HUBUNGAN ANTARA IKLIM DAN TANAMAN

sumber : http://ustadzklimat.blogspot.com

Gambar 1. Hamparan sawah Iklim merupakan kebiasaan alam yang digerakkan oleh gabungan beberapa unsur yaitu, radiasi matahari, temperatur, kelembapan awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsurunsur tersebut berbeda pada tempat yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu disebabkan karena adanya faktor iklim atau yang disebut juga dengan pengendali iklim, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. ketinggian tempat latitude atau garis lintang daerah tekanan arus laut permukaan tanah

Pengaruh timbal balik antara faktor tersebut akan menentukan pola yang diperlihatkan oleh unsur. Tetapi sebaliknya, unsur-unsur tersebut pada suatu batas tertentu akan mempengaruhi faktor juga, sehingga keadaannya cenderung untuk melanjutkan proses timbal balik tadi. Batas pola yang ditentukan umumnya stabil. Terjadinya penyimpangan tidak dapat dihindari pada proses tersebut. Penyimpangan yang dimaksud sesungguhnya adalah pengecualian yang harus diperhatikan. Sebagai contoh hal yang harus dikemukakan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Musim kemarau yang panjang 2. Curah hujan yang terus-menerus selama beberapa hari serta demikian lebat. 3. Perubahan suhu yang lebih panas daripada biasanya. Penyimpangan di atas sebagai pengecualian dari keadaan yang biasanya (menurut hasil perhitungan dan prakiraan para ahli dan pengalaman berpuluh tahun telah menguji kebenarannya) walaupun kejadiannya hanya sebentar. Penyimpangan tersebut dapat menimbulkan bencana baik bagi manusia, ternak ataupun tanaman, seperti halnya penyimpangan

yang ditimbulkan akibat banjir, suhu yang berubah menjadi terlalu panas, badai atau angin topan, kekeringan dan sebagainya. Masalah tersebut tantangan bagi manusia untuk mengatasi dengan mengurangi atau menghindari pengaruh yang tidak menguntungkan bagi manusia. Manusia tak mungkin melawan hukum alam tapi hanya dapat bersahabat diantaranya melalui penyelidikan untuk mengetahui apa yang dikehendakinya, sehingga penyesuaian atau pendekatan dapat dilakukan. Tentunya ada interaksi antara tanaman dan iklim. Pengaruh tanaman pada iklim lingkungan menjadi penting dengan semakin besarnya tanaman dan jumlah rumpun tanaman. Mulanya tanaman akan dipengaruhi oleh iklim mikro saja, namun kemudian lambat laun dipengaruhi oleh iklim meso dan iklim makro. Iklim tak hanya mempengaruhi tanaman tapi juga dipengaruhi oleh tanaman. Hutan yang lebat dapat menambah jumlah kelembapan udara melalui transpirasi. Bayangan dari pepohonan dapat mengurangi suhu udara sehingga penguapan menjadi kecil. Di dalam pertanian, kehutanan dan perkebunan pemeliharaan terhadap tanaman yang baru tumbuh adalah sangat penting karena tanaman yang muda masih lunak terutama peka terhadap kondisi iklim. Karena itu sebelum memperhatikan tanaman muda, perlu mengetahui lebih dahulu iklim setempat agar mencapai hasil yang maksimal. Penyebaran iklim antar tempat di seluruh dunia secara global sangat beragam, dikendalikan oleh faktor-faktor ilmiah yang disebut sebagai faktor pengendali iklim (climatic control). Skema pembentukan iklim di dunia (Trewartha, 1980) adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Diagram mekanisme pembentukan, stratifikasi dan distribusi iklim Sebaran tipe-tipe iklim tersebut turut membentuk keragaman varietas tumbuhan asli dan penyebaran plasma mutlak di seluruh dunia berinteraksi dengan faktor penentu lain yakni faktor genetik, tanah (zat hara) dan lingkungan biologi (manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik). Tiap tipe iklim juga berpengaruh kuat terhadap tanaman yang dibudidayakan terlebih lagi untuk kultivar yang didatangkan dari daerah lain yang iklimnya berbeda.

Enzim adalah protein. Selanjutnya juga telah mengakibatkan pola perwilayahan tanaman pangan dan tanaman perkebunan serta pola kegiatan pertanian. 3. Posisi tempat terhadap samudera. zat yang peka terhadap suhu. respirasi. suhu reaksi dan jumlah energi yang terserap sangat ditentukan oleh intensitas radiasi PAR. 2. suhu udara dan juga presipitasi. Ketinggian tempat di atas permukaan laut mudah berubah antar tempat pada jarak pendek faktor ini berpengaruh terhadap suhu udara. Arus lautan. Di antara faktor tersebut 2.Keragaman iklim antar wilayah di dunia dikendalikan beberapa faktor alam yaitu: 1. 5. sehingga memerlukan katalisator sebagaimana proses kimia fisik. 5 dan 7 berpengaruh jelas terhadap tanaman dan pertanian di Indonesia. Penurunan suhu udara berhubungan erat dengan kenaikan tinggi tempat (lapse rate). Perbedaannya adalah pada proses biokimia katalisatornya adalah enzim. disebut aktivitas Monsun atau angin musim. Derajat lintang bumi mengendalikan penerimaan radiasi surya di tiap tempat sehingga mengatur sebaran energi untuk proses biologi tumbuhan. Hal ini berakibat kepada sebaran keragaman varietas tumbuhan dan "growing season" (periode tumbuhan aktif). Fotosintesis dan respirasi adalah merupakan proses biokimia. Fakta membuktikan bahwa tipe angin ini telah mengakibatkan pola distribusi air hujan dan musim (musim hujan dan musim kemarau) di sebagian kepulauan Indonesia. Pusat-pusat tekanan tinggi dan rendah semi permanen. transpirasi dan proses-proses metabolisme di dalam sel organ tanaman.dpl). 7. Kecepatan proses tergantung pada aktivitas katalisator yang diatur oleh suhu. Pada kisaran suhu toleransi terlalu tinggi suhu akan mempercepat proses dan meningkatkan produksi. Gerakan massa udara regional. 3. Pada proses fotosintesis. sehingga pada daun di puncak tajuk yang memperoleh radiasi langsung . Daya pancar radiasi di permukaan surya Derajat lintang tiap tempat di permukaan bumi. 6. Akibatnya terjadi perubahan teratur antara derajat lintang bumi di seluruh dunia dalam hal intensitas penerimaan radiasi surya. Pengaruh iklim terhadap tanaman Pengaruh iklim terhadap tanaman diawali oleh pengaruh langsung cuaca terutama radiasi dan suhu terhadap fotosintesis. 4. Akibatnya perubahan derajat lintang yang cukup besar akan berakibat pada aktivitas pertanian. Halangan pegunungan (topografi). panjang hari. Ketinggian tempat di atas permukaan laut (m. 8. Perpindahan pusat-pusat tekanan udara tinggi dan rendah semi permanen antar benua di belahan bumi berbeda seperti contoh antara benua Asia dan Australia membangkitkan gerakan massa udara regional yang berganti arah setiap 6 bulan.

menyerap dan mengubah energi cahaya surya PAR pada spektrum 0. luas. luas. Dipenuhi dengan pembakaran sebagian karbohidrat hasil fotosintesis dengan respirasi. Maka pada kisaran toleransi. biji. Neraca proses fotosintesis harus menghasilkan saldo positif di pihak fotosintesis. yaitu karbohidrat sederhana (C6H12O6) dan O2 dilepas ke atmosfer. Fotosintesis hanya berlangsung siang hari. Dalam proses ini CO2 dari atmosfer dan H2O dari perakaran diubah menjadi glukosa. volume dan bobot) dan berkembang yakni mengalami penggandaan dan pemisahan fungsi organ melalui fase-fase benih. kecambah. disertai suhu udara yang rendah akan menghasilkan produk fotosintesis netto yang semakin tinggi. Fotosintesis dan Respirasi Tanaman mengalami 2 proses hidup yakni tumbuh (bertambah ukuran panjang. gas CO2 dan O2 di atmosfer. Pertumbuhan (peningkatan ukuran panjang. Melalui proses metabolisme di dalam sel tanaman. Dari proses respirasi yang terus-menerus dikeluarkan gas O2 ke atmosfer. Respirasi adalah kebalikan dari fotosintesis. Sedangkan fotosintesis hanya berlangsung pada periode cahaya siang hari atau perlakuan cahaya buatan dengan lampu.38 -0. Proses fotosintesis dan respirasi tergantung pada pengaruh radiasi surya. . kedua reaksi ini berlangsung serentak. C6H12O6 diproses menjadi berbagai bahan karbohidrat (CH2O)n yang molekulnya lebih besar dengan kandungan energi kimia lebih tinggi. hanya dapat dilambatkan pada saat tumbuhan atau organnya sedang dorman. umbi.pengaruh suhu terhadap fotosintesis tak terlalu besar. semakin tinggi intensitas radiasi PAR yang berlangsung semakin lama. Tanaman menggunakan klorofil untuk menangkap. Sedangkan seluruh unsur khususnya iklim mikro di sekeliling tumbuhan saling berinteraksi. pengaruh suhu udara dan suhu tanah. Dapat disimpulkan fotosintesis dan respirasi dipengaruhi langsung oleh unsur cuaca/iklim utama yaitu radiasi surya dan suhu sebagai faktor utama (main factors) dan unsur-unsur lainnya sebagai pendukung (cofactors). pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan generatif bunga. mengatur presipitasi. Adapun intensitas respirasi daun sepenuhnya dipengaruhi oleh suhu udara dan berlangsung secara terus-menerus sepanjang umur tanaman. Proses respirasi berlangsung berkelanjutan selama hidup. Fotosintesis dan respirasi adalah merupakan awal proses hidup. akar. Bahan-bahan tersebut disimpan di berbagai organ seperti daun. Produksi gugus karbohidrat netto harian pada tanaman merupakan produk bruto fotosintesis siang hari dikurangi pemanfaatan untuk respirasi selama 24 jam. batang. Fotosintesis : 6H2O + 6CO2 + Energi PAR → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Respirasi : C6H12O6 + O2 → 6O2 + 6H2O + Energi Atmosfer menyediakan gas CO2 dan O2. volume dan berat organ) adalah proses yang memerlukan energi. kadar air di daerah perakaran (tanah). Maka semakin rendah suhu udara harian akan semakin rendah penggunaan karbohidrat untuk respirasi. mengatur radiasi PAR dan surya. buah dan biji untuk memperoleh generasi baru.74 mikron menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. seluruh jaringan dan sistem organ lainnya. dan tanah menyediakan zat hara agar kedua proses kehidupan tersebut dapat terselenggara.

Beberapa unsur iklim yang kuat pengaruhnya terhadap tanaman akan diterangkan lebih lanjut. Cuaca adalah kondisi sesaat dari fisika amosfer. minimum. unsur-unsur iklim dan cuaca adalah sama. Kelembapan udara nisbi (%) : maksimum. 2. Suhu udara dan suhu tanah (°C) : maksimum. Tekanan udara (mb) : maksimum.Unsur-unsur iklim yang berpengaruh pada tanaman Iklim adalah sintesis. Penguapan (mm) :    Evaporasi permukaan air (Eo) Evapotranspirasi (ET) Evapotranspirasi Potensial (ETP) Di antara unsur iklim tersebut. Presipitasi :     curah hujan (mm) hari hujan (hari) salju (mm) embun (mm) 7. Jadi. Menurut Organisasi Meteorologi Sedunia (World Meteorogical Organization/WMO) waktu yang ideal untuk pengumpulan data iklim dari data cuaca adalah 30 tahun atau lebih. rata-rata. .arah angin (derajat arah) 6. W/m2) intensitas cahaya/PAR (foot candle. lux. Angin :  kecepatan angin (knot atau mil laut/jam. 5. minimum. %) panjang hari (jam/hari). m/detik) . km/jam. rata-rata. kesimpulan atau statistik cuaca jangka panjang. Radiasi surya meliputi:     intensitas radiasi (kal/cm2/menit . Unsur-unsur iklim dan satuannya adalah sebagai berikut: 1. minimum dan rata-rata. lumen) lama penyinaran (jam/hari. 3. tekanan udara dan arah angin kurang erat hubungannya dengan tanaman. 4.

74 mikron) sebagai sumber energi karbohidrat. Intensitas radiasi surya. dinamika massa udara skala besar dan arus lautan. H2O dan O2 di dalam tanah sebagai sumber atom C. Biasanya dipantau melalui stasiun klimatologi/ meteorologi di lapangan. Iklim mikro (Micro climate) menggambarkan keadaan fisika atmosfer di sekitar objek spesifik atau di dekat permukaan tana . Kondisi iklim global disebut juga iklim Makro. Perkembangan populasi hama dan penyakit yang menentukan intensitas serangan dan waktunya. sedangkan curah hujan turut mengatur kadar air tanah. 3. Pemasangan alat pengukur mengikuti standar WMO. Skala iklim global biasanya dipantau dengan sistem penginderaan jarak jauh menggunakan teknologi satelit.Melalui unsur-unsurnya. 2. Radiasi surya. 4. Iklim meso (Meso climate) yaitu iklim yang didasarkan atmosfer agak dekat permukaan bumi pada suatu lokasi dengan luasan tertentu. 5. Ketersediaan cahaya PAR (0. iklim mempengaruhi tanaman dalam berbagai hal berikut : 1. Proses "Weathering" dan erosi oleh iklim dalam jangka panjang turut menentukan kesuburan tanah. umumnya pengaruh keragaman penutup permukaan bumi telah minimum. luas wilayah identifikasi dan dampaknya terhadap kegiatan manusia. H dan O pembentuk senyawa karbohidrat pada proses fotosintesis dan respirasi. kuantitas produksi dan mutu hasil panen. Kondisi fisika tanah dan ketersediaan zat hara tanah. suhu udara maupun suhu tanah berpengaruh besar. 2. suhu udara dan suhu tanah akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan perkembangan. Ketersediaan gas CO2 dan O2 di atmosfer. Kondisi iklim ini dikendalikan oleh pusat-pusat tekanan rendah. cuaca dan iklim dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: 1. Iklim global (Global climate) yaitu iklim berdasarkan dinamika atmosfer lapisan atas hingga puncak troposfer.38-0. Stratifikasi iklim Faktor pengendali. di permukaan tanah atau ketinggian <> 3. Kecepatan dan produksi fotosintesis dan respirasi ditentukan suhu daun dan organ tanaman lainnya. sifat atmosfer.

Mengatur jadwal dan debit air irigasi. 1991) Dari stratifikasi iklim dapat disimpulkan bahwa iklim meso dan mikro berpengaruh kuat terhadap tanaman dan kegiatan tanaman mengingat lingkup ketinggian atmosfer yang diukur meliputi dan mencakup posisi dan ketinggian tanaman di dalamnya. Mengatur jadwal tanam. A. Merencanakan sistem drainase. . Data iklim meso yang dieproleh dari suatu stasiun klimatologi mempunyaim beberapa manfaat sebagai berikut:      Mengatur kultivar yang akan dibudidayakan. pergiliran tanaman dan kombinasi kultivar yang akan ditumpang sari.Gambar 3. Namun masing-masing strata iklim tersebut memiliki manfaat berbeda. Mengatur naungan dan jajaranm pohon penghambat angin. Stratifikasi iklim/ cuaca dan beberapa unsur atau ciri-cirinya (Bey.

Kapasitas produksi. terutama pada lahan yang sesekali mengalami kondisi ekstrim dingin. .74 mikron ini diubah menjadi energi kimia organik dan diisikan ke dalam gugus karbohidrat pada sel organ. kemudahan memperoleh air dan zat hara serta kokoh tidaknya posisi tumbuhan tergantung kondisi fisik lingkungan. organ tumbuhan dibentuk berbagai bahan yang meliputi:  Energi cahaya tampak atau PAR (Photosynthetically Active Radiation). rasa. Gas CO2 untuk fotosintesis dan gas O2 untuk respirasi dari atmosfer. Faktor Lingkungan  Kondisi fisik lingkungan perakaran sangat mempengaruhi tumbuhan. berasal dari presipitasi yang berlangsung di atmosfer. 2. saluran irigasi dan drainase. Faktor genetik. lembar plastik atau bahan lainnya. merupakan penentu karakter atau sifat khusus tanaman. rumah jaring atau bahan lainnya. Faktor bahan. Memilih mulsa. Zat hara mineral makro dan mikro berasal dari daerah perakaran. Pertumbuhan dan aktivitas akar. Respon tanaman terhadap cuaca dan iklim Proses pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development) untuk berproduksi tinggi pada tanaman dipengaruhi berbagai faktor sebagai berikut: 1. sebagai penentu sifat gugus karbohidrat. maka sangat bermanfaat untuk tindakan operasional terhadap tanaman antara lain:     Merancang struktur lahan tanam seperti ukuran guludan tanam. spektrum radiasi surya pada kisaran panjang gelombang 0. Teknik pemanasan kebun.    3. Air sebagai pembentuk sel. biomas. rumah kaca. Merancang ruang lahan tanam dengan berbagai pilihan: rumah plastik. susunan bahan kimia dan sifat-sifat lainnya yang dpengaruhi oleh faktor genetik. terasering dan sebagainya.Data iklim mikro memberikan informasi lebih rinci di lahan tanaman yang berpengaruh langsung pada tanaman.38-0. bentuk. Seluruh atom C yang dikandung tiap benda berasal dari makhluk hidup dan atmosfer adalah sumber tunggalnya.

Perubahan cuaca dan kondisi iklim. Atmosfer yang dikotori gas dan aerosols tertentu yang melebihi ambang batas kebersihan dan kemurnian atmosfer. Unsur yang berpengaruh kuat terutama radiasi surya. suhu udara. Diagram hubungan antara iklim dan tanaman. uap dan aerosols sangat mempengaruhi kehidupan tumbuhan. Kadar gas. tumbuhan lain dan jasad renik seringkali berpotensi menguntungkan atau merugikan. suhu tanah. Pengaruh cuaca terhadap tanaman berbeda dengan pengaruh iklim. patogenik. kondisi iklimnya jelas sesuai bagi . Kondisi fisik atmosfer. parasitik dan predasius terhadap tanaman. Lingkungan biologi. Gambar 4. Sedangkan tanaman akan dirugikan bila hubungan yang terjadi berdampak allelopati. akan berpotensi mengganggu dan meracuni tanaman. Suatu wilayah pusat produksi tanaman yang telah berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.   Kondisi iklim /cuaca mikro secara langsung mempengaruhi proses fisiologi karena berhubungan dengan atmosfer di lingkungan tanaman sejak perakaran hingga puncak tajuk. Hubungan simbiosis menguntungkan tanaman atau makhluk lain yang bersangkutan. Pertumbuhan dan perkembangan dari hari ke hari sejak penebaran benih sampai selesai satu siklus tanaman semusim atau hingga sepanjang umur tanaman perenial (tahunan) sangat dipengaruhi cuaca sedangkan kemantapan hubungan dan pengaruh jangka panjang ditentukan oleh kondisi iklim. Manusia. presipitasi dan evapotranspirasi. Mekanisme pengaruh faktor pengendali dan unsur iklim terhadap tanaman dan lingkungan dapat dilihat pada gambar berikut. kecepatan angin. kelembapan. hewan. Di sekitar tanaman terdapat berbagai makhluk lain.

Anonim.kultivar yang dibudidayakan. Sumber : Ance Gunarsih Kartasapoetra. Bogor. 2004. 1999. petani harus tanggap terhadap keadaan cuaca tiap hari agar mampu mengantisipasi penyimpangan cuaca agar tak sampai mengakibatkan cekaman terhadap tanaman. Bumi Aksara. Kemudian. berkembang dan berproduksi optimum. Klimatologi. lingkungan dan kondisi iklim setempat. Gambar 5. Walau demikian sesekali mengalami cuaca ekstrim selama beberapa hari sehingga gagal panen. Bila perlu petani harus melakukan modifikasi terhadap iklim mikro agar tanaman tumbuh. Bayong Tjasyono HK. Kekeringan salah satu kondisi cekaman cuaca. Kapita Selekta Agroklimatologi. keadaan cuaca menentukan kondisi aktual hasil panen sedangkan kondisi iklim menentukan kapasitas dan rutinitas panen. Jakarta. Klimatologi: Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan Tanaman. 2004. Penggunaan pengukur cuaca mikro (dipasang di kebun untuk mewakili iklim mikro jaringan pertanian) dan pemantauan hariannya di negara maju telah banyak dilakukan sehingga apabila terjadi kondisi cuaca kritis dapat diantisipasi sebelum menimbulkan gangguan pada tanaman. Pemahaman yang baik terhadap hubungan cuaca-tanaman serta pengaruh iklim secara keseluruhan akan sangat membantu petani. Bandung. Jadi. . Jurusan Geofisika dan Meteorologi Fakultas MIPA IPB. Sejak awal sang petani harus yakin bahwa kultivar yang akan ditanam memiliki kesesuaian yang optimum dengan bahan. Penerbit ITB.

. pengaruh suhu berlaku ganda. Yang menyebabkan perubahan itu terjadi. Selain unsur iklim di atas. sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan. 1995).Menurut Sutarno at all (1997) Studi tentang perilaku kejadian tiap organisme atau tumbuhan dalam hubungannya dengan perubahan-perubahan iklim disebut dengan fenologi. Kebanyakan speises tidak akan memasuki masa reproduktif jika pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang matang untuk berbunga.1995). maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tanaman berhari pnjang tidak akan berbunga jika ditanam di wilayah tropika (Mugnisjah dan Setiawan. Pada waktu awal pertumbuhan suhu harus cukup tinggi agar pertumbuhan tidak terhambat. Menurut Ashari (2006) sedikitnya ada 2 unsur yang mempengaruhi hal tersebut. Untuk faktor iklim yang dipergunakan dalam penelitian fenologi pada umumnya adalah curah hujan hal ini adalah karena curah hujan secara langsung atau tidak langsung penting untuk pengaturan waktu dan ruang dalam pembentukan bunga dan buah pada tumbuhan tropis. yaitu suhu dan panjang hari (Mugnisjah dan Setiawan. menurut Guslim (2007) Produksi tanaman juga dipengaruhi oleh Radiasi Matahari dan Suhu. Diwilayah dengan empat musim. yaitu : 1. Tinggi tempat dari permukaan laut. Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh lingkungan. Cekaman (stress) air yang diikuti oleh hujan sering merangsang pembungaan tanaman tahunan tropika. Faktor lain yang memicu pembungaan adalah panjang hari. Curah hujan dan distribusi hujan 2. Tetapi bagi kebanyakan tanaman terutama tanaman tahunan. suhu sebelum perubahan fase pertumbuhan itu terjadi sangat penting. atau panjang periode selama setiap 24 jam. Apabila tanaman ditanam di luar daerah iklimnya. Kondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan menghasilkan benih.Ahmad Sanusi Nasution BudiDaya Hutan USU Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman.

2 di bawah ini diperlihatkan contoh jenis tanaman bebuahan yang sesuai dengan kriteria di atas. 1 Curah Hujan . Adapun titik yang kritis adalah saat pembungaa. Untuk itu pada table 1. Serangga terutama lebah. Kepala putik dapat busuk karena kelembaban yang tinggi. ada penyesuaian atau adaptasi tanaman terhadap lingkungannya.1. Tidak ada jenis tanaman yang memerlukan iklim mutlak seperti pada table 1.apabila trjadi kerusakan pada tepung sari dan kepala puti berarti penyerbukan telah gagal.aktivitas serangga penyerbuk juga berkurang saat kelembaban tinggi. Hal ini juga berarti bahwa pembuahan dan selanjutnya. Tepung sari menjadi busuk dan tidak mempunyai viabilitas lagi. Dengan kata lain. Selain itu.1 Tipe Iklim menurut Schmidth dan Fergusson No 1 2 3 4 5 6 Tipe Iklim A-1 A-2 B-1 B-2 C D Jumlah bulan basah 12 Kurang dari 12 9-10 7-8 5-7 2-5 Jumlah bulan kering 0 0 1-2 2-4 4-6 6-8 Kepentingan tanaman terhadap besarnya curah hujan sudah dirasakan sejak panen. Cuaca pada saat penyerbukan adalah penting. tidak akan bekerja dengan baik dalam kondisi cuaca yang sangat basah. Klasifikasi iklim menurut scmidth dan Fergusson ada 6 yaitu : Tabel 1. . telah gagal dan harus menunggu tahun berikutnya (Ashari 2006) Mungkin ini karena pengaruh adaptasi tanaman.panen.Jika bunga telah berkembang tahap berikutnya adalah menjamin sedapat mungkin agar penyerbukan berlangsung dengan baik. maka proses pembungaan akan terganggu. dan suhu yang terlalu dapat menyebabkan penyerbukan yang jelek. Umumnya serbuk sari tidak dapat tahan hidup jika hujan lebat. Apabila saat pembungaan banyak hujan turun.

papaya.durian.2 Tipe iklim yang dikehendaki tanaman bebuahan Tipe Iklim (jumlah bulan basah) 9.kemang.kapulasan. pertumbuhan dan differensiasi perbungaan (inflorescence). Suhu Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. munculnya serbuk sari.2006). mekar bunga.kesemek Duku.12 9 8 7 6 0 3 0-3 0-4 4-5 Lebih dari 4 bulan 2. Tanaman tropis tidak memerlukan keperluan vernalisasi sebelum Jambu biji.11. Tinggi Tempat dari Permukaan Laut Tinggi tempat dari permukaan laut menentukan suhu udara dan intensitas sinar yang diterima oleh tanaman. Gandaria. Demikian juga intensitas matahari semakin berkurang. Tanaman berbuahan yang ditanam di dataran rendah berbunga lebih awal dibandingkan dengan yang ditanam pada dataran tinggi (Ashari.1112. Suhu dan penyinaran inilah yang nantinya kan digunakan untuk menggolongkan tanaman apa yang sesuai untuk dataran tinggi atau dataran rendah. semakin rendah suhu tempat tersebut.Menurut Guslim (2007) Semakin tinggi suatu tempat. Ketinggian tempat dari permukaan laut juga sangat menentukan pembungaan tanaman. induksi bunga.jambu monyet.pisang Rambutan Jumlah bulan kering Jenis bebuahan yang sesuai .Tabel 1.nangka pepaya. pembentukan benih dan pemasakan benih. 3.10-12.mundu.

tanaman berhari panjang (long day). Panjang hari dilaporkan berkorelasi dengan nisbah bunga jantan/ betina dalam tanaman berharipendek (Mugnisjah dan Setiawan.2007). Suhu malam yang tinggi mencegah atau memperlambat pembungaan dalam beberapa tanaman. Menurut Ashari (2004) respon pembungaan tanaman terhadap lamanya penyinaran berbeda. 1995). pembukaan (reseptivitas) bunga. dan aktivitas lebah penyerbuk. tanaman berhari pendek yang memiliki fotoperiode kritikal lebih dari 12 jam berbunga jauh lebih dini di latitud yang lebih tinggi daripada latitud yang rendah. Pembukaan bunga dan aktivitas lebah ditingkatkan oleh radiasi matahari yang cerah. pengaruh suhu terhaadap induksi bunga cukup kompleks dan bervariasi tergantung pada tanggap tanaman terhadap fotoperiode yang berbeda. 5. Radiasi Matahari Radiasi matahari berhubungan dengan laju pertumbuhan tanaman. Pentingnya variasi panjang hari dalam menentukan waktu pembungaan nyata berkaitan dengan latitud. dan tanaman berhari netral (day netral) (Mugnisjah dan Setiawan. tanaman hari panjang (long day) adalah golongan tanaman yang hanya mau berbunga apabila periode gelap kurang/ dibawah dari periode kritisnya. Tetapi. yaitu tanaman berhari pendek (short day).1995). wilayah yang sering berawan berpotensi kurang untuk produksi benih.rangsangan fotoperiode terhadap pembungaan menjadi efektif. Sebaliknya. sebagai contoh. Tanaman yang digolongkan tanaman hari pendek (short day) adalah tanaman yang baru berbunga apabila periode gelap lebih lama/ panjang dari kritisnya (misalnya 12 jam). 4. . fotosintesis. Panjang Hari Terdapat tiga penggolongan tanaman yang lazim. Permukaan lahan ekuator sering menerima total radiasi yang kurang dari lahan berlatitude 10-20 mdpl (Guslim.

Departemen Kehutanan. Penerbit Rineka Cipta. Pematang Siantar. dan Setiawan. Institut Pertanian. Pusat Diklat Pendidikan dan Latihan Kehutanan. Malang. Guslim. Penerbit Bumi Aksara Jakarta. Meningkatkan Keunggulan Bebuahan Tropis Indonesia. A. Pengantar Biologi Reproduksi Tanaman. . Bayu Media. . Manajemen Koloni Lebah Madu.DAFTAR PUSTAKA Ashari. 1995. Jakarta .A. Jawa Timur. Biologi Reproduksi Tanaman Buah-Buahan Komersial. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Konservasi Alam.S dan Kuntadi.2007. Hadisoesilo.2004. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.W.2003. Produksi Benih.Medan. Kearifan Tradisional Dalam Budidaya Lebah Hutan (Apis dorsata).S. 2007. Agroklimatologi. Bogor Hasanuddin. Mugnisjah.USU Press.1998. Departemen Kehutanan. Penerbit Andi.Balai latihan Kehutanan. 2006. Bogor. bekerjasama dengan Pusat antar Universitas-Ilmu Hayat.Q. Yogyakarta.

Pada waktu masih muda tanaman tebu memerlukan banyak air dan ketika mulai tua memerlukan musim kemarau yang panjang. Adapun syarat-syarat tumbuh bagi tanaman teh adalah sebagai berikut :    Cocok tumbuh di daerah pegunungan yang sejuk dengan ketinggian 200 – 2000 meter di atas permukaan air laut. Pakistan. Sumatera Barat. Tebu termasuk jenis tanaman rumput yang kokoh dan kuat. Bengkulu. Inggris. Tanah subur dan banyak curah hujan Penyinaran matahari cukup Daerah perkebunan teh terdapat di daerah Priangan (Jawa Barat). Singapura. Sumatera Selatan. Kualitas teh yang baik diperoleh dari pucuk teh yang belum merekah dan satu dua daun di bawahnya. Belanda. semakin tinggi daerah penanaman teh. Jerman dan Australia.. 2. Pematangsiantar. Teh (Camelia sinensis) Te Tanaman ini berasal dari Tiongkok (Cina). Tebu merupakan bahan pembuatan gula pasir. Teh Indonesia diekspor ke Negara Amerika Serikat. Jambi dan Sumatera Selatan. kualitasnya semakin baik. Sumateran Barat. Tebu (Saccarum officinarum) Tanaman ini diperkirakan berasal dari India. Jawa Tengah. harus diperhatikan musim tanamnya. Jenis teh Cina terdesak oleh teh yang berasal dari daerah Assam (India) yang memiliki daun lebih lebar dan lebih lunak dari jenis teh Cina. Iklim panas yang lembab dengan suhu antara 25ºC-28ºC Curah hujan kurang dari 100 mm/tahun Agar tanaman tebu mengandung kadar gula yang tinggi. Lampung dan Nusa Tenggara . Daerah penghasil tebu terutama di Jawa. Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman tanaman tanaman tebu adalah:   Tumbuh di daerah dataran rendah yang kering.

Kopi (Coffea) Tanaman kopi merupakan jenis tanaman yang kukuh. sedangkan kopi Arabika cocok ditanam di daerah ketinggian 300 – 1500 meter di atas permukaan laut. Kopi jenis ini sekarang banyak ditanam di Jawa dan Sumatera. yaitu: Amerika Serikat. Cina dan Jepang. Lampung. Malang. Daerah perkebunan kopi terdapat di Priangan (Jawa Barat). Tanaman kopi yang masuk ke Indonesia berikutnya adalah jenis kopi Liberika (Coffe liberica) yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman kopi jenis robusta cocok tumbuh di daerah dengan ketinggian 10-800 meter di atas permukaan air laut. Aljazair. beberapa daerah di Jawa Timur (misanya di Dataran Tinggi Ijen) dan Sumatera Utara. Tanaman kopi hidup subur di daerah pegunungan yang sejuk. akan tetapi kedua jenis tanaman kopi tersebut daunnya terserang penyakit. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kopi juga diekspor ke beberapa negara. Jerman. Singapura. Palembang. Perancis. Adapun syaratsyarat tumbuhnya tanaman kopi adalah sebagai berikut :      Tumbuh di daerah dengan ketinggian 101500 meter di atas permukaan air laut Memerlukan banyak sinar matahari dan hujan Dapat juga tumbuh di dataran rendah dan pegunungan Tanahnya harus subur Udara sejuk Tanaman kopi pertama kali ditanam di Jawa pada tahun 1696. yaitu jenis kopi Arabika (Coffea arabica) berasal dari Ethiopia (Afrika Timur). dan Bengkulu (Sumatera) serta Sulawesi. Oleh karena itu kopi robusta dapat tumbuh di daerah pegunungan maupun daerah dataran rendah. Sebaiknya kopi Arabika hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan.3. Belanda. Tanaman kopi Arabika masih banyak ditanam di daerah Bali. kuat dan kaku. dan Besuki (Jawa Timur). Kediri. kemudian dikembangkan tanaman kopi jenis robusta (Coffe canephora) yang berasal dari Afrika Barat. 4. Karet . Sulawesi.

Indonesia merupakan Negara penghasil karet nomor dua di dunia setelah Malaysia. Kelapa Sawit . Sumatera Barat. kemudian dikeringkan dengan cara diasap. getah karet didapat dengan cara menyadap kulit batang tanaman karet. industri sepatu dan alat-alat kesehatan. Selain digunakan untuk keperluan industri di dalam negeri seperti industri ban.Jenis karet yang ada di Indonesia berasal dari Brasil. Kalimantan Selatan. industri perlengkapan olah raga. sehingga memiliki nama latin Havea brasiliensis. Adapun syarat tumbuh tanaman karet adalah sebagai berikut:    Tumbuh di dataran rendah yang panas dengan suhu Antara 25ºC – 27ºC Hidup di daerah dengan hujan cukup banyak. Jawa Barat dan Jawa Timur. Lateks diolah menjadi lembaran karet. yaitu paling sedikit 2000 mm/tahun. hasil perkebunan karet Indonesia juga di ekspor ke Amerika Serikat. Karet dimanfaatkan getahnya. Daerah utama penghasil karet di Indonesia adalah pesisir timur Sumatera mulai dari Aceh sampai dengan Sumatera Selatan. Singapura. Rusia. KalimantanTimur. Jepang dan beberapa Negara Eropa. Kalimantan Barat. 5. Getah karet disebut lateks. Lembaran karet yang sudah dikeringkan dapat diperdagangkan.

Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman karet sebagai berikut :     Cocok tumbuh di daerah dengan ketinggian kurang dari 700 meter di atas permukaan laut Tanahnya subur Curah hujan cukup banyak.Tanaman kelapa sawit (Elaeis gunieensis) berasal dari Camerun (Afrika Barat). Jawa Barat. Lampung. terutama di daerah pantai. Kelapa Pohon kelapa (Cococs nucifera) banyak dijumpai di seluruh Indonesia. Kelapa sawit tumbuh subur di daerah dataran rendah yang beriklim tropis. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. musim kemarau singkat Suhu udara antara 24ºC-26ºC . Kenya Amerika Serikat dan Jepang. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terdapat di Sumatera Utara. Kalimantan Barat. 6. Adapun syarat tumbuhnya adalah sebagai berikut:    Tanahnya subur dan gembur Curah hujan cukup banyak dengan musim kemarau yang singkat Suhu udara antara 24ºC-26ºC Kelapa sawit menghasilkan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang dimanfaatkan untuk membuat minyak goreng. Hampir semua perkebunan kelapa diusahakan oleh rakyat. margarine dan sabun. Sumatera Barat. Kelapa sawit Indonesia diekspor ke beberapa Negara antara lain Eropa Barat. Aceh. Pakistan.

Maluku. Nusa Tenggara.Hampir semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia. Indonesia merupakan penghasil kina terbesar didunia. Kina Tanaman Kina (Cinchona) berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Budidaya tanaman kina oleh rakyat biasanya dilakukan di tanah-tanah bekas perkebunan kopi milik pemerintah yang diserahkan kepada rakyat. Nusa Tenggara Barat dan Papua. dan Bali. Sumatera Barat. Tanaman kina tumbuh di pegunungan. 7. diantaranya mengeringkan daging buahnya menjadi kopra (kelapa kering). 8. Perkebunan kina rakyat terdapat di daerah Priangan (Jawa Barat). Jawa. Cengkeh . Kulit batang pohon kina terasa pahit dan menghasilkan kinine yaitu obat anti malaria. Dahulu pembudidayaan tanaman kina dilakukan oleh perkebunan-perkebunan orang eropa. Sulawesi Selatan. Kopra merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa. Sangir Talaud). Kina yang ditanam di Jawa adalah jenis Cinchona succirubra. Daerah perkebunan kelapa terdapat di Sulawesi Utara (Minahasa. Sulawesi Tenggara.

Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujan. tanah subur. Sulawesi Utara. dan Asembagus (Jawa Timur). Kapas Tanaman kapas berasal dari India dan dibudidayakan untuk diambil seratnya. Sumatera Barat. Minyak cengkeh yang dibuat dari tunas bunga yang dikeringkan dimanfaatkan untuk obatobatan. Untuk tumbuh dengan baik. Daerah penghasil cengkeh di Indonesia adalah Aceh. dan Flores . Lombok. antara lain sebagai rempah-rempah penyedap makanan. Serat kapas diolah menjadi benang. berasal dari Maluku. banyak air waktu tumbuh Kering saat buah masak Dataran penghasil kapas yang bermutu tinggi adalah kediri. dan Maluku. Sunda.Tanaman cengkeh (Eugenia aromatica) merupakan tanaman asli Indonesia. dan bahan kosmetika. bahan pembuat sabun. Pada saat ini sedang dirintis usaha perkebunan kapas secara massal di Sumbawa. karpet dan sebagainya. khususnya obat sakit gigi. kapas membutuhkan syarat tumbuh sebagai berikut:    Suhu udara antara 20ºC-30ºC Dataran rendah. Lampung. Jawa Tengah. oleh sebab itu masih mengimpor cengkih dari Zanzibar (Afrika Timur). Produksi cengkih Indonesia belum mencukupi untuk keperluan industri rokok kretek dalam negeri. dan bahan campuran rokok kretek. Biji kapas dapat diolah menjadi minyak. tekstil. 9. Cengkeh dimanfaatkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful