P. 1
52617825-TEORI-SEMIOTIKA

52617825-TEORI-SEMIOTIKA

|Views: 17|Likes:
Published by Wewe Malmsteen
TEORI-SEMIOTIKA
TEORI-SEMIOTIKA

More info:

Published by: Wewe Malmsteen on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

TEORI SEMIOTIKA Semiotika adalah ilmu tanda , istilah ini berasal dari kata Yunani semeion yang berarti

“tanda”. Winfried Noth (1993) menguraikan asal-usul kata semiotika; secara etimologi semiotika dihubungkan dengan kata Yunani sign = sign dan signal = signal, sign . Tanda terdapat dimana-mana : ‘kata’ adalah tanda, demikian pula gerak isyarat, lampu lalu lintas, bendera dan sebagainya. Struktur karya sastra, struktur film, bangunan (arsitektur) atau nyanyian burung dapat dianggap sebagai tanda. Segala sesuatu dapat menjadi tanda. Charles Sanders Peirce menegaskan bahwa manusia hanya dapat berfikir dengan sarana tanda. Tanpa tanda manusia tidak dapat berkomunikasi. studi tentang lambang (termasuk tanda) yang merepresentasikan obyek (benda, gagasan, situasi, perasaan, kondisi) di luar dirinya. Konsep ini terpadu dalam banyak teori yang berhubungan dengan bahasa, wacana, dan kegiatan non-verbal. Makna muncul dari hubungan segitiga (triad of meaning): obyek (referent), pikiran (reference), dan lambang. Semantika, tentang hubungan langsung antara lambang dan obyeknya. Kamus merupakan buku acuan semantika. Sintaktika, tentang hubungan antar-lambang. Lambang tidak berdiri sendiri, melainkan bersama lambang-lambang lain, dalam suatu sistem lambang yang lebih besar yang disebut kode. Di sini, lambang dapat verbal atau non-verbal. Pragmatika, tentang kegunaan praktis lambang pada manusia di tengah budaya tertentu. Dari perspektif semiotika, untuk sukses komunikasi kita tidak cukup memahami lambang-lambang secara terpisah, tetapi juga tata bahasa (sintaks) yang mengatur pola hubungan antar-lambang, serta budaya masyarakat yang menggunakannya. Diantara sekian banyak pakar tentang semiotika ada dua orang yaitu Charles Sanders Peirce (1839-1914) dan Ferdinand de Saussure (1857-1913) yang dapat dianggap sebagai pemuka-pemuka semiotika modern. Kedua tokoh inilah yang memunculkan dua aliran utama semiotika modern : yang satu menggunakan konsep Peirce dan yang lain menggunakan konsep Saussure.

pengaruh (influence) atau kerja sama tiga subyek yaitu tanda (sign). Pengaruh itu tampak terutama dalam ‘semiologi komunikasi’. Teori ini merupakan pendekatan kaum semiotika yang hanya memperhatikan tanda-tanda yang disertai maksud (signal) yang digunakan dengan sadar oleh mereka yang mengirimkannya (si pengirim) dan mereka yang menerimanya (si penerima). Logika harus mempelajari bagaimana orang bernalar. tanda mempunyai dua entitas. Para ahli semiotika ini tidak berpegang pada makna primer (denotasi) tanda yang disampaikan. kata semiology. Tradisi linguistik menunjukkan tradisi-tradisi yang berhubungan dengan nama-nama Saussure sampai Hjelmslev dan Barthes yang menggunakan istilah semiologi. kata yang sudah digunakan sejak abad kedelapan belas oleh ahli filsafat Jerman Lambert. berhubungan dengan orang lain dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta. yaitu .Ketidaksamaan itu mungkin terutama disebabkan oleh perbedaan yang mendasar : Peirce adalah ahli filsafat dan ahli logika. sedangkan Saussure adalah cikal-bakal linguistik umum. Saussure menggunakan kata ‘semiologi’ yang mempunyai pengertian sama dengan semiotika pada aliran Pierce. Di sisi lain. Ahli-ahli semiotika dari aliran Saussure menggunakan istilah-istilah pinjaman dari linguistik. Penalaran. Kata Semiotics memiliki rival utama. teori linguistik yang paling banyak menandai studi semiotik adalah teori Hjelmslev. Menurut Peirce kata ‘semiotika’. Sedang yang menggunakan teori umum tentang tanda-tanda dalam tradisi yang dikaitkan dengan nama-nama Pierce dan Morris menggunakan istilah semiotics. menurut hipotesis Pierce yang mendasar dilakukan melalui tanda-tanda. Kata Semiotika kemudian diterima sebagai sinonim dari kata semiologi. Pemahaman atas dua gagasan ini merupakan syarat mutlak bagi mereka yang ingin memperoleh pengetahuan dasar tentang semiotika. Tanda-tanda memungkinkan manusia berfikir. Menurut Saussure. Pada masa sesudah Saussure. Kedua kata ini kemudian digunakan untuk mengidentifikasikan adanya dua tradisi dari semiotic. Saussure mengembangkan bahasa sebagai suatu sistim tanda. merupakan sinonim kata logika. melainkan berusaha untuk mendapatkan makna sekunder (konotasi). seorang strukturalist Denmark. Semiotika bagi Pierce adalah suatu tindakan (action). obyek (object) dan interpretan (interpretant).

yaitu misalnya sebuah kebakaran (pengalaman).signifier (signifiant / wahana tanda / penanda / yang mengutarakan / simbol) dan signified (signifie / makna / petanda / yang diutarakan / thought of reference). burung Dara tidak begitu saja bisa diganti dengan burung atau hewan yang lain. Sesuatu itu dapat berupa pengalaman. maka ia dapat mewakili B. PERMASALAHAN Kebanyakan dari kita mengikuti petualangan detektif (seperti semua cerita detektif klasik).1992) semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Menurut Peirce (dalam Hoed. jadi merupakan suatu pengalaman). misalnya lampu merah yang mewakili “larangan (gagasan)” berdasarkan perjanjian yang ada dalam masyarakat. yakni antara A dan B ada keterkaitan (contiguity). pikiran. Tanda juga bisa berupa lambang. Tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu. Jika sesuatu. pada dasarnya detektif tersebut adalah semiotikus kelas tinggi – kita berpikir bahwa kita tidak tahu hal ini karena ketidakmengertian kita tentang semiotika. jika hubungan antara tanda itu dengan yang diwakilinya didasarkan pada perjanjian (convention). Foto mewakili suatu kenyataan tertentu atas dasar kemiripan atau similarity (foto mantan presiden Suharto. Tanda semacam itu dapat disebut sebagai indeks. tidak terelakkan. Burung Dara sudah diyakini sebagai tanda atau lambang perdamaian. mewakili orang yang bersangkutan. Pada cerita misteri Sherlock Holmes . Saya bicara tentang Sherlock Holmes. yang . misalnya A adalah asap hitam yang mengepul di kejauhan. Sebuah foto atau gambar adalah tanda yang disebut ikon. gagasan atau perasaan. terdapat beberapa situasi yang muncul dan memusingkan pembacanya.

mana Holmes kemudian “memecahkan” misteri tersebut. istrinya tidak lagi mencintainya. orang rumahan. dan kemungkinan tidak memiliki gas di rumahnya. sudah berumur 3 tahun Menujukkan tidak terlalu beruntung Istri orang tersebut tidak mencintainya lagi Terdapat noda lilin di topi Petanda orang tersebut seorang intelektual orang tersebut tidak memiliki topi baru topi sudah seminggu tidak dibersihkan debu di topi – debu coklat rumah orang tersebut jarang keluar rumah tidak ada gas di rumah PENUTUP Holmes menjelaskan kesalahan Watson: “anda gagal ……. dan sobek. Kesalahan tersebut merupakan hal yang umum dalam membaca cerita-cerita detektif. Holmes”. Anda terlalu takut dalam menggambarkan temuan-temuan yang ada”. Holmes kemudian menunjukkan kepada Watson bagaimana dia mengambil kesimpulan tersebut. Watson mendapati Holmes sedang memeriksa topi yang diberikan kepadanya oleh seorang polisi. Watson menggambarkan topi tersebut: tua. secara detail. Apa yang dilakukan Holmes untuk menjelaskan kegagalan mengenali penandapenanda yang ditemukan seperti apa adanya. siapa orang yang memiliki topi tersebut: seorang intelektual. siapa yang melewati informasi yang . Holmes bisa memecahkan kasus dengan membaca tanda-tanda yang diabaikan orang. Kemudian Holmes mulai menjelaskan. Holmes bertanya kepada Watson apa yang dapat dijelaskan mengenai pemilik topi tersebut. Watson mengatakan topi tersebut tidak bisa menjelaskan apa-apa. atau hal-hal yang sepele ataupun yang tidak berhubungan. sebagai berikut: Penanda Kapasitas topi kubik (kepala-otak besar) Kualitas bagus. PEMECAHAN MASALAH Pada cerita “ The Blue Carbundle”. Watson berseru: “Kamu bergurau.. bahan linen dan lusuh. penuh debu serta serta terdapat titik/ noda di topi. tidak beruntung. untuk menjelaskan apa yang anda lihat. Holmes telah menyelidiki topi tersebut dan mendapati beberapa hal (penanda) dan memulai mengolahnya dari situ (petanda).

. tidak selalu (jarang) menjadi sebuah bukti. tidak mengenali seperti apa adanya.penting. masih perlu diperoleh. Dan banyak orang seperti Watson. Makna dalam tanda dan dalam teks (yang dapat dilihat melalui kumpulan-kumpulan tanda-tanda). bisa dikatakan – tidak cukup berani untuk menggambarkan kesimpulan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->