PUTU SUDIRA MP.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SUBDIT PEMBELAJARAN TAHUN 2006

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK ___________________________________________________________________________

KATA PENGANTAR

i

Tujuan Penulisan Buku KTSP SMK ---------------------BAB II. Karakteristik Pendidikan Kejuruan ---------------------G. Mutu dan Relevansi KTSP -------------------------------F. Permasalahan Pendidikan Kejuruan --------------------BAB IV. KTSP Sebagai Pengalaman Belajar ----------------------E. KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN -----A. Landasan ---------------------------------------------------B. K T S P ----------------------------------------------A.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK ___________________________________________________________________________ Daftar Isi Halaman KATA PENGANTAR ----------------------------------------Daftar Isi ------------------------------------------------------BAB I PENDAHULUAN ------------------------------------A. Permendiknas Nomor 23Tahun 2006---------i ii 1 3 3 4 4 14 16 16 3. KTSP Sebagai Program Pembelajaran -------------------C. Langkah Pengembangan KTSP ----------------- 17 36 66 74 77 79 80 81 85 90 93 B. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006--------2. IMPLEMENTASI K T S P-------------------------Daftar Bacaan -------------------------------------------------- ii . KTSP Sebagai Hasil Belajar ------------------------------D. Kurikulum Pendidikan Kejuruan Sebelum KTSP------B. Memasuki KTSP-------------------------------------------BAB III. KTSP Sebagai Dokumen----------------------------------1.

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. dan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 mengamanatkan segera tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum 1 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK BAB I PENDAHULUAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia.

dan seni. peningkatan akhlak mulia. teknologi. dan minat peserta didik. c. i. peningkatan potensi. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. f. kecerdasan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan peserta didik. d. 2 . keragaman potensi daerah dan lingkungan. h. perkembangan ilmu pengetahuan. potensi daerah. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah. e.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. dinamika perkembangan global. b. peningkatan iman dan takwa. j. g. tuntutan dunia kerja. agama.

Pengembangan KTSP sebagai dokumen. dan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan SKL pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.SMEA. hasil belajar.SKKA. dan pengalaman 3 . Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. belajar peserta didik.SMKK) sejak tahun 1964 sampai dengan perkembangannya ke KTSP. 3. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Landasan 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 5. Tujuan Penulisan Buku KTSP SMK Penulisan buku KTSP SMK diarahkan untuk memberikan informasi perkembangan kurikulum SMK (dulu STM.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK A. 4. B. program pembelajaran.

Pelaksanaan pendidikan SMK pada tahun itu menggunakan Kurikulum SMK bersifat nasional pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 (Kurikulum 1964). Subject matter approach bukan Competency based aproach. jumlah mutu guru tidak memadai. Teori kejuruan dan praktek kejuruan dilaksanakan secara terpisah sehingga tidak jelas maknanya bagi penyiapan peserta didik memasuki dunia Kualifikasi tamatannya tidak jelas. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan tidak jelas dan ambivalen. fasilitas praktek 4 . psikokmotor. dipekerjakan atau wiraswasta. Mengikuti taksonomi Bloom membedakan kemampuan kognitif.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK BAB II KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN A. kurang memadai. Lebih cendrung pada pemilikan pengetahuan (knowing) dari pada penguasaan pengerjaan (doing). Guru aktif peserta didik pasif dan abstrak. Tujuan SMK mulai diarahkan untuk memasuki lapangan kerja (terminal). Kurikulum Pendidikan Kejuruan Sebelum KTSP Pembabakan pendidikan di SMK telah dimulai pada tahun 1964. SMK 3 tahun menjadi tenaga trampil/juru. berpusat pada guru. sarat teori. praktek kejuruan 5% sampai dengan 20%. afektif. Metoda penyampaian komunikasi satu arah. Kurilikulum SMK 1964 diganti dengan Kurikulum 1976. SMK 4 tahun sebagai teknisi industri/pengatur.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK kerja. Psikomotor. Keragaman kelompok kejuruan meliputi Teknologi Industri. sistim evaluai. akibatnya guru kurang kreatif dan kurang berani mengambil prakarsa baru atau inovasi. Tujuan SMK yang terminal kurang diminati oleh masyarakat terutama masyarakat yang berasal dari kalangan menengah atas. Teknologi Pertanian. sedangkan program pilihan dituangkan dalam berbagai macam 5 . Dilengkapi dengan metoda mengajar. dan bimbingan penyuluhan. Rekayasa. kejenjang Kerumahtanggaan. Ekonomi dan Perdagangan. Kejuruan Kemasyarakatan. Titik berat pada proses tanpa mengabaikan hasil pendidikan. tinggi. Mengintegrasikan Tidak domain bersifat terminal tetapi memberi pendidikan peluang melanjutkan Kognitif. Teknologi Kerumahtanggan. Pembabakan selanjutnya Kurikulum 1976 disempurnakan menjadi Kurikulum 1984. pedoman administrasi. Kesehatan dan Kemasyarakatan. Tidak berkembang di tempat kerja. Ada program Inti dan Program Pilihan. Sarat dengan pedoman dan petunjuk pelaksanaan. Afektif. Kurikulum 1984 mengelompokkan SMK menjadi Kelompok Pertanian dan Kehutanan. Kesehatan dan Olah Raga serta Kesenian. Jumlah jam pelajaran matematika sangat sedikit sehingga menyebabkan kemampuan berpikir logis anak rendah. Usaha dan Perkantoran. Program inti wajib diikuti oleh semua peserta didik. dan Budaya.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK program studi dengan proporsi 60% dan 40%. kuat. Kurikulum SMK 1994 mulai mengubah orientasi pendidikan menengah kejuruan dari subject matter yang berorientasi pada pohon ilmu ke kompetensi yang berorientasi ke pohon kompetensi. (4) berbasis ganda (Dual Based Program) dilaksanakan di sekolah dan dunia usaha/industri. dan mendasar (Broad Based Curriculum. Sepenuhnya dilakukan di sekolah secara sepihak (supply driven) atau School based aproach. Porsi jam pelajaran Matematika masih kecil seperti Kurikulum 1976. Kurikulum SMK 1994 selanjutnya disempurnakan dalam Kurikulum SMK edisi 1999. Tidak ada semester bersama pada kelas satu. Pemantapan sistim pendidikan menengah kejuruan dimulai tahun 1990 PP No. 080/U/1993 pada tanggal 27 Februari 1993. (5) perkuatan kemampuan daya suai dan 6 . BBC). Kurikulum SMK 1994 berorientasi kepada kebutuhan pemakai tamatan (demand driven) dengan diterapkannya pola penyelenggaraan Pendidikan Sistim Ganda (PSG). Kurikulum SMK edisi 1999 menganut prinsip (1) berbasis luas. kelembagaan SMK dengan Kepmendikbud No. (2) berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum). 29 Tahun 1990.490/U/1992 dan Kurikulum SMK 1994 dengan Kepmendikbud No. (3) pembelajaran tuntas (Mastery Learning).

Kelemahan ini disempurnakan melalui Kurikulum SMK edisi 2004 dengan lebih memperhatikan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). agar terlaksana sesuai dengan rancangannya. widyaiswara. Waktu praktik kerja industri diatur minimum 6 bulan kerja mengikuti minggu dan jam kerja industri. kurikulum ini perlu diimplementasi secara berdiversifikasi sesuai kondisi/situasi di mana akan diterapkan. Alokasi waktu pembelajaran praktik dalam program produktif minimum 70% teori maksimun 30%. Sebagai acuan secara nasional. Kurikulum SMK Edisi 2004 dirancang menggunakan berbagai pendekatan sebagai berikut: (a) pendekatan 7 . Penyusunan Kurikulum SMK Edisi 2004 ini melibatkan berbagai nara sumber baik yang terkait dengan masalah pendidikan (guru. boleh lebih dari 6 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah lebih tinggi bagi industri maupun bagi peserta didik yang bersangkutan. Penjabaran kompetensi Kurikulum SMK edisi 1999 belum jelas dan belum menggunakan standar kompetensi kerja. didukung oleh semua fihak terkait. dosen dan kepala SMK) maupun praktisi dari dunia kerja sehingga diharapkan dapat lebih memenuhi keinginan dunia kerja maupun kepentingan pendidikan secara nasional.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK kemandirian pengembangan diri tamatan. dan dipantau secara berkelanjutan.

(e) pendekatan kurikulum berbasis produksi (production-based curriculum). agar peserta didik dapat mengenal dengan baik dunianya dan dapat hidup wajar di masyarakat. perlu dibekali kecakapan hidup (life skills). (b) pendekatan kecakapan hidup (life skills). (2) kurikulum harus mengandung komponen tujuan. isi atau materi dan evaluasi yang dirancang menjadi satu kesatuan yang utuh. (d) pendekatan kurikulum berbasis luas dan mendasar (broad-based curriculum).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK akademik. Pendekatan Kecakapan Hidup (life skills) mendekatkan peserta didik dengan dunia nyatanya di mana ia hidup dan bermasyarakat. Oleh karena itu. (c) pendekatan kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). (3) kurikulum secara jelas menunjukan tujuan langsung (tersurat) dan tujuan tidak langsung (tersirat). Kecakapan hidup meliputi: (a) kecakapan personal (personal skills) (b) kecakapan sosial (social skills). (c) kecakapan 8 . Pendekatan ademik berkaitan dengan kurikulum sebagai perangkat pendidikan yang secara sadar dirancang sesuai dengan kaidah-kaidah kekurikuluman. Kaidah-kaidah yang harus diikuti dalam penyusunan kurikulum antara lain (1) Kurikulum harus berisi rancangan pendidikan dan pelatihan yang menyeluruh dan terpadu.

Program kecakapan hidup di SMK merupakan kelanjutan dari program kecakapan hidup yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). prinsip. peserta 9 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK akademik (academic skills). SMK harus menyusun rencana pelaksanaan program kecakapan hidup (noninstruksional) yang terintegrasi pada topik pembelajaran instruksional dan atau pada kegiatan ekstrakurikuler. dan keilmuan yang melandasi suatu bidang keahlian. Dengan demikian. Pendekatan Kurikulum Berbasis Luas dan Mendasar (broad-based curriculum) adalah rancangan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep. Substansi kompetensi memuat pernyataan pengetahuan (knowledge). keterampilan (skill) dan sikap (attitude). ditata secara sekuensial dan sistemik. Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi (competency-based curriculum) diartikan sebagai rancangan pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi yang berlaku di tempat kerja. Isi atau materi kurikulum yang dirancang dengan pendekatan berbasis kompetensi diorganisasi dengan sistem modular (satuan utuh). dan (d) kecakapan vokasional (vocational skills). Ada korelasi langsung antara penjenjangan jabatan pekerjaan di dunia kerja dengan pentahapan pencapaian kompetensi di SMK.

peserta didik mendapat pelatihan dan pengalaman nyata melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi sebagai media pendidikan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” (know what) dan “bagaimana” (know how) suatu pekerjaan dilakukan. Oleh karena itu. • 10 . Di sekolah. keterampilan. tetapi juga diarahkan agar peserta didik dapat beradaptasi dan mengalihkan/transfer kompetensi. Pelaksanaan pembelajaran bisa dilakukan dengan cara antara lain sebagai berikut: • Di dunia industri. pengetahuan. Pendekatan Kurikulum Berbasis Produksi (productionbased curriculum) produksi adalah kegiatan pendidikan dan pelatihan media pembelajaran. peserta didik dilibatkan dalam proses produksi di unit produksi sekolah. Pendekatan ini yang menyatu pada proses produksi atau menggunakan proses sebagai dilakukan dengan tujuan terutama untuk mengperkenalkan peserta didik dengan iklim kerja yang nyata. tetapi harus sampai kepada pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” (know why) dilakukan. dan kemampuan lain yang dimiliki ke dalam situasi dan kondisi yang berbeda. pengembangan kurikulum tidak hanya diarahkan untuk penguasaan suatu kompetensi dalam arti sempit.

Pelatihan harus menghasilkan produk yang memenuhi standar industri dan layak jual. (2) Individualized learning (pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu) yang dilaksanakan dengan sistem modular. pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif (1) jalur kelas industri/employee : peserta didik belajar di sekolah dan berlatih di industri. Pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap (attitude). perlu dikembangkan prinsip pembelajaran (1) Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata. (2) jalur kelas wiraswasta/mandiri/self employed : peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di sekolah dan berusaha secara mandiri. peserta didik berpraktik di ruang praktikum yang menerapkan mekanisme produksi. dan keterampilan (skills) agar dapat bekerja sesuai dengan profesinya seperti yang dituntut oleh suatu kompetensi.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK • Di sekolah. 11 . Untuk dapat belajar secara tuntas. Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan atau pegawai. yang memberikan pengalaman belajar bermakna) yang dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis produksi. ilmu pengetahuan (knowledge). sehingga tercipta suasana kerja seperti di industri.

industri serta dunia kerja sekitar sekolah. Durasi pelatihan di industri dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri dalam dan atau luar negeri.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik serta kondisi sekolah. hingga tahap evaluasi dan sertifikasi yang merupakan satu kesatuan program dengan menggunakan berbagai bentuk alternatif pelaksanaan. seperti day release. 12 . dan pendidikan jarak jauh. pelaksanaan. Yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik. block release. Pola penyelenggaraan pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola penyelengaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG). mulai dari tahap perencanaan. multi entry-multi exit (MEME). Pola pendidikan sistem ganda diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan dengan kemampuan yang diminta oleh dunia industri/usaha. Pola pendidikan sistem ganda (PSG) adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersamasama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai institusi pasangan (IP). dan sebagainya.

dan sebagainya. lembaga kursus. memantau dan mengarahkan kemampuan. dan minat peserta didik pada saat penerimaan peserta didik baru dan selama proses pembelajaran di SMK. sebagai perwujudan konsep pendidikan dengan sistem terbuka. Pendidikan jarak jauh. diklat industri. Kegiatan pembimbingan ini pada dasarnya merupakan bentuk layanan untuk mengungkapkan. Bimbingan dan Konseling untuk menjamin terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. SMK menyelenggarakan bimbingan dan konseling bagi peserta didik. peserta didik di SMK dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa perlu hadir secara fisik di sekolah. 13 . Dengan pola ini.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Pola multi entry-multi exit. bakat. Pola ini akan diterapkan secara terbatas hanya bagi mata diklat atau kompetensi yang memungkinkan untuk dilaksanakan sepenuhnya secara mandiri. politeknik. diterapkan agar peserta didik dapat memperoleh layanan secara fleksibel dalam menyelesaikan pendidikannya. peserta didik di SMK dapat mengikuti pendidikan secara paruh waktu karena sambil bekerja atau mengambil program/kompetensi di berbagai institusi pendidikan antara lain SMK. untuk membantu mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja.

misi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. bidang yang didesentralisasikan. Kebijakan tersebut menuntut sekolah untuk mampu menjabarkan standar isi yang telah ditetapkan oleh BSNP menjadi kurikulum yang sesuai dengan situasi kondisi sekolah. Memasuki KTSP Sejak berlakunya UU Nomor 22 Tahun 1999. 2005. dan tujuan sekolah dan pelaksanaannya mampu mengantarkan peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat 14 Kebijakan kurikulum berdiversifikasi merupakan amanat PP 19 Tahun . Karena disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan maka KTSP merupakan kurikulum babak baru perubahan dari kurikulum nasional yang disusun oleh pusat dilaksanakan oleh sekolah ke kurikulum otonom yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan. Pengembangan kurikulum berdiversifikasi merupakan tantangan besar bagi sekolah. kemudian disempurnakan pendidikan menjadi UU Nomor 32 Tahun 2004. termasuk Kebijakan desentralisasi pendidikan termasuk didalamnya kebijakan pengembangan kurikulum.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK B. visi. Satuan pendidikan harus mulai dapat mengembangkan kurikulum implementatif pada sekolahnya.

kurikulum berbasis produksi (production-based curriculum) dengan pola penyelenggaraan sistim ganda. KTSP SMK juga menganut prinsip kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). KTSP tetap mengharuskan adanya pendidikan dan latihan berlangsung di DUDI. kalender pendidikan. . Seni dan Budaya sebagai mata pelajaran wajib. dan silabus.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK satuan pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. kurikulum berbasis luas dan mendasar (broad-based curriculum). Satu hal yang berbeda diantara KTSP dengan kurikulum sebelumnya adalah dimasukannya mata pelajaran IPA. 15 . Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja. IPS.

dan (9) Silabus.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK BAB III KTSP A. serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. (4) Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran. (5) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran. Misi. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. (3) Standar Kompetensi Lulusan SMK. Sebagai dokumen KTSP memuat : (1) Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan. dan Tujuan Sekolah. (8) Kalender Pendidikan. dikembangkan oleh SMK kemudian menghasilkan dokumen yang kemudian disebutnya dengan kurikulum. Sebagai dokumen KTSP ditetapkan oleh Kepala Sekolah dan Ketua Komite Sekolah diketahui dan disahkan oleh Kepala 16 . (6) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Muatan Lokal. Sebagai dokumen KTSP SMK merupakan produk yang direncanakan. KTSP SMK sebagai Dokumen KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah. (7) Struktur Kurikulum. (2) Visi.

Permendiknas nomor 22 tahun 2006 mempertimbangkan pelaksanaan ketentuan Pasal 8 ayat (3). dan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 17 . Pasal 10 ayat (3). Dipahaminya profil kompetensi lulusan bidang/program keahlian akan berpengaruh positif terhadap tumbuhnya harapan-harapan dan motivasi belajar peserta didik. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Permendiknas nomor 22 tahun 2006 ditetapkan pada 23 Mei 2006 oleh Menteri Pendidikan Nasional memuat tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Dinas Pendidikan Propinsi. adaptif. Dokumen KTSP juga sebaiknya dibaca oleh peserta didik khususnya bagianbagian yang menggambarkan profil kompetensi lulusan. Naskah dokumen KTSP harus ada disetiap bidang/program keahlian. Pasal 12 ayat (2). 1. Dokumen KTSP juga berfungsi sebagai dokumen kendali terhadap pelaksanaan pembelajaran di SMK. Setiap kompetensi dasar pada silabi harus dijabarkan menjadi modul bahan ajar dengan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. terlebih lagi guru produktif harus membaca dan memahami keutuhan dokumen KTSP sebagai bahan dasar pengembangan pembelajaran. mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Pasal 11 ayat (4). Setiap guru baik guru normatif.

d. c. 18 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah b. kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi. Kurikulum untuk jenis pendidikan umum. kejuruan. kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan. Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi (SI) mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. sehingga perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dokumen SI secara keseluruhan mencakup: a. beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

ilmu pengetahuan dan teknologi. kewarganegaraan. Akhlak mulia mencakup etika. budi pekerti. estetika.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK terdiri atas lima kelompok mata pelajaran dengan cakupan seperti tabel 1. kepribadian. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. 19 . Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. olah raga. dan kesehatan. No 1. jasmani.

akhlak mulia. kolusi. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. kewarganegaraan. kesetaraan gender. kecakapan. membentuk kompetensi. ketaatan membayar pajak. 3. jiwa dan patriotisme bela negara.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK No 2. matematika. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan pendidikan jasmani. tanggung jawab sosial. hak. ketaatan pada hukum. dan nepotisme. dan bernegara. dan sikap serta perilaku anti korupsi. bahasa. ilmu 20 . demokrasi. Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. seni dan budaya. berbangsa. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. pelestarian lingkungan hidup. Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kemajemukan bangsa. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan kemandirian kerja. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Kelompok Mata Pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian Cakupan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status.

Kelompok mata pelajaran jasmani. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. Olahraga dan Kesehatan . olahraga dan kesehatan pada SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif. serta muatan lokal yang relevan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan pengetahuan alam. 4. kejuruan. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. teknologi informasi dan komunikasi. dan perilaku hidup sehat yang bersifat 21 5. kerja sama. sikap. seni dan budaya. keterampilan. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. dan hidup sehat. dan muatan lokal yang relevan. Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Jasmani. ilmu pengetahuan sosial. keterampilan. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. disiplin.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. demam berdarah. ilmu pengetahuan alam. HIV/AIDS. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. pendidikan kesehatan. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. 22 . muntaber. Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. kecanduan narkoba. olahraga. dan muatan lokal yang relevan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. pengetahuan. akhlak mulia. dan Keterampilan/Kejuruan. Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. mereka harus memiliki stamina yang tinggi. serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Muatan Lokal. memiliki etos kerja yang tinggi. serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. 23 . Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan. IPA. mata pelajaran Kejuruan. kepribadian. dan Pengembangan Diri seperti tertera pada Tabel 2. Kurikulum SMK/MAK berisi mata pelajaran wajib.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja. Pendidikan Kewarganegaraan. Seni dan Budaya. Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama. IPS. menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa. Matematika.

bakat. belajar. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. guru. dan pembentukan 24 . yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Mata pelajaran kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemampuan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya. potensi daerah. dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah.

Bahasa Inggris 25 . Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pengembangan diri bagi peserta didik SMK/MAK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Struktur pelajaran. Mata Pelajaran 1. kurikulum SMK/MAK disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata Struktur berikut: kurikulum generik SMK/MAK sebagai Struktur Kurikulum Generik SMK/MAK Durasi Waktu (Jam) 192 192 192 440 a) Komponen A.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK karier peserta didik. Struktur kurikulum SMK/MAK meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. Bahasa Indonesia 4.

Fisika 6. Matematika Kelompok Seni. Kesehatan. dan Teknologi Kerumahtanggaan 5. Biologi Kelompok Kesehatan 7. Fisika Kelompok Pertanian 6. 2. IPA 6. Matematika 5. dan Pertanian 6. Ilmu Pengetahuan Alam 6. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 10. Seni Budaya 9. 4. 1. Matematika Kelompok Teknologi. 3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) Durasi Waktu (Jam) 330 a) 403 a) 516 a) 192 a) 192 a) 276 a) 192 a) 192 a) 192 a) 192 a) 128 a) 128 a) 192 202 192 140 26 . Kimia 6. Biologi Kelompok Pertanian 6. Kimia Kelompok Pertanian 6. 4. Fisika Kelompok Teknologi 6. 2. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. 2. 2. 1. 3. 1. 2. 2. Biologi 6. Kejuruan 10. Pariwisata. 3. Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan 6. 2 Kewirausahaan 10. Administrasi Perkantoran dan Akuntansi 5.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Komponen 5. 2. 1. 1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 10. 1. 3. 3. 4. Matematika Kelompok Sosial.

Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam. a. Muatan Lokal C. Di dalam penyusunan kurikulum SMK/MAK mata pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok. adaptif.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Komponen 10. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama. Pengembangan Diri d) Durasi Waktu (Jam) 1044 c) 192 (192) Keterangan notasi a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. 4 Kompetensi Kejuruan b) B. Implikasi dari struktur kurikulum di atas dijelaskan sebagai berikut. Kelompok normatif adalah mata pelajaran yang dialokasikan secara 27 b) c) d) . dan produktif. yaitu kelompok normatif. di luar jumlah jam yang dicantumkan. Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian. Ekuivalen 2 jam pembelajaran.

c. Matematika. dan Seni Budaya. dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. IPA. IPS. Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja di dunia kerja. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi. Kelompok adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian. b. Pendidikan Kewarganegaraan. Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris. d. Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan. Pendidikan SMK/MAK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bahasa Indonesia.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK tetap yang meliputi Pendidikan Agama. dan Kewirausahaan. Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir penyelesaian satu standar kompetensi atau beberapa penyelesaian kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. 28 .

Satuan pendidikan SMK/MAK kategori standar menggunakan sistem paket atau dapat menggunakan sistem kredit semester. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK tiga tahun. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. maksimum empat tahun sesuai dengan tuntutan program keahlian. Satuan pendidikan SMK/MAK kategori mandiri menggunakan sistem kredit semester.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK e. Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar 29 . Beban belajar SMK/MAK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka. h. praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 36 jam pelajaran per minggu. Satuan pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau sistem kredit semester. Kedua sistem tersebut dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK adalah 38 minggu dalam satu tahun pelajaran. g. f.

Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada SMK/MAK adalah 38 sampai dengan 39 jam pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program penugasan pembelajaran terstruktur. melalui dan sistem tatap mandiri muka. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada SMK/MAK berlangsung selama 45 menit. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK dan menengah. tidak kegiatan terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran. Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk SMK/MAK 30 .

Per minggu Minggu Efektif per tahun ajaran Waktu pembelajaran per tahun Jumlah jam per tahun (@60 menit) 45 36 38 1368 jam pelajaran (61560 menit) 1026 (standar minimum) Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Satu jam pemb. 31 . Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMK/MAK maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. tatap muka (menit) Jumlah jam pemb.

satu jam penugasan terstruktur. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka. Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Panduan tentang sistem kredit semester diuraikan secara khusus dalam dokumen tersendiri. Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. 32 . Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket adalah tiga sampai dengan empat tahun untuk SMK/MAK. Program percepatan dapat diselenggarakan untuk mengakomodasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur. minggu efektif belajar. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks).

ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. 33 . hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional. Waktu pembelajaran pembelajaran setiap efektif adalah jumlah jumlah jam jam minggu.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. Alokasi waktu minggu efektif belajar. meliputi pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal. dan hari libur khusus. jeda antar semester. libur akhir tahun pelajaran. hari libur keagamaan. waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 3. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud.

4. Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu 34 . Jeda tengah semester Jeda antarsemester Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 3 minggu 5. 3.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Tabel 3. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No 1. Kegiatan Minggu efektif belajar Alokasi Waktu Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Keterangan Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif 2.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

No 6.

Kegiatan Hari libur umum/nasional Hari libur khusus

Alokasi Waktu Maksimum 2 minggu Maksimum 1 minggu

Keterangan Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

7.

8.

Kegiatan khusus sekolah/madrasah

Maksimum 3 minggu

Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Hari libur Menteri

Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat

35

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

Kabupaten/Kota,

dan/atau

organisasi

penyelenggara

pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/ pemerintah daerah.

2. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006
Permendiknas nomor 23 tahun 2006 memuat tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas nomor 23 tahun 2006 ditetapkan pada tanggal 23 Maret 2006 mempertimbangkan pelaksanaan ketentuan Pasal 27 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

36

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan. Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKLSP) SMK/MAK ada 23 yaitu : a. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja; b. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya; c. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya; d. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial ;

37

kebugaran jasmani. Menghasilkan karya kreatif. h. dan inovatif. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. q. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks. kreatif. o. l. n. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. kritis. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun. p. f. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Menunjukkan sikap kompetitif mendapatkan hasil yang terbaik. Mengapresiasi karya seni dan budaya. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Memanfaatkan lingkungan bertanggung jawab. berbangsa.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK e. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial. dan inovatif dalam pengambilan keputusan. 38 . k. suku. dan sportif untuk j. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Menjaga kesehatan dan keamanan diri. Menghargai keberagaman agama. kritis. r. s. ras. secara produktif dan m. serta kebersihan lingkungan. baik individual maupun kelompok. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. i. kreatif. bangsa. g.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. kepribadian. Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. jasmani. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. yakni: a. membaca. b. kewarganegaraan. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris . Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama. v. ilmu pengetahuan dan teknologi.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK t. olahraga. 39 . Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. Menunjukkan keterampilan menyimak. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. u. estetika. w. menulis.

keterampilan. c. seni dan budaya. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. dan pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran Jasmani. dan muatan lokal yang 40 . Olah Raga. bahasa. serta muatan lokal yang relevan d. dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani. Pada satuan pendidikan SMK/MAK. dan menumbuhkan rasa sportivitas. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. teknologi informasi dan komunikasi. ilmu pengetahuan alam. ilmu pengetahuan alam. olahraga. pendidikan jasmani. keterampilan. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan relevan. dan muatan lokal yang relevan. e.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK akhlak mulia. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. pendidikan kesehatan. tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. ilmu pengetahuan sosial. kejuruan. seni dan budaya.

Menjaga kebersihan. 8). 41 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut: a. suku. ras. bangsa. 2). pendapat dan 6). 3). Menghargai keberagaman agama. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. dan budaya dalam tatanan global. Menghargai adanya perbedaan berempati terhadap orang lain. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan. golongan sosial ekonomi. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. SK-KMP Agama dan Akhlak Mulia untuk SMK/MAK 1). 4). ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja. kesehatan. 7). 5).

dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. 12). golongan sosial ekonomi. dan kebugaran jasmani. 4). perbuatan. Menghargai keberagaman agama. Berkarya secara kreatif. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Menjaga kesehatan. baik individual maupun kelompok. dan budaya dalam tatanan global. dan pekerjaannya. suku. 8). ketahanan. 9). Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat kepribadian. 3). Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. 6). 2). berbangsa. 5). Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK b. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi. ras. 10). Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya. SK-KMP Kewarganegaraan dan Kepribadian untuk SMK/MAK 1). 11). bangsa. 7). 42 . Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. hukum dan perundangan.

Menunjukkan kemampuan menganalisis memecahkan masalah kompleks. 3). kreatif. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri. dan teknologi secara logis. Menunjukkan sikap kompetitif. c. sportif. 9). 14). dan etos kerja untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam bidang iptek. 43 . pendapat dan 15). 2).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 13). Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika. dan 6). 5). 7). Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. 8). Menunjukkan kemampuan menganalisis fenomena alam dan sosial sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing. kritis. kritis. kreatif. pengetahuan. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Membangun dan menerapkan informasi. 4). Menghargai adanya perbedaan berempati terhadap orang lain. SK-KMP Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk SMK/MAK 1). dan inovatif. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi. dan inovatif secara mandiri.

Menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. d. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam bidang pendidikan jasmani. SK-KMP Jasmani. Menghasilkan karya kreatif. olah raga. SK-KMP Estetika untuk SMK Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni. ketahanan. dan Kesehatan untuk SMK 1). menulis. dan kebugaran jasmani. Menjaga kesehatan. Menunjukkan apresiasi terhadap karya seni. 1). 11).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 10). e. 3). membaca. 2). Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni. baik individual maupun kelompok. 2). 3). Menunjukkan keterampilan menyimak. dan kebugaran jasmani. 44 . Olah Raga. dan kesehatan. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris. ketahanan. 4). Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi lokal untuk menunjang kesehatan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SK-MP) SMK/MAK a. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. Pendidikan Agama Kristen SMK 1). Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna. Merespon berbagai bentuk kehidupan modern. masyarakat dan bangsa. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam kehidupan gereja. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai sejahtera. perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 4). 2). dengan mengacu pada ajaran Kristen. 3). 45 . Mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam pergaulan antar pribadi dan kehidupan sosial. 3). Pendidikan Agama Islam SMK/MAK 1). tabdzir dan fitnah. 5). 4). b. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonsia dan di dunia. 2). taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan.

Peserta didik menguraikan pemahaman tentang pribadi Yesus Kristus yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya nyata meneladani dalam hidup sehari-hari. dan Catur Purusartha. Memahami sifat-sifat Tri Guna dan Dasa Mala. Memahami Atman sebagai sumber hidup. fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana menghayati dalam hidup bergereja. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman makna Gereja. antara lain: keadilan. Memahami tata cara persembahyangan. dan ajaran Moksa sebagai tujuan tertinggi. Catur Asrama. 2). 4). Pendidikan Agama Hindu SMK 1). Hukum Karma dan Punarbhawa. dan perkawinan menurut Hindu (Wiwaha). 2). 3). Catur Warna. Peserta didik menguraikan fungsi Gereja yaitu melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah. 46 . Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk bertindak secara bertanggung jawab. kejujuran dan keutuhan lingkungan hidup. d. 3). Pendidikan Agama Katolik SMK 1).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK c. ajaran Tat Twam Asi. pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan.

Pendidikan Agama Buddha SMK 1). Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila). Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama. 4). meditasi (samadhi). 8). hakikat dan pelestarian kesucian tempat suci. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masing-masing aliran. Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta . 8). Bodhisattva. sikap dan kepribadian Buddha. Memahami pokok-pokok ajaran Weda (Weda Sruti dan Smerti) sebagai sumber hukum Hindu. Memahami nilai-nilai budaya Dharma Gita. Memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki kemampuan untuk memahami dan meyakini hukum alam. 47 . Memahami kepemimpinan menurut Niti Sastra dan hakekatnya. seni keagamaan Hindu dan sejarah perkembangan agama Hindu di India dan negara lainnya. dan para siswa utama Buddha. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya. 5). 2). Memiliki kemampuan dasar berpikir logis. dan kreatif untuk memecahkan masalah. 6). Memahami perhitungan hari-hari suci menurut Hindu. kritis. 5). 9).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 4). Memahami struktur. dan kebijaksanaan (panna). 3). 6). e. Meneladani sifat. 7). 7).

Pendidikan SMK/MAK Jasmani. 5). Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan. 48 . 3). peradilan nasional. Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga dengan menggunakan peraturan. keterbukaan dan keadilan di Indonesia. kedaulatan negara. konstitusi . 6). dan kerja sama global lainnya. g. f. dan tindakan anti korupsi. Menganalisis budaya politik demokrasi. 7).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 9). Menganalisis sistem hukum internasional. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum internasional. 9). timbulnya konflik internasional. regional. 8). Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri. Pendidikan Kewarganegaraan SMK/MAK 1). Olahraga dan Kesehatan 1). Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan internasional. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan mahkamah internasional. 4). Menganalisis peran dan hak warganegara dan sistem pemerintahan NKRI. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2).

Mempraktekkan kegiatan-kegiatn di luar kelas seperti melakukan perkemahan. Mendengarkan: memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. perasaan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). mengenal berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV. 3). Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi. 7). dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kehidupan seharihari. Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh. perasaan. Berbicara: menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. 3). dan aktivitas lainnya. 5). mendaki gunung. permainan di air dan keselamatan di air. Bahasa Indonesia SMK/MAK Tingkat Semenjana 1). Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. dan lain-lain. grafik. Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang. dan 49 . h. 2). Menulis: menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran. Membaca: menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks. 4). kebugaran jasnani serta aktivitas lainnya. 6). senam aerobik. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat. penjelajahan alam sekitar. 4).

grafik. dan penyampaian informasi dalam bentuk teks. 4). 3). grafik. perasaan. 50 . Mendengarkan: memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. perasaan. 4). 2). dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana. Tingkat Madia 1). Berbicara : menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. Membaca: menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks. grafik. Mendengarkan: memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian dan penerimaan informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana. 3). 2). dan tabel yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana. Tingkat Unggul 1).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK penyampaian informasi dalam bentuk teks. dan penyampaian informasi dalam bentuk teks. grafik. dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan. dan tabel yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. grafik. Membaca: menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berupa teks. perasaan. dan tabel yang berkaitan dengan pekerjaan. dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah sederhana. Berbicara: menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran. dan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. perasaan. Menulis: menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran. Menulis: menggunakan berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran.

3). Bahasa Inggris SMK/MAK Level Novice : 1). 4). Berbicara: mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional. Menulis: mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional. secara formal maupun informal. secara formal maupun informal. Mendengarkan: memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional. secara formal maupun informal. dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. 2). dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan. 51 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK i. Level Elementary 1). Membaca: memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional. Mendengarkan: memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional. dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan. dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari . dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. secara formal maupun informal. Berbicara: mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional. 2). dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. secara formal maupun informal. secara formal maupun informal.

Mendengarkan: memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional. 2). dalam bentuk menyampaikan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian. Berbicara: mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional. dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian. dalam bentuk menyampaikan secara tertulis permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan Level Intermediate 1). Menulis: mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional. dalam bentuk mendengarkan permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian. secara formal maupun informal. secara formal maupun informal. 3). 52 . secara formal maupun informal. Menulis: mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional. 4). 4). secara formal maupun informal. Membaca: memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional. secara formal maupun informal. secara formal maupun informal.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 3). dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan pekerjaan. dalam bentuk menyimak permintaan dan perintah yang berkaitan dengan keprofesian. Membaca: memahami makna dalam wacana tulis interpersonal dan transaksional.

dan Teknologi Kerumahtanggaan SMK/MAK 1). yaitu memiliki rasa ingin tahu. Menalar secara kritis dan mengembangkan aktivitas kreatif dalam memecahkan masalah serta mengkomunikasikan ide. pertidaksamaan linier. Memahami konsep operasi bilangan penerapannya dalam pemecahan masalah. riil serta 2). 9). 53 . Memahami konsep kedudukan. 10). dan 6). fungsi. dan persamaan kuadrat. Mengapresiasi kegunaan matematika dalam kehidupan. Memahami konsep barisan dan deret penerapannya dalam pemecahan masalah.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK j. Memahami konsep perbandingan. 3). Menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri. Memahami konsep matriks dan penerapannya dalam pemecahan masalah yang terkait dengan matriks. Memahami konsep statistik sederhana penerapannya dalam pemecahan masalah. 4). dan 8). 5). dan minat dalam mempelajari matematika. serta penerapannya dalam pemecahan masalah. perhatian. jarak. 7). Memahami sistem persamaan linier. dan besar sudut dalam ruang dimensi dua dan penerapannya dalam pemecahan masalah. persamaan. dan identitas trigonometri dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Matematika Kelompok Seni. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Pariwisata.

dan persamaan kuadrat. dan 6). Menalar secara kritis dan mengembangkan aktivitas kreatif dalam memecahkan masalah serta mengkomunikasikan ide. Memahami konsep operasi bilangan riil serta penerapannya dalam pemecahan masalah. 10). Memahami konsep matematika keuangan dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Perkantoran dan Akuntasi SMK/MAK Administrasi 1). Memahami konsep statistik sederhana penerapannya dalam pemecahan masalah. yaitu memiliki rasa ingin tahu. 4). 5). 54 . Menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Matematika Kelompok Sosial. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. dan besar sudut dalam ruang dimensi dua dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Memahami konsep kedudukan. perhatian.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK k. Memahami sistem persamaan linier. pertidaksamaan linier. dan minat dalam mempelajari matematika. 3). Memahami konsep barisan dan deret penerapannya dalam pemecahan masalah. Memahami konsep teori peluang dan penerapannya dalam pemecahan masalah 8). 11). jarak. Memahami konsep matriks dan penerapannya dalam pemecahan masalah yang terkait dengan matriks. serta penerapannya dalam pemecahan masalah. 2). 7). dan 9). Memahami logika matematik dalam pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor serta penerapannya dalam pemecahan masalah.

8). l. Memahami konsep matriks dan penerapannya dalam pemecahan masalah yang terkait dengan matriks. 7). fungsi. Memahami konsep vektor dan penerapannya dalam pemecahan masalah. dan Pertanian SMK/MAK 1). dan besar sudut dalam ruang dimensi dua dan penerapannya dalam pemecahan masalah. 2). dan 4). 3). Memahami konsep operasi bilangan riil serta penerapannya dalam pemecahan masalah. jarak. 9). Memahami konsep persamaan fungsi linier dan fungsi kuadrat dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Memahami konsep barisan dan deret penerapannya dalam pemecahan masalah. persamaan. Memahami sistem persamaan linier.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 12). 5). Memahami logika matematik dalam pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor serta penerapannya dalam pemecahan masalah. dan persamaan kuadrat. 6). Memahami konsep perbandingan. Kesehatan. serta penerapannya dalam pemecahan masalah. Menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri. pertidaksamaan linier. Memahami konsep aproksimasi kesalahan serta penerapannya dalam pemecahan masalah. 10). Memahami konsep kedudukan. 55 . Matematika Kelompok Teknologi. dan identitas trigonometri dan penerapannya dalam pemecahan masalah.

Memahami konsep limit fungsi dan turunan fungsi dan penerapannya dalam pemecahan masalah. 3). dan minat dalam mempelajari matematika. Menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Menalar secara kritis dan mengembangkan aktivitas kreatif dalam memecahkan masalah serta mengkomunikasikan ide. Memahami konsep statistik sederhana penerapannya dalam pemecahan masalah. 2). dan 13). Mengenali berbagai jenis polusi dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan . 16). menjaga. 56 . serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menerapkan Matematika sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri. Memahami konsep teori peluang dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Mampu mengenali gejala-gejala alam melalui pengamatan langsung dan menafsirkannya untuk kepentingan kehidupan sehari-hari. dan melestarikan ekosistem lingkungan dan sumber daya alam. Memiliki kesadaran dan mampu berperanserta dalam memelihara. 14). 15).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 11). Ilmu Pengetahuan Alam SMK/MAK 1). m. 17). perhatian. 12). 18). yaitu memiliki rasa ingin tahu. Memahami konsep integral dan penerapannya dalam pemecahan masalah. Memahami konsep irisan kerucut dan penerapannya dalam pemecahan masalah.

n. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung. 57 . kekekalan energi. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah. Fisika Kelompok Teknologi SMK/MAK 1). o. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung. teliti. impuls. 6). Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik. Fisika Kelompok Pertanian SMK/MAK 1). Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mendukung penerapan kompetensi program keahliannya dalam kehidupan sehari-hari. 2). secara cermat. 5). teliti. tidak langsung. tidak langsung. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor dan fluida dan perubahannya.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 4). secara cermat. dan obyektif. dan obyektif. Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mengembangkan kemampuan program keahliannya pada tingkat yang lebih tinggi. Menguasai konsep dasar Fisika yang mendukung secara langsung pencapaian kompetensi program keahliannya. 7). Menerapkan IPA sebagai dasar penguasaan kompetensi produktif dan pengembangan diri. dan momentum. 4). 3).

Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mengembangkan kemampuan program keahliannya pada tingkat yang lebih tinggi p. Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah. kekekalan masa dan kekekalan energi. Memahami sifat mekanik bahan serta menentukan kekuatan bahan. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah. 6). kekekalan energi. Kimia Kelompok Pertanian SMK/MAK 1). gelombang. 9). impuls. dan momentum. fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta penerapannya dalam mesin kalor.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika. kesetimbangan. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor sifat gas ideal. dan bunyi serta penerapannya untuk pemecahan masalah. Menguasai konsep dasar Fisika yang mendukung secara langsung pencapaian kompetensi program keahliannya. 5). Menerapkan konsep dasar Fisika untuk mendukung penerapan kompetensi program keahliannya dalam kehidupan sehari-hari. 8). 3). 58 . 7). 4). Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik. 10). Memahami konsep materi dan perubahannya. Memahami konsep getaran.

larutan elektrolit-non elektrolit. Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya. fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika. Memahami konsep. prinsip. Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu. kekekalan masa dan kekekalan energi. hukum. protein. termasuk cara pengukuran dan kegunaannya. dan pemisahan bahan (elektrolisis). q. masyarakat. 7). Menggunakan pengetahuan dasar kimia dalam kehidupan sehari-hari. 5). karbohidrat. Memahami konsep materi dan perubahannya. Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik. dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat. dan polimer serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 6).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). Teknologi dan Kesehatan 3). dan memiliki kemampuan dasar kimia sebagai landasan dalam mengembangkan kompetensi di masing-masing bidang keahlian. kesetimbangan. 59 . Memahami sifat berbagai larutan asam-basa. Kimia Kelompok SMK/MAK 1). dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. larutan koloid. 4). lemak. korosi logam.

larutan koloid. 6). korosi logam. lemak. protein. 5). Memahami konsep. karbohidrat. dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. 4). r.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). Memahami keanekaragaman hayati dan klasifikasinya. prinsip. hukum. Menggunakan pengetahuan dasar kimia dalam kehidupan sehari-hari. termasuk cara pengukuran dan kegunaannya. masyarakat. dan pemisahan bahan (elektrolisis). Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik. 3). Meningkatkan kesadaran tentang terapan kimia yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu. Memahami sifat berbagai larutan asam-basa. Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya. dan memiliki kemampuan dasar kimia sebagai landasan dalam mengembangkan kompetensi di masing-masing bidang keahlian. Biologi Kelompok Pertanian SMK/MAK 1). 7). peranan keanekaragaman hayati bagi kehidupan dan upaya pelestariannya. dan polimer serta kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat. larutan elektrolit-non elektrolit. 60 .

Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada sains. Menerapkan pengetahuan dan keterampilan menganalisis lingkungan dan alam sekitar dalam kehidupan sehari-hari. lingkungan. Mengembangkan pemahaman dan kemampuan untuk menunjang kompetensi produktif dan pengembangan diri. 6). 61 . evolusi dan implikasinya dengan sains. serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. 3). Biologi Kelompok Kesehatan SMK/MAK 1). s. lingkungan. Mengembangkan penguasaan konsep dan prinsip biologi.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). 5). 4). teknologi dan masyarakat. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Memahami keanekaragaman hayati dan klasifikasinya. teknologi dan masyarakat. serta implikasinya pada sains. Meningkatnya kesadaran dan peran-serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. serta keterkaitannya dengan IPA lainnya. 7). 9). teknologi dan masyarakat. Memahami konsep sel dan jaringan. peranan keanekaragaman hayati bagi kehidupan dan upaya pelestariannya. perubahan materi dan energi. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem. kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi pada sistem organ. proses metabolisme dan hereditas. lingkungan. 8). keterkaitan antara struktur dan fungsi organ.

lingkungan. Ilmu Pengetahuan Sosial SMK/MAK 1). teknologi dan masyarakat. serta keterkaitannya dengan IPA lainnya. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Memahami konsep sel dan jaringan. Meningkatnya kesadaran dan peran-serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. 7). Memahami konsep-konsep interaksi antarindividu serta interaksi dengan lingkungan masyarakat sekitar. kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi pada sistem organ. 62 . teknologi dan masyarakat. 9). evolusi dan implikasinya dengan sains. 4). lingkungan. keterkaitan antara struktur dan fungsi organ. perubahan materi dan energi. lingkungan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). 6). Menerapkan pengetahuan dan keterampilan menganalisis lingkungan dan alam sekitar dalam kehidupan sehari-hari. t. 5). Mengembangkan penguasaan konsep dan prinsip biologi. 8). 3). Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta implikasinya pada sains. Mengembangkan pemahaman dan kemampuan untuk menunjang kompetensi produktif dan pengembangan diri. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem. serta implikasinya pada sains. serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. teknologi dan masyarakat. proses metabolisme dan hereditas.

2). Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni tari. Memahami konsep seni musik dan memahami pentingnya seni musik dalam kehidupan 2). bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal. nasional. Memahami proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat hingga terjadinya kebangkitan nasional. 3). 4). Mampu berkomunikasi. budaya.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 2). u. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni rupa Seni Musik 1). Memahami konsep seni tari dan memahami pentingnya seni tari dalam kehidupan. Menunjukan sikap apresiatif terhadap seni musik Seni Tari 1). memecahkan masalah. 5). Memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai sosial. Memahami konsep kebutuhan manusia akan barang serta memahami proses-proses dasar ekonomi dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Berpikir logis dan kritis. rasa ingin tahu. 63 . dan kemanusiaan . Seni Budaya SMK/MAK Seni Rupa 1). dan keterampilan dalam kehidupan sosial ekonomi. dan global. 6). Memahami konsep seni rupa dan memahami pentingnya seni rupa dalam kehidupan 2).

3). w. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi SMK/MAK 1). Mampu mengoperasikan komputer PC. 64 . Mampu merencanakan sekaligus mengelola usaha kecil/mikro dalam bidangnya. Mampu mengidentifikasi kegiatan dan peluang usaha dalam kehidupan sehari-hari. 4). 2). Mampu menggunakan teknologi komputer untuk mengolah data. Memahami sendi-sendi kepemimpinan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkan perilaku kerja prestatif dalam kehidupannya. memahami 2). Menerapkan sikap dan perilaku wirausaha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakatnya. v. Mampu mengoperasikan PC dalam suatu jaringan serta mengoperasikan web design. Mampu mengoperasikan sistem operasi soft ware. Kewirausahaan SMK/MAK 1). 2). Memahami konsep teater dan pentingnya teater dalam kehidupan. 4).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Teater 1). 3). Menunjukan sikap apresiatif terhadap teater. terutama yang terjadi di lingkungan masyarakatnya. keperluan sehari-hari serta keperluan yang terkait dengan kebutuhan dunia kerja.

Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 1. Memahami ayatayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi 1. 2 Menyebutkan arti QS Al Baqarah: 30. Az-Zariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 2. Memahami ayatayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah Dan seterusnya SK dan KD mata pelajaran lainnya dapat dibaca lengkap dalam lampiran Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 65 . 3 Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS Al Baqarah: 30.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Standar Kompetensi Mata Pelajaran dijabarkan menjadi sejumlah Kompetensi Dasar (KD) seperti contoh berikut: AGAMA ISLAM Kelas X . AlMukminum: 12-14. Al-Mukminum: 12-14. 2 Menyebutkan arti QS Al An’am: 162163 dan Al-Bayyinah: 5 2. 1 Membaca QS Al An’am: 162-163 dan Al-Bayyinah: 5 2. AlMukminum: 12-14. 3 Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am: 162-163 dan AlBayyinah: 5 Kompetensi Dasar 2. 1 Membaca QS Al Baqarah: 30. AzZariyat: 56 dan Al-Hajj: 5 1. semester 1 Standar Kompetensi Al Qur’an 1.

dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. kebutuhan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. sehat. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip : a. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. perkembangan. Berpusat pada potensi.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 3. berakhlak mulia. berilmu. dan kepentingan peserta didik 66 . serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kreatif. cakap. Langkah Pengembangan KTSP SMK Dalam buku pedoman penyusunan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP dinyatakan KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. perkembangan. kebutuhan. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

dan jender. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. suku. dan pengembangan diri secara terpadu. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. d. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. kondisi daerah. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. c. dan seni. Beragam dan terpadu. teknologi dan seni. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. teknologi. b. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan kepentingan (stakeholders) untuk melibatkan pemangku menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. status sosial ekonomi. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. adat istiadat.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK serta tuntutan lingkungan. jenjang dan jenis pendidikan. Oleh karena itu. budaya. muatan lokal. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dunia usaha dan 67 .

g. pembudayaan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. pengembangan keterampilan pribadi. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. nonformal. Belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. keterampilan berpikir. Menyeluruh dan berkesinambungan. berbangsa. f. dan bernegara. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK dunia kerja. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. keterampilan akademik. 68 . e. keterampilan sosial. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal.

psikomotor) berkembang secara optimal. tingkat perkembangan. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah memiliki potensi. Peningkatan potensi. kognitif. kebutuhan. dan keragaman daerah karakteristik lingkungan. Sejalan dengan itu. minat. emosional dan sosial. tantangan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. b. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif. pendidikan Masing-masing sesuai dengan memerlukan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. spritual. c. dan kinestetik peserta didik. kecerdasan intelektual. kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi. a. kecerdasan. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Oleh karena itu. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. kurikulum harus memuat keragaman 69 .

e. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. d. Pendidikan harus terus menerus melakukan 70 . Tuntutan dunia kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. f. Untuk itu. Perkembangan ilmu pengetahuan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. dan seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi. teknologi. Oleh sebab itu.

Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian. h. Agama Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain. taqwa dan akhlak mulia. i. g. Oleh karena itu. Oleh karena itu. dan seni. muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman. baik pada individu maupun bangsa.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan 71 . teknologi.

k. j.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK bangsa dalam kerangka NKRI. Menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. tujuan. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi. pendidik dan tenaga 72 . misi. l. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Oleh karena itu. Kesetaraan Jender Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender. dan ciri khas satuan pendidikan. Pelaksanaan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan diawali dengan proses analisis konteks yaitu mengidentifikasi SI dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP. kondisi.

biaya. dan nara sumber.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK kependidikan. b. Mekanisme Penyusunan a. dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. asosiasi profesi. sarana prasarana. Menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar: komite sekolah. konselor. Supervisi dilakukan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. Tim Penyusun Tim penyusun KTSP SMK terdiri atas guru. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah. dan program-program. Supervisi dilakukan oleh dinas pendidikan tingkat provinsi untuk SMK. dunia industri dan dunia kerja. serta pihak lain yang terkait. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan MAK terdiri atas guru. serta pihak lain yang terkait. dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. sumber daya alam dan sosial budaya. Kegiatan berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah 73 . konselor. dewan pendidikan. dinas pendidikan. dan nara sumber. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah. Kegiatan Penyusunan perencanaan KTSP merupakan bagian dari ini kegiatan dapat sekolah/madrasah.

Pemberlakuan Dokumen KTSP SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh dinas pendidikan tingkat propinsi untuk dan SMK. Secara konkret kurikulum sebagai program berwujud silabus. KTSP SMK Sebagai Program Pembelajaran Menurut Suyanto kurikulum sebagai program pada hakekatnya merupakan kurikulum yang berbentuk programprogram pengajaran secara nyata. pemantapan dan penilaian. 74 . Dokumen KTSP pada MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah setelah mendapat pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. B.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. c. serta finalisasi. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf. reviu dan revisi.

kompetensi dasar. peserta didik dengan 75 . keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Dalam KTSP silabus merupakan rencana program pembelajaran untuk masing-masing kompetensi dasar dalam satu standar kompetensi. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. dan sumber/bahan/alat belajar. penilaian. 2). kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. materi indikator. dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1). urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. pokok/pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kegiatan pembelajaran. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. alokasi waktu. Silabus dikembangkan dengan cara mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. 3).

yaitu kegiatan siswa dan materi. 1). 3). khususnya guru. 2). Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. 4). Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK guru. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai 76 . lingkungan. Hal-hal berikut. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik.

Untuk dapat belajar secara tuntas. KTSP tidak sekedar sebagai produk “ritual” yang harus “dialmarikan” setelah disahkan. (2) Individualized learning yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu. ilmu pengetahuan (knowledge). 77 . KTSP SMK adalah kurikulum berbasisis kompetensi menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap (attitude). peserta didik. dan keterampilan (skills) agar dapat bekerja sesuai dengan profesinya seperti yang dituntut oleh suatu kompetensi. yang memberikan pengalaman belajar bermakna) yang dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis produksi. Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran yang dijabarkan menjadi Kompetensi Dasar lengkap dengan indikator sebagai performance atau kriteria kinerja yang diharapkan sebagai hasil belajar. perlu dikembangkan prinsip pembelajaran (1) Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata. dan masyarakat. KTSP SMK Sebagai Hasil Belajar KTSP sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh peserta didik mendeskripsikan kompetensi mulai dari Standar kompetensi Lulusan SMK.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK C. KTSP sebagai hasil belajar menjadi sebuah konsep yang berkembang dan mudah dielaborasi oleh sekolah. guru.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Indikator masing-masing kompetensi dasar merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. pengukuran sikap. penggunaan portofolio. mata pelajaran. Keluaran hasil belajar dapat diuji menggunakan penilaian. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. 78 . satuan pendidikan. proyek dan/atau produk. dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. pengamatan kinerja. pengetahuan. penilaian hasil karya berupa tugas. menganalisis. dan penilaian diri. Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.

2). Aktivitas pembelajaran sebagai realisasi implementasi KTSP akan 79 . Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK 1). Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. KTSP SMK Sebagai Pengalaman Belajar KTSP sebagai pengalaman belajar merupakan kelanjutan dari ketiga pengertian sebelumnya. KTSP sebagai pengalaman belajar merupakan akumulasi pengalaman pendidikan peserta didik sebagai hasil dari aktivitas pembelajaran. 5). Misalnya. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. 3). 4). serta untuk mengetahui kesulitan siswa. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. D. Penilaian menggunakan acuan kriteria.

media belajar. dan kelemahan sekolah. 80 . Agar memberikan pengalaman belajar memadai KTSP sebaiknya disusun serealistik mungkin memperhatikan peluang. kekuatan. ICT. ketersediaan bahan ajar. E. Keberagaman antara satu daerah dengan daerah lain atau antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dalam satu propinsi diharapkan tumbuh guna berkembangnya potensi lokal menjadi keunggulan komparatif . Mutu dan Relevansi KTSP KTSP merupakan kurikulum berdiversifikasi sesuai amanat PP 19/2005. Mutu KTSP tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya secara sejajar secara kuantitatif dari kelengkapan dan ketebalan dokumennya.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK memberikan banyak kemungkinan-kemungkinan ketercapaiannya. tantangan. peralatan lab dan bengkel. Apa yang direncanakan pada KTSP belum tentu berhasil seperti yang diharapkan. Segenap guru yang terlibat di bidang/program keahlian harus memusatkan perhatiannya pada peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan ke KTSP yang telah ditetapkan atau diberlakukan. dan sebagainya. kerjasama dengan industri untuk prakerin. Banyak faktor ikut mempengaruhi ketercapaian KTSP sebagai program pembelajaran diantaranya profesionalisme guru. sarana ruang kelas.

Kesesuaian dengan perkembangan IPTEK. Tuntutan Sandar Isi. sumber belajar dan lokasi dan waktu pembelajaran. Kesesuaian dengan kebutuhan DU/DI. standar kompetensi. standar kompetensi kelompok mata pelajaran. Mutu dan relevansi KTSP dapat dinilai dari kesesuaian dengan kebutuhan Nasional. penilaian. standar kompetensi lulusan. Kesesuaian dengan kebutuhan pendidikan lanjutan. Standar Kompetensi Lulusan. F. Wirausaha). Psikomotor. Afektif. Silabi KTSP harus menjabarkan hubungan yang interaktif diantara kompetensi dasar indikator dengan materi pembelajaran.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Penilaian mutu dan relevansi KTSP masing-masing sekolah harus dinilai secara kualitatif. Kesesuaian dengan kebutuhan siswa (Kognitif. kegiatan pembelajaran. standar kompetensi mata pelajaran. visi dan misi sekolah. Karakteristik dan Prinsip Pendidikan Kejuruan Menurut Wardiman dalam bukunya Pengembangan Sumberdaya Manusia melalui SMK pendidikan kejuruan memiliki sembilan karakteristik penting yaitu: (1) mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja. KTSP sebagai dokumen mutu dan relevansinya dapat dinilai dari kesesuaian antara silabi dengan jabaran kompetensi dasar. (3) 81 . Karir. (2) didasarkan kebutuhan dunia kerja “Demand-Market-Driven”.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK penguasaan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. kepribadian. (6) responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi. (b) meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu. Pelaksanaan pendidikan menengah kejuruan akan mencapai sasaran jika menerapkan prinsip-prinsip bahwa pendidikan kejuruan efisien jika lingkungan dimana peserta didik dilatih merupakan replika lingkungan dimana nanti 82 . (c) mendorong motivasi untuk belajar terus. (7) Learning By Doing dan Hands On Experience. Tujuan tersebut dirujuk sebagai acuan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). akhlaq mulia. (4) kesuksesan peserta didik pada “Hands-On” atau performa dunia kerja. (5) hubungan erat dengan Dunia Kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan. Rupert Evans dikutip oleh Wardiman merumuskan bahwa pendidikan kejuruan bertujuan untuk (a) memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja. (8) membutuhkan pasilitas mutakhir untuk praktek. pengetahuan. (9) memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar dari pendidikan umum. Kemudian dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 26 Ayat 3 dinyatakan tujuan pendidikan menengah kejuruan meningkatkan kecerdasan. serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Pembiasaan efektif pada peserta didik tercapai jika pelatihan diberikan pada pekerjaan nyata sarat nilai.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK bekerja. Efektif jika melatih kebiasaan berpikir dan bekerja seperti di DUDI. Guru-nya mempunyai pengalaman yang sukses dalam penerapan kompetensi pada operasi dan proses kerja yang telah dilakukan. Pendidikan kejuruan efektif jika tugas-tugas diklat dilakukan dengan cara. setiap profesi. Pendidijan kejuruan juga akan efektif jika diklat membentuk kebiasaan kerja dan kebiasaan berfikir yang benar diulang sehingga sesuai/cocok dengan pekerjaan. setiap individu memodali minatnya. Isi diklat merupakan okupasi pengalaman para ahli. alat. Pendidikan Kejuruan harus memperhatikan permintaan pasar/tanda-tanda pasar. Sebagai layanan sosial efisien jika sesuai dengan kebutuhan seseorang yang memerlukan. Setiap okupasi mempunyai ciri-ciri isi (Body of content) yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Pada setiap jabatan ada kemampuan minimum yang harus dipunyai oleh seseorang agar dia dapat bekerja pada jabatan tersebut. jabatan. pengetahuan dan ketrampilannya pada tingkat yang paling tinggi. 83 . Pendidikan Kejuruan efisien jika metoda pengajarannya mempertimbangkan sifat-sifat peserta didik. dan mesin yang sama seperti yang diperlukan dalam pekerjaan itu. pekerjaan untuk setiap orang yang menginginkan dan memerlukan serta dapat untung.

mengidentifikasi sumber-sumber dunia kerja. Pendidikan di SMK diharapkan mampu mewujudkan gagasan mengembangkan karier sesuai dengan kebutuhan DU/DI. employment) menunjuk pada setiap kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa (Isaacson. penjajagan terhadap macammacam bidang kerja. membandingkan range gaji dan kemanfaatannya. Kata pekerjaan (work. sedangkan kata karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan 84 . membandingkan profil jabatan. meneliti peluang pekerjaan. dan mendemonstrasikan kemampuan membuat lamaran pekerjaan secara baik dan benar. job. Peserta didik SMK harus dan memiliki yang kompetensi dimiliki. Pekerjaan tidak serta merta merupakan karier. 1985).Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Pembiasaan efektif pada peserta didik tercapai jika pelatihan diberikan pada pekerjaan nyata sarat nilai Menurut Stanley Hall usia peserta didik reguler SMK/MAK merupakan masa tentatif yaitu masa proses kristalisasi gagasan tentang perlunya bekerja. menjelaskan strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan ketenaga-kerjaan. dan meneliti trends pekerjaan. konsep diri tentang karier dan pekerjaan. penempatkan sumber daya dalam mendapat pekerjaan. mengidentifikasi peluang-peluang pekerjaan masa ini dan masa datang. mengidentifikasi mengidentifikasi minat bakat hambatan-hambatan ketenaga-kerjaan.

Link and Match berwawsan sumberdaya manusia. perilaku. maka sejak dini anak perlu dipersiapkan dan dibantu untuk merencanakan hari depan yang lebih cerah. dengan cara memberikan pendidikan dan bimbingan karier yang berkelanjutan. berwawasan masa depan. sikap mental. Permasalahan Pendidikan Kejuruan Seperti halnya pendidikan secara umum permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan menengah kejuruan tidak lagi hanya pada substansi pendidikan atau kurikulumnya.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup. meliputi sistim nilai. menata. Mengingat betapa pentingnya masalah karier dalam kehidupan manusia. 1991). perencana. meluruskan sistim nilai. dan sikap mental para pelaku dan pengelola pendidikan kejuruan itu sendiri. tetapi komprehensi dan mendasar. Maka dari itu pemilihan karier lebih memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang dari pada kalau sekedar mendapat pekerjaan yang sifatnya sementara waktu. pola pikir. pola pikir. (Martin Handoko) G. yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang. serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (Winkel. Link and match secara filosofis dimaksudkan untk memperbaharui. pengelola dan pelaku pendidikan kejuruan. 85 . dan kebiasaan para pemikir.

Pendidikan kejuruan di Indonesia sebelum tahun 1994 sepenuhnya menggunakan pendekatan SUPPLY Driven dimana totalitas pendidikan kejuruan (penyusun kurikulum. Majelis Sekolah (MS) di setiap SMK.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK berwawasan mutu. Bentuk pelaksanaan program Pendidikan Sistim Ganda (PSG) mulai disusun tahun 1993/1994 dilaksanakan pada tahun 1994/1995 pada tahun pertama Pelita VI. berwawasan keunggulan. Keberhasilan program sangat kuat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman. berwawasan profesionalisme. SCHOLL Based Program dengan ciri seluruh kegiatan pendidikan 86 . Pada tanggal 17 Oktober 1994 DepDikBud bekerja sama dengan KADIN Indonesia mengambil inisiatif membentu Majelis Pendidikan Kejuruan Tingkat Nasioal (MPKN) sebagai wahana kerjasama antara pemerintah dengan KADIN untuk menyusun program dan pelaksanaan PSG. pelaksana pembelajaran. penilaian dilakukan secara sepihak hanya oleh para pelaku pendidikan. MPKN membentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK) mendorong Pembentukan Majelis Pendidikan Kejuruan Tingkat Propinsi (MPKP) . Butuh waktu dan perlu pembabakan (milestoning). berwawasan nilai tambah. komitmen pengelola. kurang memiliki wawasan dunia kerja karena tidak memiliki pengalaman kerja di DUDI. kepedulian. pelaku program. dan efesiensi.

Secara teoritis tidak mungkin.) . Kebiasaan belajar-mengajar di sekolah terkonsepsi sebagai ” Dunia-Sekolah” jauh dari kebiasaan “Dunia Industri” . wawasan keunggulan.30. padahal di industri harus bekerja keras dengan jam rata-rata 40 jam per minggu. Di SMK pertanian misalnya kegiatan kehlian dilaksanakan pagi. dsb. 38 jam pelajaran per minggu. pemborosan. kegiatan PBM tetap bersifat simulasi (tiruan) tidak mencapai kualitas profesional. setiap hari rata-rata belajar mulai pukul 07. Dunia sekolah jauh berbeda dengan dunia industri. atau malam (mengawinkan ikan. karena sekolah kurang mengajarkan resiko kerugian atas kegagalan. Selengkap dan semodern apapun fasilitas kejuruan yang ada di sekolah. Sekolah berusaha melengkapi dan memodernisasi perlatan praktek kejuruan dengan maksud menghasilkan tamatan yang berkualitas profesional dan siap pakai. memerah susu. Peserta didik SMK terbiasa santai dengan jam belajar dan bekerja sedikit. Cendrung melaksanakan “Pendidikan demi Pendidikan”. Kurang memahami pasar.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK dilakukan di sekolah. sedangkan di industri kegagalan adalah kerugian yang harus ditanggung oleh pekerja. wawasan mutu.00 s/d 13. sore. Tamatan SMK kurang memiliki kepedulian dan keterkaitan dengan mutu. persaingan 87 .

Membiarkan peserta didik bekerja di lantai bukan di tempat kerja. Guru yang lemah mutunya ditugaskan mengajar di tingkat X. posisi tubuh dan gerak yang benar. tanpa persyaratan keselamatan kerja. tidak 88 . Kesalahan diterima dan dimaafkan sebagai suatu kewajaran. Guru memberi angka :”Angka Guru” tidak ada hubungannya dengan standar mutu dunia kerja. Kualitas teknis dan produktivitas kerja sangat ditentukan oleh cara kerja yang benar. tidak standar dipakai oleh peserta didik tingkat X. Padahal untuk mendapat hasil pendidikan yang bermutu harus diawali dengan dasar yang kuat dan benar. membiarkan peserta didik menggunakan peralatan tidak sesuai dengan fungsi dan tempatnya. Peserta didik bekerja tanpa bimbingan dan pengawasan guru.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Permasalahan lain yang ada di SMK berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan yang salah seperti : Diklat dasar kompetensi kejuruan tidak diajarkan secara mendasar. Kegiatan Praktek tidak mengikuti prinsip belajar tuntas “Mastery Learning”. membiarkan peserta didik dengan mutu hasil kerja asal jadi. tidak mengikuti langkah. Dalam praktek peserta didik dibiarkan bekerja dengan cara yang salah. Mutu hasil kerja dibiarkan apa adanya tanpa standar mutu. Peserta didik tidak peduli dengan “Sense of Quality” dan “Sense of added Value”. Kebiasaan salah tingkat awal mutu tidak penting. Alat yang sudah tua. Hanya formalitas telah mengerjakan tanpa standar mutu.

bekerja tanpa lembar kerja. Sibuk lari dari satu sekolah ke sekolah lain menjadi guru SMK se kabupaten bahkan guru SMK se provinsi. 89 . mesin rendah waktu pemakaiannya. dan kurang etos kerja. Guru berada di sekolah hanya pada jam-jam mengajar saja.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK bertanggung jawab. SMK kurang memiliki wawasan ekonomi.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

BAB IV IMPLEMENTASI KTSP Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi,

perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. 2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). 3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan,

90

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

dan/atau

percepatan

sesuai

dengan

potensi,

tahap pribadi

perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. 4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan). 5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). 6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
91

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK

7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Dengan adanya kurikulum berbasis kompetensi maka sistem penilaian hasil belajar haruslah berubah. Ciri utama perubahan penilaiannya adalah terletak pada pelaksanaan penilaian yang berkelanjutan serta komprehensif, yang mencakup aspek-aspek berikut:

a. Penilaian hasil relajar;
b. c. d. e. f.

Penilaian proses belajar mengajar; Penilaian kompetensi mengajar guru; Penilaian relevansi kurikulum; Penilaian daya dukung sarana dan fasilitas Penilaian program (akreditasi)

92

Strategi Pencapaian Kualitas Pembelajaran. Permendiknas No. Konstruktivisme dalam Pembelajaran.go.2006. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK. Jakarta: Depdiknas ---------.depdiknas.----: http:/smkpasundan1-bdg. Taskforce Report on The Development of Vocational Education and Training in Indonesia Ministry of Education and Culture of The Republic of Indonesia -------. 2000.----: www. Peningkatan Mutu Luaran Pendidikan Dasar dan Menengah dalm Mendukung Terwujudnya Perguruan Tinggi yang Tangguh. Jayakarta Agung Offset 93 .2006. Rencana Strategis 2005 – 2009. 1998. 2000. 2006. Wardiman Djojonegoro. 23 Tahun 2006. Ki Supriyokok.com. Ditjen Mandikdasmen. Ditjen Mandikdasmen. 2002. Jakarta: Depdiknas Fitri Rahmawati. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hid up Konsep dan Pelaksanaan. makalah Arah Pengembangan Ditjen Mandikdasmen ---------. Depdiknas ---------.L. Lombok.geocities. Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Sekolah Menengah Kejuruan.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan – SMK Daftar Bacaan -------. Skill Toward 2020 for global era. 2006.2005.id. Kusut Pendidikan. 22 Tahun 2006.go. Dina Mustafa. 2002. Rencana Strategis 2005 – 2009. 2005. 2001. Jakarta: Tim Broad Based Education Departemen Pendidikan Nasional ---------. Mengurai Benang http://Perpustakaan Bappenas. Paulina Panen.L. Pembaharuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Hal Penyelenggaraannya. Permendiknas No. http://www. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas T. Yakarta: PT. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Mestiza Sekarwinahyu. Raka Joni.id. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful