MODUL I

SISTEM INSTRUMENTASI ELEKTRONIKA
Tujuan : Menjelaskan bagian-bagian dari Sistem Instrumentasi Elektronika

Pokok-pokok Bahasan   Elektronika   Instrumentasi Elektronika Daftar Pustaka Contoh Sistem Instrumentasi Elektronika Definisi-definisi dalam Sistem Definisi Sistem Instrumentasi Elektronika Bagian dari Sistem Instrumentasi


Instrumentasi Devices And Sistem  Mechatronic

Rangan Sarma W. Bolton

: :


Electronic Instrumentasi And Measurement Technique

William D.Cooper

:

1. Bagian – bagian Sistem Instrumentasi Elektronika dan beberapa definisi dalam instrumentasi Mempelajari pengukuran besaran-besaran fisis dengan bantuan peralatan elektronik. Secara umum Sistem Instrumentasi Elektronik terdiri dari tiga bagian seperti terlihat pada gambar 1.1

Quantity Being Measured

Sensor

Signal Conditioner

D i s p la y

Value Of The Quantity

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Jaja Kustija, M.Sc.

Sistem Instrumentasi Elektronika

1

Ex : Keluaran dari sensor termokopel adalah tegangan yang masih lemah.Gambar 1.2 Beda potensial listrik yang dihasilkan sebanding dengan tinggi rendahnya temperature. maka pada “ signal Conditioner ” (pengkondisian) sinyal ini diperkuat dalam hal ini alat pengkondisian sinyal adalah Penguat Instrumentasi (Ampli).Sc. A Display Sistem A Display sistem where the output from signal conditioner is displayed. Contoh-contoh display 1. Contoh : Kuantitas yang ingin kita ukur adalah temperatur. supaya temperatur dapat dibaca secara elektronik maka digunakan sensor termo kopel (Thermocouple). Printer PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija. Sistem Instrumentasi Elektronika 2 . M. 2. lebih lengkap lagi sinyal yang telah diperkuat tadi tumbuh menjadi data digital (ADC) kemudian dicacah secara digital untuk selanjutnya masuk ke bagian display. A Signal Conditioner Which takes the signal from sensor and convert it into a condition which is suitable for either display. Sensor which respond to the quantity being measured by giving as its output a signal which is related to the quantity Definisi lain : Sensor / Tranduser adalah suatu alat yang dapat mengubah suatu besaran fisis menjadi besaran fisis yang lain. Untuk keperluan Sistem Instrumentasi Elektronik. 3. tranduser yang digunakan yang mempunyai output besaran listrik. Temperatur Thermo Couple EMF (Beda Potensial Listrik) Gambar 1.1 Sistem Instrumentasi 1.

3 Pengukuran jarak dengan media ultra sonic dan pengolah signal mikro kontroler “ Konfigurasi Sistem Pengukuran “ Dapat dijelaskan seperti pada gambar dibawah ini : Digital Printer Input Measurend Tranduser Signal Conditioner Digital Display Analog Panel Meter To Control Sistem Grafic Recorder Osiloscope Magnetic Tape Recorder Power Supply Gambar 1. Seven Segment 5.4 Konfigurasi Sistem Pengukuran a. The Tranduser PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.2. LCD Contoh : Sistem Instrumentasi Elektronik Pemancar Ultra Sonic µC AT 89C51 Pemeroses Display Penerima Ultra Sonic Object Gambar 1. Layar Monitor 3. Sistem Instrumentasi Elektronika 3 . M. Jarum 4.Sc.

The Signal Conditioner Which Convert the tranduser output into an electrical quantity suitable control recording and display. M. generally in engineering units.Sc. Resolusi (Resolution) Perubahan terkecil masukan yang dapat direspon oleh instrument Kesalahan (Error) Penyimpangan Variable yang diukur dari nilai sebenarnya Kesalahan-kesalahan umum dapat terjadi karena berbagai sebab dan umumnya dibagi menjadi tiga jenis utama. Beberapa definisi dalam Pengukuran Instrument : Sebuah alat untuk menentukan nilai atau kebesaran suatu kuantitas atau variable Ketelitian (Accuracy) Harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrument mendekati harga sebenarnya dari variable yang diukur. Sistem Instrumentasi Elektronika 4 . yaitu : for 1. Kesalahan-kesalahan umum (gross-errors) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija. The Display or red out devices which display the required information about the measurend.Which Convert the measured into a useable electrical output. b. Ketepatan (Precision) Suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang serupa dengan memberikan suatu harga tertentu bagi sebuah variable Ketepatan (presisi) merupakan suatu ukuran tingkatan yang menunjukan perbedaan hasil pengukuran pada pengukuran – pengukuran yang telah dilakukan secara berurutan Sensitivitas (sensitivity) Perbandingan antara sinyal keluaran atau respon instrument terhadap perubahan masukan atau variable yang diukur. c.

Hasil dari suatu pengukuran dengan metode tertentu dapat diramalkan berdsarkan data contoh tanpa memiliki informasi yang lengkap mengenai semua faktor-faktor gangguan.. Sistem Instrumentasi Elektronika 5 . x3 n 2.. pennyetelan yang tidak tepat dan pemakaian instrumentasi yang tidak sesuai. diantaranya adalah kesalahan pembacaan alat ukur. M. Penyimpangan terhadap nilai rata-rata Penyimpangan (deviasi) adalah selisih antara suatu pembacaan terhadap nilai rata-rata dalam sekelompok pembacaan. Kesalahan-kesalahan yang tak disengaja (random-errors) Diakibatkan oleh penyebab-penyebab yang tidak dapat langsung diketahui sebab perubahan-perubahan parameter atau sistem pengukuran terjadi secara acak. penyimpangan pembacaan kedua x2 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.Sc. 1. 2. Nilai rata-rata (arithmetic mean) Nilai rata-rata diberikan oleh persamaan berikut : x= Dimana x1 + x2 + x3 + x4 + . x2 . 3. + xn ∑ x = n n = nilai rata-rata = pembacaan yang dilakukan = jumlah pembacaan x x1 . Jika penyimpangan pembacaan pertama x1 adalah d1 . dan kesalahan penaksiran. Analisis statistik Analisis statistic terhadap data pengukuran adalah pekerjaan yang biasa sebab memungkinkan penentuan ketidakpastian hasil pengujian akhir secara analitis.. Kesalahan-kesalahan sistematis (systematic-errors) Disebabkan oleh kekurangan-kekurangan pada instrument sendiri seperti kerusakan atau adanya bagian-bagian yang aus dan pengaruh lingkungan terhadap peralatan atau pemakai.Kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia.

.. Distribusi kesalahan normal Adapun kemungkinan-kemungkinan bentuk kurva distribusi kesalahan adalah sebagai berikut :  Kemungkinan kesalahan-kesalahan yang kecil lebih besar dari kemungkinan kesalahan-kesalahan besar .adalah d 2 .. Deviasi standar dari jumlah data terbatas didefinisikan sebgai akar dari penjumlahan semua penyimpangan (deviasi) setelah dikuadratkan dibagi dengan banyaknya pembacaan. + d n2 = n −1 ∑d 2 t n −1 Kemungkinan kesalahan-kesalahan (Probability of Errors) 1. Sistem Instrumentasi Elektronika 6 . + d n n Deviasi standar = ∑d n Deviasi standar merupakan cara yang sangat ampuh untuk menganalisa kesalahan-kesalahan acak secara statistik. Deviasi standar untuk sejumlah data terbatas adalah : σ = d12 + d 22 + d32 + .. maka penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai rata-rata adalah : d1 = x1 − x 3. d1 + d 2 + d 3 + . M.Sc.. + d n2 = n ∑d n 2 t Tentunya dalam praktek. dan seterusnya.. Secara sistematis dituliskan : σ = d12 + d 22 + d32 + . jumlah pengamatan yang mungkin adalah terbatas.. d 2 = x2 − x d n = xn − x Penyimpangan rata-rata (average deviation) Deviasi rata-rata adalah suatu indikasi ketepatan instrumen-instrumen yang digunakan untuk pengukuran.. Menurut definisi.. deviasi rata-rata adalah penjumlahan nilai-nilai mutlak dari penyimpangan-pemyimpangan dibagi dengan jumlah pembacaan Deviasi rata-rata dapat dinyatakan sebagai : D= 4.  Kesalahan-kesalahan besar adalah sangat mustahil PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.

Besaran r disebut kesalahan yang mungkin (probable error) yang didefinisikan sebagai : Kesalahan yang mungkin r = ± 0. 101. 2.6745 1. dan 101.0 3. 101. M.6828 0.3 Ω . Sistem Instrumentasi Elektronika 7 . 101.0 Ω . Kesalahan yang mungkin (probable error) Nilai-nilai yang sehubungan dengan penyimpangan-penyimpangan lainnya dinyatakan dalam σ diberikan pada tabel 1 berikut : Tabel 1 Luasan dibawah kurva kemungkinan Deviasi (+) (σ ) 0.1 Ω .6745σ .4 Ω .5000 0. Contoh soal : Pengukuran sebuah tahanan sebanyak sepuluh kali memberikan : 101.0 2.Sc.0 Bagian luasan total yang tercakup 0. 101. 101.9546 0.2 Ω .2 Ω .6745 σ Nilai ini adalah mungkin dalam arti bahwa terdapat suatu kesempatan yang sama di mana setiap pengamatan akan memiliki suatu kesalahan acak yang tidak melebihi ± r .7 Ω .3 Ω .3 Ω .9972 Pada tabel 1 juga ditunjukkan bahwa separuh dari kasus tersebut berada dalam batas-batas penyimpangan ± 0.5 Ω . 101. 101. Dengan menganggap bahwa yang ada hanya kesalahan acak. 101. Terdapat kemungkinan yang sama bagi kesalahan-kesalahan positif dan negatif sehingga kemungkinan suatu kesalahan yang diberikan akan simetris terhadap harga nol. tentukan : (a) nilai rata-rata (b) deviasi standar (c) kesalahan yang mungkin PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.

7 101.2 Deviasi d2 0.1 0.36 x= ∑ x = 1013. M.4 0.0 a. Nilai rata-rata : ∑ d = 1.1 0.6745 × 0.2 0.Penyelesaian Pengamatan yang banyak seperti ini lebih baik dibuat dalam bentuk tabel (daftar).0 = 101.0 -0.3 101.3 101.1 d -0.0 -0.01 0.013.00 0. sehingga menghindari keragu-raguan dan kesalahan.5 101.Sc.1 0.04 0.0 101.2 101.2 101.00 0.3Ω n 10 b.4 ∑d = 0.09 0.6745Ω = 0.16 0.00 0.2 = 0. Pembacaan x 101.1349Ω PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.3 0.0 -0.3 101.2Ω 9 c. Deviasi standar : σ = ∑d 2 t n −1 = 0.01 0.36 = 0.04 2 ∑ x = 1. Kesalahan yang mungkin 0. Sistem Instrumentasi Elektronika 8 .4 101.01 0.

Sistem Instrumentasi Elektronika 9 .PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Jaja Kustija.Sc. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful