HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR.

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan, demikian pentingnya sehingga tidak mungkin ada kehidupan tanpa air. Banyak fungsi fungsi dalam biologi sepenuhnya bergantung pada air. Dan sifat kehidupan sering secara langsung merupakan hasil dari sifat air. Di dalam kehidupan air merupakan molekul terbesar dan memiliki sifat - sifat fisika dan kimia yang unik. Fungsi air yang paling penting di dalam kehidupan dijumpai pada reaksi reaksi biokimia dalam protoplasma yang dikontrol oleh ensim. Komponen komponen reaktif dalam rangkaian reaksi metabolisme. semuanya ada dalam keadaan terlarut dalam air. Molekul air juga dapat berinteraksi secara langsung sebagai komponen reaktif dalam proses metabolisme di dalam sel, seperti fotosintesis, perombakan asam lemak pada biji. Secara lebih rinci fungsi air bagi tumbuhan dapat diuraikan seprti berikut ini.

FUNGSI AIR BAGI TUMBUHAN Di samping perannya dalam reaksi - reaksi biokimia, fungsi air lainnya bagi tumbuhan adalah sebagai berikut. (1) Penyusun utama protoplasma Molekul - molekul makro dalam protoplasma seperti protein, karbohidrat, pektin dan lain - lain membentuk struktur yang unik berasosiasi dengan molekul air dalam bentuk koloid. (2) Menjadi pelarut bagi zat hara yang diperlukan tumbuhan. (3) Menjadi alat transpor untuk memindahkan zat hara. Bahan yang diangkut dapat berupa bahan mineral dari dalam tanah, bahan - bahan organik hasil fotosintesa, dan olahan sel lainya. (4) Menjadi medium berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia. Kita tahu terkadang proses reaksi terjadi dalam bentuk larutan dan air adalah pelarut yang sangat baik. (5) Menjadi bahan dasar untuk reaksi - reaksi biokimia. Seperti pada fotosintesis, tanpa adanya air yang berperan sebagai donor elektron. fotosintesis tidak dapat berlangsung. (6) Sebagai sistem hidrolik Air dapat memberikan tekanan hidrolik pada sel seliingga menimbulkan turgor pada dinding sel tumbuhan. memberikan kekuatan mekanik pada jaringan jaringan yang tidak memiliki sokongan struktur (zat kayu) pada dinding selnya,

misalnya pada parenkim. Sistem hidrolik juga dapat di jumpai pada membuka dan menutupnya stomata. (7) Stabilisasi dan pemindahan panas Tingginya panas jenis yang dimiliki air, telah memungkinkan air berperan sebagai penyangga (buffer) dalam pengaturan panas tubuh tumbuhan. Penyerapan sejumlah besar panas (radiasi) oleh tumbuhan, hanya akan mengubah suhu tubuh sedikit saja. Sebab sebagian besar panas (radiasi) tersebut dikembalikan lagi ke lingkungannya dengan cara penguapan air dari permukaan tubuhnya. (8) Sebagai alat gerak misalnya pada pulvinus tangkai daun pada gerak nasti. Air di dalam sel berada dalam bentuk bebas dan terikat. Keterikatan air itu dapat dengan ion atau molekul polar, terkait dengan ikatan H pada molekul lain, terikat pada koloid atau terikat secara kapiler. Air bebas terdapat pada vacuola sebagai cairan encer. Apabila tumbuhan kekurangan air, air bebaslah yang hilang lebih dulu. Sebagai larutan air dalam sel mempunyai potensial air lebih kecil dari nol. Besamya potensial air larutan cairan sel dipengaruhi oleh temperatur, adanya bahan pelarut lain, adanya imbibiban yaitu zat yang mampu mengadakan imbibisi. dan adanya tekanan atau tegangan (tekanan hidrostatik)

BEBERAPA SIFAT AIR YANG PENTING BAGI KEHIDUPAN Air memiliki sifat - sifat fisika yang penting bagi kehidupan tumbuhan maupun organisme lainnya. Sifat - sifat tersebut adalah sebagai berikut. (1) Berbentuk cair pada suhu kamar. Dalam senyawa/elemen kimia ada gejala tinggi. bahwa ada apabila berat molekul suatu tersebut

makin

kecendrungan

senyawa

berbentuk cair atau padat. Tetapi sebaliknya bila berat molekulnya makin kecil senyawa tersebut cendrung berbentuk cair atau gas. Kehadiran air (BM =18) pada suhu kamar tidak merusak atau toksik pada tumbuhan maupun organisme lain, merupakan sifat yang sangat penting bagi kehidupan. Air memiliki sifat tidak dapat dimampatkan.

(2) Panas jenis air yang Relatif besar. Untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1 ° C, diperlukan panas 1 kalori, suatu jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan zat lain yang

yang besamya 586 kalori. Kohesi air yang kuat sangat membantu proses penyerapan air dari akar kepucuk tumbuhan yang tinggi (teori benang air). (3) Mengembang pada Waktu Membeku. Untuk menghilangkan panas sebanyak 586 kalori.setara.partikel elementer (atom. Sifat air yang mengambang pada waktu membeku menyebabkan pada daerah perairan. Molekul air mempunyai sifat adhesi yang kuat dengan molekul amilum. selulosa dan lain . Dengan sifat panas jenis ini. Kohesi adalah kemampuan suatu molekul berikatan dengan molekul yang sama (molekul itu sendiri). ion. DIFUSI. dan metabolisme menjadi stabil pula. air yang membeku hanya terjadi dipermukaan saja. Makin tinggi suhu. yang besamya 80 kalori. cukup dengan menguapkan air sebanyak 1 . molekul) berada dalam gerakan yang konstan pada suhu di atas 0° absolut. mudah (5) Adhesi dan Kohesi Adhesi adalah kemampuan suatu. molekul untuk berikatan dengan molekul lain. OSMOSE DAN IMBIBISI Teori kinetik menyataian bahwa partikel . sedang di dasarnya tetap cair. Kenyataan ini dapat lebih mempercepat proses caimya es pada daerah perairan yang membeku. (4) Viskositas Air memiliki viskositas yang rendah sehingga dapat dengan mengalir. gerakan partikel akan makin cepat. air dapat menyerap sejumlah besar energi tanpa banyak menaikkan suhu.gram es (0 ° C) mencair. Hal ini sangat penting dalam sistem transporasi pada tumbuhan. sehingga tubuh tumbuhan (organisme) tersebut menjadi lebih stabil. Makin kecil partikel . Sehingga organisme yang hidup diperairan tersebut terselamatkan.lain.gram air pada suhu 20 ° C. (6) Panas laten penguapan dan pencairan Panas laten penguapan adalah panas yang diperlukan untuk menguapkan 1 . sehingga sangat membantu dalam proses angkutan air dalam Xilem.

hampir sama dengan transpor yang menggunakan energi. Transpor pada stomata hanya terjadi melalui mekanisme difusi. pada suhu kamar ± 2 km/dt atau 6. Bahkan pada benda pada partikel lebih terikat di tempat. listrik. gerakan rotasi dan sirkulasi pada plasma (arus plasma). arus curah atau konveksi. Kecepatan transpor melalui difusi ini . Difusi dapat terjadi karena perbedaan dalam konsentrasi dan atau sifat suatu zat.gerakannya semakin cepat. Arus massa kita juga jumpai pada perpindahan air di dalam Xilem. Contoh. Proses ini terjadi sebagai akibat adanya mobilitas dan energi kinetik dari molekul atau ion yang mengadakan difusi tersebut. tetapi mereka melakukan fibrasi di antara mereka. Difusi maupun arus massa digerakkan oleh gaya dorong yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan potensial (temperatur. Konsentrasi adalah sejumlah zat atau partikel dalam per unit volume. Difusi merupakan mekanisme yang sangat penting bagi sel tumbuhan karena menghubungkan sel itu dengan lingkungannya.372 km/jam. kecepatan difusi cukup tinggi. misalnya gerak angin yang membawa udara yang berisi O2 maupun CO2 yang nantinya akan berdifusi masuk sel daun. Sedang pada gas CO 2 yang lebih berat kecepatan rata rata 1. Bila molekul atau ion itu berpindah seluruhnya (baik yang berfungsi sebagai pelarut maupun yang terlarut) dinamakan arus massa. Untuk jarak pendek. Pada zat cair gerakannya lebih pendek. Arah geraknya dinamakan Random Walk . Keseimbangan yang terjadi ini disebut keseimbangan dinamis. tekanan hidrostatik. Difusi Difusi adalah proses yang menyebabkan senyawa kimia tertentu dalam bentuk partikel-partikel ditranspor secara spontan dari satu daerah ke daerah lain sehingga terjadi keseimbangan.433 km/jam. Arah gerak molekul dalam larutan atau gas tidak menentu kemana adanya hantaman molekul air atau dari gas lain. Arah gerak molekul tersebut mengikuti gerak Brown. Gerakan molekul H. konsentrasi dan lain lain). dengan arah dari daerah potensial tinggi ke daerah potensial lebih rendah. Terjadinya keseimbangan tersebut akibat dari jumlah partikel yang masuk dan keluar daerah tersebut dalam jumlah yang sama.

Larutan luar Lapisan yang langsung menempel dinding sel Dinding sel Membran plasma Matrik sitoplasma Dimetabolisir. muatan negatif – COO. Osmosis Dalam difusi kita telah mempelajari bahwa (1) partikel . Dinding sel. Peristiwa serupa juga terjadi pada stomata. molekul.COOH) yang lemah. Gas yang paling banyak berdifusi adalah O 2 dan CO 2 pada fotosintesa dan respirasi. atau organela lain Larutan luar yang mula .ruang yang dibatasi oleh mikrofibril selulose dinding sel sangat besar sehingga air dengan mudah masuk ruang tersebut tanpa hambatan.dinyatakan dengan flux yaitu besarnya massa yang melewati suatu luas permukaan tertentu pada satuan waktu tertentu.akan menangkapnya dengan gaya elektrostatik. Sampai di dinding sel molekul atau ion yang larut bergerak relatif cepat dengan proses difusi.mula menempel pada dinding sel. etilen (hormon). (2) difusi dapat terjadi . ion tersebut akan melewati membran plasma. ruang . Hambatan baru dialami setelah air. Arus gas terjadi karena difusi melewati celah stoma. Kation yang afinitasnya tinggi misalnya Ca2+ akan mengusir yang lebih rendah. terutama ditentukan oleh besarnya muatan. diabsorbsi diantarkanke sel lain disimpan dalam vakuola. Bila ada ion positif yang lewat. gas harus larut dalam air untuk dapat melewati dinding sel dan membran plasma sel mesofil daun. Proses masuknya suatu zat dari luar ke dalam sel yang antara lain melalui difusi dapat digambarkan sebagai berikut. gas buang mesin dan pencemaran lainnya. misalnya K+. karena mereka mempunyai sifat semi permiabel. selain terdiri selulosa juga mengandung pektin yang mempunyai gugus asam (. Zat lain yang dapat keluar masuk sel melalui difusi ini antara lain minyak atsiri. Kation yang berbeda mempunyai afinitas yang berbeda. Dibandingkan dengan molekul air. Setelah mencapai ruang dalam. Bagian ini disebut ruang bebas (free space). sehingga mudah melepaskan H+. serta uap air pada transporasi.partikel bahan terlarut maupun pelarut dari suatu larutan mampu berdifusi. Titik .titik ini dinamakan titik pertukaran kation atau adsorbsi kation. Demikian pula dengan molekul atau ion yang larut di dalamnya.

movea = pindah) adalah suatu proses difusi melalui membran yang bersifat semi permiabel pada salah satu dari kedua komponen larutan yang mengalami osmosis tersebut. Sehingga akan nampak permukaan larutan sukrosa di C akan naik dan di D akan turun. maka padaakhir eksperimen akan memberikan hasil yang berbeda seperti gambar : 1.1 Proses osmosis (sumber: Lovelees. (1) Satu tetes tinta dalam satu gelas air akan berdifusi sampai keadaan seimbang. 3 % dan di B l % pada akhir eksperimen di A dan B terbentuk larutan Sukrosa 2 % akibat adanya perpindahan partikel sukrosa dari A ke B dan partikel air dari B ke A. berubah warna seperti warna tinta. Perbedaan prinsip antara difusi dengan osmosis ini dapat dilihat pada eksperimen berikut ini.1 berikut ini. sedang partikel air di D dapat pindah ke C sampai terbentuk keseimbangan potensial air dan sukrosa pada pipa C dan D. .dimana air dalam gelas yang mula-mula jernih. Osmosis (os = lubang.mula 3 % akan menurun (< 3 %) sedang yang di D akan naik (>1 %).(A-B) yang dibatasi membran permiabel larutan Sukrosa di A. seluruhnya Gambar 1. 1989) Pada pipa U . (2) Dari dua pipa-U yang satu bersekat membran permeabel dan satu lagi dengan sekat semipermeabel yang diisi dengan larutan sukrosa 3 %.secara bebas. sampai keadaan seimbang. Konsentrasi sukrosa di C yang mula . Pada Pipa U .(C-D) yang dibatasi membran semipermiabel partikel sukrosa di D tidak dapat bergerak (pindah) ke C.

masih ada komponen lain yaitu potensial osmotik (PO). Nilai potensial tekanan dapat positif. yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. dan selanjutnya akan meningkatkan kemampuan difusi air dalam larutan atau air murni tadi. sehingga potensial air dapat meningkat. maka nilainyapun tidak akan berubah. akan meningkatkan energi bebasnya. Kemungkinan terjadinya difusi akan lebih besar apabila pada larutan yang hipertonis tersebut diberikan tekanan yang dapat meningkatkan nilai potensial airnya. Dengan konsep potensial air ini. Volume air yang besar akan memiliki kelebihan energi bebas dari pada volume yang sedikit. Tekanan yang diberikan pada air atau suatu larutan.Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air.) disebut potensial kimia. Dalam kehidupan tumbuhan potensial tekanan dapat timbul dalam bentuk tekanan turgor. atau negatif. Potensial osmotik air murni memiliki nilai sama dengan nol (kesepakatan ). Tekanan yang diberikan atau timbul dalam sistem ini disebut sebagai potensial tekanan. Dengan memberikan tekanan di atas suatu larutan atau air murni akan mengakibatkan meningkatnya potensial air pada larutan atau air murni tersebut. asal saja potensial air pada larutan yang hipertonis lebih besar dari pada larutan yang hipotonis. Zat terlarut yang berdifusi cendrung untuk bergerak dari daerah yang berpotensial kimia lebih tinggi menuju daerah yang potensial kimianya lebih rendah. Energi bebas suatu zat per unit jumlah per berat geram molekul (energi bebas Mol. kita dapat membayangkan osmosis terjadi dari larutan yang hipertonis menuju larutan yang hipotonis. Nilai potensial osmotik suatu larutan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut osmometer. Kalau status suatu larutan tidak berubah. pada kondisi sama. Potensial osmotik dari suatu larutan lebih menyatakan status larutan. Dan status larutan dapat kita nyatakan dengan satuan konsentrasi. satuan tekanan atau satuan energi. sehingga kalau digunakan satuan tekanan nilainya menjadi 0atmosfer atau 0-bar. Hubungan antara potensial air. Potensial kimia Zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. potensial osmotik dan potensial tekanan dapat ditulis dalam rumus : PA = PO + PT . nol. Dalam proses osmosis di samping komponen potensial air (PA) dan potensial tekanan (PT).

Dampak air hidrasi terhadap suatu larutan dapat menyebabkan larutan menjadi lebih pekat dari yang kita perkirakan. . 85 atm. maka potensial osmotik larutan tersebut hampir pasti akan sebanding dengan konsentrasi molekulnya. (1) Konsentrasi Meningkatnya konsentrasi suatu larutan akan menurunkan nilai potensial osmotiknya. Apabila zat terlarut bukan elektrolit dan molekulnya tidak mengikat air hidrasi. (3) Hidrasi molekul Zat terlarut Air yang berasosiasi dengan partikel zat terlarut disebut sebagai air hidrasi. Air dapat berasosiasi dengan ion. molekul atau partikel koloid.. (4) Suhu Potensial osmotik suatu larutan nilainya akan menurun bila ada kenaikan suhu. maka air sel akan berdifusi ke luar sel. Hubungan potensial osmoitik. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi potensial osmotik adalah sebagai berikut.Dari rumus ini dapat diketahui bahwa apabila tidak ada tekanan tambahan (PT). sedang sitoplasma sama sekali tidak permeabel terhadap bahan terlarut. atau partikel koloid (micelle). konsentrasi molal suatu larutan dan suhu dapat dituangkan dalam rumus : π = -imRT Keterangan : π = potensial osmotik m = molalitas larutan i = konstanta gas hasil ionisasi zat terlarut R = konstanta gas yang besarnya zat terlarut T = suhu Apabila sel dicelupkan atau berada pada larutan (Sukrosa) yang lebih pekat dari cairan sel pada vacuola. 70 atm dan pada suhu 80°C turun lagi menjadi -28. sehingga nilai potensial osmotik lebih rendah. (2) lonisasi molekul zat terlarut Potensial osmotik suatu larutan ditentukan oleh jumlah partikel yang terdapat dalam larutan tersebut. maka nilai PA = PO. 82 atm. molekul. pada suhu 40oC turun menjadi -27. Partikel yang dimaksud dapat berbentuk ion. Pada larutan sukrosa 1-molal pada 0°C nilai potensial osmotiknya 24.

Gejala lepasnya protoplasma dari dinding sel ini disebut plasmolisis. akan melepaskan lapisan sitoplasma dari dinding sel.zat tersebut dapat mengembang setelah menyerap air tadi. dan akhimya berbentuk bulat. pati.Akibatnya vacuola tengah akan mengkerut dan protoplasma serta dinding sel yang menempel. Proses plasmolisis tersebut dapat dilihat pada gambar : 1.2. selulosa. Ruang yang terbentuk antara dinding sel dengan protoplasma yang mengkerut tersebut. agar .2 berikut ini. Jika penurunan volume vacuola itu besar. plasmolisis terjadi apabila sel berada pada lingkungan yang bersifat hipertonik terhadap cairan vacuola. tetapi dalam bentuk terbatas akibat sifatnya yang kaku.zat yang hidrofilik seperti protein.gotoknow. Gambar 1. Plasmolisis dapat berupa plasmolisis insipien yang pengkerutannya hanya terjadi pada beberapa titik tertentu.agar.3 Imbibisi Imbibisi adalah peristiwa penyerapan air oleh permukaan zat . Dari proses ini dapat dipahami. juga ikut mengkerut bersama vacuola. Pada waktu protoplasma mengkerut dinding sel juga ikut mengkerut. akan diisi oleh larutan luar yang bebas masuk dinding sel yang permeabel.2 Proses plasmolisis (sumber: www.lain yang menyebabkan zat . Waktu mengkerut tersebut protoplasma akan mengalami serangkaian bentuk ridak beraturan.com) 1. Kemampuan benda tadi untuk menyerap air disebut poteasial . dan plasmolisis sempurna yang seluruh protoplasmanya telah terlepas dari dinding sel. gelatin dan zat lain .3. Misalnya pada pemupukan yang berlebihan yang menyebabkan tumbuhan menjadi layu atau reperti terbakar dan mati.

(4) Air gravitasi. atau molekul garam tanah. PO larutan (atm.58%BK 46. Contoh pada tanaman halofita. yaitu air yang terikat partikel . Konsentrasi M (molar) H2O 0.matriks atau potensial Imbibisi dan prosesnya sering disebut hidrasi atau imbibisi. karena tumbuhan harus mempunyai daya serap yang lebih tinggi dari hidrasi air dengan partikel tersebut. 1959 hal. (2) Air Higroskopis atau air hidrasi.pori tanah. (3) Air kapiler. Biasanya air ini cepat merembes ke bawah akibat gaya gravitasi bumi.) 0 -3. . yaitu air yang terikat dalam misel . Air ini sulit dimanfaatkan oleh tumbuhan.8 -38 -375 Jumlah air yang diimbibisi 51.1 M NaCl l. (1) Airkimia. 73 % BK 6. 33 % BK 26. 35%BK ABSORBSI AIR OLEH TUMBUHAN Tumbuhan darat menyerap air dari tanah. Air inilah yang banyak diserap oleh akar tumbuhan. 99). Hasil percobaan dengan biji Xanthium penshylvanicum yang direndam dalam larutan garam NaCl dalam konsentrasi bervariasi menemukan data sebagai berikut.partikel tanah berupa kompleks koloid.misel tanah. Di dalam tanah air ada dalam berbagai bentuk berikut ini. yaitu air yang mengisi pori . Dalam keterikatannya air ini merupakan suatu “selaput" pada partike/misel tanah yang bersifat hidrofil. PA = PI + PT Banyak sedikitnya air yang dapat diimbibisi oleh suatu zat (benda) sangat tergantung pada nilai potensi air disekitarnya.0 NaCl Larutan NaCl jenuh BK = berat kering (Meyer dan Anderson. sebagai hasil penyerapan oleh akar. Air ini tidak dapat dimanfaatkan (diserap) oleh akar tanaman.pori tanah yang besar. Dalam proses imbibisi berlaku pula hubungan antara potensial air (PA) dengan potensial imbibisi (PI) dan potensial tekanan (PT) sebagai berikut. dan tidak terikat dengan koloid tanah. air yang mengisi rongga antar misel atau pori .

Kemampuan tanah menahan air secara maksimal yang masih dapat diserap akar disebut titik layu sementara. dengan konsentrasi yang variatif. Air tanah adalah suatu larutan. yaitu air yang berada di atas lapisan tanah yang tidak tembus air.Air ini juga dapat diserap oleh akar. serta profil tanah (kedalaman top soil). akibat perbedaan kecepatan air dalam tanah. di samping ada pula tumbuhan yang mampu menyerap . Perbedaan ini akan menentukan adanya proses difusi dan osmosis dengan tumbuhan.3. Mekanisme Penyerapan Air Air yang diperlukan oleh tumbuhan sebagian besar diserap melalui akar. semakin rendah potensial airnya. tidak banyak dapat diserap oleh akar.3). karena di dalamnya terlarut berbagai macam garam (ion atau molekul) dan gas. Air tanah. Karenanya tinggi rendah permukaan air tanah sangat tergantung pada keberadaan lapisan tanah yang tidak tembus air dan tekstur tanah itu sendiri. Semakin tinggi konsentrasi larutannya. Kapasitas ini ditentukan oleh struktur tanah (partikel tanah. besamya pori tanah). Gambar 1. Air dalam tanah (www. (lihat gambar : 1. Untuk tanaman budidaya sebaran akarnya paling banyak pada ketebalan sekitar 25 cm dari permukaan tanah.gov) Penyediaan air oleh tanah sangat tergantung pada jumlah air yang masuk yang berasal dari air hujan atau irigasi dan kapasitas menahan air (kemampuan tanah mempertahankan air yang masuk). Apabila air tanah ini dalam.usgs.

tanpa melibatkan energi metabolisme dan disebut penverapan pasif. tekanan turgor dan tekanan dinding sel. Untuk menggerakkan air melawan gradien potensial air tersebut diperlukan energi yang diperoleh dari metabolisme terutama respirasi. Dalam kcadaan ini akar dapat melukukan penyerapan pasif dengan penyetimbangan tenaga potensial air.air lewat daun atau batang. akan layu (mati). melewati membran plasma secara osmosis dan kembali berdifusi memasuki plasma. Keseimbangan ini dapat mendorong air masuk karena sel sel sebelah dalam mempunyai potensial air yang negatif lebih besar sebagai akibat terjadinya transporasi. Mudah tidaknya permukaan daun itu dibasahi. . Ada tidaknya trikoma di permukaan daun.sel yang hidup.sel akar. Defisiensi air di dalam sel . potensial osmotik (tekanan osmotik). (2) Pemberian KCN yang menghambat respirasi. (3) Penyerapan hanya berlangsung pada sel . Karena organela dibatasi oleh membran yang difrensial permeabel. Dalam hal ini masuknya air merupakan kombinasi antara difusi. Hal ini dapat dibuktikan dari kejadian berikut ini. Dalam kenyataan sering dijumpai potensial air larutan tanah lebih tinggi dari pada sel . akan mengurangi penyerapan air. Penyerapan air oleh akar terutama dilakukan oleh bulu akar yang selalu terendam di tanah. Air berdifusi masuk bulu akar. (1) Tumbuhan yang tergenang sehingga lingkungan perakaran berada dalam keadaan anaerobe. (1) (2) (3) (4) Struktur dan permeabilitas epidermis dan kutikula. maka transpor air di antaranya harus menggunakan mekanisme osmosis.sel parenkim daun. Penyerapan air oleh daun dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini. pada dinding sel masuk ruang bebas. Sel akar dapat menyerap air bila mempunyai potensial air yang negatil lebih besar dari pada larutan tanah. osmosis dan arus massa.

(1) Kecepatan transpirasi Transpirasi menyebabkan terbentuknya daya isap daun sebagai akibat kohesi yang diteruskan lewat sistem hidrostatik pada xilem. (2) Sistem perakaran Daya serap tumbuhan tergantung pada sistem perakaran tumbuhan tersebut. cabang akar dan bulu akar tambah banyak. .faktor luar yang mempengaruhi penyerapan air antara lain sebagai berikut.Penyerapan air oleh tumbuhan dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar (lingkungan). Makin tinggi transpirasi makin cepat absorbsi. Bila air berada di atas kapasitas lapang penyerapan akan terhambat.hal sebagai berikut. Sedang faktor . Sebaliknya yang akarnya sedikit tetapi tuinbuh memanjang dan masuk jauh ke dalam tanah disebut perakaran ekstensif. (1) Kesediaan air tanah Tumbuhan dapat menyerap air tanah bila kandungan air tanah berada antara kapasitas lapang dan titik layu sementara. (3) Temperatur tanah. (4) Metabolisms Metabolisme yang baik/cepat (respirasi). penyerapan air makin banyak. akan dapat menyebabkan pertumbuhan akar lebih baik. maka sel tidak akan mampu menyerap. akibat akar berada dalam lingkungan anaerobe. (3) Pertumbuhan pucuk Pucuk yang tumbuh baik akan memerlukan banyak air sehingga daya scrap tumbuhan tersebut bertambah. Faktor dalam meliputi hal . (2) Konsentrasi potensial Osmotik air tanah Bila potensial osmotik air tanah tinggi. Tumbuhan yang mempunyai akar dengan percabangan banyak tetapi hanya meliputi daerah perakaran yang sempit disebut mempunyai perakaran intensif. kecuali mereka mampu menghasilkan dan menggunakan energi yang lebih besar (tumbuhan halofita).

Jalur ini dinamakan transpor ekstra vaskuler karena tidak melalui jaringan pengangkut. sukar bergerak. hasil akhir berupa alkohol akan dapat melarutkan lipoprotein membran plasma sehingga akar membusuk. pH larutan tanah turun. dan lewat melalui dinding sel dan ruang antar sel disebut arus apoplas. sehingga energi untuk penyerapan berkurang. Air yang melalui plasma sel satu ke plasma sel berikutnya dinamakan arus simplas. Jaringan yang Dilalui Air Air yang diserap bulu akar dan sel epidermis yang berdekatan dengan bulu akar tersebut diteruskan ke sel . endodermis.jari empulur menuju korteks batang. . Proses tranportasi ini disebut tranportasi intra vaskuler.Temperatur air yang rendah yang membuat air lebih kental sampai membeku.sel korteks akar. perisikel sampai ke Xilem akar. Dalam perjalanan selanjutnya air dapat meninggalkan xilem untuk bergerak arah radial batang lewat parenkim xilem atau jari . Arus apoplas ini hanya sampai endodermis karena dinding sel endodermis mempunyai penebalan lignin yang tidak tembus air yang disebut pita Caspary atau karena penebalan lebih lanjut. penyerapan terhambat. Bila terjadi respirasi anaerobe. sehingga air harus melewati plasma. (4) Aerasi Aerasi yang tidak baik akan menghambat metabolisme dan pertumbuhan akar. Air yang sudah berada pada Xilem akar selanjutnya diteruskan ke Xilem batang yang bersambungan dengan xilem akar pada leher akar. kekentalan protoplasma naik dan permeabilitas akar terhadap air berkurang. Kurangnya O2 akan menghambat respirasi aerobe. Aerasi yang tidak baik juga menyebabkan kadar CO2 naik. permeabelitas plasma berkurang.

). Dari hasil pengkajian lebih lanjut mekanisme hantaran atau naiknya air sampai ke pucuk-pucuk tumbuhan dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini. Mekanisme Hantaran Air Mengapa air dapat diserap oleh fumbuhan sampai ke pucuk pucuk tumbuhan yang tinggi? Gerakan air dari akar ke daun dalam pohon .hari pengeluaran air dari tunggul/pangkal batang yang baru dipotong yang sering disebut "pendarahan”. (1) Adanya tekanan akar Tekanan akar adalah tekanan yang terjadi pada xilem sebagai hasil proses aktif.pohon tinggi yang melebihi 100 m. selama sel . Dari pengalaman sehari .sel akar. Karenanya tekanan akar sangat dipengaruhi oleh faktor . Secara teoritis proses penyerapan itu terjadi dapat karena dorongan dari bawah ke atas. Pendarahan ini dapat berlangsung berhari-hari/minggu. adalah akibat dari tekanan akar. tekanan akar jarang melebihi 2 .bar (± 2 atm. Dari hasil pengukuran dengan manometer. Tekanan ini tidak akan dapat menaikkan air lebih dari 10-m.faktor yang mempengaruhi metabolisme (Respirasi) pada sel . merupakan masalah. xilem dari tangkai daun akan terbagi menjadi berkas pengangkut sederhana yang diselubungi oleh vagina berkas pengangkut berupa parenkim dengan kloroplas pada tumbuhan C4 dan atau sklerenkim pada tumbuhan C3 Dari trakeid tulang daun air memasuki sel mesofil untuk digunakan pada metabolisme atau menguap memasuki ruang antar sel dan berdifusi keluar melalui stomata.Di daun. air ditarik ke atas atau air ke atas sekaligus didorong dari bawah. .sel akar masih banyak yang hidup.

Kolom air raksa dalam tabung gelas sebagai akibat transpirasi dari ranting berdaun (kiri) atau evaporasi dari sebuah pot sarang (kanan) Gambar 1.4. Dalam hal ini terjadi bersamaan konsep teori vital dan teori kapilaritas (3) Karena daya isap daun . Transpirasi menurut teori kohesi/Teori Benang Air (sumber: Lovaless.Peragaan teori kohesi mengenai penaikan cairan. Parenkim ini mampu mengadakan metabolisme yang menghasilkan energi untuk menggerakan air ke atas.sel hidup. juga mengandung parenkim xilem yang terdiri dari sel . 1987) (2) Karena aktivitas sel xilem Xilem sebagai bagian dari berkas pengangkut selain terdiri dari trakea dan trakeid yang merupakan sel mati.

sehingga transpirasi tidak naik sejalan dengan faktor yang memacu alur transpirasi (akar batang .daun . Adanya daya isap daun ini dapat digambarkan seperti bagan pada gambar 1. KEHILANGAN AIR Air yang diserap tumbuhan hanya sebagian kecil digunakan untuk proses metabolisme dan dipertahankan dalam sel untuk membentuk turgor sel.sel mesofil daun naik dan ini menyebabkan terbentuknya daya isap terhadap air di saluran xilem.4. Hilangnya air ke atmosfer tersebut dapat terjadi melalui proses transpirasi. tergantung dari jenis tumbuhannya dan faktor dalam dan faktorfaktor luar yang ikut mempengaruhinya.udara bebas). Cara pengukuran kecepatan transpirasi menggunakan dapat dilakukan dan dengan pengukuran metode secara penimbangan relatif dengan fotometer . transpirasi lewat kutikula dan lenti sel dapat diabaikan. maka potensial osmotik sel . Transpirasi ditentukan oleh faktor yang mempengaruhi evaporasi air dan faktor .faktor yang mempengaruhi membuka menutupnya stomata.Akibat adanya transpirasi. Transpirasi Transpirasi adalah evaporasi (lepasnya air) dalam bentuk uap dari tumbuhan melalui stomata. gutasi. nampaknya sederhana. Karenanya faktor ini juga disebut teori kohesi atau teori benang air. tetapi dapat pula menyebabkan stomata menutup. sekresi dan pendarahan. namun sesungguhnya merupakan hasil akhir dari beberapa faktor yang saling berinteraksi. Kecepatan transpirasi suatu tumbuhan berbeda-beda. kenaikan tempratur daun dapat memacu evaporasi. Misalnya. kutikula atau lenti sel (lentikula) Dibandingkan transpirasi lewat stomata. Aliran air akibat daya isap daun ini juga dibantu oleh sifat kohesi dan adesi air itu sendiri dengan dinding sel xilem. namun sebagian besar akan dilepaskan kembali ke atmosfir.

c. dapat mempertahankan temperatur yang sesuai untuk daun/tumbuhan . bila transpirasi melampaui penyerapan air oleh akar. antaran secara fisik dan sebagian besar untuk menguapkan air (untuk 1 gram air dibutuhkan 586 kalori). Kelebihan energi radiasi harus dibuang/dilepaskan ke lingkungan melalui pancaran (pemantulan kembali oleh sel epidermis yang bersifat optis). Cara pengukuran ini akan dibahas lebih lanjut dalam kegiatan praktikum. berperan pada fotosintesis dan respirasi karena membuka dan menurupnya stomata.batang . (1) Peran Transpirasi Bagi Tumbuhan Transpirasi mempunyai peran yang penting bagi tumbuhan karena : a. mengurangi air yang terserap berlebihan . sehingga terjadi transpor air dari akar .daun. menyebabkan terbentuknya daya isap daun.5. membantu penyerapan air dan zat hara oleh akar.menggunakan kertas Cobalt Chlorida yang ditempel di daun. TRANSPIRASI ABSORPSI A B A B C D siang malam siang malam siang Gambar 1. yang menyebabkan tumbuhan kekurangan air. d. Hubungan Transpirasi dan absorpsi Keterangan: A = mulai layu (titik permulaan layu) A-B = keadaan layu sementara B-C = segar kembali C = titik layu permanen D = tanaman layu terus mati. Kekurangan air ini dapat membuat tumbuhan . Dari banyak peran penting transpirasi. dan e. b. yang terpenting adalah untuk melepaskan energi digunakan untuk fotosintesis hanya sekitar 2% atau kurang. Transpirasi juga dapat membahayakan kehidupan tumbuhan.

Kenyataan ini juga dapat mengganggu kehidupan tumbuhan tersebut. Hal ini dapat terjadi karena dinding sel penutup yang berhadapan di bagian celah (stoma). (2) Mekanisme Transpirasi Transpirasi paling banyak terjadi melalui stomata.ac. Naiknya turgor sel penutup ini disebabkan oleh adanya air yang masuk dari sel tetangga.6 Gambar 1.menutupnya stomata. dan akan menutup apabila turgor sel rendah. Akibatnya sel tetangga mengalami kekurangan air dan selnya sedikit mengkerut dan akan menarik sel penutup ke belakang. Transpirasi yang besar juga memaksa tumbuhan harus menyerap air dalam jumlah besar.id) Pada saat turgor sel penutup tinggi. Hubungan antara transpirasi dan absorbsi pada tumbuhan dapat digambarkan pada Gambar 1. Stomata akan membuka apabila turgor sel penutup tinggi. memiliki dinding sel yang elastis sehingga mudah berubah. . membuka dan menutupnya stomata (www.6. Sebaliknya pada waktu turgor sel penutup turun yang disebabkan oleh kembalinya air dari sel penutup ke sel tetangga sel tetangga akan kembali mengembang. mendorong sel penutup ke depan sehingga akhirnya stomata menutup.5.menjadi layu sementara atau layu pemanen (mati). sehingga celah menjadi terbuka.menutupnya stomata ditentukan oleh turgor pada sel penutup. Karena itu transpirasi akan sangat ditentukan oleh membuka . yang memerlukan energi yang besar pula.ipb. maka dinding sel penutup yang berhadapan pada celah stomata akan tertarik ke belakang. Membuka . seperti yang nampak pada gambar : 1.

Keberadaan ion K dalam sel penutup dapat mengubah potensial osmotiknya yang berakibat membuka/menutupnya mereka. Perubahan potensial air ini diduga dapat disebabkan oleh faktor . Perubahan perrneabilitas Pembahan pH dapat menyebabkab permeabilitas membran sel berubah.Amilum + Pi (malam) c.Gerak membuka menutupnya stomata akibat perubahan turgornya. . b. a. hanya produksi gula ini tidak cukup besar untuk menghasilkan efek tersebut. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi membuka dan menutupnya stomata antara lain sebagai berikut. membuat ensim fostorilase aktif mengubah amilum menjadi gula. maka bahan terlarut ini yang akan menentukan membuka menutupnya stomata. Perubahan amilum menjadi gula. a. tetapi karena perubahan potensial airnya. turgor naik.1 .fosfat Gula + P. fosforilase (siang) .faktor berikut ini. turgor turun. Bahan terlarut yang paling berperan adalah ion K (K +). Sifat permeabilitas membran plasma sel penutup terhadap air tidak terpengaruh oleh pH. CO2 akan berkurang karena dipakai fotosintesis. Konsentrasi CO2 Glukosa . Bila terkena cahaya. yang mengumpul dalam sel penutup menyebabkan pHnya turun (rendah). Ini merupakan ”teori klasik" yang menganggap bahwa dalam gelap CO2. pHnya naik. atau suasana menjadi asam yang membuat ensim fosforilase dalam sel penutup akan mengubah gula menjadi amilum. suasana basa. sehingga memungkinkan bahan terlarut keluar atau masuk sel penutup. Bertambahnya gula dalam sel penutup sebagai hasil fotosintesis.

Akibatnya tumbuhan kekurangan air. sering dinvatakan dengan indek stoma. Angin Bila angin bertiup kencang mengakibatkan transpirasi terjadi berlebihan dibandingkan dengan kemampuan tumbuhan tersebut menyerap air. turgor menurun. d. stomata menutup. b. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan transpirasi Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan transpirasi dapat berupa faktor dalam atau faktor struktur dan faktor luar atau lingkungan. Angin juga disebut faktor penyebab membuka dan menutupnya stomata secara tidak langsung. Jumlah stomata tiap satuan luas permukaan daun.Konsentrasi CO 2 akan mempengaruhi pH pada sel penutup. e. Suhu Naiknya suhu akan meningkatkan lajunya respirasi sehingga kadar CO2 dalam daun meningkat. sehingga stomata akan menutup. a. yaitu perbandingan antara jumlalr stoma dengan jumlah stomata dan sel epidermis pada luas tertentu.Faktor dalam atau faktor struktur a1. c. maka potensial air pada daun termasuk sel penutup akan turun. Kekurangan air (Water stress) Apabila tumbuhan kekurangan air. Struktur anatomi daun . stomata menutup. pH menurun. Besamya tergantung kepada jenis dan faktor lingkungan pada saat daun itu berkembang. Perubahan pH akan berpengaruh pada kerja ensim fosforilase dalam mengubah amilum menjadi gula atau sebaliknya. jumlah stomata. stomata membuka. a2. Cahaya Bila ada cahaya (siang) akan terjadi fotosintesis sehingga kadar CO2 dalam daun berkurang.

Cahaya Cahaya dapat mempengaruhi membukanya stomata dan menaikkan-temperatur. Kelembaban udara Kelembaban udara yang rendah akan membuat perbedaan potensial air antara isi sel dan udara menjadi besar. b5. b6. sehingga mempercepat penyerapan dan difusi uap air ke udara luar. Sel daun mempunyai potensial osmotik tinggi sehingga air tidak mudah menguap. Dalam hal ini cahaya tidak berpengaruh langsung pada transpirasi. a3. . dapat mempercepat transpirasi. b3. mempercepat penguapan.Aktivitas Vital Aktivitas vital adalah aktivitas suatu kehidupan antara lain metabolisme yang menghasilkan energi. Di sisi lain kenaikan temperatur akan menurunkan kelembaban. Temperatur Kenaikan temperatur mempercepat transpirasi karena mempercepat evaporasi dari permukaan sel mesofil. Misal cairan sel benipa lendir pada tanaman kering. letak stomata tersembunyi yang dapat menghambat transpirasi. b4. sehingga transpirasi meningkat.Faktor luar atau lingkungan b1. transpirasi menurun. transpirasi berkurang akibat stomata menutup. stomata menutup. b.kadang memiliki alat tambahan berupa lapisan kutikula yang tebaL adanya trikomata. air pada sel menurun. Kecepatan angin Angin akan memindahkan uap air dari permukaan daun sehingga menurunkan kelembaban.Daun kadang . b2. Bila angin kencang dan terus menerus. Penyediaan air Apabila air tanah sedikit.

penyerapan air berlebihan. Sekresi dan Pendarahan Pengeluaran air secara menetes melalui hidatoda atau emisaria pada tepi daun akibat adanya tekanan akar. sehingga mereka dapat hidup dengan aman. Semuanya ini mengatur agar absorbsi dan pelepasan air dari sel seimbang. monosakarida. disebut gutasi. Sedang pendarahan adalah cairan yang keluar dari luka. Berdasarkan lingkungan hidup tumbuhan yang dikaitkan dengan tersedianya air mereka dibedakan menjadi kelompok tumbuhan di dalam atau di atas air (hidrofita). tumbuhan yang hidup di daerah basah (higrofita). Tumbuhan dan lingkungannya Flora (tumbuhan) di alam ini ada yang hidup di daerah yang basah ada yang di daerah kering. suksianat dan asparat. Dari pengamatan pada tanaman Colocasia nymphaefolia. Ca. tumbuhan yang hidup di daerah yang persediaan airnya sedang (mesofita). adalah cairan yang keluar melalui kelenjar atau nektar. Antara absorbsi air. dan tumbuhan yang hidup di daerah kering yang disebut serofita.Gutasi. pada ujung . Sekresi.ujung daunnya keluar air 190 tetes per menit. transpirasi dan gutasi ada hubungan sebagai berikut: jika absorbsi air giat. Cairan gutasi msngandung berbagai ion dan molekul. maka gutasi akan giat. Ada lagi kelompok tumbuhan yang hidup di tanah yang nilai air higroskopisnya tinggi (tanah bergaram/di pantai) disebut halofita. Jumlahnya relatif terbatas. . Mg. Dalam hal ini tekanan hidrostatik pada xilem sedemikian tinggi sehingga dapat mendorong air ke luar sel. Pengeluaran air melalui sekresi dan pendarahan dapat diabaikan. Karena lingkungannya maka tumbuhan tersebut menyesuaikan diri terhadap cara absorbsi dan pelepasan air dari tubuhnya. tumbuhan yang hidup di antara dua musim kering dan basah dalam setahun (tropofita). yang jumlahnya juga relatif sangat terbatas. atau sekitar 100 gram air gutasi dalam satu malam. tetapi transpirasi kurang. terutama K.

mempunyai jaringan penyimpan air atau protoplasmanya mampu menahan air. kutikula tebal.Kemampuan tumbuhan untuk bertahan terhadap defisit air di dalam tubuhnya disebut toleransi kekeringan. daun kecil atau gugur pada saat musim kering (kekeringan). . Untuk melindungi diri dari kekeringan tumbuhan dapat melakukan modifikasi terhadap struktur dan mekanisme fisiologinya seperti. perakaran ektensif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful