Konsep Bimbingan Konseling (Bimbingan dan Konseling

)
Posted on 1 Juni 2012 by Yogi Lukmana Wardani A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sedangkan menurut W.S. Winkel (1981) mengemukakan bahwa guidance mempunyai hubungan dengan guiding: “ showing a way” (menunjukkan jalan), leading (memimpin), conducting (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), regulating (mengatur), governing (mengarahkan) dan giving advice (memberikan nasehat). Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pihak pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan arah perkembangan dewasa ini, dimana pada saat ini klien lah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian bimbingan, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli : Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. Peters dan Shertzer (Sofyan S. Willis, 2004) mendefiniskan bimbingan sebagai : the process of helping the individual to understand himself and his world so that he can utilize his potentialities. United States Office of Education (Arifin, 2003) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Jones et.al. (Sofyan S. Willis, 2004) mengemukakan : “guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis. tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan. guru bahkan kepala sekolah. yakni hanya berupaya menangani para peserta didik yang bermasalah saja. dalam prakteknya masih ditemukan) bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling cenderung bersifat klinistherapeutis atau menggunakan pendekatan kuratif. kiranya perlu adanya orientasi baru bimbingan dan konseling yang bersifat pengembangan atau developmental dan pencegahan atau preventif.. Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang. kemudian sejak Kurikulum 1994 hingga sekarang berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. Sofyan. bimbingan dan konseling memiliki citra buruk dan sering dipersepsi keliru oleh peserta didik. terlambat SPP. Dari pendapat Prayitno. dan menghukum para peserta didik yang melakukan tindakan indisipliner. yang kesemuanya itu membawa konsekwensi tersendiri bagi Untuk kepentingan penulisan ini. berkelahi. Masalah-masalah kecil seperti itu sebenarnya dapat diantisipasi dan diatasi oleh para guru mata pelajaran atau wali kelas dan tidak perlu diselesaikan oleh guru pembimbing/konselor. B. Akibatnya. seperti dalam keluarga. Dalam hal ini. tempat menangkap. Ada anggapan bimbingan dan konseling merupakan “polisi sekolah”. Willis (2004) mengemukakan landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling. sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. dkk. seperti peserta didik yang bolos. Orientasi Baru Bimbingan dan Konseling Pada masa sebelumnya (atau mungkin masa sekarang pun. menentang guru dan sebagainya. semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya). penulis akan menggunakan istilah Bimbingan dan Konseling sesuai dengan istilah formal yang saat ini dipergunakan dalam sistem pendidikan nasional. bisnis dan masyarakat luas lainnya. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama. Mengingat keadaan seperti itu. Tercapainya penyesuaian diri. bahwa : Bimbingan pada hakekatnya merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik. Padahal kenyataan di sekolah jumlah peserta didik yang bermasalah atau berperilaku menyimpang mungkin hanya satu atau dua orang saja. yang memberikan pengertian bimbingan disatukan dengan konseling merupakan pengertian formal dan menggambarkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam sistem pendidikan nasional. Anggapan lain yang keliru bahwa bimbingan dan konseling sebagai “keranjang sampah” tempat untuk menampung semua masalah peserta didik. kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah. yaitu : . Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan wacana sebutan Profesi Konseling.Dari beberapa pendapat di atas. perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan. S. Dari 100 orang peserta didik paling banyak 5 hingga 10 (5% – 10%). Sejalan dengan dinamika kehidupan. kebutuhan akan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan pada lingkungan persekolahan. merazia. saat ini sedang dikembangkan pula pelayanan bimbingan dan konseling dalam setting yang lebih luas. Selebihnya. bodoh. meski secara formal istilah ini belum digunakan. peserta didik yang tidak memiliki masalah (90% -95%) kerapkali tidak tersentuh oleh layanan bimbingan dan konseling.

membantu individu dalam mencari dan menetapkan pilihan serta mengambil keputusan berkenaan dengan karier . teoritis. para ahli mengemukakan tentang tujuan bimbingan dan konseling yang beragam. yaitu : Misi pendidikan. artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual diantara peserta didik. bukan berarti upaya-upaya bimbingan dan konseling yang bersifat klinis ditiadakan. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya. yaitu : Bidang pelayanan kehidupan pribadi. artinya pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan.Pedagogis. sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri. Potensial. mendidik peserta didik melalui pengembangan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan yang terkait masa depan. D. Bidang pelayanan kegiatan belajar. memfasilitasi perkembangan individu di dalam satuan pendidikan formal ke arah perkembangan optimal melalui strategi upaya pengembangan lingkungan belajar dan lingkungan lainnya serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat. terdapat empat bidang yang menjadi ruang lingkup garapan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pesekolahan saat ini. Dalam berbagai literatur tentang bimbingan dan konseling. tetapi pada intinya akan menerucut pada tujuan yang sama yaitu tercapainya perkembangan para peserta didik/klien secara optimal dan tercapainya penyesuaian diri. membantu individu dalam kegiatan dalam rangka mengikuti jenjang dan jalur pendidikan tertentu dan/atau dalam rangka menguasai kecakapan atau keterampilan tertentu. C. membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu mengacu kepada kehidupan sehari-hari yang efektif. Profesional. bakat. Bidang pelayanan kehidupan sosial. Dengan demikian. artinya setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Humanistik-religius. yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling. Berdasarkan visi tersebut terdapat tiga misi yang diemban bimbingan dan konseling. membantu individu menilai dan mencari alternatif hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya atau dengan lingkungan sosial yang lebih luas. tetapi upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling lebih dikedepankan dan diutamakan yang bersifat pengembangan dan pencegahan. Misi pengembangan. yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis. Bidang Bimbingan dan Konseling Secara formal. kehadiran bimbingan dan konseling di sekolah akan lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik. Misi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal. membantu individu menilai kecakapan. Visi. Dengan adanya orientasi baru ini. tidak hanya bagi peserta didik yang bermasalah saja. Misi pengentasan masalah. minat. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri secara realistik.. mandiri dan bahagia. Bidang pelayanaan perencanaan dan pengembangan karier.

Advokasi. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu. maka dalam prakteknya. baik di rumah. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling : Sejumlah prinsip mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi Bimbingan dan Konseling Fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Sebagaimana telah disinggung di atas. Pencegahan. Pengentasan. Saat ini sedang dikembangkan dua bidang baru yaitu bidang pelayanan kehidupan berkeluarga untuk membantu individu dalam mencari dan menetapkan serta mengambil keputusan berkenaan dengan rencana perkawinan dan/atau kehidupan berkeluarga yang dijalaninya dan bidang pelayanan kehidupan keberagamaan untuk membantu individu dalam memantapkan diri berkenaan denganperilaku keberagmaan menurut agama yang dianutnya. jenis layanan dan kegiatan pendukung. (c) perhatian adanya perbedaan individu dalam layanan. E.tertentu. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan kondisi pembelaaan terhadap pengingkaran atas hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan. tentang perluasan kawasan bimbingan dan konseling yang mencakup kehidupan yang lebih luas. Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan. Pemeliharaan dan pengembangan. jenis kelamin. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya. (b) memperhatikan tahapan perkembangan. F. yaitu: Pemahaman. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. sekolah dan masyarakat sekitar. sasaran layanan. pencegahan dan pengembangan. Sejalan dengan orientasi baru Bimbingan dan Konseling.Berjalannya fungsi-fungsi tersebut merupakan indikator keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. ekonomi dan budaya. (b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial. baik karier di masa depan maupun karier yang sedang dijalaninya. serta berbagai aspek operasionalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. layanan bimbingan dan konseling seyogyanya lebih mengedepankan fungsi-fungsi pemahaman. suku. Prinsip-prinsip tersebut adalah : Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan. (a) . (a) melayani semua individu tanpa memandang usia. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemacahan masalah peserta didik meliputi pemahaman diri dan dan lingkungan peserta didik. (a) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan. agama dan status sosial.

3. Asas Kegiatan . Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan. (c) permaslahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. guru pembimbing (konselor) terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. (c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu. 4. (d) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu. Guru Pembimbing (konselor) berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. (b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri. Asas. 2. Asas Keterbukaan Asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. (a) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri. Asas Kesukarelaan Asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan. (b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan. Asas keterbukaan ini bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan dan kekarelaan. serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri.bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu. sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan. (d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan.asas bimbingan dan konseling tersebut adalah : 1. Guru pembimbing (konselor) berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien). G. dan (e) proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan. Dalam hal ini. Asas-Asas Bimbingan dan Konseling Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. guru pembimbing (konselor) berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Agar peserta didik (klien) mau terbuka. Asas Kerahasiaan Asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan. Apabila asas-asas ini tidak dijalankan dengan baik. maka penyelenggaraan bimbingan dan konseling akan berjalan tersendat-sendat atau bahkan terhenti sama sekali.

Asas Keterpaduan Asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. Guru Pembimbing (konselor) hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. ilmu pengetahuan. Asas Kekinian Asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. melalui segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) dalam memahami. dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya. atau ahli lain. menghayati dan mengamalkan normanorma tersebut. adat istiadat. baik norma agama. tidak monoton. Asas Keahlian Asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselnggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.Asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. mengarahkan. Asas Kemandirian Asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling. 10. 7. guru-guru lain. Asas Alih Tangan Kasus Asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli. hukum. Bahkan lebih jauh lagi. Guru Pembimbing (konselor) perlu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan yang diberikan kepadanya. saling menunjang. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. 6. 11. serta mewujudkan diri sendiri. Dalam hal ini. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling lainnya hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling. Kondisi masa lampau dan masa depan dilihat sebagai dampak dan memiliki keterkaitan dengan apa yang ada dan diperbuat peserta didik (klien) pada saat sekarang. 5. 9. harmonis dan terpadukan. . peraturan. Asas Kenormatifan Asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma. dan kebiasaan – kebiasaan yang berlaku. 8. kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaikbaiknya. Asas Kedinamisan Asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju. Profesionalitas guru pembimbing (konselor) harus terwujud baik dalam penyelenggaraaan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling dan dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Dalam hal ini. yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri. mampu mengambil keputusan. Guru pembimbing (konselor)dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua.

Layanan . prinsip. Layanan Pembelajaran Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu. kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Layanan Orientasi Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. kegiatan ko/ekstra kurikuler. d. serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. 12. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. c. Asas Tut Wuri Handayani Asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman). minat dan segenap potensi lainnya. pergaulan. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. dalam bidang pribadi. sebaliknya guru pembimbing (konselor). program latihan. magang. dapat mengalih-tangankan kasus kepada pihak yang lebih kompeten. jurusan/program studi. dan memberikan rangsangan dan dorongan. fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. a. sosial.Untuk lebih jelasnya. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. b. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. karier. pendidikan lanjutan).Demikian pula. H. kelompok belajar. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang. Namun. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas. mengembangkan keteladanan. Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. baik yang berada di dalam lembaga sekolah maupun di luar sekolah. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Layanan Informasi Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. sistematik. terpadu dan sifatnya tertutup. komprehensif.Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. Konferensi Kasus Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan g. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. Layanan Konseling Kelompok Layanan Konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masingmasing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman b. Kegiaran ini memiliki fungsi pemahaman. I. c. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Himpunan Data Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. e. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.. Kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas. f. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. baik tes maupun non tes. Aplikasi Instrumentasi Data Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik. .Kegiatan konferensi kasus memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan. Layanan Konseling Perorangan Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung Dalam hal ini. yaitu: a.

Dari berbagai aliran filsafat yang ada.Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.(Victor Frankl. seperti landasan dalam pengembangan kurikulum. dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Demikian pula. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Thompson & Rudolph.Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya. . keterangan. Fungsi kegiatan ini adalah pengentasan. dan landasan ilmu pengetahuan (ilmiah) dan teknologi. Landasan Filosofis Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis.Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan usaha mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis tentang : apakah manusia itu ? Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan filosofis tersebut. dalam Prayitno. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data. Landasan Bimbingan dan Konseling Membicarakan tentang landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan. tentunya tidak dapat dilepaskan dari berbagai aliran filsafat yang ada. secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling. Secara teoritik. e. 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut : . para penulis Barat . apabila tidak didasari oleh fundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien). Selanjutnya. seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor. untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. di bawah ini akan dideskripsikan dari masing-masing landasan bimbingan dan konseling tersebut : 1. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh. landasan psikologis. landasan sosial-budaya. Kegiatan kunjungan rumah memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan. berdasarkan hasil studi dari beberapa sumber. Alih Tangan Kasus Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten. . Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan.d. kemudahan. dengan layanan bimbingan dan konseling. maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. yaitu landasan filosofis. dokter serta ahli lainnya. etis maupun estetis. dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. mulai dari filsafat klasik sampai dengan filsafat modern dan bahkan filsafat postmodern. Ibarat sebuah bangunan. Patterson. Alblaster & Lukes. H. landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum.

ada individu yang dibesarkan dalam . Demikian pula dengan lingkungan.Manusia pada hakikatnya positif. memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya. (c) perkembangan individu.– baik dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik)–. Pembawaan dan lingkungan setiap individu akan berbeda-beda.Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri. psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam. beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor adalah tentang : (a) motif dan motivasi. Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil dari keturunan. b. seperti : rasa lapar. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu dan akan menjadi apa manusia itu. Seorang konselor dalam berinteraksi dengan kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya. bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar. (d) belajar. Dengan memahami hakikat manusia tersebut maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat tentang manusia itu sendiri.Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri. (b) pembawaan dan lingkungan. manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu. . bakat. yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun. menjadi bentuk perilaku instrumental atau aktivitas tertentu yang mengarah pada suatu tujuan. yang mencakup aspek psiko-fisik. warna kulit. golongan darah. . Misalnya dalam kecerdasan.Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan. seperti struktur otot.Manusia memiliki dimensi fisik.Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihanpilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. .. . embisil atau ideot). Motif dan Motivasi Motif dan motivasi berkenaan dengan dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir. normal atau bahkan sangat kurang (debil. Selanjutnya motif-motif tersebut tersebut diaktifkan dan digerakkan. Pembawaan dan Lingkungan Pembawaan dan lingkungan berkenaan dengan faktor-faktor yang membentuk dan mempengaruhi perilaku individu. Untuk kepentingan bimbingan dan konseling. seperti rekreasi. . dan (e) kepribadian. a. Landasan Psikologis Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). ada yang sangat tinggi (jenius). Ada individu yang memiliki pembawaan yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. kecerdasan. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan dan untuk mengoptimalkan dan mewujudkannya bergantung pada lingkungan dimana individu itu berada. . 2. atau ciri-ciri-kepribadian tertentu.

serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan. dan (8) Teori dari Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa. Hall dan Gardner Lindzey. bahasa dan kognitif/kecerdasan. (6) teori dari Zunker tentang perkembangan karier. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik. akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan. Kepribadian Hingga saat ini para ahli tampaknya masih belum menemukan rumusan tentang kepribadian secara bulat dan komprehensif.lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yang memadai.. moral dan sosial. (5) teori dari Kohlberg tentang perkembangan moral. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. (2) Teori dari Freud tentang dorongan seksual. c.dan menjadi tersia-siakan. Scheneider dalam Syamsu Yusuf (2003) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri. 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. dan (3) Teori Belajar Gestalt. Dalam menjalankan tugas-tugasnya. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu. Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar. Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan. d. diantaranya : (1) Teori dari McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu. Tanpa belajar. (7) Teori dari Buhler tentang perkembangan sosial. (3) Teori dari Erickson tentang perkembangan psiko-sosial. frustrasi dan konflik. sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan. Perkembangan Individu Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pra natal) hingga akhir hayatnya. Berangkat dari studi yang dilakukannya. e. Manusia belajar untuk hidup. baik dalam aspek kognitif. (4) Teori dari Piaget tentang perkembangan kognitif. Belajar Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternatif konstruktivisme. Allport (Calvin S. (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi. baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya. ketegangan emosional. diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. afektif maupun psikomotor/keterampilan. diantaranya adalah : (1) Teori Belajar Behaviorisme. Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tandatanda perkembangan. seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya. dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya. serta . Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.

Responsibilitas (tanggung jawab). Oleh karena itu. psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan psikologi kepribadian. kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. teori Personologi dari Murray. Horney dan Sullivan. Teori Stimulus-Respons dari Throndike. Hull. konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian kliennya. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian. psikologi perkembangan. sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. tampang. yang mencakup : .Sikap. yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi.memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. sedih. Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. 3. Teori Psikologi Individual dari Allport. Sementara itu. atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan. konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan kliennya. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien. . konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat. Seperti mudah tidaknya tersinggung. setidaknya terdapat empat bidang psikologi yang harus dikuasai dengan baik. Teori Analitik dari Carl Gustav Jung. yaitu bidang psikologi umum. yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku. agar konselor benar-benar dapat menguasai landasan psikologis. terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal. ia sudah dididik dan . sambutan terhadap objek yang bersifat positif. Fromm. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup.Stabilitas emosi. yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. . . negatif atau ambivalen. Sejak lahirnya. Seperti: sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya. . diantaranya : Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya. Begitu pula. . Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien) maka konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien). Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien. cuci tangan. seorang konselor juga harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya.Temperamen. atau putus asa. Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu. Landasan Sosial-Budaya Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu.Sosiabilitas. Teori Medan dari Kurt Lewin. yaitu disposisi reaktif seorang. Watson. hormon. segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh. Seperti mau menerima resiko secara wajar. misalnya konstitusi dan kondisi fisik. Teori Sosial Psikologis dari Adler. Selain itu.Karakter.

Kecemasan yanmg berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya dapat menuju ke culture shock. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya lebih berpangkal pada nilai-nilai budaya bangsa yang secara nyata mampu mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam kondisi pluralistik. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasardasar keilmuan. biologi. yang pada akhirnya dapat menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang besangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. Kecemasan muncul ketika seorang individu memasuki lingkungan budaya lain yang unsur-unsurnya dirasakan asing. maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi. yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa. Agar komuniskasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis. wawancara. yaitu : (a) perbedaan bahasa. seperti : psikologi. Terkait dengan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia. yaitu kesamaan di atas keragaman. 2003). dan (e) kecemasan. Pederson dalam Prayitno (2003) mengemukakan lima macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuain diri antar budaya. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial-budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya. yang mungkin antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda. 4. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan landasan semangat bhinneka tunggal ika. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode. (d) kecenderungan menilai. Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan. sosiologi. (c) stereotipe. . pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno. ilmu pendidikan. Surya (2006) mengetengahkan tentang tren bimbingan dan konseling multikultural. Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dengan klien. Lingkungan sosial-budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. Stereotipe cenderung menyamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (social prejudice) yang biasanya tidak tepat. statistik. Penilaian terhadap orang lain disamping dapat menghasilkan penilaian positif tetapi tidak sedikit pula menimbulkan reaksireaksi negatif.dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya. pemikiran. inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian. Apabila perbedaan dalam sosial-budaya ini tidak “dijembatani”. dimana dan kapan harus berbuat sesuatu. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling. maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal. Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbeda-beda. buku teks dan tulisantulisan ilmiah lainnya. evaluasi. analisis dokumen. bahwa bimbingan dan konseling dengan pendekatan multikultural sangat tepat untuk lingkungan berbudaya plural seperti Indonesia. Kurangnya penguasaan bahasa yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. prosedur tes. Moh. filsafat. (b) komunikasi non-verbal. layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika. seperti: pengamatan. baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. dan bahkan mungkin bertolak belakang.

manajemen. Surya (2006) bahwa salah satu tren bimbingan dan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spiritual. Sejalan dengan perkembangan teknologi. Berkenaan dengan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia. ilmu hukum dan agama. landasan religius dan landasan yuridis-formal. (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling. konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling. sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. Moh. 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan. Landasan paedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi. Landasan yuridis-formal berkenaan dengan berbagai peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Peraturan Pemerintah. khususnya teknologi informasi berbasis komputer. yaitu : (a) manusia sebagai makhluk Tuhan. Keputusan Menteri serta berbagai aturan dan pedoman lainnya yang mengatur tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Indonesia. yang bersumber dari Undang-Undang Dasar. dalam bentuk “cyber counseling”. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling. baik berdasarkan hasil pemikiran kritisnya maupun melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian. Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling ditekankan pada tiga hal pokok. Ditegaskan pula oleh Moh.. 2003) bahwa konselor adalah seorang ilmuwan.antroplogi. Dewasa ini sedang berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dikemukakan pula. Sebagai ilmuwan. yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan. dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling. Berangkat dari kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami bangsa-bangsa Barat yang ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. . juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian. baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Menurut Gausel (Prayitno. maka peran konselor didalamnya mencakup pula sebagai ilmuwan sebagaimana dikemukakan oleh McDaniel (Prayitno. (b) sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet. Prayitno (2003) memperluas landasan bimbingan dan konseling dengan menambahkan landasan paedagogis. Dengan adanya landasan ilmiah dan teknologi ini. bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli. dan (c) upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah. ilmu ekonomi. Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya bimbingan dan konseling yang berlandaskan spiritual atau religi. Undang – Undang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful