Panduan Monitoring dan Evaluasi Riset Unggulan Terpadu

1. Latar Belakang Dari seluruh aspek yang tergolong dalam manajemen riset, monitoring dan evaluasi adalah satu-satunya aspek yang belum terimplementasikan secara baik, tepat dan berkesinambungan. Disamping indikator kinerja yang diperlukan sukar ditemukan. Kalaupun ditemukan, masih sukar untuk diukur, dibebani lagi oleh ketidakcukupan dana pendukung, maka aktivitas tersebut acapkali tidak dilaksanakan secara disiplin dan konsekuen. Faktor lain yang turut mereduksi nilai pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah tumpang tindihnya berbagai program riset di Indonesia. Sebagaimana telah diketahui bahwa Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Ditbinlitabmas Ditjen Dikti mengalokasikan sejumlah dana riset untuk membiayai beragam program riset bagi perguruan tinggi. Program tersebut adalah Penelitian Dosen Muda, PDM yang dahulu dikenal sebagai Berbagai Bidang Ilmu, BBI, Penelitian Hibah Bersaing, PHB; Penelitian Dasar, PD; Penelitian Hibah Tim, PHBT; Penelitian Doktor Baru, PDB; Domestic Collaborative Research Grant, DCRG; Studi Lingkungan; Kajian Wanita dan lain-lain. Setiap program membawa misi yang berbeda-beda, karenanya alokasi biayanyapun beragam. Ada program riset yang membawa misi menciptakan nuansa, iklim dan keterampilan riset di perguruan tinggi (PDM), riset-riset yang berorientasi kepada eksplorasi fenomena alam semesta dan pemantapan platform riset suatu bidang studi (PD, PHT, PDB, Kajian Wanita, DCRG, dll), ada yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan industri (PHB). Di lain pihak Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, KMNRT pun mempunyai program riset berskala nasional, yaitu Riset Unggulan Terpadu, RUT; Riset Unggulan Kemitraan, RUK; Riset Unggulan Kemasyarakatan dan Kemanusiaan, RUKK; dan Riset Pembinaan Iptek Kedokteran, Risbiniptekdok; dengan misi yang juga berbeda. Jika program riset Ditbinlitabmas hanya mengijinkan dosen perguruan tinggi yang berpartisipasi aktif, maka dana KMNRT disamping perguruan tinggi juga LPND, Litbang Departemen, LD dapat turut bersaing memperebutkan biaya riset yang dialokasikan. Hibah riset yang berasal dari luar negeri seperti Asahi Glass Foundation, Toray Foundation, Toyota Foundation, Sumitomo Foundation, dan lain-lain melengkapi sumber
Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT

1

dana riset yang telah diuraikan sebelumnya. Riset semacam ini pada umumnya terbatas. Batasan tersebut pada umumnya diterapkan pada bidang-bidang ilmu tertentu sehingga kelompok peneliti yang eligible untuk berpartisipasi, juga terbatas. Batasan semacam itu, bahkan dalam konteks bidang ilmu dapat dikatakan cukup ekstrim berlaku bagi program ARM yang khusus diperuntukkan bagi peneliti bidang pertanian; RUKK bagi bidang sosial dan humaniora; Risbiniptekdok, bagi bidang kedokteran, dll. Sementara itu, setiap perguruan tinggi juga mengalokasikan sejumlah dana riset bagi dosen-dosennya. Pada umumnya jumlahnya terbatas untuk menciptakan nuansa dan adaptasi riset bagi dosen mudanya. Industri pun meskipun dalam skala yang masih kecil, telah turut berperan serta dalam program riset perguruan tinggi. Demikian pula litbang-litbang yang departemennya mampu menggalang dana semacam dana reboisasi telah mengalokasikan sebagian dananya bagi program riset di lingkungannya. Hasil studi yang telah dilakukan baik oleh KMNRT maupun Ditjen Dikti menunjukkan bahwa pola monitoring dan evaluasi berlangsung secara sentralistik. Institusi atau lembaga pelaksana riset lebih mengandalkan institusi penyandang dana riset untuk melaksanakan monitoring sekaligus evaluasi. Jadi, asas desentralisasi belum sepenuhnya dipahami. Disamping itu, tim pemantau yang diharapkan dapat sekaligus bertindak sebagai peer reviewer tidak dapat terpenuhi, olehkarena substansi riset seringkali tidak serasi dengan kepakaran tim yang jumlahnya terbatas. Akibatnya, alokasi dana yang tersedia pada umumnya hanya memungkinkan aktivitas monitoring dan evaluasi menyentuh sisi administrasi riset, namun belum sisi substansinya. Apalagi jika monitoring dan evaluasi dimaksimalkan dengan mencakup sisi manfaat dan dampak riset itu sendiri. Dapat dibayangkan, bagaimana sebenarnya profil monitoring dan evaluasi riset di Indonesia saat ini, jika baru dari dua sumber dana (Ditjen Dikti dan KMNRT) implementasi aspek tersebut tidak optimal. Patut pula diperhatikan bahwa aktivitas riset di banyak lembaga riset Indonesia tidak hanya mengenal dan memanfaatkan kedua sumber dana tersebut, melainkan juga dari departemen teknis atau non departemen lainnya. Olehkarena itu, dipandang perlu untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas, efisiensi
2
Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT

Sejak tahun 1993 dan tahun-tahun setelahnya. KMNRT tidak berada pada posisi untuk melaksanakan program-program tersebut secara operasional.dan mekanisme monitoring dan evaluasi lembaga riptek serta melaksanakan evaluasi kinerja lembaga yang dinilai mempunyai posisi strategis dalam mengupayakan tingginya efisiensi dan nilai yang diperoleh dari aktivitas monitoring dan evaluasi riset di Indonesia. RUKK dan RUSNAS. Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 3 . RUK. masih perlu disusun suatu model monev lain untuk RUK. di dalam buku panduan ini diuraikan sistem dan mekanisme monev yang berlaku untuk setiap program KMNRT dan model monev khusus untuk RUT. Beberapa alternatif dapat dilakukan misalnya mendesentralisasikan pengelolaan basis data riset dari KMNRT ke DRD. Implementasi program-program riset termaksud dilaksanakan oleh LPND yang berada di bawah koordinasinya. Otonomi Daerah yang mulai diberlakukan sejak bulan Januari 2001 dan didirikannya Dewan Riset Daerah (DRD) serta institusi sejenis dengan nama lain di banyak propinsi. karena program-program tersebut membawa misi yang berlainan. menjadi parameter lain dalam menetapkan pola atau mekanisme monitoring dan evaluasi riset. KMNRT telah memperkenalkan berbagai program riset unggulan dan strategis. antara lain RUT. KMNRT lebih diposisikan sebagai perencana dan pengawas program. Dengan demikian. RUKK dan RUSNAS. Sebagai institusi fungsional. seperti LIPI dan BPPT. Olehkarena itu. KMNRT mengakses situs web DRD untuk memantau kegiatan dan produk riset di setiap propinsi.

namun harapan agar kegiatan monitoring dan evaluasi disadari sebagai bagian dari kewajiban suatu unit riset. buku panduan ini belum dapat diterapkan. Jadi tidak hanya menjadi kewajiban bagi penyandang dana untuk melakukan swakarya. tetapi harus merupakan budaya dan kewajiban unit riset itu sendiri dan suprastruktur pengelola di lembaganya yang lebih tinggi. Meskipun disadari dalam skala dan karakter unit riset tertentu. 4 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT .2. setidak-tidaknya dapat terpenuhi. Tujuan Buku panduan monitoring dan evaluasi yang diterbitkan KMNRT ini ditujukan bagi terealisasikannya sistem serupa di setiap unit riset.

Dengan menyediakan informasi yang relevan untuk pembuat kebijakan. layanan. evaluasi dapat dimanfaatkan untuk menilai dan meningkatkan kualitas serta kebijakan program. bidang dan sejenisnya. yaitu (1) melakukan manajemen riset. Di dalam unit riset terdapat seorang pemimpin sedangkan lainnya adalah anggota unit. (3) mempunyai kebijakan riset atau mengaplikasikan temuannya. mendesain evaluasi yang baik dan menganalisis hasilnya dengan tajam. Ilustrasi tentang peran evaluasi dalam meningkatkan kualitas dan kebijakan program dilukiskan secara sederhana seperti tampak pada Gambar 1. pusat antar universitas. UPT. pusat penelitian. kelompok bidang keahlian. evaluasi dapat membantu menata seperangkat prioritas. balai penelitian. (2) mempunyai sumber daya riset. mengarahkan alokasi sumber dana. Disamping itu. Model Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 5 . Pengertian Unit Riset adalah unit dimana sekelompok peneliti melakukan penelitiannya dan memiliki 4 (empat) kriteria berikut. Pada hakekatnya evaluasi diyakini sangat berperan dalam upaya meningkatkan kualitas operasional suatu program dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan di seluruh strata organisasi. Evaluasi adalah suatu teknik penilaian kualitas program yang dilakukan secara berkala melalui metode yang tepat. kekuatan dan kelemahan yang ada. Dengan menyusun.3. dan (4) mempunyai program riset. Sebagai contoh unit riset antara lain: laboratorium. efektivitas biaya dan arah produktif potensial masa depan. Unit Pelaksana Teknis. kegiatan evaluasi dapat memberi gambaran tentang bagaimana kualitas operasional program. Monitoring adalah suatu kegiatan observasi yang berlangsung terus menerus untuk memastikan dan mengendalikan keserasian pelaksanaan program dengan perencanaan yang telah ditetapkan. memfasilitasi modifikasi dan penajaman struktur program dan aktivitas serta memberi sinyal akan kebijakan penataan ulang personil dan sumber daya yang dimiliki.

Tergantung pada hasil evaluasi yang diperoleh dilakukan pengambilan keputusan. Melalui proses evaluasilah suatu kualitas program dinilai.tersebut menunjukkan interaksi antara formulasi dengan implementasi kebijakan dan pelaksanaan program serta ketetapan atau keputusan dan evaluasi tentang kualitas program. tujuan atau obyektif yang jelas dan standar yang diterapkan serta luasnya rentang nilai faktor-faktor yang lain. Pada lingkaran ganda pertama. dinilai telah berkorespondensi dengan pandangan tradisional tentang peran evaluasi dalam pengembangan suatu program. maka pelaksanaan program bukanlah suatu cerminan akurat dari suatu pedoman kebijakan. Dengan demikian akan diperoleh keputusan tentang nilai kualitas integratif (lingkaran ganda ketiga). meluaskan atau memodifikasi operasi pelaksanaan program. dan berkorelasi erat dengan kemampuan adaptasi individual. sebagai contoh. Meskipun harus diakui pula bahwa masingmasing pola tersebut hanya mampu menetapkan sebagian dari total kualitas pelaksanaan program dan dampaknya. Hal ini dapat dilakukan baik melalui proses yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Dilihat dari sudut yang lain. evaluasi kualitas yang telah dibuktikan atau yang belum dibuktikan kebenarannya dapat mengantarkan kepada penilaian yang mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk intervensi baru ke dalam 6 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Setelah melalui fase penilaian – sesuai lingkaran ganda kedua – dari serangkaian proses evaluasi dilakukan pengambilan keputusan tentang sebaik apa kualitas kebijakan dan pelaksanaan programnya. Untuk itu diperlukan model evaluasi yang tepat. kebijakan program diformulasikan untuk memandu dan menetapkan arah pelaksanaan program. yang merupakan tingkat paling sederhana. Olehkarena itu. Akan tetapi. kebijakan dan pelaksanaan program selanjutnya dikombinasikan untuk menghasilkan kualitas aktual program (atau kualitas operasional organisasi). Model evaluasi secara sengaja digambarkan dalam bentuk lingkaran dengan maksud untuk mengindikasikan bahwa proses tersebut tidak berlangsung diskret apalagi linier. karena operasionalisasi program merupakan sasaran interpretasi suatu kebijakan. indikator kinerja dan besarannya yang disepakati. Sudut pandang model di atas. mengeliminasi. Langkah berikutnya adalah menerapkan keputusan yang telah ditetapkan dengan melanjutkan atau mengubah kebijakan yang ada.

seyogyanya dinilai dan dievaluasi setelah diimplementasikan serta menjadi subyek atau acuan untuk dilanjutkan atau dimodifikasinya suatu aksi. 1 Kebijakan Program 3 Keputusan Terintegrasi tentang Kualitas Standar yang disepakati Pelaksanaan Program 2 Kualitas Program Penilaian Kualitas Perubahan konteks sosial −− −− −− SSosial osial PPolitik olitik Sumber daya Sumber daya Gambar 1. Jadi peran penilaian dalam hal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan suatu evaluasi.kebijakan dan pelaksanaannya. strategi.yang dapat berupa kebijakan. dll -. Olehkarena itu. intervensi baru -. Model Proses Peningkatan Kualitas Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 7 .

3. namun kebijakan tersebut memberi konsekuensi meluasnya liputan monev ke lembaga atau institusi bahkan unit riset yang ada di seluruh Indonesia. Litbang Departemen. Masing-masing pelaku 8 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Departemen Keuangan dan Bappenas. menuntut taktik dan strategi yang tepat dan operasional. yaitu monitoring dan evaluasi. Irjen. Sebagaimana telah diketahui bahwa aspek pengawasan. evaluasi dan auditing. sistem monev KMNRT ditetapkan seperti tampak pada Gambar 2. yang dalam hal ini terdiri dari para Staf Ahli. Untuk melaksanakan fungsi evaluasi kinerja lembaga. Sistem MONEV KMNRT Melaksanakan evaluasi kinerja lembaga riset yang memiliki berbagai karakter. yang terdiri dari unsur Direktorat Jenderal Anggaran. 4. Pada gambar tersebut dilukiskan mekanisme evaluasi kinerja lembaga yang secara garis besarnya melibatkan empat pelaku utama. meskipun KMNRT berfungsi sebagai koordinator 7 (tujuh) LPND. meliputi monitoring.4. controlling. Kondisi semacam itu dipicu dengan kebijakan Menegristek tentang ruang lingkup operasional KMNRT yang berskala nasional. KMNRT membatasi pengawasannya dalam kedua hal yang disebutkan lebih awal. Keempat pelaku monev tersebut seyogyanya merupakan komponen dinamis dari satu rangkaian siklus kegiatan yang berkesinambungan. yaitu: 1. Perguruan Tinggi. Pihak perencana anggaran nasional. seperti Inspektorat. Olehkarenanya. Deputi Menegristek dengan mempertimbangkan saran atau rekomendasi Dewan Riset Nasional. Pihak pelaksana monev KMNRT sendiri. yakni lembaga riset yang dikelompokkan ke dalam LPND. Fungsi auditing tetap sepenuhnya diserahkan kepada pihak badan pengawas pemerintah yang lebih berwenang. BPKP dan BPK. Pihak pelaksana riset. BUMN dan pusat-pusat studi. 2. yang dalam hal ini adalah Asdep 4/III Evaluasi Kinerja Lembaga. Deputi Bidang Program Riptek. Penentu kebijakan dan program riset nasional. Setelah melalui berbagai pertimbangan. misi dan pola pendanaan risetnya.

process interaksi − antar periset − periset-pimpinan atmosfer riset. KMNRT mengolah dan 9 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . efektivitas. misi − renstra. program. input − visi. Hasil. berbasis monitoring dan evaluasi riset di Indonesia.memegang peranan penting dalam proses kelancaran. Litbang Departemen. rencana aksi − kebijaksanaan − peraturan − sumber daya Proses. Masukan. manajemen dan kebijakan riset yang dimiliki lembaga riset (LPND. outcome − aspek komersialisasi − aspek internalisasi − return on investment Dampak. Berbasis informasi tersebut. Pusat Studi). Perguruan Tinggi. benefit − relevansi − efektivitas LPND Asdep Evaluasi Kinerja LD • Profil Kinerja Lembaga • Profil Sumberdaya Riset Lembaga KMNRT PT Deputi Staf Ahli • Jakstra • Punas DPR INDUSTRI DJA PUSAT STUDI Bappenas • Program Baru • Sistem Baru • Panduan • Program Baru Riset Nasional Gambar 2. output produktivitas − artikel saintifik − buku − paten − prototipe − desain − dll. Mekanisme Evaluasi Kinerja Lembaga KMNRT. dalam hal ini Asdep 4/III menerima informasi dalam bentuk data kuantitatif tentang sumberdaya. impact Pengaruh positif dan/atau negatif terhadap − lingkungan internal − lingkungan eksternal Manfaat. BUMN. efisiensi. manajemen konflik Keluaran.

potensi SDM dan fasilitas masing-masing lembaga riset. yaitu melalui akses basis data yang teralokasi di setiap lembaga atau bahkan unit riset. Jika dipandang perlu. 10 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Berdasarkan profil tersebut. Selain Ditjen Anggaran dan Bappenas. Pada prinsipnya lembaga-lembaga riset seyogianya melakukan monev internal dengan cara melakukan self-evaluation atau evaluasi diri. Didalam kaitannya dengan otonomi daerah. sistem dan panduan riset baru. KMNRT akan melakukan kunjungan konsultatif ke unit-unit riset yang menunjukkan kinerja baik dan/atau yang masih memerlukan dukungan pengembangan. dimana DRD (Dewan Riset Daerah) bersama dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan DPRD merumuskan program-program riset yang spesifik untuk daerah yang bersangkutan. mekanisme serupa juga dapat dikembangkan di daerah-daerah dalam menyusun program-program riset daerah. pimpinan KMNRT (para Deputi dan Staf Ahli Menegristek) bersama dengan Dewan Riset Nasional menilai kesesuaian kinerja dengan Jakstra Riptek Nasional dan/atau menyusun serta menetapkan kebijakan dalam bentuk naskah program. Monev eksternal dilakukan oleh KMNRT melalui pola tidak langsung.menganalisisnya menjadi profil kinerja riset lembaga. kemudian ditawarkan secara terbuka dan kompetitif kepada seluruh lembaga riset melalui mekanisme penawaran yang atraktif. menetapkan indikator kinerja untuk mengevaluasi kinerja dan potensi diri yang ada pada masing-masing lembaga. Program-program riset yang telah disetujui pembiayaannya. Naskah program dan sistem yang baru selanjutnya dibahas bersama Ditjen Anggaran (Departemen Keuangan) dan Bappenas untuk memperoleh persetujuan anggaran dan penetapannya sebagai program riset nasional yang akan dibiayai oleh pemerintah untuk tahun anggaran berikutnya. pihak DPR seyogyanya diikutsertakan pada saat pengkajian dan pembahasan program tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mengefisienkan. Perangkat keras dan lunak yang diinvestasikan. Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 11 . mengefektifkan arus informasi. sebelum disimpan dalam website. Struktur Data MONEV KMNRT Buku Panduan Monev RUT hanya memuat struktur data monev KMNRT.5. tugas pokok dan fungsi KMNRT. agar mempunyai akses pengguna dan nilai kemanfaatan yang lebih luas. Sistem Informasi Riset. Struktur Data MONEV KMNRT Berbasis pada pola evaluasi sumatif. yaitu unit riset. KMNRT akan menerbitkan excecutive summary berdasar hasil ekstraksi dan pengolahan data yang tersaji pada website setiap lembaga/institusi dan unit riset di seluruh Indonesia. SIR – 1 UNIT RISET UNIT RISET UNIT RISET Basis Data: Identitas Manajemen Riset Sumberdaya Riset Program Riset Kebijakan Riset Gambar 3. Seluruh sistem informasi yang dibangun terbatas telah dikoneksikan dengan Ipteknet. terbatas hanya di lingkungan KMNRT untuk mendukung kegiatan monev. Uraian rinci Sistem Informasi Riset. Hal tersebut terlebih dahulu diintegrasikan ke dalam visi. dapat disimak dalam Buku “Sistem Informasi Riset” yang diterbitkan oleh KMNRT.2 Sistem Informasi Riset. KMNRT menata informasi riset dan teknologi ke dalam struktur data seperti tampak pada Gambar 3 berikut.3 KMNRT Lembaga/ Institusi Sistem Informasi Riset. SIR dan jenis basis data yang sebaiknya disajikan di Unit Riset (SIR-1) dan informasi yang ditampilkan pada SIR-2 & 3. SIR . karena pada dasarnya evaluasi sumatif bertitik pangkal pada basis data iptek di tingkat paling operasional. misi. SIR . tahun 2001. entry data dan program pengolahan data.

Tabel 1. Perbedaan Evaluasi Formatif dan Sumatif Pada prinsipmya. Evaluasi Sumatif − Evaluasi sumatif dilakukan untuk membantu sponsor atau institusi berwenang lainnya dalam menentukan keputusan apakah akan melanjutkan program yang dinilai sukses atau apakah akan menghentikannya. sebagai basis pemikiran penyusunan rekomendasi perubahanperubahan atau perbaikan unit riset di masa depan. evaluasi semacam itu menawarkan efisiensi paling tinggi.1. Hasil pengolahan data selanjutnya menjadi basis pertimbangan KMNRT untuk melakukan kunjungan konsultatif ke unit riset yang atraktif atau bahkan yang kinerjanya sangat rendah. Dalam upaya untuk meningkatkan program. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka klarifikasi. perbedaan umum dan khusus diantara kedua macam evaluasi tersebut. diperlukan pemahaman tentang kemajuan program ke arah pencapaian obyektif sehingga peluang melakukan perubahan dalam komponen program dapat dilakukan. Evaluasi Formatif dan Sumatif Sistem monitoring dan evaluasi KMNRT yang berbasis pada akses data di unit dan lembaga atau institusi riset lebih cenderung mengikuti pola evaluasi sumatif. Disamping biayanya murah. masing-masing dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2 berikut ini. Perbedaan Evaluasi Formatif dan Sumatif Evaluasi Formatif − Evaluasi formatif dilakukan untuk membantu perancang program. para manajer dan/atau staf untuk menyempurnakan program yang sedang dikembangkan atau yang sedang berjalan. − − − 12 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Tujuan evaluasi sumatif adalah untuk mengoleksi dan menampilkan informasi yang diperlukan dalam mendukung pengambilan kesimpulan dan keputusan tentang program serta nilainya. 6.6. Menuntut perhatian yang cukup untuk memantau implementasi program dan pencapaian tujuan.

Hasil Konsentrasi pada saat pengkoleksian data Pelaku utama pengembang program dan pelaksana Peran utama evaluator Metodologi Penyuplai data Interaktif Kualitatif dan kuantitatif dengan lebih ditekankan pada situasi sebelumnya Independen Kuantitatif.Proses atau implementasi Klarifikasi persoalan . konsistensi materi. organisasi dan komponen lainnya di dalam program. Hasil evaluasi formatif digunakan untuk merevisi aktivitas. yaitu perbandingan hasil perencanaan program dengan tujuan yang ditetapkan oleh desainer program dan detilnya terekam dalam perencanaan program. Perbedaan Khusus antara Evaluasi Formatif dan Sumatif Evaluasi Formatif Sasaran utama − Desainer program − Manajer program. Evaluasi formatif tidak perlu dilakukan.Evaluasi Formatif − Evaluasi formatif memerlukan waktu lama sebab membutuhkan familiaritas akan banyak aspek program dan melengkapi personil program dengan informasi serta wawasan untuk membantu mereka memperbaikinya. dihentikan atau apakah dan bagaimana cara pengembangan atau menghentikannya. − Evaluasi Sumatif Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pembanding.Implementasi dan . Semakin jelas program dan terukurnya tujuan. penugasan.Kemajuan pada hasil program Analisis level mikro dari . semakin cocok dilakukannya evaluasi sumatif. Hasil evaluasi sumatif digunakan untuk membantu memutuskan apakah suatu program akan dilanjutkan. kadangkala diperkaya dengan kualitatif Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 13 . jika tidak ada peluang melakukan perubahan untuk suatu perbaikan. organisasi dan aktivitas.Implementasi dan .Hasil Kolaborator Evaluasi Sumatif − Penentu kebijakan − Donatur atau sponsor − Publik yang berminat Dokumentasi hasil Dokumentasi implementasi Analisis level mikro dari . − Pelaksana program Klarifikasi tujuan Sifat program .Saat implementasi dan . − − − − Tabel 2.

Tabel 3. Menegosiasikan peran Anda Evaluasi Sumatif Tahap 1: Tentukan Batas Evaluasi 1.1. Memfokuskan evaluasi 1.1.2.5.3. Merumuskan program X dan C 1. Memfokuskan evaluasi 1. Menegosiasikan peran Anda 14 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT .4. Menemukan sebanyak mungkin informasi tentang program dalam bentuk pertanyaan 1.4.2. Ringkasan Tahapan Evaluasi Formatif dan Sumatif Evaluasi Formatif Tahap 1: Tentukan Batas Evaluasi 1.Evaluasi Formatif Frekuensi pengkoleksian data Mekanisme utama pelaporan Frekuensi pelaporan Penekanan dalam laporan Monitoring yang sedang berjalan − Diskusi − Interaksi pertemuan informal Berulang-ulang − Hubungan diantara unsur proses-level mikro − Hubungan diantara konteks dan proses − Hubungan diantara proses dan hasil − Implikasi untuk pelaksanaan program dan perubahan spesifik saat pelaksanaan − Kesepakatan kinerja program dengan pengembang atau pelaksana − Advokasi atau kepercayaan Evaluasi Sumatif Terbatas Laporan formal Saat menyimpulkan − Hubungan makro antara konteks-proses-hasil − Implikasi untuk kebijakan.5. secara garis besar telah dimuat secara lengkap pada Tabel 3 berikut. Menentukan maksud evaluasi 1. Merumuskan program 1. Tahapan Pelaksanaan Evaluasi Formatif dan Sumatif Untuk mengenali tahapan pekerjaan kedua macam evaluasi tersebut. Mencari sebanyak mungkin informasi tentang program 1. kontrol administratif dan manajemen Syarat untuk kredibilitas Obyektivitas saintifik 6. Menentukan maksud evaluasi 1.2.3.

Siapkan desain evaluasi 3. Persetujuan final tentang layanan dan tanggungjawab Tahap 3: Pengumpulan dan Menganalisis Informasi 3.Evaluasi Formatif Tahap 2: Pilih Metode Evaluasi yang Cocok 2.3. Pilih metode presentasi 4.5.8. Mengkonsolidasikan perhatian anda 2. Menemukan keterangan apa yang akan dihasilkan dari data yang anda suplai 2.mulai menyiapkan instrumen yang diperlukan .4. Mempertajam perumusan program 2.3. Pastikan strategi komunikasi 4.7.3.catat hasil setiap pengukuran kedalam lembar ringkasan data 3.6.3.2.3. Persetujuan final tentang layanan dan tanggungjawab Tahap 3: Pengumpulan dan Menganalisis Informasi 3. Analisis data untuk peningkatan program Evaluasi Sumatif Tahap 2: Pilih Metode Evaluasi yang Cocok 2.1. Pengelolaan instrumen.2. penilaian dan pencatatan data . Bertemu dengan manajer program dan/atau staf untuk mendiskusikan kelanjutan temuan 4. Pastikan bahwa perencanaan koleksi data anda telah diimplementasikan semestinya 3. Mendesain perencanaan untuk menguji implementasi program 2. Lakukan analisis Tahap 4: Penyusunan Laporan 4. Perencanaan laporan 4.1.5.4. Koleksi dan analisis informasi 3. Pilih desain evaluasi 2.6.1. Estimasi biaya evaluasi 2. Pilih contoh strategi untuk mengkonduksi koleksi data 2.5. Pastikan batas akhir koleksi data 3.3.instrumen penilaian sesuai format hasil yang diharapkan .2. Mendesain kemajuan sistem monitoring 2. Set laporan Tahap 4: Penyusunan Laporan 4.1. Pastikan batas akhir 3.1.4.2.2. Rencanakan analisis data yang akan dihasilkan dari setiap instrumen 2. Mengestimasikan biaya evaluasi 2. Pilih pendekatan pengkoleksian data dan instrumen evaluasi 2.8.1.7. Konsolidasikan perhatian anda kepada instrumen yang cocok 2. Tentukan ekspektasi untuk menginterpretasikan data anda 3. Memastikan anda mengajukan pertanyaan yang benar 2. Tinggalkan catatan evaluasi Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 15 .2. Rencanakan konstruksi dan pengadaan instrumen evaluasi 2.4.

4. Pengelola program RUT dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dibawah koordinasi Menegristek. sistem monitoring dan evaluasi yang dikembangkan di KMNRT tampak seperti Gambar 4. dengan memperhatikan saran dan rekomendasi DRN. merupakan faktor-faktor berpengaruh terhadap anggaran belanja tahunan RUT. dalam hal ini sebagai pihak pengelola program RUT berbasis pada hasil pelaksanaan RUT tahun-tahun sebelumnya dan proyeksi kegiatan satu tahun dimuka. dalam hal ini Deputi III Bidang Program Riptek berkewajiban menyusun kebijakan dan merumuskan misi program RUT berikut program aksi tahunan serta anggaran belanja yang diperlukan. pelaksanaan. Unit riset yang menaungi peneliti RUT. serta kegiatan-kegiatan lain seperti administrasi proyek. KMNRT. Keempat unsur utama di atas saling berkomunikasi dalam konteks sebagai berikut: KMNRT. Perguruan Tinggi. penganggaran.7. Tampak adanya empat unsur utama yang saling berhubungan satu sama lain dalam fungsi tertentu. 3. yaitu: 1. dalam hal ini RUT (Riset Unggulan Terpadu). Sistem MONEV RUT Khusus untuk riset unggulan. KMNRT bekerjasama dan dibantu penuh oleh LIPI. Gambar tersebut menunjukkan mekanisme pembagian tugas yang khususnya mengacu kepada manajemen riset seperti: perencanaan. 2. monitoring dan evaluasi program. pelaksana yang dihentikan pelaksanaan riset sebelum periode waktu risetnya habis dan proyeksi jumlah topik riset baru untuk satu tahun yang akan datang. 16 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . sebagai penanggung jawab program Riset Unggulan Terpadu. Litbang Departemen. dalam hal ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Lembaga/institusi riset seperti LPND. studi terkait lainnya. penawaran. penyusunan buku pedoman RUT. Industri dan pusat-pusat studi yang menjadi payung formal bagi unit riset. monitoring dan evaluasi di lapangan. Adanya pelaksanaan RUT yang telah habis masa risetnya. Khususnya dalam menyusun anggaran belanja tahunan RUT.

Khusus bagi unit riset. kondisi aktual pengelolaan dan pelaksanaan RUT pada saat penyusunan pedoman anggaran belanja tahunan RUT. Disamping itu. pengorganisasian kegiatan monitoring dan evaluasi dan kegiatan administrasi sejenis lainnya. maupun aspek substantif riset. Olehkarena itu. khususnya pelaksana RUT untuk aspek substantif. KMNRT akan mencermati indikator kinerja manfaat dan dampak produk RUT yang dihasilkan. unit riset diharapkan agar selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan lembaga/institusi Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 17 . LIPI melakukan penilaian atas proposal serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil riset terhadap aspek substantif. KMNRT setiap tahun berkewajiban melakukan monitoring dan evaluasi kinerja pengelolaan program RUT baik terhadap pengelola program (dalam hal ini LIPI) maupun lembaga/institusi riset yang menaungi unit riset dan pelaksana riset secara formal. Unit riset sebagai institusi yang paling bertanggungjawab atas kualitas kinerja riset diharapkan dapat memposisikan diri dalam kondisi siap dipantau setiap saat.Disamping itu. penyampaian laporan kemajuan dan laporan akhir penelitian. dan dievaluasi pada saat-saat tertentu. Pengelola RUT. Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut seyogyanya diarahkan baik kepada aspek administrasi serta manajerial. baik oleh KMNRT maupun LIPI. Olehkarena itu. Lembaga/institusi riset berkewajiban melakukan koordinasi program RUT dengan LIPI sebagai pengelola program dalam hal administratif penunjang implementasi program. dalam hal ini LIPI berperan aktif dalam menyampaikan saran perubahan. misalnya penyusunan dan penandatanganan kontrak kerjasama penelitian. pencairan termin pembayaran. LIPI berkewajiban mensosialisasikan program RUT tahun mendatang ke seluruh lembaga atau institusi riset nasional dengan mengirimkan buku pedoman RUT tahun bersangkutan. Dengan dibantu oleh tim pakar. basis data riset dan kegiatan monitoring evaluasi agar disusun dan dilakukan secara kontinyu dan obyektif. KMNRT menyusun suatu format khusus sebagai pendukung kesempurnaan kegiatan tersebut. LIPI berkewajiban pula melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lembaga/institusi riset secara administratif serta unit riset. Disamping itu. Hasilnya secara lengkap lebih lanjut diinformasikan kepada KMNRT.

keikutsertaan para peneliti utama dalam program RUT akan melalui tahapan-tahapan seleksi. KMNRT Monitoring dan Evaluasi Kinerja Lembaga 3 Lembaga Implementasi Program. Monitoring dan Evaluasi Substansi riset serta Kinerja Pengelola 1 2 Pengelola UR = Monitoring dan evaluasi kinerja riset. seperti tercantum pada lampiran halaman 63. Proses Monitoring dan Evaluasi RUT Program Riset Unggulan Terpadu (RUT) adalah program riset yang dipersaingkan secara terbuka untuk para peneliti utama di lingkungan unit-unit riset baik di Perguruan Tinggi.riset yang menaunginya. 18 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . sampai pada penilaian akhir kualitas hasil riset. monitoring dan evaluasi pelaksanaan tahapan-tahapan riset. penganggaran. Adapun contoh basis data yang diperlukan dari setiap tahapan proses. manfaat serta dampak riset. Monitoring dan Evaluasi Substansi Riset UR = Unit Riset 1 2 3 Perencanaan. Secara lengkap proses tersebut mengikuti diagram alir seperti tampak pada Gambar 5. pelaksanaan. LPND. Industri. monitoring dan evaluasi Gambar 4. Karena sifatnya yang dipersaingkan maka konsekuensi logisnya. menemukan solusi persoalan yang dihadapi. maupun jasa pendaftaran HaKI. = Monitoring dan evaluasi substansi riset = Perencanaan. bantuan finansial. maupun pusat-pusat studi yang ada di Indonesia. perubahan mendasar tentang kebijakan riset nasional. Penganggaran Program. Baik pada tingkat seleksi penerimaan dan penilaian proposal. Bahkan hasil-hasil riset yang dinilai berkualitas akan mendapat kesempatan bersaing untuk mendapatkan “award”. Litbang Departemen. Mekanisme MONEV RUT 7. baik dalam hal mencari informasi program riset terbaru.1.

C : Peneliti Utama dapat mengajukan proposal RUT tiga tahun berikutnya. BD BD Proposal Masuk (BD – 1) Ditolak BD Proposal Ditolak I (BD – 2) BD Proposal Diteruskan ke Reviewer (BD – 3) Ditolak Tidak diusulkan untuk dibiayai BD Proposal Ditolak II (BD – 4) BD Proposal Ditolak III (BD – 5) BD Proposal Dibiayai Th-1 (BD – 6) BD pelaksanaan Dihentikan th-1 (BD – 7) BD Pelaksanaan Dibiayai Th-2 (BD – 8) BD pelaksanaan Dihentikan th-2 (BD – 9) BD Pelaksanaan Dibiayai Th-3 (BD – 10) Rapat Panel I Peer Reviewer Rapat Panel II Seminar Pembahasan Diusulkan untuk dibiayai Kontrak Kerjasama Pelaksanaan Tahun I Dihentikan Pembiayaannya* Seminar Evaluasi dan Pembahasan Pelaksanaan Tahun II Dihentikan Pembiayaannya*/ Dinilai Selesai Seminar Evaluasi dan Pembahasan Pelaksanaan Tahun III Seminar Evaluasi dan Pembahasan Laporan Akhir Pelaksanaan Riset Penilaian Laporan Akhir Riset ** A : Peneliti Utama dapat langsung mengajukan proposal baru. * Walaupun dihentikan pembiayaannya. Proses seleksi dan evaluasi program RUT serta basis data yang perlu dibuat Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 19 . pada program RUT tahun berikut. seperti terlampir Gambar 5. Peneliti Utama harus melaporkan hasil pelaksanaan risetnya. D :Peneliti Utama dapat mengajukan proposal RUT empat tahun berikutnya. BD Hasil Penilaian Akhir (BD – 11) Predikat Riset** Sangat Memuaskan (A) Memuaskan (B) Cukup (C) Kurang (D) Publikasi RUT terbaik Pemberian award Keterangan: Detil isi masing-masing basis data. B : Peneliti Utama dapat mengajukan proposal RUT dua tahun berikutnya.ALIRAN PROSES Penerimaan Proposal BASIS DATA.

sewaktu-waktu dapat berubah): 1. Isi Proposal.7. Biodata Peneliti. terdiri dari: Lembar Depan. monitoring dan evaluasi RUT Penerimaan Proposal Format Proposal RUT disusun dengan sistematika berikut (penomoran format tidak dibakukan. Ketua Panel dapat memindahkan ke bidang lain yang lebih sesuai dengan menggunakan format Perpindahan Bidang (contoh terlampir). dimulai suatu sistem penilaian anonim. Proposal beserta daftarnya dikirim kepada Ketua Panel dan Anggota Panel yang berkenaan sesuai dengan bidang keahliannya. dan Jadual Kegiatan. Proposal disusun secara seksama mengikuti petunjuk penyusunan yang tercantum pada “Buku Petunjuk Penyusunan Proposal RUT”. mengadakan seleksi administratif terhadap persyaratan Peneliti Utama. 2. hasilnya dapat berupa : Proposal ditolak. Pengenalan. Data Pengusul Proposal terdiri dari: Judul. Rancangan Penelitian. Proposal Riset. Rincian Anggaran. Personalia Teknisi. Personalia Riset. Pengesahan. Proposal yang dinilai tidak mencantumkan identitas pengusul. Sejak RUT IX. Rapat Panel I Apabila ada proposal yang tidak sesuai di bidangnya. Sekretariat RUT setelah menerima dan mencatat proposal yang masuk. Uraian proses seleksi. Contoh format terlampir. 20 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Lembaga Penanggung jawab. Pernyataan Keikutsertaan dalam RUT. Rapat Panel I. Personalia Peneliti. Proposal yang dapat dinilai langsung oleh Panel.2. Contoh format terlampir. Sedangkan rekapitulasi hasil penilaian panel dituangkan dalam format Rekapitulasi Hasil Penilaian Proposal (contoh terlampir). penilaiannya menggunakan format Hasil Penilaian Panel (contoh terlampir). diteruskan ke Seminar Pembahasan. Surat Pernyataan dan kelengkapankelengkapan lainnya. atau di kirim ke Peer Reviewer.

Rapat Panel II Rapat Panel II dilaksanakan untuk membahas hasil penilaian/tanggapan Peer Reviewer. hasilnya dapat berupa : Proposal dilanjutkan ke Seminar Pembahasan atau ditolak (tidak dapat dilanjutkan untuk seleksi selanjutnya). peer reviewer tidak diijinkan kontak dengan pengaju proposal dan hasil evaluasinya bersifat rahasia. Rapat Panel II. Proposal yang sangat perlu mendapat tanggapan dari Peer Reviewer dikirimkan dengan menggunakan format Permohonan Peer Reviewer (contoh terlampir). Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 21 . Peer Reviewer melakukan evaluasi secara kritis atas suatu proposal untuk membantu panel pakar mengambil keputusan. sebagai bahan Rapat Panel II. Hasil evaluasi peer reviewer dituliskan pada formulir Hasil evaluasi reviewer (contoh format terlampir).Peer Reviewer Peer Reviewer adalah pakar dengan keahlian sesuai dengan substansi proposal. Hasil penilaian baik pada Rapat panel I maupun II dituangkan ke dalam Berita Acara Hasil Seleksi Proposal RUT sebagai lampiran Surat Pemberitahuan dengan menggunakan format Berita Acara Hasil Seleksi Proposal (contoh terlampir). Seminar Pembahasan Seminar pembahasan dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi para Peneliti Utama yang proposalnya dinyatakan lolos seleksi tahap I dan II untuk menyajikan dan memperjelas proposalnya di depan panel pakar dan peneliti utama lainnya di bidang yang sama. Dalam melakukan evaluasi. dan ditetapkan oleh para Panel bidang RUT untuk memberikan tanggapan dan evaluasi atas suatu proposal. dan selanjutnya disampaikan kepada Sekretariat RUT LIPI sebelum batas waktu berakhir.

Berita Acara Hasil Seminar Pembahasan 22 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . 3. Pencairan anggaran untuk biaya operasional riset dilakukan termin per termin dengan memperhatikan laporan kemajuan riset yang telah dicapai. sebagai penanggungjawab riset selanjutnya menandatangani kontrak kerjasama untuk melaksanakan kegiatan riset seperti yang tertera dalam proposalnya. Riset tidak diusulkan untuk dibiayai kelanjutannya. yaitu proposal diusulkan untuk dibiayai dan proposal tidak diusulkan untuk dibiayai. 2. Riset diusulkan untuk dibiayai kelanjutannya. Kontrak Kerjasama Peneliti Utama yang proposalnya diusulkan untuk dibiayai. Kontrak kerjasama cukup ditandatangani oleh Ketua Lembaga atas nama seluruh peneliti utama RUT di lembaganya. rencana kerja dan kegiatan penunjang. Hasil seminar akan mengkategorikan riset dalam tiga kelompok. hasil. Riset telah selesai Materi Penilaian menyangkut: kemajuan pelaksanaan. Hasil seminar menghasilkan dua kategori. Seminar Evaluasi dan Pembahasan Setiap tahun akan diadakan Seminar Evaluasi dan Pembahasan pelaksanaan RUT untuk memberi kesempatan bagi para peneliti utama menyajikan dan menjelaskan hasil yang telah dicapai dan sekaligus membahas rencana kerja RUT tahun berikutnya. yaitu : 1. Pola semacam itu kemungkinan berbeda di institusi atau lembaga riset yang lain.Hasil seminar pembahasan dituangkan dalam Berita Acara Hasil Seminar Pembahasan Proposal RUT sebagai lampiran Surat Pemberitahuan dengan menggunakan format (contoh terlampir). Hasil Evaluasi dituangkan dalam format Berita Acara Hasil Evaluasi RUT (contoh terlampir).

ditinjau dari : 1. Jadual kunjungan dan nama anggota tim akan disampaikan sebelumnya oleh LIPI kepada lembaga penanggung jawab program. temuan baru. Luaran produk : Hasil/produk ilmiah berupa artikel ilmiah. juga sekaligus sebagai rekomendasi pada peneliti utama untuk menangani kegiatan riset yang lebih besar cakupan materi. yang meliputi: Keterpaduan Sistematika laporan Konsistensi dengan tujuan Kelayakan biaya dengan luaran yang dihasilkan Ketepatan pelaksanaan rencana 2. dan KMNRT akan melakukan kunjungan lapangan untuk memantau secara langsung kegiatan RUT di laboratorium tempat RUT dilaksanakan. Dewan Riset Nasional mengembangkan suatu pedoman evaluasi hasil akhir penelitian RUT. Pelaksanaan riset. Materi penilaian yang ditetapkan sampai saat ini. seperti terlampir. tujuan dan dana riset yang diperlukan. Tujuan dilaksanakannya evaluasi hasil akhir RUT ini disamping untuk menetapkan jenjang predikat pengakuan atas mutu peneliti utama. paten dan/atau teknologi baru/prototipe. Khusus substansi yang disebutkan terakhir. Evaluasi Hasil Akhir Dalam rangka program monitoring dan evaluasi jenjang peningkatan mutu peneliti di Indonesia. yaitu dalam bentuk jenjang predikat pengakuan resmi KMNRT terhadap perseorangan peneliti utama. Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 23 . sekretariat RUT – sebagai pendamping. Contoh format matriks pemantauan dan evaluasi RUT.Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Tim monev RUT yang berintikan tim panel. selanjutnya disampaikan kepada pengelola RUT (LIPI) dan pemilik program (KMNRT). Hal-hal yang menjadi fokus perhatian adalah substansi saintifik dan administratif.

7. mengenai kualifikasi usia. unit cost riset faktual. tingkat pemanfaatan dan lain-lain. baik LPND. Contoh berikut adalah model evaluasi untuk riset dan merupakan bagian dari LAKIP. Hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai referensi KMNRT dalam menindaklanjutinya berupa evaluasi eksternal atau kebijakan pengembangan yang diperlukan.3. Yang disebutkan terakhir ini meliputi seluruh aspek kegiatan lembaga. memudahkan lembaga dalam menetapkan indikator kinerja seperti efisiensi. LD.Dampak. efektivitas. peralatan atau instrumen. dan keberlanjutan (sustainability). Untuk membantu lembaga atau institusi riset melaksanakan evaluasi diri. KMNRT menyusun borang pemandu disertai maksud dan tujuan data koleksi tersebut. Informasi dan Data yang Diperlukan untuk Menetapkan Indikator Kinerja Lembaga Riset Sebagai suatu lembaga riset. Disarankan juga untuk menganalisis seluruh data yang dipunyai menurut metode statistik sehingga informasi yang 24 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . critical mass. luaran berupa pengembangan SDM. produk. KMNRT dalam hal ini hanya berfungsi sebagai pendorong dan pembuka peluang berlangsungnya penilaian atas aktivitas riset di seluruh lembaga riset nasional. Sumberdaya Sumberdaya yang dimaksudkan dalam hal ini meliputi sumberdaya manusia. Visi dan Misi Dituliskan visi dan misi lembaga secara lengkap. kondisi fungsional. Kelengkapan data seluruh sumberdaya. manfaat dan dampak riset yang telah dihasilkan. pengembangan Iptek. nilai investasi. tingkat kompetensi. PT maupun Industri disarankan agar mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi secara mandiri. dan yang mendukung upaya pembangunan. fasilitas laboratorium. Kejelasan tentang keduanya merupakan referensi yang baik bagi analisis komparatif terhadap jenis tema atau topik. dana dan informasi.

Tenaga Kerja − Tenaga Struktural Yang dimaksudkan dengan tenaga struktural adalah tenaga administrasi atau tenaga fungsional yang ditugaskan selama periode waktu tertentu untuk mengisi jabatan struktural formal di dalam organisasi lembaga. Eselon I II III IV TOTAL Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n − Tenaga Administrasi Yang dimaksud dengan tenaga administrasi adalah tenaga kerja yang direkrut khusus untuk melaksanakan tugas dalam bidang administrasi. Melalui metode yang sama dapat dilakukan analisis hubungan antar indikator kinerja. mulai sejak proses rekrutmen sampai pengembangan karir dan pemutusan hubungan kerja pegawai suatu lembaga. Pendidikan S3 S2 S1 D3 SLTA TOTAL Golongan I II III Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 25 .dihasilkan lebih obyektif. umumnya teradministrasikan dengan baik. Hal ini dapat dipahami mengingat seluruh proses kepegawaian. Diawali dengan data sumberdaya manusia yang diyakini merupakan data terlengkap yang dipunyai lembaga. Tenaga administrasi tidak mempunyai penugasan dalam aktivitas riset.

Kelompok ini menjadi tenaga inti suatu unit riset. melalui berbagai peluang seperti sekolah lanjut. Data yang lebih bersifat individual semacam ini seringkali tidak tercatat secara administratif di kantor pusat. kursus. Pendidikan S3 S2 S1 D3 SLTA TOTAL Jabatan Periset Perekayasa Tenaga Litkayasa Pranata Komputer Pustakawan Arsiparis Auditor Golongan I II III IV TOTAL Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n Unit Riset 1 Unit Riset 2 Unit Riset 3 Unit Riset n Tenaga kerja di suatu lembaga umumnya menerima kesempatan untuk mengembangkan karirnya selama periode aktif. seminar dan lain sebagainya. Kelengkapan data 26 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . namun lebih banyak dipunyai individu yang bersangkutan. pelatihan sertifikasi.IV TOTAL − Tenaga Fungsional Yang dimaksud tenaga fungsional adalah tenaga kerja yang direkrut dengan tujuan awal sebagai periset atau tenaga pendukung aktivitas riset secara aktif.

kerjasama riset. Meskipun kewajiban lembaga untuk melaporkan seluruh inventaris yang dipunyai dan secara berkala melaporkan ke unit utamanya tentang mutasi inventaris yang terjadi. Olehkarena itu. diperlukan sejumlah data sebagai berikut: No. pemeriksaan-pengujian. Nama Pegawai Gol Jabatan Fungsional Pendidikan Formal Jenis Lama Pendidikan Formal Jenis Lama Sarana dan Prasarana − Laboratorium Data laboratorium tergolong ke dalam data yang cukup sulit pengadministrasiannya. keberlanjutan unit. untuk memungkinkan dilakukannya analisis yang baik terhadap fasilitas laboratorium. sukar ditemukan. tingkat kompetensi setiap individu sekaligus unit riset di suatu lembaga. Meskipun demikian.ini dapat dipergunakan untuk menganalisis kualifikasi. kelengkapan dan kejelasan data laboratorium sangat diperlukan dalam menetapkan indikator kinerja seperti halnya efisiensi utilisasi laboratorium. Umumnya lembaga lemah di dalam pendataan fasilitas laboratorium. indeks ruangan kerja. suatu lembaga umumnya lemah di dalam pendataan fasilitas peralatannya. dll kegiatan yang sejenis) ** (termasuk untuk kegiatan rutin dan jasa layanan masyarakat) − Peralatan Seperti halnya data tentang laboratorium. produk riset yang belum mencapai Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 27 . Untuk mendukung keperluan itu. Tidak tersedianya data mengenai tingkat depresiasi peralatan yang dipunyai. rendahnya kemampuan lembaga dalam melakukan reinvestasi peralatan. namun data fungsional dan efisiensi penggunaan peralatan. diperlukan data sebagai berikut: Unit Riset Laboratorium Luasan (m2) Biaya Perawatan (Rp/ tahun) Usia Labor (tahun) Kondisi Fungsional Laboratorium Layanan Masyarakat* Rata-rata penggunaan (jam/ minggu)** * (pelatihan.

attractiveness. DIP (rupiah murni) DIK DIKS Bantuan LN (US$) Hibah LN (US$) Kerma Bilateral (US$) Lainnya (mis. Untuk itu diperlukan data sebagai berikut: Pusat Admin Inves Sumber Dana 1. dana riset tersebut merupakan akumulasi seluruh dana riset yang diperoleh lembaga termasuk yang diperoleh periset melalui kemampuan individu atau kelompok. 5. Kelengkapan dan kejelasan dana riset dapat menunjukkan indikator kinerja keberlanjutan lembaga. 7. pemeriksaan-pengujian. layanan masyarakat) − Dana Yang dimaksudkan dengan dana dalam hal ini adalah seluruh dana riset yang dipergunakan untuk membiayai riset sepanjang tahun tanpa memperhatikan darimana sumber dana berasal. relevansi produk riset dan unit cost faktual lembaga. kepada terselenggaranya agar lembaga proses riset disarankan mengumpulkan data yang diperlukan sebagai berikut: Biaya Perawatan (Rp/ tahun) Rata-rata penggunaan (jam/ minggu)* * Unit Riset Laboratorium Nama Alat Utama Usia Alat (tahun) Kondisi Fungsional Peralatan Layanan Masyarakat* * (pelatihan. 2. kursus dam kegiatan lain yang sejenis) * * (termasuk kegiatan operasional rutin. 6.Reboisasi) Total 1 Unit Riset 1 Admin Inves Riset Unit Riset n Admin Inves Riset Total 28 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . 8.taraf komersial menyebabkan data yang ada belum mampu mengindentifikasi indikator kinerja seperti return on investment. Jadi. Juga informasi mengenai efisiensi utilisasi peralatan belum teridentifikasi dengan keterbatasan ketersediaan data di lembaga riset. 4. 3. Untuk mencoba identifikasi memberi efisiensi dukungan peralatan.

Total − Informasi Layanan informasi terakhir dapat dibedakan atas layanan manual dan elektronik. riset dilakukan atas dasar penugasan lembaga. yaitu (1) mandiri. efisiensi penggunaan sumberdaya manusia. Untuk itu diperlukan dukungan data berikut: No. kualitas informasi. biaya riset bersumber dari eksternal (dana KMNRT dan/atau Dikti atau sumber dana lainnya) dan (3) rutin. Kelengkapan data semacam ini sangat besar manfaatnya dalam mengindikasikan indikator kinerja keberlanjutan lembaga. CD-Rom. film mikro. majalah. Sedangkan layanan elektronik adalah layanan informasi melalui sistem jaringan komputer. attractiveness unit. dibiayai sendiri. Beberapa data yang diperlukan untuk itu antara lain: Koleksi Jenis* Jml Masa Layanan (Jam/ Minggu) Biaya Rutin (Rp/ tahun) Pengunjung (orang/ tahun) No Unit Riset Nama Perpustakaan Luasan (m2) Tahun Terbit * (buku teks. (2) mandiri plus. riset dilaksanakan sendiri di luar tema kembaga. Layanan manual dimaksudkan untuk model layanan perpustakaan. relevansi program. efektivitas lembaga. jurnal ilmiah. dan lain-lain) Aktivitas − Administrasi dan Operasional Riset Aktivitas riset di suatu lembaga dapat dikelompokkan atas tiga pola. relevansi tema riset dengan state of the art keilmuan. riset dipimpin sendiri. dibiayai melalui DIP atau DIKS. Informasi tentang perpustakaan dan komputer pada hakekatnya diperlukan untuk menunjukkan indikator kinerja efisiensi. Kerjasama Usia Kerma Instansi Mitra Nilai Kerma (RP) Produk Kerma Unit Riset Pelaksana Jumlah Peneliti Terlibat Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 29 .

15.− Agenda Riset Tahunan. ART Yang dimaksudkan dengan agenda riset tahunan adalah kegiatan riset yang meliputi sejak perencanaan sampai evaluasinya selama satu tahun anggaran atau tahun akademik. 7. Untuk mendukungnya diperlukan beberapa data. 6. 30 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . antara lain: No. Aktivitas Distribusi kebijakan riset nasional Pelatihan penyusunan proposal Pelatihan penyusunan artikel saintifik Pemberitahuan pengajuan proposal riset Batas akhir waktu penyampaian proposal Seleksi proposal Perbaikan proposal Pemberitahuan topik riset yang dibiayai Penyiapan dan penandatanganan kontrak Pencairan dana riset Pelaksanaan riset Pemantauan ke lab/lapangan Penyusunan laporan akhir Batas akhir waktu penyerahan laporan akhir Pencairan dana riset 100% Diseminasi hasil riset Bulan Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan 3. 10. 2. ART memungkinkan periset di suatu lembaga berpeluang untuk menyusun strategi riset yang rasional. 4. 5. 12. 11. 14. 13. 9. 1. Dengan demikian. Adanya ART mengindikasikan adanya manajemen riset yang profesional dan sistematis di lingkungan suatu lembaga. 16. 8.

alat peraga. algoritma. bidang spesialisasi yang dikuasai juga sekaligus dapat diekspos.− Pengajuan dan Hasil Seleksi Proposal Baik kegiatan pengusulan maupun hasil seleksi proposal seyogyanya terekam secara baik. buku teks. dan lain-lain − Realisasi Dana Operasional Rutin dan Riset Ada dua hal yang perlu memperoleh perhatian seksama. No. efisiensi periset dan unit riset. prosiding. Disamping itu. tema penunjuk indentitas. yaitu: (1) dana operasional rutin dan pembangunan lembaga. Nama Unit Riset Jumlah Proposal Usulan Diterima Nilai Proposal (Rp) Usulan Disetujui Keterangan Data Topik Riset Judul Riset Nama Pelaksana Biaya Riset (Rp) Sumber Dana Riset Lokasi Pelaksanaan Produk Riset* Institusi Mitra Periode Waktu Pelaksanaan (tahun) No Ketua Anggota * artikel ilmiah. baik disusun secara rinci ataupun dalam bentuk rekapitulasinya akan mendukung dalam mengindetifikasi potensi periset. paten. poster. cetak biru. Hasil seleksi proposal dapat disusun dalam bentuk tabel rekapitulasi dan data topik riset sebagai berikut: Rekapitulasi Hasil Seleksi Proposal Riset No. Topik Riset Nama dan Biodata Periset Nama Unit Riset − Rekapitulasi data riset yang dilaksanakan Data topik riset yang dibiayai pelaksanaannya. efektivitas. produktivitas lembaga ataupun individu periset. standar. modul pelatihan. dan (2) dana operasional Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 31 . produktivitas periset. desain. olehkarena keduanya dapat mengindikasikan aspirasi periset atau lembaga dan kualifikasi periset di suatu unit riset di dalam lembaga. peraturan.

6. 5. Meskipun demikian. maka terlebih dahulu harus dilakukan pemisahan dan masing-masing diberi kode tertentu sehingga jika keduanya digabungkan. Dalam hal ini lebih utama menghitung return on onvestment lembaga. Jika alokasi dana investasi turut diperhitungkan. Sumber Dana Alokasi (Rp) Total Serapan (Rp)/% Sisa Dana (Rp)/% 1. DIK DIKS DIP (rp murni) DIP Loan ($) Hibah ($) Lainnya − Monitoring dan Evaluasi Aspek monitoring dan evaluasi diharapkan dapat mengidentifikasi manfaat dan dampak suatu aktivitas dan produk riset. Kondisi semacam ini dapat menimbulkan kesulitan di dalam upaya lembaga menghitung alokasi dana riset tahunan secara cepat. Olehkarena. 4. keberadaan kedua jenis alokasi dana tersebut seringkali terintegrasi dan tidak secara nyata terpisah. Untuk mendukung kemudahan perhitungan unit cost faktual. Alokasi dana operasional riset tahunan disarankan untuk dihitung tanpa biaya investasi bangunan laboratorium ataupun peralatan. nilai nominal riset akan berfluktuasi dan tidak konsisten. diperlukan beberapa data keuangan berikut: Unit Riset 1 Alokasi (Rp) Realisasi (Rp)/% Unit Riset n Alokasi (Rp) Realisasi (Rp)/% No. Dalam model DIP dan DIK. Model perhitungan return on investment dapat disimak pada Buku “Manajemen Unit Riset” yang diterbitkan KMNRT tahun 2001. jika kedua alokasi dana rutin dan riset terintegrasi. 3. 2. maka perhitungan unit cost menjadi kurang relevan. baik bagi 32 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT .riset. Total alokasi tersebut dapat dipergunakan untuk menghitung unit cost faktual per periset per tahun untuk setiap lembaga. nilai nominal DIP atau DIK atau DIKS sesuai dengan nilai nominal integrasi.

1. Beberapa data berikut dinilai dapat mendukung analisis tersebut. teknologi produk riset diterapkan di industri. Olehkarena kedua indikator tersebut dapat memandu pengelola program riset dalam menganalisis indikator kinerja lain seperti relevansi produk. Nama Unit Riset : No. dll) .layanan perpustakaan .lingkungan internal maupun eksternalnya.posisi produk terhadap pemanfaatannya .layanan internet dan biayanya Produk riset . nominal peningkatan pendapatan. indeks sitasi. nilai royalti yang diterima.nama.aspek ekonomi (nilai nominal yang terselamatkan dengan kehadiran produk riset.prediksi nilai komersial/saintifik Manfaat riset .ditulis lengkap Nama ketua dan anggota tim .jenis produk . dll) 4.sumber dana . jumlah pasien yang terobati. Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 33 . bidang ilmu atau keahlian Dana riset . 6. yang akan menunjukkan kualitas produk dalam konteks ekonomi. 5.nilai nominal dana riset . dll) .aspek sosial (jumlah lapangan kerja baru. 2. nilai nominal penghematan akibat adanya produk.aspek teknologi (inovasi baru.cara menetapkan nilai nominal dana riset . 3.kendala yang dihadapi internal dan eksternal .teknik solusi persoalan dana Layanan informasi .biaya layanan . menunjukkan kualitas dalam konteks saintifik.cara penggunaan . jumlah penduduk bebas buta huruf.koleksi perpustakaan pada bidang riset . Item subjek monitoring dan evaluasi Topik riset .

antisipasi yang pernah dilakukan Korelasi topik riset dengan Jakstra dan Punas .dampak eksternal (meningkatnya tingkat kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat. 13. dll) Rencana tindak lanjut . dll .arti Jakstra dan Punas . besarnya minat periset muda potensial untuk bergabung.pendaftaran Paten . 7.unit cost ideal Ketercapaian critical mass dalam unit riset . 34 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . kualifikasi terhadap volume dan kompleksitas riset .unit cost faktual berbasis empirik .sebelas Bidang Unggulan 8. 15. 11.enam Isu Strategis .pelaporan dan pengolahan data . 14. perubahan profesi penduduk. meningkatnya motivasi melakukan riset. tereduksinya angka pengangguran.implementasi di masyarakat . eksternal) .kesiapan fungsi peralatan .No.keseimbangan jumlah periset. tingginya efisiensi SDM riset.saran perbaikan Keserasian aktivitas dan produk dengan misi lembaga Usulan unit cost riset . munculnya pengakuan sejawat.posisi dan fungsi Jakstra dan Punas dalam aktivitas riset .dll Dukungan administratif dan teknis terhadap riset . menurunnya angka kematian bayi.usulan baru RUK.arti renstra bagi strategi riset kelompok . terpeliharanya fasilitas riset. 9. Item subjek monitoring dan evaluasi Dampak riset (internal.item penentu besaran unit cost kelompok .dampak internal (tingginya nilai indeks sitasi.dll Pemahaman periset akan Jakstra dan Punas . 12.administrasi keuangan . Rusnas.up scaling .perijinan . 10.saran perbaikan Pemahaman periset akan renstra lembaga . dll) .

Tgl. SNI Perihal Pemakai/Pelanggan Manfaat terhadap Mutu dan Pemasaran − Sertifikasi No. ID Paten Topik Riset Sumber Paten − Peraturan No. & No. & No. Paten Pemeriksaan Substantif No. Nama Prototipe Spesifikasi Teknis Jumlah (buah) Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (Rp) Terjual (buah) Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 35 . Pendaftaran Paten No. & No. Tgl.Jenis Produk Riset − Artikel saintifik No. & No. Tgl. Sertifikat Perihal Pemakai/ Pelanggan Biaya (Rp) Manfaat terhadap Pemakai/Pelanggan − Akreditasi No. & No. Topik Artikel Penulis Nama Jurnal/ Seminar Tahun Terbit/ Waktu Seminar Lingkup Edar Jurnal/ Seminar (DN/LN) Topik Riset Sumber Artikel − Poster No. Nama Seminar Pembuat Poster Tahun Seminar Skala Seminar (DN/LN) Topik Riset Sumber Poster − Paten No. Peraturan Perihal Masa Berlaku Diundang-kan oleh. di Topik Riset Sumber Peraturan − Standar No. Tgl. Tgl. Akreditasi Nama lab/alat dan instansi yang diakreditasi Biaya akreditasi (Rp) Manfaat terhadap Pemakai/Pelanggan − Prototipe No.

− Sistem No. Judul Buku Teks Nama Penulis Nama Penerbit & Tahun Terbit Jumlah (eks.) Harga Jual (Rp) Topik Riset Sumber Buku Teks − Peta/Foto No. Nama Barang Spefikasi Teknis Jumlah (buah) Tujuan Penggunaan Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (buah) Terjual (buah) 36 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT . Jenis Informasi Ruang Lingkup Pemakai/ Pelanggan Teknis Akses Informasi Manfaat terhadap Pemakai/Pelanggan − Modul Pelatihan No. Topik Desain Spefikasi Teknis Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (Rp) Manfaat terhadap Pemakai/Pelanggan − Buku Teks No. radioisotop) No.) Tujuan Penggunaan Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (Rp) Terjual (Rp) − Desain No. Nama Sistem Uraian Ringkas Pemakai/ Pelanggan Manfaat terhadap Pemakai/Pelanggan − Informasi No. makanan. Nama Alat Peraga Bahan Yang Digunakan Jumlah (buah) Spefikasi Teknis Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (Rp) Terjual (buah) − Barang (alat dan bahan kedokteran. Nama Modul Perihal Jumlah (eks. Judul Peta/Foto Perihal Skala Jumlah (buah) Pemakai/ Pelanggan Harga Jual (Rp) Terjual (buah) − Alat Peraga No.

“Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah: Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).L.L.Bandung Institute of Technology. Bandung.L. Jakarta. “Evaluator’s Handbook”. Juli 2000 LAPI-Bandung Institute of Technology. Morris. The Regents of the University of California.. Bahan Bacaan Herman.8. Bandung. March 2000 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT 37 . 1987 Lembaga Penelitian-Institut Teknologi Bandung. Kantor Bappenas.. “Laporan Akhir: Pengembangan Koordinasi dan Sosialisasi Sistem Monitoring Program.. March 2000 LAPI. Modul 1-5”. 2000 Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Bandung. Jakarta. J. C. and Fitz-Gibbon. “Evaluasi Kinerja Proyek Pembangunan”. “Policy Studi on Establishment of Aviable Research Monitoring and Evaluation System: Final Report Appendix to Human Resources Development”. L. “Policy Study on Strengthening The University and Industry Linkages”. Maret 2000 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Riptek dan Evaluasi Proyek Khusus”.

38 Panduan Monitoring dan Evaluasi RUT .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful