NAHDLATUL ULAMA (NU) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN

PENDAHULUAN

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang eksistensinya memainkan peran penting bagi kehidupan bangsa. NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ikut bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam membangun cita-cita bangsa. Hal tidak ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jama‟ah NU, tetapi lebih besar dari itu bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa.

Sesuai khittah An-Nahdliyyah 1926, NU bertujuan : ikut membangun, mengembangkan insan dan masyarakat Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, adil, berakhlak mulia, tenteram dan sejahtera.1 Disamping itu, NU juga telah merumuskan konsep mabadi‟ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik) yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bertumpu pada ash-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab) sehingga tata laku masyarakat dilandasai oleh moralitas yang agung, bukan nafsu serakah menumpuk kekayaan dan kepentingan ego pribadi.2

NU juga merumuskan dasar-dasar keagamaan yang menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan : Sikap tawasuth dan i‟tidal. Sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah kehidupan bersama.

1

Kiprah PB NU 2000-2001 Analisa dan Evaluasi Pemberitaan tentang KH. Hasyim

Muzadi Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Nahdlatul Ulama, Dinamika Ideologi Dan Politik Kenegaraan, (Jakarta : Gramedia, 2010), h.x
2

1

Sikap tasamuh. Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu‟ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap tawazun. Sikap seimbang dalam berkhidmat. Menyerasikan khidmat kepada Allah, khidmat kepada sesama manusia, serta pada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Sikap amar ma‟ruf nahi munkar. Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama serta menolak dan mencegah semua hal yang dapt menjerumuskan , merendahkan nilainilai kehidupan.3 Dengan rumusan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran dan moderat, bukan dengan kekerasan. Dalam kaitan dengan suasana hidup yang toleran dan moderat ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain negara Indonesia. Tak berlebihan jika NU terus menerus melestarikan negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang paling ideal bagi bangsa Indonesia.4

Lebih jauh, bagaimana dinamika NU dalam mengiringi perjalanan sejarah bangsa dan siapa saja tokoh-tokoh NU yang berpengaruh, bagaimana gagasan dan gerakannya dapat kita lihat dalam paparan berikut ini.

DINAMIKA NU Sejarah Lahirnya NU
Nur Khalik Ridwan,NU &Bangsa 1914-2010 Pergulatan Politik & Kekuasaan, (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2010), h. 463 4 Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Op.cit., h.xi
3

2

Sejarah formal NU dimulai sejak ia didirikan 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy‟ari bersama beberapa ulama sepaham seperti KH Wahab Hasbullah serta beberapa ulama pesantren lain. Namun berdirinya jam‟iyah ini sesungguhnya hanyalah pelembagaan tradisi keagamaan yang telah lama mengakar.5

Jauh sebelum lahir sebagai organisasi, NU telah ada dalam bentuk komunitas (jamaah) yang diikat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter Ahlussunnah wal jamaah. Wujudnya sebagai organisasi tak lain adalah “penegasan formal dari mekanisme informal para ulama sepaham.” Arti penting dibentuknya organisasi ini tidak lepas dari konteks waktu itu, terutama berkaitan dengan upaya menjaga eksistensi jamaah tradisional berhadapan dengan arus paham pembaharuan Islam.

Masuknya paham pembaharuan ke Indonesia diawali oleh semakin banyaknya umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, sejak dibukanya Terusan Suez (1869). Bersamaan dengan itu, di Timur Tengah sedang merebak ajaran pembaharuan dan purifikasi ajaran Islam, seperti gerakan pembaharuan Muhammad Abdul Wahab yang kemudian dikenal sebagai Wahabiyah, maupun pemikiran Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani yang dilanjutkan Muhammad Abduh. Tak pelak, kontak pemikiran intensif antara para jamaah haji Indonesia dengan paham pembaharuan ini berlangsung. Ketika kembali ke tanah air, para haji membawa pemikiran itu untuk memurnikan ajaran Islam dari unsur-unsur yang dianggap berasal dari tradisi di luar Islam.

Tak semua kalangan menerima paham pembaharuan itu secara bulat-bulat. Sekelompok ulama pesantren, menilai bahwa penegakan ajaran Islam secara murni tidak selalu berimplikasi perombakan total terhadap tradisi lokal. Tradisi ini bisa saja diselaraskan dengan ajaran Islam secara luwes. Kalangan yang dikenal sebagai kelompok ulama tradisional ini mengamati upaya purifikasi ajaran Islam itu dengan cemas. Sebab tak mustahil jika hal itu dilakukan secara frontal dan radikal akan mengguncang masyarakat. Perkembangan inilah yang dinilai sebagai ancaman terhadap kelestarian paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mereka anut.

5

Kacung Marijan, Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926, (Jakarta : Erlangga,

1992), h.1

3

Karena itu, mereka berupaya membuat pengimbang bagi arus gerakan pembaharuan itu, dan dalam alur inilah, antara lain, NU terbentuk.

Arti penting lain pembentukan NU adalah berkaitan dengan upaya pemupukan semangat nasionalisme di tengah iklim kolonialisme saat itu. Sulit dibantah bahwa perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Beslanda tidak hanya membawa wacana politik tapi juga keagamaan. Dalam wacana keagamaan itulah peran kepemimpinan ulama menjadi penting (sebut saja Perang Diponegoro 1825-1830, Perang Paderi 1321-1837, perlawanan rakyat Aceh 1872-1912). Ketika pada abad XX nada perlawanan terhadap penjajah bergeser dari perjuangan bersenjata menjadi pergerakan nasional, para ulama tidak mau ketinggalan. Sepuluh tahun sebelum berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) yang berusaha menumbuhkan rasa nasionalisme melalui pendidikan. Organisasi ini adalah langkah kongkret dari forum diskusi Taswirul Afkar (konsepsi pemikiran) yang sebenarnya merupakan antisipasi Wahab Hasbullah menghadapi ekses gerakan pembaharuan yang menjadi ancaman bagi eksistensi tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam perkembangannya, Nahdlatul Wathanlah sebenarnya dapur pemikiran lahirnya NU.6

Perluasan NU di Zaman Awal (1926-1937) NU dimasa-masa awal, dicerminkan dari kongres-kongres yang diadakan diberbagai daerah, dimaksudkan untuk menghimpun sebanyak-banyaknya ulama dan dukungan umat Islamuntuk bergabung dengan NU. Pada tahun 1930, Cabang pertama yang didirikan di luar Jawa adalah di Pulau Kalimantan.

Pada masa-masa awal , kongres NU terlaksana merupakan hal yang luar biasa, karena dimana-mana terjadi perang dan penjajahan. Berbagai pemberontakan daerah dilakukan untuk mengusir penjajah, juga mengakibatkan banyak keterlibatan kyai dalam pemberontakan-pemberontakan itu. Keputusan-keputusan kongres disamping soal agama, juga menyangkut soal masyarakat.

Meningkatknya Kesadaran Politik: 1934-1952
A. Gaffar Karim, Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar bekerjasama dengan LkiS, 1995), h.48
6

4

MIAI menyentuh wilayah perjuangan politik.51 Ibid.7 Langkah konkret dari tumbuhnya orientasi politik itu adalah bergabungnya NU ke dalam Majlisul Islam A‟la Indonesia (MIAI) pada 1939. orientasi politik dalam diri NU masih bersifat laten. Salah satunya ditunjukkan ketika MIAI menyetujui rencana GAPI (Gabungan Politik Indonesia) agar Indonesia berparlemen. Muktamar NU XV (1940) di Surabaya menjadi ajang penegasan tuntutan-tuntutan yang dilontarkan MIAI. h. meskipun awalnya dimaksudkan untuk federasi kerjasama di luar bidang politik. namun mereka hadir atas nama pribadi. Sekalipun dua dari empat tokoh pendiri MIAI berasal dari NU. Lahan politik menjadi garapan kalangan nasionalis dan kalangan Islam modernis yang berada di SI. Baru dua tahun kemudian NU turut bergabung di dalamnya.16 Tak satupun tuntutan-tuntutan yang diajukan itu terpenuhi.Selama beberapa waktu.53 5 . mencabut Guru Ordonantie 1925 yang dianggap merugikan umat Islam. dengan 10 suara untuk Sukarno dan satu suara untuk Hatta. dihasilkan keputusan dua orang calon presiden: Sukarno dan Mohammad Hatta. Dalam perkembangannya.8 7 8 Ibid. termasuk tuntutan Indonesia berparlemen. termasuk hal yang menyangkut siapa yang menjadi kepala negara di negara Indonesia merdeka nanti. MIAI dibentuk pada 1937 atas dasar keinginan untuk memperkuat tali persatuan umat Islam Indonesia. Dalam sebuah rapat tertutup yang dihadiri oleh 17 orang tokoh NU. h. Hal-hal lain yang juga dituntut oleh NU antara lain adalah dilakukannya perbaikan-perbaikan seperti diberikannya pertolongan terhadap jemaah haji Indonesia yang terperangkap di Mekkah akibat perang Belanda-Jerman. dalam pengertian bahwa NU tidak terlibat dalam gerakan politik praktis... Pola interaksi yang dialami dalam MIAI membawa pengaruh besar terhadap NU.

Kalangan NU pada umumnya memandang bahwa saham mereka dalam pejuangan fisik mempertahankan kemerdekaan disumbangkan melalui kedua milisi itu. Umat Islam yang semula menaruh harapan pada “saudara tua” yang membebaskan mereka dari kekuasaan “kafir” Belanda itu segera menemukan kekecewaan yang dalam.Ketika pendudukan Jepang dua tahun kemudian membuat persoalan-persoalan itu tidak relevan lagi. sehingga mereka perlu memperlakukan dengan baik. Keuntungan ini kalau boleh disebut demikian– dimungkinkan setidaknya oleh dua hal. Seperti Yang tampak dalam pengangkatan Rais Akbar NU. peran NU tersalur melalui Masyumi. sebagai Kepala Shumubu (menyusul Husein Djajadiningat yang menggantikan Horrie) serta sebagai Ketua Umum pengurus Masyumi yang pertama. tersubordinasi di dalamnya. Volksraad sama sekali menolak. yang dibentuk beberapa bulan setelah proklamasi. Sementara di panggung perjuangan politik. sebagaimana Belanda. Berbeda dengan sikapnya terhadap Belanda. Berkaitan dengan politik jepang untuk menggalang semua kekuatan anti Belanda ke pihaknya. dan setiap kegiatan politik dilarang sama sekali. Pertama sikap NU kepada Jepang cenderung lunak. sementara untuk badan serupa di Jaman Helanda. Maka dibentuklah Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tahun 1943 di mana NU. serta memenuhi keinginan secara baik pula terhadap umat Islam khususnya yang berbasis di pedesaan. pada awal kemerdekaan turut menjadi kompartemen TNI. terutama terhadap pendidikan Islam. Pada masa ini NU sebenarnya memperoleh beberapa konsesi. Suatu manfaat lain yang bisa diperoleh NU dengan siasat sikap lunaknya kepada Jepang adalah berupa pelatihan ketrampilan militer bagi para santri dan kyai di pesantren. sehingga NU dimungkinkan untuk memainkan peran yang cukup berarti. yang kemudian melahirkan milisi-milisi revolusioner Hizbullah dan Sabilillah. KH Hasyim Asy‟ari. dan karena itu mereka tetap mengawasi secara ketat organisasi-organisasi Islam. Hadratus Syeikh. Tindakan selanjutnya adalah mengupayakan terbentuknya sebuah organisasi federasi Islam yang antara lain ditujukan untuk menggantikan MIAI yang berkesan anti-kolonial. Regim kolonial baru ini segera tampak jauh lebih represif daripada regim sebelumnya: semua organisasi politik dibekukan. maka terhadap Jepang NU bersikap lebih kooperatif NU bersedia duduk dalam Chou Sangiin. sebagaimana dalam MIAI. NU mau tak mau adalah kuncinya. Lebih lagi karena ternyata bagi Jepang. terpisahnya Islam dari politik adalah salah satu bagian dari rencana umumnya. Yang disebut terakhir ini adalah sebuah partai politik resmi yang berbeda dan terlepas sama sekali dari organisasi 6 . Kedua milisi ini.

kursi Menteri Agama adalah bagian mereka. Masyumi mengajukan nama Fakih Usman (Muhammadiyah) kepada formatur kabinet untuk jabatan itu. Sumber lain adalah berkaitan dengan jabatan Menteri Agama dalam Kabinet Wilopo. Sementara pimpinan partai.55 7 . Tokoh-tokoh NU muda seperti Idham Chalid. yang juga memutuskan bahwa Masyumi adalah satu-satunya partai politik bagi umat islam di Indonesia. Namun karena pertimbangan-pertimbangan lain. NU menilai dirinya sebagai cermin dari mayoritas umat Islam Indonesia.9 Aktualisasi Peran Politik : 1952-1984 Struktur pimpinan pusat Masyumi terdiri dari pimpinan partai (yang melaksanakan tugas eksekutif sehari-hari) dan Majelis Syuro (semacam dewan pertimbangan dan pemberi fatwa). Ketua Umum PB NU waktu itu. Sebab di samping sudah demikian adanya sejak awal kemerdekaan. Partai Masyumi terbentuk sebagai buah dari keputusan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta (7-8 Nopember 1945).dengan nama yang sama di jaman Jepang. NU bersama Muhammadiyah. yang sangat dominan. Saifuddin Zuhri. Sebab-sebab itulah yang umumnya dipandang sebagai faktor pendorong keluarya NU dari Masyumi. memandang bahwa organisasi yang dipimpinnya telah semakin condong ke dalam percaturan politik. adalah organisasi-organisasi pertama memasuki Masyumi. perserikatan umat Islam dan Persatuan umat Islam. Syaichu dan lain-lainnya semakin memerlukan 9 Ibid. yaitu dinamika internal NU sendiri. Secara tradisional posisi penting dalam majelis Syuro dipegang oleh tokoh ulama NU. Dalam klaim NU. diisi oleh kalangan pembaharu yang biasanya para intelektual. h. KH Wahid Hasyim. kecuali dalam hal tujuan moralnya. Pimpinan Partai dalam garis besar tindakan partai). Suasana hubungan antara keduanya sangat kondusif bagi munculnya konflik. Sebenarnya struktur kepemimpinan semacam ini lebih banyak menimbulkan persoalan dari pada menguntungkan. Tapi Zamakhsyari Dhofier melihat suatu penyebab lain yang lebih menentukan.. di mana akhinya Majelis Syuro terus-menerus digiring ke arah peran yang semakin tidak berarti menjadi “dewan penasehat” yang seringkali tidak begitu diindahkan Di sinilah bersumber kekecewaan NU terhadap Masyumi.

seruan Suharto itu memperoleh tanggapan positif. 8 . Salah satu bentuk upaya ini adalah tindakan restruktunsasi partai politik –kiat manajemen konfllik yang sebenarnya diwarisi dari regim sebelumnya dengan berbeda pola pelaksanaannya. NU dengan perolehan suara sebesar 6. Maka pada bulan berikutnya terbentuklah pengelompokan dimaksud.4 % dari keseluruhan suara yang masuk) dan 45 kursi di parlemen. Murba. Perubahan NU menjadi parpol membawa umat Islam Indonesia kedalam dikotomi kepemimpinan politik : kepemimpinan politik kaum modernis di Masyumi. maka regim Orde Baru sangat intens menciptakan semua pra kondisi yang diperlukan untuk pemantapan stabilitas itu. dan setingkat di atas PKI. serta mengeliminasi. Mengingat NU adalah partai yang relatif baru. menempatkan diri pada posisi ketiga setelah PNI dan Masyumi. Lebih jauh lagi. dan selanjutnya mempermudah sistem administrasi seperti penyusunan fraksi di DPR kelak. Berfusi dalam Partai Persatuan Pembangunan Ketika stabilitas politik diterima sebagai prasyarat pembangunan ekonomi. setidaknya meminimalkan semua kemungkinan ke arah sebaliknya. sehingga persiapan untuk menghadapi pemilu boleh dikatakan kurang jika dibandingkan dengan partaipartai lain. dan kepemimpinan politik kyai (ulama) tradisional di NU. maka perolehan suara NU yang menempatkannya pada posisi ketiga di atas sungguh di luar dugaan. Tujuannya adalah untuk mempermudah kampanye pemilu. Proses kearah penyederhanaan partai ini pada dasarnya sudah dimulai sejak awal 1970. menyampaikan saran tentang pengelompokan partai-partai. IPKI. Parkindo dan Partai Katolik bergabung dengan kelompok nasionalis. PNI. Di sini. bukan untuk melenyapkan partai-partai itu sendiri.ruang gerak yang cukup luas dalam arena politik.955. sebelum pemilu pertama dilaksanakan. hal itu juga membawa perubahan dalam perimbangan kekuatan politik Indonesia saat itu. Pada Pebruari 1970. di depan para pimpinan ke-9 parpol dan Golkar Presiden Suharto.141 (18. Hasil-hasil Pemilu 1955 menggambarkan dengan jelas tentang perimbangan kekuatan baru itu. Dan hal itu akan dapat terbuka dengan lebih leluasa setelah NU dapat berdiri sebagai partai politik. Setelah melalui tahap dialog antara pemerintah dan partai-partai.

mereka lebih memilih kelompok nasionalis. Sekalipun anggota PPP hanya sedikit di DPR (94 dari 460 orang anggota). sebelum hal itu dipaksakan oleh UU Parpol dan Golkar. Alasan utama penolakan itu adalah karena secara prinsipil RUU itu bertentangan dengan ajaran Islam. dan yang kedua disebut Kelompok Persatuan Pembangunan. 1 Tahun 1974. Struktur kepemimpinan PPP diusahakan agar dapat menampung semua partai pendukung secara proporsional. Dengan demikian. seperti tercermin jelas dalam respons penolakan atas RUU Perkawinan 1974. sebab partai-partai Islam pada mulanya berbeda pendapat tentang fusi itu : Parmusi dan Perti sejak semula mendukung gagasan fusi. seperti yang tampak dari diborongnya posisi penting dalam kepengurusan pusat PPP oleh NU. Parmusi. sehingga badan ini memiliki lima fraksi: Fraksi Persatuan Pembangunan. Pengelompokan ini selanjutnya menjadi dasar penyusunan fraksi di DPR. PSII dan Perti membentuk kelompok spiritual. dominasi NU dalam partai ini terasa dominan pada awalnya. Semakin jelas bahwa penyederhanaan partai sulit ditolak oleh kalangan partai. Tak heran jika pada awal berdirinya pikiran-pikiran NU banyak mewarnai keputusan-keputusan PPP terutama bila berhadapan dengan kebijaksanaan pemerintah. namun mereka dapat memaksakan revisi yang cukup mendasar sebelum RUU itu disahkan menjadi UU No. namun tidak demikian halnya NU dan PSII. sementara untuk membentuk kelompok tersendiri kurang dimungkinkan. 9 . Sebenarnya Parkindo dan Partai Katolik dapat bergabung dalam kelompok spiritual. Fraksi Demokrasi Pembangunan atau Demokrasi Indonesia.Sedang NU. maka pada 5 Januari 1973 keempat partai Islam itu berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan. Langkah ke arah fusi itu bukannya tanpa hambatan. Tapi karena alasan perbedaan agama. ditandai dengan penandatanganan sebuah deklarasi di Jakarta. Maka Kelompok Persatuan Pembangunan yang berbentuk konfiderasi terus menerus mengadakan pendekatan intensif dalam rangka mendahului realisasi fusi. Kemenangan Gemilang Golkar dalam Pemilu 1971 di sisi lain juga semakin memudahkan „penguasaan‟ pemerintah terhadap DPR. pemilu berikutnya hanya akan diikuti oleh dua parpol dan Golkar. Pemerintah kemudian mengusulkan RUU Kepartaian. Kelompok pertama disebut Kelompok Demokrasi Pembangunan. Dalam rancangan itu disebutkan bahwa hanya tiga partai politik yang akan diakui di Indonesia. Namun ketika semakin pasti bahwa fusi partai tidak mungkin ditolak. Fraksi Karya Pembangunan. Itulah sebabnya. agaknya dengan mempertimbangkan perimbangan kekuatan dalam Pemilu 1971. dan Fraksi ABRI. Dalam hal ini PPP tampak begitu kompak.

Di sini perbedaan muncul. maka dipilih cara voting. berkisar dalam masalah distribusi kekuasaan. sebagaimana terhadap Masyumi dulu. RUU ini memperoleh tentangan keras dari FPP dan FDI.67 Namun PPP tampak mulai kurang utuh setelah Pemilu 1977. 15 Tahun 1969 di DPR. NU tetap bersikukuh menolaknya. Keretakan di FPP mulai muncul ketika mereka harus membahas Rantap MPR tentang P-4 dan dimasukkannya aliran kepercayaan dalam GBHN. Hanya saja pada waktu yang nyaris bersamaan mulai muncul bibit kekecewaan NU terhadap PPP yang.Sukses itu dimungkinkan karena kekompakan elit PPP. Retak kedua muncul dalam pembahasan RUU tentang perubahan UU Pemilu No. Sekalipun secara esensial semua unsur di FPP menolak dimasukkannya P-4 sebagai Tap MPR dan aliran kepercayaan ke dalam GBHN. KH Ali Ma‟shum. sedangkan NU bersikeras menolak voting dan memilih walk out dari ruang sidang. Terjadinya penyingkiran orang-orang NU di PPP. tekanan pemerintah terhadap ormas dan Partai Politik dan munculnya generasi muda NU yang diwakili oleh Gus Dur ditandai adanya polarisasi antara dua kubu (1982). sehingga RUU itu disahkan tanpa kehadiran anggta FPP dari unsur NU dalam sidang pleno bulan Pebruari 1980. Lagi-lagi. tuntutan pengurangan jumlah anggota DPR yang diangkat. Ketika semua unsur lain pada akhirnya terpaksa menerima KUU itu. unsur-unsur dalam FPP berbeda strategi sekalipun sikap mereka terhadap RUU itu sama. Unsur MI menginginkan FPP ikut dalam voting sekalipun mungkin kalah. sementara SI mengusulkan agar abstain saja. namun mereka berbeda dalam strategi dan taktik yang dipakai. Sedangkan kelompok kedua dibawah otoritas KH Idham Khalid yang terdiri dari para politisi dan birokrat NU di Jakarta. Dan NU kembali menunjukkan sikap kerasnya. Retaknya kekompakan ini barangkali sebenarnya tidak terlalu berdampak buruk bagi partai. Yaitu Kubu Situbondo dan Kubu Cipete. dan sebagainya. 10 . di samping adanya gelombang reaksi keras dari massa Islam di luar partai terhadap RUU itu. Kelompok pertama dipimpin oleh empat ulama senior yaitu KH As‟ad Syamsul Arifin. terutama menyangkut keikutsertaan parpol di LPU (Lembaga Pemilihan Umum) sampai KPPS. Ketika MPR sulit menemukan kata sepakat dalam pembahasan tersebut. KH Masykur dan KH machrus Ali.

setelah sekian lama dalam kiprah politik praktis. Putusan lain yang terpenting menghasilkan duet Abdurrahman Wahid (Ketua Umum Tanfidziyah) dan KH Achmad Shidiq (Rais Am Syuriyah PBNU). NU kini kembali ke orientasi semula. Itu berarti meliputi segala aspek politik. Dalam Munas ini ada tiga komisi yang dibuat. Untuk mengokohkan gerakan itu. dalam Muktamar juga dibahas sub-sub tema reorientasi program. Komisi II mengenai Pemulihan Khittah 1926 dan komisi III mengenai al-syu‟un ijtima‟iyah. Regenerasi. 11 . Kombinasi antara generasi tua dan generasi muda dalam merupakan komposisi yang menarik untuk membawa kepada sebuah NU baru. untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Memasuki Era Baru NU Mengiri tema kembali ke khittah. Generasi tua diwakili Abdurrahman Wahid. Reorientasi program. Juga dibahasnya pancasila sebagai asas tunggal. ekonomi. yaitu : Komisi I mengenai Masa‟il Diniyah. NU akan melakukan pergantian pimpinan dari generasi tua kepada generasi muda yang dilakukan dengan tetap memelihara keserasian dan keselarasan hubungan antar generasi. budaya dan agama. Selanjutnya pada tanggal 8 sd 12 Desember 1984 diselenggarakan Muktamar NU yang ke-27. Muktamar ini dianggap muktamar yang bersejarah karena di muktamar inilah NU dikembalikan kepada khittah sebagai gerakan diniyah ijtimaiyah. syuriah sendiri kemudian menunjuk Abdurrahman Wahid sebagai panitia Munas Alim Ulama di Situbondo pada 1983. yaitu memperhatikan masalah-masalah kemasyarakatan secara lebih luas. sosial. karenanya setiap warga NU diharapkan menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.Kelompok Situbondo menginginkan bahwa Syuriah adalah adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan NU perlu kembali ke khittah sebagai gerakan diniyyah ijtima‟iyyah. dengan menyebutkan bahwa NU secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan bangsa.

mereka menuntut perlakuan yang sama dengan warga NU di PKB. tidak ada satupun pengurus NU yang berani bermimpi bahwa suatu ketika ada warga NU yang akan dilamar menjadi presiden atau wakil presiden. TUJUAN DAN USAHA ORGANISASI. NU ingin kembali mengurus garapan sosial keagamaan yang terlantar tak karuan ketika organisasi ini menjadi partai politik sejak tahun 1952. BASIS PENDUKUNG. Perdebatan muncul saat warga NU berhadapan dengan kawasan abu-abu. saat AD/ART yang baru disusunkembali mewadahi kehendak dan semangat kembali ke khittah. Kedua.Pendapat lain menyatakan bahwa. yang difasilitasi oleh sebagian pengurus PBNU. Maski bisa disangkal bahwa keputusan ini akan dianggap mencederai prinsip equi distance yang diambil oleh NU terhadap semua kekuatan partai politik. Akan tetapi. tidak ada larangan formal bagi pengurus harian NU untuk melakukan hal-hal tersebut. STRUKTUR. warga NU yang sekarang di luar PKB menuntut agar NU tetap berada di jalur khittah 1926. Pada tahun 1998 lahirlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). nu. Selain itu. keberadaan NU sebagai salah satu unsur dalam PPP saat itu telah membuat dakwah NU hanya terbatas pada golongan tertentu. karena dengan terbentuknya PKB aspirasi politik warga NU ada wadahnya. JARINGAN Berdasar situs resmi PBNU dalam www. diantara alasan-alasan lain yang cukup banyak dan kompleks. Sebab pada tahun 1984. Sebagai contoh tidak jelas apakah seorang Ketua Umum PBNU diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden. ada dua : Pertama. salah satu alasan pokok kembalinya NU ke khittah pada saat itu. NU juga harus mengalami kerugian besar karena konfrontasi dengan Golkar sebagai partai yang berkuasa.online didapatkan data : Tujuan Organisasi 12 . Banyak kalangan menganggap bahwa keputusan ini sebagai keputusan yang tepat. Walaupun dari segi aturan main organisasi . dan tidak bisa menembus ke lingkungan yang lebih luas.

selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah. Warga NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Usaha Organisasi Di bidang agama. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata. sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. berpengetahuan luas. mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan. Di bidang ekonomi. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama'ah di tengahtengah kehidupan masyarakat. berbudi luhur. maka saat ini. Basis pendukung NU ini mengalami pergeseran. menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilainilai Islam. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. pada sektor perburuhan di perkotaan. Basis Pendukung Jumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) atau basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 40 juta orang. juga cukup dominan. Di bidang pendidikan. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. dari beragam profesi. Di bidang sosial-budaya. mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. untuk membentuk muslim yang bertakwa. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU. Jika selama ini basis NU lebih kuat di sektor pertanian di pedesaan. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial-ekonomi memiliki masalah yang sama. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. baik di kota maupun di desa. 13 . dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.

Struktur Pengurus Besar (tingkat Pusat) Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi) Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan) Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan) Untuk tingkat Pusat. Cabang.630 Majelis Wakil Cabang 37. Wilayah. setiap kepengurusan terdiri dari: Mustasyar (Penasehat) Syuriah (Pimpinan Tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana Harian) Untuk tingkat Ranting. setiap kepengurusan terdiri dari: Syuriaah (Pimpinan tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana harian) Jaringan Hingga akhir tahun 2000. jaringan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) meliputi: 31 Pengurus Wilayah 339 Pengurus Cabang 12 Pengurus Cabang Istimewa 2.125 Pengurus Ranting 14 . dan Majelis Wakil Cabang.

Lembaga ini meliputi: Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU ) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Lembaga Takmir Masjid Indonesia ( LTMI ) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Lajnah Bahtsul Masail (LBM-NU) Lajnah Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus. Lajnah ini meliputi: Lajnah Falakiyah (LF-NU) Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU) Lajnah Auqaf (LA-NU) Lajnah Zakat.Lembaga Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. dan Shadaqah (Lazis NU) 15 . Infaq.

Badan Otonom ini meliputi: Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah Muslimat NU Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Fatayat NU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa) Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN Hadratusy Syaikh K. Kakek dari pihak ayah.Badan Otonom Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu.H. Ayahnya pendiri Pesantren Keras. Hasyim Asy‟ari lahir pada 24 Dzulqa`dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M di Desa Nggedang. Kiai Usman. pendiri Pesantren Gedang. Buyutnya dari pihak ayah.H. Hasyim Asy’ari K. Ia anak ketiga dari 10 bersaudara pasangan Kiai Asy`ari bin Kiai Usman dari Desa Tingkir dan Halimah binti Usman. Ia lahir dari kalangan elite santri. 16 . Jombang. Jawa Timur.

1893. di tempat mertuanya. ia memulai pengembaraan ilmu ke berbagai pesantren di Jawa dan Madura: Probolinggo (Pesantren Wonokoyo). Sampai umur 13 tahun. Tahun itu juga.Kiai Sihah. Pada umur 15 tahun. Hasyim belajar kepada orangtuanya sendiri sampai pada taraf menjadi badal atau guru pengganti di Pesantren Keras. ia kembali ke Makkah bersama adiknya. Namun tak lama kemudian. Muridnya tak jarang lebih tua dibandingkan dirinya. Namun. Madura (Pesantren Trenggilis dan Pesantren Kademangan). untuk dan belajar. Tahun 1900. saat pasangan ini tengah berada di Makkah. 1903. Pada pengembaraannya yang terakhir itulah. Kiai Romli. Kediri. dua tahun kemudian. diambil menantu oleh Kiai Ya`kub. Tuban (Pesantren Langitan). Tiga tahun kemudian. Semuanya pesantern itu berada di Jombang. Tapi si adik juga meninggal di sana. Bangkalan. setelah belajar lima tahun dan umurnya telah genap 21 tahun. Kala itu Hasyim tengah belajar dan bermukim di tanah Hijaz. Khadijah meninggal di sana ketika melahirkan Abdullah. pendiri Pesantren Tambakberas. pemimpin Pesantren Siwalan Panji. Hasyim pulang ke tanah air. 17 . Dua bulan kemudian Abdullah pun menyusul ibunya. Nafisah. sampai 1906. ia mengajar di Pesantren Kemuring. tepatnya tahun 1891. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar. dan Sidoarjo (Pesantren Siwalan Panji). yang telah menikahkan dirinya dengan putrinya. ia. ia pulang kampung dan mengajar di pesantren ayahnya. Anis. Ia dinikahkan dengan Khadijah.

Hasyim-lah yang dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai.H. Namun persoalannya. dari Pesantren Kapurejo. Fatwa yang paling spektakuler adalah fatwa jihad. Masrurah. Kiai Cholil Bangkalan. Dalam paham keagamaan.H. madzhab yang lain itu tidak banyak memiliki literatur. dan Ilmu Bumi. ia mendirikan Pesantren Tebuireng. pun sangat menghormati dirinya. 12 Rabi‟ul Awwal 1317. tidak mungkin bisa 18 .” Fatwa ini dikeluarkan menjelang meletusnya Peristiwa 10 November di Surabaya. Hasyim menikah tujuh kali. Menghadapi penjajah Belanda. yaitu. Lewat pesantren inilah K. yang kelak didirikannya di Jombang sepulangnya dari Tanah Suci.H. Selain dengan Khadijah dan Nafisah. Banyak fatwanya yang menolak kebijakan pemerintah kolonial. 1920). antara lain ia juga menikahi Nafiqah. K. “Wajib hukumnya bagi umat Islam Indonesia berperang melawan Belanda. pikiran yang paling mendasar Hasyim adalah pembelaannya terhadap cara beragama dengan sistem madzhab. ulama Indonesia pertama pakar ilmu hadits yang mengajar kitab hadits Shahih AlBukhari di Makkah. yang juga dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai Jawa. Hasyim menjalankan politik non-kooperatif. Selama hidupnya. gurunya. K.H. umat Islam boleh mempelajari selain keempat madzhab yang ada. Dan setelah Kiai Cholil wafat. Ia juga memperkenalkana pengetahuan umum dalam kurikulum pesantren. Pandangan ini erat kaitannya dengan sikap beragama mayoritas muslim yang selama ini disebut Ahlussunnah wal Jama‟ah. yaitu sistem musyawarah. dari Siwalan Panji. Maka. Ilmu hadits inilah yang kemudian menjadi spesialisasi Pesantren Tebuireng. sehingga mata rantai pemikirannya terputus. Paham bermadzhab timbul sebagai upaya untuk memahami ajaran Al-Quran dan sunnah secara benar. Kediri. seperti Bahasa Melayu. Matematika. Bahkan sejak 1926 ditambah dengan Bahasa Belanda dan Sejarah Indonesia. sehingga para santri menjadi kreatif. Menurut Hasyim. Tahun 1899. Hasyim melancarkan pembaharuan sistem pendidikan keagamaan Islam tradisional.Selama di Makkah ia belajar kepada Syaikh Mahfudz dari Termas (w. K.

Kiai Asy`ari Bawean. Chasbullah. Setelah melahirkan seorang anak. sang istri meninggal di Makkah. Ia juga belajar kepada tokoh-tokoh besar lain di sana yang bukan orang Indonesia. NU didirikan antara lain untuk mempertahankan paham bermadzhab. Kiai Bakir Yogya. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabaw. Setelah itu ia menikah berturut-turut dengan tiga wanita yang semuanya tidak memberikan keturunan. Tahun 1921. di bawah bimbingan Kiai Sholeh. istri kedua ini juga meninggal. seperti Kiai Mahfudz Termas. Kiai Hasyim wafat pada 7 Ramadhan 1366 atau 25 Juli 1947 pada usia 76 tahun. sewaktu menunaikan ibadah haji bersama istri. Pada umur 27. langsung berguru kepada Mbah Cholil. Ayahnya. Bangkalan (Madura). hingga Pesantren Kademangan. Kiai Muhtarom Banyumas. mulai dari Pesantren Langitan (Tuban). yang ketika itu mendapat serangan gencar dari kalangan yang anti-madzhab. Tawangsari (Surabaya). Abdul Wahab Hasbullah Dari Hasyim Asy`ari. ia pergi ke Makkah dan berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang bermukim di sana. Ibunya. 19 . Nasab keduanya bertemu dalam satu keturunan dari Kiai Abdus Salam. Pesantren Cepoko. Kiai Cholil kemudian menganjurkannya belajar ke Pesantren Tebuireng (Jombang). seperti Syaikh Sa`id Al-Yamani dan Syaikh Umar Bajened. Nganjuk.memahami maksud yang dikandung Al-Quran dan hadits tanpa mempelajari pendapat para ulama besar yang disebut imam madzhab. adalah pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas. Pendidikannya dihabiskan di pesantren. Empat anak diperolehnya dari istri berikutnya. Kemudian ia menikah dengan Alawiyah binti Alwi. Mojosari. Asnah binti Kiai Said. Nyai Lathifah.

atas persetujuan Hasyim Asy`ari. ketika berumur 26 tahun. jembatan untuk menghubungkan dirinya dengan tokoh-tokoh nasionalis modernis. bersama Kiai Hasyim Asy‟ari (1871-1947). ia mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) bersama K. ia mendirikan koperasi dagang Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang) untuk kalangan tradisionalis di kisaran Surabaya-Jombang. 20 . ia mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri) di Surabaya. Masih pada tahun yang sama. Abdullah Ubaid (1899-1938). ia mengundang para ulama terkemuka dari kalangan tradisionalis ke Surabaya untuk mengesahkan terbentuknya Komite Hijaz.H. ia menikah lagi dengan Fatimah binti H. yang akan mengirim delegasi ke kongres di Makkah untuk mempertahankan praktek-praktek keagamaan yang dianut kaum tradisionalis. tahun 1914. Pengajarnya terdiri dari banyak ulama tradisional muda. Sedikit mundur ke belakang. Sejak 1924. Pertemuan 15 kiai terkemuka dari Jawa dan Madura itu dilakukan di rumah Wahab Chasbullah di Kertopaten.H. Wahab Chasbullah telah mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis. Mas Mansur. Pada tahun 1916.Setelah Asnah meninggal. Pada tahun 1920. Bisri Syansuri (1886-1980) dan K. lalu dengan Ashikhah binti Kiai Abdul Majid (Bangil). Pada 31 Januari 1926. seorang janda yang punya anak bernama Syaichu. Soetomo. yang mendampinginya sampai akhir hayatnya dan memberinya keturunan lima anak. Burhan. yang kelak menjadi ketua DPR pada masa Orde Baru. seperti dr. dikaruniai seorang anak. Sesudah itu ia menikah lagi dengan Masnah. kakak sang istri. Surabaya. ia juga aktif dalam Islam Studie Club.H. meninggal di Makkah setelah memberinya empat anak. dan yang terakhir dengan Sa`diyah. yang di kemudian hari memainkan peranan penting di NU. seperti K.

dan Wondoamiseno (SI). Federasi organisasi Islam ini bertujuan meningkatkan komunikasi dan kerja sama di antara umat Islam. Dan secara resmi NU menarik diri dari Masyumi pada 31 Juli 1952. Sedang Wahab Chasbullah menjadi anggota DPA. Meski Masyumi adalah organisasi non-politik. Wahid Hasyim. putra Hasyim Asy`ari. Selanjutnya. setelah NU menyetujui peran politik bagi Masyumi lewat muktamar di Purwokerto (1946). Mas Mansur (Muhammadiyah). dan K. Hasyim Asy`ari ditunjuk sebagai ketua umum dan Whab Chasbullah sebagai penasihat dewan pelaksananya. sebagai representasi Islam tradisional. Dewan Tertinggi Islam di Indonesia).H. dimaksudkan untuk memperkuat dukungan umat Islam terhadap pemerintahan Jepang. Pada sidang parlemen 17 September 1952. Namun kemudian MIAI dibubarkan oleh Jepang dan dibentuklah Masyumi pada November 1943. dan Wahab Chasbullah menjadi anggota dewan. Benih-benih krisis NU-Masyumi mulai tumbuh pada 1952.Pertemuan tersebut akhirnya juga menghasilkan kesepakatan mendirikan NU. menjadi wakilnya. MIAI (Majelis Islam A‟la Indonesia. Kiai Masykur. Kemudian. yang terbentuk pada September 1937. Masyumi menjadi satusatunya kendaraan politik umat Islam. untuk mewakili dan memperkukuh Islam tradisional di Hindia Belanda. juga merupakan gagasan Wahab Chasbullah dan Ahmad Dahlan Kebondalem (NU). orang-orang NU tampil di pemerintahan. Hasyim Asy`ari menjadi ketua umum Majelis Syuro (Dewan Penasihat Keagamaan). Maka ia sangat gencar mengkampanyekan penarikan diri NU dari Masyumi. November 1945. Di 21 . yakni Wahid Hasyim. Fathurahman Kafrawi. pada kenyataannya fungsinya setengah politis. Masyumi berubah menjadi parpol. Saat itu Wahab Chasbullah menjadi ketua Dewan Syuro. tujuh anggota parlemen dari NU menarik diri dari Masyumi. Wahab Chasbullah menjabat rais am NU. Tahun 1947.

Zainul Arifin. Wahab Chasbullah wafat tanggal 29 Desember 1971. NU meraih tempat ketiga setelah PNI dan Masyumi. di rumahnya di Kompleks Pesantren Tambakberas. Pada Pemilu 1955.antaranya Wahab Chasbullah. K. Akibatnya. Mereka kemudian membentuk partai sendiri. pada usia 83 tahun. di luar dugaan. Jombang. “Gelar” itu jatuh ke tangan PNI. Masyumi bukan lagi partai terbesar. NU. Idham Chalid. Bisri Syansuri KH Ahmad Shiddiq KH Wahid Hasyim KH Ilyas Ruchiyat KH M A Sahal Mahfudz KH Idham Chalid Ali ma’sum KH Abdurrahman Wahid 22 . terutama sebagai anggota parlemen dan rais am NU.H. Sejak itu kesibukan Wahab Chasbullah lebih banyak pada bidang politik praktis di Jakarta.

PENUTUP PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah Tuhan sekalian. Sholawat serta salam semoga tercurahkan ke pangkuan Nabi yang pertama kali diciptakan sekaligus sebagai pamungkas. dan rahmatan lil alamin. ‫وكذ لك جعلنكم امة وسطا لتكىنىا شهداءعلى النّاس ويكىن الرّسىل عليكم شهيدا‬ ّ 23 . sebagai wasilah para Nabi dan Rasul. kami berharap sumbang saran dan juga kritik yang membangun tertujukan pada kami sebagai pembaik sehingga setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. namun semoga terdapat setitik pencerahan yang dapat dipetik dari dalamnya. Meski ini hanya merupakan bagian kecil dari pembahasan sejarah dakwah. Ortodoksi yang dimaksud adalah Ahlussunnah. dan semoga tercurahkan kepada segenap ahl albait. BAB I PENDAHULUAN Kehadiran Nahdlatul Ulama dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempertahankan ortodoksi Islam yang dipegang teguh oleh mayoritas ulama‟ Indonesia. yang telah menjadikan manusia dari yang tak wujud. Ringkasan materi ini kami susun berdasarkan kurikulum dan silabi yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah Sejarah Dakwah. memberikan kemulyaan Ilmu sebagai jalan kesempurnaan bagi manusia sebagai nikmat-Nya.para sahabat dan seluruh ummatnya yang setia hingga hari akhir. Hal ini merupakan semata-mata sebagai bahan untuk pembahasan sejarah dakwah dan untuk menambah kekhasanahan pengetahuan kami dan pembaca. Mempertahankan ortodoksi ini perlu digarisbawahi karena kelahiran NU adalah respon terhadap upaya-upaya penggusuran terhadap tradisi ahlussunnah wal jama‟ah yang dilakukan oleh penguasa Saudi Arabia yang berpaham Wahabi[1]. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih terdapat banyak kekeliruan dan kekurangannya.

sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan "Kebangkitan Nasional". (pergerakan kaum saudagar). Pengertian NU Nadlatul Ulama berasal dari dua suku kata dalam bahasa Arab Nahdlotun yang berarti kebangkitan dan Al Ulama artinya orang-orang yang memiliki ilmu (pengetahuan). Sejarah Lahirnya NU Keterbelakangan baik secara mental. Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme.setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Dengan sikapnya yang berbeda itu kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta pada tahun 1925. NU adalah salah satu organisasi masa terbesar di Indonesia dimana basis masa mereka adalah dari kalangan muslim yang berhaluan Alussunnah Wal Jamaah. menolak pembatasan bermazhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.Dan demikian Kami telah menjadikan kamu ummat yang moderat (berilmu pengetahuan. berbudaya) supaya kamu berperan terhadap manusia dan menjadikan Rasul (Muhammad) sebagai teladan bagi (perbuatan) kamu. muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan. merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan. Nahdlotul Ulama yang kemudian lebih dikenal dengan NU adalah merupakan sebuah organisasi masa yang bergerak dibidang sosial keagamaan. (Al Baqarah. selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana . akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi. melalui jalan pendidikan dan organisasi. seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman. 143) A. maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia. 24 . disiplin. Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran). Suatu waktu Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab Wahabi di Mekkah. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu. telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini. Dari situ kemudian didirikanNahdlatut Tujjar. B. maka Taswirul Afkar. Sebagai jawabannya. Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat.

Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU. Hasilnya. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi(prinsip dasar). Rumusan Masalah Apa sebenarnya faham Ahlussunnah Wal Jamaah? Mengapa NU Memiliki massa begitu banyak di Indonesia? 3. dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia. kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. 2. Sumber lain menyebutkan bahwa K.H. Sejauh mana pengaruh faham Ahlussunnah Wal Jamaah dengan banyaknya jumlah massa NU saat ini? BAB II LANDASAN MATERI 25 . hingga saat ini di Mekkah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing.[2] C. untuk mengantisipasi perkembangan zaman. maka Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama. Organisasi ini dipimpin oleh K. Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai. maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis. maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan Komite Hejaz. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar. 1.H. Hasyim Asy'ari.H. keagamaan dan politik. Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini. Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc.Akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekkah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.H. K. yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial. Wahab Hasbullah. yang diketuai oleh K. Wahab Hasbullah dan sesepuh NU lainnya melakukan walk out.H. akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). maka K. yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga.

maka sampai hari ini tidak ada satu dokumen resmipun yang bisa dirujuk untuk itu. NU tidak lepas dari wacana pemikiran keagamamaan Ahl al-Sunnah wa al-Jama‟ah (Sunni). adalah sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli(rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Sementara dalam bidang tasawuf. Ahlussunah waljama'ah. ada dua cara melihatnya. yaitu: anggota.sunnah. Hal ini karena sampai saat ini tidak ada upaya serius di tubuh NU di tingkat apapun untuk mengelola keanggotaannya. serta Muslim tradisionalis yang sepaham dengan NU. tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Namun belum tentu mereka ini semuanya warga atau mau disebut berafiliasi dengan NU. pendukung atau simpatisan. 26 . yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat[3]. Basis pendukung Dalam menentukan basis pendukung atau warga NU ada beberapa istilah yang perlu diperjelas. merupakan mereka yang sama paham keagamaannya dengan paham kegamaan NU. PKU. Dari segi politik. Sedangkan dari segi paham keagamaan maka bisa dilihat dari jumlah orang yang mendukung dan mengikuti paham kegamaan NU. Jumlah keseluruhan Muslim santri yang disebut sampai 80 juta atau lebih. B. seperti PKBU. Fiqh dan Tasawwuf.dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Maka dalam hal ini bisa dirujuk hasil penelitian Saiful Mujani (2002) yaitu berkisar 48% dari Muslim santri Indonesia.A. Partai SUNI. Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an. mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi. Suaidi Asyari memperkirakan ada sekitar 51 juta dari Muslim santri Indonesia dapat dikatakan pendukung atau pengikut paham keagamaan NU. PNU. dan sebagian dari PPP. Dalam bidangAqidah (teologi) dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur AlMaturidi. imam Maliki. Apabila dilihat dari segi pendukung atau simpatisan. bisa dilihat dari jumlah perolehan suara partai-partai yang berbasis atau diasosiasikan dengan NU. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi. Ajaran Aswaja yang dikembangkan NU berporos pada tiga ajaran pokok dalam Islam yang meliputi bidang aqidah. Paham keagamaan Sebagai organisasi social keagamaan . Jika istilah warga disamakan dengan istilah anggota.

Pada perkembangan terakhir terlihat bahwa pengikut NU mempunyai profesi beragam. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi.Berdasarkan lokasi dan karakteristiknya. serta selain itu juga sama-sama sangat menjiwai ajaran ahlus sunnah wal jamaah. Bab V : Tujuan dan Usaha Pasal 6 : Tujuan Nahdhatul Ulama adalah berlakunya ajaran Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. maka penduduk NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri.450 Majelis Wakil Cabang / MWC. Hingga akhir tahun 2000. mayoritas pengikut NU terdapat di pulau Jawa. maka saat di sektor buruh di perkotaan. C. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU. 5. Basis pendukung NU ini cenderung mengalami pergeseran. Syafi‟I dan Hambali. meskipun sebagian besar di antara mereka adalah rakyat jelata baik di perkotaan maupun di pedesaan. jaringan organisasi NU meliputi: 33 Wilayah. 27 . Maliki. juga cukup dominan. Sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. Sulawesi dan Sumatra. Adapun berkaitan dengan strategi dakwah yang dikembangkan oleh NU. Maka kalau selama ini basis NU lebih kuat di sektor petani di pedesaan. 47.125 Ranting[4]. maka pada tataran implementasinya sangat dipengaruhi oleh model pemikiran dan prilaku (manhaj al-fikr wa sirah) dalam pembumian ajaran Islam yang bertumpu pada tiga sikap / karakter dalam beragama. Kalimantan. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. Misi dan Strategi Dakwah Berkaitan dengan misi Nahdhatul Ulama (NU) sebagai jam‟iyyah diniyah kami kutipkan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai berikut : Bab II : Aqidah Pasal 3 : Nahdlatul Ulama sebagai jam‟iyyah diniyyah Islamiyah beraqidah Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah yang menganut salah satu mazdhab empat: Hanafi. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. 439 Cabang. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. 15 Cabang Istimewa yang berada di luar negeri. karena secara sosial ekonomi memiliki problem yang sama.

Mengambil sikap tengah antara: wahyu dan akal. Di bidang sosial budaya. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Prinsip ini dimaksudkan dalam upaya membangun ukhuwwah baik ukhuwwah Islamiyah. 5. mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan. 3) Tasamuh (toleran) yaitu mengembangkan dan menumbuhkan sikap menghormati keragaman pemahaman.1) Tawassuth (moderat) yaitu sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah kehidupan tanpa mengambil sikap ekstrim. D. dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. Implementasi sikap ini dalam konteks hukum adalah keseimbangan dalam menggunakan wahyu dan akal dan dalam konteks aqidah tidak gampang memberikan vonis kafir. mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. 2) Tawazun dan Ta‟adul (keseimbangan) sikap ini terefleksi dalam tata pergaulan baik dimensi politik maupun budaya yaitu dengan mengambil sikap akomodatif kritis dengan mengembangkan seruan amar ma‟ruf nahi munkar. Di bidang agama. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyarakat. 2. Basyariyah maupun Wathaniyah. berbudi luhur. berpengetahuan luas.[5] BAB III ANALISA 28 . menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Usaha 1. untuk membentuk muslim yang bertakwa. 4. sesat kepada orang lain. Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa. Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat. 3. tindakan maupun gerakan dalam konteks keislaman. Di bidang pendidikan. Taqdir dan ikhtiyar dan antara taqlid dan ijtihad. Di bidang ekonomi.

3) Bahwa realitas kehidupan harus dilihat secara subtantif (hakikiyah). apalagi dengan sikap egoisme yang berlebihan. hanif serta dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh umat manusia tanpa harus menghilangkan identitas ras. NU berpendirian agar setiap orang atau kelompok hendaknya dapat menerima kebenaran dan kebaikan dari pihak lain yang berbeda dengan tetap mengacu kepada nilai intelektual. Karenanya. melahirkan wawasan dan orientasi politik substantive. NU memandang. Atas dasar itulah yang kemudian NU memiliki pandangan dalam berdakwah bahwa. bukanlah menjadi hal yang mengherankan jika kamudian NU memiliki begitu banyak simpatisan di bumi nusantara ini. agama. serta memaksakan kehendaknya kepada orang lain. dalam arti memadukan ajaran Islam tekstual dengan konteks lokalitas dalam kebijakan beragama. fungsional. tidak pantas dan tidak layak. Bahkan dinilai dari kulit luarnya. sikap mengklaim kebenaran hanya milik sendiri dan pihak lain selalu salah. peradaban bangsa. Kemajemukan (pluralitas) dalam hidup merupakan rahmat. merangkul dan tidak memusuhi pihak lain. karena dianggap mampu mengakomodasi dari berbagai kepentingan yang ada. moral keagamaan dan kemanusiaan. suku dan ras. Karena hal itu akan menimbulkan konflik dan keterpecahan di masyarakat luas. 2) Islam diturunkan ke dunia bukan untuk menghapuskan segala yang sudah ada dan telah dilakukan dan dihasilkan oleh suatu kelompok budaya. fitri. 29 . terbuka. Keanekaragaman serta perbedaan paham dan aliran kelompok atau golongan merupakan sunatullah (sejalan dengan hukum-hukum Allah). NU dianggap mampu mengendalikan egoisme fanatisme keagamaannya demi keutuhan dan kesatuan bumi pertiwi ini.[6] Atas dasar toleransi dan solidaritas terhadap kemajemukan (pluralitas) itu. suku dan bangsa. menangmenangan serta menutup diri dari pihak lain (eksklusif). saling mendukung dan membantu. bahkan amanah Ilahiyah dan kemanusian yang harus dimaknai dan disikapi dengan arif. baik kepentingan agama. membuka diri. sesungguhnya merupakan sikap dan perilaku yang tidak etis. kebangsaan dan kebudayaan. merangkul dan melakukan dialog secara kreatif untuk menjalin kebersamaan dan kerjasama atas dasar saling menghormati.NU sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah sangat memiliki kemampuan praksis. ras. memiliki makna dan fungsi universal yang suci. 1) Islam diturunkan sebagai rahmatan lil 'aalamiin.

BAB IV PENUTUP Demikian pemaparan dari sejarah singkat dakwah NU yang telah kami usahakan dengan segala kemampuan kami.id Al Malibari. 5. Jepara.or. Al Wailaturi. 2009 id. H. Noer. hal.org www. H. Amin DAFTAR PUSTAKA Masjhudi. Jakarta. Biografi dan Garis Besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah wal Jamaah. Adnan. Kediri. 2001 [1] Drs. www. Moh. Abu Muhammad. M..Ag. Materi Kuliah Aswaja INISNU Jepara.wikipedia. Ahlussunnah wal Jamaah sebagai Aqidah yang lurus. Raja Grafindo Persada.nu. 2007 Al Barsany.. MA.id [5] Ibid 30 .nu.KH. Aswaja ditafsirkan kembali.Ag [2] Wikipedia [3] ibid [4] PBNU. Semoga dari yang sedikit ini dapat diambil manfaatnya.or. M. fiqh dan tasawwuf. Ponpes Hidayatut Thullab. Aswaja ditafsirkan kembali. Masjhudi.Madzhab Ahlus Sunnah wa al-Jama‟ah dalam pandangan NU merupakan pendekatan yang multidimensional dari sebuah gagasan konfigurasi aspek aqidah. DR. Iskandar. MA.

RUMUSAN MASALAH Bagaimana Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU? Apa Saja Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU? Apa Tujuan Terbentuknya Muhammadiyah dan NU? PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H. Antara keduanya memiliki visi. Forum PBNU PAHAM-PAHAM AGAMA ISLAM DI INDONESIA (MUHAMMADIYAH DAN NU: JAMA‟AH. mereka tidak bertentangan dengan landasan pokok atau syari‟at agama Islam. Paham-paham Islam di Indonesia merupakan suatu perkumpulan terstruktur yang mempunyai misi sebagai pembenahan pemahaman. Walaupun begitu. Paham-paham Islam di Indonesia banyak macamnya. JAM‟IYYAH) PENDAHULUAN Beberapa organisasi Islam di Indonesia telah memiliki andil yang cukup besar terhadap proses pengembangan agama Islam. A. bertepatan dengan tanggal 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta oleh KH. cara pandang dan tujuan yang berbeda satu sama lain.[1]Organisasi ini didirikan atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang 31 . Dahlan beserta sahabat dekat dan murid-muridnya. Organisasi ini diberi nama Muhammadiyah yaitu semua orang yang beragama Islam dan memahami bahwa Nabi Muhammad adalah hamba yang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang benar-benar masyarakat utama. Peran tersebut terus berlangsung hingga sekarang.[6] Arland. Diantaranya yaitu Muhammadiyah dan NU. misi. kepercayaan ataupun agama untuk menjadikan ke depan lebih baik. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih jelas mengenai dua paham Islam tersebut (Muhammadiyah dan NU) sebagai gerakan pembaharu Islam. Termasuk dalam pembentukan budaya Islam dalam masyarakat luas. Panduan Dakwah..

ikatan batin.anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen. Hal ini hanya merupakan pendorong lebih hangat dari permulaan yang telah ditetapkan dan hendak dilakukan subyeknya. Dan ini merupakan faktor sentral. atas kesadaran dan keinsyafan bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat. baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran. dimotivasi. kalau mau mendirikan Muhammadiyah maka harus dimulai dari orangnya sendiri. saling bantu-mambantu dan kesatuan merupakan prasyarat dari tumbuhnya 32 .[2] Latar belakang berdirinya Muhammadiyah yaitu: Kelahiran Muhammadiyah tidak lain karena diilhami. konkret. dirasakan. tak dapat dilepaskan dari ajaran-ajaran Islam. Segala yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Faktor yang lain hanya menjadi penunjang saja. dan dinikmati oleh umat sebagai “rahmatan lil „alamin”. Persatuan. Tegasnya gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riel.[3] Ada 2 (dua) faktor yang menjadi penyebab berdirinya gerakan ini: Faktor Subyektif Faktor Subyektif ialah pelakunya sendiri.[4] Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M. dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al-Qur‟an dan karena itu pula seluruh geraknya tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prisip ajaran Islam. kerumahtanggaan. kemasyarakatan. dan nyata. Kalau tidak. Faktor berdirinya bersifat internal dari umat Islam. dan sebagainya. Yang dimaksud disini ialah. yang dapat dihayati. Faktor Obyektif Faktor obyektif yang dimaksud ialah keadaan dan kenyataan yang bekembang saat itu. Maksudnya kenyataan bahwa ajaran Islam yang masuk ke Indonesia kemudian menjadi agama umat Islam di Indonesia sebagai akibat perkembangan Islam pada umumnya ternyata sudah tidak utuh dan tidak murni lagi. manusia berusaha mewujudkan kebahagiaan dan menolak bahaya terhadapnya. perekonomian. maka Muhammadiyah bisa dibawa kemana saja. Sementara faktor eksternalnya adalah bahwa pemerintah Belanda merupakan keadaan obyektif eksternal umat Islam pertama yang melatar belakangi berdirinya Muhammdiyah.

Dalam perjuangan politik. keempat. NU memiliki pondok pesantren besar yang menyebar di Indonesia. Zainul Arifin. Pemikiran Muhammadiyah dapat disusun secara garis besar filosofi keperjuangan Muhammadiyah dalam lima prinsip. yaitu meninggalkan perjuangan politik praktis. dan mempertahankan salah satu mazhab empat dalam masalah yang berhubungan dengan fiqih (hukum Islam). Bahkan diantara para tokoh NU ada yang diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI antara lain: KH. tajdid dan keenam. Wahid Hasyim. ibadah. SMP. kedua. setelah keluar dari partai politik Masyumi (1955).[6] Lapangan usaha NU meliputi bidang-bidang pendidikan. pernah menjadi presiden RI ke-4. MTs. dan sosial terutama penyiaran agama Islam menurut faham Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. Dalam hal i‟tiqad berpegang pada aliran Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. NU pernah terjun dibidang politik. Pesantren Lirboyo Kediri. Hasyim Asy‟ari. Pesantren Buntut Cirebon. Pertama. Pesantren Asembagus Situbondo. sampai Perguruan Tinggi. peran NU cukup besar. Ma‟shum Lasem dan sebagai ketua pertamanya adalah KH. Pesantren Ploso Kediri. KH. Idham Khalid (pernah ketua DPRMPR). Abdurrahman Wahid. dakwah. tauhid. Dr. kemasyarakatan/jama‟ah. juga SD. Pesantren Lasem Rembang. Zainal Mustafa. Hasyim Asy‟ari. KH. Wahab Hasbullah. seperti Pesantren Tebuireng Jombang. ittiba‟. 33 . SMA. organisai. KH. Disamping pesantren pendidikan yang dikelola NU adalah sekolah-sekolah formal sejak MI. Tokoh pendiri NU adalah KH. MA. Dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.[7] Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah Kategorisasi pemikiran Muhammadiyah mengelompokkan pemikiran Muhammadiyah ke dalam jenis pemikiran yang bersifat filosofis dan teoritis. Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan lain-lain. Dengan tajdid dimaksudkan sebagai penempatan rasio atau akal atau arro‟yu sebagai alat dalam memahami dan merealisasikan ajaran Islam. Pesantren Kajen Pati. KH.[5] Nahdlatul Ulama artinya Kebangkitan Ulama didirikan di Surabaya sebagai reaksi terhadap berdirinya gerakan reformasi dalam Islam di Indonesia. Pesantren Kalibeber Wonosobo. ketiga. NU akhirnya menyatakan kembali ke Khithah 26. Bisyri Syamsuri. KH.tali persaudaraan dan kasih sayang yang menjadi landasan bagi terciptanya tata kemasyarakatan yang baik dan harmonis. kelima. dan KH. Tokoh-tokoh NU antara lain: KH.

Kedelapan. budaya dan politik. maka pemikiran jenis kedua bersifat kondisional yang lahir sebagai jawaban terhadap realitas kehidupan sosial yang selalu berubah. Demikian pula halnya dengan pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang meliputi berbagai aspek kehidupan sosial. Secara garis besar prinsip strategi keperjuangan Muhammadiyah terdiri dari beberapa konsep. ukhuwah-islamiyah sebagai prinsip hubungan kemasyarakatan. pendalaman akidah bagi pimpinan dan anggota. tetapi juga mendirikan tempat. politik dalam pengertiannya yang luas merupakan sub-sistem dari konsep dan gerakan dakwah Islam. Keempat. profesionalisasi dan spesialisasi sebagai metode pembagian kerja dan tugas dalam gerakan dakwah. maka gerak dakwah Muhammadiyah dalam semua aspek kehidupan sosial harus merupakan pelaksanaan dan penjabaran enam prinsip itu. Ketiga. peningkatan mutu kehidupan sosial dan ekonomi anggota serta warga masyarakat antara lain dilakukan melalui peningkatan mutu amal-usaha Muhammadiyah di bidang sosial. Kedua. Oleh karena itu kehidupan sosial selau berubah setiap saat. 34 .memperluas wawasan pemahaman Islam. Pertama. Kesepuluh. Seperti kedisiplinannya dalam menepati waktu. penertiban administrasi dan organisasi. Keenam.yang bermanfaat lainnya seperti mendirikan sekolah. Pemikiran ini disebut teoritis dan strategis karena merupakan teoritisasi norma yang tercantum dalam pemikiran jenis pertama dengan realitas hidup obyektif. dakwah Islam merupakan konsep umum pengembangan tata kehidupan Islam.[8] Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dapat dipahami dari dua segi: pertama dapat diartikan bahwa gerakan Muhammadiyah harus berciri/ bersifat Islam. korektif dan musyawarah. maka penerapan prinsip di atas dikembangkan melalui pertimbangan rasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketujuh. sebagai ibadah dalam konteks hidup sosial/jama‟ah yang dikembangkan sesuai dengan pola sunnah rasul. menjadikan Islam ini bergerak (dinamis) tidak diam (statis) sehingga adanya Islam dapat dirasakan oleh semua orang. dapat diartikan menggerakkan Islam. pengembangan keterbukaan dan kemerdekaan berpikir secara rasional. dan rumah sakit. Kedua.Berdasarkan prinsip tersebut di atas. Kelima. Sesuai dengan posisi pemikiran jenis kedua tersebut. jenis pemikiran yang kedua yang bersifat teoritis mengandung beberapa prinsip strategi dan teori keperjuangan Muhammadiyah melalui gerakan dakwah dan tajdid. tidak hanya orang Muhammadiyah saja. Oleh karena itu penataan organisasi Muhammadiyah harus berdimensi tauhid. Kesembilan. Selanjutnya. ekonomi.

Walaupun demikian tidak berarti NU tidak lagi menganut ajaran Rasulullah. yang adil makmur serta diridhai Allah. menjadi landasan perjuangan yang senantiasa dipegang teguh dalam mengembangkan Islam di Indonesia. dan karakter perjuangannya akan selalu diukur berdasarkan norma dan prinsip ajaran agama Islam yang dianut. dalam rangka mengajarkan agama Islam NU menganut dan mengikuti produk hukum Islam (fiqh) dari salah satu madzhab empat sebagai konsekuensi dari menganut faham ahlus sunnah wal jama‟ah. Muhammadiyah berjuang dalam bidang masyarakat. serta membedakannya dengan organisasi keagamaan yang lain. yang pada gilirannya akan membentuk karakteristik tersendiri dalam perjalanan kehidupan NU. Oleh karena itu segala sikap.[10] Adapun prinsip-prinsip ajaran yang memberikan nuansa spesifik pada NU dapat dikemukakan sebagai berikut: Paham NU dalam bidang keagamaan Pikiran Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan secara ringkas dapat dibagi dalam tiga bidang.[9] Bentuk-Bentuk Pemikiran NU Sejak awal pendiriannya NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa alJama‟ah. Imam Al-Junaid Al Bagdadi adalah salah seorang ulama sufi terkenal yang wafat pada tahun 910 M di Irak 35 . menjadi pedoman dalam perjalanan kehidupan NU.[11] Faham ini menjadi cita-cita kelahiran. bekerja dan bergerak ditengah masyarakat dalam melaksanakan dakwah Islam yang berprinsip pada Amar Ma‟ruf nahi Munkar dalam arti yang sebenarnya dan seluas-luasnya untuk menggerakkan dan menjunjung tinggi agama Islam. sehingga terwujud masyarakat yangmutamaddin. yaitu: bidang aqidah. Dalam bidang aqidah yang dianut oleh NU sejak didirikan pada tahun 1926 adalah Islam atas dasar Ahlus sunnah wal jama‟ah. sebab keempat madzhab tersebut berlandaskan al-Qur‟an dan as-Sunnah di samping ijma‟ dan qiyas sebagai sumber pokok Islam.Maturidi. Adapun faham ahlus sunnah wal jama‟ah yang dianut oleh NU adalah faham yang dipelopori oleh Abul Hasan Al.Asy‟ari dan Imam Abu Mansur Al.[13] Faham NU dalam bidang tasawuf mengikuti aliran tasawuf yang dipelopori oleh Imam Al-Junaid Al Bagdadi dan Imam Al-Ghazali. fiqh dan tasawuf. Prinsip-prinsip ajaran (ideologi) yang dianutnya menjadi tuntutan atau pedoman bagi praktik-praktik keagamaan maupun dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan di kalangan NU. perilaku.[12] Dalam bidang fiqh.Sebagai gerakan Islam.

keturunan/kehormatan.Untuk kepentingan ini.sedang Imam Al-Ghazali adalah ulama besar yang berasal dari Persia. NU juga mengacu kepada lima pokok tujuan syar‟iyah. Warga NU diharapkan mempunyai kepekaan untuk mendorong berbuat baik dan bermanfaat bagi kehidupan sesama. Pola pikir NU Dalam NU dikenal sumber hukum Islam itu ada empat. Sikap Tasammuh maksudnya adalah NU bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. Sikap kemasyarakatan NU bercirikan pada sifat: tawasuth dan i‟tidal. baik dalam masalah keagamaan terutama hal-hal yang bersikap furu‟ atau yang menjadi masalah khilafiyah maupun dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. yang dikemukakan oleh oleh Imam As Sathibi. Sikap Tawasuth dan I‟tidal. Badan ini merupakan wadah bagi warga NU dalam mengikuti ajaran tasawuf. Sikap Tawazun yaitu sikap seimbang dalam berkhidmad. yaitu: Al-Qur‟an. khidmad kepada sesama manusia serta kepada lingkungannya. yaitu melindungi: Agama. Qiyas. Sikap Tawasuth dan I‟tidal maksudnya sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah tengah kehidupan bersama. yaitu membentuk sikap mental dan kesadaran batin yang benar dalam beribadah bagi warga NU. harta. sedang I‟tidal artinya tegak. Al-Ijma‟. Amar Ma‟ruf Nahi Munkar. maka pada tahun 1957 para tokoh NU membentuk suatu badan Jam‟iyah al-Thariqah al-Muqtabarah.[14] Faham NU dalam bidang kemasyarakatan Sikap NU dalam bidang kemasyarakatan diilhami dan didasari oleh sikap dan faham keagamaan yang dianut. AsSunnah. tasammuh. Ciri lain dalam metode berfikir NU adalah mengacu kepada kaidah-kaidah fiqh. dan akal sehat.[15] Tujuan Muhammadiyah dan NU Tujuan Pendirian Muhammadiyah 36 . tawazun dan amar ma‟ruf nahi munkar. Selain empat sumber hukum Islam tersebut. Sikap ini harus dimiliki baik oleh aktifis NU maupun segenap warga dalam berorganisasi dan bermasyarat. Tawasuth artinya tengah. Menyerasikan khidmad kepada Allah SWT. serta mencegah semua hal yang menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan. jiwa.

Ahmad Dahlan ialah ingin membentuk manusia muslim yang baik budi. Bidang kemasyarakatan Di bidang sosial dan kemasyarakatan. NU dengan demikian merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk ikut membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat yang bertakwa kepada 37 . lebih banyak berhubungan dengan cara-cara penyelenggaraan pengajaran. Yaitu segi cita-cita dan segi teknik pengajaran. usaha yang dirintis oleh Muhammadiyah yaitu didirikannya rumah sakit. dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakatnya. poliklinik. rumah yatim-piatu. yang dikelola melalui lembaga-lembaga dan bukan secara individual sebagaimana dilakukan orang pada umumnya. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya dalam melakuka kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat. Dari segi cita-cita. Karena melalui bidang inilah pemahaman tentang Islam dapat diwariskan dan ditanamkan dari generasi ke generasi. yaitu sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt dalam al-Qur‟an dan dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw lewat sunnah-sunnahnya. pendidikan mempunyai arti penting. dan bidang kemasyarakatan. Bidang pendidikan Bagi Muhammadiyah. Adapun teknik. bidang pendidikan. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. dan pembaharuan dalam arti modernisasi. Adapun yang dimaksud dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah ialah pembaharuan dalam arti mengembalikan keasliannya kemurniannya. luas dalam pandangan dan faham masalah ilmu keduniaan. yaitu: bidang keagamaan. Oleh karena itu. melestarikan. Bidang keagamaan Pembaharuan dalam bidang keagamaan ialah memurnikan kembali dan mengembalikan kepada keasliannya. alim dalam agama. yang dimaksudkan KH.[16] Tujuan Pendirian NU Nahdlatul Ulama didirikan dengan tujuan untuk memelihara. Pembaharuan pendidikan meliputi dua segi. Sekarang ini usaha pembaharuan Muhammadiyah secara ringkas dapat dibagi ke dalam tiga bidang. kemajuan bangsa dan ketinggian harkat dan martabat manusia. dalam pelaksanaan agama baik yang menyangkut aqidah (keimanan) ataupun ritual (ibadah) haruslah sesuai dengan aslinya.Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama.

terampil. iuran. wawasan keagamaan dan budaya ala NU. Kedua. Mereka tersebar dalam berbagai kelompok kegiatan. Bahkan idealnya jam‟iyyah NU dapat menjadi organisasi kader dengan melakukan langkah-langkah taktis seperti: Tertib administrasi dan organisasi yang mantap. Inilah yang kemudian disebut Khitthah Nahdlatul Ulama. Kedua macan kelompok tersebut. berakhlak mulia. merupakan potensi bagi organisasi ini. mulai dari pendaftaran anggota. rapat-rapat resmi.[18] ANALISIS 38 . Disiplin operasional dan langkah-langkah perjuangan. karena baliau adalah pewaris dan mata rantai penyalur ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kata ulama dalam rangkaian Nahdlatul Ulama tidak selalu berarti NU hanya beranggotakan Ulama tetapi memiliki maksud bahwa Ulama mempunyai maksud kedudukan istimewa didalam NU. Jam‟iayyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya. NU mewujudkan cita-cita dan tujuannya melalui serangkaian ikhtiyar yang didasari oleh dasar-dasar faham keagamaan yang membentuk kepribadian khas NU. anggota. sikap. tahlilan. tenteram. Anehnya mereka tidak mudah diatur sebagai jam‟iyyah NU. mutasi. Sedangkan sebagai jam‟ah NU. cerdas. Yaitu sebagai organisasi formal struktural yang mengikuti mekanisme organisasi modern seperti memiliki pengurus. wajah jama‟ah (NU jama‟ah). Nahdlatul Ulama mempunyai dua wajah: Pertama. proses pembentukan pengurus dan sebagainya.[17] NU didirikan sebagai Jam‟iyyah Diniyyah (organisasi keagamaan kemasyarakatan). Bahkan mereka tidak mau dikatakan bukan orang NU. Yaitu kelompok ideologis kultural yang mempunyai pandangan. wajah Jam‟iyyah (NU jam‟iyyah). wali murid madrasah NU. mereka diharapkan menjadi pendukung masal bagi gagasan.Allah SWT. adil dan sejahtera. Masingmasing harus diurus secara baik dan tepat. Pembinaan odeologi dan wawasan yang mumpuni. meskipun keberadaan mereka tidak terdaftar sebagai warga jam‟iyyah NU. langkah amaliah organisasi dan sebagainya. keputusan-keputusan resmi dan lainlain. seperti jama‟ah yasinan. jama‟ah mushalla dan sebagainya.

Persoalan yang membedakan mereka sangatlah tipis. kata sayyidina dalam sholawat. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. melestarikan. yaitu mereka sama-sama berdasarkan al-Qur‟an dan Hadits. hanya soal syari‟at. NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M pendirinya yaitu KH. Tujuan berdirinya NU yaitu untuk memelihara. Berbeda dengan NU. dan lain-lain. tatanan dan aturan pelaksanaan syari‟atnya saja yang beda. Atau dengan kata lain. Di antara paham-paham agama Islam di Indonesia tersebut yaitu Muhammadiyah dan NU. tetapi kalau di buku-buku karangan kyai atau Ulama sudah cukup kadang tidak terus mencari Al-qur‟an dan Hadist. Hasyim Asy‟ari. jumlah rakaat dalam shalat tarawih.Dalam perkembangannya. Muhammadiyah berdiri pada 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 M yang dipelopori oleh KH. Dilihat dari kondisi sekarang. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya. kalau tidak ada barulah menkaji dan menganalogikan dengan dalil yang dekat dengan persoalan itu. Ahmad Dahlan. Jenis pemikiran Muhammadiyah bersifat filosofis dan teoritis. apakah ada dalilnya. NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa al-Jama‟ah. Hal yang sering diperselisihkan tersebut di antaranya masalah bacaan qunut dalam shalat subuh. Kalau ada persoalan di kaji dulu masalah itu dan kemudian dicari dalil hukumnya dari berbagai tokoh ulama atau kyai. Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. Dengan hal tersebut di Indonesia membentuk suatu organisasi yang pada dasarnya yaitu mempertahankan agama Islam yang murni seperti ajaran Islam pada waktu dibawa Rasulullah SAW. Muhammadiyah dan NU seolah-olah memiliki perbedaan yang menjadikan masyarakat membeda-bedakan dan tidak ada kesatuan antara mereka. persoalan yang membedakan mereka adalah cara-nya mencapai Dasar hukum Al-qur‟an dan Hadist tersebut. Kalau Muhammadiyah mengambil dasar hukum didahului dengan melihat Alqur‟an dan Hadist dulu. Padahal pada dasarnya mengenai aqidah antara Muhammadiyah dan NU itu sama. baru kemudian dilihat ke Alqur‟an atau Hadist. KESIMPULAN Paham-paham agama Islam di Indonesia yang paling terkenal adalah Muhammadiyah dan NU. Islam yang berkembang di Indonesia mengalami kelunturan tentang ke ontetikan Islam itu sendiri. 39 .

Semoga memberikan manfaat bagi pembaca dan juga pemakalah. Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. Semarang: Rasail. Abdul Muchith. (Semarang: Rasail. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah. Samsul Munir. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. pemikiran dan Amal Usaha. Deliar.114 [4] M. 2000 Solikhin. 1996 Pasha. hlm. (Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah salanjutnya. 1990 Muzadi. Membidik NU. Sejarah Peradaban Islam. Abdul Munir. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. 2001 Mulkhan. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya.PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. 2005 Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. 156-157 40 . 2000). DAFTAR PUSTAKA Amin. Masyhur. Solikhin. Surabaya: Khalista. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. Muhammadiyah Sejarah. 1990 [1] M.Jakarta: Bumi Aksara. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. hlm. Rozikin. hlm. Yogyakarta: AL-Amin. Solikhin. Yogyakarta: Gama Media. 2007 Noer. Musthafa Kamal dan Ahmad Adaby Darban. 1996). NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. 84 [3] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. 1996 Amin. 156 [2] Deliar Noer. M. 2010 Daman. 2005). hlm. Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. Sejarah Peradaban Islam.

NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. hlm. 424-425 [8] Abdul Munir Mulkhan. 85 [15] Masyhur Amin. 117-120 [17] Abdul Muchith Muzadi. 3436 41 . hlm. hlm. 1990). 86-90 [16] Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. (Jakarta: Amzah. (Yogyakarta: Gama Media. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. hlm. hlm. (Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. 1996). 2007). hlm. hlm. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. Membidik NU. hlm. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. 24 [6] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. Sejarah Peradaban Islam. pemikiran dan Amal Usaha. 54-55 [13] Masyhur Amin. 2010). 1990). 157-158 [10] Rozikin Daman. 53-54 [9] M. hlm. hlm. hlm. Sejarah Islam. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. 80 [12] Rozikin Daman.(Jakarta: Bumi Aksara. 80 [14] Masyhur Amin. hlm. Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. (Yogyakarta: ALAmin. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. (Surabaya: Khalista. 58 [7]Samsul Munir Amin. hlm. 2425 [18] Abdul Muchith Muzadi. Solikhin. hlm. Membidik NU.[5] Abdul Muchith Muzadi. Muhammadiyah Sejarah. 2001). Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. 54 [11] Masyhur Amin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful