P. 1
Bakteri Gram Positif Dan Bakteri Gram Negatif

Bakteri Gram Positif Dan Bakteri Gram Negatif

|Views: 150|Likes:

More info:

Published by: Risca Dana Paramitha on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

2.1.

Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidoglikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram-negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu: a. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:          Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau multilayer. Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat didalam Lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak mengandung asam tekoat. Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat . Peka terhadap streptomisin .

2. Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut . Dengan metode pewarnaan Gram. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua.        Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. Pewarnaan Gram Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar.ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut . Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. sekitar 15-80 nm. Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Toksin yang dibentuk Endotoksin b. pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. Tidak peka terhadap streptomisin . peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin 2. berlapis tunggal atau monolayer. Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Lebih resisten terhadap gangguan fisik. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. yakni gram-positif dan gram-negatif. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu:   Struktur dinding selnya tebal. Mengandung asam tekoat. Oleh karena itu.

2. Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan cat utama setelah perlakuan dengan alkohol.3. 3. Struktur utama sitoplasma prokariot terdiri atas area nucleus yang mengandung DNA. Inti Sel (Nukleus) Area nucleus atau nucleolus sel bakteri mengandung DNA untai ganda berbentuk melingkar yang disebut dengan kromosom bakteri. Zat warna utama (violet kristal) 2.Selain kromosom. Pengecatan gram dilakukan dalam 4 tahap yaitu : 1. Sitoplasma Sitoplasma merupakan substansi yang berada di dalam membrane plasma dan mengandung 80% air. Kromosom bakteri tidak dikelilingi oleh membrane inti sel dan tidak mengandung protein histon. 2. Mordan (larutan Iodin) yaitu senyawa yang digunakan untuk mengintensifkan warna utama.relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. yaitu elemen materi genetic ekstrakromosomal yang tidak berhubungan dengan kromosom bakteri.1. ribosom. 3.Struktur Sel Bakteri 2.2.2. Dalam pewarnaan gram diperlukan empat reagen yaitu : 1. 2. . Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yaitu solven organik yang digunakan uantuk melunturkan zat warna utama. Bakteri menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk granula sitoplasma. bakteri juga mengandung plasmid.2. 4. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. berbagai inklusi dan granul. seperti pewarnaan sederhana atau Gram. 4. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin.

Fungsi lain dari dinding sel selain menjaga tekanan osmotik adalah: 1. 2.2.2. Dinding sel melaksanakan sendiri biosintesa untuk membentuk dinding sel. Dinding sel memegang peranan penting dalam proses pembelahan sel. Fungsi penting membrane sitoplasma adalah sawar selektif untuk keluar masuknya senyawa kimia dari luar dan dari dalam sel. Umumnya bakteri berkapsul lebih tahan terhadap efek fagositosis dari daya pertahanan badan. 4. salah satu lapisan dinding sel mempunyai aktivitas endotoksin yang tidak spesifik.2.4.5. Dinding Sel Tekanan osmotik di dalam bakteri berkisar antara 5-20 atmosfir. yaitu lipopolisakarida (LPS). Kapsul Banyak spesies bakteri mensintesa polimer ekstrasel (pada umumnya polisarida) yang berkondensasi dan membentuk lapisan di sekeliling sel dan disebut kapsul.3. 3. tingginya konsentrasi larutan di dalam sel. Flagel . meskipun tekanan osmotiknya tinggi. Berbagai lapisan tertentu pada dinding sel merupakan determinan dari antigen permukaan bakteri. karena adanya transport aktif yang menyebabkan.2. dinding sel ini terdiri dari lapisan peptidoglikan. sel tidak pecah. Pada medium agar. 2. Membran Sitoplasma Membrane sitoplasma merupakan lapisan tipis yang berada tepat di dalam dinding sel yang melapisi sitoplasma sel. Dengan adanya dinding sel yang relatif sangat kuat.2. 2. 2. Pada Bakteri Gram negatif. LPS ini pada beberapa binatang bersifat toksik. koloni bakteri berkapsul tampak koloni berlendir. yang disebut juga mukopeptida.6.

sedangkan sel induknya akan mengalami oto-lisis. 2. Yang paling sering membentuk spora adalah kuman batang positif Gram dari genus Bacillus dan Clostridium. Endospora Beberapa genus kuman dapat membentuk spora. 3. Hampir semua bakteri berbentuk spiral dan sebagian besar basil bersifat motil. Sebaliknya. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. Monotrik. .8.7. Amfitrik. yaitu: 1. mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. Fili (Fimbrae) Pili lebih kaku dibandingkan dengan flagella dan berfungsi sebagai pengikat . Spora adalah kuman dalam bentuk istirahat. 5. tidak mempunyai flagel. baik terhadap bakteri lain („sex pili‟) atau terhadap sel pejamu („pili biasa‟).2. Kuman-kuman ini mengadakan diferensiasi membentuk spora bila keadaan lingkungannya menjadi buruk. 4. Kemampuan bakteri untuk bergerak sendiri disebut motilitas.Flagel adalah filamen panjang yang berbentuk heliks terdapat di permukaan sel. yang menyebabkan bakteri dapat bergerak pada lingkungan sekitarnya. bakteri dibagi menjadi lima golongan. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. kokus adalah tidak motil. Atrik. 2. Peritrik. Lofotrik. misalnya bila medium disekitarnya kekurangan nutrisi. 2.2. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. Masing-masing sel akan membentuk spora. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->