Permainan untuk Kepentingan Belajar (Instructional Games

)

Menurut pandangan para ahli psikologi perkembangan, bermain sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif dan kreatif, sebab pada dasarnya bermain itu sangat erat kaitannya dengan perkembangan dari kewajaran dan keindahan gerak manusia.Para ahli antropologi berpendapat bahwa bermain bagi masyarakat primitif berguna untuk mengajarkan teknik-teknik untuk menyelamatkan diri dan mempertahankan hidup.Sebenarnya pandangan itu masuk akal, karena bermain bagi masyarakat yang telah maju, memiliki fungsi yang hampir sama.Seorang psikolog, Jean Piaget (baca; Piase) berpendapat bahwa bermain adalah manifestasi penyesuaian; salah satu dasar proses-proses mental menuju kepada pertumbuhan intelektual.Banyak ahli, menurut hasil pengamatan, menyetujui bahwa bermain adalah suatu mekanisme penyesuaian yang penting bagi perkembangan/pertumbuhan manusia.

a.Permainan sebagai rangkaian kegiatan belajar

Permainan dapat menimbulkan kegiatan belajar yang menarik.Anak didik, terutama yang sedang berada dalam masa pertumbuhan, segera secara langsung menanggapi dengan positif bila ada ajakan untuk bermain.Permainan merupakan suatu selingan bagi acara-acara yang secara rutin berlangsung di kelas dari hari ke hari.Untuk itu, tanggapan yang positif dari siswa terhadap proses belajar dalam bentuk permainan itu merupakan hal yang wajar, karena sebagai imbalan terhadap rasa jenuh akibat berada terus-menerus dalam ruang lingkup kelas.Singkatnya, permainan dapat membantu membuat suasana lingkungan belajar menjadi senang, bahagia, santai, namun tetap memiliki suasana belajar yang kondusif.Dengan bermain, banyak keterampilan/keterampilan dapat dipraktekkan secara berulang-ulang sehingga bisa dikuasai dengan baik.Melalui latihan-latihan dalam melakukan gerakan-gerakan, para siswa lebih matang dalam suatu hal yang membutuhkan keterampilan.

Tentu saja untuk menjadikan permainan itu benar-benar mengandung arti pembelajaran, kegiatan tersebut harus menjurus pada pencapaian kemampuan akademis.Jenis-jenis permainan dalam pembelajaran yang mengandung unsur persaingan (kompetisi), harus dilakukan berdasarkansuatu pemikiranyang matang.Persaingan antara individu melawan individu, dapat merupakan motivasi yang baik, sepanjang dilakukan dengan rasa saling menghormati dan menuju pada pencapaian tujuan pembelajaran.Permainan beregu juga memiliki hal yang sama, hanya perlu ditambahkan adanya kesatuan dan kerja sama dalam kelompok/regu (team) sendiri.

tidak putus asa dan pantang menyerah. latihan-latihan matematika. tabah. Hurlock. dimana siswa harus bermain hanya melawan sesuatu yang telah menjadi standar. membeda-bedakan. juga merupakan suatu pilihan yang baik.Penerapan permainan pembelajaran Kegiatan seperti ini baik/cocok untuk: <!--[if !supportLists]-->1)<!--[endif]-->Mencapai tujuan kognitif secara umum. Perkembangan Sosial Anak 1. karena dalam hal seperti ini siswa dilatih untuk bekerja sendiri. dan sebagainya. kemampuan berhitung. B. ejaan. terutama yang termasuk pengenalan.Pengertian Perkembangan sosial adalah perubahan dari keadaan penuh ketergantungan menuju kemandirian dalam suasana kedewasaan sosial yang bertanggung jawab. Kadar ketergantungan berkurang sejalan dengan perkembangan kemampuam berbagai aspek kepribadian. misalnya aturan-aturan tata bahasa. (1999: 250) menjelaskan bahwa “Perkembangan sosial berarti kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial”. fisika). misalnya mengenai tata bahasa. rumus-rumus (kimia. percaya diri. latihan-latihan pengulangan. b. . nama-nama tempat. <!--[if !supportLists]-->2)<!--[endif]-->Menambahkan motivasi pada pokok-pokok yang biasanya kurang menarik perhatian siswa. dan sebagainya.Untuk kepentingan pembelajaran melalui permainan. Ketergantungan sosial secara relatif berakhir waktu individu mampu mandiri dan berdikari dalam kedewasaannya. <!--[if !supportLists]-->3)<!--[endif]-->Latihan-latihan kelompok kecil yang kurang diawasi dan kurang mendapat pengarahan dari guru.

Perilaku kelekatan (attachment behaviour) . (1992: 45) mengemukakan bahwa: Perkembangan sosial merupakan interkasi di kalangan manusia.Kemurahan hati d. prasangka dan sikap membedakan seringkali meningkatdan jarak antara kedua jenis kelamin semakin melebar.Empati g. interaksi adalah komunikasi dengan manusia lain.Simpati f. simpati dan antipati. Karakteristik Perkembangan Sosial Anak yang Baik Biasanya keinginan untuk diterima secara sosial cukup kuat untuk menjadi pendorong bagi peningkatan perilaku sosial.Persaingan c. saling memberi dan menerima. dan sebagainya. 2.Sikap ramah i.Hasrat akan penerimaan sosial e. anak-anak biasanya kurang menuntut serta lebih kooperatif dan lebih menerima perilaku sosial dengan meningkatnya usia mereka. rasa setia kawan.Zulkifli. perasaan hidup bermasyarakat seperti saling tolong menolong.Meniru k. hubungan yang menimbulkan perasaan sosial yaitu perasaan yang mengikatkan individu dengan sesama manusia. Usaha ke arah ini mula-mula dipusatkan pada pembentulan pola perilaku yang tidak baik dan kemudian memperkuat pola perilaku sosial yang baik. Sebaliknya.Sikap tidak mementingkan diri sendiri j. Kerja sama b.Ketergantungan h. Adapun karakteristik perkembangan sosial anak yang baik yang dikemukakan oleh Sinolungan (2001) adalah: a. Sebagai contoh.

sebagaimana terlihat pada kesediaan untuk berbagi sesuatu dengan anak lain. perhatian. c. Hal ini hanya berkembang jika anak dapat memahami ekspresi wajah atau maksud pembicaraan orang lain. d. Mereka mengekspresikan simpati dengan berusaha menolong atau menghibur seseorang yang sedang bersedih. h.Sikap ramah.Kemurahan hati. b.Adapun penjelasan karakteristik perkembangan sosial anak yang baik adalah: a. . Kemurahan hati. meningkat dan sikap mementingkan diri sendiri semakin berkurang setelah anak belajar bahwa kemurahan hati menghasilkan penerimaan sosial. Jika persaingan merupakan dorongan bagi anak-anak untuk berusaha sebaikbaiknya. Anak kecil memperlihatkan sikap ramah melalui kesediaan melakukan sesuatu untuk atau bersama anak/orang lain dan dengan mengekspresikan kasih sayang kepada mereka. Ketergantungan terhadap orang lain dalam hal bantuan. e.Ketergantungan.Simpati. Anak kecil tidak mampu berprilaku simpatik sampai mereka pernah mengalami situasi yang mirip dengan duka cita.Hasrat akan penerimaan sosial.Persaingan. Semakin banyak kesempatan yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu bersama-sama. Anak yang berjiwa bebas kekurangan motivasi ini. semakin cepat mereka belajar melakukannya dengan cara bekerja sama. Empati kemampuan meletakkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Hasrat untuk diterima oleh orang dewasa biasanya timbul lebih awal dibandingkan dengan hasrat untuk diterima oleh teman sebayanya. f. g. hal itu akan menambah sosialisasi mereka. Jika hasrat untuk diterima kuat. dan kasih sayang mendorong anak untuk berprilaku dalam cara yang diterima secara sosial. hal itu mendorong anak untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial.Empati. Kerja sama.

j. Anak yang mempumyai kesempatan dan mendapat dorongan untuk membagi apa yang mereka miliki dan yang tidak terus menerus menjadi pusat perhatian keluarga. 3. anak sudah mampu mengikatkan diri bermain dengan anak lain dalam kelompok. Khususnya dalam permainan fantasi dengan memerankan suatu peran. Kasih sayang orangtua atau pengasuh selama beberapa tahun pertama kehidupan merupakan kunci utama perkembangan sosial anak. k. yaitu tatkala bayi mengembangkan suatu kelekatan yang hangat dan penuh cinta kasih kepada ibu atau pengganti ibu. Dari landasan yang diletakkan pada masa bayi. belajar memikirkan orang lain dan berbuat untuk orang lain dan bukannya hanya memusatkan perhatian pada kepentingan dan miliki mereka sendiri. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak Perkembangan sosial anak diawali dengan bermain secara paralel. Dengan meniru seseorang yang diterima baik oleh kelompok sosial. Hubungan orangtua dan pengasuhnya merupakan dasar bagi perkembangan sosial anak. Dengan bertambahnya usia.Meniru. di mana terlihat anak bermain seolah-olah bermain dengan temannya namun ternyata asyik dengan permainannya sendiri. Permainan dapat meningkatkan perkembangan sosial anak. anak-anak mengembangkan sifat yang menambah penerimaan kelompok terhadap diri mereka. Istilah gender dimaksudkan sebagai tingkah laku dan sikap yang . Gender merupakan salah satu aspek penting yang mempengaruhi perkembangan sosial pada masa awal anak-anak. meningkatkan kemungkinan anak memiliki kompetensi secara sosial dan penyesuaian diri yang baik pada tahun-tahun prasekolah dan sesudahnya.Sikap tidak mementingkan diri sendiri. anak belajar memahami orang lain dan peran-peran yang akan ia mainkan di kemudian hari setelah tumbuh menjadi orang dewasa. Perilaku kelekatan (attachment behaviour).i. anak kecil mengalihkan pola perilaku ini kepada anak/orang lain dan belajar membina persahabatan dengan mereka.

di rumah atau halaman kemudian meluas kepada tetangga sebaya dan orangorang lingkungan terdekat. sutu kepercayaan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan secara biologis. sikap tentang jenis kelamin mana yang mereka kehendaki.diasosiasikan dengan laki-laki atau perempuan. yaitu rasa laki-laki atau perempuan. Penelitian sejumlah antropolog pada banyak suku di dunia menunjuk adanya kesamaan pola perilaku sosial warga pendukung suatu kebudayaan. Kedua. bersikap. Pandangan antropolog seperti Haeckel tak terlepas dari pengruh budaya kolektif zaman lampau yang suda terlupakan. Anak mulai bermain dan bercakap sendiri. Sheperd-Look dalam Sinolungan (2001) mengemukakan bahwa kebanyakan anak mengalami sekurang-kurangnya tiga tahap dalam pekembangan gender. Pola Budaya dan Perilaku Sosial Pola budaya adalah refleksi warisan kolektif yang dipelihara suatu kelompok masyarakat berkebudayaan tertentu. bahwa ontogenese dalah rekapitulasi dari phylogenese. Carl Gustave Jung dalam Sinolungan (2001) mengajukan das Kollective Unbewuszte atau kesadaran kolektif yang diwariskan nenek moyang turun temurun dari generasi ke generasi. Pertama. Oleh Jung pengalaman kolektif itu tetap ada dalam ketaksadaran kolektif manusia yang mempengaruhi perilakunya. Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan. seperti cara berbahasa. Terlebih jika didorong orang tua dan dipacu orang-orang di sekitarnya. C. berespons menghadapi sesuatu. dan kepuasaan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. mereka memperoleh ketetapan gender. Sebab itu agak mudah mengenali asal usul seseorang dari ungkapan budaya.Upaya Mengembangkan Sikap Sosial Anak Melalui Permainan Menyertai perkembangan fisik dan psikis sejak masa bayi teramati kegiatan awal dalam bermain dan sikap kompetitif yang wajar dan sportif terhadap sesamanya. . Haeckel mengemukakan teori rekapitulasi. Hal itu terwujud pada pola perilaku warga masyarakatnya. Ketiga. kegembiraan. dan tak berubah-ubah. anak mengembangkan kepercayaan tentang identitas gender. anak mengembangkan keistimewaan gender. Maksudnya perkembangan makhluk manusia pada suatu tahapan (ontogenese) adalah ulangan singkat (rekapitulasi) dari perkembangan jenis (phylogenese) sejak jaman purba. permanen.

sehingga mereka menjadi lebih mampu untuk mengendalikan tingkah lakunya. 1. Kesadaran itu diwujudkan dalam pembinaan keluarga yang utuh. karate. seperti yudo. Hal ini tampak dalam kompetisi beberapa jenis olahraga. anak secara berangsur-angsur lebih banyak mempelajari mengenai sikap-sikap dan motivasi orang tuanya. sekolah. serasi dan sehat.Keluarga Orangtua perlu menyadari tanggung jawab menumbuhkan perilaku sosial anak-anak titipan-Nya. tetapi tetap dalam suasana persahabatan. Sikap positif itu menandai perkembangan sosial yang wajar di tengah sikap kompetitif dalam melakukan permainan di lingkungan masyarakat. serta memahami aturanaturan keluarga. . dan masyarakat. tinju. atau bola kaki.Dalam kompetisi tersirat perjuangan untuk memenangkan sesuatu sesuai aturan permainan adalah. teman membuat hidup si anak lebih menarik dan menyenangkan. Perubahan ini mempunyai dampak yang besar terhadap kualitas hubungan antara anak-anak usia sekolah dasar dan orangtua mereka (Seifert dan Hoffnung dalam Sinolungan). Setiap pihak ingin mewujudkan diri mengungguli pihak lain dan boleh menang. Pertandingan kompetitif sekalipun keras seperti saling mematikan. persaingan kompetitif yang tidak berisi pertentangan pribadi. masing-masing pihak bersikap sportif saling berjabat tangan atau berangkulan seperti saudara atau sahabat karib. karena dengan permainan anak-anak dapat mengetahui peran dan fungsinya dalam kelompok. Upaya mengembangkan kemampuan sosial anak berimplikasi pada tanggung jawab pelaksanaan pendidikan dalam kerjasama keluarga. Sesuai dengan perkembangan sosial yang semakin matang. dengan permainan anak juga mempunyai teman yang banyak. Usai kompetisi yang keras. Permainan memberikan pengaruh besar dalam mengembangkan kemampuan sosial anak. Di sana orangtua memberi kebebasan bereksplorasi pada suasana kerja sama juga persaingan sehat dalam berbagai kegiatan anak-anak mereka. seperti bermain.

karena selama masa pertengahan dan akhir anak-anak. <!--[if !supportLists]-->c. dan dipelihara bersama-sama dalam belajar. Anak-anak menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah sebagai anggota suatu masyarakat kecil yang harus mengerjakan sejumlah tugas dan mengikuti sejumlah aturan yang menegaskan dan membatasi perilaku. Kepada siswa diajarkan tentang disiplin dan aturan melalui keteraturan atau conformity yang disiratkan dalam tiap pelajaran (Sinolungan. Sekolah mengupayakan layanan bimbingan kepada peserta didik. perasaan dan sikap mereka (Santrock dalam Sinolungan) Di sekolah. dan hubungan sosial yang wajar pada peserta didiknya. <!--[if !supportLists]-->b.<!--[endif]-->Biaya untuk latihan-latihan dapat dikurangi .000 jam waktunya di ruang kelas. bermain dan berkompetisi sehat. anak menghabiskan kurang lebih 10.anak didik dapat segera melihat/mengetahui hasil dari pekerjaan mereka. Jenis permainan yang diterapkan di lingkungan sekolah yaitu permainan simulasi yakni gabungan dari sifat-sifat yang dimiliki oleh simulasi (permainan peran.<!--[endif]-->Melalui permainan simulasi. dibanding dengan hanya mencari pemecahan masalah melalui bahan-bahan bacaan. Hubungan sosial yang sehat dalam sekolah dan kelas seyogyanya diprogram.Sekolah Sekolah juga mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan sikap sosial anak.2. suatu contoh atau sesuatu yang menyerupai sesuatu yang nyata) dengan sifat-sifat yang dimiliki/diperlukan dalam suatu permainan (mempunyai suatu tujuan. mempunyai peraturan dan tata tertib khusus). dikreasikan. Bimbingan selain untuk belajar adalah untuk penyesuaian diri ke dalam lingkungan atau juga penyerasian terhadap lingkungannya.<!--[endif]-->Permainan simulasi memungkinkan peserta untuk memecahkan masalah-masalah nyata. 2001). Keuntungan yang diperoleh melalui permainan simulasi dalam proses belajar mengajar yang dikemukakan oleh Latuheru (2002: 123) sebagai berikut: <!--[if !supportLists]-->a. guru membimbing perkembangan kemampuan sikap.

fasilitator. serta belajar dan bekerja bersama dalam kelompokkelompok sehat yang bersaing. Masyarakat Dalam masyarakat berbagai lembaga perlu bergiat secara terpadu memprogramkan kegiatan pendidikan di luar sekolah. <!--[if !supportLists]-->f.<!--[if !supportLists]-->d. Dorong dan kembangkan rasa bersalah juga rasa malu melanggar norma-norma kehidupan bersama. Suasana interaksi dalam hubungan sosial tersebut patut dipelihara dan dikembangkan oleh manusia dalam proses pendidikan sepanjang hayat.<!--[endif]-->Bila menggunakan permainan simulasi dalam masalahmasalah pembelajaran maka guru harus berperan sebagai seorang motivator. maupun modul.<!--[endif]-->Permainan simulasi memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulangi sebanyak yang dikehendaki. Pemimpin yang juga berfungsi sebagai pendidik diisyaratkan memberi teladan dalam interaksi sosial yang sehat bersama lingkungannya. Juga memprogram kompetisi di bidang seni.<!--[endif]-->Pengalaman-pengalaman yang terdapat dalam alam nyata. olah raga. Ia menanamkan penghormatan pada martabat manusia. <!--[if !supportLists]-->e. <!--[if !supportLists]-->h. . bahkan seorang penolong. sehingga memungkinkan penggunaannya dalam hampir semua bidang.<!--[endif]-->Ada berbagai macam kemungkinan variasi dalam permainan simulasi.<!--[endif]-->Permainan simulasi juga bisa menggunakan berbagai jenis media. Pendidik menyusun dan mengupayakan program penyaluran energi berlebih dalam waktu luang untuk kompetisi berprestasi antar siswa. hanya dapat diatur secara sederhana dalam suatu permainan di dalam kelas. sistem multi media. Juga menumbuhkan solidaritas kelompok serta sifat suka menolong berdasar kasih sayang dengan memperlakukan sesama sebagaimana ia ingin diperlakukan orang lain. 3. <!--[if !supportLists]-->g.

(b) Mengembangkan daya fantasi. terutama dengan teman sebaya. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. (b) Mampu mengenal kekuatan sendiri. dan (c) Tidak berbahaya.Hurlock (1999) mengemukakan bahwa di lingkungan masyarakat. Teman sebaya (peer) sebagai sebuah kelompok sosial sering didefinisikan sebagai semua orang yang memiliki kesamaan sosial atau yang memiliki kesamaan ciri-ciri. Permainan yang baik memiliki beberapa syarat diantaranya: (a) Mudah dibongkar pasang. Sebab. anak mulai bermain bersama dengan teman sebayanya sehingga anak mengerti tentang bagaimana carabelajar bermasyarakat (mereka belajar bagaimana membentuk hubungan sosial dan bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah yang timbul dalam hubungan tersebut).Permainan adalah salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan pada masa anak-anak. (c) Mendapat . seperti kesamaan tingkat usia (Hetherington dan Parke dalam Sinolungan). Perkembangan sosial sejak usia prasekolah hingga akhir masa sekolah ditandai oleh semakin meluasnya pergaulan sosial. Karena itu kebanyakan hubungan sosial dengan teman sebaya dalam masa ini terjadi dalam bentuk permainan. BAB III PENUTUP A. Adapun faedah permainan untuk anak-anak: (a) Sarana untuk membawa anak ke alam bermasyarakat. Akan tetapi. anak-anak menghabiskan waktunya lebih banyak di luar rumah bermain dengan temantemannya dibanding terlibat dengan aktifitas lain. belakangan defenisi teman sebaya lebih ditekankan pada kesamaan tingkah laku atau psikologis (Lewis dan Rosenblum dalam Sinolungan). Kesimpulan Berdasarkan pemaparan sebelumnya.

dan kepuasan. Upaya mengembangkan kemampuan sosial anak berimplikasi pada tanggung jawab pelaksanaan pendidikan dalam kerjasama keluarga.kesempatan mengembangkan fantasi dan menyalurkan kecenderungan pembawaannya.<!--[endif]-->Empati. guru membimbing perkembangan kemampuan sikap. (e) Memperoleh kegembiraan. Hubungan sosial yang sehat dalam sekolah dan kelas seyogyanya diprogram. dan dipelihara bersama-sama dalam belajar. b. dan masyarakat. Orangtua perlu menyadari tanggung jawab menumbuhkan perilaku sosial anak-anak titipan-Nya. . seperti bermain. dikreasikan. dan (f) Melatih diri untuk menaati peraturan yang berlaku Permainan memberikan pengaruh pada perkembangan sosial anak diantaranya: <!--[if !supportLists]-->a. agar anak tidak hidup dalam kepentingan diri sendiri atau seorang egosentris. (d) Berlatih menempa perasaannya. serasi dan sehat. Kesadaran itu diwujudkan dalam pembinaan keluarga yang utuh. bermain dan berkompetisi sehat.Di sekolah. a. 2.Perkembangan sosial adalah perubahan dari keadaan penuh ketergantungan menuju kemandirian dalam suasana kedewasaan sosial yang bertanggung jawab.<!--[endif]-->Penerimaan lingkungan dan pengalaman positf melalui perkembangan sosial pada anak dapat ditanamkan sikap disiplin <!--[if !supportLists]-->b. <!--[if !supportLists]-->c. kesenangan.Keluarga.<!--[endif]-->Peran yakni fungsi anak dalam kelompok. Di sana orangtua memberi kebebasan bereksplorasi pada suasana kerja sama juga persaingan sehat dalam berbagai kegiatan anak-anak mereka. <!--[if !supportLists]-->d. dan hubungan sosial yang wajar pada peserta didiknya. sekolah.<!--[endif]-->Moralitas anak mengikuti norma-norma yang ada di masyarakat.

Kenali perilaku dan psikologi anak.Jangan memberikan mainan kepada anak dengan pertimbangan mahal tidaknya mainan tersebut.c. sebaiknya selalu mendampingi anak di waktu bermain. <!--[if !supportLists]-->3. Saran <!--[if !supportLists]-->1.hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan sosial anak. karena kurangnya rasa interest dan tak merasa tertantang. mengingat permainan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan jiwa anak. hal ini akan bermanfaat dalam memahamijenis mainan yang perlu diberikan kepada anak.Sebaliknya.Jangan sampai dengan permainan membuatnya bosan atau bahkan membuat stress anak karena stimulasi yang diterima tidak sesuai.<!--[endif]-->Diharapkan kepada pendidik bahwa dalam pemilihan permainan untuk kepentingan belajar sangat diperlukan penyesuaian kegiatan permainan yang menjurus pada pencapaian kemampuan akademis.Jenis-jenis permainan dalam pembelajaran sebaiknya mengandung unsur persaingan (kompetisi)untuk meningkatkan motivasi bagi anak didik.<!--[endif]-->Bagi guru dan orang tua. dalam masyarakat berbagai lembaga perlu bergiat secara terpadu memprogramkan kegiatan pendidikan di luar sekolah. Pendidik menyusun dan mengupayakan program penyaluran energi berlebih dalam waktu luang untuk kompetisi berprestasi antar siswa.Pendapat tersebut kurang begitu tepat dan bijaksana.<!--[endif]-->Sebaiknya para orang tua tidak lagi menganggap bahwa “permainan tidak ada gunanya”. <!--[if !supportLists]-->2. B. . permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Masyarakat.Tetapi disesuaikan antara permainan dengan kemampuan anak. Orang tua sebaiknya lebih peduli terhadap mainan yang digunakan sang anak.

Dia tidak dapat membezakan gelas miliknya. Di dalam kelas tadika untuk kanak-kanak berusia 5 dan 6 tahun kanak-kanak bermain untuk membina konsep. Pengenalan dapat dilihat menerusi contoh kanak-kanak dengan gelas air minuman. Contoh yang lain seorang kanak-kanak meletakkan segelas air sirap di atas meja kemudian bermain di sudut pembelajaran. Menseimbangkan bermain dan belajar ataupun membuat kerja. Apabila dia datang semula di meja terdapat dua gelas air sirap. Kanak-kanak terpaksa membanding beza dua objek untuk disesuaikan. . Kanak-kanak berhadapan dengan masalah untuk mengenal pasti persamaan antara objek dan peristiwa. membanding dan membezakan. Pengenalan melibatkan antara dua penglihatan terhadap objek yang sama. Kesimpulannya persamaan terbina sama ada antara dua penglihatan objek atau peristiwa. antara objek yang berbeza atau peristiwa. Hal ini penting untuk memahami penemuan oleh kanak-kanak sewaktu percubaannya menyelesaikan masalah. Terdapat dua jenis persamaan iaitu pengenalan (identity) dan kesetaraan (equivalence). Bermain adalah proses pembelajaran kanak-kanak untuk memahami sesuatu konsep. menjadi rangka kerja yang penting bagi membentuk kurikulum dan persekitaran pembelajaran kanak-kanak. Melalui penerokaan dan membina semula konsep menerusi bermain dapat mengukuhkan kefahaman kanak-kanak terhadap konsep yang ingin diketahui.PENDEKATAN BERMAIN Kanak-kanak belajar melalui bermain. Kanak-kank perlu membina persamaan antara sekeping jigsaw puzzle dan ruang jigsaw puzzle. Aktiviti pengajaran dan pembelajaran perlu menyediakan main bercorak konstruktif selain dari bersosial. Manakala kesetaraan melibatkan persamaan dua atau lebih objek. Pembelajaran yang bermakna berlaku terutama ketika bermain. Contohnya untuk meletakkan sekeping jigsaw puzzle di atas papan jigsaw. Pemahaman guru berkenaan teori-teori perkembangan dan pembelajaran serta interaksi kanakkanak dengan guru dan rakan dapat membantu merancang pembelajaran melalui bermain. Keadaan ini menyebabkan dia perlu membina persamaan antara gelas kepunyaannya sebelum ini dan gelas yang baru dilihatnya. Manakala kesetaraan dapat dilihat menerusi contoh kanakkanak dan jigsaw puzzle. Dia tentunya akan tertanya-tanya yang manakah gelas miliknya.

Mungkin mereka boleh menggunakan kain menapis warna atau pun menambah air ke dalam bekas. Jika kanak-kanak ingin mengubahnya ke rupa asal permulaan mereka perlu tahu sesuatu tentang cara air menjadi merah. Permainan ini dianggap kebudak-budakan dan tidak matang. Permainan dengan peraturan yang terdiri daripada pelbagai bentuk permainan yang dijalankan di dalam ataupun di luar kelas. (a) Main pilihan sendiri – guru menyediakan peralatan permainan di sudut-sudut tertentu untuk dipilih oleh murid.Perubahan adalah sesuatu yang kanak-kanak mahukan. Asas-asas penting dalam aktiviti bermain ialah: Permainan deria motor yang melibatkan motor kasar dan motor halus. Tetapi pengkaji percaya. iaitu. jenis permainan ini boleh dijadikan pengalaman yang matang dan menggembirakan. Sebagai contoh air (rupa asal permulaan). Terdapat 4 jenis permainan. Bahan dan peralatan boleh digunakan sebagai alat bantu yang mengukuhkan sesuatu konsep yang dilakukan menerusi main. Permainan ‘solitary’ Kanak-kanak bermain sendirian dan tidak berkaitan dengan orang lain atau secara bebas. Setiap perubahan melibatkan tempat permulaan dan tempat berakhir. (b) Main terancang – guru merancang pembelajaran dengan memasukkan unsur main dalam aktiviti pembelajaran. Permainan ‘parallel’ . Biasanya aktiviti ini dijalankan semasa rutin atau sementara menunggu aktiviti pembelajaran bermula. Perubahan berlaku di antara tempat permulaan dan tempat berakhir. Permainan simbolik iaitu fantasi ataupun dramatik dapat melahirkan idea dalam bentuk tingkah laku ataupun dengan menggunakan objek tertentu seperti melakonkan watak daripada cerita yang dipilih oleh guru ataupun kanak-kanak. Bermain di kelas tadika / prasekolah boleh dibahagikan kepada. Permainan konstruktif yang melibatkan kanak-kanak membentuk sesuatu kraftangan atau seni daripada pelbagai bahan di persekitaran mereka.

Kurang campur tangan guru. beberapa orang kanak-kanak mahu menjadi emak dan ayah dalam kumpulan tersebut. . Guru perlu campur tangan dan memberi cadangan. Permainan ‘cooperative’ Seorang kanak-kanak bermain bersama kanak-kanak lain. Mereka saling lengkap melengkapi. Misalnya. Permainan ‘associative’ Seorang kanak-kanak bersama kanak-kanak lain terlibat dalam aktiviti yang sama tetapi tidak ada kerjasama ataupun menjadikan minat sendiri kepada minat kumpulan. Misalnya. Ada kerjasama dan tolak ansur. Minat sendiri dapat dijadikan minat kumpulan.dua orang kanak-kanak mungkin bermain benda yang sama tetapi tidak bermain bersama-sama.Kanak-kanak bermain secara bebas dan bersendirian tetapi berhampiran dengan kanak-kanak lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful