Sosiologi Masyarakat Kota & Desa

Seri Sosiologi

Sosiologi Masyarakat Kota & Desa
Bagian I Wawan E. Kuswandoro
http://www.eKuswandoro.co.cc

Tulisan ini membantu penyampaian materi kuliah “Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa”, mendeskripsikan cara pandang dan bagaimana sosiologi memberikan pemahaman dan analisis tentang masyarakat kota dan desa, kehidupan sosialnya, hubungan kota dan desa dan kaitannya dengan pembangunan, gejala dan masalah-masalah kota dan desa termasuk urbanisasi dan urban bias. Pokok-pokok perkembangan kota dan pembangunan desa dimasukkan dalam lingkup bahasan yang sesuai dengan kebutuhan penelaahan studi-studi politik dan administrasi. Untuk mempermudah penyampaian, artikel ini terbagi menjadi 3 bagian. Bagian I berisi materi Mengenal Sosiologi Untuk Analisis Masyarakat (I), Konsepsi Tentang Masyarakat (II) dan Mengenal Paradigma Ilmu Sosial (III). Bagian II berisi materi Masyarakat Kota (I), Masyarakat Desa (II), Masalah-Masalah Masyarakat Kota dan Desa (III).

I

Mengenal Sosiologi Untuk Analisis Masyarakat
Sebagai awalan perjumpaan ini lebih baik jika saya me-refresh pemahaman dasar sosiologi, terkait pengertian, definisi dan kajian disiplin ilmu sosiologi. Termasuk juga, pengertian tentang masyarakat, interaksi social, proses sosial dan lembaga social, yang nantinya pemahaman dasar ini digunakan sebagai pijakan elaborasi dan analisis masyarakat kota dan desa. Sebagai langkah awal, mari kita pelajari dulu sosiologi dan masyarakat karena keduanya terkait erat (sosiologi kan mempelajari masyarakat, ok…)…
1. Sosiologi memiliki banyak sekali definisi dan pengertian, yang

dirumuskan oleh para ilmuwan social. Dan tidak ada paradigma tunggal dalam ilmu social, artinya, cara pandang ilmu social khususnya sosiologi dapat mengikuti perspektif dan definisi ilmu yang mana saja yang diberikan oleh para pakar sosiologi. Namun dari ragam definisi tersebut, dapat ditarik suatu rumusan pengertian umum, bahwa sosiologi, atau ilmu tentang masyarakat, merupakan bagian dari ilmu social, yang mempelajari kehidupan social atau kehidupan manusia secara bersama-sama dengan manusia lainnya. Kehidupan manusia secara bersama-sama ini kemudian disebut dengan istilah ‘masyarakat’ (bahasan tentang ‘masyarakat’ akan saya berikan dalam sub bahasan tersendiri, nanti di bawah ya...). Ini bicara ‘sosiologi’ dulu ya…
1 Wawan E. Kuswandoro| www.wkuswandoro.com

Sosiologi Masyarakat Kota & Desa

Seri Sosiologi

2. Beberapa definisi SOSIOLOGI yang perlu diketahui: Pitirim Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejalagejala social. Alvin Bertrand, sosiologi adalah ilmu yang Ilmu yang mempelajari dan menjelaskan tentang hubungan antar manusia. J.A.A Van Doorn dan C.J Lammers, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur sosial, proses sosial yang bersifat stabil. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social termasuk perubahan social. Hassan Shadily, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan. Sosiologi mencoba memahami sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta berubahnya perserikatan hidup, kepercayaan, keyakinan yang memberi sifat tersendiri pada cara hidup bersama tersebut. Max Weber mendefinisikan sosiologi sebagai studi tentang aksi social (Haralambos, Sociology, Themes and Perspectives). Sebagai studi aksi social, ia banyak berbicara mengenai hubungan social dan motivasi, yang menurut Weber banyak dipengaruhi oleh rasionalitas formal. Rasionalitas formal, meliputi proses berpikir actor dalam membuat pilihan mengenai alat dan tujuan (Ritzer,2005). Dalam konteks ini, hubungan sosial, berkaitan dengan motivasi dan rasionalitas formal mengenal 3 sifat hubungan, yakni:
-

Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada tradisi. Yakni hubungan sosial yang terbangun atas dasar kebiasaan / tradisi di masyarakat. Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada koersif/ tekanan. Yakni hubungan sosial yang terbangun dari rekayasa social dari pihak yang memiliki otiritas (kekuasaan) terhadap yang powerless. Hubungan sosial yang bersifat atau didasarkan pada rasionalitas. Sedangkan ciri dari hubungan rasional adalah hubungan sosial yang bersifat asosiatif dan orientasi tindakan sosial berdasarkan pada sebuah penyesuaian kepentingan-kepentingan yang di
Wawan E. Kuswandoro| www.wkuswandoro.com

-

-

2

com . karena ia mencakup semua interaksi antara individuindividu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. 3. Ketua RT. karenanya terdapat suatu pengorganisasian. Ia 3 Wawan E. empu yang punya kesaktian (dia sekaligus memiliki otoritas karismatik). Dan pengorganisasian tersebut dipertahankan melalui wewenang (otoritas. dsb. Contohnya. Walaupun seringkali sang kyai muda (kadang dadakan) ini tidak memiliki ilmu agama yang mumpuni. dsb yang dipilih secara langsung oleh musyawarah warga RT. Weber menjelaskan hubungan sosial ini berdasarkan atas rasional formal. o Otoritas Legal-Rasional Berasal dari peraturan (legal-rasional) yang diberlakukan secara hukum dan rasional. Soekarno yang dianggap (minimal oleh pemujanya) kekuatan “supra”. Tetapi tidak ada orang yang memprotes karena mereka (terlanjur) percaya. Kuswandoro| www. maka anak dan keturunan kyai akan cenderung menjadi kyai pula karena tradisi yang diterima oleh masyarakatnya. legitimasi). Di dalam tatanan tradisional individu merupakan loyalitas dari masa lalu dan mereka mewakili masa lalu itu. Otoritas tradisional ini berdasarkan pada penerimaan kesucian aturan-aturan karena aturan-aturan itu telah lama ada dan dalam legitimasi mereka yang telah mewariskan hak untuk memerintah dengan aturan-aturan ini. yaitu: o Otoritas Tradisional Berasal dari kepercayaan dan faktor keturunan atau garis keluarga atau kesukuan. Dan pemimpin yang lahir dari otoritas ini berdasarkan atas kemunculan yang legal dan rasional pula. Weber membagi 3 tipe otoritas / legitimasi.wkuswandoro. Misalnya seorang kyai. o Otoritas Karismatik Berasal dari anggapan atau keyakinan bahwa seorang pemimpin (pemegang otoritas) itu memiliki kelebihan yang luar biasa (linuwih. Jawa). Dalam hubungan sosial selalu ada pengorganisasian dan pengorganisasian tersebut dipertahankan melalui wewenang. Mereka memperoleh otoritas tertinggi dari hukum masyarakat. RW. RW. Misalnya pemimpin organisasi modern. dsb.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi motivasi secara rasional atau persetujuan yang di motivasi secara sama. sebuah loyalitas yang seringkali berakar dalam sebuah kepercayaan akan kesakralan peristiwa-peristiwa sejarah tertentu. Ruang lingkup sosiologi lebih luas daripada ilmu-ilmu pengetahuan social lainnya.

Interaksi antar individu dalam masyarakat. Kuswandoro| www. kelompok. bahwa interaksi antar individu dalam masyarakat yang kompleks didasarkan pada pembagian kerja. antar kelompok (group). code of ethics. menurut Durkheim. 4. aspek hukum misalnya yang menyangkut norma dan peraturan yang dipakai untuk mengatur kehidupan bermasyarakat. 6. misalnya: aspek social itu sendiri seperti interaksi antar individu. 7. ‘code of conduct’). Mereka menyepakati suatu konsensus (consensus. terdapat berbagai aspek aktivitas. Beberapa aspek aktivitas manusia (individu) dalam masyarakat tersebut saling berkaitan satu sama lain dan semuanya ada dalam suatu masyarakat. struktur social. aspek politik misalnya menyangkut wewenang dan kekuasaan untuk mengatur kehidupan bersama tersebut.com . dsb. 4 Wawan E. Individu-individu yang berkumpul membentuk suatu masyarakat. proses social. 5. tetapi pada saat yang sama meningkat pula ketergantungan pada masyarakat karena dengan adanya spesialisasi bidang kerja maka pertukaran pelayanan menjadi syarat bagi kelangsungan hidup. didasarkan pada keyakinan dan nilai-nilai bersama serta kontrol komunal yang ketat (disebut solidaritas mekanik) dan ketergantungan mutual antar individu yang relatif otonom yang diciptakan oleh pembagian kerja (disebut solidaritas organik). masyarakat. menurut Durkheim.wkuswandoro. Hal ini yang menurut Emile Durkheim dijelaskan dalam “Division of Labor in Society” (‘pembagian kerja’ dalam masyarakat). ikatan social). konflik social. gejala social. distribusi. aspek ekonomi misalnya yang menyangkut produksi. dan saling tergantung yakni tergantung pada perbedaan individual – perbedaan yang berkembang seiring spesialisasi bidang kerja. tata nilai (value) yang diyakini dan dianut sebagai perekat hubungan antar individu tersebut. memiliki aturan. merupakan syarat bagi berkembangnya perbedaan personal dan menciptakan wilayah aksi yang tidak tunduk pada control kolektif. Spesialisasi.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi mengemuka-kan sifat atau kebiasaan manusia dalam kelompok dengan segala kegiatan dan kebiasaan serta lembaga-lembaga penting sehingga masyarakat dapat berkembang terus dan berguna bagi kehidupan manusia (Kata kunci: interaksi. Dalam kehidupan bersama-sama di masyarakat. konsumsi atau penggunaan jasa/ layanan.

S. wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan serta pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia. mempunyai hubungan yang erat dan teratur. yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Beberapa definisi MASYARAKAT menurut para pakar ilmu sosial: Mac Iver & H. JL. 2. tradisi. II Konsep Tentang Masyarakat 1.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa 8. Kajian tentang MASYARAKAT mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Gillin dan JP. Thomas Hobbes (abad 17). Kuswandoro| www. Objek Seri Sosiologi sosiologi adalah: masyarakat. Steinmetz. Ralph Linton. masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan memiliki kebiasaan. Selo Sumarjan. Dan masyarakat selalu berubah. Page. masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti cara hidup tertentu.J.wkuswandoro.R. MJ. 5 Wawan E. Aristoteles. Rousseau (abad 18). masyarakat adalah orang orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai kesatuan sosial dengan batas batas yang dirumuskan dengan jelas. system dan kaidah-kaidah pergaulan serta melahirkan kebudayaan masyarakat tersebut. masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara. yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil. Herskovits. masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar. Gillin. 3. John Locke. sikap dan perasaan persatuan yang sama. Terdapat banyak sekali penjelasan dan kajian tentang masyarakat sejak zaman Plato. Ibnu Khaldun hingga melampaui zaman renaissance. Yang dimaksud MASYARAKAT dalam istilah sosiologi adalah merujuk pada pengertian sejumlah manusia yang telah hidup bersama di suatu wilayah tertentu dengan menciptakan sejumlah aturan.com . J.

Plato menganalisis lembaga-lembaga di dalam masyarakat dan berhasil menunjukkan hubungan fungsional antara lembaga-lembaga tersebut yang pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan menyeluruh. Rousseau berpendapat bahwa kontrak antara pemerintah dengan yang diperintah menyebabkan tumbuhnya kolektivitas yang memiliki keinginan umum (keinginan umum berbeda dengan keinginan individu). Max Weber. Bukunya berjudul “Politics”. kebebasan dan hak atas harta benda. dsb. dan berkembang setelah Herbert Spencer (abad 20) menerbitkan buku berjudul “Principles of Sociology”. dll.J. klan. John Locke dan J. menganalisis secara mendalam terhadap lembaga-lembaga politik dalam masyarakat. tetapi mereka beranggapan bahwa hidup damai adalah lebih baik sehingga mereka mengadakan suatu kontrak dengan pihak yang mempunyai wewenang. Masyarakat bukanlah semata-mata merupakan 6 Wawan E. Sederet nama besar tokoh sosiologi yang pemikirannya lazim digunakan diantaranya adalah Pitirim Sorokin. sepakat dengan Teori Organik Plato.com . Talcott Parsons. adalah rasa solidaritas. kehidupan manusia selalu pada keinginan yang mekanis. manusia hendaknya dipelajari dalam kehidupan berkelompok. Kontrak antara warga masyarakat dengan pihak yang mempunyai wewenang sifatnya atas factor pamrih. Thomas Moore (Utopia) membahas gagasan Negara ideal. Ia merumuskan teori organik tentang masyarakat. berpendapat bahwa manusia pada dasarnya mempunyai hak-hak asasi yang berupa hak untuk hidup. Plato memandang masyarakat merupakan refleksi dari manusia perorangan. sehingga manusia selalu ingin berkelahi. Suatu masyarakat akan mengalami kegoncangan sebagaimana halnya manusia yang terganggu keseimbangan jiwanya (nafsu. Ibnu Khaldun. Prince). factor-faktor yang menyebabkan bersatunya manusia di dalam suku-suku.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi Saint Simon. dalam keadaan alamiah. Aristoteles. Negara.wkuswandoro. menganalisis Thomas Hobbes (The Leviathan). Kuswandoro| www. Niccolo Machiavelli (Il Principe/ The bagaimana mempertahankan kekuasaan. Karl Marx. semangat dan intelegensi). Saint Simon. Rousseau berpegang pada konsep kontrak social Hobbes. August Comte (abad 19).

semua bentuk organisasi social harus diteliti menurut perilaku warganya. Pertikaian akan berakhir bila salah satu kelas (kelas proletar) menang sehingga terciptalah masyarakat tanpa kelas. memberi nama “sociology”. Max Weber. yang dipengaruhi oleh teori biologi daalm arti luas.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi kumpulan orang-orang yang tindakannya tidak mempunyai sebab. Karl Marx. August Comte. Weber terkenal dengan teori tentang proses rasionalisasi (lihat penjelasan di atas). Bertemunya orang perorangan secara fisikal belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Dalam kehidupan sosial. 4. seperti mazhab organik dengan tokohnya Herbert Spencer. manusia melakukan interaksi sosial dan proses sosial. Pembahasan tentang proses-proses social merupakan studi sosiologi yang sifatnya luas.com . oleh karena tanpa interaksi social tidak mungkin ada kehidupan bersama. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila orang 7 Wawan E. terkenal dengan teori kapitalisme. unsur baku dalam masyarakat adalah factor solidaritas (lihat penjelasan di atas). Pengertian Interaksi Sosial Interaksi social adalah kunci dari semua kehidupan social. Kumpulan tersebut hidup karena didorong oleh organ-organ tertentu yang menggerakkan manusia untuk melakukan fungsifungsi tertentu. dengan mengatakan bahwa selama masyarakat masih terbagi dalam kelaskelas. muncul beberapa mazhab pemikiran sosiologi.wkuswandoro. Proses sosial diartikan sebagai: pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Setelah Comte. Ia menganalogkan masyarakat manusia dengan organisme biologi yakni suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dengan adanya diferensiasi antara bagianbagiannya (evolusi). maka pada kelas berkuasalah (the ruling class) akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan. Fokus bahasan dari proses-proses social ini hanya dibatasi pada bentuk-bentuk interaksi sosial. Durkheim (Division of Labor of Society). terdapat eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah. karena itu selalu timbul pertentangan antar kelas. merupakan studi positif tentang hukum-hukum dasar dari gejala social. Kuswandoro| www.

- 8 Wawan E. yang mengarah pada bentuk persaingan Bisa bersifat primer. yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan. atau sebaliknya. atau memperbaiki kelakuan individu yang lainnya. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi social adalah dasar dari proses-proses sosial (interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial). mengubah. Bisa bersifat sekunder. dsb. Bisa bersifat negatif. Kuswandoro| www. yang terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. yaitu: (i) Antar orang perorangan. yang terjadi apabila proses hubungan dilakukan melalui perantara (orang lain. antara kelompokkelompok manusia. - Kontak social dapat berlangsung dalam tiga bentuk. alat. (ii) Antara orang-perorangan dengan kelompok.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama. dsb). dan (iii) Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. H.wkuswandoro. yang mengarah pada bentuk kerjasama. maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia. Suatu kontak social: - Bisa bersifat positif. saling berbicara. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi. Syarat-syarat terjadinya Interaksi Sosial Suatu interaksi social tidak mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat. media. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan social yang dinamis.com . Boner: Interaksi Sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia. yaitu: - Adanya kontak social (social contact) Adanya komunikasi.

Proses yang disosiatif (processes of dissociation): persaingan. dan Pertentangan/pertikaian (conflict).wkuswandoro. asimilasi dan akulturasi. 5. jenis kelamin dan pekerjaan. perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.com . Diferensiasi menghasilkan sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. dan komunikasi merupakan syarat terjadinya kerjasama (cooperation). Kerjasama (cooperation). yang mencakup persaingan (competition) dan pertentangan/ pertikaian (conflict). Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial - Kerjasama (cooperation) Persaingan (competition). pertikaian/ pertentangan (conflict). Menurut Gillin dan Gillin (Soekanto. yang menghasilkan akomodasi - - Diferensiasi (differentiation). ada dua macam proses social yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial. membagi bentuk-bentuk proses sosial sbb: - Oposisi (opposition). - Kimball Young. gerak gerik fisikal atau sikap. Namun komunikasi juga bisa mengakibatkan pertikaian (conflict). 1986).Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi Alat terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan. kontravensi (contravention). (accommodation). yang merupakan suatu proses di mana orang perorangan di dalam masyarakat memperoleh hakhak dan kewajiban yang berbeda dengan orang lain atas dasar perbedaan usia. Kerjasama – Akomodasi – Asimilasi – Persaingan – Kontravensi – Pertikaian 9 Wawan E. Kuswandoro| www. Komunikasi memungkinkan kerjasama antara orang-perorangan atau antara kelompok-kelompok manusia. yaitu: - Proses yang asosiatif (processes of association): akomodasi.

Co-optation. maka dapat bersifat kooperatif. menurut beberapa sosiolog. sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Ada 3 bentuk kerjasama (Soekanto. dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna. suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi ybs. tetapi karena memiliki tujuan yang sama. merupakan bentuk utama dari interaksi sosial.com .wkuswandoro. Akomodasi digunakan dalam arti: - Merujuk pada suatu keadaan  adanya suatu kesetimbangan (equilibrium) dalam interaksi antara individu dan kelompokkelompok manusia. - Akomodasi (accommodation). Kuswandoro| www.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi Kerjasama. adalah kombinasi antara dua organisasi/ lebih yang mempunyai tujuan yang sama. merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan/ menghilangkan kepribadian pihak lawan. - Akomodasi bertujuan untuk: 10 Wawan E. Gillin & Gillin: akomodasi adalah suatu pengertian yang dipergunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian adaptasi (adaptation) yang dipergunakan oleh ahli biologi untuk menunjuk suatu proses di mana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Cooley: kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan yang sama. Coalition dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu oleh karena dua organisasi/ lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. 1986): - Bargaining. yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang/ jasa antara dua organisasi/ lebih. Coalition. Charles H. Merujuk pada suatu proses  merujuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan  usaha untuk mencapai kestabilan.

suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang.wkuswandoro. hampir menyerupai arbitration. Mediation. suatu bentuk accommodation tanpa persetujuan formal.com . sikap dan proses-proses mental. Toleration (tolerant-participation). usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih untuk tercapainya tujuan bersama. - - Bentuk-bentuk accommodation: - Coercion  dilaksanakan dengan cara paksaan (fisik. dan sebaliknya. Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah. Conciliation. Stalemate [eit awas. Adjudication. Compromise. - - - - - Asimilasi (assimilation). Mendorong terjadinya kerjasama antara kelompok-kelompok sosial yang karena factor-faktor sosial psikologis/ kebudayaan hidupnya terpisah. tapi pihak ketiga hanya sebatas penasehat saja. dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan mengerti keadaan pihak lain. bukan ‘soulmate’ lho ya…]. Conciliation lebih lunak daripada coercion. salah satu pihak berada pada posisi yang lemah (missal: perbudakan).Sosiologi Masyarakat Kota & Desa - Seri Sosiologi Mengurangi pertentangan  menghasilkan sintesa antara pendapat-pendapat yang berbeda untuk menghasilkan pola baru. penyelesaian perkara/ sengketa melalui proses pengadilan. merupakan proses sosial dalam taraf kelanjutan yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara individu/ kelompokkelompok manusia yang juga meliputi usaha mempertinggi kesatuan-kesatuan tindak.. cara untuk mencapai compromise bila pihak-pihak yang berhadaoan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri  diselesaikan oleh pihak ketiga atas kesepakatan keduabelah pihak yang berselisih. misalnya melalui asimilasi/ pembauran. Mencegah meledaknya pertentangan  temporer. Proses asimilasi timbul bila terdapat: 11 Wawan E. pihak-pihak yang terlibat mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. psikologis). Kuswandoro| www. Arbitration.

tanpa menggunakan ancaman/ kekerasan. Persamaan unsur kebudayaan. Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi: - Toleransi. Perkawinan campuran (amalgamation). dinatdai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang/ suatu rencana dan perasaan tidak suka yag disembunyikan. suatu proses sosial di mana individu/ kelompok yang bersaing. kebencian/ keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kuswandoro| www. Kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. Bentuk-bentuk pertentangan (conflict): - Pertentangan pribadi. Individu sebagai anggota kelompok saling langsung dan intensif dalam waktu yang lama. mencari keuntungan melalui bidangbidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian publik. Pertentangan rasial. Kontravensi (contravention). - Persaingan (competition).Sosiologi Masyarakat Kota & Desa - Seri Sosiologi Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaan. Pertentangan/ pertikaian (conflict). Sikap terbuka dari golongan berkuasa dalam masyarakat. dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang telah ada. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. Contravention merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap kebudayaan/ golongan tertentu. Adanya musuh bersama (common enemy) dari luar. Sikap tersembunyi tadi bisa berubah menjadi kebencian tetapi tidak sampai menjadi pertentangan/ konflik.wkuswandoro. Wawan E. suatu proses sosial di mana individu/ kelompok manusia berusaha memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman dan kekerasan. bergaul secara Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dari kelompokkelompok tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri. suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan/ pertikaian.com 12 .

Wawan E. juga diartikan sebagai pranata sosial atau bangunan sosial.com 13 . Pertentangan yang bersifat internasional. terjemahan dari “social institution”. tata tertib. Pengertian lembaga sosial/ kemasyarakatan: Soerjono Soekanto: himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat. 2002) memberikan ciri/ karakteristik umum lembaga sosial: - Punya tradisi tertulis/ tidak tertulis yang merumuskan tujuan. interaksi sosial dan proses sosial. dll. Gillin dan JP. Pertentangan politik. - Ciri lembaga sosial: JL. Page: tatacara/ prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu association. Lembaga sosial.wkuswandoro. Menjaga keutuhan dari masyarakat ybs. Fungsi lembaga sosial: Menurut Soerjono Soekanto (1988): Memberi pedoman kepada anggota-anggota masyarakat bagaimana harus berperilaku dalam menghadapi masalahmasalah dalam masyarakat terutama menyangkut kebutuhan pokoknya. Kuswandoro| www. Merupakan suatu organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilhasilnya. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control)  sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku para anggotanya.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa - Seri Sosiologi Pertentangan antar kelas sosial  disebabkan oleh perbedaan kepentingan. Pembicaraan tentang hubungan sosial. - 6. tak lepas dari pembicaraan tentang lembaga sosial/ kemasyarakatan. Gillin (dalam Sugiyanto. Wujud konkretnya adalah association. Robert Mac Iver & Charles H.

Mempunyai lambang/ symbol yang menggambarkan tujuan/ fungsi. Lembaga sosial sebagai tatakrama atau perilaku.B. - - 14 Wawan E. Mempunyai satu/ beberapa tujuan. Individu yang melakukan penyimpangan tidak mendapat sanksi yang tegas. 2002): - Lembaga sosial merupakan symbol kebudayaan. Kekuatan daya ikat dari norma-norma itu (ada yang daya ikatnya lemah dan ada yang kuat). Kebiasaan tidak semata-mata dianggap sebagai cara berperilaku saja tetapi diterima sebagai norma pengatur. 7. kebiasaan merupakan perilaku yang diakui dan diterima oleh masyarakat. merujuk pada perbuatan yang diulangulang dalam bentuk yang sama. maka dirumuskanlah norma-norma dalam masyarakat. Cirinya adalah. Menurut J. Misal. secara sosiologis dikenal adanya 4 terms: - Cara (Usage). Kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. Kebiasaan (Folk Ways).F Mayor Polak (dalam Sugiyanto.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa - Seri Sosiologi Merupakan tingkat kekekalan. merujuk pada perbuatan yang mempunyai kekuatan mengikat paling lemah. umumnya lama dan melalui proses yang panjang. Lembaga sosial sebagai ideologi.wkuswandoro. pada masyarakat yang menganggap cara makan dengan tangan kanan itu yang diterima/ benar. maka orang yang makan dengan tangan kiri dianggap menyimpang tetapi tidak di-sanksi. Mempunyai alat/ perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan. tata kelakuan mencerminkan sikap hidup kelompok. yang mempunyai kekuatan mengikat. Menurut Mac Iver & Charles H.com . tetapi hanya ditegur saja atau bahkan hanya dibatin atau “dirasani”. Kuswandoro| www. Untuk mewujudkan hubungan antar individu/ manusia dalam masyarakat. sebagai alat pengawas.A. merupakan perilaku yang diakui dan diterima oleh masyarakat sebagai norma pengatur yang bersumber dari kebiasaan. Page. Tata Kelakuan (Mores).

melarang perbuatan dan menuntut anggota masyarakat untuk beradaptasi. - Adat Istiadat (Custom). individu terhadap kelompok. Pengendalian sosial. dengan masyarakat. - Pengendalian sosial dapat berwujud: - Kompensasi. dengan cara memidanakan anggota masyarakat yang melanggar norma-norma masyarakat. Terapi. Pengendalian sosial dapat dilaksanakan dengan 2 cara: - Persuasif. atau untuk mencapai kedamaian dalam masyarakat melalui keserasian antara kepastian dengan keadilan. cara menyembuhkan pelaku dari anggota - 15 Wawan E. dengan cara paksaan terhadap anggota masyarakat yang menyimpang agar patuh terhadap norma-norma yang berlaku. dan kelompok terhadap kelompok. Kuswandoro| www. Pengendalian sosial mempunyai 2 sifat: preventif (mencegah). Koersif.com . Kontrol sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. dan represif (mengembalikan keserasian). Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh: individu terhadap individu.wkuswandoro. Supaya anggota masyarakat/ individu dapat menaati norma-norma yang berlaku dalam suatu kelompok. adalah proses yang dijalankan oleh masyarakat yang selalu disesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat yang bersangkutan. 8. Misal: ganti rugi akibat - Pemidanaan. masyarakat atau sebuah lembaga.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi memaksa suatu perbuatan. maka perlu diciptakan pengendalian sosial (social control). bersifat penggusuran. tata kelakuan yang kekal dan kuat integrasinya (menyatu) dengan pola-pola perilaku masyarakat. dengan cara membujuk/ merayu agar masyarakat sadar dan mau melaksanakan norma-norma masyarakat sehingga akan tercipta suasana yang tenteram. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan mendapat sanksi yang tegas dan keras. damai.

Artinya kita bisa menggunakan beberapa paradigma ilmu social (sosiologi) untuk mempelajari. dengan cara mengembalikan pelakunya pada situasi semula.com . Perlu diingat: tidak ada paradigma tunggal dalam ilmu sosial (sosiologi). menjelaskan dan memahami suatu fakta social di antara sekian banyak paradigma yang diajarkan para pakar sosiologi. melihat masyarakat sebagai bagian sistem dari hubungan fungsional. untuk membantu penjelasan pembahasan mata kuliah Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa (nanti akan kita lanjutkan pembahasannya di Bagian II dan III sekuel artikel saya ini). Buah bibir (gunjingan. di-rumpiin. Pengendalian sosial dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat: - Pendidikan. penayangan kasus-kasus penyimpangan.wkuswandoro. Para pakar mencatat bahwa sosiologi menggunakan paradigma ganda. 1.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa - Seri Sosiologi Konsiliasi. Hukuman (sanksi. tetapi bergabung dengan kelompoknya dalam sistem pembagian tugas (ingat konsepsi Durkheim tentang pembagian 16 Wawan E. Publikasi. yang berpendapat bahwa masyarakat adalah organisme yang tidak berdiri sendiri.beserta pemahaman dasar tentang masyarakat. proses sosial. pakai media “pacapa”) sebagai sanksi sosial. Paradigma Organik – Struktural Fungsional Paradigma organic. Seperti dijelaskan oleh Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. sekarang mari kita tingkatkan pemahaman sosiologi kita dengan mengenali paradigma utama ilmu sosial (terutama disiplin ilmu sosiologi) yang sering digunakan untuk mempelajari dan menganalisis masyarakat. punishment). interaksi sosial. - III Mengenal Model/ Paradigma Ilmu Sosial Setelah mengenal dasar-dasar ilmu sosiologi –sebagaimana telah saya paparkan di atas. Kuswandoro| www. mengibaratkan sebagai sebuah organisme hidup (organic) dengan meminjam teori hukum alam. Dalam artikel ini kita coba pelajari 3 paradigma sosiologi yang lazim digunakan untuk menganalisa persoalan sosial/ masyarakat.

wkuswandoro. gejala sosial menggambarkan kebutuhan sosial sebuah korelasi dari teori Durkheim yang mendorong para sosiolog untuk mengkaji secara lebih mendalam  struktural fungsional. Memperluas asumsi ini. maka berakibat Wawan E. mempunyai keberadaan yang independen  suatu kesatuan yang utuh. sebagai bukti keberadaan kekuatan norma-norma dan strukturstruktur lembaga yang saling berhubungan. maka semakin tinggi tingkat integrasi sosialnya. Durkheim Masyarakat sebagai kesadaran kolektif. Kekuatan sosial didasarkan pada pandangan kolektif. Dia memandang sosiologi sebagai kajian yang memfokuskan gejala psikis kolektif dan kewajiban-kewajiban moral terutama dalam hal memasukkan perilaku individu dalam konteks kelompok. Salah satu kajian utamanya adalah sifat-sifat solidaritas sosial dari suatu masyarakat. yang dalam kenyataannya berkaitan dengan jenis-jenis norma/ peraturan sosial yang mengikat individu pada keadaan sosialnya. yaitu berbagai bentuk kekuasaan yang bersandar pada struktur normatif dari kelompok tertentu selama kontrol itu diterapkan pada anggota kelompok melalui norma-norma tersebut. Durkheim menghubungkan ukuran populasi dengan kepadatan penduduknya. Durkheim mengonseptualisasikan masyarakat dalam hal normanorma atau jenis-jenis integrasi sosial yakni cara individu secara sosiologis berhubungan dengan struktur sosial melalui fakta-fakta sosial (social facts). di atas ya…). Evolusi fakta atau norma sosial didasarkan pada kebutuhan yang ada dalam masyarakat. Fakta-fakta sosial (norma-norma kolektif) adalah kenyataan. Dalam mengonseptualisasikan menggunakan asumsi-asumsi: - kajiannya tersebut.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi tugas. Dalam hal ini. terkondisikan melaksanakan dan mempengaruhi struktur normatifnya. Kuswandoro| www. Durkheim menekankan kajiannya terutama dalam hal memahami gejala sosial (normanorma sosial) dan pengaruhnya dala masalah-masalah sosial yang berlawanan dengan penjelasan-penjelasan yang bersifat psikologis.com - - - - 17 . semakin besar tingkat kepadatan penduduknya. Integrasi sosial ditemukan dalam pembagian kerja dalam masyarakat  semakin sama pembagian kerja dalam masyarakat. pembagian kerja dan integritas sosial  semakin tinggi ukuran populasi.

merespons kebutuhan- Structural fungsionalisme dipopulerkan oleh Talcott Parsons. ekonomi dan sosial.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi peningkatan dalam hal pembagian kerja dan penurunan dalam hal solidaritas sosial. Struktural fungsionalisme bergerak kebutuhan. meningkatnya hubungan kontrak (diikat dengan perjanjian) dan memiliki tingkat integrasi sosial yang lebih rendah. terjadi karena renggangnya atau melemahnya ikatan-ikatan / perekat antar individu dan struktur sosial. Pendekatan organic-struktural fungsional ini menjelaskan konsep masyarakat sebagai satu kesatuan. Pada masyarakat dengan pembagian kerja yang rendah. Dalam hal ini. Pada tahapan inilah penyimpangan-penyimpangan sosial tingkat tinggi kerap terjadi. berubah. - Pendekatan organik yang kemudian berkembang menjadi struktural-fungsional. paradigma structural-fungsionalisme sebagai landasan teori kontemporer. dengan menggunakan analogi organik (organ biologis) dalam 18 Wawan E. saling bergantung. memiliki kesatuan sosial dalam tingkat yang tinggi. memandang masyarakat sebagai bentuk yang sistemik saling berhubungan. berfokus pada cara yang diberikan oleh sistem sosial dengan menekankan pada masalah-masalah fungsi/ sistem. Durkheim membaginya menjadi 2: solidaritas mekanis dan solidaritas organis (tengok lagi di bagian depan ya…).wkuswandoro. Sedangkan solidaritas organis (bersifat lebih maju) bekerja pada masyarakat dengan pembagian kerja yang kompleks (tidak sama). budaya tradisional yang homogen. bekerjalah solidaritas mekanis. menggambarkan kebutuhan-kebutuhan sistem atau fungsi yang mendasarinya  pijakan pengembangan teori umum yang didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat itu eksis dan memiliki realitas independen atau memiliki eksistensi sebagai sistem sosial dengan sifat serupa dengan sistem-sistem lain di alam ini (sistem alam/ sistem biologi/ fisika). Selanjutnya. - Solidaritas sosial. seperti bunuh diri. upaya kontrol individu menjadi lemah menuju suatu keadaan berkurangnya norma-norma (normless) yang lebih tinggi dalam masyarakat. Kejahatan dan bentuk penyimpangan lain mempunyai fungsi mendorong perubahan dan perkembangan norma-norma dalam masyarakat. menggambarkan penerapan lanjutan paradigma organik. dan bekerjanya norma-norma secara represif (mengikat) para anggotanya. Kuswandoro| www. politik.com .

yang memungkinkan dikembangkannya teori yang bisa diterapkan pada semua masyarakat. yaitu komunitas masyarakat (norma-norma integratif). basis peran dan sistem ekonomi). Sistem sosial ini kemudian dipandang sebagai sistem yang berorientasi integrasi dan equilibrium yang kuat. pencapaian tujuan (sistem kepribadian. Proses-proses sentral dalam kecenderungan ini adalah antar hubungan dari ke-4 sub-sistem aksi: interpenetrasi. bentuk atau proses pemerintahan (diterapkan untuk perolehan tujuan). teori fungsional organisasi masyarakat berdasarkan pada manusia sebagai actor pembuat keputusan (fungsionalisme) yang dibatasi oleh factor normatif dan situasional (strukturalisme). Menurutnya. Lebih jauh. masyarakat memiliki karakteristik universal. dan institusionalisasi komponen-komponen normatif sebagai struktur konstitutif.wkuswandoro. pola pertahanan (nilainilai integratif). menurut paham ini. yaitu masyarakat memiliki suatu realitas independen untuk melintasi eksistensi individu sebagai suatu sistem interaksi. dan ekonomi (diterapkan untuk adaptif). nilai-nilai). Fungsi-fungsi ini terdiri atas integrasi (sistem sosial didasarkan pada norma-norma yang mengikat individu dengan masyarakatnya melalui integrasi normatif). Proses sentral perubahan evolusi - - - - 19 Wawan E. dan factor-faktor situasiona inilah yang memperkenalkan kebutuhan-kebutuhan atau fungsi sistem ke dalam pemahaman perilaku sosial. setimbang). Karenanya.com . internalisasi masyarakat. Sistem sosial. terkait dengan analogi biologi. baiknya terdiri atas 4 sub-sistem. Parsons menggunakan asumsi-asumsi: - Sistem sosial diasumsikan untuk memunculkan sui generis. dan adaptasi (organisasi perilaku. Sistem ini tidak dipandang statis  kapasitas yang dimilikinya untuk evolusi yang adaptif. Kuswandoro| www. pola pertahanan (sistem budaya. Parsons berasumsi bahwa focus atau landasan sentral masyarakat adalah kecenderungan terhadap equilibrium dan homeostatic (keadaan stabil. basis pembedaan).Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi memandang masyarakat. fenomena budaya ke dalam kepribadian. Struktur sosial atau sub sistem masyarakat menggambarkan sejumlah fungsi utama yang mendasarinya (struktur mewakili fungsi).

com . Class and Class Conflict in Industrial City (Stanford University Press. setidaknya memiliki peluang untuk merevisi apa yang dikemukakan Emile Durkheim dalam Teori Struktural Fungsional-nya (tengok Durkheim di atas ya. Mengapa demikian? Argumentasinya adalah.). bahwa masyarakat terbelah menjadi dua kelas dilihat dari kepemilikan alat produksi (property). lebih memandang konflik (bukan integrasi) sebagai poros sistem sosial. pendekatan Marxisme ini melahirkan Teori Konflik Modern. untuk telaah makroskopik1 memandang bahwa masyarakat cenderung membutuhkan pertentangan agar tercipta harmoni baru. Berbeda dengan Durkheim yang lebih melihat masyarakat sebagai media terciptanya keseimbangan. Di sini kita mengenal teori pertentangan kelompok dan teori konflik elit milik Ralph Dahrendorf. Sementara itu. pertama. Ralf. Ritzer memang berupaya untuk menengahi perdebatan kaum fungsionalis melawan non fungsionalis yang belakangan lebih jamak digolongkan sebagai kaum Marxis. yang melihat masyarakat terdiri atas dua kelas berdasarkan kepemilikan wewenang (authority) ialah kelas penguasa (dominasi) dan kelas yang dikuasai (subjeksi). masyarakat kemudian terintegrasi lantaran adanya struktur kelas yang dominan yang menggunakan Negara dan hukum sebagai alatnya. Bagi Dahrendorf.. masyarakat terintegrasi karena adanya kelompok kepentingan dominan yang menguasai masyarakat2. pendekatan konflik dapat dibagi dua. Kuswandoro| www. yakni kelas kapitalis/ pemilik modal dan kelas buruh/ pekerja. yang kedua. Proses pertentangan secara terus-menerus (bergerak. 2 Dahrendorf. 20 Wawan E. Hal ini sangat membantu pemerhati masalah social dalam memandang dunia social.. untuk menjelaskan masyarakat industry modern. 1959). dinamis) inilah yang “membesarkan” suatu masyarakat. sebagaimana yang dikemukakan Ralf Dahrendorf. Menurut Marx.wkuswandoro. bahwa masyarakat terdiri atas individuindividu (ingat?) yang secara alamiah berjuang untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Paradigma Konflik – Radikal Paradigma konflik radikal.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi mengandung pembedaan (differentiation) dan pembagian lebih jauh/ spesialisasi struktur fungsional. Marx. Artinya. Menyusul atas apa yang telah dipahami sepeninggal Marx. Teori konflik Karl Marx tersebut. mengikuti hukum dialektika materialisme sebagaimana diperkenalkan oleh Karl Marx. terdapat gerak dinamis dari sistem masyarakat ini seperti gerak/ proses evolusi dan pertentangan secara terus-menerus. Kemudian. banyak teori turunan konflik yang berupaya untuk mengembangkannya dalam arti memberikan tambahan penjelasan 1 Istilah makroskopik pertama dikenalkan oleh George Ritzer dalam pendekatan terpadunya. sebagaimana dikemukakan Karl Marx. 2.

4 3 21 Wawan E. Di sisi lain. Garfinkel. 139. p. (Editor). atas sumbangan Collins. Pendekatan Collins terkait konflik lebih difokuskan pada individu. The McGraw-Hill Companies. Columbia University Press. tetapi konflik dipandang sebagai pusat dari kehidupan sosial.wkuswandoro. konflik tidak harus menjadi ideologis. paradigma konflik radikal ini melihat bahwa masyarakat merupakan sistem kompetisi kekuatan yang menyusun perjuangan individu-individu dalam memenuhi kebutuhan fisiknya. Paradigma Perilaku dan Psikologi Sosial Paradigma ini melihat masyarakat sebagai “surat perintah” yang besar secara individual daripada sebuah sistem yang menggarisbawahi problem-problem fungsional. Conflict Theory and The Advance of Macro-Historical Sociology. Modern Sociological Theory. teori konflik harus menerima penemuan riset empiris. teori konflik Collins dekat pada stratifikasi sosial. contohnya. Salah satu tokohnya adalah Randall Collins3.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi atas fenomena konflik. dalam Ritzer. Ringkasnya. Collins menegaskan bahwa teori konflik mengindikasikan adanya pengorganisasian kelompok masyarakat (society). Tidaklah mengherankan kemudian muncul tokoh lain seperti Goffman. George. yaitu dengan menggunakan pandangan alamiah sebagai penjelasan sistemnya. lebih jauh menurutnya. mempelajari individu sebagai produk sosial yang menitikberatkan pengertian dan proses perialku sosial dan interaksi sosial. Inc. 70. Intinya. Max Weber dan George Herbert Mead. Frontiers of Social Theory: The New Syntheses. 1996. bukan masalah baik buruk. Georg Simmel dan William Sumner menggunakan asumsi insting atau harapan untuk menjelaskan kumpulan evolusi dan struktur sosial. yang mencoba lebih integratif di antara pendekatan makro dan mikro. salah satunya karena akar kajian Collins adalah fenomenologi dan etnometodologi. New York. Randall. Collins. perilaku orang-orang dan kelompoknya4. Bagi mereka. Tradisi perilaku sosial juga mencakup penjelasan secara alamiah dan sosial. namun menekankan pada konflik sebagai titik tekan proses sosial. George. Pendekatan ini sama dengan structural-fungsional dalam hal konsep kemasyarakatannya sebagai sistem makro. Kuswandoro| www. Teori konflik. tidak akan bekerja tanpa analisis sosial. yang dalam telaahnya hendak memadukan gagasan Marxian dengan teori struktural fungsional. hal.com . Collins menawarkan pemahaman betapa konflik sangat mungkin didekati pada level interaksionisme simbolik mikro dan etnometodologi. 3. Sacks dan Scelgloff. Dalam term ini. Lebih detail. Lihat Ritzer. 1990.

Menerapkan 1.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi Perbedaannya dengan teori psikologi sosial modern. Perlunya industrialiasi & produk sosial. 3. Menerapkan 2. menggunakan pendekatan sistemik Pandangan 1. 4. Perlunya aturan. Menerapkan hukum-hukum pertentangan naluri & harapam alamiah pada alami dalam dalam masyarakat. Masyarakat 1.wkuswandoro. adalah bahwa paradigma perilaku ini memfokuskan lingkungan sosial dan hubungan antara individu dan lingkungannya melalui sosialisasi ekspresi perannya. berhubungan. Perlunya dasar. Masyarakat adalah sebuah adalah bagian adalah sebuah sistem fungsional dari sistem “surat perintah” yang bagianpersaingan & individu yang bagiannya selalu pertentangan. kebutuhanpada masyarakat. alasan alamiah dalam maupun sistemik Pendekatan 22 Wawan E. mari kita lihat perbandingan ketiga model/ paradigma tersebut pada tabel di bawah ini: Paradigma Tujuan Organik – StrukturalFungsional Mengembangkan teori umum tentang masyarakat menggunakan pendekatan sistemik Konflik . Untuk lebih jelasnya. dasar. 2. kebutuhan fisik 4. saling berinteraksi dan ungkapan realitas pribadinya. masyarakat. Masyarakat 1. Perlunya 4. 1. Perlunya aturan aturan sosial. Menerapkan masyarakat. harapan. Menggunakan maupun sistemik pembuktian. Kuswandoro| www. 2. birokratisasi. Perlunya nilai dan 2. masalah-masalah 3.4. Individu adalah 3. birokratisasi yang alami dalam dalam masyarakat. Menggunakan alasan alamiah/ alasan alamiah sistemik sebagai 4. Menerapkan proses sosialiasi masyarakat. Menggunakan pada masyarakat. Menerapkan 1. 4.com . Menerapkan sosial pada 3. 3. sebagai proses sosial. besar. Perlunya dasar sosialisasi dasar masalah kebutuhan fisik. Menerapkan 2.2. sosial. pembagian kerja.Radikal Perilaku dan Psikologi Sosial Mengembangkan Memahami individu teori umum tentang adalah hasil dari masyarakat masyarakat. Perlunya 3. Menerapkan pembagian kerja industrialiasi & manusia sosial pada masyarakat. masyarakat.

3. Tetapi untuk keperluan mata kuliah ini. Themes and Perspectives. Untuk pendalaman sosiologi kita masih bisa mempelajari lebih lanjut paradigma ilmu sosial ini dengan mengikuti klasifikasi sistemik paradigma ilmu sosial yang diramu dari para teoretisi ilmu sosial. Co. Graham C. Michael dan Martin Holborn. UK. Kinloch. Leibo. 6. Collins Educational... 2003.. Walaupun terdapat perbedaan pada ketiga paradigma tersebut. USA. Fifth Edition. Coser. 9. konstruksionisme (interpretative) dan critical theory lazim dipergunakan pada jenjang yang lebih tinggi. Pustaka Pelajar Yogyakarta. Daldjoeni. kita gunakan structural-fungsional atau konflik radikal atau perilaku pada klasifikasi di atas.wkuswandoro. Teori-teori Perubahan Sosial. Perkembangan dan Paradigma Utama Teori Sosiologi.. Sociology: Introductory Readings. Jefta. 2004. Alumni Bandung. Klasifikasi dan penjelasan paradigma positivis/ post-positivist. Mary. Haralambos. N. Beilharz. Kuswandoro| www. Peter. Seri Sosiologi pembuktian. 7. 2000.. London. 1997. Sociological Theory: A Book of Readings. Ketiga pendekatan/ paradigma di atas sebenarnya dipertajam pada perspektif teoritis/ paradigma positivis/ post-positivist. Giddens. Polity. Sociology.[] …bersambung ke Bagian II Bahan Bacaan 1. 2004.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa dalam pembuktian. Sosiologi Pedesaan. 2004. Polity. 2. Inc. A. Anthony. Seluk Beluk Masyarakat Kota. Fatchan. Teori Teori Sosial. Lewis A. konstruksionisme (interpretative) dan critical theory. UK. MacMillan Publishing. Yayasan Kampusina Surabaya. Global Society. 1982. 2005. dan mencakup jenis penjelasan secara naturalistik dan sistemik. 8.. Andi Offset Yogyakarta.com . Pustaka Setia Bandung. 23 Wawan E. 1995. setidaknya ada 2 point penting yang umum: konseptualisasi tatanan dan perubahan sosial. 4. Kaldor. 5.

11. Tapi tidak usah bingung. George. komputer tidak mau mati --"a. jika kita langsung mencabut kabel nya. Prenada Jakarta. tapi jangan lupa untuk ninggalin komentar nya ya :D 24 Wawan E. Modern Sociological Theory. 1996. 12.com . 13. Inc.Zaltman. Klik Start Menu -> Run -> ketik regedit 2. 1972. Gerald. The McGraw-Hill Companies. ikuti saja langkah2 yang saya berikan ^^ 1. Piötr. Kuswandoro| www. Processes and Phenomena of Social Change. komputer bisa rusak. Sosiologi Makro. Klik 2x PowerOffActive. 2005. New York. Oman. Memperbaiki Komputer Yang Tidak Bisa Shut Down Komputer yang tidak dapat di shut down memang merepotkan. tapi kalo di shutdown secara normal.Sztompka. Buka HKEY_USERS -> Default -> Control Panel -> Desktop 3. 14. Inc.. UMM Press Malang.Sosiologi Masyarakat Kota & Desa Seri Sosiologi 10.. John Willey & Sons.Sanderson. Sosiologi Perubahan Sosial. jika gejala ini melanda kalian. Sosiologi dan Politik Ekonomi. Buka HKEY_CURRENT_USER -> Control Panel -> Desktop 3.wkuswandoro. 2005. 1993. Rajawali Press Jakarta. Stephen K. Klik 2x pada PowerOffActive dan ubah nilai nya menjadi 1 Cara lainnya adalah sebagai berikut :p 1.Ritzer. Klik Start Menu -> Run -> ketik regedit 2.Sukmana. terus ubah nilai nya menjadi 1 Gampang kan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful