1

STUDI PEMBANGUNAN PASAR IKAN HIGIENIS (PIH) DI KOTA BANDAR LAMPUNG

LAPORAN PENELITIAN

OLEH : INDRA GUMAY YUDHA, S.Pi., M.Si. NIP 132231087

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2005

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

2

I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Propinsi Lampung memiliki panjang pantai 1.105 km2 dan luas wilayah pesisir sekitar 16.625,3 km2 merupakan salah satu propinsi dengan keragaman potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar. Keragaman potensi tersebut meliputi sumberdaya ikan, rumput laut, teripang, ubur-ubur, udang, kerang hijau, kepiting, dan sumberdaya perikanan lainnya yang tersebar di sepanjang perairan Pantai Barat, Pantai Timur, Teluk Lampung dan Teluk Semangka. Selain wilayah pesisir, propinsi Lampung juga memiliki berbagai jenis perairan umum seperti sungai, rawa, waduk, dan danau yang juga mengandung potensi perikanan air tawar yang cukup tinggi. Dengan luas wilayah perairan yang demikian diharapkan sektor perikanan dapat dijadikan unggulan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) Propinsi Lampung. Walaupun Propinsi Lampung memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup tinggi, namun tingkat konsumsi ikan rata-rata per kapita penduduknya masih di bawah jumlah yang dianjurkan. Konsumsi ikan rata-rata per kapita penduduk Lampung pada tahun 2003 sebesar 24,8 kg/kapita/tahun, sedangkan jumlah yang dianjurkan adalah 26,55 kg/ kapita/tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan adalah melalui perbaikan pelayanan di tingkat konsumen. Di sisi lain konsumen hasil perikanan di Propinsi Lampung masih belum terlayani kebutuhannya secara optimal. Hal ini dikarenakan model pemasaran ikan di Lampung masih tersebar pada berbagai tempat yang berbeda dengan sarana pemasaran sebagian besar masih berupa pasar tradisional yang kondisinya kumuh, becek, dan bau. Demikian pula standar teknis mutu serta higienis hasil perikanan belum secara optimal diterapkan sehingga tidak menunjang masyarakat berminat mengkonsumsi ikan;
Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

3 padahal perkembangan ke depan tuntutan penerapan standar teknis mutu dan higienis merupakan kebutuhan mutlak bagi perlindungan konsumen. Berdasarkan hal tersebut maka di Propinsi Lampung pada tahun 2005 akan segera dibangun sarana dan prasarana pemasaran hasil perikanan yang memenuhi kriteria Pedoman Perencanaan dan Petunjuk Teknis Pusat Pemasaran Hasil Laut dan Ikan Terpadu (PPHLIT). Kawasan pemasaran terpadu ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang relatif lengkap untuk kebutuhan promosi dan informasi serta display penjualan hasil perikanan yang memenuhi standar teknis mutu dan higienis yang diwujudkan dalam bentuk Pasar Ikan Higienis (PIH). PIH yang akan dibangun harus dapat memenuhi konsep good and link manufacturing practice, di mana komoditas perikanan yang tersedia ditangani dan ditampilkan dengan kondisi yang bagus dan terjamin mutunya, sehingga siapa pun konsumen yang datang ke PIH akan mendapatkan jaminan. Adapun calon lokasi pasar ikan higienis tersebut terletak di Lempasing. Tujuan dibangunnya Pasar Ikan Higienis adalah :

Menyediakan sarana pemasaran hasil perikanan yang memenuhi kriteria teknis mutu. Meningkatkan pelayanan serta perlindungan kepada konsumen hasil perikanan. Meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Pembangunan pasar ikan higienis merupakan kegiatan yang diduga akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik pada tahap prakonstruksi, tahap konstruksi, maupun tahap pasca konstruksi/operasi. Dampak terhadap lingkungan tersebut dapat terjadi apabila sistem pengelolaan dan pemantauan lingkungan tidak tepat, sehingga dapat terjadi pencemaran air, pencemaran tanah, serta berbagai masalah sosial, sehingga rencana pembangunan pasar ikan higienis diwajibkan untuk :

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

4 a. Menerapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. b. Mematuhi setiap peraturan dan ketentuan lindungan lingkungan yang berlaku. c. Menggalakkan kegiatan perlindungan lingkungan dalam rangka memperkecil dampak negatif akibat kegiatan usaha. d. Menciptakan kondisi kerja yang aman, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. e. Menggalang kemampuan dalam menanggulangi kejadian pencemaran, kecelakaan kerja atau keadaan darurat yang terjadi f. Mendidik dan melatih karyawan serta kontraktor tentang aspek LK3. g. Menciptakan dan memeliharan hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar kegiatan usaha, serta bersikap tanggap apabila timbul masalah yang berlaitan dengan dampak akibat kegiatan usaha. 1.2 TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Mengidentifikasi lokasi kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis yang meliputi kualitas lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, serta persepsi masyarakat tentang keberadaan pasar ikan tersebut. b. Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing terutama yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. c. Memprediksi terjadinya dampak terhadap komponen lingkungan sebagai akibat kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing d. Menyusun upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung

dan data lainnya. Data sekunder umumnya merupakan data penunjang yang telah tersedia di dinas/instansi terkait.3 Metode Pengumpulan Data Data-data yang diperoleh dapat dibedakan atas data primer dan data sekunder. kamera. Kota Bandar Lampung. current meter. seperti kualitas air dan udara. kebijakan pemerintah setempat. alat-alat pengukur kualitas air. 2. yaitu di Lempasing. dan data lainnya yang telah diukur oleh pihak konsultan. seperti data situasi (topografi) lokasi PIH. dan terletak di pinggir jalan kabupaten yang menuju ke arah Kecamatan Padang Cermin.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup beberapa sarana pengukuran lapangan. seperti data produksi perikanan. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . seperti theodolite. Lokasi tersebut terletak dekat dengan lokasi Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing. data kependudukan. Data primer merupakan data yang diukur secara langsung. 2. yang secara administrasi terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat.1 WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2005 di sekitar lokasi yang direncanakan akan dibangun Pasar Ikan Higienis. data analisis tanah. sosial ekonomi dan budaya. kompas.5 II. seperangkat kuisioner dan beberapa alat lainnya. Dari pusat kota ke lokasi ini berjarak lebih kurang 3 km. Luas lahan yang disediakan untuk rencana pembangunan PIH Lempasing beserta sarana dan prasarana pendukungnya tersebut lebih kurang 1. METODE PENELITIAN 2. Dalam penelitian ini beberapa data utama merupakan data sekunder yang telah tersedia di Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Lampung. Lampung Selatan (Gambar 1).6 ha.

750 5º23’ - 5º24’ - 5º25’ - 5º26’ - 5º27’ - 5º28’ - 5º29’ Lokasi PIH Lempasing 5º30’ - Gambar 1.6 105º13’ 105º14’ 105º15’ 105º16’ 105º17’ 105º18’ 105º19’ 105º20’ 5º22’ - U Skala 1: 93. Lokasi Pasar Ikan Higienis Lempasing Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .

flora dan fauna. Informasi kualitas lingkungan yang diamati pada lokasi kegiatan pembangunan meliputi kualitas air. udara.2 ‰) sehingga tidak layak digunakan sebagai air bersih untuk memasak ataupun untuk mengisi bak/akuarium ikan air tawar. Dengan demikian air dari sumur dangkal ini hanya dapat diperuntukkan sebagai air saniter kamar mandi/wc dan pembersihan/ penggelontoran kios. air sumur dangkal. 3. hasil pengujian kualitas air disajikan pada Tabel 1 berikut.1 Sumber Air Bersih Survei sumber air di lokasi PIH Lempasing berasal dari air PDAM. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . kebisingan. Hasil survei kualitas air yang berasal dari air sumur dangkal menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat melimpah pada kedalaman 3-5 m. Secara lengkap. dan air laut. Air yang berasal dari PDAM memiliki kualitas yang layak digunakan sebagai air bersih untuk keperluan memasak di rumah makan.7 3. ekonomi dan budaya.1. tanah. namun air tersebut mengandung sedikit garam (salinitas 1. Informasi tentang kehidupan sosial ekonomi budaya masyarakat setempat dan persepsi masyarakat terhadap keberadaan PIH Lempasing perlu diketahui untuk memperoleh gambaran tentang kondisi sosial masyarakat saat ini dan memprediksi manfaat yang diperoleh dengan adanya rencana kegiatan tersebut. termasuk juga persepsi mayarakat terhadap keberadaan Pasar Ikan Higienis yang akan dibangun. DESKRIPSI WILAYAH STUDI Deskripsi wilayah studi yang diamati meliputi informasi kualitas lingkungan dan kondisi sosial.1 KUALITAS AIR 3.

0 148. (2004) Keterangan: *) Baku mutu berdasarkan PP No.67 0.90 16.53 18. 3.86 0. (2004) Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (untuk air Kelas I) 3.0 1. 10.3 1000 400 Sumber data: PT Piramida Eng. 2.32 0.7 149. 7. 1. 9. 3.015 0.02 0.2 1.2 15.4 0.98 35.016 42.096 0.0 26.2 Air Laut Oleh karena lokasi rencana pembangunan PIH Lempasing dekat dengan laut dan tidak ada sungai yang melintasi area PIH.7 1.002 12.8 Tabel 1.05 2. 9. 7. Tabel 2. 13. 6. 6. 2. 5. 12. maka pengukuran parameter kualitas air laut perlu dilakukan untuk mengetahui kondisinya sebelum dilakukan kegiatan pembangunan.20 1.12 0.3 0.2 1.45 0. 4.67 33. Kualitas Air Bersih di Lokasi Studi No. 11.16 0.45 7. Conslt.082 14.1. 8. Conslt.0 56.23 230.0 9.34 18. 4.78 12. 5. 10. Parameter Kualitas Air pH Kesadahan (ppm) Salinitas (‰) Turbiditas (NTU) Konduktivitas (μhos/cm) Nitrat (ppm) Nitrit (ppm) Zat organik (ppm) Fe (ppm) Total Dissoved Solid (ppm) Cl (ppm) Na (ppm) SO4 (ppm) Sumber Air Uji PDAM Sumur dangkal 7.00 2.06 0.0 268. 1. pada Tabel 2 berikut. 11. 8. Parameter Kualitas Air pH Kesadahan (ppm) Salinitas (‰) Turbiditas (NTU) Nitrat (ppm) Nitrit (ppm) Zat organik (ppm) Fe (ppm) Total Dissoved Solid (ppm) Cl (ppm) Na(ppm) SO4 (ppm) Nilai Pengukuran 7. Kualitas Air Laut di Lokasi Studi No.35 Kualitas air laut yang diukur disajikan Sumber data: PT Piramida Eng.24 Baku Mutu*) 6-9 10 0. 12.

5. 8.67 20.7 109. NH3 dan H2S. sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pengelolaannya.000 dapat diketahui bahwa formasi geologi di wilayah Kecamatan Teluk Betung Barat.9 3. Tabel 3. (2004) 3. AIR LIMBAH Pengambilan contoh air limbah dilakukan terhadap air buangan yang berasal dari pasar ikan di TPI Lempasing yang lokasinya berdekatan (bersebelahan) dengan rencana pembangunan PIH Lempasing. 6.0 5340 10600 4230 4540 2610 Sumber data: PT Piramida Eng. 2. 4. Tipe limbah yang dihasilkan dari TPI Lempasing diduga akan mempunyai karakteristik yang sama pada limbah yang nantinya akan dihasilkan oleh PIH Lempasing. Kondisi Limbah di TPI Lempasing No.03 25. Conslt. 7. Kota Bandar Lampung termasuk dalam formasi kuarter dengan tipe batuan andesit muda (Qhv). Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .3 TANAH Berdasarkan Peta Geologi Propinsi Lampung skala 1:250. Demikian juga dengan TDS. Dari hasil analisis laboratorium diketahui bahwa air limbah yang berasal dari TPI Lempasing memiliki kandungan BOD dan COD yang sangat tinggi. Selain itu terdapat juga endapan aluvial dan marin (Qal) yang dijumpai sepanjang sungai-sungai utama. 1. hasil pengukuran air limbah disajikan dalam Tabel 3 berikut. Secara rinci. yaitu bahan induk batuan tuf andesit atau lava andesit.2. Parameter Kualitas Air pH Kesadahan (ppm) Salinitas (‰) Turbiditas (NTU) BOD (ppm) COD (ppm) TDS (ppm) NH3 (ppm) H2S (ppm) Nilai Pengukuran 7. dataran rendah pantai dan pelembahan sungai. 9. 3.

4.4 Satuan ° kg/cm2 % g/cm3 % % % m kg/cm2 kg/cm3 1 25.4 KUALITAS UDARA DAN KEBISINGAN 3.0 80 460 Titik Uji 2 3 4 Sumber data: PT Piramida Eng.200 > N0.200 N0.868 0.4-No. Pengukuran kualitas udara dilakukan di tengah lokasi PIH Lempasing.1 Kualitas Udara Pengamatan kualitas udara dilakukan pada lokasi PIH Lempasing yang dapat menggambarkan kondisi awal sesungguhnya terhadap kemungkinan dampak nantinya setelah operasional.14 55. pada Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .242 1. Hasil Pengukuran Tanah Parameter Uji Direct Sheer: Sudut geser Kohesi Kadar air Berat jenis Berat volume Sieve Analysis: Finer sieve Sand fraction Gravel fraction Sondir: Kedalaman Nilai konus JHL Notasi (f) (C) (W) (Gs) (g) No.1 76 375 TS4 12. (2004) 3.22 TS1 12.10 Dari hasil pengukuran tanah yang dilakukan pada lokasi PIH Lempasing diketahui beberapa hal seperti yang tertera pada Tabel 4.023 56.991 2.04 40.3 55 350 TS2 6. Hasil pengukuran dapat dilihat Tabel 5. Tabel 4. Conslt.7 30 210 TS3 12.473 4.

khususnya pada sistem pendengaran manusia.44 0. 3. Men. energi maupun komponen lain ke dalam udara oleh adanya kegiatan manusia. Tingkat kebisingan merupakan ukuran energi bunyi Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . Parameter Parameter Fisika: Suhu (oC) Kelembaban (%RH) Kecepatan angin (m/det) Arah angin Partikel debu (μg/m3) Parameter Kimia: NO2 (μg/m3) SO2 (μg/m3) CO (μg/m3) NH3 (μg/ m3) H2S (μg/ m3) Oksidan/O3 (μg m3) Kebisingan (dB A) Sumber: Data primer BML 230 400 900 30.50 Pencemaran udara didefinisikan masuknya atau dimasukannya suatu zat.5-9. 8. 11. LH No.02 tahun 1988 Kep. Men.53 2. 9. yang mengakibatkan perubahan kualitas udara ambien sampai ke tingkat tertentu yang berakibat akan mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di sekitarnya.10 479 11. 41 Tahun 1999 Kep.48 tahun 1996 Hasil 32 79 2.00 6.000 1360 42 70 Dasar PP No. 7.13 1.4. 6.6 Barat 59. 5. 2.02 tahun 1988 Kep. 41 Tahun 1999.LH No. Hasil analisis kualitas udara ambien di laboratorium menunjukkan indikasi secara umum bahwa kualitas udara pada lokasi rencana pembangunan PIH Lempasing.LH No. 02 Tahun 1988 dan PP No.41 tahun 1999 PP No. Men. 4.77 46 . 3.2 Kebisingan Kebisingan (noise) didefinisikan sebagai suara/bunyi yang tidak diinginkan dari suatu kegiatan pada tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan lingkungan.LH No. masih berada dibawah Nilai Baku Mutu lingkungan yang berdasarkan pada Kep. Data hasil analisis laboratorium terhadap kualitas udara No 1.11 Tabel 5. Men. 10.

Jumlah jenis flora yang ada di sekitar lokasi studi tidak banyak. alang-alang. proyek. Jenis terna yang ada hanya 2 jenis. LH No. yaitu pepaya dan pisang. dan terna. dan putri malu.5.12 yang dinyatakan dalam satuan desibel dengan notasi dBA. hanya ada 4 jenis pohon berkayu. Mengingat bahwa Kep. 3. seperti rumput.1 Flora Jenis-jenis flora yang terdapat di sekitar lokasi studi dikelompokkan berdasarkan kelompok pohon berkayu. Pepaya dan pisang merupakan jenis yang dominan karena sebagian lokasi studi dimanfaatkan oleh penduiduk untuk ditanami pepaya dan pisang. sedangkan Baku Tingkat Kebisingan merupakan batas maksimum kebisingan yang diperbolehkan untuk diradiasikan ke lingkungan dari suatu kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan di sekitarnya. Analisis tingkat kebisingan dilakukan dengan metode pengukuran sesaat pada lokasi rencana pembangunan PIH Lempasing bersamaan pengukuran kualitas udara. Men. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kebisingan di lokasi rencana kegiatan masih di bawah batas Baku Mutu Kebisingan yang besarnya 46-50 dBA (Tabel 5). akan menimbulkan gangguan pendengaran pada masyarakat di sekitar Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . seperti yang tertera pada Tabel 6. jarak cina dan kedondong. Jenis yang hampir menutupi permukaan sebagian lokasi studi adalah semak.5 FLORA DAN FAUNA 3. yaitu kersen. petai cina. semak. Tahun 1996 menyatakan baku mutu lingkungan untuk parameter kebisingan yang direkomendasikan maksimal 70 dBA. 48 Bila melebihi batas tersebut.

kecuali ada cekungan yang ada sedikit genangan air. umumnya jenis fauna terrestrial. : t.d = tidak dihitung 3. karena tidak ada sungai atau selokan. yang hanya di temukan jenis amphibia. dan 2 ekor . prenjak coklat dan prenjak bergaris masingmasing 3. Burung sriti tidak sempat dihitung dan jumlahnya cukup banyak terbang di sekitar lokasi.d Panicum maximum t.d Imperata cylindrica t. Untuk jenis reptile banyak ditemukan kadal dan hanya 1 ekor bunglon yang saat itu hinggap di pohon kersen. reptilia dan amphibia yang ditemukan melalui pengamatan langsung yang jenisnya dapat dilihat pada Tabel 7 Jenis burung atau aves berdasarkan pengamatan 1 hari penuh di sekitar lokasi studi hanya ditemukan 5 jenis. Di lokasi tersebut hanya ada beberapa jenis aves atau burung. Sedangkan jenis amphibi yang ada di cekungan berair ditemukan 2 ekor kodok dan di Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . tidak ditemukan fauna akuatik. Jenis-jenis flora yang terdapat di sekitar tapak proyek Nama Daerah Kersen Petai Cina Kedondong Jarak cina Alang-alang Rumput Putri malu Pepaya Pisang Kangkungan Cabe Waluh Suluran Nama Latin Jumlah Keterangan Pohon berkayu Pohon berkayu Pohon berkayu Pohon berkayu Semak Semak Semak Terna Terna Semak Semak Semak Semak 2 Muntingia calabora 8 Leucaena glauca 1 Spondias sp 2 Ricinus communis t.2 Fauna Jenis-jenis fauna yang terdapat di sekitar lokasi studi tidak terlalu banyak. 1.d Ipomoea sp t.d Cucurbita t.13 Tabel 6.5. Jumlah burung perkutut.d moschata Micania sp Sumber data : Hasil Pengamatan / pencatatan di lapangan Ket. Burung gereja berjumlah 8 ekor.d Mimosa podica 39 Carica papaya 10 Musa paradisiacal t.d Capcicum anuum t.

Aves / Burung Perkutut Prenjak coklat Prenjak bergaris Sriti Gereja B.6 KONDISI SOSIAL.160 ha dengan jumlah penduduk sebesar 49.317 jiwa yang terdapat di Desa Kota Karang. Masih ditemukan beberapa belalang yang hidup di semak-semak Tabel 7. Jumlah penduduk di Kecamatan Teluk Betung Barat dan kepadatan penduduk per desa. Reptilia Kadal Bunglon C. cukup bervariasi dengan rata-rata jumlah penduduk sebanyak 6. Jenis-jenis fauna terestrial yang ada dilokasi studi No Nama Daerah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A. yaitu 46 jiwa /km2 di desa N O Gading dan tertinggi sejumlah 1.088 jiwa/km2 di Desa Kota Karang. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .14 semak-semak ditemukan 3 ekor katak. Kepadatan penduduk per desa di Kecamata Teluk Betung Barat yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk dibagi luas wilayah memiliki kisaran terendah.286 jiwa yang terdapat di Desa Perwata dan tertinggi yakni sejumlah 17. Amphibia Kodok Katak Nama Latin Geophelia striata Muscicapa latirotris Prioniapolycroa Hirudo tahtica Passer Montan Jumlah 3 1 2 t.d 8 2 1 2 3 Mabouya multifasciata Calotes jubatus Bufo bufo Rana rana Sumber data : Hasil Pengamatan / pencatatan di lapangan 3.197 jiwa dengan 8 wilayah desa.150 jiwa dalam kisaran terendah yakni sejumlah 3. EKONOMI DAN BUDAYA Kecamatan Teluk Betung Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 27.

207 jiwa (28. Suku Lampung terdiri dari suku Peminggir.103 jiwa (18.052 7.197 Kepadatan (jiwa/ha) 131 966 1.061 17.144 jiwa. Melayu Semendo berjumlah 14 jiwa. sedangkan penduduk perempuan berjumlah 24.376 Sumber : Kecamatan Teluk Betung Barat Dalam Angka 2001 Komposisi jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Kecamatan Teluk Betung Barat adalah jumlah penduduk laki-laki mencapai 25. Kepadatan Penduduk per Desa di Kecamatan Teluk Betung Barat 2001 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kelurahan Sukamaju Keteguhan Kota Karang Perwata Bakung Kuripan N O Gading Sukajaya Jumlah Luas Wilayah ( ha ) 550 256 80 40 120 84 240 310 27.60%) dengan jumlah jiwa 47. Banten 4.15 Tabel 8.76. diketahui bahwa penduduk kelompok umur 15-19 tahun dan 10-14 tahun merupakan kelompok terbesar.110 49.602 jiwa dan 6. Hindu (149 jiwa). Protestan (691 jiwa).032.018 jiwa. sehingga rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah 103.88%). Agama lainnya adalah: Katolik (555 jiwa). Pepadun dan Abung Bunga Mayang hanya 9.053 jiwa. Berdasarkan struktur umur.730 4.864 4.777 4. Heterogenitas penduduk berdasarkan suku bangsa dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduknya adalah Suku Jawa yang mencapai 14.088 391 471 76 46 207 3.685 jiwa.317 3. Kondisi budaya masyarakat dapat dilihat sebagai berikut: agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk adalah agama Islam (95. Budha (739 jiwa).50%). suku Sunda Priangan berjumlah 9.286 3. dan lainnya (31 jiwa).840 jiwa. yaitu masing-masing berjumlah 6. Melayu Palembang Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .160 Jumlah Penduduk (jiwa) 4.

Lokasi pasar tradisional yang dipilih adalah: Pasar Lelang Ikan Lempasing. Jumlah penduduk yang menamatkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi hanya 267 jiwa. Selebihnya adalah tamatan SMP (8. dan selebihnya. Kartini). dikelompokkan dalam suku lainnya.7 PERSEPSI MASYARAKAT Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi yang telah dilakukan oleh CV Piramida Eng.033 jiwa) dan tidak/belum tamat SD (11. pada bulan September 2004 dalam rangka rekomendasi lokasi rencana pembangunan terhadap keberadaan pasar ikan higienis (PIH). Dengan demikian besarnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 63. Pasar Bambu Kuning/SMEP. Diploma I/II (234 jiwa). dan Matahari (di Jl.905 jiwa).383 jiwa).42%. diketahui bahwa 19. yaitu sejumlah 10. Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja mencapai 20. Hasil survei tersebut secara ringkas adalah sebagai berikut: pasar ikan higienis diperoleh gambaran tentang persepsi masyarakat sekitar Kota Bandar Lampung Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .883 jiwa).983 jiwa. 3. Responden yang diwawancarai adalah kelompok pedagang dan konsumen di dua jenis pasar yang berbeda.10% dan Tingkat Pengangguran Terbuka mencapai 4. sedangkan yang dikelompokkan bukan angkatan kerja adalah 11. Mayoritas penduduk adalah tamatan SD (16. Conslt.16 876 jiwa. Kualitas sumberdaya manusia yang terdapat di Kecamatan Teluk Betung Barat dapat diketahui dari tingkat pendidikan. dan Pasar Koga. Gelael. yakni pasar tradisional dan pasar swalayan. Dari kelompok angkatan kerja tersebut. dan Akademi/DIII (239 jiwa).661 jiwa telah bekerja. sedangkan pasar swalayan yang dipilih adalah Alfa.494 jiwa. SLTA (6. sedangkan sisanya 833 sedang mencari kerja.472 jiwa.

17 • Pedagang ikan di pasar ikan Lempasing yang setuju dengan pembangunan PIH sekitar 80% dengan catatan bahwa biaya untuk mendapatkan kios tidak mahal dan suasana benar-benar nyaman sehingga pembeli akan lebih banyak. • Konsumen ikan di pasar swalayan sebagian besar (100%) menyatakan setuju dengan pembangunan PIH dengan alasan akan mendapatkan kenyamanan saat berbelanja dan membeli ikan yang terjamin mutu dan kualitasnya. • Konsumen di pasar ikan tradisional Lempasing menyatakan setuju (100%) dengan catatan bahwa harga ikan tidak akan berbeda jauh dengan harga saat ini dan karena faktor kenyamanan yang ditawarkan. Para pedagang ikan di Pasar Koga dan Pasar Bambu Kuning sebagian kecil (20%) tidak setuju dengan alasan dapat mengurangi pendapatan mereka. Alasan mereka setuju karena faktor kenyamanan saat berbelanja sekaligus dapat berekreasi bersama keluarga. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . Konsumen di Pasar Bambu Kuning dan Pasar Koga sekitar 70% setuju dan 30% tidak menjawab. sedangkan sisanya (80%) tidak menjawab.

75 m2 akan dibangun ruang staf administrasi berukuran 6x5 m2. cold storage 6x4 m2. ruang kepala UPT 4x4 m2. RENCANA PEMBANGUNAN PASAR IKAN HIGIENIS 4. locker dan toilet 4x8 m2. ruang genset. pos retribusi. dan washbasin. restoran/cafe.12 m2 direncanakan akan digunakan sebagai ruang restoran terbuka serta minimarket. jalan akses. Bangunan Pasar Ikan Higienis Lempasing akan dibuat dalam 3 lantai yang terdiri dari lantai basement seluas 809. tempat masak. Lantai atas seluas 794. ruang staf. seperti kantor pengelola pasar. tempat pembakaran ikan. ruang penerimaan ikan segar 6x4 m2. Restoran terbuka terdiri dari stand ikan hidup dan akurium. laboratorium kualitas ikan dengan luas 8x5 m2. gudang. toilet seluas 8x4 m2. gudang 4x3 m2. dan selebihnya merupakan lokasi penjualan ikan pedagang modern yang terdiri dari bak akuarium ikan hidup.18 IV. dan jasa keuangan/ perbankan. Detail desain bangunan secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 1. ruang manajer restoran. locker.1 SARANA DAN PRASARANA Rencana pembangunan Pasar Ikan Higienis Lempasing meliputi gedung 3 lantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan sarana pendukung. serta kasir dan ruang pengepakan. bak sampah. rumah pompa. tempat saji masakan. ruang refrigerator 4x3 m2. Pada lantai bawah seluas 809. ruang utility. toilet. ruang refrigerator. saluran drainase. ruang sortir ikan 4x2 m2. instalasi pengolahan limbah. pos satpam.75 m2 yang terdiri dari kios grosir ikan sebanyak 7 lokal dengan luas masing-masing lokal 4x5 m2. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . dan selebihnya merupakan lokasi pedagang tradisional dengan kapasitas lebih kurang 200 pedagang. meja pajang ikan olahan. mini market. meja penyayatan ikan.

alat bantu angkut. es curai. Komoditas perikanan yang diperjualbelikan diperkirakan dapat mencapai 1. maka PIH Lempasing merupakan salah satu Pusat Pemasaran Hasil Laut dan Ikan Terpadu (PPHLIT) skala besar di Indonesia. Sebagai perbandingan. lantai bongkar muat.2 SKALA USAHA Pasar Ikan Higienis Lempasing bergerak di bidang pemasaran hasil perikanan. dan penerangan. alat timbang. meja pengepakan. alat labelisasi. Jakarta dan Surabaya merupakan model PPHLIT Metro dengan perkiraan volume transaksi masing-masing 20 ton/hari dan 10 ton/hari Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . pendingin (untuk ikan segar). alat timbang.84 ton per hari. bak sampah dan penerangan. penerangan.400 ton per tahun atau 3. bak penampung ikan. alat bantu angkut. Lokasi persiapan penjualan dilengkapi dengan meja ruang sortasi. setara dengan Denpasar (3 ton/hari) dan Batam (2 ton/hari). dan kolam (untuk ikan hidup). alat pendingin. air bersih (mengandung antiseptik). bak sampah. alat timbang. es curai. 4. air bersih dan penerangan. Sarana penyimpanan dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa ruang penyimpanan. area bongkar muat. bak penyimpan dan gudang peralatan. Berdasarkan perkiraan volume transaksi tersebut. alat bantu angkat dan susun. meja transaksi. Tempat pajangan (show room) dilengkapi dengan tempat display. pelindung sinar matahari. tempat untuk membersihkan. bak sampah. es curia. air bersih.19 Beberapa sarana yang diperlukan untuk arus barang di pasar ikan higienis meliputi: area parkir.

C). 4.3. Perijinan Pelaksanaan kegiatan pembangunan PIH Lempasing direncanakan akan dilakukan pada pertengahan tahun 2005. Rekrutmen tenaga kerja Lampung yang terletak di Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . Direncanakan perijinan akan diproses pada tahun 2005 saat akan dilakukan pelaksanaan pembangunan PIH. IMB. B).2 Tahap Konstruksi Pekerjaan konstruksi pembangunan PIH Lempasing dan fasilitas penunjang lainnya dilaksanakan oleh kontraktor yang akan ditunjuk melalui proses tender. SITU. Pembebasan Lahan Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan PIH Lempasing tidak ada kegiatan pembebasan lahan karena kegiatan ini dilaksanakan di atas lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Propinsi Lempasing. Detail Desain dan Studi Kelayakan Pelaksanaan detail desain yang meliputi berbagai pengukuran lapangan hingga pembuatan denah bangunan PIH Lempasing sudah selesai dilaksanakan dengan melibatkan konsultan swasta.20 4. Hingga saat ini perijinan (SIUP. Demikian juga dengan feasibility study (studi kelayakan) dan studi banding pasar ikan higienis di beberapa kota besar di Indonesia (PIH Pejompongan Jakarta dan PIH Pandaan Surabaya). dan lain-lain) belum diajukan kepada dinas/instansi terkait.3.1 Pra Konstruksi A).3 GARIS BESAR RENCANA USAHA 4. Pekerjaan konstruksi mencakup beberapa tahap yaitu : a.

4. pekerjaan pasangan paving blok. c. • Pemasangan kusen pintu. Aktivitas lainnya yang terdapat di PIH Lempasing adalah kegiatan rekreasi yang berupa rumah makan/restoran khas Jepang atau Cina. plesteran. • Pekerjaan pengecatan. • Pekerjaan penahan tanah: pasangan batu belah hitam. pembangunan taman lengkap. galian pondasi dan sloof. • Pekerjaan atap. • Pekerjaan pondasi. jendela dan jalusi. pemeriksaan laboratorium. pembuatan direksikeet dan gudang bahan. pembangunan pagar keliling. Pekerjaan persiapan: mobilisasi dan demobilisasi. pembersihan lapangan. • Pekerjaan tanah: pekerjaan galian tanah basement .3. . pemasangan instalasi listrik dan instalasi air. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung urugan kembali pondasi dan sloof. dan penyimpanan. • Pekerjaan pasangan yang meliputi basement. pengukuran.21 b. lantai 1 dan lantai 2. pasangan batu bata • Pekerjaan struktur beton yang meliputi basement. Kegiatan yang terkait langsung dengan aktivitas ekonomi tersebut adalah bongkar muat barang. dan peninggian tanah pelataran depan.3 Tahap Operasi Seperti halnya kegiatan di pasar lainnya. penyediaan air dan listrik. penjualan. lantai 1 dan lantai2. yang meliputi: • Pekerjaan sarana dan prasarana: pembangunan pos jaga. pembuatan pagar pengaman proyek. kegiatan utama PIH Lempasing adalah sebagai sarana (tempat) transaksi jual beli produk perikanan segar dan olahan. Pekerjaan Bangunan.

sehingga pembeli dapat memilih dan membeli ikan tersebut dalam kondisi yang hidup ataupun segar. Pemeriksaan Ikan Pemeriksaan kesehatan ikan dilakukan di Laboratorium Mutu Hasil Perikanan yang yerletak di basement. penetapan batas kritis (critical limit). dan mutunya untuk selanjutnya didistribusikan kepada para pedagang. Pada saat transaksi. meja pajang ikan olahan. dan ruang pengepakan. diperkirakan akan terjadi kegiatan pembersihan (penyiangan) ikan karena biasanya konsumen berpikir praktis untuk membeli ikan dalam kondisi yang sudah dibersihkan. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . Bongkar Muat Barang Kegiatan bongkar muat barang yang berupa berbagai jenis komoditas perikanan dan produk olahannya dilakukan di lantai 1. Penjualan Kegiatan penjualan produk perikanan dan olahan terdapat di lantai basement dan lantai 1. Akurium ikan hidup berfungsi sebagai pajangan ikan konsumsi dalam kondisi hidup. Ikan yang diterima selanjutnya disortir berdasarkan jenis. kasir. Di lantai 1 terdapat pedagang ikan modern yang dilengkapi dengan akuarium ikan hidup. B). Pemeriksaan ikan ini harus mengacu pada HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) untuk penanganan dan pemasaran hasil laut/ikan yang meliputi aktivitas analisis bahaya (hazard). Di basement kegaitan penjualan dilakukan oleh pedagang tradisional dengan kapasitas sekitar 200 pedagang dan kios grosir sebanyak 7 lokal. ukuran. C). Kegiatan bongkar muat barang ini terletak di bagian belakang PIH Lempasing. meja penyayatan ikan.22 A). identifikasi pengendalian titik kritis (CCP) dan adanya pencatatan pemantauan pada lembar perekaman (record keeping).

Penyimpanan Untuk mendukung konsep HACCP. menikmati suasana rileks memandang keindahan pantai Lempasing sambil menikmati masakan ikan yang disajikan. 2 Cool storage direncanakan berukuran 6x4 m .12 m2 yang Pengunjung dapat merupakan ruang restoran terbuka serta minimarket.23 D).. Selain itu juga terdapat akuarium yang berfungsi sebagai pajangan ikan konsumsi untuk dapat dilihat dan dipilih oleh konsumen sebagai hidangan yang akan disajikan. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . sedangkan ruang refrigerator berukuran 4x3 m2. Di ruangan tersebut juga tersedia ruang pajangan yang berupa akuarium air laut sebagai sarana menikmati keindahan biota laut dan akurium air tawar untuk pajangan beberapa jenis ikan air tawar yang menarik. Dengan adanya fasilitas tersebut. Rekreasi Kegiatan rekreasi dipusatkan pada lantai 2 seluas 794. PIH Lempasing akan dilengkapi dengan sarana penyimpanan produk perikanan dan olahan yang berupa cool storage dan refrigerator yang terletak di lantai 1. E). maka penyimpanan ikan segar akan lebih terjamin mutunya dan stok ikan yang ada dapat memenuhi kebutuhan konsumen hingga pasokan berikutnya.

sehingga dapat menurunkan nilai estetika lingkungan dan mempercepat proses erosi. Adanya lalu lalang kendaraan proyek juga diperkirakan akan menimbulkan penurunan kualitas udara karena akan terjadi peningkatan debu dan kebisingan di sekitar lokasi kegiatan.1 TAHAP PRA KONSTRUKSI Pada tahap prakonstruksi diduga tidak menimbulkan dampak yang berarti.2. dan pasca konstruksi/operasi yang berupa limbah padat. Pada saat pekerjaan tanah yang meliputi galian dan urugan tanah dampak yang terjadi antara lain terjadinya erosi tanah dan pencemaran udara Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . konstruksi.24 V. 5. limbah cair. 5. biasanya muncul Lahan yang akan Keresahan yang digunakan adalah lahan milik pemerintah daerah (Pemda) Propinsi Lampung. karena lokasi yang akan digunakan adalah milik pemda. Jenis limbah dan cemaran kegiatan PIH Lempasing dapat terjadi saat tahap prakonstruksi. Demikian juga dengan tahap pembuatan detail desain yang meliputi pengukuran lapangan tidak menimbulkan masalah sosial dan konflik dengan masyarakat. debu. PRAKIRAAN DAMPAK KEGIATAN Hasil pengamatan dan pengkajian terhadap rencana kegiatan pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing diperoleh beberapa komponen yang dikatagorikan berpotensi menghasilkan limbah atau cemaran. akibat ganti rugi lahan dengan masyarakat tidak akan terjadi. sehingga tidak memerlukan proses ganti rugi lahan. baik terhadap lingkungan maupun sosial masyarakat. dan kebisingan. Selain itu dapat juga terjadi dampak yang berupa keresahan masyarakat akibat kegiatan pembangunan PIH Lempasing tersebut. TAHAP KONSTRUKSI Aktivitas proyek pada tahap konstruksi berupa pembersihan lahan diperkirakan akan menimbulkan dampak antara lain peralihan bentang lahan hijau menjadi lahan terbangun.

5. serta saat pemotongan keramik untuk lantai. Pada saat pembangunan gedung PIH Lempasing yang terdiri dari 3 lantai (1 basement dan 2 lantai utama) diperkirakan akan menimbulkan dampak lingkungan yang berupa peningkatan debu. pengecoran yang menggunakan alat pencampur dan pengaduk semen (mollen). Limbah padat yang dihasilkan dari produk ikan dan olahannya juga dapat menjadi sumber pencemaran dan berpotensi menimbulkan bau tak sedap bila dibuang ke lingkungan.3 TAHAP PASCA KONSTRUKSI/OPERASI Pada tahap pasca konstruksi/operasi diperkirakan akan terjadi dampak yang berupa pencemaran limbah cair dan padat yang berasal dari kegiatan pembersihan/penyiangan produk ikan dan olahannya. sehingga dapat mengganggu ketenangan masyarakat sekitarnya. Limbah cair yang mengandung klorin tersebut harus diolah (treatment) terlebih dahulu. sehingga saat dibuang sudah bersifat netral dan tidak mencemari lingkungan. Hal lainnya yang juga dapat menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu masyarakat di sekitarnya adalah suara yang berasal dari Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung . Pencemaran udara yang berupa peningkatan debu dan kebisingan dapat terjadi saat aktivitas bongkar muat dimana kendaraan-kendaraan yang mengangkut produk ikan dan olahannya keluar masuk ke lokasi PIH Lempasing. Kegiatan pembersihan ikan dengan menggunakan air bersih akan menimbulkan limbah cair yang dipastikan mengandung bahan organik tinggi yang apabila langsung dibuang dapat mencemari perairan laut di sekitar Lempasing. kebisingan dan sampah padat yang berasal dari sisa-sisa material bangunan yang tidak terpakai. masalah lainnya yang juga perlu mendapat perhatian khusus adalah penggunaan klorin sebagai desinfektan pada sebagian besar aktivitas yang menggunakan air di dalam lokasi PIH Lempasing (basement dan lantai 1). Selain hal tersebut.25 yang berupa debu. Kebisingan dapat terjadi pada saat pengerasan tanah yang menggunakan stamper.

baik yang bersifat orgnik maupun anorganik.generator listrik (genset) yang dioperasikan saat listrik dari PLN tidak bekerja (padam). Kegiatan restoran/rumah makan yang terdapat di lantai 2 juga akan menghasilkan sejumlah limbah berupa limbah cair dan padat. hasil prakiraan dampak yang mungkin terjadi pada rencana pembangunan pasar ikan higienis (PIH) Lempasing disajikan pada Tabel 9 berikut. sedangkan limbah anorganik dapat dihasilkan dari plastik kemasan ataupun pembungkus dan sampah lainnya (kaleng minuman ringan. bungkus rokok.26 kerja mesin pendingin pada cool storage dan freezer. dan lain-lain). serta . Limbah organik terutama dapat berasal dari bahan-bahan makanan dan saniter (wc/toilet). Secara ringkas. botol kemasan air minum. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Kota Bandar Lampung .

Rekruitment tenaga kerja b. Tahap Kegiatan Prakonstruksi Konstruksi Jenis Dampak Lingkungan • Tidak ada • Tersedianya kesempatan kerja • Penurunan kualitas perairan • Penurunan nilai Estetika • Penurunan kualitas perairan • Meningkatnya kandungan debu udara • Meningkatnya nilai estetika Tidak ada • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik cair • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik • Penurunan kualitas udara akibat pembusukan limbah padat ikan • Kebisingan akibat mesin pendingin • Penurunan kualitas perairan akibat limbah organik • Penurunan kualitas udara akibat limbah padat ikan • Penurunan kualitas perairan pantai • • • • • • • Ukuran Dampak Sifat Dampak • Jumlah penduduk setempat yang terekrut sebagai tenaga kerja • Meningkatnya kekeruhan perairan pantai • Menurunkan nilai estetika • Kekeruhan (turbiditas) perairan pantai • Kandungan debu di udara > 230 µg • Penilaian masyarakat menurun + + c.02/MENKLH/1/1988. Pekerjaan Bangunan 3. 2. Jenis Kegiatan yang Menjadi Sumber Dampak Tidak ada a. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.Kep. Saniter (WC dan • BOD > 40 mg/l Kamar mandi) • COD > 40 mg/l Keterangan: (+) = Dampak positif. 1. Bongkar Muat Barang b. Ringkasan Hasil Prakiraan Dampak yang Mungkin Terjadi pada Rencana Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing. BOD > 40 mg/l COD > 40 mg/l BOD > 40 mg/l COD > 40 mg/l Kandungan Khlorin Udara berbau bangkai ikan Tingkat kebisingan > 55 dBA - • BOD > 40 mg/l • BOD > 40 mg/l • Udara berbau bangkai ikan f. (-) = Dampak negatif Ukuran dampak untuk BOD dan COD ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. Pembersihan lahan No. Penyimpanan e Rekreasi. Pasca konstruksi/ Operasional a. Pemeriksaan Ikan c. Penyiangan dan penjualan ikan d.27 Tabel 9.

1. Pola ini juga dapat diterapkan pada pengelolaan limbah berbentuk padat dan cair yang sebagian besar dapat didaur ulang atau digunakan kembali.1 Tahap Konstruksi Peralihan bentang lahan hijau menjadi lahan terbangun pada tahap konstruksi yang dapat menurunkan nilai estetika lingkungan dan mempercepat proses erosi diperkirakan tidak menimbulkan dampak penting karena prosesnya tidak berlangsung lama dan lahan yang digunakan merupakan lahan tidur dengan keanekaragaman flora dan fauna yang rendah.28 VI. 6. limbah hanya dihasilkan pada saat konstruksi dan pasca konstruksi/operasi. PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN 6. sehingga dapat mengurangi limbah yang masuk ke lingkungan dan memperkecil terjadinya pencemaran. Pengubahan bentang alam yang pada awalnya dapat mengurangi nilai estetika lingkungan justru akan meningkat setelah pembangunan selesai dengan dibangunnya taman yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman untuk mendukung kegiatan rekreasi dan penghijauan.1 PENGELOLAAN LINGKUNGAN Upaya pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan oleh pengelola PIH Lempasing harus berprinsip pada pengelolaan 3 R yaitu reduce. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . reuse. dan recycle dengan minimalisasi limbah yang dihasilkan. Berdasarkan analisis prakiraan dampak (Bab 5) diketahui bahwa pada tahap prakonstruksi tidak dihasilkan limbah. Kegiatan yang akan dilakukan pada prinsipnya adalah mereduksi dan mengurangi kuantitas dan kualitas limbah dari sumbernya serta menggunakan ulang sebagian atau seluruh limbah dalam proses daur ulang menjadi bahan dalam bentuk yang mempunyai nilai ekonomis. Selain itu upaya penghijauan dengan tumbuhan hijau yang berfungsi untuk mengurangi dampak terhadap kualitas udara serta meningkatkan nilai estetika lingkungan di dalam maupun di luar lokasi kegiatan.

Pemusnahan sampah dengan cara dibakar tidak dianjurkan karena dapat mencemari udara. potongan besi. 6. Selain itu juga diperkirakan juga akan menimbulkan pencemaran udara yang berupa debu dan kebisingan (Bab 5). Limbah tersebut tidak berbahaya. Adapun limbah padat yang tidak dimanfaatkan kembali dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Bakung yang terletak tidak jauh dari lokasi PIH Lempasing (sekitar 5 km). yaitu yang berasal dari sisa-sisa material yang tidak terpakai (potongan kayu. Pemusnahan sampah dengan cara dibakar tidak dianjurkan karena dapat mencemari udara. sisa keramik. biasanya sudah ada pihak-pihak yang akan menampung limbah tersebut untuk digunakan ataupun dijual kembali kepada pihak lain.2 Tahap Pasca Konstruksi/Operasi Pada tahap pasca konstruksi/operasi akan dihasilkan limbah cair dan padat. sedangkan kebisingan saat pelaksanaan pembangunan diupayakan dikurangi atau setidak-tidaknya terjadi saat siang hari. dan sisa-sisa material lainnya). Pencemaran debu yang terjadi saat mobilisasi bahan/material bangunan dapat dikurangi dengan cara penyiraman dengan air. kaleng cat. Dalam hal ini berlaku prinsip reuse dan recycle. kantong semen. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung .1. Pencemaran udara yang terjadi pada tahap konstruksi yang berupa cemaran debu dan kebisingan diperkirakan tidak menimbulkan dampak penting karena berlangsung dalam waktu yang relatif tidak lama dan terus menerus. bangunan. sehingga tidak mengganggu istirahat (tidur) masyarakat pada malam harinya. sehingga tidak terbawa angin dan mengganggu masyarakat sekitarnya. Limbah padat anorganik yang dihasilkan saat operasional PIH Lempasing dapat diatasi dengan menampung sementara dalam bak sampah untuk selanjutnya dibuang ke TPA Bakung yang terletak tidak jauh dari lokasi PIH (sekitar 5 km).29 Limbah padat yang dihasilkan pada tahap konstruksi diperkirakan cukup banyak. namun memiliki potensi untuk Berdasarkan pengamatan pada beberapa proyek mencemari lingkungan.

sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. insang. maka prinsip 3R telah terpenuhi. Apabila teknologi yang akan digunakan tidak memungkinkan atau secara ekonomis tidak menguntungkan.30 Limbah padat organik yang berasal dari sisa-sisa hasil pembersihan (penyiangan) ikan. Limbah cair yang berasal dari air cucian ikan. dapat mengalami kematian dan berkurang lingkungan akan terganggu. dan akuarium pajangan yang diperkirakan mengandung bahan organik tinggi harus diolah terlebih dahulu. Perlakuan oksidasi dengan mengalirkan oksigen ke dalam air menggunakan kincir juga akan mempercepat proses penghilangan klor di dalam air. dapat dibuang langsung ke tempat penampungan sampah sementara untuk selanjutnya dibuang ke TPA Bakung dengan sistem sanitary landfill. atau diolah menjadi silase yang dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak dan ikan (pengganti tepung ikan). Alternatif penanganan limbah ini menjadi silase sangat dianjurkan karena dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tidak berguna menjadi bahan yang bermanfaat. Air yang mengandung klorin jika dibuang langsung ke lingkungan dapat menyebabkan kematian pada biota di perairan dan lingkungan tanah. sirip. seperti isi perut. sehingga fungsi mereduksi atau menguraikan bahan organik di Upaya yang dapat dilakukan untuk menetralisisr klorin yang terkandung di dalam air adalah dengan penambahan thiosulfat dalam jumlah (konsentrasi) yang sama ke dalam air tersebut. restoran. sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak dan ikan. serta ikan yang telah busuk. sehingga sudah bersifat netral dan tidak menimbulkan masalah lingkungan. maka air tersebut sebelum dibuang sebaiknya diolah terlebih dahulu. Mikroba pengurai di lingkungan jumlahnya akibat pengaruh desinfektan. Dengan pemanfaatan limbah padat sisa-sisa ikan tersebut. Penggunaan air tawar yang mengandung klor sebagai desinfektan sangat dianjurkan untuk digunakan secara daur ulang. Silase ini masih mengandung protein yang cukup tinggi. tulang. sisik. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Proses pembuatan silase ini tidak memerlukan teknologi tinggi dan dapat dilakukan secara sederhana (Lampiran 2).

kolam fakultatif. Kapasitas kolam aerobik.B) Pengelolaan terhadap limbah cair yang berasal dari saniter (kamar mandi dan WC) akan dikelola dengan sistem resapan melalui septic tank. sedangkan di bagian bawah hingga dasar perairan bersifat anaerob. Penanganan limbah cair ini memerlukan instalasi pengolah limbah khusus dengan berbagai perlakuan. dengan kriteria BOD < 50 mg/l dan COD< 100 mg/l. Proses pembuangan limbah yang telah diolah tersebut ke perairan mengikuti persyaratan dan prosedur yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Perlakuan yang dialami oleh air limbah di kolam aerobik adalah pemberian oksigen dengan cara aerasi menggunakan kincir. kolam fakultatif dan kolam pengendapan disesuaikan dengan jumlah limbah cair yang dihasilkan setiap harinya. untuk selanjutnya air tesebut sudah dapat dibuang jika telah memenuhi syarat. lapisan air di permukaan bersifat aerabik karena dilengkapi dengan kincir. sehingga oksigen terlarut akan tercampur merata di dalam air limbah tersebut. Di kolam fakultatif air limbah yang ditampung akan mengalami pemisahan secara alami. Lumpur yang terendapkan di dasar perairan akan diuraikan secara anaerob. kolam pengendapan (settling) dan saluran pembuangan (Gambar 2). sehingga dampak yang ditimbulkan sangat kecil atau tidak penting. Instalasi pengolah limbah yang disarankan terdiri dari kolam aerobik. terutama sumur penduduk di sekitarnya. 111 tahun 2003 tentang Pedoman Mengenai Syarat dan Tata Cara Perizinan serta Pedoman Kajian Pembuangan Air Limbah ke Air atau Sumber Air (Lampiran 1. sehingga nantinya limbah tersebut tidak lagi memiliki nilai BOD dan COD yang tinggi. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Air anaerobik di lapisan bawah ini akan dioksidasi oleh lapisan di atasnya. Di kolam pengendapan akan terjadi pemisahan air dengan lumpur residual. sehingga limbah cair ini tidak akan mencemari perairan sekitar. Di kolam aerobik ini juga ditambahkan lumpur aktif yang mengandung sejumlah mikroba pengurai aerob. Selanjutnya air limbah dari kolam fakultatif akan dialirkan ke kolam pengendapan.31 sehingga saat dibuang telah memenuhi kriteria air limbah yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan.

Skema Unit Pengolah Limbah Pasar Ikan Higienis Lempasing Keterangan: • Air limbah (wastewater) yang masuk ke kolam aerobic sudah terbebas dari pengaruh klorin • Kekuatan kincir air yang digunakan di kolam aerobic mampu mengaduk air limbah secara merata • Di kolam aerobic dan kolam fakultatif dapat ditambahkan proobiotik (mikroba pengurai) yang biasa digunakan pada tambak payau • Residu Lumpur yang tersisa pada kolam pengendapan (settling pond) dapat diambil secara berkala untuk digunakan sebagai pupuk tanaman. Upaya pengelolaan terhadap kualitas udara yang meliputi pengurangan debu dan kebisingan dapat dilakukan dengan menanam tumbuhan hijau yang dapat menahan debu dan berfungsi sebagai peredam suara. Men. seperti bambu Secara lebih rrinci.H. upaya pengelolaan lingkungan tersebut dapat dilihat pada Tabel 10 berikut ini. Kep.32 Gambar 2. No. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Jenis tumbuhan yang dipilih adalah jenis yang dapat ditanam dengan kerapatan tinggi. kuning/jepang atau jenis lainnya. L.51/MENLH/10/1995). • Effluent yang dibuang ke perairan harus memiliki BOD < 50 mg/l dan COD < 100 mg/l (berdasarkan Kep.

Penyiangan dan penjualan ikan d.33 Tabel 10. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Jenis Kegiatan yang Menjadi Sumber Dampak Tidak ada a. Pasca konstruksi/ Operasional a. Pemeriksaan Ikan c. Penyimpanan e Rekreasi. Rekruitment tenaga kerja b. 2. Ringkasan Langkah Pencegahan dan Pengelolaan Dampak Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing. 1. Bongkar Muat Barang b. Tahap Kegiatan Prakonstruksi Konstruksi No. Pembersihan lahan Jenis Dampak Lingkungan • Tidak ada • Tersedianya kesempatan kerja • Penurunan kualitas perairan • Penurunan nilai Estetika • Penurunan kualitas perairan • Meningkatnya kandungan debu udara • Meningkatnya nilai estetika Tidak ada • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik cair • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik • Penurunan kualitas udara akibat pembusukan limbah padat ikan • Kebisingan akibat mesin pendingin • Penurunan kualitas perairan akibat limbah organik Langkah Pencegahan dan Pengelolaan Dampak • Memberikan prioritas kepada penduduk setempat • Mencegah masuknya lumpur ke perairan • Pemagaran areal pembangunan • Pengaturan tanah galian agar tidak hanyut ke perairan • Penyemprotan areal pembangunan • Penanaman tumbuhan bernilai estetik tinggi • Pembuatan IPAL • Pembuatan IPAL • Penetralan Khlorin efluent sebelum masuk ke IPAL • Limbah padat ikan dapat dikelola dengan sistem sanitary landfill di TPA Bakung • Menjual limbah padat ikan kepada pengusaha Silase • Pemasangan peredan suara • Pembuatan IPAL Ukuran Dampak c. Pekerjaan Bangunan • Jumlah penduduk setempat yang terekrut sebagai tenaga kerja • Lumpur tidak masuk ke perairan pantai • Areal pembangunan terpagar rapi • Tanah galian tidak masuk ke perairan pantai • Kandungan debu di udara < 230 µg • Penilaian masyarakat meningkat • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l • Efluent tidak mengandung Khlorin • Udara tidak berbau bangkai ikan • Tingkat kebisingan < 55 dBA • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l 3.

Tahap Kegiatan Jenis Kegiatan yang Menjadi Sumber Dampak Jenis Dampak Lingkungan • Penurunan kualitas udara akibat limbah padat ikan Langkah Pencegahan dan Pengelolaan Dampak • Limbah padat ikan dapat dikelola dengan sistem sanitary landfill di TPA Bakung • Menjual limbah padat ikan kepada pengusaha silase • Pembuatan septic tank Ukuran Dampak • Udara tidak berbau bangkai ikan f. Saniter (WC dan Kamar mandi) • Penurunan kualitas perairan pantai • Air limbah tidak masuk ke perairan umum/pantai Keterangan : • Baku mutu pencemaran udara ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan RI Nomor 205/07/1996 Tentang : Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara untuk Sumber Tidak Bergerak. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Kep.34 No. • Baku mutu untuk BOD dan COD effluent ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri.

Oleh karena itu upaya pemantauan lingkungan merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan merupakan alat kontrol bagi setiap perubahan komonen lingkungan. Pada saat tahap konstruksi pemantauan dilakukan dengan pengawasan dan pemeriksaan secara seksama. sehingga timbulnya kemerosotan kualitas lingkungan yang mengarah pada keadaan kritis dapat diketahui secara dini dan tindakan pencegahan dan perbaikan segera dapat dilakukan. baik di lingkungan darat. untuk melakukan evaluasi atas kebijakan yang telah diambil oleh pengambil keputusan. Tidak akan ada yang dapat mengetahui apakah pendugaan Hasil pemantauan merupakan bahan dampak benar terjadi dan aktivitas pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. udara. yang meliputi: jenis kegiatan yang menjadi sumber dampak. serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. dan ukuran dampak. Tolok ukur yang dipantau antara lain: lumpur dan tanah galian tidak masuk ke perairan pantai Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . jenis dampak lingkungan yang terjadi. Usaha-usaha yang akan dilakukan akan lebih menitikberatkan pada jenis-jenis dampak negatif dan meningkatkan dampak positifnya. Pengelolaan lingkungan tanpa diikuti oleh aktivitas pemantauan tidak akan banyak berarti.35 6. apakah perlu perbaikan atau penyempurnaan. pemasangan pagar proyek. pekerjaan tanah. Adapun lokasi pemantauan adalah di sekitar lokasi PIH Lempasing. metode pemantauan dampak lingkungan yang akan dilakukan. Adanya perubahan-perubahan yang berkenaan dengan kualitas lingkungan akan dapat terdeteksi dan diidentifikasi melalui upaya pemantauan lingkungan. baik saat pembersihan lahan.2 PEMANTAUAN LINGKUNGAN Pemantauan merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. perairan. dan pembangunan gedung PIH Lempasing. Upaya pemantauan lingkungan yang akan dilakukan oleh pengelola Pasar Ikan Higienis Lempasing mulai dari tahap konstruksi hingga pasca konstruksi/operasi.

baik pada kegiatan pemeriksaan ikan di laboratorium. Limbah cair yang dihasilkan saat dibuang ke lingkungan harus memiliki nilai BOD5 dan COD yang nilainya dibawah ambang batas. upaya pemantauan lingkungan tersebut disajikan pada Tabel 11. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . dan tingkat kebisingan di bawah 55 dBA.36 yang dapat menyebabkan kekeruhan di perairan. pemantauan juga dilakukan terhadap perekrutan tenaga kerja dengan tolok ukur ada/tidaknya masyarakat setempat yang terekrut sebagai tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi/keahlian yang dibutuhkan. Limbah yang dihasilkan harus terus dipantau agar tidak mencemari lingkungan. Secara rinci. sehingga limbah tersebut benar-benar diolah secara baik sebelum dibuang ke lingkungan. kandungan debu di udara dibawah 230 μg. Dari hasil pemantauan akan diketahui apakah tingkat kebisingan sudah melebihi ambang batas (< 55 dBA) atau masih di batas aman yang tidak mengganggu masyarakat sekitarnya. kegiatan penyiangan dan penjualan ikan. ataupun dari kegiatan rekreasi (restoran). Nilai BOD5 harus dibawah 50 mg/l. Dari segi sosial ekonomi. Pada saat tahap operasional. Dari pemantauan ini juga dapat diketahui efektivitas tumbuh-tumbuhan yang ditanam yang berfungsi sebagai peredam/penahan kebisingan. sedangkan COD dibawah 100 mg/l. Pemantauan limbah tersebut dilakukan 3 bulan sekali. Pemantauan dilakukan pada instalasi pengolah limbah yang ada. pemantauan dititikberatkan pada komponen utama penyebab dampak lingkungan. Pemantauan tingkat kebisingan dilakukan dengan mengukur parameter tersebut di sekitar lokasi PIH Lempasing secara periodik 3 bulan sekali.

Jenis Kegiatan yang Menjadi Sumber Dampak Tidak ada a. Bongkar Muat Barang b. Pembersihan lahan Jenis Dampak Lingkungan • Tidak ada • Tersedianya kesempatan kerja • Penurunan kualitas perairan • Penurunan nilai Estetika • Penurunan kualitas perairan • Meningkatnya kandungan debu udara • Meningkatnya nilai estetika Tidak ada • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik cair • Penurunan kualitas perairan oleh limbah organik • Penurunan kualitas udara akibat pembusukan limbah padat ikan • Kebisingan akibat mesin pendingin • Penurunan kualitas perairan akibat limbah organik Metode Pemantauan Lingkungan • Pemeriksaan administrasi perekrutan tenaga kerja • Pengawasan selama pembersihan lahan • Pemeriksaan pagar areal pembangunan • Pengawasan selama penggalian pondasi • Pengamatan kualitas udara. • Pengambilan sampel secara periodik dan pemeriksaan di laboratorium (3 bulan sekali) • Pengambilan sampel secara periodik dan pemeriksaan di laboratorium (3 bulan sekali) • Pengamatan ada tidaknya tumpukan limbah ikan busuk dan pemeriksaan kualitas udara • Pengukuran tingkat kebisingan secara periodik (3 bulan sekali) • Pengambilan sampel secara periodik dan pemeriksaan di lab (3 bln sekali) Ukuran Dampak c. pemasangan alat pemantau sederhana & pengambilan sampel udara. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . Pekerjaan Bangunan • Jumlah penduduk setempat yg terekrut sebagai tenaga kerja • Lumpur tidak masuk ke perairan pantai • Areal pembangunan terpagar rapi • Tanah galian tidak masuk ke perairan pantai • Kandungan debu di udara < 230 µg • Penilaian masyarakat meningkat 3. Pemeriksaan Ikan c. Tahap Kegiatan Prakonstruksi Konstruksi No. Rekruitment tenaga kerja b. Penyimpanan e Rekreasi. 2. • Pengamatan selama pembangunan taman. Ringkasan Upaya Pemantauan Lingkungan Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing. 1. Pasca konstruksi/ Operasional a. Penyiangan dan penjualan ikan • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l • Efluent tidak mengandung Khlorin • Udara tdk berbau bangkai ikan • Tingkat kebisingan < 55 dBA • BOD efluent < 50 mg/l • COD efluent < 100 mg/l d.37 Tabel 11.

38 No. Tahap Kegiatan Jenis Kegiatan yang Menjadi Sumber Dampak Jenis Dampak Lingkungan • Penurunan kualitas udara akibat limbah padat ikan Metode Pemantauan Lingkungan • Pengamatan ada tidaknya tumpukan limbah ikan busuk dan pemeriksaan kualitas udara Pengamatan ada tidaknya buangan limbah ke perairan umum. Men. Ukuran Dampak • Udara tidak berbau bangkai ikan • Air limbah tidak masuk ke perairan umum/pantai f. • Baku mutu untuk BOD dan COD effluent ditentukan berdasarkan Kep. Lingkungan Hidup No. Kep. Saniter (WC dan Kamar mandi) • Penurunan kualitas perairan pantai Keterangan : • Baku mutu kandungan debu ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan RI Nomor 205/07/1996 Tentang : Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara untuk Sumber Tidak Bergerak.51/MENLH/10/1995) Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung .

2 SARAN Disarankan untuk dapat dilakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup sesuai dengan hasil studi/kajian ini dengan tetap melakukan koordinasi dan konsultasi pada dinas/instansi lainnya yang terkait (Bapedalda). atau dikelola dengan sistem sanitary landfill . KESIMPULAN DAN SARAN 7. dapat disimpulkan beberapa hal: • Dampak lingkungan yang akan terjadi pada pelaksanaan pembangunan Pasar Ikan Higienis di Lempasing diperkirakan berlangsung pada tahap konstruksi dan pasca konstruksi/operasional. • Limbah padat organik yang berasal dari ikan dapat diolah menjadi silase untuk bahan baku pakan ternak.1 KESIMPULAN Berdasarkan studi ini.39 VII. Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung . • Jenis dampak lingkungan yang perlu mendapat perhatian lebih adalah timbulnya pencemaran di perairan akibat limbah cair organik dan limbah padat organik yang berasal dari ikan. fakultatif. 7. sehingga dapat meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi. • Instalasi pengolah limbah cair organik yang cocok untuk diaplikasikan adalah sistem kolam aerobik. Pada tahap prakonstruksi tidak menimbulkan dampak. dan pengendapan yang dapat menurunkan nilai BOD dan COD limbah tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan. • Pemantauan lingkungan dilakukan secara periodik 3 bulan sekali untuk memonitor kondisi limbah yang dibuang ke lingkungan.

40 Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful