Pemeriksaan antenatal care

1. 2. 3. 4. 5.

Pemeriksaan kehamilan di lakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut : Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan. Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan. Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan. Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13 sampai 15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu l kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimister III. Namun jika terdapat kelainan dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing- masing. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dikatakan teratur jika ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan ≥4 kali kunjungan, kurang teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kunjungan (WHO, 2006).

1. Anamnesis • Pada wanita dengan haid terlambat dan diduga hamil. Ditanyakan hari pertama haid terakhir (HPHT). Taksiran partus dapat ditentukan bila HPHT diketahui dan siklus haidnya teratur + 28 hari dengan menggunakan rumus Naegele. • Bila ibu lupa HPHT, tanyakan tentang hal lain seperti gerakan janin. Untuk primigravida gerakan janin terasa pada kehamilan 18 minggu, sedangkan multigravida 16 minggu. Nausea biasanya hilang pada kehamilannya 12-14 mingggu. • Tanyakan riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas sebelumnya serta berat bayi yang pernah dilahirkan. Demikian pula riwayat penyakit yang pernah diderita seperti penyakit jantung, paru, ginjal, diabetes melitus. Selain itu ditanyakan riwayat menstruasi, kesehatan, keluarga, sosial, obstetri, kontrasepsi, dan faktor risiko yang mungkin ada pada ibu. 2 Pemeriksaan umum • Pada ibu hamil yang datang pertama kali lakukan penilaian keadaan umum, status gizi dan tanda vital. Pada mata dinilai ada tidaknya konjungtiva pucat, sklera ikterik, edema kelopak mata, dan kloasma gravidarum. Periksa gigi untuk melihat adanya infeksi lokal. Periksa pula jantung, paru, mammae, abdomen, anggota gerak secara lengkap. 3. Pemeriksaan Obstetri • Terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan kosongkan kandung kemih. Kemudian ibu diminta berbaring terlentang dan pemeriksaan dilakukan di sisi kanan ibu.

Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri. Agar tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan suhu dengan tangan pemeriksa. varises. II. Bandingkan usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid terakhir. Bila kepala belum masuk PAP teraba balotemen kepala. serta taksiran berat janin. • Taksiran berat janin ditentukan berdasarkan rumus Johnson Toshack. Dengan stetoskop monoaural BJJ terdengar pada kehamilan 18-20 minggu. tentukan pula bagian janin pada fundus uteri: Kepala teraba sebagai benda keras dan bulat. • Dengarkan DJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop monoaural atau doppler. 5. panjang. kondisi janin. Inspeksi vulva dan vagina apakah terdapat luka. Pada kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek. Lakukan pemeriksaan colok vagina dengan memasukan telunjuk dan jari tengah. Perhatikan letak. Rumus tersebut: • Taksiran Berat Janin (TBJ) = (Tinggi fundus uteri (dalam cm) – N) X 155. Pemeriksaan Leopold III menentukan bagian janin yang berada di bawah. letak janin. tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur. Lihat ukuran dan warna porsio. N = 11 bila kepala masih berada di bawah spina iskiadika. 12 minggu sebesar telur angsa. dan pembukaan servik. Raba adanya tumor atau pembesaran kelenjar di liang vagina. N = 12 bila kepala masih berada di atas spina iskiadika 3. . Selain itu. dan ukuran uterus serta periksa konsistensi. Pada pemeriksaan Leopold I. juga bagian kepala yang telah masuk pintu atas panggul (PAP). arah. Pada letak lintang ditentukan kepala. dinding. bentuk. dan 16 minggu sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa. • Leopold IV selain menentukan bagian janin yang berada di bawah. • Ukuran uterus wanita yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pemeriksaan dalam ini harus dilakukan dengan cara palpasi bimanual. sedangkan pada Leopold IV ke arah kaki. dan sekret vagina. radang. 1. persentase janin. atau tumor. • Cara pemeriksaan yang umum digunakan cara Leopold yang dibagi dalam 4 tahap. sehingga usia kehamilan dapat diketahui. Perhitungan penting sebagai pertimbangan memutuskan rencana persalinan pervaginam secara spontan. Pemeriksaan luar • Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. sedangkan bokong lunak dan tidak bulat. Periksa adanya massa di adneksa dan parametrium. porsio. sedangkan dengan Doppler terdengar pada kehamilan 12 minggu. harus ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. Selanjutnya lakukan pemeriksaan inspekulo. dan III pemeriksa menghadap ke arah muka ibu. • Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan posisi punggung pada bayi letak memanjang. Bila berkontraksi.4. Selain secara anatomi. N = 13 bila kepala belum melewati PAP 2. • Dari pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia kehamilan. Pemeriksaan dalam • Siapkan ibu dalam posisi-litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan perineum dengan larutan antiseptik. sebelum palpasi kedua tangan pemeriksa digosokkan dahulu.

Dari urin diperiksa beta-hCG. Arahkan ujung kedua jari ke promontorium.6. dan glukosa. . tentukan bagian yang teraba. protein. Bila teraba. Raba dinding pelvik. Masukkan telunjuk dan jari tengah ke dalam liang vagina. Raba lengkung sakrum dan tentukan apakah spina iskiadika kiri dan kanan menonjol ke dalam. hematokrit. Pemeriksaan laboratorium • Pada kunjungan pertama diperiksa kadar hemoglobin darah. 7. coba untuk merabanya. sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. apakah luruh atau konvergen ke bawah dan tentukan panjang distansia interspinarum. Dengan ujung jari menelusuri linea inominata kiri dan kanan sejauh mungkin. dan hitung leukosit. tentukan panjang konjugata diagonalis. Arahkan bagian palmar jari-jari tangan ke dalam simfisis dan tentukan besar sudut yang dibentuk antara os pubis kiri dan kanan. Pemeriksaan panggul • Lakukan penilaian akomodasi panggul bila usia kehamilan 36 minggu karena jaringan dalam rongga panggul lebih lunak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful