Konsep Bimbingan Konseling (Bimbingan dan Konseling

)
Posted on 1 Juni 2012 by Yogi Lukmana Wardani A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan). Sedangkan menurut W.S. Winkel (1981) mengemukakan bahwa guidance mempunyai hubungan dengan guiding: “ showing a way” (menunjukkan jalan), leading (memimpin), conducting (menuntun), giving instructions (memberikan petunjuk), regulating (mengatur), governing (mengarahkan) dan giving advice (memberikan nasehat). Penggunaan istilah bimbingan seperti dikemukakan di atas tampaknya proses bimbingan lebih menekankan kepada peranan pihak pembimbing. Hal ini tentu saja tidak sesuai lagi dengan arah perkembangan dewasa ini, dimana pada saat ini klien lah yang justru dianggap lebih memiliki peranan penting dan aktif dalam proses pengambilan keputusan serta bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keputusan yang diambilnya. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian bimbingan, di bawah ini dikemukakan pendapat dari beberapa ahli : Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat. Peters dan Shertzer (Sofyan S. Willis, 2004) mendefiniskan bimbingan sebagai : the process of helping the individual to understand himself and his world so that he can utilize his potentialities. United States Office of Education (Arifin, 2003) memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Jones et.al. (Sofyan S. Willis, 2004) mengemukakan : “guidance is the help given by one person to another in making choice and adjusment and in solving problem. Djumhur dan Moh. Surya, (1975) berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. Prayitno, dkk. (2003) mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

menentang guru dan sebagainya. peserta didik yang tidak memiliki masalah (90% -95%) kerapkali tidak tersentuh oleh layanan bimbingan dan konseling. S. seperti dalam keluarga. terlambat SPP. dalam prakteknya masih ditemukan) bahwa penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling cenderung bersifat klinistherapeutis atau menggunakan pendekatan kuratif. Tercapainya penyesuaian diri. bimbingan dan konseling memiliki citra buruk dan sering dipersepsi keliru oleh peserta didik. Masalah-masalah kecil seperti itu sebenarnya dapat diantisipasi dan diatasi oleh para guru mata pelajaran atau wali kelas dan tidak perlu diselesaikan oleh guru pembimbing/konselor. kiranya perlu adanya orientasi baru bimbingan dan konseling yang bersifat pengembangan atau developmental dan pencegahan atau preventif.Dari beberapa pendapat di atas. Keberadaan layanan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan di Indonesia dijalani melalui proses yang panjang. penulis akan menggunakan istilah Bimbingan dan Konseling sesuai dengan istilah formal yang saat ini dipergunakan dalam sistem pendidikan nasional. seperti peserta didik yang bolos. Ada anggapan bimbingan dan konseling merupakan “polisi sekolah”. Selebihnya. bisnis dan masyarakat luas lainnya. Orientasi Baru Bimbingan dan Konseling Pada masa sebelumnya (atau mungkin masa sekarang pun. merazia. Dari 100 orang peserta didik paling banyak 5 hingga 10 (5% – 10%). semula disebut Bimbingan dan Penyuluhan (dalam Kurikulum 84 dan sebelumnya). Anggapan lain yang keliru bahwa bimbingan dan konseling sebagai “keranjang sampah” tempat untuk menampung semua masalah peserta didik. Mengingat keadaan seperti itu. Padahal kenyataan di sekolah jumlah peserta didik yang bermasalah atau berperilaku menyimpang mungkin hanya satu atau dua orang saja. tampaknya para ahli masih beragam dalam memberikan pengertian bimbingan. guru bahkan kepala sekolah. Akibatnya. yakni hanya berupaya menangani para peserta didik yang bermasalah saja. yaitu : . sejak kurang lebih 40 tahun yang lalu. yang memberikan pengertian bimbingan disatukan dengan konseling merupakan pengertian formal dan menggambarkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam sistem pendidikan nasional. perkembangan optimal dan kemandirian merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan. dkk. yang kesemuanya itu membawa konsekwensi tersendiri bagi Untuk kepentingan penulisan ini. kemudian sejak Kurikulum 1994 hingga sekarang berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling. bodoh. Sejalan dengan dinamika kehidupan. Dalam hal ini. Willis (2004) mengemukakan landasan-landasan filosofis dari orientasi baru bimbingan dan konseling. Selama perjalanannya telah mengalami beberapa kali pergantian nama. kebutuhan akan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan pada lingkungan persekolahan. Sofyan. Dari pendapat Prayitno. saat ini sedang dikembangkan pula pelayanan bimbingan dan konseling dalam setting yang lebih luas. meski secara formal istilah ini belum digunakan. berkelahi. bahwa : Bimbingan pada hakekatnya merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada individu atau peserta didik. dan menghukum para peserta didik yang melakukan tindakan indisipliner. Akhir-akhir ini para ahli mulai meluncurkan wacana sebutan Profesi Konseling. tempat menangkap.. kendati demikian kita dapat melihat adanya benang merah. B. Bantuan dimaksud adalah bantuan yang bersifat psikologis.

Bidang pelayanan kehidupan sosial. artinya pendekatan terhadap peserta didik haruslah manusiawi dengan landasan ketuhanan. Bidang pelayanan kegiatan belajar. Dengan adanya orientasi baru ini. teoritis. tetapi pada intinya akan menerucut pada tujuan yang sama yaitu tercapainya perkembangan para peserta didik/klien secara optimal dan tercapainya penyesuaian diri. Misi pengentasan masalah. yaitu : Bidang pelayanan kehidupan pribadi. terdapat empat bidang yang menjadi ruang lingkup garapan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pesekolahan saat ini. Profesional. Visi. tetapi upaya pemberian layanan bimbingan dan konseling lebih dikedepankan dan diutamakan yang bersifat pengembangan dan pencegahan. artinya setiap peserta didik adalah individu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. tidak hanya bagi peserta didik yang bermasalah saja. peserta didik sebagai manusia dianggap sanggup mengembangkan diri dan potensinya. Bidang Bimbingan dan Konseling Secara formal. membantu individu menilai kecakapan. Misi pengembangan. membantu individu dalam kegiatan dalam rangka mengikuti jenjang dan jalur pendidikan tertentu dan/atau dalam rangka menguasai kecakapan atau keterampilan tertentu. artinya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dengan memperhatikan perbedaan individual diantara peserta didik. C. minat. bakat. membantu individu dalam mencari dan menetapkan pilihan serta mengambil keputusan berkenaan dengan karier . mendidik peserta didik melalui pengembangan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan yang terkait masa depan. bukan berarti upaya-upaya bimbingan dan konseling yang bersifat klinis ditiadakan. kehadiran bimbingan dan konseling di sekolah akan lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik. Dengan demikian. yaitu proses bimbingan dan konseling harus dilakukan secara profesional atas dasar filosofis.Pedagogis. membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu mengacu kepada kehidupan sehari-hari yang efektif. para ahli mengemukakan tentang tujuan bimbingan dan konseling yang beragam. Humanistik-religius. yang berpengetahuan dan berketerampilan berbagi teknik bimbingan dan konseling. Misi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal. dan karakteristik kepribadian diri sendiri untuk mengembangkan diri secara realistik. Berdasarkan visi tersebut terdapat tiga misi yang diemban bimbingan dan konseling. mandiri dan bahagia. sedangkan kelemahannya secara berangsur-angsur akan diatasinya sendiri. yaitu : Misi pendidikan. membantu individu menilai dan mencari alternatif hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya atau dengan lingkungan sosial yang lebih luas. Potensial. Dalam berbagai literatur tentang bimbingan dan konseling. memfasilitasi perkembangan individu di dalam satuan pendidikan formal ke arah perkembangan optimal melalui strategi upaya pengembangan lingkungan belajar dan lingkungan lainnya serta kondisi tertentu sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat. D.. Bidang pelayanaan perencanaan dan pengembangan karier.

Berjalannya fungsi-fungsi tersebut merupakan indikator keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. (a) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan. Sebagaimana telah disinggung di atas. sasaran layanan. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu. (a) . suku. Pencegahan. sekolah dan masyarakat sekitar. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan kondisi pembelaaan terhadap pengingkaran atas hak-hak dan/atau kepentingan pendidikan.tertentu. Saat ini sedang dikembangkan dua bidang baru yaitu bidang pelayanan kehidupan berkeluarga untuk membantu individu dalam mencari dan menetapkan serta mengambil keputusan berkenaan dengan rencana perkawinan dan/atau kehidupan berkeluarga yang dijalaninya dan bidang pelayanan kehidupan keberagamaan untuk membantu individu dalam memantapkan diri berkenaan denganperilaku keberagmaan menurut agama yang dianutnya. Advokasi. (c) perhatian adanya perbedaan individu dalam layanan. baik di rumah. Fungsi Bimbingan dan Konseling Fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. agama dan status sosial. (b) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial. jenis layanan dan kegiatan pendukung. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan Bimbingan dan Konseling. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan pemacahan masalah peserta didik meliputi pemahaman diri dan dan lingkungan peserta didik. Pemeliharaan dan pengembangan. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya. E. yaitu: Pemahaman. pencegahan dan pengembangan. serta berbagai aspek operasionalisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Prinsip-prinsip ini berkaitan dengan tujuan. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling : Sejumlah prinsip mendasari gerak langkah penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling. (b) memperhatikan tahapan perkembangan. Pengentasan. jenis kelamin. ekonomi dan budaya. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. F. layanan bimbingan dan konseling seyogyanya lebih mengedepankan fungsi-fungsi pemahaman. fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut adalah : Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan. maka dalam prakteknya. tentang perluasan kawasan bimbingan dan konseling yang mencakup kehidupan yang lebih luas. (a) melayani semua individu tanpa memandang usia. Sejalan dengan orientasi baru Bimbingan dan Konseling. baik karier di masa depan maupun karier yang sedang dijalaninya.

Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. Guru pembimbing (konselor) berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien).asas bimbingan dan konseling tersebut adalah : 1. maka penyelenggaraan bimbingan dan konseling akan berjalan tersendat-sendat atau bahkan terhenti sama sekali. (b) program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan. (c) program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu. (a) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri. Asas-Asas Bimbingan dan Konseling Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. (d) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu. guru pembimbing (konselor) berkewajiban memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan. (b) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri. sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan. sehingga program bimbingan dan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik. juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. dan (e) proses pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.bimbingan dan konseling bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu. Asas Kerahasiaan Asas yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan. (c) permaslahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu. 2. Guru Pembimbing (konselor) berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. G. 4. Dalam hal ini. (d) program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diadakan penilaian hasil layanan. 3. baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Asas Kegiatan . guru pembimbing (konselor) terlebih dahulu bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Apabila asas-asas ini tidak dijalankan dengan baik. Asas Kesukarelaan Asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (klien) mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukkan baginya. Asas Keterbukaan Asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Agar peserta didik (klien) mau terbuka. Asas. Asas keterbukaan ini bertalian erat dengan asas kerahasiaan dan dan kekarelaan.

guru-guru lain. hukum. melalui segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) dalam memahami. Asas Kemandirian Asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling. yaitu peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan/kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri. 10. Asas Keahlian Asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselnggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. 9. adat istiadat. mampu mengambil keputusan. peraturan. 8. Asas Kenormatifan Asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma. ilmu pengetahuan. Profesionalitas guru pembimbing (konselor) harus terwujud baik dalam penyelenggaraaan jenis-jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling dan dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. serta mewujudkan diri sendiri. 11. Guru pembimbing (konselor)dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. baik norma agama. Guru Pembimbing (konselor) hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan bimbingan dan konseling menjadi amat penting dan harus dilaksanakan sebaikbaiknya. Bahkan lebih jauh lagi. 5. Dalam hal ini. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling lainnya hendaknya tenaga yang benar-benar ahli dalam bimbingan dan konseling. dengan ciri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya. 7. dan kebiasaan – kebiasaan yang berlaku. atau ahli lain. harmonis dan terpadukan. . Guru Pembimbing (konselor) perlu mendorong dan memotivasi peserta didik untuk dapat aktif dalam setiap layanan/kegiatan yang diberikan kepadanya. Dalam hal ini. Asas Kekinian Asas yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang dihadapi peserta didik/klien dalam kondisi sekarang. mengarahkan. 6.Asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/kegiatan bimbingan. Asas Keterpaduan Asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. Asas Alih Tangan Kasus Asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli. Asas Kedinamisan Asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju. Kondisi masa lampau dan masa depan dilihat sebagai dampak dan memiliki keterkaitan dengan apa yang ada dan diperbuat peserta didik (klien) pada saat sekarang. saling menunjang. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. tidak monoton. menghayati dan mengamalkan normanorma tersebut.

b. dan memberikan rangsangan dan dorongan. pendidikan lanjutan). Layanan Orientasi Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. d. karier. mengembangkan keteladanan. jurusan/program studi. magang. a. fungsi dan tujuan bimbingan dan konseling. prinsip.Untuk lebih jelasnya. belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. kedua jenis layanan ini belum dijadikan sebagai kebijakan formal dalam sistem pendidikan di sekolah. Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. Namun. minat dan segenap potensi lainnya. dalam bidang pribadi. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. kelompok belajar. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. 12. Layanan . Layanan Informasi Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Asas Tut Wuri Handayani Asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman). Layanan Pembelajaran Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.Demikian pula. baik yang berada di dalam lembaga sekolah maupun di luar sekolah. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional saat ini terdapat tujuh jenis layanan. Namun sangat mungkin ke depannya akan semakin berkembang. dapat mengalih-tangankan kasus kepada pihak yang lebih kompeten. program latihan. kegiatan ko/ekstra kurikuler. Jenis-Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling Jenis-jenis layanan pada dasarnya merupakan operasionalisasi dari konsep bimbingan dan konseling dalam rangka memenuhi berbagai asas. pergaulan. baik dalam jenis layanan maupun kegiatan pendukung. sosial. H. Para ahli bimbingan di Indonesia saat ini sudah mulai meluncurkan dua jenis layanan baru yaitu layanan konsultasi dan layanan mediasi. sebaliknya guru pembimbing (konselor). c. di bawah ini akan diuraikan ketujuh jenis layanan bimbingan dan konseling yang saat ini diterapkan dalam pendidikan nasional.

Kegiaran ini memiliki fungsi pemahaman. tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya. komprehensif.Kegiatan konferensi kasus memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan. Kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas. . kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien.. Layanan Konseling Kelompok Layanan Konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masingmasing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman b. yaitu: a. terpadu dan sifatnya tertutup. Layanan Bimbingan Kelompok Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. I. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan g.Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung Dalam hal ini. f. Himpunan Data Himpunan data adalah kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. baik tes maupun non tes. c. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien. Aplikasi Instrumentasi Data Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik. Konferensi Kasus Konferensi kasus adalah kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen. sistematik. e. Layanan Konseling Perorangan Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya.

berdasarkan hasil studi dari beberapa sumber. keterangan. apabila tidak didasari oleh fundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien). Alblaster & Lukes. Ibarat sebuah bangunan. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh. Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Secara teoritik. H. Landasan Bimbingan dan Konseling Membicarakan tentang landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan. Thompson & Rudolph. untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan. secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling. dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. kemudahan.d. Selanjutnya. Patterson. landasan sosial-budaya. . landasan psikologis.Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya. dan landasan ilmu pengetahuan (ilmiah) dan teknologi. Landasan Filosofis Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis. di bawah ini akan dideskripsikan dari masing-masing landasan bimbingan dan konseling tersebut : 1. seperti landasan dalam pengembangan kurikulum. Dari berbagai aliran filsafat yang ada. . landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten.Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan usaha mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis tentang : apakah manusia itu ? Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan filosofis tersebut. dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut : . seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor.(Victor Frankl. dengan layanan bimbingan dan konseling. Fungsi kegiatan ini adalah pengentasan. Kegiatan kunjungan rumah memiliki fungsi pemahaman dan pengentasan. Demikian pula.Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya. etis maupun estetis. dokter serta ahli lainnya. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data. para penulis Barat . mulai dari filsafat klasik sampai dengan filsafat modern dan bahkan filsafat postmodern. e. yaitu landasan filosofis. Alih Tangan Kasus Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten. maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. tentunya tidak dapat dilepaskan dari berbagai aliran filsafat yang ada. dalam Prayitno.

ada individu yang dibesarkan dalam .Manusia pada hakikatnya positif. bakat.Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihanpilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. (d) belajar..Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan. yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun.Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri. Selanjutnya motif-motif tersebut tersebut diaktifkan dan digerakkan. Seorang konselor dalam berinteraksi dengan kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya.– baik dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik)–. . atau ciri-ciri-kepribadian tertentu. seperti struktur otot.Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri. Misalnya dalam kecerdasan. . b.Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan dan untuk mengoptimalkan dan mewujudkannya bergantung pada lingkungan dimana individu itu berada. golongan darah. menjadi bentuk perilaku instrumental atau aktivitas tertentu yang mengarah pada suatu tujuan. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu dan akan menjadi apa manusia itu. (b) pembawaan dan lingkungan. (c) perkembangan individu. a. . . psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam. seperti rekreasi. . dan (e) kepribadian. Motif dan Motivasi Motif dan motivasi berkenaan dengan dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir. beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor adalah tentang : (a) motif dan motivasi. memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya. Untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Pembawaan dan Lingkungan Pembawaan dan lingkungan berkenaan dengan faktor-faktor yang membentuk dan mempengaruhi perilaku individu. embisil atau ideot).Manusia memiliki dimensi fisik. ada yang sangat tinggi (jenius). Dengan memahami hakikat manusia tersebut maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat tentang manusia itu sendiri. Landasan Psikologis Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). kecerdasan. 2. yang mencakup aspek psiko-fisik. manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu. Pembawaan dan lingkungan setiap individu akan berbeda-beda. Ada individu yang memiliki pembawaan yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. seperti : rasa lapar. normal atau bahkan sangat kurang (debil. Demikian pula dengan lingkungan. bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar. . Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil dari keturunan. warna kulit.

(4) Teori dari Piaget tentang perkembangan kognitif. d. e. Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar. sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. diantaranya adalah : (1) Teori Belajar Behaviorisme. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. dan (3) Teori Belajar Gestalt. Dalam menjalankan tugas-tugasnya. (5) teori dari Kohlberg tentang perkembangan moral.dan menjadi tersia-siakan. Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternatif konstruktivisme. Scheneider dalam Syamsu Yusuf (2003) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri. frustrasi dan konflik. Manusia belajar untuk hidup. diantaranya : (1) Teori dari McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu. (6) teori dari Zunker tentang perkembangan karier. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W.. serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan. Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan. konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. afektif maupun psikomotor/keterampilan. bahasa dan kognitif/kecerdasan. (7) Teori dari Buhler tentang perkembangan sosial. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu. Perkembangan Individu Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pra natal) hingga akhir hayatnya. baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya. Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan. (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi. ketegangan emosional. (3) Teori dari Erickson tentang perkembangan psiko-sosial. seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya. Tanpa belajar. serta . baik dalam aspek kognitif. dan (8) Teori dari Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa. Berangkat dari studi yang dilakukannya. diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik. Allport (Calvin S. Belajar Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tandatanda perkembangan. dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya. c. 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yang memadai. Kepribadian Hingga saat ini para ahli tampaknya masih belum menemukan rumusan tentang kepribadian secara bulat dan komprehensif. Hall dan Gardner Lindzey. moral dan sosial. (2) Teori dari Freud tentang dorongan seksual.

terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal. konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya. seorang konselor juga harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya. Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien. Seperti: sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu. sambutan terhadap objek yang bersifat positif. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya. yaitu disposisi reaktif seorang. . Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian. Seperti mau menerima resiko secara wajar. Teori Stimulus-Respons dari Throndike.Sosiabilitas. negatif atau ambivalen. yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku. Teori Analitik dari Carl Gustav Jung. segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh. diantaranya : Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud. Teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. sedih. konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan kliennya. Landasan Sosial-Budaya Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Begitu pula. misalnya konstitusi dan kondisi fisik.Responsibilitas (tanggung jawab). setidaknya terdapat empat bidang psikologi yang harus dikuasai dengan baik. Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu. hormon. atau putus asa. . Hull. yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan psikologi kepribadian. . konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat. psikologi perkembangan. Seperti mudah tidaknya tersinggung.Karakter. Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien) maka konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien). Watson. Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian kliennya. Teori Medan dari Kurt Lewin. Teori Psikologi Individual dari Allport.Stabilitas emosi. atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi. yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan. sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sementara itu. tampang. yang mencakup : . cuci tangan. Teori Sosial Psikologis dari Adler. yaitu bidang psikologi umum. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien. . ia sudah dididik dan . agar konselor benar-benar dapat menguasai landasan psikologis.Temperamen.memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. Fromm. Sejak lahirnya.Sikap. Horney dan Sullivan. Selain itu. 3. teori Personologi dari Murray. .

. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan landasan semangat bhinneka tunggal ika. Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dengan klien. maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal. wawancara. pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno. yang pada akhirnya dapat menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang besangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. bahwa bimbingan dan konseling dengan pendekatan multikultural sangat tepat untuk lingkungan berbudaya plural seperti Indonesia. (b) komunikasi non-verbal. Apabila perbedaan dalam sosial-budaya ini tidak “dijembatani”. seperti : psikologi. Moh. yang mungkin antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda. pemikiran. 2003). Terkait dengan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia. Kurangnya penguasaan bahasa yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika. maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi. yaitu : (a) perbedaan bahasa. seperti: pengamatan. filsafat. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling. baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. biologi. Pederson dalam Prayitno (2003) mengemukakan lima macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuain diri antar budaya. (c) stereotipe.dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya. Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”. inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian. statistik. Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbeda-beda. yaitu kesamaan di atas keragaman. Penilaian terhadap orang lain disamping dapat menghasilkan penilaian positif tetapi tidak sedikit pula menimbulkan reaksireaksi negatif. 4. dan bahkan mungkin bertolak belakang. Surya (2006) mengetengahkan tentang tren bimbingan dan konseling multikultural. prosedur tes. evaluasi. Stereotipe cenderung menyamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (social prejudice) yang biasanya tidak tepat. buku teks dan tulisantulisan ilmiah lainnya. dan (e) kecemasan. dimana dan kapan harus berbuat sesuatu. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial-budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya. sosiologi. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya lebih berpangkal pada nilai-nilai budaya bangsa yang secara nyata mampu mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam kondisi pluralistik. (d) kecenderungan menilai. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode. Kecemasan yanmg berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya dapat menuju ke culture shock. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasardasar keilmuan. analisis dokumen. yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa. ilmu pendidikan. Lingkungan sosial-budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. Kecemasan muncul ketika seorang individu memasuki lingkungan budaya lain yang unsur-unsurnya dirasakan asing. Agar komuniskasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis.

baik berdasarkan hasil pemikiran kritisnya maupun melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian. Dikemukakan pula.. Ditegaskan pula oleh Moh. Undang – Undang. landasan religius dan landasan yuridis-formal. khususnya teknologi informasi berbasis komputer. Peraturan Pemerintah. Landasan yuridis-formal berkenaan dengan berbagai peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling. bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling ditekankan pada tiga hal pokok. Berangkat dari kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami bangsa-bangsa Barat yang ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. Menurut Gausel (Prayitno. Sejalan dengan perkembangan teknologi. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli. . Landasan paedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi. Sebagai ilmuwan. 2003) bahwa konselor adalah seorang ilmuwan. Dewasa ini sedang berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. dan (c) upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah. yang bersumber dari Undang-Undang Dasar. ilmu hukum dan agama. dalam bentuk “cyber counseling”. sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling. Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya bimbingan dan konseling yang berlandaskan spiritual atau religi. dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling. (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling. (b) sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama. maka peran konselor didalamnya mencakup pula sebagai ilmuwan sebagaimana dikemukakan oleh McDaniel (Prayitno. Dengan adanya landasan ilmiah dan teknologi ini. Moh. Keputusan Menteri serta berbagai aturan dan pedoman lainnya yang mengatur tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Indonesia. baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. ilmu ekonomi. Surya (2006) bahwa salah satu tren bimbingan dan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spiritual. Prayitno (2003) memperluas landasan bimbingan dan konseling dengan menambahkan landasan paedagogis. manajemen. Berkenaan dengan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia. yaitu : (a) manusia sebagai makhluk Tuhan. 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan. yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan.antroplogi. juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling.