Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada.sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. dsb. telah berhasil memberi nama 4. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. bentuk. letak dan bentuk putik. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio. tak tersisipi. invertebrata. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga.235 spesies hewan dan 5. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. Warna. Nomogenesis. ikan. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. semakin bervariasi. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. burung. Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat . Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik.

tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Linnaeus. Gambar 1.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. Kedua. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini.. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu.2 menunjukkan perbedaan . Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. air. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859. mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan. Pada abad 17. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini.

Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan.teori Lamarck dan teori Darwin.2. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. . Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. 1. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. Teori Lamarck. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut.

Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan.S. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang. Tidak semua zigot menjadi dewasa. Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. Kenyataan yang dilihat Darwin. Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah. Tahap berikutnya.M. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. besarnya populasi adalah tetap. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies. Awalnya. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya. Observasi : Dalam kondisi lapangan. tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan .

. Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. ahli ekonomi. yang ahli geologi. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. terlihat adanya perubahan berkesinambungan. fosil pada lapisan berbeda. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. “perjuangan untuk hidup”. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. (4) Jean Baptista Lamarck. antara lain (1) Erasmus. Dari Charles Lyell. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. (2) Thomas Robert Malthus. bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. (3) Charles Lyell. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. kakek Charles Darwin. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). masih terus berlangsung hingga kini.

Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies.1. Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. e. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. maupun aktifitas. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi. tingkah laku. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. c. amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. termasuk juga parasitisme. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. dsb. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. . Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. dan itulah merupakan fakta yang kedua. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. d. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Pemangsaan. b. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga.

terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. 1. Teori Evolusi Genetika . f. Namun demikian. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup. Simpson.A. disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C.3. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera. 1957). pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan.G. Villec.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan.. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. General Zoology. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya. Life: An Introduction to Biology. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme. 2.

Hanya saja pada zaman George Mendel. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa. 1. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan).1. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina.3. dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20. Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen.Teori ini dipelopori oleh George Mendel. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain. Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi. . Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan. Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental. Mendel menarik beberapa kesimpulan.

Sekali lagi. ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama. 1. Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. bila ciri dominan tidak ada. Oleh karena itu. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. bundar dan hijau. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. Namun. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya.3. semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. Aa. maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). Aa.Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel. Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a).berpadu bebas). ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. . namun dapat berpadu bebas.2. Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). Jadi. bundar dan kuning. yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau). Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). dan aa. keriput dan kuning. Dalam generasi berikut.3). tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni. Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1. Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina. Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua. serta keriput dan hijau.4). Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment.

Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting. pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan .Induk Galur Murni 1.3.3. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu.

Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup. Induk Induk Jantan dan Betina . Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1.5a). Di kalangan manusia. sebenarnya berawal pada teori ini. yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak.5a dan 1.kepada anak dan kemudian bercampur. ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran. dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya. Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1.5b).5b). lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran. Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar. sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1.

belum melalui apa yang tersirat. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”. Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci. berarti melawan kaidah agama. Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. Dari segi agama. Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus. pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. . Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu.2.

Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. serta mekanisme terjadinya seleksi. hibrid hasil domestikasi. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. . masalah morfologi. Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. Selain itu. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam. Selain itu. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. Dengan demikian. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik. sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. tidak memiliki spesies sebanyak itu. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. dan organ-organ rudimenter. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. Ini tidak dapat oleh Darwin. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. Masalah hibrid pun sudah disinggung. seperti akibat kondisi eksternal. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi.

Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada. Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. 3. orang awam pun dapat memahami. Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif. G. fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda.G. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme. Simpson (paleontolog vertebrata). Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran. Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. . Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian. dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu.

dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. anatomi maupun genetika. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. . dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat. memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. metabolisme. kaki yang pendek.6). Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. dan menghisap getah dari pada pohon. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya. Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. Dengan paruh yang panjang. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang. Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. 4. Dalam hal ini. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. fisiologi perkembangan. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi.

saluran usus untuk pencernaan makanan. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. menggunakan hampir setiap bagian tubuh. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi.Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). kaki untuk bergerak. dan tingkah laku. Pada manusia. . bentuk-bentuk tubuh khusus. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan. mata untuk melihat. sebagai contoh. Dengan bantuan kamuflase ini. bentuk. Sayap burung adaptasi untuk terbang. dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam.

jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya. 1. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini. Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup . Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada. 1. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. 4. menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan.Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain.

Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. 5. Dari empat teori yang disebut berikut ini. Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya. 3. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. 4. Nomogenesis c. karena merasa kaidahnya dilanggar. Diantara teori yang dikemukakan. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. ada pula yang didasarkan pada renungan. Kalangan itulah yang menentang Darwin.2. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a. Autogenesis . tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. TES FORMATIF 1. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu. Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya.

B. kemudian Alfred Wallace 5. Naluri 7. Teilhard de Chardin 4. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a. Georges Cuvier 3. Count de Buffon c. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. Proses belajar dan naluri d. dicetuskan oleh …. Alfred Wallace d. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. a. Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Charles Lyell b. Charles Darwin b. Aristogenesis 2. Charles Darwin dan Alfred Wallce c. Adanya organ tersisa c.b. Orthigenesis d. a. Charles Darwin. Noosfera b. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin. Leonardo dan Vinci b.R. Geosfera d. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Seleksi alam berlangsung … . hewan mengandalkan pada … a. Hasil belajar c. J. geosfera dan Noosfera 8. Lamrck c. Agar dapat bertahan. Malthus d. Leibnitz d. Biosfer c. Variasi akibat domestikasi d. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6. T. Proses belajar dan hasil belajar b. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta.

Johansen 10. Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a. Telah mendapat kritik dari Spencer c. Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Lama.H.100% = baik sekali 80% . Lamarck c. Telah mendapat kritik dari Johansen d. pada semua makhluk hidup d. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . B. Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9.a. Herbert Spencer b. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.89% = baik . Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a. Lama. Telah disempurnakan oleh Darwin b. Morgan d. terbatas pada beberapa spesies saja b. Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. T.

Untuk tetap bertahan. Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. D. C. B. Nomogenesis. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. B. . Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5. C.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. 10. D. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. Tetapi jika kurang dari 80%. 7. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. Morgan. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. A. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. D. A.uk hidup. dan Aristogenesis 2. H. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. Jawaban A. B. D. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan.70% .

Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka. Sebagai ilmuan. (2) bukti paleontologi. (3) bukti anatomi perbandingan. adanya pengaruh penyebaran geografi. adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin.M. mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. dan (5) bukti molekuler. (4) bukti perbandingan embriologi. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. Beagle. Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah. ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur.S.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak . dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup.

Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. Buktinya. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. jarang ditempati oleh spesies yang sama. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan.2). Sebagai contoh. dan di gunung pasir Andes. Dengan setiap garis evolusioner. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya. tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan. Sebagai buktinya. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. Sebagai contoh. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. Selanjutnya. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu. . Pada tingkatan yang lebih spesifik. Oleh karena itu. tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain. Sebaliknya.

Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui. misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. bahkan mungkin berbeda sama sekali.Lebih jauh dijelaskan. Jika dapat . dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air.

Ketika organisme-organisme terkubur. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil.1. suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. . 2. Umumnya. 2. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. cangkang (shell) eksternal pada molluska. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. terdapat dalam catatan fosil. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. sinar matahari dan angin. untuk menjadi fosil. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen. yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. atau internal skeleton pada vertebrata. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman. Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi. oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah.

yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia. 2. Fosil kuda termasuk cukup lengkap. kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman. karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi.3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak. .2. Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2.Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air. Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. sekitar lima kali di masa lampau. tetapi pernah bermigrasi ke Eropa. . Namun demikian.Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus). pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda. Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa.

Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya. Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm. . sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen.Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan.

Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang. e) Gigi seri melebar. Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. d) Punggung menjadi lurus dan datar. Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. Untuk menanggulangi . Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja. Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus. g) Pemanjangan dari tengkorak. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email. Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran.

i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. 3. tidak diperlukan lagi.4a dan 2. Bukti Anatomi Perbandingan . Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. Sebaliknya. kuda primitif hidup di hutan. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok. terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. Dengan berkurangnya jari. Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif. Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap. Misalnya. Pada masa berikutnya. makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Dengan demikian. Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut.4b). Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang. Selanjutnya. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak.kerusakan gigi.

Sebagai contoh. . sepasang organ tambahan. pencernaan. dan sistem peredaran darah. Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. pengeluaran yang sama. tertancap pada tulang belakang. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. pernafasan atau respirasi. tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama.

Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2. Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2.5). Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. Lebih jelasnya. ikan paus. Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi. Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Semua vertebrata seperti burung. tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang). sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain. .6). gigi geraham manusia. Struktur vestigial termasuk rudimentasi. kemudian menampilkan fungsi yang berbeda. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial.

tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain. mengunakan kode-kode genetik yang sama. namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. 5. kura-kura. (b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali.7 berikut ini. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda. sapi. grastrula. Misalnya perkembangan pada blastula. ayam. Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. Contohnya perbedaan antara ikan. (d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. salamander. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama. Gambar 2. Sebagai materi genetik. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut. akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama. kemudian kurang umum. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus.4. memberi kemajuan yang efektif . babi. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA.

dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai. tetapi beralih ke mekanisme hereditas.dan efisien. .

berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah. Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. Walaupun demikian. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. Setelah abad 19. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan. . Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi. 6. genetika. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. Dari informasi ini. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu. dua. angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. dan molekuler. dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi.0001 detik.

disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi.Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2. bahkan mungkin berbeda sama sekali. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi. pilihlah: . Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. jarang ditempati oleh spesies yang sama. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. 1. 4. TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Disamping itu.

Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. Isolasi lautan yang luas 4. Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. Hal ini disebabkan oleh: 1. 2. 2. Fungsi sama 3. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. semua organisme hidup memiliki: 1. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. Tidak tempat baru yang dituju 3. Tidak dapat ditentukan umurnya 4. 4 benar B. Dapat ditentukan umurnya 2. Jika jawaban 1. Jika jawaban 1.A. 3 benar D. Pada tingkat molekuler. 3 benar C. 4 benar 1. Hal ini disebabkan oleh: 1. Jika jawaban 1. Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. Materi genetik yang hampir sama . Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1. Sukar ditentukan umurnya 3. Jika jawaban 2. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2. 2. 3. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Fungsi tidak sama 4.

Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran. Jadi jawaban yang betul B 2. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . 2. Jadi jawaban yang betul A 3. Jadi jawaban yang betul B . Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Pilihan 1. Tetapi jika kurang dari 80%. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat.100% = baik sekali 70% . Molekul ATP 3. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Kode genetik yang sama 4.2. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1.

Jadi jawaban yang betul B 5. Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama. Pilihan 1. 3. Jadi jawaban yang betul D .4. dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. tetapi fungsinya tidak sama. 2.

Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi. sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. Salah satunya adalah catatan fosil. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan. Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini. namun bagaimana kita membuktikannya. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan. . 1. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan. Catatan Fosil. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1. 2. merupakan persoalan yang sulit. dan keanekaragaman. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup. DNA vs RNA.1. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . thecodonta. buaya. therapsida.kura-kura. Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil. Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. Dinosaurus pertama. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas.Triasik Ichtyosaurus. Rawa-rawa Hutan Lycopsida. Gynko.

Porofera. Eurypterids Iklim sejuk. prokariot -------- . Sphenopsida. Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. Nautiloid. Triobit dominan Iklim sejuk. Tunicata. Mollusca air. laba-laba. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. Ammonit. Echinodermata. Mollusca. Nautilus. Bryophyta. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm). Amphibia pertama Silurian Ostracoderm. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Pilina. Lycopsida.Gymnospermae dan Serangga. Annelida. Crustacea.

manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. Dari data tabel 3. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit. Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. Pada masa itu. Data inipun masih berupa dugaan. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. aldehida dan juga HCN. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. karena pada era itu. Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. Seperti sudah dikemukakan di atas. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam.000 tahun yang lalu. Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. H2O. menunjukkan pembagian waktu geologi. Tabel 3. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba. Variasi tersebut akan bertambah besar. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah. O2.3. Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. Misalnya. 3. . yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. atmosfer terdiri dari H2. CO2. Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian. terutama algae (ganggang biru). dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan.1. dan CO2. NH3. Menurut Oparin (1983). lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. N2. Dengan demikian. data umumnya sangat bervariasi. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. dan asam arotik.

DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). (2) Kelompok yang pro RNA. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. Untuk dapat berfungsi. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. karena strukturnya hanya single strand. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. Adalah sulit diterima. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks. sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa.Sejak tahun 1861. Dengan demikian. kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid. ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan.4. Dengan demikian. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. Apabila kehidupan berawal dari DNA. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. atau sebagai enzim. 3. • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil. DNA adalah bentuk penyempurnaan. Hal ini tidak dijumpai pada DNA. dan mudah sekali terurai. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu.

atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. Tanpa ada keanekaragaman. serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. anatomis. Misalnya. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. Apabila dilihat secara tersedniri. bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. Guanin (G). Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. prosesnya belum diketahui. mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak. Citosin (C). tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman. Hanya individu yang sehat dan kuat. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. maupun fisisologi setiap organsime. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. Misalnya. semua kondisi hidup dicukupkan. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Struktur tersebut adalah DNA. maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. yaitu ruang yang tidak cukup. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). demikian juga bagi organisme lain. Dalam kaitan ini. maupun para pakar lain sesudah mereka. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. tetapi sangat penting. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. evolusi tidak akan terjadi. . namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. dan Timin (T). maka mereka tidak dapat bergerak bebas. Darwin. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. Sejak masa lampau. Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. makanan yang cukup.

DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C.000. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). (5) Adanya ekotipe. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon). Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C.000. Variasi adaptasi. Jadi variasi itu memang ada. (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan.Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. (4) Adanya bermacam-macam mutan. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. anjing.000 sel. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. . Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. sapi dan organisme-organsime lainnya. kucing.000. DNA merupakan sumber informasi genetik. atau rata-rata sekitar 1/100.000 – 1. Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi. organisme. (3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik. Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya. selanjutnya asam amino membentuk protein. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. Seperti yang sudah dikatahui. Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. Mutasi dapat berakibat lebih besar. sapi pedaging. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak. dan mengubah komposisi produk. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain. sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. namun kejadiannya pada sel somatik. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. Sebagai contoh. (6) Mutasi yang menguntungkan. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). Semuanya berfungsi normal. sehingga organisme tersebut mati. sehingga fungsi suatu protein berubah. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. jadi tidak terlihat. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). Mutasi sel somatik jarang kita lihat. Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. tetapi tidak berakibat apa-apa. baru akibatnya dapat dilihat. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. (5) Mutasi bersifat fatal. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. Walaupun demikian. Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. Dalam hal ini terjadi perubahan produk. Kalau suatu sistem mudah berubah. mutan ayam broiler. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. Misalnya. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. itu bukan lagi suatu sistem. sebenarnya paling umum terjadi. Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. jadi tidak diturunkan. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: .

faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. dan dihidroksi-uridin. inosin. hiposantin. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi. Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. (4) Radiasi. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan.(1) Tautomer. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. (3) Inhibitor. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. pseudo-uridin. Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. akridin. metil-guanosin. energi tinggi sinar matahari. bromo-urasil. Pada molekul suatu senyawa. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. bromodeoksi-uridin. 2-amino-purin. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. kita mengetahui adanya isomer. metil-inosin. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. radioaktif. Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. Misalnya. (2) Struktur Analog. Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. ribotimidin. dll. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. Ada bermacam-macam radiasi. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. ataupun transkripsi dan translasi. Radiasi UV. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. Misalnya. 1. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. juga merupakan penyebab mutasi. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel.

Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua. . Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. 3. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut. RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. Jelaskan. Jelaskan. 4. Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner. dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan.2. Disamping itu. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan.

Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. suatu perubahan yang bersifat kekal.BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. faktor yang diturunkan. 2. yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi. 3. Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi . Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1. yang kemudian disebut gena.

Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. jumlah gen individu tersebut dapat berubah.1. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik. setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1. Dalam populasi.1): . Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu.2. Oleh karena itu. Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. terdapat kumpulan individu. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4. selanjutnya populasi individu tersebut berubah. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan.

G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah. Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan.2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah. . Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut.Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya). Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa.

A. Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma.2. . Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen. tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda.

Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida. . apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. dan 2) mutasi kromosom. B. Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi. Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation).Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi.

mutasi transisi. mutasi frame-shift dan mutasi stop.4). Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi.Mutasi titik.3 dan Gambar 4. ada lima macam yaitu. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat . C. Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi). (Lihat Gambar 4. Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel. inversi dan translokasi. mutasi transversi. duplikasi. mutasi sinonim.

imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Sebagai contoh adalah hibridisasi.tinggi. Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. .

kurang dari 100 individu.D. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan. Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) . Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar. Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom. Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. 3. Karena itu dalam populasi yang kecil. Di sini ada juga faktor kebetulan. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan. genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi.8%. juga dalam peristiwa spesiasi. E. Gambar 4. F. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan.6).

Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. Apabila keanekaragaman kecil. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. Buktinya. karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. mobilitas suatu organisme. karena keanekaragaman tidak ada. harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi. maka evolusi tidak akan terjadi. Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. tidak seorangpun yang tahu. organisme yang lebih rendah tingkatnya. ternyata berhasil dengan sukses. maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). belum ada standard yang jelas. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. Apabila mutasi tidak terjadi. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri.Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. . Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi. Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. besarnya populasi suatu organisme. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi. Misalnya. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil.

Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. maka frekuensi alel a = 0. Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. Walaupun demikian. secara ekologis.Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi. (lihat Gambar 4. Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan.7) . semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi.6. tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain.4. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain. Misalnya. Dengan perkataan lain. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km. jika p + q = 1.6 berarti p = 0. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain. Dalam ekologi. dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang. Dalam istilah genetika populasi.

karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini. Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk. dan tingkah laku tertentu (etiologi). • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama.Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi. perkawinan terjadi tidak secara acak. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. karena ada satu gen yang berubah. mungkin saja ikut berperan. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. Biasanya. • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah. . misalnya berupa naluri.

akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. (5) Jumlah populasi tetap. tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. Misalnya. • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. . baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. misalnya suatu pulau. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang. namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. • Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. seleksi alam tidak terjadi. Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). Dengan kata lain. (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi. • Lebih besar suatu organisme. (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan.• Bagi suatu daerah terisolasi. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan. • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas. Namun. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian.

Dalam hal ini. Hanya persyaratan ke-tiga. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi). sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam. sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup. menyebutkan bahwa. Artinya bahwa. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru.2. rumus ini tidak mungkin berlaku. namun dalam jangka waktu tertentu saja. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik. (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. (1) Reproduksi. Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. Dengan kata lain. sebagaimana disebutkan oleh Darwin. Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan.Berdasarkan penjelasan di atas. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil. Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. 4. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. Mark Ridley (1996). fitness adalah istilah teknis. berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. inipun suatu perkecualian. Dalam teori evolusi. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. .

Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.8): .

sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula. Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan). Tidak ada seleksi (No selection). yang cocok dengan keadaan lingkungannya. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. . (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection). sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. jumlah keseluruhannya selalu tetap.(1) Seleksi berarah (Directional selection). Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi. dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. 4. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik. Jika seleksi cukup kuat. 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection).3. Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu.

jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. Dengan demikian. dan Fenotip C sebanyak 10. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. Fenotip D sebanyak 10. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada. 1. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. Fenotip B sebanyak 10. Perkembangan berikutnya. Fenotip B sebanyak 20.Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi. dan disebut sebagai bibit unggul. bertolak dari prinsip seleksi alam. Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. dan Fenotip C sebanyak 20. Karena perubahan lingkungan. Kucing yang dipelihara di rumah. jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. RANGKUMAN . apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. ada yang panjang dan ada yang pendek. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya.

Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. TES FORMATIF Pilihlah A. Jika kedua pernyataan salah 1. Pilihlah B. alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. . Jika pernyataan betul. 3. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. Jika pernyataan betul.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”. 2. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama. yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races.

saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. B 2. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . A . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. C 4. C 3.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Tetapi jika kurang dari 80%.4.100% = baik sekali 70% .

fisiologi maupun perilaku. atau antar varian.BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. bahwa meskipun ada perbedaan morfologik. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi. Pengertian ini mengandung kosekuensi. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. . namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies.

Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. bila berlangsung dalam waktu yang lama. Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies. misalnya barier Geografik. 3) Konsep spesies morfologi. Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja. sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. Menjelaskan mekanisme spesiasi B. Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi. . Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan. misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup. Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. Menjelaskan konsep spesies 2. 2) Konsep spesies genetika. Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam.1. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik).

garis silsilah yang sama. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. 8) Konsep spesies recognition. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. fisiologi maupun perilaku. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. misalnya barier Geografik. Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). 9) Konsep spesies pluralistic. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. Parapatric. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. Mekanisme isolasi intrinsik. 5) Konsep spesies etologi. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. bila berlangsung dalam waktu yang lama. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. 10) Konsep spesies biologi. Meskipun ada perbedaan morfologik.4) Konsep spesies fisiologi. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik. 5. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan . spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. (2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida.2. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. dan Sympatric Speciation. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. 6) Konsep spesies paleontologi. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep.

Isolasi Mekanis 6. Isolasi Ecogeographic 2.Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Isolasi Kelakuan 5. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) . Isolasi Perkembangan 8. Isolasi Habitat 3. Isolasi Iklim/musim 4. Isolasi Genetis 7. Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9. Sterilitas hibrida 10.

. a. terjadi hibridisasi antara keduanya. Gambar 5. b. dibanding dengan populasi yang berbeda. dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi. mencegah keberhasilannya. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda. pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama. (A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. namun kemudian pada saat barier tersebut hilang. Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi.

Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Hal ini juga terjadi pada hewan. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau. Contoh lain dapat dikemukakan disini. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai. c. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. Namun kecenderungannya. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda .(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April. Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. karena terpisah secara ecogeografik. seperti Rana.

Dalam kegiatan reproduksi. mengangkat badannya di bagian itu. Dan ini cukup menyolok. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar. suatu hal yang stereotipik. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. . khas untuk spesies tertentu. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas. Gambar 5.3 adalah contoh perilaku kawin. Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik. pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. Yoselyn Crane.d. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. dari jenis jantan Mallard.

Ada enam bentuk yang berlainan. Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya.e. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina. .

dan sering dijumpai pada ikan. Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. adanya perbedaan musim perkawinan. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). h. g. Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. Pada tanaman. Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. f. Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh. sehingga hibrid yang terjadi tidak . Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. dan karena adanya hambatan mekanik. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. Ini terjadi pada Rana pipien. sehingga sperma tersebut mati. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik. artinya polinasi terjadi dengan sukses.

namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. dalam waktu . Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. punah. Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya. j. i. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. cenderung untuk mengalami eliminasi. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut. Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan. steril. spesies baru. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. Hibrida yang fertil. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies.menghasilkan keturunan. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan.

karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. Hibridanya mengandung gena A dan B. berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen. a. 108. juga dengan bentuk autopoliploidanya. yang karenanya individunya adalah AA. disilangkan dengan individu BB. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Dikenal misalnya. AABB. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. b. disamping tidak tidak dimungkinkannya . Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru.singkat atau perlahan-lahan. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. 72. 60. 36. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida. Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. 96. Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. 120 dan 144. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. ternyata karena sesuatu hal. 24. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14. Terjadi radiasi evolusioner. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. maka kemudian dinyatakan spesies baru. disilangkan dengan individu. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. 38. sehingga menyebabkan steril. Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut.

Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. buah. yang secara kebetulan terbuncang angin. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. Untuk lengkapnya gambar 5. peristiwanya divergensi.6 dirasakan dapat membantu. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. konvergensi. divergen. atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. Berparuh pendek sebanyak 3 spesies. . bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. serangga. Divergensi. diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda. Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. maka terlihat adanya garis yang menyebar. sebagai pemakan biji kaktus. di samping yang hidup dari madu. dan yang berparuh panjang 1 spesies. sebagai pemakan biji. c.

Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung. . Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora. di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. terjadi kepunahan. seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”. baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif.Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak.

Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh. Gambar 5. jauh berbeda. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama.8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. maka dapat terjadi adaptasi yang mirip. yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen.7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. . Gambar 5.

Peristiwa tersebut .Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak.

. Gambar 5.dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies.9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian. Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.

Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. burung.d. Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1. . tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. seperti pterosaurus. Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. 3. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4. Gambar 5. yaitu oportunisme dalam konvergensi. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena. Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2. e. tidak selamanya dapat diterapkan. Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama. yaitu untuk terbang. Peritiwa ini disebut oportunisme. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen.

yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual. . Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif. dan perilaku. Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. fisiologi. morfologi. 1. serta menunjukkan gejala hidup. Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies. Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. f. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi.

Adanya spesies simpatrik 3. . Tidak terjadi pertukaran gena B. . Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. . . . . . dan D yang paling tepat dan benar. Divergensi diikuti konvergensi . Isolasi Habitat B. Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. B. Isolasi perkembangan C. Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . Faktor intrinsic C. Terjadi pertukaran gena. Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. C. . Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies.TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. . A. . namun steril 4. A. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi . Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. Divergensi C. . . Faktor ekstrinsik D. Konvergensi D. . A. Isolasi gametik D. adaptif. . Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. A. Adanya perbedaan perilaku kawin D. . A. Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . . . adalah . . . 1. Divergensi dan konvergensi B.

B.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. B. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . C. A. Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2. 3. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. . 4. embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut. Tetapi jika kurang dari 80%.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. A.100% = baik sekali 70% . Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5. Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi.

. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi. Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah).BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda. Semasa hidup Darwin. Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. Setelah menyelesaikan modul ini. di Inggris. mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi.

‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). Selama perjalanan sejarah. Domestikasi.Berbagai varietas tanaman padi . . bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat. dan juga tekstur dan struktur tanah. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. kelembaban udara. Genotip sebagai G. kekecewaanlah yang akan kita temui.Berbagai hibrida tanaman perkebunan. 1986: 33). dan lingkungan sebagai E.Dan sebagainya. . Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E. usaha domestikasi telah dimulai. Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika. Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita.Babi . Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: . Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip.Berbagai jenis anjing ras . sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: . yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan. Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip. Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga. semenjak babak manusia petani dan peternak. Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. kerapatan udara. dan sebagainya. Jadi menurut rumus di atas adalah E. Sebagai contoh.

Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. baik langsung maupun tidak langsung.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan. suhu dan keasaman (pH). Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung. Bila ditinjau secara genetik. perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). 2. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. cahaya. Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral. Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi. tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung. setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut. 1965: 431).Dataran tinggi : P = G + E . yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). dan O.. maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. B. mineral dan air. kelembaban. umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. misalnya. AB. Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. tumbuhan dan hewan. . yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup. biarpun G keduanya sama. tumbuhlah tanaman seperti semula. Pada populasi manusia. kita mengenal empat macam golongan darah A. selama perjalanan hidup masing-masing. Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya.

sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan. juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. ahli ekologi kebangsaan Amerika. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk. Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup. seperti padang pasir. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. air. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup. dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup. yaitu Shelford. Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. Oleh sebab itu. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. sedangkan cahaya. Justin Liebig. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. dan sebagainya. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya. Sebagai contoh dalam hal makanan. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan.

batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6. Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi.2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup. kelimpahan. Pada tingkat Individu: . Memperhatikan gambar 6.Shelford. Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan.1. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan.2. 1982: 95) : 1.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5. berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging. dan berjalan dengan dua anggota (kaki). Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan. bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar. adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. tatapi juga sudah membuatnya. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. mempertahankan diri dari lawan-lawannya. kebiasaan perilaku. yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. Pada situs.5 juta tahun. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan). Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. dengan semua makhluk hidup.sekarang terlepas dari aspek ragawi. maupun kemungkinan perkembangannya kemudian. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial.5 juta tahun yang lalu. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi. serta kemungkinan asal mulanya. . yang berumur 3. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. bertumpu. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. membangun tempat berlindung. Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. membuat pakaian.

.

.

Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500. sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas). Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus. Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat. juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang. si manusia raksasa yang hidup 600-500. namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang. Afrika (Tanzania.000 tahun yang lalu. memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju. dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” .000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa). Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan. .Sekitar 700.000 tahu yang lalu. dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus. yang berasal dari Asia (Jawa). Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian. Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris).

Fosil yang hidup sekitar 400. cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian. Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. Manusia Ngandong yang juga dari Solo. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. suatu lembah Bengawan Solo).000 – 60.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia. tetapi juga tempat makanan dan minuman. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir. ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens. Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. mengingat bahwa dari aspek fisik. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal.000 tahun. manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil. Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain. namun ada sementara ahli yang berpendapat. Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural.000 tahun yang lalu itu. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander). Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. . benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat.000 – 20. macam binatang buruan. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus. Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan.000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati.2). dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. disamping fosil yang pernah disebut dimuka. dalam hal ini seni lukis. yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan. Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa.

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

pinggul. sehingga bila kaki ditapakkan. sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. Bipedalisme. yang hidup di pepohonan. yaitu: kaki. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. bentuk dan perilaku makan. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. Panjang tulang-tulang. Pada makhluk arboreal.3). menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. sedemikian rupa keadaannya. tetapi ada keleluasaan gerak. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik. Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. misalnya mata. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial. Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. . yang memberi keuntungan pada usaha membela diri.2). Letak alat indera. melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. kondisi tulang. Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik.Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. tangan dan kepala. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. lurus atau bengkok ikut pula menentukan. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. kemampuan memilih. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang.

kapasitas otaknya 700 cc. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. disebut Pithecanthropus erectus. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat. dan dikenal sebagai pemakan daging. rahang masif dan geligi kekeraan. tulang kening yang menonjol. Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. . Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. yang karena berdiri tegak. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan. tengkoraknya halus cenderung membulat. dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. dan tangannya menurut Napier. Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan). yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470. Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. serta menonjol ke muka. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju.5 juta tahun. ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah. Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik.

000 cc. Fosil manusia Cro-Magnon. semakin muda umur geologik fosil. Secara lepas makin muda umur geologik fosil.000 – 10. garis-garis primitif memang masih kelihatan. Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. dahi tinggi. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern. melalui penginderaan mata. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo. juga yang lain. oss.000 tahun yang lalu. tonjolan tulang tengkorak. Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern. Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. yang hidup 40. . namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini. Tengkorak tipis. mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya. Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak. tidak ada taring yang muncul. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi. perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. pada Homo erectus Peking. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens. Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan. yang letaknya dibelakang telinga. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . makin kompleks perkembangan budaya. Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. mastoideus. dan aspek psikososialnya.

karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. integral. semua itu tidak melegakan harapan. Sehingga pada tahun 1912. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. para ahli merasa curiga. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950. . Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi. karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. 3. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. dengan pengujian kimiawi. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. hasil suatu kikiran yang cukup halus. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. antara manusia dengan kera. Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia.

Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. . mencoba menelaah evolusi manusia. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Sementara orang awam berpendapat. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. tetapi lebih pada yang tersirat. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. meskipun pengungkapannya berbeda. kini mulai berubah. termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. maupun arkeologik. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi. Uskub Oxford. orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi. seperti yang tersurat. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. yaitu 24 jam dalam sehari semalam.Kalau di masa lalu ulama Gereja. paleontologik. dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal.

Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon . Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. . yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama. Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. Gambar 7. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. modifikasi berlanjut. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama. jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern. Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern.. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh.Manusia modern. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi.Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) .Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena. untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. meskipun tidak harus demikian. interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat. yang bipedal. terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus.

Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran. . Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin.

. tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. peperangan. kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap. Evolusi yang menuju pada manusia modern. melihat keadaan dewasa ini. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. transportasi yang canggih. yang penuh dengan hingar-bingar. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. Komunikasi yang terbuka.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. dan segala macam kekerasan. Adaptasi. perkosaan. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. Sebagaimana informasi genetik. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan. Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. perubahan cara berpikir.

. A. maka makhluk tersebut makan daging B. Secara Lisan B. Transmisi informasi non genetik B. maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. Melalui Lambang Non Verbal C. Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. Bertentangan dengan kitab suci 4. Kesulitan menafsie umur C. Perkembangan psiko-sosial D. . Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . Perkembangan organ-organ tubuh 3. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. Karena sudah maju dari aspek biologis. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D.TES FORMATIF 1. Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. kecuali: A. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . pernyatan mana benar? A. Dari pemikiran evolusi. Transmisi informasi genetik C. Makan daging dan perkembangan maju. Karena makan daging. Melalui benda peninggalan 2. Kesulitan menemukan fosil B.

Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. DAFTAR PUSTAKA . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. A. Tetapi jika kurang dari 80%. 2. Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. 3. lukisan. dan sebagainya.100% = baik sekali 70% . Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia. C. Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang. dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . C.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. 4. Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. B. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.

More Kuth. Evolusi. Ehrlich. Simmons M. 3rd Ed. Inc. Jakarta: Tira Pustaka. 1979. Dobzhansky Theodosius. Cann L.H. 1996. 2nd Ed. Singapore. San Fransisco.W Norton & Comp. New York: Yale Univ. Howell Clark. Wm. 1976.R. Iowa. The Origin of Species. The Meaning of Evolution. Jakarta: Tira Pustaka. New York: Avenel Bodes. Scientific American.Inc. Simpson C. New York: Mc Graw-Hill Book Company..C. Snustad D.. New York. The Benjamin/Cummings Publishing Company. New York: W. Johnson L. 20 – 27. W.C. Blackwell Science. Atlanta.P. Biology.C. 1984. 2nd Ed. Evolution. and Wilson A. Biology. Ridley Mark..p. Dubuque.J. 1992. Brown Publishers. Press. 1974. 1967.. Manusia Purba. Gardner E. The Proces of Evolution.. Freeman and Company. et al. Inc. . Evolution. John Wiley & Sons. 1987. Toronto. 1989. 8th Ed. The Recent African Genesis of Humans. 1979.Campbell’s. Keeton Gould. Principles of Genetics. Darwin Charles. Biological Science. Paul R. Georgia. 1979.G.

A. Wolpoff M. Comp. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour. Scientific American.Wallace.p. R. .H. 28 – 33. The Multiregions Evolutions of Humans. and Thorne A. 1973. California: Good Year Publishing. 1992.G.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan. SAP. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini. Sehubungan dengan hal tersebut. . serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal. M. Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya.Pd. Frida Maryati Yusuf. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi.Dra. GBPP.

.

DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1. Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 3. konsep spesies dan mekanisme spesiasi. 2. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar. Tujuan Instruksional Umum . Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup. variasi dan seleksi alam. Asal usul kehidupan dan keanekaragaman.

Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c. mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik . Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b. Susunan Bahan Ajar 5.

.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc. . Gambar template oleh saw. Diberdayakan oleh Blogger..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful