P. 1
03 Etologi

03 Etologi

|Views: 359|Likes:
Published by Mhd Luthfi

More info:

Published by: Mhd Luthfi on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2015

pdf

text

original

MATERI 3

ETOLOGI
Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi pola perilaku hewan dan menjelaskan kemungkinan penyebabnya 2. Menelaa arti penting perilaku hewan terhadap keberlangsungan hidupnya Indikator : Melalui telaah referensi, observasi langsung di laboratorium atau di lingkungan alam kemudian mendiskusikannya secara bersama-sama, diharapkan dapat memiliki kemampuan dalam : 1. Mendeterminasi perilaku alami dan perilaku belajar pada hewan 2. Menafsirkan faktor-faktor pembentuk perilaku hewan 3. Menafsirkan peranan penting perilaku hewan bagi keberlangsungan hidupnya Tujuan : 1. Memperdalam pemahaman tentang konsep etologi hewan, pola, penyebab dan konsekuensinya 2. Meningkatkan kemampuan untuk mendeterminasi pola perilaku alami dan perilaku belajar pada hewan melalui observasi UraianMateri : Makhluk hidup akan melakukan interaksi dengan lingkungan sejak pertama kali dilahirkan. Agar tetap ada, setiap makhluk hidup harus beradaptasi pada berbagai strata kehidupan (populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer) yang dapat teramati dalam wujud perilaku (behaviour). Pemahaman terhadap perilaku akan memberikan informasi penting tentang kemampuan yang dimiliki oleh suatu organisme dalam menghadapai tekanan seleksi alam (fitness). Tingkah laku merupakan akibat dari efek genetik dan faktor lingkungan (proses belajar) yang bekerja secara bersamaan. Pola perilaku sering teramati sebagai innate, insting, dan pola aksi tetap atau FAPs (Fixed Action Patterns). Innate merupakan serta bagaimana perilaku dapat meningkatkan kebugarannya

46

Innate : merupakan perilaku yang telah ada di dalam individu sebagai bawaan lahir dan berkembang secara tetap/ pasti.perilaku bawaan yang murni disebabkan oleh faktor genetik. sedangkan inovasi muncul sebagai respon terhadap keadaan baru. Pola Aksi Tetap (Fixed Action Patterns/ FAPs): merupakan perilaku stereotipik yang merupakan serangkaian aktivitas oleh adanya stimulus spesifik. Dalam perilaku ini dikenal adanya istilah insting terutama berupa insting dasar yang menjadikan suatu hewan dapat melakukan sesuatu atau bertindak dalam kondisi tertentu. Imitasi muncul akibat adanya proses peniruan terhadap individu lain tetapi bukan hanya pada periode kritis saja. (2). Contoh lainnya adalah ritual kawin pada beberapa jenis burung seperti burung merak atau burung kuau. imprinting. Contoh perilaku ini adalah ketika seekor anak burung baru menetas. Jenis – Jenis Perilaku Alami (1). imitasi.Ritme cycardian (jam biologis) juga dimasukkan kedalam jenis perilaku pola aksi tetap misalnya kelelawar insektivora yang hanya aktif di malam hari. ia akan dengan spontan membuka mulutnya dan kemudian induknya akan menaruh makanan di mulutnya tersebut. sering kali terjadi pada saat baru lahir dan bersifat genetic (dapat diturunkan). tanpa coba-coba dikenal juga sebagai problem solving. Asosiasi terkait erat dengan mekanisme hukuman dan hadiah (clasical conditioning) dan upaya coba-coba (trial and eror). Tipe pembelajarannya meliputi habituasi. Perilaku yang tidak secara spontan dimiliki oleh makhluk hidup (hewan) merupakan perilaku yang harus diperoleh dari proses belajar. Perilaku Planaria yang menghindar dari cahaya juga merupakan contoh dari perilaku insting. 47 . sedangkan insting juga sering kali berpadu dengan pengalaman. yang terjadi bila stimulus yang tidak berbahaya didapat oleh organisme secara berulang-ulang sehingga responnya terhadap stimulus tersebut akan hilang. asosiasi. Perilaku ini tidak memerlukan proses belajar. Imprinting merupakan proses peniruan terhadap suatu pembelajaran pada periode kritis dari rentang kehidupan organisme (hewan). Habituasi paling sederhana. Contoh perilaku ini adalah sang anak yang baru lahir dapat menemukan sendiri kelenjar susu induknya untuk dapat memperoleh makanan dari air susu. dan inovasi.

Perilaku ini dapat juga dikatakan sebagai bentuk kehilangan respons hewan terhadap jenis stimulus tertentu yang berdasarkan pengalamannya sebelumnya bahwa stimulus yang ia rasakan tidak pernah menimbulkan ancaman atau bahaya bagi dirinya sendiri. Jenis-Jenis Perilaku Belajar (1) Perilaku Habituasi (Habituation) : merupakan jenis perilaku hewan yang mengabaikan suatu stimulus yang berulang-ulang dan tidak membahayakan dirinya. Perilaku Teritorial : merupakan perilaku mempertahankan suatu area tertentu (home range) dari kehadiran spesies atau individu pesaing sehingga suatu hewan dapat memiliki sumber makanan. Perilaku Alturistik : merupakan perilaku social non egois pada hewan yang berkoloni dimana salah satu individu mengorbankan diri sendiri untuk menyelamatkan anggota lain yang lebih banyak dalam koloni tersebut. (5). Perilaku Agonistik : perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat bertahan hidup (survival) atau memperoleh pengakuan dalam kelompok tertentu. Contoh perilaku habituasi adalah anjing atau kucing yang saat awal dipelihara akan segera menyerang pemiliknya jika ditepuk punggungnya tetapi setelah sekian lama 48 . Singa. (4). sehingga anggota koloni dapat segera menyelamatkan diri sedangkan dirinya mungkin saja terbunuh karena dapat dideteksi dari suara “alarm” yang ia berikan kepada anggota koloninya. Tujuan spesifik dari terjadinya agonistic sangat beragam. kotoran. bekas cakaran) di berbagai tempat dalam kawasan tertentu atau dengan adanya perlawanan ketika ada individu atau spesies lain mencoba masuk ke dalam kawasan. Perilaku teritori ini contohnya pada perilaku Harimau. Bentuk-bentuk teritrorialnya beragam. Contoh perilaku alturis adalah perilaku kera yang memberi alaram kepada koloninya bahwa terdapat predator yang akan menyerang. tempat bereproduksi atau beraktivitas dan memelihara anak dan keturunannya dengan pesaing yang minimal atau bahkan tanpa adanya pesaing. dan dapat terjadi intraspesies atau interspesies.(3). dan hewan-hewan buas lainnya yang memiliki kawasan tertentu sebagai tempat mencari makanannya. dapat berupa adanya penanda (urine. Perilaku ini akan merugikan bagi sang individu altruist karena dia dapat mati oleh ancaman tetapi anggota yang lebih banyak akan selamat atas tindakan penyelamatan yang ia lakukan.Kadang kala perilaku ini bisa menyebabkan kematian tetapi terkadang hanya berupa ritual semata.

(2). tetap saja ia akan mengabaikan karena sudah ada persepsi dasar yang ia temukan saat pertama kali lahir.kebiasaan menepuk punggung tersebut ternyata tidak menimbulkan rasa sakit atau cidera maka anjing atau kucing akan mengabaikan saja tindakan itu yang pada akhirnya ia tidak akan merespon apapun ketika punggungnya ditepuk berulang kali. maka angsa-angsa tersebut akan menganggap itu sebagai induknya sehingga ia akan mengikuti kemana saja anda pergi. Imprinting : merupakan suatu perilaku berupa pengenalan atau persepsi terhadap suatu objek seperti induk yang berlangsung pada periode kritis setelah lahir (periode kritis ini berbeda masing-masing hewan). Persepsi tentang hadia dan hukuman yang berasosiasi langsung dengan stimulus tertentu ini akan menjadi permanen sehingga kendati kemudian tidak ada hadia atau hukuman setelah respon yang ia lakukan. stimulus suara berupa garputala selalu berasosiasi dengan akan adanya makanan yang dia peroleh dari tuannya). Perilaku ini dapat bersifat permanen namun dapat juga hilang seiring bertambahnya usia dan terlewatinya periode kritis. Semakin dekat individu mendapatkan respon dengan adanya stimulus positif maka akan semakin mudah baginya mengulang keberhasilan respon tersebut. salah satunya adalah sekelompok angsa yang baru menetas lalu langsung anda beri makan. Ini biasanya dikondisikan selama proses pembelajaran yang sebagian besar dilakukan oleh manusia sebagai pendidiknya (contoh di dunia sirkus). Perilaku Asosiasi Pengkondisian Klasik (Clasical Conditioning): merupakan perilaku dimana hewan akan terbiasa untuk melakukan tindakan tertentu karena adanya orientasi hadiah (reward) yang akan dia peroleh jika hal tersebut ia lakukan dan adanya hukuman (punishment) jika ia tidak melaksanakannya. respon tersebut akan tetap ia lakukan pada periode berikutnya ketika ada stimulus serupa. Contohnya adalah perilaku lumba-lumba yang biasanya akan diberi makan jika ia bisa melintasi lingkaran api di atas kolam atau juga perilaku anjing yang segera menjulurkan lidah dan saliva yang menetes saat dibunyikan garputala (karena saat ia diajari pada periode seblumnya. (3). Sebagian besar unggas biasanya memperlihatkan perilaku ini ketika baru lahir. Walaupun anak-anak angsa tersebut kemudian melihat induk aslinya. Perilaku Asosiasi Pengkondisian Operan (Operant Conditioning) : merupakan perialu yang diperoleh dari tindakan coba-coba atau trial and error. Dapat juga terjadi kepada hewan yang semakin lama semakin sedikit mengeluarkan energi untuk memperoleh 49 . (4).

Contohnya adalah seekor kera yang dikurung dalam ruang tertutup dimana di langit-langit ruangan digantungkan pisang yang tidak akan dapat diraihnya jika tanpa bantuan alat tertentu. kucing atau serigala yang belajar teknik tertentu dalam berburu mangsa dengan meniru induknya. Maka dengan serta merta kera tersebut akan segera menyusun kotak-kotak kayu yang ada dalam ruangan membentuk tangga untuk mencapai pisang yang tinggi tersebut. Atau dapat juga berupa perilaku jerah setelah suatu pengalaman buruk tertentu yang ia peroleh ketika melakukan suatu tindakan. Banyak contoh hewan seperti anjing. 1. Perilaku Inovasi (Insight Learning atau Reasoning) : merupakan perilaku paling cerdas dimana suatu hewan dapat merespon sesuatu stimulus pada kondisi tertentu dalam memecahkan permasalahannya secara cepat dan spontan kendati tidak ada pembelajaran yang identik dengan kondisi tersebut sebelumnya. Gambar 3. Subjek dari inovasi adalah penyelesaian masalah (problem solving). 2005) 50 . (5)..makanan. (6). Imitasi : merupakan perilaku hewan yang diperolehnya dengan mengamati perilaku hewan lain lalu menirukannya tetapi peniruan ini terjadi setelah melewati periode kritis perkembangannya. Contoh Perilaku Alami (Mating Dance Pada Burung Kuau) (Champbellet al.

2005) Telaah Khsusus :Tingkah laku Ikan Sepat Siam Dalam kehidupan sosialnya. Bentuk perilaku sosial dapat berupa agonistik. berguna pula untuk memperebutkan pasangan (misalnya pada bangsa aves). dapat bersifat mematikan atau tidak. Contoh Perilaku Belajar (Clasical Conditioning Pada Anjing-Percobaan Anjing Pavlov) (Jhonson. 51 . 2005) Gambar 3. 2.Gambar 3. organisme (hewan) juga mengekspresikan suatu perilaku sesuai dengan kondisi lingkungan dan ‘lawan’ yang dihadapinya. Perilaku ini dikenal dengan perilaku sosial yang terjadi baik secara intraspesifik maupun interspesifik. Contoh Perilaku Inovasi (Insight Learning) pada kera (Jhonson. 3. teritorial dan alturistik. Agonistik adalah perilaku agresif yang dilakukan untuk lulus hidup (survival).

Adapun alturistik dikenal juga sebagai perilaku ‘non egois’ yang terdapat pada koloni yang berupa pengorbanan demi ketahanan kelompok walau kepentingan pribadinya terabaikan. 52 . tempat kawin dan pengasuhan anak yang menguntungkan. Perilaku ini juga merupakan upaya adaptasi guna mempertahankan daya lulus hidup. Setelah melakukan gerakan ini ikan akan menampilkan gerakan berhadapan. Tingkah laku yang menyertai antara lain adalah mendirikan operkulum (tutup insang) lalu tingkah laku menyerang seperti merendahkan kepala. pukulan ekor dan cambukan ekor. sedikit membengkokkan bagian belakang dan menggigit lawan. dan asam amino. Hewan-hewan juga memiliki kemoreseptor spesifik terhadap senyawa penting seperti glukosa. Ikan sepat siam menunjukkan tingkah laku agresif terhadap sesamanya (tingkah laku intraspesifik). Planaria akan menghindar dari cahaya sebagai upaya untuk menyelamatkan diri dari pemangsa. Dalam melakukan praktikum ini. tergantung kepada jenis senyawa yang dideteksi. Selain itu. Sistem saraf biasanya terhubung dengan reseptor stimulus yang beragam sesuai dengan jenis atau sumber rangsangan. hewan melibatkan sistem indera yang terkoordinasi dengan sistem saraf yang spesifik dan kompleks. reseptor hewan juga sensitif terhadap perubahan osmolaritas dan asam-basa larutan. Bentuk respon yang dilakukan oleh hewan dapat bersifat positif (mendekat) atau negatif (menghindar). Telaa Khusus :Tingkah Laku Planaria Ketika berinteraksi dengan lingkungannya yang terekspresi dalam bentuk tingkah laku.Teritori adalah perilaku pertahanan terhadap daerah jelajah pribadi (baik kelompok maupun individu) guna menpertahankan tersedianya sumber makanan. oksigen. Jenis tingkah laku ini termasuk gerakan sirip pelvis. Tingkah laku ini sering ditunjukkan kepada sesamanya dengan menampilkan gerakan membelokkan sisi tubuh ke lawan. jangan menguji beberapa fotokopi ikan yang berwarna sekaligus karena akan tidak diketahui warna mana yang akan menyebabkan munculnya tingkah laku tersebut. Invertebrata seperti Planaria memiliki fotoreseptor yang spesifik berupa mangkuk mata (eye cup) yang memberikan informasi tentang intensitas dan arah cahaya tanpa membentuk bayangan sesungguhnya. karbondioksida.

ikan komet yang baru saja dipelihara yang belum terbiasa diberi pakan. Catat bagaimana respon dari hewan tersebut. Prosedur Kerja Masukkan masing-masing ikan komet pada aquarium yang berbeda. ikan komet yang sudah lama dipelihara di dalam aquarium dan terbiasa diberi pakan setiap hari. pipet tetes. larutan NaCl dan sukrosa. dan ikan yang baru dipelihara pada aquarium kedua.Analisis hasil pengamatan dan interpretasikan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya. cenderung ke tempat gelap atau tempat yang terang.Selanjutnya. kertas karbon hitam. Selanjutnya teteskan satu tetes larutan NaCl pada petridish pertama pada posisi dekat dengan Planaria.Amati respon Planaria terhadap kondisi terang dan gelap tersebut. lakukan peengamatan perilaku berupa responnya ketika kita mendekati aquarium dan menjulurkan jemari ke permukaan air di 53 . ikan yang sudah terbiasa diberi pakan diletakkan pada aquarium pertama. Masukkan masing-masing satu ekor Planaria kedalam petridish di satu sisi (agak ke tepi). loupe. planaria.Catat kemana arah geraknya. Tutup sebagian permukaan petridish dengan kertas karbon sehingga menjadi gelap. senter kecil. aquadest.Kegiatan 1. Perilaku Innate Kemotaksis Planaria : Sediahkan dua petridish yang diisi dengan aquadest secukupnya. dan satu tetes sukrosa pada petridish kedua pada posisi yang dekat juga dengan Planaria. Kegiatan 2 . Perilaku Clasical Conditioning Ikan Komet Alat & Bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah dua unit aquarium beraerasi dan berisi air. Prosedur Kerja Perilaku Innate Fotopobia Planaria :Sediahkan sebuah petridish berukuran sedang yang berisi aquadest lalu masukkan Planaria dua ekor di dalamnya. mendekat atau menghindar. Tingkah Laku Innate Planaria Alat & Bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah petridish. sedangkan satu sisi menjadi terang.Selanjutnya berikan sinar dengan lampu senter pada sisi terang secara tegak lurus dengan permukaan air.Biarkan ikan berada dalam aquarium selama satu malam dan jangan diberi pakan apa-apa.

Jenis Perilaku 1. a.Bandingkan respon ikan pada kedua aquarium tersebut.. kecuali. Habituasi d.. Perilaku dapat didefinisikan sebagai. Diantara bentuk proses belajar yang menghasilkan jenis perilaku. Ritme biologi waktu dan kebiasan-kebiasaan yang sering diperbuat oleh suatu organisme 54 . Innate fotopobia 2. a.. Lembaran Kerja : a. b. Asosiasi c.dalam aquarium..Catat dan interpretasikan hasil praktikum pada lembar kerja.. Imitasi b. Adaptasi evolusi yang menyebabkan terjadinya suatu kelulushidupan dan kesuksesan reproduksi b. Diferensiasi 2. Perilaku Clasical Conditioning Ikan Komet Respon Ikan Komet Yang Sudah lama dipelihara Yang baru dipelihara Ketika jemari didekatkan ke permukaan air dalam aquarium Analisis : ……………………………………………………………………. Perilaku Innate Planaria No. Evaluasi : Soal Objektif Pendalaman Materi Teoritis: 1. Innate kemotaksis NaCl : Sukrosa : Respon Planaria (Perilaku) Analisis : …………………………………………………………………….

. Istilah yang tepat untuk menjelaskan perilaku burung tersebut adalah. Insting Respon suatu organisme terhadap suatu stimulus yang diberikan akan melahirkan pola tingkah laku seperti.. Clasical-conditioning Perilaku suatu hewan terjadi karena . 9.. Agonistik terhadap makanan d. Genetis dan evolusi Efek perilaku pada dasarnya dapat meningkatkan kebugaran (fitness)... Perilaku agonistik pada dasarnya dilakukan untuk dapat tetap hidup (survival) c.. Insight learnin 55 . Streotifik c. a. a. Mengurangi resiko terhadap pemangsa d. Ritme cicardian d. Suatu respon terhadap kondisi-kondisi tertentu yang ditimbulkan karena adanya stimulus d. a. Perilaku agonistik tidak melibatkan konflik simbolik dan seringkali tidak menyebabkan bahaya yang serius baik bagi pemenang atau yang kalah dalam perkelahian atau pertemuan tersebut Kontroversi nature versuse nurture berpusat pada. 4.. Pengembangan pencarian makanan secara insting b. Kinesis c. Innate clasic b. c. Genetis dan proses belajar c. Perilaku tersebut dapat dikelompokkan ke dalam. Menurunkan daya adaptasi c... Apakah hewan memiliki perasaan atau kesadaran Seekor burung merpati secara tidak sengaja menemukan seekor ulat di bawah sarangnya. Mencegah degradasi anggota populasi Yang manakah diantara pernyataan berikut yang tidak benar mengenai perilaku agonistik? a. a. a. perilaku akan bersifat.3.. Perbedaan antara penyebab proksimat dan ultimat perilaku c. Pengalaman dan proses belajar d. Pengemangan suatu pencarian citra c. Perilaku agonistik paling umum pada anggota spesies yang sama b. 6. Perilaku agonistik terjadi untuk menarik pasangan kawin d. Peranan gen dalam pembelajaran b. 5. Meningkatkan daya adaptasi b. Evolusinya dan lingkungan b. 7. Kinestesis b.. Dalam hal ini. Respon pengenalan terhadap suatu objek atau peristiwa Anak burung yang baru menetas selalu membuka mulutnya sebagai bentuk respon terhadap induknya yang akan menaruh makanan dalam mulutnya. a.. Habituasi d.. Sejauh mana perilaku seekor hewan bersifat bawaan atau dipelajari d. 8.

Perilaku yang diperlihatkan oleh ikan komet yang sudah lama dipelihara termasuk kedalam kelompok perilaku… a. Perilaku alami b. a. Ikan tidak lagi merespon c. Tidak mengacuhkan b. Menghindari cahaya akan mempercepat mekanisme reproduksinya 56 . Diantara perilaku agresif yang menyertai ikan sepat siam dalam praktikum adalah. Mendekat dan merespon 5. Perilaku ini lebih tepat dikelompokkan ke dalam a. Merendahkan kepala. Perilaku belajar c. Meniru tingkah laku ikan tersebut d. Agonisitik b. membengkokkan ekor lalu menyerang b. Ikan sesekali merespon d.. Perilaku semi alami d. Trial and eror Soal Objektif Untuk Pendalaman Materi Praktikum: 1. a. Setelah kejadian itu... Egois c. Berputar-putar. Diam c. Trial d. maka yang terjadi adalah. Menggerakkan ekor lalu menyerang bertubi-tubi 4. a. Ikan memperlihatkan perilaku menyerang b.. Hubungan antara perilaku menghidari cahaya dari planaria dengan adaptasinya adalah. Agresif menyerang b. lalu menyerang tak tentu arah c.. Menurut anda apa yang akan terjadi jika ikan sepat siam ditempatkan dalam wadah bersama ikan jenis lain? a. serigala mendapatkan pengalaman untuk tidak menyerang landak..10. Egois d. Hanya mengamati saja 6. Berenang tak tentu arah sambil membuka operculumnya d. membengkokkan sirip. Replika ikan berwarna dengan motif yang sama dengan ikan sepat siam akan menyebabkan ikan tersebut berperilaku. Ikan sudah mengenali kertas replika sehingga tidak lagi mengacuhkan 3. Perilaku kompleks 2. Menyerang c.. a. Menghidari cahaya sama artinya dengan menghidari datangnya mangsa b. Seekor srigala diserang oleh landak sehingga menyebabkan tubuh dan wajahnya terluka oleh duri landak yang menancap. Jika replika ikan berwarna dihadapkan kepada ikan sepat siam lebih dari 5 menit.

.. Pada dasarnya reaksi planaria terhadap cahaya hanya didasari pada reseptor yang mendeteksi . Bersifat positif (mendekat) b.c. Warna apa yang menimbulkan respon agresif pada ikan sepat siam ? 2. Chemokinesis communication d.. Mekanisme kinesis random b. Stimulan mana yang menimbulkan respon positif dan stimulan mana yang menimbulkan respon negatif? Mengapa demikian ? 6.. Respon planaria terhadap jenis senyawa yang dideteksinya tergantung kepada. Menghidari cahaya akan mempermudah mengidentifikasi makanan d. Ada tidaknya gangguan pada stimulus yang mempengaruhi ritme biologi internal d. Intensitas dan bayangan yang terbentuk b. a. Komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam membentuk suatu pola tingkah laku ? 8.. Mati 8. Mengapa ikan sepat siam cenderung berperilaku agresif ? Adakah hubungannya dengan adaptasi ? 4. a.. Terbentuknya bayangan d. Apa yang dimaksud dengan tingkah laku ? 7. Dapatkah suatu perilaku hewan mengalami perubahan ? Jelaskan ! Essay : 57 . Menghidari cahaya akan memperbesar laju pertumbuhan 7.. Respon planaria terhadap senyawa glukosa adalah. Bersifat negatif (menjauh) c. B. a. Habituasi Soal Essay : 1. Tidak berespon d. Apa hubungan warna dengan intensitas respon ikan tersebut ? 3. Sensitifitas perubahan osmolaritas dan asam basa larutan b. Pergerakan planaria yang terjadi karena kondisi lingkungan cahaya yang tidak sesuai dikelompokkan ke dalam jenis perilaku. Intensitas cahaya dan arah cahaya c. Adaptasinya dalam mempertahan daya lulus hidup c. dan C benar 10.. Apa saja jenis pola perilaku pada hewan ? 9. Taksis random c. A. Bagaimana perbedaan pola perilaku pada hewan invertebrata dan vertebrata ? 10.. Stimulan apa yang menimbulkan respon pada planaria ? 5.. a. Interval penyinaran 9..

C. New York. E. Wiley and Sons. 2007. R. *** 58 .Daftar Bacaan : 1. and C. 2005. Biology 4th Ed. Solomon. V. Davis Company. Jhonson. P... Essentials of Anatomy and Physiology Fith Edition. Villee. L. Saunders College Pub. Biology Sixth Edition. Philadelpia. W. Martin. R. Ber. 2. D. T. 3. Sanders. Sanlon. 1996.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->