P. 1
bahan kuliah EVolusi

bahan kuliah EVolusi

|Views: 64|Likes:
Published by Suharlina Tahir

More info:

Published by: Suharlina Tahir on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

Eka Suswara/Abdullah Blog ini dibuat untuk menyimpan data kuliah pendidikan biologi 2008 dan untuk

berbagi data apabila diperlukan, dan mudah-mudahan bermanfaat dunia dan akhirat. untuk teman-temanku boleh ambil data ini

Rabu, 06 Oktober 2010 Materi kuliah evolusi BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI MAKHLUK HIDUP

PENDAHULUAN Evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Meliputi pokok bahasan yang beragam dan terdapat bagian-bagian yang agak ditakutkan. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti genetika molekuler, morfologi dan embriologi. Mereka juga bekerja dengan peralatan yang beragam seperti dengan larutan kimia di dalam tabung reaksi, tingkah laku hewan di hutan rimba, fosil yang dikoleksi dari daerah-daerah purbakala dan batubatu karang atau gunung-gunung batu. Idea yang mudah dimengerti dan sederhana dari evolusi adalah seleksi alam (natural selection), karena dapat diuji secara ilmiah dalam semua lingkungan. Idea seleksi alam ini merupakan idea yang mampu diterima semua ilmu, dan hanya teori ini yang diklaim bisa mempersatukan pendapat-pendapat berbeda dalam biologi. Dengan teori ini berbagai temuan fakta yang ada di hutan hujan tropik, perubahan dan macam-macam warna yang terdapat di kebun botani, serta sekawanan hewan yang sementara bermain di daerah peternakan, dapat dijelaskan. Teori ini juga dapat digunakan untuk memahami asal mula kehidupan melalui kimia-bumi (geochemistry) dan proporsi gas yang ada di atmosfer. Sebagaimana dinyatakan oleh Theodosius Dobzhansky seorang ahli evolusi di abad dua puluh, bahwa: ‘nothing in biology makes sense expect in the light of evolution’. Evolusi artinya perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi (Gambar 1.1).

Pikiran tentang evolusi sudah tercetus jauh sebelum Charles Darwin menerbitkan bukunya, “On The Origin Of Species By Means Of Natural Selection, and The Favoured Races In The Struggle For Life”. Pada belum Masehi faham evolusi masih bersifat sepotong-sepotong dan tidak didasari oleh fakta. Fakta yang dikemukakan umumnya hanya terbatas pada fakta yang menyangkut makhluk hidup tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan hidupnya.

Teori evolusi Darwin membuka cakrawala baru dalam proses evolusi makhluk hidup pada khususnya dan proses evolusi biologi pada umumnya, meskipun banyak terdapat ungkapan yang mengandung tantangan bahkan kecaman menuntut para ahli untuk menelaahnya secara ilmiah. Pada bab ini akan dibicarakan gagasan evolusi masa Pra-Darwin, masa Charles Darwin, ulasan yang berisikan kelemahan dan kekuatan teori Darwin, Paham baru Darwin, serta bentuk adaptasi dari suatu kehidupan Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan memahami sejarah perkembangan makhluk hidup. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menyebutkan gagasan/teori yang berkembang pada masa Pra-Darwin 2. Menyebutkan peran gagasan/teori Pra-Darwin dalam memberi makna pada teori “On The Origin Of Species.” 3. Menjelaskan teori evolusi pada masa Charles Darwin 4. Menjelaskan adanya perbedaan pendapat dan tantangan yang berkembang terhadap teori evolusi Darwin 5. Menjelaskan kelemahan dan kekuatan teori evolusi Darwin 6. Menjelaskan teori Neo Darwinisme 7. Menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi suatu kehidupan.

KEGIATAN BELAJAR 1. Teori-teori Evolusi Biologi (historical prespective) 1.1. Teori Evolusi Sebelum Darwin. Sejarah munculnya teori-teori evolusi sebenarnya baru dimulai pada tahun 1859, dengan dipublikasikan buku On the Origin of Species, meskipun kebanyakan idea-idea Darwin kenyataannya telah ada sejak masa lampau. Kenyataan bahwa bahwa makhluk hidup beraneka ragam dan megalamimi perubahan sudah teramati sejak lama, namun hal ini tidak melahirkan konsep-konsep evolusi sebagaimana yang terjadi pada masa Darwin. Parmenides menyatakan bahwa sesuatu yang terlihat adalah suatu ilusi. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Parmenides, Heraclitus menyatakan bahwa dalam perjalanan hidupnya makhluk hidup selama mengalami proses yang tetap Teori ini dikenal dengan teori Fixise. Berasal dari kata ‘Fixed’., artinya ‘unchanging’ atau tetap, tidak berubah. Teori ini muncul satu atau dua abad sebelum teori Darwin. Pada masa itu tidak pernah dipersoalkan mengenai hubungan kekerabatan antar satu organisme dengan organisme lain. Semua kegiatan biologis dianggap tetap seperti apa adanya, tidak ada perubahan. Namun para Naturalis dan Philosohpy sering berspekulasi bahwa ada terjadi transfomasi spesies. Para ahli yang mempertanyakan kebenaran teori ‘Fixed’ misalnya: Maupertuis ilmuwan dari Prancis, kakek Charles Darwin yaitu Erasmus Darwin. Walaupun tidak ada pemikir-pemikir khusus yang mempersoalkan teori Fixed dengan penjelasan yang ilmiah bahwa spesies berubah, namun sebenarnya terdapat perhatian dan minat yang kuat berdasarkan kenyataan bahwa dapat saja satu spesies berubah menjadi spesies kedua. Pada 250 tahun sebelum Masehi, Anaximander (Yunani) mengemukakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang menyerupai ikan. Pernyataan Empedocles yang berbau evolusi namun janggal kedengarannya berbunyi bahwa manusia dan juga binatang lainnya berasal dari bagian-bagian kepala, badan, dan tangan yang terpisah-pisah, yang pada makhluk tertentu ketiganya tumbuh menjadi satu,

di Yunani berkembang suatu paham bahwa organisme membentuk suatu tangga yaitu tangga kehidupan atau tangga alam. Artinya ada yang pertumbuhannya lengkap dan adapula yang tidak lengkap. Ketiga teori ini mempunyai perbedaan yaitu: Orthogenesis menitikberatkan perkembangan makhluk hidup pada garis lurus artinya terjadi perkembangan yang semakin besar. semakin bervariasi. Kaum finalis tidak dapat menjelaskan proses perubahan yang ditentukan oleh kekuatan tersebut. Pada kaum vitalis jelas bahwa kekuatan trasenden itu adalah kekuatan alam yang maha hebat. Tetapi dalam hal ini tidak disinggung hubungan antara organisme yang berada pada masing-masing anak tangga. letak dan bentuk putik. Pada tangga kehidupan ini yang berada di dasar adalah organisme yang sederhana. Paham finalisme lebih menitikberatkan pada tujuan akhir. bagaimana makhluk berevolusi sampai bentuk akhir sudah dinyatakankarena adanya kekuatan trasenden. Teori Autogenesis merupakan teori yang berkaitan dengan proses evolusi namun dorongan evolusinya beasal dari dalam menyatakan bahwa dorongan dari dalam itulah yang lebih menentukan sedangkan lingkungan tidak memberikan pengaruh. Warna. Perubahan pada kuncup menjadi bunga hanya memerlukan tenaga untuk mekarnya sang bunga. sehingga dapat dimengerti mengapa teori evolusi tidak lahir melalui paham ini. Pada zaman sebelum abad 18 yaitu 3 abad sebelum Masehi.sedangkan pada makhluk lain hanya kepala dan badan yang tumbuh seperti pada ikan. bahkan semua benda tak hidup mengalami proses pembentukan melalui rantai/tangga yang panjang dantek terputus.235 spesies hewan dan 5. telah berhasil memberi nama 4. selanjutnya organisme yang berada di atasnya adalah organisme yang lebih sempurna. Dikemudian hari beberapa pengikut evolusi menerima pendapat . invertebrata. Untuk setiap makhluk ada aturan tertentu yang mengikat. ikan. Aristogenesis menyatakan bahwa perkembangan yang terjadi adalah perubahan menuju ke yang lebih baik. Nomogenesis. Charles Bonnet (ahli pengetahuan alam) percaya bahwa semua organisme. namun semuanya bertolak dari yang sudah ada. dan Aristogenesis yang menganggap bahwa makhluk hidup itu berubah secara evolutif dan penentu perubahan itu adalah germ plasma. tak tersisipi. Ada beberapa penganut paham lain yang mengelak terhadap adanya pengaturan atau tuntunan khusus seperti pada vitalisme Para penganut paham lain ini berpegang pada teori Orthogenesis.250 spesies tumbuhan menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup tersebut diciptakan dan tetap (konstan). Beberapa tokoh dan peristiwa yang mendukung dan dipandang dapat melahirkan teori evolusi antara lain Carolus Linnaeus (Swedia) yang disebut sebagai bapak Sistematik. serta serbuk sari telah ada pada kuncup bunga. Rantai ini bermula dari mineral yang selanjutnya berkembang menjadi bentuk yang semakin kompleks seperti tumbuhan. bentuk. Selain itu dikenal pula paham finalisme dan telefinalisme yang mempunyai kemiripan dengan paham vitalisme. Nomogenesis menyatakan bahwa perkembangan hanya berlangsung sesuai dengan aturan tertentu. namun apa yang dimaksudkan dengan kekuatan trasenden itu tidak disebutkan. dsb. Contoh: perkembangan bentuk dewasa manusia dinyatakan sudah ada sejak tingkat embrio. serta tergolong makhluk pertama yang benar-benar ada. burung.

Cuvier (Perancis) yang mempunyai pendapat yang sama dengan Linnaeus tentang penciptaan. spesies itu tetap dan tidak pernah berubah. Kedua. Pemikiran tentang kesinambungan ini tidak juga melahirkan teori evolusi karena pandangan dan penerapannya hanya sepotong-sepotong. Erasmus Darwin pada tahun 1731 – 1802 menyatakan dalam bukunya “Zoonomia” bahwa kehidupan bermula dari asal mula yang sama. tangga kehidupan ini dibangkitkan kembali oleh Leibnitz yang mengemukakan adanya “Hukum Kesinambungan” dalam hal ini antara spesies yang satu dengan spesies lainnya ada spesies penyambungnya yang dikenal dengan spesies peralihan. Fosil yang berbeda yang terletak pada strata yang berbeda adalah hasil dari suatu ciptaan baru. spesies berubah dalam waktu lama menjadi spesies baru. air. Pendapat ini dikemudian hari memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori evolusi. Charles Lyell dalam bukunya “Principle of Geology” mengemukakan bahwa terjadinya strata lapisan bumi yang mengandung fosil tidak karena terjadinya bencana alam. tetapi berlangsung sedikit demi sedikit seperti yang kita alami seperti sekarang ini. Lamarck berpendapat bahwa dalam suatu periode tertentu suatu spesies dapat berubah bentuk akibat suatu kebiasaan atau latihan. dan panas yang bekerja sekarang ini identik dengan yang bekerja dan mempengaruhi bentuk dan struktur bumi di masa lalu. Akibat bencana ini dijumpai makhluk-makhluk yang mati dan memfosil. Menurut Cuvier jika sekarang ini dijumpai beragam fosil pada lapisan tanah yang berbeda maka hal itu disebabkan terjadinya bencana alam.tersebut dengan melihat pandangan yang semakin maju dan semakin kompleks.2 menunjukkan perbedaan . Konsep ini yang sangat berbeda dengan teori Darwin. Gambar 1.. dan dikenal dengan teori adaptasitransformasi. Cuvier berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses penciptaan. Lebih jauh tentang fosil yang terletak pada setiap strata oleh William Smith dikemukakan bahwa tiap strata mempunyai tipe fosil yang khas dan semakin ke bawah fosil yang dikandung semakin jauh berbeda dengan makhluk yang ada sekarang ini. Linnaeus. meskipun percaya adanya penciptaan tetapi tetap beranggapan bahwa tangga kehidupan tersebut ada. mengemukakan bahwa pada dasarnya evolusi itu tidak pernah terjadi. Dikemudian hari gagasan tentang diwariskannya sifat yang didapat dimunculkan oleh Jean Baptis Lamarck (1744 – 1829) dalam bukunya ‘Philosophie Zoologique”. yaitu teori yang menyatakan bahwa bentuk dan struktur bumi disebabkan oleh kekuatan angin. dengan menggunakan teori Uniformitarianisme. perubahan yang terjadi tersebut dapat diturunkan. Pada abad 17. Ahli lain yang sejalan dengan pendapat Lamarck adalah Count de Buffon yang menyatakan bahwa proses evolusi itu berlandaskan pada diwariskannya sifat-sifat yang di dapat. Ada dua konsep evolusi yang dikemukakan oleh Lamarck yaitu: Pertama. Namun Leibnitz tidak berani mengemukakan adanya spesies peralihan antara manusia dan kera. Berbeda dengan yang dikemukakan Cuvier. Gagasan tersebut pula yang kemudian mengilhami Charles Darwin dalam mengemukakan gagasannya pada tahun 1859. Teori ini didasarkan atas kenyataan bahwa tidak ada satupun makluk hidup yang identik. Melalui teori ini Cuvier mengemukakan bahwa di bumi ini terjadi beberapa kali bencana alam yang besar. Bencana alam inilah yang melahirkan teori Catastrophisme.

Ia berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang akibat dari usaha atau kerja kerasnya ‘striving’ untuk mendapatkan daun-daun (makanan) yang terletak pada dahan yang tinggi. Teori Lamarck.teori Lamarck dan teori Darwin. Lamarck mengajukan postulat sebagai berikut: Ukuran organ sebanding dengan penggunaannya. Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. oleh para ahli sejarah disebut: adaptasi-transformasi. artinya adanya perjuangan untuk hidup dimana kenaikan produksi bahan makanan menurut deret hitung sedangkan kenaikan jumlah penduduk menurut deret ukur. Dalam hal ini Lamarck telah memperhitungkan faktor lingkungan dan memperkenalkan hukum Use and Disuse yang artinya organ yang digunakan cenderung akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan cenderung akan menyusut. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus dalam bukunya Essay on the Principle Population bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan jumlah bahan makanan. and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Leher yang dipanjangkan inilah yang diwariskan. 1. Berpegang pada konsep yang mengatakan bahwa organ-organ baru muncul sebagai respons atas tuntutan lingkungan.2. . Hal ini berarti bahwa tiap perubahan yang terjadi karena digunakan atau tidak digunakannya organ tersebut akan diwariskan kepada generasi keturunannya. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. Contoh yang dipakai Lamarck untuk menjelaskan teorinya adalah leher Jerapah. Peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang akan berakibat terjadinya pembaharuan bentuk dan fungsi. Teori Evolusi Masa Darwin Pada tahun 1859. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup.

Dari kenyataan ini Darwin menerima idea yang menyatakan bahwa spesies dapat berubah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Cambridge. Ia menduga bahwa burung-burung finch mengalami perubahan dari suatu nenek moyang yang sama. menghasilkan adaptasi ciri-ciri atau karakter terbaik yang dapat memunginkan organisme tersebut tetap survive kemudian menurunkan ciri-ciri tersebut ke-offspring dan secara otomatis meningkatkan . Kesimpulan : Tidak semua telur dan sperma dapat menjadi zigot. Suatiu kelebihan dibandingkan dengan para pendahulunya. Tidak semua zigot menjadi dewasa. tetapi juga mengapa mereka (burung finch) terbentuk berjuang untuk hidup. yaitu: Observasi : Bila tidak ada tekanan dari lingkungannya. Asal mula spesies telah dipermasalahkan dengan pengertian bahwa apa yang dinamakan spesies (baru) terjadi melalui seleksi alam. Perjuangan untuk hidup (struggle for existence). dan melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan para ahli ilmu alam melalui ekspedisi H. Varian tersebut akan berkembang menjadi lebih banyak secara proporsional dan akan mempunyai keturunan secara proporsional pula. meskipun anggota populasi sering berubah dalam jangka waktu yang panjang.S. varian yang baik akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian lain. Kesimpulan : Dalam perjuangan untuk hidup. Dalam ekspedisi ini yang dikerjakan oleh Darwin adalah mengoleksi burung-burung (burung Finch) yang terdapat atau hidup di kepulauan Galapagos. ia mengemukakan teori yang dapat menjelaskan mengapa spesies berubah. Teorinya tidak hanya menjelaskan mengapa spesies berubah. bahwa terdapat variasi paruh burung Finch dari satu pulau dengan pulau yang lain di kepulauan Galapagos. makhluk hidup cenderung untuk memperbanyak diri seperti deret ukur. Darwin menduga bahwa semua burung Finch yang terdapat di kepulauan Galapagos adalah satu spesies.Gagasan Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang evolusi ditandai dengan adanya tiga observasi dan dua kesimpulan. Kenyataan yang dilihat Darwin. Ia mencatat dalam buku catatannya bahwa ada waktu dimana organisme berjuang untuk tetap hidup (survive). Tahap berikutnya. Untuk dapat bertahan perlu adanya perjuangan. Tidak semua makhluk dewasa dapat bertahan dan mengadakan reproduksi. dan lingkungan hidup telah diperhitungkan.M. Observasi : Dalam kondisi lapangan. Charles Darwin telah menyadari bahwa makhluk hidup tidak dapat lepas dari lingkungannya. Observasi : Tidak semua anggota suatu spesies adalah sama. Darwin mengalami masa-masa yang paling krusial dalam kehidupannya berkenaan dengan kenyataan yang terlihat di alam. Awalnya. tetapi kenyataannya setiap pulau memiliki spesies berbeda. Beagle (1832 – 1837) dan juga pada ekspedisi Beagle yang berikutnya (1837 – 1838) ke kepulauan Galapagos. besarnya populasi adalah tetap. dengan perkataan lain terjadi variasi dalam spesies.

ia tidak menolak gagasan Lamarck tentang diwariskannya sifat yang didapat (acquired character). antara lain (1) Erasmus. “perjuangan untuk hidup”. Walaupun gagasan Lamarck tidak disetujui Darwin sepenuhnya. Pada dasarnya teori Darwin dapat dibedakan atas dua hal pokok yaitu konsep tentang perubahan evolutif dan konsep mengenai seleksi alam. meskipun tidak sepenuhnya dan hanya lokasi-lokasi tertentu. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. kakek Charles Darwin. . Terjemahan Darwin tentang sifat yang didapat. dan bahwa respons fungsional akan diwariskan pada keturunannya. menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. ahli ekonomi. Erasmus Darwin dalam bukunya “Zoonomia”. dan atas dasar fakta tersebut Darwin menrumuskan wawasannya tentang seleksi alam. fosil pada lapisan berbeda. Thomas Robert Maltus menarik bagi Charles Darwin yang selanjutnya memunculkan kata. tetapi selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Selanjutnya seleksi alam yang menuntun terjadinya perubahan tersebut. Dalam hal ini Darwin menolak pendapat bahwa makhluk hidup adalah produk ciptaan yang tak dapat berubah. (3) Charles Lyell. bahwa tidak ada keseimbangan antara pertambahan penduduk dan makanan. Kesinambungan yang didasarkan pada kemiripan fosil-fosil tersebut. Dan juga penting untuk kejelasan kesinambungan tersebut perlu pengamatan dan interpretasi yang tajam. Thomas Robert Maltus mengemukakan pada bukunya “Essay On the Principle of Population as it Affect the Fulture Improvement of Man Kind”. Makhluk hidup yang sekarang adalah produk dari perubahan sedikit demi sedikitdari nenek moyang/dari makhluk asal yang berbeda dengan yang sekarang. Dalam bukunya “Priciple of Geology” ia mengemukakan bahwa perubahan terus menerus pada bumi. berbeda pula dan dari lapisan satu ke lapisan berikutnya. dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. Apa yang ditemukan tersebut berbeda dengan makhluk yang ada sekarang dan walaupun tidak sepenuhnya meyakinkan.frekuensi dari satu generasi ke generasi berikutnya. (2) Thomas Robert Malthus. yang ahli geologi. masih terus berlangsung hingga kini. (4) Jean Baptista Lamarck. Gagasan evolusi yang dicetuskan oleh Charles Darwin diilhami oleh beberapa pendahulunya. Darwin mendapat ilham tentang adanya variasi karena pengaruh alam. yang lebih berbeda dengan Lamarck adalah mengenai sejarah panjang leher jerapah. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup. Dari Charles Lyell. Sementara kenyataan lain menunjukkan bahwa lingkungan tidak pernah tetap. Konsep perubahan secara evolusi dari makhluk hidup merupakan kesimpulan Darwin dari adanya fosilfosil yang ditemukan pada permulaan abad 19. terlihat adanya perubahan berkesinambungan. bagi para ahli dapat memberikan gambaran prediktif akan bentuk-bentuk fosil yang diharapkan dapat ditemukan.

Nampaknya ada faktor lain yang membatasi dan mengatur pertambahan jumlah individu seuatu spesies di satu tempat. Fertilitas makhluk hidup yang tinggi Oleh karena tingkat kesuburan makhluk hidup yang tinggi. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur. artinya dari generasi ke generasi selalu terdapat keanekaragaman bahkan karena berbagai sebab keanekaragaman tersebut bertambah luas. dan itulah merupakan fakta yang kedua. c. Perjuangan terhadap alam lingkungan yang tidak hidup seperti iklim. Faktor-faktor pembatas dan yang mengatur jumlah indovidu itulah yang menyebabkan individu-individu yang berhasil tetap hidup tidak banyak jumlahnya sekalipun banyak individu turunan yang dihasilkan tetapi banyak juga yang mati. dsb. Seleksi alam Kenyataan terdapatnya keberhasilan “perjuangan untuk hidup” yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya.1. Tidak sedikit ciri yang menyebankan keaneragaman tersebut diturunkan kepada generasi keturunannya. Fakta yang menjadi dasar Teori Seleksi Alam Darwin yang dikenal sebagai prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah a. Adanya keanekaragaman itulah yang menyebabkan keberhasilan “perjuangan untuk hidup” tidak sama antar satu individu dengan individu lainnya. b. tingkah laku. antarklas sampai dengan atar individu se spesies bahkan anatr individu seketurunan. Itu pula alasannya sehingga banyak individu yang mati lebih awal dan pada akhirnya individu pada generasi turunan tidak terlalu melonjak jumlahnya sekalipun individu turunan yang dihasilkan sebenarnya sangat banyak. Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali. Dalam hal ini ada individu yang tidak mustahil jauh lebih berhasil dari yang lainnya. Keanekaragaman dan hereditas Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. Pemangsaan. baik antar individu sespesies atupun yang berlainan spesies. Secara keseluruhan faktor-faktor pembatas itulah yang menjadi fakta ketiga. . amka apabila tidak hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya Akan tertapi kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Keanekaragaman terlihat mulai dari tingkat antarfilum/antar divisi. d. termasuk juga parasitisme. e. maupun aktifitas. Pada umumnya perjuangan untuk hidup terjadi karena adanya Persaingan. Perjuangan untuk hidup Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus “berjuang” baik secara aktif maupun pasif.

2. Oleh karena itu peluang munculnya pemikiran yang jernih atas teori seleksi alam Darwin berkurang atau hilang sama sekali dan pada akhirnya menutup kemungkinan ditemukannya manfaat terapan dari teori tersebut. 1978) Munculnya teori seleksi alam Darwin ternyata menimbulkan banyak kontroversi di kalangan para ahli biologi. Sangat boleh jadi diantara kita tidak sedikit yang masih mempunyai persepsi keliru atas teori seleksi alam Darwin. pada kenyataannya teori seleksi alam Darwin telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan.Artinya peristiwa seleksi alam berlangsung tiada hentinya dan sebagai akibatnya pada generasi tertentu akan muncul individu yang memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif serta spesifik bagi situasi lingkungan yang melingkupi.G.Individu yang lebih sesuai inilah yang lebih berhasil dalam “perjuangan untuk hidup”. General Zoology. Lingkungan yang terus berubah Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan. makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui “perjuangan untuk hidup” yang tiada hentinya. f.A.3. terdapat kesan yang cukup kuat bahwa peristiwa seleksi alam adalah sebab utama terjadinya evolusi (G. Hasil dari pengembangan dan penyempurnaan tersebut telah melahirkan teori/paham baru tentang seleksi alam yang lebih dikenal dengan Neo Darwinisme. Dalam hubungannya dengan teori seleksi alam Darwin. disamping itu peristiwa seleksi alam diartikan sebagai suatu perjuangan langsung antar individu sespesies ataupun antar spesies (direct combat: C. Evolusi Organik terjadi karena peristiwa seleksi alam Makna utama wawasan Darwin dalam teori ini adalah bahwa evolusi organik memang terjdi. dan bahwa evolusi organik tersebut terjadi karena peristiwa seleksi alam. sebagai suatu teori keilmuan yang berkenaan dengan perkembangan (perubahan) makhluk hidup. Namun demikian. Simpson. Life: An Introduction to Biology. Sejak semula teori seleksi alam Darwin ini ditafsirkan secara keliru sebagai teori yang memperkenalkan bahwa manusia berasal dari kera. Individu yang lebih berhasil inilah yang mempunyai peluang lebih besar untuk melanjutkan keturunan dan sekaligus mewariskan ciri-cirinya pada generasi turunannya.. Reaksi dan tantangan masih berkelanjutan hingga sekarang dan menjadi demikian kacaunya karena reaksi agama terlebih lagi dengan munculnya buku karya Harun Yahya tentang Runtuhnya Teori Evolusi. Disamping itu pula mendapatkan reaksi keras dan tantangan. Sesungguhnya makna wawasan Darwin adalah berkenaan dengan kedua makna yang telah disebutkan sebelumnya dan sama sekali tidak memperkenalkan ajaran yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Villec. Teori Evolusi Genetika . Sebaliknya individu yang kurang berhasil lama kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi. Dalam hal ini makna wawasan Darwin telah dipertentangkan dengan ajaran agama atas dasar persepsi yang salah. 1. 1957).

Ia mengemukakan teori genetika yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Satu informasi (faktor) berasal dari sel jantan dan satu informasi (faktor) yang lain berasal dari sel betina. Sekarang konsep ini yang dikenal dengan Hukum Mendel Pertama – Hukum Segregasi. Kedua informasi (faktor) ini yang sekarang dikenal dengan istilah gen (pembawa sifat keturunan). 1.Teori ini dipelopori oleh George Mendel. Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan. Hanya saja pada zaman George Mendel. Hukum Pertama Mendel Berdasarkan eksperimen persilangan yang dilakukan Mendel dengan menggunakan satu sifat beda (ingat pelajaran Genetika Dasar mengenai persilangan Monohibdira) dari tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Mendel menarik beberapa kesimpulan. teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain. dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20.1. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. Mendel mengungkapkan bahwa kedua informasi (faktor) ini akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan kemudian akan menentukan ciri-ciri atau sifat yang akan nampak pada keturunan. setiap ciri dikendalikan oleh dua macam informasi (faktor tertentu) dari parental. .3. Kesimpulan pertama yang dinyatakan oleh Mendel bahwa.

Dari setiap ciri dalam kacang ercis yang diteliti oleh Mendel. Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel gamet jantan dan betina. Perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 menunjukkan bahwa kedua ciri dari masing-masing induk tidak saling tergantung. Mendel melakukan persilangan antara tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). Induk “galur murni” dengan ciri dominan mempunyai sepasang gen dominan (AA) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen dominan (A). Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat. Aa. terdapat satu ciri yang dominan sedangkan yang lainnya terpendam (resesif). bundar dan hijau. keriput dan kuning. maka ciri terpendam (resesif) akan muncul lagi. sedangkan kombinasi terakhir menghasilkan keturunan dengan ciri resesif (Gambar 1. bundar dan kuning. Namun. Ternyata perbandingan yang sama muncul lagi. Hasil ini disebut Hukum kedua Mendel (Hukum Independet assorment. Sekali lagi. ciri terpendam (resesif) tidak muncul pada keturunan generasi pertama. Keempat macam ciri ini terbagi dalam perbandingan kira-kira 9 : 3 : 3 : 1 (lihat Gambar 1. yakni bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau).berpadu bebas). Dengan demikian keturunan pada generasi pertama menerima satu gen dominan dan satu gen resesif (Aa) yang menunjukkan ciri gen dominan. 1.4). Oleh karena itu. semua kombinasi bahan genetik dalam keturunannya. Induk “galur murni” dengan ciri terpendam mempunyai sepasang gen resesif (aa) yang pada saat pembentukan gamet hanya akan memberikan satu gen resesif (a). namun dapat berpadu bebas.3. tumbuhan generasi kedua mempunyai empat macam ciri benih yang berbeda yakni. . Mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. dan aa. bila ciri dominan tidak ada. dimana sel-sel (induk jantan) dan sel-sel (induk betina) masing-masing mengandung satu gen dominan (A) dan satu gen resesif (a).2. Jadi. semua tumbuhan generasi pertama mempunyai ciri kuning bundar. Aa. dan selalu dalam proporsi yang sama dalam setap generasi. Tiga kombinasi yang pertama menghasilkan keturunan dengan ciri dominan. Hukum Kedua Mendel Mendel kemudian melakukan penyelidikan terhadap kacang ercis (Pisum zativum) dengan dua ciri atau tanda beda sekaligus.3). serta keriput dan hijau. Dalam generasi berikut. ada empat kombinasi yang mungkin terjadi yaitu: AA. Bila keturunan ini berbiak sendiri menghasilkan keturunan generasi kedua.

3.Induk Galur Murni 1. pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskan .3. Pentingnya Karya Mendel dalam Evolusi Temuan Mendel mempunyai implikasi penting. Karyanya membantah adanya teori percampuran dalam keturunan (The Blending Theory of Inheritance) yaitu.

Diagram tersebut menunjukkan bahwa teori percampuran ternyata menghasilkan keseragaman (Gambar 1. yakni faktor genetik ciri atau sifat yang diwarisi dari orang tua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam diri anak. ungkapan yang menyatakan seseorang berdarah campuran. Di kalangan manusia.5a dan 1. lalu diwariskan ke generasi berikut dalam bentuk campuran.5b). Berdasarkan kedua teori tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa teori pewarisan menurut Mendel memberi peluang kejadian evolusi biologi makluk hidup. Perbandingan antara teori atau hukum Mendel dengan teori percampuran sifat diperlihatkan pada (Gambar 1.5b).kepada anak dan kemudian bercampur. Induk Induk Jantan dan Betina . Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar. sebenarnya berawal pada teori ini. dan dalam generasi berikutnya faktor genetik tersebut akan pecah atau memisah lagi menjadi satuan-satuan yang ada pada induk aslinya.5a). sedangkan eksperimen Mendel menunjukkan hasil keturunan yang beragam (Gambar 1.

Sebagaimana diketahui “Origin of Species” dianggap sebagai gagasan yang berisikan ungkapan yang menentang adanya ciptaan khusus. pemahaman kitab suci masih terbatas melalui apa yang tersurat. disebabkan “seleksi alam” dan kemampuanbertahan hidup pada ras yang cocok dengan alam merupakan perjuangan untuk hidup Pengertian dari konsekuensi ungkapan tersebut yaitu “kemampuan bertahan bagi yang paling perkasa”. Dari segi agama. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. belum melalui apa yang tersirat. Itulah sebabnya teori evolusi tidak dapat diterima dan tidak dapat dicerna karena menghadapi harga mati seperti yang tercetus dalam kitab suci.2. Tantangan terhadap Darwin juga berasal dari ahli-ahli kemasyarakatan. berarti melawan kaidah agama. Perbedaan Pendapat dan Tantangan yang Berkembang Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan dengan pedoman hidup yang berlaku saat itu. .

Selain itu. Semua yang telah disebutkan di atas adalah komponen-komponen penting yang dikemudian hari merupakan kunci untuk memberi interpretasi tentang terjadinya evolusi makhluk hidup. Disamping itu para ahli juga mempertanyakan sumber asal mula spesies yang pertama. seperti akibat kondisi eksternal. lebih-lebih berkaitan dengan sedikitnya penemuan fosil yang berhasil ditemukan. terutama alat untuk terbang dan indra penglihat. Sebagai contoh di daratan Amerika yang diduga sebagai tempat asal burung Finch yang berevolusi menjadi 14 spesies. Mengenai seleksi alam Darwin membedakan adanya tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya seleksi alam dengan baik tetapi adapula tempat-tempat yang tidak. Perbedaan spesies lebih ditekankan pada perbedaan morfologik dan ekogeografik. masalah pewarisan ciri-ciri dari induk kepada keturunannya namun ia telah menduga masalah ini ada kaitannya dengan proses evolusi. Charles Darwin menyinggung pula tentang hukum-hukum yang menyangkut variasi/menyebabkan terjadinya variasi. Disamping sorotan dari aspek agama dan kemasyarakatan Darwin juga menemui kesulitan dengan para ahli biologi yang mempertanyakan tentang pengertian spesies dalam Origin of Species. masalah morfologi. tidak memiliki spesies sebanyak itu. Dengan demikian. yang kemudian diperkenalkan dengan istilah “Seleksi Seksual”. hibrid hasil domestikasi. meskipun pada waktu itu pengertian hibrid masih terbatas pada apa yang terlihat saja. Disamping itu diuraikan pula seleksi bagi usia yang berbeda serta jenis kelamin yang berbeda pula.dan menurut para ahli kemasysrakatan hal ini adalah suatu perbuatan yang kejam. Selain itu. Dalam gagasannya pula Darwintelah menyinggung makna distribusi geografis. . Pengaruh Charles Lyell terlihat dari apa yang dipaparkan Darwin tentang pentingnya catatan geologik. Selanjutnya yang dianggap penting oleh Darwin adalah apa yang disebutnya sebagai perjuangan untuk hidup artinya perjuangan di alam. Sudah barang tentu hal ini berkaitan dengan hobinya dalam domestikasi. sterilitas hibrid menjadi titik tolak untuk mempelajari hibrid yang terjadi secara alami. Ini tidak dapat oleh Darwin. Darwin belum mengenal apa yang disebut genetika. Masalah hibrid pun sudah disinggung. hukum use and disuse organ tubuh dalam kaitannya dengan seleksi alam. perjuangan untuk tidak terseleksi atau tersisih bahkan punah. dalam bukunya Darwin juga menuangkan hal-hal yang menyangkut naluri/insting dalam kaitannya dengan seleksi alam. Kelebihan Darwin dalam menyusun teorinya antara lain karena kemampuannya untuk menggunakan gejala yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Darwin mencoba membandingkan seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan yang terjadi di alam dan apa akibatnya pada ciri-ciri tertentu. Hal ini merupakan kelemahan Darwin karena tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara ilmiah. serta mekanisme terjadinya seleksi. dan organ-organ rudimenter. Jika teori ini dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan masyarakat akan menggunakannya sebagai pedoman hidup. bukti evolusi mengenai embriologi perbandingan. tentang “seleksi alam” Darwin pun tidak dapat menjelaskan tentang sumber kekuatan yang menyeleksi dan sumber yang dikenai seleksi sampai terjadi perubahan. Variasi yang dijumpai Darwin dalam domestikasi kemudian diangkatdalam teorinya dengan ungkapan “seleksi alam” setelah dipadu dengan variasi yang ada di alam.

where as it implies only the preservation of such variation as arise and are beneficial to being under its condition of life”.Sekarang ini konflik antara agama dan paham evolusi tidak lagi setajam sebagaimana pada abad 19. Simpson (paleontolog vertebrata). Hal ini sudah pernah dikatakan oleh Darwin dalam tulisannya “Some even imagined that natural selection induces variability. dan bersama Von Koenigswald mempelajari manusia Jawa. dan bukanlah sebagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya varian-varian baru. orang awam pun dapat memahami. Pandangan yang mengatakan bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah sebab utama terjadinya evolusi organik tetapi hanya berperan sebagai faktor pengarah dan pembatas adalah merupakan hasil pengembangan dan penyempurnaan Teori Seleksi Alam Darwin. dimana kesemuanya itu menunjukkan nampaknya peristiwa seleksi alam sesungguhnya tidaklah cukup sempurna menjelaskan perubahan evolusioner dari seluruh ciri (struktur). tidak lagi secara fisik semata-mata namun perkembangan pikiran. Jika menelaah lebih jauh lagi berbagai referensi yang ada. Dengan kata lain bahwa peristiwa seleksi alam bukanlah seba utama terjadinya evolusi organik. terlihat bahwa masih ada kritik-krik lain yang berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat kini memungkinkan pemahaman gejala biologik secara kimia atau fisika. tidak lagi terdengar konflik yang terbuka. Ia membagi proses evolusi menjadi beberapa tahap. Oleh karena itu sebab utama terjadinya evolusi organik adalah justru penyebab dari varian. . mempunyai pandangan tentang evolusi yang berbeda. tahap atau fase Geosfera yang menyangkut evolusi bumi dan alam semesta. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor yang mengukuhkan varian-varian yang sesuai. Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950. maka Teilhard de Chardin (1881-1955). fase Noosfera menyangkut perkembanganevolusi manusia. sedangkan kuantifikasi gejala digunakan ilmu bantu lain anatranya matematika. yang terakhir ini ia menyebutnya sebagai evolusi perkembangan kesadaran batin. Dengan demikian dicapai kecermatan dan kedalaman yang lebih dibanding masa lalu. fase Biosfera yang membicarakan perkembangan makhluk hidup secara evolutif. Theodosius Dobzansky (ahli genetika populasi). Bagaimanapun suatu peristiwa seleksi baru dapat berlangsung apabila terlebih dahulu telah ada keanekaragaman antar individu. Paling tidak selama tidak membicarakan evolusi manusia. 3. seorang ulama gereja yang mengadakan penjelajahan sampai ke China dan Afrika. dan Ernst Mayr (ahli sistematika) merupakan beberapa ahli yang sangat besar jasanya mengantarkan kita kepada pandangan baru tentang Teori Seleksi Alam Darwin atau Neo Darwinisme. Kalaupun menyinggung masalah evolusi manusia. Jika Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya hanya terbatas pada evolusi makhluk hidup. Dalam hubungan ini sebagian ahli biologi berpendapat bahwa peristiwa seleksi alam hanyalah sebagai faktor pengarah dan pembatas atas varian-varian yang telah ada. Inilah yang disebut pandangan baru dari teori seleksi alam Darwin atau yang lebih dikenal sebagai Neo Darwinisme. G.G.

dan mempunyai kuku jari yang panjang untuk menaiki pohon. model matematik dan banyak pendekatan lainnya. Mereka juga mempunyai paruh dengan pelindung gigi yang kuat sebagai pengerat.Pada saat sekarang ini telah diketahui bahwa penyebab dari adanya variasi makhluk hidup antara lain peristiwa rekombinasi gen. fisiologi perkembangan. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. Burung finch lebih mampu bertahan hidup dalam habitat alami oleh karena memiliki mekanisme adaptasi dari atribut-atribut yang dimiliki tersebut (lihat Gambar 1. pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler. Dalam hal ini. Selain itu penyebab lain adalah dari mutasi gen. Burung finch mempunyai banyak bentuk bentuk paruh yang telah berkembang dalam adaptasi. memakan insekta yang terdapat di dalam pohon. Adaptasi ciri-ciri ini memungkinkan burung finch menggali lubang di dalam pohon untuk menyimpan makanan. Banyak atribut (ciri-ciri atau karakter) pada suatu makluk hidup yang dapat digunakan untuk mengilustrasikan adaptasi. Lubang di pohon digunakan juga untuk meletakkan telur. 4. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rekombinasi gen dan macam-macam faktor lingkungan merupakan sebab utama terjadinya peristiwa evolusi organik. Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. dan tingkah laku suatu makluk hidup akan terbentuk agar supaya mereka dapat bertahan hidup. untuk mencari insekta yang cocok dari dalam lubang. Burung finch menunjukkan banyak bentuk adaptasi terutama pada ciri bentuk paruhnya. dan menghisap getah dari pada pohon. Konsep adaptasi menjadi mudah dipahami dengan dibantu contoh-contoh. satu tujuan utama biologi evolusi moderen adalah untuk menjelaskan bentuk-bentuk adaptasi yang kita temui pada kehidupan organisme di dunia.6). yang penjelasannya dapat dilihat kembali kejadian Hukum Mendel I dan II. dan diketahui bahwa penyebab dari mutasi tidak lain adalah macam-macam faktor lingkungan. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari. dan peristiwa seleksi alam berperan sebagai faktor pengarah dan faktor pembatas. Bentuk-bentuk Adaptasi Suatu Kehidupan Adaptasi merupakan salah satu konsep krusial dari teori-teori evolusi. . Contoh yang sering digunakan Darwin untuk menjelaskan konsep ini adalah perubahan yang terjadi pada burung finch. anatomi maupun genetika. kaki yang pendek. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi. Adaptasi menunjuk kepada ‘bentuk’ makluk hidup yaitu suatu bentuk organ makluk hidup yang berubah agar supaya makluk hidup tersebut dapat bertahan hidup (survive) dan bereproduksi di alam. karena kebanyakan ciri atau karakter berupa struktur. metabolisme. Pada makhluk yang berbiak secara kawin dikatakan bahwa rekombinasi gen merupakan penyebab timbulnya variasi antar individu generasi turunan. Dengan paruh yang panjang.

dimaksudkan agar makluk hidup dapat bertahan hidup (survive) dengan jalan adaptasi warna. .Kamuflase adalah contoh lain yang lebih khusus untuk menjelaskan adaptasi. yang memungkinkan makluk hidup tertentu itu tidak kelihatan pada lingkungan alami mereka. bentuk-bentuk tubuh khusus. Meskipun kebanyakan yang teramati tercatat sebagai adaptasi. sebagai contoh. tidak setiap bentuk dan tingkah laku detail organisme dapat beradaptasi. bentuk. Adaptasi adalah suatu konsep yang tidak hanya terbatas menunjuk kepada beberapa sifat khusus pada suatu kehidupan. dan tingkah laku agar tidak kelihatan oleh pemangsa (predator) di alam. Darwin memperkenalkan adaptasi sebagai masalah kunci pemecahan setiap teori evolusi. Sayap burung adaptasi untuk terbang. Dalam hal ini teori Darwin sebagaimana dalam biologi evolusi moderen masalah dipecahkan melalui seleksi alam (natural selection). Dengan bantuan kamuflase ini. kaki untuk bergerak. Organisme-organisme tertentu berkamuflase dalam macam-macam warna. saluran usus untuk pencernaan makanan. menggunakan hampir setiap bagian tubuh. Pada manusia. semua fungsi ini sebagai bantuan untuk dapat bertahan hidup. dan tingkah laku. mata untuk melihat.

jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Sebutkan tantangan yang tersirat dari teori Darwin 5. kemudian meningkat frekuensinya dalam populasi sejalan dengan waktu. komposisi populasi kemudian akan berubah secara automatis. Sebutkan konsep yang paling pokok dari teori evolusi Darwin dan sebutkan pula fakta yang mengilhaminya 3. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. menyebab-kan setiap atribut (ciri atau karakter) suatu organisme tertinggal pada kebanyakan keturuanan. Jelaskan bahwa peristiwa seleksi alam hanya merupakan faktor pengarah dan faktor pembatas varianvarian yang ada. Perhatikan realitas kehidupan makhluk hidup .Seleksi alam artinya bahwa beberapa jenis individu dalam satu populasi yang cenderung berkemampuan menghasilkan banyak keturunan ke generasi berikut dibanding yang lain. Apakah evolusi bumi ada kaitannya dengan evolusi makhluk hidup? 2. Agar saudara dapat menjawab latihan ini dengan benar. 1. Bahwa keturunan yang mirip orang tua dihasilkan. ikuti petunjuk jawaban latihan di bawah ini. 1. 4. Sebutkan kalangan apa saja yang menentang dan tidak menyetujui teori Darwin dan sebutkan pula sebab-sebabnya.

Interpretasi dengan menggunakan teori modern dapat mendukung teori Darwin atau mendudukkan teori tersebut pada proporsi yang sebenarnya. Namun keuntungan dari pemunculan itu terjadi rangsangan pada perkembangan ilmu-ilmu baik yang menyangkut biologi itu sendiri maupun ilmu-ilmu batu dan juga disadari perlunya menggunakan ilmu-ilmu bantu untuk mengadakan interpretasi gejala biologi yang tentu saja dikemudian hari menyangkut penggunaan teknologi canggih. Banyak ahli dari disiplin ilmu non biologi memberikan saham pada perkembangan teori evolusi. RANGKUMAN Beberapa teori atau pendapat ada yang langsung mendukung teori evolusi. 5. Autogenesis . Ingat kembali terjadinya evolusi organik menurut pandangan baru teori seleksi alam Darwin. karena merasa kaidahnya dilanggar. Terlihat teori Darwin muncul sebelum waktunya. Kalangan itulah yang menentang Darwin. TES FORMATIF 1. Carilah dalam teori Darwin ?bukunya sesuatu yang tidak memuaskan keterangannya. baik yang menyangkut segi agama maupun yang menyangkut etika sosial. 4. namun masih mencampuradukkan dengan teori ciptaan Pada abad ke-19 ada ketakutan untuk mengemukakan pendapat secara terbuka dan meluas karena adanya sanksi yang akan diberikan. tetapi yang sudah diolah dan disimpulkan menjadi 2 konsep pokok. Jangan perhatikan contoh-contoh yang berupa fakta. Teori Darwin menimbulkan efek sosial yang menghebohkan karena dianggap bertentangan denga pedoman hidup yang berlaku saat itu.2. Diantara teori yang dikemukakan. ada yang sudah mendasar atau menggunakan fakta. Ingat kembali kalangan apa saja yang mempunyai pengaruh yang kuat pada masyarakat. Dari empat teori yang disebut berikut ini. ada pula yang didasarkan pada renungan. 3. tyeori manakah yang tidak termasuk dalam satu kelompok? a. Nomogenesis c. Yang dimaksud dengan tantangan adalah sesuatu yang mendorong untuk terjadinya perkembangan.

Aristogenesis 2. hewan mengandalkan pada … a. Variasi akibat domestikasi d. Lamrck c.b. a. Seleksi alam berlangsung … . Charles Darwin. Teori tersebut sesuai dengan fase … a. Orthigenesis d. Yang tidak mengilhami Charles Darwin dalam menyusun teorinya adalah … a. T. Variasi akibat pengaruh faktor alam 6. Leonardo dan Vinci b. Malthus d. geosfera dan Noosfera 8. J. Yang secara tegas menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan adalah… a. Geosfera d. Charles Darwin dan Alfred Wallce c. Alfred Wallace d. Hasil belajar c. Charles Lyell b. Proses belajar dan naluri d. Proses belajar dan hasil belajar b. Teori evolusi yang menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup yang disusun atas dasar fakta. a.R.B. Teori Darwin adalah sebagian dari teori evolusi menurut Teilhard de Chardin. Noosfera b. Agar dapat bertahan. Georges Cuvier 3. Teilhard de Chardin 4. Count de Buffon c. kemudian Alfred Wallace 5. Adanya kemiripan struktur anggota tertentu makhluk hidup sekarang b. Pendapat Erasmus Darwin dikemudian hari dikembangkan oleh…. dicetuskan oleh …. Adanya organ tersisa c. Charles Darwin b. Leibnitz d. Biosfer c. Naluri 7.

89% = baik . Johansen 10.100% = baik sekali 80% .a.H. Lama. Telah disempurnakan oleh Darwin b. Morgan d. Telah mendapat kritik dari Spencer c. T. Telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnya peristiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah … a. Terus menerus tiada hentinya pada sebagian makhluk hidup c. Terus menerus tiada hentinya pada semua makhluk hidup 9. Lama. terbatas pada beberapa spesies saja b. pada semua makhluk hidup d. Neo Darwinisme adalah teori seleksi alam Darwin yang : a. Lamarck c. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. B. Telah mendapat kritik dari Johansen d. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Herbert Spencer b.

D. B. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. sedangkan variasi faktor dalam pada waktu itu belum ditemukan 6. dan C digunakan Charles Darwin dalam menyusun teorinya. C. Erasmus Darwin menyatakan bahwa kehidupan itu bermula dari asal mula yang sama. yang dikemudian hari dikembangkan oleh Lamarck 4. Segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari proses ciptaan. D. 7. Charles Darwin dan Alfred Wallace dalam menjelaskan proses evolusi sudah berdasarkan fakta. Jadi Teori evolusi Charles darwin menurut Teilhard de Chardin termasuk fase biosfera 8. Jawaban A. Neo Darwinisme merupakan teori seleksi alam Darwin yang telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan oleh ahli-ahli lain. Nomogenesis. Sebab seleksi alam berlangsung terus menerus tiada hentinya pada makhluk hidup 9. A. D. D. H.79 % = cukup Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Tetapi jika kurang dari 80%. Morgan. Ketiga lainnnya percaya adanya evolusi 3. A. 10. Sebab hanya Cuvier yang berpendapat bahwa evolusi itu tidak pernah terjadi. . C.uk hidup. Orang yang berpendapat bahwa sesungguhnyaperistiwa seleksi alam tidak perlu diperhatikan adalah T. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. B. dan Aristogenesis 2. Teori evolusi Charles darwin hanya terbatas pada makhluk hidup sedangkan evolusi menurut Teilhard de Chardin tidak hanya terjadi pada makh. Untuk tetap bertahan.70% . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. hewan tidak hanya mengandalkan proses belajar saja tetapi juga hasil belajar. B. Tiga buah teori yang mempunyai kemiripan adalah Orthogenesis. Ingat! Kedua tokoh ini secara terpisah telah menghasilkan tulisan yang mirip 5.

(4) bukti perbandingan embriologi. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi di alam ini. (2) bukti paleontologi. (3) bukti anatomi perbandingan. Bukti Biogeografi Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. ditemukannya fosil-fosil diberbagai lapisan batuan bumi yang menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. dan merupakan bagian-bagian khusus dari ilmu biologi antara lain: (1) bukti biogeografi. adanya homology antara organ system pada makhluk hidup. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1.S. adanya pengaruh penyebaran geografi. Dari perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan H. Beagle. dan apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. adanya data sebagai hasil studi mengenai komparatif perkembangan embrio. Dengan mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi. Sebagai ilmuan. dan (5) bukti molekuler. Beberapa prinsip yang digunakan Darwin yang dianggap dapat memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain adanya variasi di antara individu-individu dalam satu keturunan. Kontroversi ini mempunyai pengaruh bermanfaat pada kemajuan ilmiah. Bukti-bukti ilmiah tertentu yang lebih dari 100 tahun terakhir mendukung pemikiran Darwin. Teori evolusi organik dan teori seleksi alam (natural selection) Darwin melandasi setiap aktivitas mereka.M. Penjelasan dari masing-masing bukti tersebut akan dikemukakan lebih lanjut.BAB II BUKTI-BUKTI ATAU PETUNJUK ADANYA EVOLUSI PENDAHULUAN Teori-teori ilmiah terbaru sering mendorong banyak kontroversi. ia menemukan bahwa spesies tanaman dan hewan umumnya tidak . mereka berusaha mencari data-data yang dapat mendukung ataupun dapat membuktikan bahwa teori-teori terdahulu itu mungkin saja tidak benar. karenanya para ilmuan dengan pandangan-pandangan yang berbeda bekerja secara intensif untuk menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung idea-idea mereka.

tetapi tidak ada dimanapun di tempat lain. Kesimpulan mendasar dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Oleh karena itu. Studi-studi mengenai biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan.1) mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan. catatan fosil setiap daerah menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari semua daerah-daerah lain. banyak fosil-fosil yang telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada daerah tertentu. Organisme-organisme pada kenyataannya mempunyai biogeografi berbeda-beda. dan bahwa spesies sepulau umumnya berhubungan dengan speseis terdekat yang hidup sedaratan. Sebagai contoh. . Di samping itu habitat-habitat kering dan tandus di Afrika ditempati oleh sekelompok tanaman dari famili Euphorbiaceae. apa yang dilihat Darwin ketika menemuakan bahwa spesies pada pulau tertentu terhalang untuk berhubungan dengan spesies pada pulau-pulau dekat. meskipun diturunkan dari keturunan nenek moyang yang sangat berbeda. Pada tingkatan yang lebih spesifik. setiap daerah geografi besar di dunia (lihat gambar 2. Sebagai contoh. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya.2). tanaman kaktus (famili Cactaceae) ditemukan di gurun pasir sebelah tenggara Amerika Utara. Buktinya. oleh kekuatan besar dari lingkungan sehingga muncul spesies baru yang hanya dapat hidup beradaptasi atau dapat menyesuaikan diri dengan kondisi topografinya maupun kondisi iklim disekelilingnya. Sebaliknya. biogeografi menunjukkan banyak bukti-bukti menyolok yang mengarah pada kejadian evolusi konvergen (convergent evolution). Bukti-bukti observasi atau pengamatan memperkuat konsep bahwa seleksi alam berlaku. tidak ada bukti yang mendukung keberadaan sekelompok “island species” (spesies yang hanya ada pada pulau tertentu) dengan karakteristik tertentu ditemukan dalam habitat-habitat pulau lain kemanapun kita mengelilingi dunia. Dengan setiap garis evolusioner. Contohcontoh ini memperjelas teori kekuatan seleksi alam dimana terbentuk ciri-ciri atau bentuk-bentuk yang sangat sama oleh karena adaptasi pada lingkungan yang sama (lihat Gambar 2. tetapi mereka tidak dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar. memiliki kesamaan proses adaptasi pada habitat-habitat khusus. di Australia semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat menyusui dan melindugi anaknya.berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. pada daerah biogeografi yang lain kanguru (marsupial) hampir tidak ditemukan. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. Selanjutnya. Sebagai buktinya. dan di gunung pasir Andes. jarang ditempati oleh spesies yang sama.

Jika dapat . Burung yang berasal dari Amerika Selatan yang bermigrasi ke kepulauan Galapagos ini menemukan lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan asalnya sehingga terbentuk varian-varian yang sesuai dengan lingkungan yang baru dan terus berkembang. misalnya perpindahan populasi burung dari suatu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. misalnya penyebaran buah kelapa oleh air. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. Penyebaran aktif ialah penyebaran yang didorong oleh factor-faktor dari dalam diri inidividu itu sendiri. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. Sebagai contoh kepulauan Galapagos dan kepulauan Cape Verde mempunyai iklim yang sama tetapi flora dan faunanya berbeda. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. Dalam melakukan penyebaran itu banyak rintangan yang tidak dapat diterobos atau dilalui. sedangkan penyebaran pasif ialah penyebaran yang disebabkan oleh factor-faktor lain.Lebih jauh dijelaskan. bahkan mungkin berbeda sama sekali. Flora dan fauna di kepulauan Galapagos hampir sama dengan flora dan fauna yang terdapat di Amerika Selatan.

cangkang (shell) eksternal pada molluska. untuk menjadi fosil. Jaringan tubuh yang lunak jarang dapat survive apabila terkubur dalam sendimen. dibandingkan dengan organisme yang hidup di daratan. terdapat dalam catatan fosil. Ketika organisme-organisme terkubur. suatu organisme harus memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat. Fosilisasi dapat terjadi dalam satu atau beberapa cara. . yaitu proses sirkulasi air di dalam sendimen di sekeliling organisme yang telah mati kemudian secara perlahan-lahan melarutkan kalsium yang terdapat pada cangkang (shell) atau tulang dan meninggalkan bekas lapisan mineral pada tempat tersebut. sebagai contoh jaringan pelindung pada tanaman. dan kebanyakan yang mengalami kehancuran karena melewati berbagai proses geologis. Hal kebanyakan atau sering sekali terjadi di bawah laut. dan organisme yang tidak memiliki bagian-bagian tubuh yang kuat jarang tercatat sebagai fosil. Bukti Paleontologi Informasi mengenai sejarah kehidupan di bumi. oleh karena itu baik penyebaran aktif maupun penyebaran pasif tidak selalu berakibat perluasan daerah. Organisme-organisme yang terlindung sehingga dapat menjadi catatan fosil biasanya terkubur dibawah sendimen segera setelah mereka mati. Salah satu di antaranya yaitu proses mineralisasi. koleksi bekas-bekas peninggalan bentuk-bentuk kehidupan yang telah punah. hanya sangat sedikit yang menjadi fosil. 2. Tulang-tulang yang tersisa segera tereduksi dari debu oleh aksi dari air. Hal ini yang menyebabkan lebih banyak organisme akuatik atau yang hidup dekat laut menjadi fosil. Ilmu yang mempelajari tentang fosil dan catatan-catatan fosil disebut paleontologi. dan sedikit sekali terjadi di daerah dataran tinggi yang kering. mereka tidak mendapat oksigen dari luar sehingga proses dekompisisi menjadi terhalang. Umumnya. Pembentukan fosil Dari semua organisme hidup. sinar matahari dan angin.1.diterobos lingkungan yang baru itu tidak memenuhi persyaratan bagi hidupnya. Sebagian besar organisme yang mati dimakan oleh binatang pemakan bangkai atau mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur dekomposer. 2. atau internal skeleton pada vertebrata. Material sisa atau bekas yang merupakan tiruan (replica) dari organisme yang mengalami mineralisasi tersebut tersimpan lama dalam sendimen karang.

Contoh catatan fosil yang lengkap (Bukti evolusi pada kuda) Evolusi pada kuda merupakan suatu contoh klasik evolusi morfologi. Fosil kuda termasuk cukup lengkap. sehingga meninggalkan sejumlah besar fosil dari zaman ke zaman. yang sejarahnya ditelusuri dari catatan fosilnya sejak zaman Eosin (Eocene) di Amerika Utara dan sedikit dari Eropa dan Asia. Bentukan atau cetakan tersebut merupakan fosil permukaan tubuh tiruan yang baik. karena kuda hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar.2. 2.3) Bentuk fosil yang lain misalnya jejak kaki atau bekas kulit yang terbentuk pada lumpur basah kemudian akhirnya mengeras menjadi batuan karang lunak. . Salah satu contoh bentukan atau cetakan yang terbentuk menjadi fosil dapat dilihat pada (Gambar 2.Fosilisasi juga terjadi ketika cangkang atau tulang yang lengkap tertanam di dalam lapisan sendimen di bawah permukaan air. kemudian meninggalkan bekas bentukan atau cetakan dari organisme tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa evolusi kuda pada dasarnya terjadi di Amerika Utara. Namun demikian. Namun pada catatan fosil yang ditemukan menunjukkan bahwa pada era berikutnya kuda di Eropa sangat jarang dan diduga punah pada era tersebut. Fosil kuda primitif ditemukan dalam jumlah besar yaitu yang diperkirakan hidup pada era Eosin (Eocene) di Eropa dan Amerika Utara. . Fosil-fosil kuda yang berumur lebih muda kadang-kadang ditemukan juga di daratan Eropa. sekitar lima kali di masa lampau. pada umumnya golongan hewan ini juga diduga sebagai nenek moyang dari hewan Perissodactyl lainnya dan jarang sekali dikaitkan dalam diskusi mengenai evolusi kuda. Hal ini menunjukan bahwa keluarga kuda tidak berevolusi di Eropa. kecuali Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa. tetapi pernah bermigrasi ke Eropa.Kerabat kuda tertua adalah dari famili Paleotheriidae (misalnya Tetraclaenodon dan Phenacodus).

Giginya yang berjumlah 22 pasang dengan gigi geraham yang hanya terspesialisasi sedikit untuk menggiling makanan. Diperkirakan kuda primitif ini memakan semak belukar apabila ditinjau dari struktur giginya.Fosil kuda tertua yang dikenal yakni Hyracotherium (Eohippus). sedangkan kaki belakangnya mempunyai tiga jari dan dua jari rudimen. Kaki depannya terdiri dari empat jari dan satu rudimen. . Hewan ini berukuran sebesar kancil atau anjing dan tingginya hanya sekitar 30 cm.

Gigi geraham melebar semua menggantikan fungsi menguyah menjadi menggiling. Kaki kuda yang relatif sebanding dengan tubuhnya seperti proporsi tubuh kucing atau anjing. c) Reduksi jari-jari lateral dan pembesaran jari tengah. g) Pemanjangan dari tengkorak. kemudian tereduksi menjadi satu jari saja.Lebih jelasnya pada evolusi kuda terjadi perubahan sebagai berikut: a) Pertambahan dalam ukuran. Mula-mula jari kaki berjumlah ¾ buah. d) Punggung menjadi lurus dan datar. Punggung yang miring melekuk dengan bagian dada lebih tinggi menjadi datar. Ukuran tubuh kuda bertambah mulai dari sebesar kancil menjadi sebesar kuda akutual sekarang. Gigi seri yang semula serupa gigi mamalia lainnya menjadi lebar dan pipih untuk menggigit rumput. b) Pemanjangan kaki depan dan belakang. f) Gigi premolar berubah bentuk menjadi molar. Tengkorak memanjang untuk memperoleh bentuk kepala yang lebih ideal untuk menambah kecepatan berlari. Sesuai dengan fungsi dan jenis makanannya cara menggiling makanan mengakibatkan mahkota gigi aus. Untuk menanggulangi . e) Gigi seri melebar. h) Pertambahan mahktota gigi dengan pertumbuhan bagian email.

Demikian pula bentuk atau pola giginya yang sesuai untuk menggigit semak belukar dan bukan rumput. Hutan menjadi berkurang dan timbulah padang rumput yang luas. urutan terjadinya evolusi kuda hingga menjadi kuda aktual (Equus) diperkirakan melalui ris keturunan -jenis ini tidak ikut berperan dalam evolusi yang menghasilkan Equus kuda aktual (lihat Gambar 2. Lingkungan yang demikian ini memungkinkan Eohippus yang ukurannya tubuhnya kecil dapat menyelinap di antara semak belukar. kuda primitif hidup di hutan. Pada masa berikutnya.4a dan 2. i) Volume otak bertambah besar dan juga bertambah kompleks. Untuk dapat beradaptasi dengan baik. jumlah jari yang lebih sedikit yang cocok untuk kehidupan di padang rumput. terjadi suatu perubahan pada permukaan bumi. maka bagian mahkota gigi cukup tebal untuk mengakomodasi keausan sampai kudanya berusia 5 tahun. kini diperlukan suatu gigi yang lebih lebar dan mahkota emailnya cukup tebal untuk menggigit dan mengunyah rumput. Gigi tersebut sesuai untuk mengunyah rumput karena mengan-dung kadar silikat yang tinggi. j) Rahang bertambah lebar untuk mengakomodasi perubahan gigi. Jika ukuran tubuh kuda tetap sebesar kancil atau anjing. di samping kaki dengan beberapa jari ikut membantu dalam mengais dan menggali akar-akar yang lunak. Dengan demikian. Mengapa terjadi perubahan evolusi pada kuda dalam hal ukuran dan jumlah jari kaki? Alasan utamanya adalah karena tempat hidup kuda sangat menunjang untuk terjadinya proses evolusi yang begitu lengkap. maka predator dengan mudah dapat memangsa mereka yang berjumlah sangat banyak dan hidupnya berkelompok-kelompok. Kemudian generasi kuda berikutnya ini memanfaatkan relung tersebut.4b). Misalnya. Selanjutnya.kerusakan gigi. sedangkan padang rumput merupakan suatu biotop baru dengan relung yang masing kosong. terjadi evolusi pada kaki yaitu menjadi lebih panjang. Demikian pula ukuran tubuh yang lebih besar secara tidak langsung menolong mereka dari pemangsa (predator) yang berukuran tubuh lebih kecil. postur tubuh dan tengkorak menjadi lebih ideal sehingga mereka dapat berlari-lari dengan lebih mudah dan lebih cepat. tidak diperlukan lagi. Bentuk tubuh seperti ini memungkinkan mereka dapat menghindari diri dari predator secara lebih efektif. Bukti Anatomi Perbandingan . makanan yang cocok untuk kuda sebelumnya hanya mencukupi untuk menghidupi sejumlah kecil kuda. Sebaliknya. Gigi yang sebelumnya cocok untuk merebut semak belukar. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di lantai hutan yang penuh tertutupi oleh akar dan ranting. 3. Dengan berkurangnya jari.

tetapi studi perbandingan anatomi kerangka lebih penting bagi para paleontologi karena bukti-bukti fosil anatomi yang tersusun hampir semua adalah metrial rangka. Sebagai contoh. pencernaan. . Para ahli anatomi membandingkan ciri-ciri anatomi hewan masa kini. tulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. sepasang organ tambahan. dan sistem peredaran darah. Mereka mempelajari bentuk-bentuk struktur dasar setiap kelompok organisme. semua hewan vertebrata memiliki struktur dasar yang sama. pengeluaran yang sama. Para ahli anatomi perbandingan mencoba menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara struktur dasar (fundamental structure) organisme hidup. tertancap pada tulang belakang.Pendekatan untuk menginterpretasi bukti-bukti paleontologi adalah anatomi perbandingan. pernafasan atau respirasi. yakni: suatu kerangka utama penyanggah tengkorak dan tulang belakang.

kemudian menampilkan fungsi yang berbeda.5). Analogi adalah menunjukkan fungsi yang sama. Lebih jelasnya.Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum disebut struktur homolog. Anatomi perbandingan yang juga diidentifikasi yakni struktur vestigial. sayap pada mutan vestigial (Drosophila melanogaster) kekurangan penglihatan pada hewan-hewan penghuni gua. Semua vertebrata seperti burung.6). . tulang ekor pada manusia (pada mamalia yang lain ekornya tumbuh memanjang). Suatu contoh homologi yang baik adalah tulang lengan depan vertebrata (Gambar 2. Struktur vestigial adalah strukturstruktur tertentu yang tidak berkembang terus pada beberapa organsime. Konsep lain dari anatomi perbandingan yaitu analogi. tetapi dalam perkembangan selanjutnya berfungsi lain. homologi adalah struktur dasar sama yang diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian memiliki fungsi yang berbeda. ikan paus. gigi geraham manusia. tetapi mempunyai struktur dasar yang berbeda. Burung mempunyai kerangka tulang sayap sedangkan serangga mempunyai sayap yang tersusun dari lapisan kitin yang keras. Struktur vestigial termasuk rudimentasi. tetapi keduanya berfungsi untuk terbang (Gambar 2. dan manusia mempunyai struktur dasar tulang lengan depan yang sama kemudian melewati proses perubahan (evolusi) dari nenek moyang yang umum. Misalnya sayap burung dengan sayap serangga mempunyai fungsi yang sama tetapi struktur dasarnya berbeda.

akan dijumpai kenyataan bahwa perkembangan mulai dari zigot menunjukan bentuk yang hampir sama. dan memiliki molekul berenergi tinggi (ATP). tetapi kemudian pada saat dewasa bentuknya menjadi berbeda-beda. menunjukan perkembangan yang dinyatakan oleh Karl von Baer tersebut. walaupun gambar ini tidak dimulai dari tahap blastula dan grastrula. kelinci dan mansuia sungguh sangat berbeda. para ahli biokimia juga menemukan banyak kesamaan pada tingkatan molekuler. Contohnya perbedaan antara ikan. Gambar 2. bahwa ontogeny adalah phylogeny yang dipersingkat. Mengenai perkembangan embrio Karl von Baer. Phylogeny adalah sejarah kekerabatan dalam proses evolusi. menyatakan bahwa: (a) sifat-sifat umum muncul paling awal kemudian diikuti sifat-sifat khusus. (d) dalam perkem-bangannya hewan-hewan multiseluler bentuk embrionya sama. Bukti Embriologi Perbandingan Kalau ditinjau dari perkembangan embrio pada hewan multiseluler. Kenyataannya semua organsime hidup memiliki materi genetik (DNA) yang hampir sama. kura-kura. Sebagai materi genetik. namun dalam perkembangan selanjut-nya berbeda satu dengan yang lain sehingga bentuk dewasanya menjadi sangat berbeda. 5. Bukti Evolusi Molekuler Di samping kesamaan yang ditemukan pada struktur-struktur anatomi. dan akhirnya ke sifat-sifat yang khusus. grastrula. memberi kemajuan yang efektif .7 berikut ini. salamander. mengunakan kode-kode genetik yang sama. Ontogeni adalah seluruh perja-lanan perkembangan dan sejarah hidup suatu individu. Ia menyebutnya sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. ayam. Sejak diketahui bahwa transfer sifat-sifat keturunan dan kontrol genetik melalui DNA. kemudian kurang umum. Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan oleh Ernst Haeckel.4. sapi. namun semua dimulai dari blastula dan grastrula serta embrio yang hampir sama. (b) perkembangan dimulai dari yang umum sekali. babi. Misalnya perkembangan pada blastula. (c) hewan yang satu memisah secara progresif dari hewan yang lain. DNA berfungsi mulai dari perkembangan awal setiap organisme.

tetapi beralih ke mekanisme hereditas. .dan efisien. dan terjadi perubahan dimana seleksi alam tidak banyak lagi disukai.

dalam masa sejarah masih dapat dilihat terjadinya evolusi. dan molekuler. Penelitian-penelitian di bidang molekuler sangat menunjang perkembangan pengetahuan evolusi. Setelah abad 19. Kelinci ini berbiak sangat cepat di pulau ini karena tidak memiliki musuh alamiah.Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. Bukti yang Hidup dan yang Tak Hidup EVOLUSI IN STATU FIERI – yang sedang berlangsung Perubahan dalam arti evolusi bukan soal satu. 6. dua. berhubungan dengan nukleotidanukleotida yang terdapat dalam molekul DNA. Dari informasi ini. . angan berangsur-angsur maka seharusnya ada binatang atau tumbuhan yang memiliki ciri-ciri peralihan. Walaupun demikian. Namun makhluk hidup seperti ini sangat sedikit atau bahkan tidak ada sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti. Jika sejarah makhluk hidup dibandingkan dengan satu hari genap maka manusia muncul pada jam 23h59’31”. bahkan sampai berjuta-juta tahun lamanya.0001 detik. Jadi umur 1 orang tidak lebih dari 0. Kajian-kajian evolusi dewasa ini lebih banyak ditinjau dari segi biokimiawi. kelinci di pulau ini kelihatan sangat berbeda dengan kelinci yang terdapat di daratan Eropa antara lain dalam hal warna bulu dan tingkah laku mencarai makan. gen-gen dapat disusun karena diketahui bahwa asam amino dalam protein. Beberapa fakta diantaranya : -orang portugis membawa beberapa ekor kelinci sekandung ke pulau Parto Santo. Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. atau tiga generasi saja melainkan memakan waktu yang sangat lama. Hal ini memungkinkan studi genetik dilakukan untuk mengkaji proses evolusi. genetika.

Para ahli biokimiawi menemukan urutan asam amino dari molekul protein. 4. Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya. Dengan mengetahui berbagai organ tubuh hewan yang homolog memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidaknya evolusi. Dapatkah anda menjelaskan bahwa dengan mempelajari anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada tidakny evolusi. Kesamaan struktur protein menjadi perhatian khusus para ilmuan dalam mem-pelajari evolusi. TES FORMATIF Untuk soal di bawah ini. Disamping itu. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. bahkan mungkin berbeda sama sekali. jarang ditempati oleh spesies yang sama. Bagaimanakah para ahli sampai pada kesimpulan bahwa fosil-fosil merupakan petunjuk adanya evolusi? 3.Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Cara penyebaran ini ada 2 macam yaitu penyebaran aktif dan penyebaran pasif. meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda. 1. Dalam hal apakah perkembangan embrio berbagai hewan dapat menunjukkan adanya peristiwa evolusi? RANGKUMAN Studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. dua tempat yang memiliki iklim yang sama belum tentu keadaan flora dan faunanya sama. disamping itu perkembangan ontology organisme merupakan ulangan dari sejarah perkembangan evolusi. Paleontologi yaitu ilmu yng mempelajari tentang fosil-fosil dapat mengungkapkan lebih banyak keterangan yang membenarkan adanya evolusi. Dapatkah anda menjelaskan terjadinya 13 spesies burung Finch? 2. Dihasilkannya 13 spesies burung Finch di kepulauan Galapagos disebabkan oleh adanya penyebaran geografi. pilihlah: .

Organ tubuh dari dua ekor hewan dikatakan homolog apabila memenuhi syarat-syarat: 1. semua organisme hidup memiliki: 1. Berumur sama dengan lapisan bumi yang ditempati 4. Terjadi migrasi burung-burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Galapagos. Sukar ditentukan umurnya 3. Hal ini disebabkan oleh: 1. Fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan batuan bumi 1. Dapat ditentukan umurnya 2. 2. Jika jawaban 1. 2. Pelaksanaan penyebaran untuk perluasan daerah tidak selamanya berhasil. Iklim di Cape Verde tidak sama dengan iklim di Galapagos 2. 4 benar B.A. Dikepulauan Galapagos terdapat burung Finch tetapi di kepulauan Cape Verde tidak. Hal ini disebabkan oleh: 1. Berasal dari bentuk primitif yang tidak sama 5. Fungsi tidak sama 4. Jika jawaban 1. Lingkungan di kepulauan Cape Verde tidak sesuai dengan kehidupan burung Finch 3. Tidak tempat baru yang dituju 3. 3. Berasal dari bentuk primitif yang sama 2. 2. Jika jawaban 1. 3 benar C. Isolasi pegunungan yang sangat tinggi 3. Tempat baru yang dituju tidak memenuhi syarat 2. Fungsi sama 3. Tidak dapat ditentukan umurnya 4. Jika jawaban 2. Pada tingkat molekuler. Isolasi lautan yang luas 4. 4 benar 1. Materi genetik yang hampir sama . Tidak terjadi migrasi burung Finch dari Amerika Selatan ke kepulauan Cape Verde 4. 3 benar D.

dan 3 merupakan hambatan atau rintangan ketidakberhasilan penyebaran. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat. Urutan asam amino yang sama Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. Kode genetik yang sama 4. Jadi jawaban yang betul B . Pilihan 1. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Jadi jawaban yang betul A 3. Pilihan 1 dan 3 memenuhi syarat petunjuk. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Molekul ATP 3. Jadi jawaban yang betul B 2.2. Tetapi jika kurang dari 80%.100% = baik sekali 70% . 2.

4. Pilihan 1 dan 3 menunjukkan adanya syarat berasal dari bentuk primitif yang sama. dan 4 dimiliki oleh setiap organisme hidup. Jadi jawaban yang betul D . 2. Jadi jawaban yang betul B 5. 3. Pilihan 1. tetapi fungsinya tidak sama.

merupakan persoalan yang sulit. namun bagaimana kita membuktikannya. penolakn orang atas teori ini dikarenakan contoh yang tidak tepat yang digunakan oleh penganut teori ini.BAB III ASAL-USUL KEHIDUPAN DAN ASAL-USUL VARIABILITAS PENDAHULUAN Dari mana kehidupan itu berasal? Dan apakah makhluk pertama juga merupakan perkembangan evolusi? Jawabannya mungkin mudah ditemukan. Teori Abiogenesis Teori ini bertolak dari adanya perubahan materi tak hidup menjadi makhluk hidup. DNA vs RNA. Catatan Fosil. 1. Asal-usul Kehidupan Beberapa teori yang pernah berkembang sehubungan dengan asal-usul kehidupan. Lebih khusus lagi mahasiswa diharapkan mampu : 1. Pada bab ini akan dibahas mengenai asal-usul kehidupan. dan keanekaragaman. Salah satunya adalah catatan fosil. 2. Menjelaskan keanekaragaman yang terjadi di alam ini KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 3. menunjuk pada adanya perubahan yang spontan. . sehingga dikenal sebagai teori generatio spontanea. Terlepas dari gagasan yang dikemudian hari masih dikembangkan.1. Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan Asal-usul Kehidupan dan Keanekaragaman. Pada bab sebelumnya kita telah mengungkapkan bukti-bukti atau petunjuk adanya evolusi. Menjelaskan asal usul kehidupan ditinjau dari catatan fosil dan DNA vs RNA.

2. Teori Biogenesis Penolakan terhadap teori abiogenesis memunculkan teori biogenesisi sebagai imbangannya. Sebagaimana diketahui teori biogenesismengambil posisi yang sepenuhnya kebalikan dari teori abiogenesis, bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (omne vivum ex vivum) atau makhluk hidup berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Sepintas lalu teori itu melegakan, namun kalau ditilik lebih lanjut jelas bahwa teori ini tidak menjawab asal mula makhluk hidup yang pertama.

3. Teori Cosmozoik Dalam teori ini diungkapkan bahwa asal mula makhluk hidup yang menghuni bumi ini berasal dari apa yang disebut “spora” kehidupan yang berasal daari luar angkasa bumi. Sudah tentu teori ini tidak dapat diterima terlebih pada waktu orang itu sudah tahu bahwa meteor yang jatuh ke bumi akan mengalami pergeseran yang begitu hebat hingga terbakar. Meskipun pergeseran yang dialami “spora” kehidupan tentunya tidak sehebat apa yang terjadi pada meteor namun factor-faktor lingkungan di angkasa di luar bumi maupun di bumi sendiri dibayangkan tidak memungkinkan “spora” kehidupan itu bertahan.

4. Teori Ciptaan Penganut teori ini berbicara tentang proses perkembangan materi yang pada akhirnya membentuk makhluk hidup tanpa menyimpang dari asal mula materi pembentuknya.

5. Teori Naturalistik Ada yang menamakan teori ini dengan sebutan Neobiogenesis, yang memandang terbentuknya makhluk pertama di bumi ini melalui tahapan-tahapan tertentu, mulai dari molekul-molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer bumi purba. Pendapat ini pernah dicetuskan oleh Oparin sebagai titik tolak gagasannya tentang cirri makhluk hidup pertama yang heterotrof.

3.2. Berdasarkan Catatan Fosil Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Fosil tertua diperkirakan berusia sekitar 500 juta tahun yang lalu dan ditemukan sekitar tahun 1950 di Australia, Afrika Selatan dan kemudian ditemukan di Kanada dan Norwegia. Fosil-fosil tersebut diperoleh dari batuan yang sangat tua, yang dikenal sebagai Stromatolit. Stromatolit bukan nama jenis organisme, tetapi nama batuan yang berlapis-lapis. Stromatolit tersebut ditemukan di daerah pantai, merupakan batuan yang terjadi dari proses mineralisasi algae dan bakteri. Di daerah pantai sering dijumpai suatu massa batuan yang tumbuh perlahan yang kita kenal sebagai batuan karang. Para ahli paleontologi

menemukan bahwa kristal yang membentuk stromatolit sebenarnya banyak yang bentuknya serupa dengan ganggang biru bersel satu atau bakteri yang hidup sekarang, dan juga ditemukan di daerah pantai. Sayangnya, stromatolit hanya dapat memberikan gambaran mengenai bentuk luar dari bakteri atau algae bersel satu, tetapi tidak dapat memberikan gambaran bagaimana struktur dalamnya. Sejumlah kristal stromatolit memberikan gambaran bahwa ganggang yang membentuknya sedang berada pada tahap mitosis, karena terlihat sebagai dua bulatan yang bersatu. Dengan demikian kita mempunyai bukti bahwa kehidupan dimulai dari organsime bersel satu. Beberapa waktu yang lalu, dunia perfilman digegerkan oleh film Jurrasic Park. Dalam film tersebut diceritakan mengenai dihidupkannya Dinosaurus yang berasal dari zaman Jurrasic. Berapa lamakah zaman Jurrasic itu? Kapan dan mengapa zaman itu berlalu?

Tabel 3.1 Pembagian Waktu Geologi dan Bukti-bukti Fosil ERA PERIODE WAKTU KEHIDUPAN AIR KEHIDUPAN DARAT

Senonoik

0.5 – 3 juta tyl Sekarang Pleistosen 3 Semua Kehidupan ada Glasiasi pergeseran benua Amerika Utara & Eropa, Australia Antartika terpisah Manusia Terjadinya evolusi kebudayaan Manusia pertama Tersier

Miosen 25 j tyl Oligosen 36 j tyl Eosen 58 j tyl Paleosen 63 j tyl

Semua kehidupan ada Hominidae dan Pongidae Monyet dan kerabatnya Radiasi adaptasi burung Mamalia moderen, Angiospermae yang berbatang basah

Mesosoik

Kretasen

Kepunahan ammonit, Plesiosaurus, Ichtyosaurus Amerika Selatan dan Afrika Tengah berpisah Kepunahan Dinosaurus Timbulnya Angiospermae berkayu Jurasic

Ammonit berlimpah Ikan bertulang rawan dan Ikan biasa berlimpah Pangea & Gondwana mulai berpisah Dinosaurus dominan, Kadal pertama, Archeopteryx Serangga berlimpah Angiospermae pertama

Conifera Paleosoik Ikan bertulang pertama Glasiasi dan kekeringan Reptil pertama. Sphenopsida dan Paku berbiji Mississipian . therapsida. thecodonta. buaya. Rawa-rawa Hutan Lycopsida. Mamalia pertama Permian Glasiasi dan kekeringan Cotylosaurus & Pelecosaurus Reptil lain dominan Cycas. Ammonit Ikan bertulang Radiasi reptil. Dinosaurus pertama.kura-kura. Gynko.Triasik Ichtyosaurus.

Annelida. lautan luas Tanaman darat (Psilopsida) pertama. Pilina.Gymnospermae dan Serangga. Nautilus. Ammonit. Tunicata. Echinodermata. Iklim muka bumi kering Lautan sangat meluas Paku. Porofera. Eurypterids Iklim sejuk. lautan luas ------ Kambrian juta Trilobit dominan Eurypteroid. Bryophyta. kalajengking Ordovosian (Ostracoderm). prokariot -------- . Sphenopsida.Iklim panas dan lembab Amphibia dominan Siput darat Devonian ertama. Lycopsida. Mollusca air. laba-laba. Amphibia pertama Silurian Ostracoderm. Nautiloid. Triobit dominan Iklim sejuk. Cnidaria pertama Glasiasi -----Pre Kambrian 3000 juta Protozoa. Mollusca. Crustacea.

Ternyata diperoleh sekitar sepuluh macam asam amino. Pada waktu itu habitat yang mungkin ada adalah air. Misalnya. tentu saja jumlah organisme masih sangat sedikit. Pada masa itu. kalau kita menggunakan data biologi lainnya yang akan didiskusikan kemudian. menunjukkan pembagian waktu geologi. O2. Data inipun masih berupa dugaan. sehingga geledek (petir) masih sering menyambar di siang hari. NH3.3. Suhu permukaan bumipun diperkirakan masih jauh lebih panas dan oksigen mungkin meliputi hanya sekitar 10% dari apa yang ada sekarang. Berdasarkan data yang dihimpun oleh para akhi paleontologi diketahui bahwa fosil tertua yang ditemukan berumur sekitar 500 juta tahun. H2O. Tabel 3. Seperti sudah dikemukakan di atas.1. data umumnya sangat bervariasi. 3.1 menunjukkan bagaimana proses terjadinya kehidupan. Jadi proses kehidupan dapat pula ditelusuri melalui data fosil. dan asam arotik. . Kemudian dengan diberikan bunga api sebagai pengganti geledek. Variasi tersebut akan bertambah besar. Demikian diperkirakan kehidupan dimulai pada akhir era Prekambrian. Sedangkan protozoa dan prokariot lain diperkirakan sudah ada di bumi sekitar 3000 juta tahun yang lalu. yang kemudian diikuti oleh lumut kerak dan lumut yang menghuni areal pantai. manusia baru muncul dipermukaan bumi sekitar 500. terutama algae (ganggang biru). karena pada era itu. Percobaan dengan HCN dan amonia dalam alat simulasi ternyata dapat menghasilkan Adenin. CO2. dan CO2. sehingga fosil tidak mungkin dapat dijumpai pada lapisan tanah. Menurut Oparin (1983). diperkirakan pada awal terjadinya kehidupan. Dari data tabel 3. dapat diperkirakan bahwa muka bumi masih dihuni oleh prokariot dan organisme bersel satu. Proses fotokimia dengan sinar matahari dapat mengubah HCN menjadi Urasil. atmosfer terdiri dari H2. diperkirakan banyak sekali terdapat muatan listrik di atmosfer. N2. kehidupan hanya dapat terjadi apabila bahan baku utama (basa Purin dan Pirimidin) terdapat di alam. lengkap dengan bukti-bukti fosil dan waktu hipotetiknya. Maka percobaan dilakukan dengan mengatur udara dengan jumlah yang sesuai dari magma yang keluar dari gunung berapi. DNA vs RNA Bagaimana kehidupan itu mulai terjadi? Dari ekstrapolasi fosil dan dinamika gunung berapi. Dengan demikian. Udara tersebut disimpan dalam suatu alat untuk mensimulasi keadaan di atmosfer purba. Yang perlu diingat bahwa proses evolusi mulai berlangsung sejak kehidupan mulai ada di bumi.000 tahun yang lalu. yaitu sekitar 700 juta tahun yang lalu. aldehida dan juga HCN.Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dapat diketahui melalui data atau catatan fosil yang ditemukan dan masih bersifat hipotetik.

dan mudah sekali terurai. kehidupan awal yang masih sederhana dapat berlangsung dengan adanya RNA. Alasan lain ialah bahwa DNA yang berfungsi hanyalah satu rantai saja. Dengan demikian diperkirakan bahwa kehidupan awal dimulai dari RNA dan bukan DNA. Adalah sulit diterima. Kenyataan ini masih menjadi masalah yang diperdebatkan dengan sejumlah argumen berbeda antara lain: (1) Kelompok yang pro DNA sebagai materi kehidupan esensial menyatakan bahwa RNA tidak stabil. sedangkan templetnya tidak akan menghasilkan apa-apa. ternyata membentuk gula ribosa dan bukan gula deoksiribosa. • Salah satu keuntungan RNA adalah bahwa RNA dapat membelah diri dan mengadakan multiplikasi tanpa DNA. kalau kehidupan awal terjadi tanpa katalisasi. maka para ahli lebih cenderung meyakini bahwa RNA-lah yang muncul terlebih dahulu. mengajukan argumentasi bahwa: • RNA merupakan satu-satunya produk yang mungkin dibentuk dari alam dan bukan DNA. • Karena kehidupan awal adalah sederhana. DNA adalah bentuk penyempurnaan. mengingat bahwa RNA mudah sekali terurai. maka RNA tetap harus dibentuk terlebih dahulu agar dapat berfungsi. (2) Kelompok yang pro RNA.Sejak tahun 1861. oleh karena DNA tidak mempunyai gugus 2’-hidroksil.4. maka paling sedikit akan dibentuk mRNA terlebih dahulu. • Penemuan yang terbaru pada Tetrahyemena menunjukkan bahwa RNA yang sangat pendek sekalipun dapat berfungsi katalitik. hanya RNA yang mempunyai sifat ini sedangkan DNA tidak. Gugus tersebut diperlukan dalam proses katalisasi. terutama pada tRNA yang memberikan bentuk daun semanggi. Kehidupan primitif tidak mungkin dimulai dari sesuatu yang kompleks. • Bukti lain menunjukkan bahwa DNA hanya berfungsi sebagai cetakan. Organisme yang paling primitif tidak memiliki DNA. Asal-usul Keanekaragaman (Variabilitas) . Dengan demikian. mereka meyakini bahwa kehidupan dimulai dari adanya DNA. Untuk dapat berfungsi. DNA tidak dapat membentuk struktur tersebut karena gugus tersebut sudah terisi oleh gugus oksigen (deoksi). Hal ini tidak dijumpai pada DNA. ketika ditemukan bahwa formadelhid (formalin) yang dipolimerisasikan. Pengetahuan ini diulangi kembali pada tahun 1961. 3. atau sebagai enzim. karena strukturnya hanya single strand. Penemuan ini menjelaskan bahwa RNA ternyata adalah produk yang mungkin lebih awal dari DNA. Dengan demikian. Apabila kehidupan berawal dari DNA. Bentuk daun semanggi dibutuhkan untuk mendapatkan kemampuan katalisis. orang sudah memproduksi gula dari formadelhid.

Di alam ada dua faktor yang bekerja secara harmonis.Meskipun keanekaragaman (variabilitas) pada awal dikemukakan. Sejak masa lampau. Struktur tersebut adalah DNA. Guanin (G). bukan saja karena kode tersebut terdapat berulang-ulang. Apabila dilihat secara tersedniri. Kombinasi ini dikenal dengan nama triplet kodon Secara umum. Namun pada hakekatnya kedua faktor tersebut bekerja dengan sangat harmonis. tetapi sangat penting. tiap satu asam amino dikode oleh sekitar tiga macam kombinasi. Tanpa ada keanekaragaman. yaitu ruang yang tidak cukup. ikan dalam suatu akuarium yang selalu diberi makanan secukupnya. Citosin (C). Misalnya. ternyata daya dukung suatu tempat ikut menentukan sukses tidaknya suatu jenis organisme dapat bertahan di muka bumi. Padahal semua pasangan yang hidup dalam akuarium tersebut sehat dan sangat berpotensi untuk berkembang biak. mungkin saat ini seluruh permukaan bumi dipenuhi oleh katak. sedangkan ada asam amino yang dikode oleh enam macam kombinasi. Hal ini jelas terlihat apabila kita memelihara suatu tumbuh-tumbuhan atau hewan. makanan yang cukup. atau yang sempurna dalam semua aspek kehidupannyalah yang dapat bertahan. demikian juga bagi organisme lain. Jadi selain struktur biologis yang hampir sempurna. Darwin. orang sudah mempertanyakan mengapa umur suatu organisme sejenis tidak sama. Hal ini yang disebut dengan daya dukung dari akuarium tersebut tidak cukup. dan (b) faktor yang bekerja untuk mempertahankan keutuhan suatu jenis. maupun fisisologi setiap organsime. maka kedua faktor tersebut seakan bertentangan. Apabila semuanya hidup dan mampu berkembang biak. bahwa apabila mereka terus berkembang biak. kita harus mulai dari melihat struktur yang paling kecil dari makluk hidup. namun keanekaragaman merupakan faktor utama dari evolusi. Dalam kaitan ini. pada katak dapat kita lihat bahwa jumlah telur yang dihasilkan berjumlah berratus-ratus butir. alam mengadakan seleksi terhadap setiap struktur morfologi. Hanya individu yang sehat dan kuat. maka mereka tidak dapat bergerak bebas. prosesnya belum diketahui. Ikan-ikan tersebut seakan tahu. Selanjutnya populasinya hanya berkisar pada jumlah tertentu saja. tetapi karena ada lebih banyak kemungkinan. dan Timin (T). Hal ini dikemukakan oleh Lamarck. . Namun kenyataan menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Kini diketahui bahwa kombinasi tiga dari keempat basa nitrogen tersebut akan membentuk satu asam amino. Keempat macam jenis basa nitrogen berfungsi menyusun atau membentuk 20 asam amino esensial. anatomis. Apabila semua individu ikan kita seleksi sehingga dapat dikatagorikan sebagai sama dan hampir sempurna sekalipun. DNA terdiri dari empat macam basa nitrogen yaitu: Adenin (A). yaitu: (a) faktor penyebab keanekaragaman. Ada asam amino yang dikode oleh satu kombinasi. Keluarga-keluarga pada zaman dahulu umumnya mempunyai anak lebih dari dua. Adanya satu kode genetik atau lebih mengkode asam amino belum dapat menerangkan dengan jelas terjadinya keanekaragaman. ternyata jumlahnya hanya bertambah pada suatu periode. Yang menjadi masalah sekarang ialah darimana terjadinya keanekaragaman. Untuk melihat bagaimana timbulnya keanekaragaman. serta RNA mempunyai Urasil (U) pengganti Timin pada DNA. maupun para pakar lain sesudah mereka. Ada suatu hal yang menyebabkan ikan-ikan tersebut tidak berkembang biak. evolusi tidak akan terjadi. Misalnya. Dengan demikian maka suatu asam amino dapat dihasilkan lebih banyak banyak. semua kondisi hidup dicukupkan. Hewan pada umumnya juga mempunyai anak lebih dari dua.

DNA akan ditranslasikan menjadi asam amino. (4) Adanya bermacam-macam mutan. Di luar kisaran toleransi tersebut manusia tidak dapat bertahan. sapi dan organisme-organsime lainnya. Variasi adaptasi. Variasi organsime yang terjadi akibat kerja gen-gen tertentu banyak sekali macamnya.000 sel. Diperkirakan selalu ada satu mutasi per 10. anjing. .Setiap organisme di dunia mempunyai kisaran toleransi tertentu. (3) Adanya golongan darah yang bermacam-macam. kucing. Manusia dewasa biasanya batas toleransi suhu antara 36 – 410C. Dari angka ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya mutasi sangat banyak.000 – 1. Seperti yang sudah dikatahui. (2) Adanya variasi warna tubuh yang terdapat pada ikan. dapat kita lihat pada olahragawan yang otot-ototnya lebih terlatih sehingga berukuran lebih besar dari kebanyakan orang. tetapi ada juga yang dikode oleh lebih dari satu (misalnya enam) kode genetik.000. organisme. Apabila mutasi terjadi pada satu tempat pada DNA. Sedangkan jumlah gen suatu organisme dapat mencapai 10. namun mata kita tidak mampu atau tidak dibiasakan untuk dapat membedakannya. Namun variasi adaptasi tidak dapat diturunkan secara langsung kepada keturunannya. tetapi tidak mengubah produk asam amino yang dihasilkan atau dalam hal ini asam amino yang dihasilkan tetap sama. selanjutnya asam amino membentuk protein. Jadi variasi itu memang ada. Misalnya manusia muda (bayi) mempunyai kisaran toleransi suhu tubuh dari 35 – 420C. Ada asam amino yang dikode oleh satu kode genetik (kodon). Variasi genetiklah merupakan satu-satunya kemungkinan yang dapat menerangkan proses evolusi. tetapi tidak mengubah produk yang dihasilkan. Adanya variasi hanya dapat diterangkan secara adaptasi dan secara genetik. Sebenarnya hal ini berlaku pula pada tumbuh-tumbuhan dan hewan.000. Semua atau hampir semua aspek-aspek toleransi dan variasi yang terdapat pada suatu organsime terkait dengan mekanisme kerja gen-gen tertentu pada organisme tersebut. Secara genetik variasi dapat timbul akibat mutasi.000. Namun mengapa kita jarang sekali melihat adanya mutasi? Apakah mutasi terjadi sepanjang masa? Mutasi adalah suatu peristiwa yang umum terjadi. Kisaran toleransi suatu organsime tidak hanya menyangkut suhu saja tetapi berkaitan pula terhadap aspek-aspek biologis yang lain. Berikut ini dikemukakan beberapa akibat kejadian mutasi yakni: (1) Mutasi mengubah struktur DNA. misalnya: (1) Wajah manusia tidak ada yang sama. maka mutasi tersebut tidak berakibat apa-apa (lihat penjelasan Mutasi titik Bab II). DNA merupakan sumber informasi genetik. (5) Adanya ekotipe. dan memerlukan usaha lain untuk mempertahankan dirinya. atau rata-rata sekitar 1/100.

Padahal kode genetik sebelum mutasi terjadi adalah asam amino Treonin. Organisme yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mudah musnah (punah) oleh suatu perubahan lingkungan/alam. Semuanya berfungsi normal. sehingga kita menganggap mutasi yang terjadi sedikit sekali. namun kalau dilakukan transfusi darah dengan golongan darah yang lain. sehingga fungsi suatu protein berubah. Dalam hal ini terjadi perubahan produk. Sebagai contoh. yaitu faktorfaktor yang bersifat konservasi (mengawetkan atau mempertahankan keberadaan suatu organisme). Mutasi sel somatik jarang kita lihat. Banyak gen lethal yang diketahui misalnya hemofilia. Misalnya. Mutasi yang bersifat fatal ini dikenal dengan gen lethal. Faktor-faktor tersebut adalah materi genetik. Walaupun demikian. dan faktor-faktor tersebut juga mempunyai aspek-aspek yang memungkinkan terjadinya perubahan. baik yang terjadi tiba-tiba maupun yang berlangsung lambat. Akibatnya terjadi perubahan dalam rantai protein yang dihasilkan. karena hewan-hewan tesebut menjadi lemah. jika sistem tersebut tidak bersifat baka (tetap). dan mengubah komposisi produk. Mutasi dapat berakibat lebih besar.(2) Mutasi mengubah struktur DNA. mutan ayam broiler. jadi tidak diturunkan. sehingga misalnya asam amino yang dihasilkan adalah Lisin. Namun demikian evolusi tidak terjadi jika sistem biologis tersebut terlalu kaku sifatnya. Mutasi yang menguntungkan dapat dilihat dari banyak segi. tetapi tidak berakibat apa-apa. Misalnya kita mengenal golongan darah ada beberapa macam. baru akibatnya dapat dilihat. tetapi tidak mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Bagi manusia mutasi mungkin menguntungkan tetapi bagi organisme lain mungkin merugikan. Pada dasarnya kesalahan atau mutasi terjadi dalam urutan basa nitrogen pada asam nukleat. Perubahan atau mutasi tersebut terjadi akibat beberapa faktor antara lain: . sebenarnya paling umum terjadi. Contoh mutasi menguntungkan sangat banyak. sapi pedaging. (6) Mutasi yang menguntungkan. (5) Mutasi bersifat fatal. Dalam sistem biologis terdapat dua macam faktor yang bekerja secara harmonis. Sedangkan kasus terakhir merupakan mutasi yang sering terlihat. Dari ke-enam kemungkinan di atas kasus ke-lima yang berakibat fatal. Sistem biologis dan atau sistem genetik adalah suatu sistem yang dianggap sempurna. namun kejadiannya pada sel somatik. tahi lalat dapat dianggap sebagai suatu mutasi somatik yang diturunkan. (4) Mutasi mengakibatkan terjadi perubahan fungsi yang besar. protein itu tidak mengalami perubahan fungsi. Golongan darah yang lebih langka diduga sebagai hasil mutasi dari golongan darah yang paling umum. Sistem ini tidak akan menjadi suatu sistem yang baik. jadi tidak terlihat. itu bukan lagi suatu sistem. Bagaimana perubahan atau mutasi terjadi? Ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya mutasi. Kalau suatu sistem mudah berubah. (3) Mutasi mengubah fungsi produk yang dihasilkan. Jadi pada setiap sistem selalu ada kisaran toleransi yang terlihat dalam bentuk yang bervariasi. dan lamban sehingga lebih mudah dimangsa predatornya. menguntungkan bagi manusia tetapi bagi hewan tersebut tidak demikian. sehingga organisme tersebut mati.

Bebrapa molekul tertentu dapat menempati ruang pada DNA yang seharusnya diisi oleh suatu asam nukleat. bromodeoksi-uridin. Karena molekul tersebut adalah molekul yang umumnya terdapat di dalam sel. (2) Struktur Analog. meskipun faktor pertama adalah penyebab yang paling umum. pseudo-uridin. Untungnya jumlah sterio-isomer biasanya sangat jarang atau bersifat tidak stabil. radioaktif. juga merupakan penyebab mutasi. yaitu mempunyai dua macam molekul dengan bangun yang serupa tetapi seperti bayangan cermin dan sifat kimianya sedikit berlainan dengan bentuk pasangannya. 2-amino-purin. Radiasi UV. energi tinggi sinar matahari. Asam nukleat juga mempunyai suatu sterio-isomer. Misalnya. 1. Molekul-molekul tersebut berlaku sebagai asam nukleat pada proses replikasi atau transkripsi.(1) Tautomer. Apabila molekul-molekul tersebut menempati tempat asam nukleat. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Pada molekul suatu senyawa. bromo-urasil. Dengan demikian setiap inhibitor akan menyebabkan kode genetik untuk seluruh rantai berikutnya mengalami perubahan. sedangkan Citosin akan berpasangan dengan Guanin. ribotimidin. seperti halnya dengan isotop atau bentuk kristal suatu molekul yang kita kenal. metil-guanosin. akridin. Pada umumnya Adenin akan berpasangan dengan Timin atau Urasil (pada RNA). Ada sejumlah molekul di dalam sel yang dapat berlaku sebagai asam nukleat dan dengan demikian dapat berpasangan pada proses replikasi. Dari ke-empat faktor penyebab mutasi di atas. Ini adalah perubahan yang kita tinjau dari segi gen. hiposantin. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Demikian pula halnya dengan makromolekul biologis yang kita kenal dengan asam nukleat. faktor ke-tiga dan faktor ke-empat yang paling dikenal. sehingga terjadilah penterjemahan yang salah oleh sel tersebut dan mengubah kode genetik selanjutnya. ataupun transkripsi dan translasi. maka pada proses berikutnya molekul-molekul tersebut tidak akan dikenal. inosin. Sterio-isomer tersebut memungkinkan sebagai faktor penyebab terjadinya pasangan yang salah dan mengakibatkan terjadinya mutasi. maka molekul tersebut tidak akan dideteksi oleh sel. mislanya mutasi pada struktur kromosom ikut memainkan peranan penting dalam evolusi. dll. (4) Radiasi. Suatu unsur yang diketahui mempunyai beberapa buah isotop. namun demikian mutasi dapat terjadi pula pada struktur yang lebih besar. Demikian pula untuk sterio-isomer yang lain. Misalnya. (3) Inhibitor. Dari mana timbulnya asumsi bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal makhluk awal yang sama? . dan dihidroksi-uridin. Ada bermacam-macam radiasi. Tetapi Adenin yang merupakan bentuk sterio-isomer akan berpasangan dengan Citosin. namun pada proses berikutnya tidak berfungsi tepat seperti pasangan asam nukleat yang seharusnya berada pada rantai DNA di tempat tersebut. Dengan demikian mungkin sekali terjadi kesalahan. metil-inosin. kita mengetahui adanya isomer.

Jelaskan. pro kontra asal mula kehidupan berawal dari DNA ataukah RNA masih menjadi perbincangan. . Peristiwa mutasi dapat menyebabkan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup.2. Jelaskan. 4. dimulai dengan menggunakan gagasangagasan yang bersumber dari pemikiran monodisipliner. yang kemudian berkembang menggunakan pendekatan inter dan multidispliner. yang dikenal sebagai Stromatolit merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. 3. RANGKUMAN Usaha memahami asal mula makhluk hidup yang pertama. Disamping itu. Fosil merupakan salah satu sumber utama dalam mempelajari asal-usul kehidupan. Jelaskan mengenai perbedaan pendapat tersebut. Terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kehidupan jika dilihat dari DNA vs RNA. Terjadinya keanekaragaman makhluk hidup di alam ini lebih disebabkan oleh mutasi. Fosil yang diperoleh dari batuan yang sangat tua.

yang selanjutnya disebut sebagai faktor herediter. Teori evolusi adalah perpaduan antara idea dan fakta. faktor yang diturunkan. Hugo de Vries (1886) mengemukakan tentang mutasi. 2. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi spesiasi . Dalam perkembangan selajutnya teori evolusi dapat dijelaskan latar belakangnya berdasarkan hokum-hukum yang dikemukakan oleh: 1.BAB IV HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN PERKEMBANGAN EVOLUTIF MAKHLUK HIDUP PENDAHULUAN Evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. 3. suatu perubahan yang bersifat kekal. Hardy dan Weinberg (1908) mengemukakan hukum mengenai frekuensi gen Setelah menyelesaikan pokok bahasan hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup mahasiswa diharapkan mampu: 1. Johan Gregor Mendel (1865) mengemukakan tentang adanya faktor dalam. yang kemudian disebut gena.

selanjutnya populasi individu tersebut berubah.2.1): . Dengan demikian jika gene-pool suatu individu berubah. terdapat kumpulan individu. Perubahan Evolutif Yang dimaksud dengan perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi dalam kurun waktu tertentu. sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan evolusi pada prinsipnya adalah perubahan komposisi genetik. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 4. jumlah gen individu tersebut dapat berubah. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi seleksi alam 3. Hukum Yang Melatarbelakangi Spesiasi 1. setiap individu mempunyai Gene-Pool tertentu yaitu: jumlah total alel dari gen individu yang mewakili populasi. Menjelaskan hukum yang melatarbelakangi terjadinya favoured races. Oleh karena itu.1. Misalnya dalam suatu populasi terdiri dari sekelompok organsme (individu) yang melakukan perkawinan bebas antar kelompok tersebut dan menempati areal tertentu. Perubahan komposisi genetik suatu populasi hanya dapat terjadi bila kondisinya memungkinkan. Contohnya di dalam populasi terjadi hal sebagai berikut (Gambar 4. setiap individu mempunyai sejumlah gen tertentu (jumlah pasangan alel tertentu). Dalam populasi.

G adalah Genotip dan L adalah Lingkungan Apabila G berubah atau L berubah atau keduanya berubah maka F akan berubah. Jadi variasi dalam populasi belum tentu menyebabkan terjadinya spesiasi.Kejadian di alam sebagaimana di gambarkan di atas memungkinkan komposisi gen setiap populasi selalu dapat berubah-ubah berdasarkan probabilitas pasangan gen tersebut dapat bersatu. Hal penting yang perlu diingat juga bahwa. Atau dengan kata lain organisme yang dapat bertahan hidup adalah organisme yang cocok dengan lingkungannya atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Gardner (1991) juga menggambarkan diagram skematik hirarkhi pengaruh-pengaruh gen terhadap fenotip dari organismeorganisme pada keseluruhan biosfer (Gambar 4. sebagaimana ditulis dalam rumusan sebagai berikut: dimana: F adalah Fenotip. Demikian juga dengan variasi-variasi yang ada pada dua populasi belum tentudapat disebut dua populasi yang berbeda dengan memiliki dua spesies berbeda jika masih dimungkinkan adanya pertukaran gen antar populasi tersebut. tetapi yang diturunkan adalah kemampuan membentuk tipe atau cirri tertentu sebagai hasil respons gen terhadap lingkungan yang berubah. dalam populasi di alam yang menetukan frekuensi gen adalah bagaimana cocoknya organisme tersebut dengan tempat hidupnya (lingkungannya).2) Yang perlu diperhatikan bahwa variasi-variasi fenotip yang terjadi akibat pengruh lingkungan itu tidak diturunkan. . Lingkungan juga berpengaruh terhadap fenotip suatu individu atau fenotipe suatu individu merupakan resultante dari faktor genotip dan pengaruh lingkungan.

tidak ada kombinasi materi genetic dari individu yang berbeda.2. sehingga akan selalu menghasilkan individu baru yang identik dengan induknya bila tidak terjadi mutasi gen. . Keturunan yang dihasilkan dapat berbeda dengan induknya karena selama meiosis kromosom bergabung secara acak dan juga pada saat peristiwa fertilisasi terjadi penggabungan materi genetic dari dua sel yang berbeda yaitu sel telur dan sel sperma. Lain halny dengan individu yang melakukan reproduksi seksual. Faktor-faktor yang Berperan dalam Perubahan Evolusi Perubahan evolusi atau perubahan komposisi genetik suatu populasi dapat terjadi oleh karena peranan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. Rekombinasi Seksual Pada populasi makhluk hidup yang melakukan reproduksi secara aseksual. A.

Dengan demikian rekombinasi gen dapat memberi peluang besar untuk terjadinya variabilitas yang berpengaruh pada potensi evolutif populasi. apabila terjadi perubahan pada urutan basa-basa rantai DNA asal. Mutasi adalah suatu peristiwa perubahaan kandungan gen maupun struktur kromosom suatu individu. apabila terjadi perubahan pada bentuk kromosom yang menyangkut ratusan bahkan ribuan pasang nukleotida. Pada umumnya terdapat dua macam kejadian mutasi yaitu: 1) mutasi titik (point mutation). . yang dapat menimbulkan variasi dalam populasi. Mutasi Mutasi merupakan sumber utama adanya variasi (lihat penjelasan Bab III). dan 2) mutasi kromosom. B.

C. Arus gen dapat terjadi mulai dari kisaran yang sangat rendah hingga yang sangat .3 dan Gambar 4. mutasi transisi. ada lima macam yaitu.4). mutasi transversi.Mutasi titik. mutasi frame-shift dan mutasi stop. duplikasi. mutasi sinonim. Mutasi kromosom ada empat macam bentuk yaitu delesi. Imigran dapat menambah alel baru ke dalam lungkang gen (gene pool) suatu populasi sehingga dapat merubah frekuensi alel. inversi dan translokasi. Gene Flow (Arus gen) Gene flow atau arus gen adalah perubahan frekuensi alel akibat adanya migrasi (terutama imigrasi). (Lihat Gambar 4.

imigrasi kecilpun dapat menghasilkan perbedaan frekuensi alel yang sangat besar dalam populasi penerima. tergantung dari jumlah individu yang masuk (berimigrasi) dan seberapa banyak perbedaan genetik yang terdapat pada imigran dengan yang ada pada individu-individu dalam populasi penerima. maka pergerakan individu dalam jumlah yang sangat kecil pada populasi penerima tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah frekuensi alel. Hibridisasi semacam ini memungkinkan terbawanya alel baru ke dalam populasi dan dapat menjadi penyebab dimulainya kecenderungan perubahan frekuensi alel dalam populasi penerima. Jika tidak ada perbedaan genetik yang terlalu besar. . Sebagai contoh adalah hibridisasi. ’perkawinan dalam’ (interbreeding) di antara individu-individu yang termasuk dalam spesies yang dianggap berbeda mungkin saja terjadi.tinggi. Bagaimanapun juga bila perbedaan genetik sangat besar.

Dalam hal ini semua alel mempunyai kemampuan atau kemungkinan yang sama untuk berpindah. tetapi pengaruh tersebut menurun pada populasi yang berukuran besar. tetapi probabilitas alel yang baik dan yang lemah adalah sama. F. Efek leher botol dan genetic drift tidak selalu frekuensi alel yang baik atau unggul yang keluar.5 mengilustrasikan perbedaan antara gene flow dan genetic drift. meskipun ada agen perubahan (evolutif) lain yang berperan pada saat itu juga terhadap perubahan frekuensi alel dalam arah yang berbeda. Apakah itu frekuensi alel yang unggul atau kuat maupun yang tidak unggul atau lemah (lihat Gambar 4. “Genetic Drift” Genetic drift adalah perubahan atau terlepasnya frekuensi alel yang terjadi secara kebetulan. artinya alel yang masuk ke areal baru atau yang keluar dari leher botol adalah suatu faktor kebetulan. Genetic drift selalu mempengaruhi frekuensi alel pada beberapa tingkat. yang akan dikemukakan lebih lanjut dalam bab-bab berikut.D. Gambar 4.6). 3. Karena mempengaruhi frekuensi alel maka genetic drift merupakan agensia evolutif yang tidak dapat diabaikan. E. Di sini ada juga faktor kebetulan. Hal ini sangat berarti pada populasi yang jumlahnya sangat kecil. kurang dari 100 individu. Karena itu dalam populasi yang kecil. Perkawinan yang tidak acak ini berhubungan dengan kemungkinan terjadinya fusi kromosom. sedangkan pada gene flow hanya frekuensi alel yang baik saja yang keluar bermigrasi. juga dalam peristiwa spesiasi. Bottle Neck Effect (Efek leher botol) Bottle neck effect (efek leher botol) adalah terjadi perubahan frekuensi alel akibat ada tempat yang kosong (areal baru). Kenyataannya 1 dari 2 alel mempunyai peluang untuk lepas adalah kira-kira 0.8%. Non Random Mating Non random mating adalah perkawinan tidak acak dalam suatu populasi. Variasi Gen dalam Populasi (Hukum Hardy-Weinberg) . genetic drift masih cukup kuat pengaruhnya terhadap perubahan frekuensi alel.

mobilitas suatu organisme. karena transplantasi yang dicobakan pada individu yang berasal dari populasi di Afrika Selatan dengan individu yang berasal dari Afrika Tengah yang terpisah beberapa ribu kilometer. tingkat tropiknya dan banyak aspek lainnya. Bagaimana pendapat kita mengenai hal ini. karena keanekaragaman tidak ada. Apabila keanekaragaman kecil. ternyata mempunyai tingkat keanekaragaman dalam populasinya yang lebih tinggi. tidak seorangpun yang tahu. Itulah sebabnya mengapa seringkali kita mendengar para ahli menyatakan bahwa Harimau Jawa atau Badak Jawa sudah punah. Kita belum mempunyai tolok ukur untuk menentukan hal ini. maka sudah dapat mengakibatkan jenis atau populasi suatu organisme menjadi punah. namun kita sudah dapat memperkirakannya sendiri. maka evolusi tidak akan terjadi.Telah kita ketahui bahwa pada suatu organisme terdapat variasi yang diakibatkan oleh mutasi. Contoh pada penyu hijau (Chelonia mydas) yang berasal dari empat samudera yang berbeda juga menunjukkan bahwa lebih dari 99% gennya adalah identik. Dengan demikian apabila mutasi ini terus terjadi maka organisme akan makin beranekaragam. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman itu penting sekali. Misalnya. maka kisaran toleransinya juga akan sangat kecil. Hal ini memungkinkan jika terjadi perubahan alam yang sedikit saja. Penelitian yang dilakukan pada semacam harimau yang dikenal dengan nama Cheetah (Aonyx jubatus) menunjukkan bahwa variabilitas jenis ini (diukur dengan tingkat heterosigositas dan polimorfisme) adalah sama dengan nol. Tetapi orangorang di Indonesia membantah bahwa Harimau Jawa dan Badak Jawa masih bisa ditemukan. mempunyai keanekaragaman yang sangat kecil. atau badak Jawa ada 60 (enam puluh ekor). Sedangkan pada umumnya jumlah gen yang mempunyai alel yang berbeda berkisar antara 5% pada mamalia sampai 25% pada serangga dan tumbuh-tumbuhan. Hal ini erat kaitannya dengan kecepatan pergantian generasi. harimau Jawa ada 6 (enam) ekor. Berapa ukuran suatu populasi agar tetap bertahan. Apabila mutasi tidak terjadi. belum ada standard yang jelas. Demikian pula diketahui bahwa mutasi selalu terjadi. organisme yang lebih rendah tingkatnya. besarnya populasi suatu organisme. Apakah memang ada organisme yang tidak mempunyai keanekaragaman atau tingkat keanekaragamannya rendah? Memang pada dasarnya populasi yang ukurannya kecil sekali. Setiap individu jenis ini dapat dianggap sebagai kembar satu telur. Jelaslah disini bahwa istilah ‘punah’ yang kita dikemukakan para ahli lain berbeda dan bahkan dibantah oleh kita. ternyata berhasil dengan sukses. Buktinya. .

Contoh penelitian mengenai Cheetah dan penyu hijau memberikan gambaran bahwa semua individu Cheetah dan penyu hijau di muka bumi yang jumlahnya mencapai ribuan adalah identik atau hampir identik. maka frekuensi alel a = 0. Perbedaan ini timbul karena individu suatu populasi akan cenderung untuk kawin dengan anggota populasinya. jika p + q = 1.6 berarti p = 0. Secara terpisah Hardy dan Weinberg menemukan suatu rumusan untuk menyatakan bahwa frekuensi suatu alel dalam populasi akan tetap berada dalam keseimbangan. proses evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan kumulatif frekuensi alel pada suatu populasi sejalan dengan waktu. tempat atau lokasi dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi dengan populasi lainnya yang berada di lokasi yang lain. semua individu kedua jenis di atas diartikan sebagai satu populasi. Dalam istilah genetika populasi. frekuensi suatu alel jarang dalam suatu populasi berbeda bila dibandingkan dengan populasi yang lain.4. namun untuk menerangkan proses evolusi kita akan memakai tolok ukur genetika populasi. Dengan perkataan lain. Apabila perbandingan genotip dalam suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi. (lihat Gambar 4.6.7) . dapat dinyatakan bahwa frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang. Alasan apa saja dapat dipakai sebagai tolok ukur untuk membedakan suatu populasi. secara ekologis. Misalnya. Dalam ekologi. tidaklah logis bila Cheetah dari Kenya dianggap satu populasi dengan Cheetah dari Ethiopia yang terpisah sejauh 6000km. Keseimbangan frekuensi alel dalam suatu populasi dinyatakan Hardy-Weinberg dalam rumusan sebagai berikut: dimana: p = frekuensi alel A q = frekuensi alel a Contoh: Misalnya frekuensi alel A = 0. Adapun alasannya ialah bahwa suatu populasi dicirikan oleh suatu perbedaan dibandingkan dengan populasi yang lain. Walaupun demikian. Batasan ini berbeda dengan batasan yang didefinisikan oleh para ekologiwan.

perkawinan terjadi tidak secara acak. • Kemungkinan ada mutasi yang menguntungkan sama banyaknya dengan mutasi yang merugikan tidak mungkin tercapai. • Pengaruh imigrasi atau emigrasi berbanding terbalik dengan ukuran populasi asal atau ukuran populasi yang akan dibentuk. • Perkawinan acak hanya mungkin terjadi di daerah yang secara ekologi adalah benar-benar sama. (2) Semua anggota populasi tertentu mempunyai kesempatan yang sama untuk mengawini sesama anggota populasinya (perkawinan acak atau “Panmiksi”). Biasanya. karena kemungkinan untuk bertemu lebih besar. (3) Tidak terjadi imigrasi atau emigrasi. mungkin saja ikut berperan. Yang sudah dapat dipastikan adalah bahwa frekuensi gen dalam populasi akan berubah. Misalnya protein yang termutasi meskipun tidak mengubah fungsi. Meskipun perkawinan terjadi antar individu sepopulasi. dan tingkah laku tertentu (etiologi). • Lebih kecil ukuran suatu populasi asal. . atau jumlah individu yang berimigrasi adalah sama dengan individu yang beremigrasi. atau mutasi yang menguntungkan sama jumlahnya dengan mutasi yang tidak menguntungkan. karena pada umumnya mutasi yang terjadi bersifat merugikan. umumnya ditemukan adanya suatu mekanisme khusus yang berperan dalam hal ini. • Perkawinan pada umumnya terjadi dengan individu sepopulasi. • Imigrasi atau emigrasi akan mengubah frekuensi suatu gen dalam populasi. maka perubahan frekuensi alel akan lebih besar bagi populasi tersebut. misalnya berupa naluri. karena ada satu gen yang berubah. mungkin saja akan menunjukkan pengaruh apabila keadaan lingkungan berubah.Adapun rumus Hardy-Weinberg di atas dapat berlaku apabila: (1) Mutasi tidak terjadi. • Telah diketahui bahwa mutasi yang terjadi tidak selalu mengakibatkan perubahan dalam struktur atau fungsi. Kejadian mutasi meskipun tidak terlihat.

Misalnya. • Spesiasi atau subspesiasi (proses pembentukan spesies atau sub-spesies) dapat diterangkan dengan mekanisme di atas. Hal ini sering disebut sebagai genetic drift atau founder effect (efek pembentuk populasi) atau sering disamakan juga dengan efek leher botol (bottle neck effect). • Selain faktor lingkungan yang senantiasa berubah-ubah sepanjang tahun. • Alel-alel yang berlainan mempunyai tingkat keberhasilan hidup yang berlainan • Nilai keberhasilan hidup biasanya dinyatakan dalam perbandingan dengan alel normalnya • Nilai keberhasilan hidup dapat berubah-ubah bergantung kepada lingkungan hidupnya. akan menjadi penting sekali bagi populasi kecil yang baru dibentuk. jumlah makanan dan tempat untuk hidup harus tersedia dalam jumlah yang lebih besar pula. Dengan demikian nilai keberhasilan hidup mutan vestigial di laboratorium tidak mungkin sama dengan 0 (nol). • Secara teoritis keadaan populasi yang tetap (stabil) tidak mungkin terjadi meskipun di suatu populasi yang terisolasi. . • Populasi besar hanya mungkin terjadi pada serangga atau mikroba. Dengan kata lain. Di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. imigrasi suatu spesies ditentukan oleh alel-alel yang ikut dibawa ke daerah tersebut. mekanisme seperti ini sering sekali ditemukan. (6) Populasi berjumlah besar sehingga faktor kebetulan tidak terjadi atau dapat diabaikan. baik sumber makanan maupun habitat yang cocok. (5) Jumlah populasi tetap. tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. Karena jumlah individu yang berhasil mencapai dan mengkolonisasi pulau itu dari tidak ada menjadi suatu populasi yang stabil. meskipun masih terdapat banyak aspek lain yang turut menunjang.• Bagi suatu daerah terisolasi. • Lebih besar suatu organisme. mutan vestigial di alam tidak mungkin dapat bertahan hidup pada lingkungan yang berubah sehingga kita beri nilai keberhasilan hidup sama dengan 0 (nol). namun tidak mungkin terjadi pada populasi hewan mamalia misalnya. • Populasi yang besar erat kaitannya dengan resource (sumber) yang tersedia. atau jumlah individu yang mati sama dengan jumlah individu yang lahir. maka biasanya suatu alel yang tidak berarti frekuensinya dalam populasi asal. hal lain yang juga terjadi yaitu selalu ada kelahiran dan kematian. seleksi alam tidak terjadi. misalnya suatu pulau. Namun. di laboratorium mutan vestigial dapat bertahan hidup meskipun mereka lebih lemah dari bentuk normal. • Hasil penelitian tertentu menemukan bahwa pada umumnya suatu populasi berubah-ubah mengikuti suatu siklus tertentu yang spesifik. (4) Semua alel mempunyai kemungkinan yang sama untuk berada dalam populasi.

sifat-sifat turunan merupakan menifestasi dari sifat-sifat induk. Artinya dalam waktu yang sangat singkat rumus dapat terpenuhi. Jika kita mempelajari atau meneliti seleksi alam pada ukuran tubuh. karena ke-enam persyaratan tersebut di atas tidak mungkin terpenuhi sekaligus. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa evolusi itu terjadi. rumus ini tidak mungkin berlaku. (4) Terdapat variasi dalam kaitan dengan fitness dari setiap organsime agar karakter yang dimilki dapat diwariskan. emigrasi dan imigrasi saja yang mungkin dapat terpenuhi pada populasi di pulau terpencil atau pada organisme yang hanya dapat hidup di puncak gunung yang tinggi. Dalam hal ini. Rumus atau hukum ini hanya dapat dipenuhi pada satuan waktu yang sangat singkat. maka setiap individu yang berbeda dalam populasi tersebut harus menunjukkan perbedaan dalam ukuran tubuhnya. sebagaimana disebutkan oleh Darwin. Artinya bahwa. (1) Reproduksi. namun dalam jangka waktu tertentu saja. namun perlu alasan-alasan yang logis (masuk akal) untuk menyatakatanya sebagai suatu dalil. (3) Terdapat variasi karakter di antara anggota populasi. sedangkan yang tidak dapat bertahan akan punah. Seleksi alam adalah suatu mekanisme evolusi yang terjadi pada organisme akibat adanya seleksi alamiah dari lingkungan tempat hidup. Seleksi alam secara abstrak mudah difahami. Hukum Yang Melatarbelakangi Seleksi Alam (Natural Selection) Pada tahun 1859 Darwin dan Wallace telah mengemukakan teori seleksi alam (natural selection). berarti bahwa individu-individu dalam suatu populasi dengan beberapa karakter tertentu harus lebih dapat diwariskan (fitness yang tinggi) dibandingkan dengan yang lain. kemampuan berreproduksi (tingkat kesuburan) dan kemampuan berkompetisi untuk dapat bertahan hidup (suvive) dari setiap spesies merupakan kondisi awal yang menentukan bagi proses seleksi alam. sehingga rata-rata anggota populasi tersebut memiliki sifat atau karakter tersebut. Berikut ini dikemukakan empat alasan paling umum yang dapat menjelaskan proses seleksi alam. apabila organisme dapat bertahan terhadap seleksi alamiah tersebut akan tetap hidup. 4. . menyebutkan bahwa. ternyata bahwa persyaratan untuk pemberlakukan rumus atau hukum Hardy-Weinberg hampir tidak pernah dapat dipenuhi. inipun suatu perkecualian.Berdasarkan penjelasan di atas. fitness adalah istilah teknis. kemudian sifat atau karakter tersebut harus dapat diturunkan kepada rata-rata angota populasi. Hanya persyaratan ke-tiga. Mark Ridley (1996).2. Artinya bahwa sungguh-sungguh suatu spesies harus berreproduksi untuk membentuk generasi yang baru. (2) Sifat-sifat dapat diturunkan. yang berarti jumlah rata-rata karakter turunan suatu individu yang secara relatif dapat diturunkan kepada rata-rata anggota populasi. (Pengertian fitness dalam evolusi berbeda dengan arti fitness dalam atletik. Dalam teori evolusi. Dengan kata lain. fitness adalah sifat atau karater yang dimiliki oleh sejumlah besar (rata-rata anggota populasi).

Berikut ini dikemukakan beberapa bentuk atau jenis seleksi alam (lihat Gambar 4.8): .

3. Jika seleksi cukup kuat. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh kecil dalam suatu populasi memiliki fitness yang lebih tinggi. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) memiliki fitness yang lebih tinggi. Dua diantara asumsi yang mendasari hipotesis tersebut adalah :1) Meskipun makhluk hidup cenderung bereproduksi dalam jumlah yang besar tetapi dari beberapa spesies. sementara variasi yang lain tidak dapat bertahan. yang cocok dengan keadaan lingkungannya. Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup dengan variasi yang menguntungkan akan mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan dan bereproduksi. . sehingga akan muncul makhluk hidup yang berbeda dengan anggota spesies semula. dan spesies dengan ukuran tubuh rata-rata (normal) akan makin menurun sejalan dengan berjalannya waktu. Sebaliknya makhluk hidup yang mempunyai variasi-variasi yang tidak menguntungkan akan punah dan yang dapat bertahan akan meneruskan variasi tersebut kepada keturunannya. Yaitu individu-individu dengan ukuran tubuh pada kedua ekstrim lebih baik. Variasi yang menguntungkan tersebut akan berakumulasi selama periode waktu tertentu. Hukum Yang Melatarbelakangi Terjadinya Favoured Races Berdasarkan pengalaman dan observasi. 2) Pada setiap spesies selalu terjadi variasi. Lamarck berasumsi bahwa : 1) Bagian tubuh yang digunakan berlebihan akan berkembang dan membesar. Tidak ada seleksi (No selection). Yaitu jika tidak terdapat hubungan antara karakter (ukuran tubuh) dengan fitness. Darwin merumuskan hipotesis bahwa spesies baru muncul melalui proses seleksi alam. (3) Seleksi terganggu (Disruptive selection). sebaliknya yang kurang/tidak digunakan akan mengecil atau bahkan menghilang. (2) Seleksi penstabilan (Stabilizing selection). 2) Hewan akan menurunkan keturunannya yang khas yang diperoleh selama hidupnya. populasi akan terpecah menjadi dua yaitu populasi dengan ukuran tubuh kecil (ekstrim kiri) dan populasi dengan ukuran tubuh besar (ekstrim kanan). dan akhirnya muncul sebutan “spesies kesayangan”(=favoured Races) Terjadinya “Favoured races” tersebut tidak dapat dipisahkan dari prinsip “Use” dan “Disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck. Variasi tertentu akan membantu anggota spesies tersebut dapat bertahan dalam tipe lingkungan tertentu. Dengan demikian keturunannya tersebut akan mewarisi kekhususannya dan ini akan berkembang jika digunakan dan akan mengecil jika tidak digunakan. 4. jumlah keseluruhannya selalu tetap.(1) Seleksi berarah (Directional selection). dalam hal ini seleksi alam tidak berlangsung.

Seleksi dilakukan dengan cara menyilangkan 2 varietas tanaman yang memiliki keunggulan tertentu sehingga diperoleh keturunan yang nantinya diharapkan dapat menunjukkan sifat baik yang diinginkan yaitu galur murni tanaman bibit unggul. jerapah yang berleher panjang inilah “Favoured races” yang terjadi. Fenotip B sebanyak 10. jerapah yang berleher pendek kelaparan dan mati. RANGKUMAN .Lamarck mengemukakan bahwa spesies baru yang berkembang setelah beberapa generasi adalah diperolehnya ciri-ciri baru atau menghilangnya ciri-ciri lama. 1. Dengan demikian. dan Fenotip C sebanyak 10. Kenyataan yang banyak dijumpai hewan tersebut mau makan nasi atau makanan lain yang berasal dari tumbuhan. yang bertahan hidup adalah jerapah yang berleher panjang. Benarkah bahwa peristiwa tersebut merupakan peristiwa spesiasi? 2. dan disebut sebagai bibit unggul. Dari hasil perkawinan ayam hutan dengan ayam kampung akan diperoleh keturunan baru yaitu ayam bekisar. ada yang panjang dan ada yang pendek. Betulkah kucing tersebut termasuk favoured races? Jelaskan. Seleksi buatan ini pada prinsipnya adalah menekan berkembangnya genagena yang jelek dan memberikan peluang berkembang gena-gena yang baik. Dalam suatu populasi makhluk hidup terdiri dari spesies dengan berbagai variasi fenotip yaitu : Fenotip A sebanyak 10. Fenotip B sebanyak 20. Perkembangan berikutnya. Jadi dikemudian hari hanya jerapah yang berleher panjang yang mampu bertahan melangsungkan kehidupannya. dan Fenotip C sebanyak 20. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. bertolak dari prinsip seleksi alam. Bagaimanakah kedudukan hukum Hardy-Weinberg dalam mendukung teori evolusi? 3. Termasuk jenis seleksi yang manakah kejadian tersebut? 4. dengan koreksi yang dilakukan oleh Darwin terhadap konsep Lamarck yaitu : Panjang leher moyang jerapah bervariasi. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. Dengan adanya perubahan lingkungan selama periode waktu tertentu terjadi perubahan variasi sehingga menjadi : Fenotip A tidak ada. apabila dilihat dari struktur giginya termasuk hewan karnivora. Fenotip D sebanyak 10. Karena perubahan lingkungan. manusia melakukan seleksi buatan untuk memperoleh “Favoured races” dalam hal ini tumbuhan. Inilah yang mendukung konsep terjadinya “favoured races”. Kucing yang dipelihara di rumah.

2. Dari hasil pengamatan yang dilakukan Darwin terhadap spesies-spesies burung Finch di kepulauan Galapagos dapat disimpulkan bahwa terjadinya favoured races merupakan hasil adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya Bertolak dari prinsip seleksi alam. manusia melakukan upaya seleksi buatan untuk memperoleh bibit unggul tumbuhan favoured races. sehingga ada dua model interpretasi untuk menjelaskan terjadinya favoured races. Terjadinya “favoured races” tidak dapat dipisahkan dari prinsip “use and disuse” SEBAB Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya “favoured races”. Pilihlah B. Jika pernyataan betul. . 3. Jika pernyataan betul. juga dilakukan upaya-upaya lain untuk mendapatkan keturunan manusia yang berkualitas baik. Hasil perkawinan antara burung merpati dan burung balam akan menghasilkan spesies baru SEBAB Keturunan hasil perkawinan tersebut mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. yaitu interpretasi menurut paham Lamarck dan interpretasi menurut paham Darwin. alasan betul dan keduanya tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat Pilihlah C. Teori seleksi alam Lamrck mendukung teori seleksi alam Darwin SEBAB kedua teori tersebut berpijak pada asumsi yang sama. alasan betul dan keduanya menunjukkan adanya hubungan sebab akibat. Jika kedua pernyataan salah 1.Ide Darwin tentang terjadinya favoured races didukung oleh teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Lamrck. Jika salah satu pernyataan betul Pilihlah D. TES FORMATIF Pilihlah A.

saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. B 2.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Tetapi jika kurang dari 80%.4. C 4. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia maka peningkatan potensi genetik perlu dilakukan SEBAB Kualitas manusia yang tinggi akan mampu mempertahankan diri terhadap lingkungan yang jelek. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . A . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai.100% = baik sekali 70% . C 3.

Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. Pengertian ini mengandung kosekuensi. PENDAHULUAN Pengertian spesies sekarang ini dititik beratkan pada dimungkinkannya pertukaran gena antar anggota populasi. .BAB V KONSEP SPESIES DAN MEKANISME SPESIASI A. atau antar varian. fisiologi maupun perilaku. bahwa meskipun ada perbedaan morfologik.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 5. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Masalah mulai timbul apabila kita bekerja denga suatu genus yang beranggota banyak spesies. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. 3) Konsep spesies morfologi. suatu spesies dianggap tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu.1. Konsep tersebut berubah setelah teori evolusi menerangkan bahwa suatu organisme berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan tekanan seleksi alam. Berikut ini dikemukakan beberapa konsep spesies dari berbagai sudut pandang yang berbeda: 1) Konsep spesies ekologi. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Pada zaman Aristoteles hingga zaman Linnaeus. . spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang menempati habitat yang serupa. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik. Setelah menyelesaikan pokok bahasan Konsep Spesies dan Mekanisme Spesiasi mahasiswa diharapkan mampu: 1. sehingga suatu organisme tetap berada dalam kondisi yang cocok dengan lingkungannya. misalnya barier Geografik. Jika kita mengatakan bahwa kelompok tertentu adalah spesies dan kelompok lain adalah sub-spesies. bila berlangsung dalam waktu yang lama. Menjelaskan mekanisme spesiasi B. Bunga soka yang berbunga merah berbeda spesiesnya dengan bunga soka yang berwarna putih. namun di alam sekitar kita masalahnya jauh lebih rumit dari yang kita perkirakan. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai morfologi yang sama. Konsep yang salah mengenai suatu spesies adalah individu berubah didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada ciri-ciri yang khas (spesifik). Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). Menjelaskan konsep spesies 2. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai sistem genetik yang tertutup. 2) Konsep spesies genetika. Ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan setiap spesies terkadang terbatas pada satu ciri saja. Konsep Spesies Pada umumnya kita dapat membedakan antara satu spesies dengan spesies yang lain. misalnya lalat yang mempunyai dua rambut di kepala dianggap merupakan spesies yang berbeda dengan lalat yang mempunyai empat rambut di kepalanya.Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier).

(2) mekanisme yang menyebabkan terjadinya hibrida. Bila kejadian tersebut berlanjut dapat terjadi dua populasi tersebut meskipun sudah berada dalam satu lingkungan lagi (simpatrik). 8) Konsep spesies recognition. Parapatric. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan . Mekanisme Spesiasi Pada prinsipnya ada tiga macam mekanisme spesiasi sebagaimana dikemukakan Tamarin (1991) yaitu Allopatric. 10) Konsep spesies biologi. misalnya barier Geografik. (3) mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai hubungan kekrabatan. 6) Konsep spesies paleontologi. Dua populasi yang dipisahkan oleh barier Geografik disebut Allopatrik. Ihtisar berikut ini menggambarkan kemungkinan-kemungkinan mekanisme isolasi intrinsik. 5. namun bila pertukaran gena tetap dimungkinkan maka kedua organisme yang bertukar gena itu termasuk dalam satu spesies. spesies merupakan gabungan dari beberapa konsep. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang bertingkah laku serupa. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai fisiologi yang sama. dapat menjurus pada terjadinya isolasi reproduksi. dapat dibedakan (1) mekanisme yang menyebabkan terhalangnya perkawinan. Dalam cakupan yang luas tidak dimungkinkannya pertukaran gena disebabkan adanya hambatan (barier).2. Meskipun ada perbedaan morfologik. tetap tidak mampu mengadakan pembuahan. Dengan demikian variasi yang ada merupakan variasi intra spesifik. spesies adalah populasi organsme yang memiliki keserupaan di alam yang dapat mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai pengenalan perkawinan yang khusus atau spesifik. misalnya gabungan konsep ekologi dan konsep genetik. 5) Konsep spesies etologi. spesies diartikan sebagai sekelompok organisme yang mempunyai periode waktu geologi yang sama 7) Konsep spesies philogeni atau cladistic. fisiologi maupun perilaku.4) Konsep spesies fisiologi. 9) Konsep spesies pluralistic. garis silsilah yang sama. dan Sympatric Speciation. Mekanisme isolasi intrinsik. bila berlangsung dalam waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh adanya penimbunan pengaruh faktor-faktor intrinsik.

Isolasi Iklim/musim 4. Isolasi Habitat 3.Mekanisme yang mencegah terbentuknya hibrida Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida 1. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif Mekanisme yang beroperasi pada orang tua/induk (mencegah fertilisasi) . Ketidak mampuan hibrida untuk hidup 9. Sterilitas hibrida 10. Isolasi Mekanis 6. Isolasi Genetis 7. Isolasi Ecogeographic 2. Isolasi Perkembangan 8. Isolasi Kelakuan 5.

. Peristiwa ini yang disebut dengan peristiwa “Pergantian”.1 memperlihatkan model isolasi geografik/spesiasi geografik. dibanding dengan populasi yang berbeda. b.Mekanisme yang beroperasi pada hibrida. (A) = Barier ekstrinsik membelah populasi menjadi dua sub populasi. pada suatu waktu telah menjadi sangat berbeda secara morfologik atupun secara anatoik sehingga pada saat terdapat dalam keadaan tidak terpisah keduanya tidak simpatrik lagi. tetapi karena populasi tidak berlangsung lama. Dari peristiwa ini digambarkan bahwa hibrid dalam hal ini tidak dapat beradaptasi lebih baik dari induknya. Dapat dikatakan disini bahwa keduanya tidak hanya terpisah secara geografik tetapi juga terpisah secara genetik. Gambar 5. terjadi hibridisasi antara keduanya. Isolasi Habitat Dua populasi simpatrik yang menghuni habitat yang berbeda. Sebagai contoh dapat dikemukakan disimi Platanus occidentalis dan Platanus orientalis yang secara artificial dapat saling diserbukan tetapi penyerbukan secara alami tidak terjadi. (B) = Dua populasi terpisah oleh bariergeografik dalam waktu yang cukup lama. mencegah keberhasilannya. a. Dalam waktu berikut selanjutnya terjadi difergensi. dalam kenyatanya akan kawin dengan populasi yang sama. namun kemudian pada saat barier tersebut hilang. Isolasi Ecogeografik Dua populasi yang terpisah oleh barier geografik yang lama. maka kedua subpopulasi tersebut menjadi satu kembali.

sedangkan Bufo americanus memilih tempat yang berujud kubangan-kubangan air hujan. namun tidak dapat pernah terjadi pembuahan secara alami. sedangkan Pinus muricata terjadi pada bulan April. Bufo fowleri akan kawin dengan Bufo fowleri dan Bufo americanus akan kawin dengan Bufo americanus. Namun kecenderungannya. Contoh lain dapat dikemukakan disini. c. Hal ini juga terjadi pada hewan. menyangkut capung yang dikenal dengan nama Progompus abscurus yang menghuni bagian selatan florida. dan Progompus alachuensis yang menghuni bagian selatan florida. maka pada Pinus radiata dan Pinus muricata keduanya juga dapat diserbukan secara artifisial. Progompus abscurus memilih hidup di dekat sungai. sedang Progompus alachuensis menghuni daerah dekat danau. namun ternyata masing-masing habitat yang berbeda.(C) = Dua populasi terpisah/terbentuk sebagai akibat adanya isolasi yang lama. Pilihan ini ada hubungannya dengan pilihan tempat tinggalnya. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini Bufo fowleri dan Bufo americanus. Namun secara alami pembuahan tidak mungkin terjadi. Keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil. Bufo fowleri memilih tempat tinggal dan kawin di air yang tenang. yang disebabkan masa aktif perkawinannya berbeda . karena terpisah secara ecogeografik. Peristiwa ini disebabkan karena masa berbunga Pinus radiata terjadi pada bulan Februari. Dibagian sentral florida keduanya dapat dijumpai. Isolasi Iklim/Musim Kalau dimuka disebut-sebut contoh tanaman yang dapat diserbukan secara artifisial dan menghasilkan keturunan yang fertil. seperti Rana.

dari jenis jantan Mallard. Ia memperoleh kenyataan bahwa perbedaan antara kepiting jantan yang berbeda spesiesnya pula perilakunya. khas untuk spesies tertentu. tersebut di atas memberi ciri yang menyebabkan tidak akan terjadi kekeliruan perkawinan antara spesies yang berbeda-beda.3 adalah contoh perilaku kawin. dan merupakan penampilan yang “Spesies-spesies”. Dan ini cukup menyolok. Perilaku kawin pada jangkrik atau burung dimanifestasikan dalam bentuk suara.d. . Gambar 5. Di alam dapat dijumpai beranekaragam itik. dan berjalan mengelilingi lubang tempat kepiting betina berada. Yoselyn Crane. Dalam kegiatan reproduksi. pada burung ini merupakan penunjang manifestasi yang berupa perilaku visual. mengangkat badannya di bagian itu. yang mengangkat tinggi-tinggi sapitnya yang besar. dari Beebe Tropical Research Station di Trinidad berhasil membeberkan perilaku kawin pada kepiting jantan dari Genus Uca. suatu hal yang stereotipik. dalam hal ini saat itik jantan meminang itik betina. namun karena ciri perilaku kawin berbeda-beda terjadilah isolasi reproduksi. Isolasi Kelakuan Kelakuan atau sebagaimana diketahui merupakan kejawantahan merupakan kegiatan biologi yang kompleks dan merupakan seuatu totalitas.

.e. Berikut ini adalah contoh alat kelamin jantan binatang berkaki seribu dari Genus Brachoria. Ada enam bentuk yang berlainan. Isolasi Mekanis Isolasi reproduksi yang didasarkan atas apa yang disebut isolasi mekanis dapat terjadi bila jenis jantan mempunyai ukuran tubuh yang terlalu besar bagi jenis betinanya. Dapat pula terjadi karena alat kelamin jantan mempunyai ukuran dan atau bentuk yang tidak cocok dengan lubang alat kelamin betina.

Ini terjadi pada Rana pipien. dengan lain perkataan tidak terjadi vertilisasi. Pada peristiwa lain dijumpai bahwa sampai ada pembentukan embrio. Kejadian lain dengan menggunakan Drosophila yang berbeda menunjukkan bahwa pembuahan tidak terjadi oleh karena membengkaknya saluran reproduksi betina sehingga betina. tetapi embrio tidak dapat tumbuh dan segera mati. Peristiwa tidak terjadinya pembuahan ini disebut Isolasi genetik. yang karena telur yang berada di air terbuahi oleh sperma yang berasal dari ikan lain spesies. dan karena adanya hambatan mekanik. f. g. maka hambatan pada tahapan lebih lanjut disebabkan karena tidak dapat bertemunya gamet. sehingga sperma tersebut mati.Keserasian bentuk dan ukuran alat kelamin jantan dan betina ini diumpamakan sebagai ini diumpamakan sebagai keserasian antara kunci dan gembok (Lock and Key). artinya polinasi terjadi dengan sukses. melalui inseminasi buatan seperma tidak dapat mencapai sel telur karen terhabat oleh cairan yang dihasilkan oleh cairan reproduksi. Antara hewan dan tumbuhan juga dijumpai adanya kecocokan semacam itu. adanya perbedaan musim perkawinan. sehingga hibrid yang terjadi tidak . namun pertumbuhannya tidak dapat mencapai usia reproduksi. segala sesuatunya berjalan dengan baik dan embrio yang terbentuk pun dapat tumbuh. Kalau hambatan seperti tersebut di atas dianggap sebagai hambatan pada tahap pertama. juga diikuti fertilisasi (tidak seperti pada isolasi gametik). hal semacam ini juga dapat terjadi karena inti serbuk sari tidak dapat mencapai inti sel telur. h. biasanya cacat atau lemah kemudian mati. Pada tanaman. Isolasi Perkembangan Langkah yang lebih maju dapat terjadi. misalnya antara bentuk kelopak bunga dan binatan penyerbuknya. Pada percobaan dengan menggunakan Drosophila virilis dan Drosophila americana. Isolasi Gametik Tidak selamanya penyerbukan yang berhasil diikuti dengan pembuahan. Ketidakmampuan Hidup Hibrid Isolasi reproduksi yang telah dibicarakan berturut-turut menyangkut peristiwa tidak dapat berlangsungnya perkawinan disebabkan karena adanya hambatan geografik. Hambatan yang lebih lanjut seperti disebutkan di atas adalah tidak dapat berkembangnya embrio. dan sering dijumpai pada ikan. adanya barier fisik yang ikuti oleh barier genetik.

Kenyataan menunjukkan bahwa hibrida dan turunannya kurang dapat mehadakan adaptasi terhadap lingkunganya. Eliminasi Hibrida Melalui Seleksi. Pada peristiwa inipun dikatakan bahwa tidak terjadi pertukaran gena. Dengan lain perkataan dari satu segi ada kencenderungan bahwa spesies itu tidak akan mengalami perubahan. dalam waktu . j. Pada tanaman tembakau hal ini disebabkan oleh karena adanya tumor pada bagian vegetatifnya dan tidak mampu berbunga kemudian mati. Orang mengatakan sebagai koreksi oleh alam. dapat dianggap atau dinyatakan sebagai suatu spesies. cenderung untuk mengalami eliminasi. Dikatakan bahwa antara kedua induk dalam perkawinannya terjadi pertukaran gena namun tidak keseluruhan gena bertukar. spesies baru. Sterilisasi Hibrida Perkawinan antara kambing dan biri-biri proses atau tahapan yang dilalui dapat selangkah lebih maju dibanding dengan peristiwa di atas. namun dari segi lain terlihat bahwa ada peluang untuk munculnya spesies baru dalam situasi di mana keadaan sekitarnya memungkinkan. i. keturunan yang berasal dari spesies yang telah ada cenderung untuk lebih mampu bertahan sedang hibridanya lebih-lebih yang mengandung penyimpangan yang agak banyak dari induknya. steril. sehingga dalam kurun waktu yang tidak lama segera akan mengalami kepunahan. Keadaan semacam itu dijumpai pula pada perkawinan antara kuda dan keledai. Artinya hibrid dapat tumbuh dengan baik dan mencapai umur reproduksi. Akibatnya seperti tersebut di atas keturunan hibrida tersebut akhirnya tereliminasi oleh alam. Namun dari perkembangan yang sifatnya konservatif itu terlihat adanya kemungkinan perkembangan yang sifatnya kreatif. mempunyai keturunan dan keduanya dapat bertahan hidup dan beranak-pinak. punah. SPESIASI Telah diuraikan tentang defenisi operasional spesies serta perkembangan konservatifnya melalui beberapa bentuk isolasi reproduksi. Para ahli berpendapat bahwa hal ini terjadi karena tidak terjadi pertukaran gan antara kedua induk tersebut. Pada umumnya perkawinan yang terjadi antara spesies yang sama keturunannya lebih banyak dan lebih adaptif dibanding dengan keturunan hibridanya. Namun kemudian ternyata bahwa hibrid tersebut tidak mampu mempunyai keturunan. Hibrida yang fertil. Dalam situasi yang tidak mengalami perubahan yang berarti.menghasilkan keturunan.

berbiji lebih kecil dangan Tritium dicocoides yang kromosomnya 28. Dijumpai Solanum tuberosum yang berkromosom 12. ternyata karena sesuatu hal. menemukan kenyataan bahwa ada kemungkinan perubahan jumlah kromosom pada makhluk hidup. Hibridanya mengandung gena A dan B. Spesiasi Akibat Poliploidi Hugo de Vries ahli genetika yang terkenal karena teori mutasinya. juga dengan bentuk autopoliploidanya. sedang fosil yang terekam menunjukkan bahwa jumlah spesies yang ada dahulu tidak sebanyak itu. 24. 72. yang sebagaimana diketahui sesungguhnya cenderung untuk tidak berubah. AABB. sehingga menyebabkan steril. disilangkan dengan individu BB. Karena orang menempatkannya sebagai spesies baru. dan selanjutnya diberi nama Genothera gigas. Dikenal misalnya. 60. a. Terjadi radiasi evolusioner. dalam hal ini mengalami gagal berpisah (Non-disjuntion) pada saat meiosis. yang juga dapat disebut sebagai evolusi divergen. Peristiwa Allploida tersebut digambarkan sebagai berikut. juga bila dibandingkan dengan Tritium vulgare yang kromosomnya 42. poliploida pada kentang ternayata lebih bervariasi. Individu ini vertil dan ternyata tidak dapat disilangkan dengan induknya. gandum Tritium monoccacum yang mempunyai kromosom 14. Proses evolusi yang terjadi sangat erat hubungannya dengan kemampuan beradaptasi suatu spesies dilingkungan yang baru. disamping tidak tidak dimungkinkannya . disilangkan dengan individu. maka ada kencenderungan yang sebaliknya. Genothera lamarckiana yang mempunyai kromosom 14. maka jumlah kromosomnya menjadi 28. Berikut ini akan diuraikan beberapa gagasan yang menuju pada pembentukan spesies baru. 120 dan 144. 96. 108. 38. dan karenanya dinyatakan sebagai hal menciri makhluk yang bersangkutan. yang karenanya individunya adalah AA. dan karena membentuk sinopsis AB pada meiosis. karena kemudian ternyata bahwa keturunan yang berkromosom 28 tersebut tidak dapat disilangkan dengan Genothera lamarckiana (induknya). Peristiwa bertambahnya kromosom dapat terjadi melalui proses penggandaan (Doubling) yang terjadi pada hibridanya. membawa orang pada kesimpulan bahwa terjadi proses “Pembelahan” Evolutif spesies. Dimisalkan spesies tertentu mempunyai gena A. 36. Sebaliknya dalam keadaan dimana situasi berubah. Dapat terjadi penggandaan gena sehingga pada hibridnya terkandung gena yang berpasangan. Radiasi Adaptif Kenyataan yang menunjukkan bahwa dijumpai anekaragam spesies dewasa ini. maka kemudian dinyatakan spesies baru. b. Dikaitkan dengan proses evolusi maka bentuk allopoliploida ini memegang peranan yang lebih besar dengan bentuk diploidanya.singkat atau perlahan-lahan. Berdasarkan hal ini maka untuk budidaya tanaman tertentu untuk mendapatkan jenis unggul orang memilih dan mengarah pada bentuk-bentuk poliploida.

di samping yang hidup dari madu. Untuk lengkapnya gambar 5. seperti gambar radiasi adaptif burung Finch di Galapagos tersebut. konvergensi. Keadaan yang gersang dan terpencil menyebabkan bahwa antara penghuni kepulauan tersebut terjadi suatu kompetisi. divergen. Divergensi.persilangan antara spesies pendatang dengan spesies yang sudah ada. sebagai pemakan biji. bahwa dari satu spesies dapat berkembang menjadi beberapa spesies. yang secara kebetulan terbuncang angin.6 dirasakan dapat membantu. Spesialisasi dalam menggunaan bahan makan adalah suatu cara yang “terhormat” dalam menghindarkan diri dari kekalahan berkompetisi. peristiwanya divergensi. Orang berteori bahwa burung Finch yang terdapat di Kepulauan Galapagos berasal dari Amerika Selatan yang berjarak lebih kurang 900 km. kemiripan-kemiripannya semakin lama semakin berkurang. serangga. dan yang berparuh panjang 1 spesies. . atau antara sesama spesies pendatang yang berlainan spesies. maka terlihat adanya garis yang menyebar. buah. Enam spesies dikenal sebagai burung yang hidup di pohon. Kalau dibuat garis yang menghubungkan spesies asal dengan bentuk-bentuk perkembangannya. pergantian Telah disebut dalam pembicaraan tentang radiasi adaptif. Ini dapat terlihat dari bentuk paruh yang berbeda. diantaranya yang hidup di tanah dari biji-bijian yang berbeda. Contoh yang nyata dari radiasi adaptif ini adalah burung Finch di Galapagos. c. tetapi berbentuk bangunan yang bercabang-cabang. Berparuh pendek sebanyak 3 spesies. Dari perkembangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan evolusi makhluk hidup tidak merupakan tangga seperti yang pernah dikemukakan oleh Linnaeus. Dari sinilah kemudian “lahir” bermacam-macam burung Finch. Dalam perkembangan yang sifatnya divergensi. sebagai pemakan biji kaktus.

terjadi kepunahan. . Namun bila tumbuhan berkurang omnivora menjadi lebih mampu bertahan dari pada herbivora. baik yang satu spesies atau yang berlainan spesies seperti apa yang terjadi pada peristiwa radiasi adaptif. Kepunahan dapat terjadi karena tekanan lingkungan atau disebabkan oleh ketidak mampuan makhluk hidup. baik yang menyangkut makanan maupun tempat untuk berlindung. karena herbivora tubuhnya dilengkapi dengan memenuhi kebutuhan akan zat-zat makanan yang pada dasarnya sama antara mehluk yang termasuk herbivora dan omnivora. Ternyata di sini bahwa baik spesialisasi maupun adaptasi yang fleksibel mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. seperti dalam uraian “spesiasi akibat poliploida”. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini tentang makhluk herbivora yang hidup dari tumbuhan dapat menunjukkan bahwa binatang tersebut mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan omnivora.Dari fosil-fosil yang dijumpai ternyata bahwa tidak semua bahwa tidak semua bentuk percabangan dapat sampai ke puncak. Dalam hal ini makhluk yang mempunyai spesilisasi yang terlalu khas akan lebih mengalami kesulitan untuk bertahan dibandingkan dengan yang tidak terlalu khas. di samping kalah dalam berkompetisi dengan makhluk lain.

Pada peristiwa ini asal-usul dari mehluk yang berevolusi pada dasarnya jauh. namun kemudian bila hidup di tempat yang sama.8 memperjelas tentang beda antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran. maka dapat terjadi adaptasi yang mirip. yang memerlukan persyaratan hidup yang khusus.Kebalikan dari evolusi divergen adalah evolusi kovergen. Gambar 5. . Gambar 5. jauh berbeda.7 memberikan gambaran tentang peristiwa divergensi dan konvergensi Pada peristiwa konvergensi dibedakan antara konvergensi tanpa pergeseran dan konvergensi dengan pergeseran.

Telah disinggung bahwa dalam perjalanan kehidupan suatu spesies dari masa ke masa dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun tidak semua spesies dapat mampu mencapai puncak. Peristiwa tersebut .

dinyatakan sebagai bentuk kepunahan spesies. Mengenai kepunahan dikenal adanya kepunahan yang diikuti pergantian dan ada kepunahan yang tidak diikuti pergantian.9 menunjukkan ilustrasi tentang kepunahan tanpa pergantian dan kepunahan dengan pergantian. Gambar 5. .

Oportunisme dalam Konvergensi Pada perkembangan evolusi konvergen sering dijumpai adanya bentuk yang berbeda meskipun fungsi yang di emban sama. Sebagai contoh adalah spesiasi pada makhluk yang berkembang biak dengan Aseksual. burung. Perubahan terjadi sebagaimana seharusnya. Bentuk yang berbeda tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya bentuk asalnya memang berbeda. kalalawar serangga yang mempunyai bentuk yang berbeda satu sama lain tetapi mengemban fungsi yang sama. e. Pada setiap perubahan yang terjadi pada suatu kelompok atau oleh suatu kelompok akan membuka peluang terjadinya perubahan pada kelompok lain. yaitu untuk terbang. tidak selamanya dapat diterapkan. yang dapat dikaitkan dengan evolusi konvergen. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini bentuk sayap dari beberapa hewan. Dalam hal ini sering tidak hanya bentuknya saja yang berbeda tetapi juga kerjanya. Gambar 5. divergen dan menyangkut pula paham oportunisme. seperti pterosaurus. Spesiasi Aseksual Batasan spesiasi yang mengacu pada kemungkinan pertukara gena.d. tidak seperti yang dihipotesiskan sebagai yang paling baik. Apa yang dapat terjadi (akan) terjadi 2. Kesempatan memungknkan akan terjadinya perubahan 4. Peritiwa ini disebut oportunisme. Beberapa prinsip yang memberi ciri paham ini adalah: 1. . 3. yaitu oportunisme dalam konvergensi.10 merupakan produk peristiwa analogi dan homologi.

Bagaimana kaitan isolasi intrinsic dengan perkembangan kreatif suatu spesies? 2. Bagaimana mungkin kalau jarak masa hidupnya adakalanya terpaut waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Ini berarti bahwa pengertian spesies yang didasarkan atas pertukaran gena hanya berlaku pada makhluk yang berkembang biak secara seksual. dan perilaku. yang dianggap sebagai pengertian klasik masih menunjukkan keunggulan untuk menentukan spesies fosil dan makhluk yang berkembang biak secara aseksual. serta menunjukkan gejala hidup. Spesies Fosil Untuk menentukan persamaan spesies jelas tidak dapat menggunakan kriteria pertukaran gena. Struktur dan fungsi tubuh dan bagian-bagian tubuh merupakan indikator perkembangan pembentukan spesies baru. . f. Evolusi yang bagaimanakah yang menyebabkan bahwa bentuk evolusi makhluk hidup tidak seperti tangga? RANGKUMAN Pengertian spesies yang didasarkan atas perbedaan anatomi. fisiologi. 1. Bentuk kehidupan yang bagaimanakah yang tahan terhadap lingkungan yang berubah? 3. Untuk lebih memantapkan penguasaan saudara tentang materi tersebut. jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini sebagai latihan. Struktur dan fungsi memegang peranan penting untuk penetapan kedudukan suatu individu dalam suatu spesies. Perkembangan spesies dalam perjalanan waktu ada kemungkinan melalui jalur perkembangan konservatif dan jalur perkembangan kreatif.Pada makhluk yang berkembangbiak dengan cara Aseksual perkembangan yang menuju pada pembentukan spesies baru adalah bertumpu pada terjadinya variasi dan adaptasi. Perubahan faktor intrinsik yang daya hidupnya tidak lebih dari individu dengan factor intrinsic yang tetap menyimpan kemungkinan untuk berkembang lebih baik pada saat terjadi perubahan lingkungan. morfologi. dan yang berada dalam dimensi waktu yang sama.

Terjadi pertukaran gena. . . Tidak terjadi pertukaran gena B. Isolasi perkembangan alat-alat mekanik untuk kawin 5. . . Interaksi factor intrinsic dan eksrinsik B. . dan D yang paling tepat dan benar. A. . adalah . Eliminasi hibrida disebabkan oleh karena . Divergensi C. . . Terjadi pertukaran gena penuh namun tidak adaptif D. adaptif. Konvergensi D. A. . . Faktor ekstrinsik D. . 1. Faktor intrinsic C. A. Isolasi perkembangan C. Pengaruh factor intrinsic dan ekstrinsik 2. B.TES FORMATIF Petunjuk : Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memeberi tanda silang (X) pada huruf A. Tidak dimungkinkannya keturunan hasil pembuahan telur-telur ikan yang mengapung di air oleh sperma ikan yang berlainan spesies. Radiasi adaptif adalah disebabkan oleh proses evolusi . . . Isolasi gametik D. namun steril 4. Divergensi diikuti konvergensi . C. . . Adanya perbedaan perilaku kawin D. A. . Terjadi pertukaran gena namun tidak sepenuhnya C. A. . Menjadi sterilnya individu hasil persilangan disebabkan oleh . Yang digambarkan sebagai isolasi mekanik adalah . Adanya ketidakserasian antara mekanisme kawin B. Adanya spesies simpatrik 3. Isolasi Habitat B. Adanya ketidakcocokan alat kelamin C. . . . Divergensi dan konvergensi B.

Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. A. 3.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Pertukaran gena yang tidak penuh dapat menyebabkan bahwa individu yang tumbuh bersifat tidak adaptif sepenuhnya. 4.100% = baik sekali 70% . B. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Defenisi operasional isolasi perkembangan adalah suatu peristiwa yang menyangkut terjadinya pembuahan. . B. embrio dapat terbentuk namun tidak dapat berkembang lebih lanjut. C. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% . Divergensi dan konvergensi pada dasarnya adalah perkembangan evolusi yang menuju pada adanya adaptasi. A. saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. Sterilisasi terjadi karena pertukaran gena tidak sepenuhnya terjadi 2. Tetapi jika kurang dari 80%.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Ingat: Istilah “gembok dan kunci” 5.

Setelah menyelesaikan modul ini. Variasi tersebut begitu berbeda sehingga Darwin menganggapnya sebagai jenis-jenis yang berbeda. sebab dari aspek ini akan diperoleh konsepkonsep tentang adaptasi dan seleksi alam yang boleh dikatakan sebagai konsep utama dalam teori evolusi. telah sangat populer orang engadakan penyilangan antara berbagai jenis (spesies) yang termasuk dalam golongan burung merpati. Maka berdasarkan gejala yang terjadi pada makhluk hidup sebagai akibat dari peristiwa domestikasi ini akan kita pergunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan pembahasan dalam rangka memahami evolusi makhluk hidup dari aspek interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. . mahasiswa diharapkan dapat memahami teori evolusi ditinjau dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Semasa hidup Darwin.BAB VI PEMAHAMAN EVOLUSI DARI ASPEK INTERAKSI ANTARA MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA PENDAHULUAN Sebagai orang yang mencetuskan teori evolusi. Charles Darwin telah mampu mengumpulkan kenyataan yang berupa variasi-variasi hasil silangan antar jenis burung merpati. Bagi makhluk hidup domestikasi memberi arti perubahan lingkungannya dari lingkungan yang alami menjadi lingkungan yang dibuat oleh manusia (walaupun demikian sudah barang tentu apa yang dibuat oleh manusia itu tidak harus berbeda sama sekali dengan sifat alamiah). karena pada hakekatnya domestikasi adalah mengubah lingkungan makhluk hidup dari kehidupan liar (alami) menjadi kehidupan yang berada dan berdampingan dengan habitat manusia. Maka penyilangan ini yang merupakan peristiwa domestikasi oleh Darwin dinyatakan sebagai proses pembentukan jenis atau spesiasi. Ada lebih kurang 150 variasi hasil silangan yang dapat ditemukan oleh Darwin. di Inggris. Meninjau evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya adalah merupakan pokok penting dalam rangkaian pemahaman teori evolusi.

semenjak babak manusia petani dan peternak. . Makhluk hidup seperti yang disebut di atas seakan-akan telah mengalami penyimpangan dari takdir mereka sebagai tanaman dan hewan liar sebagaimana mereka berasal. dan juga tekstur dan struktur tanah. sehingga pemunculan ciri (fenotip) tanaman dahlia di dua tempat tersebut memang berbeda seperti rumus berikut: . Umbi dahlia yang diambil dari tanaman dahlia yang berbunga besar dan berdaun hijau lebat itu setelah ditanam di kebun kita pada akhirnya tumbuh menjadi tanaman dahlia berbunga kecil dan berdaun kecil-kecil juga. Hasilnya yang dapat kita jumpai hingga kini baik melalui teknologi sederhana maupun tingkat tinggi antara lain adalah: .Babi . . Modifikasi dan Variasi Domestikasi diartikan sebagai usaha untuk mengubah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia (Prawoto.‘Strain’ bakteri yang dapat menghasilkan protein sel tunggal (‘strain’ ini merupakan hasil rekayasa genetika terutama yang telah dilakukan oleh negara-negara maju). maka salinghubungan antara faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan sebagai P = G + E. kelembaban udara. Genotip sebagai G. Terlebih-lebih lagi penyimpangan terhadap takdir ini semakin jauh jika makhluk hidup yang baru itu dihasilkan dari rekayasa genetika. Jika kita bertempat tinggal di dataran rendah ingin sekali memiliki tanaman seperti itu tumbuh di halaman atau kebun rumah kita.Berbagai varietas tanaman padi . Jika Fenotip dinyatakan sebagai P. usaha domestikasi telah dimulai. bunga dahlia yang tumbuh di dataran tinggi mempunyai bunga yang amat menarik karena ukurannya besar dengan daun-daun yang hijau lebat. yang kesemuanya itu merupakan faktor lingkungan. Selama perjalanan sejarah. yang telah terpadu dengan faktor lingkungan. Faktor penyebabnya adalah adanya perbedaan yang amat menyolok yang disebabkan karena perbedaan beberapa kondisi di dataran tinggi yang berbeda dengan di dataran rendah seperti: suhu udara. sebenarnya merupakan pengejawantahan dari faktor-faktor bawaan atau faktor dalam disebut sebagai Genotip. kerapatan udara. Jadi menurut rumus di atas adalah E. 1986: 33). Domestikasi.Berbagai jenis anjing ras . dan sebagainya.KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. kekecewaanlah yang akan kita temui. Ciri atau karakteristik makhluk hidup yang dapat diketahui melalui indera kita disebut sebagai Fenotip.Dan sebagainya. Sebagai contoh. dan lingkungan sebagai E.Berbagai hibrida tanaman perkebunan.

biarpun G keduanya sama. dan O. Seandainya kemudian tanaman dahlia berbunga kecil itu telah menghasilkan alat reproduksi. yaitu pasangan alel gen yang menentukan golongan darah seseorang. Menurut Weisz (1965: 431) puncak perubahan di dalam proses evolusi ini ditandai dengan terbentuknya spesies baru dan jenis baru ini dalam kategori taksonomik menempati tingkatan yang lebih tinggi dari pada jenis asalnya. tumbuhan dan hewan. Pada populasi manusia. 2. 1965: 431). B. baik langsung maupun tidak langsung. maka P sebagai hasil interaksi antara G dan E menjadi berbeda pula. Biarpun antara sesama makhluk hidup itu saling tergantung. yang mempunyai hubungan dengan makhluk hidup yang bersangkutan dalam komunitas biotik. AB. Pada populasi makhluk hidup kita sering menjumpai individu-individu yang satu sama lain memiliki perbedaan sifat pada bagian-bagian tubuh tertentu. sedangkan lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup.Dataran tinggi : P = G + E . suhu dan keasaman (pH). cahaya. Kompetisi ini dalam rangka memperoleh makanan. Kumpulan makhluk hidup yang tergolong dalam satu jenis dinamakan populasi yang bersama-sama memiliki unggun gena (gen pool). selama perjalanan hidup masing-masing. Jadi ciri yang tampak karena lingkungan yang berbeda itu hanya bersifat sementara. misalnya.. Evolusi pada hakekatnya perubahan yang dialami oleh makhluk hidup pada tingkat populasi. akan tetapi antar unggun gena satu dengan yang lain aliran gena tidak dapat berlangsung. cahaya dan untuk wilayah kehidupannya (teritorial). setiap orang bergolongan satu diantara empat golongan tersebut. Di dalam komunitas biotik makhluk hidup satu sama lain tergantung. Lingkungan fisik antara lain meliputi keberadaan mineral. maka kedua makhluk hidup itu berbeda jenis atau antara keduanya memiliki unggun gena yang berbeda. kelembaban. Di dalam unggun gena satu dengan yang lain aliran gena (gen flow) dengan perantaraan perkawinan (Interbreeding) dalam anggota populasi. Pembentukan jenis baru ini dikenal dengan istilah spesiasi. . perbedaan golongan darah itu disebabkan oleh perbedaan genotip. Bila ditinjau secara genetik. Hal ini berarti jika aliran gena tidak dapat berlangsung. Ketergantungan Makhluk Hidup Pada Lingkungannya Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam cabang biologi yang disebut ekologi lingkungan pada makhluk hidup pada dasarnya meliputi lingkungan fisik dan lingkungan biotik. mereka juga bersaing (berkompetisi) untuk memperoleh sumber daya yang menunjang kehidupannya. tidak baka atau perubahan itu disebut sebagai modifikasi. umbinya ditumbuhkan kembali di tempat asalnya. tumbuhlah tanaman seperti semula. Oleh karena itu masalah utama tantang spesiasi adalah terjadinya penghalang (barier) reproduktif antara makhluk hidup (Weisz. Perbedaan fenotip dalam populasi makhluk hidup yang didasari oleh perbedaan genotipnya disebut sebagai variasi.Dataran rendah : P’ = G + E’ Karena E berbeda. mineral dan air. kita mengenal empat macam golongan darah A.

apakah makhluk hidup itu sebagai produsen atau konsumen? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk memahami istilah relung tersebut bila habitat boleh dipadankan (diasosiasikan) dengan kata alamat. Keadaan tersebut mungkin berupa banyak atau sedikitnya cahaya. dapat dipergunakan konsep-konsep biologik tentang habitat dan relung (Nasia = niche). banyak atau sedikitnya mineral yang terlarut dalam air tanah. mengemukakan sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum toleransi “kelimpahan atau penyebaran makhluk hidup dikontrol (dipengaruhi) oleh faktor-faktor yang melebihi tingkat toleransi maksimum dan minimum bagi makhluk hidup”.Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Jadi makhluk hidup dibatasioleh beberapa faktor yang berada di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan olehnya. Oleh sebab itu. topografi dan kebutuhan-kebutuhan biologi tumbuhan dan hewan. Faktor-faktor ini lebih dipusatkan pada keadaan iklim. pengertian istilah relung selain meliputi keadaan fisik dan kimia. 1968 : 228-229) Kalau kita meninjau berbagai komunitas biotik makhluk hidup. kita akan memperoleh kenyataan bahwa populasi-populasi penyusun komunitas satu dengan komuunitas lainnya tidaklah sama. Disamping itu seandainya antara komunitas satu dengan komunitas lainnya terdapat populasi jenis tertentu yang sama pada kedua komunitas itu. ahli ekologi kebangsaan Amerika. maka relung di padankan dengan kata profesi makhluk hidup dalam lingkungan biotiknya. Relung adalah tempat hidup yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam melakukan fungsi-fungsi kehidupannya. Tanaman padi di sawah itu akan berhenti melakukan pertumbuhan setelah nitrogen habis dipergunakan. seperti padang pasir. dan sebagainya. sedangkan cahaya. Sebagai contoh dalam hal makanan. dan zat kimia lainnya sebagai nutrien berlebihan. Sebagai contoh andaikan kandungan nitrogen di udara di atas sebidang sawah sangat sedikit. Justin Liebig. Maka boleh dikatakan bahwa habitat merupakan “alamat” makhluk hidup dalam komunitas biotik. banyak atau sedikitnya predator dan cukup atau kurangnya tempat perlindungan diri. apakah mineral-mineral yang telah di serap oleh tumbuhan dapat dikembalikan lagi ke lingkungan. Dalam hal penyebaran (distribusi) dan kelimpahan makhluk hidup. Satu macam faktor sudah cukup menentukan untuk dapat membatasi pertumbuhan makhluk hidup. air. Dalam keadaan seperti ini nitrogen adalah faktor pembatas pertumbuhan. biasanya distribusi dan kelimpahan (abudance) populasi dalam keduanya tidak sama. Istilah relung mengacu pada peranan makhluk hidup itu di dalam lingkungan biotiknya. Istilah habitat dapat mengacu kepada wilayah yang luas. juga meliputi faktor-faktor biotik yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk memelihara kehidupan dan perkembangbiakan (Baker. pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimanakah cara makhluk hidup memperoleh makanan. sedikit atau berkecukupannya faktor-faktor yang membantu keseimbangan nutrien. Hukum yang menyangkut faktor pembatas ini dikemukakan oleh ahli botani berkebangsaan Jerman. banyak atau sedikitnya makhluk hidup lain yang merupakan patogen. Walaupun sebenarnya Leibig hidup 70 tahun sebelum . sehingga dikenal sebagai hukum minimum Leibig. tinggi atau rendahnya kelembaban udara. yaitu Shelford. sehingga relung merupakan bagian yang lebih sempit dalam suatu habitat yang dan memiliki kekhususan bagi makhluk hidup. Habitat adalah tempat kehidupan makhluk hidup di dalam komunitas biotik. walaupun faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk kehidupannya masih dalam keadaan berlebihan dari tingkat kebutuhan yang diperlukan. perairan laut atau wilayah yang sangat sempit seperti usus manusia sebagai tempat hidup berbagai macam bakteri pembusuk.

kelimpahan. batas toleransi beberapa jenis makhluk hidup dapat digambarkan pada gambar 6. Memperhatikan gambar 6.maka kemudian di gabungkan menjadi hukum toleransi liebing-shelford: ”Keberadaan.namun karena adanya kemiripan antara kedua hukum tersebut.Shelford. Miller mengidentifikasikan berbagai pengaruh tekanan lingkungan pada tingkat organisasi biotik adalah sebagai berikut (Miller. 1982: 95) : 1. Pada tingkat Individu: .2.2 terlihat bahwa antara daerah kematian dengan optimum merupakan tekanan (Stess) lingkungan terhadap makhluk hidup. Tanaman dan hewan sangat bervariasi di dalam rentangan (range) toleransi terhadap faktor-faktor lingkungan yang berbeda. Dengan mengambil contoh toleransi terhadap suhu lingkungan. Secara umum rentangan toleransi dapat digambarkan pada gambar 6. Sebagai akibat tekanan lingkungan berbagai tingkat organisasi biotik dapat dipengaruhi. atau distribusidi tentukan oleh satu atau beberapa faktor pembatas yang terdapat dalam keadaan di atas atau di bawah tingkatan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup”.1.

a. Perubahan Fisika dan kimia sel tubuh b. Gangguan Mental c. Sedikit atau tidak sama sekal menghasilkan keturunan d. Kerusakan genetik (Eefek mutagenik) e. Kelainan cacat (efek teratogenik) f. Timbulnya jaringan kanker (efek karsinogen) g. Kematian 2. Pada tingkat Populasi a. Penurunan ukuran populasi b. Kenaikan ukuran populasi (jika predator alaminya punah atau berkurang) c. Perubahan sturktur umur (kematian yang tua, muda atau yang lemah) d. Seleksi alam dan terbentuknya idividu yang memiliki gen-gen resinten terhadap perubahan lingkungan e. Hilangnya keragaman genetik dan kemampuan adaptasi f. Kepunahan populasi 3. Pada tingkat komunitas-ekosistem a. Kekacauan dalam aliran energi - Perubahan dalam banyaknya input energi matahari - Perubahan dalam banyaknya panas yang dihasilkan - Perubahan jaringan-jaringan makanan dan pola kompetensi b. Gangguan dalam daur kimiawi - Kebocoran sistem (pergantian/perubahan dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka) - Adanya zat-zat baru (terkena buatan manusia, bahan-bahan sintetik) c. Penyederhanaan - Keragaman jenis menjadi redah - Kehilangan kepekan jenis

- Makin terdesaknya habitat dan relung makhluk hidup - Jaring-jaring makanan menjadi kurang kompleks - Stabilitas menurun - Kepunahan seluruh atau sebagian struktur dan fungsi ekosistem - Kembali kepada tingkat awal suksesi

Untuk dapat memahami materi Kegiatan Belajar ini, coba Anda kerjakan latihan berikut : Sebuah akuarium yang sudah “jadi” dapat dipergunakan sebagai contoh sebuah ekosistem. Gambar di bawah ini melukiskan sebuah akuarium yang sudah jadi (catatan : tiap makhluk hidup dalam gambar hendaklah diartikan sebagai populasi)

BAB VII PERKEMBANGAN MENUJU MANUSIA MODERN

PENDAHULUAN Hambatan dalam menelaah evolusi manusia dapat dipahami karena “rasa sebagai manusia dan kemanusiaannya” tersentuh, apalagi dalam pembentukan dirinya antara lain melalui pendidikan agama Pada bab ini akan dibicarakan hasil interpretasi para ahli tentang evolusi manusia dengan kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi. Disamping itu juga dibicarakan usaha yang membatasi antara ilmu pengetahuan dan agama. Hal ini penting karena diharapkan penelaahan evolusi manusia tidak lagi mendapat hambatan sehingga terjadi pertentangan, karena pada dasarnya apa yang tertera dalam kitab suci merupakan wahyu Ilahi. Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami evolusi primates dan perkembangannya menuju manusia modern

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 1. Informasi Non-Genetik Proses evolusi makhluk hidup yang menjadi sorotan tajam dan menjadi perdebatan yang hangat adalah evolusi manusia. Tegasnya kebanyakan orang (awam) mempertanyakan apakah manusia merupakan produk evolusi seperti halnya makhluk hidup yang lain. Dan bila benar demikian tentunya manusia berasal dari makhluk hidup yang lebih sederhana dan inilah yang menimbulkan “rasa tidak enak” pada orang-orang yang mempertanyakan tersebut, lebih-lebih bila dikatakan leluhur manusia adalah kera. Namaun disamping itu bila manusia merupakan produk evolusi, sehingga berkedudukan sebagai obyek, sehingga konsekuensinya adalah bahwa manusia masa kini akan berevolusi terus, dan tidak mustahil bila keturunan kita di masa mendatang adalah makhluk hidup yang jauh lebih “sempurna” dari kita, manusia

maka pada manusia selain informasi genetik dikenal adanya informasi non-genetik. Pewarisan ini dan adanya perubahan dari apa yang diwariskan menunjukkan adanya perkembangan yang semakin kompleks. dan berjalan dengan dua anggota (kaki). berkompetisi dengan makhluk lain untuk memperoleh makan. yang memberi gambaran tentang ciri-ciri biologik makhluk hidup yang bersangkutan. yang sikapnya tegak sampai yang digolongkan pada Homo sapiens. yang mempunyai kemiripan dari beberapa jenis binatang tertentu. yang selanjtnya duinamai Australopithecus africanus (australopithecus = kera dari selatan). Informasi non-genetik mencakup cara merespons lingkungan dan gejala perubahannya. yang sudah diidentifikasikan adalah apa yang sudah ditemukan oleh Bryan Pattersons di Kenya 5.5 juta tahun. ditemukan di Afar (Ethiopia) oleh Mary Leaky. yaitu Australopithecus robustus dan Australopithecus boisei. pola tradisi dan hasil budaya yang ditransisikan pada keturunannya. ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukan bahwa batu tersebut digunakan sebagai perkakas untuk berburu dan untuk melawan musuhnya. kebiasaan perilaku. yang berumur 3. maupun kemungkinan perkembangannya kemudian. dirasakan adanya aspek tertentu yang membedakan manusia dengan makhluk hidup yang lain. Sorotan perkembangan aspek psiko-sosisal yang dalam judul tulisan ini dimaknakan sebagai perkembangan informasi non-genetik dibatasi dari sorotan terhadap makhluk bipedal. Kalau dalam studi biologi kita mengenal adanya informasi-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi. membangun tempat berlindung. bahkan ada kesamaan mengenai unsur pembentuk raga yang paling dasar. tatapi juga sudah membuatnya. dengan semua makhluk hidup. yang selanjutnya diberi nama Homo habilis (habilis = tukang). bertumpu. mempertahankan diri dari lawan-lawannya. Pada situs. Ternyata selain Australopitesin disepakati para ahli sebagai pemakai perkakas ditemukan pula oleh suami istri Leakey tipe fosil yang lebih maju dari Australopitesin. adalah Australopitesin yang mungkin sudah muncul 8 – 10 juta tahun yang lalu.5 juta tahun yang lalu.sekarang terlepas dari aspek ragawi. Makhluk yang digolongkan sebagai hominid (pra-manusia) ini sebagian makan tumbuhan dan ada pula yang makan daging. Dengan alat tersebut makhluk hidup dapat memanfaatkan dan menguasai lingkungan hidupnya. Hal yang menarik yang dapat dikemukakan disini adalah pemakaian dan pembuatan alat untuk menopang eksistensi makhluk hidup. Yang lebih muda adalah Australopithecus afarensis. tempat ditemukannya fosil Australopithecus africanus si pemakan daging. . Makhluk bipedal yang sikapnya tegak yang paling tua yang ditemukan sampai hari ini. serta kemungkinan asal mulanya. menciptakan seni dan untuk upacara “keagamaan”. Dari peninggalan yang diperoleh para ahli berusaha untuk membuat interpretasi perkembangan evolusi dari aspek psiko-sosial. Disamping kedua Australopithesin tersebut masih dijumpai Australopithesin lain yang hidup sekitar 2 – 1 juta tahun yang lalu. membuat pakaian. disbut demikian karena ada tanda-tanda bahwa makhluk ini tidak sekedar pemakai alat. mulai dari sekedar membantu mempermudah memperoleh buruan.

.

.

si manusia raksasa yang hidup 600-500. Perkakas yang ditemukan digunakan untuk menunjukkan berkembangnya keterampilan dalam membuat alat. yang karenanya fosil itu ditandai dengan nama Sinanthropus atau selanjutnya lazim disebut “Homo erectus Pekinensis” hidup sekitar 500. Afrika (Tanzania. namun adanya ciri-ciri yang lebih berat pada ciri-ciri manusia.000 tahun yang lalu beberapa tempat di Asia (Jawa). dihuni oleh makhluk yang semula disebut Pithecantropus (oleh Duboi) yang berarti “manusia kera” .000 tahu yang lalu. Makhluk ini sudah mampu membuat alat untuk berburu yang kualitasnya lebih baik dari yang dibuat oleh Homo habilis dan ragamnya lebih banyak. yang berasal dari Asia (Jawa). Kenya) dan Eropa (Pegunungan Atlas). Setua manusia raksasa adalah fosil yang ditemukan di Goa Chou Kou Tien di China. juga alat yang terbuat dari kayu maupun tulang.Sekitar 700. Sampai begitu jauh penemuan fosil ini tidak menambah perbendaharaan pelacakan evolusi manusia ditinjau dari segi psiko-sosial/informasi non-genetik. maka sebutan yang lebih tepat adalah Homo erectus. . Dikenal selain alat yang terbuat dari batu. Dari peninggalan kerangka binatang yang menumpuk di tempat tertentu menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu ulung dan satu langkah yang lebih maju adalah adanya kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari sekitar 20 – 50 orang. Di Jawa peninggalan yang ditemukan oleh Von Koeningswad yang selanjutnya dikenal dengan Meganthopus palaeojavanicus.000 tahun yang lalu. Afrika (Rodensia) dan Eropa (Inggris). memberi masukkan data adanya oerkembangan yang lebih maju. dengan kata lain mereka sudah mengenal benda atau perkakas yang menghasilkan api. sehingga tidak lagi sekedar dipotong tetapi sudah di asah. Ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki alat untuk mengasah dan sudah timbul pengetahuan yang berkaitan dengan pemilihan bahan. Yang lebih menonjol lagi adalag bahwa makhluk ini sudah mengenal api. Penemuan yang menyangkut makhluk yang lebih kemudian.

000 – 20. Alat yang digunakan tidak terbatas pada alat berburu dan mempertahankan diri. tetapi juga tempat makanan dan minuman. . manusia raksasa dari Jawa (Meganthropus palaeojavanicus) yang juga terdapat di Sangiran. Suatu hal yang mengagumkan adalah bahwa mereka sudah menggunakan pewarna. Besar dugaan bahwa beruang tersebut dijadikan korban persembahan. dalam hal ini bentuk tengkorak dan volume otaknya masih jauh dari manusia modern. Para ahli yang disebut belakangan ini menyebutnya sebagai pra manusia Lembah Neander. macam binatang buruan. Lukisan daya magis yang lain adalah suatu bangunan berwujud patung wanita dengan tekanan pada ukuran buah dada. Contoh lain adalah ditemukannya kuburan yang berisikan kerangka manusia yang didampingi beruang raksasa lengkap. dalam hal ini seni lukis. Alat yang digunakan selain dibuat dari batu juga dari tulang atau tanduk.000 tahun yang lalu yang menarik adalah bahwa mereka sudah mengembangkan kesenian. Interpretasi terhadap lukisan-lukisan yang ada di goa antara lain. Pada manusia Cro-Magnon yang hidup sekitar 40. khususnya lukisan-lukisan di dinding goa atau celah-celah tebing terasing dan membahayakan bagi pelukisnya. misalnya gambar manusia dengan kepala bertanduk rusa dengan sorot mata yang tajam dan membawa tongkat sihir. mereka sudah mengenal adanya jarum yang dipergunakan untuk menjahit pakaian yang berupa kulit binatang. perkembangan yang lebih hanya yang menyangkut alat. Mengingat bahwa banyak penemuan fosil Homo erectus di Jawa.000 tahun yang lalu itu. namun ada sementara ahli yang berpendapat. Kalau pada fosil manusia pra Neanderthal (Pra Manusia dari lembah Neander). disamping fosil yang pernah disebut dimuka.000 tahun. Keadaan ini ada yang menterjemahkan sebagai benih kepercayaan adanya hidup sesudah mati.000 m di Juriss pada lereng gunung yang terjal dan hampir-hampir tak terjangkau oleh manusia. Manusia Trinil (ditemukan di desa Trinil. sungguhpun masih tergolong dalam Homo erectus. perut dan pinggul yang besar yang diduga digunakan sebagai lambang kesuburan.Fosil yang hidup sekitar 400.2). ada yang menganggap sebagai pra Homo sapiens. Pada manusia Lembah Neander sudah berkemabang benih adanya kepercayaan Supra Natural.000 – 60. Manusia Ngandong yang juga dari Solo. mengingat bahwa dari aspek fisik. juga diletakkannya tengkorak tersebut pada batu yang seakan– akan berfungsi sebagai bantal. maka dapat diketengahkan di sini beberapa penemuan seperti Homo erectus Mojokerto (Baca: Homo erectus dari Mojokerto) yang paling tua. begitu pula dari aspek psiko-sosialnya. bahwa anggapan tersebut terlalu maju. benih-benih keagamaan sebagai contoh adalah ditemukannya kuburan di Le Moustier yang berisi kerangka yang dikebumikan secara terhormat. Ini ditandai dengan adanya perkakas yang terpilih berada dalam kuburan tersebut. Ini mengingatkan bahwa kuburan tersebut terletak pada ketinggian 15. yang menurut para ahli dapat bertahan tetap cemerlang selama 40. maka pada manusia lembah Neander yang hidup sekitar 150. sebagai bentuk informasi tetang masalah perburuan. cara-cara mematikan atau menjebak dan yang khusus adalah adanya lukisan yang cenderung budaya menangis. Manusia Sangiran (dari desa Sangiran dekat Solo). Mungkin sekali gambar ini bertujuan untuk keberhasilan perburuan (Gambar 7.000 tahun yang lalu ada perkembangan dalam bidang lain. suatu lembah Bengawan Solo). Manusia Cro-Magnon diduga mengadakan pemujaan lewat lukisan-lukisan di dinding goa.

Dengan membandingkan “produk budaya”/Budaya yang berupa benda-benda peninggalan, baik yang dipakai, dibuat maupun karya-karya seni dan pola pemujaan, dapat disimpulkan bahwa semakin muda umur geologiknya semakin kompleks peninggalannya. Kemiripan dengan hasil budaya makhluk modern semakin nyata. Dengan demikian adanya arus informasi non-genetik dari generasi ke generasi rupanya mendekati suatu kenyataan. Dan mengingangat bahwa perkembangan hasil “Budaya”/budaya tersebut memakan waktu yang absolut lama, maka orang cenderung menyebut sebagai evolusi psiko-sosisal, evolusi budaya atau kultural. Hubungan manusia purba dengan lingkungannya menunjukkan bahwa ketergantungan mereka dengan alam, semakin muda usia geologiknya, semakin berkurang. Bila semula mereka tergantung dari kemurahan alam, menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, mereka berkembang menuju pada penguasa alam. Dari pegunungan api jelas bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang tidak lari dari api, bahkan menggunakannya untuk melawan alam, terhadap udara yang dingin dan menggunakannya sebagai sarana untuk mengusir binatang-binatang liar, disamping sebagai sarana berburu.

2. Kaitan “Evolusi Kultural” dan “Evolusi Biologik” Di awal bab ini telah dibicarakan adanya peninggalan-peninggalan “budaya” yang menunjukkan bahwa semakin muda umur fosil, semakin kompleks peninggalan “budayanya”. Apakah peninggalan yang semakin kompleks atau maju itu disebabkan oleh adanya informasi non-genetik yang ditransmisikan dari generasi ke generasi, tentunya hal itu yang harus dijawab, kalau kita akan bicara masalah evolusi kultural. Perkembangan aspek psiko-sosial dari individu tidak lepas dari perkembangan biologiknya, dan atas dasar inilah orang cenderung untuk mencoba mencari hubungan antara peninggalan yang mempunyai aspek psiko-sosial dan aspek ragawinya. Analisis untuk mencari kaitan dimaksud sudah barang tentu bersifat interpretatif dengan menggunakan modal objek konkret berupa peninggalan dan modal analisis dan perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Hal ini penting dikemukakan oleh karena bertambahnya ilmu pengetahuan yang melaju dengan pesat dan bertambahnya penemuan hasil eksplorasi dengan teknologi canggih, sangat boleh jadi mengubah pendapat, hasil analisis tersebut. Lebih-lebih karena membicarakan evolusi manusia adalah membicarakan diri kita sendiri, oleh karena itu tidak dapat dielakkan adanya rancu ilmiah (Scientific bias) dan rancu kultural (Cultural Bias). Upaya untuk mencari hubungan seperti dimaksud di atas, menurut ahli antropologi, merupakan suatu keharusan, karena manusia adalah bagian integral dari alam, dari suatu segi mempunyai kedudukan

yang sama dengan makhluk hidup yang lain, jadi merupakan produk evolusi dan dari segi lain mempunyai kemampuan dan potensi yang khas, yang dapat mempengaruhi alam sekelilingnya. Sotoran pada aspek biologik pada makhluk-makhluk yang dianggap leluhur manusia, atau setidaktidaknya diduga mempunyai leluhur yang sama dengan manusia atau hidup berdampingan pada waktu yang lama.

. kedudukan kepala dalam kaitannya dengan kedudukan otot-otot tertentu. Ketiga bagian tersebut merupakan kunci yang antara lain dapat memberikan gambaran tentang posisi tubuh. perilaku gerak dalam kaitannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan fisologik.2). Pada manusia sekarang kedudukannya tulang-tulang tersebut. Letak alat indera. Bagi makhluk arboreal ini sangat berarti untuk ketepatan sasaran yang akan dicapai. sungguhpun tidak menjamin kecepatan gerak. bentuk dan perilaku makan.Pada fosil makhluk-makhluk tersebut analisis utama dapat ditunjukkan pada bagian-bagian yang paling pokok. yang memberi keuntungan pada usaha membela diri. seperti pemeliharaan atau mengasuh anak/keturunan dan meraba serta untuk komunikasi dalam bentuk isyarat. Bipedalisme. perilaku gerak dalam kaitannya dengan tanggapan terhadap rangsang. telapak kaki tidak seluruhnya secara merata menapak di landasan.3). sehingga bila kaki ditapakkan. yaitu: kaki. tangan dan kepala. melebihi perkembangan indera penciuman dan pendengar. Panjang tulang-tulang. sehingga obyek tiga dimensi dapat tertangkap sebagaimana keadaan yang sebenarnya. bagian temporal berkaitan dengan tutur dan ingatan. Bentuk tengkorak memberi kemungkinan perkembangan bagian-bagian otak tertentu. menggunakan dan membuat alat bantu untuk pemenuhan kebutuhan fisiologik. tetapi ada keleluasaan gerak. jarak dahan ke dahan dapat terindera secara tepat. lurus atau bengkok ikut pula menentukan. sewaktu masih hidup (Lihat Gambar 7. kedudukan alat indera dan besarnya potensi penginderaanya. misalnya mata. kemampuan memilih. yang terletak pada suatu bidang memungkinkan adanya penginderaan binokuler. Dari bentuk tulang pinggul dapat diperkirakan posisi tubuh fosil yang diteliti. Pada makhluk arboreal. mencari makan dan menghasilkan karya mulai bentuk yang paling sederhana seperti kapak genggam sampai karya yang bernilai seni seperti halnya Manusia Cro-Magnon (Lihat Gambar 7. kondisi tulang. sedang pada makhluk teresterial koordinasi tangan dan mata merupakan sarat pembutan alat perkakas. kemudian pula besarnya tulang-tulang tersebut. disamping bentuk-bentuk lambang lain yang telah dikemukakan di awal bab ini dinyatakan sebagai transmisi informasi non-genetik. volume otak dan perkembangan bagianbagiannya. Dari segi lain bipedalisme memberi kebebasan pada ekstremitas superior yang memberi keuntungan dalam rangka membela diri. Karya bentuk lukisan tersebut hanya akan terwujud bila ibu jari dapat bergerak secara luwes (prehensil) dan dapat dipertemukan dengan jarijarinya atau paking tidak dengan jari telunjuk. begitu juga kedudukan tulang telapak kaki. panjang kaki ikut menentukan gerak atau kegesitan gerak. sedemikian rupa keadaannya. Keuntungan lain dari ekstremitas superior dari fungsi lokomosi adalah dipengaruhinya fungsi lain. pinggul. bagian occipital ada hubungannya dengan penyimpanan informasi. seperti bagian frontal yang berkaitan dengan gerak. Pada makhluk teresterial penginderaan stereoskopik memberikan kemampuan pandang dalam yang memungkinkan dapat mengindera dengan cermat. dan pada perkembangannya memungkinakan penginderaan stereoskopik. yang hidup di pepohonan. Pada makhluk arboreal dan teresterial dan teresterial perkembangan penglihatan dan perabaan yang semakin maju. suatu bentuk aktivitas psiko-sosial.

Sementara para ahli beranggapan bahwa makhluk tersebut telah mampu membuat alat.Semakin luas dan kompleksnya pengideraan baik melalui indera penglihatan maupun peraba. serta menonjol ke muka. seperti yang dikemukakan oleh Von Koenigswald di Jawa. dalam hal ini terjadi di cortek cerebri. Fosil yang lebih muda adalah fosil yang semula dijuluki sebagai manusia kera atau Pithecanthropus. Di antara Australopithesin yang dikenal diantaranya yang paling muda adalah Australopithecus boisei. fosil yang sangat mirip dengan Homo erectus penemuan Von Koenigswald adalah Homo erectus Peking yang semula disebut sebagai Sinanthropus. Dari tengkorak yang ditemukan terlihat bahwa kapasitas otaknya lebih besar dari Australopitesin. Dibedakan Australopitesin pemakan tumbyhan seperti Australopithecus robustus. . kapasitas otaknya 700 cc. Dengan demikian statusnya kebalikan dari Australopithecus yang dijuluki kera yang mirip manusia. mempunyai kapabilitas untuk membuat alat. Gigi geligi pada rahang memberi ilustrasi apakah sewaktu hidup makanannya berasal dari tumbuhan atau berupa daging. nyata dapat dibedakan dari yang ada disekitarnya. mekanisme neural untuk mengevaluasi masukkan sensorik. Geligi yang merupakan indikator apakah pemakan daging dapat dikaitkan dengan bentuk dan susunan tangan yang luwes. manusia jawa yang berkapasitas 900 cc. mengisyaratkan sulitnya komunikasi secara lisan. Kepala menggantung karena foramen magnum berada di belakang. demikian pula adanya guratan yang menunjukkan tempat pertautan otot yang kuat. disebut demikian karena di Musium Nasional Kenya tercatat sebagai fosil yang bernomor 1470. Fosil ini kemudian dikenal sebagai manusia 1470. yang karena berdiri tegak. Dari pendapat yang pertama dapat diartikan bahwa Australopiesin dan leluhur Homo haiblis bersia sekitar 2. ciri ke-kera-an selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah. membawa konsekuensi perkembangan sistem masukkan sensorik. rahang masif dan geligi kekeraan. Namun kemudian dari hasil penggalian Leaky suami istri. Namun sengketa tentang julukan Homo berkembang dan ada yang beranggapan bahwa “Homo habilis” adalah Australopitesin yang sudah maju. dan tangannya menurut Napier. Tengkorak dari anak-anak dari apa yang disebut Homo erectus Mojokerto saja. Volume otak Homo erectus berkisar antara 700 – 900 cc. yang juga berfungsi untuk formulasi dan inisiasi tanggapan terhadap stimulasi lingkungan yang diindera. tengkoraknya halus cenderung membulat. dan dikenal sebagai pemakan daging. Perkiraan ini didasarkan pada penemuan Richard Leaky di danau Turkana yang 800 cc. ditemukan di Olduval (tanganyika) fosil yang oleh mereka disebut sebagai Homo habilis si manusia tukang. Makhluk bipedal yang berpostur tegak atau hampir tegak yang oleh sementara ahli digolongkan pada homonid (menyerupai manusia) adalah Australopitesin (kera dari selatan). dilihat dari geliginya dan pemakan daging seperti Australopithecus boisei. disebut Pithecanthropus erectus. Namun kemudian julukan tersebut dirubah menjadi Homo erectus karena ciri-ciri manusianya lebih menonjol. tulang kening yang menonjol. Volume otak berkisar antara 400 – 530 cc.5 juta tahun. yang ahli dalam penelaahan fungsi tangan. Rahang bawah yang masif dan karenanya berat.

perkembangan bagian tubuh tertentu semakin mirip dengan manusia modern. yang letaknya dibelakang telinga. semakin muda umur geologik fosil. Tengkorak tipis. Catatan fosil yang khusus adalah fosil manusia Swanscombe dari lembah sungai Thames (London) yang ternyata kemungkinan besar lebh tua dari manusia lembah Neander. makin kompleks perkembangan budaya. fosil ini di juluki Pra-Neanderthal. juga yang lain. meskipun ciri adanya tulang kening dan tidak adanya dagu masih mewarnai bentuk tengkorak keseluruhan. adalah benar-benar makhluk yang mirip dengan Homo sapiens. dahi tinggi. oss. Manifestasi dengan semakin besarnya volume otak tersebut adalah adanya gejala pemujaan suatu yang abstrak. namun lebih berkemang dibanding dengan manusia Lembah Neander. Disamping itu gigi geligi yang serupa manusia . . Pertanyaan yang timbul adalah apakah perkembangan raga tersebut ada kesinambungannya. Besarnya otak ini selanjutnya dikaitkan pula dengan api adalah suatu yang menarik. Bentuk bagian tengkorak tidak seekstrim pada Homo erectus ataupun Australopiithecus. tonjolan tulang tengkorak. Fosil manusia Cro-Magnon. sedang proporsi rahangnya mirip proporsi rahang manusia. dan aspek psikososialnya. Namun demikian ciri kekeraan yang masih terlihat adalah tulang kening yang menonjol dan masif serta dahi yang melereng (agak kurang). Tengkorak manusia Lembah Neander menunjukkan semakin dekat ciri manusia modern. garis-garis primitif memang masih kelihatan.Fosil yang lebih muda yang kemudian disebut manusia Trinil dan manusia Ngandong (Homo erectus Soloensis) disebut demikian karena letak kedua kota tersebut adalah dekat Bengawan Solo. melalui penginderaan mata. namun belum dapat digolongkan pada manusia modern.000 tahun yang lalu. tetapi sekaligus menakutkan bagi binatang. tidak ada taring yang muncul.000 – 10. Ciri yang mendekati ciri manusia adalah adanya prosessus mastoideus. mastoideus. pada Homo erectus Peking. untuk dapat dikatakan sebagai suatu proses evolusi.000 cc. Yang mengherankan adalah besarnya otak sama dengan otak manusia modern. yaitu Steinheim merupakan manusia modern yang muncul terlalu dini. mulut tidak monyong sedang besarnya otak sama dengan manusia modern. mempunyai kapasitas otoak antara 900 – 1. namun mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan Homo sapiens. mereka telah mulai berabstraksi dan setidak-tidaknya berkhayal. yang hidup 40. Sementara ahli beranggapan bahwa Manusia Swanscombe. Secara lepas makin muda umur geologik fosil. Diperkirakan otak Homo erectus mempu memanipulasi api tidak saja untuk memanasi tubuh tetapi untuk keperluan yang lain.

Fosil tersebut menunjukkan adanya campuran yang lebih. Keadaan inilah yang diungkapkan dengan kalimat “Bahwa manusia adalah bagian integral dari alam”. dan dianggap sebagai untuk mencari kelengkapan informasi tentang fosil tersebut. 3. Lalu arah evolusi manakah yang benar? Ternyata kemudian pada permulaan 1950. Potensi Manusia dalam Evolusi Hingga dewasa ini evolusi yang menyangkut manusia masih saja mengundang perdebatan yang sengit. memberikan gambaran kemungkinan adanya kesinambungan informasi genetik. Sehingga pada tahun 1912. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mencoba mencari bentuk-bentuk antara. Akhirnya manusia Piltdown disisihkan dari percaturan penelitian fosil-fosil antara. Para ahli masih mencari bentuk peralihan yang lebih “halus”. dengan rahang bawah yang mempunyai ciri kera. semua itu tidak melegakan harapan. karena telah direkonstruksi bentuk fosil itu nyata-nyata merupakan tengkorak manusia modern. hasil suatu kikiran yang cukup halus. Hal ini penting oleh karena hebatnya pro dan kontra terhadap teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang menyatakan bahwa spesies itu mengalami perubahan dari masa ke masa. dengan pengujian kimiawi. meskipun mulai ada tanda-tanda pengertian bahwa manusia bukanlah makhluk yang dapat terbebas dari pengaruh perubahan lingkungan dan manusia tidak pula luput dari efek negatif perbuatannya dalam memanfaatkan alam sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Fosil tersebut pernah dinamai Eoanthropus Dawnsoni. para ahli merasa curiga. karena fosil yang ditemukan adalah cenderung menunjukkan tengkorak yang menyerupai kera dan rahang yang menyerupai manusia. Dari penemuan Australopitesin yang dianggap sebagai kera yang mempunyai ciri manusia. antara manusia dengan kera.Munculnya Homo hibilis pada masa “kejayaan” Australopithecus. Hal ini menilik warna tulang yang kepurba-purbaan dan bentuk gigi yang kekera-keraan. dan munculnya manusia Swanscombe bersamaan waktunya dengan Homo erectus. kemudian manusia kera yang dinyatakan cenderung sebagai manusia tetapi masih mempunyai ciri kera. . meskipun demikian dengan membandingkan fosil tersebut dengan penemuan lain. ternyata bahwa fosil tersebut palsu. integral. Charles Dawson menemukan fosil di Piltdown (Inggris) yang benar-benar dapat mewakili bentuk antara yang dicari. perubahan itu dapat begitu jauh hingga dapat menjadi spesies baru. maupun manusia kera (Pithechantropus) masih terlalu harus. karena ciri-ciri yang ada pada Australopitesin. Tengkorak tersebut adalah hasil rakitan yang cermat tentunya oleh orang yang mengenal kimia dan anatomi. tanpa dapat mengelak dari pengaruh lingkungan. melalui Horine Test serta melalui analisis anatomi. suatu bentuk “campuran” dalam arti sebenarnya.

tetapi lebih pada yang tersirat. Sudah barang tentu hal ini sekedar di dasari pada pemikiran analogik belaka.disamping mulai diadakannya eksperimentasi dengan ilmu dan alat mutakhir yang dapat menunjang mempertajam bila perlu membenahi atau merombak gagasan evolusi. Pendapat ini jelas bersumber dari Kitab Suci. dengan menggunakan kitab suci sebagai bahan acuannya. Uskub Oxford. orang dapat memahami bahwa sebutan “hari” dalam Kitab Suci yang menyangkut ciptaan bumi dan seisinya tidak dapat disamakan dengan “hari” seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang. Mereka dapat melakukan hal ini dengan lebih terbuka. Ciptaan khusus (Special Creation) menyatakan bahwa setiap spesies diciptakan secara khusus oleh suatu kekuatan yang disebut sebagai “Super Natural Power”. bila benar manusia itu produk evolusi dan bila evolusi itu terus berlangsung seperti yang terjadi di masa lampau. dengan kemarahan yang luar biasa membakar hadirin untuk membakar teori Darwin. kebanyakan orang berpendapat bahwa spesies (makhluk) hidup itu suatu ciptaan. Lebih dari itu banyak para ahli termasuk para ulama. Dalam ilmu pengetahuan saat itu berkemabang pendapat tentang tetang “Special Creation” yang intinya pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang diacu dari Kitab Suci. paleontologik. maka dewasa ini orang dapat memahami teori tersebut. mencoba menelaah evolusi manusia. Sebagaimana diketahui sebelum Charles Darwin mengemukakan gagasannya tentang asal mula spesies. Para ulama kini cenderung memahami Kitab Suci tidak secara harfiah. karena disini kita mengaku bahwa Kitab Suci berisikan Wahyu Illahi. membuat orang berhati-hati karena dikemudian hari ternyata teori tersebut benar. meskipun pengungkapannya berbeda. Perkembangan ilmu pengetahuan yang juga membentuk cara berfikir dan bersikap. memberi kemampuan pada manusia dalam abad ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. Senada dengan itu pula setelah dipahami bahwa panjang hari di planet bumi tidak sama dengan di planet-planet lain. Kini banyak buku-buku yang mencoba untuk menelaah proses evolusi. orang berusaha untuk mencari titik temu yang menjembatani antara Ilmu pengetahuam dengan Agama. dan bukan buatan Orang karena itu kebenaran yang terkandung adalah mutlak dan kekal.Kalau di masa lalu ulama Gereja. kini mulai berubah. . Sudah barang tentu hal inipun mengundang perdebatan pula karena perlu diketahui pula pendapat bahwa Agama tidak dapat dicampur adukan dengan ilmu pengetahuan dalam penggunaannya sebagai pisau analisis masalah yang berkembang. maka keturunan manusia dikemudian hari adalah makhluk yang lebih sempurna dibanding dengan manusia masa kini. untuk memahami apa yang ada di “balik” kata-kata dalam Kitab Suci itu. yaitu 24 jam dalam sehari semalam. melalui eksplorasi dari aspek Geologik. Namun pengalaman menyedihkan dimasa lampau yang menyangkut hukuman mati terhadap Galileo Galilei karena mempertahankan faham “Heliosentris” dari Capernicus. maupun arkeologik. Jelas hal ini tidak terjadi pada abad IX dan sebelumnya. tanpa ada kejelasan dalam hal apa kelebihannya dan bagaimana mekanismenya. meskipun hal tersebut tidak berarti menyetujuinya. seperti yang tersurat. yang bernama Samuel Wilberforce (1860). Sementara orang awam berpendapat. termasuk asal-usul manusia dengan menggunakan Kitab Suci. Catatan khusus akan hal ini akan berlaku bagi kita yang hidup di Negara Pancasila ini. Bagaimanapun hal ini mendorong para ahli untuk mendoba mengungkap kebenaran proses evolusi.

Homo habilis – Homo erectus (Pithecanthropus) . Pendapat yang lain adalah bahwa Homo habilis lah yang merupakan titik mula leluhur manusia. Pendekatan Biokimiawi dan Biofisikawi dapat memberi harapan gambaran hubungan antar spesies dari peninggalan yang konkret. Pengertian lain yang timbul adalah pengertian Biospecies. Dimulai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi yang menyangjut makhluk-makhluk hidup yang mendahului manusia modern. makhluk hidup dapat mengalami modifikasi. Hanya enam tahun kemudian pertanyaan yang tidak terjawab mengenai mekanisme seleksi alam. Salah satu kemungkinan adalah menganggap bahwa garis tersebut dimulai dari Australopithecus.Manusia Lembah Neander – Manusia Cro-magnon . jawabannya tersimpul hasil percobaan-percobaan oleh Mendel dan para ahli ilmu Genetika. mungkin saja meskipun tidak menjadi keharusan. Ini berarti bahwa antara mereka yang hidup pada dimensi waktu yang jauh. Dari kemugkinan mata rantai tersebut kemungkinan yang lain adalah adanya kemungkinan pertukaran gena antara yang diduga sebagai leluhur manusia. dan mereka disebut sebagai Chronospecies. Dalam pelacakan menuju perkembangan menuju manusia modern banyak dugaan yang timbul mengenai mata rantai mulai dari makhluk yang diduga sebagai pra manusia modern. Gambar 7. Ilustrasi beriut memberi gambaran tentang Biospecies dan Chronospecies. Pengertian ini dilandasi oleh pengertian bahwa dalam perjalanan waktu. untuk selanjutnya dapat digambarkan sebagai berikut: Homo habilis – Manusia lembah Neander – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern atau dengan adanya ciri-ciri yang lebih manusia pada manusia Swanscombe maka kemungkinan urutannya menjadi Homo habilis – Manusia :”Swanscombe” (mempunyai ciri yang sama dengan manusia Swanscombe yang ditemukan di lembah sungai Thames) – Manusia Cro-Magnon – Manusia Modern. suatu saat keduanya tak mungkin mengadakan pertukaran gena. yang timbul dan berkembang dalam kurun waktu yang sama. ataupun mutasi kecil sehingga dalam dimensi waktu tertentu. Pendapat Charles Darwin ini lebih berupa sebagai interpretasi dari pada kenyataan.. Jelas menggunakan pengalaman dan ide dari genetika berkedudukan sebagai analisis pikir murni. interpretasi yang tidak dilandasi oleh teori yang kuat.Manusia modern. terjadinya spesies baru menurut Charles Darwin dapat terjadi akibat terjadinya seleksi alam. yang bipedal. Dari percobaan-percobaan penyilangan maupun yang berlangsung secara alami selalu ada kemungkinan munculnya varian yang jauh berbeda dengan keturunan yang lain. Kemungkinan pertukran gena antar populasi kecil (sub Populasi) dapat terjadi. . meskipun tidak harus demikian. yang hidup dalam saat yang bersamaan dan mempunyai relung (niche) yang sama.5 memperlihatkan tentang kemajuan terjadinya pertukaran gena antara sub populasi karena mengandung informasi genetik yang sama.Pada bab sebelumnya telah disinggung bahwa. Apakah varian yang khas ini dapat mengadakan pertukaran gena dengan yang lain. Masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi. modifikasi berlanjut. keturunannya tidak mungkin untuk saling tukar-menukar gena.

Menurut Teilhard fase-fase evolusi pada makhluk tersebut telah memasuki fase noosfera atau fase pikiran.Kenyataan bahwa manusia Cro-Magnon perkembangan fisik tidak lagi nyata. Dalam hal ini Theilhard de Chardin berpendapat bahwa perkembangan yang terjadi adalah perkembangan kesadaran batin. .

Manusia cenderung untuk mengarahkan sendiri ciri-ciri keturunannya di masa datang. menurut Teilhard justru dimulai dari perkembangan internalnya. menunjukkan kecenderungan bahwa semakin muda usia geologik pendahulu manusia modern. Apakah manusia sekarang memiliki sifat-sifat yang lebih luhur dari nenek moyang kita leluhur manusia yang masih berbudaya alami?. disamping dapat digunakan untuk melacak ciri apa yang berkembang sebelumya dan ciri apa yang akan berkembang dikemudian hari. informasi non genetikpun dipergunakan sebagai ciri penyandang informasi dan dapat dipergunakanuntuk meramalkan ciri apa saja yang akan muncul dikemudian hari. perubahan cara berpikir. terlebih bila berkaitan dengan pelaksanaan informasi lisan. Kompleksitas dengan tubuh berkaitan dengan kompleksitas fungsi yang dapat dijangkau. semakin jelaslah peran “kesadaran batinnya”. tetapi selanjutnya perkemabangannya adalah terjadi suatu evolusi dalam mewujudkan relungnya (niche). tetapi juga terhadap lingkungan kulturnya. Kesulitannya adalah bahwa peninggalan yang ada tidak lengkap.Mengenai “kesadaran batin” sesungguhnya tidak hanya dijumpai pada manusia saja. Hal ini mungkin benar pada Australopitesin. bersikap dan bertindak memungkinkan terjadinya alur gena secara leluasa. Sebagaimana informasi genetik. kemudian perwujudan keluarnya adalah sebagai suatu bentuk aksi pada lingkungan. peperangan. Pada evolusi manusia interaksi dengan lingkungan. seleksi alam dan spesiasi tidak lagi semata-mata tergantung alam. dan ini terus berkembang samapai mendekati titik omega (w) yaitu mendekati sifat-sifat Tuhan. Kata mendekati harus digaris bawahi karena bagaimanapun sifat itu tidak pernah akan tercapai disamping itu menjadi pertanyaan besar. Itulah sebabnya sementara para ahli berpendapat bahwa adaptasi manusia dalam perkembangan evolusinya tidak semata-mata terhadap alam. bahkan bukan sekedar alur potensi tetapi sekaligus alur produk budayanya. . Bahan yang diinformasikan dapat mengalami perubahan. RANGKUMAN Seperti halnya dalam genetika. Evolusi “kesadaran batin” menurut Teilhard mencapai puncaknya pada manusia. yang penuh dengan hingar-bingar. karena adanya interaksi dengan perkembangan lingkungan hidupnya. Komunikasi yang terbuka. transportasi yang canggih. tetapi memang bahwa kesadaran batin pada manusia merupakan bentuk paling tinggi. Evolusi yang menuju pada manusia modern. informasi non genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. Manusia tidak semata-mata beradaptasi terhadap lingkungannya. Adaptasi. penyimpangan norma dan nilai-nilau luhur yang sudah menjadi tradisi. dan segala macam kekerasan. Sampai-sampai kekerasanpun kini sudah melembaga. melihat keadaan dewasa ini. Peninggalan berupa tulang hanya dapat digunakan untuk memperkirakan fungsi yang diemban. perkosaan. Relung (niche) ekologik cenderung menjadi seragam namun semakin jauh dari sentuhan alam.

TES FORMATIF 1. Perkembangan psiko-sosial D. dari aspek biologik tidak ada kaitannya D. Bertentangan dengan kitab suci 4. Perbedaan evolusi manusia dan hewan adalah adanya A. Melalui contoh/pengamatan proses pembuatan D. Menyangkut harkat dan martabat manusioa D. Perdebatan mengenai proses evolusi manusia disebabkan karena . Mana yang lebih dulu antara makan daging dan aspek biologik tidak dapat ditentukan . . . maka terjadilah perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik C. Dari pemikiran evolusi. Melalui Lambang Non Verbal C. Kesulitan menemukan fosil B. Karena sudah maju dari aspek biologis. Kesulitan menafsie umur C. Informasi non genetik ditransmisikan pada pendahulu manusia melalui cara berikut. Karena makan daging. Melalui benda peninggalan 2. Perkembangan organ-organ tubuh 3. maka makhluk tersebut makan daging B. Transmisi informasi non genetik B. kecuali: A. Makan daging dan perkembangan maju. A. Transmisi informasi genetik C. Secara Lisan B. pernyatan mana benar? A.

4. 2. C.100% = baik sekali 70% . Yang paling menimbulkan perdebatan sengit dalam membicarakan evolusi manusia adalah karena menyangkut harkat dan martabat manusia.79 % = cukup 80% Jika saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih.Cocokkan jawaban saudara dengan kunci tes formatif. Adanya perkembangan psiko-sosiallah yang membedakan antara evolusi manusia dengan hewan. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan saudara terhadap materi yang dipelajari. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 1. saudara harus mengulangi lagi mempelajari bab ini terutama bagian yang belum dikuasai. Informasi non genetik ditransmisikan oleh para pendahulu manusia melalui lambang. B. dimana karena makan daging maka terjadi perkembangan yang lebih maju dari aspek biologik. 3. alatalat yang terbuat dari batu atau tulang. DAFTAR PUSTAKA . saudara dapat meneruskan ke bab berikutnya. lukisan. Ada hubungan antara jenis makanan dengan perkembangan aspek biologik. dan sebagainya. Tetapi jika kurang dari 80%. A. C. Rumus: Jumlah jawaban yang benar Tingkat penguasaan = X 100% Jumlah soal Taraf Penguasaan: 90% .

Dubuque.. Dobzhansky Theodosius. Ehrlich. 3rd Ed.C. Cann L. Toronto. Manusia Purba. 1992. Iowa. Jakarta: Tira Pustaka. 1967. Georgia. The Origin of Species. Howell Clark. Principles of Genetics. Simmons M.G.. Simpson C. 1996. 1976. Scientific American. New York: Yale Univ. 1974. Biology. Biological Science. 1987. Ridley Mark. 1979. Evolusi.W Norton & Comp. Brown Publishers..H. 1979. and Wilson A. . New York: Avenel Bodes. 1979. Blackwell Science. Evolution. Singapore. 1989. Inc.C.C.R. More Kuth.p. Gardner E. The Recent African Genesis of Humans. New York. Freeman and Company. Evolution.J. Jakarta: Tira Pustaka. et al. Biology. New York: Mc Graw-Hill Book Company.P.Campbell’s. 2nd Ed. Wm. Atlanta. Paul R. Johnson L.. 1984. W. The Benjamin/Cummings Publishing Company. The Proces of Evolution. Darwin Charles. Press. 2nd Ed. 20 – 27.Inc. San Fransisco. Snustad D.. 8th Ed. Inc. New York: W. The Meaning of Evolution. Keeton Gould. John Wiley & Sons.

R. The Ecology and Evolution of Animal Behaviour. and Thorne A. 28 – 33.Wallace. Wolpoff M.H. 1973.p. 1992.G.A. . Comp. California: Good Year Publishing. Scientific American. The Multiregions Evolutions of Humans.

BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI KODE MATA KULIAH/SKS: 4314-2-2373/2 Oleh .

Pd. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNVERSITAS NEGERI GORONTALO 2006 KATA PENGANTAR Bahan ajar evolusi disusun berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. GBPP. .Dra. Selanjutnya bahan ajar ini dipersembahkan untuk dijadikan bahan bacaan pustaka oleh yang membutuhkan. Isi bahan ajar ini disusun berdasarkan Analisis Instruksinal. Saran dan Kritikan sangat dibutuhkan untuk perbaikan dan penyempuranaannya. M. dan Kontrak Perkuliahan yang dapat menjadi pegangan bagi mahasiswa dan dosen dalam mempelajari Evolusi. Frida Maryati Yusuf. Sehubungan dengan hal tersebut. penulis mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam penulisan bahan ajar ini. SAP. serta ucapan terima kasih atas bantuan dan saran yang telah dan akan diberikan kepada penulis.

.

bukti-bukti/petunjuk adanya evolusi. variasi dan seleksi alam. Asal usul kehidupan dan keanekaragaman. konsep spesies dan mekanisme spesiasi. Evolusi Primates dan perkembangan menuju manusia modern. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup. 2. karena dengan mata kuliah ini dapat menelaah dan menganalisis teori evolusi dengan melihat bukti-bukti evolusi serta akhirnya dapat menempatkan teori evolusi pada proporsi yang benar. Deskripsi Singkat Mata kuliah ini berisi tentang sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup. Tujuan Instruksional Umum . 3. Kegunaan Mata Kuliah Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa. Pemahaman evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.DAFTAR ISI BAHAN AJAR MATA KULIAH EVOLUSI TINJAUAN MATA KULIAH 1.

Mintalah petunjuk dari dosen jika ada yang belum terselesaikan baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas d.Setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester. Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap kali pertemuan b. Susunan Bahan Ajar 5. Petunjuk Bagi Mahasiswa a. Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literature maupun perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan khususnya evolusi melalui media internet c. mahasiswa diharapkan mampu: a) Menjelaskan sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup b) Menunjukkan bahwa evolusi benar-benar terjadi c) Menjelaskan asal usul kehidupan dan keanekaragaman d) Menganalisa konsep spesies dan mekanisme spesiasi e) Memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan perkembangan evolutif makhluk hidup f) Memahami evolusi dari aspek interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya g) Menjelaskan evolusi primates dan perkembangan menuju manusia modern 4. Kerjakan setiap tugas terstruktur yang diberikan setiap akhir pertemuan dengan baik .

.

.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Diposkan oleh ABDULLAH di 07:54 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog ▼ 2010 (4) ▼ Oktober (4) Materi kuliah evolusi Materi kuliah entomologi Materi kuliah entomologi Mengenai Saya ABDULLAH Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc. Diberdayakan oleh Blogger. Gambar template oleh saw..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->