Dasar : Perbedaan kelarutan pada pelarut dan pada suhu tertentu.

Rekristalisasi adalah proses dimana zat terlarut dimurnikan dengan pengkristalan berturut-turut dari dalam suatu pelarut.  Dasar : Perbedaan kelarutan pada pelarut dan pada suhu tertentu.

Kristalisasi dan filtrasi Didalam proses pemisahan rekristalisasi terdapat dua metode utama.Apabila terdapat suatu campuran yang berupa larutan. yakni kristalisasi dan filtrasi. atau mendinginkan larutan. Kristalisasi adalah proses pembentukan kristal. Zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan bentuk kristal.  .  Metode pemisahan kristalisasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari larutannya dengan jalan menguapkan pelarutnya. maka partikel padat yang ada dalam campuran tersebut dapat dipisahkan dengan cara kristalisasi.

 Kristal-kristal dapat terbentuk bila uap dari partikel yang sedang mengalami sublimasi menjadi dingin. hanya partikel murni yang akan mengkristal. Pembentukan kristal digunakan dalam teknik untuk memperoleh suatu bahan murni dari suatu campuran. . Selama proses kristalisasi.

yakni dengan . Kertas saring dan saringan digunakan untuk menyingkirkan padatan dari cairan atau larutan. proses penyingkiran padatan dari cairan. Fasa akan melewati kertas saring dan padatan akan tertinggal di atas kertas saring. Alat khusus untuk mempercepat filtrasi dengan memvakumkan penampung filtrat juga digunakan Metode pemisah Filtrasi. filtrasi dengan penghisapan dapat dilakukan. Bila sampel cairan terlalu kental.  Sampel yang akan disaring dituangkan ke corong yang di dasarnya ditaruh kertas saring.

 . yakni dengan menggunakan pendinginan atau dibiarkan pada suhu ruang.Rekristalisasi Rekristalisasi merupakan suatu proses metode pemurnian suatu zat padat dari campuran/pengotornya dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang cocok. Larutan yang terbentuk dipisahkan satu sama lain dengan menggunakan proses filtrasi kemudian larutan zat yang diinginkan dikristalkan dengan cara menjenuhkannya.  Prinsip rekristalisasi adalah dengan perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencampur/pengotornya.

•Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu. Larutan yang jenuh bahkan lewat jenuh akan mengkristal seiring dengan turunnya suhu larutan sesuai dengan nilai kelarutan dan Ksp nya • Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap . bila dingin.

 Mendinginkan larutan panas untuk membentuk kristal. padatan kedalam pelarut yang .  Memisahkan kristal dari pelarut dengan penyaringan dan mencuci kristal dengan pelarut baru untuk menyempurnakan pemisahan pengotor.proses rekristalisasi  Melarutkan mendidih.  Mengeringkan dengan evaporasi.  Jika perlu ditambahkan karbon akrif untuk menyerap pengotor  Menyaring larutan dalam keadaan panas.

Kristal adalah benda padat yang mempunyai permukaan-permukaan datar. telah lama para ilmuwan menduga bahwa atom. ion ataupun molekul zat padat ini juga tersusun secara simetris . dan salju ada dalam bentuk-bentuk yang jelas simetris. Karena banyak zat padat seperti garam. kuarsa.

yang lagi-lagi akan membantu penyaringan.Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan. makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun keluar dari larutan. yaitu bentuk dan ukuranukuran kristalnya. . Semakin besar kristal-kristal yang terbentuk selama berlangsungnya pengendapan.

 Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung jumlah maksimum partikel terlarut pada suatu larutan pada suhu tertentu. Contohnya adalah NaCl ketika mencapai titik jenuh maka akan terbentuk kristal. Berkurangnya air karena penguapan.  .Pembentukan kristal dapat juga terjadi bila suatu larutan telah melampaui titik jenuhnya. sehingga terbentuk larutan jenuh. menyebabkanlarutan melewati titik jenuh dan mempercepat terbentuknya kristal. Titik jenuh larutan adalah suatu titik ketika penambahan partikel terlarut sudah tidak dapat melarut.

Diharapkan dengan metode ini kristal-kristal akan terbentuk dengan bagus dan simetris jika ditinjau dari struktur molekulnya.  . Akan tetapi perlu diperhatikan kevolatilan pelarut. dengan metode ini padatan akan semakin jenuh dengan menghilangnya pelarut. biasanya menggunakan es batu. jika pelarut volatil maka metode ini sangat cepat digunakan. dan ketika diangkat dari pemanas. zat yang terlarut akan langsung cepat mengendap.  Metode pendinginan larutan : Metode ini dengan cara mendinginkan larutan dengan suhu yang lebih rendah dari pada larutan.Menjenuhkan larutan Metode penguapan larutan :Metode ini dengan jalan menguapkan larutan sehingga diharapkan pelarut akan menguap.

jika suatu larutan dengan suatu padatan terlarut didinginkan maka laju pembentukan kristal terbentuk sedikit akan tetapi dihasilkan kristal yang besar. . Jika suatu larutan dengan padatan terlarut tidak didinginkan maka maka laju pembentukan kristal tersebut banyak akan tetapi kecil. Laju pembentukan kristal.

rekristalisasi adalah metoda yang paling sederhana dan tidak rumit.  Ke depannya rekristalisasi akan tetap metoda standar untuk memurnikan padatan  .  Rekristalisasi penting untuk pemurnian sebab kemudahannya (tidak perlu alat khusus) dan karena keefektifannya.Sebagai metoda pemurnian padatan.

Untuk membantu proses rekristalisasi maka dapat dilakukan perlakuan sebagai berikut: Kelarutan material yang akan dimurnikan harus memiliki pengaruh yang besar pada suhu.  Kristal tidak harus mengendap pada larutan jenuh dengan pendinginan karena kemungkinan akan terbentuk larutan yang super jenuh. mungkin akan efektif. dapat dilakuka penggarukan dinding yang mungkin akan berguna.  . Bila tidak ada kristal bibit. Dalam kasus semacam ini penambahan kristal bibit.

Pelarut nonpolar biasanya lebih stabil namun.Untuk mencegah reaksi kimia antara pelarut dan zat terlarut. Namun.  Umumnya. pelarut dengan titik didih rendah lebih disarankan agar proses penguapan pelarut lebih cepat sehingga larutan lebih cepat mencapai titik jenuh. pelarut non polar cenderung merupakan pelarut yang buruk untuk senyawa polar. pelarut dengan titik didih lebih rendah biasanya non polar  . harus diperhatikan kemungkinan terjadinya reaksi anyata pelarut dan at terlarut misalnya pembentukan kompleks.

pelarut yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut:  Pelarut yang baik tidak menimbulkan reaksi terhadap padatan organik atau anorganik yang dimurnikan. Sebaliknya kelarutannya relatif sangat sedikit pada temperatur rendah (0-25oC).  Mudah dipisahkan dari kristal dengan cara penguapan.  Murah dan tidak berbahaya. .  Kelarutan pengotor kedalam pelarut sangat kecil baik pada temperatur tinggi maupun rendah.  Kelarutan padatan organik cukup tinggi ke dalam pelarut dan titik didih pelarut.

Contoh pembentukan kristal .

8-pentahidroksisanton (1) dan 1.Contoh rekristalisasi bahan alam Dua senyawa santon telah berhasil diisolasi dari fraksi etil asetat kayu batang Mundu Garcinia dulcis (Roxb.5.5.) menggunakan kromatografi kolom.4.3. yaitu 1.  Fraksi fraksi hasil kromatografi kolom dievaporasi sehingga diperoleh padatan yang selanjutnya dimurnikan dengan rekristalisasi  .8-tetrahidroksisanton (2).4.

• Fraksi gabungan pertama direkristalisasi menggunakan campuran pelarut etil asetat pa dan n-heksana pa menghasilkan padatan kuning (250 mg) dengan titik leleh 231 – 232oC yang kemudian disebut senyawa (1) • Fraksi gabungan kedua direkristalisasi menggunakan campuran pelarut etil asetat pa dan n-heksana pa menghasilkan padatan kuning (84 mg) dengan titik leleh 223–224oC yang kemudian disebut senyawa (2)  Setelah direkristalisasi maka identifikasi selanjutnya menjadi lebih mudah .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful