P. 1
Ktsp Ma Revisi Fix

Ktsp Ma Revisi Fix

|Views: 241|Likes:
Published by Aditya Pratama

More info:

Published by: Aditya Pratama on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2015

pdf

text

original

PEDOMAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN KTSP DI MADRASAH ALIYAH

3.

Oleh Tim Kanwil Depag Jatim 1. Drs. H. Roziki, MM. MBA (Pelindung) 2. Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA. (Pengarah) Drs. H. A. Husein Kurdi, M. PdI (Penanggungjawab) 4. Drs. Syairofi, M. Ed (Pelaksana) 5. Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. (Staf Ahli) 6. Dra. Hj. Suti’ah, M. Pd (Anggota) 7. Drs. Sugeng Listyo Prabowo, M. Pd (Anggota)

KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA PROPINSI JAWA TIMUR 2006

CONTOH HALAMAN COVER: KURIKULUM MADRASAH ALIYAH....................

Lambang Pemda

Departemen Agama Kabupaten MA. N/S …………… Jl. ……………………….………… Telp. …………. Faks. …………..

Lambang Depag

CONTOH HALAMAN PENETAPAN PENETAPAN
Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, maka dengan ini Kurikulum Madrasah Aliyah ................ ditetapkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 200../200..

Mendapat Pertimbangan dari Komite Madrasah ………………………… Ketua

Ditetapkan di : ........................ Pada Tanggal : …………………. 200.. Menetapkan : Kepala MA ………………………… NIP

Mengetahui: a.n. Kepala Kantor Departemen Agama Kabid Mapenda Kanwil Jatim, --------------------------------NIP. ........................... CONTOH KATA PENGANTAR: KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, penyusunan Kurikulum Madrasah Aliyah ………….. Kabupaten/ Kotamadya ……… dapat terselesaikan. Tim Penyusun KTSP ini terdiri atas guru, konselor, dan kepala MA……………… yang bertindak sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan penyusunan KTSP ini kami melibatkan Komite Madrasah, dan nara sumber, serta pihak lain yang terkait. Penyusunan dokumen KTSP ini dilakukan dengan merujuk pada Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL),

.00/ED/681/2006 Tentang Pelaksanaan Standar Isi.......... .............. 200......1/PP.II......... Kepala MA....... Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP tahun 2006......... dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan digunakan oleh stakeholder lainnya dalam pembinaan penyelenggaraan pendidikan.. Untuk itu kurikulum ini perlu selalu disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan............ .Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah........ ...... nara sumber........ Besar harapan kami kurikulum ini dapat digunakan oleh guruguru Madrasah Aliyah ........ serta Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ....... teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat........ para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dalam mengembangkan kurikulum operasional yang disesuaikan dengan kondisi daerah dan madrasah serta aktualisasi kemampuan profesional guru dalam pengembangan kurukulum. NIP ...... Penyusunan kurikulum ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan sepenuhnya oleh pihak madrasah bersama komite madrasah.

........ Bentuk dan sasaran Kegiatan Pengembangan Diri C.... D... SISTEM PENILAIAN. Mata Pelajaran Muatan Lokal ............. Konsep dan Sifat Muatan Lokal ..................................... Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran . Sistem Penilaian C................. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran ......... KENAIKAN KELAS........ 2... E........ Visi & Misi Madrasah Aliyah. Pengaturan Beban Belajar ...................CONTOH SISTEMATIKA KTSP DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN A...................................... Pelaksanaan Muatan Lokal ................ Struktur dan muatan Kurikulum ..... LANDASAN C.... Kenaikan Kelas D.. 3............. A............. PINDAH MADRASAH DAN KELULUSAN A......................... Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah Dan Ujian Nasional ......................................... BAB IV: PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL ... Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar D........... BAB V: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI . Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ..... Tujuan Madrasah Aliyah.................. PROFIL MADRASAH ALIYAH.... Konsep dan Sifat Pendidikan Kecakapan hidup B........................... C............ C................... B......... DASAR PEMIKIRAN B......... Ketuntasan Belajar B..... B......... Konsep dan Sifat Kegiatan Pengembangan Diri B................................ Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah............. Pengintegrasian Pendidikan Kecakapan Hidup di MA D.................................... Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah…............................................. BAB III: STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR ....... PENJURUSAN....................... Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri BAB VI: PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) A......... A.. B........................... Penjurusan E.............................................. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di MA BAB VII: KETUNTASAN BELAJAR............ D....... Pindah Madrasah F............ 1........................... Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran ........ Komponen Pendidikan Kecakapan Hidup di MA C......... A.............. A................... Tujuan Satuan Pendididkan Dasar ...... BAB II: STANDAR KOMPETENSI ...

Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan C. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan D. Tinjauan Kurikulum B.BAB VIII: REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Kerjasama/Kemitraan (Implikasi KTSP) BAB IX: KALENDER PENDIDIKAN BAB X: SILABUS dan RPP . Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum E.

proses.BAB I PENDAHULUAN A.. (2) mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global.(kondisi madarsah X) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes.. KTSP ini disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan berbagai karakteristik.. Landasan: Landasan penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya menunjukkan: (1) Ada undang-undang yang jelas sebagai acuan dalam . Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik agar dapat diterima untuk: (1) memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global.... kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.. pengelolaan.. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. (3) Prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah. sarana dan prasarana.. sosial budaya masyarakat... isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kondisi dan potensi daerah.. DASAR PEMIKIRAN Dasar Pemikiran penyusuan KTSP di (MA) sekurang-kurangnya berisi tentang : (1) KTSP dikembangkan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan nasional... Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. kebutuhan dan potensi tersebut.. Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. pembiayaan dan penilaian pendidikan. serta kesesuaiannya dengan kekhasan... kompetensi lulusan. (4) KTSP mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.. dan (3) melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri B. kondisi dan potensi daerah. sosial budaya masyarakat.... yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi Madrasah dalam mengembangkan kurikulum.. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah X dinyatakan tercapai apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan. kebutuhan dan potensi Madrasah dan peserta didik.. Misalnya sebagai contoh berikut: Madrasah X merupakan ... (2) Kesesuaian KTSP dengan kekhasan... tenaga kependidikan... Tujuan tertentu ini adalah tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan atau standar-standar yang lebih operasional.

(4) Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas nomor: 22 dan 23.penyusunan KTSP. perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab V (Standar Kompetensi Lulusan) pasal 26. dan (3) tujuan MA. Tentang Pelaksanaan Standar Isi. era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. C. Dalam menentukan visi perlu memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. sebagaimana tertuang dalam UU No. 2. 4. antara lain: 1. Rumusan visi menggunakan kalimat keadaan dan perlu dijabarkan ke dalam indikator-indikatornya. (3) Ada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. (6) Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 18 ayat (3). (2) visi dan misi MA. Profil Madrasah Aliyah Profil Madrasah Aliyah (MA) setidak-tidaknya berisi: (1) tujuan pendidikan menengah. sehingga Madrasah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar Madrasah . sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar neger 3. (2) Ada PP & Permendiknas yang dijadikan acuan dalam penyusunan KTSP. (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. karena MA merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah.00/ED/681/2006 tanggal 1 Agustus 2006.1/PP. era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan Madrasah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Rumusan tujuan pendidikan menengah dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah no.II. Contoh : (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1 & 2. Visi Madrasah Aliyah menunjukkan gambaran MA di masa yang akan datang (jangka panjang) yang diinginkan. dan Pasal 49 Ayat 1 (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. sehingga jelas apa yang dicita-citakan. Pasal 38 Ayat 2 dan Pasal 51 Ayat 1 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat 1 & 2. dan juga tertuang dalam buku panduan penyusunan KTSP dari BSNP. 5. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia.

serta tujuan MA adalah sebagai berikut: Tujuan Pendidikan Menengah Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Berorientasi ke masa depan. Jika itu dianggap terlalu pendek dapat juga untuk 2 siklus program MA yang berarti 6 tahun. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik.untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. 4. pengetahuan. yaitu satu siklus pendidikan di MA. masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Visi dan misi terkait dengan jangka waktu yang sangat panjang. Tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 3 tahun dapat berwujud sebagian dari visi (tidak seluruhnya). Sebaiknya tujuan itu dikaitkan dengan siklus program MA. visi dan misi. 5. 3. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Contoh-contoh rumusan tujuan pendidikan dasar. selanjutnya perlu dirumuskan tujuan MA. kewajiban. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan Madrasah ke arah yang lebih baik. 6. di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” Madrasah luar negeri di kota besar di Indonesia. bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. sehingga Madrasah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. Misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. . 6. semangat dan komitmen warga. serta 8. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan Madrasah. Adapun rumusan visi yang baik setidak-tidaknya memberikan isyarat: 1. Rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”. sedangkan tujuan MA dikaitkan dengan jangka waktu menengah. Bertolak dari visi dan misi. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan dan sebagainya. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi dengan berbagai indikatornya. untuk jangka waktu yang lama 2. 7. misalnya untuk jangka 3 tahunan. di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. Misi merupakan tindakan/ upaya untuk mewujudkan visi MA yang telah ditetapkan tersebut.

7. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliah keagamaan Islam 2. sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. 6. bersih dan indah 5. sesuai dengan potensi yang dimiliki 3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif. Tujuan MA 3. 3. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. • Misi 1. Memiliki lingkungan Madrasah yang nyaman dan kondusif untuk belajar.kepribadian. Unggul dalam prestasi kesenian. Unggul dalam prestasi olahraga. Unggul dalam peningkatan prestasi UNAS 3. 3. 5. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga Madrasah baik dalam prestasi akademik maupun non akademik 4. sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah dan Komite Madrasah. Visi dan Misi MA • Visi UPRES BERIMTAQ (Unggul Prestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa) Indikator-Indikatornya adalah: 1.1 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kualitas sikap dan amaliah keagamaan Islam warga Madrasah dari pada sebelumnya.2 Pada tahun 2008 terjadi peningkatan kepedulian warga Madrasah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan Madrasah dari pada sebelumnya. Unggul dalam prestasi Bahasa Arab 4. 8. Mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. 2. Menciptakan lingkungan Madrasah yang sehat. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya. Unggul dalam pembinaan keagamaan Islam. ahklak mulia. Unggul dalam prestasi Bahasa Inggris. 6. .

3.5 dari standar yang ada. terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas sarana/ prasarana dan fasilitas yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik. 3. terjadi peningkatan skor UNAS minimal rata-rata +1. dan mampu menjadi MC dan berpidato dengan 2 bahasa tersebut. bakat dan kemampuan terhadap Bahasa Arab dan Inggris semakin meningkat dari sebelumnya.5 Pada tahun 2009.3 Pada tahun 2008.3. . memiliki tim kesenian yang mampu tampil minimal pada acara setingkat Kabupaten/Kota.6 Pada tahun 2010. para siswa yang memiliki minat. memiliki tim olahraga minimal 3 cabang yang mampu menjadi finalis tingkat Propinsi. 3.4 Pada tahun 2009.7 Pada tahun 2010. 3.

Namun demikian. masing-masing MA perlu melakukan analisis konteks dengan cara: (1) mengidentifikasi standar isi dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. yang disebabkan karena perbedaan tingkat kesiapan dalam hal sumberdaya manusia yang memadai (seperti guru dan tenaga kependidikan lainnya.II. maka MA dapat mengembangkan standar tersebut baik pada standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) maupun standar isi (SK & KD) mata pelajaran sebagaimana tertuang dalam Permen Diknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006 tersebut. Karena itu. Standar kompetensi lulusan (SKL) MA diadopsi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permen Diknas) Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. dan program-program. peserta didik) dan penyediaan sumberdaya lainnya (seperti sarana/prasarana. ketika hendak menyusun KTSP. (2) menganalisis kondisi yang ada di Madrasahnya. dan (3) menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan . terutama SKL-MP serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran tersebut. dan (5) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah.00/ED/681/2006 tentang pelaksanaan standar isi. bahwa Madrasah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dengan melakukan inovasi dan akselerasi. (4) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran. sarana prasarana. biaya. MA perlu memperhatikan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ. apalagi pada mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang merupakan ciri khas dari Madrasah. Di samping itu. pendidik dan tenaga kependidikan. (2) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran. Demikian pula standar kompetensi lulusan kelompok mata pelajaran (SK-KMP) cukup mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Adapun standar kompetensi lulusan mata pelajaran (SKL-MP) serta standar kompetensi dan kompetensi dasar (standar isi) mata pelajaran mengacu pada Permen Diknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Nomor 22/2006 tentang Standar Isi. yang meliputi peserta didik. sehingga masing-masing MA cukup mengacu pada Permendiknas tersebut. anggaran dan lain-lain). Atas dasar itulah.BAB II STANDAR KOMPETENSI Pada bab ini setidak-tidaknya berisi tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah. SKL ini dipandang sudah cukup ideal. dalam realitasnya kondisi MA itu sangat bervariasi terutama jika dilihat dari aspek kemampuannya dalam mencapai SKL. (3) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran.1/PP.

2. Kondisi riil MA dalam pencapaian SKL. Mapendais Depag/Dinas pendidikan. dewan pendidikan. 3. Ketiga kondisi MTs tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut: Berada di bawah Standar Memenuhi standar KONDISI RIIL KEMAMPUAN MTs DALAM PENCAPAIAN SKL-MP DAN STANDAR ISI Berada sama/ sejajar dengan standar Memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar Berada di atas standar Meningkatkan dengan standar yang lebih tinggi . sehingga dituntut untuk meningkatkannya dengan standar yang lebih tinggi. sehingga dituntut untuk memenuhi dan meningkatkan kualitas pencapaian standar isi. terutama SKL-MP serta SK & KD (standar isi) mata pelajaran dan implikasinya dapat dipetakan ke dalam tiga kategori.lingkungan sekitar: Komite Madrasah. sumber daya alam dan sosial budaya. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) sudah berada di atas standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). sehingga dituntut untuk memenuhi standar isi agar berada sama/sejajar dengan standar yang ada. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih sama atau sejajar dengan stadar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006). yaitu: 1. MA yang kemampuannya dalam mencapai SKLMP serta SK & KD (standar isi) masih berada di bawah standar isi (sebagaimana tertuang dalam Permen diknas nomor 23 dan 22 tahun 2006).

Bagi MA yang berada di atas standar. jumlah dan kualitas buku pelajaran. Karena itu. bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar.Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL. (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi. (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat. Learner Centered Design. mendayagunakan perpustakaan secara optimal. (3) mendayagunakan sumber-sumber pendidikan secara optimal. meningkatkan kreativitas guru. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutanurutan pembahasan yang terdapat dalam suatu mata pelajaran. Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. PKG atau lainnya. jumlah dan kualitas ruang kelas. . maka kepala Madrasah perlu memberikan pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut: (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelligence. (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta standar ketuntasan belajar minimal (SKBM) masing-masing mata pelajaran. (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif. (5) mengembangkan program pembelajaran akselerasi. Subject Centered Design. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah. perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelompok Kerja Madrasah) atau dengan SMP lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP. (5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan. dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional. 2. (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru. dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya. terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. (2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif.

SKL tersebut diambil dari Permen Diknas No. yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isuisu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. kritis. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. kreatif. ras. golongan sosial ekonomi dalam lingkup global suku. kreatif. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. perbuatan. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. dan inovatif 7. 6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. Memanfaatkan bertanggung jawab 13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Problem Centered Design. kritis. bangsa. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya .3. Menghargai keberagaman agama. Berikut ini dikemukakan contoh-contoh implementasinya: STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MADRASAH ALIYAH Bagian ini menyajikan tentang Standar Kompetensi Lulusan MA (SKL). Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. berbangsa. 1. dan A. Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri mengembangkan budaya belajar 9. dan pekerjaannya 4. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. sosial Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan lingkungan secara produktif dan 12.

Agama dan Akhlak Mulia. 4. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. 1. Menjaga kesehatan dan keamanan jasmani. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. menulis. baik individual diri. serta kebersihan lingkungan 18. dan Kesehatan Baik madrasah yang masih masuk dalam kategori lebih rendah. dan budaya dalam tatanan global 3. kebugaran Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. maupun 16. Jasmani. . Menghargai keberagaman agama. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. 2. ras. Estetika. 3. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat B. Menunjukkan keterampilan menyimak. membaca.15. Menghasilkan kelompok 17. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran: 1. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran diadopsi dari Permen 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi lulusan untuk satuan dasar dan menengah. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 4. Mengapresiasi karya seni dan budaya karya kreatif. golongan sosial ekonomi. Kewarganegaraan dan Kepribadian. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Agama Dan Akhlak Mulia 1. Olah Raga. suku. 5. bangsa. mampu mencapai ataupun lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran yang ada di Permen ini.

dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 2. hukum dan perundangan 3. dan kebugaran jasmani untuk 12. Menghargai keberagaman agama. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. ras. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. ketahanan. dan pekerjaannya 8. suku. mengembangkan budaya belajar 9.5. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian 13. berbangsa. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 6. golongan sosial ekonomi. kesehatan. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 7. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain . Menunjukkan kemampuan untuk pemberdayaan diri 10. baik individual maupun kelompok Menjaga kesehatan. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab 2. bangsa. Menghargai adanya terhadap orang lain perbedaan pendapat dan berempati 6. 11. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi 7. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian 1. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 14. perbuatan. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis Berkarya secara kreatif. Menjaga kebersihan. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan jawab bertanggung 5. ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama 8. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. dan budaya dalam tatanan global 4.

dan seterusnya. Perubahan/ Pengembangan SKL-MP tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SKLMP yang pertama. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika 3. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Jasamani. SKL-MP PAI (Semua Program) Standar Kompetensi 1. Memahami ayat-ayat AlQur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. demikian pula jika menulis Standar Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Madrasah 1.15. Standar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SKL-MP yang kedua. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 4. tabzir dan fitnah Standar Madrasah 1 Diisi dengan SKL-MP pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Madrasah 1 harus menampilkan SKL-MP yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) SKL-MP diambil dari Permen 23 tahun 2006. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. 1. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran Estetika Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 5. Bagi madrasah yang lebih rendah dan sejajar dalam mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SKL-MP dari Permen 23 tahun 2006. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SKL-MP dapat meningkatkan SKL-MP tersebut. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. Olah Raga dan Kesehatan Dapat diambil pada Permen 23 tahun 2006 C.

SKL-MP Bahasa Indonesia (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) . SKL-MP Kewarganegaraan (Semua Program) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 3.4. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. SKL-MP Bahasa Indonesia (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 4. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia 2.

SKL-MP Matematika (Program IPA) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 8. SKL-MP Bahasa Inggris (Program IPA dan IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 6. SKL-MP Bahasa Inggris (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 7. SKL-MP Matematika (Program IPS) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) .5.

Mengetahui sejarah pentakhrij hadits yang terkenal sebagai imam madzhab dan pentakhrij haditsyang terkenal sebagai perawi hadits. 8. Mengetahui ilmu jarh dan ta’dil serta kegunaannya. Mengetahui macam-macam hadits dha’if dan pendapat para ulama dalam mengamalkan hadits dha’if. sunah.. Mengetahui sahabat.II. 9.. 4. . Mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam dan fungsi hadits tehadap Al-Qur’an. 5. SKL-MP Matematika (Program Bahasa) Standar Kompetensi Diisikan standar kompetensi mata pelajaran yang ada pada Permen 23 tahun 2006 Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah/ sekolah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai PP 23 tahun 2006) 10. 2. Mengetahui perkembangan hadits dari zaman Rasulullah saw. 7. Mengetahui tahammulul hadits (cara menerima dan menyampaikan hadits) dan kelayakan untuk menerima atau menyampaikan hadits. 6. Demikian seterusnya. tabi’in dan tabi’it tabi’in. DJ.1/PP. dan mengetahui pembagiannya baik dari segi kualitas maupun kuantitas rawi. SKL-MP Ilmu Hadits (Program Keagamaan) Standar Kompetensi 1.00/ED/681/2006) 3.9. Memahami arti hadits. Mengetahui hadits qudsi dan hadits marfu’ serta mengetahui perbedaan antara hadits qudsi dengan Al-Qur’an. Standar Madrasah 1 Diisikan standar kompetensi mata pelajaran pengembangan/ perubahan yang dilakukan oleh madrasah (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SKL-MP sesuai Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam No. sampai abad X H.

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran diambil dari Permen 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun bagi madrasah/ sekolah yang lebih tinggi kemampuannya dalam mencapai SK atau KD dapat meningkatkan SK/ KD tersebut. maka kurikulum madrasah A tidak perlu mencantumkan SK dan KD untuk Jurusan Bahasa 1. Demikian pula dalam melakukan pengembangan KD. Al-Qur’an dan Hadits KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) . Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Kompetensi Dasar Madrasah 1 harus menampilkan Kompetensi Dasar yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Kompetensi Dasar Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan KD yang kedua. dan seterusnya.D. Supaya proses pengembangan/ perubahan dapat diidentifikasi maka dalam menuliskan Standar Kompetensi Madrasah 1 harus menampilkan Standar Kompetensi yang ada pada Permen 22 tahun 2006 sesuai mata pelajarannya. Misalnya. Perubahan/ Pengembangan SK tersebut dimasukkan dalam kolom Standar Kompetensi Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan SK yang pertama. demikian pula jika menulis Kompetensi Dasar Madrasah 2 maka harus menampilkan Kompetensi Dasar Madrasah 2. Perubahan/ Pengembangan KD tersebut dimasukkan dalam kolom Kompetensi Dasar Madrasah 1 untuk pengembangan/ perubahan KD yang pertama. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditampilkan dalam kurikulum hanya standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang ada jurusannya di madrasah/ sekolah saja. demikian pula jika menulis Standar Kompetensi Madrasah 2 maka harus menampilkan Standar Kompetensi Madrasah 1. dan seterusnya. Bagi madrasah yang lebih rendah dan mampu mencapai standar kompetensi mata pelajaran supaya mengadopsi SK dan KD dari Permen 22 tahun 2006. Perubahan/ pengembangan dapat dilakukan sebagaimana telah dijelaskan di atas. Standar Kompetensi Madrasah 2 untuk pengembangan/ perubahan SK yang kedua. di Madrasah A hanya memiliki jurusan IPA dan IPS saja.

Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) 1.162-163 1. 56 dan An Nahl : 78. 1214.162-163 dan AlBayyinah. 12-14. SKX.2. Az-Zariyat. 2.1AQ.2 2. 12-14.3. 30. Al-Mukminun. 56 dan An Nahl : 78 Menyebutk an arti QS AlBaqarah. Men ampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am.1 1. 30. 2. AzZariyat. 5.30. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. Al-Mukminun. 5.3.1AQ.X 1 SKX. 56 dan An Nahl : 78. Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) 1. Mem baca QS Al An’am. 2. 162163 dan AlBayyinah. Menampilka n perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah. Membaca QS AlBaqarah. AlMukminun.2.1.1. M emahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Meny ebutkan arti QS Al An’am. . AzZariyat.

1 Aljabar 1... dan logaritma . 159 dan QS Asy Syura. dan QS Asy Syura.1 Menggunakan aturan pangkat.3 Menampilka n perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159.2 Menyebutk an arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura. 3. akar. dan logaritma 1.2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. 38.1 Membaca QS Ali Imran. X 2 SKX. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. dan logaritma 1.dan AlBayyinah.1 3.1MT. 5. 38. Dan seterusnya.2AQ. 38 dalam kehidupan sehari-hari. 2. 3. akar. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi 3. MATEMATIKA KLS SMS KODE SK Standar Kompetensi Madrasah 1 (SK-Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembanga n (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai SK sesuai PP 22 tahun 2006) KD Kompetensi Dasar Madrasah 1 (KD Mad 1) Kolom ini diisikan Kompetensi Dasar hasil perubahan/ pengembangan (Kolom ini tidak berlaku jika madrasah masih mencapai KD sesuai PP 22 tahun 2006) X 1 SKX. akar.

3 Menggunakan sifat dan aturan tentang persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.1 Memahami konsep fungsi 2. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksama an kuadrat 2.4 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaa n kuadrat 2.6 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat dan penafsirannya . Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan/atau fungsi kuadrat 2.2 2.SKX.2 Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat 2.1MT.

SKX.1MT.3

3. Mem ecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksama an satu variabel

3.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dan sistem persamaan campuran linear dan kuadrat dalam dua variabel 3.2 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear 3.3 Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan penafsirannya 3.4 Menyelesaikan pertidaksamaa n satu variabel yang melibatkan bentuk pecahan aljabar 3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaa n satu variabel

3.6 Menyelesaikan
model matematika dari masalah

yang berkaitan dengan pertidaksamaan satu variabel dan penafsirannya

Dan seterusnya.... E. Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah Aliyah Diagram pencapaian kompetensi lulusan MA, digunakan untuk memberikan orientasi secara cepat kepada pembaca dan pengguna kurikulum berkaitan dengan posisi KD, SK, SKL-MP, SKKMP sampai dengan SKL. Selain itu diagram ini juga digunakan untuk mempetakan posisi muatan mata pelajaran sebagaimana dipersyaratkan dalam PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 7. Diagaram pencapaian kompetensi lulusan madarsah ibtidaiyah sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah menggambarkan hubungan yang logis dan terarah, (2) Diagram Pencapaian Kompetensi Lulusan Madrasah mudah difahami oleh pembaca; (3) Menggambarkan seluruh mata pelajaran, pengembangan diri, pendidikan vocasional dan muatan lokal, (4) Menggambarkan muatan kelompok mata pelajaran; (5) Menggambarkan wilayah internalisasi life skil; (6) Menggambarkan keterkaitan antara pencapaian kompetensi lulusan dengan pencapaian visi madrasah Pembuatan diagram ini akan menjadi lebih mudah jika setiap SK dan KD sebagai kompetensi terkecil dalam KTSP dilakukan pengkodean, serta pemberian garis dan warna yang berbeda dalam setiap kelompok Mata Pelajaran.

KLAS X

KLAS XI

KLAS XII

SK-X.1,2-AQ.1,2 SK-X.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-X.1,2-FQ.1 SK-X.1,2-TK.1 SK-X.1,2-KW.1,2,3 SK-X.1,2-BI.1s/d 8 SK-X.1,2-BR.1s/d 6 SK-X.1,2-SE.1A SK-X.1,2-MT.1s/d 3 SK-X.1,2-FI.1As/d 4A SK-X.1,2-BO.1As/d 2A SK-X.1,2-KI.1As/d 2A SK-X.1,2-TI.1 s/d 3

SK-XI.1,2-AQ.1 SK-XI.1,2-QD.1 SK-X.1,2-AK.1,2 SK-XI.1,2-FQ.1,2 SK-XI.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2,3 SK-XI.1,2-BI.1s/d 8 SK-XI.1,2-BR.1s/d 6 SK-XI.1,2-SE.1A SK-XI.1,2-MT.1As/d 3A SK-XI.1,2-FI.1As/d 2A SK-XI.1,2-BO.1As/d 3A SK-XI.1,2-KI.1As/d 3A SK-XI.1,2-TI.1

SK-XII.1,2-AQ.1,2 SK-XII.1,2-QD.1 SK-XII.1,2-AK.1,2 SK-XII.1,2-FQ.1 SK-XII.1,2-TK.1 SK-XI.1,2-KW.1,2 SK-XII.1,2-BI.1s/d 8

DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN PENDIDIKAN AGAMA
SKEL-PAI

B

SKEL-KWB
SK-XII.1,2-BR.1s/d 6 SK-XII.1,2-SE.1A SK-XII.1,2-MT.1As/d 3A SK-XII.1,2-FI.1As/d 2A SK-XII.1,2-BO.1As/d 3A SK-XII.1,2-KI.1As/d 3A SK-XII.1,2-TI.1

KOMPETENSI LULUSAN

SKEL-TEK

A
SKEL-EST SKEL-POK

SK-X.1,2-SB.1As/d 2A SK-X.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XI.1,2-SB.1As/d 2A SK-XI.1,2-PO.1 s/d 7

SK-XII.1,2-SB.1As/d 3A SK-XII.1,2-PO.1 s/d 7

INTERNALISASI LIFE SKILL DAN NILAI-NILAI AGAMA

1 s/d 6 .2-PD.2-PD.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1 SK-X.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1.2-BA.1 s/d 3 SK-XII.2-VTO.2-BA.1.1.1.1.BK.2-PD.2-BA.BK.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.1.1.1 s/d 6 SK-X.1 MUATAN LOKAL SK-X.1.2-VTO.2-VTO.1 s/d 6 SK-X.BK 1 s/d 2 B A SK-X.

2-FI.2-SE.2-FI.2-BO.1.2-SB.2-KI.1.1.1.2-BR.1 SK-X.2-FQ.2-AK.1.1.1.1.1s/d 8 SK-XI.1.1.2-TI.2-PO.1.1.1.2 SK-X.2-TI.1 s/d 7 SK-XII.2-AK.1.1.1.1As/d 2A SK-XI.1 SK-XII.1.2-SE.1.1.1 SK-XI.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1As/d 3A SK-XII.2-KI.2-TI.1As/d 3A SK-XI.1.1.1 SK-X.1.1 SK-XI.2-MT.1As/d 3A SK-XII.2-TK.1.1.2-TK.1 SK-XI.2-BR.1.1As/d 2A SK-X.1 SK-X.1 SK-X.1.1 s/d 7 SK-XI.1.2-BI.2-BO.1s/d 8 SK-X.2-FQ.2-AK.2 SK-XII.2 SK-XI.1.2-SB.2-AQ.1s/d 6 SK-XI.1.1.2-KI.1.2-MT.2-KW.1.2-BR.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1As/d 3A SK-XI.1.2-QD.1.2.2-QD.1 SK-XII.2-QD.1A SK-X.1As/d 2A SK-X.2 SK-XII.1.2-AQ.1.1.1.1 s/d 7 .1.1s/d 3 SK-X.1.2 SK-X.1.1As/d 2A SK-XI.1.2-BI.1As/d 3A SK-XII.1 s/d 3 SK-XI.1s/d 6 SK-XII.1.1As/d 3A SK-XI.1.2-BI.2-SB.1.1As/d 2A SK-X.3 SK-X.1As/d 2A SK-XII.2-AQ.1.2-BO.1s/d 6 SK-X.1A SK-XI.1.2.2-PO.1.2 SK-XI.1.1 SK-XII.1.1.1. MP KEWARGANEGARAAN DAN KEPRIBADIAN SK-X.1.2-PO.2-MT.2-FI.2-KW.1.2-SE.1As/d 4A SK-X.1.3 SK-XI.1A SK-XII.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.2-KW.1.2 SK-XII.2-TK.1.1As/d 3A SK-XII.2-FQ.

1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-BA.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1 s/d 6 SK-X.2-PD.1.2-VTO.1.1.1 s/d 6 SK-X.1.BK.1 s/d 3 SK-XII.BK.2-PD.1 A MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 6 .2-PD.1.1.2-BA.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X. .2-VTO.1.2-BA.1 SK-X.1.2-VTO.BK 1 s/d 2 SK-X.1.

1As/d 3A SK-XII.1A SK-X.1.1 s/d 7 SK-XI.1.2 SK-XII.1.1.1As/d 2A SK-X.2-SE.2-QD.2-KW.1 s/d 3 SK-XI.2-AQ.2 SK-XII.2-SB.2-FQ.1 SK-XII.1A SK-XI.1.1.2-PO.1.2-AQ.2-SE.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.2-FQ.1.1.2 SK-XI.1.2-BO.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1.1s/d 6 SK-X.1.1.1.1.1.2-TI.2-BI.2-BO.2-TK.1.2.1.1.1 SK-XII.1As/d 2A SK-X.1As/d 2A SK-X.1.1.2-FI.1s/d 3 SK-X.2-TI.2-SE.1 SK-XII.1.2-BR.2-TK.1.1 SK-X.1 SK-X.3 SK-X.1s/d 8 SK-X.2-KW.2-KI.1.1As/d 2A SK-XII.1.2-KI.1.2-AQ.1As/d 3A SK-XII.2-FI.2-TK.1 s/d 7 SK-XII.1.1.1.1 SK-X.2-TI.2-BI.1As/d 3A SK-XI.2-FI.2 SK-X.2 SK-X.2-AK.1 SK-XI.2-PO.1.1s/d 8 SK-XI.3 SK-XI.2-SB.1A SK-XII.2-MT.2-MT.1.2-SB.1.1.1.1 SK-XI.1.2-AK.1.1.2-MT.1.1As/d 2A SK-XI.1.1.2-BO.1.1 SK-X.2-BI.2-KW.1.2 SK-XII.2-QD.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A B SK-X.1.1 s/d 7 SKEL-EST SKEL-POK .2-KI.1As/d 3A SK-XI.1.2-FQ.1As/d 3A SK-XII.1.1As/d 2A SK-XI.1s/d 6 SK-XI.1 SK-XI.1.1As/d 3A SK-XI.1.1As/d 4A SK-X.1.2-QD.2 SK-XI.2-BR.1.1As/d 3A SK-XII.1.1.2-AK.1s/d 6 SK-XII.1.2. MP ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SK-X.1.1.2-PO.2-BR.1.1.

1.1 s/d 3 SK-XII.1 SK-X.1.2-PD.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-VTO.1.2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.2-BA.KLAS X KLAS XI KLAS XI B SK-X.BK.2-BA.1.BK.1 s/d 6 SK-X.1.2-PD.1.2-PD.1 s/d 6 SK-X.2-VTO.2-BA.1.1 s/d 6 .1.1 A MUATAN LOKAL SK-X.BK 1 s/d 2 SK-X.1.

2-QD.2-TI.1.1.1As/d 2A SK-XI.2-BO.1s/d 8 SK-X.1As/d 3A SK-XI.1.1 s/d 7 SK-XII.2-BR.1s/d 6 SK-X.3 SK-X.1.1.1As/d 2A SK-XI.1 s/d 3 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1 SK-X.1.2-FQ.1.1As/d 4A SK-X.1.2-BR.2-FI.1.1 SK-X.2-BO.1.1.2-FI.2-AQ.1.2-FI.2-TK.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.1.2-AQ.1.1.1.1.2-TK.1s/d 8 SKEL-PAI B SKEL-KWB SK-XII.1.2 SK-XII.1.2-BR.2-BO.2 SK-XII.2-BI.1.1As/d 2A SK-X.2-MT.1s/d 8 SK-XI.1.2-PO.2-TK.1 SK-XII.1.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A SKEL-EST SKEL-POK SK-X.1A SK-XII.2-AQ.1.1.1.1 SK-XII.1As/d 3A SK-XI. MP ESTETIKA SK-X.2 SK-XI.1.1A SK-XI.1.2-PO.2-TI.1As/d 2A SK-XII.1As/d 3A SK-XII.1.1.1.1 SK-X.1.2-FQ.1 s/d 7 .1.2-QD.1.1.2-QD.2-PO.1.2-KI.1.1As/d 3A SK-XII.1s/d 6 SK-XII.1.2.1As/d 3A SK-XII.1 s/d 7 SK-XI.1.2.2 SK-XI.1.2 SK-X.2-SB.2-SE.1 SK-XII.2-SE.1.2-FQ.2-KI.1 SK-X.1.1As/d 2A SK-X.2-BI.1.1.1.1s/d 3 SK-X.1As/d 2A SK-X.1.2-KW.2-AK.1.1A SK-X.2 SK-XII.1.2-KI.2-MT.1 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1.2-KW.1.1.2-SB.1 SK-XI.1.1.2-AK.2-AK.2-SE.1.2-BI.2-MT.2-KW.3 SK-XI.1 SK-XI.2-SB.2 SK-X.1.1s/d 6 SK-XI.2-TI.1.

1.1 s/d 6 SK-X.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.2-VTO.1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.1 s/d 3 SK-XII.2-BA.1.1.1.1 s/d 6 SK-X.1 s/d 6 .2-BA.1.2-BA.BK 1 s/d 2 SK-X.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.1.1.2-PD.1 SK-X.BK.2-VTO.2-PD.1.1.1.BK.2-PD.2-VTO.

MP JASMANI. OLAH RAGA DAN KESEHATAN .DIAGRAM PENCAPAIAN LULUSAN MA IPA DAN MUATAN KEL.

1As/d 2A SK-X.1As/d 3A SK-XII.2 SK-XI.1As/d 2A SK-XI.1.1s/d 3 SK-X.2-FQ.1As/d 3A SK-XI.1 SK-X.1.1.1.1.1.1.1 SK-X.1s/d 8 SK-XI.1As/d 3A SK-XII.1 SK-XII.1.1.1As/d 3A SK-XII.1.1.2-KI.2 SK-XI.1s/d 6 SK-XII.1.2-AQ.2-BO.2-PO.1.1.1.1.1As/d 3A SK-XI.2-BR.1 SK-XI.1As/d 4A SK-X.2-BR.2-KI.1As/d 2A SK-XII.2-AK.2-TK.2-AK.2-BI.1A SK-XI.2-KW.1.1 SK-XI.2-QD.2-SB.1.1s/d 6 SK-XI.1As/d 3A SK-XI.1As/d 2A SK-X.1.1.1 SK-X.1.1.2-BO.1 SK-XI.2-TK.2-FI.2-PO.2-SE.1.1.1 SK-XII.2-BI.1.1s/d 6 SK-X.2-KW.1.2-SB.2-AK.1.1s/d 8 SKEL-PAI SKEL-KWB SK-XII.1 KOMPETENSI LULUSAN SKEL-TEK A A SKEL-EST SKEL-POK B SK-X.1.2-MT.1.1s/d 8 SK-X.1.2-BR.2-BO.2 SK-X.1.2-TI.1As/d 2A SK-X.2 SK-XII.1 SK-X.2-MT.1.2-FQ.1.2-FI.2.2-KW.1 SK-XII.1.2 SK-XII.2-SB.1.2-TI.1.1.1.1.1.2-QD.1.2 SK-XII.2.1A SK-X.1 s/d 7 SK-XII.1.2-SE.2-TI.1.1.2-PO.1.1.1As/d 2A SK-XI.2-BI.1As/d 3A SK-XII.1.1.3 SK-XI.3 SK-X.1.1A SK-XII.1.1 s/d 3 SK-XI.1.2-TK.1.1 s/d 7 .2-FQ.2-KI.1.2-FI.2-AQ.1.1.1.KLAS X KLAS XI KLAS XII SK-X.2-MT.1 s/d 7 SK-XI.1.2 SK-X.2-QD.2-SE.2-AQ.

1 s/d 2 PENGEMBANGAN DIRI SK-XI.1 s/d 6 Diagram pencapaian lulusan dan peta muatan kelompok mata pelajaran untuk jurusan IPS.1.2-BA.1.1.1.1.2 PENDIDIKAN VOCASIONAL SK-X.1.1 s/d 3 SK-XII.2-PD.2-PD.KLAS X KLAS XI KLAS XI SK-X.2-PD.BK 1 s/d 2 SK-X.2-VTO.1.1 A B MUATAN LOKAL SK-X.2-BA. Bahasa dan Keagamaan dapat dikembangkan sendiri oleh madrasah/ sekolah .2-BA.2-VTO.1.1 s/d 6 SK-X.BK.2-VTO.1.1 SK-X.1 s/d 6 SK-X.BK.1.

30 pulang jam 12. Untuk hari Senin. Demikian pula dengan jumlah beban belajar dalam tiap semester. Kemudian pada hari Jumat. Sedangkan pada hari Sabtu masuk jam 6. Secara umum madrasah-madrasah/ sekolah-sekolah di Jawa Timur telah menerapkan beban belajar sebesar 43 jam pelajaran dengan rincian masuk jam 6. Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pengorganisasian kelas-kelas pada MA/ SMA dibagi ke dalam dua kelompok. Kelebihan jam pelajaran sebanyak 4 jam-5 jam pelajaran tersebut dapat ditambahkan pada mata pelajaran yang ingin dikembangkan oleh madrasah/ sekolah. Sedangkan perubahan/ penambahan beban belajar dimungkinkan dengan merubah/ mengembangkan alokasi waktu yang ada. dan (4) Program Keagamaan.00. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. Rabu. juga sekurangkurangnya sesuai dengan jumlah beban belajar sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini. (3) Program Bahasa.30 dan pulang jam 13. masuk jam 6. hari Jumat 5 jam pelajaran dan hari Sabtu 6 jam pelajaran. Struktur kurikulum tersebut sebagaimana dalam tabel berikut Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas Kelas X .BAB III STRUKTUR KURIKULUM & PENGATURAN BEBAN BELAJAR Struktur Kurikulum yang digunakan di Madrasah/ Sekolah harus merujuk pada Permen Diknas no 22 tahun 2006. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Madrasah/ sekolah sekurang-kurangnya harus terdiri dari 16 mata pelajaran dan program pengembangan diri. Perubahan pada jam pelajaran tetap mencantumkan beban belajar minimal yang dipersyaratkan oleh Permen 22 tahun 2006. Namun demikian jika sumberdaya yang ada di Madrasah tersebut mampu melaksanakan lebih dari 43 jam pelajaran per minggu juga dipersilahkan. Kamis. Penambahan beban belajar diperhitungkan dengan mendasarkan jumlah jam madrasah/ sekolah tiap minggu dan jumlah minggu efektif setiap semester.30 dan pulang jam 11. Selasa.30 pada hari Senin. Rabu. dengan lama jam pelajaran 45 menit/ jam pelajaran. Madrasah/ sekolah disarankan untuk mengembangkan struktur dan beban belajar tersebut. Perubahan/ pengembangan struktur kurikulum dapat dilakukan dengan cara menambah mata pelajaran yang ada di madrasah/ sekolah. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Perubahan dan penambahan struktur kurikulum dan beban belajar hendaknya dapat diidentifikasi. Kamis dilaksanakan sebanyak 8 jam pelajaran. sehingga total sebanyak 43 jam pelajaran. Selasa. khusus untuk MA.00.

Sosiologi 13. 4. Sejarah 10. Ekonomi 12. Muatan Lokal C. Geografi 11. Kaligrafi (keterampilan) B. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 4 2 4 2 (3) 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 45 2. Kimia 9. Biologi 8. Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan 14. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris 5. Teknologi Informasi dan Komunikasi Matematika 15. 6. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Struktur Kurikulum MA/SMA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . Bahasa Arab (penambahan) 6. Fisika 7. Seni Budaya 13.Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. Pendidikan Kewarganegaraan 3.

Biologi 9. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Keterampilan/ Bahasa Arab B.A. Mata Pelajaran 1. Fisika 7. Seni Budaya 11. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 (2) 4 2 4 (4) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 5 4 1 2 2 12. Sejarah 10. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia 4. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 2 2 2 2*) 45 13. Kimia 8. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Pendidikan Agama 2. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

Ekonomi 9. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 4 (4) 5 4 3 (3) 4 (4) 5 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 45 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 12. Geografi 8.Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Pendidikan Agama 2. Sejarah 7. Keterampilan/Bahasa Asing B. Pendidikan Jasmani. Sosiologi 10. Muatan Lokal C. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Inggris 5. Mata Pelajaran 1. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . Matematika 6. Bahasa Indonesia 4. Seni Budaya 11.

Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen A. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Olahraga dan Kesehatan (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 (2) 4 2 5 (5) 6 3 (4) 5 (4) 5 (2) 3 2 2 2 2 2 2 2*) 45 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 3. 10. Keterampilan B. Muatan Lokal C. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 5. 4. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran . 11. 7. 1. 8. 2. 6. 12. 9.

Pengembangan Diri Jumlah (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 (2) 4 2 4 4 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 (3) 4 2 2 2 2 2 2*) 44 Kelas XI Smt 1 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 . 13. 11. 12. Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Muatan Lokal C.Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen A. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab (perubahan) B. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam 10.

2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran .

misi dan tujuan madrasah. Muatan lokal bisa berbentuk keterampilan bahasa. berdiskusi. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung 1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Berikut disajikan beberapa contoh kompetensi muatan lokal. atau bentuk keterampilan tepat guna yang lain. perasaan.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman Berbicara 2. (2) Macammacam muatan lokal mencerminkan pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas. Pengembangan Muatan lokal sekurang-kurangnya menunjukkan antara lain (1) Pengembangan macam-macam muatan lokal mencerminkan pencapaian visi. standar kompetensi dan kompetensi dasar. (7) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya Muatan lokal disajikan daam bentuk mata pelajaran. (5) Ada kejelasan rumusan SKL. artikel. baik bahasa daerah maupun bahasa asing. SK dan KD dari macam-macam muatan lokal yang dikembangkan.. (6) Memaparkan silabus muatan lokal yang diselenggarakan. sehingga harus memiliki kompetensi mata pelajaran.2 Mendiskusikan masalah (yang ditemukan dari berbagai berita.BAB IV MUATAN LOKAL Muatan Lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi MA sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif. dan informasi melalui kegiatan berkenalan. keterampilan dalam bidang TI. (3) Menggambarkan rasional tentang pentingnya muatan lokal tersebut terhadap daya saing madrasah.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat 2. (4) Menjelaskan bahwa sumberdaya yang ada di madrasah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan muatan lokal tersebut. potensi daerah dan madrasah. Mengungkapkan pikiran. dan bercerita 2. majalah atau buku berbahasa Jawa/Madura) Kompetensi Dasar . BAHASA DAERAH (JAWA) Standar Kompetensi Mendengarkan 1.

Memahami langgam.2 Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif Menulis 4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 4.1 Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6. deskriptif. ekspositif) 4. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca 3. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif.2 Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif 4.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman 2.2 Menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui .1 Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca cepat (150 kata/menit) 3.1 Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu langgam.3 Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif Mendengarkan 5.2 Mengungkapkan isi suatu langgam. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1.3 Menceritakan berbagai pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat sesuai dengan kaidah bahasa Jawa/Madura Membaca 3.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1. Membahas cerita cekak melalui kegiatan diskusi berbahasa Jawa / Madura 6.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman 5. kidungan yang disampaikan secara langsung/tidak langsung 5. kidungan yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman Berbicara 6.

1 Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita dalam bentuk bahasa daerah / Pojok kulonan / Madura) 1.2 Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerita cekak dengan kehidupan sehari-hari Menulis 8.1 Menulis dengan memperhatikan bait. irama.2 Mengidentifikasi unsur sastra Jawa/Madura (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung/melalui rekaman kegiatan diskusi Membaca 7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca Cerita cekak 7.2 Menulis dengan memperhatikan bait. dan perasaan melalui kegiatan menulis 8.1 Membacakan cerita cekak dengan lafal. dan intonasi yang tepat 7.Standar Kompetensi Mendengarkan 1. dan ritma . Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Kompetensi Dasar 1. tekanan. irama. Mengungkapkan pikiran. nada. dan ritma 8.

− − − Indicator Of Target SS know information about foods among countries. SS read the explanation. A task that explore the use of WH – question.SYLABUS AND EVALUATION SYSTEM (of Muatan Lokal) Book Drade Unit Basic Competency : : : : Brochures of Tourism X 1 (Essential Information for Foreign Visitors) Communicating fluently and accurately in oral using proper of language in an interractional text and/or monologue especially connecting with tourism contexts Learning Material Topics of discussion about : − Some question on foods. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. SS are able to explain the varieties of dishes of fruits. SS understanding the use of countable and uncountable nouns and are able to complete the tasks. SS understanding the use of Simple Present and Present Continous and are able to complete the task. − − − − − − − − − − − A written explanation on the forms and used of Yes/No questions. SS are able to mention the price correctly. − − − Lesson – 4 : Language Focus : Simple Present and Present Continous. Lessons Lesson – 1 : Dinning − Chinese food. Lesson – 3 : What to get (Gifts). Some task related to the price of gifts. SS answer and discuss the questions with friends. SS complete an in complete dialog using appropriate expressions of asking for and giving directions. Some notes on how to ask for and give directions. A written explanation on the forms and use of Simple Present and Present Cont. Lesson – 6 : Language Focus : Countable and uncountable Nouns. . − Some tasks related to topic. SS know information about many kinds of gifts. SS describe the topics their friends. A dialog. SS read the note. SS do the tasks according to the instructions. SS practice the dialog in pairs. An incomplete dialog. SS answer and discuss the questions with friends. A written explanation on the forms and use of countable and uncountable nouns. Lesson – 5 : Transportation : Asking for and Giving Directions. Two Tasks which related to Simple Present and Present Cont. Some questions about gifts. other Asian Food : Western and other foods. − − − SS are familiar with ways of asking for and giving directions. − WH – questions. − The varieties of dishes of fruits. SS do the task. SS do the task. Lesson – 2 : Language Focus : − Yes/No – questions. SS do the task. A task that explore the use of countable and un countable nouns − − − − − − − − − − − − Learning Experience SS answer and discuss the questions with friends. SS understand the use of Yes/No questions and WH – questions.

An incomplete dialog. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. A dialog about offering to have dinner together and discussing about the meal. SS practice the dialog in pairs. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about offering to have dinner together and discussing about meal. Lessons – 2 : Ordering meal at a hotel or restaurant. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. A dialog about ordering meal and after eating in a restaurant. and numbers. SS are able to complete a dialog with appropriate expressions. Some notes on how to make a hotel reservation. − − − − Lessons – 4 : Vocabularies concerning reservation meals and numbers. concerning : reservation. − − − − Learning Experience SS practice the dialog in pairs. Lessons Lessons – 1 : Making a hotel reservation and information about hotels. SS are familiar with ways of offering to have dinner together and discussing about the meal. Some notes on how to make the 2 kinds of dialog. SS are able to answer the question. The task related to vocabularies. − − − − − − − − Indicator of target SS are familiar with ways of making a reservation. An incomplete dialog. Some notes on how to make the two kinds of dialog. A brief explanation and discussing of vocabularies. − − − − − . SS are familiar with ways of ordering meal. SS read and discuss the explanation. SS understanding and are able to apply the vocabularies in daily speaking. meals. Lessons – 3 : Offering to have dinner together. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions of making a reservation. SS do the tasks according to the instruction. An incomplete dialog. SS practice the dialog in pairs.Unit Basic Competency : 2 (Making A Hotel and Restaurant Reservation) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and/or monologue sepecially connecting with tourism contexts − − − − − − Learning Materials A dialog. SS complete an incomplete dialog using appropriate expressions about ordering meal.

A brief explanation on the form and use of elliptics. SS answer and discuss the questions with friends. A text on Pelabuhan Ratu Beach. Some notes on the word applied in the description of Hamadi Beach Some tasks related to the text. Some tasks related to the text. SS are able to do the tasks. Lesson – 3 : Pelabuhan Ratu Beach in West Java. SS do the tasks according to the instruction. SS do the task. SS understand how to describe Hamadi Beach. Indicator of target SS understand how to describe Hamadi Beach. SS do the tasks according to the instruction. SS understand and are able to apply the elliptical sentences. SS are able to do the tasks.Unit Basic Competency : 3 (Describing Beaches) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts Learning Materials A text on Hamadi Beach. SS are able to do the tasks. Two task wich explore the use of elliptics. Lessons Lesson – 1 : Hamadi Beach in Irian Jaya − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − Lesson – 2 : Language Focus : Elliptical Sentences. Two task related to Simple Past and Past Continues. A brief explanation on the form and use of Simple Past and Past Continues. SS do the tasks according to the instruction. Lesson – 4 : Language Focus : Simple Past and Past Continues SS understanding the use of Simple Past and Past Continues and are able to complete the task. Some notes on the word applied in the description of Pelabuhan Ratu Beach. . SS read and discuss the explanation. SS read and discuss the explanation. Learning Experience SS read and discuss the explanation.

SS do the tasks according to the instruction. − − Indicator of target SS understand how to describe Mount Tangkuban Perahu. SS understand how to describe Ciwidey and White Crater.!” − − SS practice the dialog SS express admiration based on the situations. SS are able to do the tasks. . Lessons Lesson – 1 : Mount Tangkuban Perahu in West Java Lesson – 2 : Language Focus : Smiliarity. Superlative Degrees A text on Ciwidey and White Crater Some notes on the word applied in the description of Ciwidey and White Crater Some tasks related to the text. Superlative Degrees. Some tasks related to the text. SS are familiar with ways of expressing admiration. SS are able to do the tasks. SS do the tasks according to the instruction. SS are able to do the tasks. − − − − − − SS understand and are able to apply : Smiliarity. Lesson – 3 : Ciwidey and White Crater in West Java − − Lesson – 4 : Language Focus : Expressing Admiration using “ What a……. Superlative Degrees A task wich explore the use of Smiliarity. SS do the tasks according to the instruction. SS are able to admiration with regard to the situations. Comparison. Comparison. Some notes on the word applied in the description of Mount Tangkuban Perahu. Comparison. A dialog Some imaginary situations − − Learning Experience SS answer and discuss with friends. Comparison. SS read and discuss with friends. Superlative Degrees − − SS read and discuss the explanation. A brief explanation on the form and use of Smiliarity.Unit Basic Competency : 4 (Describing Mountains) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts − − − − − − − − − − Learning Materials A text on Mount Tangkuban Perahu.

− − − Learning Materials A text wich promotes Hot Spring and Waterfall. − − − − − − − Indicator of target SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. A task asking SS to look for promoting sentences.Unit Basic Competency : 5 (Promoting A Tourism Resort) : Communicating fluently and accurately in oral using proper types of language in an interactional text and /or monologue especially connecting with tourissm contexts. SS do the tasks according to the instruction. SS are able to identify sentences having promotion meanings. SS do the tasks. SS read and discuss the text with friends. Lessons Lesson – 1 : Hot Spring and Waterfall Lesson – 2 : Cartenz Peak and Lorentz Reserve − − − Lesson – 3 : Language Focus : Derivation − − . The text wich promote Cartenz Peak and Lorentz Reserve. A task that explore the use of derivation. SS are able to create promoting sentences of a certain tourism resort. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort. A brief explanation on the form and use derivation. SS analize the sentences having promotion meaning. SS do the tasks. SS read and discuss the explanation. A task asking SS to look for promoting sentences. SS understanding a description of tourism resort having promotion meanings. SS understanding the use of derivation and are able to complete the task. SS analize the sentences having promotion meaning. SS are able to identify sentences having promotion meanings. − − − − − − − − Learning Experience SS read and discuss the text with friends. A task asking SS to look for promoting sentences based on a certain tourism resort.

4. 5. Talking about transportation. Telling a favourite tourism resort. Talking using countable and uncountable nouns. Ordering meal at a hotel or restaurant. Talking about dining. Offering to have dinner together and vocabularies concerning : reservation. Pokok Bahasan Alokasi Waktu Keterangan Alokasi Waktu 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Keterangan Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. 2. 8. 22 . 2. Pokok Bahasan Introduction on self. 6. 7. Making a hotel reservation and information about hotels. 3. 11. Making simple present and present continous sentences. Making Yes/No question & Wh – questions and the answers. 3. Bulan Juli 2006 Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Jumlah Bulan Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 Juni 2007 Jumlah Jumlah Pekan 4 5 4 4 5 4 4 30 Jumlah Pekan 4 5 4 5 4 22 Jumlah Pekan Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Pekan Efektif 4 5 4 4 3 20 Jumlah Pekan Tidak Efektif 3 1 2 2 8 Jumlah Pekan Tidak Efektif 1 1 2 Jumlah Jam Efektif 1 5 3 2 5 4 2 22 Jumlah Jam Efektif 4 5 4 4 3 20 No 1. 4. 6. 5. 9. 7. 3. 2. meals and numbers Total Distribusi Jam Efektif Semester II No. remidi. Distribusi Jam Efektif Semester I No. dan enrichment. Talking about what to get (gift). 10. 5. 4. 1.Perhitungan Pekan dan Jam Efektif No 1.

comparison and superlative degrees. 10. Talking about derivation. Describing Pelabuhan Ratu Beach in West Java. Total 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 Penilaian diambil selama proses maka alokasi waktu sudah mencakup evaluasi. Talking about similiarity.1. 2. . remidi. 6. Describing Mount Tangkuban Perahu in West Java. 4. Describing Cartenz Peak & Lorentz Reserve. 8. Describing Ciwidey and White Crater in West Java. dan enrichment. Describing Hamadi Beach in Irian Jaya Making Elliptical Sentences. 3. 7. Making Simple Past and Past Continous Sentences. Expressioning Admiration Talking about hot spring and waterfall. 9. 5.

bakat. 1. (2) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan sumberdaya (SDM dan fasilitas atau sarana/prasarana) yang dimiliki Madrasah. dan kegiatan lapangan. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal. (5) Pengkondisian. (3) Ada upaya yang jelas untuk penambahan dan peningkatan sumberdaya guna memfasilitasi kegiatan pengembangan diri. Tujuan a. ibadah khusus keagamaan bersama. potensi. latihan/lomba keberbakatan/prestasi. kelompok. rajin membaca. seperti: upacara bendera. membuang sampah pada tempatnya. (6) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mencerminkan pencapaian visi. Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan melalui kegiatan (1) Rutin. dsb. pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. misi dan tujuan madrasah. yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik secara optmal. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi.. kegiatan belajar dan pengembangan karir. ekstra kurikuler seperti kelompok karya ilmiah. b. yaitu menjadi manusia yang mampu menata diri dan menjawab berbagai tantangan baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya secara adaptif dan konstruktif baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. berbahasa yang baik. Sebagai contoh kegiatan pengembangan diri sebagai berikut.BAB V KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Tujuan Khusus . dan klasikal melalui penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung konseling. workshop. (5) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. adalah pengadaan sarana yang mendorong terbentuknya perilaku terpuji. antri. kondisi dan perkembangan peserta didik dengan memperhatikan kondisi sekolah. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam. memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengembangan diri perlu memperhatikan antara lain (1) Pengembangan macam-macam kegiatan pengembangan diri mempertimbangkan minat dan bakat peserta didik. (3) Keteladanan. minat. Kegiatan ini merupakan upaya pembentukan watak kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalahmasalah pribadi dan kehidupan sosial. adalah kegiatan yang dirancang secara khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. bazar. senam. (2) Spontan. (4) Ada aturan yang jelas tentang macam-macam kegiatan pengembangan diri yang harus dipilih oleh peserta didik. mengatasi silang pendapat (pertengkaran). seminar. datang tepat waktu. serta kegiatan ekstra kurikuler. (4) Terprogram.

d) Malatih peserta didik melakukan peniltian ilmiah Sasaran dari kegiatan ini lebih ditujukan kepada peserta kelas X dan kelas XI dalam hal khusus kelas XII. Pramuka Tujuan dalam pramuka adalah : . Pengembangan diri merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya.Wawasan dan perencanaan karir b.Kepramukaan . Sasaran dari Kegiatan Palang Merah ini kelas X dan XI 3. teater.Seni.Kehidupan pribadi .Latihan kepemimpinan. Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dengan perencanaaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual.Kemampuan sosial . olah raga. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Tujuan dari KIR adalah a) Melatih peserta didik berfikir kritisa dan ilmiah. meliputi: . b) Melatih peserta didik terampil dalam menulis karya ilmiah c) Melatih peserta mengkomukasikan hasil temuannya kepada pihak lain. Palang Merah Remaja Tujuan Palang Merah Remaja adalah : a) Melatih peserta didik untuk mampu menanggulangi dan menolong dalam setiap kecelakaan yang akan di sekitar. Ekstra Kurikuler.Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : • Bakat • Minat • Kreatifitas • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan • Kemampuan kehidupan beragama • Kemampuan sosial • Kemampuan belajar • Wawasan dan perencanaan karir • Kemampuan pemecahan masalah • Kemandirian 2. cinta alam. palang merah remaja . yaitu: a. 2. meliputi: . Pelayanan Konseling.Kemampuan belajar . c) Membiasakan hidup sehat. b) Mengembangkan jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain. keagamaan Contoh kegiatan ekstra kurikuler meliputi: 1. jurnalistik. kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : o Layanan dan kegiatan pendukung konseing o Kegiatan ekstra kurikuler Kegiatan pengembangan diri terdiri dari dua komponen. ilmiah remaa.

Jurnalistik Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Melatih peserta didik di bidang komunikasi. 11. Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik. Bimbingan Baca Kitab Kuning Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memperkenalkan peserta didik terhadap kitab-kitab kontemporer. Sasaran kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 9. c) Melestarikan budaya modern. Drum Band Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan sifat cinta tanah air. Latihan Kepemimpinan Dasar . 6. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. c) Membiasakan hidup sehat. c) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap budaya Islam. b) Memberikan bekal kecakapan hidup berupa seni qosidah. c) Melestarikan budaya islami. b) Memberikan bekal cinta perdamaian dan menghindari adanya penganiayaan. Remaja Masjid Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Memakmurkan masjid b) Mengadakan kajian dan pengembangan keagaman. Pecinta Alam Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Menumbuhkan cinta tanah air. b) Menggali penghetahuan agama dan buku kontemporer. b) Melatih peserta didik untuk terampil dan mandiri. 5. b) Melatih peserta didik gemar membaca dan menulis. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. 7. 12.a) Sebagai wahana bagi peserta didik untuk berlatih berorganisasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Seni Musik (Qosidah) Tujuan seni musik adalah : a) Melestarikan budaya Islam. Seni Bela Diri Tujuan dari seni bela diri adalah : a) Menumbuhkembangkan sifat percaya diri pada anak. Seni Baca Al-Qur’an Tujuan dari diadakannya seni baca Al-Qur’an adalah : a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. b) Memupuk jiwa cinta lingkungan. 4. 10. b) Menumbuhkembangkan sifat cinta terhadap agama khusuanya pada kitab Suci Al-Qur’an. 8. c) Menumbuhkan sifat mandiri. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.

Memiliki kemampuan .2 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif 2. Sasaran dari kegiatan ini adalah 45 siswa terpandai pada bidang sains Ekonomi dan Komputer serta Kebahasaan 14. b) Melatih siswa bersikap demokratis. 1. c) Mempersiapkan siswa untuk mengikuti olimpiade yang diadakan pemerintah atau perguruan tinggi.1 SK KD 1. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani SK-X. Pendidikan Kesehatan Sekolah (PKS) Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk peduli terhadap kesehatan sekolah dan orang lain.1-PD. 1. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.1 Mampu berkomunikasi baik 1. Olimpiade Training Center Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing-masing. 15.1 Memiliki sikap dan ke-biasaan yang mantap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME. Olah raga Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mengembangkan bakat peserta didik di bidang olah raga.BK. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI.Tujuan dari kegiatan ini adalah : a) Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi pemimpin yang handal.BK. 13.2 2. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas X dan XI. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pelayanan Bimbingan dan Konseling KLS X SMS 1 KODE SK-X. c) Melatih peserta didik untuk mengambil keputusan cepat dan tepat.1-PD. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b) Menjadi garda terdepan terhadap kedisiplinan anak. b) Melatih memecahkan masalah yang berat. b) Membiasakan pola hidup sehat jasmani dan rohani.

dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi pekerti luhur.2 Bertingkah laku dengan menjunjung tinggi tata krama. harmonis dan produktif dengan teman sebaya 2. 2. belajar merupakan sikap dan perintah Tuhan kebiasaan Yang Maha Esa belajar yang 3.3 Memiliki tinggi pemantapan.1 3.1 Memiliki kemantapan mengemkeyakinan bahwa bangkan diri. pemahaman tentang pentingnya hubungan teman sebaya dalam kegiatan belajar 3. adat istiadat.3 Memiliki hubungan yang dinamis.BK.2 Memiliki baik untuk mekemantapan nguasai pengekeyakinan bahwa tahuan dan kekegiatan belajar terampilan serta yang sebaikmenyiapkan baiknya akan untuk melanjutmeningkatkan mutu kan pendidikan kehidupan pada tingkat beragama yang lebih 3. 2.4 Memahami kondisi dan peraturan sekolah serta upaya melaksanakannya secara dinamis dan bertanggungjawab X 2 SK-X. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat. hukum dan kebiasaan yang berlaku.2-PD.4 Memiliki . Mampu 3. sopan santun serta nilainilai agama.

1-PD.2 4. mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani 4.1 5.1 Memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan dapat mengembangkannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif SK-XI.1 Memahami kecenderungan karir yang hendak dikembangkan XI 1 SK-XI. sopan santun serta nilainilai agama.3 7.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.2 6. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan .BK. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 5. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tanggung-jawab kemasyarakata n dan kenegaraan 6.BK.BK.pemahaman yang mantap tentang pentingnya kondisi jasmani yang sehat dalam kegiatan belajar SK-X.2-PD. hokum dan kebiasaan yang berlaku 7. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.2 Memiliki pemahaman tentang aspek- SK-XI.BK.1 Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 6.1-PD.1-PD.1 Mampu belajar dengan optimal untuk bekal bagi program yang lebih tinggi 7. adat istiadat.

lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur. Mewujudkan diri sebagai pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. adat istiadat.BK.2 Bertingkahlaku dengan menjunjung tinggi tata krama.1 8.BK.2 Memiliki kemampuan memahami bakat dan minat pribadi serta dapat menyalurkannya melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan produktif 9. mantap dan mandiri sehat jasmani dan rohani SK-XII. hokum dan XII 1 SK-XII. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan .1-PD.4 Memiliki kemantapan tentang aspek-aspek belajar dalam etika dan nilai 8.3 Memiliki kemantapan pemahaman tentang aspekaspek belajar dalam berkomunikasi. tanggungjawab kemasyarakata n dan kenegaraan aspek belajar untuk mengembangkan kehidupan mandiri secara intelektual emosional 7. sopan santun serta nilai-nilai agama.1 Memiliki kemampuan memahami kekuatan diri dan dpt menyumbangkan untuk kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif 8.2 9. sosial dan intelektual serta apresiasi seni 7. Memiliki kemampuan dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi berbudi luhur.1-PD.1 Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan termasuk dalam menerima dan menyampaikan pendapat 9.

1 Memiliki kemampuan mewujud-kan secara efektif.2 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengusai bekal bagi program pendidikan yang lebih tinggi 10.4 Memiliki kemampuan mewujudkan peranan kegiatan belajar dalam rangka pilihan karir 10. efisien dan produktif tentang kegiatan be-lajar sesuai dengan ajaran agamaMemiliki kemampuan belajar secara optimal untuk kehidupan dalam masyarakat 10.1 10.kebiasaan yang berlaku 9.5 Memiliki pemahaman tentang aspekaspek belajar untuk .4 Memiliki kemampuan berorientasi hidup berkeluarga XII 2 SK-XII. sikap dan kebia-saan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi 10.3 Memiliki kemampuan belajar secara optimal untuk mengembangkan persiapan karir 10. Mampu mengembangkan diri.2-PD.3 Memiliki hubungan yang dinamis dan produktif dengan teman sebaya 9.BK.

intelektual dan ekonomi SK-XII. khususnya karir yang hendak di kembangkan . social.2-PD.1 Memiliki orien -tasi dan informasi pada umumnya.mengembangkan kehidupan mandiri secara emosional. Mampu merencanakan dan mengembangka n masa depan karier 11.2 11.BK.

motivasi berpretasi TUJUAN Siswa memiliki pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang dimasuki Individu mampu membekali diri dengan berbagai pengetahuan da pemahaman tentang berbagai hal yang bergua untuk mengenal diri. karakteristik pribadi. pribadi mempesona 7. Mencapai kematangan dsalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 3. takut dan cemas 5. sosial baik emosional. potensi diri 2. WK SUMBER DANA KET MOS TUGAS PERKEMBANGAN Mencapai kematanga dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME 2 Layanan Informasi 1. mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat 4. fasilitas kesehatan 3. intelektual. tahab dan tugas perkembangan 4. sangar seni dan budaya 4. konsep diri 3. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Individu dan klasikal X–XII X X-XII X X X X X Studi pustaka ceramah BK. tempat peribadatan Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan serta kondisi diri: 1. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara pribadi. merencanakan dan mengembangakan pola kehidupan sebagai pelajar SASA RAN X SIFAT klasikal METODE Kunjungan VCD Ceramah/ forum kelas PLK Sekolah BK.CONTOH SILABUS PENGEMBANGAN DIRI Bidang Pengembangan NO 1 KEGIATA N Layanan Orientasi : Pribadi MATERI PENGEMBANGAN Obyek pengembangan pribadi 1. kepercayaan diri 6. pemahaman diri. fasilitas olahraga 2. remaja dan problemanya 8. WK Sekolah Siswa terstru ktur . maupun kemampuan diri 2. Guru.

kecerdasan dan kepribadian Siswa mampu mengem bangkan sikap dan kebiasaan dan cara belajar Individu Klasikal kelompok BK Wali Kelas Wali Inside Kelas ntal Wakakesis waan Guru MT BK Individu Klasikal kelompok BK BK Guru MP WK . serta berperan dalam kehidupan masyarakat Kompetensi kebiasaa dalam kehidupan pribadi 1. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emisional. mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai Penempatan dan penyaluran untuk mengembangakan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui: 1. Siswa memiliki kematangan dalam pengambilan keputusan dengan segala keuntungan maupun kekurangan dari X-XII Menempatkan dan menyalurkan siswa untuk pengem bangan kemampuan belajarnya sesuai dengan bakat. layanan bimbingan/ konseling kelompok 8. diskusi 4. mengikuti lombalomba seni atau olahraga Siswa memiliki keterampilan sesuai dengan kemampuan bakat. kegiatan ekskul 9. minat (potensi diri) X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-XII X-Xii X X-XII 4 Layanan Penguasaan Konten 1. kegiatan lapangan 6. kelompok belajar 3. teknologi. dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi.3 Layanan Penempatan dan Penyaluran 1. Penggunaa waktu luang 3. Mengembangkan penguasaan ilmu. latihan keberbakatan/prestasi 5. intelektual dan ekonomi 2. Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari 2. kepanitiaan 7. Meningkatkan kecerdasan emosi dn pengendalian diri 4. penempatan di dalam kelas 2. Meningkatkan rasa 1. sosial. minat.

sosial.Kejujuran da tanggung jawab 12.Jatuh cinta setiap keputusan yang diambilnya 2.Mengetasi strees 13. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. Berfikir dan bersikap positif dan apresiatif 9.Meningkatkan kemandirian 11. Siswa memahami tentang kelemahan diri dan mampu mengubah kelemahan dirinya minima menguranginya 4.yang lebih luas 2.Pribadi tangguh 14. Pengembilan keputusan 7. Meninfkatkan disiplin 6. intelektual. Meningkatkan kreatifitas 10. Memperkuat ibadah 8. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun peranannya di masa depan 3. dan ekonomi percaya diri 5.Mengatasi konflik 15. Siswa memiliki kemantapan dalam merencanakan yang baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal . Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai 3. Siswa memiliki pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangann ya untuk kegiatan yang kreatif dan produktif.

5

Layanan Konseling Perorangan

6

Layanan

dan menyelenggarak an hidup sehat baik secara rohaniah maupun jasmaniah Mengatasi masalah pribadi Dengan adanya X-XII dalamkehidupan pribadi. konseling perorangan Materi yang dibahas dalam diharapkan atau layanan konseling bertujuan agar siswa perorangan tidak dapat terentaskan dari ditetapkan terlebih dahulu, masalah yang melainkan akan diungkapkan dihadapinya oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat konselor dapat memanggil peserta didik (yang menjadi tanggung jawab asuhan) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan oleh peserta didik yang menerima layann konseling perorangan Kemampuan dan kondisi 1. Siswa secara Siswa

Siswa Individual mampu mengatasi masalah pribadinya berkaitan dengan siswa, masalah belajarnya sehingga dapat mengem bangkan kehidupan yang lebih efektif Kelompok

BK

BK

Insidental

Dinami-

BK

Ter-

Bimbingan Kelompok

7

Layanan

pribadi bersama-sama 1. Potensi diri memperoleh 2. Kiat menyalurkan bakat, berbagai bahan minat, kegemaran, hobby dari nara sumber 3. Kebiasaan sehari-hari di yang bermanfaat rumah bagi individu 4. Sikap terhadap bencana 2. Siswa mampu alam, kecelakaan, HAM, mengenal dan kemiskinan, anak menerima terlantar dan lain-lain perubahan 5. Pelanggaran yang terjadi pertumbuhan dn di masyarakat, KKN, perkembangan pembnuhan, fisik dan psikis pemerkosaan, perang, yang terjadi pada dan lain-lain diri sendiri 6. Kejadian-kejadian sebagai remaja penting di masyarakat 3. Siswa mengenal tentang kekuatan da kelemahan diri sendiri, bakat minat serta peyaluran dan pengembangan 4. Siswa memiliki kemampuan mengembil kepurusan dan kemudian mengarahkan dirinya Mengatasi masalah pribadi

ka kelompok

program

Siswa

Terbatas

Kelompok

Dinami-

BK

Insi-

Konseling Kelompok

8

Layanan Konsultasi

dalam kehidupan pribadi. Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh anggota kelompok, dan terpilih untuk dibicarakan (masalah pribadi, sosial, belajar, karir) maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seseorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalin layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu, dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konselig kelompok Pemberdayaan pihak tertentu untuk membantu peserta didik dalam

dan tertutup

ka kelompok

dental

Ortu Guru

Insidental

Sharing

BK Ortu Wali

BK Ortu Wali

Insidental

melainkan akan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Kelas Guru Kelas Guru BK Insidental . Adapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (baik masalah pribadi. Seperti untuk layanan konseling perorangan. Dlam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan social di antara pihak-pihak yang berselisih. materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan oleh konselor. namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah social.9 Layanan Mediasi mengembangkan pribadi. social. atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan kosultasi. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti. belajar.

karir dan masalah social yang lainnya yang perlu untuk ditangani oleh konselor 1. Memperoleh Siswa dan lingku ngan Siswa dan lingku ngan Individ kelompok klasikal Individu Kelompok Klasikal Tes dan non tes BK lembaga tes Wali Kelas BK Terprogram Siswa Orang tua Terbatas Tertutup Pertemuan/ diskusi terbatas BK WK SMU Guru Ortu BK Insidental Siswa Individu BK Insi-- . DCM (daftar cek masalah) Data perkembangan. social. Data pribadi siswa 2. Hasil psikotes (IQ. Peta ekonomi 3. bakat. belajar. membolos 2. Kepribadian) Pembahasan kasus-kasus masalah pribadi tertentu yang dialami peserta didik 1. 1. Inventori kreativitas 5. Inventori minat 4. Tingkah laku menyimpang 13 Kunjungan Agar BK memiliki data dan keterangan tentang peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok Agar BK memiliki seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan perkembangan siswa dalam berbagai aspek BK melalui berbagai pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan data dan keterangan lebih lanjut serta kemudahankemudahan bagi terentaskannya masalah siswa Pertemuan dengan orang tua.10 Aplikasi Instrumentas i 11 Himpunan Data 12 Konferensi kasus Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi. kondisi dan lingkungan diri pribadi 1. Tes intelegensi 2. Minat. Sering absent. Tes bakat 3.

Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta didik (masalh pribadi. belajar. film. Otobiografi: kisah orang-orang sukses 7. Keajaiban otak berbagai Orang keterangan atau tua data yang diperlukan dalam pemahaman permasalahan siswa 2. rekaman vidio dan audio tentang perkembangan dan kehidupan pribadi. karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan keluarga 14 Tampilan Kepustakaan Materi bacaan. minat. Motivasi berprestasi 6. Penampilan dan pengembangan bakat. Tahap dan tugas perkembangan 2. Relaksasi 5. kegemaran. seperti: 1.Rumah/ Pertemuan Orang Tua keluarga peserta didik yang mengalami masalah pribadi. Pengembangan kreatifitas 8. Kehidupan keagamaan 4. sosial. Untuk pembahasan dan engentasan permasalahan siswa Siswa dental Individu Klasikal BK Rutin . hobby 3.

sosial... dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berwenang Mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa.Kecerdasan emosional 11. Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi. Pribadi yang mandiri 10.Pribadi yang mempesona Pendalaman penanganan masalah pribadi...Optimisme 14. belajar atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor.. .Manajemen konflik 13.Mengatasi kecemasan dan depresi 12. dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli Siswa Individu BK Insidental Dab Seterusnya.15 Alih Tangan Kasus manusia 9.

(4) Pengembangan kecakapan hidup vokasional mencerminkan pencapaian visi. (3) Ada kejelasan model pelaksanaan dan penilaiannya. misi dan tujuan.BAB VI PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) Life skill atau kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan. Pendidikan kecakapan hidup dapat dikembangkan dalam bentuk pendidikan non vokasional dan pendidikan vokasional. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. (2) Ada alasan yang jelas tentang pengembangan kecakapan hidup vokasional. (3) Pengembangan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran mencerminkan pencapaian visi. Dalam pengembangan pendidikan vokasional sekurang-kurangnya menunjukkan (1) Ada gambaran yang jelas tentang upaya internalisasi pendidikan kecakapan hidup ke dalam strategi pembelajaran dari setiap mata pelajaran. misi dan tujuan madrasah Komponen-komponen pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat digambarkan sebagaimana dalam bagan berikut Bagan Komponen Kecakapan Hidup . (2) Ada aturan yang jelas tentang keharusan guru untuk mengintegrasikan dan menginternalisasikan kecakapan hidup non vokasional ke dalam strategi pembelajaran. Sedangkan dalam kecakapan hidup vokasional diperlukan (1) Ada gambaran yang jelas tentang macam-macam kecakapan hidup vokasional yang dikembangkan di madrasah.

setiap guru yang akan menyampaikan mata pelajaran harus merencanakan komponen-komponen yang akan diinternalisasikan dalam proses pembelajaran. sehingga pencapaian . Komponen-komponen kecakapan hidup yang akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran dapat dilihat lebih detail pada bagian pengalaman belajar pada setiap silabus yang ada pada setiap mata pelajaran (silabus di halaman belakang). utamanya untuk kecakapan hidup vokasional. Penginternalisasian Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Semua Mata Pelajaran Kecakapan hidup yang termasuk dalam komponen Personal Skill. yaitu 1) diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran melalui strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dalam PBM. General Skill dan Academic Skill akan diinternalisasikan dalam setiap mata pelajaran yang disajikan di Madrasah ini. Dalam menginternalisasikan komponen-komponen kecakapan hidup tersebut digunakan strategi-strategi sebagai berikut a) Melalui reorientasi pembelajaran. dan 2) melalui mata pelajaran khusus.Dalam pelaksanaannya pendidikan kecakapan hidup tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara. 1.

Siswa memaparkan hasil diskusi kelompok 2. Program ini memiliki durasi waktu 60 jam dalam setiap semester. kemampuan dalam setiap praktek di bengkel dan sikap yang ditunjukkan selama proses pembelajaran . 3. Siswa mengumpulkan minimum 4 macam surat perorangan Siswa menentukan karakteristik surat. Sistem penilaian dari pendidikan vokasional ini akan dilaksanakan melalui uji kompetensi dengan menggunakan ujian praktek. melalui diskusi kelompok o o o o o o o o o o o o o Menggali informasi Sadar akan eksistensi diri Sadar akan potensi diri Mengolah informasi Bekerjasama Berkomunikasi lisan Berkomunikasi tertulis Mengambil keputusan Komunikasi lisan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan Komunikasi tertulis Mampu memecahkan masalah 2. Pendidikan Vokasional Dengan memperhatikan sumber daya yang ada di Madrasah ini dan kebutuhan yang berkembang di masyrakat dan adanya kerjasama yang telah dibangun oleh Madrasah dengan lembaga diklat otomotif maka program vokasional yang diajarkan adalah Mekanika Otomotif. Mengubah strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan dan metoda yang variatif.b) kompetensi dalam setiap mata pelajaran hendaknya diikuti dengan “penyemaian” komponen-komponen dari kecakapan hidup. sehingga dalam pelaksanaannya akan disajikan selama 3 jam per minggu. sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan  Siswa terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber  Menggeser "teaching" menjadi "learning"  Lebih banyak komponen-komponen dalam kecakapan hidup yang bisa diinternalisasikan dalam PBM Contoh pengintegrasian life skill : PEMBEKALAN LIFE SKILL d) PENGALAMAN BELAJAR 1. sehingga memungkinkan:  Siswa lebih aktif  Iklim belajar menyenagkan  Fungsi guru bergeser dari pemberi informasi menuju seorang fasilitator  Materi yang dipelajari terkait dengan lingkungan kehidupan siswa.

Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).1 3.2 1.1 Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Penggunaan pelumas/cairan pembersih yang benar untuk komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi pabrik Pembuangan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan undang-undang lingkungan hidup Penanganan pelumas/cairan pembersih bekas dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).2 2.2 .2 2. (K 3). Dilengkapi data yang tepat sesuaihasil pemeliharaan/servis.4 1. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan Pemeriksaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.1 2.Teknik Mekanika Otomotif KLS SMS X 1 KODE SK-X.6 SK-X.1 SK KD 1.5 1. Pel aksanaan pemeliharaan/ servis komponen 1.3 1.1-VTO. K 3. sehingga sesuai dengan standar dan prosedur. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami dari sumber yang tepat agar dapat memudahkan pemeriksaan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijaksanaan perusahaan. Ide ntifikasi dan penggunaan pelumas/ cairan pembersih yang benar 2.1-VTO.1 3. 1.2-VTO.3 X 2 SK-X. Pe meriksaan kendaraan yang lengkap 3. Pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap komponen Pekerjaan pemeliharaan/servis dilaksanakan dengan pedoman dari industri yang telah ditetapkan.

sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap kendaraan Sistem toleransi kendaraan di luar spesifikasi kendaraan pabrik dicatat dan diambil sesuai dengan perjanjian dengan pelanggan Catatan yang berhubungan dengan pemeriksaan keamanan kendaraan dilengkapi dan akurat dalam format standar perusahaan dan dilakukan oleh orang yang tepat Pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan pedoman perusahaan yang telah ditetapkan. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. Pendiagnosaan kesalahan/ kerusakan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap area tempat kerja. Strategi pendiagnosaan dikembangkan sehingga dapat digunakan untuk menentukan suatu kerusakan/kesalahan pada kendaraan/ komponen/perlengkapan. Pengidentifikasian kerusakan/kesalahan didapat dari hasil tes.2 4.3 4.6 .1-VTO. Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).1 4.3.1 4. dan ”rencana tindakan” diputuskan selama perbaikan Laporan hasil pemeriksaan dilengkapi dalam 3. Otoritas diberikan untuk membongkar bagian komponen.4 4.7 XI 1 SK-XI. ndiagnosaan kesalahan/ kerusakan dari gejala dan penentuan tindakan Pe 4. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). kendaraan dan perlengkapan.4 3.3 Pemeriksaan kendaraan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan peralatan yang disetujui. agar pemeriksaan lebih akurat dalam mendiagnosa kesalahan/kerusakan (jika diperlukan).5 4.6 3. Informasi diakses dari sumber yang tepat untuk menginformasikan tindakan yang dibutuhkan dalam membantu membedakan antara “gejala” dan “sebab”.5 3.

1 7.1-VTO. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).5 6. Pemeliharaan/servis engine dilaksanakan sesuai dengan pedoman industri yang ditetapkan.1 5. Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan baker bensin dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar bensin dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis komponen sistem bahan bakar dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Me melihara/ servis engine dan komponenkomponennya. peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan. Me melihara/ servis komponen/ sistem bahan bakar bensin 6. Me 7. 4.4 5. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).1 . undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).format yang ditetapkan.1 5.1 6.6 XII 2 SK-XII.3 6.5 XII 1 SK-XII. Pemeliharaan/servis XI 2 SK-XI.2-VTO. Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.1 6.2 6.7 Seluruh kegiatan pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures).4 6. 5.1-VTO. Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau system lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis.3 5.2 5.

3 7.4 7.5 .melihara/ servis sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel 7. undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).2 sistem dan komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami Pemeliharaan/servis pompa/ komponen injeksi bahan baker diesel dilaksanakan berdasarkan spesifikasi pabrik Pompa/komponen injeksi bahan bakar diesel diuji dengan persyaratan kerja Seluruh kegiatan pemeliharaan/ servis sistem dan komponen dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan 7.

.

PINDAH SEKOLAH DAN KELULUSAN A. peraturan yang berlaku dan kondisi nyata yang ada di madrasah. Standart Ketuntasan Belajar Minimal siswa tesebut berbeda pada tiap level/tiap program jurusan Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kewarganegaraan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Ketuntasan Belajar 85% 75% 70% 65% 60% 60% 60% . d. 5. guru (dengan melalui forum guru serumpun) dapat menetapkan standar ketuntasan belajar minimal. dengan catatan sekolah harus merencanakan target dalam waktu tertentu untuk mencapai nilai ketuntasan belajar ideal. Kondisi nyata di madrasah dapat berpijak pada kualitas input siswa dan kondisi sumberdaya madrasah. Madrasah harus menetapkan ketuntasan belajar dengan mendasarkan pada. 6. dalam setiap awal ajaran baru. PENJURUSAN. 4. Standart ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluduh warga sekolah dan orangtua siswa. Tingkat essensial (kepentingan) setiap KD terhadap SK yang harus dicapai oleh siswa pada setiap tahun pelajaran : Contoh : KD yang sangat essensial. b. Tingkat Kompleksitas (kerumitan dan kesulitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa c. SISTEM PENILAIAN. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang bersangkutan. Ketuntasan Belajar 1. Ketiga peraturan tersebut harus bersifat saling memperkuat. sedangkan KD yang sifatnya pendukung dapat dicapai oleh siswa sekurang-kurangnya 75. Penetapan nilai ketuntasan belajar minimum dilakukan melalui analisis ketuntasan minimum pada setiap KD. Peraturan yang berlaku meliputi peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang berlaku secara nasional. Ketuntasan Belajar siswa ditetapkan oleh musyawarah guru bidang studi berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Dengan mempertimbangkan kondisi di atas. harus dicapai oleh siswa dengan nilai ketuntasan 100. Standar ketuntasan belajar minimal tersebut harus diinformasikan kepada seluruh warga madrasah/ sekolah dan orang tua. peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga. 3. Setiap KD dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan belajar minimal dan penetapannya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.BAB VII KETUNTASAN BELAJAR. Nilai ketuntasan belajar minimum ditetapkan untuk setiap mata pelajaran oleh forum guru pada awal tahun pelajaran. 2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah. Sekolah dapat menetapkan batas/standar ketuntasan belajar minimal di bawah nilai ketuntasan belajar maksimim (100).

2 Memahami berbagai peraturan perundangan tentang narkoba 100% 65% B. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Antropologi. Geografi. Sebagai Contoh : Bagi siswa kelas XI atau XII a. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah. Program studi Ilmu Alam. 3. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal. 5. apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal.8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biologi Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Kesenian Pendidikan Jasmani. bahasa Asing lain yang menjadi pilihan. 4. Laporan Hasil Belajar Siswa disampaikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa. C. Penjurusan .7 SK KD 1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. bahada dan Sastra Indonesia. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII. Siswa yang tidak naik kelas.2008 No Kode SK-X. tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi. Program studi Ilmu Sosial. Program studi Ilmu Bahasa. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI. Fisika Kimia dan Biologi. Ekonomi dan Sosiologi. Olah Raga dan Kesehatan Ketuntasan Belajar: 75% Tahun akademik: 2007 . setiap akhir semester. Men erapkan budaya hidup sehat 7. diwajibkan mengulang yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya. lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. c.1 Menganalisis bahaya penggunaan narkoba 7. Sistem Penilaian 1. b.1-PO. 2. Olah Rada dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bahasa Arab 65% 75% 75% 70% 75% 75% 75% 75% 65% Ketuntasan Belajar per KD dan SK (jika diperlukan) Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani.

(2 mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa dan 1 ciri khas program studi Ilmu Alam). Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa. Matematika dan Sejarah ( 2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial). Masukan dan saran dari guru Bimbingan dan Konseling 3. Nilai akademik Siswa yang naik kelas XI dan akan mengambil ke program studi : • Ilmu Alam : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester -1 kelas XI 2. afektif dan psikomotor mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam lainnya seperti Matematika. atau cara lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi minat. Namun apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai. maka siswa tersebut bisa dimasukkan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. bakat. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lain). Ilmu Sosial : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran. Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud. Waktu Penjurusan a. contoh : • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika. • • Siswa yang naik kelas ke kelas XI. Sejarah. Minat Siswa Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara. Ilmu Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran umum. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Bahasa (Bahasa Indonesia. Geografi.1. Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program ada nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya. • • − b. Ekonomi dan Bahasa Inggris (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi ketiga program di MA) maka siswa tersebut: − Perlu diperhatikan prestasi kognitif. wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa. dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Fisika. Siswa diberi kesempatan untuk program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai akhir semester -2 kelas X b. Bahasa Inggris. Kriteria Penjurusan program Studi meliputi: a. Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Ekonomi. selain mata pelajaran ciri khas program studi (lihat Struktur Kurikulum). Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat . Perlu diperhatikan minat siswa. Matematika. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Bahasa. c. maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program studi Ilmu Sosial.

Aspek non Akademik. Seorang siswa dinyatakan TIDAK LULUS apabila tidak memenuhi Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik seperti yang tersebut di atas. 2. Memiliki nilai rapor yang lengkap untuk kelas 1. kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas III minimal Baik. Kriteria Kelulusan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah Seorang siswa dinyatakan LULUS apabila memenuhi 2 (dua) aspek yaitu Aspek Akademik dan Aspek Non Akademik a. 3. b. Pindah Sekolah 1.mengejar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. Sekolah dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi siswa sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Aspek Akademik. E. 2. antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan. Melakukan tes atau matrikulasi bagi siswa pindahan. 2. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan oleh sekolah tujuan. Antara sekolah pelaksana KTSP dengan sekolah pelaksana Kurikulum ’94. Kehadiran di sekolah pada semester I dan II kelas III minimal 90% dari jumlah hari efektif. 4. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Sekolah harus memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah: b. D.25 baik untuk ujian tulis maupun ujian praktek seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai rata-rata Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah tidak boleh ≤ 4. Untuk pelaksanaan pindah sekolah lintas Provinsi/Kabupaten/Kota. 3.50. meliputi : 1. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan. c. Antar sekolah pelaksana KTSP. . dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat. meliputi : 1. Tidak terdapat nilai ≤ 4. b. dan 3. 2.

d. b. Tinjauan kurikulum disahkan oleh Kepala Madrasah e. a. Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut: A. Tinjauan kurikulum dilaksanakan dengan melibatkan guru bidang studi. serta pengembangan kurikulum secara terarah. sumber daya yang tersedia. pencapaian ketuntasan belajar siswa). waka kesiswaan. Tinjauan kurikulum dilaksanakan selambat-lambatnya satu tahun sekali c. Tinjauan kurikulum dimuat dalam berita acara sebagaimana Form Berita Acara Tinjauan Kurikulum (F-BATK) .BAB VIII REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan. waka kurikulum. waka sarana prasarana dan Bimbingan Konseling. Tinjauan (review) Kurikulum Tinjauan kurikulum merupakan kegiatan mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan antara kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah (kepemimpinan sekolah.

. tulis kode KD-nya) : (tulis kode silabus yang dirubah) : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) Mengetahui.) 4.. Nama (Waka …………... Bidang studi Kode SK Kode KD Kode Silabus Alasan 3.KOP SEKOLAH BERITA ACARA TINJAUAN KURIKULUM Pada tanggal ………. tulis kode SK-nya) Kode KD : (jika perubahan pada KD. tulis kode KD-nya) Kode Silabus : (tulis kode silabus yang dirubah) Alasan : (tuliskan fakta kesenjangan yang terjadi) 2.. WakaKur ...... Bidang studi : (tulis bidang studi yang akan direvisi) Kode SK : (jika perubahan pada SK.) Hasil tinjauan ini merekomendasaikan untuk dilakukan revisi pada: 1. Nama (Guru …………. Demikian terima kasih : (tulis bidang studi yang akan direvisi) : (jika perubahan pada SK....sampai dengan tanggal …………telah dilakukan tinjauan kurikulum yang melibatkan: 1..... tulis kode SK-nya) : (jika perubahan pada KD.. Dan seterusnya Revisi perubahan sudah diselesaikan selambat-lambatnya 1 bulan sejak dikeluarkannya berita acara ini dan akan diimplementasikan pada semester berikutnya..) 2... Nama (Guru ………….....) 3. Nama (Waka…………. Kepala Madrasah Malang..

Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka KD yang direvisi harus ditampilkan. Revisi Kurikulum a. 12-14. Agar supaya berbagai proses perubahan tersebut dapat diidentifikasi maka SKMP yang direvisi harus ditampilkan. AzZariyat. Jika sekolah masih menggunakan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar madrasah 1. Jika sekolah masih menggunakan SK atau KD yang dipersyaratkan oleh kurikulum nasional (sebagai standar minimal) maka perubahan SK atau KD dilakukan dengan memberikan standar kompetensi madrasah 1 untuk SK dan kompetensi dasar madrasah 1 untuk KD. Silabus yang telah direvisi .B. 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Revisi merupakan proses merubah tujuan (kompetensi bidang studi. Revisi pada komponen Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SKMP) dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. 56 dan An Nahl : 78 1. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar kompetensi madrasah 2 untuk SD dan kompetensi madrasah 2 untuk KD. Revisi pada SK atau KD tersebut harus diikuti dengan revisi pada lembar silabus. dan evaluasi. dan kompetensi dasar). Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0.1AQ. 30. materi. d. AlMukminun. Silabus yang telah direvisi diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan.1 1. standar kompetensi. 12-14. AlMukminun. 56 dan An Nahl : 7. Perubahan yang dilakukan terhadap materi. c.2 Menyeb utkan arti QS Al-Baqarah. dari keadaan yang selama ini dilakukan ke arah yang lebih baik/ lebih sesuai. jika dilakukan perubahan lagi maka diberikan standar madrasah 2. sebagaimana terlihat dalam tabel berikut SKMP (standar kompetensi MP yang dipersyaratkan secara nasional) Standar Madrasah 1 (standar kompetensi MP yang hasil revisi sekolah) c. 30.1 Membac a QS AlBaqarah. metode. b. Revisi pada komponen Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). dimuat dalam Bab Standar Kompetensi dengan menampilkan revisi sebelumnya. AzZariyat. sebagaimana terlihat dalam gambar berikut KLS SMS KODE SK Standar kompetensi madrasah 1 (diisikan Stándar Kompetensi hasil revisi) KD Kompetensi dasar madrasah 1 (diisikan Kompetensi Dasar hasil revisi) X 1 SKX. metode. dan evaluasi yang tidak merubah SK atau KD dilakukan pada silabus.

Pengembangan terhadap materi dilakukan dengan memperhatikan pengembangan kompetensi. pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan terhadap kompetensi mata pelajaran. metode dan evaluasi 6. MP Kompetensi MP Stnd. Pengembangan Kurikulum 1. Jika silabus belum pernah dilakukan perubahan maka diberikan tanda dengan silabus madrasah 0. Dasar Rencana Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi internal Kompetensi Lulusan tercapai? Tinjauan Kurikulum Pengukuran Ketuntasan Belajar Implementasi dalam PBM 2. alat ukur yang tersedia dan sumberdaya yang tersedia. 8. materi.diberikan tanda perubahan silabus madrasah 1 atau silabus madrasah 2 sesuai dengan urutan perubahan yang telah dilakukan. guru-guru dan stakeholders 3. Komp. C. dan perkembangan sumber daya baru di madrasah/ sekolah. Pengembangan kurikulum dilakukan baik secara menyeluruh maupun secara parsial. Pengembangan terhadap metode dilakukan dengan memperhatikan pengembangan materi dan sumber belajar baru yang tersedia. Pengembangan materi dimuat dalam silabus 9. Komp. 4. Pengembangan kurikulum secara menyeluruh dilakukan jika kompetensi lulusan sudah tercapai atau ada kebijakan baru dari pemerintah yang berkaitan dengan kurikulum madrasah/ sekolah 5. perkembangan IPTEK. Pengembangan evaluasi dimuat dalam silabus D. sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder Desain Kurikulum Madrasah Kompetensi Lulusan Kompetensi Kel. Pengembangan kurikulum dilakukan untuk menjaga agar kurikulum yang digunakan oleh madrasah selalu mengarah kepada tercapainya visi madrasah. Pengembangan terhadap evaluasi dilakukan dengan memperhatikan jenis kompetensi.Kendali Mutu Pelaksanaan Kurikulum . maupun kompetensi dasar. Pengembangan metode dimuat dalam silabus 10. Pengembangan kurikulum secara parsial dilakukan terhadap kompetensi. 7. Pengembangan terhadap kompetensi dilakukan dengan memperhatikan perubahan beban belajar. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui proses tinjauan kurikulum yang dilakukan oleh manajemen madrasah/ sekolah. standar kompetensi.

(2) gambaran yang jelas tentang langkah-langkah mengimplementasikan KTSP yang perlu dikendalikan mutunya E. (3) Bentuk-bentuk kerjasama/kemitraan yang dilakukan untuk mencapai visi.Kerjasama/kemitraan (Implikasi KTSP) Penjalinan Kerjasama sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya kerjasama/ kemitraan untuk evaluasi dan pemutakhiran kurikulum maupun analisis kebutuhan .Kendali Mutu Pelaksanaan KTSP di (MTs) sekurang-kurangnya berisi statemen tentang (1) gambaran yang jelas tentang upaya pengendalian mutu lulusan madrasah. (2) Keluasan wilayah kerjasama/kemitraan. misi dan tujuan madrasah .

BAB IX KALENDER PENDIDIKAN • Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. minggu efektif belajar. • Kalender pendidikan memiliki masa berlaku maksimal satu tahun. • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam setiap minggu. ditambah dengan jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. waktu pembelajaran efektif dan hari libur • Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran. Jumlah minggu efektif tidak boleh kurang dari yang dipersyaratkan dalam Permen Diknas 22 tahun 2006. libur akhir tahun pelajaran. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. termasuk hari-hari besar nasional dan hari libur khusus. • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran. hari libur umum. jeda antar semester. sehingga harus selalu diganti dalam setiap tahun • Contoh kalender pendidikan terlihat pada tabel berikut . hari libur keagamaan. meliputi jumlah jam untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal. • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.

2005 Jan.20 05 Okt. 2 2006 Maret 26 2006 April 52 2006 Mei UP74 2006 Juni 99 2006 Juli 2006 R13 6 8 32 9 33 10 34 LHB 11 35 UB5 9 60 UNS8 4 12 36 KTS LBH SEMESTER II 13 14 15 37 38 1 UNS8 5 16 40 62 17 41 63 64 18 42 65 90 20 44 US6 7 UN91 21 45 22 46 US6 8 23 47 US6 9 US7 0 24 48 25 49 50 LBH 39 51 UB5 UB5 5 6 UP78 UP7 9 UB5 UB5 7 8 LHB RTS6 US7 US72 US73 1 UP7 5 UP7 6 UNS8 UNS81 UNS82 UNS8 0 3 86 11 2 87 WS113 88 89 UB11 4 UN9 2 UN93 LH B 94 UB12 0 95 12 1 12 2 96 12 3 97 124 98 10 0 10 1 LS LS 10 2 LS 10 3 LS 10 4 LS 105 10 6 LS 10 7 LS 108 LS LS 10 9 LS 11 0 LS 111 LS UB11 UB1 5 16 UB11 UB11 UB119 7 8 Keteran gan Ang ka : Hari Libur Umum : Hari Efektif Sekolah LPR LS : Libur Puasa Romadhon : Libur Semester RS T UB : Rapot Tengah Semester : Ulangan Blok .tgl Bulan Juli 2005 Agust 2005 Sept. 2005 Nop. 2006 1 PSB 2 PSB 3 4 PSB 5 PS B 6 PSB 7 PS B 8 PSB 9 PSB 10 11 DUS 12 DUS 13 DUS 14 15 16 PK 25 49 17 18 M1 19 M2 27 20 M3 28 21 RK 22 5 29 2 3 6 30 24 25 7 2 6 8 33 27 9 34 2 8 10 2 9 11 35 30 12 36 61 31 SEMESTER I DUS PK 12 38 62 LPR 13 LHB 14 KK LAR 15 15 39 17 40 PR 18 41 PR LIF 19 43 42 PR LIF 2 0 4 4 RST 63 21 22 45 23 46 66 47 67 75 10 0 10 1 24 48 68 76 102 LHB 50 69 28 31 32 37 UB51 UB5 2 UB5 3 UB5 4 LAR LHB LA R LIF 64 LIF 65 LIF 70 79 71 80 105 72 73 81 74 82 10 8 UB5 UB56 5 LPR LPR UB5 UB5 7 8 LP LPR R 59 LP R 60 LP R LPR 89 115 1 11 6 LH B LPR LHB LIF LIF 77 10 3 UB12 8 78 104 129 83 10 9 LS 84 110 LS 85 86 11 1 LS 11 2 LS 87 11 3 LS 88 11 4 90 91 11 7 3 27 92 11 8 4 28 UB5 3 93 11 9 5 29 UB5 4 UP7 7 94 12 1 6 30 95 12 2 7 31 96 97 UB12 3 9 8 LB H 99 UB12 4 UB1 25 12 0 UB126 UB12 7 PI PI 10 6 PI 10 7 R13 0 19 43 66 LS Peb. 2005 Des.

.DUS KK KTS LAR LHB LIF : Daftar Ulang Siswa Kelas XI dan III : Kegiatan Khusus : Kegiatan Tengah semester : Libur Awal Romadhon : Libur Hari besar : Libut Idul Fitri M PI PR PSB R RK : Masa Orientasi Sekolah : Pondok Intensif : Pondok Romadhon : Penerimaan Siswa Baru : Penyerahan Rapor Semester : Rapat Kerja UN UN S UP US WS : Ujian Nasional : Ujian Nasional Sekolah : Ujian Praktik : Uian Semester : Wisuda siswa Hari Efektif: : Semester I Semester II Jumlah Total = 130 = 124 = 254 Mengetahui Kepala Sekolah .... 16 Juli 2005 Koordinator Kurikulum ..........

Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. sosial. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok. penilaian. dan sumber/bahan/alat belajar. kompetensi dasar. sumber belajar. dan sistem penilaian. indikator. intelektual. analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar. sumber belajar. indikator. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. pengalaman belajar. saling berhubungan secara fungsional dalam 4. Pengembangan silabus pada dasarnya merupakan upaya melakukan analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator-indikator. kedalaman. 3. Untuk memperjelas masalah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: ANALISIS KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR & INDIKATOR-INDIKATOR ANALISIS MATERI SCOPE DAN SEQUENCE MATERI ANALISIS PROSES BELAJAR JENIS DAN BENTUK KEGIATAN BELAJAR ANALISIS PENILAIAN JENIS DAN ALAT PENILAIAN B. dan spiritual peserta didik. 2. dan masyarakat. alokasi waktu. yang semuanya itu bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. . dan analisis penilaian ke dalam jenis dan alat-alat penilaian. sumber belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. peserta didik. 5. materi pokok/pembelajaran. materi pokok. analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence (urutan) materi.BAB X PENGEMBANGAN SILABUS A. emosional. Relevan Cakupan. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. taat asas) antara kompetensi dasar. pengalaman belajar. Memadai Cakupan indikator. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. kegiatan pembelajaran. 6. materi pokok. teknologi. Silabus ini diperlukan sebagai pertanggungjawaban profesional pendidik terhadap lembaga. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. pengalaman belajar. Prinsip Pengembangan Silabus 1. sejawat. dan peristiwa yang terjadi. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Sistematis Komponen-komponen silabus mencapai kompetensi. kegiatan pembelajaran. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran.

dan  alokasi waktu. dan spiritual peserta didik.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. khususnya guru. dan keluasan materi pembelajaran.  Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. intelektual. sosial. maka pihak Madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah tersebut. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. lingkungan.  Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. C.  struktur keilmuan. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. 2. dengan memperhatikan hal-hal berikut:  Uurutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. kedalaman. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:  potensi peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.  relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. 8. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. peserta didik dengan guru. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi.  Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.  Mapendais atau Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.  aktualitas.7. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. afektif. emosional. . Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. 3. b. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik.  relevansi dengan karakteristik daerah.  kebermanfaatan bagi peserta didik. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah Madrasah atau beberapa Madrasah melalui kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG). sebaiknya bergabung dengan Madrasah/sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh Madrasah/sekolah dalam lingkup MGMP/PKG setempat. psikomotor).  tingkat perkembangan fisik. pendidik. a. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran atau Pengalaman Belajar Kegiatan pembelajaran atau pengalaman belajar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. D. kondisi Madrasah dan lingkungannya. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. mata pelajaran. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. keluasan.  Penilaian menggunakan acuan kriteria. dan indikator pencapaian kompetensi. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. dan keterampilan. 6. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. kedalaman. 5. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. tingkat kesulitan. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. narasumber. dan penilaian diri. 7. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 4. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. proyek dan/atau produk.c. pengukuran sikap. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. yaitu kegiatan siswa dan materi. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. penggunaan portofolio. kegiatan pembelajaran. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. menganalisis. satuan pendidikan. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. dan budaya. penilaian hasil karya berupa tugas. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya. Adapun format silabus dapat memilih salah satu dari contoh di bawah ini: . pengetahuan. alam. pengamatan kinerja.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. yang berupa media cetak dan elektronik. d. serta lingkungan fisik. sosial.

.... dan Contoh Soal) Sumber Belajar Format 3 Nama Sekolah: ………………..... : ......... III. VII. yang memuat hal-hal berikut: a. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran......... VI.. Penilaian: ………………...... Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Sumber Belajar Format 2 Nama Sekolah: ………………..... Identitas Mata Pelajaran b.. Pada kegiatan ini hendaknya E... Materi Pokok/Pembelajaran: ………………... Kompetensi Dasar....... IV... Kelas/Semester: ……………… Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Kegiatan Pembelajaran/ Penglaman Belajar Alokasi Waktu Penilaian (Jenis Tagihan. Standar Kompetensi : ……………….. yakni penjabaran dari kompetensi dasar sebagaimana tertuang dalam silabus ........... dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.. Instrumen.... II.................. yakni ambillah kompetensi dasar yang tertuang dalam silabus e...... Pengembangan Silabus Ke Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tugas masing-masing guru adalah mengembangkan silabus yang sudah disepakati ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.... Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya.Format 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran ini hendaknya dikembangka n life-skills dan nilai-nilai Islam : .... dievaluasi. Alat/Sumber Belajar: ………………............. dilaksanakan...... Alokasi Waktu d...... Kelas/Semester: ……………… I.. Mata Pelajaran: ………………...... : . F. : ... Kompetensi Dasar : ………………... dikembangkan life-skills dan nilai-nilai Islam V.. : ...... evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).. Kelas/Semester c.... Indikator........ Indikator: ………………............. VIII. Teknik............ Mata Pelajaran: ………………. dan evaluasi rencana pembelajaran. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar. Alokasi Waktu: ………………. Kegiatan Pembelajaran: ………………......

sarana dan sumber belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator tersebut. dan indikator pencapaian kompetensi. apakah berupa media cetak dan elektronik. dan budaya. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. narasumber. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran.f. . kegiatan pembelajaran. Materi Pembelajaran. yakni menentukan rujukan. Alat/sumber Belajar. yakni langkah-langkah pembelajaran sebagai penjabaran dan pengembangan dari kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam silabus. g. yakni uraian materi pokok/pembelajaran sebagaimana tertuang dalam silabus ke dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip relevansi. atau lingkungan fisik. sosial. h. konsistensi dan adekuasi. i. yakni menentukan cara penilaiannya dengan mengacu kepada indikator-indikator hasil belajar yang ditetapkan. Kegiatan Pembelajaran. Penilaian. Pada kegiatan ini guru hendaknya mengembangkan life-skills serta menanamkan nilai-nilai Islam sebagai ciri khas dari Madrasah. alam.

Struktur atom dan SPU . Kulit dengan n = 4 b. sinar merah atau sinar biru? Jelaskan! Frekwensi cahaya terendah efek fotolistrik pada logam kalium 4. Silabus Madrasah Cetak tanggal : : 0 26 Mei 2006 Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/Uraian Materi Penilaian Pengalaman Belajar Alok asi Wak tu 3 JP Jenis Tagih an . komunikasi lisan) Manakah yang mempunyai energi lebih besar.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas Semester : : KIMIA : XI IPA :I Standard Kompetensi : Mendiskripsikan struktur atom dan sifat-sifat periodik atom serta struktur molekul dan sifat-sifatnya. Sub kulit l = 3 Buku Kimia - . menghubung- 3 JP . P dan D (kecakapan hidup meng olah data. prinsip ketidakpastian dan mekanik gelombang.Bilangan kuantum dan bentuk orbital - Menentukan bilangan kuantum dan bentuk orbital S.Prinsip ketidakpastian dari Heisenberg .UH Uraian obyektif - Tuliskan semua harga bilangan kuantum pada kulit M(n=4) Tentukan jumlah elektron maksimum dalam : a.Kuis Tuga s .10 µ/detik Berapa energi satu foton dari cahaya ini? Buku Kimia - Menjelaskan pengertian bilang an kuantum dan bentukbentuk orbital . (Kecakapan hidup menggali informasi.Mekanika gelombang - Diskusi Informasi tentang teori kuantum.1 Menerapkan Teori Atom Mekanika Kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menggunakannya pada penentuan letak unsur dalam tabel periodik - Menjelaskan teori atom mekanika kuantum .2 .UH Bentuk Tagihan Uraian obyektif Contoh Tagihan Sumber/Ba han 1.Kuis .Teori kuantum .

UH Uraian obyektif a. (kecakapan hidup mengolah data) c. K : [Kr] 3d1 Buku Kimia - Pada periode dan golongan berapa letak unsur-unsur berikut dalam tabel periodik? a. 3 JP . Pb82 1.kan variabel) Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital. K19 b.Hubungan konfigurasi elektron dgn periodik dan golongan - Menentukan unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektronnya. (Kecakapan hidup menghubungkan variabel. - Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elek tron . F = 9) . CCl4 c.Kuis Tuga s .Teori domain elek tron dan gaya antar molekul a.2 Menerapkan teori domain elektron untuk meramalkan bentuk molekul dan menjelaskan hubungan antar molekul dengan sifatnya. AS33 c. aturan Hund dan azas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital.Kuis Tuga s . mengambil keputusan) 3 JP .Aturan Hund .UH Uraian obyektif - Gambarkan bentuk molekul dari a.UH Uraian obyektif - Gambarkan diagram orbital untuk unsur dengan no atom 13 dan 18 Gagasan manakah yang dilanggar oleh konfigurasi elektron berikut. C = 6. Ha 1s² 2s² 2p6 2d1 b.Azas larangan Pauli - 3 JP . Orbital dengan m = 2 - Menggunakan prinsip Aufbau. . serta beri konfigurasi yang benar : Buku Kimia - - Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik . H = 1. Gaya antar molekul (gaya Lon don. NH3 b.Prinsip Aufbau .Kuis Tuga s . S = 16. gaya Van- - Menggambarkan bentuk molekul dan senyawa. Cl = 17. Teori domain elektron b. SF6 Buku Kimia (Ar N = 7.

titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar molekul (gaya London. (Kecakapan hidup : menggali informasi. mengolah data. ikat an hidrogen) Menjelaskan perbedaan sifat fisis( titik didih. ikatan hidrogen) Mengidentifikasi sifat molekul: Berdasarkan gaya antar molekul. Butana atau Isobutana 3 JP Manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi? Buku Kimia . Nitrogen (Mr = 28) atau Oksigen (Mr = 32) b. gaya Vander Waals. mengidentifikasi variabel) a.der Waals.

Uraian Bebas .LKS Akuntansi dan sistem informa si  Definisi akuntansi Kuallitas informasi akuntansi − Mendeskriksikan .Buku Penunjang Yang releVan . Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi − : : Akuntansi : XI/IPS :I : : : Menganalisis sistem informasi. (Kecakapan hidup: menggali informasi.Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi dapat mengubah keputusan yang menyebabkan perubahan tingkah laku! .Rumuskan kembali definisi operasional akuntansi sesuai dengan pemahaman kamu. . struktur dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Jenis Tagih an Penilaian Bentuk instrumen Contoh Instrumen Alokasi Waktu 12 x 45’  Mendefinisikan akuntansi Sumber/ Bahan dan Alat . dasar hukum.Kuis  makna sebagai sistem informasi dengan mengkaji sumber bahan.CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/Program Semester Silabus Madrasah Cetak Tanggal Standart Kompetensi Kompetensi Dasar 1.Rumuskanlah bahwa informasi akuntansi itu relevan! Berikanlah . dan komunikasi tertulis) .Ulang an hari .Jawaban Singkat . mengolah informasi.

Berikan gam-baran secara kronologis ten-tang proses kegiatan akuntansi! .Ulangan .Jawaban Singkat − Mengidentifikasi   Kegunaan informasi akuntansi  Bidang-bidang akuntansi  Mengidentifikasi macam-macam manfaat infor-masi akuntansi bagi pemakainya dengan mengkaji sumber bahan (Kecakapan hi-dup: menggali informasi.Jawaban Singkat .Unjuk Kerja  Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi setiap pemakai. dan komunikasi tertulis) . mengambil keputusan.  Beberapa pemakai informasi akuntansi Karakteristik pemakai informasi akuntansi. dan mempresentasikan proses akuntan-si. meng-olah informasi. komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) .Tunjukkan pemakai informasi akuntansi di-pihak ekstern dan intern. memecahkan masalah.Kuis .Ulangan hari .an contohnya . meng-olah informasi.Uraian Bebas .Uraian Bebas .Bedakan karakteristik pemakai informasi internal dengan eksternal! . (Kecakapan hidup: menggali informasi.Deskripsikan manfaat informasi akuntansi bagi pemakai internal dan eksternal! .Kuis .Jelaskan perbedaan antara bidang akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan! .  Proses kegiatan akuntansi − Mengkaji refe-rensi  Merumuskan kualitas informasi akuntansi.Tunjukkan perbedaan antara .Tugas individu . .

Tunjukkan sikapmu jika kamu menjadi akuntan profesional!  Profesi akuntan  Mendeskripsikan bidang garapan/ profesi akuntan  Etika profesi akuntan  Mengidentifikasi etika profesi akuntan. komunikasi lisan dan komunikasi tertulis) . (Kecakapan hidup: menggali informasi. meng-olah informasi.bidang spesialisasi akuntansi. mengambil ke-putusan.Ulangan hari an .Inventori .Tugas Individu .Mendeskripsikan bidang dan profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan. . memecahkan masalah.Uraian Bebas . an akuntan publik dengan akuntan swasta! .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->