MATERI 3

ETOLOGI
Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi pola perilaku hewan dan menjelaskan kemungkinan penyebabnya 2. Menelaa arti penting perilaku hewan terhadap keberlangsungan hidupnya Indikator : Melalui telaah referensi, observasi langsung di laboratorium atau di lingkungan alam kemudian mendiskusikannya secara bersama-sama, diharapkan dapat memiliki kemampuan dalam : 1. Mendeterminasi perilaku alami dan perilaku belajar pada hewan 2. Menafsirkan faktor-faktor pembentuk perilaku hewan 3. Menafsirkan peranan penting perilaku hewan bagi keberlangsungan hidupnya Tujuan : 1. Memperdalam pemahaman tentang konsep etologi hewan, pola, penyebab dan konsekuensinya 2. Meningkatkan kemampuan untuk mendeterminasi pola perilaku alami dan perilaku belajar pada hewan melalui observasi UraianMateri : Makhluk hidup akan melakukan interaksi dengan lingkungan sejak pertama kali dilahirkan. Agar tetap ada, setiap makhluk hidup harus beradaptasi pada berbagai strata kehidupan (populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer) yang dapat teramati dalam wujud perilaku (behaviour). Pemahaman terhadap perilaku akan memberikan informasi penting tentang kemampuan yang dimiliki oleh suatu organisme dalam menghadapai tekanan seleksi alam (fitness). Tingkah laku merupakan akibat dari efek genetik dan faktor lingkungan (proses belajar) yang bekerja secara bersamaan. Pola perilaku sering teramati sebagai innate, insting, dan pola aksi tetap atau FAPs (Fixed Action Patterns). Innate merupakan serta bagaimana perilaku dapat meningkatkan kebugarannya

46

Contoh perilaku ini adalah ketika seekor anak burung baru menetas. tanpa coba-coba dikenal juga sebagai problem solving. imprinting. ia akan dengan spontan membuka mulutnya dan kemudian induknya akan menaruh makanan di mulutnya tersebut. asosiasi. imitasi. Habituasi paling sederhana. Perilaku Planaria yang menghindar dari cahaya juga merupakan contoh dari perilaku insting. sedangkan insting juga sering kali berpadu dengan pengalaman. Jenis – Jenis Perilaku Alami (1). dan inovasi. yang terjadi bila stimulus yang tidak berbahaya didapat oleh organisme secara berulang-ulang sehingga responnya terhadap stimulus tersebut akan hilang. (2). Tipe pembelajarannya meliputi habituasi. sedangkan inovasi muncul sebagai respon terhadap keadaan baru. Asosiasi terkait erat dengan mekanisme hukuman dan hadiah (clasical conditioning) dan upaya coba-coba (trial and eror). Contoh lainnya adalah ritual kawin pada beberapa jenis burung seperti burung merak atau burung kuau. Contoh perilaku ini adalah sang anak yang baru lahir dapat menemukan sendiri kelenjar susu induknya untuk dapat memperoleh makanan dari air susu. Innate : merupakan perilaku yang telah ada di dalam individu sebagai bawaan lahir dan berkembang secara tetap/ pasti.Ritme cycardian (jam biologis) juga dimasukkan kedalam jenis perilaku pola aksi tetap misalnya kelelawar insektivora yang hanya aktif di malam hari. Perilaku ini tidak memerlukan proses belajar. sering kali terjadi pada saat baru lahir dan bersifat genetic (dapat diturunkan). Dalam perilaku ini dikenal adanya istilah insting terutama berupa insting dasar yang menjadikan suatu hewan dapat melakukan sesuatu atau bertindak dalam kondisi tertentu. 47 .perilaku bawaan yang murni disebabkan oleh faktor genetik. Perilaku yang tidak secara spontan dimiliki oleh makhluk hidup (hewan) merupakan perilaku yang harus diperoleh dari proses belajar. Imprinting merupakan proses peniruan terhadap suatu pembelajaran pada periode kritis dari rentang kehidupan organisme (hewan). Pola Aksi Tetap (Fixed Action Patterns/ FAPs): merupakan perilaku stereotipik yang merupakan serangkaian aktivitas oleh adanya stimulus spesifik. Imitasi muncul akibat adanya proses peniruan terhadap individu lain tetapi bukan hanya pada periode kritis saja.

Singa. Bentuk-bentuk teritrorialnya beragam. Contoh perilaku alturis adalah perilaku kera yang memberi alaram kepada koloninya bahwa terdapat predator yang akan menyerang. Jenis-Jenis Perilaku Belajar (1) Perilaku Habituasi (Habituation) : merupakan jenis perilaku hewan yang mengabaikan suatu stimulus yang berulang-ulang dan tidak membahayakan dirinya.Kadang kala perilaku ini bisa menyebabkan kematian tetapi terkadang hanya berupa ritual semata. Perilaku Alturistik : merupakan perilaku social non egois pada hewan yang berkoloni dimana salah satu individu mengorbankan diri sendiri untuk menyelamatkan anggota lain yang lebih banyak dalam koloni tersebut. (4). tempat bereproduksi atau beraktivitas dan memelihara anak dan keturunannya dengan pesaing yang minimal atau bahkan tanpa adanya pesaing. Contoh perilaku habituasi adalah anjing atau kucing yang saat awal dipelihara akan segera menyerang pemiliknya jika ditepuk punggungnya tetapi setelah sekian lama 48 . Perilaku ini dapat juga dikatakan sebagai bentuk kehilangan respons hewan terhadap jenis stimulus tertentu yang berdasarkan pengalamannya sebelumnya bahwa stimulus yang ia rasakan tidak pernah menimbulkan ancaman atau bahaya bagi dirinya sendiri. kotoran. bekas cakaran) di berbagai tempat dalam kawasan tertentu atau dengan adanya perlawanan ketika ada individu atau spesies lain mencoba masuk ke dalam kawasan. dan dapat terjadi intraspesies atau interspesies. Perilaku Teritorial : merupakan perilaku mempertahankan suatu area tertentu (home range) dari kehadiran spesies atau individu pesaing sehingga suatu hewan dapat memiliki sumber makanan. (5). dan hewan-hewan buas lainnya yang memiliki kawasan tertentu sebagai tempat mencari makanannya. Perilaku teritori ini contohnya pada perilaku Harimau. sehingga anggota koloni dapat segera menyelamatkan diri sedangkan dirinya mungkin saja terbunuh karena dapat dideteksi dari suara “alarm” yang ia berikan kepada anggota koloninya. Tujuan spesifik dari terjadinya agonistic sangat beragam. dapat berupa adanya penanda (urine. Perilaku ini akan merugikan bagi sang individu altruist karena dia dapat mati oleh ancaman tetapi anggota yang lebih banyak akan selamat atas tindakan penyelamatan yang ia lakukan. Perilaku Agonistik : perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat bertahan hidup (survival) atau memperoleh pengakuan dalam kelompok tertentu.(3).

maka angsa-angsa tersebut akan menganggap itu sebagai induknya sehingga ia akan mengikuti kemana saja anda pergi. (4). Ini biasanya dikondisikan selama proses pembelajaran yang sebagian besar dilakukan oleh manusia sebagai pendidiknya (contoh di dunia sirkus). Dapat juga terjadi kepada hewan yang semakin lama semakin sedikit mengeluarkan energi untuk memperoleh 49 . salah satunya adalah sekelompok angsa yang baru menetas lalu langsung anda beri makan. Perilaku Asosiasi Pengkondisian Operan (Operant Conditioning) : merupakan perialu yang diperoleh dari tindakan coba-coba atau trial and error. (3). Semakin dekat individu mendapatkan respon dengan adanya stimulus positif maka akan semakin mudah baginya mengulang keberhasilan respon tersebut. Perilaku ini dapat bersifat permanen namun dapat juga hilang seiring bertambahnya usia dan terlewatinya periode kritis. Walaupun anak-anak angsa tersebut kemudian melihat induk aslinya. Perilaku Asosiasi Pengkondisian Klasik (Clasical Conditioning): merupakan perilaku dimana hewan akan terbiasa untuk melakukan tindakan tertentu karena adanya orientasi hadiah (reward) yang akan dia peroleh jika hal tersebut ia lakukan dan adanya hukuman (punishment) jika ia tidak melaksanakannya. Imprinting : merupakan suatu perilaku berupa pengenalan atau persepsi terhadap suatu objek seperti induk yang berlangsung pada periode kritis setelah lahir (periode kritis ini berbeda masing-masing hewan). stimulus suara berupa garputala selalu berasosiasi dengan akan adanya makanan yang dia peroleh dari tuannya). Persepsi tentang hadia dan hukuman yang berasosiasi langsung dengan stimulus tertentu ini akan menjadi permanen sehingga kendati kemudian tidak ada hadia atau hukuman setelah respon yang ia lakukan.kebiasaan menepuk punggung tersebut ternyata tidak menimbulkan rasa sakit atau cidera maka anjing atau kucing akan mengabaikan saja tindakan itu yang pada akhirnya ia tidak akan merespon apapun ketika punggungnya ditepuk berulang kali. (2). tetap saja ia akan mengabaikan karena sudah ada persepsi dasar yang ia temukan saat pertama kali lahir. respon tersebut akan tetap ia lakukan pada periode berikutnya ketika ada stimulus serupa. Sebagian besar unggas biasanya memperlihatkan perilaku ini ketika baru lahir. Contohnya adalah perilaku lumba-lumba yang biasanya akan diberi makan jika ia bisa melintasi lingkaran api di atas kolam atau juga perilaku anjing yang segera menjulurkan lidah dan saliva yang menetes saat dibunyikan garputala (karena saat ia diajari pada periode seblumnya.

Imitasi : merupakan perilaku hewan yang diperolehnya dengan mengamati perilaku hewan lain lalu menirukannya tetapi peniruan ini terjadi setelah melewati periode kritis perkembangannya. (5). Banyak contoh hewan seperti anjing. Perilaku Inovasi (Insight Learning atau Reasoning) : merupakan perilaku paling cerdas dimana suatu hewan dapat merespon sesuatu stimulus pada kondisi tertentu dalam memecahkan permasalahannya secara cepat dan spontan kendati tidak ada pembelajaran yang identik dengan kondisi tersebut sebelumnya. Atau dapat juga berupa perilaku jerah setelah suatu pengalaman buruk tertentu yang ia peroleh ketika melakukan suatu tindakan. Maka dengan serta merta kera tersebut akan segera menyusun kotak-kotak kayu yang ada dalam ruangan membentuk tangga untuk mencapai pisang yang tinggi tersebut. Contoh Perilaku Alami (Mating Dance Pada Burung Kuau) (Champbellet al.. 2005) 50 . (6).makanan. Contohnya adalah seekor kera yang dikurung dalam ruang tertutup dimana di langit-langit ruangan digantungkan pisang yang tidak akan dapat diraihnya jika tanpa bantuan alat tertentu. kucing atau serigala yang belajar teknik tertentu dalam berburu mangsa dengan meniru induknya. 1. Gambar 3. Subjek dari inovasi adalah penyelesaian masalah (problem solving).

berguna pula untuk memperebutkan pasangan (misalnya pada bangsa aves). organisme (hewan) juga mengekspresikan suatu perilaku sesuai dengan kondisi lingkungan dan ‘lawan’ yang dihadapinya. 2005) Gambar 3. 2005) Telaah Khsusus :Tingkah laku Ikan Sepat Siam Dalam kehidupan sosialnya. dapat bersifat mematikan atau tidak. 2. 51 . Agonistik adalah perilaku agresif yang dilakukan untuk lulus hidup (survival). Bentuk perilaku sosial dapat berupa agonistik. Perilaku ini dikenal dengan perilaku sosial yang terjadi baik secara intraspesifik maupun interspesifik. teritorial dan alturistik.Gambar 3. Contoh Perilaku Belajar (Clasical Conditioning Pada Anjing-Percobaan Anjing Pavlov) (Jhonson. 3. Contoh Perilaku Inovasi (Insight Learning) pada kera (Jhonson.

52 . reseptor hewan juga sensitif terhadap perubahan osmolaritas dan asam-basa larutan. karbondioksida. Jenis tingkah laku ini termasuk gerakan sirip pelvis. Selain itu.Teritori adalah perilaku pertahanan terhadap daerah jelajah pribadi (baik kelompok maupun individu) guna menpertahankan tersedianya sumber makanan. Ikan sepat siam menunjukkan tingkah laku agresif terhadap sesamanya (tingkah laku intraspesifik). dan asam amino. hewan melibatkan sistem indera yang terkoordinasi dengan sistem saraf yang spesifik dan kompleks. oksigen. Adapun alturistik dikenal juga sebagai perilaku ‘non egois’ yang terdapat pada koloni yang berupa pengorbanan demi ketahanan kelompok walau kepentingan pribadinya terabaikan. tergantung kepada jenis senyawa yang dideteksi. tempat kawin dan pengasuhan anak yang menguntungkan. Sistem saraf biasanya terhubung dengan reseptor stimulus yang beragam sesuai dengan jenis atau sumber rangsangan. Dalam melakukan praktikum ini. sedikit membengkokkan bagian belakang dan menggigit lawan. Hewan-hewan juga memiliki kemoreseptor spesifik terhadap senyawa penting seperti glukosa. pukulan ekor dan cambukan ekor. Tingkah laku ini sering ditunjukkan kepada sesamanya dengan menampilkan gerakan membelokkan sisi tubuh ke lawan. Perilaku ini juga merupakan upaya adaptasi guna mempertahankan daya lulus hidup. Bentuk respon yang dilakukan oleh hewan dapat bersifat positif (mendekat) atau negatif (menghindar). Setelah melakukan gerakan ini ikan akan menampilkan gerakan berhadapan. Tingkah laku yang menyertai antara lain adalah mendirikan operkulum (tutup insang) lalu tingkah laku menyerang seperti merendahkan kepala. Telaa Khusus :Tingkah Laku Planaria Ketika berinteraksi dengan lingkungannya yang terekspresi dalam bentuk tingkah laku. Planaria akan menghindar dari cahaya sebagai upaya untuk menyelamatkan diri dari pemangsa. Invertebrata seperti Planaria memiliki fotoreseptor yang spesifik berupa mangkuk mata (eye cup) yang memberikan informasi tentang intensitas dan arah cahaya tanpa membentuk bayangan sesungguhnya. jangan menguji beberapa fotokopi ikan yang berwarna sekaligus karena akan tidak diketahui warna mana yang akan menyebabkan munculnya tingkah laku tersebut.

senter kecil. planaria. ikan komet yang baru saja dipelihara yang belum terbiasa diberi pakan. dan ikan yang baru dipelihara pada aquarium kedua. dan satu tetes sukrosa pada petridish kedua pada posisi yang dekat juga dengan Planaria. Masukkan masing-masing satu ekor Planaria kedalam petridish di satu sisi (agak ke tepi).Selanjutnya berikan sinar dengan lampu senter pada sisi terang secara tegak lurus dengan permukaan air. Catat bagaimana respon dari hewan tersebut. Prosedur Kerja Perilaku Innate Fotopobia Planaria :Sediahkan sebuah petridish berukuran sedang yang berisi aquadest lalu masukkan Planaria dua ekor di dalamnya. Selanjutnya teteskan satu tetes larutan NaCl pada petridish pertama pada posisi dekat dengan Planaria. Kegiatan 2 . Tingkah Laku Innate Planaria Alat & Bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah petridish. Perilaku Innate Kemotaksis Planaria : Sediahkan dua petridish yang diisi dengan aquadest secukupnya. lakukan peengamatan perilaku berupa responnya ketika kita mendekati aquarium dan menjulurkan jemari ke permukaan air di 53 . aquadest. Tutup sebagian permukaan petridish dengan kertas karbon sehingga menjadi gelap.Selanjutnya.Kegiatan 1.Analisis hasil pengamatan dan interpretasikan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya. sedangkan satu sisi menjadi terang.Catat kemana arah geraknya. larutan NaCl dan sukrosa. mendekat atau menghindar.Biarkan ikan berada dalam aquarium selama satu malam dan jangan diberi pakan apa-apa. cenderung ke tempat gelap atau tempat yang terang. pipet tetes. Prosedur Kerja Masukkan masing-masing ikan komet pada aquarium yang berbeda. kertas karbon hitam. Perilaku Clasical Conditioning Ikan Komet Alat & Bahan Alat dan bahan yang diperlukan adalah dua unit aquarium beraerasi dan berisi air. loupe. ikan komet yang sudah lama dipelihara di dalam aquarium dan terbiasa diberi pakan setiap hari.Amati respon Planaria terhadap kondisi terang dan gelap tersebut. ikan yang sudah terbiasa diberi pakan diletakkan pada aquarium pertama.

Catat dan interpretasikan hasil praktikum pada lembar kerja. Evaluasi : Soal Objektif Pendalaman Materi Teoritis: 1.. kecuali. Innate fotopobia 2. Perilaku Innate Planaria No. Innate kemotaksis NaCl : Sukrosa : Respon Planaria (Perilaku) Analisis : …………………………………………………………………….. Diantara bentuk proses belajar yang menghasilkan jenis perilaku. Habituasi d. Lembaran Kerja : a. Perilaku Clasical Conditioning Ikan Komet Respon Ikan Komet Yang Sudah lama dipelihara Yang baru dipelihara Ketika jemari didekatkan ke permukaan air dalam aquarium Analisis : ……………………………………………………………………. Jenis Perilaku 1.. Adaptasi evolusi yang menyebabkan terjadinya suatu kelulushidupan dan kesuksesan reproduksi b.Bandingkan respon ikan pada kedua aquarium tersebut. a.. Imitasi b. Asosiasi c. Ritme biologi waktu dan kebiasan-kebiasaan yang sering diperbuat oleh suatu organisme 54 . Perilaku dapat didefinisikan sebagai.dalam aquarium. a. Diferensiasi 2.. b.

perilaku akan bersifat. Perilaku tersebut dapat dikelompokkan ke dalam. Pengalaman dan proses belajar d. 7. Insight learnin 55 .. a. a. Clasical-conditioning Perilaku suatu hewan terjadi karena . Genetis dan evolusi Efek perilaku pada dasarnya dapat meningkatkan kebugaran (fitness).. Istilah yang tepat untuk menjelaskan perilaku burung tersebut adalah. 9.. 4. Suatu respon terhadap kondisi-kondisi tertentu yang ditimbulkan karena adanya stimulus d. Evolusinya dan lingkungan b. Respon pengenalan terhadap suatu objek atau peristiwa Anak burung yang baru menetas selalu membuka mulutnya sebagai bentuk respon terhadap induknya yang akan menaruh makanan dalam mulutnya. Perilaku agonistik tidak melibatkan konflik simbolik dan seringkali tidak menyebabkan bahaya yang serius baik bagi pemenang atau yang kalah dalam perkelahian atau pertemuan tersebut Kontroversi nature versuse nurture berpusat pada.. Mencegah degradasi anggota populasi Yang manakah diantara pernyataan berikut yang tidak benar mengenai perilaku agonistik? a...3... Agonistik terhadap makanan d.. a. a. Perbedaan antara penyebab proksimat dan ultimat perilaku c. a. Habituasi d. Dalam hal ini. 8. Insting Respon suatu organisme terhadap suatu stimulus yang diberikan akan melahirkan pola tingkah laku seperti. c. a. Sejauh mana perilaku seekor hewan bersifat bawaan atau dipelajari d. Menurunkan daya adaptasi c. Apakah hewan memiliki perasaan atau kesadaran Seekor burung merpati secara tidak sengaja menemukan seekor ulat di bawah sarangnya. Kinestesis b. Perilaku agonistik paling umum pada anggota spesies yang sama b.. Perilaku agonistik terjadi untuk menarik pasangan kawin d. Kinesis c. Peranan gen dalam pembelajaran b.. Pengemangan suatu pencarian citra c. Meningkatkan daya adaptasi b. Perilaku agonistik pada dasarnya dilakukan untuk dapat tetap hidup (survival) c. Mengurangi resiko terhadap pemangsa d.. 6. Ritme cicardian d. Streotifik c. Genetis dan proses belajar c. 5. Innate clasic b.. Pengembangan pencarian makanan secara insting b.

Perilaku yang diperlihatkan oleh ikan komet yang sudah lama dipelihara termasuk kedalam kelompok perilaku… a. Ikan tidak lagi merespon c. Menghidari cahaya sama artinya dengan menghidari datangnya mangsa b. maka yang terjadi adalah. Ikan memperlihatkan perilaku menyerang b. Menggerakkan ekor lalu menyerang bertubi-tubi 4.. Meniru tingkah laku ikan tersebut d. Perilaku semi alami d. a. Setelah kejadian itu. lalu menyerang tak tentu arah c.. Hanya mengamati saja 6. Perilaku ini lebih tepat dikelompokkan ke dalam a. Perilaku alami b. Berputar-putar. Menghindari cahaya akan mempercepat mekanisme reproduksinya 56 . serigala mendapatkan pengalaman untuk tidak menyerang landak.. Seekor srigala diserang oleh landak sehingga menyebabkan tubuh dan wajahnya terluka oleh duri landak yang menancap. Diam c.10. a. Tidak mengacuhkan b.. Ikan sesekali merespon d. Perilaku belajar c. Egois d. Jika replika ikan berwarna dihadapkan kepada ikan sepat siam lebih dari 5 menit. Mendekat dan merespon 5. Hubungan antara perilaku menghidari cahaya dari planaria dengan adaptasinya adalah. Menyerang c.. Merendahkan kepala. Trial d. Agonisitik b. Diantara perilaku agresif yang menyertai ikan sepat siam dalam praktikum adalah. Ikan sudah mengenali kertas replika sehingga tidak lagi mengacuhkan 3. Egois c. membengkokkan sirip. Berenang tak tentu arah sambil membuka operculumnya d. Trial and eror Soal Objektif Untuk Pendalaman Materi Praktikum: 1. a. a. Menurut anda apa yang akan terjadi jika ikan sepat siam ditempatkan dalam wadah bersama ikan jenis lain? a.. membengkokkan ekor lalu menyerang b. Perilaku kompleks 2.. Replika ikan berwarna dengan motif yang sama dengan ikan sepat siam akan menyebabkan ikan tersebut berperilaku. Agresif menyerang b.

Respon planaria terhadap jenis senyawa yang dideteksinya tergantung kepada.. Habituasi Soal Essay : 1. a. Intensitas cahaya dan arah cahaya c.... Interval penyinaran 9. Terbentuknya bayangan d. Respon planaria terhadap senyawa glukosa adalah... Apa hubungan warna dengan intensitas respon ikan tersebut ? 3.c. Komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam membentuk suatu pola tingkah laku ? 8. Adaptasinya dalam mempertahan daya lulus hidup c. Tidak berespon d. Apa yang dimaksud dengan tingkah laku ? 7. Bagaimana perbedaan pola perilaku pada hewan invertebrata dan vertebrata ? 10. Taksis random c. a. Stimulan apa yang menimbulkan respon pada planaria ? 5.. dan C benar 10.. Sensitifitas perubahan osmolaritas dan asam basa larutan b. Intensitas dan bayangan yang terbentuk b. Pada dasarnya reaksi planaria terhadap cahaya hanya didasari pada reseptor yang mendeteksi . a.. A. Dapatkah suatu perilaku hewan mengalami perubahan ? Jelaskan ! Essay : 57 . Bersifat negatif (menjauh) c. Mati 8. Chemokinesis communication d. Ada tidaknya gangguan pada stimulus yang mempengaruhi ritme biologi internal d. Menghidari cahaya akan mempermudah mengidentifikasi makanan d. Bersifat positif (mendekat) b. B. Warna apa yang menimbulkan respon agresif pada ikan sepat siam ? 2. Menghidari cahaya akan memperbesar laju pertumbuhan 7. Mekanisme kinesis random b.. Stimulan mana yang menimbulkan respon positif dan stimulan mana yang menimbulkan respon negatif? Mengapa demikian ? 6. Pergerakan planaria yang terjadi karena kondisi lingkungan cahaya yang tidak sesuai dikelompokkan ke dalam jenis perilaku. Mengapa ikan sepat siam cenderung berperilaku agresif ? Adakah hubungannya dengan adaptasi ? 4. a. Apa saja jenis pola perilaku pada hewan ? 9..

E. Sanlon. L. D.. Solomon. New York. Philadelpia. Villee. V. W. R. 1996. Jhonson. Biology 4th Ed. Wiley and Sons. *** 58 . and C. P. Davis Company. R. 2007. Essentials of Anatomy and Physiology Fith Edition. Martin. T.. 3. Biology Sixth Edition. 2005.Daftar Bacaan : 1. Sanders. Saunders College Pub. 2. C. Ber.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful