BMSP-5 KASUS II Makalah

Disusun oleh: Kelompok 8

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung 2011

1

DAFTAR ISI

2

BAB I OBAT ANTI INFLAMASI NONSTEROID-ASETAMINOFEN PARACETAMOL

1.1 Klasifikasi Analgesik merupakan obat penghilang rasa nyeri. Analgesic terdiri atas non opioid dan opioid. Biasanya analgesic golongan non opioid bersifat antipiretik dan antiinflamasi juga. Analgesik non opioid yang sering digunakan di kedokteran gigi adalah aspirin, paracetamol, dan ibuprofen. Paracetamol sifat antiinflamasinya sangat lemah sekali sehingga dapat diabaikan atau dianggap tidak bersifat antiinflamasi. Analgesik opioid dapat digolongkan berdasarkan bahan yang

terkandungnya, alami atau sintesis, atau juga dapat digolonkan menurut cara kerjanya, agonis opiat, antagonis opiat, atau campuran. Paracetamol merupakan turunan senyawa sintetis dari p-aminofenol yang memberikan efek analgesia dan antipiretika. Senyawa ini mempunyai nama kimia N-asetil-paminofenol atau p-asetamidofenol atau 4’- hidroksiasetanilid, bobot molekul 151,16 dengan rumus kimia C8H9NO2 dan mempunyai struktur molekul sebagai berikut :

3

Rute administrasi dari paracetamol :    Oral Rectal Intravena 1. Distribusi. dan Ekresi Paracetamol didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan dengan mudah. Absorpsi Paracetamol cepat diabsorpsi di saluran pencernaan. Setelah paracetamol dimetabolisme oleh liver.2 Farmakokinetik Onset dari Paracetamol kurang dari 1 jam dengan waktu paruh sekitar 1-3 jam.3 Farmakodinamik 4 . Metabolisme.Gambar 1. juga diabsorpsi secara baik dari membrane mukosa rectum. lalu dieksresikan oleh ginjal dan dalam jumlah kecil pada air susu ibu (ASI).1 Struktur Molekul Acetamiophen 1. Administrasi Paracetamol dapat diminum sebelum atau sesudah makan (tidak bergantung kepada makanan).

namun hal tersebut terjadi pada kondisi inflamasi. Kemungkinan lain mekanisme kerja paracetamol ialah bahwa paracetamol menghambat enzim siklooksigenase seperti halnya aspirin.Paracetamol mengurangi rasa sakit dan demam. Efek analgesic dari paracetamol masih belum diketahui secara pasti mekanismenya. Telah dibuktikan bahwa paracetamol mampu mengurangi bentuk teroksidasi enzim siklooksigenase (COX). 5 . Obat ini mungkin bekerja di central nervous system (CNS) dengan menghambat sisntesis prostaglandin dan di pheriperal nervous system dengan mekanisme yang tidak diketahui. namun malah bekerja di sistem syaraf pusat untuk menurunkan temperatur tubuh. Paracetamol tidak memberikan efek signifikan pada inflamasi dan fungsi dari trombosit. dimana terdapat konsentrasi peroksida yang tinggi. sehingga menghambat aksi anti inflamasi. dimana kondisinya tidak oksidatif. tapi tidak seperti salicylate. Paracetamol mengurangi demam dengan berkerja langsung pada heat regulating center di hypothalamus.Sebagaimana diketahui bahwa enzim siklooksigenase ini berperan pada metabolisme asam arakidonat menjadi prostaglandin H2. yang dapat berubah menjadi berbagai senyawa pro-inflamasi. sehingga menghambatnya untuk membentuk senyawa penyebab inflamasi . suatu molekul yang tidak stabil. Hal ini menyebabkan paracetamol tidak memiliki khasiat langsung pada tempat inflamasi. Pada kondisi ini oksidasi paracetamol juga tinggi. Ini bisa menyebabkan atikoagulan pada pasien yang mengkonsumsi wafarain.

paracetamol bekerja pada lingkungan yang rendah kadar peroksidnya seperti di hipotalamus. 1. Paracetamol.1. Efek pereda nyerinya tidak terlalu tinggi namun efek pereda demamnya sangat bagus.4 Mechanism of Action Sebagai pereda nyeri. Selain itu Paracetamol digunakan untuk Post-Immunisation Pyrexia. paracetamol bekerja dengan cara menghambat biosintesis prostagalandin tetapi berbeda dengan analgesic lain. aman untuk wanita hamil dan anak-anak. Sebagai pereda demam. paracetamol bekerja dengan cara menekan efek zat pirogen endogen yang merupakan zat yang pada keadaan patologisakan meningkatkan suhu tubuh.6 Efek Samping  Mual 6 . 1. serta pasien dengan ketergantungan terhadap alcohol.5 Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi Paracetamol digunakan untuk meredakan demam dan nyeri yang ringan sampai sedang yang disebabkan oleh berbagai hal. gangguan fungsi hati dan ginjal. Kontra Indikasi Perlu diperhatikan pemberian untuk pasien dengan alergi terhadap paracetamol.

kerusakan liver.d Daily dose 4 mg  Anak-anak : 1-5 tahun: 120-250 mg setiap 4-6 jam (max 4 dosis dalam 24 jam).i. 6-12 tahun: 250-500 mg setiap 4-6 jam (max 4 dosis dalam 24 jam).8 Dosis  Dewasa : 325 – 650 mg tiap 4 jam. acute renal tubular necrosis.7 Interaksi obat  Paracetamol dapat meningkatkan potensi kerusakan liver jika digunakan bersama dengan barbiturates  Paracetamol dapat meningkatkan potensi kerusakan ginjal jika digunakan bersama dengan NSAIDs atau salicylates  Paracetamol jika digunakan bersama dengan tetracycline akan menurunkan absorpsi paracetamol  Paracetamol dapat meningkatkan efek obat anti-koagulan 1. 1. agranulocytosis). neutropenia. dyscrasia darah (seperti thrombocytopenia. leucopenia.    Reaksi hypersensitivitas. 7 . Potensial Fatal : Sangat Jarang. sampai 1 g q. ruam pada kulit.

dan arthritic lainnya seperti gout artritik dan ankilosis spondylitis. obat ini tidak menyebabkan depresi neurologi atau ketergantungan. Pirazolon. Obat ini dapat mengurangi demam sehingga dapat digunakan sebagai antipyretic. derivatnya yaitu asetosal (aspirin). derivatnya yaitu asetaminofen dan fenasetin 3. fenilbutazon dan turunannya 8 . dan agen antiinflamasi. Tidak seperti opioid analgesic. dysmenorrhea. derivatnya yaitu antipirin (fenazon). dan sakit kepala. Obat ini juga dapat digunakan sebagai analgesic. diflunisal 2. sehingga dapat mengurangi rasa nyeri yang ringan sampai berat seperti myalgia. aminopirin (amidopirin). nyeri gigi. Klasifikasi antiinflamasi dibagi menjadi 5 golongan: 1. NSAIDs juga digunakan dalam perawatan seperti nyeri kronik dan inflamasi pada rheumatoid arthritis. salisilamid. Para aminofenol. Salisilat dan salisilamid.BAB II OBAT ANTI INFLAMASI NON-STEROID 2. Sebagai agen anti-inflamasi.1Nonsteroidal Anti-inflamatori Nonsteroidal anti-inflamatory drugs (NSAIDs) memiliki variasi penggunaan klinis sebagai antipiretik. osteoarthritis. analgesic.

indometasin. alupurinol. ibuprofen. yaitu diflunisal dan naproksen. dan ketoprofen. fenilbutazon. asam niflumat. naproksen. ibuprofen. OAINS dibedakan menjadi: 1. 3. yaitu fenbufen dan piroprofen. yaitu (1) obat yang menghentikan proses inflamasi akut. asam flufenamat. asam tiaprofenamat. asam mefenamat. Sedangkan menurut waktu paruhnya. yaitu aspirin. dan glafenin 5. Obat pirai. oksifenbutazon. indometasin. dan sulfinpirazon. dan (2) obat yang mempengaruhi kadar asam urat. AINS dengan waktu paruh sangat panjang (lebih dari 60 jam). misalnya kolkisin. ketoprofen. 4. asam meklofenamat. karprofen. 5. AINS dengan waktu paruh pendek (3-5 jam). AINS dengan waktu paruh tengah (kira-kira 12 jam). yaitu fenilbutazon dan oksifenbutazon. misalnya probenesid. yaitu asam mefenamat dan meklofenamat. AINS dengan waktu paruh panjang (24-45 jam). diklofenak. dibagi menjadi dua. AINS dengan waktu paruh sedang (5-9 jam). 2. Antirematik nonsteroid dan analgetik lainnya. Klasifikasi Kimiawi Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid Nonselective Cyclooxygenase Inhibitors 9 . piroksikam.4. yaitu piroksikam dan tenoksikam.

ketoprofen.OAINS 10 . dan makanan tidak banyak mengubah bioavailability. diklofenak. Derivat asam salisilat: aspirin. oxaprozin    Asam antranilat (fenamat): asam mefenamat. natrium salisilat.Hampir semua obat ini diserap dengan baik. cholin magnesium trisalisilat. olsalazine     Derivat para-aminofenol: asetaminofen Asam asetat indol dan inden: indometasin. sulindak Asam heteroaryl asetat: tolmetin. asam meklofenamat Asam enolat: oksikam (piroksikam. Salah satunya hamper semua dari OAINS tergolong asam organic yang lemah kecuali nabumetone. fenoprofen. sulfasalazine.Farmakokinetik Meskipun terdapat banyak golongan dari OAINS tetapi hampir semuanya memiliki sifat yang sama. flurbiprofen. meloksikam) Alkanon: nabumeton Selective Cyclooxygenase II inhibitors     Diaryl-subtiuted furanones: rofecoxib Diaryl-subtituted pyrazoles: celecoxib Asam asetat indol: etodolac Sulfonanilid: nimesulid a. salsalat. ketorolak Asam arylpropionat: ibuprofen. naproksen. diflunisal.

c. Sebagian besar dari OAINS (98%) berikatan dengan albumin. COX-2 merupakan COX yang utama yang menghasilkan prostaglandin selama proses inflamasi.dimetabolisme dengan baik melalui mekanisme fase 1 dan fase 2 dan sisanya melalui glucoronidation. d. Sebagai tambahan. mereka memperkuat mediator inflamatoi seperti histamine. bradykinin. derajat penghambatan COX-1 bervariasi dari obat yang satu ke obat yang lain. b. Kemampuan NSAIDs dapat 11 . meningkatkan permeabilitas vascular. Prostaglandin E dan F menimbulkan gejala inflamasi seperti vasodilatasi. dan meningkatkan migrasi leukosit. pembengkakan. Semua NSAIDs kecuali COX-2-selsctive agen mencegah atau menghambat COX isoform. Misalnya parasetamol(asetaminofen) bersifat anti piretik dan anlgesik tetapi anti inflamasinya lemah sekali. Eksresinya sebagian besar melalui ginjal. Efek Samping Sejumlah kasus toksisitas yang diakibatkan NSAIDs sebagai hasil dari penghambatan sintesis prostaglandin dapat terjadi. nyeri. dan 5-hydroxytryptamine. Metabolisme ini berlansung di hati dengan enzim P450 families. hyperemia. Farmakodinamik Semua obat mirip aspirin bersifat antipiretik analgesic dan anti inflamasi.Mekanisme Kerja anti-inflamatori dari NSAIDs dijelasakan dengan menghambat sintesis prostaglandin dengan COX-2.

OAINS bekerja menghambat enzim siklooksigenase. Ketika perdarahan. Trombosit ini kemudian menyumbat dengan endotel yang rusak dengan cepat sehingga perdarahan terhenti. menyebabkan retensi cairan dan meninmbulkan reaksi hipersensitivitas. sama seperti prostaglandin.meningkatkan sekresi asam lambung dan mencegah pembekuan darah sehingga dapat menimbulkan toksisitas sistem penceranaan. dan reaksi anafilaktik (meskipun jarang terjadi). TXA2. Dengan terhambatnya 12 . asthma. trombosit yang beredar dalam sirkulasi darah mengalami adhesi dan agregasi. Kebanyakan obat dikembangkan yang menghambat COX-2 dan karena itu tidak mengganggu GI tract. Efek samping lain adalah gangguan fungsi trombosit dengan akibat perpanjangan waktu perdarahan. Aspirin mengasetilasi Cox I (serin 529) dan Cox II (serin 512) sehingga sintesis prostaglandin dan TXA2 terhambat. disintesis dari asam arachidonat dengan bantuan enzim siklooksigenase. Hilangnya darah dari GI tract dan anemia defisiensi iron dalam penggunaan NSAIDs berkepanjangan. dan efek samping dari antiplatelet ditimbulkan oleh penghambatan COX-1. Reaksi ringan seperti heartburn dan indigestion. NSAIDs dapat menghalangi atau mengganggu fungsi ginjal. termasuk peptic ulserasi dan GI hermorage walaupun jarang terjadi. Agregasi trombosit disebabkan oleh adanya tromboksan A2 (TXA2). polip. atau memakan obat setelah makan. urticaria. penggunaan antasida. termasuk bronchospasm. dapat menurun dengan pengaturan kembali dosis. Spectrum toksisitas yang ditimbulkan setiap NSAIDs berhubungan dengan penghambatan COX isoform yang spesifik.

serum sickness. Pada penderita usia lanjut yang menggunakan naproksen 13 . OAINS dapat menyebabkan gangguan seperti. erupsi-erupsi vesikobulosa. nyeri kepala.TXA2. OAINS yang paling sedikit menimbulkan gangguan kulit adalah piroksikam. reaksi depersonalisasi. Dengan menggunakan meta analisis. zomepirac. dan akibatnya agregasi trombosit tidak terjadi. OAINS paling kuat mengantagonis efek antihipertensi β-blocker dan ACE-inhibitor. Proses ini menetap selama trombosit masih terpapar OAINS dalam konsentrasi yang cukup tinggi. depresi. dan benaxoprofen. efek antikoagulan trombosit yang memanjang pada penggunaan aspirin atau OAINS lainnya disebabkan oleh adanya asetilasi siklooksigenase trombosit yang irreversibel (oleh aspirin) maupun reversibel (oleh OAINS lainnya). OAINS juga dapat menyebabkan reaksi kulit seperti erupsi morbiliform yang ringan. halusinasi. natrium meklofenamat. sedangkan terhadap efek antihipertensi vasodilator atau diuretik efeknya paling lemah. maka proses trombogenesis terganggu. konvulsi. dan eritroderma exofoliatif. Pada sistem syaraf pusat. dapat diketahui bahwa OAINS dapat meningkatkan tekanan darah rata-rata (mean arterial pressure) sebanyak kurang lebih 5 mmHg. OAINS yang paling kuat menimbulkan efek meningkatkan tekanan darah ialah piroksikam. Jadi. Menurut studi oleh Akademi Dermatologi di Amerika pada tahun 1984. rasa lelah. kejang. dan sinkope. reaksi-reaksi fotosensitifitas. sulindak. Hampir semua OAINS dapat menyebabkan urtikaria terutama pada pasien yang sensitif dengan aspirin. reaksi-reaksi obat yang menetap.

and as 14 . myositosis. Aspirin digunakan untuk perawatan dan prophylaxis infark miokard dan ischemic stroke. dan myalgia. Dapat juga digunakan untuk mengurangi demam dan sakit kepala. tablet. osteoarthritis.2 Spesifik NSAIDs 2. Bagaimanapun. asma bronkiale. tendinitis. NSAIDs lainnya biasanya digunakan sebagai obai yang lebih sering dipakai karena efek samping terhadap gastrointestinal rendah.1Salicylates Kelompok salisilat yang banyak digunakan yaitu aspirin dan sodium salicylate. dan psoriatic arthritis. rheumatoid arthritis. rasa ringan kepala. dan rheumatoid lainnya seperti ankilosis spondulitis. timed-release tablets (ZORprin). urtikaria luas. oedem angioneurotik. pelupa.20 Pada beberapa orang dapat terjadi reaksi hipersensitifitas berupa rinitis vasomotor. insomnia. hipotensi hingga syok. a. synovitis. hingga paranoid.atau ibuprofen telah dilaporkan mengalami disfungsi kognitif. Reiter’s syndrome. Salicylate banyak digunakan untuk perawatan gangguan minor musculoskeletal seperti bursitis.2.Farmakokinetik Aspirin tersedia dalam kapsul. Dapat juga digunakan untuk perawatan penyakit inflamasi seperti acute rheumatic fever. depresi. iritasi. kehilangan personalitas. Bufferin). buffered tablets (Ascriptin. enteric-tableh coated (Ecotrin. 2.

zero-order kinetics akan besar. Kerjanya mengambat enzim siklooksigenase secara 15 . Dengan dosis yang lebih besar. tetapi karena konsentrasi salisilat dalam serum meningkat. kadar puncak dalam plasma dicapai dalam waktu 1-2 jam. Efek ini timbul sekitar seminggu dan berhubungan dengan kejenuhan enzim hati yang mengkatalisis pembentukan metabolit salisilat salisilat fenilglukuronida dan asam salisilurat. Jika pH lambung ditingkatkan oleh penyangga yang cocok sampai pH3.5 atau lebih. Farmakodinamik Efektifitas aspirin terutama disebabkan oelh kemampuannya menghambat biosintesis prostaglandin. maka obat tersebut dapat merusak barier mukosa.rectal suppositories. waktu paruh meningkat sampai 15 jam atau lebih. Salisilat terikat albumin. maka iritasi terhadap lambung berkurang. tetapi sebagian besar dikonversi menjadi konyugat yang larut dalam air. Salisilat cepat diabsorbsi dari lambung dan usus halus bagian atas. b. bila salisilat dalam konsentrasi tinggi memasuki sel mukosa. Aspirin diabsorbsi begitu saja dan dihidrolisis menjadi asam asetat dan salisilat oleh esterase di dalam jaringan dan darah. pada dosis antiinflamasi ( 4g/hari). sebagian besar tetap tidak terikat dan terdapat dalam jaringan. Suasana asam di dalam lambung menyebabkan sebagian besar dari salisilat terdapat dalam bentuk nonionisasi. Jika aspirin digunakan dalam dosis rendah (600mg). Walaupun begitu. Salisilat yang ditelan dan yang berasal dari hidrolisis aspirin diekstresikan dalam bentuk tidak berubah. sehingga memudahkan absorpsi. eliminasi sesuai dengan first-order kinetics dan waktu paruh serum 3-5 jam.

aspirin menghambat perlekatan granulosit pada pembuluh darah yang rusak. pembuluh darah. dan bursitis. Aspirin menghilangkan nyeri dari berbagai penyebab seperti yang berasal dari otot. Salisilat menghambat sintesis prostaglandin secara reversible. aspirin juga mempengaruhi mediator kimia sistem kalikrein. tetapi mungkin juga menekan rangsang nyeri di tingkat subkorteks. Aspirin mempengaruhi hemotasis. yang mengkatalisis perubagan asam arakidonat menjadi senyawa edoperoksida. Aspirin bekerja secara perifer melalui efeknya terhadap peradangan. Selain mengurangi sintesis mediator eikosanid. Aspirin dosis tunggal sedikit memanjangkan waktu perdarahan dan menjadi dua kali lipat. Aspirin sangat efektif dalam meredakan nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. bila diteruskan selama seminggu. dan menghambat migrasi leukosit polimorfonuklear dan makrofag ke tempat peradangan. Akibatnya.ireversibel. menstabilkan membrane lisosom. obat ini akan menurunkan pembentukan prostaglandin maupun tromboksan A2. pada dosis yang tepat. tetapi tidak leukotren. gigi. Antipiresis mungkin disertai dengan pembentukan banyak keringat. Penurunan suhu badan berhubungan dengan peningkatan pengeluaran panas karena pelebaran pembuluh daraf superficial. Aspirin menurunkan demam. aspirin menghambat 16 . Karena kerja ini bersifat ireversibel. Sebagian besar dosis antiinflamasi aspirin cepat dideasetilasi membentuk metabolit aktif salisilat. tetapi hanya sedikit mempengaruhi suhu badan yang normal. keadaan pasca persalinan. arthritis.

agregasi trombosit selama 8 hari, sampai terbentuk trombosit baru, sebaiknya aspirin dihentikan pemakaiannya 1 minggu sebelum operasi. c.Penggunaan Terapi Efek analgesia dan anti-infalmasi. Aspirin adalah salah satu obat yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang dari berbagai sebab. Aspirin sering dikombinasikan dengan obat analgetik. Sifat antiinflamasi salisilat dosis tinggi bertanggung jawab terhadap dianjurkannya obati ini sebagai terapi awal arthritis rematoid, demam rematik, dan peradangan sendi lainnya. pada arthritis ringan, banyak penderita dapat diobati dengan menggunakan aspirin sebagai obat satu-satunya. Antipiresis. Aspirin adalah obat terbaik yang ada untuk menurunkan demam bila dikehendaki dan bila tak ada kontraindikasi penggunaannya. Penggunaan lainnya sebagai penghambatan agregasi trombosit. Ada juga yang mengatakan aspirin dapat digunakan untuk mengurangi pembentukan katarak. d.Dosis Dosis optimum analgesic atau antipiretik aspirin, lebih kecil dari dosis oral 0,6 mg yang biasanya digunakan. Dosis yang lebih besar dapat memperpanjang efeknya. Dosis biasanya dapat diulang setiap 4 jam dan dosis lebih kecil 0,3 gram setiap 3 jam. Dosis untuk anak-anak sebesar 50-75mg/kg/hari dalam dosis terbagi. Dosis antiinflamasi rata-rata 4 g per hari dapat ditolerangsi oleh kebanyakan orang dewasa. Pada anak-anak, biasanya dosis 50-75 mg/kg/hari

17

menghasilkan kadar darah yang adekuat. Kadar darah 15-30 mg/dl disertai dengan efek anti-inflamasi. Waktu paruh metabolit aktif aspirin panjang sekitar 12 jam. Intoksikasi berat timbul bila jumlah yang ditelan lebih dari 150-175 mg/kg/berat badan. Obat yang meningkatkan intoksikasi salisilat meliputi asetazolamid dan ammonium klorida. Kortikosteroid dapat menurunkan konsentrasi salisilat.

2.2.2 Derivat Asam Propionat (Ibuprofen) Ibuprofen merupakan turunan sederhana asam fenilpropionat. Pada dosis sekitar 2400 mg per hari, efek antiinflamasi ibuprofen setara dengan 4 g aspirin. Obat ini sering diresepkan dalam dosis rendah, yang bersifat analgesik tetapi mempunyai efek anti-inflamasi rendah. Ibuprofen tersedia sebagai obat bebas dengan dosis rendah dengan berbagai nama dagang. Ibuprofen dimetabolisme secara luas di hati, sedikit diekskresikan dalam bentuk tidak berubah. Iritasi saluran cerna dan perdarahan dapat terjadi, walaupun kurang sering dibandingkan aspirin. Penggunaan ibuprofen bersama aspirin dapat dapat menurunkan efek total antiinflamasi. Obat ini dikontraindikasikan untuk mereka yang menderita polip hidung, angioedema, dan aktifitas bronkopastik terhadap aspirin. Di samping gejala saluran cerna (yang dapat diubah oleh penelanan bersama makanan), telah dilaporkan adanya rush, pruritus, pusing, nyeri kepala, meningitis aseptik, dan retensi cairan. Interaksi dengan antikoagulan jarang terjadi. Efek hematologik yang berat meliputi agranulositosis dan anemia
18

aplastik; efek terhadap ginjal, meliputi ginjal akut, nefritis intersitialis, dan sindrom nefrotik. Nama kimia: asam 2-(4-isobutil-fenil)-propionat merk dagang: Advil, Motril, Nuprin dan Brufen.

Rumus kima ibuprofen

Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan pertama kali di banyak negara. Obat ini bersifat analgesik dengan daya anti-inflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama seperti apsirin: efek anti-inflamasinya terlihat dengan dosis 1200-2400 mg sehari. Absorpsi ibuprofen cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah 1-2 jam. Waktu paruh dalam plasma sekitar 2 jam. Sembilan puluh % ibuprofen terikat pada protesin plasma. Ekskresinya berlangsung cepat dan lengkap. Kira-kira 90% dari dosis yang diabsorpsi akan diekskresi melalui urin sebagai metabolit atau konyugatnya. Metabolit utama merupakan hasil hidroksilasi dan karboksilasi. Obat AINS derivat asam propionat hampir seluruhnya terikat pada protein plasma, efek interaksi misalnya penggeseran obat warfarin dan oral hipoglikemik
19

Efek samping lainnya yang jarang ialah eritema kulit. Indometasin memiliki efek anti inflamasi lebih kuat dari aspirin dan analgesic-antipireutic yang kira-kira sebanding dengan aspirin. In-vitro. tetap harus waspada karena adanya gangguan fungsi trombosit yang memperpanjang masa perdarahan. Dengan alasan bahwa ibuprofen relatif lebih lama dikenal dan tidak menimbulkan efek samping serius pada dosis analgesik. prazosin dan kaptopril. maka ibuprofen dijual sebagai obat generik bebas di beberapa negara antara lain Amerika Serikat dan Inggris. 2.2. Efek samping terhadap saluran cerna lebih ringan dibandingkan dengan aspirin. juga mengurangi efek antihipertensi obat beta bloker. ambliopia toksik yang reversibel.hampir tidak ada. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.3 Derivat Indol & Inden (Indometasin) Merupakan derivate indole-asam asetat. sakit kepala. Dosis sebagai analgesik 4 kali 400 mg sehari tetapi sebaiknya dosis optimal pada tiap orang ditentukan secara individual. indometasin menghambat motilitas leukosit 20 . Tetapi pada pemberian bersama kepada warafarin. Efek ini mungkin akibat hambatan biosintesis PG ginjal. Seperti kolkisin. Obat ini sudah dikenal sejak 1963 untuk pengobatan arthritis rheumatoid dan sejenisnya. trombositopenia. indometasin menghambat enzim siklooksigenase. indometasin atau naproksen. Derivat asam propionat dapat mengurangi efek diuresis dan natriuresis furesemid dan tiazid. Walaupun obat ini efektif tetapi karena toksik maka penggunaan obat ini dibatasi. Telah terbukti bahwa indometasin memiliki efek analgesic perifer maupun sentral.

Indometasin bekerja dengan menghambat siklooksigenase secara reversible. Metaboloismenya terjadi di hati.Mekanisme kerja Mekanisme kerja dari indometasin adalah dengan menghambat siklooksigenase secara reversible ( produksi prostaglandin ). pada hakikatnya indometasin menggantikan kolkisin sebagai terapi awal. Indometasin diekskresi dalam bentuk asal maupun metabolit melalui urine atau empedu. Karena sifat toksiknya. Indometasin tidak dianjurkan untuk pemakaian umum sebagai antipiretik dan analgesic. indometasin dapat menunda labor (kerja) dengan menekan (suppressing) kontraksi uterus. Kecuali untuk pengobatan duktus arterious paten. 21 . Waktu paruh plasma kira-kira 2-4 jam. Digunakan juga sebagai antipyretic pada Hodgkins`s disease. dan pleuritis. termasuk arthritis gout akut. Obat ini berguna pada keadaan khusus. c. Pada gout akut. dan osteoarthritis pada panngul dan juga efektif pada keadaan peradangan ekstraartikular seperti perikarditis. a. dan seperti aspirin. b. sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak.Indikasi Indometasin dapat digunakan untuk mengontrol rasa nyeri pada uveitis dan postoperative ophthalmic procedure.Farmakokinetika Absorpsi indometasin setelah pemberian oral cukup baik .polimorfonuklear. spondilitis ankilosa. 92-99% indometasin terikat pada protein plasma.

Indometasin tidak berguna pada penyakit pirai kronik karena tidak berefek urikosurik. indometasin diberikan 50-100 mg sebelum tidur. penderita gangguan psikiatris. Walaupun begitu. 22 . dimana mungkin dapat mencetuskan asma. Penggunaan indometasin juga harus dihindari pada penderita polip hidung atau angiodema. yang lain memperdebatkan penggunaan ini sebagai dasar pengenalan toksisitas obat ini terhadap janin dan ibu. operasi dapat dihindari dengan menggunakan indometasin.Kontraindikasi Karena toksisitasnya.dalam sitiasi ini. produksi prostaglandin tidak pada proses peradangan. Seperti tercata diatas.Penggunaan khusus indometasin adalah mengobati duktus arteriosus paten pada bayi premature. indometasin tidak dianjurkan diberikan pada anak. jadi lebih tergantung pada COX I daripada COX II. pada kebanyakan kasus. indometasin adalah selektif relative untuk COX I. Indometasin telah dianjurkan pemakaiannya sebagaintocolytic pada persalinan dengan kehamilan yang kurang dari 32 minggu. d. Dosis indometasin yang lazim ialah 24 kali 25 mg sehari bersama makanan atau segera setelah makan. dan penderita penyakit lambung. arthritis pirai akut dan osteoatritis tungkai. Untuk mengurangi gejalan reumatik di malam hari. penutupan bias dipercepat pada bayi premature jika diberikan obat ini secara intravena. wanita hamil. Penggunaan kini dianjurkan hanya bila AINS lain kurang berhasil misalnya pada spondilitis ankilosa. penghambatan sintesis prostaglandin mengurangi frekuensi dan kontraksi uterus. Karena strukturnya kuat dan paten pada janin akibat produksi kontinu prostaglandin.

diare.2. Pada dosis terapi. gatal. Sakit kepala hebat dialami oleh kira-kira 20-25% penderita dan sering disertai pusing. Indometasin juga menyebabkan agranulositis. depresi dan rasa bingung. dan trombositopenia. Efek samping saluran cerna berupa nyeri abdomen . 2. yang membantu kepatuhan penderita. sepertiga penderita menghentikan pengobatan karena efek samping.4 Peroksikam (Asam enolat) Peroksikam. 23 . f. Waktu paruhnya panjang.Efek samping Efek samping indometasin tergantung dosis. sehingga diberikan dosis kecil sekali sehari. perdarahan lambung dan pankreastis. Halusinasi dan psikosis pernah dilaporkan. anemia. dan mencapai 80% dari kadar puncak dalam plasma dalam waktu 1 jam.Terapeutic in dentistry Tidak ada indikasi untuk indometasin dalam kedokteran gigi. dan serangan asma. Alergi dapat pula timbul dengan manifestasi urtikaria.e. Piroksikam diekskresikan sebagai konyugat glukuronida dan dalam jumlah kecil dengan bentuk tidak berubah. Vasokontriksi pembuluh koroner pernah dilaporkan. suatu oksikam adalah obat AINS dengan struktur baru. Hiperkalemia dapat terjadi akibat hambatan yang kuat terhadap biosintesis PG di ginjal. Obat ini cepat diabsorpsi di dalam lambung dan usus halus bagian atas.

Efek Samping Efek samping yang paling sering dilaporkan berhubungan dengan system gastrointestinal. spondilitas ankilosa. termasuk diare. a. hampir 80% dari dosis nabumetone ditemukan dalam urin.3.5 Nabumetone Nabumetone adalah naphthylalkanone yang rumus kimianya adalah 4-(6methoxy-2-naphthalenyl)-2-butanone.Farmakokinetik Setelah oral administration. nyeri kepla. 2. gangguan pencernaan. dan osteoartritis. dan abdominal pain. Merupakan nonacidic dan pada kenyataannya tidak larut dalam air. Nabumetone adalah substansi crystalline putih dengan berat molecular 228. namun larut dalam alkohol dan kebanyakan pelarut organik. 24 . yang menunjukkan bahwa nabumetone terabsorpsi dengan baik pada gastrointestinal tract.Gejala saluran cerna terjadi pada 20% penderita.Indikasi Meringankan tanda-tanda dan gejala dari osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.2. Obat ini dapat digunakan pada pengobatan atritis rematoid. dan rush. Efek samping lain meliputi pusing. c. b.

Nabumetone bisa diberikan sekali atau dua kali dalam sehari. baik dengan atau tanpa makanan. Dosis Dosis dan frekuensi diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien. Piroxicam berkontraindikasi terhadap perawatan pada CABG (Coronary Artery Bypass Graft) surgery. myocardial infarction.  Berisiko terhadap Gastrointestinal OAINS bisa meningkatkan risiko pada gastrointestinal antara lain.Kontraindikasi  Berisiko terhadap cardiovascular OAINS bisa menyebabkan peningkatan risiko akan terjadinya thrombotic cardiovascular. e. Pasien dengan penyakit cardiovascular berisiko lebih besar dalam menggunakan obat ini. dan perforasi pada perut atau usus yang bisa menjadi fatal. Pasien dengan berat badan di bawah 50 kg mungkin saja tidak memerlukan dosis 25 . Pasien usia lanjut berisiko lebih besar gastrointestinalnya dalam penggunaan obat ini. ulceration. dan stroke yang bisa fatal. Hal ini bisa terjadi kapan saja seama penggunaan dan tanpa gejala peringatan. dosis awal yang direkomendasikan adalah 1000 mg sebagai dosis tunggal.d. Risiko ini bisa meningkat seiring dengan durasi penggunaan. perdarahan. Pada pasien penderita osteoarthritis and rheumatoid arthritis.

 Methotrexate Berdasarkan penelitian. Oleh karena itu. administrasi bersamaan antara nabumetone dan aspirin tidak dianjurkan dikarenakan potensinya dalam meningkatkan adverse event. setelah mengamati respon dari terapi pertama. f. OAINS (nabumetone) mempertinggi toksisitas dari methotrexate. Oleh karena itu. Oleh karena itu. meskipun efek dari interaksi ini secara klinis belum diketahui signifikan atau tidaknya. Interaksi ini harus dipertimbangkan pada pasien yang mengonsumsi OAINS bersamaan dengan ACE-inhibitors. dosis harus disesuaikan sesuai dengan kebutuhan individual tiap pasien.Interaksi Obat  ACE-inhibitors Dilaporkan bahwa OAINS bisa mengurangi efek antihypertensive dari ACEinhibitors.  Aspirin Ketika nabumetone berinteraksi dengan aspirin. ketika OAINS digunakan bersamaan dengan methotrexate mesti hati-hati. Orang yang mengonsumsi kedua obat secara bersamaan 26 .melebihi 1000 mg. ikatan proteinnya berkurang.  Warfarin Efek warfarin dan OAINS (nabumetone) dalam perdarahan gastrointestinal adalah sinergis. seperti OAINS lainnya.

gelisah Hematuria 27 . 2.2. mengakibatkan obat ini ditarik dari pasar Amerika Utara dan kebanyakan pasar di Eropa. diare. Phenylbutazone sekarang ini jarang digunakan lagi. rasa tidak nyaman di daerah epigastrik Ruam di kulit Retensi cairan dan elektrolit Vertigo. Metabolit aktifnya adalah oxyphenbutazone. Sifat toksiknya khususnya efek hematologik termasuk anemia aplastik. insomnia Pelnglihatan kabur Euphoria.Efek Samping          Agranulositosis Aplastic anemia Muntah. a. Memepunyai efek anti inflamasi yang kuat tetapi aktivfitas analgesik dan antipiretiknya lemah.memiiki risiko perdarahan gastrointestinal yang lebih serius dibandingkan dengan yang hanya mengonsumsi salah satu obat saja. b. yang menjadi terkenal setelah kemunculannya pada tahun 1949 untuk pengobatan sindroma reumatik. Farmakokinetik Phenylbutazone diabsorbsi secara keseluruhan dengan cepat melalui administrasi secara oral ataupun rektal. suatu derivat pyrazolone.6 Phenilbutazone (Derivat Pyrazolone) Phenylbutazone.

7 Asam Mefenamat Asam mefenamat adalah obat anti inflamasi non steroid yang digunakan untuk mengobati rasa sakit. d.Interaksi    Warfarin Agent oral hypoglycemic Sulfonamide 2.c. merupakan campuran yang disintesis dari asam 2chlorobenzoat dan 2. sama seperti obat OAINS lainnya. Analog dari asam fenamat. Dianjurkan secara khusus untuk digunakan secara oral. a. analgetik.Farmakodinamik Ponstan ( asam mefenamat ) adalah obat anti inflamasi non steroid ( OAINS ) dikenal sebagai anti inflamasi. Mekanisme kerja dari ponstan. Tetapi mekanisme kerjanya berhubungan dengan menghambat sintetis prostaglandin. Asam mefenamat menurunkan inflamasi dan kontraksi uterus dengan mekasime yang sampai sekarang belum diketahui. termasuk sakit ketika menstruasi.2. dan antipiretik aktif pada studi hewan. Indikasi Digunakan untuk mengobati gout akut dan rematoid arthritis akut ( terapi jangka pendek. hanya stu minggu saja ). secara 28 .3-xylidine.

29 .keseluruhan belum dimengerti betul tetapi berkaitan dengan penghambatan sintesis prostaglandin. b.Farmakokinetik Absorpsi Asam mefenamat sangat cepat diabsorpsi setelah administrasi oral. Dalam dua kali 500 mg dosis oral yang diteliti. Berdasarkan 1 gr dosis oral single. level puncak plasma mulai dari 10 sampai 20 mcg/mL3. Volume distribusi yang jelas ( Vzss/F ) diperkirakan mengikuti 500 mg dosis oral asam mefenamat yaitu 1.06 L/kg. Distribusi Asam mefenamat dinyatakan lebih dari 90% dikelilingi albumin. menunjukkan peningkatan yang signifikan dari kecepatan dan luas daerah absorbsi asam mefenamat tersebut. Berdasarkan sifat fisik dan kimianya. Efek makanan kecepatan dan luas daerah absorbsi dari asam mefenamat belum diteliti.5 mcg/hr/mL ( 17% CV ). menunjukkan luas daerah absorpsi sebesar 30. Level puncak plasma dimulai dari 2 sampai 4 jam dam eliminasi waktu paruh kira-kira 2 jam. ponstan diduga dieksresikan pada air susu ibu pada manusia. Ingesi dari antacid yang mengandung magnesium hidrokside bersamaan dengan asam mefenamat.

Pengeluaran melalui feses sejumlah 20% dari dosis. penglihatan kabur. c. antara lain iritasi lambung.carboxymefenamic acid ( 21% ). muntah berdarah. dan 3. Level puncak plasma kira-kira 20 mcg/mL setelah 3 jam untuk hydroxy metabolite dan level puncak plasma untuk carboxy metabolite adalah 8 mcg/mL setelah 6 sampai 8 jam. Efek lain yang lebih serius seperti diare. Efek lain yang diketahui dari asam mefenamat adalah sakit kepala. Efek Samping Asam mefenamat diketahui menyebabkan gangguan pada perut. sebagian besar dalam bentuk 3-carboxymefenamic acid yang belum dikonjugasi. vertigo. Eksresi Kira-kira 52 % dari dosis asam mefenamat dieksresikan melalui urine terutama sebagai glucuronida asam mefenamat ( 6% ). menimbulkan kegelisahan.carboxymefenamic acid ( metabolite II ). 3-hydroxymefenamic acid ( 25% ). pusing. gatal-gatal 30 . Dapat menyebabkan mengantuk. ruam kulit. Waktu paruh dari asam mefenamat kira-kira 2 jam. kolik usus dan mual. dispepsia. Oleh karena itu disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu. dan muntah. Mengalami proses oksidasi lebih lanjut mejjadi 3. Disarankan untuk menghidari menyetir atau mengkonsumsi alkohol selaam mengkonsumsi obat ini.Metabolisme Asam mefenamat dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450 CYP2C9 menjadi 3hydroxymethyl mefenamic acid ( metabolite I ).

sebaiknya sewaktu makan. urtikaria dan hipersensitif terhadap asam mefenamat. f.Kontraindikasi Pada penderita tukak lambung. d. Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna. termasuk nyeri karena trauma. asma. sakit tenggorokkan dan demam. radang usus. ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secepatnya bila timbul gejala-gejala seperti di atas selama mengkonsumsi obat tersebut.Indikasi Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik. dan gangguan pada hati disarankan untuk menghidari obat-obat AINS. gangguan ginjal. Untuk mengobati dismenore atau sakit saat 31 . nyeri pada persalinan. nyeri sehabis operasi. Dosis Digunakan melalui mulut (per oral). sakit gigi. nyeri sendi. e. dismenore primer. disfungsi bilik kiri jantung. Untuk dewasa dan anak di atas 14 tahun dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. Obat anti inflamasi non steroid memperburuk hipertensi. Pada penggunaan terus menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih dari sehari dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik. Orang dengan hipertensi.dan pembengkakan. nyeri otot.

Interaksi Obat Asam mefenamat berinteraksi dengan obat-obat anti koagulan oral seperti warfarizn. diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari. g.menstruasi dosisnya sebanyak 500 mg 3 kali sehari. Untuk mengobati menoragia yaitu 500 mg 3 kali sehari. diuretik. 32 . diberikan pada saat mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan berhenti. asetosal (aspirin). methotrexate dan insulin.

0 jam.2 Farmakokinetik Klindamisin diserap baik melalui oral dengan biovaibilitas sebesar 90% dengan tidak ada keterkaitan dengan konsumsi makanan sebelum atau sesudahnya. dengan rata-rata 2. Obat ini berpenetrasi dengan baik ke dalam tuan. 3. Waktu paruh dari obat ini sekitar 2. Sekarang klindamisin menjadi salah satu drug of choice paling sering karena memiliki efikasi lebih tinggi dan farmakokinetiknya yang sangat baik 3. dan obstreptogramin. Waktu untuk mencapai level serum puncak di oral.BAB III ANTIBIOTIK (KLINDAMISIN) Klindamisin adalah salah satu antibiotik golongan Linkosamid. yaitu subunit 23s ribosom bakteri 50s. selain linkomisin.4-3. Obat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1966.1 Mekanisme aksi dan spektrum antibacterial Reseptor pada linkosamid identic dengan yang terdapat pada antibiotik makrolid. namun tidak pada cairan 33 . kloramfenikol.5ϻg/ml selama 45-60 menit. Klindamisin memiliki aktivitas yang signifikan untuk melawan bakteri gram positif dan gram negatif anaerob juga fakultatif aerob.

klindamisin digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernapasan ( empyema.3 Indikasi Pada penyakit sistemik. Pada penggunannya yang dikombinasikan dengan aminoglycoside dapat digunakan pada infeksi bakteri campuran aerob dan anaerob. Sedangkan untuk ekskresinya dilakukan lewat urin sebesar 10% dan faeces 3. infeksi genital wanita. infeksi intraabdominal. Indikasi lainnya untuk Staphylococcus induced acute hematogenous osteomyelitis. biasanya digunakan untuk inflammatory acne vulgaris dan bacterial vaginosis. 34 . dan pneumococcus. Penggunaan pada penyembuhan infeksi bakteri minor dan infeksi viral atau pada pasien dengan riwayat penyakit enteritis. 3.6% 3. septicemia. Infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius.serebrospinal. abses paru. penyakit inflamasi pelvis. Obat tambahan pada pembedahan untuk infeksi kronis tulang atau sendi. streptococcus. bacterial endocarditis prophylaxis. pneumonia) yang disebabkan oleh staphylococcus. Obat ini dapat dijadikan drug of choice bagi Bacteroides fragilis. ulcerative colitis. Dalam penggunaannya secara topical. Metabolisme dilakukan hingga mencapai angka 90% di dalam hati.4 Kontraindikasi Hypersensitivitas terhadap klindamisin atau lincomycin. atau antibiotic-associated colitis.

Untuk infeksi berat dapat diberikan 450 mg tiap 6 jam. Untuk anak-anak atau bayi berumur lebih dari 1 bulan. diberikan 15-25 mg/kgBB sehari. Klindamisin tidak boleh diberikan secara bolus IV.001%-10% pasien dilaporkan menderita colitis 35 .3. selain itu terdapat suspense oral dengan konsentrasi 75 mg/5mL.5 Dosis Klindamisin tersedia dalam kapsul 150 dan 300 mg. atau Clostridium(kecuali C.2-2. fragilis. tapi harus diencerkan sampai kadar kurang dari 18 mg/mL dan diinfuskan dengan kecepatan maksimal 30 mg/menit.7 g sehari yang dibagi dalam beberapa kali pemberian. Untuk infeksi berat 25-40 mg/kgBB sehari yang dibagi dalam beberapa dosis pemberian. Sekitar 0. dosis untuk infeksi berat oleh B. Dosis lebih dari 600 mg sebaiknya tidak disuntikkan pada satu tempat.6 Efek Samping Kasus diare dilaporkan terjadi pada 2-20% pasien yang mendapat terapi klindamisin. Dosis oral untuk anak adalah 8-16 mg/kgBB sehari yang dibagi dalam beberapa dosis. Untuk pemberian secara IM atau IV digunakan larutan klindamisin fosfat 150 mg/mL dalam ampul berisi 2 dan 4 mL. perfringens) digunakan dosis 1.500 mg tiap 6 jam. Untuk infeksi berat dapat diberikan sampai 20 mg/kgBB sehari. 3. Peptococcus. Dosis oral untuk dewasa adalah 150.

Indikasi penggunaan klindamisin harus dipertimbangkan sebelum obat ini diberikan. Penyakit ini sekarang disebut antibioticassociated pseudomembranous colitis karena dapat terjadi pada pemberian kebanyakan antibiotika. nyeri abdomen. Pada pemeriksaan proktoskopik terlihat adanya membrane putih kuning pada mukosa colon.  Ciprofloxacin HCl menyebabkan terjadinya Additive antibacterial activity 36 . Gejala dapat muncul selama terapi atau beberapa minggu setelah terapi dihentikan. menyebabkan peningkatan terjadinya diare dikarenakan adanya penurunan proses penghilangan toksin dari colon. Kelainan yang dapat bersifat fatal ini disebabkan oleh toksin yang diekskresikan oleh C. maka pengobatan harus dihentikan. Obat terpilih untuk keadaan ini adalah vancomycin yang diberikan 4 kali 125 mg sehari peroral selama 7-10 hari atau metronidazole oral 3 kali 500 mg/hari atau IV. difficile. tetapi paling sering pada klindamisin.7 Interaksi Obat Klindamisin dapat memberikan reaksi dan efek saat berinteraksi dengan obat-obat berikut:  Antiperistaltic antidiarrheals (opiates. 3. Timbulnya penyakit tersebut tidak tergantung dari besarnya dosis dan dapat terjadi pada pemberian oral maupun parenteral.pseudomembranous yang ditandai oleh demam. Bila selama terapi timbul diare atau colitis. diare dengan darah dan lender pada tinja.Lomotil). suatu kuman yang tidak termasuk flora normal usus besar.

Klindamisin. Pada kebanyakn infeksi gigi yang disembuhkan dengan jalan pembedahan. atau turunannya yang lain. antibiotic kadang-kadang digunakan. Ketika dibutuhkan terapi antibiotic. begitu juga pada tulang 37 . Alasannya. karena Klindamisin hamper dapat terabsorpsi secara penuh (90%).g. Antibiotic-antibiotik tersebut dapat membantu memerangi infeksi bakteri yang berhubungan dengan infeksi gigi. Tetracyclin. biasanya diberikan jenis penicillin. Erythromycin. dapat digunakan Klindamisin. Akan tetapi bagi pasien dengan alergi pada penicillin atau memiliki infeksi gigi yang lebih serius dan persisten. Kaopectate)menyebabkan penurunan efek obat itu sendiri dikarenakan terjadi penguranagan obsorpsi dari saluran pencernaan  Neuromuscular blocking agents menyebabkan peningkatan Effect of blocking agents 3. Klindamisin sangat efektif ketika digunakan untuk penyembuhan infeksi gigi. akan tetapi jarang digunakan sebagai terapi primer yang terpisah sendiri. Erythromycin menyebabkan Cross-interference sehingga terjadi penurunan efek dari klindamisin maupun erythromycin  Inhaled hydrocarbon anesthetics menyebabkan Effect of inhaled hydrocarbon anesthetics  Kaolin (e.. dan berpenetrasi dalam pada jaringan lunak tubuh.8 Penggunaan di Kedokteran Gigi Antibiotik yang paling sering digunakan di kedokteran gigi diantaranya Penicillin.

Klindamisin juga dapat berguna untuk pasien yang alergi atau tidak menghasilkan respon terhadap penicillin.yang menjadi tempat paling sering terjadi infeksi. 38 . root canal dengan sensitivitas yang berkepanjangan dan yang mengalami re-infection. Klindamisin digunakan pada pasien dengan infeksi gigi yang persisten. termasuk abses dental disertai pembengkakkan.

b. Cresophene 3. Calcium Hydroxide 39 . Minyak essensial : eugenol 2. TKF (Trikresol Formalin) e.Klasifikasi 1. Comphorated para chlorophenol (CmCp) c.Definisi TKF atau Trikresol Formalin adalah disinfektan atau antiseptic yang digunakan pada saluran akar sebelum dilakukan pengisian saluran akar. Komponen phenol : a. Chlorophenol kamper mentol (Chkm) b. Formocresol d. Cresatin g.1TKF (Tri Kresol Formalin) a.BAB IV TKF dan DISINFEKTAN 4. Glutaraldehyde f. tujuannya adalah mensterilkan dari bakteri anaerob.

Sangat toksik pada jaringan periapikal 2.desinfekan harus memenuhi syarat : c. dan para-cresol dengan formalin. Bersifat mutagenik dan karsinogenik 3. Bahan fiksasi b.Mekanisme Kerja Adalah campuran ortho. dan dilakukan penambalan sementara. Bersifat merangsang jaringan periapikal dan menyebabkan jaringan menjadi nekrosis. metha.Indikasi dan Kontra Indikasi 1. Jika pengaplikasian berlebih dapat menyebabkan periodontitis f. Indikasi a.Efek Samping 1. Antimikroba saluran akar e. Selanjutnya cotton pellet diletakkan pada kamar pulpa. 40 . d. jangan berlebihan karena dapat menyebabkan periodontitis.Dosis Cotton pellet dibasahi secukupnya menggunakan TKF.

hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen.  Kamfer sebagai sarana pengencer serta mengurangi efek mengiritasi dari para-klorophenol murni. Desinfeksi dilakukan apabila sterilisasi sudah tidak mungkin dikerjakan.4. juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Daya disinfektan dan sifat mengiritasi lebih kecil daripada formocresol. meliputi : penghancuran dan 41 . Selain itu juga memperpanjang efek antimicrobial  Menthol mengurangi sifat iritasi chlorphenol dan mengurasi rasa sakit 4.Pengertian Desinfektan Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus. Mampu memusnahkan berbagai mikroorganisme dalam saluran akar.2ChKM (Chlorphenol kamfer menthol) Terdiri dari 2 bagian para-klorophenol dan 3 bagian kamfer. Disinfektan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati.3 Disinfektan a.  para-klorophenol. Mempunyai spektrum antibakteri luas dan efektif terhadap jamur. Bahan utamanya. Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik.

temperatur dan kelembaban 3. 10 kriteria suatu desinfektan dikatakan ideal.pemusnahan mikroorganisme patogen yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut.Tidak toksik pada hewan dan manusia 4.Larutan stabil 9.Tidak bersifat korosif 5. yaitu : 1.Tidak berbau/ baunya disenangi 7.Mudah digunakan dan ekonomis 10.Tidak berwarna dan meninggalkan noda 6.Bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar 2.Bersifat biodegradable/ mudah diurai 8.Aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik.Konsentrasi (Kadar) 42 .Variabel dalam desinfektan 1. pH.Aktivitas berspektrum luas b.

Konsentrasi yang digunakan akan bergantung kepada bahan yang akan didesinfeksi dan pada organisme yang akan dihancurkan. 3. yaitu mampu membunuh mikroba. namun istilah ini disediakan untuk digunakan pada benda-benda mati. Antiseptik adalah substansi kimia yang dipakai pada kulit atau selaput lendir untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan menghalangi atau merusakkannya.Keadaan Medium Sekeliling pH medium dan adanya benda asing mungkin sangat mempengaruhi proses disinfeksi.Waktu Waktu yang diperlukan mungkin dipengaruhi oleh banyak variable. 2. pada dasarnya sama.Suhu Peningkatan suhu mempercepat laju reaksi kimia. dan ada pula yang 43 . Beberapa antiseptik merupakan germisida.Antiseptik Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya. Sedangkan desinfektan. 4. c. sedang desinfeksi digunakan pada benda mati.

makan alat-alat yang terbuat dari logam dan lagipula mahal harganya. yang disebut oligodinamik. Selain violet Kristal (bentuk kasar. bergantung pada konsentrasi zat pewarna tersebut. orang masih biasa menggunakan merkuroklorida (sublimat) sebagai desinfektan. walaupun beberapa khamir dan jamur telah dihambat atau dimatikan. Meskipun demikian. Namun garam dari logam berat itu mudah merusak kulit. violet gentian). 3.Klor dan senyawa klor 44 . 2. Antibakterial adalah antiseptik hanya dapat dipakai melawan bakteri.hanya mencegah atau menunda pertumbuhan mikroba tersebut.Macam-Macam Desinfektan Dan Antiseptik 1. Hanya untuk tubuh manusia lazimnya kita pakai merkurokrom. zat pewarna lain yang digunakan sebagai bakteriostatis adalah hijau malakhit dan hijau cemerlang. d. Hal ini mudah sekali ditunjukkan dengan suatu eksperimen.Garam Logam Berat Garam dari beberapa logam berat seperti air raksa dan perak dalam jumlah yang kecil saja dapat membunuh bakteri. metafen atau mertiolat. Diperkirakan zat pewarna itu berkombinasi dengan protein atau mengganggu mekanisme reproduksi sel. Daya kerja ini biasanya selektif terhadap bakteri gram positif.Zat Perwarna Zat perwarna tertentu untuk pewarnaan bakteri mempunyai daya bakteriostatis.

Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. 4. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol. sehingga desinfektan menjadi menarik. Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. 4. Kresol atau kreolin lebih baik khasiatnya daripada fenol.Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenis Larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai desinfektan. persenyawaan klor dengan kapur atau dengan natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum.Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan 45 . Lisol ialah desinfektan yang berupa campuran sabun dengan kresol. zat pewarna lain yang digunakan sebagai bakteriostatis adalah hijau malakhit dan hijau cemerlang. gentian). persenyawaan klor dengan kapur atau dengan natrium merupakan desinfektan yang banyak dipakai untuk mencuci alat-alat makan dan minum. lisol lebih banyak digunakan daripada desinfektan-desinfektan yang lain.Klor dan senyawa klor Klor banyak digunakan untuk sterilisasi air minum. Karbol ialah nama lain untuk fenol. 3.Fenol dan senyawa-senyawa lain yang sejenis Larutan fenol 2 – 4% berguna sebagai desinfektan.

formaldehida dikenal sebgai formalin.Kresol Destilasi destruktif batu bara berakibat produksi bukan saja fenol tetapi juga beberapa senyawa yang dikenal sebagai kresol. Kresol efektif sebagai bakterisida. isoprofil dan benzyl alcohol juga antiseptic.Alkohol Sementara etil alcohol mungkin yang paling biasa digunakan.Etilen Oksida 46 . Benzyl alcohol biasa digunakan terutama karena efek preservatifnya (sebagai pengawet). Seringkali orang mencampurkan bau-bauan yang sedap. tetapi konsentrasi yang lebih tinggi tidak dapat ditolerir.yang lain. Satu persen lisol (kresol dicampur dengan sabun) telah digunakan pada kulit.Formaldehida Formaldehida adalah disinfektan yang baik apabila digunakan sebagai gas. sehingga desinfektan menjadi menarik. Agen ini sangat efektif di daerah tertutup sebagai bakterisida dan fungisida. agen ini menimbulkan iritasi (gangguan) pada jaringan hidup dan oleh karena itu digunakan terutama sebagai disinfektan untuk benda mati. 5. 7. Dalam larutan cair sekitar 37%. 8. Karbol ialah nama lain untuk fenol. dan kerjanya tidak banyak dirusak oleh adanya bahan organic. 6. Namun.

Agen ini mematikan spora dalam konsentrasi yang tidak jauh lebih besar daripada yang diperlukan untuk mematikan bakteri vegetatif. 10.rempah tanpa membuka tong tersebut.Senyawa Amonium Kuaterner 47 . karena betapropiolakton dalam larutan cair mengalami hidrolisis cukup cepat untuk menghasilkan asam akrilat. dimasukkanlah etilen oksida. setelah sebagian besar udaranya dikeluarkan dengan pompa vakum.Hidogen Peroksida Agen ini mempunyai sifat antseptiknya yang sedang. sehingga setelah beberapa jam tidak terdapat betapropiolakton yang tersisa. Misalnya agen ini telah digunakan secara komersial untuk mensterilkan tong-tong rempah. Agen ini hanya ditempatkan dalam aparatup seperti drum dan. Sifat penting yang membuat senyawa ini menjadi germisida yang berharga adalah kemampuannya untuk menembus ke dalam dan melalui pada dasarnya substansi yang manapun yang tidak tertutup rapat-rapat. spora. ini diperlukan. karena kemampuannya mengoksidasi.Jika digunakan sebagi gas atau cairan. jamur dan virus yang sangat efektif. Agen ini sangat tidak stabil tetapi sering digunakan dalam pembersihan luka. etilen oksida merupakan agen pembunuh bakteri. 9. Efeknya cepat. terutama luka yang dalam yang di dalamnya kemungkinan dimasuki organisme aerob. 11.Betapropiolakton Substansi ini mempunyai banyak sifat yang sama dengan etilen oksida.

14. Pneumococcus. senyawa-senyawa ini jauh lebih efektif terhadap organisme gram-positif daripada organisme gram-negatif. 12. dan Meningococcus sangat peka terhadap sulfonamide. Efek mekanik ini penting karena bakteri.Sulfonamida Sejak 1937 banyak digunakan persenyawaan-persenyawaan yang mengandung belerang sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dan lagipula tidak merusak jaringan manusia. bersama minyak dan partikel lain. 48 . tergantung pada konsentrasi yang digunakan. pada umumnya. terikat secara kovalen pada atom nitrogen. dan zat-zat itu dalam jumlah yang sedikit pun mempunyai daya penghambat kegiatan mikroorganisme yang lain. Gonococcus.Sabun dan Detergen Sabun bertindak terutama sebagai agen akti-permukaan. menjadi terjaring dalam sabun dan dibuang melalui proses pencucian.Kelompok ini terdiri atas sejumlah besar senyawa yang empat subtituennya mengandung karbon. Senyawa – senyawa ini bakteriostatis atau bakteriosida.yaitu menurunkan tegangan permukaan. Terutama bangsa kokus seperti Sterptococcus yang mengganggu tenggorokan.Antibiotik Antibiotik ialah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme. 13.

desinfektan.1Jenis obat Golongan bis-biguanid (bagian dari agen antiseptik.2Indikasi Tabel : 49 . antiplak. dan desinfektan antibiotik halogen oxygenating agents ammonium fenol sanguinarin bis . dan antigingivitis) Bagan : agen antiseptik.biguanid aldehida logam berat 5. antigingivitis.BAB V KLORHEKSIDIN 5. antiplak.

tidak mengiritasi saluran akar. anodyne (obat pereda sakit). menghilangkan eksudat apikal. Mengontrol 50 . tidak menginduksi. Fungsi obat sterilisasi saluran akar: membantu mengeluarkan mikroorganisme. efek mikrobialnya lama dan dapat menyerang mikroorganisme dengan baik. tidak toksik.Pasca periodontal surgery Jangka pendek Pasca oral surgery Presurgical use Terapi : Repeated denture stomatitis Indikasi Jangka menengah Ulserasi apthous Denture stomatitis ANUG High caries activity Dental implants Medically compromised patient Jangka panjang Cacat fisik Cacat mental Syarat obat sterilisasi saluran akar meliputi: harus efektif dalam membunuh mikroorganisme dalam saluran akar. mengurangi rasa sakit. tidak mengganggu jaringan perapikal. mempercepat penyembuhan dan pembentukan jaringan keras. tidak menodai struktur gigi. harus mempunyai tegangan permukaan yang rendah. stabil dalam larutani.

Jenis obat setrilisasi saluran akar adalah: antibiotik. (Hermanto.Aldehid Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi. coccus gram positif tidak bergerak.Alkohol Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Macam-macam desinfektan yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi : a. batang gram negatif bergerak. karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa. 51 . batang gram neatif tidak bergerak. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat. coccus gram negatif tidak bergerak. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan. Mikroganisme saluran akar meliputi batang gram positif tidak bergerak. namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa. diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades.Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan. 2005) b. antiseptik.rearbsorpsi peradangan akar. dan disinfektan Desinfektan Zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.

(Hermanto. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah. dan virus akan mati dalam waktu 10-20 menit. tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik.Fenol Larutan jernih. zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros. kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus. (Hermanto. Halogen Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi dan melepaskan ion halide. sedang spora baru alan mati setelah 10 jam. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-). tuberculosis. Walaupun murah dan efektif.2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. 2005) c. fungi. Domestos. 2005) d. misalnya 0. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. Namun karena 52 . dan Betadine).Biguanid Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak.operator harus memakai masker. 2005) e.4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub). 0. (Hermanto.

aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri danpenggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol). 2005) f.3Kontra indikasi Dalam pemakaian klorheksidin perlu diketahui bahwa sebaiknya klorheksidin tidak digunakan bersamaan dengan nistatin karena klorheksidin dapat menghambat kapasitas antifungal.4Efek samping Dapat menyebabkan diskolorisasi pada gigi 5. 0.2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. 2005) 5.Klorsilenol Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai antiseptik. banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-).5Kegunaan dalam Kedokteran Gigi Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak. 53 . (Hermanto. 5.sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini. misalnya 0.4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub). (Hermanto.

2005). (Hermanto.Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus. 54 .

BAB VI SEMEN SEALER SALURAN AKAR Semen sealer saluran akar ideal harus memberikan : 1. Bakterisidal atau menghalangi pertumbuhan bakteri 10. Mudah dikeluarkan jika perlu 8.Semen Seng-Oksida-Resin Sebagian besar semen untuk penggunaan umum mengandung resin sengoksida sebagai unsur dasar serbuk. Penutupan yang sangat baik bila mengeras 2. Mudah dicampur dan dimasukkan ke dalam saluran 7. Lambat mengeras sehingga waktu kerja cukup lama 6.1Jenis-jenis Semen Sealer Saluran Akar a. Tidak mengiritasi jaringan periapikal 11. Tidak menodai 5. Menghasilkan cukup adhesi di antara dinding-dinding saluran dan bahan pengisi 3. Secara dimensional stabil 6. Radioopak 4. Termasuk dalam kelompok ini adalah semen 55 . Tidak dapat dilarutkan dalam cairan jaringan 9.

sedangkan endomethasone mengandung kortikosteroid. b. Cairannya biasanya terdiri dari eugenol atau dalam kombinasi dengan cairan lain seperti balsan Canada. Biasanya N2 mengandung tetroksida timah dan kortikostreroid. termasuk paraformaldehida. Laporan in vivo tambahan diperlukan untuk menentukan apakah siler tipe kalsium-hidroksida lebih unggul daripada semen seng-oksida-eugenol. Semen tipe seng-oksida lain yang mengandung kalsium hidroksida adalah CRCS. dan Endomethasone. merupakan siler saluran kar polimerik kasium-hidroksida. biasanya mengandung unsur lain. atau minyak amandel manis dalam berbagai jumlah.Semen Paraformaldehida Meskipun bahan dasar semen paraformaldehida adalah seng oksida. Kloroperka N-O. CRCS yang mengeras mengandung 14% berat kalsium-hidroksida. Siler Saluran Akar Kerr. N2 Normal. Sealapex. Kloroperka NO dan kloperka dicampur dengan kloroform. Semen Wachs. Timah adalah toksik terhadap organism manusia dan hanya sedikit manfaatnya pada sifat semen. beechwood creosote.Semen Kalsium-Hidroksida Beberapa semen seng-oksida-eugenol telah dimodifikasi dengan memasukkan kalsium hidroksida. Tubli-Seal Kerr. Paraformaldehida sanfat mengiritasi 56 . suatu produk Kerr Manufacturing Company. eukaliptol.Grossman. c. noneugenol.

dan merusak jaringan. timol yodida. d.AH 26 AH 26 adalah resin epoksi yang mengandung suatu bahan pengeras yang nontoksik. Mempunyai sifat adhesive yang kuat dan agak mengerut waktu mengeras. Merubah perbandingan puder dengan likuid mempengaruhi kekerasan proses pengerasan akhir dan radioapasitas. putih bersih. dan suatu likuid kental berwarna madu. Dua tetes likuid dicampur dengan satu sendok puder. AH 26 mempunyai jumlah kebocoran yang paling sedikit. fenol berkamfer. tetapi semuanya memberikan hasil memuaskan dalam kondisi pengujian. e. Kortikosteroid diperkirakan mengurangi rasa sakit pascaoperasi. Radioapasitasnya disebabkan oleh bismuth oksida. f. dan paraformaldehida.Pasta Pasta yang dapat diresorpsi yang diharapkan agar dapat dibawa ke atas melalui foramen apical untuk mempengaruhi penyembuhan atau perbaikan suatu lesi periapikal.Diaket Diaket adalag suatu resin polivinil yang diperkenalkan di Eropa oleh Scheuhfele pada tahun 1952. terdiri dari bahan dasar seng-oksida-eugenol dan berbagai agenesis kimiawi seperti yodoform. Daiket terdiri dari puder halus. AH 26 lamabt mngeras pada temperature badan dalam waktu 36 sampai 48 jam. 57 .

58 . Sedangkan zat formaldehyde pada bubuk endometasone juga mengandung racun dan dapat menyebabkan mutasi gen (Mahmoud). Kandungan bahan-bahan yang terdapat dalam endometasone adalah : Bubuk : Zinc oxide Bismuth subnitrate Liquid : Eugenol Peppermint oil Dexamethasone Hydrocortisone acetate Tetreiodothimol Paraformaldehyde Radiopaquer Anise oil Beberapa zat yang terkandung dalam endomethasone yaitu eugenol merupakan suatu zat yang beracun dan dapat selalu diproduksi oleh material tersebut dan efeknya sulit untuk dihambat.Bahan-bahan tersebut digunakan pada waktu dokter gigi mengkolerasikan suatu lesi periapikal dengan infeksi. kortikosteroid. 6. dan cairan paraformaldehid.2Endomethasone Merupakan suatu endodontic sealer yang terdari komponen bubuk zinc oxide.

Peptostreptococcus anaerobius dan dapat bersifat bakteriostatik pada beberapa bakteri yaitu : E.. Selain itu terdapat resiko rasa sakit pada pengaplikasian dibawah apeks dan adanya reaksi alergi pada kasus yang berkontak langsung dengan gusi. Endometasone N merupakan endodontik sealer yang efektif digunakan pada bakteri Gram-positif misalnya Streptococcus. coli. S. endometasone bersifat bakterisid dan baketeriostatik yang memberikan keuntungan mencegah adanya infeksi setelah dilakukan perawatan endodontik. sp. aureus. dan Candida albicans. Indikasi penggunaannya adalah adanya pengisian saluran akar yang permanen dan sealing. Aktivitas anti-inflamasi dan antiseptic dari endometasone N dapat bertahan hingga beberapa jam setelah diaplikasikan.Selain kandungan yang berbahaya pada bubuk dan liquid nya. dibersihkan dan didisinfeksi. 59 . Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penggunaan endomethasone adalah kanal dapat dilakukan sealing apabila telah dilakukan proses reaming.

Pamella C et all. Betram G.2001. The Pharmacological Basis of Therapeutics. 2000.wordpress. Farmacology. 10th ed. 1997.com/2008/01/02/disinfeksi-saluran-akar-dengan-berbagaimacam-bahan-medikamen/ 60 . USA. Farmakologi Dasar dan Klinik. Champe. Jakarta:EGC. http://faeda. Goodman & Gilman’s. Lippincott’s Williams And Wilkins.DAFTAR PUSTAKA Katzung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful