.1 s/d 7 SK-XI.1s/d 6 SK-XII.1.1.1 SK-XII.1.2-AK.3 SK-X.2-FI.1.2-AK.1As/d 3A SK-XI.1.1 SK-XI.1s/d 8 SK-X.2-BR.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 4A SK-X.1.2-BI.1s/d 8 SK-XI.2 SK-X.1.1.1.1.2-QD.2-BI.1.1.1s/d 8 SKEL-PAI B SKEL-KWB SK-XII.2-SE.2-SE.1 s/d 3 SK-XI.2-FI.2-FQ.1.1.1.1.2.2-MT.1.1 s/d 7 .1.1.2-FI.1.2-MT.1.2-BI.1.2-AQ.1As/d 2A SK-XI.2-KW.1.1.1. MP ESTETIKA SK-X.1.1.2-BR.1s/d 6 SK-XI.2-BR.2-TK.1.2-AQ.1 SK-XI.2-AK.1.2-QD.1.1.1A SK-X.

1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1 SK-X.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1 s/d 6 .2-BA.2-BA.2-VTO.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-VTO.1 s/d 3 SK-XII.1.1.2-PD.1 s/d 6 SK-X.2-VTO.2-PD.BK 1 s/d 2 SK-X.1.2-BA.BK.1.1 s/d 6 SK-X.2-PD.1.BK.

MP JASMANI. OLAH RAGA DAN KESEHATAN .DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.

1As/d 3A SK-XI.1As/d 3A SK-XII.2-FQ.2.1.1.2-FI.1s/d 6 SK-XII.2-SB.2-KW.1 s/d 3 SK-XI.2.1 SK-XI.1.2-TI.2-SE.1.1A SK-X.1 s/d 7 .2-KW.1.1s/d 8 SK-XI.2 SK-XI.1.2-BO.1.2-FI.1As/d 2A SK-X.2-TK.2-TK.1.1.2 SK-XII.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.2-FQ.1.1.2-AK.KLAS X KLAS XI KLAS XII SK-X.3 SK-XI.1 SK-XII.1As/d 3A SK-XII.1.1.1.2-BR.2-BI.2-SE.2-BI.1As/d 3A SK-XII.1As/d 4A SK-X.1.2-AQ.2-MT.1.1.2 SK-X.1 SK-XI.2 SK-XI.1.2-TK.1A SK-XII.1As/d 2A SK-X.2-SB.1.1.1.2-BR.1 SK-X.2-BR.2-QD.1As/d 2A SK-XI.1.1.2-MT.1s/d 8 SK-X.1 SK-X.1As/d 2A SK-X.1 SK-X.2-KI.1.1.2-SB.2-MT.2-AQ.2-KW.1.1.1.2-BI.1s/d 6 SK-XI.2 SK-XII.1.2-TI.2 SK-XII.1 SK-XII.2-KI.1 SK-X.1 s/d 7 SK-XII.1.2 SK-X.3 SK-X.2-FI.1As/d 3A SK-XI.1s/d 6 SK-X.1 SK-XII.1.1.1.1.1.2-FQ.1.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 3A SK-XII.1.1As/d 2A SK-XI.2-SE.1.1A SK-XI.2-KI.2-QD.1.1.1.2-PO.2-BO.2-AK.2-AQ.2-PO.1.1.2-AK.1.1.1s/d 3 SK-X.2-BO.1.2-PO.1.1 s/d 7 SK-XI.1.1.1.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A A SKEL-EST SKEL-POK B SK-X.1As/d 2A SK-XII.1.1.1.2-TI.2-QD.1 SK-XI.1.

1.2-BA.2-PD.2-BA.BK 1 s/d 2 SK-X.1 s/d 3 SK-XII.1.1.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1 s/d 6 SK-X.1.1 s/d 6 Diagram pencapaian lulusan dan peta muatan kelompok mata pelajaran untuk jurusan IPS.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-VTO.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.2-BA.2-VTO.BK.1 s/d 6 SK-X.BK.1 SK-X.2-VTO.1.1. Bahasa dan Keagamaan dapat dikembangkan sendiri oleh madrasah/ sekolah .2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1.1.2-PD.1.2-PD.

dan (4) Program Keagamaan. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengorganisasian kelas-kelas pada MA/ SMA dibagi ke dalam dua kelompok. Perubahan dan penambahan struktur kurikulum dan beban belajar hendaknya dapat diidentifikasi. Madrasah/ sekolah sekurang-kurangnya harus terdiri dari 16 mata pelajaran dan program pengembangan diri.30 dan pulang jam 11.BAB III STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR Struktur Kurikulum yang digunakan di Madrasah/ Sekolah harus merujuk pada Permen Diknas no 22 tahun 2006. juga sekurangkurangnya sesuai dengan jumlah beban belajar sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini. Sedangkan pada hari Sabtu masuk jam 6. Sedangkan perubahan/ penambahan beban belajar dimungkinkan dengan merubah/ mengembangkan alokasi waktu yang ada. Namun demikian jika sumberdaya yang ada di Madrasah tersebut mampu melaksanakan lebih dari 43 jam pelajaran per minggu juga dipersilahkan. Rabu.00. Kamis dilaksanakan sebanyak 8 jam pelajaran. Selasa. (3) Program Bahasa. Perubahan pada jam pelajaran tetap mencantumkan beban belajar minimal yang dipersyaratkan oleh Permen 22 tahun 2006. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Kelebihan jam pelajaran sebanyak 4 jam-5 jam pelajaran tersebut dapat ditambahkan pada mata pelajaran yang ingin dikembangkan oleh madrasah/ sekolah. Penambahan beban belajar diperhitungkan dengan mendasarkan jumlah jam madrasah/ sekolah tiap minggu dan jumlah minggu efektif setiap semester. Untuk hari Senin. masuk jam 6. Perubahan/ pengembangan struktur kurikulum dapat dilakukan dengan cara menambah mata pelajaran yang ada di madrasah/ sekolah. Kemudian pada hari Jumat. sehingga total sebanyak 43 jam pelajaran. Kamis. Rabu. hari Jumat 5 jam pelajaran dan hari Sabtu 6 jam pelajaran. Selasa.30 pulang jam 12. Struktur kurikulum tersebut sebagaimana dalam tabel berikut Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas Kelas X . Demikian pula dengan jumlah beban belajar dalam tiap semester.00.30 dan pulang jam 13. Madrasah/ sekolah disarankan untuk mengembangkan struktur dan beban belajar tersebut.30 pada hari Senin. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial. dengan lama jam pelajaran 45 menit/ jam pelajaran. Secara umum madrasah-madrasah/ sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menerapkan beban belajar sebesar 43 jam pelajaran dengan rincian masuk jam 6. khusus untuk MA.

Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Geografi 11. Kimia 9. Kaligrafi (keterampilan) B. Ekonomi 12. 6. Sejarah 10. Bahasa Arab (penambahan) 6. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 5. Teknologi Informasi dan Komunikasi Matematika 15. Pendidikan Jasmani. 4. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Sosiologi 13. Muatan Lokal C. Biologi 8. Pendidikan Agama (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 2.Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. Seni Budaya 13. Fisika 7. Olahraga dan Kesehatan 14.

Seni Budaya 11. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 13.A. Matematika 6. Biologi 9. Sejarah 10. Muatan Lokal C. Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Agama 2. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 12. Pendidikan Jasmani. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Fisika 7. Keterampilan/ Bahasa Arab B. Mata Pelajaran 1. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Kimia 8. Bahasa Inggris 5.

Seni Budaya 11. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 12. Muatan Lokal C. Geografi 8. Keterampilan/Bahasa Asing B. Sosiologi 10. Bahasa Inggris 5. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Sejarah 7. Bahasa Indonesia 4. Ekonomi 9. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Matematika 6. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13.

Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. 1. 4. 11. 2. 9. 7. Keterampilan B. Muatan Lokal C. 8. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 10. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 3. 5. 6. 12. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen A.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam 10. Muatan Lokal C. 13. Seni Budaya Pendidikan Jasmani.Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen A. 12. 11. Pengembangan Diri Jumlah (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab (perubahan) B.

2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman Berbicara 2. berdiskusi. keterampilan dalam bidang TI. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung 1. dan bercerita 2. (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut. Mengungkapkan pikiran. dan informasi melalui kegiatan berkenalan. (2) Macammacam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas.. Muatan lokal bisa berbentuk keterampilan bahasa. sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita. baik bahasa daerah maupun bahasa asing. (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya Muatan lokal disajikan daam bentuk mata pelajaran. Pengembangan Muatan lokal sekurang-kurangnya menunjukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi. perasaan. (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah.BAB IV MUATAN LOKAL Muatan Lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi MA sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif. potensi daerah dan madrasah. standar kompetensi dan kompetensi dasar.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. (5) Ada kejelasan rumusan SKL. artikel. (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan. SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan. misi dan tujuan madrasah.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 2. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal. atau bentuk keterampilan tepat guna yang lain. majalah atau buku berbahasa Jawa/Madura) Kompetensi Dasar . BAHASA DAERAH (JAWA) Standar Kompetensi Mendengarkan 1.

3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa Jawa/Madura Membaca 3.1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (150 kata/menit) 3.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Menulis 4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 4.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 5. Membahas cerita cekak melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6. deskriptif.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu langgam.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui . kidungan yang disampaikan secara langsung/tidak langsung 5.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif Mendengarkan 5.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman Berbicara 6.2 Mengungkapkan isi suatu langgam.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 2.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Memahami langgam.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 4. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca 3. ekspositif) 4.

dan ritma .2 Menulis dengan memperhatikan bait. irama. dan ritma 8. dan perasaan melalui kegiatan menulis 8.1 Membacakan cerita cekak dengan lafal. tekanan.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerita cekak dengan kehidupan sehari-hari Menulis 8. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca Cerita cekak 7. Mengungkapkan pikiran.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.1 Menulis dengan memperhatikan bait.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. dan intonasi yang tepat 7. nada.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman kegiatan diskusi Membaca 7. irama.

A written explanation on the forms and use of Simple Present and Present Cont. SS read the note. A task that explore the use of countable and un countable nouns − − − − − − − − − − − − Learning Experience SS answer and discuss the questions with friends. SS answer and discuss the questions with friends. − − − Lesson – 4 : Language Focus : Simple Present and Present Continous. − The varieties of dishes of fruits. other Asian Food : Western and other foods. SS are able to explain the varieties of dishes of fruits.SYLABUS AND EVALUATION SYSTEM (of Muatan Lokal) Book Drade Unit Basic Competency : : : : Brochures of Tourism X 1 (Essential Information for Foreign Visitors) Communicating fluently and accurately in oral using proper of language in an interractional text and/or monologue especially connecting with tourism contexts Learning Material Topics of discussion about : − Some question on foods. Some task related to the price of gifts. SS describe the topics their friends. An incomplete dialog. − WH – questions. SS are able to mention the price correctly. − − − − − − − − − − − A written explanation on the forms and used of Yes/No questions. A dialog. SS do the task. − Some tasks related to topic. A written explanation on the forms and use of countable and uncountable nouns. . Two Tasks which related to Simple Present and Present Cont. SS practice the dialog in pairs. SS understanding the use of countable and uncountable nouns and are able to complete the tasks. SS read the explanation. SS answer and discuss the questions with friends. Lesson – 2 : Language Focus : − Yes/No – questions. SS know information about many kinds of gifts. SS understand the use of Yes/No questions and WH – questions. − − − SS are familiar with ways of asking for and giving directions. Lesson – 5 : Transportation : Asking for and Giving Directions. Lesson – 6 : Language Focus : Countable and uncountable Nouns. Lessons Lesson – 1 : Dinning − Chinese food. Some questions about gifts. Some notes on how to ask for and give directions. SS do the tasks according to the instructions. SS complete an in complete dialog using appropriate expressions of asking for and giving directions. SS do the task. SS understanding the use of Simple Present and Present Continous and are able to complete the task. Lesson – 3 : What to get (Gifts). SS do the task. − − − Indicator Of Target SS know information about foods among countries. A task that explore the use of WH – question. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions.

A dialog about offering to have dinner together and discussing about the meal. The task related to vocabularies. and numbers. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions of making a reservation. Some notes on how to make the two kinds of dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. An incomplete dialog. An incomplete dialog. − − − − Lessons – 4 : Vocabularies concerning reservation meals and numbers. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. Lessons Lessons – 1 : Making a hotel reservation and information about hotels. An incomplete dialog. Lessons – 3 : Offering to have dinner together. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. − − − − Learning Experience SS practice the dialog in pairs. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about ordering meal. SS are familiar with ways of offering to have dinner together and discussing about the meal. Some notes on how to make the 2 kinds of dialog. Some notes on how to make a hotel reservation. meals. Lessons – 2 : Ordering meal at a hotel or restaurant. SS are able to answer the question.Unit Basic Competency : 2 (Making A Hotel and Restaurant Reservation) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and/or monologue sepecially connecting with tourism contexts − − − − − − Learning Materials A dialog. SS are familiar with ways of ordering meal. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about offering to have dinner together and discussing about meal. SS do the tasks according to the instruction. SS understanding and are able to apply the vocabularies in daily speaking. A dialog about ordering meal and after eating in a restaurant. − − − − − . SS practice the dialog in pairs. concerning : reservation. SS read and discuss the explanation. − − − − − − − − Indicator of target SS are familiar with ways of making a reservation. SS practice the dialog in pairs. A brief explanation and discussing of vocabularies.

SS read and discuss the explanation. SS read and discuss the explanation. SS do the tasks according to the instruction. A brief explanation on the form and use of elliptics. SS do the tasks according to the instruction. Lesson – 3 : Pelabuhan Ratu Beach in West Java. Some notes on the word applied in the description of Hamadi Beach Some tasks related to the text. SS answer and discuss the questions with friends. Indicator of target SS understand how to describe Hamadi Beach.Unit Basic Competency : 3 (Describing Beaches) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts Learning Materials A text on Hamadi Beach. Two task wich explore the use of elliptics. SS are able to do the tasks. Some notes on the word applied in the description of Pelabuhan Ratu Beach. SS understand how to describe Hamadi Beach. SS do the task. Lesson – 4 : Language Focus : Simple Past and Past Continues SS understanding the use of Simple Past and Past Continues and are able to complete the task. SS are able to do the tasks. SS understand and are able to apply the elliptical sentences. Some tasks related to the text. . SS are able to do the tasks. A text on Pelabuhan Ratu Beach. Learning Experience SS read and discuss the explanation. Lessons Lesson – 1 : Hamadi Beach in Irian Jaya − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − Lesson – 2 : Language Focus : Elliptical Sentences. Two task related to Simple Past and Past Continues. A brief explanation on the form and use of Simple Past and Past Continues. SS do the tasks according to the instruction.

SS are able to do the tasks. Some tasks related to the text. Comparison. SS do the tasks according to the instruction. SS do the tasks according to the instruction.!” − − SS practice the dialog SS express admiration based on the situations. SS are able to do the tasks. A brief explanation on the form and use of Smiliarity. SS understand how to describe Ciwidey and White Crater. Some notes on the word applied in the description of Mount Tangkuban Perahu. Superlative Degrees A task wich explore the use of Smiliarity. Superlative Degrees − − SS read and discuss the explanation. − − − − − − SS understand and are able to apply : Smiliarity. SS read and discuss with friends. Comparison. . SS do the tasks according to the instruction. A dialog Some imaginary situations − − Learning Experience SS answer and discuss with friends. − − Indicator of target SS understand how to describe Mount Tangkuban Perahu. Superlative Degrees. Comparison. Lesson – 3 : Ciwidey and White Crater in West Java − − Lesson – 4 : Language Focus : Expressing Admiration using “ What a……. SS are familiar with ways of expressing admiration.Unit Basic Competency : 4 (Describing Mountains) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts − − − − − − − − − − Learning Materials A text on Mount Tangkuban Perahu. SS are able to do the tasks. Superlative Degrees A text on Ciwidey and White Crater Some notes on the word applied in the description of Ciwidey and White Crater Some tasks related to the text. Lessons Lesson – 1 : Mount Tangkuban Perahu in West Java Lesson – 2 : Language Focus : Smiliarity. SS are able to admiration with regard to the situations. Comparison.

SS do the tasks according to the instruction. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. A task asking SS to look for promoting sentences.Unit Basic Competency : 5 (Promoting A Tourism Resort) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts. SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. SS analize the sentences having promotion meaning. A brief explanation on the form and use derivation. A task that explore the use of derivation. SS read and discuss the explanation. SS understanding the use of derivation and are able to complete the task. The text wich promote Cartenz Peak and Lorentz Reserve. SS do the tasks. SS analize the sentences having promotion meaning. − − − Learning Materials A text wich promotes Hot Spring and Waterfall. SS are able to identify sentences having promotion meanings. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. − − − − − − − Indicator of target SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. SS are able to identify sentences having promotion meanings. − − − − − − − − Learning Experience SS read and discuss the text with friends. SS read and discuss the text with friends. A task asking SS to look for promoting sentences. SS do the tasks. Lessons Lesson – 1 : Hot Spring and Waterfall Lesson – 2 : Cartenz Peak and Lorentz Reserve − − − Lesson – 3 : Language Focus : Derivation − − .

6. Ordering meal at a hotel or restaurant. remidi. Making simple present and present continous sentences. 7. meals and numbers Total Distribusi Jam Efektif Semester II No. 3. 2. 5. 1. Talking about what to get (gift). Bulan Juli 2006 Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Jumlah Bulan Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Jumlah Jumlah Pekan 4 5 4 4 5 4 4 30 Jumlah Pekan 4 5 4 5 4 22 Jumlah Pekan Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Pekan Efektif 4 5 4 4 3 20 Jumlah Pekan Tidak Efektif 3 1 2 2 8 Jumlah Pekan Tidak Efektif 1 1 2 Jumlah Jam Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Jam Efektif 4 5 4 4 3 20 No 1. 3. 2. 4. 6. 22 . 7. Talking using countable and uncountable nouns. Making a hotel reservation and information about hotels. Telling a favourite tourism resort. 10. Pokok Bahasan Alokasi Waktu Keterangan Alokasi Waktu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Keterangan Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 11. 4. 9.Perhitungan Pekan dan Jam Efektif No 1. 5. Making Yes/No question & Wh – questions and the answers. 2. Pokok Bahasan Introduction on self. Talking about dining. Offering to have dinner together and vocabularies concerning : reservation. Talking about transportation. dan enrichment. 5. Distribusi Jam Efektif Semester I No. 4. 3. 8.

Talking about derivation. remidi. 3. 9. . Making Simple Past and Past Continous Sentences. Describing Mount Tangkuban Perahu in West Java. Describing Ciwidey and White Crater in West Java. dan enrichment. Expressioning Admiration Talking about hot spring and waterfall. 4. 10. Describing Pelabuhan Ratu Beach in West Java. Describing Hamadi Beach in Irian Jaya Making Elliptical Sentences. 6.1. Describing Cartenz Peak & Lorentz Reserve. comparison and superlative degrees. 5. 8. 7. 2. Total 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. Talking about similiarity.

datang tepat waktu. (2) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan sumberdaya (SDM dan fasilitas atau sarana/prasarana) yang dimiliki Madrasah. Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan (1) Rutin. Kegiatan pengembangan diri perlu memperhatikan antara lain (1) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik. adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji. Kegiatan ini merupakan upaya pembentukan watak kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalahmasalah pribadi dan kehidupan sosial. (5) Pengkondisian. kelompok. seminar. dan kegiatan lapangan. (3) Ada upaya yang jelas untuk penambahan dan peningkatan sumberdaya guna memfasilitasi kegiatan pengembangan diri. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi. Sebagai contoh kegiatan pengembangan diri sebagai berikut. senam. yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optmal. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. (5) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. misi dan tujuan madrasah. serta kegiatan ekstra kurikuler. Tujuan a. seperti: upacara bendera. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. (4) Ada aturan yang jelas tentang macam-macam kegiatan pengembangan diri yang harus dipilih oleh peserta didik. dsb. rajin membaca. membuang sampah pada tempatnya. berbahasa yang baik. kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah. yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (3) Keteladanan. (4) Terprogram. minat. workshop.BAB V KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. bakat. latihan/lomba keberbakatan/prestasi. dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). ekstra kurikuler seperti kelompok karya ilmiah. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam. (2) Spontan. adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. b.. bazar. (6) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mencerminkan pencapaian visi. Tujuan Khusus . kegiatan belajar dan pengembangan karir. 1. potensi. antri. ibadah khusus keagamaan bersama.

jurnalistik. Ekstra Kurikuler. meliputi: . Pelayanan Konseling. b) Mengembangkan jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : o Layanan dan kegiatan pendukung konseing o Kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua komponen. teater. olah raga. 2.Seni. c) Membiasakan hidup sehat.Kemampuan sosial . b) Melatih peserta didik terampil dalam menulis karya ilmiah c) Melatih peserta mengkomukasikan hasil temuannya kepada pihak lain. Pengembangan diri merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Sasaran dari Kegiatan Palang Merah ini kelas X dan XI 3. Pramuka Tujuan dalam pramuka adalah : . Palang Merah Remaja Tujuan Palang Merah Remaja adalah : a) Melatih peserta didik untuk mampu menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan yang akan di sekitar.Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : • Bakat • Minat • Kreatifitas • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan • Kemampuan kehidupan beragama • Kemampuan sosial • Kemampuan belajar • Wawasan dan perencanaan karir • Kemampuan pemecahan masalah • Kemandirian 2.Kemampuan belajar . Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dengan perencanaaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual.Wawasan dan perencanaan karir b. meliputi: . yaitu: a.Kepramukaan .Latihan kepemimpinan. cinta alam. palang merah remaja . d) Malatih peserta didik melakukan peniltian ilmiah Sasaran dari kegiatan ini lebih ditujukan kepada peserta kelas X dan kelas XI dalam hal khusus kelas XII.Kehidupan pribadi . keagamaan Contoh kegiatan ekstra kurikuler meliputi: 1. ilmiah remaa. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Tujuan dari KIR adalah a) Melatih peserta didik berfikir kritisa dan ilmiah.

7. c) Melestarikan budaya modern. b) Menggali penghetahuan agama dan buku kontemporer. c) Melestarikan budaya islami. 4. Latihan Kepemimpinan Dasar . b) Melatih peserta didik untuk terampil dan mandiri. b) Memberikan bekal cinta perdamaian dan menghindari adanya penganiayaan. Bimbingan Baca Kitab Kuning Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memperkenalkan peserta didik terhadap kitab-kitab kontemporer. b) Menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas X dan XI. 11. Remaja Masjid Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memakmurkan masjid b) Mengadakan kajian dan pengembangan keagaman. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Pecinta Alam Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan cinta tanah air. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Seni Baca Al-Qur’an Tujuan dari diadakannya seni baca Al-Qur’an adalah : a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya. Drum Band Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan sifat cinta tanah air. b) Melatih peserta didik gemar membaca dan menulis. 10. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 9. Jurnalistik Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Melatih peserta didik di bidang komunikasi. b) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khusuanya pada kitab Suci Al-Qur’an. 8. Seni Bela Diri Tujuan dari seni bela diri adalah : a) Menumbuhkembangkan sifat percaya diri pada anak. b) Memberikan bekal kecakapan hidup berupa seni qosidah. 6. Seni Musik (Qosidah) Tujuan seni musik adalah : a) Melestarikan budaya Islam. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.a) Sebagai wahana bagi peserta didik untuk berlatih berorganisasi. c) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap budaya Islam. 12. c) Membiasakan hidup sehat. Sasaran kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 5. c) Menumbuhkan sifat mandiri. b) Memupuk jiwa cinta lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.

Memiliki kemampuan . b) Menjadi garda terdepan terhadap kedisiplinan anak.1 Mampu berkomunikasi baik 1. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Olah raga Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mengembangkan bakat peserta didik di bidang olah raga.BK. 1. Olimpiade Training Center Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing. b) Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani. Sasaran dari kegiatan ini adalah 45 siswa terpandai pada bidang sains Ekonomi dan Komputer serta Kebahasaan 14. Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKS) Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk peduli terhadap kesehatan sekolah dan orang lain. c) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah atau perguruan tinggi. 13.Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal.2 2.1 SK KD 1. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani SK-X.1-PD.1 Memiliki sikap dan ke-biasaan yang mantap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME. 15. 1.1-PD. c) Melatih peserta didik untuk mengambil keputusan cepat dan tepat.BK. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Melatih memecahkan masalah yang berat.2 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif 2. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pelayanan Bimbingan dan Konseling KLS X SMS 1 KODE SK-X. b) Melatih siswa bersikap demokratis.

2. hukum dan kebiasaan yang berlaku. Mampu 3.3 Memiliki hubungan yang dinamis. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat.4 Memahami kondisi dan peraturan sekolah serta upaya melaksanakannya secara dinamis dan bertanggungjawab X 2 SK-X. belajar merupakan sikap dan perintah Tuhan kebiasaan Yang Maha Esa belajar yang 3.1 Memiliki kemantapan mengemkeyakinan bahwa bangkan diri. 2.2-PD. adat istiadat.4 Memiliki .2 Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama.1 3. sopan santun serta nilainilai agama.2 Memiliki baik untuk mekemantapan nguasai pengekeyakinan bahwa tahuan dan kekegiatan belajar terampilan serta yang sebaikmenyiapkan baiknya akan untuk melanjutmeningkatkan mutu kan pendidikan kehidupan pada tingkat beragama yang lebih 3.3 Memiliki tinggi pemantapan. pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar 3. harmonis dan produktif dengan teman sebaya 2.dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi pekerti luhur.BK.

Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tanggung-jawab kemasyarakata n dan kenegaraan 6.1-PD. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani 4.2-PD.1 Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 6.BK.pemahaman yang mantap tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar SK-X.2 Memiliki pemahaman tentang aspek- SK-XI. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 5.BK.1 5.3 7.BK.1 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif SK-XI. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan . adat istiadat.2 4.1-PD.1 Memahami kecenderungan karir yang hendak dikembangkan XI 1 SK-XI. sopan santun serta nilainilai agama. hokum dan kebiasaan yang berlaku 7.1 Mampu belajar dengan optimal untuk bekal bagi program yang lebih tinggi 7.2 6.BK.1-PD.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.

2 Memiliki kemampuan memahami bakat dan minat pribadi serta dapat menyalurkannya melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan produktif 9. sopan santun serta nilai-nilai agama.1 Memiliki kemampuan memahami kekuatan diri dan dpt menyumbangkan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif 8. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.BK. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. sosial dan intelektual serta apresiasi seni 7.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan aspek belajar untuk mengembangkan kehidupan mandiri secara intelektual emosional 7.1 8.3 Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspekaspek belajar dalam berkomunikasi. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan .1 Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 9.1-PD. hokum dan XII 1 SK-XII.2 9.lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. mantap dan mandiri sehat jasmani dan rohani SK-XII.4 Memiliki kemantapan tentang aspek-aspek belajar dalam etika dan nilai 8. adat istiadat.BK.1-PD.

Mampu mengembangkan diri.BK.1 Memiliki kemampuan mewujud-kan secara efektif.3 Memiliki hubungan yang dinamis dan produktif dengan teman sebaya 9.4 Memiliki kemampuan berorientasi hidup berkeluarga XII 2 SK-XII.2 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengusai bekal bagi program pendidikan yang lebih tinggi 10.kebiasaan yang berlaku 9. efisien dan produktif tentang kegiatan be-lajar sesuai dengan ajaran agamaMemiliki kemampuan belajar secara optimal untuk kehidupan dalam masyarakat 10.4 Memiliki kemampuan mewujudkan peranan kegiatan belajar dalam rangka pilihan karir 10.1 10.5 Memiliki pemahaman tentang aspekaspek belajar untuk . sikap dan kebia-saan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi 10.2-PD.3 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengembangkan persiapan karir 10.

2-PD.BK. khususnya karir yang hendak di kembangkan . Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 11. social.1 Memiliki orien -tasi dan informasi pada umumnya.mengembangkan kehidupan mandiri secara emosional. intelektual dan ekonomi SK-XII.2 11.

takut dan cemas 5. potensi diri 2. remaja dan problemanya 8. intelektual. sangar seni dan budaya 4. merencanakan dan mengembangakan pola kehidupan sebagai pelajar SASA RAN X SIFAT klasikal METODE Kunjungan VCD Ceramah/ forum kelas PLK Sekolah BK. mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4. tahab dan tugas perkembangan 4. WK Sekolah Siswa terstru ktur . mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Individu dan klasikal X–XII X X-XII X X X X X Studi pustaka ceramah BK. maupun kemampuan diri 2. fasilitas kesehatan 3. Mencapai kematangan dsalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 3. konsep diri 3. fasilitas olahraga 2. tempat peribadatan Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan serta kondisi diri: 1.CONTOH SILABUS PENGEMBANGAN DIRI Bidang Pengembangan NO 1 KEGIATA N Layanan Orientasi : Pribadi MATERI PENGEMBANGAN Obyek pengembangan pribadi 1. pribadi mempesona 7. karakteristik pribadi. kepercayaan diri 6. Guru. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara pribadi. motivasi berpretasi TUJUAN Siswa memiliki pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang dimasuki Individu mampu membekali diri dengan berbagai pengetahuan da pemahaman tentang berbagai hal yang bergua untuk mengenal diri. pemahaman diri. WK SUMBER DANA KET MOS TUGAS PERKEMBANGAN Mencapai kematanga dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2 Layanan Informasi 1. sosial baik emosional.

Meningkatkan rasa 1. Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari 2. Penggunaa waktu luang 3. intelektual dan ekonomi 2. kelompok belajar 3. kegiatan lapangan 6. Siswa memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan dengan segala keuntungan maupun kekurangan dari X-XII Menempatkan dan menyalurkan siswa untuk pengem bangan kemampuan belajarnya sesuai dengan bakat. layanan bimbingan/ konseling kelompok 8.3 Layanan Penempatan dan Penyaluran 1. Meningkatkan kecerdasan emosi dn pengendalian diri 4. minat. teknologi. diskusi 4. kecerdasan dan kepribadian Siswa mampu mengem bangkan sikap dan kebiasaan dan cara belajar Individu Klasikal kelompok BK Wali Kelas Wali Inside Kelas ntal Wakakesis waan Guru MT BK Individu Klasikal kelompok BK BK Guru MP WK . latihan keberbakatan/prestasi 5. penempatan di dalam kelas 2. mengikuti lombalomba seni atau olahraga Siswa memiliki keterampilan sesuai dengan kemampuan bakat. Mengembangkan penguasaan ilmu. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emisional. dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. kepanitiaan 7. kegiatan ekskul 9. serta berperan dalam kehidupan masyarakat Kompetensi kebiasaa dalam kehidupan pribadi 1. sosial. minat (potensi diri) X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-Xii X X-XII 4 Layanan Penguasaan Konten 1. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Penempatan dan penyaluran untuk mengembangakan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui: 1.

Meningkatkan kreatifitas 10.Pribadi tangguh 14. Siswa memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangann ya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif. Siswa memiliki kemantapan dalam merencanakan yang baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal . Meninfkatkan disiplin 6. sosial.Meningkatkan kemandirian 11.Kejujuran da tanggung jawab 12. dan ekonomi percaya diri 5. Berfikir dan bersikap positif dan apresiatif 9. intelektual.yang lebih luas 2.Mengetasi strees 13. Memperkuat ibadah 8.Mengatasi konflik 15. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan 3.Jatuh cinta setiap keputusan yang diambilnya 2. Pengembilan keputusan 7. Siswa memahami tentang kelemahan diri dan mampu mengubah kelemahan dirinya minima menguranginya 4. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 3.

5

Layanan Konseling Perorangan

6

Layanan

dan menyelenggarak an hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah Mengatasi masalah pribadi Dengan adanya X-XII dalamkehidupan pribadi. konseling perorangan Materi yang dibahas dalam diharapkan atau layanan konseling bertujuan agar siswa perorangan tidak dapat terentaskan dari ditetapkan terlebih dahulu, masalah yang melainkan akan diungkapkan dihadapinya oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat konselor dapat memanggil peserta didik (yang menjadi tanggung jawab asuhan) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan oleh peserta didik yang menerima layann konseling perorangan Kemampuan dan kondisi 1. Siswa secara Siswa

Siswa Individual mampu mengatasi masalah pribadinya berkaitan dengan siswa, masalah belajarnya sehingga dapat mengem bangkan kehidupan yang lebih efektif Kelompok

BK

BK

Insidental

Dinami-

BK

Ter-

Bimbingan Kelompok

7

Layanan

pribadi bersama-sama 1. Potensi diri memperoleh 2. Kiat menyalurkan bakat, berbagai bahan minat, kegemaran, hobby dari nara sumber 3. Kebiasaan sehari-hari di yang bermanfaat rumah bagi individu 4. Sikap terhadap bencana 2. Siswa mampu alam, kecelakaan, HAM, mengenal dan kemiskinan, anak menerima terlantar dan lain-lain perubahan 5. Pelanggaran yang terjadi pertumbuhan dn di masyarakat, KKN, perkembangan pembnuhan, fisik dan psikis pemerkosaan, perang, yang terjadi pada dan lain-lain diri sendiri 6. Kejadian-kejadian sebagai remaja penting di masyarakat 3. Siswa mengenal tentang kekuatan da kelemahan diri sendiri, bakat minat serta peyaluran dan pengembangan 4. Siswa memiliki kemampuan mengembil kepurusan dan kemudian mengarahkan dirinya Mengatasi masalah pribadi

ka kelompok

program

Siswa

Terbatas

Kelompok

Dinami-

BK

Insi-

Konseling Kelompok

8

Layanan Konsultasi

dalam kehidupan pribadi. Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh anggota kelompok, dan terpilih untuk dibicarakan (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seseorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalin layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu, dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konselig kelompok Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam

dan tertutup

ka kelompok

dental

Ortu Guru

Insidental

Sharing

BK Ortu Wali

BK Ortu Wali

Insidental

social. Kelas Guru Kelas Guru BK Insidental . Dlam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan social di antara pihak-pihak yang berselisih. Seperti untuk layanan konseling perorangan. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti. Adapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (baik masalah pribadi. materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan oleh konselor.9 Layanan Mediasi mengembangkan pribadi. atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan kosultasi. melainkan akan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah social. belajar.

Tes intelegensi 2. Inventori minat 4. Peta ekonomi 3. Memperoleh Siswa dan lingku ngan Siswa dan lingku ngan Individ kelompok klasikal Individu Kelompok Klasikal Tes dan non tes BK lembaga tes Wali Kelas BK Terprogram Siswa Orang tua Terbatas Tertutup Pertemuan/ diskusi terbatas BK WK SMU Guru Ortu BK Insidental Siswa Individu BK Insi-- . belajar.10 Aplikasi Instrumentas i 11 Himpunan Data 12 Konferensi kasus Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi. Data pribadi siswa 2. Kepribadian) Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik 1. social. karir dan masalah social yang lainnya yang perlu untuk ditangani oleh konselor 1. Sering absent. Hasil psikotes (IQ. DCM (daftar cek masalah) Data perkembangan. Tes bakat 3. Inventori kreativitas 5. Tingkah laku menyimpang 13 Kunjungan Agar BK memiliki data dan keterangan tentang peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok Agar BK memiliki seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan perkembangan siswa dalam berbagai aspek BK melalui berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan data dan keterangan lebih lanjut serta kemudahankemudahan bagi terentaskannya masalah siswa Pertemuan dengan orang tua. membolos 2. 1. Minat. bakat. kondisi dan lingkungan diri pribadi 1.

Rumah/ Pertemuan Orang Tua keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. sosial. Otobiografi: kisah orang-orang sukses 7. Pengembangan kreatifitas 8. Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalh pribadi. karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan keluarga 14 Tampilan Kepustakaan Materi bacaan. Relaksasi 5. belajar. minat. Penampilan dan pengembangan bakat. Motivasi berprestasi 6. kegemaran. Keajaiban otak berbagai Orang keterangan atau tua data yang diperlukan dalam pemahaman permasalahan siswa 2. hobby 3. rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi. film. Kehidupan keagamaan 4. seperti: 1. Tahap dan tugas perkembangan 2. Untuk pembahasan dan engentasan permasalahan siswa Siswa dental Individu Klasikal BK Rutin .

15 Alih Tangan Kasus manusia 9.Optimisme 14.. sosial. Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi. Pribadi yang mandiri 10. . belajar atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor..Mengatasi kecemasan dan depresi 12.. dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli Siswa Individu BK Insidental Dab Seterusnya.Pribadi yang mempesona Pendalaman penanganan masalah pribadi.Kecerdasan emosional 11.Manajemen konflik 13. dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berwenang Mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa...

misi dan tujuan madrasah Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat digambarkan sebagaimana dalam bagan berikut Bagan Komponen Kecakapan Hidup . Dalam pengembangan pendidikan vokasional sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Ada gambaran yang jelas tentang upaya internalisasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam strategi pembelajaran dari setiap mata pelajaran. (2) Ada aturan yang jelas tentang keharusan guru untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran. (3) Pengembangan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran mencerminkan pencapaian visi. Sedangkan dalam kecakapan hidup vokasional diperlukan (1) Ada gambaran yang jelas tentang macam-macam kecakapan hidup vokasional yang dikembangkan di madrasah. (2) Ada alasan yang jelas tentang pengembangan kecakapan hidup vokasional. (3) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya.BAB VI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan. misi dan tujuan. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Pendidikan kecakapan hidup dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan non vokasional dan pendidikan vokasional. (4) Pengembangan kecakapan hidup vokasional mencerminkan pencapaian visi.

dan 2) melalui mata pelajaran khusus.Dalam pelaksanaannya pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara. Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang). Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut a) Melalui reorientasi pembelajaran. General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Madrasah ini. yaitu 1) diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran melalui strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dalam PBM. sehingga pencapaian . Penginternalisasian Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Semua Mata Pelajaran Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill. 1. utamanya untuk kecakapan hidup vokasional. setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran.

Program ini memiliki durasi waktu 60 jam dalam setiap semester. melalui diskusi kelompok o o o o o o o o o o o o o Menggali informasi Sadar akan eksistensi diri Sadar akan potensi diri Mengolah informasi Bekerjasama Berkomunikasi lisan Berkomunikasi tertulis Mengambil keputusan Komunikasi lisan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan Komunikasi tertulis Mampu memecahkan masalah 2.b) kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup. Siswa mengumpulkan minimum 4 macam surat perorangan Siswa menentukan karakteristik surat. 3. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif. Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok 2. Sistem penilaian dari pendidikan vokasional ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian praktek. kemampuan dalam setiap praktek di bengkel dan sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran . sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber  Menggeser "teaching" menjadi "learning"  Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM Contoh pengintegrasian life skill : PEMBEKALAN LIFE SKILL d) PENGALAMAN BELAJAR 1. sehingga dalam pelaksanaannya akan disajikan selama 3 jam per minggu. Pendidikan Vokasional Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di Madrasah ini dan kebutuhan yang berkembang di masyrakat dan adanya kerjasama yang telah dibangun oleh Madrasah dengan lembaga diklat otomotif maka program vokasional yang diajarkan adalah Mekanika Otomotif. sehingga memungkinkan:  Siswa lebih aktif  Iklim belajar menyenagkan  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa.

2 .1 3.3 X 2 SK-X. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.2 2.1 3. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan. Pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap komponen Pekerjaan pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan pedoman dari industri yang telah ditetapkan.1 SK KD 1. Dilengkapi data yang tepat sesuaihasil pemeliharaan/servis. Pe meriksaan kendaraan yang lengkap 3. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).Teknik Mekanika Otomotif KLS SMS X 1 KODE SK-X. (K 3). 1. Ide ntifikasi dan penggunaan pelumas/ cairan pembersih yang benar 2.1 Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.4 1.6 SK-X.2-VTO.1-VTO. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami dari sumber yang tepat agar dapat memudahkan pemeriksaan. Penggunaan pelumas/cairan pembersih yang benar untuk komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pabrik Pembuangan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup Penanganan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).5 1. sehingga sesuai dengan standar dan prosedur.2 2.3 1. Pel aksanaan pemeliharaan/ servis komponen 1. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan Pemeriksaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.2 1.1 2.1-VTO. K 3.

3 4. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan Sistem toleransi kendaraan di luar spesifikasi kendaraan pabrik dicatat dan diambil sesuai dengan perjanjian dengan pelanggan Catatan yang berhubungan dengan pemeriksaan keamanan kendaraan dilengkapi dan akurat dalam format standar perusahaan dan dilakukan oleh orang yang tepat Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan pedoman perusahaan yang telah ditetapkan.5 3.1 4. ndiagnosaan kesalahan/ kerusakan dari gejala dan penentuan tindakan Pe 4. dan ”rencana tindakan” diputuskan selama perbaikan Laporan hasil pemeriksaan dilengkapi dalam 3. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.2 4. kendaraan dan perlengkapan.5 4. Pengidentifikasian kerusakan/kesalahan didapat dari hasil tes. Strategi pendiagnosaan dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan suatu kerusakan/kesalahan pada kendaraan/ komponen/perlengkapan.4 3.3 Pemeriksaan kendaraan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan peralatan yang disetujui.1 4. Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).6 .6 3.7 XI 1 SK-XI.4 4.1-VTO. Otoritas diberikan untuk membongkar bagian komponen.3. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Informasi diakses dari sumber yang tepat untuk menginformasikan tindakan yang dibutuhkan dalam membantu membedakan antara “gejala” dan “sebab”. agar pemeriksaan lebih akurat dalam mendiagnosa kesalahan/kerusakan (jika diperlukan). Pendiagnosaan kesalahan/ kerusakan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap area tempat kerja.

peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Pemeliharaan/servis engine dilaksanakan sesuai dengan pedoman industri yang ditetapkan.2 5.3 5.1-VTO.1 7. Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis. Me 7.2 6. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Pemeliharaan/servis XI 2 SK-XI.4 6.1 6.7 Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). 5.5 XII 1 SK-XII.3 6.1-VTO.4 5. Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan baker bensin dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar bensin dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis komponen sistem bahan bakar dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).format yang ditetapkan. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).5 6.2-VTO. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).1 6. Me melihara/ servis engine dan komponenkomponennya. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. Me melihara/ servis komponen/ sistem bahan bakar bensin 6. 4.6 XII 2 SK-XII.1 5.1 5.1 .

5 .2 sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis pompa/ komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Pompa/komponen injeksi bahan bakar diesel diuji dengan persyaratan kerja Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).4 7.melihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel 7.3 7. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan 7.

.

BAB VII KETUNTASAN BELAJAR. dengan catatan sekolah harus merencanakan target dalam waktu tertentu untuk mencapai nilai ketuntasan belajar ideal. Ketiga peraturan tersebut harus bersifat saling memperkuat. Madrasah harus menetapkan ketuntasan belajar dengan mendasarkan pada. peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga. sedangkan KD yang sifatnya pendukung dapat dicapai oleh siswa sekurang-kurangnya 75. 2. guru (dengan melalui forum guru serumpun) dapat menetapkan standar ketuntasan belajar minimal. b. PINDAH SEKOLAH DAN KELULUSAN A. Kondisi nyata di madrasah dapat berpijak pada kualitas input siswa dan kondisi sumberdaya madrasah. Standart Ketuntasan Belajar Minimal siswa tesebut berbeda pada tiap level/tiap program jurusan Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Ketuntasan Belajar 85% 75% 70% 65% 60% 60% 60% . Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. dalam setiap awal ajaran baru. harus dicapai oleh siswa dengan nilai ketuntasan 100. d. Tingkat essensial (kepentingan) setiap KD terhadap SK yang harus dicapai oleh siswa pada setiap tahun pelajaran : Contoh : KD yang sangat essensial. Dengan mempertimbangkan kondisi di atas. 4. Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan untuk setiap mata pelajaran oleh forum guru pada awal tahun pelajaran. 5. Peraturan yang berlaku meliputi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan. Tingkat Kompleksitas (kerumitan dan kesulitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa c. PENJURUSAN. Sekolah dapat menetapkan batas/standar ketuntasan belajar minimal di bawah nilai ketuntasan belajar maksimim (100). Penetapan nilai ketuntasan belajar minimum dilakukan melalui analisis ketuntasan minimum pada setiap KD. 6. Ketuntasan Belajar siswa ditetapkan oleh musyawarah guru bidang studi berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing. peraturan yang berlaku dan kondisi nyata yang ada di madrasah. Ketuntasan Belajar 1. Standar ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluruh warga madrasah/ sekolah dan orang tua. SISTEM PENILAIAN. Setiap KD dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan belajar minimal dan penetapannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. 3. Standart ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluduh warga sekolah dan orangtua siswa.

Program studi Ilmu Bahasa. b. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi. Olah Raga dan Kesehatan Ketuntasan Belajar: 75% Tahun akademik: 2007 .8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Kesenian Pendidikan Jasmani.1 Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 7. c. setiap akhir semester. C. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa.2008 No Kode SK-X. Men erapkan budaya hidup sehat 7. Siswa yang tidak naik kelas. Ekonomi dan Sosiologi. 4.2 Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 100% 65% B. 3.1-PO. Fisika Kimia dan Biologi. Penjurusan . apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. 2. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika. Program studi Ilmu Sosial. bahasa Asing lain yang menjadi pilihan. Geografi. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Sebagai Contoh : Bagi siswa kelas XI atau XII a. Sistem Penilaian 1. Program studi Ilmu Alam. bahada dan Sastra Indonesia. 5.7 SK KD 1. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. Olah Rada dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab 65% 75% 75% 70% 75% 75% 75% 75% 65% Ketuntasan Belajar per KD dan SK (jika diperlukan) Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani.

Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ada nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya. Masukan dan saran dari guru Bimbingan dan Konseling 3. Nilai akademik Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil ke program studi : • Ilmu Alam : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. • • − b. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial. Matematika. Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Ekonomi. Kriteria Penjurusan program Studi meliputi: a. maka siswa tersebut bisa dimasukkan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain). Ilmu Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. afektif dan psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam lainnya seperti Matematika. Fisika. Geografi. dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). (2 mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa dan 1 ciri khas program studi Ilmu Alam). c.1. wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa. • • Siswa yang naik kelas ke kelas XI. Perlu diperhatikan minat siswa. Matematika dan Sejarah ( 2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial). Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat . Siswa diberi kesempatan untuk program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. bakat. Namun apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai. Ekonomi dan Bahasa Inggris (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi ketiga program di MA) maka siswa tersebut: − Perlu diperhatikan prestasi kognitif. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai akhir semester -2 kelas X b. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester -1 kelas XI 2. Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Bahasa (Bahasa Indonesia. maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa. Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud. dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. contoh : • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. Bahasa Inggris. Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Waktu Penjurusan a. Sejarah. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Bahasa. Ilmu Sosial : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. atau cara lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi minat.

. Seorang siswa dinyatakan TIDAK LULUS apabila tidak memenuhi Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik seperti yang tersebut di atas. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.50. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Antar sekolah pelaksana KTSP. Tidak terdapat nilai ≤ 4. b. E. c. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan oleh sekolah tujuan. b. 3. Aspek non Akademik. Kehadiran di sekolah pada semester I dan II kelas III minimal 90% dari jumlah hari efektif. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Melakukan tes atau matrikulasi bagi siswa pindahan.mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. 2. Kriteria Kelulusan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah Seorang siswa dinyatakan LULUS apabila memenuhi 2 (dua) aspek yaitu Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik a. 4.25 baik untuk ujian tulis maupun ujian praktek seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai rata-rata Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tidak boleh ≤ 4. 2. Aspek Akademik. Antara sekolah pelaksana KTSP dengan sekolah pelaksana Kurikulum ’94. 2. Pindah Sekolah 1. meliputi : 1. dan 3. Sekolah harus memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah: b. 3. Memiliki nilai rapor yang lengkap untuk kelas 1. meliputi : 1. Untuk pelaksanaan pindah sekolah lintas Provinsi/Kabupaten/Kota. Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan. kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas III minimal Baik. 2. dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat. D.

BAB VIII REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan. sumber daya yang tersedia. serta pengembangan kurikulum secara terarah. waka kurikulum. a. Tinjauan kurikulum disahkan oleh Kepala Madrasah e. Tinjauan (review) Kurikulum Tinjauan kurikulum merupakan kegiatan mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan antara kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah (kepemimpinan sekolah. waka kesiswaan. b. Tinjauan kurikulum dilaksanakan dengan melibatkan guru bidang studi. d. Tinjauan kurikulum dimuat dalam berita acara sebagaimana Form Berita Acara Tinjauan Kurikulum (F-BATK) . Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut: A. waka sarana prasarana dan Bimbingan Konseling. Tinjauan kurikulum dilaksanakan selambat-lambatnya satu tahun sekali c. pencapaian ketuntasan belajar siswa).

. Nama (Waka…………. Dan seterusnya Revisi perubahan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 1 bulan sejak dikeluarkannya berita acara ini dan akan diimplementasikan pada semester berikutnya. Demikian terima kasih : (tulis bidang studi yang akan direvisi) : (jika perubahan pada SK....sampai dengan tanggal …………telah dilakukan tinjauan kurikulum yang melibatkan: 1.. Bidang studi Kode SK Kode KD Kode Silabus Alasan 3.. tulis kode SK-nya) : (jika perubahan pada KD. tulis kode KD-nya) Kode Silabus : (tulis kode silabus yang dirubah) Alasan : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) 2.) 3... WakaKur ..) 2...) Hasil tinjauan ini merekomendasaikan untuk dilakukan revisi pada: 1. tulis kode SK-nya) Kode KD : (jika perubahan pada KD.. Nama (Waka ………….. Kepala Madrasah Malang..) 4.. Nama (Guru …………. tulis kode KD-nya) : (tulis kode silabus yang dirubah) : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) Mengetahui....KOP SEKOLAH BERITA ACARA TINJAUAN KURIKULUM Pada tanggal ………... Bidang studi : (tulis bidang studi yang akan direvisi) Kode SK : (jika perubahan pada SK.. Nama (Guru …………......

sebagaimana terlihat dalam tabel berikut SKMP (standar kompetensi MP yang dipersyaratkan secara nasional) Standar Madrasah 1 (standar kompetensi MP yang hasil revisi sekolah) c. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. 12-14. 56 dan An Nahl : 7. 30. Revisi Kurikulum a. Jika sekolah masih menggunakan SK atau KD yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar kompetensi madrasah 1 untuk SK dan kompetensi dasar madrasah 1 untuk KD. dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya.1AQ. metode. dan kompetensi dasar).1 1. Revisi merupakan proses merubah tujuan (kompetensi bidang studi. Revisi pada komponen Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SKMP) dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. sebagaimana terlihat dalam gambar berikut KLS SMS KODE SK Standar kompetensi madrasah 1 (diisikan Stándar Kompetensi hasil revisi) KD Kompetensi dasar madrasah 1 (diisikan Kompetensi Dasar hasil revisi) X 1 SKX. AlMukminun. 12-14. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar madrasah 2.B. dari keadaan yang selama ini dilakukan ke arah yang lebih baik/ lebih sesuai. Silabus yang telah direvisi diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Silabus yang telah direvisi . 1. materi.1 Membac a QS AlBaqarah. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka KD yang direvisi harus ditampilkan. d. Revisi pada komponen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Revisi pada SK atau KD tersebut harus diikuti dengan revisi pada lembar silabus. AlMukminun. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. dan evaluasi. 30. dan evaluasi yang tidak merubah SK atau KD dilakukan pada silabus. standar kompetensi. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar kompetensi madrasah 2 untuk SD dan kompetensi madrasah 2 untuk KD. Jika sekolah masih menggunakan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar madrasah 1. Perubahan yang dilakukan terhadap materi. AzZariyat. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka SKMP yang direvisi harus ditampilkan. c. 56 dan An Nahl : 78 1. metode. b. AzZariyat.2 Menyeb utkan arti QS Al-Baqarah.

Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan dengan memperhatikan perubahan beban belajar. metode dan evaluasi 6. Pengembangan kurikulum dilakukan untuk menjaga agar kurikulum yang digunakan oleh madrasah selalu mengarah kepada tercapainya visi madrasah. standar kompetensi.diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan terhadap kompetensi mata pelajaran. Pengembangan materi dimuat dalam silabus 9. Pengembangan terhadap evaluasi dilakukan dengan memperhatikan jenis kompetensi. Pengembangan kurikulum secara parsial dilakukan terhadap kompetensi. guru-guru dan stakeholders 3. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui proses tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh manajemen madrasah/ sekolah. maupun kompetensi dasar. dan perkembangan sumber daya baru di madrasah/ sekolah. C. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. perkembangan IPTEK. alat ukur yang tersedia dan sumberdaya yang tersedia. Pengembangan kurikulum dilakukan baik secara menyeluruh maupun secara parsial. materi. Komp. MP Kompetensi MP Stnd. Pengembangan kurikulum secara menyeluruh dilakukan jika kompetensi lulusan sudah tercapai atau ada kebijakan baru dari pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum madrasah/ sekolah 5. sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder Desain Kurikulum Madrasah Kompetensi Lulusan Kompetensi Kel. Pengembangan evaluasi dimuat dalam silabus D. pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran. 7. 8. 4. Pengembangan Kurikulum 1.Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum . Komp. Pengembangan terhadap materi dilakukan dengan memperhatikan pengembangan kompetensi. Dasar Rencana Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi internal Kompetensi Lulusan tercapai? Tinjauan Kurikulum Pengukuran Ketuntasan Belajar Implementasi dalam PBM 2. Pengembangan metode dimuat dalam silabus 10. Pengembangan terhadap metode dilakukan dengan memperhatikan pengembangan materi dan sumber belajar baru yang tersedia.

(2) gambaran yang jelas tentang langkah-langkah mengimplementasikan KTSP yang perlu dikendalikan mutunya E. (3) Bentuk-bentuk kerjasama/kemitraan yang dilakukan untuk mencapai visi.Kendali Mutu Pelaksanaan KTSP di (MTs) sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya pengendalian mutu lulusan madrasah.Kerjasama/kemitraan (Implikasi KTSP) Penjalinan Kerjasama sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya kerjasama/ kemitraan untuk evaluasi dan pemutakhiran kurikulum maupun analisis kebutuhan . (2) Keluasan wilayah kerjasama/kemitraan. misi dan tujuan madrasah .

Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. ditambah dengan jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. sehingga harus selalu diganti dalam setiap tahun • Contoh kalender pendidikan terlihat pada tabel berikut . minggu efektif belajar. hari libur umum. • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam setiap minggu. • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. waktu pembelajaran efektif dan hari libur • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. • Kalender pendidikan memiliki masa berlaku maksimal satu tahun. hari libur keagamaan. Jumlah minggu efektif tidak boleh kurang dari yang dipersyaratkan dalam Permen Diknas 22 tahun 2006. libur akhir tahun pelajaran. jeda antar semester. meliputi jumlah jam untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal. • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran.BAB IX KALENDER PENDIDIKAN • Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus.

2006 1 PSB 2 PSB 3 4 PSB 5 PS B 6 PSB 7 PS B 8 PSB 9 PSB 10 11 DUS 12 DUS 13 DUS 14 15 16 PK 25 49 17 18 M1 19 M2 27 20 M3 28 21 RK 22 5 29 2 3 6 30 24 25 7 2 6 8 33 27 9 34 2 8 10 2 9 11 35 30 12 36 61 31 SEMESTER I DUS PK 12 38 62 LPR 13 LHB 14 KK LAR 15 15 39 17 40 PR 18 41 PR LIF 19 43 42 PR LIF 2 0 4 4 RST 63 21 22 45 23 46 66 47 67 75 10 0 10 1 24 48 68 76 102 LHB 50 69 28 31 32 37 UB51 UB5 2 UB5 3 UB5 4 LAR LHB LA R LIF 64 LIF 65 LIF 70 79 71 80 105 72 73 81 74 82 10 8 UB5 UB56 5 LPR LPR UB5 UB5 7 8 LP LPR R 59 LP R 60 LP R LPR 89 115 1 11 6 LH B LPR LHB LIF LIF 77 10 3 UB12 8 78 104 129 83 10 9 LS 84 110 LS 85 86 11 1 LS 11 2 LS 87 11 3 LS 88 11 4 90 91 11 7 3 27 92 11 8 4 28 UB5 3 93 11 9 5 29 UB5 4 UP7 7 94 12 1 6 30 95 12 2 7 31 96 97 UB12 3 9 8 LB H 99 UB12 4 UB1 25 12 0 UB126 UB12 7 PI PI 10 6 PI 10 7 R13 0 19 43 66 LS Peb.tgl Bulan Juli 2005 Agust 2005 Sept. 2005 Jan.20 05 Okt. 2005 Des. 2005 Nop. 2 2006 Maret 26 2006 April 52 2006 Mei UP74 2006 Juni 99 2006 Juli 2006 R13 6 8 32 9 33 10 34 LHB 11 35 UB5 9 60 UNS8 4 12 36 KTS LBH SEMESTER II 13 14 15 37 38 1 UNS8 5 16 40 62 17 41 63 64 18 42 65 90 20 44 US6 7 UN91 21 45 22 46 US6 8 23 47 US6 9 US7 0 24 48 25 49 50 LBH 39 51 UB5 UB5 5 6 UP78 UP7 9 UB5 UB5 7 8 LHB RTS6 US7 US72 US73 1 UP7 5 UP7 6 UNS8 UNS81 UNS82 UNS8 0 3 86 11 2 87 WS113 88 89 UB11 4 UN9 2 UN93 LH B 94 UB12 0 95 12 1 12 2 96 12 3 97 124 98 10 0 10 1 LS LS 10 2 LS 10 3 LS 10 4 LS 105 10 6 LS 10 7 LS 108 LS LS 10 9 LS 11 0 LS 111 LS UB11 UB1 5 16 UB11 UB11 UB119 7 8 Keteran gan Ang ka : Hari Libur Umum : Hari Efektif Sekolah LPR LS : Libur Puasa Romadhon : Libur Semester RS T UB : Rapot Tengah Semester : Ulangan Blok .

.DUS KK KTS LAR LHB LIF : Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan III : Kegiatan Khusus : Kegiatan Tengah semester : Libur Awal Romadhon : Libur Hari besar : Libut Idul Fitri M PI PR PSB R RK : Masa Orientasi Sekolah : Pondok Intensif : Pondok Romadhon : Penerimaan Siswa Baru : Penyerahan Rapor Semester : Rapat Kerja UN UN S UP US WS : Ujian Nasional : Ujian Nasional Sekolah : Ujian Praktik : Uian Semester : Wisuda siswa Hari Efektif: : Semester I Semester II Jumlah Total = 130 = 124 = 254 Mengetahui Kepala Sekolah . 16 Juli 2005 Koordinator Kurikulum .............

intelektual. sumber belajar. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. kompetensi dasar. 6. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran.BAB X PENGEMBANGAN SILABUS A. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. sosial. materi pokok/pembelajaran. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. indikator. dan spiritual peserta didik. Prinsip Pengembangan Silabus 1. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. 2. 3. emosional. Pengembangan silabus pada dasarnya merupakan upaya melakukan analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator-indikator. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. alokasi waktu. sumber belajar. analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan) materi. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. indikator. Memadai Cakupan indikator. materi pokok. pengalaman belajar. Untuk memperjelas masalah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR-INDIKATOR ANALISIS MATERI SCOPE DAN SEQUENCE MATERI ANALISIS PROSES BELAJAR JENIS DAN BENTUK KEGIATAN BELAJAR ANALISIS PENILAIAN JENIS DAN ALAT PENILAIAN B. Sistematis Komponen-komponen silabus mencapai kompetensi. pengalaman belajar. materi pokok. yang semuanya itu bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. taat asas) antara kompetensi dasar. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan masyarakat. 5. saling berhubungan secara fungsional dalam 4. sejawat. . dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. kegiatan pembelajaran. teknologi. Relevan Cakupan. dan analisis penilaian ke dalam jenis dan alat-alat penilaian. dan sumber/bahan/alat belajar. materi pokok. analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar. pengalaman belajar. kegiatan pembelajaran. Silabus ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban profesional pendidik terhadap lembaga. kedalaman. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. peserta didik. dan peristiwa yang terjadi. sumber belajar. dan sistem penilaian. penilaian.

8. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah Madrasah atau beberapa Madrasah melalui kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG). Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.  tingkat perkembangan fisik. pendidik. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:  potensi peserta didik. psikomotor).  Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. maka pihak Madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah tersebut. D. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. dan spiritual peserta didik.7. afektif. a. kedalaman. dan keluasan materi pembelajaran. sebaiknya bergabung dengan Madrasah/sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah/sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.  Mapendais atau Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.  kebermanfaatan bagi peserta didik.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.  relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan.  aktualitas. sosial. 2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1. dengan memperhatikan hal-hal berikut:  Uurutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. kondisi Madrasah dan lingkungannya. 3.  struktur keilmuan. khususnya guru. dan  alokasi waktu. C. peserta didik dengan guru. emosional. lingkungan. b.  relevansi dengan karakteristik daerah. . intelektual. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar Kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik.  Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi.

pengetahuan. penggunaan portofolio. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. keluasan. 7. proyek dan/atau produk. d. dan keterampilan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. yaitu kegiatan siswa dan materi. 5. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. penilaian hasil karya berupa tugas. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. narasumber. tingkat kesulitan. kegiatan pembelajaran. Adapun format silabus dapat memilih salah satu dari contoh di bawah ini: . satuan pendidikan. pengukuran sikap. yang berupa media cetak dan elektronik. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. 6. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. mata pelajaran. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Misalnya. serta lingkungan fisik.c. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.  Penilaian menggunakan acuan kriteria. menganalisis. pengamatan kinerja. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. kedalaman. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. alam.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan budaya. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. dan indikator pencapaian kompetensi.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. 4. dan penilaian diri. sosial.

... Teknik.. dan Contoh Soal) Sumber Belajar Format 3 Nama Sekolah: ………………. dilaksanakan... Penilaian: ……………….............. Standar Kompetensi : ……………….... III.. Mata Pelajaran: ………………..... VIII... VII..... : . Kompetensi Dasar : ……………….. F...... Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya.... Instrumen. Kelas/Semester: ……………… I..... dievaluasi.. yakni ambillah kompetensi dasar yang tertuang dalam silabus e..... : . Alokasi Waktu: ……………….... Mata Pelajaran: ………………...... Identitas Mata Pelajaran b.. Kegiatan Pembelajaran: ………………... yang memuat hal-hal berikut: a... Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Sumber Belajar Format 2 Nama Sekolah: ………………. Pada kegiatan ini hendaknya E.... Alat/Sumber Belajar: ………………............ Pengembangan Silabus Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tugas masing-masing guru adalah mengembangkan silabus yang sudah disepakati ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.... Kelas/Semester: ……………… Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran/ Penglaman Belajar Alokasi Waktu Penilaian (Jenis Tagihan.... Kompetensi Dasar... II.......... VI.. Indikator: ………………....... : ........... IV....... Materi Pokok/Pembelajaran: ………………... Alokasi Waktu d... dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru...... yakni penjabaran dari kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam silabus ...... dan evaluasi rencana pembelajaran..............Format 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran ini hendaknya dikembangka n life-skills dan nilai-nilai Islam : ....... evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran)...... Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Kelas/Semester c... dikembangkan life-skills dan nilai-nilai Islam V.... Indikator.. : .....

narasumber. Alat/sumber Belajar. apakah berupa media cetak dan elektronik. yakni menentukan rujukan. sarana dan sumber belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator tersebut. alam. yakni langkah-langkah pembelajaran sebagai penjabaran dan pengembangan dari kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. i. dan indikator pencapaian kompetensi. kegiatan pembelajaran. atau lingkungan fisik. yakni menentukan cara penilaiannya dengan mengacu kepada indikator-indikator hasil belajar yang ditetapkan. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. konsistensi dan adekuasi. Materi Pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran. sosial. yakni uraian materi pokok/pembelajaran sebagaimana tertuang dalam silabus ke dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip relevansi. g. h. . Pada kegiatan ini guru hendaknya mengembangkan life-skills serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas dari Madrasah. dan budaya. Penilaian. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.f.

UH Bentuk Tagihan Uraian obyektif Contoh Tagihan Sumber/Ba han 1. P dan D (kecakapan hidup meng olah data.2 .UH Uraian obyektif - Tuliskan semua harga bilangan kuantum pada kulit M(n=4) Tentukan jumlah elektron maksimum dalam : a.1 Menerapkan Teori Atom Mekanika Kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menggunakannya pada penentuan letak unsur dalam tabel periodik - Menjelaskan teori atom mekanika kuantum . (Kecakapan hidup menggali informasi. Kulit dengan n = 4 b. komunikasi lisan) Manakah yang mempunyai energi lebih besar. Silabus Madrasah Cetak tanggal : : 0 26 Mei 2006 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/Uraian Materi Penilaian Pengalaman Belajar Alok asi Wak tu 3 JP Jenis Tagih an .Kuis Tuga s . prinsip ketidakpastian dan mekanik gelombang.Struktur atom dan SPU .CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas Semester : : KIMIA : XI IPA :I Standard Kompetensi : Mendiskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik atom serta struktur molekul dan sifat-sifatnya.Kuis .10 µ/detik Berapa energi satu foton dari cahaya ini? Buku Kimia - Menjelaskan pengertian bilang an kuantum dan bentukbentuk orbital .Teori kuantum .Prinsip ketidakpastian dari Heisenberg . Sub kulit l = 3 Buku Kimia - . menghubung- 3 JP . sinar merah atau sinar biru? Jelaskan! Frekwensi cahaya terendah efek fotolistrik pada logam kalium 4.Bilangan kuantum dan bentuk orbital - Menentukan bilangan kuantum dan bentuk orbital S.Mekanika gelombang - Diskusi Informasi tentang teori kuantum.

(kecakapan hidup mengolah data) c.UH Uraian obyektif a. Gaya antar molekul (gaya Lon don. S = 16.UH Uraian obyektif - Gambarkan diagram orbital untuk unsur dengan no atom 13 dan 18 Gagasan manakah yang dilanggar oleh konfigurasi elektron berikut. Ha 1s² 2s² 2p6 2d1 b.Aturan Hund .Azas larangan Pauli - 3 JP . mengambil keputusan) 3 JP . H = 1.Kuis Tuga s .Kuis Tuga s .UH Uraian obyektif - Gambarkan bentuk molekul dari a. Teori domain elektron b. - Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elek tron . Pb82 1.kan variabel) Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. K19 b. gaya Van- - Menggambarkan bentuk molekul dan senyawa. (Kecakapan hidup menghubungkan variabel. Orbital dengan m = 2 - Menggunakan prinsip Aufbau. Cl = 17. serta beri konfigurasi yang benar : Buku Kimia - - Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik . AS33 c. NH3 b. 3 JP . CCl4 c.Kuis Tuga s .Teori domain elek tron dan gaya antar molekul a. SF6 Buku Kimia (Ar N = 7. F = 9) . K : [Kr] 3d1 Buku Kimia - Pada periode dan golongan berapa letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik? a.Hubungan konfigurasi elektron dgn periodik dan golongan - Menentukan unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektronnya. C = 6.Prinsip Aufbau .2 Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan hubungan antar molekul dengan sifatnya. .

Nitrogen (Mr = 28) atau Oksigen (Mr = 32) b.der Waals. ikatan hidrogen) Mengidentifikasi sifat molekul: Berdasarkan gaya antar molekul. mengidentifikasi variabel) a. mengolah data. ikat an hidrogen) Menjelaskan perbedaan sifat fisis( titik didih. (Kecakapan hidup : menggali informasi. gaya Vander Waals. Butana atau Isobutana 3 JP Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi? Buku Kimia . titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya London.

Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi − : : Akuntansi : XI/IPS :I : : : Menganalisis sistem informasi. (Kecakapan hidup: menggali informasi. dan komunikasi tertulis) . struktur dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Jenis Tagih an Penilaian Bentuk instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu 12 x 45’  Mendefinisikan akuntansi Sumber/ Bahan dan Alat . dasar hukum. .Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi itu relevan! Berikanlah .Kuis  makna sebagai sistem informasi dengan mengkaji sumber bahan.Buku Penunjang Yang releVan .LKS Akuntansi dan sistem informa si  Definisi akuntansi Kuallitas informasi akuntansi − Mendeskriksikan .Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi dapat mengubah keputusan yang menyebabkan perubahan tingkah laku! .Jawaban Singkat . mengolah informasi.Rumuskan kembali definisi operasional akuntansi sesuai dengan pemahaman kamu.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Silabus Madrasah Cetak Tanggal Standart Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Ulang an hari .Uraian Bebas .

Tunjukkan perbedaan antara .Bedakan karakteristik pemakai informasi internal dengan eksternal! . memecahkan masalah.  Beberapa pemakai informasi akuntansi Karakteristik pemakai informasi akuntansi.Jawaban Singkat .  Proses kegiatan akuntansi − Mengkaji refe-rensi  Merumuskan kualitas informasi akuntansi.Uraian Bebas .Ulangan .Tunjukkan pemakai informasi akuntansi di-pihak ekstern dan intern.Deskripsikan manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan eksternal! .Jelaskan perbedaan antara bidang akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan! .Unjuk Kerja  Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi setiap pemakai. dan komunikasi tertulis) . .an contohnya .Tugas individu . meng-olah informasi. dan mempresentasikan proses akuntan-si.Kuis . mengambil keputusan.Ulangan hari . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Kuis .Berikan gam-baran secara kronologis ten-tang proses kegiatan akuntansi! . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .Uraian Bebas . meng-olah informasi.Jawaban Singkat − Mengidentifikasi   Kegunaan informasi akuntansi  Bidang-bidang akuntansi  Mengidentifikasi macam-macam manfaat infor-masi akuntansi bagi pemakainya dengan mengkaji sumber bahan (Kecakapan hi-dup: menggali informasi.

Ulangan hari an .Tugas Individu . komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) . . an akuntan publik dengan akuntan swasta! .Mendeskripsikan bidang dan profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan.Uraian Bebas . mengambil ke-putusan. (Kecakapan hidup: menggali informasi. meng-olah informasi.Tunjukkan sikapmu jika kamu menjadi akuntan profesional!  Profesi akuntan  Mendeskripsikan bidang garapan/ profesi akuntan  Etika profesi akuntan  Mengidentifikasi etika profesi akuntan. memecahkan masalah.Inventori .bidang spesialisasi akuntansi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful