Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. burung. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. tak tersisipi. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. semakin bervariasi. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden. bentuk.235 spesies hewan dan 5. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio. sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. invertebrata. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. ikan. letak dan bentuk putik. telah berhasil memberi nama 4. Nomogenesis. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus. Warna. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. dsb. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat .

mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Pada abad 17. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859. Gambar 1. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu.. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. air. Kedua.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini. Linnaeus. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan.2 menunjukkan perbedaan . Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru.

Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life.2. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. . Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut.teori Lamarck dan teori Darwin. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan. 1. Teori Lamarck. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan.

Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi. makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur.M. Observasi : Dalam kondisi lapangan. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan. besarnya populasi adalah tetap. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. Awalnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. Kenyataan yang dilihat Darwin. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan . Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam.S. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah. tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Tidak semua zigot menjadi dewasa. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Tahap berikutnya. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah.

dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. (3) Charles Lyell. Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. yang ahli geologi. Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. Dari Charles Lyell. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. . antara lain (1) Erasmus. masih terus berlangsung hingga kini. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. (4) Jean Baptista Lamarck.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan. ahli ekonomi. (2) Thomas Robert Malthus. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. terlihat adanya perubahan berkesinambungan. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. kakek Charles Darwin. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. fosil pada lapisan berbeda. menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. “perjuangan untuk hidup”.

Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. c. dan itulah merupakan fakta yang kedua. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. d. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. dsb.1. Pemangsaan. tingkah laku. Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. . termasuk juga parasitisme. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. e. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. b. amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. maupun aktifitas. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi.

terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. 1957). Teori Evolusi Genetika . Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan. Simpson. pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan.. disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C. General Zoology. Life: An Introduction to Biology.G. 2. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera.3. makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan.A.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. Namun demikian. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin. Villec. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi. f. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup. 1. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi.

Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan). Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi. 1. . dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina. Hanya saja pada zaman George Mendel. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental. Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain.3. Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan.1.Teori ini dipelopori oleh George Mendel. Mendel menarik beberapa kesimpulan.

1. Aa. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. serta keriput dan hijau. Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus. sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. . Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. bundar dan hijau. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a). Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. Oleh karena itu. dan aa. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya. Dalam generasi berikut. Jadi.2.3. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. Namun. Aa. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan. yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau).4).berpadu bebas). Sekali lagi. Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina. Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1.Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel. keriput dan kuning. Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua. namun dapat berpadu bebas. bila ciri dominan tidak ada. bundar dan kuning.3). ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama. tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni.

pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan . Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting.3.3. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu.Induk Galur Murni 1.

ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran.5a dan 1. lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran. Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1. dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya. Induk Induk Jantan dan Betina . sebenarnya berawal pada teori ini.5b).5a). Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1.kepada anak dan kemudian bercampur. Di kalangan manusia. Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup. sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1. Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar.5b). yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak.

pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”. . Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. berarti melawan kaidah agama. Dari segi agama. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial.2. belum melalui apa yang tersirat. Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci. Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus. Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu.

Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. Masalah hibrid pun sudah disinggung. Dengan demikian. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam. dan organ-organ rudimenter. Ini tidak dapat oleh Darwin. Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam. Selain itu. sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam. perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. . masalah morfologi. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. serta mekanisme terjadinya seleksi. Selain itu. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi. seperti akibat kondisi eksternal. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik. hibrid hasil domestikasi. Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. tidak memiliki spesies sebanyak itu. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat.

Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang. yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda. Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme. Simpson (paleontolog vertebrata). Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin. tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran.G. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). orang awam pun dapat memahami. where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu. . 3. Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. G. Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian. dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19. Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada.

Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang. Dengan paruh yang panjang. anatomi maupun genetika.6). Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon. Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. fisiologi perkembangan. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. Dalam hal ini. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur. 4. memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. kaki yang pendek. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. dan menghisap getah dari pada pohon.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. metabolisme. Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. . Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari.

. sebagai contoh.Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi. kaki untuk bergerak. Pada manusia. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi. bentuk-bentuk tubuh khusus. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). dan tingkah laku. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. saluran usus untuk pencernaan makanan. mata untuk melihat. menggunakan hampir setiap bagian tubuh. dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. Dengan bantuan kamuflase ini. dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. Sayap burung adaptasi untuk terbang. Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan. bentuk.

menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. 1. 4. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya. Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5. Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2.Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. 1. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup . ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini.

3. ada pula yang didasarkan pada renungan. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu. Nomogenesis c. Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a.2. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. karena merasa kaidahnya dilanggar. 5. 4. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. Diantara teori yang dikemukakan. Dari empat teori yang disebut berikut ini. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. TES FORMATIF 1. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya. Autogenesis . Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya. tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. Kalangan itulah yang menentang Darwin.

Noosfera b. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta. geosfera dan Noosfera 8. Biosfer c.B. Charles Darwin. Aristogenesis 2. Charles Darwin b. Charles Lyell b. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a. kemudian Alfred Wallace 5. Malthus d. Naluri 7. Teilhard de Chardin 4. Georges Cuvier 3. a. Lamrck c. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. Charles Darwin dan Alfred Wallce c.b. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Geosfera d. a. Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Alfred Wallace d. Hasil belajar c. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6. Proses belajar dan hasil belajar b. Leibnitz d. Variasi akibat domestikasi d. Orthigenesis d.R. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. T. Count de Buffon c. Adanya organ tersisa c. J. Agar dapat bertahan. dicetuskan oleh …. hewan mengandalkan pada … a. Seleksi alam berlangsung … . Proses belajar dan naluri d. Leonardo dan Vinci b. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin.

Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a. T. B. Lama. Herbert Spencer b.89% = baik .a. Telah mendapat kritik dari Spencer c. Morgan d. Lamarck c. Lama. terbatas pada beberapa spesies saja b. Johansen 10. pada semua makhluk hidup d. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Telah mendapat kritik dari Johansen d. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% .H. Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a.100% = baik sekali 80% . Telah disempurnakan oleh Darwin b. Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9. Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif.

Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5. 10. A. Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. Untuk tetap bertahan. Morgan. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. Tetapi jika kurang dari 80%. B. A. C. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama.uk hidup. B. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. B. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. dan Aristogenesis 2. C. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. H. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. D. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. D. 7. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan. Jawaban A.70% . yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. . Nomogenesis. D. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. D.

Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H. ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. adanya pengaruh penyebaran geografi.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. (3) bukti anatomi perbandingan. Sebagai ilmuan. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. (2) bukti paleontologi.M. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak . Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut. dan (5) bukti molekuler. Beagle. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin. Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka.S. (4) bukti perbandingan embriologi. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup. Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah.

catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara. . pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. Sebagai buktinya. jarang ditempati oleh spesies yang sama. Sebaliknya. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). Oleh karena itu. Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. dan di gunung pasir Andes. memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan. Pada tingkatan yang lebih spesifik.2). di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan. Sebagai contoh. Buktinya. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Selanjutnya. Dengan setiap garis evolusioner.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. Sebagai contoh. tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain.

Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air. misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Jika dapat . Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. bahkan mungkin berbeda sama sekali. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain.Lebih jauh dijelaskan. Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama.

suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat. Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. 2.1. . oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah. Ketika organisme-organisme terkubur. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. terdapat dalam catatan fosil. 2. Umumnya. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. atau internal skeleton pada vertebrata. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. cangkang (shell) eksternal pada molluska. yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang. sinar matahari dan angin. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. untuk menjadi fosil.

karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. 2. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman. Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik. kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut. Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi. Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2. .3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak. yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia. Fosil kuda termasuk cukup lengkap.2.Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air.

sekitar lima kali di masa lampau. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa. . Namun demikian. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut.Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus). tetapi pernah bermigrasi ke Eropa. Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa. pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda.

sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen. Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm. . Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya.Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan.

Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. Untuk menanggulangi . Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah. Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. g) Pemanjangan dari tengkorak. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran. Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email. d) Punggung menjadi lurus dan datar. Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. e) Gigi seri melebar. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja. Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang.

4b). Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Dengan demikian. Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput.kerusakan gigi.4a dan 2. i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. Bukti Anatomi Perbandingan . Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. kuda primitif hidup di hutan. Pada masa berikutnya. Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut. Misalnya. Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok. Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput. 3. terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang. Sebaliknya. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing. Dengan berkurangnya jari. Selanjutnya. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif. tidak diperlukan lagi. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak. urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2.

semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama. tertancap pada tulang belakang. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. . Sebagai contoh. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. pengeluaran yang sama. Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. pernafasan atau respirasi.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. dan sistem peredaran darah. sepasang organ tambahan. pencernaan. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang.

Lebih jelasnya. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. gigi geraham manusia. Semua vertebrata seperti burung. Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain. kemudian menampilkan fungsi yang berbeda. sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2. Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2.6). dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. . homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. ikan paus.Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog.5). Struktur vestigial termasuk rudimentasi. tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang). Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi.

babi. sapi. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA. akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama. namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). grastrula. salamander. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. (d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. kemudian kurang umum. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme. Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda. Contohnya perbedaan antara ikan. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. ayam. Sebagai materi genetik. Gambar 2. kura-kura. memberi kemajuan yang efektif .4. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. mengunakan kode-kode genetik yang sama. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus. tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel. Misalnya perkembangan pada blastula. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain. menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus. (b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama.7 berikut ini. 5. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut.

tetapi beralih ke mekanisme hereditas. dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai. .dan efisien.

gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. Setelah abad 19. Walaupun demikian. berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi. dan molekuler. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. Dari informasi ini. dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi. Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah. dua.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. 6.0001 detik. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya. Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”. genetika. Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. . Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu.

Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. 1. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. 4. disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi. pilihlah: . Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi. Disamping itu. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2.Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. jarang ditempati oleh spesies yang sama. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. bahkan mungkin berbeda sama sekali. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama.

Hal ini disebabkan oleh: 1. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. 4 benar B. Pada tingkat molekuler. 3. Tidak dapat ditentukan umurnya 4. 3 benar D. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. 2. Isolasi lautan yang luas 4. semua organisme hidup memiliki: 1. Jika jawaban 1. 2. Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Materi genetik yang hampir sama . 4 benar 1. Jika jawaban 1. Jika jawaban 1. Dapat ditentukan umurnya 2. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. Sukar ditentukan umurnya 3. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5.A. Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. 2. Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. Hal ini disebabkan oleh: 1. Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. 3 benar C. Fungsi sama 3. Fungsi tidak sama 4. Tidak tempat baru yang dituju 3. Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1. Jika jawaban 2.

Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Tetapi jika kurang dari 80%. 2.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Kode genetik yang sama 4. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Jadi jawaban yang betul B . dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran.100% = baik sekali 70% . Jadi jawaban yang betul B 2. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Molekul ATP 3. Pilihan 1. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Jadi jawaban yang betul A 3.2. Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif.

Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama. Jadi jawaban yang betul B 5. 2.4. Pilihan 1. Jadi jawaban yang betul D . tetapi fungsinya tidak sama. dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. 3.

Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan. sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA. Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi. . 1. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman. DNA vs RNA. merupakan persoalan yang sulit. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan. Salah satunya adalah catatan fosil. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan. namun bagaimana kita membuktikannya. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini. dan keanekaragaman. 2. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan.1. Catatan Fosil.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Dinosaurus pertama.kura-kura.Triasik Ichtyosaurus. Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . thecodonta. buaya. Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas. Rawa-rawa Hutan Lycopsida. Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil. Gynko. therapsida.

Pilina. Amphibia pertama Silurian Ostracoderm. prokariot -------- . Nautilus. Echinodermata. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm). Eurypterids Iklim sejuk. Ammonit. Tunicata. Annelida. Lycopsida. Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. Triobit dominan Iklim sejuk. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. Mollusca air.Gymnospermae dan Serangga. Porofera. Sphenopsida. Mollusca. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Nautiloid. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. Crustacea. laba-laba. Bryophyta.

000 tahun yang lalu. dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. data umumnya sangat bervariasi. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi. Data inipun masih berupa dugaan. Variasi tersebut akan bertambah besar. Misalnya. dan CO2. CO2. Menurut Oparin (1983). atmosfer terdiri dari H2. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari. N2. aldehida dan juga HCN. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba. NH3. menunjukkan pembagian waktu geologi. manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. . Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer. diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. Tabel 3. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam. karena pada era itu. Dengan demikian. Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian.1. Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. Seperti sudah dikemukakan di atas. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. H2O.3. Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. Pada masa itu.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik. Dari data tabel 3. terutama algae (ganggang biru). lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. dan asam arotik. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang. O2. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan. 3. yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi.

kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. Adalah sulit diterima. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. Dengan demikian. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. DNA adalah bentuk penyempurnaan. Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu. (2) Kelompok yang pro RNA. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks.4. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. dan mudah sekali terurai. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. 3. DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). Hal ini tidak dijumpai pada DNA. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . Untuk dapat berfungsi. karena strukturnya hanya single strand. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. Apabila kehidupan berawal dari DNA. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa. • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan. Dengan demikian. atau sebagai enzim. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis.Sejak tahun 1861.

Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. dan Timin (T). Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. Tanpa ada keanekaragaman. Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. Misalnya. atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. yaitu ruang yang tidak cukup. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Struktur tersebut adalah DNA. anatomis.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. Dalam kaitan ini. tetapi sangat penting. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. Apabila dilihat secara tersedniri. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. maupun para pakar lain sesudah mereka. tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. semua kondisi hidup dicukupkan. Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak. serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. Citosin (C). Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. . prosesnya belum diketahui. maupun fisisologi setiap organsime. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. evolusi tidak akan terjadi. Misalnya. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. Hanya individu yang sehat dan kuat. Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. maka mereka tidak dapat bergerak bebas. demikian juga bagi organisme lain. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua. makanan yang cukup. Darwin. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman. maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. Sejak masa lampau. Guanin (G).

000 sel. Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan. (3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. selanjutnya asam amino membentuk protein.000. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. Seperti yang sudah dikatahui.000 – 1. organisme. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. kucing. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi. (5) Adanya ekotipe. DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. . atau rata-rata sekitar 1/100. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. sapi dan organisme-organsime lainnya. Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. Jadi variasi itu memang ada. anjing.000.Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon). Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya. (4) Adanya bermacam-macam mutan. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C. Variasi adaptasi. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak. DNA merupakan sumber informasi genetik.000.

Semuanya berfungsi normal. Dalam hal ini terjadi perubahan produk. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. itu bukan lagi suatu sistem. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. Mutasi sel somatik jarang kita lihat. Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. baru akibatnya dapat dilihat. Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. Mutasi dapat berakibat lebih besar. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: . Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Kalau suatu sistem mudah berubah. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. namun kejadiannya pada sel somatik. Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. jadi tidak diturunkan. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi. mutan ayam broiler. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. Walaupun demikian. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain. sehingga fungsi suatu protein berubah. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). sehingga organisme tersebut mati. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. Misalnya. dan mengubah komposisi produk. jadi tidak terlihat. Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. (5) Mutasi bersifat fatal. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. Sebagai contoh. sapi pedaging. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. sebenarnya paling umum terjadi. tetapi tidak berakibat apa-apa. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. (6) Mutasi yang menguntungkan.

Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. ribotimidin. hiposantin. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. juga merupakan penyebab mutasi. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. (2) Struktur Analog. Misalnya. Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. Ada bermacam-macam radiasi. Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. (4) Radiasi. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan. metil-guanosin. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. akridin. Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. dan dihidroksi-uridin. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel. Misalnya. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. metil-inosin. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. ataupun transkripsi dan translasi. inosin. Radiasi UV. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. dll. 2-amino-purin. pseudo-uridin. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain. 1. bromo-urasil. radioaktif. energi tinggi sinar matahari. (3) Inhibitor. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. bromodeoksi-uridin. Pada molekul suatu senyawa. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan.(1) Tautomer. seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. kita mengetahui adanya isomer.

RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan.2. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua. Jelaskan. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. 3. Disamping itu. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. 4. . dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. Jelaskan. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner.

Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. suatu perubahan yang bersifat kekal. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi. 3. yang kemudian disebut gena. yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi .BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1. faktor yang diturunkan. 2. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam.

setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. jumlah gen individu tersebut dapat berubah. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu. terdapat kumpulan individu. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu.2. Dalam populasi. Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. selanjutnya populasi individu tersebut berubah. Oleh karena itu. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4.1): . setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik.1. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3. Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1.

G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah. Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4. Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan. sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya).2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa. Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. .Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut.

2. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual. Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen. tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda. A. Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. .

yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi. apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. B.Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi. . Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation). Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida. dan 2) mutasi kromosom.

Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel. mutasi sinonim. mutasi transversi. C. (Lihat Gambar 4. ada lima macam yaitu. inversi dan translokasi.3 dan Gambar 4.Mutasi titik. mutasi frame-shift dan mutasi stop. mutasi transisi. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat . Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi. duplikasi.4). Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi).

Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar. Sebagai contoh adalah hibridisasi.tinggi. ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi. imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. .

tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. 3. Gambar 4. sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi. Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. E. Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah.D. artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan. Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) . F. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4. Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). kurang dari 100 individu.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift. juga dalam peristiwa spesiasi.8%. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan.6). Di sini ada juga faktor kebetulan. Karena itu dalam populasi yang kecil. Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat.

besarnya populasi suatu organisme. Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali. Apabila keanekaragaman kecil.Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. tidak seorangpun yang tahu. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. belum ada standard yang jelas. Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. ternyata berhasil dengan sukses. Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). maka evolusi tidak akan terjadi. maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi. organisme yang lebih rendah tingkatnya. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. Buktinya. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. mobilitas suatu organisme. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi. . karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. karena keanekaragaman tidak ada. Apabila mutasi tidak terjadi. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil. Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi.

maka frekuensi alel a = 0. Dalam istilah genetika populasi. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi. Misalnya. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0. jika p + q = 1.6. Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan. dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang.Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. Dengan perkataan lain. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain. Walaupun demikian.6 berarti p = 0. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km. secara ekologis. Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan.4.7) . Dalam ekologi. tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi. Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain. (lihat Gambar 4.

karena ada satu gen yang berubah. • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi. • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah. . Biasanya. atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi.Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk. • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. mungkin saja ikut berperan. misalnya berupa naluri. umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini. karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. perkawinan terjadi tidak secara acak. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat. dan tingkah laku tertentu (etiologi).

• Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan. • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. . tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). Namun. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. Misalnya. imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan. (5) Jumlah populasi tetap. atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). misalnya suatu pulau. Dengan kata lain. baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. seleksi alam tidak terjadi.• Bagi suatu daerah terisolasi. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. • Lebih besar suatu organisme.

Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam. (1) Reproduksi. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya. Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik. 4. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi). Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. rumus ini tidak mungkin berlaku. inipun suatu perkecualian. Artinya bahwa. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. sebagaimana disebutkan oleh Darwin. Hanya persyaratan ke-tiga. .Berdasarkan penjelasan di atas. namun dalam jangka waktu tertentu saja.2. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). Dalam hal ini. apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. Dengan kata lain. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. fitness adalah istilah teknis. Mark Ridley (1996). ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi. Dalam teori evolusi. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. menyebutkan bahwa.

8): .Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.

Tidak ada seleksi (No selection). 4. dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. yang cocok dengan keadaan lingkungannya.(1) Seleksi berarah (Directional selection). Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection). (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection). Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik.3. Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung. Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu. sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula. jumlah keseluruhannya selalu tetap. Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya. populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan). sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. . dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. Jika seleksi cukup kuat. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi.

Karena perubahan lingkungan. RANGKUMAN . dan disebut sebagai bibit unggul. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. dan Fenotip C sebanyak 20. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. Fenotip D sebanyak 10. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. Fenotip B sebanyak 20. dan Fenotip C sebanyak 10. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya. jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. ada yang panjang dan ada yang pendek. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3. 1. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi. Perkembangan berikutnya. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. Dengan demikian. apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. Kucing yang dipelihara di rumah. Fenotip B sebanyak 10. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada. bertolak dari prinsip seleksi alam.Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama.

Jika pernyataan betul. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. . 2. Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. Jika pernyataan betul. yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”. alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C. TES FORMATIF Pilihlah A. 3. Jika kedua pernyataan salah 1. Pilihlah B. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama.

Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1.100% = baik sekali 70% . B 2. A . C 3.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. C 4.4. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Tetapi jika kurang dari 80%.

atau antar varian. fisiologi maupun perilaku. .BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. Pengertian ini mengandung kosekuensi. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi. bahwa meskipun ada perbedaan morfologik. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik.

Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. 2) Konsep spesies genetika. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan. sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. misalnya barier Geografik. . Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi.1. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam. Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya. 3) Konsep spesies morfologi. Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja. bila berlangsung dalam waktu yang lama. Menjelaskan mekanisme spesiasi B. Menjelaskan konsep spesies 2. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup.

5. Mekanisme isolasi intrinsik. Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. 8) Konsep spesies recognition. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Meskipun ada perbedaan morfologik. fisiologi maupun perilaku. 10) Konsep spesies biologi. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. 9) Konsep spesies pluralistic. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. bila berlangsung dalam waktu yang lama. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik.4) Konsep spesies fisiologi. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies.2. 6) Konsep spesies paleontologi. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep. misalnya barier Geografik. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. 5) Konsep spesies etologi. garis silsilah yang sama. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. (2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida. dan Sympatric Speciation. Parapatric. Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan .

Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) . Isolasi Habitat 3. Isolasi Iklim/musim 4. Isolasi Perkembangan 8. Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9. Isolasi Genetis 7. Isolasi Ecogeographic 2. Isolasi Mekanis 6.Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Isolasi Kelakuan 5. Sterilitas hibrida 10.

(A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali. dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. terjadi hibridisasi antara keduanya. dibanding dengan populasi yang berbeda. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya. a. mencegah keberhasilannya. . Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi. Gambar 5. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. namun kemudian pada saat barier tersebut hilang. b. Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama.

Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. Hal ini juga terjadi pada hewan. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda. Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. c. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda . namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. seperti Rana. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. karena terpisah secara ecogeografik. Contoh lain dapat dikemukakan disini. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Namun kecenderungannya. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April.(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial.

khas untuk spesies tertentu. dari jenis jantan Mallard. Gambar 5. suatu hal yang stereotipik. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. Dalam kegiatan reproduksi. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda. Dan ini cukup menyolok. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar.d. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. . Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara. mengangkat badannya di bagian itu. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”. Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas. Yoselyn Crane.3 adalah contoh perilaku kawin.

Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. . Ada enam bentuk yang berlainan.e. Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya.

Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan. Pada tanaman. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh. g. Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. f. Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya. Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. adanya perbedaan musim perkawinan. sehingga sperma tersebut mati. h.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. sehingga hibrid yang terjadi tidak . adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. dan karena adanya hambatan mekanik. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. dan sering dijumpai pada ikan. artinya polinasi terjadi dengan sukses. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. Ini terjadi pada Rana pipien.

Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan. Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. spesies baru. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. punah. i. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti. Hibrida yang fertil. Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. j. steril. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. cenderung untuk mengalami eliminasi. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut.menghasilkan keturunan. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya. dalam waktu . Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai.

disilangkan dengan individu.singkat atau perlahan-lahan. disilangkan dengan individu BB. 108. berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. sehingga menyebabkan steril. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida. Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. a. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. AABB. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. 96. Hibridanya mengandung gena A dan B. karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). 38. 120 dan 144. b. 24. 60. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14. juga dengan bentuk autopoliploidanya. poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen. ternyata karena sesuatu hal. 72. Terjadi radiasi evolusioner. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru. Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. 36. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. disamping tidak tidak dimungkinkannya . Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. yang karenanya individunya adalah AA. maka kemudian dinyatakan spesies baru. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. Dikenal misalnya.

Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. sebagai pemakan biji. dan yang berparuh panjang 1 spesies. pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. sebagai pemakan biji kaktus. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. yang secara kebetulan terbuncang angin. Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. Divergensi. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. Untuk lengkapnya gambar 5. konvergensi. maka terlihat adanya garis yang menyebar. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut. Berparuh pendek sebanyak 3 spesies.6 dirasakan dapat membantu. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya. di samping yang hidup dari madu. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. c. serangga. divergen. buah. . peristiwanya divergensi. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies.

karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”. Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri.Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak. . baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif. Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. terjadi kepunahan. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung. Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain.

maka dapat terjadi adaptasi yang mirip. . Gambar 5. jauh berbeda. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama. Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh.8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus.7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. Gambar 5.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen.

Peristiwa tersebut .Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak.

9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian. Gambar 5. . Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies.

tidak selamanya dapat diterapkan. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen. e. tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain. yaitu oportunisme dalam konvergensi. . Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan. Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2.d. burung. yaitu untuk terbang. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4. Gambar 5. Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1. divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. Peritiwa ini disebut oportunisme. Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. 3.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena. seperti pterosaurus.

Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual. serta menunjukkan gejala hidup. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. fisiologi. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif. . morfologi. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. f. 1. dan perilaku.

Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . Tidak terjadi pertukaran gena B. . Adanya spesies simpatrik 3. . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . Adanya perbedaan perilaku kawin D. Isolasi Habitat B. Divergensi C. Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies. Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. . A. Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. Divergensi diikuti konvergensi . . . . Faktor intrinsic C. Terjadi pertukaran gena. dan D yang paling tepat dan benar. Faktor ekstrinsik D. . A. . . Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. Konvergensi D. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi . C. . . . . Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. adaptif. A. . Isolasi perkembangan C. . Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . Divergensi dan konvergensi B. Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. A. adalah . . . Isolasi gametik D. . . namun steril 4. Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. . Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. A. B.TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. 1.

Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut.100% = baik sekali 70% . Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. A. B. Tetapi jika kurang dari 80%. 3. Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi. 4. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. . Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . C.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. A. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. B. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya.

Setelah menyelesaikan modul ini. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. .BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi. karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah). Semasa hidup Darwin. Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi. sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi. di Inggris.

Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga. bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat. maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E. . . Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. Selama perjalanan sejarah. usaha domestikasi telah dimulai. Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: .Babi .Berbagai jenis anjing ras . Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip. 1986: 33). sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. Sebagai contoh. Genotip sebagai G.Dan sebagainya. Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto.Berbagai varietas tanaman padi . Jadi menurut rumus di atas adalah E. kekecewaanlah yang akan kita temui. Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita. sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: . Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. kerapatan udara. yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan. Domestikasi. Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. dan juga tekstur dan struktur tanah. semenjak babak manusia petani dan peternak.Berbagai hibrida tanaman perkebunan. dan lingkungan sebagai E. Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. kelembaban udara.‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). dan sebagainya.

sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup. cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). suhu dan keasaman (pH). umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. Bila ditinjau secara genetik. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. biarpun G keduanya sama. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. . misalnya. 1965: 431). maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung. setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut. kelembaban. Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. kita mengenal empat macam golongan darah A.. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya.Dataran tinggi : P = G + E . yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang. B. Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. dan O. tumbuhan dan hewan. mineral dan air. Pada populasi manusia. perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. baik langsung maupun tidak langsung. AB. Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung. Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan. Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. tumbuhlah tanaman seperti semula. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. 2. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. cahaya. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. selama perjalanan hidup masing-masing.

Sebagai contoh dalam hal makanan. banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup. yaitu Shelford. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. Justin Liebig. dan sebagainya. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. air. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya. sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . Oleh sebab itu. ahli ekologi kebangsaan Amerika. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. sedangkan cahaya. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup. seperti padang pasir.

batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6.2. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan. Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda. Pada tingkat Individu: .2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller.Shelford. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi. Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6. 1982: 95) : 1.1. kelimpahan. Memperhatikan gambar 6.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

sekarang terlepas dari aspek ragawi. yang berumur 3. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu. pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya. Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5. maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan). yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan. . dengan semua makhluk hidup. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. bertumpu. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. membangun tempat berlindung. mempertahankan diri dari lawan-lawannya. tatapi juga sudah membuatnya. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. kebiasaan perilaku. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial. Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. serta kemungkinan asal mulanya. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. membuat pakaian. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan.5 juta tahun yang lalu. berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan. maupun kemungkinan perkembangannya kemudian. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi.5 juta tahun. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. Pada situs. ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. dan berjalan dengan dua anggota (kaki).

.

.

yang berasal dari Asia (Jawa).000 tahun yang lalu. sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia.Sekitar 700. dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” . . Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas). Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang. Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian.000 tahu yang lalu. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat. dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus. si manusia raksasa yang hidup 600-500. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan. memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju.000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa). Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China. Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang. Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris). Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500. Afrika (Tanzania. maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus.

maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus.2). Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. Manusia Ngandong yang juga dari Solo. Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada. Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal. cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis. disamping fosil yang pernah disebut dimuka. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian. dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa.000 – 60. Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. macam binatang buruan. Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7. tetapi juga tempat makanan dan minuman. namun ada sementara ahli yang berpendapat. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia. suatu lembah Bengawan Solo).000 tahun. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil.000 tahun yang lalu itu.Fosil yang hidup sekitar 400. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa.000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain. Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain. Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander). yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan.000 – 20. ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk. dalam hal ini seni lukis. manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. mengingat bahwa dari aspek fisik. .

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik. . bentuk dan perilaku makan. Letak alat indera.3).Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. yang memberi keuntungan pada usaha membela diri. Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. pinggul. bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. Bipedalisme. sedemikian rupa keadaannya. sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. tangan dan kepala. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya. Pada makhluk arboreal. tetapi ada keleluasaan gerak. kondisi tulang. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. lurus atau bengkok ikut pula menentukan. disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik.2). melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan. Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. sehingga bila kaki ditapakkan. misalnya mata. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. Panjang tulang-tulang. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. kemampuan memilih. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. yang hidup di pepohonan. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. yaitu: kaki.

kapasitas otaknya 700 cc. serta menonjol ke muka. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan. disebut Pithecanthropus erectus. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat. tengkoraknya halus cenderung membulat. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa. tulang kening yang menonjol. dan dikenal sebagai pemakan daging. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia. yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik. yang karena berdiri tegak. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc. dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol. . ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah.5 juta tahun. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan). Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. dan tangannya menurut Napier. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. rahang masif dan geligi kekeraan. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging.

yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini. yang letaknya dibelakang telinga. . Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . pada Homo erectus Peking.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo. Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. dahi tinggi. tonjolan tulang tengkorak.000 cc. mastoideus. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern. Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi. Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. Secara lepas makin muda umur geologik fosil. Tengkorak tipis. Fosil manusia Cro-Magnon. dan aspek psikososialnya. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens.000 tahun yang lalu. yang hidup 40. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain. Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern.000 – 10. Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. melalui penginderaan mata. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. juga yang lain. Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya. tidak ada taring yang muncul. garis-garis primitif memang masih kelihatan. namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens. makin kompleks perkembangan budaya. oss. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan. semakin muda umur geologik fosil. Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern.

para ahli merasa curiga. meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya. karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. antara manusia dengan kera. Sehingga pada tahun 1912. hasil suatu kikiran yang cukup halus. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. semua itu tidak melegakan harapan. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. . Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. integral. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. dengan pengujian kimiawi. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950.

kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka. yaitu 24 jam dalam sehari semalam. maupun arkeologik. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi. Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. paleontologik. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama. Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. meskipun pengungkapannya berbeda. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. kini mulai berubah. tetapi lebih pada yang tersirat. Uskub Oxford. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. seperti yang tersurat. Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang. Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. Sementara orang awam berpendapat. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka. . meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini.Kalau di masa lalu ulama Gereja. karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. mencoba menelaah evolusi manusia. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain.

Manusia modern. . meskipun tidak harus demikian. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon .. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. modifikasi berlanjut. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus. Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern.Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) . jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. yang bipedal. terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam.Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena. Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni. Gambar 7. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret. yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama. interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia.

.Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran. Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin.

Evolusi yang menuju pada manusia modern. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. melihat keadaan dewasa ini. Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. peperangan. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. Komunikasi yang terbuka.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. transportasi yang canggih. tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. perkosaan. Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. Sebagaimana informasi genetik. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. perubahan cara berpikir. Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. dan segala macam kekerasan. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. . dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. yang penuh dengan hingar-bingar. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. Adaptasi. tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan.

Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Kesulitan menafsie umur C. Transmisi informasi genetik C. Secara Lisan B. Melalui benda peninggalan 2. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. Transmisi informasi non genetik B. Karena sudah maju dari aspek biologis. Karena makan daging. Perkembangan psiko-sosial D. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . kecuali: A. Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . pernyatan mana benar? A.TES FORMATIF 1. Makan daging dan perkembangan maju. Melalui Lambang Non Verbal C. Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. . maka makhluk tersebut makan daging B. Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. . Bertentangan dengan kitab suci 4. Perkembangan organ-organ tubuh 3. Dari pemikiran evolusi. A. maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D. Kesulitan menemukan fosil B.

Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. A. Tetapi jika kurang dari 80%. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. 2. C. lukisan. Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. 4. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. B. C.100% = baik sekali 70% . dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik. DAFTAR PUSTAKA . 3. Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik. dan sebagainya.

p.C. Freeman and Company.. 2nd Ed.Inc. New York: W.G. Singapore. Scientific American. Inc. Atlanta. 8th Ed. Georgia. The Benjamin/Cummings Publishing Company. Simmons M. The Proces of Evolution.H.C. The Meaning of Evolution. 1967.. New York: Avenel Bodes. Gardner E. . Brown Publishers.Campbell’s. New York: Yale Univ. Biology. Jakarta: Tira Pustaka. Cann L..R. 1984. Paul R. Keeton Gould. 1974. More Kuth. W. 1996. Evolusi. Biology. 2nd Ed. 1989. Howell Clark. Biological Science.W Norton & Comp.. The Recent African Genesis of Humans. Ehrlich. New York.C. Simpson C. Darwin Charles. 3rd Ed. Dubuque. Blackwell Science. Iowa. 1992.P. Snustad D. Jakarta: Tira Pustaka. John Wiley & Sons. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 1976. The Origin of Species. 1979. Inc. Wm. Ridley Mark.J. and Wilson A. Manusia Purba. San Fransisco. Principles of Genetics. Evolution.. 20 – 27. Press. 1987. Johnson L. Evolution. Toronto. Dobzhansky Theodosius. 1979. et al. 1979.

1992. and Thorne A. R. California: Good Year Publishing. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour.Wallace.p. Wolpoff M. . The Multiregions Evolutions of Humans.G.H.A. 28 – 33. 1973. Comp. Scientific American.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi. serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis. Frida Maryati Yusuf. Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya. SAP. M. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini. Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan.Pd.Dra. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal. Sehubungan dengan hal tersebut. GBPP.

.

konsep spesies dan mekanisme spesiasi. Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup.DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1. variasi dan seleksi alam. Tujuan Instruksional Umum . Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. 2. bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. 3. Asal usul kehidupan dan keanekaragaman. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar.

Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d. Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b. Susunan Bahan Ajar 5.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik . mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4.

.

. Gambar template oleh saw. Diberdayakan oleh Blogger.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful