P. 1
BERFIKIR KRITIS

BERFIKIR KRITIS

|Views: 54|Likes:
Published by Ibrahim Muhamad

More info:

Published by: Ibrahim Muhamad on Mar 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

“BERFIKIR KRITIS” Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Etika Profesi Tahun Ajaran 2009 – 2010

Disusun Oleh : KELOMPOK 2 DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BANYUWANGI Jl. Letkol Istiqlal No. 40 Banyuwangi Telp. (0333)421610, Fax (0333)414070 BANYUWANGI, JUNI 2010 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam pendidikan sejak 1942. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal itu, telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick, 2000:1). Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli. Kember (1997) menyatakan bahwa kurangnya pemahaman pengajar tentang berpikir kritis menyebabkan adanya kecenderungan untuk tidak mengajarkan atau melakukan penilaian ketrampilan berpikir pada siswa. Seringkali pengajaran berpikir kritis diartikan sebagai problem solving, meskipun kemampuan memecahkan masalah merupakan sebagian dari kemampuan berpikir kritis (Pithers RT, Soden R., 2000). Review yang dilakukan dari 56 literatur tentang strategi pengajaran ketrampilan berpikir pada berbagai bidang studi pada siswa sekolah dasar dan menengah menyimpulkan bahwa beberapa strategi pengajaran seperti strategi pengajaran kelas dengan diskusi yang menggunakan pendekatan pengulangan, pengayaan terhadap materi, memberikan pertanyaan yang memerlukan jawaban pada tingkat berpikir yang lebih tinggi, memberikan waktu siswa berpikir sebelum memberikan jawaban dilaporkan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Dari sejumlah strategi tersebut, yang paling baik adalah mengkombinasikan berbagai strategi. Faktor yang menentukan keberhasilan program pengajaran ketrampilan berpikir adalah pelatihan untuk para pengajar. Pelatihan saja tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan ketrampilan berpikir jika penerapannya tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, tidak disertai dukungan administrasi yang memadai, serta program yang dijalankan tidak sesuai dengan populasi siswa (Cotton K., 1991).

Mengetahui definisi dari berfikir kritis 2. Mengetahui indikator dari berfikir kritis 4. Bagaimana indikator dari berfikir kritis? 4... Mahasiswa juga termotivasi untuk belajar (Abraham RR. et al.3 Tujuan 1. Mengetahui ciri-ciri dari berfikir kritis 3. Strategi pengajaran berpikir kriti s pada program sarjana kedokteran yang dilakukan di Melaka Manipal Medical College India adalah dengan memberikan penilaian menggunakan pertanyaan yang memerlukan ketrampilan berpikir pada level yang lebih tinggi dan belajar ilmu dasar menggunakan kasus klinik untuk mata kuliah yang sudah terintegrasi menggunakan blok yang berbasis pada sistem organ. Mengetahui tahapan dari berfikir kritis 5. Bagaiman tahapan dari berfikir kritis? 1.2 Rumusan masalah 1. Jawaban didiskusikan pada pertemuan berikutnya untuk meluruskan a danya kesalahan konsep dan memperjelas materi yang belum dipahami oleh mahasiswa. Apakah definisi dari berfikir kritis? 2. Merka juga melaporkan bahwa strategi pengajaran yang diarahkan melalui komputer (CAI) mempunyai hubungan positif terhadap perkembangan intelektual dan pencapaian prestasi.Penulis menilai strategi belajar kelas lebih sesuai pada pengajaran tingkat dasar dan menengah seperti hasil-hasil penelitian yang dilaporkan pada.1 Definisi . Bagaimana ciri-ciri dari berfikir kritis? 3. Mengetahui Aktifitas dalam berfikir kritis BAB II PEMBAHASAN 2. Pada pendidikan tingkat lanjut mahasiswa dipersiapkan untuk dapat belajar lebih mandiri sebagai modal yang diperlukan pada saat bekerja. Aktifitas apakah terdapat dalam berfikir kritis? 1. Setelah kuliah pendahuluan. Strategi tersebut dapat menjadi pilihan dalam pendidikan tinggi. sehingga mahasiswa dapat mengatur cara belajarnya secara mandiri. mahasiswa diberikan kasus klinik serta sejumlah pertanyaan yang harus dijawab beserta alasan sebagai penugasan. 2004) 1. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa pada program tersebut menunjukkan prestasi yang lebih baik dalam mengerjakan soal-soal hapalan maupun soal yang menuntut jawaban yang memerlukan telaah yang lebih dalam.

dan mengacu langsung kepada sasaran merupakan bentuk berpikir yang perlu dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah. bahwa berpikir kritis harus memenuhi karakteristik kegiatan berpikir yang meliputi : analisis. pemikiran. 3. terkontrol. 2. memberdayakan logika yang berdasarkan inkuiri dan pemecahan masalah yang menjadi dasar dalam menilai sebuah perbuatan atau pengambilan keputusan. jelas. dan penilaian. Ketertiban berpikir dalam berpikir kritis diungkapkan MCC General Education Iniatives. dan korektif terhadap diri sendiri. pertimbangan. dan mengevaluasi. dan komunikasi. berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional.Menurut Halpen (1996). dan konsekuensi yang logis. sintesis. Berpikir kritis merupakan salah satu proses berpikir tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam pembentukan sistem konseptual siswa. Berpikir kritis juga biasa disebut directed thinking. yang akan membimbing dalam menentukan sikap dan tindakan (Walker. mengenal permasalahan dan pemecahannya. 2. menyimpulkan. Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Angelo (1995: 6). implikasi. Proses tersebut dilalui setelah menentukan tujuan. Menurut Ennis (1985: 54). membuat sistesis. Berpikir kritis harus melalui beberapa tahapan untuk sampai kepada sebuah kesimpulan atau penilaian. Berpikir yang ditampilkan dalam berpikir kritis sangat tertib dan sistematis. disiplin. Semua kegiatan tersebut berdasarkan hasil observasi. berpikir kritis adalah cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan. Menurutnya. yang meliputi kegiatan menganalisis. Hal ini tentu saja membutuhkan kemampuan komunikasi efektif dan metode penyelesaian . Mampu membuat simpulan dan solusi yang akurat. mempertimbangkan. pengenalan masalah dan pemecahannya. Berpikir kritis juga merupakan kegiatan mengevaluasi-mempertimbangkan kesimpulan yang akan diambil manakala menentukan beberapa faktor pendukung untuk membuat keputusan. kesimpulan. berpikir kritis ialah sebuah proses yang menekankan kepada sikap penentuan keputusan yang sementara. Berkomunikasi secara efektif dalam menyelesaikan suatu masalah yang kompleks Berpikir kritis merupakan cara untuk membuat pribadi yang terarah. sebab berpikir langsung kepada fokus yang akan dituju. mengumpulkan berbagai kemungkinan. Pendapat senada dikemukakan Anggelo (1995: 6). mengaplikasikan. Dari dua pendapat tersebut. dan mengevaluasi. merumuskan kesimpulan. berpikir kritis adalah memberdayakan keterampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. kegiatan berpikir yang tinggi. 2001: 1). mensintesis.2 Ciri – ciri khas berfikir kreatif 1. Penekanan kepada proses dan tahapan berpikir dilontarkan pula oleh Scriven. pengalaman. menganalisis. dan relevan terhadap kondisi yang ada. berpikir kritis yaitu proses intelektual yang aktif dan penuh dengan keterampilan dalam membuat pengertian atau konsep. tampak adanya persamaan dalam hal sistematika berpikir yang ternyata berproses. dan membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. Berpikir terbuka dengan sistematis dan mempunyai asumsi.

Apalagi bila kita berada dalam sebuah tim . Mulailah dengan berpikir apa dan kenapa. Konsekuensi yang mungkin terjadi dari pilihan yang kita inginkan. manusia adalah subjek dalam kehidupan ini. Sebuah gagasan/ide harus menjawab beberapa hal sebagai berikut. Kriteria-kriteria di atas tentunya harus menggunakan elemen-elemen penyusun kerangka berpikir suatu gagasan atau ide. Asumsi yang digunakan dalam memunculkan gagasan/ide tersebut Dasar-dasar ini yang pada prinsifnya perlu dikembangkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis kita. kelengkapan informasi (information) dan bagaimana implikasi dari solusi yang kita kemukakan (implication). kita juga perlu memperhitungkan aspek alamiah yang terdapat dalam diri manusia karena hasil pemikiran kita tidak lepas dari hal-hal yang kita pikirkan. Kejelasan dari solusi permasalahan/pertanyaan. kejujuran (honesty). Selain itu. tingkat kepresisian (precision) relevansi (relevance). Tujuan dari sebuah gagasan/ide 1. 7. Interpretasi dan kesimpulan yang mungkin muncul. Sudut pandang dari gagasan/ide 3. Konsep pemikiran dari gagasan/ide tersebut 6. Beberapa kriteria yang dapat kita jadikan standar dalam proses berpikir kritis ini adalah kejelasan (clarity).Saat kita mulai untuk berpikir kritis. keluasan sudut pandang (breadth). lalu carilah arah yang tepat untuk jawaban dari pertanyaan tersebut. Mengevaluasi kembali hasil pemikiran kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Implikasi dan konsekuensi 7. ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan disini. Tujuan pertanyaan akan apa dan kenapa 6. 5. egosentris menjadi hal utama yang harus kita hindari. Informasi yang muncul dari gagasan/ide 4. 9. 5. 8. yaitu 4. Dalam proses berpikir. tingkat akurasi (accuracy). berpikir kritis adalah bagaimana menyeimbangkan aspek-aspek pemikiran yang ada di atas menjadi sesuatu yang sistemik dan mempunyai dasar atau nilai ilmiah yang kuat. Artinya manusia akan cenderung berpikir untuk dirinya sendiri atau disebut sebagai egosentris. Jadi. kedalaman berpikir (depth). logika berpikir yang digunakan (logic). 10. Informasi yang spesifik untuk menjawab pertanyaan diatas. Pertanyaan dari suatu masalah terhadap gagasan/ide 2. Kriteria standar yang ditetapkan untuk memenuhi jawaban atas pertanyaan. Sebagaimana fitrahnya.masalah serta komitmen untuk mengubah paradigma egosentris dan sosiosentris kita.

