Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden. invertebrata. bentuk. tak tersisipi.sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. semakin bervariasi. serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. burung. Nomogenesis. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi. dsb. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. letak dan bentuk putik. telah berhasil memberi nama 4. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis. ikan. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik. Warna. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana.235 spesies hewan dan 5. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat . Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio.

Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini.2 menunjukkan perbedaan . Linnaeus. air.. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Pada abad 17. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. Gambar 1. Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. Kedua. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.

Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. Teori Lamarck. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan.teori Lamarck dan teori Darwin. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi.2. Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. 1. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. . Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan.

tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah.S. besarnya populasi adalah tetap. dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur. Kenyataan yang dilihat Darwin. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan. Awalnya. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies. Tahap berikutnya. varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Tidak semua zigot menjadi dewasa. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah.M. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. Observasi : Dalam kondisi lapangan. Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan. Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan . Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam.

Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. (3) Charles Lyell. dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. masih terus berlangsung hingga kini. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. (4) Jean Baptista Lamarck. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. yang ahli geologi. Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. kakek Charles Darwin. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. fosil pada lapisan berbeda. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. (2) Thomas Robert Malthus. Dari Charles Lyell. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. antara lain (1) Erasmus. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. terlihat adanya perubahan berkesinambungan.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. . Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. “perjuangan untuk hidup”. menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. ahli ekonomi. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan.

Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan. Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. maupun aktifitas. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies. . artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. tingkah laku. termasuk juga parasitisme. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. b. dan itulah merupakan fakta yang kedua.1. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. c. Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. d. Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. e. dsb. Pemangsaan.

Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. 1. Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G. Simpson. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin. pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan.A. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup. Villec. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme. makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. Teori Evolusi Genetika . Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam. General Zoology. f.G. 1957). disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera.3.. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya. Namun demikian. Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. Life: An Introduction to Biology. 2. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera.

dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20. Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi.1. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa. Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain.3. Hanya saja pada zaman George Mendel. Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan). Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. . Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan. 1.Teori ini dipelopori oleh George Mendel. Mendel menarik beberapa kesimpulan. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup.

berpadu bebas). Oleh karena itu. Aa. Jadi. Aa. Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). bundar dan kuning. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. dan aa.4).2. sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. namun dapat berpadu bebas. Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus. Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). 1. Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. serta keriput dan hijau.Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel. Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama. bundar dan hijau. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. Sekali lagi. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya. Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a). Namun. yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau). Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina.3). keriput dan kuning. . Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. Dalam generasi berikut. bila ciri dominan tidak ada.3. Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan.

3. Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu.Induk Galur Murni 1. pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan .3.

Induk Induk Jantan dan Betina .5a dan 1.5b). Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup.kepada anak dan kemudian bercampur. Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar. Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1. dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya. yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak.5b). Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1. ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran.5a). sebenarnya berawal pada teori ini. lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran. Di kalangan manusia. sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1.

Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci. . baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu.2. pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. berarti melawan kaidah agama. belum melalui apa yang tersirat. Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. Dari segi agama. Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”.

sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam. serta mekanisme terjadinya seleksi. Ini tidak dapat oleh Darwin. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik. seperti akibat kondisi eksternal. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. . Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. Selain itu. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan. Dengan demikian. Masalah hibrid pun sudah disinggung. perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. tidak memiliki spesies sebanyak itu. dan organ-organ rudimenter. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam. masalah morfologi. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. hibrid hasil domestikasi. Selain itu. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan.

mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. G. dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. Simpson (paleontolog vertebrata). Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950. dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”. . Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai. orang awam pun dapat memahami. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin. 3. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif. terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme.G. Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran.

Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. Dalam hal ini. . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. Dengan paruh yang panjang.6). 4. Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang. yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi. dan menghisap getah dari pada pohon. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi. dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. kaki yang pendek. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. metabolisme. anatomi maupun genetika. Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. fisiologi perkembangan. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya.

menggunakan hampir setiap bagian tubuh. Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan. saluran usus untuk pencernaan makanan. Sayap burung adaptasi untuk terbang. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi. Pada manusia. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. sebagai contoh. mata untuk melihat. dan tingkah laku. dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. bentuk-bentuk tubuh khusus. . dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). Dengan bantuan kamuflase ini. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. kaki untuk bergerak. bentuk.Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi.

4.Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup . 1. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini. 1. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya. Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada.

Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. Kalangan itulah yang menentang Darwin. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya. 3. Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya.2. Dari empat teori yang disebut berikut ini. 4. ada pula yang didasarkan pada renungan. karena merasa kaidahnya dilanggar. Nomogenesis c. tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. Diantara teori yang dikemukakan. TES FORMATIF 1. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu. 5. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. Autogenesis .

a. Orthigenesis d.R. Agar dapat bertahan. Aristogenesis 2. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6. Geosfera d. T. J. Charles Darwin b. kemudian Alfred Wallace 5. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Variasi akibat domestikasi d. Lamrck c. Charles Darwin. Alfred Wallace d. Count de Buffon c. Adanya organ tersisa c. a. Hasil belajar c. Leibnitz d. Proses belajar dan naluri d. Leonardo dan Vinci b.B. Georges Cuvier 3. dicetuskan oleh …. geosfera dan Noosfera 8. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta. Noosfera b. Seleksi alam berlangsung … . hewan mengandalkan pada … a. Naluri 7. Biosfer c. Teilhard de Chardin 4. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Proses belajar dan hasil belajar b. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin. Charles Darwin dan Alfred Wallce c. Malthus d.b. Charles Lyell b. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a.

Lamarck c. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. B. Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9. Herbert Spencer b. Telah disempurnakan oleh Darwin b.a. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif.100% = baik sekali 80% . Johansen 10. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a. pada semua makhluk hidup d. Telah mendapat kritik dari Spencer c. Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a. Morgan d. terbatas pada beberapa spesies saja b.89% = baik . Lama. Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Telah mendapat kritik dari Johansen d. T.H. Lama.

B. D. C. D. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. .uk hidup. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. 10. Morgan. Tetapi jika kurang dari 80%. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. A. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. D. dan Aristogenesis 2. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan. Untuk tetap bertahan. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. A. B. H. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. B. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis. D. 7. Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5. Jawaban A.70% . Nomogenesis.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. C.

ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H. Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. Sebagai ilmuan.M. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. Beagle. dan (5) bukti molekuler.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup. adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka. (2) bukti paleontologi. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak . Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut.S. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka. mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. (3) bukti anatomi perbandingan. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. adanya pengaruh penyebaran geografi. (4) bukti perbandingan embriologi. Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan.

Pada tingkatan yang lebih spesifik. catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. Sebagai contoh. Buktinya. biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). Dengan setiap garis evolusioner. dan di gunung pasir Andes. Sebagai buktinya. Sebaliknya. Oleh karena itu. tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara. Sebagai contoh. Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain. . memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. jarang ditempati oleh spesies yang sama.2). meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. Selanjutnya.

Jika dapat . dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama.Lebih jauh dijelaskan. Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain. bahkan mungkin berbeda sama sekali. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda.

sinar matahari dan angin. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. 2. terdapat dalam catatan fosil. Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. Umumnya. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang. Ketika organisme-organisme terkubur. atau internal skeleton pada vertebrata. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. 2. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah. cangkang (shell) eksternal pada molluska. suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen. . Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi.1. Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil. untuk menjadi fosil.

karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi.2. kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut.3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak. Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik. yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia. Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2. 2. .Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air. Fosil kuda termasuk cukup lengkap. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman.

Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus). pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda. Namun demikian. . sekitar lima kali di masa lampau. Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. tetapi pernah bermigrasi ke Eropa. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa. Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa.

sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. . Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen. Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya.Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm.

Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah. Untuk menanggulangi . Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. d) Punggung menjadi lurus dan datar. Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email. Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. g) Pemanjangan dari tengkorak.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang. e) Gigi seri melebar. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus. Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah.

Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. Pada masa berikutnya. Bukti Anatomi Perbandingan . Selanjutnya. urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2. 3. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. Dengan berkurangnya jari. makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Sebaliknya. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok.4b). Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. tidak diperlukan lagi. Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput.kerusakan gigi. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak. kuda primitif hidup di hutan. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi. Dengan demikian. i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. Misalnya.4a dan 2. terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing.

.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang. dan sistem peredaran darah. Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. pencernaan. pengeluaran yang sama. tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup. Sebagai contoh. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. pernafasan atau respirasi. sepasang organ tambahan. tertancap pada tulang belakang. semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama.

Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain. Struktur vestigial termasuk rudimentasi. Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2. Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Semua vertebrata seperti burung.5). Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda. gigi geraham manusia. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda.6). dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang). Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2. Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi. homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. ikan paus. sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. . kemudian menampilkan fungsi yang berbeda. Lebih jelasnya.Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog.

(d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. memberi kemajuan yang efektif . kemudian kurang umum. Sebagai materi genetik. babi. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda. grastrula. sapi. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama.7 berikut ini.4. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. Gambar 2. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama. mengunakan kode-kode genetik yang sama. ayam. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. 5. kura-kura. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. salamander. (b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali. Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. Contohnya perbedaan antara ikan. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA. Misalnya perkembangan pada blastula. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain.

dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai. . tetapi beralih ke mekanisme hereditas.dan efisien.

Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama. dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi. 6. Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”.0001 detik.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan. Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu. dan molekuler. Setelah abad 19. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. . angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. genetika. Walaupun demikian. gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. dua. Dari informasi ini. Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya.

bahkan mungkin berbeda sama sekali. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3. jarang ditempati oleh spesies yang sama. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2. disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. 1. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi.Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. 4. Disamping itu. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. pilihlah: . TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal.

2. Sukar ditentukan umurnya 3. Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. 4 benar 1. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Tidak tempat baru yang dituju 3. 3 benar D. Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1. Materi genetik yang hampir sama . Jika jawaban 1. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. semua organisme hidup memiliki: 1. Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. 2. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. Pada tingkat molekuler. Fungsi tidak sama 4. Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. 4 benar B. Fungsi sama 3. 2. Jika jawaban 2. Dapat ditentukan umurnya 2. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Hal ini disebabkan oleh: 1. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. 3 benar C. Jika jawaban 1.A. Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. Isolasi lautan yang luas 4. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5. 3. Tidak dapat ditentukan umurnya 4. Hal ini disebabkan oleh: 1. Jika jawaban 1.

Molekul ATP 3. Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Tetapi jika kurang dari 80%. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Jadi jawaban yang betul B 2. Pilihan 1. Jadi jawaban yang betul B . saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Kode genetik yang sama 4.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Jadi jawaban yang betul A 3.100% = baik sekali 70% .2. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat. 2. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk.

dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. Jadi jawaban yang betul D . Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama.4. Pilihan 1. Jadi jawaban yang betul B 5. tetapi fungsinya tidak sama. 3. 2.

. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan. Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan. 1. Salah satunya adalah catatan fosil. 2. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini. dan keanekaragaman. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1.1. merupakan persoalan yang sulit. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup. Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. namun bagaimana kita membuktikannya. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan. Catatan Fosil. sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. DNA vs RNA. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Triasik Ichtyosaurus. Rawa-rawa Hutan Lycopsida. Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . thecodonta. buaya. Gynko.kura-kura. therapsida. Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas. Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. Dinosaurus pertama.

Porofera. Nautiloid. Sphenopsida. Ammonit. Mollusca air. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. Mollusca.Gymnospermae dan Serangga. Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku. Tunicata. Nautilus. Triobit dominan Iklim sejuk. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. laba-laba. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Bryophyta. Pilina. Lycopsida. prokariot -------- . Eurypterids Iklim sejuk. Annelida.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm). Crustacea. Echinodermata. Amphibia pertama Silurian Ostracoderm.

tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit.3.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik. dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. O2. NH3. aldehida dan juga HCN. CO2. terutama algae (ganggang biru). Variasi tersebut akan bertambah besar. Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. . Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer. diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari. lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. Seperti sudah dikemukakan di atas. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan. menunjukkan pembagian waktu geologi. Pada masa itu. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam. dan CO2. Dengan demikian.000 tahun yang lalu. data umumnya sangat bervariasi. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. 3. Data inipun masih berupa dugaan. Tabel 3.1. yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. Misalnya. H2O. karena pada era itu. Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah. Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. atmosfer terdiri dari H2. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. Dari data tabel 3. N2. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. dan asam arotik. Menurut Oparin (1983).

maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu. dan mudah sekali terurai. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. (2) Kelompok yang pro RNA. DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). Hal ini tidak dijumpai pada DNA.4. Adalah sulit diterima. DNA adalah bentuk penyempurnaan.Sejak tahun 1861. kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. Untuk dapat berfungsi. Dengan demikian. atau sebagai enzim. karena strukturnya hanya single strand. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil. • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. 3. Dengan demikian. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. Apabila kehidupan berawal dari DNA. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai.

Sejak masa lampau. anatomis. demikian juga bagi organisme lain.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. prosesnya belum diketahui. yaitu ruang yang tidak cukup. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. Dalam kaitan ini. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. Misalnya. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. dan Timin (T). Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. maupun fisisologi setiap organsime. tetapi sangat penting. evolusi tidak akan terjadi. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis. Guanin (G). Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. maka mereka tidak dapat bergerak bebas. Apabila dilihat secara tersedniri. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. Struktur tersebut adalah DNA. Tanpa ada keanekaragaman. Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. Hanya individu yang sehat dan kuat. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. . Darwin. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). semua kondisi hidup dicukupkan. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak. bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman. orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. Citosin (C). Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak. Misalnya. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. maupun para pakar lain sesudah mereka. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. makanan yang cukup.

(3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). (5) Adanya ekotipe. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. organisme. kucing.000. . (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan. Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya. tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. Seperti yang sudah dikatahui. Variasi adaptasi. Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon). Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi.000 sel. Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. Jadi variasi itu memang ada. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. DNA merupakan sumber informasi genetik. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak. atau rata-rata sekitar 1/100.Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan.000. (4) Adanya bermacam-macam mutan. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C.000. anjing. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C. sapi dan organisme-organsime lainnya. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik.000 – 1. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya. selanjutnya asam amino membentuk protein.

namun kejadiannya pada sel somatik. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Mutasi sel somatik jarang kita lihat. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: . sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. tetapi tidak berakibat apa-apa. Dalam hal ini terjadi perubahan produk. itu bukan lagi suatu sistem. (6) Mutasi yang menguntungkan. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. jadi tidak terlihat. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. Sebagai contoh. Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. Mutasi dapat berakibat lebih besar. sapi pedaging. sehingga fungsi suatu protein berubah. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. jadi tidak diturunkan. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. Misalnya. (5) Mutasi bersifat fatal. Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. baru akibatnya dapat dilihat. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. mutan ayam broiler. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Walaupun demikian. dan mengubah komposisi produk. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. Semuanya berfungsi normal. sehingga organisme tersebut mati. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. Kalau suatu sistem mudah berubah. Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan. Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. sebenarnya paling umum terjadi.

Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. bromodeoksi-uridin. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. 2-amino-purin. faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. metil-inosin. Ada bermacam-macam radiasi. Radiasi UV. inosin. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. dll. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. energi tinggi sinar matahari. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. 1. (3) Inhibitor. Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. ribotimidin. bromo-urasil. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. Misalnya. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. (4) Radiasi. Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. radioaktif. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . pseudo-uridin. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). kita mengetahui adanya isomer. Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi. ataupun transkripsi dan translasi. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. dan dihidroksi-uridin. metil-guanosin. (2) Struktur Analog. Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain.(1) Tautomer. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. Pada molekul suatu senyawa. Misalnya. juga merupakan penyebab mutasi. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. hiposantin. Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi. akridin.

. Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut.2. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. 3. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner. Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Jelaskan. dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. Jelaskan. RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. Disamping itu. 4.

BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. 3. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi . Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. yang kemudian disebut gena. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam. Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1. 2. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi. yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. faktor yang diturunkan. suatu perubahan yang bersifat kekal.

Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan. Oleh karena itu. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu.2. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik. Dalam populasi.1): . setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). jumlah gen individu tersebut dapat berubah. selanjutnya populasi individu tersebut berubah. terdapat kumpulan individu. Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1.1.

Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya). Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4.Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah. . sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah.2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut. Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi.

Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma. Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual.2. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. A. . tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen. Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.

yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi. Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. .Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi. dan 2) mutasi kromosom. apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. B. Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation). apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida.

Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel.4).Mutasi titik. Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi). mutasi sinonim. ada lima macam yaitu. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat . mutasi frame-shift dan mutasi stop. Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi. (Lihat Gambar 4. inversi dan translokasi. mutasi transisi. C. duplikasi. mutasi transversi.3 dan Gambar 4.

tinggi. Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima. Sebagai contoh adalah hibridisasi. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. .

D. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat.6). Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah. sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi. kurang dari 100 individu.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan. genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut. Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. F. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom. Gambar 4. 3. tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. Di sini ada juga faktor kebetulan. E. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4.8%. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. Karena itu dalam populasi yang kecil. juga dalam peristiwa spesiasi. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan. Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0. Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) .

Misalnya. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. belum ada standard yang jelas. maka evolusi tidak akan terjadi. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. Apabila mutasi tidak terjadi. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri. Apabila keanekaragaman kecil. Buktinya. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi.Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil. besarnya populasi suatu organisme. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. organisme yang lebih rendah tingkatnya. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. . tidak seorangpun yang tahu. harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. karena keanekaragaman tidak ada. ternyata berhasil dengan sukses. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. mobilitas suatu organisme. Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi.

Walaupun demikian. Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. Dalam ekologi. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0. maka frekuensi alel a = 0. Dalam istilah genetika populasi.6 berarti p = 0. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi.4. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan.Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain. dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang.6.7) . tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain. Dengan perkataan lain. Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km. semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. jika p + q = 1. (lihat Gambar 4. Misalnya. secara ekologis. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain.

maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah. (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. misalnya berupa naluri. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat. mungkin saja ikut berperan. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. dan tingkah laku tertentu (etiologi). karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). . • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi. • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk.Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. perkawinan terjadi tidak secara acak. Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. Biasanya. karena ada satu gen yang berubah. • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi. umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini.

. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. Dengan kata lain. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. seleksi alam tidak terjadi. akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. Misalnya. mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). (5) Jumlah populasi tetap. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan.• Bagi suatu daerah terisolasi. Namun. • Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. misalnya suatu pulau. Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. • Lebih besar suatu organisme. • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian.

sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. rumus ini tidak mungkin berlaku. (1) Reproduksi. namun dalam jangka waktu tertentu saja. sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil.2. berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. Hanya persyaratan ke-tiga. 4. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. Dengan kata lain. (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi). Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. Dalam hal ini. . menyebutkan bahwa. apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. fitness adalah istilah teknis. ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. inipun suatu perkecualian. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam.Berdasarkan penjelasan di atas. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. sebagaimana disebutkan oleh Darwin. Dalam teori evolusi. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya. (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. Artinya bahwa. Mark Ridley (1996).

8): .Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.

Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. 4. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik. 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. jumlah keseluruhannya selalu tetap. Tidak ada seleksi (No selection). Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung. Jika seleksi cukup kuat. sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula. (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection). Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu. dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi. dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection). populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan). yang cocok dengan keadaan lingkungannya.(1) Seleksi berarah (Directional selection). .3. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi. Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya.

jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. Fenotip B sebanyak 20. Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. Kucing yang dipelihara di rumah. Karena perubahan lingkungan. Perkembangan berikutnya. 1. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. dan disebut sebagai bibit unggul. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3. apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi. dan Fenotip C sebanyak 10. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. Dengan demikian. RANGKUMAN . Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. Fenotip D sebanyak 10. Fenotip B sebanyak 10.Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. dan Fenotip C sebanyak 20. ada yang panjang dan ada yang pendek. bertolak dari prinsip seleksi alam.

yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama. TES FORMATIF Pilihlah A. Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. Jika kedua pernyataan salah 1. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam. 2. 3. Jika pernyataan betul. . alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races. Jika pernyataan betul. Pilihlah B. Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”.

100% = baik sekali 70% . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. A .79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. C 4. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. C 3. B 2. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Tetapi jika kurang dari 80%.4. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari.

BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. fisiologi maupun perilaku. . Pengertian ini mengandung kosekuensi. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. bahwa meskipun ada perbedaan morfologik. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. atau antar varian. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi.

Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. 2) Konsep spesies genetika. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup. Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam. Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja.Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). 3) Konsep spesies morfologi. Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies. bila berlangsung dalam waktu yang lama.1. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. . Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). Menjelaskan mekanisme spesiasi B. misalnya barier Geografik. Menjelaskan konsep spesies 2. Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya.

spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan.2. Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. 10) Konsep spesies biologi. 5. misalnya barier Geografik.4) Konsep spesies fisiologi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. dan Sympatric Speciation. garis silsilah yang sama. 6) Konsep spesies paleontologi. Mekanisme isolasi intrinsik. 9) Konsep spesies pluralistic. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. fisiologi maupun perilaku. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. 8) Konsep spesies recognition. Parapatric. 5) Konsep spesies etologi. (2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik. bila berlangsung dalam waktu yang lama. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier). Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan . Meskipun ada perbedaan morfologik.

Isolasi Ecogeographic 2. Isolasi Habitat 3. Isolasi Mekanis 6. Isolasi Kelakuan 5. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) . Isolasi Perkembangan 8. Sterilitas hibrida 10. Isolasi Genetis 7. Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9.Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Isolasi Iklim/musim 4.

a.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. Gambar 5. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali. mencegah keberhasilannya. terjadi hibridisasi antara keduanya. Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama. b. namun kemudian pada saat barier tersebut hilang. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama. dibanding dengan populasi yang berbeda. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda. (A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi. dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. . pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya.

(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. c. Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda. Hal ini juga terjadi pada hewan. Namun kecenderungannya. sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. seperti Rana. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda . namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. karena terpisah secara ecogeografik. Contoh lain dapat dikemukakan disini.

Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya.d. khas untuk spesies tertentu.3 adalah contoh perilaku kawin. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”. Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas. Yoselyn Crane. pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. Gambar 5. . suatu hal yang stereotipik. Dalam kegiatan reproduksi. mengangkat badannya di bagian itu. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda. dari jenis jantan Mallard. Dan ini cukup menyolok.

Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya. . Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina.e. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. Ada enam bentuk yang berlainan.

sehingga hibrid yang terjadi tidak . Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. dan karena adanya hambatan mekanik. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. adanya perbedaan musim perkawinan. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. artinya polinasi terjadi dengan sukses. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. Pada tanaman. g. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. Ini terjadi pada Rana pipien. Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. f. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). h. sehingga sperma tersebut mati. adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. dan sering dijumpai pada ikan. Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan.

Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan.menghasilkan keturunan. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. punah. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti. Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. steril. Hibrida yang fertil. Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. dalam waktu . spesies baru. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya. Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. i. cenderung untuk mengalami eliminasi. namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. j. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut.

108. Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. Dikenal misalnya. poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. yang karenanya individunya adalah AA. 38. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. disilangkan dengan individu.singkat atau perlahan-lahan. yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. a. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis. ternyata karena sesuatu hal. AABB. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Terjadi radiasi evolusioner. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. Hibridanya mengandung gena A dan B. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14. disamping tidak tidak dimungkinkannya . Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. 96. Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. disilangkan dengan individu BB. juga dengan bentuk autopoliploidanya. sehingga menyebabkan steril. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. 36. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya. Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. 120 dan 144. 72. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya. 60. 24. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. b. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru. maka kemudian dinyatakan spesies baru. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen.

.6 dirasakan dapat membantu. serangga. sebagai pemakan biji. peristiwanya divergensi. Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. dan yang berparuh panjang 1 spesies. Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda. buah. divergen. c. Untuk lengkapnya gambar 5. atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies. pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif. konvergensi. bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. Berparuh pendek sebanyak 3 spesies. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. di samping yang hidup dari madu. Divergensi. yang secara kebetulan terbuncang angin. maka terlihat adanya garis yang menyebar. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. sebagai pemakan biji kaktus. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut.

terjadi kepunahan. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung. Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora. Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif. karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. . seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”.Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain.

8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. . Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen. Gambar 5.7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. jauh berbeda. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama. maka dapat terjadi adaptasi yang mirip. Gambar 5. yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus.

Peristiwa tersebut .Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak.

dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies. Gambar 5. Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian. .

divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. yaitu oportunisme dalam konvergensi. Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan. Peritiwa ini disebut oportunisme. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain. Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. . Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. yaitu untuk terbang. tidak selamanya dapat diterapkan. seperti pterosaurus. Gambar 5. 3. Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1.d. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. burung. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen. e.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4.

1. dan perilaku. Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. f. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. morfologi. yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. fisiologi. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. serta menunjukkan gejala hidup. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2. . Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies.

Terjadi pertukaran gena. Tidak terjadi pertukaran gena B. Konvergensi D. Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . . Adanya perbedaan perilaku kawin D. Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies. . Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. adaptif. . . Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . . Faktor intrinsic C. Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. Isolasi gametik D. . C. . A. . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . Isolasi Habitat B. . A. Divergensi C. . . dan D yang paling tepat dan benar. Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. . A. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi . . A.TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. . . Divergensi diikuti konvergensi . . . namun steril 4. . adalah . B. Faktor ekstrinsik D. Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. . 1. A. Adanya spesies simpatrik 3. Isolasi perkembangan C. Divergensi dan konvergensi B. Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. .

3.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. 4. Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi. A. A. Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5. Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2. Tetapi jika kurang dari 80%. B.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. B.100% = baik sekali 70% . embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut. . KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. C. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% .

Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah). Setelah menyelesaikan modul ini. di Inggris. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda. Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi. mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi.BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Semasa hidup Darwin. . sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi.

dan lingkungan sebagai E. yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan. dan juga tekstur dan struktur tanah.Berbagai varietas tanaman padi . Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika. Jadi menurut rumus di atas adalah E.Babi . Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita. Genotip sebagai G. kerapatan udara. kelembaban udara. Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip.Berbagai hibrida tanaman perkebunan. bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat. maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E.‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. Domestikasi. . Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. . Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: . semenjak babak manusia petani dan peternak. Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga. sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: .Berbagai jenis anjing ras . usaha domestikasi telah dimulai. Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. kekecewaanlah yang akan kita temui.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1.Dan sebagainya. 1986: 33). sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip. Sebagai contoh. dan sebagainya. Selama perjalanan sejarah.

Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral. suhu dan keasaman (pH). Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi. sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup. umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. baik langsung maupun tidak langsung. misalnya. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. B. . Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. dan O. selama perjalanan hidup masing-masing. maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang. mineral dan air. Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung. Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda.Dataran tinggi : P = G + E . Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan. 1965: 431). Bila ditinjau secara genetik. Pada populasi manusia. kita mengenal empat macam golongan darah A. 2. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. biarpun G keduanya sama. kelembaban.. Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. cahaya. AB. tumbuhan dan hewan. tumbuhlah tanaman seperti semula.

Justin Liebig. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. ahli ekologi kebangsaan Amerika. yaitu Shelford. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. air. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. Oleh sebab itu. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker. seperti padang pasir. dan sebagainya. apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. sedangkan cahaya. Sebagai contoh dalam hal makanan. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan. banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup.

Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda. Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6. Pada tingkat Individu: .1. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan. Memperhatikan gambar 6. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller.Shelford.2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup. batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut.2. kelimpahan. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”. 1982: 95) : 1.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

5 juta tahun yang lalu. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial. membuat pakaian. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan.sekarang terlepas dari aspek ragawi. mempertahankan diri dari lawan-lawannya. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). serta kemungkinan asal mulanya. bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar. Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. tatapi juga sudah membuatnya. Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan. dan berjalan dengan dua anggota (kaki). adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5. Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. membangun tempat berlindung. kebiasaan perilaku. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan).5 juta tahun. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. bertumpu. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. maupun kemungkinan perkembangannya kemudian. yang berumur 3. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. . Pada situs. dengan semua makhluk hidup. berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging.

.

.

Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang.000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa). Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik. Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas).000 tahu yang lalu. Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris). sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500. Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China.000 tahun yang lalu.Sekitar 700. Afrika (Tanzania. si manusia raksasa yang hidup 600-500. Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus. juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang. dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” . Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan. Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat. dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. yang berasal dari Asia (Jawa). namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia. Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus. memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju. .

mengingat bahwa dari aspek fisik. Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil. Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. dalam hal ini seni lukis. Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7. macam binatang buruan.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan. suatu lembah Bengawan Solo).000 tahun yang lalu itu. . yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir.Fosil yang hidup sekitar 400.2). cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis. Manusia Ngandong yang juga dari Solo.000 tahun. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada. Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander).000 – 60. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk. manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa.000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain. Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati. Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus. Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. disamping fosil yang pernah disebut dimuka. Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal. tetapi juga tempat makanan dan minuman. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian.000 – 20. ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. namun ada sementara ahli yang berpendapat.

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. sedemikian rupa keadaannya. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. yang memberi keuntungan pada usaha membela diri. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. pinggul. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. bentuk dan perilaku makan. yaitu: kaki.3).Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. kemampuan memilih. tangan dan kepala. Bipedalisme. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. lurus atau bengkok ikut pula menentukan. Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut.2). Letak alat indera. disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial. . sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. misalnya mata. menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. Panjang tulang-tulang. sehingga bila kaki ditapakkan. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. kondisi tulang. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak. Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. Pada makhluk arboreal. perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik. yang hidup di pepohonan. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. tetapi ada keleluasaan gerak. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang.

Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. yang karena berdiri tegak. ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah. tulang kening yang menonjol. rahang masif dan geligi kekeraan. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol. tengkoraknya halus cenderung membulat. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan). Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. dan tangannya menurut Napier. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. disebut Pithecanthropus erectus. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470.5 juta tahun. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa. Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc. dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei. kapasitas otaknya 700 cc. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. serta menonjol ke muka. yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. dan dikenal sebagai pemakan daging. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. . Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju. Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat.

Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain. dan aspek psikososialnya. . Tengkorak tipis. garis-garis primitif memang masih kelihatan. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern. yang letaknya dibelakang telinga. makin kompleks perkembangan budaya. pada Homo erectus Peking. Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. melalui penginderaan mata. tonjolan tulang tengkorak. yang hidup 40. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya.000 tahun yang lalu. juga yang lain. Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens. mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . oss. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi. Fosil manusia Cro-Magnon. Secara lepas makin muda umur geologik fosil. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). dahi tinggi. yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini. tidak ada taring yang muncul. semakin muda umur geologik fosil. namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan.000 cc. Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern. Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. mastoideus. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe.000 – 10. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens.

Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. antara manusia dengan kera. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru. Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. dengan pengujian kimiawi. hasil suatu kikiran yang cukup halus. integral. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. para ahli merasa curiga. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. 3. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. Sehingga pada tahun 1912.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950. meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. . karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. semua itu tidak melegakan harapan.

maupun arkeologik. kini mulai berubah. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus. tetapi lebih pada yang tersirat. Sementara orang awam berpendapat. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. yaitu 24 jam dalam sehari semalam. kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). paleontologik. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap.Kalau di masa lalu ulama Gereja. meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. seperti yang tersurat. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama. mencoba menelaah evolusi manusia. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. meskipun pengungkapannya berbeda. . termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Uskub Oxford. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang.

Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama. modifikasi berlanjut. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. . untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. yang bipedal. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh. yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama.Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus.Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) . Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon .Manusia modern. yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni.. Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam. meskipun tidak harus demikian. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan. Gambar 7.

Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran. . Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin.

melihat keadaan dewasa ini. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. dan segala macam kekerasan. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. perubahan cara berpikir. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. perkosaan. Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. . tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. peperangan. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam. RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. Sebagaimana informasi genetik.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. Komunikasi yang terbuka. Evolusi yang menuju pada manusia modern. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. yang penuh dengan hingar-bingar. tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. transportasi yang canggih. Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. Adaptasi. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari.

. Secara Lisan B. kecuali: A. Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. Transmisi informasi genetik C. pernyatan mana benar? A. Kesulitan menafsie umur C. Melalui Lambang Non Verbal C. Dari pemikiran evolusi. Transmisi informasi non genetik B. A. Karena makan daging. Makan daging dan perkembangan maju. Kesulitan menemukan fosil B. Bertentangan dengan kitab suci 4. Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. . Karena sudah maju dari aspek biologis. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D. Melalui benda peninggalan 2. maka makhluk tersebut makan daging B. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. Perkembangan psiko-sosial D. Perkembangan organ-organ tubuh 3.TES FORMATIF 1.

100% = baik sekali 70% . lukisan. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia. 4. dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik. C. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . A. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang. Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. DAFTAR PUSTAKA . Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. 2. C. 3. Tetapi jika kurang dari 80%. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. dan sebagainya. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. B.

New York: Yale Univ. 1979.p. More Kuth. Georgia. et al. 2nd Ed.. Principles of Genetics. John Wiley & Sons. Atlanta. 1979. Keeton Gould. 1976. Howell Clark.Inc. Blackwell Science. Jakarta: Tira Pustaka.. Biology. Darwin Charles. Ridley Mark. 8th Ed. The Origin of Species. 1974. Paul R. 1992. 1979. 1984. Manusia Purba. Evolution. Evolution. 1967. New York: Mc Graw-Hill Book Company.Campbell’s. Inc. Evolusi. . San Fransisco. Biological Science.. 1987.P. The Benjamin/Cummings Publishing Company. Singapore. New York. Jakarta: Tira Pustaka.C.R. Cann L. Snustad D.J. Scientific American. 1989.G. Iowa. and Wilson A. Ehrlich. New York: W. Toronto. 3rd Ed. 20 – 27. Simpson C.. The Proces of Evolution. 1996. Dobzhansky Theodosius.H. Wm.. 2nd Ed. Simmons M. Gardner E. Johnson L. New York: Avenel Bodes. The Recent African Genesis of Humans. Freeman and Company.C. W.W Norton & Comp. The Meaning of Evolution. Dubuque. Press. Brown Publishers.C. Inc. Biology.

H. 1973. R.A. . California: Good Year Publishing.Wallace. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour. Scientific American. The Multiregions Evolutions of Humans. 1992. Wolpoff M. 28 – 33.p.G. Comp. and Thorne A.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan. . GBPP. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal. M.Dra. serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis.Pd. Sehubungan dengan hal tersebut. SAP. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi. Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya. Frida Maryati Yusuf.

.

DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1. konsep spesies dan mekanisme spesiasi. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar. 3. 2. Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup. bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. variasi dan seleksi alam. Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. Tujuan Instruksional Umum . Asal usul kehidupan dan keanekaragaman.

Susunan Bahan Ajar 5. Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b. Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d. mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik .

.

. Diberdayakan oleh Blogger..1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc. Gambar template oleh saw.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful