ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI INDONESIA (EVIDENCE BASED)Ridwan Amiruddin. Ermawati Syam.

Rusnah.Septi

Tolanda.Irma Damayanti BAB IPENDAHULUAN A. Latar belakang Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu.1Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia gizi.2Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo,2002). Badan kesehatan dunia (World Health

Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan.1,4Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju. Tiga puluh enam persen (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar

B. dan isu terbaru tentang anemia defisiensi zat besi di Indonesia. Manfaat penulisan Manfaat praktis Makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi lembaga terkait dalam merumuskan program penanggulangan masalah anemia defisiensi zat besi di Indonesia. Apa isu terbaru tentang anemia defisiensi zat besi? C. 1. c. Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia. 1. . 3Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40. dan 13 (42%) menderita kekurangan besi.8% (atau kira-kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Untuk mengetahui isu terbaru tentang anemia defisiensi zat besi. Rumusan masalah Bagaimanakah gambaran epidemiologi kejadian anemia defisiensi zat besi diIndonesia? 2. Untuk mengetahui program yang diterapkan dalam menanggulangi masalah anemia defisiensi zat besi di Indonesia. Tujuan umum Tujuan Untuk mengetahui gambaran epidemiologi. 2. program penanggulangan. a. Tujuan khusus Untuk mengetahui gambaran epidemiologi kejadian anemia defisiensi zat besi di Indonesia. D. 1.4Mengingat besarnya dampak buruk dari anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil dan janin. b.1% (SKRT 2001). oleh karena itu perlu kiranya perhatian yang cukup terhadap masalah ini. Program apakah yang diterapkan dalam menanggulangi masalah anemia defisiensi zat besi di Indonesia? 3.

hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Pada penderita anemia. BAB IITINJAUAN PUSTAKA A. sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup. masa pertumbuhan.4Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia defisiensi besi. kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Tinjauan umum tentang anemia defisiensi zat besiAnemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin.B. dan masa penyembuhan dari penyakit. kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah. Manfaat keilmuan Makalah ini diharapkan mampu menambah khasanah ilmu pengetahuan serta menjadi salah satu bacaan yang bermanfaat.2. Menurut WHO 40% kematian . Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. adanya gangguan absorbsi diusus. kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali. antara lain. Anemia defisiensi zat besi pada kehamilanAnemia defisiensi besi pada wanita hamil merupakan problema kesehatan yang dialami oleh wanita diseluruh dunia terutama dinegara berkembang. asam folat. perdarahan akut maupun kronis. 3. Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambah usia kehamilan. misalnya zat besi. kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan jenuh transferin menurun. dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil. yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer. Manfaat bagi penulis Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat khususnya masalah anemia defisiensi zat besi. dan vitamin B12. lebih sering disebut kurang darah.Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh.

b. lesu. yaitu :a. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan.63 mg/dl dan tertinggi 14. e.00 mg/dl. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta. menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus.ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut. berkunang-kunang. Patofisiologi anemia pada kehamilan. Gangguan pencernaan dan absorbsi. perubahan jaringan epitel kuku. Gejala klinisWintrobe mengemukakan bahwa manifestasi klinis dari anemia defisiensi besi sangat bervariasi. dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl). Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata ratarata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing. kehamilan.d.3 4. lelah. bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. bisa hampir tanpa gejala. Dampak anemia defisiensi .4Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil. dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml. Kurangnya zat besi dalam makanan. palpitasi. anemia ringan (8-11 g/dl). Kebutuhan zat besi meningkat. gangguan sistem neurumuskular. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin < 7 gr/dl maka gejalagejala dan tanda-tanda anemia akan jelas. yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron. yaitu normal (≥11 gr/dl). EtiologiEtiologi anemia defisiensi besi pada Hipervolemia. kadar hemoglobin terendah 7. ataupun bisa ditemukan gejala anemia bersamasama dengan gejala penyakit dasarnya.41. 2.c. bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya yang menonjol. menyebabkan terjadinya pengenceran Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma. didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori.28 mg/dl. darah. lemah. 3.Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara.

partus imatur/prematur). Hal ini disebabkan karena . produksi ASI rendah). dan angka kematian perinatal meningkat. dan ISPA. angka prematuritas. atonia. daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang. kemudian mengalami penurunan pada tahun 2001 menjadi 40. dismaturitas. Menurut penelitian. dan gangguan pada janin (abortus. BAB IIPEMBAHASAN A. Di samping itu. secara umum anemia merupakan penyakit ke-4 yang prevalensinya terbanyak setelah gilut. gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim. berat badan bayi lahir rendah. dan lain-lain). mikrosomi. anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di Indonesia 1. Badan Litbangkes. dengan prevalensi sebesar 20%. perdarahan atonis). publikasi hasil Surkesnas 2001 Grafik 1 menunjukkan bahwa di Indonesia.zat besi pada ibu hamilAnemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. kematian perinatal. Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus. refraksi penglihatan. partus lama. Frekuensi Grafik 1Prevalensi 10 Kelompok Penyakit Terbanyak di Indonesia Tahun 2001 5 Sumber: Studi morbiditas Susenas 2001. BBLR. perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal. Risiko kematian maternal.1%.9% pada tahun 1995. sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Pada wanita hamil. Anemia Menurut SKRT 1995 dan 2001Di Indonesia 6 Epidemiologi Grafik 2Prevalensi Sumber: SKRT 1995 dan 2001 Grafik 2 menunjukkan bahwa ibu hamil merupakan salah satu kelompok penderita anemia dengan prevalensi 50. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. gangguan proses persalinan (inertia.

yang memperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Berdasarkan Umur Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Bantimurung. Karena akan membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya. berisiko mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia. sebanyak 40. MarosTahun 2004 2 Umur ibu (thn) < 20. Hal ini ditegaskan kembali dalam suatu penelitian oleh Ridwan Amiruddin di wilayah kerja Puskesmas Bantimurung Maros. Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi timbulnya anemia. Distribusi Menurut Orang Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.089/7. 1.penanggulangan anemia yang difokuskan pada ibu hamil berupa suplementasi zat besi. yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin rendah kadar hemoglobinnya. mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil.1%) 51 (50.207) Total .1% diantaranya adalah ibu hamil.5%) Tidak 7 (25.Jadi.5%) 27 101 OR (Lower/Upper Limit) 2. Distribusi a.9%) 50 (49. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka presentasi anemia semakin besar. >35 20-35 Anemia Ya 20 (74.801 (1. Jenis anemia yang dominan adalah anemia karena kekurangan zat besi. berdasarkan kedua grafik diatas dapat diperoleh informasi bahwa dari 20% prevalensi anemia di Indonesia pada tahun 2001.

3 59.6 74.5 77.5%) 57(44.6 65.1 71. dipublikasikan tahun 2007Berdasarkan Tabel 1.9 57. ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun lebih berisiko menderita anemia dari pada ibu hamil usia 20-35 tahun.b.Total 71 (55.3 73. Distribusi Menurut Tempat Tabel 2 Prevalensi Anemia Gizi Besi Pada Ibu Hamil (Bumil) di 27 Propinsi di Indonesia Tahun 1992 No.8 60.5%) 128 Sumber : Ridwan Amiruddin dalam Jurnal Medika Unhas.2 .6 71.9 82.2 58.5 62.3 46.8 71.7 55.7 67. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Propinsi DI Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Bali NTB NTT Kalimantan Barat Prevalensi (%) 56.

dan yang terendah adalah Sulawesi Tengah.7 45.5% 50.2 69.5 50.5 Sumber : SKRT Tahun 1992 Indonesia Berdasarkan Tabel 2. provinsi dengan prevalensi anemia terbesar adalah Sumatera Barat (82.6%).9 64.5 71. c.8 71.18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Irian Jaya Timor Timur 73. Distribusi Menurut Waktu Grafik 3Prevalensi Anemia Pada Bumil di Indonesia Berdasarkan Data SKRT 1992-2001 63.9 70 48.Pada suatu penelitian yang diadakan di beberapa praktek bidan swasta dalam .9% 40.4 48 63. Hal ini menunjukkan keberhasilan program pemerintah dalam hal penanggulangan anemia pada ibu hamil.1% Sumber : Data SKRT 1992-2001 Grafik 3 menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka penderita anemia dari tahun 1992-2001.

B.Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi timbulnya anemia. Pendarahan akutc. zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. dan trimester III sebesar 70%. Menginjak trimester kedua hingga ketiga. Sampai saat melahirkan. Pendidikan rendahd.b. Sedangkan saat melahirkan.kotamadya Medan. 1. perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. Makan < 3 kali dan Konsumsi tablet tambah darah < 90 butirf. mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil. wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil. antara lain :a. 4Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. berisiko mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia. Karena akan membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya. Determinan Pada ibu hamil. trimester II sebesar 70%. Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. Besarnya angka kejadia anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%. ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%. . Program penanggulangan anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di Indonesia Berbagai upaya telah dilakukan oleh Departemen Pemberian tablet besi pada ibu hamil secara rutin selama jangka waktu tertentu untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. beberapa faktor risiko yang berperan dalam meningkatkan prevalensi anemia defisiensi zat besi. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka presentasi anemia semakin besar. Kesehatan antara lain:71. kurang mengandung zat besi. ditemukan bahwa terjadi peningkatan penderita anemia dengan makin tuanya usia kehamilan. Pekerja berate. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin rendah kadar hemoglobinnya.

Sejak tahun 1993 sampai sekarang.08%) (SKRT 2001). Namun program di lapangan menunjukkan bahwa belum semua ibu hamil mendapatkan tablet besi sesuai yang diharapkan program yaitu 90 tablet.4. ”Asam folat juga penting dalam membantu pembelahan sel. Cakupan distribusi tablet tambah darah ibu hamil pada tahun 2001 (Fe1: 67.padusi. kemasan Fe yang tadinya menimbulkan bau kurang sedap sekarang sudah mengalami perbaikan yaitu tablet salut yang dikemas sebanyak 30 tablet per bungkus aluminium dengan komposisi yang sama. asam folat merupakan enzim untuk memproduksi DNA (Deoxyribose Nucleic Acid). Menurut dr Noroyono Wibowo SpOG. Pedoman Operasional Penanggulangan Anemia Gizi bagi petugas tahun 1996.com Isu Terbaru KURANG ASAM FOLAT BISA SEBABKAN BAYI Posted by : Dandrian on 29 Dec 2006 Kekurangan asam folat pada ibu hamil.49% dan Fe3: 63.Tablet besi untuk ibu hamil sudah tersedia dan telah didistribusikan ke seluruh provinsi dan pemberiannya dapat melalui Puskesmas. Puskesmas Pembantu. beberapa waktu lalu. Buku pedoman pemberian zat besi bagi petugas Buku tahun 1995. Asam folat juga bisa mencegah anemia dan menurunkan risiko terjadinya NTD (Neural Tube Defects) dan . CACAT Source : http://www.C. Kepala Subbagian Fetomaternal Departemen Obestetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI). Posyandu dan Bidan di Desa.2. dalam semiloka manfaat asam folat yang diselenggarakan di Jakarta. Bayi mengalami cacat pada otak dan sumsum tulang belakang. dan poster-poster mengenai tablet besi sudah dibagikan.3. bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. berdasarkan penelitian.

Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan dua gelas susu. Salah satu penyebab kematian bayi adalah kekurangan asam folat. ”Mengonsumsi folat tidak hanya ketika hamil.”Di Indonesia sendiri belum ada data pasti berapa besarnya prevalensi adanya penyakit kelainan sumsum tulang belakang. ”Bayi mengalami kelainan pembuluh darah. ibu pun sering tidak membekali diri dengan gizi yang mencukupi ketika sebelum dan sesudah kehamilan. dan pucat.sebagai antidepresan.Kekurangan asam folat menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing. lesu. brokoli.”Karena itu. ”Kalau kehamilan direncanakan. Down’s Syndrome. ”Jumlah angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. karena belum ada data. sebab kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung asam folat. Oleh sebab itu. kebutuhan asam folat untuk ibu hamil harus disiapkan sejak sebelum kehamilan.” ujar Bowo. dan keguguran.Sumber makanan yang mengandung asam folat adalah hati sapi (liver). letih. Kematian bayi ini belum diidentifikasi penyebabnya apa. jeruk. anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi.” kata Bowo. Mereka baru datang ke dokter setelah positif hamil beberapa minggu. ”Roti dan susu juga mengandung asam folat tinggi. bayam. pengganti hati sapi adalah susu. Padahal.Sering kali para ibu tidak mengetahui dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. dan sebagainya. Pemberian vitamin A pada ibu hamil sangat tidak dianjurkan karena menyebabkan gangguan kehamilan. menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya.” jelas Dr Tim Green PhD dari Department of Human Nutrition University of Otago New ZealandHanya saja hati sapi mengandung vitamin A cukup tinggi. tetapi sebelum hamil sangat . bayi dengan berat badan rendah. Pada anak perempuan saat dewasa tidak mengalami menstruasi. Tahu-tahu ibu langsung hamil setelah telat datang bulan. ”Kebanyakan pasutri (pasangan suami istri) tidak pernah merencanakan kehamilan.Pada ibu hamil kekurangan folat menyebabkan meningkatnya risiko anemia. sehingga ibu mudah lelah. maka ia akan mempersiapkan gizi yang baik sebelum hamil. Rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah.”Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil.

makan < 3 kali dan kurang mengandung zat besi.5. Badan Litbangkes. dan yang terendah adalah Sulawesi Tengah (SKRT 1992). konsumsi tablet tambah darah < 90 butir.” tuturnya. Provinsi dengan prevalensi anemia terbesar adalah Sumatera Barat (82.1995. pekerja berat. pendidikan rendah. Saran Diperlukan upaya yang lebih baik lagi oleh pemerintah dalam hal menekan angka penderita anemia defisiensi zat besi di Indonesia. Determinan kejadian anemia defisiensi zat besi adalah umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. 1. Perlu adanya penyuluhan yang lebih responsible tentang pentingnya suplemen zat besi dan bahaya anemia bagi ibu hamil. yaitu 63. 2.5% pada tahun 1992.9% pada tahun 1995.1% pada tahun 2001 (SKRT 1992. Sebanyak 40. 2004). .6%). Banyak negara telah melakukan kebijakan dalam pengurangan NTD dengan mewajibkan ibu mengonsumsi asam folat. dan menjadi 40. Perlu adanya pendistribusian tablet besi yang lebih merata di seluruh pelosok tanah air. Pendarahan akut. anemia merupakan penyakit ke-4 yang prevalensinya terbanyak dengan prevalensi sebesar 20% (Studi morbiditas Susenas 2001. 4. BAB IIIKESIMPULAN DAN SARAN A. Terjadi penurunan angka penderita anemia dari tahun 1992-2001.dianjurkan. publikasi hasil Surkesnas 2001). Ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun lebih berisiko menderita anemia dari pada ibu hamil usia 20-35 tahun (Ridwan Amiruddin. 50. Kesimpulan Secara umum di Indonesia. B. 3.dan 2001). 2. 1.1% diantaranya adalah ibu hamil dengan jenis anemia yang dominan adalah anemia karena kekurangan zat besi (SKRT 1995 dan 2001). 3.

4.id.2.id.depkes. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan Fe Ibu Hamil di Kabupaten Bengkulu Selatan Propinsi Bengkulu Tahun 2003. Fallah.go. Akses 17 September 2007.com.7.usu.6. . 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan : Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII. http://ridwanamiruddin. Tatang S.id.depkes. http://bankdata. http://library. Akses 17 September 2007.ac.com. Analisis Situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat.go.skripsi-tesis.wordpress. Akses 17 September 2007. Anemia Defisiensi Besi Pada Wanita Hamil Di Beberapa Praktek Bidan Swasta Dalam Kota Madya Medan. Studi Kasus Kontrol Faktor Biomedis Terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Bantimurung. Arisman. 3. Profil Kesehatan Indonesia : Pencapaian Atmarita. http://www.5.bppsdmk. Akses 23 September 2007. Akses 17 September 2007. Faktor Resiko Ibu Hamil.DAFTAR PUSTAKA 1. Kejadian Anemia pada http://www. 2004. Jakarta : EGC. Indonesia Sehat di Tahun 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful