Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna.235 spesies hewan dan 5. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. tak tersisipi. invertebrata. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis. sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. Nomogenesis. di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. Warna. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. ikan. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. letak dan bentuk putik. dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio. dsb. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu.sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat . Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. telah berhasil memberi nama 4. Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. burung. semakin bervariasi. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. bentuk.

Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859.2 menunjukkan perbedaan . meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama.. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. Pada abad 17. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. Linnaeus. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. Gambar 1. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. Kedua. air. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”.

Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Teori Lamarck.2. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan.teori Lamarck dan teori Darwin. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. . Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. 1.

makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos.S. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. Tahap berikutnya. Kenyataan yang dilihat Darwin. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan . Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah. tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam. besarnya populasi adalah tetap. Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Awalnya. Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan.M. varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. Tidak semua zigot menjadi dewasa. dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang. Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Observasi : Dalam kondisi lapangan.

Dari Charles Lyell. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. (2) Thomas Robert Malthus. ahli ekonomi. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. “perjuangan untuk hidup”. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. antara lain (1) Erasmus. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. fosil pada lapisan berbeda. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. (4) Jean Baptista Lamarck. bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. yang ahli geologi. terlihat adanya perubahan berkesinambungan. kakek Charles Darwin. ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. masih terus berlangsung hingga kini. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. (3) Charles Lyell. Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. . Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak.

e. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga. tingkah laku. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. maupun aktifitas. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. c. artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies.1. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. Pemangsaan. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. . Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. dan itulah merupakan fakta yang kedua. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. d. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. b. termasuk juga parasitisme. amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. dsb. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan.

A. Life: An Introduction to Biology. 1. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup. f. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam.G. Villec. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin.3.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi. Simpson. Namun demikian. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. Teori Evolusi Genetika . makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi. pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan. 2. Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. General Zoology.. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G. 1957). Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera.

Hanya saja pada zaman George Mendel. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain. Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Mendel menarik beberapa kesimpulan. Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan. Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. 1.Teori ini dipelopori oleh George Mendel.1. Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan). Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). . dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20.3. Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental.

yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau).3). Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua. ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina. Oleh karena itu. bila ciri dominan tidak ada. Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus.3. bundar dan kuning. keriput dan kuning. serta keriput dan hijau. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. Sekali lagi. Aa. Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment. Dalam generasi berikut. dan aa.2.berpadu bebas). sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. . Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1.4). tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. Namun. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. namun dapat berpadu bebas. bundar dan hijau. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a). Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). Aa. semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). 1. ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama. Jadi.Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel.

3. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu. Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting.Induk Galur Murni 1.3. pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan .

kepada anak dan kemudian bercampur. sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1.5a). sebenarnya berawal pada teori ini. Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup. lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran.5a dan 1. yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak.5b). Induk Induk Jantan dan Betina .5b). Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar. Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1. ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran. dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya. Di kalangan manusia. Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1.

belum melalui apa yang tersirat. pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. . berarti melawan kaidah agama. Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu. Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci. Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial.2. Dari segi agama. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”. Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus.

tidak memiliki spesies sebanyak itu. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan. Ini tidak dapat oleh Darwin. . perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula. Selain itu. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. Dengan demikian. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik. dan organ-organ rudimenter. Masalah hibrid pun sudah disinggung. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik. serta mekanisme terjadinya seleksi. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. masalah morfologi. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. Selain itu. Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. seperti akibat kondisi eksternal. hibrid hasil domestikasi. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam.

Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). Simpson (paleontolog vertebrata). . sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran. Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950. G. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda. orang awam pun dapat memahami. Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19. terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang.G. Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif. Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”. Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. 3. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai.

Dengan paruh yang panjang. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi. anatomi maupun genetika. Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. . Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari. fisiologi perkembangan. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya. yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi. metabolisme. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. dan menghisap getah dari pada pohon. Dalam hal ini. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon.6). Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat. dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. 4. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. kaki yang pendek.

Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam. bentuk-bentuk tubuh khusus. menggunakan hampir setiap bagian tubuh. sebagai contoh. Dengan bantuan kamuflase ini. Sayap burung adaptasi untuk terbang. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. saluran usus untuk pencernaan makanan. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. dan tingkah laku. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi. Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan.Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. bentuk. mata untuk melihat. Pada manusia. kaki untuk bergerak. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. .

Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5.Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup . Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. 1. 1. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2. ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya. 4. Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada. menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan.

Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya. Nomogenesis c. ada pula yang didasarkan pada renungan. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial.2. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu. Kalangan itulah yang menentang Darwin. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. Autogenesis . Dari empat teori yang disebut berikut ini. Diantara teori yang dikemukakan. Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. 4. Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. karena merasa kaidahnya dilanggar. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. 3. Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. TES FORMATIF 1. 5.

Geosfera d. Agar dapat bertahan. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Teilhard de Chardin 4. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. Charles Lyell b. Georges Cuvier 3. Orthigenesis d. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6. a. Charles Darwin dan Alfred Wallce c. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta. Charles Darwin b. Charles Darwin. Hasil belajar c. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin. Adanya organ tersisa c. Noosfera b. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a. hewan mengandalkan pada … a. Lamrck c. T. Leonardo dan Vinci b. Malthus d. Proses belajar dan naluri d. Variasi akibat domestikasi d. dicetuskan oleh …. Proses belajar dan hasil belajar b. Biosfer c. J.B. Seleksi alam berlangsung … . Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Leibnitz d. a. geosfera dan Noosfera 8. Count de Buffon c. kemudian Alfred Wallace 5. Aristogenesis 2. Naluri 7. Alfred Wallace d.b.R.

89% = baik . Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a.a. Morgan d. B. T. terbatas pada beberapa spesies saja b. Telah mendapat kritik dari Johansen d. Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.H. Telah disempurnakan oleh Darwin b. Johansen 10. Herbert Spencer b. Telah mendapat kritik dari Spencer c. Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif.100% = baik sekali 80% . pada semua makhluk hidup d. Lamarck c. Lama. Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9. Lama.

B. C. Nomogenesis. Tetapi jika kurang dari 80%. D. dan Aristogenesis 2. B. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. C.70% . Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis. 7. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. A. Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. . B. yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. A. 10. H. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. Morgan. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. D. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. Jawaban A. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. D.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan. Untuk tetap bertahan.uk hidup. D.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. Beagle. mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. (2) bukti paleontologi. (4) bukti perbandingan embriologi. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak . adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin. dan (5) bukti molekuler. adanya pengaruh penyebaran geografi. (3) bukti anatomi perbandingan. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah. Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur.S. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka. Sebagai ilmuan. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut.M.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H.

memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial.2). biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu. Oleh karena itu. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. Sebagai buktinya. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. Selanjutnya. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Sebaliknya. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda. Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. . dan di gunung pasir Andes. di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. Dengan setiap garis evolusioner. tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. Buktinya. pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan. Pada tingkatan yang lebih spesifik. tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan. jarang ditempati oleh spesies yang sama. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara.

misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain. bahkan mungkin berbeda sama sekali.Lebih jauh dijelaskan. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Jika dapat .

Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah. Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil.1.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. untuk menjadi fosil. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang. Ketika organisme-organisme terkubur. 2. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. Umumnya. Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi. suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat. terdapat dalam catatan fosil. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. 2. atau internal skeleton pada vertebrata. . cangkang (shell) eksternal pada molluska. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman. sinar matahari dan angin. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah.

2. Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman.Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air.3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak. karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Fosil kuda termasuk cukup lengkap. kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut. Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2. . Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik. 2. yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. tetapi pernah bermigrasi ke Eropa. sekitar lima kali di masa lampau. Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut. Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa. Namun demikian.Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus). Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa. pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda. .

Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan. Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm. Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya. sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen. .Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus).

e) Gigi seri melebar. Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang. Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang. Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. g) Pemanjangan dari tengkorak. d) Punggung menjadi lurus dan datar. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email. Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. Untuk menanggulangi . Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah.

terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. Sebaliknya. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut. Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. Pada masa berikutnya. Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput. Bukti Anatomi Perbandingan . kuda primitif hidup di hutan.kerusakan gigi. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok. i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang. Misalnya. 3. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. Dengan demikian.4a dan 2. Selanjutnya. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing.4b). Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. tidak diperlukan lagi. Dengan berkurangnya jari. urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2.

pernafasan atau respirasi. semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama. tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. tertancap pada tulang belakang. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. pengeluaran yang sama. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang. pencernaan. sepasang organ tambahan. Sebagai contoh. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. dan sistem peredaran darah. .

tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang).Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog. Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. kemudian menampilkan fungsi yang berbeda. gigi geraham manusia. Struktur vestigial termasuk rudimentasi. dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. ikan paus. homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2. sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2.5). Semua vertebrata seperti burung. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi. Lebih jelasnya. . Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain.6).

sapi. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. ayam. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. salamander. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. mengunakan kode-kode genetik yang sama.4. 5. (d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama. Gambar 2. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. (b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali. Sebagai materi genetik. Misalnya perkembangan pada blastula. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. kura-kura. memberi kemajuan yang efektif . grastrula. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama. Contohnya perbedaan antara ikan. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA. tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda.7 berikut ini. babi. kemudian kurang umum. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus.

.dan efisien. dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai. tetapi beralih ke mekanisme hereditas.

Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu. 6. . Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama.0001 detik. Dari informasi ini.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi. angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. Setelah abad 19. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi. Walaupun demikian. Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah. dan molekuler. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya. gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. dua. genetika. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan.

Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2. 1. pilihlah: . Disamping itu. TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. jarang ditempati oleh spesies yang sama. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3. bahkan mungkin berbeda sama sekali. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. 4.

Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. Jika jawaban 1. 3. Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. Hal ini disebabkan oleh: 1. 3 benar D. Fungsi tidak sama 4. 4 benar 1. 4 benar B. Jika jawaban 1. 2. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Hal ini disebabkan oleh: 1. Tidak tempat baru yang dituju 3. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Pada tingkat molekuler. 2. Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1. Fungsi sama 3.A. Dapat ditentukan umurnya 2. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. Jika jawaban 2. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5. Sukar ditentukan umurnya 3. Tidak dapat ditentukan umurnya 4. Isolasi lautan yang luas 4. Materi genetik yang hampir sama . Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. 3 benar C. semua organisme hidup memiliki: 1. 2. Jika jawaban 1. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2.

Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat. 2. Pilihan 1. Tetapi jika kurang dari 80%. Jadi jawaban yang betul B 2. dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.2. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Kode genetik yang sama 4. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.100% = baik sekali 70% .79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Molekul ATP 3. Jadi jawaban yang betul B . Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk. Jadi jawaban yang betul A 3. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.

Jadi jawaban yang betul B 5. dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. Pilihan 1. 3. tetapi fungsinya tidak sama.4. Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama. Jadi jawaban yang betul D . 2.

Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan. namun bagaimana kita membuktikannya.1. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan. Salah satunya adalah catatan fosil.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup. DNA vs RNA. merupakan persoalan yang sulit. Catatan Fosil. 2. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. . dan keanekaragaman. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA. 1. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan. sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . therapsida. buaya. Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil. thecodonta.kura-kura. Gynko. Dinosaurus pertama. Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas.Triasik Ichtyosaurus. Rawa-rawa Hutan Lycopsida.

Sphenopsida.Gymnospermae dan Serangga. Mollusca. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku. Echinodermata. Nautilus. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Eurypterids Iklim sejuk. Crustacea. Amphibia pertama Silurian Ostracoderm.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. Bryophyta. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm). Pilina. Lycopsida. Triobit dominan Iklim sejuk. Tunicata. Ammonit. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. Nautiloid. Annelida. Porofera. prokariot -------- . Mollusca air. laba-laba.

Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer. Dengan demikian. data umumnya sangat bervariasi. Dari data tabel 3. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. atmosfer terdiri dari H2. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba.1. N2. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah. Data inipun masih berupa dugaan.3. . Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang. Pada masa itu. terutama algae (ganggang biru). dan asam arotik. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. Variasi tersebut akan bertambah besar. lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. 3. CO2. Seperti sudah dikemukakan di atas. Menurut Oparin (1983). O2. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. menunjukkan pembagian waktu geologi. Misalnya. manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian. Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari. aldehida dan juga HCN. Tabel 3.000 tahun yang lalu. diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. dan CO2. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. karena pada era itu. Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi. H2O. NH3.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan.

(2) Kelompok yang pro RNA. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks. DNA adalah bentuk penyempurnaan. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. Hal ini tidak dijumpai pada DNA. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid. atau sebagai enzim. 3. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. karena strukturnya hanya single strand. DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa.Sejak tahun 1861. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil. Adalah sulit diterima. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis. dan mudah sekali terurai. Apabila kehidupan berawal dari DNA. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. Dengan demikian. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. Dengan demikian. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai.4. Untuk dapat berfungsi.

serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. makanan yang cukup. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. Guanin (G). Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. Darwin. Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. dan Timin (T). Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. Hanya individu yang sehat dan kuat. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. evolusi tidak akan terjadi. maupun fisisologi setiap organsime. mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). anatomis. Apabila dilihat secara tersedniri. Citosin (C). . Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis. atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. prosesnya belum diketahui. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. maupun para pakar lain sesudah mereka. Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. yaitu ruang yang tidak cukup. tetapi sangat penting. Misalnya. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. Misalnya. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. Tanpa ada keanekaragaman. maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. Dalam kaitan ini. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. Sejak masa lampau. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. semua kondisi hidup dicukupkan. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. demikian juga bagi organisme lain. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak. maka mereka tidak dapat bergerak bebas. Struktur tersebut adalah DNA. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua. yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman.

organisme. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA. (4) Adanya bermacam-macam mutan. Seperti yang sudah dikatahui. Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi. (5) Adanya ekotipe. Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon).000 sel. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C.000. Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino.000 – 1. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C. (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan. tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak. . DNA merupakan sumber informasi genetik. atau rata-rata sekitar 1/100. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. sapi dan organisme-organsime lainnya. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). (3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. anjing. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. selanjutnya asam amino membentuk protein. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA.Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. kucing.000.000. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. Variasi adaptasi. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. Jadi variasi itu memang ada. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya.

Sebagai contoh. sehingga fungsi suatu protein berubah. Dalam hal ini terjadi perubahan produk. namun kejadiannya pada sel somatik. (6) Mutasi yang menguntungkan. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: . Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. sapi pedaging. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. Mutasi dapat berakibat lebih besar. Kalau suatu sistem mudah berubah. Misalnya. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). sebenarnya paling umum terjadi. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. itu bukan lagi suatu sistem. (5) Mutasi bersifat fatal. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. Semuanya berfungsi normal. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. Walaupun demikian. dan mengubah komposisi produk. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. sehingga organisme tersebut mati. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. jadi tidak diturunkan. mutan ayam broiler. Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. baru akibatnya dapat dilihat. Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. jadi tidak terlihat. tetapi tidak berakibat apa-apa. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. Mutasi sel somatik jarang kita lihat. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain.

Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. (2) Struktur Analog. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. pseudo-uridin. Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. Pada molekul suatu senyawa. kita mengetahui adanya isomer. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. (4) Radiasi. dan dihidroksi-uridin. dll. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. inosin. (3) Inhibitor.(1) Tautomer. faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. ribotimidin. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . metil-guanosin. 2-amino-purin. Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi. Misalnya. radioaktif. Radiasi UV. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. akridin. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. bromo-urasil. juga merupakan penyebab mutasi. hiposantin. Misalnya. energi tinggi sinar matahari. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. metil-inosin. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. bromodeoksi-uridin. 1. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. ataupun transkripsi dan translasi. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. Ada bermacam-macam radiasi. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi.

2. Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. . Jelaskan. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner. Disamping itu. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut. Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua. 3. RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner. Jelaskan. 4. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan.

BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. yang kemudian disebut gena. 2. Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam. yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1. suatu perubahan yang bersifat kekal. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi . 3. faktor yang diturunkan. Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi.

Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan.1. Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3.1): . Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik. Oleh karena itu. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu. setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). jumlah gen individu tersebut dapat berubah. Dalam populasi.2. terdapat kumpulan individu. selanjutnya populasi individu tersebut berubah.

sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya). .2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah.Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa. Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi.

Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen.2. . Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. A. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual. tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda.

apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida. Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). B. yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi.Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi. dan 2) mutasi kromosom. Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. . apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation).

3 dan Gambar 4. ada lima macam yaitu.4). Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel. inversi dan translokasi. mutasi transisi. Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi). (Lihat Gambar 4. mutasi sinonim. mutasi transversi. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat . Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi. C.Mutasi titik. duplikasi. mutasi frame-shift dan mutasi stop.

Sebagai contoh adalah hibridisasi. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar. imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima.tinggi. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. . ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi.

Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) . Karena itu dalam populasi yang kecil.D. Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah. sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi.8%. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. Gambar 4. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat. 3. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan. Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar.6). Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). juga dalam peristiwa spesiasi. E. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom. Di sini ada juga faktor kebetulan. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4. genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel. F. kurang dari 100 individu.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan. artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar.

Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. Apabila keanekaragaman kecil. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali.Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi. besarnya populasi suatu organisme. maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. belum ada standard yang jelas. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. mobilitas suatu organisme. Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. Misalnya. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. tidak seorangpun yang tahu. Apabila mutasi tidak terjadi. ternyata berhasil dengan sukses. Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi. Buktinya. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. maka evolusi tidak akan terjadi. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. . Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. karena keanekaragaman tidak ada. organisme yang lebih rendah tingkatnya.

jika p + q = 1. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. secara ekologis. (lihat Gambar 4.6 berarti p = 0. Misalnya. Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain. Walaupun demikian. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan.7) . Dengan perkataan lain. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi. Dalam ekologi. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km.4.Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0. dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang. maka frekuensi alel a = 0.6. Dalam istilah genetika populasi. Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi. tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain.

Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. perkawinan terjadi tidak secara acak. umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). Biasanya. • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama. atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi. • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. . dan tingkah laku tertentu (etiologi). • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi. maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. misalnya berupa naluri. karena ada satu gen yang berubah. (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. mungkin saja ikut berperan. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk.

atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). Dengan kata lain. mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan. • Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. Misalnya. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang. Namun. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. (5) Jumlah populasi tetap. • Lebih besar suatu organisme. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. misalnya suatu pulau. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian. • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. . (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi.• Bagi suatu daerah terisolasi. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. seleksi alam tidak terjadi.

berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. Dalam teori evolusi. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil. sebagaimana disebutkan oleh Darwin. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. . Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. namun dalam jangka waktu tertentu saja. inipun suatu perkecualian. sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. 4. Dengan kata lain. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya.2. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). Mark Ridley (1996). apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup.Berdasarkan penjelasan di atas. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi). (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. Dalam hal ini. rumus ini tidak mungkin berlaku. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. menyebutkan bahwa. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam. (1) Reproduksi. Hanya persyaratan ke-tiga. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan. Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. fitness adalah istilah teknis. ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi. Artinya bahwa. (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik.

8): .Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.

Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. Tidak ada seleksi (No selection). Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. 4.3. Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik. sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection). Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi. jumlah keseluruhannya selalu tetap. yang cocok dengan keadaan lingkungannya. . Jika seleksi cukup kuat. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection). populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan). Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung. sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula.(1) Seleksi berarah (Directional selection).

Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. dan disebut sebagai bibit unggul. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. RANGKUMAN . Fenotip B sebanyak 10. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. Fenotip B sebanyak 20. jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. 1. Dengan demikian. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya. ada yang panjang dan ada yang pendek. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. Perkembangan berikutnya. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. dan Fenotip C sebanyak 20. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3.Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama. bertolak dari prinsip seleksi alam. Karena perubahan lingkungan. dan Fenotip C sebanyak 10. Fenotip D sebanyak 10. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. Kucing yang dipelihara di rumah. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada.

Pilihlah B. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. Jika pernyataan betul. 3. Jika pernyataan betul. 2. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races. TES FORMATIF Pilihlah A. . Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”. Jika kedua pernyataan salah 1. alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin.

Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.4. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% .79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.100% = baik sekali 70% . A . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. Tetapi jika kurang dari 80%. B 2. C 3. C 4.

bahwa meskipun ada perbedaan morfologik. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. atau antar varian. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. .BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. fisiologi maupun perilaku. Pengertian ini mengandung kosekuensi. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi.

Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. Menjelaskan mekanisme spesiasi B. Menjelaskan konsep spesies 2. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi. Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup. 2) Konsep spesies genetika.Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam. . misalnya barier Geografik.1. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan. Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. bila berlangsung dalam waktu yang lama. sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). 3) Konsep spesies morfologi. Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies.

Mekanisme isolasi intrinsik. 5.2. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. 8) Konsep spesies recognition. misalnya barier Geografik. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. fisiologi maupun perilaku. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). 6) Konsep spesies paleontologi. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan . 10) Konsep spesies biologi. Parapatric. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. (2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida. Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan.4) Konsep spesies fisiologi. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. garis silsilah yang sama. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. bila berlangsung dalam waktu yang lama. 5) Konsep spesies etologi. Meskipun ada perbedaan morfologik. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. 9) Konsep spesies pluralistic. dan Sympatric Speciation.

Isolasi Perkembangan 8. Isolasi Habitat 3. Sterilitas hibrida 10.Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) . Isolasi Genetis 7. Isolasi Ecogeographic 2. Isolasi Kelakuan 5. Isolasi Mekanis 6. Isolasi Iklim/musim 4.

namun kemudian pada saat barier tersebut hilang. . Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya. a. Gambar 5. terjadi hibridisasi antara keduanya. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali. pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi. Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama. mencegah keberhasilannya. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda. b. (A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. dibanding dengan populasi yang berbeda.

c. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau. seperti Rana. Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial. Contoh lain dapat dikemukakan disini. sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai.(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. Hal ini juga terjadi pada hewan. karena terpisah secara ecogeografik. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. Namun kecenderungannya. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda . sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus.

suatu hal yang stereotipik. khas untuk spesies tertentu. Yoselyn Crane. mengangkat badannya di bagian itu. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya.3 adalah contoh perilaku kawin. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda. Dalam kegiatan reproduksi. Dan ini cukup menyolok. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas. dari jenis jantan Mallard. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik.d. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara. Gambar 5. . pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”.

Ada enam bentuk yang berlainan. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina.e. Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya. .

Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. sehingga sperma tersebut mati. adanya perbedaan musim perkawinan. dan karena adanya hambatan mekanik. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya. sehingga hibrid yang terjadi tidak . Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik. Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. dan sering dijumpai pada ikan. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. g. juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. Ini terjadi pada Rana pipien. artinya polinasi terjadi dengan sukses. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. h. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. Pada tanaman. f.

menghasilkan keturunan. Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies. steril. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. cenderung untuk mengalami eliminasi. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan. dalam waktu . Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. Hibrida yang fertil. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti. Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. j. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya. i. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. spesies baru. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut. punah. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya.

yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. 24. Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. sehingga menyebabkan steril. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. AABB. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. 60. juga dengan bentuk autopoliploidanya. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. disamping tidak tidak dimungkinkannya . Terjadi radiasi evolusioner. 38. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. 72. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14.singkat atau perlahan-lahan. a. Dikenal misalnya. yang karenanya individunya adalah AA. Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. Hibridanya mengandung gena A dan B. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida. 108. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. disilangkan dengan individu. b. Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. 120 dan 144. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. 96. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. maka kemudian dinyatakan spesies baru. ternyata karena sesuatu hal. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis. Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru. Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen. 36. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. disilangkan dengan individu BB.

diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. serangga. Untuk lengkapnya gambar 5. . pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. di samping yang hidup dari madu. Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. buah. c. yang secara kebetulan terbuncang angin. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. peristiwanya divergensi. divergen.6 dirasakan dapat membantu. dan yang berparuh panjang 1 spesies.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut. Divergensi. konvergensi. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. Berparuh pendek sebanyak 3 spesies. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. maka terlihat adanya garis yang menyebar. sebagai pemakan biji. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus. atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies. Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. sebagai pemakan biji kaktus. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya.

Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak. baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung. Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora. . Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”. karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. terjadi kepunahan. di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain.

7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. Gambar 5. yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama. maka dapat terjadi adaptasi yang mirip. . jauh berbeda. Gambar 5.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen. Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh.8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran.

Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak. Peristiwa tersebut .

dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies. . Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian. Gambar 5.

Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1. 3. Gambar 5. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena. e. yaitu untuk terbang. yaitu oportunisme dalam konvergensi. Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2. tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen. Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. burung. divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. seperti pterosaurus.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4. Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan. . Peritiwa ini disebut oportunisme. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. tidak selamanya dapat diterapkan. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain.d.

1. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. f. serta menunjukkan gejala hidup. Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. dan perilaku. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi. Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. fisiologi. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. morfologi. . Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan.

Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. Adanya spesies simpatrik 3. A. 1. . . C. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi .TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. Isolasi gametik D. Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . Faktor ekstrinsik D. . B. . Tidak terjadi pertukaran gena B. . . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . . A. adalah . A. . Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. . adaptif. . . Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. . . Terjadi pertukaran gena. dan D yang paling tepat dan benar. Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies. Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. . . A. A. Faktor intrinsic C. Isolasi perkembangan C. Isolasi Habitat B. Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. namun steril 4. . . Divergensi dan konvergensi B. Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . Konvergensi D. Divergensi diikuti konvergensi . . Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. Divergensi C. Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. Adanya perbedaan perilaku kawin D. . .

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. . B.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. A. Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5. Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi. 3. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya. Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Tetapi jika kurang dari 80%. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. 4. B. A. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. C. Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2.100% = baik sekali 70% . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.

Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah). Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. Semasa hidup Darwin. di Inggris.BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi. karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi. Setelah menyelesaikan modul ini. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi. . mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

kekecewaanlah yang akan kita temui. kelembaban udara. semenjak babak manusia petani dan peternak.Dan sebagainya. bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat. Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto. Sebagai contoh. Genotip sebagai G. sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip. 1986: 33). Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga. . yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan.Berbagai hibrida tanaman perkebunan. Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: .Berbagai jenis anjing ras . Selama perjalanan sejarah.‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. Domestikasi.Berbagai varietas tanaman padi . Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. Jadi menurut rumus di atas adalah E. Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika. maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E.Babi . dan juga tekstur dan struktur tanah. Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: . dan sebagainya. dan lingkungan sebagai E. .KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. kerapatan udara. usaha domestikasi telah dimulai. Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip.

. yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. biarpun G keduanya sama. AB. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. tumbuhlah tanaman seperti semula. Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. baik langsung maupun tidak langsung. dan O. cahaya. tumbuhan dan hewan. 2. mineral dan air. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). suhu dan keasaman (pH). sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. misalnya. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. 1965: 431). Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang.. kita mengenal empat macam golongan darah A.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda.Dataran tinggi : P = G + E . cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral. Bila ditinjau secara genetik. Pada populasi manusia. kelembaban. B. Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung. umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi. selama perjalanan hidup masing-masing. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya. setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut.

Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. air. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. dan sebagainya. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. sedangkan cahaya. juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. Oleh sebab itu. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk. Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. Justin Liebig. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. ahli ekologi kebangsaan Amerika. seperti padang pasir. Sebagai contoh dalam hal makanan. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . yaitu Shelford. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan.

batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6.1. Pada tingkat Individu: . Memperhatikan gambar 6.2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup.Shelford. 1982: 95) : 1.2. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller. Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut. Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6. kelimpahan.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

maupun kemungkinan perkembangannya kemudian. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan). bertumpu. berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan.5 juta tahun.sekarang terlepas dari aspek ragawi. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. yang berumur 3. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5. yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. serta kemungkinan asal mulanya. Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar. adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu. maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan. pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya.5 juta tahun yang lalu. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. . Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. membangun tempat berlindung. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. Pada situs. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging. tatapi juga sudah membuatnya. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. dengan semua makhluk hidup. kebiasaan perilaku. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi. membuat pakaian. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. mempertahankan diri dari lawan-lawannya. dan berjalan dengan dua anggota (kaki).

.

.

sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China. Afrika (Tanzania. Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus. memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan.Sekitar 700. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang.000 tahun yang lalu. Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik. Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris). maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus. Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian. Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa). yang berasal dari Asia (Jawa). dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. . dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” . Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat.000 tahu yang lalu. Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas). si manusia raksasa yang hidup 600-500. juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang. namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia.

000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain.000 – 60. Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. . Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal.000 tahun. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua. ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7. Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa. dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. macam binatang buruan. namun ada sementara ahli yang berpendapat. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan. maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil. manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada.000 tahun yang lalu itu. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir. Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural.000 – 20. suatu lembah Bengawan Solo). Manusia Ngandong yang juga dari Solo.2).Fosil yang hidup sekitar 400. mengingat bahwa dari aspek fisik. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. tetapi juga tempat makanan dan minuman. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander). disamping fosil yang pernah disebut dimuka.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia. dalam hal ini seni lukis. yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40.

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

sehingga bila kaki ditapakkan. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. Letak alat indera. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya.Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. kemampuan memilih. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan. Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik. yaitu: kaki. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. . tangan dan kepala. bentuk dan perilaku makan. yang memberi keuntungan pada usaha membela diri. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. tetapi ada keleluasaan gerak. menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. sedemikian rupa keadaannya. Bipedalisme. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. pinggul. Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak. yang hidup di pepohonan. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik. Pada makhluk arboreal. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. kondisi tulang. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler.2). bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. lurus atau bengkok ikut pula menentukan.3). misalnya mata. sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. Panjang tulang-tulang.

Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. serta menonjol ke muka. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan.5 juta tahun. yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging. dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. tulang kening yang menonjol. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. dan dikenal sebagai pemakan daging. disebut Pithecanthropus erectus. Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. kapasitas otaknya 700 cc. Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc. Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik. dan tangannya menurut Napier. Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia. . Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. yang karena berdiri tegak. Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. rahang masif dan geligi kekeraan. tengkoraknya halus cenderung membulat. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan).

Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. tidak ada taring yang muncul. pada Homo erectus Peking. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi. melalui penginderaan mata. Secara lepas makin muda umur geologik fosil. Tengkorak tipis. Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens. perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. dan aspek psikososialnya. garis-garis primitif memang masih kelihatan. namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern. juga yang lain. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. dahi tinggi.000 – 10. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan. Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. Fosil manusia Cro-Magnon. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain. Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya.000 cc. yang letaknya dibelakang telinga. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern. oss. mastoideus. yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo. . Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak.000 tahun yang lalu. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern. yang hidup 40. makin kompleks perkembangan budaya. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). tonjolan tulang tengkorak. semakin muda umur geologik fosil.

para ahli merasa curiga. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. 3. dengan pengujian kimiawi. hasil suatu kikiran yang cukup halus. Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. antara manusia dengan kera. meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950. . Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. Sehingga pada tahun 1912. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. integral. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. semua itu tidak melegakan harapan. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain.

Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap. karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. meskipun pengungkapannya berbeda.Kalau di masa lalu ulama Gereja. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain. maupun arkeologik. orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. seperti yang tersurat. mencoba menelaah evolusi manusia. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. Uskub Oxford. paleontologik. kini mulai berubah. dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. tetapi lebih pada yang tersirat. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka. Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang. . Sementara orang awam berpendapat. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. yaitu 24 jam dalam sehari semalam. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi.

yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh. terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam.. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret. Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern. . yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus. untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon .Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) . keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena. yang bipedal. Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. Gambar 7. meskipun tidak harus demikian. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan.Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa.Manusia modern. jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan. interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat. modifikasi berlanjut.

Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. . Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin. Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran.

RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. Sebagaimana informasi genetik. Adaptasi. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap. dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. . menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. dan segala macam kekerasan. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. perkosaan. Evolusi yang menuju pada manusia modern. tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. Komunikasi yang terbuka. perubahan cara berpikir. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. transportasi yang canggih. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. melihat keadaan dewasa ini. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. peperangan. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. yang penuh dengan hingar-bingar. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar.

Kesulitan menemukan fosil B. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. Karena makan daging. Transmisi informasi genetik C. . Melalui Lambang Non Verbal C. Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . Kesulitan menafsie umur C. Perkembangan organ-organ tubuh 3. Melalui benda peninggalan 2. Secara Lisan B. Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. Perkembangan psiko-sosial D. Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . pernyatan mana benar? A. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D. . A. Transmisi informasi non genetik B. maka makhluk tersebut makan daging B. Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Dari pemikiran evolusi.TES FORMATIF 1. Bertentangan dengan kitab suci 4. kecuali: A. Karena sudah maju dari aspek biologis. Makan daging dan perkembangan maju.

dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. 4. C.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. C. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia. Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang.100% = baik sekali 70% .79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. lukisan. DAFTAR PUSTAKA . Tetapi jika kurang dari 80%. 3. dan sebagainya. B. Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. A. 2.

Principles of Genetics. 1992. 1979.W Norton & Comp. Evolution. Jakarta: Tira Pustaka. Dubuque.. Inc. Keeton Gould.H.C. 2nd Ed. Dobzhansky Theodosius. Darwin Charles. Biology. Jakarta: Tira Pustaka.C. New York: W. Biology. et al. Georgia.Inc. Johnson L. 8th Ed. ..J. Evolution. 1976.Campbell’s. 1974. 1989. Howell Clark. Manusia Purba. New York: Yale Univ. New York: Avenel Bodes. San Fransisco. 1987. Evolusi. Biological Science.p. 20 – 27. Cann L. and Wilson A.. 1996. Wm.C. Freeman and Company. The Origin of Species. The Proces of Evolution. Simmons M.R. Singapore. Scientific American. John Wiley & Sons. W. More Kuth. Ridley Mark. 3rd Ed. Gardner E. Press. Snustad D. The Recent African Genesis of Humans.P. Blackwell Science.. The Benjamin/Cummings Publishing Company. Ehrlich. 1979. Paul R. Brown Publishers. The Meaning of Evolution. 2nd Ed. 1979. New York: Mc Graw-Hill Book Company. 1984. New York. Inc. Simpson C.G. Atlanta. 1967. Iowa. Toronto..

Scientific American.A.G. 28 – 33. The Multiregions Evolutions of Humans.p. 1973. 1992.Wallace. R. Comp. . California: Good Year Publishing. Wolpoff M. and Thorne A. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour.H.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya. Frida Maryati Yusuf. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal.Pd.Dra. Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan. SAP. serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis. . GBPP. Sehubungan dengan hal tersebut. M. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini.

.

konsep spesies dan mekanisme spesiasi. Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar. Asal usul kehidupan dan keanekaragaman. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi.DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1. 2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 3. Tujuan Instruksional Umum . variasi dan seleksi alam. Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup.

Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Susunan Bahan Ajar 5. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c. Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d. mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik .

.

Diberdayakan oleh Blogger.. Gambar template oleh saw.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc. .