Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

letak dan bentuk putik. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana. invertebrata. tak tersisipi. Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. burung. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut.235 spesies hewan dan 5. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat .250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). Nomogenesis. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. telah berhasil memberi nama 4. dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. semakin bervariasi. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus. serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. dsb. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik. Warna. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. ikan. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden.sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. bentuk. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga.

2 menunjukkan perbedaan . Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Kedua. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. Pada abad 17. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. air. Linnaeus.. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Gambar 1.

Teori Lamarck. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup.2. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan.teori Lamarck dan teori Darwin. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. 1. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. .

Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur. Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. Tidak semua zigot menjadi dewasa. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam. Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos.S. Observasi : Dalam kondisi lapangan.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan.M. dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan . Kenyataan yang dilihat Darwin. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. besarnya populasi adalah tetap. Awalnya. Tahap berikutnya.

Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. (3) Charles Lyell. ahli ekonomi. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. (2) Thomas Robert Malthus. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. antara lain (1) Erasmus. dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. (4) Jean Baptista Lamarck. terlihat adanya perubahan berkesinambungan. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. “perjuangan untuk hidup”. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. masih terus berlangsung hingga kini. Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. Dari Charles Lyell. kakek Charles Darwin. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. fosil pada lapisan berbeda. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). . Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. yang ahli geologi.

Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. c. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan. Pemangsaan. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. b. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga. dan itulah merupakan fakta yang kedua. tingkah laku. amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. d. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. maupun aktifitas. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. . Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. e.1. termasuk juga parasitisme. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. dsb. Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi.

terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G.A. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. f. pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan. disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam. Villec. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera. Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. General Zoology. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Teori Evolusi Genetika . Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Simpson. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. Life: An Introduction to Biology. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme.3. 1957). 2. Namun demikian. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi.G. 1. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan.. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi.

Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi. Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa. Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain.Teori ini dipelopori oleh George Mendel. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). . Mendel menarik beberapa kesimpulan. Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan). Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan.1. Hanya saja pada zaman George Mendel. 1.3. Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental.

ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama.3. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. Namun. dan aa. Aa. . maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua. yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau). Oleh karena itu. serta keriput dan hijau. ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a). bundar dan kuning. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). keriput dan kuning. sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). Aa. bila ciri dominan tidak ada.3). Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. namun dapat berpadu bebas. Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus.4).Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel. bundar dan hijau.2. tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni. Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. 1. Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment.berpadu bebas). semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya. Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). Sekali lagi. Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). Jadi. Dalam generasi berikut.

pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan .Induk Galur Murni 1. Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting.3. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu.3.

sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1. Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1.5a). Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1. Di kalangan manusia.5b).5a dan 1. Induk Induk Jantan dan Betina . Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup. yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak.kepada anak dan kemudian bercampur. ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran. Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar.5b). dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya. lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran. sebenarnya berawal pada teori ini.

pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu. berarti melawan kaidah agama. Dari segi agama. Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”.2. . Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. belum melalui apa yang tersirat.

Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik. . Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam. Dengan demikian. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. Masalah hibrid pun sudah disinggung. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. dan organ-organ rudimenter. Selain itu. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi. sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula. masalah morfologi. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. seperti akibat kondisi eksternal. hibrid hasil domestikasi. Selain itu. Ini tidak dapat oleh Darwin. tidak memiliki spesies sebanyak itu. serta mekanisme terjadinya seleksi. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik.

. dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme. Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai. terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang. Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. G. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”. Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin. Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu. mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda. Simpson (paleontolog vertebrata). Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. 3. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada.G. orang awam pun dapat memahami. fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19.

Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. dan menghisap getah dari pada pohon.6). memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. metabolisme. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. . fisiologi perkembangan. Dalam hal ini. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi. dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. anatomi maupun genetika. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari. kaki yang pendek. 4. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia. Dengan paruh yang panjang. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang.

Sayap burung adaptasi untuk terbang. menggunakan hampir setiap bagian tubuh. mata untuk melihat. sebagai contoh. bentuk. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. kaki untuk bergerak. dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam. Pada manusia. dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. Dengan bantuan kamuflase ini. Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. dan tingkah laku. saluran usus untuk pencernaan makanan. bentuk-bentuk tubuh khusus. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). . Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan.Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi.

jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. 1. 4. menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan.Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain. Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya. 1. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup . Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2. Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada.

Autogenesis . namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya. Kalangan itulah yang menentang Darwin.2. TES FORMATIF 1. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu. Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan. ada pula yang didasarkan pada renungan. Dari empat teori yang disebut berikut ini. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. Diantara teori yang dikemukakan. karena merasa kaidahnya dilanggar. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. 3. Nomogenesis c. Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya. 5. tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. 4. Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a.

Leibnitz d. J. hewan mengandalkan pada … a. Variasi akibat domestikasi d. Proses belajar dan naluri d. Malthus d. dicetuskan oleh …. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6.B. Charles Lyell b. Lamrck c. T. Leonardo dan Vinci b. Naluri 7. a. Noosfera b. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta. Seleksi alam berlangsung … . Charles Darwin. Charles Darwin dan Alfred Wallce c. Biosfer c. a.b. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. Adanya organ tersisa c. kemudian Alfred Wallace 5. Geosfera d. Proses belajar dan hasil belajar b. Alfred Wallace d. geosfera dan Noosfera 8. Georges Cuvier 3. Orthigenesis d. Hasil belajar c. Count de Buffon c. Charles Darwin b.R. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin. Teilhard de Chardin 4. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a. Aristogenesis 2. Agar dapat bertahan.

pada semua makhluk hidup d. Johansen 10.100% = baik sekali 80% . Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Herbert Spencer b.a. Morgan d. Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a. terbatas pada beberapa spesies saja b. Lamarck c. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9. Telah disempurnakan oleh Darwin b. Lama. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a. Telah mendapat kritik dari Johansen d. Telah mendapat kritik dari Spencer c. B. Lama.H. Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. T. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.89% = baik .

D. B. B. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. dan Aristogenesis 2. yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. B. 10. Morgan. D. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama. H. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.uk hidup.70% . 7. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. C. Jawaban A. Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis. A. . saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. D. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. C. Tetapi jika kurang dari 80%. A. Nomogenesis. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. D. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan. Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. Untuk tetap bertahan.

Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup. adanya pengaruh penyebaran geografi. Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut. dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H. Beagle. ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar.M. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah. Sebagai ilmuan. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka.S. dan (5) bukti molekuler. (3) bukti anatomi perbandingan. (4) bukti perbandingan embriologi. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. (2) bukti paleontologi. Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak .

memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. jarang ditempati oleh spesies yang sama. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. Oleh karena itu. Buktinya. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan.2). Pada tingkatan yang lebih spesifik. biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). dan di gunung pasir Andes. di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya. Sebaliknya. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. Dengan setiap garis evolusioner. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda. catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. Sebagai contoh. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain. Selanjutnya. Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. . tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. Sebagai buktinya. Sebagai contoh.

Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui.Lebih jauh dijelaskan. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air. Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. bahkan mungkin berbeda sama sekali. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. Jika dapat . misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi.

Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. 2. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang. Umumnya. sinar matahari dan angin.1. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. untuk menjadi fosil. oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat. cangkang (shell) eksternal pada molluska. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. Ketika organisme-organisme terkubur. Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah. atau internal skeleton pada vertebrata. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. . terdapat dalam catatan fosil. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. 2.

kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut. . Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2.3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak.Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air. Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi. Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik. yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia. 2.2. Fosil kuda termasuk cukup lengkap. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman. karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar.

Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda. Namun demikian. tetapi pernah bermigrasi ke Eropa. Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. .Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus). Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut. Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa. sekitar lima kali di masa lampau. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa.

Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan. sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen. . Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya. Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm.

Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja. Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. Untuk menanggulangi . Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus. Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang. d) Punggung menjadi lurus dan datar. e) Gigi seri melebar.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran. g) Pemanjangan dari tengkorak. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email.

Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. Selanjutnya. terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. Dengan berkurangnya jari. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang.4a dan 2. Sebaliknya. kuda primitif hidup di hutan. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak. Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. Misalnya. tidak diperlukan lagi. Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap.kerusakan gigi. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi.4b). makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. Bukti Anatomi Perbandingan . urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2. Dengan demikian. Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. Pada masa berikutnya. 3. i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif.

semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup. pernafasan atau respirasi. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. Sebagai contoh. Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. dan sistem peredaran darah.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. pencernaan. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang. pengeluaran yang sama. tertancap pada tulang belakang. sepasang organ tambahan. .

Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. Lebih jelasnya. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain.5). Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. kemudian menampilkan fungsi yang berbeda.6). . Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi. Struktur vestigial termasuk rudimentasi.Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog. homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. gigi geraham manusia. tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang). Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2. dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. ikan paus. Semua vertebrata seperti burung. Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial.

(b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali. memberi kemajuan yang efektif . babi. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. grastrula. tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut. sapi. kura-kura. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain. (d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. mengunakan kode-kode genetik yang sama. akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama. salamander. 5. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme. namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. Sebagai materi genetik. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA. kemudian kurang umum.7 berikut ini. Gambar 2. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama. Misalnya perkembangan pada blastula.4. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel. Contohnya perbedaan antara ikan. ayam. menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus.

dan efisien. . dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai. tetapi beralih ke mekanisme hereditas.

6. genetika. dan molekuler. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. dua. Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah. Dari informasi ini. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya.0001 detik. . Setelah abad 19. Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”. gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. Walaupun demikian. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu.

jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. jarang ditempati oleh spesies yang sama. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. bahkan mungkin berbeda sama sekali. Disamping itu. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. pilihlah: . 1. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. 4.Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut.

Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. 2. 3 benar D. 3 benar C. 4 benar B. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Jika jawaban 2. 2.A. Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. Fungsi tidak sama 4. Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Tidak tempat baru yang dituju 3. Materi genetik yang hampir sama . Tidak dapat ditentukan umurnya 4. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5. Jika jawaban 1. Fungsi sama 3. Dapat ditentukan umurnya 2. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2. Jika jawaban 1. Hal ini disebabkan oleh: 1. Pada tingkat molekuler. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. 2. Hal ini disebabkan oleh: 1. semua organisme hidup memiliki: 1. Isolasi lautan yang luas 4. Jika jawaban 1. Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. 3. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Sukar ditentukan umurnya 3. 4 benar 1. Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1.

Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Pilihan 1. Jadi jawaban yang betul B 2. 2. Kode genetik yang sama 4. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk. Jadi jawaban yang betul A 3.2.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Tetapi jika kurang dari 80%. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran. Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif.100% = baik sekali 70% . Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat. Jadi jawaban yang betul B . Molekul ATP 3. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.

2. 3. tetapi fungsinya tidak sama. Pilihan 1.4. Jadi jawaban yang betul D . dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. Jadi jawaban yang betul B 5. Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama.

1. 2.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan. DNA vs RNA. Catatan Fosil. namun bagaimana kita membuktikannya. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1.1. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini. . dan keanekaragaman. Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan. Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman. sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. Salah satunya adalah catatan fosil. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup. merupakan persoalan yang sulit. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Triasik Ichtyosaurus. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas. Gynko.kura-kura. Dinosaurus pertama. therapsida. thecodonta. Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. buaya. Rawa-rawa Hutan Lycopsida. Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil.

Mollusca.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. Crustacea. Triobit dominan Iklim sejuk. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. Annelida. Porofera. Bryophyta. Tunicata. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. Ammonit. Nautilus. Echinodermata. Amphibia pertama Silurian Ostracoderm. Eurypterids Iklim sejuk. Pilina. Lycopsida. Mollusca air. laba-laba. Sphenopsida.Gymnospermae dan Serangga. Nautiloid. prokariot -------- . Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm).

1. Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi. Misalnya. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang. Data inipun masih berupa dugaan. H2O. tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit. aldehida dan juga HCN.000 tahun yang lalu. Tabel 3. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. 3. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian. Dari data tabel 3. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba. Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. terutama algae (ganggang biru).3. O2. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari. diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. N2. karena pada era itu.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik. Pada masa itu. . dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi. manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. Dengan demikian. Seperti sudah dikemukakan di atas. data umumnya sangat bervariasi. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. CO2.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan. atmosfer terdiri dari H2. dan CO2. Variasi tersebut akan bertambah besar. Menurut Oparin (1983). dan asam arotik. NH3. Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. menunjukkan pembagian waktu geologi. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer.

maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. Dengan demikian. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . Apabila kehidupan berawal dari DNA. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. 3. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan. karena strukturnya hanya single strand.4. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. atau sebagai enzim. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. Dengan demikian. Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. dan mudah sekali terurai. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai. (2) Kelompok yang pro RNA.Sejak tahun 1861. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid. sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. Hal ini tidak dijumpai pada DNA. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. DNA adalah bentuk penyempurnaan. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. Adalah sulit diterima. Untuk dapat berfungsi. kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks.

maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. Misalnya. semua kondisi hidup dicukupkan. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. maupun fisisologi setiap organsime. Tanpa ada keanekaragaman. prosesnya belum diketahui. Apabila dilihat secara tersedniri. Hanya individu yang sehat dan kuat. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. Struktur tersebut adalah DNA. Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. demikian juga bagi organisme lain. tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. dan Timin (T). dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. maupun para pakar lain sesudah mereka. Dalam kaitan ini. Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis. Misalnya. maka mereka tidak dapat bergerak bebas. makanan yang cukup. Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. yaitu ruang yang tidak cukup. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). Guanin (G). namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. anatomis. Sejak masa lampau. Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. evolusi tidak akan terjadi. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. tetapi sangat penting. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. . yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Darwin. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. Citosin (C). mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak.

Seperti yang sudah dikatahui. sapi dan organisme-organsime lainnya. Jadi variasi itu memang ada. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. selanjutnya asam amino membentuk protein. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan.Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA.000 sel.000. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. (3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon). (5) Adanya ekotipe. Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan.000. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. anjing. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C. Variasi adaptasi.000 – 1. DNA merupakan sumber informasi genetik. kucing. Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya. (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan. organisme. . Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi. DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya. atau rata-rata sekitar 1/100. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. (4) Adanya bermacam-macam mutan. tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik.000.

Dalam hal ini terjadi perubahan produk. mutan ayam broiler. jadi tidak terlihat. Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. sehingga fungsi suatu protein berubah. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. namun kejadiannya pada sel somatik. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain. Misalnya. (5) Mutasi bersifat fatal. Mutasi sel somatik jarang kita lihat. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. Walaupun demikian. Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan. Kalau suatu sistem mudah berubah. itu bukan lagi suatu sistem. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. baru akibatnya dapat dilihat. (6) Mutasi yang menguntungkan. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi. sehingga organisme tersebut mati. jadi tidak diturunkan. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. tetapi tidak berakibat apa-apa. Sebagai contoh. Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. sebenarnya paling umum terjadi. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. Mutasi dapat berakibat lebih besar. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: . dan mengubah komposisi produk. sapi pedaging. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. Semuanya berfungsi normal.

Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi. bromo-urasil. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. Misalnya. Misalnya. inosin. Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. metil-inosin. faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. pseudo-uridin. Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain. ribotimidin. energi tinggi sinar matahari. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Radiasi UV. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. Ada bermacam-macam radiasi. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. dll. bromodeoksi-uridin. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. (3) Inhibitor. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. akridin. Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. kita mengetahui adanya isomer. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. metil-guanosin. dan dihidroksi-uridin. ataupun transkripsi dan translasi. Pada molekul suatu senyawa. juga merupakan penyebab mutasi. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. radioaktif. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. (2) Struktur Analog. 1.(1) Tautomer. Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. 2-amino-purin. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. (4) Radiasi. hiposantin.

Jelaskan. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner.2. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner. 3. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. 4. Jelaskan. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. . Disamping itu.

BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. yang kemudian disebut gena. Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi . yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. 2. faktor yang diturunkan. Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam. suatu perubahan yang bersifat kekal. 3. Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi.

1.2. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan. selanjutnya populasi individu tersebut berubah. Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik. terdapat kumpulan individu. setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3. setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. Oleh karena itu. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu.1): . Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. Dalam populasi. jumlah gen individu tersebut dapat berubah.

Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi. . G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah.2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya).Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4. sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut. Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan. Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah.

tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda. Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen. Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual.2. . A. Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida. Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation). Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). . apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi. B.Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi. dan 2) mutasi kromosom.

mutasi sinonim.Mutasi titik. Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi). Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel. ada lima macam yaitu.4). C. inversi dan translokasi. mutasi frame-shift dan mutasi stop. Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi. mutasi transversi.3 dan Gambar 4. (Lihat Gambar 4. duplikasi. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat . mutasi transisi.

. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar.tinggi. imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. Sebagai contoh adalah hibridisasi. Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima. ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi.

genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan. juga dalam peristiwa spesiasi. Karena itu dalam populasi yang kecil. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. Di sini ada juga faktor kebetulan. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom.6). Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar.8%. Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) . kurang dari 100 individu. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift.D. Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. Gambar 4. tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. E. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). F. artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan. Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0. Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut. 3.

Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. besarnya populasi suatu organisme. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. maka evolusi tidak akan terjadi. Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi. . maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. karena keanekaragaman tidak ada. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Misalnya. belum ada standard yang jelas. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri. Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). ternyata berhasil dengan sukses. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. mobilitas suatu organisme. Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. organisme yang lebih rendah tingkatnya. Apabila keanekaragaman kecil. tidak seorangpun yang tahu. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. Buktinya. Apabila mutasi tidak terjadi. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi.

Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan. tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain.6 berarti p = 0. dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang. semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi.7) . Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. Dalam ekologi. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain. Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan.6. secara ekologis. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain.Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km. Misalnya. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. jika p + q = 1. Dengan perkataan lain.4. maka frekuensi alel a = 0. (lihat Gambar 4. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. Dalam istilah genetika populasi. Walaupun demikian. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0.

Biasanya. dan tingkah laku tertentu (etiologi). Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. misalnya berupa naluri. karena ada satu gen yang berubah. maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi. karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat. mungkin saja ikut berperan. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini. • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. perkawinan terjadi tidak secara acak. • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi.Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah. • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. . (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama.

akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan. • Lebih besar suatu organisme. mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. Dengan kata lain. Misalnya. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang. tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian. imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas.• Bagi suatu daerah terisolasi. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. . Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). • Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. (5) Jumlah populasi tetap. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan. misalnya suatu pulau. Namun. seleksi alam tidak terjadi. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Mark Ridley (1996). fitness adalah istilah teknis. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. Artinya bahwa. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi). (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik. Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam. sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru.Berdasarkan penjelasan di atas. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan. (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. inipun suatu perkecualian. Dalam teori evolusi. Hanya persyaratan ke-tiga. namun dalam jangka waktu tertentu saja. menyebutkan bahwa. 4. rumus ini tidak mungkin berlaku. Dengan kata lain. sebagaimana disebutkan oleh Darwin.2. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). Dalam hal ini. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. (1) Reproduksi. . ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi.

Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.8): .

dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. 4. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi. Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu. Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. Jika seleksi cukup kuat. sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. Tidak ada seleksi (No selection). Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. . Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi.3. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection). 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula. yang cocok dengan keadaan lingkungannya. jumlah keseluruhannya selalu tetap. dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection).(1) Seleksi berarah (Directional selection). populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan).

Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. Fenotip B sebanyak 10. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Perkembangan berikutnya. Kucing yang dipelihara di rumah. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada. Fenotip D sebanyak 10. dan disebut sebagai bibit unggul. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. bertolak dari prinsip seleksi alam. apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3. dan Fenotip C sebanyak 10. Karena perubahan lingkungan. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. Dengan demikian. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi.Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama. jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. RANGKUMAN . Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. Fenotip B sebanyak 20. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. 1. dan Fenotip C sebanyak 20. ada yang panjang dan ada yang pendek. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut.

Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C. Pilihlah B. . TES FORMATIF Pilihlah A. Jika kedua pernyataan salah 1. 3. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama. 2. yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. Jika pernyataan betul. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races. Jika pernyataan betul. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam.

C 3. C 4. A . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.4. Tetapi jika kurang dari 80%. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.100% = baik sekali 70% . Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% .79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. B 2.

Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi. Pengertian ini mengandung kosekuensi. fisiologi maupun perilaku. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies.BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. bahwa meskipun ada perbedaan morfologik. . atau antar varian.

spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup. Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. misalnya barier Geografik. Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi. . Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. Menjelaskan mekanisme spesiasi B. misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan.1. sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam. 2) Konsep spesies genetika. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja. Menjelaskan konsep spesies 2. Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. 3) Konsep spesies morfologi. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. bila berlangsung dalam waktu yang lama.Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan.

Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. 8) Konsep spesies recognition. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. 5. dan Sympatric Speciation. 6) Konsep spesies paleontologi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. 5) Konsep spesies etologi. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. (2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. 10) Konsep spesies biologi. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. bila berlangsung dalam waktu yang lama. Meskipun ada perbedaan morfologik. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. Parapatric.4) Konsep spesies fisiologi. misalnya barier Geografik. fisiologi maupun perilaku. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan . 9) Konsep spesies pluralistic. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep. Mekanisme isolasi intrinsik.2. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. garis silsilah yang sama.

Isolasi Ecogeographic 2. Isolasi Genetis 7. Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9. Isolasi Perkembangan 8. Sterilitas hibrida 10. Isolasi Iklim/musim 4. Isolasi Habitat 3. Isolasi Kelakuan 5. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) .Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Isolasi Mekanis 6.

dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. . dibanding dengan populasi yang berbeda. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama. terjadi hibridisasi antara keduanya. namun kemudian pada saat barier tersebut hilang.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya. Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama. b. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama. mencegah keberhasilannya. Gambar 5. a. pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi. (A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda.

Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai. seperti Rana. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. karena terpisah secara ecogeografik. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda . Contoh lain dapat dikemukakan disini. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. c. sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial. Hal ini juga terjadi pada hewan. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. Namun kecenderungannya. Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus.(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau.

Dan ini cukup menyolok. Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. Gambar 5. suatu hal yang stereotipik. Yoselyn Crane.3 adalah contoh perilaku kawin. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda. . Dalam kegiatan reproduksi. mengangkat badannya di bagian itu. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas. khas untuk spesies tertentu. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya. dari jenis jantan Mallard.d.

Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. Ada enam bentuk yang berlainan.e. . Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya.

sehingga sperma tersebut mati. h. g. dan sering dijumpai pada ikan. Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. Pada tanaman.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. dan karena adanya hambatan mekanik. namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya. artinya polinasi terjadi dengan sukses. hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. sehingga hibrid yang terjadi tidak . Ini terjadi pada Rana pipien. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. f. Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. adanya perbedaan musim perkawinan. Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan.

Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya. namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. i. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti. steril. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. cenderung untuk mengalami eliminasi. j. Hibrida yang fertil. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. spesies baru. punah. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan. Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan. dalam waktu . Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya.menghasilkan keturunan. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies.

Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya. 108. Terjadi radiasi evolusioner. 38. sehingga menyebabkan steril. 36. 72. 24. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida. ternyata karena sesuatu hal. disilangkan dengan individu BB. 120 dan 144. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. disamping tidak tidak dimungkinkannya . Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. disilangkan dengan individu. yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. 60. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru. Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. Hibridanya mengandung gena A dan B. berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14. b. karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. maka kemudian dinyatakan spesies baru. a. AABB. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. 96. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya.singkat atau perlahan-lahan. Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. yang karenanya individunya adalah AA. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. Dikenal misalnya. juga dengan bentuk autopoliploidanya. Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis.

Berparuh pendek sebanyak 3 spesies. sebagai pemakan biji kaktus. c. Untuk lengkapnya gambar 5. diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif. buah.6 dirasakan dapat membantu. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. sebagai pemakan biji. di samping yang hidup dari madu. konvergensi. serangga. yang secara kebetulan terbuncang angin. Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. divergen. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya. Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. maka terlihat adanya garis yang menyebar. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies. . bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus. peristiwanya divergensi. Divergensi. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. dan yang berparuh panjang 1 spesies. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut.

baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif. . di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain. karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora. Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung.Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak. terjadi kepunahan. seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”.

Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh. Gambar 5. . yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus. maka dapat terjadi adaptasi yang mirip.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen.8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran.7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. Gambar 5. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama. jauh berbeda.

Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak. Peristiwa tersebut .

. Gambar 5.dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies. Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian.

yaitu oportunisme dalam konvergensi. yaitu untuk terbang. tidak selamanya dapat diterapkan. Peritiwa ini disebut oportunisme. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena. Gambar 5. Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4. divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. . Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain. 3. seperti pterosaurus. Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2. burung. tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama.d. e. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan.

Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi. Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. fisiologi. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2. morfologi. f. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. dan perilaku. . serta menunjukkan gejala hidup. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama. 1. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual.

A. adalah . Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. C. Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . Isolasi Habitat B. A. . . . Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. Divergensi C. . . namun steril 4. Isolasi gametik D.TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. . Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . Isolasi perkembangan C. Adanya spesies simpatrik 3. A. Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies. Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. A. . 1. B. . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . adaptif. Terjadi pertukaran gena. Faktor ekstrinsik D. . Faktor intrinsic C. Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi . . . . Divergensi diikuti konvergensi . Divergensi dan konvergensi B. Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. A. Adanya perbedaan perilaku kawin D. . . Konvergensi D. . Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. . dan D yang paling tepat dan benar. Tidak terjadi pertukaran gena B. . . . .

Tetapi jika kurang dari 80%. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya. Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5. C. B. A. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2. A.100% = baik sekali 70% . B. . 3.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut. Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. 4.

Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Semasa hidup Darwin. mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. . Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah). di Inggris. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi. Setelah menyelesaikan modul ini. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda.

usaha domestikasi telah dimulai. Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita.Dan sebagainya. Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: . sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: . 1986: 33). semenjak babak manusia petani dan peternak. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip.Babi . dan sebagainya. Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E.Berbagai jenis anjing ras . bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat.‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). Domestikasi. yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan. Genotip sebagai G. . Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. Selama perjalanan sejarah. kerapatan udara. Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto.Berbagai varietas tanaman padi . .Berbagai hibrida tanaman perkebunan. dan juga tekstur dan struktur tanah. kelembaban udara. dan lingkungan sebagai E. kekecewaanlah yang akan kita temui. sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip. Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika. Jadi menurut rumus di atas adalah E. Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. Sebagai contoh.

baik langsung maupun tidak langsung. B. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. dan O. mineral dan air. yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut.. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral. cahaya. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. tumbuhan dan hewan. AB. Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. 2. biarpun G keduanya sama. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. Bila ditinjau secara genetik. maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. kita mengenal empat macam golongan darah A. Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. tumbuhlah tanaman seperti semula. 1965: 431). cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). Pada populasi manusia. misalnya. sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup. Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. kelembaban. Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. . Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda. Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi.Dataran tinggi : P = G + E . umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. selama perjalanan hidup masing-masing. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung. Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. suhu dan keasaman (pH). yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang. Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan.

Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen. banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. Sebagai contoh dalam hal makanan. air. dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. Justin Liebig. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”. juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker. dan sebagainya. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan. yaitu Shelford. Oleh sebab itu. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. sedangkan cahaya. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. seperti padang pasir. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. ahli ekologi kebangsaan Amerika. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

kelimpahan. Memperhatikan gambar 6. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”. batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut.1. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan.2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup. Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda.Shelford. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan. Pada tingkat Individu: . Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6.2. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller. 1982: 95) : 1.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

maupun kemungkinan perkembangannya kemudian.sekarang terlepas dari aspek ragawi. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. dengan semua makhluk hidup. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. kebiasaan perilaku. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. yang berumur 3. yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan. Pada situs. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging. bertumpu. Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu. membangun tempat berlindung. dan berjalan dengan dua anggota (kaki). pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya. yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan).5 juta tahun yang lalu. bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar.5 juta tahun. Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. membuat pakaian. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. serta kemungkinan asal mulanya. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. . yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. tatapi juga sudah membuatnya. maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. mempertahankan diri dari lawan-lawannya.

.

.

000 tahun yang lalu. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat. memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju. dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” . Afrika (Tanzania. Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian. Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China. si manusia raksasa yang hidup 600-500. maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus. Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus. namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500. dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang. Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. yang berasal dari Asia (Jawa). . juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan. Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik.000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa).Sekitar 700.000 tahu yang lalu. Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas). Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris).

2). Manusia Ngandong yang juga dari Solo. benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat.000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural. Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7. Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia.000 – 20. disamping fosil yang pernah disebut dimuka. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander). Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. mengingat bahwa dari aspek fisik. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan. Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain.000 tahun yang lalu itu. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya.000 – 60. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan. maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian. macam binatang buruan. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua. dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. tetapi juga tempat makanan dan minuman. cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. . Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. dalam hal ini seni lukis.000 tahun. suatu lembah Bengawan Solo). Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil. Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. namun ada sementara ahli yang berpendapat. yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40. ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens.Fosil yang hidup sekitar 400.

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. Pada makhluk arboreal. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. yang hidup di pepohonan. sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. lurus atau bengkok ikut pula menentukan. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. Letak alat indera. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial. tetapi ada keleluasaan gerak. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. Panjang tulang-tulang. Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. . bentuk dan perilaku makan. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler. kondisi tulang. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. yang memberi keuntungan pada usaha membela diri.2). Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. Bipedalisme. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak.3). Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. sedemikian rupa keadaannya. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. misalnya mata. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut. yaitu: kaki. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang. menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. sehingga bila kaki ditapakkan.Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. pinggul. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. tangan dan kepala. kemampuan memilih.

kapasitas otaknya 700 cc. . Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan). disebut Pithecanthropus erectus. yang karena berdiri tegak. dan dikenal sebagai pemakan daging. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. rahang masif dan geligi kekeraan. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc. Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. serta menonjol ke muka. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah. dan tangannya menurut Napier. yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. tengkoraknya halus cenderung membulat. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. tulang kening yang menonjol. Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc.5 juta tahun. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat. dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging.

Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo.000 tahun yang lalu. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. oss. mastoideus. Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . garis-garis primitif memang masih kelihatan. yang hidup 40.000 cc. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern. Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens. tidak ada taring yang muncul. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan. . Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak. dan aspek psikososialnya. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern. pada Homo erectus Peking. yang letaknya dibelakang telinga. Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. Tengkorak tipis. melalui penginderaan mata. Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). tonjolan tulang tengkorak. juga yang lain. Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe. Fosil manusia Cro-Magnon.000 – 10. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain. namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. dahi tinggi. makin kompleks perkembangan budaya. mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi. yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini. Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. Secara lepas makin muda umur geologik fosil. semakin muda umur geologik fosil. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern.

para ahli merasa curiga. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi. meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain. dengan pengujian kimiawi.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. 3. Sehingga pada tahun 1912. integral. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. semua itu tidak melegakan harapan. . meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru. antara manusia dengan kera. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. hasil suatu kikiran yang cukup halus.

karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut. orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama. yaitu 24 jam dalam sehari semalam. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. Sementara orang awam berpendapat. Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. mencoba menelaah evolusi manusia. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. Uskub Oxford. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang. . dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. kini mulai berubah. meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. paleontologik. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka.Kalau di masa lalu ulama Gereja. maupun arkeologik. kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. seperti yang tersurat. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap. termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. tetapi lebih pada yang tersirat. Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. meskipun pengungkapannya berbeda.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus.

Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) . interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh. Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena. Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. Gambar 7. untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon . Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. meskipun tidak harus demikian. yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. yang bipedal. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi. modifikasi berlanjut. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern.Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa.Manusia modern. jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan. . terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern.. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret.

.Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin. Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran.

Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. melihat keadaan dewasa ini. dan segala macam kekerasan. tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. perubahan cara berpikir. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. transportasi yang canggih. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. Adaptasi. Sebagaimana informasi genetik. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. . penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. yang penuh dengan hingar-bingar. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar. peperangan. Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. Komunikasi yang terbuka. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari. Evolusi yang menuju pada manusia modern. perkosaan. menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan.

Melalui benda peninggalan 2. Karena makan daging. Perkembangan organ-organ tubuh 3. Perkembangan psiko-sosial D. pernyatan mana benar? A. Kesulitan menafsie umur C. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. Bertentangan dengan kitab suci 4. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . Transmisi informasi genetik C. Transmisi informasi non genetik B. kecuali: A. Kesulitan menemukan fosil B. Karena sudah maju dari aspek biologis. Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. .TES FORMATIF 1. Makan daging dan perkembangan maju. Secara Lisan B. Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Melalui Lambang Non Verbal C. maka makhluk tersebut makan daging B. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D. Dari pemikiran evolusi. A. Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. .

Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . C. DAFTAR PUSTAKA . Tetapi jika kurang dari 80%. lukisan. C. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. 2. dan sebagainya. 4. 3. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang.100% = baik sekali 70% . Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik. A. B.

The Proces of Evolution. The Benjamin/Cummings Publishing Company.p. Scientific American. New York. 1976. Howell Clark.C. Dobzhansky Theodosius. Press. Evolution. Gardner E. New York: Yale Univ. Jakarta: Tira Pustaka. 1967.H. . Wm. Jakarta: Tira Pustaka. Cann L. 1979. Inc. 2nd Ed. New York: Avenel Bodes.J. Paul R. 1996. 1974. 1979. Biology. Georgia. Biological Science. New York: Mc Graw-Hill Book Company.. Brown Publishers. New York: W. More Kuth. The Recent African Genesis of Humans. 1984. Atlanta. Principles of Genetics. Singapore. 1989. Evolusi.Campbell’s. Evolution. Blackwell Science. Freeman and Company.W Norton & Comp. Manusia Purba. and Wilson A. Johnson L. Simmons M.P. 1979.R. 1987. Simpson C. 2nd Ed. Ehrlich. et al.. 3rd Ed. Biology. Iowa. 1992.C. Keeton Gould. Ridley Mark.. The Origin of Species. 20 – 27. Darwin Charles. Toronto.G. 8th Ed. Inc. Snustad D.. W. San Fransisco. Dubuque. John Wiley & Sons.C.. The Meaning of Evolution.Inc.

G. R. and Thorne A. 28 – 33. 1992. 1973. Comp.p.A.H. The Multiregions Evolutions of Humans. .Wallace. Scientific American. Wolpoff M. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour. California: Good Year Publishing.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya. . Sehubungan dengan hal tersebut. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini.Pd. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi.Dra. SAP. GBPP. M. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi. serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis. Frida Maryati Yusuf. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal. Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan.

.

Asal usul kehidupan dan keanekaragaman. variasi dan seleksi alam. Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern.DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1. Tujuan Instruksional Umum . bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi. 2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. 3. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar. konsep spesies dan mekanisme spesiasi.

Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c. Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik . Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Susunan Bahan Ajar 5. Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b. mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester.

.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc. . Diberdayakan oleh Blogger. Gambar template oleh saw..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful