P. 1
Makalah kenakalan remaja

Makalah kenakalan remaja

|Views: 267|Likes:
Published by Jessica Feliciana
Tugas sosiologi
Makalah / deskripsi Kenakalan remaja
Tugas sosiologi
Makalah / deskripsi Kenakalan remaja

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jessica Feliciana on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2015

pdf

text

original

MAKALAH KENAKALAN REMAJA

Di Susun Oleh : Jessica Feliciana 19-037-045-4 KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan

1

rahmat, karunia, dan hidayahNya kepada kita semua sehingga akhirnya tugas karya ilmiah ini dapat terselesaikan. Tugas karya tulis yang diberi judul “Kenakalan Remaja”. Dengan proses penyelesaian karya tulis ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun pada akhirnya karya tulis ini dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Sulistyowati selaku guru di bidang pelajaran Sosiologi 2. Keluarga dan teman-teman 3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah ikut membantu selama penyusunan karya ilmiah Penulis menyadari bahwa tugas karya tulis ini masih banyak memiliki kekurangan.Oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun , penulis harapkan untuk kemajuan masamasa mendatang. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Karawang, 5 Maret 2013 Penyusun

Jessica Feliciana Santoso

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................i DAFTAR ISI...............................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang............................................................1 B. Rumusan Masalah..........................................................1 BAB II PEMBAHASAN A. Masa Remaja.......................................................................2 1. Dimensi Biologis............................................................3 2. Dimensi Kognitif............................................................3 3. Dimensi Moral................................................................4 4. Dimensi Psikologis.........................................................4 B. Pergaulan Remaja Secara Islami.........................................5 C. Percintaan Remaja..............................................................6 D. Realita Remaja : Hamil Di Luar Nikah (Free Sex)................7 E. Kriminalitas Remaja............................................................8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan..........................................................................15 B. Saran...................................................................................15

3

BAB I PENDAHULUA N A. Latar Belakang Perkembangan individu (remaja) berlangsungterus menerus dant idak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masayang rentanterhadap perbuatanperbuatanyang kurang baik diakibatkan sikap merekayang suka mencoba-coba pada halyang baru. Pada perkembanganf isik remaja mulai nampakterutama pada bagian organ-organ seksualnya secaraf isik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-hormon seksual sudah mulai terbentuk ehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak dipengaruhi oleh hormintersebut. Namun yang menjadi perhatian kita adalah pergaulan remaja pada zaman sekarangini sudah sampai padataraf mengkhawatirkan. Media massa baik elektronik maupun cetak dengan leluasa menampilkan hal-halyang menjadi salah satufaktor penyebab kerusakan akhlak generasi muda pada masa sekarangini. Bukan masalah akhlak saja, akibat dari itu juga menimbulkan rendahnya kualitas belajar siswa ketika mengalami gangguan pada masa- masa remaja. Untuk itu bimbingan orang tua terhadap anak pada seusia remaja sangatlah dibutuhkan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Agar orang tua dapat memberikan bimbingan kepada putra-putrinya hendaknya mengetahui perkembanganf isik remaja. Selain orangtua terdapat beberapafaktor yang dapat membantu untuk memecahkan promatika remaja.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa saja permasalahan pada dunia pergaulan remaja pada masa sekarang ini 2. Apa pengertian dari pengertian kenakalan remaja 3. Apa yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja 4. Bagaimana cara penanggulangan kenakalan remaja?

BAB II PEMBAHASAN 2.1.Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hokum pidana yang dilakukan oleh remaja.Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli: • Kartono, ilmuan Sosiologi

Kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai istilah Juvenile Delinquency merupakan gejala patologis pada remaja disebabkan oleh satu bentuk pengabaian social. • Santrock

Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara social sehingga terjadi tindakan criminal.

2.2.Jenis-jenis kenakalan remaja

5

1.Kenakalan remaja di sekolah,misalnya: a) Tidak masuk sekolah tanpa keterangan b) Meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran c) Membawa senjata tajam ke sekolah 2.Kenakalan remaja di luar sekolah (Masyarakat), misalnya: a) Ikut balapan liar antar geng b) Ikut tawuran antar geng c) Minum-minuman keras d) Mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba 3.Kenakalan remaja di lingkungan keluarga, misalnya: a) Tidak mendengarkan nasehat orangtua. b) Tidak mentaati perintah orang tua. c) Melanggar norma yang telah disepakati bersama keluarga. 2.3.Penyebab terjadinya kenakalan remaja Perilaku kenakalan remaja bisa disebabkan oleh factor dari remaja itu sendiri(internal) maupun dari luar(eksternal) • Faktor Internal a) Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya 2 bentuk integrasi: 1. Terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. 2. Tercapainya identitas peran.Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi ke dua. b) Kontrol diri lemah

Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang baik dan buruk akan terseret pada perilaku nakal. • Faktor eksternal a) Perceraian orang tua Tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negative pada remaja.Pendidikan yang salah dari keluarga juga bisa mempengaruhi seperti terlalu memanjakan anak,tidak memberikan pendidikan agama,atau penolakan terhadap eksistensi anak. b) Teman sebaya yang kurang baik c) Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. 2.4.Macam-macam kenakalan Remaja A. Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ketahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi,tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Dalam berbagai buku psikologi terdapat perbedaan pendapat tentang remaja namun padaintinya mempunyai pengertianyang hampir sama. Penggunaan istilah untuk menyebutkan masa peralihan masa anak dengan dewasa, ada yang menggunakan istilah puberty (Inggris) puberteit (Belanda), pubertasi (Latin), yang berarti kedewasaan yang dilandasi sifat dan tanda-tanda kelaki- lakian dan keperempuanan. Ada pula yang menyebutkan istilah adolescent (Latin) yaitu masa muda. Istilah pubercense yang berasal dari kata pubis yang dimaksud dengan pubis hair atau mulai tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan. Istilah yang dipakai di Indonesia para ahli psikologi juga bermacam-macam pendapat tentang definisi remaja. D i sini

7

dapat diajukan batasan remana adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsiu ntuk memasuki masa dewasa Oleh karenanya, remaja sangatr entan sekali mengala mimasalah psikososial,yakni masalah psikis atau kejiwaanyangt imbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahanitu hanya merupakan suatutanda-tandaf isik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi - dimensi tersebut.

1.Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertasyang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahanyang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormone (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones)yang berhubungan dengan pertumbuhan,yaitu: a. Follicle-Stimulating Hormone (FSH ) b. Luteinizing Hormone (LH) Pada anak perempuan, kedua hormontersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormontersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan

akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormontestosterone. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. 2. Dimensi Kognitif Perkembangan kognitif remaja, dalam pandanganJean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periodeterakhir dantertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periodeini,idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalahyang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remajat idak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. 3. Dimensi Moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulaib e rtanya-tanya mengenai berbagai fenomenayangterjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasarbagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel( 1 9 7 8) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaiantersendiri dalam menghadapi masalah-

9

masalah populeryang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Remaja mulaim e m p ertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatiflainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-halyang selamaini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya kenyataan´ lain di luar dari yang selama inidiketahui dan dipercayainya 4. Dimensi Psikologis Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) isa berubah dengan sangatcepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi danReedLarson( 1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 4 5 menit untuk berubah dari mood³senang luar biasa´ ke³sedih luar biasa´, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk halyang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. M eski mood remajayang mudah berubah- ubah dengan cepat, haltersebut belumtentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jikaia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Pada saat itu, Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapiatau pun dipikirkannya. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain

kemudian menjadi tidak berdasar. Pada saat inilah, remaja mulai dihadapkan dengan realita dantantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan. Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat tidak memikirkan akibat´ dari perbuatan mereka. Tindakanimpulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Remajayang diberi kesempatan untuk mempertangungjawabkan perbuatanmereka, akantumbuh menjadi orang dewasayang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab. Dari beberapa dimensi perubahanyangterjadi pada remaja seperti yang telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan-kemungkinan perilaku yang bisa terjadi pada masa ini.D iantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko dan berdampak negative pada remaja. Perilakuyang mengundang resiko pada masa remaja misalnya seperti penggunaan alcohol,tembakau danzat lainnya; aktivitas socialyang berganti ± ganti pasangan dan perilaku menentang bahaya seperti balapan, selancar udara, dan layang gantung( Kaplan danSadock,1 9 9 7). Alasan perilaku yang mengundang resiko adalah bermacam ± macam dan berhubungan dengan dinamikafobia balik( conterphobic dynamic ), rasa takutdianggap tidak cakap, perlu untuk menegaskan identitas maskulin dan dinamika kelompok seperti tekananteman sebaya. A. Percintaan Remaja Pengertiannya di zaman sekarang banyak anak remaja yang memulai kebiasaannya dengan berpacaran. Karena di jaman sekarangtermasuk jaman yang modern yang kebanyakan anak

11

remaja sedang suka-sukanya berpacaran karena kalau merekat idak melakukan hal -halyang seperti itu mereka disebut anak kuperyang ketinggalan jaman. Sebab masa sekarang seringterjadi anak yang lagia syik berpacaran biasanya mereka selalu senang dengan sendirinya tidak merugikan orang lain karena itu mereka selalu berkata percintaan itu indah dan yang lain ngontrak, itu yang sering diucapkan pada anak remaja yang sedang bercinta. Terkadang anak remaja sekarang banyak yang kecewa karena bercinta merugikan mereka. Banyak anakyang rela mati demi sang kekasihnya. Oleh karenaitu agama menyarankan bahwa anak-anakyang masih kecil beranjak dewasa nganlah terlalu tergiur oleh hal semacam itu. Karena sanga merugikan, bukan merugikan diri sendiri saja melainkan orang lainyang dekat dengan kita. Dan agama menyarankan bahwa bukan tidak diperbolehkan bercinta/berpacaran,tapi berdasarkan normanormayang berlaku. Contoh bercintayang didasari norma-norma agamaIslam: a. Tidak diperbolehkan berpegangantangan. b. Tidak diperbolehkan berdekatan/ saling berdekatan. c. Tidak diperbolehkan berciuman. d. Tidak diperbolehkan berboncengan mesra Dani tu diperbolehkan bila orangitu sudah sah menjadi suami isteri. Anak remaja sekarang banyak yang tergoda dan tergiur, karena hawa nafsunya anak remaja sangat besar. Oleh karenaitu banyak remajayang senang bercinta karenaingin mendapatkan hakyangt idak diperbolehkan kecuali kalau mereka sudah menikah. Contoh masalah remajayang seringterjadi di zaman

sekarang: 1. Banyak anak yang masih usia sekolah hamil diluar nikah. 2. Banyak anak yang mencoba melakukan bunuh diri karena putus cinta. Dan lain sebagainya Dan masih dalam masalah remaja. Banyak anakyang masih dalamtahap sekolahia berpacaran dengan sangat keterlaluan akhirnyaia hamil dan anaknya/janinnya digugurkan/dibunuh karena sang pacar/orangyang menghamili tidak mau bertanggung-jawab, dan masih ada pula masalah karenaia sudah bertekad dan mempunyai keinginan untuk menikah atau melangsungkan hidupnya dengan berkeluarga, maka mayoritas anak sekolah banyak yang memutuskan sekolahnya dan keinginannya. Oleh sebab itu masalah itu sangatdiperhatikan oleh negara karena merugikan diri sendiri dan orang lain,serta masalah kemiskinan, pengangguran adalah ulah orangyangt idak bertanggung-jawab karenaia memilih berkeluarga dibandingkan dengan bersekolah. B. Realita Remaja : Hamil Di Luar Nikah (Free Sex) Hamil di luar nikah terjadia kibat pergaulan bebas yang telah melampaui batasyang banyak dilakukan oleh pasanganpasanganyang belum mempunyai ikatan resmi.D alam hal pernikahan biasanya oleh pasangan muda-mudi usia sekolah atau yang masih remaja. Dua sejoli yang saling mencintai dan melakukan hubungan intim(hubungan suami isteri)yang belum saatnya disebabkan oleh: 1. Kurangnya pengawasan orangtua. 2. Gampang terpengaruh.

13

3. Tidak dapat menjaga diri & kepercayaan orangtua yang telah diberikan Akibat free sex : 1. Hamil di luar nikah. 2. Membuat malu sanak keluarga. 3. Bunuh diri karena tidak tahan menanggung malu. 4. Menggugurkan janin hasil free sex karena tidak ingin menanggung malu 5. Terjadinya pembunuhan karena pihak lelaki tidak mau bertanggungjawab. C. Kriminalitas Remaja Kriminalitas merupakan masalah yang sangat serius yang dihadapi oleh semua negara di dunia. Karena dapat merugikan dan mempengaruhi perkembangan gaya hidup para remaja. Tingginya angka kriminalitast idak hanya disebabkan oleh orangorang usia dewasa,tetapi juga oleh remajayang semakin hari semakin meningkat. Dari kenyataan menunjukkan bahwa remaja pada eraini banyak sekali yang terlibat dengan hal-hal yang termasuk kriminalitas seperti : 1.Penggunaan dan mengedarkan narkoba Penggunaan dan peredaran narkoba saat ini semakin meluas,t idak hanya dari kalangan dewasa saja tetapi anak-anak dan juga remaja. Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini banyak sekali siswa-siswi usia sekolah yang menggunakan narkoba dari SMA, mahasiswi bahkan siswa-siswi Sekolah Dasar. Adapun tata cara pengedar narkoba untuk meracunia fikiran para remaja sebagai berikut : a. Datang dari temanyang mula-mula menawarkan narkoba

dengan alasan menjernihkanf ikiranyang sedang kacau sehinggaterpengaruh. b. Para pengedar yang mendatangi sekolah-sekolah atau kampus yang semula menghasut para siswa-siswi untuk mencoba dan kemudian mereka merasa ketagihan. Datang dari rasaingintahu dan ingin mencoba. c. Pada dasarnya narkoba sendiri i alahzat y ang bersifat adiktif yaituzat y ang dapat mempengaruhi atau membuat ketagihanyang dapat merusak sistem syaraf motorik dan jaringan pertahanan tubuh. Macam-macam narkoba contohnya ganja, heroin, sabu-sabu, putaw, morfin, dll. Ciri-ciri pengguna narkoba: a. mata lelap b. Pupil mengecil c. Badan kurus d. Bibir berwarna kebiru-biruan e. Pandangan kosong f. Jarang mandi Akibat dari narkoba : a.D apat menyebabkan H I V danA ID S . b. Overdosis bagi yang terlalu banyak menggunakannya. c. Akanterasa sakit di seluruh tubuh jika telat mengkonsumsinya d.Akan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya e. Kematian. 2. Pencurian barang dan kendaraan bermotor Pencurian barang-barang elektronik dan kendaraan bermotor sekarangini sedang marakterjadi. Kepolisian menyatakant ingkat kriminalitas dalam halini banyak dilakukan

15

oleh orang-orang karenafaktor ekonomi. Pencurian tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tetapi juga para remaja. Faktor-faktoryang mempengaruhi para remaja untuk melakukan pencurian: a. K emiskinan b. Keinginan untuk memiliki barangtersebut c. Ejekan dari teman-teman deka d. Ingin mempunyai sesuatutetapi tidak kesempatan karenafaktor ekonomi

3 . Pemerkosaan Banyak anak-anak di bawah umur yang menjadi korban pemerkosaan karena kurangnya pengawasan dari pihak orangtua. Dan kesalahan bagi pihak pemerkosa. Pemerkosaan terjadi karena tersangka melihat tubuh korban yang sangat molek dan rasaingin menikmati. Faktor-faktor terjadinya pemerkosaan : a. Kurangnya pengawasan dari orangtua. b. Korbanyangterlalu membuka aurat. c. Tidak dapat menahan nafsu. d. Adapun juga karenafaktor balas dendam. e. Kurangnya jatah biologis dari i steri. f . Pergaulan Remaja Pergaulan remaja di identikkan dengan sekumpulan anakyang membentuk suatu kelompok(geng) dengan peraturan-peraturantertentuyang beragam tidak sedikit dari remaja yang salah dalam memilih pergaulan. Macam-macam pergaulan 1.Pergaulan Bebas

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak darir e m a ja yang salah dalam memilih pergaulan seperti : a. Bergaul dengan anak-anakyang jauh dari pengawasan orangtua b. Bergaul dengan anak-anak pengguna barangbarangterlarang c. Bergaul dengan anak-anak geng motor dan sebagainya. Adapun akibat dari salah memilih pergaulan : a. Tidak memperdulikan perkataan orangtua b. Perlakuannya semakin hari semakin brutal c. Ikut turut serta menggunakan barang-barangterlarang d. M elakukan hal-halyang kurang baik e. Semakin jauh dari orangtua f. Sering membolos saat sekolah g. Masa depan hancur karena hamil diluar nikah 2.Penyebab pergaulan bebas antara lain : a. Gara-gara kurang perhatian atau pengawasan dari orangtua sehingga anaknya mudahterpengaruh oleh orang lain seperti : anak berandalan, anak punk, anak jalanan, dan anak-anak nakal, dsb. b. Keluarga yang tidakteraturyang biasanya mementingkan pekerjaan sendiri dan tidak peduli terhadap anak-anaknya sehingga anaknya jarang berkumpul dengan orangtuanya. Penyebab pergaulan bebas bisa juga dari kurangnya kasih sayang dari orangtua kepada anaknya. Maka jangan sampai kita kurang pengawasan dari orangtua. Karena orangtua bisa menjadi semangat hidup kita.Dan janganlah kita menjadi anak yang tidak tahu sopan santun.

17

Akibat pergaulan bebas dan saling bermusuhan termasuk akhlaq yang tidak baik, karena bisa merusak masyarakat yang lain, dan merugikan orang lain. Dan membuat kita selalu bermusuhan dan di penuhi rasa saling membenci yang menimbulkan pertengkaran. Karena denganitu manusia akan lupa diri dan melakukan hal -halyangt idak baik. Oleh karenaitu berusahalah untuk melawan kejahatan agar tidak terjerumus dalam lembah kegelapan.Menanggu langi m as alah yang terjadi pada rem aja Selain ketiga masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja seperti yang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain pada remaja seperti tawuran, kenakalan remaja, kecemasan, menarik diri, kesulitan belajar, depresi dll. Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbag aipihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa.Di tangan remajalah masa depan bangsaini digantungkan. 2.5. Cara menanggulangi kenakalan remaja Terdapat beberapa carayang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja,yaitu antara lain: 1. Peran Orang tua Adapun peran-peran yang harus dilakukan dalam menaggulangim asalah remaja adalah: a. Menanamkan pola asuhyang baik pada anak sejak prenatal dan balita b. Membekali anak dengan dasar moral dan agama c. Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua± anak d. Menjalin kerjasamayang baik dengan guru

e. Menjai tokoh panutan bagi anak baik. Menjaga lingkungan yang sehat f. Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak g. Hindarkan anak dari NAPZA 2.Peran Guru a. Bersahabat dengan siswa b. Menciptakan kondisi sekolahyang nyaman c. Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler. d. Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga. e. Meningkatkan peran dan pemberdayaan guruBP f. Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas g. Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain h. Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat. i. Mewaspadaia daya provokator j. Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah k. Menciptakan kondisi sekolahyang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah half isik, mental, spiritual dan sosial l. Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaanN APZA 3.Peran Pemerintah dan masyarakat a. M enghidupkan kembali kurikulum budi pekerti b. Menyediakan sarana/prasaranayang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain c. M enegakkan hukum, sangsi dan disiplinyangtegas d. Memberikan keteladanan

19

e. Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secarategas f. Lokasi sekolah dijauhkan darip u s at perbelanjaan dan pusathiburan 4.Peran Teman • Pergaulan Secara Sehat Pergaulan secara sehat sangat bagus dan tidak merugikan siapa pun terutama diri kita sendiri. Pergaulan sehat sangatlah penting bagi remaja agar tidak salah pilih terhadap pergaulan. Keuntungan dari pergaulan yang secara sehata ntara lain : a. Tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. b. Tidak membuat kekecewaanterhadap orangtua. c. Orang-orang makin senangterhadap perlakuannya. d.patut dicontoh untuk mencari pergaulanyang secara sehat/fisik. 5.Peran Media 1. Sajikan berita tanpa kekerasan(jam tayang sesauiu sia) 2. Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif) 3. Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja dan Peri laku Hidup Sehat Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja: 1. Mengerti tujuan hidup 2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.

3. Bergaul dengan bijaksana 4. Terus menerus memperbaikidiri Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remajayang handal dan sehat. Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual, emosional, spiritual. Kecepatan perkembangantersebut adalah sebagai berikut: 1. Fisik35% 3. Intelektual 20% 4. Emosional 30% 5. Spiritual 1 5% Faktor fisik berkembang secara tepat sedangkan faktor lainnya berkembang tidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkan kejanggalan dan berpengaruhterhadap perilaku remaja. Bagaimana seseorang remaja melihatdirinya sendiri, orang lain serta hubungannya dengan orang laintermasuk orangtua dan pembina? Kadangkadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggap sebagai orangtua,teman. Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat: 1. Otoriter demokratis 2. Tertutup terbuka 3. Formal informal Semua tersebutdiatas dalam keadaan "dalam perjalanan menuju" Sehingga dapat dilihat segalanya masih dalam proses dant idak berada dalam kutub atau masa anak-anak ataupun kutub atau masa dewasa. "Dalam perjalanan menuju" ini yang menonjol adalah: a. Fisik yang kuat

21

b. Emosi yang cepat tersinggung c. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadang saja dipakai. Dan"Dalam perjalanan menuju" yang paling penting diketahui oleh remaja dalahbagaimana remaja dapat berproses a. Menuju fisik yang ideal b. Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh c. Menuju cara berfikir dewasa d. Menuju mempercayai hal- hal yang agamais, bersifat falsafah dan bersifat tatakrama

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari isi makalah ini, saya mengambil beberapa kesimpulan bahwa: a. Kenakalan remaja terjadi karena berbagai faktor baik darik on disiremaja itu sendiri maupun dari faktor lingkungan yang tidak sehat. b. Akibat yang di timbulkan dari tindakan remaja yang tidak baik dapaat merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. c. Perilaku remaja yang sering kalim dengan akibatkan kehamilan di luar nikah, di sebabkan oleh kurangnya kesadaran remajaitu sendiri akant indakanya, dan bahwa remajatersebut masih dalam kondisi labil, dalam arti belum mampu mengendalikan diri dengan baik. d. Tindakan remaja yang sering kali menampakan aurat, dapat memicu terjadinya tindakan yang tidak baik, ( pemerkosaan ) e. Hidup yang sehat adalah hidup yang teratur, dekat dengan orang tua, dan rajin beribadah, sehinggaiman seseorang akan baik jika diimbangi dengan tindakan baik pula. B. Saran Dalam penggulangan permasalahan remaja tidak hanya dituntut pribadi remaja itu sendiri untuk berubah. Akan tetapi perlu bantuan dan dukungan baik dari orang tua, guru dan

23

lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Atkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum Tim Pembina, Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh Proyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002. Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo & Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga. Kozier, B (1991). Fundamental of Nursing : Concept, Process, and Practice. Fourth Edition. California : Addison-Wesley Publishing Company. Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional. Stuart & Sundeen (1998). Principle and Practice of Psychiatric Nursing. 6 th. Ed. Philadelphia: The C V Mosby. Azwar, S. 2002. Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset Kaplan dan Sadock.1997. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis (Edisi ke 7, Jilid 1). Jakarta. Binarupa Aksara. BKKBN. 2001. Remaja Mengenai Dirinya. Jakarta. BKKBN Dep. Kesehatan RI. 1997. AIDS di Tempat Kerja. Jakarta UNESCO and UNAIDS. 2002. HIV/AIDS and Education: A Too/kit for

Ministries of Education

25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->