NAHDLATUL ULAMA (NU) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN

PENDAHULUAN

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang eksistensinya memainkan peran penting bagi kehidupan bangsa. NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ikut bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi dalam membangun cita-cita bangsa. Hal tidak ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jama‟ah NU, tetapi lebih besar dari itu bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa.

Sesuai khittah An-Nahdliyyah 1926, NU bertujuan : ikut membangun, mengembangkan insan dan masyarakat Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, terampil, adil, berakhlak mulia, tenteram dan sejahtera.1 Disamping itu, NU juga telah merumuskan konsep mabadi‟ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik) yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bertumpu pada ash-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab) sehingga tata laku masyarakat dilandasai oleh moralitas yang agung, bukan nafsu serakah menumpuk kekayaan dan kepentingan ego pribadi.2

NU juga merumuskan dasar-dasar keagamaan yang menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan : Sikap tawasuth dan i‟tidal. Sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah kehidupan bersama.

1

Kiprah PB NU 2000-2001 Analisa dan Evaluasi Pemberitaan tentang KH. Hasyim

Muzadi Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Nahdlatul Ulama, Dinamika Ideologi Dan Politik Kenegaraan, (Jakarta : Gramedia, 2010), h.x
2

1

Sikap tasamuh. Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan, baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu‟ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap tawazun. Sikap seimbang dalam berkhidmat. Menyerasikan khidmat kepada Allah, khidmat kepada sesama manusia, serta pada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Sikap amar ma‟ruf nahi munkar. Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama serta menolak dan mencegah semua hal yang dapt menjerumuskan , merendahkan nilainilai kehidupan.3 Dengan rumusan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran dan moderat, bukan dengan kekerasan. Dalam kaitan dengan suasana hidup yang toleran dan moderat ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain negara Indonesia. Tak berlebihan jika NU terus menerus melestarikan negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang paling ideal bagi bangsa Indonesia.4

Lebih jauh, bagaimana dinamika NU dalam mengiringi perjalanan sejarah bangsa dan siapa saja tokoh-tokoh NU yang berpengaruh, bagaimana gagasan dan gerakannya dapat kita lihat dalam paparan berikut ini.

DINAMIKA NU Sejarah Lahirnya NU
Nur Khalik Ridwan,NU &Bangsa 1914-2010 Pergulatan Politik & Kekuasaan, (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2010), h. 463 4 Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzili : Editor, Op.cit., h.xi
3

2

Sejarah formal NU dimulai sejak ia didirikan 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy‟ari bersama beberapa ulama sepaham seperti KH Wahab Hasbullah serta beberapa ulama pesantren lain. Namun berdirinya jam‟iyah ini sesungguhnya hanyalah pelembagaan tradisi keagamaan yang telah lama mengakar.5

Jauh sebelum lahir sebagai organisasi, NU telah ada dalam bentuk komunitas (jamaah) yang diikat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter Ahlussunnah wal jamaah. Wujudnya sebagai organisasi tak lain adalah “penegasan formal dari mekanisme informal para ulama sepaham.” Arti penting dibentuknya organisasi ini tidak lepas dari konteks waktu itu, terutama berkaitan dengan upaya menjaga eksistensi jamaah tradisional berhadapan dengan arus paham pembaharuan Islam.

Masuknya paham pembaharuan ke Indonesia diawali oleh semakin banyaknya umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, sejak dibukanya Terusan Suez (1869). Bersamaan dengan itu, di Timur Tengah sedang merebak ajaran pembaharuan dan purifikasi ajaran Islam, seperti gerakan pembaharuan Muhammad Abdul Wahab yang kemudian dikenal sebagai Wahabiyah, maupun pemikiran Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani yang dilanjutkan Muhammad Abduh. Tak pelak, kontak pemikiran intensif antara para jamaah haji Indonesia dengan paham pembaharuan ini berlangsung. Ketika kembali ke tanah air, para haji membawa pemikiran itu untuk memurnikan ajaran Islam dari unsur-unsur yang dianggap berasal dari tradisi di luar Islam.

Tak semua kalangan menerima paham pembaharuan itu secara bulat-bulat. Sekelompok ulama pesantren, menilai bahwa penegakan ajaran Islam secara murni tidak selalu berimplikasi perombakan total terhadap tradisi lokal. Tradisi ini bisa saja diselaraskan dengan ajaran Islam secara luwes. Kalangan yang dikenal sebagai kelompok ulama tradisional ini mengamati upaya purifikasi ajaran Islam itu dengan cemas. Sebab tak mustahil jika hal itu dilakukan secara frontal dan radikal akan mengguncang masyarakat. Perkembangan inilah yang dinilai sebagai ancaman terhadap kelestarian paham Ahlussunnah wal Jamaah yang mereka anut.

5

Kacung Marijan, Quo Vadis NU Setelah Kembali ke Khittah 1926, (Jakarta : Erlangga,

1992), h.1

3

Karena itu, mereka berupaya membuat pengimbang bagi arus gerakan pembaharuan itu, dan dalam alur inilah, antara lain, NU terbentuk.

Arti penting lain pembentukan NU adalah berkaitan dengan upaya pemupukan semangat nasionalisme di tengah iklim kolonialisme saat itu. Sulit dibantah bahwa perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Beslanda tidak hanya membawa wacana politik tapi juga keagamaan. Dalam wacana keagamaan itulah peran kepemimpinan ulama menjadi penting (sebut saja Perang Diponegoro 1825-1830, Perang Paderi 1321-1837, perlawanan rakyat Aceh 1872-1912). Ketika pada abad XX nada perlawanan terhadap penjajah bergeser dari perjuangan bersenjata menjadi pergerakan nasional, para ulama tidak mau ketinggalan. Sepuluh tahun sebelum berdirinya NU, KH Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) yang berusaha menumbuhkan rasa nasionalisme melalui pendidikan. Organisasi ini adalah langkah kongkret dari forum diskusi Taswirul Afkar (konsepsi pemikiran) yang sebenarnya merupakan antisipasi Wahab Hasbullah menghadapi ekses gerakan pembaharuan yang menjadi ancaman bagi eksistensi tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam perkembangannya, Nahdlatul Wathanlah sebenarnya dapur pemikiran lahirnya NU.6

Perluasan NU di Zaman Awal (1926-1937) NU dimasa-masa awal, dicerminkan dari kongres-kongres yang diadakan diberbagai daerah, dimaksudkan untuk menghimpun sebanyak-banyaknya ulama dan dukungan umat Islamuntuk bergabung dengan NU. Pada tahun 1930, Cabang pertama yang didirikan di luar Jawa adalah di Pulau Kalimantan.

Pada masa-masa awal , kongres NU terlaksana merupakan hal yang luar biasa, karena dimana-mana terjadi perang dan penjajahan. Berbagai pemberontakan daerah dilakukan untuk mengusir penjajah, juga mengakibatkan banyak keterlibatan kyai dalam pemberontakan-pemberontakan itu. Keputusan-keputusan kongres disamping soal agama, juga menyangkut soal masyarakat.

Meningkatknya Kesadaran Politik: 1934-1952
A. Gaffar Karim, Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar bekerjasama dengan LkiS, 1995), h.48
6

4

meskipun awalnya dimaksudkan untuk federasi kerjasama di luar bidang politik. Dalam sebuah rapat tertutup yang dihadiri oleh 17 orang tokoh NU. Sekalipun dua dari empat tokoh pendiri MIAI berasal dari NU. Baru dua tahun kemudian NU turut bergabung di dalamnya.Selama beberapa waktu. termasuk tuntutan Indonesia berparlemen. h. orientasi politik dalam diri NU masih bersifat laten. Dalam perkembangannya. dihasilkan keputusan dua orang calon presiden: Sukarno dan Mohammad Hatta.53 5 . Muktamar NU XV (1940) di Surabaya menjadi ajang penegasan tuntutan-tuntutan yang dilontarkan MIAI. dalam pengertian bahwa NU tidak terlibat dalam gerakan politik praktis..16 Tak satupun tuntutan-tuntutan yang diajukan itu terpenuhi. Pola interaksi yang dialami dalam MIAI membawa pengaruh besar terhadap NU..8 7 8 Ibid. namun mereka hadir atas nama pribadi.51 Ibid. Hal-hal lain yang juga dituntut oleh NU antara lain adalah dilakukannya perbaikan-perbaikan seperti diberikannya pertolongan terhadap jemaah haji Indonesia yang terperangkap di Mekkah akibat perang Belanda-Jerman. MIAI dibentuk pada 1937 atas dasar keinginan untuk memperkuat tali persatuan umat Islam Indonesia. mencabut Guru Ordonantie 1925 yang dianggap merugikan umat Islam. Lahan politik menjadi garapan kalangan nasionalis dan kalangan Islam modernis yang berada di SI. Salah satunya ditunjukkan ketika MIAI menyetujui rencana GAPI (Gabungan Politik Indonesia) agar Indonesia berparlemen. MIAI menyentuh wilayah perjuangan politik. termasuk hal yang menyangkut siapa yang menjadi kepala negara di negara Indonesia merdeka nanti.7 Langkah konkret dari tumbuhnya orientasi politik itu adalah bergabungnya NU ke dalam Majlisul Islam A‟la Indonesia (MIAI) pada 1939. dengan 10 suara untuk Sukarno dan satu suara untuk Hatta. h.

Ketika pendudukan Jepang dua tahun kemudian membuat persoalan-persoalan itu tidak relevan lagi. sebagai Kepala Shumubu (menyusul Husein Djajadiningat yang menggantikan Horrie) serta sebagai Ketua Umum pengurus Masyumi yang pertama. serta memenuhi keinginan secara baik pula terhadap umat Islam khususnya yang berbasis di pedesaan. Pertama sikap NU kepada Jepang cenderung lunak. Berkaitan dengan politik jepang untuk menggalang semua kekuatan anti Belanda ke pihaknya. Seperti Yang tampak dalam pengangkatan Rais Akbar NU. Maka dibentuklah Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada tahun 1943 di mana NU. sehingga NU dimungkinkan untuk memainkan peran yang cukup berarti. sebagaimana dalam MIAI. peran NU tersalur melalui Masyumi. Keuntungan ini kalau boleh disebut demikian– dimungkinkan setidaknya oleh dua hal. tersubordinasi di dalamnya. pada awal kemerdekaan turut menjadi kompartemen TNI. Lebih lagi karena ternyata bagi Jepang. dan karena itu mereka tetap mengawasi secara ketat organisasi-organisasi Islam. terutama terhadap pendidikan Islam. NU mau tak mau adalah kuncinya. Regim kolonial baru ini segera tampak jauh lebih represif daripada regim sebelumnya: semua organisasi politik dibekukan. KH Hasyim Asy‟ari. yang kemudian melahirkan milisi-milisi revolusioner Hizbullah dan Sabilillah. Berbeda dengan sikapnya terhadap Belanda. sebagaimana Belanda. Volksraad sama sekali menolak. terpisahnya Islam dari politik adalah salah satu bagian dari rencana umumnya. sehingga mereka perlu memperlakukan dengan baik. Hadratus Syeikh. maka terhadap Jepang NU bersikap lebih kooperatif NU bersedia duduk dalam Chou Sangiin. Kedua milisi ini. Yang disebut terakhir ini adalah sebuah partai politik resmi yang berbeda dan terlepas sama sekali dari organisasi 6 . Tindakan selanjutnya adalah mengupayakan terbentuknya sebuah organisasi federasi Islam yang antara lain ditujukan untuk menggantikan MIAI yang berkesan anti-kolonial. Pada masa ini NU sebenarnya memperoleh beberapa konsesi. Umat Islam yang semula menaruh harapan pada “saudara tua” yang membebaskan mereka dari kekuasaan “kafir” Belanda itu segera menemukan kekecewaan yang dalam. Sementara di panggung perjuangan politik. sementara untuk badan serupa di Jaman Helanda. dan setiap kegiatan politik dilarang sama sekali. yang dibentuk beberapa bulan setelah proklamasi. Kalangan NU pada umumnya memandang bahwa saham mereka dalam pejuangan fisik mempertahankan kemerdekaan disumbangkan melalui kedua milisi itu. Suatu manfaat lain yang bisa diperoleh NU dengan siasat sikap lunaknya kepada Jepang adalah berupa pelatihan ketrampilan militer bagi para santri dan kyai di pesantren.

kecuali dalam hal tujuan moralnya.9 Aktualisasi Peran Politik : 1952-1984 Struktur pimpinan pusat Masyumi terdiri dari pimpinan partai (yang melaksanakan tugas eksekutif sehari-hari) dan Majelis Syuro (semacam dewan pertimbangan dan pemberi fatwa). Ketua Umum PB NU waktu itu. yaitu dinamika internal NU sendiri. Secara tradisional posisi penting dalam majelis Syuro dipegang oleh tokoh ulama NU. Sebab di samping sudah demikian adanya sejak awal kemerdekaan. Sebab-sebab itulah yang umumnya dipandang sebagai faktor pendorong keluarya NU dari Masyumi. Namun karena pertimbangan-pertimbangan lain.dengan nama yang sama di jaman Jepang. Partai Masyumi terbentuk sebagai buah dari keputusan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta (7-8 Nopember 1945). KH Wahid Hasyim. perserikatan umat Islam dan Persatuan umat Islam. h.55 7 . Masyumi mengajukan nama Fakih Usman (Muhammadiyah) kepada formatur kabinet untuk jabatan itu.. diisi oleh kalangan pembaharu yang biasanya para intelektual. NU bersama Muhammadiyah. Dalam klaim NU. yang sangat dominan. yang juga memutuskan bahwa Masyumi adalah satu-satunya partai politik bagi umat islam di Indonesia. kursi Menteri Agama adalah bagian mereka. NU menilai dirinya sebagai cermin dari mayoritas umat Islam Indonesia. memandang bahwa organisasi yang dipimpinnya telah semakin condong ke dalam percaturan politik. Tokoh-tokoh NU muda seperti Idham Chalid. Sementara pimpinan partai. Saifuddin Zuhri. Syaichu dan lain-lainnya semakin memerlukan 9 Ibid. Tapi Zamakhsyari Dhofier melihat suatu penyebab lain yang lebih menentukan. adalah organisasi-organisasi pertama memasuki Masyumi. Suasana hubungan antara keduanya sangat kondusif bagi munculnya konflik. Sumber lain adalah berkaitan dengan jabatan Menteri Agama dalam Kabinet Wilopo. di mana akhinya Majelis Syuro terus-menerus digiring ke arah peran yang semakin tidak berarti menjadi “dewan penasehat” yang seringkali tidak begitu diindahkan Di sinilah bersumber kekecewaan NU terhadap Masyumi. Pimpinan Partai dalam garis besar tindakan partai). Sebenarnya struktur kepemimpinan semacam ini lebih banyak menimbulkan persoalan dari pada menguntungkan.

dan setingkat di atas PKI. Lebih jauh lagi. Berfusi dalam Partai Persatuan Pembangunan Ketika stabilitas politik diterima sebagai prasyarat pembangunan ekonomi. NU dengan perolehan suara sebesar 6. dan selanjutnya mempermudah sistem administrasi seperti penyusunan fraksi di DPR kelak. Di sini. serta mengeliminasi. hal itu juga membawa perubahan dalam perimbangan kekuatan politik Indonesia saat itu. Mengingat NU adalah partai yang relatif baru. maka perolehan suara NU yang menempatkannya pada posisi ketiga di atas sungguh di luar dugaan. seruan Suharto itu memperoleh tanggapan positif. di depan para pimpinan ke-9 parpol dan Golkar Presiden Suharto. Perubahan NU menjadi parpol membawa umat Islam Indonesia kedalam dikotomi kepemimpinan politik : kepemimpinan politik kaum modernis di Masyumi. menempatkan diri pada posisi ketiga setelah PNI dan Masyumi. Hasil-hasil Pemilu 1955 menggambarkan dengan jelas tentang perimbangan kekuatan baru itu. Maka pada bulan berikutnya terbentuklah pengelompokan dimaksud.4 % dari keseluruhan suara yang masuk) dan 45 kursi di parlemen. Murba. Pada Pebruari 1970. dan kepemimpinan politik kyai (ulama) tradisional di NU. IPKI.ruang gerak yang cukup luas dalam arena politik. Dan hal itu akan dapat terbuka dengan lebih leluasa setelah NU dapat berdiri sebagai partai politik.141 (18. Parkindo dan Partai Katolik bergabung dengan kelompok nasionalis. PNI.955. menyampaikan saran tentang pengelompokan partai-partai. Proses kearah penyederhanaan partai ini pada dasarnya sudah dimulai sejak awal 1970. bukan untuk melenyapkan partai-partai itu sendiri. sehingga persiapan untuk menghadapi pemilu boleh dikatakan kurang jika dibandingkan dengan partaipartai lain. Tujuannya adalah untuk mempermudah kampanye pemilu. Setelah melalui tahap dialog antara pemerintah dan partai-partai. Salah satu bentuk upaya ini adalah tindakan restruktunsasi partai politik –kiat manajemen konfllik yang sebenarnya diwarisi dari regim sebelumnya dengan berbeda pola pelaksanaannya. sebelum pemilu pertama dilaksanakan. 8 . setidaknya meminimalkan semua kemungkinan ke arah sebaliknya. maka regim Orde Baru sangat intens menciptakan semua pra kondisi yang diperlukan untuk pemantapan stabilitas itu.

Parmusi. 9 . dan yang kedua disebut Kelompok Persatuan Pembangunan. namun tidak demikian halnya NU dan PSII.Sedang NU. mereka lebih memilih kelompok nasionalis. sementara untuk membentuk kelompok tersendiri kurang dimungkinkan. pemilu berikutnya hanya akan diikuti oleh dua parpol dan Golkar. Pengelompokan ini selanjutnya menjadi dasar penyusunan fraksi di DPR. Sekalipun anggota PPP hanya sedikit di DPR (94 dari 460 orang anggota). sehingga badan ini memiliki lima fraksi: Fraksi Persatuan Pembangunan. Sebenarnya Parkindo dan Partai Katolik dapat bergabung dalam kelompok spiritual. Tak heran jika pada awal berdirinya pikiran-pikiran NU banyak mewarnai keputusan-keputusan PPP terutama bila berhadapan dengan kebijaksanaan pemerintah. dan Fraksi ABRI. Namun ketika semakin pasti bahwa fusi partai tidak mungkin ditolak. sebab partai-partai Islam pada mulanya berbeda pendapat tentang fusi itu : Parmusi dan Perti sejak semula mendukung gagasan fusi. Fraksi Demokrasi Pembangunan atau Demokrasi Indonesia. maka pada 5 Januari 1973 keempat partai Islam itu berfusi ke dalam Partai Persatuan Pembangunan. Tapi karena alasan perbedaan agama. agaknya dengan mempertimbangkan perimbangan kekuatan dalam Pemilu 1971. Dalam rancangan itu disebutkan bahwa hanya tiga partai politik yang akan diakui di Indonesia. sebelum hal itu dipaksakan oleh UU Parpol dan Golkar. Struktur kepemimpinan PPP diusahakan agar dapat menampung semua partai pendukung secara proporsional. namun mereka dapat memaksakan revisi yang cukup mendasar sebelum RUU itu disahkan menjadi UU No. Kemenangan Gemilang Golkar dalam Pemilu 1971 di sisi lain juga semakin memudahkan „penguasaan‟ pemerintah terhadap DPR. ditandai dengan penandatanganan sebuah deklarasi di Jakarta. dominasi NU dalam partai ini terasa dominan pada awalnya. Dengan demikian. seperti yang tampak dari diborongnya posisi penting dalam kepengurusan pusat PPP oleh NU. PSII dan Perti membentuk kelompok spiritual. Kelompok pertama disebut Kelompok Demokrasi Pembangunan. Alasan utama penolakan itu adalah karena secara prinsipil RUU itu bertentangan dengan ajaran Islam. Itulah sebabnya. Dalam hal ini PPP tampak begitu kompak. Fraksi Karya Pembangunan. Pemerintah kemudian mengusulkan RUU Kepartaian. Semakin jelas bahwa penyederhanaan partai sulit ditolak oleh kalangan partai. Maka Kelompok Persatuan Pembangunan yang berbentuk konfiderasi terus menerus mengadakan pendekatan intensif dalam rangka mendahului realisasi fusi. seperti tercermin jelas dalam respons penolakan atas RUU Perkawinan 1974. Langkah ke arah fusi itu bukannya tanpa hambatan. 1 Tahun 1974.

tuntutan pengurangan jumlah anggota DPR yang diangkat. terutama menyangkut keikutsertaan parpol di LPU (Lembaga Pemilihan Umum) sampai KPPS. Retaknya kekompakan ini barangkali sebenarnya tidak terlalu berdampak buruk bagi partai. Unsur MI menginginkan FPP ikut dalam voting sekalipun mungkin kalah. Yaitu Kubu Situbondo dan Kubu Cipete. sementara SI mengusulkan agar abstain saja. namun mereka berbeda dalam strategi dan taktik yang dipakai. Sedangkan kelompok kedua dibawah otoritas KH Idham Khalid yang terdiri dari para politisi dan birokrat NU di Jakarta. Hanya saja pada waktu yang nyaris bersamaan mulai muncul bibit kekecewaan NU terhadap PPP yang. Ketika MPR sulit menemukan kata sepakat dalam pembahasan tersebut.Sukses itu dimungkinkan karena kekompakan elit PPP. Ketika semua unsur lain pada akhirnya terpaksa menerima KUU itu. maka dipilih cara voting. sedangkan NU bersikeras menolak voting dan memilih walk out dari ruang sidang. Dan NU kembali menunjukkan sikap kerasnya. KH Masykur dan KH machrus Ali. Kelompok pertama dipimpin oleh empat ulama senior yaitu KH As‟ad Syamsul Arifin. unsur-unsur dalam FPP berbeda strategi sekalipun sikap mereka terhadap RUU itu sama. Lagi-lagi. 15 Tahun 1969 di DPR. Retak kedua muncul dalam pembahasan RUU tentang perubahan UU Pemilu No. dan sebagainya. tekanan pemerintah terhadap ormas dan Partai Politik dan munculnya generasi muda NU yang diwakili oleh Gus Dur ditandai adanya polarisasi antara dua kubu (1982). NU tetap bersikukuh menolaknya. Keretakan di FPP mulai muncul ketika mereka harus membahas Rantap MPR tentang P-4 dan dimasukkannya aliran kepercayaan dalam GBHN. berkisar dalam masalah distribusi kekuasaan. RUU ini memperoleh tentangan keras dari FPP dan FDI.67 Namun PPP tampak mulai kurang utuh setelah Pemilu 1977. Sekalipun secara esensial semua unsur di FPP menolak dimasukkannya P-4 sebagai Tap MPR dan aliran kepercayaan ke dalam GBHN. sehingga RUU itu disahkan tanpa kehadiran anggta FPP dari unsur NU dalam sidang pleno bulan Pebruari 1980. KH Ali Ma‟shum. Di sini perbedaan muncul. di samping adanya gelombang reaksi keras dari massa Islam di luar partai terhadap RUU itu. sebagaimana terhadap Masyumi dulu. Terjadinya penyingkiran orang-orang NU di PPP. 10 .

Muktamar ini dianggap muktamar yang bersejarah karena di muktamar inilah NU dikembalikan kepada khittah sebagai gerakan diniyah ijtimaiyah. Juga dibahasnya pancasila sebagai asas tunggal. syuriah sendiri kemudian menunjuk Abdurrahman Wahid sebagai panitia Munas Alim Ulama di Situbondo pada 1983. Putusan lain yang terpenting menghasilkan duet Abdurrahman Wahid (Ketua Umum Tanfidziyah) dan KH Achmad Shidiq (Rais Am Syuriyah PBNU). yaitu memperhatikan masalah-masalah kemasyarakatan secara lebih luas. untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. NU kini kembali ke orientasi semula. karenanya setiap warga NU diharapkan menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945. dalam Muktamar juga dibahas sub-sub tema reorientasi program. Reorientasi program. 11 . NU akan melakukan pergantian pimpinan dari generasi tua kepada generasi muda yang dilakukan dengan tetap memelihara keserasian dan keselarasan hubungan antar generasi. Regenerasi. Kombinasi antara generasi tua dan generasi muda dalam merupakan komposisi yang menarik untuk membawa kepada sebuah NU baru. Komisi II mengenai Pemulihan Khittah 1926 dan komisi III mengenai al-syu‟un ijtima‟iyah. Untuk mengokohkan gerakan itu. ekonomi. Generasi tua diwakili Abdurrahman Wahid. dengan menyebutkan bahwa NU secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan bangsa. Dalam Munas ini ada tiga komisi yang dibuat. sosial. budaya dan agama. yaitu : Komisi I mengenai Masa‟il Diniyah. Selanjutnya pada tanggal 8 sd 12 Desember 1984 diselenggarakan Muktamar NU yang ke-27. Itu berarti meliputi segala aspek politik. setelah sekian lama dalam kiprah politik praktis.Kelompok Situbondo menginginkan bahwa Syuriah adalah adalah pemegang kekuasaan tertinggi dan NU perlu kembali ke khittah sebagai gerakan diniyyah ijtima‟iyyah. Memasuki Era Baru NU Mengiri tema kembali ke khittah.

STRUKTUR. ada dua : Pertama. Kedua. tidak ada satupun pengurus NU yang berani bermimpi bahwa suatu ketika ada warga NU yang akan dilamar menjadi presiden atau wakil presiden. warga NU yang sekarang di luar PKB menuntut agar NU tetap berada di jalur khittah 1926. salah satu alasan pokok kembalinya NU ke khittah pada saat itu. Akan tetapi. Maski bisa disangkal bahwa keputusan ini akan dianggap mencederai prinsip equi distance yang diambil oleh NU terhadap semua kekuatan partai politik. Pada tahun 1998 lahirlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). diantara alasan-alasan lain yang cukup banyak dan kompleks. NU juga harus mengalami kerugian besar karena konfrontasi dengan Golkar sebagai partai yang berkuasa. dan tidak bisa menembus ke lingkungan yang lebih luas.online didapatkan data : Tujuan Organisasi 12 . nu. NU ingin kembali mengurus garapan sosial keagamaan yang terlantar tak karuan ketika organisasi ini menjadi partai politik sejak tahun 1952.Pendapat lain menyatakan bahwa. Selain itu. TUJUAN DAN USAHA ORGANISASI. Walaupun dari segi aturan main organisasi . keberadaan NU sebagai salah satu unsur dalam PPP saat itu telah membuat dakwah NU hanya terbatas pada golongan tertentu. JARINGAN Berdasar situs resmi PBNU dalam www. yang difasilitasi oleh sebagian pengurus PBNU. BASIS PENDUKUNG. tidak ada larangan formal bagi pengurus harian NU untuk melakukan hal-hal tersebut. karena dengan terbentuknya PKB aspirasi politik warga NU ada wadahnya. saat AD/ART yang baru disusunkembali mewadahi kehendak dan semangat kembali ke khittah. mereka menuntut perlakuan yang sama dengan warga NU di PKB. Sebagai contoh tidak jelas apakah seorang Ketua Umum PBNU diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden. Sebab pada tahun 1984. Banyak kalangan menganggap bahwa keputusan ini sebagai keputusan yang tepat. Perdebatan muncul saat warga NU berhadapan dengan kawasan abu-abu.

mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan. Di bidang ekonomi. Di bidang sosial-budaya. dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata. di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Usaha Organisasi Di bidang agama. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. berbudi luhur. berpengetahuan luas. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial-ekonomi memiliki masalah yang sama. Basis pendukung NU ini mengalami pergeseran. 13 . Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. pada sektor perburuhan di perkotaan. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. juga cukup dominan. mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. maka saat ini. Warga NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. untuk membentuk muslim yang bertakwa. dari beragam profesi. Di bidang pendidikan. Jika selama ini basis NU lebih kuat di sektor pertanian di pedesaan. baik di kota maupun di desa. menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilainilai Islam. Basis Pendukung Jumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) atau basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 40 juta orang. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama'ah di tengahtengah kehidupan masyarakat.

Struktur Pengurus Besar (tingkat Pusat) Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi) Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan) Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan) Untuk tingkat Pusat. setiap kepengurusan terdiri dari: Syuriaah (Pimpinan tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana harian) Jaringan Hingga akhir tahun 2000. dan Majelis Wakil Cabang. Wilayah. jaringan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) meliputi: 31 Pengurus Wilayah 339 Pengurus Cabang 12 Pengurus Cabang Istimewa 2.630 Majelis Wakil Cabang 37. setiap kepengurusan terdiri dari: Mustasyar (Penasehat) Syuriah (Pimpinan Tertinggi) Tanfidziyah (Pelaksana Harian) Untuk tingkat Ranting.125 Pengurus Ranting 14 . Cabang.

Infaq. Lembaga ini meliputi: Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU ) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Lembaga Takmir Masjid Indonesia ( LTMI ) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Lajnah Bahtsul Masail (LBM-NU) Lajnah Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus.Lembaga Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. dan Shadaqah (Lazis NU) 15 . Lajnah ini meliputi: Lajnah Falakiyah (LF-NU) Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU) Lajnah Auqaf (LA-NU) Lajnah Zakat.

Kiai Usman.Badan Otonom Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Kakek dari pihak ayah. Ia anak ketiga dari 10 bersaudara pasangan Kiai Asy`ari bin Kiai Usman dari Desa Tingkir dan Halimah binti Usman. 16 . Badan Otonom ini meliputi: Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah Muslimat NU Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Fatayat NU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa) Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH) TOKOH GAGASAN DAN GERAKAN Hadratusy Syaikh K. Ayahnya pendiri Pesantren Keras. Ia lahir dari kalangan elite santri.H. Hasyim Asy‟ari lahir pada 24 Dzulqa`dah 1287 H atau 14 Februari 1871 M di Desa Nggedang. pendiri Pesantren Gedang. Jawa Timur. Jombang. Buyutnya dari pihak ayah. Hasyim Asy’ari K.H.

dan Sidoarjo (Pesantren Siwalan Panji). Hasyim belajar kepada orangtuanya sendiri sampai pada taraf menjadi badal atau guru pengganti di Pesantren Keras. Tiga tahun kemudian. ia pulang kampung dan mengajar di pesantren ayahnya. setelah belajar lima tahun dan umurnya telah genap 21 tahun. diambil menantu oleh Kiai Ya`kub. pemimpin Pesantren Siwalan Panji. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar. di tempat mertuanya. saat pasangan ini tengah berada di Makkah. ia mengajar di Pesantren Kemuring. dua tahun kemudian. Kala itu Hasyim tengah belajar dan bermukim di tanah Hijaz. Khadijah meninggal di sana ketika melahirkan Abdullah. Namun. 1903. tepatnya tahun 1891. Dua bulan kemudian Abdullah pun menyusul ibunya. ia memulai pengembaraan ilmu ke berbagai pesantren di Jawa dan Madura: Probolinggo (Pesantren Wonokoyo). Nafisah. Semuanya pesantern itu berada di Jombang. Hasyim pulang ke tanah air. Pada pengembaraannya yang terakhir itulah. Tahun itu juga. Sampai umur 13 tahun. Kiai Romli. 1893. Namun tak lama kemudian. Ia dinikahkan dengan Khadijah. Tapi si adik juga meninggal di sana. Tuban (Pesantren Langitan). Madura (Pesantren Trenggilis dan Pesantren Kademangan). Muridnya tak jarang lebih tua dibandingkan dirinya. Pada umur 15 tahun. Bangkalan. yang telah menikahkan dirinya dengan putrinya. Anis. Kediri. pendiri Pesantren Tambakberas. Tahun 1900. untuk dan belajar.Kiai Sihah. ia. ia kembali ke Makkah bersama adiknya. 17 . sampai 1906.

Selain dengan Khadijah dan Nafisah. antara lain ia juga menikahi Nafiqah.Selama di Makkah ia belajar kepada Syaikh Mahfudz dari Termas (w. Banyak fatwanya yang menolak kebijakan pemerintah kolonial. sehingga mata rantai pemikirannya terputus. Hasyim melancarkan pembaharuan sistem pendidikan keagamaan Islam tradisional. pikiran yang paling mendasar Hasyim adalah pembelaannya terhadap cara beragama dengan sistem madzhab. Paham bermadzhab timbul sebagai upaya untuk memahami ajaran Al-Quran dan sunnah secara benar. tidak mungkin bisa 18 . Menurut Hasyim. 1920). yang juga dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai Jawa. ulama Indonesia pertama pakar ilmu hadits yang mengajar kitab hadits Shahih AlBukhari di Makkah. yaitu. Fatwa yang paling spektakuler adalah fatwa jihad. Pandangan ini erat kaitannya dengan sikap beragama mayoritas muslim yang selama ini disebut Ahlussunnah wal Jama‟ah. yaitu sistem musyawarah. gurunya. ia mendirikan Pesantren Tebuireng. Ia juga memperkenalkana pengetahuan umum dalam kurikulum pesantren. Tahun 1899. yang kelak didirikannya di Jombang sepulangnya dari Tanah Suci. Bahkan sejak 1926 ditambah dengan Bahasa Belanda dan Sejarah Indonesia. Hasyim menjalankan politik non-kooperatif. 12 Rabi‟ul Awwal 1317. Kediri. Namun persoalannya. Menghadapi penjajah Belanda. dan Ilmu Bumi. sehingga para santri menjadi kreatif. pun sangat menghormati dirinya.H. Kiai Cholil Bangkalan. Dalam paham keagamaan. K. Selama hidupnya.H. Masrurah.” Fatwa ini dikeluarkan menjelang meletusnya Peristiwa 10 November di Surabaya. “Wajib hukumnya bagi umat Islam Indonesia berperang melawan Belanda. K. umat Islam boleh mempelajari selain keempat madzhab yang ada. Hasyim-lah yang dianggap sebagai pemimpin spiritual para kiai.H. Hasyim menikah tujuh kali. dari Siwalan Panji. Dan setelah Kiai Cholil wafat.H. Maka. Ilmu hadits inilah yang kemudian menjadi spesialisasi Pesantren Tebuireng. dari Pesantren Kapurejo. Lewat pesantren inilah K. seperti Bahasa Melayu. Matematika. madzhab yang lain itu tidak banyak memiliki literatur. K.

Ibunya. adalah pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas. Asnah binti Kiai Said. Empat anak diperolehnya dari istri berikutnya. Setelah melahirkan seorang anak. Ia juga belajar kepada tokoh-tokoh besar lain di sana yang bukan orang Indonesia. Abdul Wahab Hasbullah Dari Hasyim Asy`ari. langsung berguru kepada Mbah Cholil. Kemudian ia menikah dengan Alawiyah binti Alwi. Pesantren Cepoko. Pada umur 27. Kiai Hasyim wafat pada 7 Ramadhan 1366 atau 25 Juli 1947 pada usia 76 tahun. ia pergi ke Makkah dan berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang bermukim di sana. Setelah itu ia menikah berturut-turut dengan tiga wanita yang semuanya tidak memberikan keturunan. Tawangsari (Surabaya). Nyai Lathifah. seperti Syaikh Sa`id Al-Yamani dan Syaikh Umar Bajened. sewaktu menunaikan ibadah haji bersama istri. yang ketika itu mendapat serangan gencar dari kalangan yang anti-madzhab. Mojosari. Bangkalan (Madura). Nasab keduanya bertemu dalam satu keturunan dari Kiai Abdus Salam. mulai dari Pesantren Langitan (Tuban). di bawah bimbingan Kiai Sholeh. Tahun 1921. istri kedua ini juga meninggal. hingga Pesantren Kademangan. NU didirikan antara lain untuk mempertahankan paham bermadzhab. Kiai Asy`ari Bawean. Ayahnya. Pendidikannya dihabiskan di pesantren. Kiai Cholil kemudian menganjurkannya belajar ke Pesantren Tebuireng (Jombang). 19 . seperti Kiai Mahfudz Termas. Chasbullah. Kiai Bakir Yogya. Kiai Muhtarom Banyumas. Nganjuk.memahami maksud yang dikandung Al-Quran dan hadits tanpa mempelajari pendapat para ulama besar yang disebut imam madzhab. Syaikh Ahmad Khatib Minangkabaw. sang istri meninggal di Makkah.

dan yang terakhir dengan Sa`diyah. yang kelak menjadi ketua DPR pada masa Orde Baru. ia mendirikan koperasi dagang Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang) untuk kalangan tradisionalis di kisaran Surabaya-Jombang. Sejak 1924. yang mendampinginya sampai akhir hayatnya dan memberinya keturunan lima anak. Sesudah itu ia menikah lagi dengan Masnah. Mas Mansur. Sedikit mundur ke belakang. Soetomo. seperti dr. seperti K. ia juga aktif dalam Islam Studie Club.Setelah Asnah meninggal. Burhan. jembatan untuk menghubungkan dirinya dengan tokoh-tokoh nasionalis modernis. ia menikah lagi dengan Fatimah binti H. yang akan mengirim delegasi ke kongres di Makkah untuk mempertahankan praktek-praktek keagamaan yang dianut kaum tradisionalis. lalu dengan Ashikhah binti Kiai Abdul Majid (Bangil). Abdullah Ubaid (1899-1938). meninggal di Makkah setelah memberinya empat anak. Pada 31 Januari 1926. tahun 1914. seorang janda yang punya anak bernama Syaichu. ia mengundang para ulama terkemuka dari kalangan tradisionalis ke Surabaya untuk mengesahkan terbentuknya Komite Hijaz. Pada tahun 1920. ketika berumur 26 tahun.H. yang di kemudian hari memainkan peranan penting di NU. Wahab Chasbullah telah mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis. Masih pada tahun yang sama. Pertemuan 15 kiai terkemuka dari Jawa dan Madura itu dilakukan di rumah Wahab Chasbullah di Kertopaten. atas persetujuan Hasyim Asy`ari. ia mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Negeri) di Surabaya. ia mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) bersama K. dikaruniai seorang anak. 20 . kakak sang istri. Pada tahun 1916. Bisri Syansuri (1886-1980) dan K. bersama Kiai Hasyim Asy‟ari (1871-1947). Surabaya. Pengajarnya terdiri dari banyak ulama tradisional muda.H.H.

menjadi wakilnya. juga merupakan gagasan Wahab Chasbullah dan Ahmad Dahlan Kebondalem (NU). Mas Mansur (Muhammadiyah).H. Meski Masyumi adalah organisasi non-politik. November 1945. MIAI (Majelis Islam A‟la Indonesia. dan K. Sedang Wahab Chasbullah menjadi anggota DPA. Tahun 1947. Fathurahman Kafrawi. Di 21 . pada kenyataannya fungsinya setengah politis. untuk mewakili dan memperkukuh Islam tradisional di Hindia Belanda. Kemudian. putra Hasyim Asy`ari. Saat itu Wahab Chasbullah menjadi ketua Dewan Syuro. Federasi organisasi Islam ini bertujuan meningkatkan komunikasi dan kerja sama di antara umat Islam. Wahab Chasbullah menjabat rais am NU. dan Wondoamiseno (SI). Hasyim Asy`ari menjadi ketua umum Majelis Syuro (Dewan Penasihat Keagamaan). setelah NU menyetujui peran politik bagi Masyumi lewat muktamar di Purwokerto (1946). Namun kemudian MIAI dibubarkan oleh Jepang dan dibentuklah Masyumi pada November 1943. Hasyim Asy`ari ditunjuk sebagai ketua umum dan Whab Chasbullah sebagai penasihat dewan pelaksananya. Kiai Masykur. Masyumi menjadi satusatunya kendaraan politik umat Islam. Dan secara resmi NU menarik diri dari Masyumi pada 31 Juli 1952. Maka ia sangat gencar mengkampanyekan penarikan diri NU dari Masyumi. Selanjutnya. orang-orang NU tampil di pemerintahan. Wahid Hasyim. Pada sidang parlemen 17 September 1952. yang terbentuk pada September 1937. sebagai representasi Islam tradisional. Benih-benih krisis NU-Masyumi mulai tumbuh pada 1952. Dewan Tertinggi Islam di Indonesia). yakni Wahid Hasyim. dimaksudkan untuk memperkuat dukungan umat Islam terhadap pemerintahan Jepang.Pertemuan tersebut akhirnya juga menghasilkan kesepakatan mendirikan NU. dan Wahab Chasbullah menjadi anggota dewan. tujuh anggota parlemen dari NU menarik diri dari Masyumi. Masyumi berubah menjadi parpol.

NU. Zainul Arifin. NU meraih tempat ketiga setelah PNI dan Masyumi. Pada Pemilu 1955. Sejak itu kesibukan Wahab Chasbullah lebih banyak pada bidang politik praktis di Jakarta. Idham Chalid. Mereka kemudian membentuk partai sendiri. di rumahnya di Kompleks Pesantren Tambakberas. Masyumi bukan lagi partai terbesar.H. pada usia 83 tahun. K. Jombang. Bisri Syansuri KH Ahmad Shiddiq KH Wahid Hasyim KH Ilyas Ruchiyat KH M A Sahal Mahfudz KH Idham Chalid Ali ma’sum KH Abdurrahman Wahid 22 . “Gelar” itu jatuh ke tangan PNI. di luar dugaan. terutama sebagai anggota parlemen dan rais am NU. Wahab Chasbullah wafat tanggal 29 Desember 1971. Akibatnya.antaranya Wahab Chasbullah.

memberikan kemulyaan Ilmu sebagai jalan kesempurnaan bagi manusia sebagai nikmat-Nya. Hal ini merupakan semata-mata sebagai bahan untuk pembahasan sejarah dakwah dan untuk menambah kekhasanahan pengetahuan kami dan pembaca. BAB I PENDAHULUAN Kehadiran Nahdlatul Ulama dimaksudkan untuk mengembangkan dan mempertahankan ortodoksi Islam yang dipegang teguh oleh mayoritas ulama‟ Indonesia. dan rahmatan lil alamin. sebagai wasilah para Nabi dan Rasul. yang telah menjadikan manusia dari yang tak wujud. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih terdapat banyak kekeliruan dan kekurangannya. Meski ini hanya merupakan bagian kecil dari pembahasan sejarah dakwah. Ortodoksi yang dimaksud adalah Ahlussunnah.para sahabat dan seluruh ummatnya yang setia hingga hari akhir. kami berharap sumbang saran dan juga kritik yang membangun tertujukan pada kami sebagai pembaik sehingga setidak-tidaknya mendekati kesempurnaan. namun semoga terdapat setitik pencerahan yang dapat dipetik dari dalamnya. Sholawat serta salam semoga tercurahkan ke pangkuan Nabi yang pertama kali diciptakan sekaligus sebagai pamungkas. ‫وكذ لك جعلنكم امة وسطا لتكىنىا شهداءعلى النّاس ويكىن الرّسىل عليكم شهيدا‬ ّ 23 . dan semoga tercurahkan kepada segenap ahl albait. Mempertahankan ortodoksi ini perlu digarisbawahi karena kelahiran NU adalah respon terhadap upaya-upaya penggusuran terhadap tradisi ahlussunnah wal jama‟ah yang dilakukan oleh penguasa Saudi Arabia yang berpaham Wahabi[1].PENUTUP PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah Tuhan sekalian. Ringkasan materi ini kami susun berdasarkan kurikulum dan silabi yang telah ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah Sejarah Dakwah.

Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan "Kebangkitan Nasional". Sebagai jawabannya. (Al Baqarah. Suatu waktu Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab Wahabi di Mekkah. Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat.Dan demikian Kami telah menjadikan kamu ummat yang moderat (berilmu pengetahuan. (pergerakan kaum saudagar). kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman. merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan. berbudaya) supaya kamu berperan terhadap manusia dan menjadikan Rasul (Muhammad) sebagai teladan bagi (perbuatan) kamu. selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota. maka Taswirul Afkar. disiplin. NU adalah salah satu organisasi masa terbesar di Indonesia dimana basis masa mereka adalah dari kalangan muslim yang berhaluan Alussunnah Wal Jamaah. akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi. melalui jalan pendidikan dan organisasi. Nahdlotul Ulama yang kemudian lebih dikenal dengan NU adalah merupakan sebuah organisasi masa yang bergerak dibidang sosial keagamaan. Pengertian NU Nadlatul Ulama berasal dari dua suku kata dalam bahasa Arab Nahdlotun yang berarti kebangkitan dan Al Ulama artinya orang-orang yang memiliki ilmu (pengetahuan). muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana . Dengan sikapnya yang berbeda itu kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta pada tahun 1925.setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Sejarah Lahirnya NU Keterbelakangan baik secara mental. Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu. 24 . sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. 143) A. Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran). menolak pembatasan bermazhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut. maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia. telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini. Dari situ kemudian didirikanNahdlatut Tujjar. B.

maka K. 1. Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz. Hasyim Asy'ari. maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis. hingga saat ini di Mekkah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing. dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi(prinsip dasar). kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Sejauh mana pengaruh faham Ahlussunnah Wal Jamaah dengan banyaknya jumlah massa NU saat ini? BAB II LANDASAN MATERI 25 .H.H. Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai. untuk mengantisipasi perkembangan zaman. yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga.H. Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc. K. 2. yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial. Rumusan Masalah Apa sebenarnya faham Ahlussunnah Wal Jamaah? Mengapa NU Memiliki massa begitu banyak di Indonesia? 3. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU. yang diketuai oleh K. maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan Komite Hejaz. Hasilnya. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.Akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekkah yang akan mengesahkan keputusan tersebut. Sumber lain menyebutkan bahwa K. Organisasi ini dipimpin oleh K. Wahab Hasbullah dan sesepuh NU lainnya melakukan walk out. Wahab Hasbullah.H. maka Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). keagamaan dan politik.H. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermazhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban.[2] C.

B. Jika istilah warga disamakan dengan istilah anggota. Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi. Paham keagamaan Sebagai organisasi social keagamaan . Suaidi Asyari memperkirakan ada sekitar 51 juta dari Muslim santri Indonesia dapat dikatakan pendukung atau pengikut paham keagamaan NU. Ahlussunah waljama'ah. dan sebagian dari PPP. Namun belum tentu mereka ini semuanya warga atau mau disebut berafiliasi dengan NU. imam Maliki. Hal ini karena sampai saat ini tidak ada upaya serius di tubuh NU di tingkat apapun untuk mengelola keanggotaannya. merupakan mereka yang sama paham keagamaannya dengan paham kegamaan NU. NU tidak lepas dari wacana pemikiran keagamamaan Ahl al-Sunnah wa al-Jama‟ah (Sunni). mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi.dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Maka dalam hal ini bisa dirujuk hasil penelitian Saiful Mujani (2002) yaitu berkisar 48% dari Muslim santri Indonesia. PKU. Fiqh dan Tasawwuf. adalah sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli(rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Sedangkan dari segi paham keagamaan maka bisa dilihat dari jumlah orang yang mendukung dan mengikuti paham kegamaan NU. Jumlah keseluruhan Muslim santri yang disebut sampai 80 juta atau lebih. Partai SUNI. 26 . yaitu: anggota. serta Muslim tradisionalis yang sepaham dengan NU. Basis pendukung Dalam menentukan basis pendukung atau warga NU ada beberapa istilah yang perlu diperjelas. maka sampai hari ini tidak ada satu dokumen resmipun yang bisa dirujuk untuk itu. seperti PKBU.sunnah. Apabila dilihat dari segi pendukung atau simpatisan. PNU. pendukung atau simpatisan. tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. bisa dilihat dari jumlah perolehan suara partai-partai yang berbasis atau diasosiasikan dengan NU. ada dua cara melihatnya. Dalam bidangAqidah (teologi) dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur AlMaturidi. yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat[3]. Sementara dalam bidang tasawuf. Ajaran Aswaja yang dikembangkan NU berporos pada tiga ajaran pokok dalam Islam yang meliputi bidang aqidah. Dari segi politik.A.

Adapun berkaitan dengan strategi dakwah yang dikembangkan oleh NU. 15 Cabang Istimewa yang berada di luar negeri. 439 Cabang. Bab V : Tujuan dan Usaha Pasal 6 : Tujuan Nahdhatul Ulama adalah berlakunya ajaran Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Kalimantan. Maliki. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU. maka saat di sektor buruh di perkotaan.450 Majelis Wakil Cabang / MWC. basis intelektual dalam NU juga semakin meluas. Misi dan Strategi Dakwah Berkaitan dengan misi Nahdhatul Ulama (NU) sebagai jam‟iyyah diniyah kami kutipkan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai berikut : Bab II : Aqidah Pasal 3 : Nahdlatul Ulama sebagai jam‟iyyah diniyyah Islamiyah beraqidah Islam menurut faham Ahlussunnah wal jama‟ah yang menganut salah satu mazdhab empat: Hanafi. Basis pendukung NU ini cenderung mengalami pergeseran. serta selain itu juga sama-sama sangat menjiwai ajaran ahlus sunnah wal jamaah. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan. Maka kalau selama ini basis NU lebih kuat di sektor petani di pedesaan. 47. maka penduduk NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. meskipun sebagian besar di antara mereka adalah rakyat jelata baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hingga akhir tahun 2000. Sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. C. 5. sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini. juga cukup dominan. karena secara sosial ekonomi memiliki problem yang sama.125 Ranting[4]. Syafi‟I dan Hambali. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi. mayoritas pengikut NU terdapat di pulau Jawa. Pada perkembangan terakhir terlihat bahwa pengikut NU mempunyai profesi beragam. maka pada tataran implementasinya sangat dipengaruhi oleh model pemikiran dan prilaku (manhaj al-fikr wa sirah) dalam pembumian ajaran Islam yang bertumpu pada tiga sikap / karakter dalam beragama.Berdasarkan lokasi dan karakteristiknya. jaringan organisasi NU meliputi: 33 Wilayah. Sulawesi dan Sumatra. 27 .

mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai keislaman dan kemanusiaan. Basyariyah maupun Wathaniyah. sesat kepada orang lain. menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. 5. Di bidang ekonomi. 2) Tawazun dan Ta‟adul (keseimbangan) sikap ini terefleksi dalam tata pergaulan baik dimensi politik maupun budaya yaitu dengan mengambil sikap akomodatif kritis dengan mengembangkan seruan amar ma‟ruf nahi munkar. Hal ini terbukti dengan lahirnya Lembaga-lembaga Pendidikan yang bernuansa NU dan sudah tersebar di berbagai daerah khususnya di Pulau Jawa. berpengetahuan luas. melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. Di bidang pendidikan. Taqdir dan ikhtiyar dan antara taqlid dan ijtihad.1) Tawassuth (moderat) yaitu sikap tengah yang berintikan pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah kehidupan tanpa mengambil sikap ekstrim. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Implementasi sikap ini dalam konteks hukum adalah keseimbangan dalam menggunakan wahyu dan akal dan dalam konteks aqidah tidak gampang memberikan vonis kafir. tindakan maupun gerakan dalam konteks keislaman. D. dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.[5] BAB III ANALISA 28 . mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan. berbudi luhur. 3. NU berusaha mengabdi dan menjadi yang terbaik bagi masyarakat. Mengambil sikap tengah antara: wahyu dan akal. Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan Badan Keuangan lain yang yang telah terbukti membantu masyarakat. Di bidang sosial budaya. 2. Usaha 1. Prinsip ini dimaksudkan dalam upaya membangun ukhuwwah baik ukhuwwah Islamiyah. 4. 3) Tasamuh (toleran) yaitu mengembangkan dan menumbuhkan sikap menghormati keragaman pemahaman. Di bidang agama. untuk membentuk muslim yang bertakwa.

agama. NU memandang. Karenanya. merangkul dan melakukan dialog secara kreatif untuk menjalin kebersamaan dan kerjasama atas dasar saling menghormati. fungsional. sesungguhnya merupakan sikap dan perilaku yang tidak etis. sikap mengklaim kebenaran hanya milik sendiri dan pihak lain selalu salah. serta memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Keanekaragaman serta perbedaan paham dan aliran kelompok atau golongan merupakan sunatullah (sejalan dengan hukum-hukum Allah). bahkan amanah Ilahiyah dan kemanusian yang harus dimaknai dan disikapi dengan arif. fitri. ras. baik kepentingan agama. suku dan ras. apalagi dengan sikap egoisme yang berlebihan.[6] Atas dasar toleransi dan solidaritas terhadap kemajemukan (pluralitas) itu. Atas dasar itulah yang kemudian NU memiliki pandangan dalam berdakwah bahwa. NU dianggap mampu mengendalikan egoisme fanatisme keagamaannya demi keutuhan dan kesatuan bumi pertiwi ini. NU berpendirian agar setiap orang atau kelompok hendaknya dapat menerima kebenaran dan kebaikan dari pihak lain yang berbeda dengan tetap mengacu kepada nilai intelektual. Karena hal itu akan menimbulkan konflik dan keterpecahan di masyarakat luas. 1) Islam diturunkan sebagai rahmatan lil 'aalamiin. 2) Islam diturunkan ke dunia bukan untuk menghapuskan segala yang sudah ada dan telah dilakukan dan dihasilkan oleh suatu kelompok budaya. tidak pantas dan tidak layak. merangkul dan tidak memusuhi pihak lain. melahirkan wawasan dan orientasi politik substantive. 29 . bukanlah menjadi hal yang mengherankan jika kamudian NU memiliki begitu banyak simpatisan di bumi nusantara ini. saling mendukung dan membantu. dalam arti memadukan ajaran Islam tekstual dengan konteks lokalitas dalam kebijakan beragama. membuka diri. peradaban bangsa. Bahkan dinilai dari kulit luarnya. karena dianggap mampu mengakomodasi dari berbagai kepentingan yang ada. menangmenangan serta menutup diri dari pihak lain (eksklusif). moral keagamaan dan kemanusiaan. memiliki makna dan fungsi universal yang suci. Kemajemukan (pluralitas) dalam hidup merupakan rahmat. hanif serta dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh umat manusia tanpa harus menghilangkan identitas ras.NU sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah sangat memiliki kemampuan praksis. 3) Bahwa realitas kehidupan harus dilihat secara subtantif (hakikiyah). terbuka. suku dan bangsa. kebangsaan dan kebudayaan.

. MA. Semoga dari yang sedikit ini dapat diambil manfaatnya. Ahlussunnah wal Jamaah sebagai Aqidah yang lurus. 5. www.nu. fiqh dan tasawwuf.wikipedia. Abu Muhammad.org www. Masjhudi. Ponpes Hidayatut Thullab. Noer. Jakarta. 2009 id. Adnan. M. H. Raja Grafindo Persada. Kediri.nu. Iskandar. hal. DR. Aswaja ditafsirkan kembali. Aswaja ditafsirkan kembali. 2001 [1] Drs.Ag [2] Wikipedia [3] ibid [4] PBNU.KH. 2007 Al Barsany. MA. Moh.Ag. Amin DAFTAR PUSTAKA Masjhudi. BAB IV PENUTUP Demikian pemaparan dari sejarah singkat dakwah NU yang telah kami usahakan dengan segala kemampuan kami.id [5] Ibid 30 .Madzhab Ahlus Sunnah wa al-Jama‟ah dalam pandangan NU merupakan pendekatan yang multidimensional dari sebuah gagasan konfigurasi aspek aqidah.id Al Malibari. Al Wailaturi.or. Jepara..or. H. Biografi dan Garis Besar Pemikiran Kalam Ahlussunnah wal Jamaah. M. Materi Kuliah Aswaja INISNU Jepara.

Peran tersebut terus berlangsung hingga sekarang. RUMUSAN MASALAH Bagaimana Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU? Apa Saja Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU? Apa Tujuan Terbentuknya Muhammadiyah dan NU? PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Muhammadiyah dan NU Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Muhammadiyah didirikan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lebih jelas mengenai dua paham Islam tersebut (Muhammadiyah dan NU) sebagai gerakan pembaharu Islam. cara pandang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. mereka tidak bertentangan dengan landasan pokok atau syari‟at agama Islam. kepercayaan ataupun agama untuk menjadikan ke depan lebih baik. Diantaranya yaitu Muhammadiyah dan NU. Panduan Dakwah. Termasuk dalam pembentukan budaya Islam dalam masyarakat luas. Forum PBNU PAHAM-PAHAM AGAMA ISLAM DI INDONESIA (MUHAMMADIYAH DAN NU: JAMA‟AH. Paham-paham Islam di Indonesia merupakan suatu perkumpulan terstruktur yang mempunyai misi sebagai pembenahan pemahaman. A.. Paham-paham Islam di Indonesia banyak macamnya. Organisasi ini diberi nama Muhammadiyah yaitu semua orang yang beragama Islam dan memahami bahwa Nabi Muhammad adalah hamba yang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang benar-benar masyarakat utama. Walaupun begitu. Dahlan beserta sahabat dekat dan murid-muridnya. JAM‟IYYAH) PENDAHULUAN Beberapa organisasi Islam di Indonesia telah memiliki andil yang cukup besar terhadap proses pengembangan agama Islam.[1]Organisasi ini didirikan atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang 31 . bertepatan dengan tanggal 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta oleh KH. Antara keduanya memiliki visi.[6] Arland. misi.

baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Faktor Obyektif Faktor obyektif yang dimaksud ialah keadaan dan kenyataan yang bekembang saat itu. Yang dimaksud disini ialah. ikatan batin. Segala yang dilakukan oleh Muhammadiyah. kemasyarakatan. kerumahtanggaan. Faktor berdirinya bersifat internal dari umat Islam. Kalau tidak. tak dapat dilepaskan dari ajaran-ajaran Islam.[2] Latar belakang berdirinya Muhammadiyah yaitu: Kelahiran Muhammadiyah tidak lain karena diilhami. perekonomian. dimotivasi. konkret. Faktor yang lain hanya menjadi penunjang saja. Dan ini merupakan faktor sentral. Tegasnya gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riel. dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al-Qur‟an dan karena itu pula seluruh geraknya tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prisip ajaran Islam. maka Muhammadiyah bisa dibawa kemana saja. dan dinikmati oleh umat sebagai “rahmatan lil „alamin”. Sementara faktor eksternalnya adalah bahwa pemerintah Belanda merupakan keadaan obyektif eksternal umat Islam pertama yang melatar belakangi berdirinya Muhammdiyah. manusia berusaha mewujudkan kebahagiaan dan menolak bahaya terhadapnya. dan nyata.[3] Ada 2 (dua) faktor yang menjadi penyebab berdirinya gerakan ini: Faktor Subyektif Faktor Subyektif ialah pelakunya sendiri. saling bantu-mambantu dan kesatuan merupakan prasyarat dari tumbuhnya 32 . Persatuan. kalau mau mendirikan Muhammadiyah maka harus dimulai dari orangnya sendiri. Hal ini hanya merupakan pendorong lebih hangat dari permulaan yang telah ditetapkan dan hendak dilakukan subyeknya. yang dapat dihayati. Maksudnya kenyataan bahwa ajaran Islam yang masuk ke Indonesia kemudian menjadi agama umat Islam di Indonesia sebagai akibat perkembangan Islam pada umumnya ternyata sudah tidak utuh dan tidak murni lagi. atas kesadaran dan keinsyafan bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat. dan sebagainya. dirasakan.[4] Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M.anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen.

dan mempertahankan salah satu mazhab empat dalam masalah yang berhubungan dengan fiqih (hukum Islam). SMP. Pertama. Pesantren Kajen Pati. Tokoh-tokoh NU antara lain: KH. yaitu meninggalkan perjuangan politik praktis. juga SD. KH. Tokoh pendiri NU adalah KH. Pesantren Lasem Rembang. Dr. KH. Pesantren Lirboyo Kediri. Disamping pesantren pendidikan yang dikelola NU adalah sekolah-sekolah formal sejak MI. Ma‟shum Lasem dan sebagai ketua pertamanya adalah KH. Dalam perjuangan politik. organisai. peran NU cukup besar. Zainal Mustafa. KH.[6] Lapangan usaha NU meliputi bidang-bidang pendidikan. MA.[7] Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah dan NU Bentuk-Bentuk Pemikiran Muhammadiyah Kategorisasi pemikiran Muhammadiyah mengelompokkan pemikiran Muhammadiyah ke dalam jenis pemikiran yang bersifat filosofis dan teoritis. kelima. ketiga. NU pernah terjun dibidang politik. Pesantren Ploso Kediri. dakwah.tali persaudaraan dan kasih sayang yang menjadi landasan bagi terciptanya tata kemasyarakatan yang baik dan harmonis. tajdid dan keenam. KH. pernah menjadi presiden RI ke-4. SMA. Hasyim Asy‟ari. MTs. Zainul Arifin. Pesantren Asembagus Situbondo. Pemikiran Muhammadiyah dapat disusun secara garis besar filosofi keperjuangan Muhammadiyah dalam lima prinsip. ittiba‟. Wahab Hasbullah. Bahkan diantara para tokoh NU ada yang diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI antara lain: KH. Dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.[5] Nahdlatul Ulama artinya Kebangkitan Ulama didirikan di Surabaya sebagai reaksi terhadap berdirinya gerakan reformasi dalam Islam di Indonesia. sampai Perguruan Tinggi. Hasyim Asy‟ari. ibadah. Pesantren Buntut Cirebon. 33 . NU akhirnya menyatakan kembali ke Khithah 26. Dalam hal i‟tiqad berpegang pada aliran Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. Bisyri Syamsuri. Abdurrahman Wahid. NU memiliki pondok pesantren besar yang menyebar di Indonesia. Pesantren Kalibeber Wonosobo. tauhid. KH. Wahid Hasyim. Dengan tajdid dimaksudkan sebagai penempatan rasio atau akal atau arro‟yu sebagai alat dalam memahami dan merealisasikan ajaran Islam. setelah keluar dari partai politik Masyumi (1955). dan KH. keempat. Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan lain-lain. kedua. Idham Khalid (pernah ketua DPRMPR). seperti Pesantren Tebuireng Jombang. dan sosial terutama penyiaran agama Islam menurut faham Ahlus Sunnah wal Jama‟ah. kemasyarakatan/jama‟ah.

tetapi juga mendirikan tempat. pengembangan keterbukaan dan kemerdekaan berpikir secara rasional. ekonomi.yang bermanfaat lainnya seperti mendirikan sekolah. Demikian pula halnya dengan pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang meliputi berbagai aspek kehidupan sosial. penertiban administrasi dan organisasi. Pemikiran ini disebut teoritis dan strategis karena merupakan teoritisasi norma yang tercantum dalam pemikiran jenis pertama dengan realitas hidup obyektif. maka penerapan prinsip di atas dikembangkan melalui pertimbangan rasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. menjadikan Islam ini bergerak (dinamis) tidak diam (statis) sehingga adanya Islam dapat dirasakan oleh semua orang. peningkatan mutu kehidupan sosial dan ekonomi anggota serta warga masyarakat antara lain dilakukan melalui peningkatan mutu amal-usaha Muhammadiyah di bidang sosial. Secara garis besar prinsip strategi keperjuangan Muhammadiyah terdiri dari beberapa konsep. Ketiga. Oleh karena itu penataan organisasi Muhammadiyah harus berdimensi tauhid. maka pemikiran jenis kedua bersifat kondisional yang lahir sebagai jawaban terhadap realitas kehidupan sosial yang selalu berubah. Keenam. dapat diartikan menggerakkan Islam. Pertama. dan rumah sakit. ukhuwah-islamiyah sebagai prinsip hubungan kemasyarakatan. 34 . budaya dan politik. profesionalisasi dan spesialisasi sebagai metode pembagian kerja dan tugas dalam gerakan dakwah. Keempat. Oleh karena itu kehidupan sosial selau berubah setiap saat. Kelima. Selanjutnya.memperluas wawasan pemahaman Islam. Sesuai dengan posisi pemikiran jenis kedua tersebut. dakwah Islam merupakan konsep umum pengembangan tata kehidupan Islam. Kedelapan.[8] Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dapat dipahami dari dua segi: pertama dapat diartikan bahwa gerakan Muhammadiyah harus berciri/ bersifat Islam. Seperti kedisiplinannya dalam menepati waktu. sebagai ibadah dalam konteks hidup sosial/jama‟ah yang dikembangkan sesuai dengan pola sunnah rasul. Kedua.Berdasarkan prinsip tersebut di atas. maka gerak dakwah Muhammadiyah dalam semua aspek kehidupan sosial harus merupakan pelaksanaan dan penjabaran enam prinsip itu. Kesepuluh. Kesembilan. Ketujuh. korektif dan musyawarah. pendalaman akidah bagi pimpinan dan anggota. jenis pemikiran yang kedua yang bersifat teoritis mengandung beberapa prinsip strategi dan teori keperjuangan Muhammadiyah melalui gerakan dakwah dan tajdid. politik dalam pengertiannya yang luas merupakan sub-sistem dari konsep dan gerakan dakwah Islam. Kedua. tidak hanya orang Muhammadiyah saja.

menjadi pedoman dalam perjalanan kehidupan NU.[9] Bentuk-Bentuk Pemikiran NU Sejak awal pendiriannya NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa alJama‟ah. sehingga terwujud masyarakat yangmutamaddin. yaitu: bidang aqidah. Dalam bidang aqidah yang dianut oleh NU sejak didirikan pada tahun 1926 adalah Islam atas dasar Ahlus sunnah wal jama‟ah. Adapun faham ahlus sunnah wal jama‟ah yang dianut oleh NU adalah faham yang dipelopori oleh Abul Hasan Al. sebab keempat madzhab tersebut berlandaskan al-Qur‟an dan as-Sunnah di samping ijma‟ dan qiyas sebagai sumber pokok Islam.Maturidi. fiqh dan tasawuf. Walaupun demikian tidak berarti NU tidak lagi menganut ajaran Rasulullah. Oleh karena itu segala sikap. serta membedakannya dengan organisasi keagamaan yang lain. Muhammadiyah berjuang dalam bidang masyarakat. dalam rangka mengajarkan agama Islam NU menganut dan mengikuti produk hukum Islam (fiqh) dari salah satu madzhab empat sebagai konsekuensi dari menganut faham ahlus sunnah wal jama‟ah. bekerja dan bergerak ditengah masyarakat dalam melaksanakan dakwah Islam yang berprinsip pada Amar Ma‟ruf nahi Munkar dalam arti yang sebenarnya dan seluas-luasnya untuk menggerakkan dan menjunjung tinggi agama Islam. perilaku.Sebagai gerakan Islam.[12] Dalam bidang fiqh.Asy‟ari dan Imam Abu Mansur Al. Imam Al-Junaid Al Bagdadi adalah salah seorang ulama sufi terkenal yang wafat pada tahun 910 M di Irak 35 .[13] Faham NU dalam bidang tasawuf mengikuti aliran tasawuf yang dipelopori oleh Imam Al-Junaid Al Bagdadi dan Imam Al-Ghazali.[10] Adapun prinsip-prinsip ajaran yang memberikan nuansa spesifik pada NU dapat dikemukakan sebagai berikut: Paham NU dalam bidang keagamaan Pikiran Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan secara ringkas dapat dibagi dalam tiga bidang.[11] Faham ini menjadi cita-cita kelahiran. yang pada gilirannya akan membentuk karakteristik tersendiri dalam perjalanan kehidupan NU. Prinsip-prinsip ajaran (ideologi) yang dianutnya menjadi tuntutan atau pedoman bagi praktik-praktik keagamaan maupun dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan di kalangan NU. yang adil makmur serta diridhai Allah. menjadi landasan perjuangan yang senantiasa dipegang teguh dalam mengembangkan Islam di Indonesia. dan karakter perjuangannya akan selalu diukur berdasarkan norma dan prinsip ajaran agama Islam yang dianut.

Selain empat sumber hukum Islam tersebut. keturunan/kehormatan. dan akal sehat. tawazun dan amar ma‟ruf nahi munkar. Amar Ma‟ruf Nahi Munkar. AsSunnah. yaitu melindungi: Agama. yaitu membentuk sikap mental dan kesadaran batin yang benar dalam beribadah bagi warga NU. NU juga mengacu kepada lima pokok tujuan syar‟iyah. baik dalam masalah keagamaan terutama hal-hal yang bersikap furu‟ atau yang menjadi masalah khilafiyah maupun dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Sikap Tasammuh maksudnya adalah NU bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. Al-Ijma‟. Qiyas. jiwa. sedang I‟tidal artinya tegak. Ciri lain dalam metode berfikir NU adalah mengacu kepada kaidah-kaidah fiqh. Badan ini merupakan wadah bagi warga NU dalam mengikuti ajaran tasawuf. Warga NU diharapkan mempunyai kepekaan untuk mendorong berbuat baik dan bermanfaat bagi kehidupan sesama. khidmad kepada sesama manusia serta kepada lingkungannya.[15] Tujuan Muhammadiyah dan NU Tujuan Pendirian Muhammadiyah 36 . Sikap kemasyarakatan NU bercirikan pada sifat: tawasuth dan i‟tidal. Sikap ini harus dimiliki baik oleh aktifis NU maupun segenap warga dalam berorganisasi dan bermasyarat. tasammuh. Sikap Tawasuth dan I‟tidal. Sikap Tawazun yaitu sikap seimbang dalam berkhidmad. harta. Sikap Tawasuth dan I‟tidal maksudnya sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah tengah kehidupan bersama. serta mencegah semua hal yang menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan. Menyerasikan khidmad kepada Allah SWT. maka pada tahun 1957 para tokoh NU membentuk suatu badan Jam‟iyah al-Thariqah al-Muqtabarah.Untuk kepentingan ini. Pola pikir NU Dalam NU dikenal sumber hukum Islam itu ada empat. yaitu: Al-Qur‟an.sedang Imam Al-Ghazali adalah ulama besar yang berasal dari Persia.[14] Faham NU dalam bidang kemasyarakatan Sikap NU dalam bidang kemasyarakatan diilhami dan didasari oleh sikap dan faham keagamaan yang dianut. Tawasuth artinya tengah. yang dikemukakan oleh oleh Imam As Sathibi.

Pembaharuan pendidikan meliputi dua segi. Dari segi cita-cita. Karena melalui bidang inilah pemahaman tentang Islam dapat diwariskan dan ditanamkan dari generasi ke generasi. melestarikan. Bidang pendidikan Bagi Muhammadiyah. Adapun teknik.Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. yang dikelola melalui lembaga-lembaga dan bukan secara individual sebagaimana dilakukan orang pada umumnya. NU dengan demikian merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk ikut membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat yang bertakwa kepada 37 . Adapun yang dimaksud dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah ialah pembaharuan dalam arti mengembalikan keasliannya kemurniannya. dalam pelaksanaan agama baik yang menyangkut aqidah (keimanan) ataupun ritual (ibadah) haruslah sesuai dengan aslinya. pendidikan mempunyai arti penting. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya dalam melakuka kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat. Yaitu segi cita-cita dan segi teknik pengajaran. dan pembaharuan dalam arti modernisasi. rumah yatim-piatu. dan bidang kemasyarakatan. Oleh karena itu. yaitu: bidang keagamaan. yaitu sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt dalam al-Qur‟an dan dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw lewat sunnah-sunnahnya. poliklinik. Bidang kemasyarakatan Di bidang sosial dan kemasyarakatan. alim dalam agama. Ahmad Dahlan ialah ingin membentuk manusia muslim yang baik budi. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. Sekarang ini usaha pembaharuan Muhammadiyah secara ringkas dapat dibagi ke dalam tiga bidang. lebih banyak berhubungan dengan cara-cara penyelenggaraan pengajaran. yang dimaksudkan KH.[16] Tujuan Pendirian NU Nahdlatul Ulama didirikan dengan tujuan untuk memelihara. dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakatnya. usaha yang dirintis oleh Muhammadiyah yaitu didirikannya rumah sakit. kemajuan bangsa dan ketinggian harkat dan martabat manusia. luas dalam pandangan dan faham masalah ilmu keduniaan. bidang pendidikan. Bidang keagamaan Pembaharuan dalam bidang keagamaan ialah memurnikan kembali dan mengembalikan kepada keasliannya.

wajah jama‟ah (NU jama‟ah). mutasi. berakhlak mulia. karena baliau adalah pewaris dan mata rantai penyalur ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Anehnya mereka tidak mudah diatur sebagai jam‟iyyah NU. Pembinaan odeologi dan wawasan yang mumpuni. Bahkan idealnya jam‟iyyah NU dapat menjadi organisasi kader dengan melakukan langkah-langkah taktis seperti: Tertib administrasi dan organisasi yang mantap. Yaitu sebagai organisasi formal struktural yang mengikuti mekanisme organisasi modern seperti memiliki pengurus. Kedua. Jam‟iayyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya. jama‟ah mushalla dan sebagainya. rapat-rapat resmi. wali murid madrasah NU. Nahdlatul Ulama mempunyai dua wajah: Pertama. cerdas. adil dan sejahtera. seperti jama‟ah yasinan. Inilah yang kemudian disebut Khitthah Nahdlatul Ulama. Mereka tersebar dalam berbagai kelompok kegiatan. Yaitu kelompok ideologis kultural yang mempunyai pandangan. sikap. wajah Jam‟iyyah (NU jam‟iyyah). Bahkan mereka tidak mau dikatakan bukan orang NU. anggota. meskipun keberadaan mereka tidak terdaftar sebagai warga jam‟iyyah NU. tahlilan.Allah SWT. tenteram. proses pembentukan pengurus dan sebagainya. NU mewujudkan cita-cita dan tujuannya melalui serangkaian ikhtiyar yang didasari oleh dasar-dasar faham keagamaan yang membentuk kepribadian khas NU. Sedangkan sebagai jam‟ah NU. wawasan keagamaan dan budaya ala NU. Kedua macan kelompok tersebut. terampil. Masingmasing harus diurus secara baik dan tepat. Kata ulama dalam rangkaian Nahdlatul Ulama tidak selalu berarti NU hanya beranggotakan Ulama tetapi memiliki maksud bahwa Ulama mempunyai maksud kedudukan istimewa didalam NU. keputusan-keputusan resmi dan lainlain. langkah amaliah organisasi dan sebagainya. merupakan potensi bagi organisasi ini. mulai dari pendaftaran anggota.[18] ANALISIS 38 .[17] NU didirikan sebagai Jam‟iyyah Diniyyah (organisasi keagamaan kemasyarakatan). Disiplin operasional dan langkah-langkah perjuangan. mereka diharapkan menjadi pendukung masal bagi gagasan. iuran.

melestarikan. Di antara paham-paham agama Islam di Indonesia tersebut yaitu Muhammadiyah dan NU. yaitu mereka sama-sama berdasarkan al-Qur‟an dan Hadits. NU merupakan organisasi yang bermotif dan berlandaskan keagamaan yang spesifik dengan haluan Ahl-Sunnah wa al-Jama‟ah. tetapi kalau di buku-buku karangan kyai atau Ulama sudah cukup kadang tidak terus mencari Al-qur‟an dan Hadist. Hasyim Asy‟ari. Hal yang sering diperselisihkan tersebut di antaranya masalah bacaan qunut dalam shalat subuh.Dalam perkembangannya. Muhammadiyah berdiri pada 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 M yang dipelopori oleh KH. 39 . Islam yang berkembang di Indonesia mengalami kelunturan tentang ke ontetikan Islam itu sendiri. baru kemudian dilihat ke Alqur‟an atau Hadist. Tujuan berdirinya NU yaitu untuk memelihara. Dilihat dari kondisi sekarang. Atau dengan kata lain. Ahmad Dahlan. Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. dan lain-lain. Muhammadiyah dan NU seolah-olah memiliki perbedaan yang menjadikan masyarakat membeda-bedakan dan tidak ada kesatuan antara mereka. tatanan dan aturan pelaksanaan syari‟atnya saja yang beda. Kalau ada persoalan di kaji dulu masalah itu dan kemudian dicari dalil hukumnya dari berbagai tokoh ulama atau kyai. jumlah rakaat dalam shalat tarawih. serta untuk memepersatukan langkah para ulama dan para pengikut-pengikutnya. Persoalan yang membedakan mereka sangatlah tipis. Dengan hal tersebut di Indonesia membentuk suatu organisasi yang pada dasarnya yaitu mempertahankan agama Islam yang murni seperti ajaran Islam pada waktu dibawa Rasulullah SAW. persoalan yang membedakan mereka adalah cara-nya mencapai Dasar hukum Al-qur‟an dan Hadist tersebut. kata sayyidina dalam sholawat. Jenis pemikiran Muhammadiyah bersifat filosofis dan teoritis. Kalau Muhammadiyah mengambil dasar hukum didahului dengan melihat Alqur‟an dan Hadist dulu. NU berdiri pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M pendirinya yaitu KH. Padahal pada dasarnya mengenai aqidah antara Muhammadiyah dan NU itu sama. Berbeda dengan NU. apakah ada dalilnya. mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama‟ah dan menganut salah satu madzhab empat. KESIMPULAN Paham-paham agama Islam di Indonesia yang paling terkenal adalah Muhammadiyah dan NU. hanya soal syari‟at. kalau tidak ada barulah menkaji dan menganalogikan dengan dalil yang dekat dengan persoalan itu.

2010 Daman. 84 [3] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. 156-157 40 . hlm. 156 [2] Deliar Noer. hlm. pemikiran dan Amal Usaha. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah salanjutnya. Sejarah Peradaban Islam. 2000). 1996 Pasha. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. 1990 Muzadi. Semarang: Rasail. Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Musthafa Kamal dan Ahmad Adaby Darban. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Deliar. Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.114 [4] M. Rozikin. 1990 [1] M. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam.. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. hlm. 1996). (Semarang: Rasail. Membidik NU. Surabaya: Khalista. Abdul Muchith. Solikhin. M. 2005 Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. Jakarta: Amzah. 2005). Yogyakarta: AL-Amin. (Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Amin. Samsul Munir. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. Yogyakarta: Gama Media. 2000 Solikhin. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya.PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan. Masyhur.Jakarta: Bumi Aksara. hlm. Abdul Munir. 2007 Noer. 1996 Amin. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca dan juga pemakalah. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Sejarah Peradaban Islam. Solikhin. Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. Muhammadiyah Sejarah. 2001 Mulkhan. Sejarah Peradaban Islam.

hlm. hlm. Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam. Membidik NU. hlm. 2007). 80 [12] Rozikin Daman. Pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. Sejarah Peradaban Islam. 1990). (Yogyakarta: Gama Media. (Yogyakarta: ALAmin. Muhammadiyah Sejarah. 2010). 2001).(Jakarta: Bumi Aksara. 54 [11] Masyhur Amin. hlm. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. 85 [15] Masyhur Amin. 24 [6] Musthafa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban. hlm. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. 53-54 [9] M. hlm. hlm. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. 424-425 [8] Abdul Munir Mulkhan. (Surabaya: Khalista. pemikiran dan Amal Usaha. 86-90 [16] Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah malang. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. Sejarah Islam. 157-158 [10] Rozikin Daman. 117-120 [17] Abdul Muchith Muzadi. hlm. hlm. 54-55 [13] Masyhur Amin. 1996). 58 [7]Samsul Munir Amin. 1990). hlm. 3436 41 . 80 [14] Masyhur Amin. Solikhin. (Jakarta: Amzah. (Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang Press. hlm. hlm. 2425 [18] Abdul Muchith Muzadi. NU & Ijtihad politik Kenegaraannya. hlm. NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran. hlm. Membidik NU.[5] Abdul Muchith Muzadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful