P. 1
Materi Smp Kelas 7 Bab Xi Lithosfer

Materi Smp Kelas 7 Bab Xi Lithosfer

4.0

|Views: 3,634|Likes:
Published by Pristiadi Utomo
Materi Lithosfer khusus dipelajari siswa siswi smp yang duduk di tahun pertama agar memberi pemahaman yang baik tentang kebumian. Pak pris akan senang hati membantu peningkatan akademis siswa siswi idonesia
Materi Lithosfer khusus dipelajari siswa siswi smp yang duduk di tahun pertama agar memberi pemahaman yang baik tentang kebumian. Pak pris akan senang hati membantu peningkatan akademis siswa siswi idonesia

More info:

Published by: Pristiadi Utomo on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd Drs. Pristiadi Utomo, M.

Pd BAB XI LITHOSFER Pembelajaran ini bertujuan agar Anda dapat :
Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi yang berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada lingkungan di bumi Menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia

Pernahkah Kamu pergi ke alam terbuka yang disana Kamu dapat leluasa mengamati gunung, dataran tinggi, jurang, lembah, dan berbagai bentuk permukaan bumi lainnya. Berbagai bentuk permukaan bumi yang terhampar itu dinamakan bentang alam. Dalam bab lithosfer ini Kamu akan mempelajari berbagai proses khusus yang terjadi di lapisan lithosfer, seperti pelapukan, erosi, pemanasan global, efek rumah kaca, dan sebagainya.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

1

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

A. Lithosfer
Raut Muka Bumi
Lithosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos yang berarti batuan dan sphaira yang berarti bola. Dengan demikian lithosfer dapat diartikan lapisan bola bumi yang berupa batuan. Lithosfer disebut juga kerak bumi. Lithosfer berbentuk daratan atau dasar lautan. Lithosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar. Lithosfer di permukaan daratan dapat dipandang sebagai bentang alam. Permukaan kerak bumi dibentuk oleh gunung, pematang, dataran rendah, dan lain-lain. Akibatnya permukaan kerak bumi tidak rata. Bentuk permukaan bumi disebut raut muka bumi. Bentang alam ialah hamparan luas yang terdiri atas berbagai wujud raut muka bumi atau merupakan relief dari raut muka bumi. Tinggi tempat dalam raut muka bumi dapat diukur dengan menggunakan barometer. Raut muka bumi dibedakan menurut ketinggiannya seperti di bawah ini. a. Bukit Bukit ialah permukaan bumi yang ketinggiannya 200 - 300 meter. b. Perbukitan Perbukitan yaitu kelompok bukit yang dihubungkan oleh pematang-pematang. c. Pematang Pematang ialah permukaan bumi yang menonjol dan merupakan penghubung antara gunung atau bukit yang satu dengan yang lain. Pematang dibedakan atas dua macam, yaitu sebagai berikut. 1. Punggung ialah pematang yang puncaknya landai. 2. Igir ialah pematang yang puncaknya runcing d. Gunung Gunung ialah permukaan bumi yang ketinggiannya lebih dari 400 meter. e. Pegunungan Pegunungan ialah kelompok gunung yang dihubungkan oleh pematang.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

2

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
Bagian-bagian gunung 1. Puncak gunung 2. Lereng gunung 3. Kaki gunung Lereng dibedakan berdasarkan sudut kemiringannya, yaitu sebagai berikut :
-

Lereng landai yaitu lereng yang mempunyai sudut kemiringan 0° - 10°. Lereng curam yaitu lereng yang mempunyai sudut kemiringan 10° - 50°. Lereng terjal yaitu lereng yang mempunyai sudut kemiringan 50° - 70°. Dinding yaitu lereng yang mempunyai sudut kemiringan 90°.

f. Dataran Dataran ialah permukaan bumi yang tingginya 0 - 3 meter. Dataran dibagi atas tiga bagian seperti di bawah ini.
1.

Dataran tinggi (Plato) ialah dataran yang tingginya lebih dari 2000 meter, misalnya dataran tinggi Bandung dengan ketinggian 700 meter.

2. Dataran rendah ialah dataran yang tingginya 0 - 200 meter. 3. Dataran pantai ialah dataran rendah di sekitar pantai. Sedangkan lapisan-lapisan bumi dari permukaan makin ke dalam antara lain sebagai berikut. a. Kerak bumi Kerak bumi merupakan lapisan paling luar pada bumi. Tebal kerak bumi 8 - 64 km. b. Selubung bumi Lapisan ini terletak di bawah kerak bumi dan tebalnya ± 2800 km. selubung bumi berupa batu padat dan lebih berat dari kerak bumi. c. Inti luar bumi Lapisan ini terletak di bawah selubung bumi dan tebalnya ± 2000 km. inti luar bumi terdiri atas besi dan nikel dalam bentuk cair. d. Inti dalam bumi Lapisan ini terletak di bawah inti luar bumi dan tebalnya ± 2800 km. inti dalam bumi terdiri atas besi dan nikel dalam bentuk padat.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

3

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
Lithosfer tersusun dari senyawa silikat dan di dalam lithosfer banyak terkandung batuan dan mineral. Bahan dasar dari batuan ialah mineral. Jadi, beberapa mineral membentuk batuan dan beberapa batuan membentuk kerak bumi. Macam-macam Batuan 1. Batuan Beku Batuan beku ialah batuan yang terjadi dari magma yang membeku. Magma ialah bahan cair dengan suhu tinggi yang terdapat di dalam perut bumi.
2.

Batuan Sedimen/Endapan Batuan sediment adalah batuan yang terjadi dari penumpukan hasil erosi dan pelapukan.

3.

Batuan Malihan/Metamorf Batuan metamorf adalah batuan yang berasal dari batuan beku atau batuan sediment yang berubah bentuk karena mendapat tekanan atau perubahan suhu dalam waktu yang lama.

Gambar 11.1. Batuan sediment yang terangkat oleh tenaga tektonis.

Lithosfer selalu mengalami perubahan yang diakibatkan oleh berbagai penyebab. Penyebab perubahan pada lithosfer itu antara lain :
1.

Tenaga Eksogen, yaitu tenaga-tenaga yang menyebabkan perubahan pada lithosfer yang datangnya dari luar bumi. Yang termasuk gaya eksogen yaitu : pelapukan, pengangkutan , pengikisan (erosi, abrasi), pelongsoran, dan lain-lain.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

4

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
2. Tenaga Endogen, yaitu tenaga-tenaga yang menyebabkan perubahan pada lithosfer yang datangnya dari dalam bumi. Yang termasuk tenaga endogen yaitu : vulkanisme, tektonisme, dan gempa. • •

Vulkanisme adalah segala gejala yang berhubungan dengan aktivitas magma. Tektonisme adalah segala gejala yang berhubungan dengan lipatan, patahan, geseran lempeng bumi dalam skala besar. Gempa adalah perubahan energi potensial menjadi energi kinetik dalam ukuran besar dan terjadi secara serentak.

Perubahan pada lithosfer ini berlangsung secara terus menerus. Beberapa diantaranya berlangsung sangat cepat seperti pelongsoran, tektonisme, vulkanisme maupun gempa. Sedangkan beberapa yang lainnya berlangsung lama tetapi pasti seperti pengikisan, pengangkutan, pelapukan.

Pelapukan Proses penghancuran lapisan kerak bumi secara umum disebut dengan pelapukan. Pelapukan berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi tiga, yaitu : 1. Pelapukan Fisika. Pelapukan Fisika disebabkan oleh sinar matahari, cuaca dingin, air dan tekanan. Contoh terjadinya gurun akibat perubahan suhu antara siang dan malam yang mencolok menyebabkan batuan hancur. Begitu juga di pegunungan es, siang hari es mencair dan mengisi celah-celah batuan sedangkan malam hari membeku dan menekan celah sehingga batuan menjadi hancur. Seperti halnya retaknya gelas ketika dituangkan air panas kedalamnya, batuan juga mudah retak ketika ditimpa perubahan suhu yang drastis dan mendadak. Peristiwa itu disebut insolasi. 2. Pelapukan Kimiawi Pelapukan kimiawi disebabkan proses kimia yang terjadi pada batuan misalnya perkaratan besi pada batuan, pelapukan pada batu gamping oleh air.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

5

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
3. Pelapukan Biologis Pelapukan ini disebabkan oleh makhluk hidup seperti lumut. Contoh tembok bangunan yang hancur karena akar-akar lumut. Pelapukan oleh berbagai penyebab dalam jangka waktu lama dan terus menerus dapat mengubah batuan-batuan menjadi pasir. Gurun pasir yang luas adalah suatu contoh terjadinya pelapukan-pelapukan dalam jangka waktu yang sangat lama,

Gambar 11.2. Padang pasir adalah bukti pelapukan batuan oleh sinar matahari dan cuaca dingin

UJI KOMPETENSI. 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan litosfer. 2. Sebutkan tiga macam batuan berserta contohnya. 3. Apa yang dimaksud dengan vulkanisme. 4. Jelaskan yang dimaksud dengan tenaga endogen dan eksogen dan berikan contoh-contohnya. 5. Apa yang dimaksud dengan erupsi. 6. Sebutkan jenis-jenis gempa bumi dan jelaskan. 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hiposenter dan episenter. 8. Sebutkan jenis-jenis lapukan dan berikan contohnya.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

6

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

B.

Pemanasan Global, Kerusakan Lapisan Ozon, Hujan Asam, dan Efek Rumah Kaca,

Sejak revolusi industri tahun 1750, industrialisasi di dunia khususnya di Eropa terus meningkat. Ini menyebabkan kadar gas yang berbahaya di atmosfer semakin tajam. Bersamaan dengan itu penebangan hutan besar-besaran sebagai kebutuhan industri dan pembuatan kapal di negara-negara jajahan dalam era kolonialisme semakin meningkat. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat orang lupa akan kelestarian lingkungannya, walaupun seiring dengan itu usaha-usaha perbaikan lingkungan pun juga gencar dilaksanakan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer. Gas-gas tersebut adalah kenaikan suhu di permukaan bumi. Sebenarnya apa penyebab utama dari kenaikan suhu bumi ini ? Ternyata, karena aktivitas dan konsumsi manusia yang berlebihan, khususnya di sektor energi dan transportasi yang telah menghasilkan gas buang seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan asam sulfur (H2S). karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrooksida (N2O). Fenomena peningkatan kadar gas-gas itu menimbulkan dampak

Panas di permukaan bumi disebabkan sinar matahari yang memancar ke bumi, tetapi bumi memantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah. Dalam keadaan normal keberadaan gas-gas penangkap panas ini diperlukan untuk mempertahankan kestabilan suhu permukaan bumi. Apabila proses pemantulan panas oleh bumi diserap oleh lapisan gas yang berlebihan kadarnya, seperti karbondioksida (CO2), karbon monoksida (CO), kelompok gas yang mengandung nitrogen dan senyawa-senyawa gas buatan manusia seperti gas Freon maka suhu atmosfer bumi menjadi panas yang berlebihan dan terjadilah pemanasan global.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

7

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
Gas-gas tersebut mempunyai sifat sangat menyerap sinar infra merah, dimana diketahui sinar infra merah mempunyai efek panas yang besar.
Dan faktor lainnya penyebab kenaikan suhu muka bumi adalah akibat menipisnya lapisan ozon di atmosfer, terutama di atas wilayah kutub. Lapisan ozon berfungsi sebagai pelindung radiasi langsung dari sinar matahari ke muka bumi sehingga kehidupan di muka bumi dapat berlangsung. Dengan adanya bahan-bahan kimia, khususnya yang dibuat untuk memanjakan kegiatan manusia seperti Chloro Fluoro Carbon (CFC), Halon, Aerosol, Solvent, Metil Bromida, yang dibutuhkan oleh industri pendingin udara, pesawat terbang, katalisator proses industri, pencegah kebakaran, dan fumigasi, ternyata merupakan sumber penyebab rusaknya lapisan ozon di atmosfer bumi. Keberadaan Bahan Perusak Ozon (BPO) tersebut saat ini malah menjadi satu ancaman besar bagi umat manusia di muka bumi, dan diperlukan upaya bersama untuk menghilangkannya.
Gambar 11.3 Lapisan ozon terlihat diatas kutub selatan bumi. Warna biru menunjukan lapisan ozon yang paling tipis.Pemotretan tersebut diambil satelit bulan oktober 1999.

Pemanasan global atmosfer bumi menyebabkan terjadinya efek rumah kaca yang menyebabkan naiknya suhu bumi dan diperkirakan 3 - 5,5°C.
Berada di bumi yang diliputi gas-gas tersebut bagaikan di dalam rumah kaca yang selalu lebih panas dibanding suhu udara di luarnya. Hal ini jika tidak ditanggulangi, bumi semakin panas dan bisa “hancur” dalam waktu cepat. Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi (disebut gas rumah kaca) sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

8

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. Jadi ketika radiasi sinar matahari menembus kaca, lalu masuk ke dalam rumah kaca. Dan pantulan dari benda dan permukaan di dalam rumah kaca adalah berupa sinar inframerah dan tertahan atap kaca yang mengakibatkan udara di dalam rumah kaca menjadi hangat walaupun udara di luar dingin. Efek memanaskan itulah yang disebut efek rumah kaca atau “green house effect”. Gas-gas yang berfungsi bagaikan kaca pada rumah kaca disebut gas rumah kaca atau “green house gases”. Gas-gas tadi dihasilkan dari kegiatan manusia yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara). Contohnya, pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer dan memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan, serta aktivitas pertanian dan peternakan. Keberadaan gas-gas tersebut atau yang sering dinamakan sebagai ‘gas rumah kaca’ telah mencapai kadar yang berlebihan di atmosfer sehingga menahan panas akibat radiasi matahari untuk keluar dari bumi. Dampak langsungnya adalah peningkatan suhu permukaan bumi. Gas Rumah Kaca diketahui secara luas turut menyebabkan perubahan iklim global. Mereka menutupi atmosfer sehingga menghambat pembuangan panas dan energi dari bumi, sehingga panas itu tinggal dan menyebabkan pemanasan global. Sehingga di bumi mudah sekali terjadi kebakaran juga, yang mana hasil pembakaran tersebut kembali mengakibatkan polusi dan buruk pada atmosfer. Konsentrasi polusi gas-gas buangan yang menumpuk pada atmosfer dapat berfungsi sebagai inti kondensasi uap air dan turun hujan sebagai hujan asam. Hujan asam ini seperti hujan biasa namun membawa berbagai jenis asam dan polutan dari atmosfer. Hujan asam dapat membawa kerusakan berarti pada perkakas-perkakas metal, dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Akibat “rumah kaca” yang terbentuk dari gas itu, suhu permukaan bumi meningkat satu derajat dalam 100 tahun terakhir. Pemanasan global akan mengakibatkan kenaikan tinggi muka air laut sebagai konsekuensi mencairnya es di kedua kutub dan pemuaian massa air laut. Terjadi kenaikan muka air laut sebesar 1 - 2 meter dalam 100 tahun terakhir. Dengan

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

9

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
asumsi bahwa manusia tetap melakukan aktivitas tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan diperkirakan bahwa pada tahun 2030, permukaan air laut akan bertambah antara 8 - 29 cm dari permukaan air laut saat ini. Dampaknya akan sangat langsung mengena manusia, seperti lenyapnya beberapa pulau dan menyempitnya daerah pantai. Pemanasan global akhirnya juga akan membawa dampak terjadinya perubahan iklim yang mempengaruhi kehidupan di bumi. Seperti naiknya curah hujan di sebagian belahan bumi sehingga menyebabkan banjir dan erosi. Sementara di belahan bumi lainnya akan mengalami musim kering yang berkepanjangan akibat naiknya suhu. Selain itu permukaan air laut jadi naik karena mencairnya es dan glasier di kutub. Paling parah, meningkatnya penyebaran penyakit tropis, dan punahnya beberapa spesies yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang tentunya akan sangat merugikan manusia baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Cara mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global :  Mengupayakan gerakan penghijauan  Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk mengurangi pengeluaran karbon dioksida dan karbon monoksida  Membangun taman-taman di tengah kota maupun di pinggir jalan (jalur hijau)  Mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia seperti Freon untuk kulkas dan AC. UJI KOMPETENSI. 1. Apa yang dimaksud dengan Pemanasan Global.
2.

Sebutkan akibat-akibat yang terjadi dari Pemanasan Global.

3. Apakah kegunaan lapisan ozon bagi kehidupan di dunia 4. Sebutkan penyebab rusaknya lapisan ozon 5. Bagaimanakah tindakan atau saran kamu agar tidak erjadi kerusakan lapisan ozon.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

10

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
6. Apakah yang dimaksud dengan rumah kaca 7. Apakah akibat yang timbul dari efek rumah kaca ?. Bahayakah bagi kehidupan di dunia.

C.

Pengaruh Proses-proses di Lingkungan Terhadap Kesehatan Manusia

Lingkungan merupakan aspek tepenting bagi kehidupan manusia. Perubahan iklim adalah fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil dan kegiatan alih-guna lahan. Keadaan suhu di bumi sekarang ini semakin hari semakin panas kita rasakan. Suhu pun tidak stabil. Cuaca yang tidak menentu membuat kehidupan di muka bumi ini terancam. Perubahan iklim merupakan sebuah ancaman serius. Karena itu diperlukan usaha bersama yang harus dilakukan oleh semua negara di seluruh dunia. Untuk itu dibentuklah sebuah konvensi yang dikenal dengan Konvensi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk Perubahan Iklim, tahun 1992. Dikenal dengan UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change). Tujuan utama UNFCCC adalah menstabilkan konsentrasi GRK di lapisan atmosfer pada tingkat yang aman bagi sistem iklim. Namun belum ada kewajiban yang mengikat, seperti target tingkat konsentrasi GRK yang aman dan kerangka waktu pencapaian target. Pertemuan tahunan ke-3 tahun 1977 menghasilkan perjanjian internasional yang disebut Protokol Kyoto. Melalui protocol ini, negara maju atau negara Annex I diwajibkan untuk mengurangi emisi GRK-nya rata-rata sebesar 5,2% dari level emisi tahun 1990 pada periode 2008 - 2012. Konsep transfer insentif antar negara terus dikembangkan yaitu dengan memutuskan Kyoto Protocol. Dalam Kyoto Protocol ini disepakati bahwa hingga akhir tahun 2008 nanti, negara-negara maju harus mengurangi emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan sebesar 5% dari tingkat emisi tahun 1990. Melalui mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism / CDM) negara maju mempunyai kewajiban untuk melakukan investasi di negara berkembang dalam upaya mengurangi emisi gas rumah

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

11

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
kaca, selain usaha yang mereka lakukan di negaranya sendiri. Kyoto Protocol mulai berjalan tahun 2003. Di Indonesia sendiri mengadakan kegiatan yang sedang dilaksanakan pengurangan dan penghentian langsung penggunaan bahan perusak ozon. Walaupun Indonesia tidak memproduksi bahan perusak ozon seperti CFC, Halon dan sebagainya, pada tahun 1990 rata-rata penggunaan bahan perusak ozon Indonesia mencapai 0,03 kg/kapita/tahun. Melalui Montreal Protocol, pemerintah Indonesia memberikan insentif kepada industri dalam bentuk pemotongan pajak impor untuk pembelian mesin-mesin baru yang berkaitan dengan penghapusan bahan perusak ozon. Indonesia sebagai negara berkembang perlu meratifikasi Proposal Kyoto ini. Dari segi bisnis, ratifikasi Proposal Kyoto akan menarik dana investasi baru melalui CDM (Clean Development Fund, mekanisme penurunan emisi GRK yang dapat dilakukan antara negara maju dan negara berkembang) dimana kegiatan investasi itu akan memberikan dana tambahan sebagai kompensasi atas pembatalan emisi GRK karena proyek tersebut dilaksanakan pada sector-sektor yang mampu menekan emisi atau meningkatkan penyerapan karbon. Dari segi lingkungan, jelas proyek-proyek semacam ini akan menyumbang secara langsung pengurangan konsentrasi GRK di atmosfer. Dan yang jelas, ratifikasi Proposal Kyoto akan mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mempersiapkan diri dalam menyiapkan kelembagaan yang terkait dengan implementasi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan kemampuan ekonomi yang rendah negaranegara berkembang, termasuk Indonesia, berada pada posisi yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Suatu perubahan global yang telah lama dan secara akumulatif disebabkan oleh kemajuan teknologi dan dominasi ekonomi negara maju. Dan jika Indonesia tidak melakukan sesuatu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, maka prediksi hal-hal berikut akan terjadi :

Kenaikan permukaan air laut setinggi 60 cm pada tahun 2070. Bagi penduduk di daerah pantai, hal ini akan menjadi ancaman karena tempat tinggal mereka terancam banjir, sementara penghasilan mereka (baik sebagai nelayan maupun dari sektor pariwisata) terancam oleh perubahan gelombang pasang.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

12

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
 Rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai sehingga Indonesia akan kehilangan sekitar 1000 km jalan dan 5 pelabuhan lautnya. Selain itu infrastruktur lain di sekeliling pantai perlu direhabilitasi dan ditinggikan.  Akan terjadi krisis air bersih di perkotaan, khususnya Jakarta. Naiknya permukaan air laut tidak hanya mempengaruhi mereka yang tinggal di tepi pantai, tapi juga mereka yang di perkotaan akibat intrusi air laut.  Menurunnya produktivitas pertanian akibat perubahan suhu dan pola hujan yang tak tentu.

Sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi rata-rata sebesar 1°C. Setiap individu harus beradaptasi pada perubahan yang terjadi, sementara habitatnya akan terdegradasi. Spesies yang tidak dapat beradaptasi akan punah. Spesies-spesies yang tinggal di kutub, seperti penguin, anjing laut, dan beruang kutub juga akan mengalami kepunahan, akibat mencairnya sejumlah es di kutub.

Dampak dari adanya proses-proses di lingkungan menjadi ancaman besar bagi kesehatan umat manusia di muka bumi, dan diperlukan upaya bersama untuk menghilangkannya. Adanya hujan asam mendatangkan berbagai penyakit-penyakit baru yang dahulu tidak pernah ditemukan yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia, contohnya SARS, flu burung, cikungunya, dan sebagainya. Keadaan suhu di bumi sekarang ini semakin hari semakin panas kita rasakan. Suhu pun tidak stabil. Cuaca yang tidak menentu membuat kehidupan di muka bumi ini terancam. Pemanasan global akhirnya juga akan membawa dampak terjadinya perubahan iklim yang mempengaruhi kehidupan di bumi. Seperti naiknya curah hujan di sebagian belahan bumi sehingga menyebabkan banjir dan erosi. Sementara di belahan bumi lainnya akan mengalami musim kering yang berkepanjangan akibat naiknya suhu. Selain itu permukaan air laut jadi naik karena mencairnya es dan glasier di kutub. Paling parah, meningkatnya penyebaran penyakit tropis, dan punahnya beberapa spesies yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang tentunya akan sangat merugikan manusia baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

13

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
Perubahan iklim merupakan sebuah ancaman serius bagi balita dan manula yang tidak memiliki daya tahan tubuh berlebih mereka rentan terhadap penyakit akut, misalnya influenza, asma, rematik, dan sebagainya Perusakan lubang ozon menyebabkan meningkatnya intensitas sinar ultra violet yang menerobos sampai ke permukaan bumi. Hal ini menyebabkan penyakit kanker terutama kanker kulit. UJI KOMPETENSI 1. Jelaskan dampak kerusakan lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan maunsia dan berikan contohnya. 2. Apakah kepanjangan UNFCCC. Jelaskan juga tujuan lembaga tersebut. 3. Apakah tindakan dan penghargaan dari pemerintah terhadap industri-industri yang peduli terhadap lingkungan dan tidak menggunakan mesin-mesin yang dapat merusak lapisan ozon. 4. Sebutkan dampak kesehatan manusia akibat pengaruh emisi rumah kaca. 5. Apakah ada pengaruh kerusakan lingkungan terhadap timbulnya penyakit SARS, flu burung, dan cikungu. Jelaskan 6. Bagaimanakah pengaruh kerusakan lingkungan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi manusia.
7.

Sebutkan pengaruh kesehatan atau penyakit yang timbul akibat terjadinya lubang ozon.

RINGKASAN

Lithosfer adalah lapisan bola bumi yang berupa batuan. Lithosfer disebut juga kerak bumi.

 Bentang alam ialah hamparan luas yang terdiri atas berbagai wujud raut muka bumi atau merupakan relief dari raut muka bumi.

Lapisan-lapisan bumi antara lain sebagai berikut. a. Kerak bumi b. Selubung bumi c. Inti luar bumi

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

14

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
d. Inti dalam bumi  Macam-macam batuan a. Batuan Beku
b. c.  

Batuan Sedimen/Endapan Batuan Malihan/Metamorf

Pelapukan adalah proses penghancuran lapisan kerak bumi. Sejak revolusi industri tahun 1750, industrialisasi di dunia khususnya di Eropa terus meningkat. Ini menyebabkan kadar gas yang berbahaya di atmosfer semakin tajam, menyebabkan fenomena pemanasan global, perusakan lapisan ozon, hujan asam, dan efek rumah kaca.

 Adanya hujan asam mendatangkan berbagai penyakit-penyakit baru yang dahulu tidak pernah ditemukan yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia, contohnya SARS, flu burung, cikungunya, dan sebagainya.

Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim merupakan sebuah ancaman serius bagi balita dan manula yang tidak memiliki daya tahan tubuh berlebih mereka rentan terhadap penyakit akut, misalnya influenza, asma, rematik, dan sebagainya

 Perusakan lubang ozon menyebabkan meningkatnya intensitas sinar ultra violet yang menerobos sampai ke permukaan bumi. Hal ini menyebabkan penyakit kanker terutama kanker kulit.

SOAL-SOAL KOMPETENSI BAB XI SOAL ESSAY 1. Apa ciri-ciri batuan yang mengalami pelapukan ? 2. Bagaimana cara mencegah agar tembok rumah tidak ditumbuhi lumut ? 3. Jelaskan pengertian pemanasan global ! 4. Apa yang akan terjadi jika pemanasan global terus berlangsung ? 5. Apa usaha-usaha untuk mengurangi dampak efek rumah kaca ? 6. Sebutkan berbagai penyakit akibat adanya hujan asam !

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

15

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
7. Apa bahayanya perusakan lapisan ozon ? 8. Apa yang dimaksud insolasi ? 9. Berilah contoh pelapukan kimiawi ? 10. Dahulu di tanah Arab adalah hutan lebat, mengapa sekarang berubah menjadi padang pasir ? SOAL PILIHAN GANDA 1. Tembok-tembok bangunan tua sering rapuh karena mengalami pelapukan... a. fisika a. panas bumi b. kimiawi b. tumbuhan c. biologis c. cahaya matahari d. matematis d. angin 2. Pelapukan biologis disebabkan oleh ... 3. Pelapukan fisika yang disebabkan oleh pemanasan sinar matahari pada siang hari dan cuaca dingin pada malam hari menyebabkan ... a. terbentuknya gurun pasir b. terbentuknya pantai c. terbentuknya delta di muara sungai d. hancurnya tembok bangunan tua.
4.

Batuan beku yang berasal dari magma dan terjadi proses pembekuannya di luar kulit bumi disebut batuan…. a. korok a. endogen b. endapan b. eksogen c. metamorfosis c. erupsi d. sediment

5. Peristiwa munculnya magma dari permukaan bumi disebut …. d. intrupsi 6. Peristiwa berikut ini merupakan gejala vulkanisme , kecuali a. terjadinya air panas dipermukaan bumi. b.naiknya magma dari permukaan bumi. c. erosi batuan karena pelapukan d. keluarnya lava dari permukaan bumi 7. Terjadinya geiser disebabkan oleh … a. terjadinya gempa b. genangan air dekat magma. 8. c gunung berapi d air hujan yang mengendap dekat gunung berapi

Suatu lereng yang kemiringannya 100 – 500 disebut …
16

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
a. lereng landai b. lereng terjal 9. a. dataran di sekitar pantai b. dataran yang tinggi 0 – 200 m c. lereng curam d. dinding c. dataran yang tingginnya 700 m d. dataran yang tingginya lebih dari 2000 m

Yang dimaksud dengan dataran rendah ialah dataran …

10. Urutan lapisan bumi dari permukaan luar ke dalam adalah …. a. inti dalam bumi, selubung bumi, inti luar bumi, kerak bumi b. inti dalam bumi, , inti luar bumi , selubung bumi, kerak bumi c. kerak bumi, selubung bumi, inti luar bumi , inti dalam bumi
d

selubung bumi , kerak bumi, inti luar bumi , inti dalam bumi b. pelapukan b. kimiawi c. fisika c. pelonsoran. d. tektonisme

11.Berikut ini yang termasuk tenaga endogen adalah … a. pengikisan a. biologis 12. Retaknya gelas akibat dituangkan air panas kedalamnya merupakan jenis pelapukan … d. kimia sekaligus fisika. c. penebangan hutan untuk industri d. banyaknya gedung bertingkat pakai 13. Naiknya suhu permukaan bumi hal ini disebabkan oleh …. a. penebangan hutan secara liar b. peningkatan penggunaan transportasi. kaca. 14. Berikut ini akibat gas buangan dari kendaraan motor atau mobil …. a. metana (CH4 ) b. asam sulfur (H2S) a. Chloro Fluoro Carbon b. Halon c. karbon dioksida (CO2 ) d. gas Freon c. Aerosol d. oksigen murni

15. Bahan-bahan kimia berikut ini dapat merusak lapisan ozon kecuali

16. Salah satu cara pencegahan atau mengurangi dampak pemanasan global adalah …. a. mengurangi penggunaan bahan – bahan kimia seperti Freon untuk kulkas b. membuka hutan besar-besaran untuk industri dan perluasan pengembangan ekonomi. c. pembangun gedung hemat energi dengan dinding berkaca. d. penggunaan kendaraan yang berbahan bakar solar

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

17

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd
17.Pengrusakan lapisan ozon menyebabkan meningkatkan intesitas ultra violet dipermukaan bumi. Hal ini dapat menimbulkan penyakit …. a. flu burung b. SARS a. kekebalan balita b. influenza pertanian merupakan akibat dari … a. erosi b. tsunami c. tipisnya lapisan ozon c. urbanisasi d. emisi gas rumah kaca. d. industri yang meningkat 20. Mencairnya es di kutub dapat menaikan air di permukaan bumi, Hal ini disebabkan a. pengundulan hutan b. panas global c. kanker kulit c. transportasi d. punahnya spesies yang tidak dapat beradaptasi. d. demam bedarah. 18. Pemanasan global telah menyebabkan perubahan iklim yang dapat mengancam ….

19. Kenaikan permukaan air laut, krisis air bersih di perkotaan, turunnya produktivitas

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->