Obat Melalui:     Oral Parental Dermal Cara lain     A D M E   

tubuh

Modifikasi fisika bentuk sediaan atau formulasi obat Moditfikasi kimia Perubahan struktur mol obat

Mempengaruhi respons biologis

Obat masuk ke cairan tubuh didistribusi ke organ-organ dan jaringan-jaringan (otot, lemak, jantung, hati). Obat melalui sawar membran, peningkatan oleh protein plasma, penyimpanan dalam depo jaringan dan mengalami metabolism lalu sampai ke reseptor. Permukaan sel hidup dikelilingi cairan sel bersifat polar. Molekul obat yang tidak larut tidak dapat diangkut secara efektif ke permukaan reseptor. Oleh karena itu molekul obat memerlukan modifikasi kimia dan enzimatik agar dapat terlarut walaupun sedikit dalam cairan luar sel, yang penting ada yang tetap utuh atau dalam bentuk tak terdisosiasi pada waktu mencapai reseptor, jumlahnya cukup untuk menimbulkan respon biologi. Darah mengandung protein yaitu 65% albumin sebagai pengikatan obat. Albumin :      BM 69000 Amfoter pH isoelektrik < pH fisiologi dalam darah bermuatan (-) mengandung ion Zwitter dapat berinteraksi baik dengan kation dan anion obat

selain albumin, gamma globulin mengikat obat. Bila protein plasma telah jenuh, obat bebas dalam cairan darah berinteraksi dengan reseptor menimbulkan respon biologi. Bila kadar obat bebas dalam menurun, kompleks obat protein darah akan terurai dan obat bebas kembali ke plasma darah. Untuk berinteraksi dengan protein plasma, molekul obat harus mempunyai struktur dengan derajat kekhasan yang tinggi.

Protein darah 2. Depo-depo penyimpanan 3. Fungsi obat protein: 1. 4. Sistem enzim yang menyebabkan perubahan metabolism obat dari bentuk aktif menjadi bentuk tidak aktif dan proses ekskresi obat sebelum atau sesudah proses metabolisme Depo penyimpanan adalah: Sisi kehilangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan obat sebelum berinteraksi dengan reseptor. Distribusi obat pada reseptor dan sisi kehilangan tergantung dari: 1. Kekuatan ikatan obat reseptor 3. Obat setelah masuk ke peredaran darah. Kekuatan ikatan obat . sehingga ada gangguan keseimbangan. obat bebas aktif akan dilepaskan kembali ke cairan tubuh. Sifat reseptor atau sisi kehilangan Contoh sisi kehilangan: 1. detoksifikasi keracunan logam berat contoh : keracunan Hg Hg diikat kuat oleh gugus SH-protein 3. . Obat dengan reseptor. hanya sebagian kecil mol obat tetap utuh dan mencapai reseptor pada jaringan sasaran (target). dalam darah diabsorbsi secara kuat oleh protein plasma. Ikatan obat protein terpulihkan . Mempengaruhi sistem distribusi obat yaitu membatasi interaksi distribusi. menghambat metabolism dan ekskresi obat sehingga memperpanjang masa kerja.Umumnya pengikatan obat oleh protein plasma lebih sering dari pada struktur kimia dibandingkan dengan koefisien partisi lemak/air.sisi kehilangan 4. meningkatkan penyerapan obat contoh : dikumarol diserap baik oleh usus. Sebahagian obat akan berubah atau terikat pada biopolymer. Tempat di mana obat berubah atau terikat sehingga tidak dapat mencapai reseptor disebut sisi kehilangan. pengangkutan senyawa biologi : O2 oleh Hb 2. Sifat kimia fisika obat yaitu  Kelarutan dalam lemak/air  Derajat ionisasi 2.

reaktif secara kimia dan bersifat khas. dapat berinteraksi secara terpulihkan dengan molekul obat yang mengandung gugus fungsional khas. tapi sifatnya mirip dengan enzim dan merupakan bahan lengkap dan terorganisasi dalam struktur sel. mengandung gugus fungsional atau atom terorganisasi. 2. 4. menghasilkan respon biologis tertentu. Oral (mulut) Sublingual (bawah lidah) Rectal (dubur) Parenteral tertentu :  Intradermal  Intramuscular  Subkutan  Intraperitoncal Melibatkan proses penyerapan obat berbeda? . Contoh : interaksi beberapa obat dengan reseptor khasnya dan respon biologis yang dihasilkan Reseptor Ribosom 30S Dihidropteroat sintetase Transpeptidase Prostaglandin sintetase Suksinat dehidrogenase Nama obat Streptomisin Sulfonamide Penicillin Asetosal Thiabendazol Respon biologi Antibiotic Bacteriostotik Antibiotic Analgetik Antelmmatik Cara pemberian obat melalui: 1. Reseptor obat bukan suatu enzim.Ikatan obat-depo penyimpanan bersifat terpulihkan. Contoh depo penyimpanan :     Jaringan lemak Hati Ginjal Otot Reseptor obat: Suatu makro molekul jaringan sel hidup. 3.

Ukuran partikel. obat langsung masuk ke peredaran darah dan menuju sisi reseptor. Factor biologi 1) Variasi keasaman (pH) saluran cerana 2) Sekresi cairan lambung 3) Gerakan saluran cerna 4) Luas permukaan saluran cerna 5) Sekresi cairan lambung 6) Waktu pengosongan lambung 7) Waktu transisi dalam usus 8) Banyaknya pembuluh darah pada tempat penyerapan 4. Bentuk asam. suspense. kelarutan obat dalam lemak/air dan derajat ionisasi. kompleks. Proses penyerapan obat waktunya berbeda-bedam dan ketersediaan hayatinya berbeda-beda. atau hidrat. emulsi. 2. bentuk Kristal. akhirnya mempengaruhi penyerapan obat. garam. tablet. basa. Bentuk sediaan Bentuk : pil. ester. kapsul.Secara parenteral yang lain :     Intravena Intraarteri Intraspinal Intracerebral Tidak melibatkan proses penyerapan. serbuk dan larutan. 1. dan derajat ionisasi mempengaruhi penyerapan obat. diet (makanan) 2) Adanya interaksi obat dengan senyawa lain dan adanya penyakit tertentu Penyerapan obat melalui saluran cerna terutama tergantung pada ukuran partikel mol obat. asetanilid. Obat bersifat basa lemah kelarutan dalam lemak besar sehingga mudah terdifusi menembus membrane luar Kafein. Cara lain:    Inhalasi (melalui hidung) Kulit Mata Factor yang berpengaruh terhadap penyerapan obat dalam saluran cerna: 1. polimorf. Factor lain 1) Umur. . 3. kelarutan dalam lemak/air. bahan-bahan tambahan mempengaruhi waktu hancur dan melarutnya obat.

8 – 7. Asam kuat. Bersifat asam lemah. terionisasi sempurna pada pH urin sehingga sekresinya tidak terpengaruh oleh perubahan pH urine. makin tinggi derajat penyerapan obat ke membrane biologi. ekskresinya meningkat. bila pH urin dibuat basa dan menurun bila pH urin dibuat asam. MgO.5 dalam bentuk tak terdisosiasi mudah larut dalam lemak sehingga mudah diserap kembali oleh tubulus ginjal Obat bersifat asam lemah. Obat bersifat basa lemah. b.5 dan basa kuat dengan pKa > 12. Al(OH)3 Kelarutan obat dalam lemak salah satu sifat fisik yang mempengaruhi penyerapan obat membrane biologi. ekskresi meningkat bila pH urin dibuat asam dan menurun bila pH urin dibuat basa. mudah larut dalam lemak sehingga mudah menembus membrane lambung Asam salisilat 3. Bersifat asam atau basa kuat. kornea. 3. kelarutan dalam lemak sangat rendah sehingga sukar menembus membrane saluran cerna Asam sulfonat 4.2. sekresi pengangkutan aktif pada tubulus ginjal obat dapat bergerak dari plasma darah ke urine melalui membrane tubulus ginjal dengan mekanisme pengangkutan aktif . pKa < 2. Yang sukar larut dalam air tidak diserap saluran cerna BaSO4 . Obat bersifat elektrolit lemah pada urin normal pH = 4. a. Makin besar kelarutan dalam lemak. Melalui kulit Sangat tergantung pada kelarutan obat dalam lemak. Melalui paru Diserap melalui epitel paru dan membrane mukosa saluran nafas c. Melalui mata Obat diserap melalui membrane konjunktiva. Bentuk tidak terionisasi dan mudah larut dalam lemak cepat diserap oleh membrane mata.

melewati empedu. Karena mempunyai luas permukaan besar maka penyerapan melalui darah paru berjalan dengan cepat. Kecepatan dan besar distribusi obat dalam tubuh bervariasi dan tergantung pada factorfaktor sebagai berikut: 1. Bentuk konjugat secara langsung diekskresikan melalui tinja atau mengalami proses hidrolisis oleh enzim atau bakteri usus menjadi senyawa yang bersifat non polar sehingga diserap kembali ke plasma darah. 3. O Obat masuk ke peredaran sistemik secara serentak didistribusikan ke seluruh jaringan dan organ tubuh lalu molekul obat aktif mencapai jaringan sasaran atau reseptor obat.Ekskresi obat melalui empedu : obat BM < 150 dan telah dimetabolisis menjadi senyawa yang lebih polar. sifat kimia fisika obat (kelarutan dalam lemak) sifat membrane biologi kecepatan distribusi aliran darah pada jaringan dan organ tubuh ikatan obat dengan sisi kehilangan adanya pengangkutan aktif dari beberapa obat massa atau volume jaringan . Contoh:  hormone estrogen  indometasin  digitoksin Penyerapan obat melalui paru Obat anestesi sistemik yang diberikan secara inhalasi akan diserap melalui epitel paru dan membrane mukosa saluran napas. 4. Dari plasma senyawa akan kembali ke hati. menuju usus dengan mekanisme pengangkutan aktif. 5. 2. Siklus ini menyebabkan masa kerja obat menjadi lebih panjang. dimetabolisis dikeluarkan lagi melalui empedu menuju ke usus. Penyerapan melalui kulit tergantung pada kelarutan obat dalam lemak karena epidermis kulit berfungsi sebagai membrane lemak biologi. diekskresi dari hati. D. Hubungan Sifat Kimia Fisika Dengan P. Biasanya dalam bentuk terkongregrasi dengan asam glukosonat. Penyerapan obat melalui kulit ditujukan untuk memperoleh efek setempat. demikian seterusnya sehingga merupakan suatu siklus yang dinamakan siklus enterohepatik. 6. asam sulfat dan glisin.

b. sebagai tempat untuk reaksi biotransformasi energy komponen membrane sel terdiri dari: 1. merupakan saluran berisi air. fosfolipid berdasarkan sifat kepolaran. Membran sel merupakan bagian sel yang mengandung komponen-komponen terorganisasi dan dapat berinteraksi dengan mikromolekul secara khas. membrane sistem peredaran. Secara oral. dikelilingi rantai samping molekul protein bersifat polar. i. protein : bersifat ampifil karena mengandung gugus hidrofil dan hidrofob 3. d. lapisan lemak biomolekul dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian polar terdiri dari gugus hidroksil kolesterol dan bagian nonpolar terdiri dari dantai hidrokarbon 2. sel epitel saluran cerna sel epitel paru sel endotel buluh darah kapiler sawar darah otak sawar darah cairan cerebrospinal plasenta membrane glomerulus membrane tubulus renalis sel epidermis kulit . Fungsi utama membrane biologi: 1. h. lapisan lemak biomolekul mengandung kolesterol. Struktur membrane biologi sangat kompleks dan dapat mempengaruhi interaksi dan masa kerja obat. g. tapi kombinasi dengan lemak. f. zat terlarut dapat melewati pori ini secara difusi karena kekuatan tekanan darah.2 Å. Contoh membrane biologi : a. sebagai sawar (barrier) dengan sifat permeabilitas 2.Sel kehidupan dikelilingi oleh membrane yang berfungsi untuk memelihara keutuhan sel. mucopolisacharida : jumlahnya kecil dan strukturnya tidak dalam keadaan bebas. melewati membrane kapiler menuju sel-sel organ atau reseptor obat. mengatur pemindahan makanan dan produk yang terbuang dan mengatur keluar masuknya senyawasenyawa dari dan ke sitoplasma. seperti glycoprotein dan berperan untuk pengenalan sel dan interaksi antigen – antibody membrane sel mempunyai pori Ø3. c.5 – 4. obat harus melalui sel epitel sel cerna. e.

c. Di sini ada mekanisme khusus dapat dijelaskan dengan teori pembawa membran. mekanismenya dipengaruhi oleh : 1.Umumnya obat menembus membrane biologi melalui proses difusi. Diduga mol obat membentuk kompleks dengan suatu molekul pembawa dalam membran yang bersifat mudah larut dalam lemak. sehingga dengan mudah bergerak menembus membran. Kecepatan difusi molekul obat tergantung pada ukuran pori. difusi pasif dengan fasilitas kadang-kadang beberapa bahan obat yang Ø > 4 Å dapat melewati membran sel karena tekanan osmosa Karena perbedaan kadar antar membran. b. sifat membrane biologi proses difusi ada dua: 1. Senyawa nonpolar bersifat mudah larut dalam lemak. difusi pasif dengan cara melarut pada lemak penyusun membrane. Sebagian obat mempunyai Ø > 4 Å sehingga cara penyaringan kurang penting. difusi pasif dengan fasilitas 2. Pada sisi membran yang lain kompleks akan terurai melepas molekul obat dan molekul . Kecepatan penetrasi (10-10000) kali > disbanding kelarutannya dalam lemak. 1. 1. ukuran molekul obat dan perbedaan antar membrane. difusi pasif melalui pori (penyaringan) b. molekul Ø < 4 Å dan molekul dengan jumlah atom C < dari 3 dan BM < 150. a difusi pasif melalui pori : membrane sel Ø 4 Å dapat dilewati secara difusi oleh molekul bersifat hidrofil. difusi aktif: a. difusi pasif: a. sistem pengangkutan aktif b. pinositosis 1. mempunyai harga koefisien partisi lemak/air besar sehingga mudah menembus membran sel secara difusi. difusi pasif dengan cara melarut pada lemak penyusun membrane c. sifat kimia fisika obat 3. Pengangkutan ini berlangsung dari daerah kadar tinggi ke kadar rendah dan berhenti setelah mencapai keseimbangan. struktur kimia obat 2. Gerakan ini tidak memerlukan energy dan terjadi secara spontan. Membran sel bersifat permiabel terhadap senyawa polar tertentu.

tidak tergantung pada perbedaan kadar antar membran. 2. Pengikatan ini dipengaruhi oleh bentuk konformasi molekul obat dan pengaturan ruang . interaksi obat dengan biopolymer ada 2: 1. Interaksi obat dengan lemak 2. Interaksi obat dengan jaringan c. demikian seterusnya sehingga tercapai keseimbangan. Interaksi obat dengan asam nukleat d. lemak. asam amino. Penembusan obat ke dalam membran biologi dapat berjalan dengan cepat bila ada katalisator enzim dan ukuran bentuk kompleks cukup kecil. mukopolisakarida. Interaksi obat dengan enzim biotransformasi b. Pengangkutan ini seperti sistem fagositosis pada bakteri. seperti lemak. Difusi aktif : sistem pengangkutan aktif Mirip dengan proses difusi pasif dengan fasilitas yaitu sama-sama dengan teori pembawa membran. berinteraksi lagi dengan molekul obat lain. Mekanisme ini sangat pelan sehingga kurang penting. Pembawa dapat berupa enzim atau ion yang muatannya berlawanan dengan muatan molekul obat. Pengangkutan obat dapat berjalan dari kadar rendah ke kadar tinggi. 2. Interaksi khas : a. 1. Perbedaannya adalah : 1. berasal dari ATP.pembawa bebas kembali ke tempat semula. enzim biotransformasi dan reseptor. 3. Bila membran sel didekati molekul obat. Interaksi tidak khas : a. membran akan membentuk rongga yang mengelilingi molekul obat dan kemudian obat bergerak menembus membran sel. Difusi aktif : pinositosis Merupakan pengangkutan aktif dari obat yang mempunyai ukuran molekul besar dan misel. vitamin ADEK. amilum. ion Cl ke membran sel darah merah 2. Interaksi obat dengan biopolymer Berdasarkan sifatnya. asam nukleat. Interaksi obat dengan protein b. Interaksi obat dengan reseptor Suatu mol organic asing yang masuk ke tubuh kemungkinan berikatan dengan jaringan atau biopolymer seperti protein. 1. Reaksi pembentukan komplekss obat – pembawa memerlukan afinitas. Contoh : penetrasi gula. Pengangkutan tersebut memerlukan energy. gliserin. gliserin. Interaksi obat dengan mucopolisakarida e.

Sulfonamide yang bebas mendifusi ke jaringan dan menimbulkan efek anti??? 2. hidrofob dan van der waals. menghasilkan makromolekul dengan bentuk kongormasi yang baru. contohnya dengan thiopental Afinitas terhadap tempat pengikatan tiap obat berbeda-beda sehingga kemungkinan terjadi persaingan antara molekul obat dengan bahan normal tubuh dalam memperebutkan tempat pengikatan. Interaksi ini tidak menghasilkan respons biologi. masa kerja obat dan besar efek biologi yang ditimbulkan. . Interaksi tidak khas adalah interaksi obat dengan biopolymer yang hasilnya tidak memberikan efek yang berlangsung lama dan tidak menyebabkan perubahan struktur molekul obat ataupun biopolymer. Contoh interaksi khas : interaksi obat dengan enzim biotransformasi dan interaksi obat dengan reseptor Bila suatu mikromolekul obat berinteraksi dengan gugus fungsional makromolekul reseptor. Fenilbutazon dapat men??? Turunan sulfonamide dari ikatannya dengan albumin plasma. Interaksi obat protein bersifat terpulihkan dan ikatan kimianya adalah ikatan ion. Turunan sulfonil urea mencegah insulin dari ikatannya dengan protein plasma sehingga terjadi pelepasan insulin dari beta sel pancreas sehingga insulin bebas berfungsi antidiabetes Interaksi khas adalah interaksi yang menyebabkan perubahan struktur mikromolekul reseptor sehingga timbul rangsangan perubahan fungsi fisiologi normal. Perubahan ini bukan yang penting dalam sistem ???? Dalam tubuh terdapat protein yang pada plasma darah maupun jaringan yang dapat berinteraksi dengan hampir semua molekul obat. muncul energy yang akan berkompetisi dengan energy yang menstabilkan makromolekul tersebut. jaringan asam nukleat Interaksi obat dengan asam nukleat. Hal ini memberikan pengaruh menguntungkan dan merugikan. Contoh : interaksi obat dengan protein. sebagai respons biologi. hydrogen. ikatannya dengan obat yang bermuatan positif Interaksi obat dengan jaringan lemak. dengan perubahan struktur dan distribusi muatan molekul. Contoh : 1. dan cairan dalam sel yang mempengaruhi asal kerja. Molekul obat berinteraksi dengan lebih dari satu biopolymer yang ada dalam cairan luar sel. Interaksi ini bersifat terpulihkan. membran sel.dari gugus-gugus fungsional. ikatan kimianya relative lemah. contohnya dengan quinalon Interaksi obat dengan mucopolisakarida. berat dan tipe interaksi obat – biopolymer tergantung pada sifat kimia fisika obat dan karakteristik biopolymer.

Umumnya pengikatan obat oleh protein plasma tergantung struktur kimia disbanding dengan koefisien partisi minyak/air. obat bebas aktif akan dilepaskan kembali ke cairan tubuh. Fungsi kompleks obat protein : 1. Interaksi obat dengan jaringan tubuh : Contohnya :   Chlorpro??? HCl Atebrin (quinaksin) . Membatasi interaksi obat dengan reseptor khas. Bila protein plasma ini jenuh. bila ada gangguan keseimbangan.Pengikatan ini sebagian besar terjadi pada cairan darah dan kadar obat bebas dalam darah selalu berkaitan dengan kadar obat yang terikat oleh protein plasma. Bila kadar obat dalam darah menurun. Meningkatkan penyerapan obat 4. kompleks obat protein plasma terurai dan obat bebas kembali ke plasma darah. obat bebas dalam cairan darah berinteraksi dengan reseptor menimbulkan respons biologi. Ikatan tersebut bersifat terpulihkan. Pengangkutan senyawa biologi : O oleh Hb 2. Ikatan obat – protein secara farmakologi tidak aktif. efek toksisnya dapat dinetralkan 3. menghambat metabolism dan ekskresi obat sehingga memperpanjang kerja obat. Albumin mengandung ion zwitter dapat berinteraksi dengan kation atau anion obat. Detoksifikasi keracunan logam berat : H diikat oleh gugus SH protein. begitu gugus γ globulin.

b.B.R. (OR) = kompleks obat – reseptor dan (OP) = kompleks obat – protein utuh tidak terdisosiasi : mencapai reseptor dan cukup O     reseptor Sawar m. P = protein. OP. = membran biologis. O = obat. R = reseptor. Penyimpanan pada depo jaringan Metabolism O memerlukan:   O Modifikasi kimia Dan enzimatik dalam cairan luar sel utuh R / . . Proses penyerapan dan distribusi obat Keterangan: m.Penyerapan Mb O O + P mb Distribusi mb O + P +R + P (OR) Respons biologis (OP) Cairan IntraVascular (OP) cairan intersisial (OP) cairan interseluler Gambar 1.

yang meliputi proses penyerapan (absorpsi). Fasa ini berperan dalam timbulnya respons biologis obat. metabolism dan ekskresi obat (ADME). Fasa farmasetis.ek Modifikasi fisika:   Bentuk sediaan Formulasi obat Modifikasi kimia:   Obat Perubahan struktur kimia molekul obat Respons biologis cairan tubuh : organ dan jaringan . formulasi. Fasa farmako dinamik. bentuk sediaan.penyerapan . Fasa ini berperan dalam ketersediaan obat untuk mencapai jaringan sasaran atau reseptor sehingga dapat menimbulkan respons biologis 3. yang meliputi proses pabrikasi.Tiga fasa yang menentukan terjadinya aktivitas biologis obat adalah : 1. pengaturan dosis. Hubungan fasa-fasa di atas dijelaskan dalam bentuk bagan seperti yang terlihat pada gambar 2. Fasa farr???.in??? . distribusi. pemecahan bentuk sediaan dan terlarutnya obat aktif. obat . Fasa ini berperan dalam ketersediaan obat untuk dapat diserap ke tubuh 2. yaitu terjadinya interaksi obat-reseptor dalam jaringan sasaran.dis .