SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN I. IDEALISME a.Pengertian Pokok.

Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas rohroh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu. b.Perkembangan Idealisme. Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mulamula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. Yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu. Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu. Sebenarnya dapat dikatakan sepanjang masa tidak pernah faham idealisme hilang sarna sekali. Di masa abad pertengahan malahan satu-satunya pendapat yang disepakati oleh semua ahli pikir adalah dasar idealisme ini. Pada jaman Aufklarung ulama-ulama filsafat yang mengakui aliran serba dua seperti Descartes dan Spinoza yang mengenal dua pokok yang bersifat kerohanian dan kebendaan maupun keduanya mengakui bahwa unsur kerohanian lebih penting daripada kebendaan. Selain itu, segenap kaum agama sekaligus dapat digolongkan kepada penganut Idealisme yang paling setia sepanjang masa, walaupun mereka tidak memiliki dalil-dalil filsafat yang mendalam. Puncak jaman Idealiasme pada masa abad ke18 dan 19 ketika periode Idealisme. Jerman sedang besar sekali pengaruhnya di Eropah. II. MATERIALISME a. Pengertian Pokok. Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. b. Perkembangan Materialisme. Pada abad pertama masehi faham Materialisme tidak mendapat tanggapan yang serius, bahkan pada abad pertengahan, orang menganggap asing terhadap faham Materialisme ini. Baru pada jaman Aufklarung (pencerahan), Materialisme mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropah Barat. Pada abad ke-19 pertengahan, aliran Materialisme tumbuh subur di Barat. Faktir yang menyebabkannya adalah bahwa orang merasa dengan faham Materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam. Selain itu, faham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dalildalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataankenyataan yang jelas dan mudah dimengerti. Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama dimana-mana. Hal ini disebabkan bahwa faham Materialisme ini pada abad ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (atheis) yang

sudah diyakini mengatur budi masyarakat. Pada masa ini, kritikpun muncul di kalangan ulama-ulama barat yang menentang Materialisme. Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut : 1. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya. 2. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga. 3. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan. 4. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun.

Pengertian Realisme
Untuk beberapa tahun pada akhir 1870, Munich telah menjadi basis bagi sekelompok artis muda Norwegia yang memberikan kontribusi penting sebagai Realis – termasuk didalamnya adalah Hans Heyerdahl (1857-1913), Kitty L Kielland (1843-1924), Harriet Backer (1845-1932), Erik Werenskiold (1855-1938), Christian Skredsvig (1854-1924), Theodor Kittelsen (1857-1914) dan Gerhard Munthe (1849-1929). Selama tahun 1880, artis-artis ini pindah ke Paris, yang menjadi pusat baru bagi para artis Norwegia. Disana mereka bergabung dengan dua figur penting lainnya, Christian Krohg (1852-1925) dan Fritz Thaulow (1847-1906), keduanya pernah belajar dengan Gude di Karlsruhe pada tahun 1870. Pelukis penting beraliran Realis lainnya adalah Eilif Peterssen (1852-1928), yang tidak belajar di Paris tapi di Italia. Beberapa artis ini kemudian memilih untuk kembali ke Norwegia, dan pada tahun 1882 mereka menyelenggarakan Høstutstillingen („Pameran Musim Gugur), koleksi seni kontemporer Norwegia yang didanai publik mulai dari tahun 1884 dan saat ini menjadi Pameran Seni Nasional. Pada saat yang bersamaan, mereka mendirikan sistem baru dimana para artis tersebut menjual sendiri karya mereka, memutuskan apa yang harus disertakan dalam pameran dan bahkan menyeleksi komisi untuk seni umum. Diantara para kelompok artis yang kembali, ada beberapa pribadi yang secara keras menolak nilai-nilai pendahulu mereka. Walaupun mereka memiliki pandangan yang sama terhadap tradisi, para artis muda ini sangat berbeda dalam hal tingkah laku dan temperamen. Konflik juga terjadi diantara kedua kelompok. Satu kelompok, dipimpin oleh Christian Krohg sangat radikal, individualistis dan internasionalis, sementara kelompok lainnya dipimpin oleh Erik Werenskiold lebih beraliran nasionalis dan liberal dalam arti politik, namun juga bermoral dan berprinsip tinggi. Werenskiold melukis situasi yang sederhana namun memiliki karakteristik yang ditempatkan di pemandangan alam yang telah dipelajari dengan baik. Sejajar dengan Wrenskiold adalah Theodor Kittlesen, yang walaupun merupakan juru gambar yang lebih baik daripada menjadi pelukis, memberikan kontribusi signifikan terhadap nasionalisme dengan menggambarkan edisi standar Cerita Rakyat Norwegia. Pengikut Werenskiold lainnya adalah Christian Skredsvig, yang menolak untuk menekankan

implikasi kesusasteraan dan simbolisme subyek lukisannya. dan kelompok progressif meliputi progresivisme. mengatakan bahwa lebih banyak artis harus mengkonsentrasikan energi mereka pada proses melukis yang sesungguhnya. Di lain pihak. rekonstruksionisme dan eksistensialisme. A. yang ambisinya terhadap lukisan bersejarah secara tidak langsung mengikuti contoh pendahulunya. essensialisme. tidak berusaha untuk mengancam permasalahan sosial dan manusia. dan Eilif Peterssen. Perenialisme modern secara umum menampilkan sebuah penolakan besar-besaran terhadap cara pandang progresif. aliran perenialisme termasuk dalam kategori filsafat pendidikan akademis-skolastik. walaupun dengan gaya yang sedikit lebih abstrak dibandingkan dengan pelukis nasionalis sebelumnya.[1] Aliran perenialisme menurut Zuhairini sebagaimana dikutip Abdul Khobir dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam. Kitty L Kielland. Latar Belakang Munculnya Aliran Perenialisme Teori kependidikan kalangan perenialis mencuat sebagai sebuah pemikiran formal (resmi) pada dekade 1930-an sebagai bentuk reaksi terhadap kalangan progresif. salah satu pelukis pemandangan alam yang konsisten dalam periodenya. yang bermakna abadi atau kekal. lebih banyak bekerja en plain air di Jæren di pantai Barat Norwegia. Dari makna tersebut mempunyai maksud bahwa Perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal dan abadi. 1. Aliran Perenialisme Menurut Ali Saifullah. lebih berkonsentrasi ke pemandangan interior. pemimpin Bohemian Oslo yang percaya bahwa menulis sama pentingnya dengan melukis dan mengatakan bahwa „semua seni nasional buruk dan semua seni yang baik adalah nasional‟. Masyarakat ini bertemu dengan lawan tangguh yaitu Christian Krohg. Bagi . idealisme dan realisme. Gerhard Munthe. kebingungan sehingga banyak menimbulkan krisis di segala bidang kehidupan manusia. dan bersama-sama membentuk Lysakerkretsen (Masyarakat Lysaker) untuk memajukan nilai-nilai nasionalisme Norwegia. yang diartikan sebagai continuing throughout the whole year atau lasting for a very long time. kebudayaan yang dianggap ideal dan telah teruji ketangguhannya. Disinilah pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam rangka mengembalikan keadaan manusia modern kepada kebudayaan masa lampau yang ideal tersebut. Kategori ini meliputi dua kelompok yakni aliran perenialisme sendiri. Perenialisme diambil dari kata perennial. B. perenialisme memberikan pemecahan dengan jalan regressive road to culture. Fritz Thaulow menginginkan seni hanya berfokus pada seni. 1. Ia beranggapan bahwa fokus artistik harus dikonstrasikan pada kehidupan yang dijalani dan dialami oleh individu. menganggap bahwa zaman modern adalah zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kekacauan. yaitu jalan kembali atau mundur kepada kebudayaan lama (masa lampau). Sementara Harriet Backer memilih untuk mengasingkan diri dari debat tersebut. Untuk menghadapi situasi krisis itu. yang juga merupakan seorang nasionalis memiliki hubungan dekat dengan petualang dan ilmuwan Fridjof Nansen.

Dengan peningkatan suasana hidup spiritual ini. orang dalam bentuk.” Perenialisme tak melihat jalan yang meyakinkan selain kembali kepada prinsip-prinsip yang telah sedemikian membentuk sikap kebiasaan. esensi. atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal dimaksud. manusia dapat makin mendekatkan diri menuju tujuan (teleologis) untuk mendekatkan diri pada supernatural (Tuhan) yang merupakan pencipta dan tujuan akhir. Dengan demikian.kalangan perenealis. Sejalan dengan apa yang dikatakan Poedjawijatna. meskipun pergolakan-pergolakan politik dan sosial yang sangat menonjol. merupakan hal yang logis dalam karakternya. seperti manusia yang ditinjau dari esensinya adalah makhluk berpikir. Benda individual di sini adalah benda sebagaimana yang tampak di hadapan manusia dan yang ditangkap dengan panca indra seperti batu. Secara ontologis. permanensi (keajegan). Perenialisme menekankan arti penting akal budi. Dengan demikian kalangan perenialis mempelopori gerakan kembali pada hal-hal absolut dan memfokuskan pada ide-gagasan yang luhur (menyejarah dari budaya manusia). Sedangkan . D. Setiap sesuatu yang ada tidak hanya merupakan kombinasi antara zat atau benda. rumput.[3] 1. Bagi perenialisme truth adalah prasyarat asas tahu untuk mengerti atau memahami arti realita semesta raya. Pandangan Epistemologis Perenialisme Perenialisme berpangkal pada tiga istilah yang menjadi asas di dalam epistemologi yaitu truth. bahwa esensi dari kenyataan itu adalah menuju ke arah aktualitas. 1. dan karya-karya besar pemikir masa lalu.[2] Oleh karena itu perenialisme memandang pendidikan adalah sebagai jalan kembali. maka manusia itu setiap waktu adalah potensialitas yang sedang berubah menjadi aktualitas. segala yang ada di alam semesta ini. self evidence. tapi juga merupakan unsur potensialitas dengan bentuk yang merupakan unsur aktualitas. dan tumbuhtumbuhan. seperti manusia. ide-gagasan ini telah terbukti keabsahan dan kegunaannya karena mampu bertahan dari ujian waktu. hewan. bahkan kepribadian manusia selain kebudayaan dulu dan kebudayaan abad pertengahan. adalah lebih riil (nyata) dari pada konsep perubahan kalangan pragmatis. warna. “education as cultural regression. Esensi dari suatu kualitas menjadikan suatu benda itu lebih intrinsik daripada fisiknya. nalar. Pandangan Ontologi Perenialisme Ontologi perenialisme terdiri dari pengertian-pengertian seperti benda individual. dan reasoning. Sedangkan aksiden adalah keadaan-keadaan khusus yang dapat berubah-ubah dan sifatnya kurang penting dibandingkan dengan esensial. aksiden dan substansi. Bila dihubungkan dengan manusia. perenialisme membedakan suatu realita dalam aspek-aspek perwujudannya. C. self evidence adalah suatu bukti yang ada . dan aktivitas tertentu. sehingga makin lama makin jauh dari potensialitasnya. lembu. ukuran.

eksistensi) itu sendiri. namun tetap diakui bahwa fisafat lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu pengetahuan. Hubungan filsafat dan pengetahuan tetap diakui urgensinya. dan persoalan nilai adalah persoalan spiritual. hakikat manusia itu yang pertama-tama adalah jiwanya. Dan pengertian kita tentang kebenaran hanya mungkin di atas hukum berpikir (reasoning).[4] E. karena ia berdasarkan pada asasasas supernatural yaitu menerima universal yang abadi. jadi bukti itu tidak pada materi atau realita yang lain. khususnya tingkah laku manusia. adalah latihan dan disiplin mental. tindakan itulah yang bersesuaian dengan sifat rasional manusia. dan pikiran. Menurut Perenialisme latihan dan pembinaan berfikir (mental dicipline) adalah salah satu kewajiban tertinggi dalam belajar. Pandangan Aksiologi Perenialisme Masalah nilai merupakan hal yang utama dalam Perenialisme. Maka pendidikan hendaknya berorientasi pada ketiga potensi tersebut dan pada masyarakat. Kemerdekaan pendidikan hendaknya membantu manusia untuk menjadi dirinya sendiri (essential self)yang membedakannya dari makhluk yang lain. Oleh karena itu. Pandangan Perenialisme Tentang Belajar Tuntutan tertinggi dalam belajar menurut Perenialisme. Maka. Dan meskipun ilmu dan filsafat berkembang ke tingkat yang makin sempurna. teori dan praktik pendidikan haruslah mengarah kepada tuntutan tersebut. sebab pengertian logis misalnya berasal dari hukum-hukum berpikir. agar kebutuhan yang ada pada setiap lapisan masyarakat bisa terpenuhi. prinsip pikiran demikian bertahan dan tetap berlaku. Dengan memperhatikan hal ini. Asas berpikir dan kemerdekaan harus menjadi tujuan utama pendidikan. Secara etika. Dalam aksiologi. kemauan. dan pikiran. Karena program yang diadakan dalam lembaga pendidikan adalah untuk pembinaan berpikir. karena manusia itu secara alamiah condong pada kebaikan.[7] 1.pada diri (realita. otoritas berpikir harus disempurnakan sesempurna mungkin. Rasionalitas dan Asas Kemerdekaan. sebab analisa-empiris dan analisa ontologis keduanya dianggap Perenialisme dapat komplementatif. hakikat manusia itu juga menentukan hakikat perbuatannya. Jadi. . Mental dicipline sebagai teori dasar. hendaknya pendidikan disesuaikan dengan keadaan manusia yang mempunyai nafsu.[5] F. Dalam pandangan Perenialisme ada hubungan antara ilmu pengetahuan dengan filsafat. maka pendidikan yang berorientasi pada potensi dan masyarakat akan dapat terpenuhi. seraya menyadari adanya perbedaan antara kedua bidang tersebut. Dengan demikian.[6] Teori dasar dalam belajar menurut Perenialisme terutama: 1. Menurut Plato. manusia secara kodrat memiliki tiga potensi: nafsu. kemauan.

Kurikulum Universitas . 1. melainkan guru juga sebagai murid yang mengalami proses belajar mengajar. Dengan cara inilah pendidikan akan memenuhi fungsi humanistiknya. Kurikulum Sekolah Menengah Prinsip kurikulum pendidikan dasar. yang humanistik bukan teknikal. tugas guru bukanlah perantara antara dunia dengan jiwa anak. Perenialisme membedakan kurikulum pendidikan menengah antara program. Pendidikan sebagai persiapan Perbedaan Progresivisme dengan Perenialisme terutama pada sikapnya tentang “education as preparation”.1. bahwa pendidikan sebagai persiapan. 1.[10] 1. Pendidikan Dasar dan (Sekolah) Menengah 1.[9] Dan sebagai filsafat pendidikan umumnya. Menurut essensialisme guru sebagai perantara antara bahan dengan anak yang melakukan proses penyerapan. bukan spesialis. Learning through teaching (Belajar melalui pengajaran). Learning to Reasson (Belajar untuk berpikir). Pendidikan Tinggi dan Adult Education 1. Fungsi guru menurut Perenialisme berbeda dengan essensialisme. dan berhitung. dimana pandangan-pandangan kurikulumnya mempengaruhi praktik pendidikan. Sekolah bagi anak merupakan peraturan-peraturan dimana ia bersentuhan dengan hasil yang terbaik dari warisan sosial budaya. Perenialisme berpendapat bahwa pendidikan adalah persiapan bagi kehidupan di masyarakat. menuju kematangan. Learning to Reasson (Belajar untuk berpikir)Sekolah bukanlah merupakan situasi kehidupan yang nyata. yang terbuka bagi anak 12-20 tahun. 1. menulis. yakni pembelajaran secara umum yang mesti dimiliki oleh manusia. belajar untuk berpikir menjadi tujuan pokok sekolah menengah dan universitas. Dari sini. bahwa anak ada dalam fase potensialitas menuju aktualitas. liberal bukan vokasionalis. berlaku pula bagi pendidikan menengah. Perlu adanya penanaman pembiasaan pada diri anak sejak dini dengan kecakapan membaca. Pandangan Perenialisme Mengenai Pendidikan Pendidikan menurut filsafat ini mesti membangun sejumlah mata pelajaran yang umum. filsafat pendidikan Perenialisme juga mempengaruhi sekolah-sekolah modern sekarang. Dalam pandangan Perenialisme. “general education” dan pendidikan kejuruan.[8] G. Dasar pandangan ini berpangkal pada ontologi.

. Renaissance itu merupaka reaksi terhadapa tradisi dan sebagai puncak timbulnya individualisme dalam berpikir dan bertindak dalam semua cabang dari aktivitas manusia.Program “General Education” dipersiapkan untuk pendidikaan tinggi dan adult education. Akan tetapi yang paling mereka pedomani adalah peradaban semenjak zaman Renaissance. Sumber utama dari kebudayaan itu terletak dalam ajaran para ahli filsafat. 13 dan ke 14 Masehi. PENGERTIAN ALIRAN ESENSIALISME DAN SEJARAHNYA Aliran Filsafat Esensialisme adalah suatu aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. bagi umur 21 tahun sebab dianggap telah cukup mempunyai kemampuan melaksanakan program pendidikan tinggi 1. nilai-nilai kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus-ratus tahun. menetralisir pengaruh-pengaruh jelek yang ada. Mereka beranggapan bahwa kebudayaan lama itu telah banyak memperbuat kebaikan-kebaikan untuk umat manusia. Esensialisme modern dalam pendidikan adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap skeptisisme dan sinisme dari gerakan progrevisme terhadap nilainilai yang tertanam dalam warisan budaya/ sosial. Pendidikan tinggi sebagai lanjutan pendidikan menengah dengan program general education yang telah selesai disiapkan. Kurikulum Pendidikan Orang Dewasa (Adult Education) Tujuan pendidikan orang dewasa adalah meningkatkan pengetahuan yang telah dimilikinya dalam pendidikan lama sebelum itu. yaitu yang tumbuh dan berkembang disekitar abad 11. Nilai utama pendidikan orang dewasa secara filosofis ialah mengembangkan sikap bijaksana guna mereorganisasi pendidikan anak-anaknya. Didalam zaman Renaissance itu telah berkembang dengan megahnya usaha-usaha untuk menghidupkan kembali ilmu pengetahuan dan kesenian serta kebudayaan purbakala. ahli-ahli pengetahuan yang telah mewariskan kepada umat manusia segala macam ilmu pengetahuan yang telah mampu menembus lipatan qurun dan waktu dan yang telah banyak menimbulkan kreasi-kreasi bermanfaat sepanjang sejarah umat manusia. Yang mereka maksud dengan kebudayaan lama itu adalah yang telah ada semenjak peradaban manusia yang pertama-tama dahulu. Menurut Esensialisme. 12.[11] A. dan didalamnya berakar gagasan-gagasan dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu. dan membina kebudayaannya. terutama dizaman Yunani dan Romawi purbakala.

Karena ini maka aliran Esensialisme dianggap para ahli “Conservative Road to Culture” yakni aliran ini ingin kembali kekebudayaan lama. titik berat tinjauannya adalah mengenai alam dan dunia fisik. maka aliran Esensialisme ini memandang bahwa pendidikan yang bertumpu pada dasar pandangan fleksibilitas dalam segala bentuk dapat menjadi sumber timbulnya pandangan yang berubah-ubah. tidak melepaskan sifat-sifat utama masing-masing. Karena itu esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama sehinga memberikan kestabilan dan arah yang jelas. Pendidikan Sebagai Pemelihara Kebudayaan. mudah goyah dan kurang terarah dan tidak menentu serta kurang stabil. artinya dua aliran filsafat ini bertemu sebagai pendukung Esensialisme. Jika progressivisme menganggap pendidikan yang penuh fleksibelitas. Berarti. . Idealisme dan Realisme adalahaliran-aliran filsafat yang membentuk corak Esensialisme. warisan sejarah yang telah membuktikan kebaikan-kebaikannya bagi kehidupan manusia. Realisme modern yang menjadi salah satu eksponen esensialisme. Puncak refleksi dari gagasan ini adalah pada pertengahan kedua abad ke sembilan belas. Esensialisme percaya bahwa pendidikan itu harus didasarkan kepada nilainilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. B. sebagai pangkal timbulnya pandangan-pandangan Esensialistis awal. Karenanya pendidikan haruslah diatas pijakan nilai yang dapat mendatangkan kestabilan dan telah teruji oleh waktu. tahan lama dan nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan terseleksi Nilai-nilai yang dapat memenuhi adalah yang berasal dari kebudayaan dan filsafat yang korelatif. Sumbangan yang diberikan oleh masing-masing ini bersifat eklektik. tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. toleran dan nilai-nilai dapat berubah dan berkembang.Bagi aliran ini “Education as Cultural Conservation”. sedangkan idealisme modern sebagai eksponen yang lain. CIRI-CIRI UTAMA ALIRAN ESENSIALISME Esensialisme yang berkembang pada zaman Renaissance mempunyai tinjauan yang berbeda dengan progressivisme mengenai pendidikan dan kebudayaan. selama empat abad belakangan ini. serba terbuka untuk perubahan. dengan perhitungan zaman Renaisans. pandangan-pandangannya bersifat spiritual. tetapi tidak lebur menjadi satu.

4. humanis Belanda yang hidup pada akhir abad ke15 dan permulaan abad ke 16. 3. 2. Ia berusaha agar kurikulum di sekolah bersifat . pengawasan pengarahan. POLA DASAR PENDIDIKAN ESSENSIALISME Uraian berikut ini akan memberikan penjelasan tentang pola dasar pendidikan aliran esensialisme yang didasari oleh pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah kepada keduniaan. dan bimbingan orang yang dewasa adalah melekat dalam masa balita yang panjang atau keharusan ketergantungan yang khusus pada spsies manusia. kuat tentang pendidikan. ciri-ciri filsafat pendidikan esensialisme yang disarikan oleh William C. Untuk mendapatkan pemahaman pola dasar yang lebih rinci kita harus mengenal dari referensi pendidikan esensialisme.Idealisme modern mempunyai pandangan bahwa realita adalah sama dengan substansi gagasan-gagasan(ide-ide). Manusia sebagai makhluk yang berpikir berada dalam lingkungan kekuasaan Tuhan. adalah tokoh pertama yang menolak pandangan hidup yanag berbijak pada “dunia lain”. Di balik duni fenomenal ini ada jiwa yang tidak terbatas yaitu Tuhan. sedangkan sekolah-sekolah pesaingnya (progresivisme) memberikan sebuah teori yang lemah. Dengan menguji menyelidiki ide-ide serta gagasan-gagasannya. C. manusia akan dapat mencapai kebenaran. serba ilmiah dan materialistik. Imam Barnadib (1985)11) mengemukakan beberapa tokoh terkemuka yang berperan dalam penyebaran aliran essensialisme dan sekaligus memberikan pola dasar pemikiran mereka. Desidarius Erasmus. yang sumbernya adalah Tuhan sendiri. esensialisme menawarkan sebuah teori yang kokoh. Sedangkan. maka menegakan disiplin adalah suatu cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. minat-minat yang kuat dan tahan lama sering tumbuh dari upaya-upaya belajar awal yang memikat atau menarik perhatian bukan karena dorongan dari dalam diri siswa. Bagley adalah sebagai berikut : 1. oleh karena kemampuan untuk mendisiplin diri harus menjadi tujuan pendidikan. yang merupakan pencipta adanya kosmos. 1.

Keberhasilan sekolah adalah sebagai lembaga yang memelihara nilai-nilai yang telah turun temurun dan menjadi penuntun penyesuaian diri setiap orang kepada masyarakat . Harris (1835-1909)-pengikut Hegel. tokoh Reinaissance yang pertama yang berusaha mensistematiskan proses pengajaran. Ia memiliki pandangan realis yang dogmatis. Oleh karena itu ia tunduk dan mengikuti ketentuan dari hukum-hukum alam. berdasarkan kesatuan spiritual. sehingga dapat diikuti oleh kaum tengahan dan aristokrat. Menurut dia bahwa tugas pendidikan adalah mengizinkan terbukanya realita berdasarkan susunan yang pasti. William T. 2. tokoh dari inggris dan populer sebagai “pemikir dunia” mengatakan bahwa pendidikan hendaknya selalu dekat dengan situasi dan kondisi. John Lock (1632-1704). berarti penyesuaian dengan hukum-hukum kesusilaan. Selain itu ia percaya kepada hal-hal yang transendental. Terhadap pendidikan ia memandang anak sebagai makhluk yang berekspresi kreatif. maka tugas kewajiban pendidikaan adalah membentuk anak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia berpendapat bahwa tujuan pendidikan adalah menyesuaikan jiwa seseorang dengan kebajikan dari Yang Mutlak. salah seorang murid Immanuel Kant yang berpandangan kritis. sehingga pada diri manusia terdapat kemampuankemampuan wajarnya. 6. 3. Johann Amos Comeniuc (1592-1670). 5. Johann Henrich Pestalozzi (1746-1827). seorang tokoh transendental pula yang corak pandangannya bersifat kosmissintetis.humanistis dan bersifat internasional. dan manusia mempunyai hubungan transendental langsung dengan Tuhan. Johann Fiedrich Herbart (1776-1841). dan ini pula yang disebut “pengajaran yang mendidik” dalam proses pencapaian pendidikan. Tokoh terakhir dari Amerika Serikat. mempunyai kepercayaan bahwa sifat-sifat alam itu tercermin pada manusia. sesuai fitrah kejadiannya. 7. berusaha menerapkan Idealisme Obyektif pada pendidikan umum. 4. dan manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang merupakan bagian dari alam ini. dan karena dunia ini dinamis dan bertujuan. dan tugas pendidikan adalah memimpin peserta didik kearah kesadaran diri sendiri yang murni. Johann Frederich Frobel (1782-1852).

harus pragmatis memandang sesuatu dari segi manfaatnya. karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup. Di sini kita bisa menganggap bahwa filsafat progressivisme merupakan The Liberal Road of Culture (kebeba san mutlak menuju kearah kebudayaan) maksudnya nilai-nilai yang dianut bersifat . Progresivisme dinamakan instrumentalisme. terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia. Berhubungan dengan itu progressivisme kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter. Dinamakan eksperimentalisme.1952). Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas. beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang oleh progresivisme merupakan bagian-bagian utama dari kebudayaan. yang menitikberatkan pada segi manfaat bagi hidup praktis. karena aliran tersebut menyadari dan mempraktekkan asa eksperimen yang merupakan untuk menguji kebenaran suatu teori. harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya. Filsafat progressivisme dipengaruhi oleh ide-ide dasar filsafat pragmatisme dimana telah memberikan konsep dasar dengan azas yang utama yaitu manusia dalam hidupnya untuk tetap survive terhadap semua tantangan. Progresivisme yang lahir sekitar abad ke-20 merupakan filsafat yang bermuara pada aliran filsafat pragmatisme yang diperkenalkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859. Oleh karena itu kemajuan atau progress ini menjadi inti perhatian progressivisme. mengembangkan kepribadian manusia. baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang.ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME Progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. maka. karena kurang menghargai dan memberikan tempat semestinya kepada kemampuankemampuan tersebut dalam proses pendidikan. kesejahteraan. Sedangkan dinamakan environmetalisme karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu mempengaruhi pembinaan kepribadian. Pada hal semuanya itu ibaratkan motor penggerak manusia dalam usahanya untuk mengalami kemajuan atau progress. Pendidikan yang bercorak otoriter ini dapat diperkirakan mempunyai kesulitan untuk mencapai tujuan.

melainkan diartikan atau dipandang dari sudut prosesnya. kreatifitas dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. ide-ide. Jelaslah. toleran dan open minded. dengan tepat bahwa tiada teori realita yang umum. dalam bukunya yang berjudul Creative Intelligence. Misalnya. curious (ingin mengetahui dan menyelidiki). mengatakan. ONTOLOGI Sifat utama darai pragmatisme mengenai realita. Mereka mengatakan bahwa metafisika itu ada. Berdasarkan pandangan di atas maka sangat jelas sekali bahwa filsafat progressivisme bermaksud menjadikan anak didik yang memiliki kualitas dan terus maju sebagai generasi yang akan menjawab tantangan zaman peradaban baru. . Filsafat progressivisme telah memberikan kontribusi yang besar di dunia pendidikan. dimana telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada peserta didik.fleksibel terhadap perubahan. Uraian di atas menunjukkan bahwa ontologi progresivisme mengandung pengertian dan kualitas evolusionistis yang kuat. di samping itu manusia harus dapat memfungsikan jiwanya untuk membina hidup yang mempunyai banyak persoalan dan yang silih berganti. tetapi yang ada ini haruslah dicari artinya bagi suatu kemajuan atau maksud-maksud yang lainnya. Anak didik diberikan kebebasan secara fisik maupun cara berfikir. teoriteori atau cita-cita tidaklah cukup diakui sebagai hal-hal yang ada. toleran dan terbuka sehingga menuntut untuk selalu maju bertindak secara konstruktif. perubahan dan berani bertindak. dari sudut eksistensi alam bukanlah diartikan sebagai pengertian yang substansial.”Diantara kaum pragmatis – jadi progresivis – John Dewey mempunyai pandangan yang ekstrim. Pengalaman diartikan sebagai ciri dinamika hidup. A. dan hidup adalah perjuangan. lingkungan dan pengalaman mendapatkan perhatian yang cukup dari progresivisme. sebab tokoh-tokoh lain tidaklah demikian. aktif serta dinamis. Manusia akan tetap hidup berkembang. inovatif dan reformatif. karena pragmatisme mempunyai konsep tentang eksistensi.”. guna mengembangakan bakat. Sehubungan dengan ini. sebenarnmya dapat dikatakan John Dewey. tindakan dan perbuatan. Untuk mencapai perubahan tersebut manusia harus memiliki pandangan hidup yang bertumpu pada sifat-sifat: fleksibel. jika ia mampu mengatasi perjuangan. menurut progresivisme. bahwa selain kemajuan atau progress.

kepustakaan. Tinjauan mengenai realita di atas memberikan petunjuk pragmatisme lebih mengutamakan pembahasan mengenai epistemologi daripada metafisika. kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. macamnya. misalnya tentang apa itu pengetahuan. Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan. metode positivisme. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales. Pada masanya. metode kontemplatis dan metode dialektis. Induktif merupakan usaha untuk memperoleh pengetahuan dengan mengambil data khusus terlebih dahulu dan diikuti dengan penarikan kesimpulan secara umum. . Untuk mengtahui teori pengetahuan yang dimaksud. metode induktif. rasional dan empirik. EPISTIMOLOGI Epistemologi. sifat.Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Pengetahuan yang merupakan hasil dari aktivitas tertentu diperoleh manusia baik secara langsung melalui pengalam dan kontak dengan segala realita dalam lingkungan hidupnya. perlu kiranya menunjau istilah-istilah dan arti seperti induktif. pengandaian-pengandaian. dan Aristoteles . Misal yang jelas adalah tinjauan mengenai kecerdasan dan pengalaman – yang keduanya tidak dapat dilepaskan satu sama lain – agar dapat dimengerti arti masing-masing itu. bagaimana karakteristiknya. dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. B. dan jenis pengetahuan. (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. metode deduktif. diantaranya. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri). Plato. serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan. ataupun pengetahuan yang diperoleh melalui catata-catatan – buku-buku. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode.

Deduktif adalah sebaliknya. Dalam hubungan ini kecerdasan merupakan faktor utama yang mempunyai kedudukan sentral. atau naturalis mengambil tesis falibilistik bahwa pengetahuan adalah bersifat kontingen dari perubahan serta kebenaran bersifat relatif sesuai dengan kondisinya. Empirik adalah sifat pandangan bahwa persepsi indera adalah media yang memberikan jalan bagi manusia untuk memahami lingkungan. Pengetahuan adalah kumpulan kesan-kesan dan penerangan yang terhimpun dari pengalaman yang siap untuk digunakan. Dalam epistemologi. artinya dengan pengetahuan yang diperoleh dengan berlandaskan ketentuan umum yang berupa postulat –postulat dan spekulatif. epistemologi adalah bidang tugas filsafat yang mencakup identifikasi dan pengujian kriteria pengetahuan dan kebenaran. Sementara kaum realis modern. maupun kebudayaan atau manusia. Fakata yang masih murni saja – yang belum diolah atau disusun – belum merupakan pengetahuan. Pengetahuan harus disesuaikan dan dimodifikasi dengan realita baru di dalam lingkungan. progresivisme mengadakan pembedaan anatara pengetahuan dan kebenaran. Sehingga masih membutuhkan pengorganisasian tertentu dari “bahan-bahan mentah” tersebut. Oleh sebab adanya prisip-prinsip epistemologi tersebut di atas. Kecerdasan adalah faktor yang dapat mempertahankan adanya hubungan anatara manusia dengan lingkungan. pragmatis. AXIOLOGI . memiliki dan mengarahklan beberapa segmen pengetahuan agar dapat menumbuhkan petunjuk atau penyelesaian pada situasi tertentu yang mungkin keadaannya kacau. baik yang berwujud lingkungan fisik. Dari sini. Pernyataan kategoris yang menyebutkan bahwa “ini kita tahu” atau “ini adalah kebenaran” merupakan pernyataan-pernyataan yang penuh dengan makna bagi para pendidik karena sedikit banyak hal tersebut bertaut dengan tujuan pendidikan yang mencakup pencarian pengetahuan dan perburuan kebenaran. C. Sedangkan kebenaran ialah hasil tertentu dari usaha untuk mengetahui. rasional berarti suatu pandangan bahwa akal adalah instrument utama bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan. empirisis logis.

Hubungan timbal balik dua sifat nilai instrinsik dan instrumental ini – menyebabkan adanya sifat perkembangan dan perubahan pada nilai. yakni memakai kata-kata atau konsepkonsep semacam “seharusnya” atau “sepatutnya” (ought / should). maka makna nilai itu tidaklah bersifat eksklusif. kriteria dan status metafisik dari nilai.Aksiologi berasal dari kata axios dan logos. Axiology artinya teori nilai. aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. temporal dan dinamis. Ia bertanya seperti apa itu baik (what is good?). Maka sifat perkembangannya berdasarkan pada dua hal. baik atau buruk dapat dikatakan ada bila menunjukkan adanya kecocokan dengan hasil pengujian yang dialami manusia dalam pergaulan. bahwa kesehatan yang baik akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. teori. Nilai kesehatan akan dihayati oleh manusia dengan lebih nyata bila dihubungkan dengan segi-segi yang bersifat operasional. Axios artinya nilai atau sesuatu yang berharga. Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis. Misalnya bila dikatakan bahwa kesehatan itu selalu bernilai baik tidaklah semata-mata suatu ilustrasi tentang nilai instrinsik. Nilai timbul karena manusia mempunyai bahasa. Demikianlah aksiologi terdiri dari . Nilai tidak timbul dengan sendirinya. sedang individu-individu mampu untuk mengadakan tinjauan dan penentuan mengenai standar sosial tertentu. Ini berarti berbagai jenis nilai seperti benar atau salah. serta tentang cara dan tujuan (means and ends). benar dan salah (right and wrong). maka memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang moralitas. Berdasarkan pandangan diatas. Dua jenis nilai ini saling bergantung satu sama lain seperti juga halnya pengetahuna dan kebenaran. Tatkala yang baik teridentifikasi. progresivisme tidak mengadaklan pembedaan tegas antara nilai instrinsik dan nilai instrumental. untuk diri sendiri dalam arti kebaikan instrinsik dan untuk lingkungan yang lebih luas dalam arti kebaikan instrumental. Karena itu nilai merupakan bagian integral dari pengalaman dan bersifat relative. penyelidikan tentang kodrat. logos artinya akal. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad). Oleh karena adanya faktor-faktor yang menentukan adanya nilai. melainkan ada faktor-faktor yang merupakan pra syarat. Nilai-nilai yang sudah tersimpan sebagai bagian dari kebudayaan itu ditampilkan sebagai bagian dari pengalaman. sehingga memungkinkan adanya relevansi seperti yang ada dalam masyarakat pergaulan.

Martin Heidegger (18891976). Keduanya beranjak dari pertanyaan yang sama: apakah nilai itu bersifat bergantung atau tidak bergantung pada manusia (dependent upon or independent of mankind)? Dari sini muncul empat pendekatan etika. Satre mula menggunakan perkataan „existentialism‟ atau eksistensialisme dalam satu kuliahnya yang terkenal iaitu pada Oktober 1945 yang bertajuk Existentialisme and Humanism (L‟Existentialisme est un Humanisme). Walaubagaimanapun. manusia dianggap sebagai dilahirkan tanpa sebarang tujuan (Keow. sistem sekolah atau guru tidak mempunyai hak untuk menekankan matlamat pendidikan ke atas murid. Simone de Beauvoir (1908-86) dan ahli fenomenologis Perancis. dan drama difikirkan relevan. Guru juga perlu menggunakan teknik atau kaedah pengajaran dan pembelajaran yang berpusatkan aktiviti serta berpusatkan murid-murid. dua yang pertama beraliran obyektivis. ahli falsafah dan pakar psikiatri Jerman. guru berperanan sebagai pemangkin yang menyediakan peluang pendidikan bagi anak murid mereka meluahkan perasaan dan emosi. Dari aspek guru pula. murid-murid pula perlu melibatkan diri secara aktif agar dapat memaksimumkan peluang pendidikan yang disediakan. Adakah anda bersetuju? Ahli-ahli eksistensialisme dan para pengikutnya hanya melihat realiti sebagai sesuatu yang bersifat subjektif dan hanya boleh didefinisikan oleh individu yang berkenaan sahaja. subjek-subjek yang bersifat estetik dan berfalsafah seperti seni. sedangkan dua berikutnya beraliran subyektivis. 2002). Soren Kierkegaard (1813-55). Berdasarkan konsep di atas.analisis tentang kepercayaan. Terdapat dua kategori dasar aksiologis. Friedrich Nietzsche (1844-1900). Oleh hal yang demikian matlamat pendidikan tidak digariskan. FALSAFAH PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME OLEH: ZIHAM ZAWAWI MAZLAN Aliran pemikiran eksistensialisme ini muncul pada abad ke-19 dan ke-20 dan di pelopori oleh seorang berketurunan Yahudi. (1) objectivism dan (2) subjectivism. novelis dan ahli falsafah Perancis. Dengan kata lain. Aliran mazhab ini mula memasuki aliran pemikiran masyarakat lewat tahun-tahun selepas Perang Dunia Kedua. Jean-Paul Satre (Kailani. ahli falsafah Katolik Perancis. . Sejajar dengan kaedah yang digunakan oleh guru. tokoh atheis Jerman. keputusan. dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan atau menemukan suatu teori nilai. mazhab ini juga tidak menggariskan subjek-subjek yang perlu diajarkan di sekolah. 2008). Aliran mazhab eksistensialisme ini berfokuskan kepada fitrah kewujudan manusia. Mazhab ini juga didukung oleh individu seperti: ahli falsafah dan teologi Denmark. kesusasteraan. Karl Jaspers (1883-1969). aliran pemikiran ini berpandangan bahawa seseorang individu seharusnya bertanggungjawab ke atas diri sendiri dan mempunyai kebebasan untuk menentukan matlamat serta membuat keputusan sendiri tanpa merujuk sebarang autoriti luar. Maurice Merleau-Ponty (1908-61) (Priest. ahli ontologi Jerman. Untuk lebih memahami lagi asimilasi aliran mazhab ini dalam konteks pendidikan. Selain hal itu. 2001).Berdasarkan kuliah yang diberikan oleh Satre. Gabriel Marcel (1889-1973).

Cikgu Reeni bertanyakan kepada anak muridnya jika mereka mahu belajar tentang haiwan herbivor pula. internet. Riset-riset konstruktivis sosial telah memunculkan tantangan serius bagi pendekatan-pendekatan ini. realisme dan liberalisme. majalah dan sebagainya Daripada situasi di atas dapatlah dirumuskan bahawa Cikgu Reeni menggunakan falsafah eksistensialisme dalam proses pengajaran dan pembelajarannya dengan memberi kebebasan kepada anak muridnya untuk memilih tajuk yang ingin dipelajari dan bebas memilih bahan yang ingin digunakan semasa P&P nant KONSTRUKTIVISME Sebelum masuk ke dalam pembahasan bagaimana konstuktivis memahami hubungan antara ide-ide dan realita serta apakah kekuasaan bisa diberi ukuran netral (objektif) terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu konstruktivis. Cikgu Reeni memberi arahan kepada anak muridnya agar datang ke kelasnya pada esok hari dengan membawa bahan-bahan yang telah diambil dari buku. Konstruktivis adalah aliran pemikiran dalam HI yang mempertanyakan pemahaman rasionalitas manusia dan kedudukan individu-individu dalam eksistensi kesosialannya. Untuk itu. Esok Cikgu Reeni bercadang untuk mengajar tentang haiwan pula. Cikgu Reeni mengajar tentang haiwan yang memakan daging.cuba fahami situasi ini. Konstruktivis memberikan perhatiannya pada kepentingan dan identitas negara sebagai produk yang dapat dibentuk dari proses sejarah yang khusus. Hari ini. Konstuktivis memberikan perhatian pada wacana umum yang ada di tengah masyarakat karena wacana membentuk dan merefleksikan keyakinan. dalam memprediksi ataupun memahami transformasi sistemik yang mengubah tatanan dunia secara drastis. kepentingan dan mempertahankan norma-norma dan nilai-nilai yang melandasi masyarakat untuk bertindak. Jika semua muridnya bersetuju. Tradisi pemikiran konstruktivisme berkembang di Amerika Serikat (AS) sejak berakhirnya Perang Dingin sebagai reaksi terhadap kegagalan tradisi-tradisi dominan dalam studi hubungan internasional. Wacana adalah instrumen perantara untuk mempertahankan norma-norma .

keyakinan dan gagasan bersama sebenarnya juga memiliki karakteristik struktural dan menentukan tindakan sosial maupun politik. Pertama adalah Perubahan. Sumber-sumber material sebenarnya hanya bermakna bagi tindakan atau perilaku melalui struktur nilai atau pengetahuan bersama. 1. Systemic Constructivism . Struktur sebagai pembentuk perilaku aktor sosial dan politik. Kedua Dimensi-dimensi sosial. tetapi juga normatif dan ideasional. Konstruktivisme dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar. konstruktivis berargumen bahwa sistem nilai. Berbeda dengan neorealis dan marxis. 3. Masyarakat yang termasuk di dalamnya individu-individu atau negara-negara pada dasarnya sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari konteks nilai-nilai kolektif yang membentuk kesatuan itu. Ada beberapa hal penting yang sangat sentral dalam konsturktivis. baik individual maupun negara. kebudayaan dan berbagai perbedaan realitas politik kedalam interaksi tersebut.yang menjadi landasan bertindak masyarakat (accepted norms of behavior). konstruktivisme dibangun diatas tiga proposisi utama 1. yang menekankan pada struktur material dalam bentuk kekuatan militer dan ekonomi dunia yang kapitalis. Struktur normatif dan ideasional-lah yang sebenarnya membentuk identitas sosial aktor-aktor politik. tidak hanya terdiri dari aspek material. dimana aktor-aktor menentukan pilihan dalam setiap proses interaksi dengan aktor-aktor lainnya dengan mengikutsertakan kesejarahan. 2. dimana ide-ide tentang konstruksi sosial diajukan secara berbeda bersilangan dalam berbagai konteks dan bukanlah sebuah realitas objektif yang tunggal. aturan-aturan dan bahasa serta bagaimana hal-hal yang material dan ideasional menjadi faktor-faktor yang dikombinasikan dalam berbagai kemungkinan konstruksi yang berbeda dengan segala hasil keluarannya. menekankan norma-norma. Secara ontologis. Ketiga Proses-proses interaksi.

kerjasama regional dan juga konflik antar negara. Perspektif ini lebih melihat domain domestik dan internasional sebagai sebuah kesatuan yang berinteraksi satu sama lain dalam proses pembentukan identitas dan nilai. Dapat dicontohkan dengan seseorang masuk dalam suatu komonitas tidak ditentukan oleh kekayaannya namun bagaimana aktor yang menjalankan komunitas itu menetapkan nilai-nilai dan identitas apa yang dapat diterima dan apa yang tidak. nilai dan identitas bersama dalam bentuk interaksi antar negara seperti kerjasama di dalam organisasi internasional. Holistic Constructivism tidak memisahkan analisa sektor domestik dan internasional. konstruktivis memberi perhatian pada sumber-sumber perubahan(sources of change). Fokus kajiannya adalah bagaimana munculnya norma. Struktur sosial adalah kesepahaman suatu masyarakat tentang nilai-nilai. indentitas dan kepentingan sebuah negara. Holistic Constructivism Berbeda dengan Sistemic dan Unit-level Constructivism.Pendekatan ini lebih banyak mengadopsi pandangan neorealisme yakni melihat interaksi antar unit internasional/states.Salah satu karakteristik dari konstruktivisme adalah non-universalis. 2. Fokus kajiannya adalah hubungan antara entitas sosial di tingkat domestik dengan normanorma hukum. 3. Dengan kata lain identitas dan kepentingan merupakan hasil dari sebuah proses interaksi. bagaimana ide dan identitas tersebut berkembang dan bagaimana ide dan identitas membentuk pemahaman negara dan merespon kondisi di sekitarnya. Mereka mengabaikan struktur yang ada pada level domestik. Unit-level constructivism Pendekatan ini adalah kebalikan dari systemic constructivism. Fokus utama kajiannya adalah menganalisis perubahan yang terjadi di dalam sistem internasional. Konstruktivis memberikan perhatian kajiannya pada persoalan-persoalan bagaimana ide dan identitas dibentuk. Bagi konstruktivis struktur sosial adalah subyek nilai-nilai. apa yang dapat diterima dan dijalankan oleh anggota-anggotanya (legitimate behavior). .

Kita dapat melihat dengan contoh identitas kaum kapitalis tidak dapat dipisahkan dari penumpukan atau pengumpulan keuntungan begitu juga dengan paham identitas masyarakat realis yang hanya memikirkan kepentingan negara (national interest) serta identitas politik demokrasi liberal yang menerapkan hukumhukum kebebasan politik. persepsinya terhadap aktor lain. Konstruktivis . Berbeda dengan kaum rasionalis yang melihat kepada dunia material. Imagination struktur non-material (norma. namun di sisi lain juga menghalangi tindakan yang lain. bagaimana dia bertindak. Dimata neorealism setiap negara dibatasi tindakannya oleh sistem internasional yang anarki. Communication ide dan persepsi yang terbangun sebelumnya kemudian dikomunikasikan kepada pihak lain (misal seorang kepala negara mengkomunikasikan idenya kepada parlemen untuk mendapatkan legitimasi yang kemudian menjadi sebuah tindakan dari sebuah negara). Constraint yang berupa justifikasi terhadap norma dan nilai yang dibangun oleh aktoraktor di dunia internasional. yang menetapkan cara pandang aktor. Bagi konstruktivis tindakan negara dibatasi oleh ide-ide kolektif (Onuf 1989). cara pandang). 2. nilai.Sementara itu ide-ide yang dikemukan oleh konstuktivisme dibentuk melalui tiga mekanisme yaitu: 1. 3. Bagi kaum konstruktivis kepentingan maupun identitas sosial tidak dapat dijelaskan dengan interpretasi nilainilai sosial (social meaning). Justifikasi ini menguntungkan sebagaian pihak. Konstruktivis memusatkan perhatian pada nilai-nilai kolektif (kelompok). oleh kapasitas dan oleh distribusi power yang dimilikinya. Komunikasi transnasional dan penyebaran nilai-nilai civil (civic values) mengubah loyalitas national tradisional dan secara radikal menghasilkan bentuk-bentuk baru ikatan politik (political association). Tidak ada ketunggalan analisa atas fenomena. dan strategi apa yang diambil untuk mencapai tujuannya masing-masing. konstruktivis lebih kepada dunia ide-ide.

Berbeda. Sementara Steve Smith menulis. Bagi foundationalist kebenaran dapat diukur sehingga justifikasi atas benar atau salah dapat dilakukan. Sebaliknya constitutive theory menyatakan bahwa teori-teori yang ada mengonstruksi dunia. kalangan constitutive melihat dunia sebagai hasil pemahaman individu atas lingkungan sosialnya. Contoh bagaimana struktur internasional terbentuk bisa dilihat.melengkapi dimensi-dimensi sosial yang tidak diperhatikan oleh kaum rasionalis. Tentang perbedaan antara foundational theory dan anti-foundational theory terletak pada isu apakah keyakinan (belief) kita tentang dunia dapat dites atau dievaluasi menggunakan prosedur yang netral dan objektif. bagi kalangan eksplanatoris dunia dipahami berdiri sendiri tidak terpengaruh oleh faktor subjektivitas aktor-aktor yang berdinamika di dalam dunai sosial. Contoh yang lain adalah negara-negara yang tergabung dalam NATO bertindak berdasarkan nilai yang dianutnya(subjektivity) bukan karena berdasarkan asumsi kausalitas(sebab-akibat). norma dan nilai-nilai yang dianut oleh negara-negara yang berinteraksi tersebut. Proses timbal-balik inilah yang dimaksud dengan intersubjectivity (kumpulan dari proses subjectivity). Kedua mengenai “foundational theory” dan “anti-foundational theory”. seperti yang diupayakan oleh teori kritik. Bagi explanatory theory. bukan fakta-fakta itu sendiri. Tetapi sebaliknya. perbedaan antara “explanatory theory” dan “constitutive theory”. Dunia bersifat objektif. Pertama. dunia berada di luar teori. untuk memahami teori-teori internasional saat ini ada dua distinction yang harus dipahami terlebih dahulu. Dan dari proses interaksi yang timbal-balik ini muncul kesepaham akan struktur internasional. Artinya. Dan konstruktivisme berada di antara kedua kutub tersebut. misalkan satu negara berinteraksi dengan beberapa negara dengan persepsi. Fakta penting untuk mempelajari makna tindakan dan bagaimana para aktor membuat dan . Bahkan setiap teori menentukan sendiri apa yang disebut sebagai fakta. anti-foundationalist berpendapat bahwa bahwa justifikasi benar atau salah atas klaim kebenaran tidak dapat dilakukan karena tidak pernah ada sesuatu yang netral yang dapat melakukan itu. Bagi konstruktivis proses konstruksi ide-ide merupakan hal yang perlu dikaji dan diamati. pada wacana umum yang ada ditengah masyarakat. yaitu ide-ide yang membentuk dan menetapkan isi dari perilaku-perilaku yang tampak di luar.

Karena sistem internasional yang anarkis adalah dari persepsi negara-negara itu sendiri. Selain itu Wendt juga menyatakan bahwa collective meaning menentukan struktur yang mengatur tindakantindakan kita. Suatu negara dengan identitas dan nilai-nilai yang dianutnya menentukan bagaimana dia berinteraksi dengan negara lain. Selain itu identitas atau bentuk kerjasama maupun konflik dibangun oleh negara-negara yang terlibat kerjasama regional dan di dalam organisasi internasional dengan berdasarkan nilai-nilai yang . dalam arti peneliti bukan yang menentukan pilihanpilihan atas nilai-nilainya. Tapi dalam masalah kekuasaan ukuran netral tidak dapat diberikan selain tidak menyangkut dengan pengetahuan konstruktivis menganggap kekuasaan merupakan suatu perspektif. Dan aktor-aktor memperoleh kepentingan dan identitasnya melalaui pertisipasi di dalam collective meaning tersebut. Wendt berasumsibahwa identitas dan kepentingan merupakan hasil dari praktek inter-subjektif di antara aktor-aktor. Jadi menurut saya ide-ide yang dimunculkan dari masyarakat internasional yang saling berinteraksi (intersubjectif) sehingga membentuk realita-realita berdasarkan norma-norma dan identitas. Apalagi dengan jaman yang mobilitas dan informasi yang sangat mudah di dapat melalui media-media yang bergerak secara cepat. Disini dapat kita lihat bagaimana dunia yang dikembangkan ide-ide tersebut menjadi wacana sosial dan secara langsung mempengaruhi realitas yang ada pada masyarakat. Karena itu konstruktivis tidak mau menyebut dirinya sebagai kaum relativis. membuat konstuksi sosial tersebut membentuk realita-realita yang ada. Apakah kekuasaan dapat diberi ukuran netral (objektif)? Masalah kekuasaan yang diberikan ukuran netral. baik atau buruk. secara epistimologi konstruktivis menyetujui bahwa pengetahuan haruslah objektif. Bagaimana hubungan ide-ide dengan realita sesuai dengan pemahaman konstruktivisme? Konstruktivisme ini tidak dapat dilepaskan pengaruhnya dari perkembangan tren wacana sosial dewasa ini yang lebih banyak menitikberatkan pada persoalan-persoalan “dunia ide” yang menitikberatkan pada persoalan-persoalan konstruksi sosial atas realitas. Alexander Wendt dalam tulisannya yang berjudul New Approaches to International Theory.memaknai fakta itu sehingga fakta itu menjadi significant dan dominant dalam pemahaman banyak orang.

Thinking Course menyatakan bahawa logik ialah satu cara menjana maklumat daripada sesuatu keadaan. ia menafikan pengalamaan pancaindera sebagai sumber pengetahuan. Konsep utama yang menjadi pegangan ini ialah kepercayaan terhadap kemampuan dan autoriti akal fikiran (alasan) untuk menyingkap ilmu dan kebenaran. Oleh karena itu empirisme dinisbatkan kepada faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan . prinsip-prinsip dan norma-norma bersama diantara anggotanya. Dan menurut saya kekuasaan merupakan wujud dari identitas dan norma-norma yang diterapkan oleh suatu negara atau organisasi dan hanya berdasarkan kepentingan dan nilai yang mereka anut. Rasionalisme mengukur bahawa daya intelek yang wujud secara semulajadi dalam diri manusia mampu mencari dan menanggapi kebenaran. tokoh-tokoh yang mengembangkan rasionalisme mereka digelar sebagai seorang idealis. Di antara aliran moden yang berpaksi kepada rasioanalisme ialah aliran idealisme yang dipelopori oleh Spinoza (1632-1677) dan Leibniz (1646-1716). V. Tokoh lain yang mengembangkan rasionalisme ialah Descartes (1596-1716). dengan kata lain „Manusia adalah kayu pengukur segala perkara‟. Rasionalisme yang berasaskan nilai-nilai saintifik menolak adanya wahyu dan mukjizat keranan dianggap tidak logik. Kebiasaannya. Dari sudut sejarah. Pengertian Pokok Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu "empiris" yang berarti pengalaman inderawi. Aristotle telah memperkemaskan rasionalisme dengan menyusun kaedah ilmu logik secara sistematik dalam karyanya yang terkenal iaitu Organaon. Pada zaman pertengahan rasionalisme Yunani berkembang di tangan tokoh-tokoh Socrates. Maklumat yang hendak dijana ialah sesuatu yang benar dan diterima akal. Rasionalisme telah menguasai tamadun Yunani sehinggalah kepada zaman Helenisme. ensiklopedia bebas. EMPIRISME a. yang meyakini akal melebihi pancaindera sebagai sumber ilmu. Rasionalisme mencapai zaman kemuncaknya pada zaman Aristotle yang berusaha menangkis serangan pemikiran aliran Sufastho‟iyyun yang menyebarkan pegangan bahawa „Sesuatu perkara itu adalah dianggap baik bila manusia mengira ia adalah baik‟. Rasionalisme menganggap akal sebagai sumber tertinggi untuk mendapat kebenaran dan mencapai segala ilmu pengetahuan. Lompat ke: pandu arah. Menurut beliau akal manusia boleh berhubung dengan akal ketuhanan yang memancarkan sinaran cahaya ttuhan dalam diri manusia. Plato dan Aristotle. perintis awal aliran rasionalisme ialah Heraclitus.dianut sehingga menciptakan aturan-aturan. cari Rasionalisme adalah suatu kaedah penyelidikan dan ujikaji yang menyatakan bahawa akal adalah sumber utama pengetahuan. Ukuran sama ada sesuatu itu saintifik atau tidak juga terletak pada sama ada ia logik ataupun tidak. Rasionalisme Daripada Wikipedia. Hasil dari pengaruh tersebut. Edward de Bono dalam bukunya. Bertentangan dengan empirisisme secara teorinya.

dan dunia modern ini dianggap sebagai dunia yang dipengaruhi oleh praktik dan teori kapitalisme. Pengalaman inderawi sering dianggap sebagai pengadilan yang tertinggi. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio. David Hume ( 1711 -1776) 6. Empirisme radikal berpendirian bahwa semua pengetahuan dapat dilacak sampai kepada pengalaman inderawi dan apa yang tidak dapat dilacak bukan pengetahuan. Seorang yang beraliran Empirisme biasanya berpendirian bahwa pengetahuan didapat melalui penampungan yang secara pasip menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Francis Bacon (1210 -1292) 2. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. ditemukan teori relatifitas. John Locke ( 1632 -1704) 4.dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Empirisme memegang peranan yang amat penting bagi pengetahuan. Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Konsep modernisme ini meliputi banyak bidang ilmu (termasuk seni dan sastra) dan setiap bidang ilmu tersebut memiliki perdebatan mengenai apa itu 'modernisme'. malah barangkali merupakan satu-satunya sumber dan dasar ilmu pengetahuan menurut penganut Empirisme. Tokoh-tokohnya. Walaupun demikian. Di awal . dimulainya industrialisasi serta ilmu pengetahuan sosial yang memancing gaya – gaya baru dalam bidang seni. Pada era ini. 'modernisme' pada umumnya dilihat sebagai reaksi individu dan kelompok terhadap dunia 'modern'. gebrakan – gebrakan dapat terlihat pada 15 tahun pertama abad ke 19. Roger Bacon ( 1214 -1294) Pengertian Modernisme Menurut Wikipedia : Modernisme ialah konsep yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya di zaman modern. Modernisme Seni di Eropa Modernisme seni di Eropa telah dimulai sejak tahun 1800an. Lebih lanjut penganut Empirisme mengatakan bahwa pengalaman tidak lain akibat suatu objek yang merangsang alat-alat inderawi. b. Ini berarti semua pengetahuan betapapun rumitnya dapat dilacak kembali dan apa yang tidak dapat bukanlah ilmu pengetahuan. sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. industrialisme. Bisa dilihat dari munculnya gaya lukisan abstrak ekspresionis di tahun 1903 yang dipelopori oleh Wassily Kandinsky dan bangkitnya cubism di tahun 1908 yang dipelopori Pablo Picasso dan Georges Braque. Pergerakan seni pada era ini sejalan dengan hal – hal diatas. Thomas Hobbes ( 1588 -1679) 3. 1. George Berkeley ( 1665 -1753) 5. kemudian di dalam otal dipahami dan akibat dari rangsangan tersebut dibentuklah tanggapantanggapan mengenai objek yang telah merangsang alat-alat inderawi tersebut. dan negara-bangsa.

arsitektur.J. seperti juga dalam pergerakan –pergerakan kecil seperti Bloomsburry Group (kelompok pelajar Bohemian di Inggris). Pada periode setelah perang dunia Modernism kembali berbelok ke arah sitematisasi serta nihilism. desain dan pendidikan seni. De Stijl sedikit banyak terpengaruh oleh gaya cubisme. Modernisme sendiri pada saat ini telah sedikit banyak berubah. hal seperti ini bahkan belum pernah dilakukan oleh para pelukis impresionis sekelas Cezanne sekalipun.P Oud dan seniman seniman lainnya bergabung dalam de Stijl. dua gerakan yang dapat dibilang menjadi pergerakan utama ialah Bauhaus di Jerman dan de Stijl di Belanda. Bart van Der Leck. yaitu penolakan serta pergerakan terhadap kesederhanaan gaya Realis dalam literature dan seni. Mart Sam dan Marcel Breuer lewat karya karyanya yaitu “Wasilly Chair”. Ekspresionisme. Pergerakan lainnya adalah de Stijl di Belanda. telah memunculkan pergerakan – pergerakan radikal dalam seni yang menolak kebiasaan – kebiasaan lama. Dimulai ketika Komposer ternama Rusia Igor Stravinsky di tahun 1913 mencoba memunculkan pertunjukan yang menunjukan manusia yang menjadi korban. baru kemudian Piet Mondrian. Yang cukup menonjol peranannya serta tidak dapat dilupakan ialah 2 kelompok besar era Modernisme yang menggusung kuat Modern art di Eropa dan belakangan diadopsi sampai ke Amerika. Filosofi seni yang menjadi dasar pekerjaan kelompok ini ialah “New Plastic Art”. de Stijl dikenal juga dengan nama neoplasticism. seperti terlihat pada gerakan yang paling paradigmatis yaitu Dada. Adolf Meyer. mysticism serta ideal geometric dari golongan neoplatonic . Modernisme di eropa terlihat dalam pergerakan – pergerakan seni yang kritis seperti Dadaism dan selanjutnya dalam pergerakan kontruktivisme seperti Surealisme. Gaya – gaya yang muncul. gaya desain Bahaus menjadi salah satu gaya paling berpengaruh dalam gaya arsitektur serta interior era Modernisme di eropa. Cubis. Namun demikian. 2 Kelompok ini ialah Bauhaus (Jerman) dan de Stijl (Belanda) Pada tahun 1930. tidak masuk akal serta lebih emosional. berbeda dengan gaya – gaya di atas yang lebih berkategori anti – art. terutama Surealis. Modernism di Eropa telah memperoleh posisi penting baik dalam politik dan seni. Beberapa tokoh terkenal dari Bauhaus ialah Gropius. 2 Kelompok ini lebih dikenal sebagai pengembang ide – ide baru yang berkaitan dengan seni. serta Pablo Picasso dan Paul Matisse yang menolak sistem perspektif traditional yang menjadi ciri khas lukisan terstruktur. Para seniman de Stijl coba mengekspresikan keidealan impian serta keharmonisan spiritual serta tatanan dengan cara mengajukan suatu abstraksi dan keuniversalan dengan menyederhanakan bentuk dan warna dalam desain – desain . J. Bauhaus yang dalam bahasa Jerman berarti “Architecture House “ ialah sekolah seni dan arsitektur yang berdiri di Jerman dari tahun 1919 s/d 1933 sebelum pindah ke Amerika. tekanan dan ketidaknyamanan keadaan sosial yang terjadi seperti saat Revolusi Rusia. Inilah yang mulai memperjelas apa yang sebenarnya diistilahkan sebagai “Modernism”. de stijl ialah pergerakan seni di Belanda yang dimulai tahun 1917 belakangan gaya de Stijl-lah yang akan banyak memengaruhi gaya desain dari Bauhaus . Gerakan Utama Dalam era Modernisme di Eropa. Fauvisme. Modernisme yang di era sebelum perang hanyalah sebuah efek minoritas mulai menegaskan dirinya sebagai hal yang dapat mengubah zaman. Banyak reaksi yang mengatakan Modernism setelah tahun 1918 bersifat keterlaluan. Pada awalnya de Stijl ialah sebuah jurnal yang dipelopori oleh seorang pelukis dan kritikus seni Theo van Doesburg. Masing masing pergerakan ini menunjukan metode – metode baru untuk menghasilkan hasil yang baru. “Chicago Tribune Tower” dan “Cantilever Chair”. Gerrit Rietvield. 1920. serta mengubah tonality dalam musik.Perang Dunia ke 1. Futurisme serta Leninisme secara cepat diadopsi daerah daerah luar yang jauh dari daerah asalnya.

Sistem administrasi negara yang baik. mereka menyederhanakan susunan visual berdasar arah vertikal dan horisontal. . Penciptaan iklim yang menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. dan memakai hanya warna pokok serta hitam putih. a. Menurut Soerjono Soekanto : Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning. Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat. Gaya de Stijl seperti yang telah disebutkan di awal. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. e.mereka. yaitu sebagai berikut. Menurut Widjojo Nitisastro : Modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial. (dalam buku Sosiologi: suatu pengantar) Dengan dasar pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut: a. seperti “Rietvield Schroeder House serta Red Blue Chair” . b. b. dan juga gaya desain interior dan fashion desain dunia. Cara berpikir yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa ataupun masyarakat. sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial. Hal tersebut dapat dilihat dalam beberapa contoh karya mereka. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat-syarat tertentu. yang benar-benar mewujudkan birokrasi. ke arah pola-pola ekonomis dan politis. f. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya tarat penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata. d. telah memengaruhi gaya dari Bauhaus serta gaya arsitektur Internasional. Tingkat organisasi yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful