P. 1
\Bio-Fluida

\Bio-Fluida

|Views: 124|Likes:
Published by juzranh
bagus
bagus

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: juzranh on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

MATERI PERKULIAHAN FISIKA KESEHATAN

Untuk D3-Keperawatan
Oleh :
Sehah, S.Si., M.Si.
Dosen Tidak Tetap di Program Studi D3 Keperawatan
Akademi Keperawatan YAKPERMAS Banyumas
JAWA TENGAH – INDONESIA
BIO-FLUIDA
(FLUIDA STATIK DAN FLUIDA DINAMIK)
PENGERTIAN DASAR

Zat alir
suatu zat yang mempunyai sifat dapat diubah bentuknya dengan
mudah dimana gaya gesek antara partikel-partikelnya sangat kecil
dan dapat diabaikan.
Zat Cair
jenis zat alir yang tidak termampatkan, artinya untuk merubah
bentuknya diperlukan gaya yang sangat besar.
Zat Gas
jenis zat alir yang mudah termampatkan, artinya perubahan volume
dapat terjadi dengan gaya yang kecil.

FLUIDA = ZAT ALIR
Zat cair Gas
- Molekul terikat secara longgar
tapi berdekatan
-Tekanan yang terjadi karena
gaya grafitasi
-Tekanan terjadi tegak lurus
bidang
-Molekul bergerak bebas dan
saling bertumbukan
-Tekanan akibat tumbukan
antar molekul
-Tekanan terjadi tidak tegak
lurus bidang
SIFAT FISIKA ZAT CAIR

MASSA JENIS CAIRAN
Massa jenis suatu cairan didefinisikan sebagai massa cairan itu
dibagi volumenya.




TEKANAN DALAM CAIRAN
Tekanan di dalam cairan (fluida) adalah perbandingan antara gaya
tekan pada cairan terhadap luas permukaan cairan yang ditekan.


V
m
= µ
h g
A
F
P µ ¬ =
µ = massa jenis (Kg/m
3
)
m = massa benda (Kg)
V = volume benda (m
3
)
A
F
P Pressure = =
P = Tekanan (1 N/m
2
= 1 Pa)
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m
2
)
ρgh
A
V
ρg
A
ρVg
A
mg
P
A
F
P Pressure
= = = =
= =
h
TEKANAN CAIRAN
AKIBAT KEDALAMAN
TEKANAN HIDROSTATIK
Tekanan HIDROSTATIK adalah tekanan total yang dialami oleh
setiap benda yang berada di dalam cairan. Tekanan ini merupakan
penjumlahan antara tekanan udara sekitar dan tekanan dari cairan,
yang dapat dirumuskan dengan persamaan :



dimana : P
0
= tekanan udara sekitar (tekanan atmosfer)
(1,01 x 10
5
Pa)
ρ = massa jenis cairan (untuk air = 1,00 gr/cm
3
)
g = percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s
2
)
h = kedalaman cairan (meter)
gh P P µ + =
0
CONTOH PERALATAN MEDIK
gh P
gh P P
gh P P
µ
µ
µ
= A
= ÷
+ =
0
0
Perbedaan tekanan antara cairan di
BOTOL dan cairan yang masuk ke
dalam pembuluh darah pasien dapat
dihitung dari tekanan total, yaitu:
h = tinggi tabung terhadap lengan
YANG BEKERJA DENGAN PRINSIP TEKANAN HIDROSTATIK
ASAS PASCAL

ASAS PASCAL menyatakan bahwa tekanan di semua titik di dalam
cairan (statis) adalah sama, artinya jika satu bagian dari zat cair itu
mendapat tekanan tertentu, maka tekanan itu akan diteruskan ke
semua titik atau bagian dari cairan tersebut secara keseluruhan.

Prinsip Pascal dapat digunakan
untuk desain POMPA HIDROLIK
2 1
P P =
2
2
2
1
1
1
&
A
F
P
A
F
P = =
1
1
2
2
F
A
A
F =
Kesamaan tekanan pada
ujung-ujung tabung:
F
1

F
2

A
1
A
2

KEUNTUNGAN MEKANIK



tabung darah dorong
A P F × =
darah cairan
P P =
darah
tabung
dorong
P
A
F
=
PENERAPAN PRINSIP ASAS PASCAL….?
CONTOH PERALATAN MEDIK YANG BEKERJA
DENGAN PRINSIP ASAS PASCAL (TENSIMETER)





MANSET dipasang mengikat
mengelilingi lengan, lalu diisi udara
dengan tekanan > tekanan ARTERI
(brachial), kemudian secara perlahan-
lahan tekanannya diturunkan.
Pembacaan tinggi air raksa di dalam
kolom tabung manometer adalah
menunjukkan tekanan puncak atau
SYSTOLIC dan tekanan paling bawah
atau DIASTOLIC.
PRINSIP KERJA TENSIMETER MENURUT TINJAUAN FISIKA
Tekanan di titik A sama dengan tekanan
di titik 1, sedangkan tekanan di titik 2
sama dengan tekanan di titik 1 + µ
1
gh
1
.
Adapun tekanan di titik 2 sama dengan
tekanan di titik 3, yaitu µ
2
gh
2
Berdasarkan persamaan tekanan di titik 2
dan titik 3, maka dapat dituliskan sebuah
persamaan :
Jika A diisi udara, maka umumnya tekanan
µ
1
gh
1
dapat diabaikan, karena massa jenis
udara sangat kecil sehingga P
2
~ P
A
.
2 2 1 1
gh gh P
A
µ µ = +
2 2
gh P
A
µ =
PERSAMAAN KONTINUITAS
A
1

A
2

AL
1

AL
2

v
1

v
2

Jika diasumsikan cairan tersebut bersifat tidak termampatkan (µ
1
= µ
2
),
maka laju aliran Am/At yang melewati A
1
dan A
2
adalah:
Sebuah pipa yang mempunyai luas penampang A
1
di ujung 1 dan luas
penampang A
2
di ujung 2, dialiri cairan sebagaimana gambar di bawah:
t
t v A
t
t v A
t
m
t
m
A
A
=
A
A
÷
A
A
=
A
A
2 2 2 1 1 1 2 1
µ µ
2 2 1 1
v A v A =
CONTOH PENERAPAN PERSAMAAN KONTINUITAS
PADA MODEL ALIRAN DARAH
Keseluruhan sistem peredaran darah
(sistem kardiovaskuler) yang terdiri
dari arteri, arteriola, kapiler, venula
dan vena dapat diasumsikan seperti
MODEL PIPA
2 2 1 1
v A v A =
Dengan mengacu pada persamaan
di bawah:
maka semakin kecil luas penampang pembuluh darah, maka laju atau
kecepatan aliran darahnya semakin besar, demikian pula sebaliknya.
PRINSIP KERJA JANTUNG SEPERTI POMPA SIRKULASI

Penemu sirkulasi darah di paru-paru hingga jantung adalah
IBNU AN-NAFIS, ilmuwan Muslim abad ke-13.
Jantung merupakan suatu organ otot
berongga yang terletak di pusat dada.
Bagian kanan dan kiri jantung masing
masing memiliki ruang sebelah atas
(atrium) yang mengumpulkan darah
dan ruang sebelah bawah (ventrikel)
yang mengeluarkan darah.
Jantung berfungsi mengumpulkan darah
yang kekurangan oksigen dari seluruh
tubuh dan memompanya ke dalam paru,
dimana darah akan mengambil oksigen
dan membuang karbondioksida; jantung
kemudian mengumpulkan darah yang
kaya oksigen dari paru-paru dan
memompanya ke jaringan di seluruh
tubuh.
Agar darah hanya mengalir dalam satu
arah, maka ventrikel memiliki satu katup
pada jalan masuk dan satu katup pada
jalan keluar.
TEKANAN DARAH
• Jumlah darah orang dewasa 4,5 liter
• Dalam 1 kali kontraksi jantung terpompa sekitar 80 ml darah
permenit beredar satu siklus dalam tubuh, dalam sirkulasi darah
80 % sirkulasi sistemik 20 % sirkulasi paru-paru
20 % di
arteri
10 % di
kapiler
70 % di
vena
7 % di
kapiler paru-
paru
93 % di arteri
dan vena
paru-paru
TEKANAN DARAH SISTEMIK
120
95
80
Sistolik
Diastolik
Tek rata-rata
t
P
TEKANAN ARTERI PARU-PARU
30
20
10
Sistolik
Diastolik
Tek rata-rata
t
P
TEKANAN RATA-RATA
Menentukan banyaknya darah yang mengalir tiap satuan waktu
}
=
÷
t
rata rata
dt t P
T
P
0
) (
1
PERSAMAAN BERNOULLI
Persamaan Bernoulli adalah suatu persamaan dalam mekanika fluida
yang menyatakan bahwa pada suatu aliran cairan, peningkatan
kecepatan aliran akan berakibat penurunan tekanan pada aliran tersebut.
2
2 2 2
2
1 1 1
2
1
2
1
v h g p v h g p µ µ µ µ + + = + +
Jika cairan mengalir pada suatu model pipa (misalnya pembuluh darah)
yang bagian-bagiannya berbeda ketinggian, maka dapat terjadi
perbedaan tekanan total. Persamaan tekanan total untuk masing-masing
bagian 1 dan 2 adalah:
2
1
PENERAPAN PERSAMAAN BERNOULLI
PADA MODEL ALIRAN DARAH
Pada persamaan Bernoulli, jika nilai tekanan
antara ujung 1 dan 2 dianggap sama, maka:
Persamaan di atas dapat kita gunakan untuk menghitung laju aliran darah
pada suatu organ tubuh yang terletak pada ketinggian tertentu terhadap
kelajuan aliran darah di aorta jantung.
2
2 2
2
1 1
2
1
2
1
v h g v h g µ µ µ µ + = +
2
2 2
2
1 1
2
1
2
1
v h g v h g + = +
|
.
|

\
|
+ ÷ =
2
2 1 2 1
2
1
) ( 2 v h h g v
v
2
= laju aliran darah pada aorta
VISKOSITAS (KEKENTALAN CAIRAN)

Viskositas atau kekentalan didefinisikan sebagai ukuran penolakan
cairan terhadap perubahan bentuk atau sifat dari fluida untuk melawan
tegangan geser pada saat bergerak atau mengalir.
Viskositas juga menunjukkan gaya gesekan antara ”lapisan-lapisan”
cairan yang sejajar pada saat lapisan-lapisan tersebut bergerak satu
terhadap lainnya, akibat gaya kohesi antar molekul.
TERJADI PERBEDAAN KECEPATAN ALIRAN CAIRAN
ANTARA BAGIAN ATAS DAN BAWAHNYA
GRADIEN KECEPATAN ANTAR LAPISAN
v
L
A
v F ·
Gambar menunjukkan beberapa lapisan cairan sejajar yang tiap lapisan
mempunyai luas A dan jarak antar dua lapisan adalah L. Jika lapisan
atas bergerak sejajar dengan lapisan bawah pada kecepatan v relatif
terhadap lapisan bawahnya, maka bekerja suatu gaya sebesar F.
cairan GRADIEN KECEPATAN ANTAR LAPISAN
v
A
L
L
A
v F ·
L
v
A F q =
A v
L
F = q
q = Koefisien kekentalan (angka kental)
DEBIT ALIRAN DARAH
L
P P r
t
V
q
t
8
) (
2 1
4
÷
= P
1
P
2

L
Debit aliran darah (fluida) dipengaruhi oleh tahanan yang besarnya
tergantung dari:
• Panjang pembuluh
• Diameter pembuluh
• Viskositas atau kekentalan darah
• Tekanan darah
Untuk darah normal, viskositasnya 3,5 kali air biasa
= Viskousitas, r = jari-jari pembuluh, L = Panjang
P = Tekanan, V = Volume, t = Waktu
q
HAMBATan terhadap debit zat cair
• EFEK PANJANG PEMBULUH TERHADAP DEBIT
Makin panjang pembuluh, diameter sama, zat cair akan mendapat
hambatan semakin besar, sehingga debit zat cair (darah) akan lebih
besar pada pembuluh yang pendek.
Panjang = 3
Panjang = 2
Panjang = 1
1 ml/min
2 ml/min
3 ml/min
• EFEK DIAMETER PEMBULUH TERHADAP DEBIT
Debit aliran zat cair (darah) semakin cepat pada diameter pembuluh
darah semakin besar.
d = 1
1 ml/min
d = 2
16 ml/min
d = 3
256 ml/min
air
1 cm
plasma
1,5 cm
darah
3,5 cm
Pada darah normal kekentalan
3,5 kekentalan air.
Kekentalan 1 ½ kali diatas
normal kekentalan 2 kali air.
Kekentalan 70 kali di atas
normal kekentalan 20 kali air
CATATAN :
• EFEK KEKENTALAN TERHADAP DEBIT
Semakin kental zat cair (darah) semakin besar hambatan terhadap
dinding pembuluh, sehingga dapat ditentukan konsentrasi sel darah
merahnya.
Tegangan Permukaan
Tegangan Permukaan Cairan timbul akibat gaya tarik-menarik
molekul-molekul zat cair yang sejajar permukaan. Besaran ini
didefinisikan sebagai gaya tarik-menarik per satuan panjang
permukaan cairan.
¸
F
L
F
¸ =
Fenomena Tegangan Permukaan
2t r ¸ cos u = W

r
r
w
2 r
gr
cos 2
h
µ
| ¸
=
BERBAGAI
SATUAN TEKANAN
SOAL-SOAL BIOFLUIDA :

1. Perkirakanlah perbedaan tekanan darah hidrostatik di dalam seseorang yang
tingginya 1,83 m, diantara otak dan kaki, dengan menganggap bahwa massa jenis
darah adalah 1,06 x 10
3
kg/m
3
?
2. Suatu carian yang mengandung 50% albumin memiliki spesifik gravitasi 1,135 pada
temperatur 15,5oC. Hitunglah (a) volume dalam m3 yang ditempati oleh 100 gram
cairan tersebut ? (b) volumenya dalam liter ? (c) massa jenis cairan dalam kg/m3 ?
3. Tiap satu detakan jantung, ada 70 cm3 darah dipompakan dari jantung pada
tekanan 105 mmHg. Hitunglah dayanya jika satu menit ada 60 detakan jantung ?
4. Cairan dalam botol infus harus masuk dalam jaringan tubuh pasien pada tekanan 60
mmHg. Jika massa jenis cairan itu adalah 1,00 gr/cm3, tentukan ketinggian botol
infus tsb ?
5. Diameter pembuluh aorta manusia kira-kira 2,0 cm dan darah mengalir di dalamnya
dengan kelajuan 0,3 m/dt. Hitunglah laju rata-rata darah dalam pembuluh kapiler
yang berdiameter 8,0 x 10-6 m dan luas penampangnya (yang secara lateral
berjumlah milyaran buah) adalah 0,2 m
2
?
6. Kecepatan darah melalui pembuluh aorta berjari-jari 1 cm adalah 30 cm/s.
Hitunglah kecepatan rata-rata darah tersebut ketika melalui pembuluh kapiler yang
masing-masing berjari-jari 4 x 10-4 cm dan luas permukaan total 2000 cm2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->