tidak bias. sangat terbuka. yang akan menentukan konstruksi makna. (2) membatasi permasalahan. mencari pandangan-pandangan lain yang berbeda. Untuk sampai ke arah sana maka harus menemukan sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai. Apabila kita akan menerapkan standarisasi maka haruslah berdasarkan kepada relevansi. Argumen (argument) Argumen adalah pernyataan atau proposisi yang dilandasi oleh data-data. Keterampilan berpikir kritis akan meliputi kegiatan pengenalan. respek terhadap berbagai data dan pendapat. teliti. dijelaskan Beyer (1995: 12-15) secara lengkap dalam buku Critical Thinking. (7) mempertimbangkan berbagai interpretasi. bebas dari logika yang keliru. dan (8) mentoleransi ambiguitas. namun akan mempunyai kriteria yang berbeda. penilaian. e. namun juga sebagai pemecah masalah yang ada di lingkungan 2. Seseorang yang berpikir dengan kritis akan memandang sebuah fenomena dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Egosentris akan membuat pemikiran kita menjadi tertutup sehingga sulit mendapatkan inovasi-inovasi baru yang dapat hadir. . Karakteristik lain yang berhubungan dengan berpikir kritis. yakni meliputi: (1) kegiatan merumuskan pertanyaan. d. berlandaskan sumber yang kredibel. (3) menguji data-data. Semakin sering kita berlatih berpikir kritis secara ilmiah. logika yang konsisten. dan pertimbangan yang matang. (5) menghindari pertimbangan yang sangat emosional. Bukan menjadi solusi. Meskipun sebuah argumen dapat disusun dari beberapa sumber pelajaran. b.3 Indikator berfikir kritis Wade (1995) mengidentifikasi delapan karakteristik berpikir kritis. Sudut pandang (point of view) Sudut pandang adalah cara memandang atau menafsirkan dunia ini. dan menyusun argumen. Pertimbangan atau pemikiran (reasoning) Yaitu kemampuan untuk merangkum kesimpulan dari satu atau beberapa premis. maka kita akan semakin berkembang menjadi tidak hanya sebagai pemikir kritis yang ulung. menghargai sebuah kejujuran. Pada akhirnya. c. respek terhadap kejelasan dan ketelitian. Kriteria (criteria) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria atau patokan. (4) menganalisis berbagai pendapat dan bias. keakuratan fakta-fakta. Watak (dispositions) Seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis. tetapi hanya menjadi penambah masalah. sikap egosentris ini akan membawa manusia ke dalam komunitas individualistis yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Prosesnya akan meliputi kegiatan menguji hubungan antara beberapa pernyataan atau data.yang membutuhkan kerjasama yang baik. (6) menghindari penyederhanaan berlebihan. yaitu: a. dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik.

Selanjutnya. yang terdiri atas mengidentifikasi istilah-istilah dan definisi pertimbangan dan juga dimensi.f. yang terdiri atas mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak dan mengamati serta mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi. Penilaku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Kata-kata operasional yang mengindikasikan keterampilan berpikir analitis. c). Keterampilan Mensintesis . meninduksi atau mempertimbangkan hasil induksi. Prosedur tersebut akan meliputi merumuskan permasalahan. Memberikan penjelasan lanjut. menggambarkan. Menurut beberapa definisi yang diungkapkan terdahulu. dsb. 1987: 44). 2. menganalisis pertanyaan dan bertanya. mengidentifikasi. Memberikan penjelasan sederhana. menghendaki agar pembaca mengindentifikasi langkah-langkah logis yang digunakan dalam proses berpikir hingga sampai pada sudut kesimpulan (Harjasujana. Ennis (1985: 55-56). dan membuat serta menentukan nilai pertimbangan. b). yang dikelompokkannya dalam lima besar aktivitas sebagai berikut: a). mengidentifikasi 12 indikator berpikir kritis. Pertanyaan analisis. Angelo mengidentifikaasi lima perilaku yang sistematis dalam berpikir kritis. serta mengidentifikasi asumsi. menghubungkan. dan mengidentifikasi perkiraan-perkiraan. Keterampilan Menganalisis Keterampilan menganalisis merupakan suatu keterampilan menguraikan sebuah struktur ke dalam komponen-komponen agar mengetahui pengorganisasian struktur tersebut . memerinci. terdapat beberapa kegiatan atau perilaku yang mengindikasikan bahwa perilaku tersebut merupakan kegiatan-kegiatan dalam berpikir kritis. Membangun keterampilan dasar. d). yang berisi: memfokuskan pertanyaan. Prosedur penerapan kriteria (procedures for applying criteria) Prosedur penerapan berpikir kritis sangat kompleks dan prosedural. diantaranya: menguraikan. Menyimpulkan. e). Penemuan indikator keterampilan berpikir kritis dapat diungkapkan melalui aspek-aspek perilaku yang diungkapkan dalam definisi berpikir kritis. yang terdiri atas kegiatan mendeduksi atau mempertimbangkan hasil deduksi.4 Tahapan Berpikir Kritis a. b. menentukan keputusan yang akan diambil. yang terdiri atas menentukan tindakan dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam keterampilan tersebut tujuan pokoknya adalah memahami sebuah konsep global dengan cara menguraikan atau merinci globalitas tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan terperinci. Indikator-indikator tersebut dalam prakteknya dapat bersatu padu membentuk sebuah kegiatan atau terpisah-pisah hanya beberapa indikator saja. serta menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan atau pernyataan. membuat diagram. Mengatur strategi dan teknik.

Dalam taksonomi belajar. 2001:15). sehingga dapat menciptakan ide-ide baru yang tidak dinyatakan secara eksplisit di dalam bacaannya. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan ialah kegiatan akal pikiran manusia berdasarkan pengertian/pengetahuan (kebenaran) yang dimilikinya. kesimpulan merupakan sebuah proses berpikir yang memberdayakan pengetahuannya sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah pemikiran atau pengetahuan yang baru. atau situasi-situasi tertentu. Universal inlellectual standars adalah standardisasi yang harus diaplikasikan dalam berpikir yang digunakan untuk mengecek kualitas pemikiran dalam merumuskan permasalahan. Keterampilan ini menuntut pembaca untuk memahami bacaan dengan kritis sehinga setelah kegiatan membaca selesai siswa mampu menangkap beberapa pikiran pokok bacaan. e. Pertanyaan sintesis ini memberi kesempatan untuk berpikir bebas terkontrol (Harjasujana. Keterampilan Mengevaluasi atau Menilai Keterampilan ini menuntut pemikiran yang matang dalam menentukan nilai sesuatu dengan berbagai kriteria yang ada. bahwa pengukuran keterampilan berpikir kritis dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan: “Sejauh manakah siswa mampu menerapkan standar intelektual dalam kegiatan berpikirnya”. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami bahwa keterampilan ini menuntut pembaca untuk mampu menguraikan dan memahami berbagai aspek secara bertahap agar sampai kepada suatu formula baru yaitu sebuah simpulan. 1988: 68). . 1987: 44). dapat menempuh dua cara. sehingga mampu mempola sebuah konsep. isu-isu. Keterampilan Mengenal dan Memecahkan Masalah Keterampilan ini merupakan keterampilan aplikatif konsep kepada beberapa pengertian baru. d. 1987: 44). Keterampilan menilai menghendaki pembaca agar memberikan penilaian tentang nilai yang diukur dengan menggunakan standar tertentu (Harjasujana. Tujuan keterampilan ini bertujuan agar pembaca mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep ke dalam permasalahan atau ruang lingkup baru (Walker. Pernyataan ini diperkuat oleh pendapat Paul (2000: 1) dan Scriven (2000: 1) yang menyatakan. Jadi. 2001: 1). Keterampilan mensintesis adalah keterampilan menggabungkan bagian-bagian menjadi sebuah bentukan atau susunan yang baru. Pada tahap ini siswa ituntut agar ia mampu mensinergikan aspek-aspek kognitif lainnya dalam menilai sebuah fakta atau konsep. keterampilan mengevaluasi merupakan tahap berpikir kognitif yang paling tinggi.Keterampilan mensintesis merupakan keterampilan yang berlawanan dengan keteramplian menganallsis. Pengukuran indikator-indikator yang dikemukan oleh beberapa ahli di atas dapat dilakukan dengan menggunakan universal intellectual standars. Pertanyaan sintesis menuntut pembaca untuk menyatupadukan semua informasi yang diperoleh dari materi bacaannya. menurut Bloom. c. dapat beranjak mencapai pengertian/pengetahuan (kebenaran) yang baru yang lain (Salam. Proses pemikiran manusia itu sendiri. Berpikir kritis harus selalu mengacu dan berdasar kepada standar tersebut (Eider dan Paul. yaitu : deduksi dan induksi.

Accuracy (keakuratan. seperti dalam penyataan berikut. pertanyaan itu harus diubah menjadi. kesaksamaan) Ketelitian atau kesaksamaan sebuah pernyataan dapat ditelusuri melalui pertanyaan: “Apakah pernyataan itu kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan?”. “Bagaimana hal yang diungkapkan itu menunjang permasalahan?”. “Apa yang harus dikerjakan oleh pendidik untuk memastikan bahwa siswanya benar-benar telah mempelajari berbagai keterampilan dan kemampuan untuk membantu berbagai hal agar mereka berhasil dalam pekerjaannya dan mampu membuat keputusan dalam kehidupan sehari-hari?”. “Berikanlah ilustrasi dan contohcontoh!”. e. maka kita harus memahami betul apa yang dipikirkan dalam masalah itu. Clarity (Kejelasan) Kejelasan merujuk kepada pertanyaan: “Dapatkah permasalahan yang rumit dirinci sampai tuntas?”. sebab kita tidak memahami pernyataan tersebut. Relevance (relevansi. Apakah permasalahan dalam pertanyaan diuraikan sedemikian rupa? Apakah telah . Contoh. Agar menjadi jelas. keterkaitan) Relevansi bermakna bahwa pernyataan atau jawaban yang dikemukakan berhubungan dengan pertanyaan yang diajukan. a. Contohnya: siswa sering berpikir. Penelusuran keterkaitan dapat diungkap dengan mengajukan pertanyaan berikut: “Bagaimana menghubungkan pernyataan atau respon dengan pertanyaan?”. ketelitian. tetapi tidak relevan dengan permasalahan. “Bagaimana menemukan kebenaran tersebut?” Pernyataan dapat saja jelas. maka kita tidak akan dapat berbicara apapun. Kejelasan merupakan pondasi standardisasi. usaha tidak relevan dengan ketepatan mereka dalam meningkatkan kemampuannya. Bagaimana pun usaha tidak dapat mengukur kualitas belajar siswa dan kapan hal tersebut terjadi. Pertanyaan ini dapat dijadikan panduan untuk mengecek ketepatan sebuah pernyataan. “Bagaimana cara mengecek kebenarannya?”. b. apakah satu pon atau 500 pon!) d. dan tepat. c. pertanyaan berikut tidak jelas: “Apa yang harus dikerjakan pendidik dalam sistem pendidikan di Indonesia?” Agar pertanyaan itu menjadi jelas. “Apakah pernyataan itu telah cukup spesifik?”. “Pada umumnya anjing berbobot lebih dari 300 pon”. teliti. Apabila terdapat pernyataan yang demikian. kita tidak dapat membedakan apakah sesuatu itu akurat atau relevan. usaha apa yang harus dilakukan dalam belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Precision (ketepatan) Ketepatan mengacu kepada perincian data-data pendukung yang sangat mendetail.Berikut ini akan dijelaskan aspek-aspek tersebut. Permasalahan dapat saja jelas. Jika pernyataan tidak jelas. Depth (kedalaman) Makna kedalaman diartikan sebagai jawaban yang dirumuskan tertuju kepada pertanyaan dengan kompleks. tetapi tidak akurat. tetapi tidak tepat. misalnya “Aming sangat berat” (kita tidak mengetahui berapa berat Aming. Sebuah pernyataan dapat saja mempunyai kejelasan dan ketelitian. “Apakah pernyataan yang diungkapkan sudah sangat terurai?”. “Dapatkah dijelaskan permasalahan itu dengan cara yang lain?”.

relevan. Memilih contoh yang terbaik untuk lebih dapat menjelaskan makna dari . Mencari dimana keberadaan bukti terbaik bagi subyek yang didiskusikan 2. Misalnya terdapat ungkapan.dihubungkan dengan faktor-faktor yang signifikan terhadap pemecahan masalah? Sebuah pernyatan dapat saja memenuhi persyaratan kejelasan. ketelitian. ketepatan. relevansi. relevansi. akurat. Ketika kita berpikir dengan berbagai kombinasi. Memperhatikan detil secara menyeluruh 2. maka hal tersebut tidak logis 2. bagaimana kedua hal tersebut benar adanya? Ketika kita berpikir. “Katakan tidak”. Menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti yang telah ditentukan 4.Breadth (keluasaan) Keluasan sebuah pernyataan dapat ditelusuri dengan pertanyaan berikut ini. Pernyataan tersebut cukup jelas. kita akan dibawa kepada bermacam-macam pemikiran satu sama lain. tetapi tidak cukup luas. Apakah pernyataan itu telah ditinjau dari berbagai sudut pandang?.. Seperti apakah pernyataan tersebut menurut… Pernyataan yang diungkapkan dapat memenuhi persyaratan kejelasan. dll 3. Identifikasi kecenderungan dan pola. Memilih solusi-solusi yang lebih disukai secara obyektif 6. f. Apakah memerlukan tinjauan atau teori lain dalam merespon pernyataan yang dirumuskan?. Apakah pernyataan yang diungkapkan mempunyai tindak lanjutnya? Bagaimana tindak lanjutnya? Sebelum apa yang dikatakan dan sesudahnya. berpikir kritis dapat berarti: 1. kedalaman. identifikasi kesamaan dan ketidaksamaan. ketelitian. Menurut pandangan. Mengevaluasi kekuatan bukti untuk mendukung argumen-argumen yang berbeda 3. Logic (logika) Logika bertemali dengan hal-hal berikut: Apakah pengertian telah disusun dengan konsep yang benar?. sebab ungkapan tersebut dapat ditafsirkan dengan bermacam-macam. satu sama lain saling menunjang dan mendukung perumusan pernyataan dengan benar.5 Aktifitas dalam berfikir kritis 1.. Melihat informasi yang didapat dari berbagai sudut pandang 5. Seperti halnya kita mengajukan sebuah pendapat atau argumen menurut pandangan seseorang tetapi hanya menyinggung salah satu saja dalam pertanyaan yang diajukan. tetapi sangat dangkal. maka kita berpikir logis. Mengulangi pengamatan untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan 4. g. seperti memetakan informasi. Mempertimbangkan dampak dan konsekuensi jangka panjang dari solusi yang dipilih Bagi siswa. tepat. Ketika berpikir dengan berbagai kombinasi dan satu sama lain tidak saling mendukung atau bertolak belakang. Membangun penalaran yang dapat mengarahkan pendengar ke simpulan yang telah ditetapkan berdasarkan pada bukti-bukti yang mendukungnya 5. ketepatan. Ungkapan tersebut biasa digunakan para remaja dalam rangka penolakan terhadap obat-obatan terlarang (narkoba). tetapi jawaban sangat dangkal (kebalikan dari dalam).

argumen yang akan disampaikan 6. analisis. Oleh sebab itu kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam pemecahan masalah / pencarian solusi. maka kita akan semakin dapat mengatasi masalah-masalah/proyek komplek dan dengan hasil yang memuaskan 3. seperti pengamatan (observasi). mengkategorikan. dan menilai/memutuskan. Semakin baik pengembangan kemampuan-kemampuan ini. dan membantu dalam menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya dengan lebih akurat. penalaran. dan persuasi. Dan menyediakan bukti-bukti untuk mengilustrasikan argumen tersebut BAB III PENUTUP 3. Kemampuan dalam berpikir kritis memberikan arahan yang tepat dalam berpikir dan bekerja. kami sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun pada pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi .1 Kesimpulan Berpikir kritis adalah suatu aktifitas kognitif yang berkaitab dengan penggunaan nalar.2 Kritik & Saran Kami merasa pada makalah ini kami banyak kekurangan. penilaian. pengambilan keputusan. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental. dan pengelolaan proyek. seleksi. karena kurangnya referensidan pengetahuan pada saat pembuatan makalah ini. Pengembangan kemampuan berpikir kritis merupakan integrasi beberapa bagian pengembangan kemampuan. seperti memperhatikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->