INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SURAT EDARAN NOMOR :ITJ.OT.03.

01-06 Tahun 2010 TENTANG PENILAIAN KINERJA PEGAWAI DILINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Yth.

1. Para Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV; 2. Para Pejabat Fungsional Auditor; 3. Para Staf. Di Lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI

1.

Latar Belakang. Dalam rangka membangun percepatan peningkatan kinerja pegawai guna mendukung terselenggaranya tugas pokok dan fungsi secara menyeluruh, agar dapat dilakukan pengukuran terhadap indikasi pencapaian tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatankegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Mengingat ketentuan mengenai standar penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil yang lebih objektif, terukur, akuntabel, partisipasif dan transparan belum berlaku efektif, sehingga pada tahap awal dibutuhkan penyesuaian terhadap instrumen penilaian kinerja pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM dalam bentuk mekanisme kendali kinerja yang mengakomodasi jejak rekam pelaksanaan tugas setiap pemangku jabatan dan berorientasi pada prestasi kerja secara proposional, untuk kemudian dipergunakan sebagai dasar penilaian kinerja pegawai. Penelusuran format serta substansi standar penilaian kinerja kedepannya diharapkan dapat lebih relevan, dapat dipercaya, peka dalam membedakan antara kegagalan dengan keberhasilan, dan praktis atau dapat diterima. Sehubungan dengan hal tersebut, diminta para pejabat atasan langsung melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja pegawai dilingkungan kerja masing-masing untuk mendapatkan perhatian.

2.

Dasar Hukum. a. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian; b. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai (DP3); c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; d. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 113/M Tahun 2008 tanggal 7 Oktober 2008 tentang Pengangkatan Inspektur Jenderal Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia; e. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor Per/09/ M.PAN/05/2007 tanggal 31 Mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Utama dilingkungan Instansi Pemerintah; f. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19 Tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri

3) Pelaksanaan penilaian Kinerja Pegawai Per Tahun a) Untuk menyatukan arah pencapaian hasil kerja pegawai kepada tujuan Unit Kerja terkait pada setiap tahun anggaran berjalan. i.10 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/220/M. Untuk Melakukan hal-hal sebagai berikut : a. dilakukan proses evaluasi kinerja individu dalam rentang satu Tengah Tahun yang dituangkan ke dalam Formulir Penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun. h. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M. 43/Kep/2001 tanggal 20 Juli 2001 tentang Standar Kompetensi Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil. dengan memperhatikan: 1) Pelaksanaan kendali kinerja pegawai: a) Pemanfaatan jam kerja efektif dilaksanakan dengan sebaik-baiknya melalui mekanisme kendali kinerja pegawai yang berfungsi sebagai jejak rekam pemanfaatan jam kerja efektif pada setiap hari kerja aktif. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.07.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. 2) Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun: a) Sebagai tindak lanjut pelaksanaan kendali kinerja pegawai. Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 02/SE/1980 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. b) Penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun dilakukan oleh Pejabat Atasan Langsung pada Bulan Juli untuk periode penilaian Bulan Januari sampai dengan Bulan Juni setiap tahun. c) Tujuan penilaian kinerja pegawai per Tengah Tahun adalah agar dapat mengukur realisasi dari target kerja untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami dalam usaha pencapaian sasaran kinerja serta tindakan perbaikan yang telah dilakukan. b) Pelaporan kendali kinerja pegawai akan dipergunakan sebagai dasar dalam memberikan penilaian kinerja pegawai per Tengah Tahun.10 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas.03. melalui penyelarasan kinerja dan kontribusi individu berdasarkan reviu berkala serta evaluasi kinerja yang disupervisi oleh Atasan Langsung. Agar dilakukan pembinaan personil melalui mekanisme kendali kinerja dan penilaian kinerja pegawai yang merupakan proses menyeluruh dalam melakukan perencanaan dilingkungan kerja masing-masing. c) Tujuan penilaian Kinerja Pegawai Per Tahun adalah untuk mereviu dan mengukur realisasi dari target kerja dan pencapaian sasaran kinerja dalam tahun anggaran berjalan sebagai dasar dalam pemberian penghargaan dan aspek kompetensi sebagai faktor pendorong kinerja.09-PR. Keputusan Kepala BKN No. sebagai berikut: b) Penilaian Kinerja Pegawai Per Tahun dilakukan oleh Pejabat Atasan Langsung pada Bulan Desember setiap akhir tahun.UM. dan pada tahap awal akan berfungsi sebagai umpan balik (feedback) serta pembimbingan pada area kebutuhan pengembangan pegawai. . g. j. maka perlu dilakukan penilaian kinerja pegawai yang merupakan proses evaluasi di akhir tahun yang dituangkan kedalam Formulir Kinerja Pegawai Per Tahun.04.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. komponen yang dinilai adalah:  Hasil Kerja: pencapaian kuantitas dan ketepatan waktu. 3. . Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. e.b.99 = Kurang d. 3.99 = Baik Sekali  3 – 3. Dalam penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun dan Per Tahun. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 4 Januari 2010 Tembusan Kepada Yth. serta kualitas dalam mencapai hasil kerja terhadap target yang telah ditetapkan. Hasil pelaporan kinerja tersebut dijadikan dasar oleh Inspektur Jenderal dalam menilai kinerja pejabat pelaksana program dan kegiatan terkait.99 = Cukup  1 – 1.  Proses Kerja: aspek-aspek dalam hal proses kerja yang harus dilakukan untuk dapat memberikan hasil yang optimal. c. Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI. 2. Penutup. Kepala Biro Kepegawaian Pada Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI. Setiap pimpinan unit kerja struktural setingkat Eselon II di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM wajib melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan tugas para pejabat maupun pegawai dilingkungan kerja masing-masing untuk diperbandingkan dengan pencapaian program kerja. 1.99 = Baik  2 – 2. f. Penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun dan Per Tahun dinyatakan dengan peringkat/ rating dalam sebutan dan angka sebagai berikut:  5 = Amat Baik  4 – 4. Pedoman dalam memberikan Penilaian Kinerja Pegawai Per Tengah Tahun dan Penilaian Kinerja Pegawai Per Tahun adalah sebagai tersebut dalam lampiran Surat Edaran Inspektur Jenderal ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful