P. 1
Pengertian Surat

Pengertian Surat

|Views: 627|Likes:
Published by Desi23121987

More info:

Published by: Desi23121987 on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

PENGERTIAN SURAT

Diposkan oleh yHuandazT1627

Surat adalah suatu komunikasi yang digunakan untuk menyanpaikan informasi tertulis oleh suatu pihak ke pihak lain. Surat merupakan lembaran kertas yang ditulis atas nama pribadi penulis atau atas nama kedudukannya dalam organisasi untuk berbagai kepentingan . Korespondensi = surat menyurat. Korespoden = pihak yang terlibat atau para pelakunya. Komunikasi tetulis dengan media surat sampai saat ini masih sangat dibutuhkan dan belum tergantikan media lain. Surat memiliki keunggulan sebagai bukti otentik yang memiliki kekuatan hukum yang sah karena surat yang asli tentunya memiliki identitas yang jelas,yaitu tanda tangan asli dan atau stempel (identitas resmi lembaga) asli. Hal-hal khusus yang dimiliki oleh surat yaitu: 1. Penggunaan kertas (baik,bersih,ukuran ketebalannya,bergaris maupun polos). 2. Penggunaan model atau bentuk. 3. Pemakaian bahasa yang khas. 4. Pencantuman tanda tangan dan stempel organisasi. Fungi surat. 1. sebagai alat untukmenyampaikan pemberitauan, permintaan atau permohonan, buah pikiran / gagasan. 2. sebagai alat bukti tulis. 3. sebagai alat untuk mengikat. 4. sebagai bukti historis. 5. sebagai pedoman kerja. Jenis surat. Jenis surat dibagi menjadi : Jenis surat dilihat dari sisi,bentuk,isi dan bahasanya,antara lain : 1. Surat resmi / Dinas 2. Surat tidak resmi / Pribadi 3. Surat setengah Resmi Jenis surat menurut isinya,antara lain : 1. Surat Keluarga / Pribadi 2. Surat Sosial 3. Surat Dinas 4. Surat setengah resmi 5. Surat niaga Jenis surat menurut tujuannya,antara lain : 1. Surat perintah 2. Surat permohonan 3. Surat pemberitahuan 4. Surat penawaran 5. Surat keterangan 6. Surat keputusan Bentuk Surat.

Bentuk surat adalah Pola surat menurut susunan letak dan bagian – bagian surat. Menurut pola umum dalam surat – menyurat dikenal 6 macam bentuk surat,yaitu : 1. Bentuk lurus penuh. 2. Bentuk lurus. 3. Bentuk setengah lurus. 4. Bentuk surat bertekuk. 5. Bentuk resmi Indonesia lama. 6. Bentuk resmi Indonesia Baru. Bagian – bagian surat resmi : 1. Kepala surat / Kop surat. 2. Tanggal surat. 3. Nomor. Lampiran. Hal. Sifat / Derajat surat. 4. Alamat yang dituju. 5. Salam Pembuka. 6. Isi,terdiri dari : Pembuka Isi Penutup 7. Salam penutup. 8. Indentitas pengirim,TTD,stempel. 9. Tembusan. Perbedaan surat resmi dan surat tidak resmi dari sisi bahasa : 1. Diksi dalam surat tidak resmi cenderung bebas dan mudah dipahami,sedangkan dalam surat resmi tidak. 2. Dalam surat tidak resmi kalimat yang digunakan tidak harus baku,terkesan akrab dan tidak taat pada kaidah, sedangkan dalam surat resmi tidak. 3. Secara umum bahasa dalam surat tidak resmi cenderung ringan, akrab, dan tidak baku. Ciri – ciri ragam bahasa tulis : 1. Sesuai dengan kaidah ejaan 2. sesuai dengan kaidah katatabahasaan ( berpola ) 3. Berisi ide yang merupakan satu – kesatuan 4. Bagian – bagiannya berkoherensi 5. Bervariasi 6. Beraksentrasi 7. Logis Surat Niaga Surat niaga adalah surat yang berhubungan dengan masalah perniagaan / perdagangan. Surat niaga adalah jenis surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan niaga atau perdagangan. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat niaga : • Menetapkan tujuan • Menetapkan isi surat seperti : a. Nama dan jenis barang b. Merk dan kualitas barang c. Banyak barang yang ditawar

• Penetapan tata urutan isi surat • Menyelesaikan setiap bagian isi surat satu persatu • Hindari penggunaan singkatan Jenis surat niaga :  1. Surat Permintaan Penawaran. Adalah surat yang berasal dari calon pembeli kepada pihak penjual yang isinya meminta keterangan daftar harga barang atau jasa yang hendak dibeli dari penjual. Keterangan yang ingin diperoleh calon pembeli biasanya mengenai : Jenis barang Harga Diskon Syarat Cara pembayaran / keterangan lain. 2. Surat Penawaran ( Offerte ). Adalah surat yang dibuat untuk memberitahukan tentang barang atau jasa yang akan dijual dengan segala keterangannya kepada calon pembeli. Surat penawaran bisa dibuat atas nama atau inisiatif pihak pemilik barang bisa juga karena ada permintaan dari calon pembeli. Surat penawaran biasanya memberikan informasi tentang : Nama Barang Jenis Barang Harga satuan Kualitas Potongan harga Syarat pembayaran Cara penyerahan 3. Surat Pembelian. Adalah surat yang ditulis oleh calon pembeli kepada penjual barang yang berisi rincian barang – barang yang akan dibeli. 4. Surat Claim / Keluhan. Adalah surat pemberitahuan kepada penjual atau pemilik barang yang tidak sesuai dengan pesanan dan disertai dengan tuntutan penyelesaian. 5. Surat Kuasa. Adalah surat yang berisi kewenangan kuasa untuk melakukan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa. Surat ini biasanya diberikan kepada orang yang dipercaya untuk menyelesaikan urusan pemberi kuasa karena dia tidak dapat melakukan sendiri. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat kuasa : 1. Pemberian dan penerima surat kuasa harus dewasa,sehat rohani,dan jasmani. 2. Diberikan kepada orang yang benar – benar dipercaya. 3. Untuk perorangan surat kuasa tidak perlu diberi nomor surat. 4. Untuk satu instansi surat kuasa ditulis diatas kertas segel atau dibubui materai. 5. Ditanda tangani pemberi dan penerima kuasa. Bagian – bagian surat kuasa : d. Judul. Judulnya yaitu “ Surat Kuasa “. e. Indentitas pemberi kuasa. f. Alamat pemberi kuasa. g. Indentitas yang diberi kuasa / penerima.

h. Alamat yang diberi kuasa / penerima kuasa. i. Keperluan / tujuan pemberian kuasa / bentuk wewenang. j. Tanggal, bulan,dan tahun penulisan surat. k. Nama dan tanda tangan penerima dan pemberi kuasa. Pencantuman tanggal,bulan dan tahun penulisan surat sangat bermanfaat. Pencantuman ini berfungsi untuk : Memberitahu penerima kapan surat itu dikirim. Memudahkan penelusuran jika terjadi keterlambatan dalam menjawab surat. Memudahkan pengarsipan. 6. Surat Perjanjian Jual - Beli. Adalah surat yang berisi persetujuan yang mengikat antara dua pihak / lebih. Dengan surat perjanjian Jual – Beli kedua belah pihak harus menepati janji yang telah disepakati. Bila ada satu pihak yang mengingkari janji atu pihak lainnya berhak menggugat kepada yang berwenang. Syarat pembuatan Surat perjanjian Jual – Beli : 1. Isi saling disepakati pihak yang terkait. 2. Isi tidak bersifat menekan pihak lain. 3. Isi tidak menimbulkan rasa panas berbagai pihak. 4. Pembuatannya atas dasar musyawarah. 5. Bentuknya benar sesuai aturan. 6. Memakai bahasa yang saling dimengerti. 7. Ada pihak yang bertindak sebagai saksi. Macam – macam Surat perjanjian : Dari segi pengesahannya Surat perjanjian dibagi menjadi : 1. Surat perjanjian otentik. Artinya surat itu disahkan oleh pejabat yang berwenang. (Desa atau Notaris) 2. Surat perjanjian tidak otentik. Artinya surat itu tidak disahkan oleh pihak yang berwenang. Surat perjanjian ini biasa disebut surat perjanjian dibawah tangan. Dari segi ini Surat perjanjian dibagi menjadi : 1. Surat perjanjian Jual – Beli. 2. Surat perjanjian Sewa – Beli. 3. Surat perjanjian Sewa – Menyewa. 4. Surat perjanjian Kerja Borongan. 5. Surat perjanjian Utang – Piutang. 6. Surat perjanjian kerja Sama. Bagian – bagian / Unsur – unsur Surat perjanjian Jual – Beli : 1. Judul Surat perjanjian Jual – beli. 2. Indentitas penjual dan pembeli yang meliputi ; - Nama - Pekerjaan - Alamat,dsb yang dianggap perlu 3. Isi perjanjian. Biasanya isi perjanjian diwujudkan dalam bentuk pasal – pasal yang menyangkut : a. Segala macam keterangan barang. b. Hak dan kewajiban kedua belah pihak. c. Harga yang disepakati. d. Waktu penyerahan dan pembayaran.

e. Kewajiban lanjutan setelah terjadi proses jual – beli. f. Keterangan tentang beban – beban. g. Keterangan pihak – pihak yang menanggung ongkos balik nama,matrai,pajak,dsb. h. Keterangan jika terjadi perselisihan. i. Keterangan tentang jumlah perjanjian yang dibuat. j. Keterangan tentang ketentuan – ketentuan tambahan lain. 4. Tempat dan tanggal pembuatan. 5. Tanda tangan pihak terkait dan nama lengkap. 6. Tanda tangan dan nama lengkap saksi. 7. Tanda tangan dan nama lengkap pejabat yang mengesahkan.

yhundazt1627.blogspot.com

argienan’s note
Goresan Pena Quwh « Arsip Vino Bastian »

Pengertian Surat Pengertian Surat
Korespondensi adalah kegiatan saling berk rim surat baik antar perorangan maupun antar organisasi Koresponden adalah pihak yang terlibat dalam kegiatan korespondensi (para pelaku korespondensi) Hal-hal khusus yang mengenai surat 1. Adanya pengunaan kertas 2. Adanya model / bentuk 3. Adanya kode dan notasi 4. Pemakaian / gaya bahasa yang khas 5. Adanya tanda tangan / stempel asli Surat adalah media komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain yang memiliki persyaratan khusus. Cara terbaik untuk mengenali surat adalah dengan mengidentifikasi ciri-cirinya, jenisnya, fungsinya. CIRI-CIRI SURAT

1. Surat merupakan pesan tertulis E-mail atau electronic mail bisa disebut sebagai surat, walaupun pesan tersebut tidak tertulis di atas kertas. 2. Isi pesan dalam surat berupa informasi atau persuasi Secara garis besar pesan dalam surat dibagi menjadi 2 golongan yaitu informasi dan persuasi. Pesan disebut sebagai informasi jika isinya adalah menyampikan fakta, dan pesan disebut persuasi jika isinya merupakan ungkapan keinginan atau pikiran penulis kepada pembacanya dengan harapan pembacanya bisa berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan. 3. Surat memiliki bagian yang standar Ciri khas surat yang membedakannya dengan pesan tertulis lain adalah bagian-bagian yang membentuknya. 4. Surat memiliki bentuk yang standar Faktor yang membedakan surat dengan jenis pesan tertulis lain bukan hanya isinya, tapi juga bentuk tampilannya. Contoh bentuk surat: 1. Bentuk Resmi 2. Bentuk Lurus 3. Bentuk Bertekuk 5. Surat memiliki satu pesan inti Praktek yang umum dalam korespondensi selalu menganut azas satu surat satu pesan. surat wawancara misalnya, pesanya hanya memberitahukan pembaca agar datang untuk wawancara. 6. Gaya bahasa surat bisa formal atau informal Bahasa formal (baku) adalah bahasa yang digunakan dalam forum resmi seperti rapat rersmi, pidato dsb. kelebihan bahasa formal adalah ketegasan (tidak terkesan ketidakseriusan) dan kejelasan pesan, dan kelemahan adalah tidak ekspresif (sulit menunjukan rasa tidak suka, kecewa, dsb.) Bahasa informal atau gaya bahasa pergaulan sehari-hari, dalam informal perbendaharaan kata yang digunakan sering ditemukan pada obrolan, tawar-menawar dipasar, pembicaraan di telepon atau pertengkara. Kelebihannya memungkinkan untuk mengekspresikan emosi. JENIS SURAT 1. Penggolongan surat menurut isinya a. Surat dinas pemerintahan Surat yang dibuat oleh badan pemerintah yang isinya berkaitan dengan pesan kedinasan. Contohnya Surat Keputusan, nota dinas, surat perintah dll. b. Surat bisnis Surat yang dibuat oleh organisasi yang mencari keuntungan dengan kegiatan transaksi bisnis. Contoh surat pesanan, surat tagihan, surat lamaran kerja, surat gugatan, dsb. c. Surat sosial Surat sosial adalah surat yang lahir dalam aktivitas bisnis maupun kedinasan yang isinya TIDAK BERKAITAN LANGSUNG dengan urusan bisnis. Surat sosial berfungsi membangun citra nama baik antar sesama partner. Contohnya Surat ucapan terima kasih, surat ucapan duka cita, surat undangan, surat dsb. d. Surat legal Surat legal adalah surat-surat yang memiliki kekuatan hukum. Surat ini bisa berkaitan dengan kegiatan bisnis, dinas, maupun pribadi. Contohnya s. perjanjian, s. kuasa, s. wasiat, s. tugas, dan berita acara. e. Surat pribadi

Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang kepada orang lain yang isinya berupa pesan pribadi dan bukan untuk kepentingan organisasi atau urusan resmi 2. Penggolongan surat menurut tujuan secara garis besar surat dibagi menjadi 2 jenis tujuan yaitu s. informatif dan s. persuasif. 3. Penggolongan surat menurut wujudnya Dalam wujudnya kita mengenal s. bersampul, kartu pos, warkat, telegram, e-mail, dsb. 4. Penggolongan surat menurut besarnya audien (orang yang dituju) a. Satu orang Contohnya s. panggilan kerja, s. tagihan, s. peringata b. Sekelompok orang Contohnya s. edaran, memo c. Banyak orang Contohnya s.pengumuman, s. pemberitahuan, 5. Penggolongan surat menurut urgensi penyelesaian Menurut urgensinya, surat bisa dibagi menjadi a. Sangat penting (harus segera ditindaklanjuti) b. Penting (perlu ditindaklanjuti) c. Biasa 6. Penggolongan surat menurut kerahasiannya Menurut kerahasiannya, surat bisa digolongkan menjadi a. sangat rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui adanya surat) b. Rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui isi suratt) c. Konfidensial (hanya kalangan tertentu yang boleh melihat isi surat d. Surat biasa FUNGSI SURAT 1. Surat sebagai penyampai pesan 2. Surat sebagai wakil 3. Surat sebagai bukti tertulis 4. Surat sebagai pedoman atau dasar untuk bertindak Bagian surat 1. Kop 2. Nomor s. 3. Tanggal 4. Lampiran 5. Hal 6. Alamat tujuan 7. Salam pembuka 8. isi 9. Salam penutup 10. Nama terang dan t. tangan

11. Tembusan 12. Inisial Fungsi kepala surat 1. Sebagai media pengenal identitas/oraganisasi 2. Sebagai sumber informasi 3. Sebagai alat promosi Unsur: nama pt, bidang usaha, logo, alamat, no. telp Fungsi pencantuman nomer 1. Memudahkan pengarsipan 2. Memudahkan rujukan 3. Memudahkan pelacakan surat Unsur: nama urut surat, kode intern, bulan, tgl Fungsi tanggal surat 1. Sumber informasi tentang kapan dibuat 2. Referensi dan rujukan bagi petugas admin 3. Mempermudah penetapan waktu pembalasan 4. Mempermudah megagendakan surat Fungsi lampiran adalah sebagai petunjuk mengenai adanya document yang menyertai surat Perihal atau judul mempunyai pedoman penulisan 1. Singkat 2. Spesifik 3. Menggambarkan isi 4. Ditulis huruf kecil diawali huruf kappital 5. Tidak diakhiri titik Fungsi Alamat tujuan 1. Menujukan siapa yang berhak 2. Menjadikan petunujuk bagi pengantar surat untuk menyapaikan ke alamat penerima 3. Menjadikan petunujuk bagi petugas arsip Apabila alamat menggunakan dengan alamat (d.a.) digunakan apabila kita tidak mengetahui alamat pastinya. Contoh: Yth. Bapak Adi d.a. Koran Tempo jln. Menteng Kata yaitu atau Yth. Digunakan apabila surat ditujukan kepada orang bukan ditujukan kepada oraganisasi atau instansi. Contoh: Kepada Yth. Bapak Sedangkan gelar tidak perlu didahului dengan sebutan Bapak, Ibu (sapaan) Contoh: Yth. Ir. Raden Shaleh

Kata atas nama atau a.n. digunakan apabila yang berweweng melimpahkan kekuasaan kepada bawahannya untuk membuat surat dan menandatangani atas nama orang yang member wewenang. Contoh: a.n. Direktur PT PLN Ramlan Editor Kepala Kata untuk beliau atau u.b. mempunyai pengertian bahwa penandatangan buknlah orang yang bertanggung jawab atas isi surat. Contoh: a.n. Direktur PT PLN Direktur Pemasaran u.b. Sosro Wibowo Kepala bagian Penjualan MODEL SURAT Model surat adalah pola atau patron surat yang ditentukan oleh tata letak (lay out) bagianbagian surat. Dalam memilih model surat, penulis perlu mempertimbangkan ini 1. Gaya formal Cara Membentuk gaya formal a. Tidak menyebut nama langsung Contoh dengan ini saudara b. Menggunakan sebutan formal untuk orang pertama dan kedua Contoh dimohon dengan sangat agar Bapak memahami keadaan yang kami hadapi c. Menggunakan kalimat pasif untuk mengaburkan kehadiran nama diri penulis Contoh apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, surat keputusan ini akan dikoreksi seperlunya. d. Beberapa kalimat dibuat sangat panjang dan rumit 2. Gaya informal Gaya informal memberikan tampilan kepada penulisnya sebagai sosok pribadi yang hangat dan akrab. Gaya ini terkadang digunakan untuk surat perkenalan. Berikut adalah cara membentuk gaya informal a. Menggunakan kalimat aktif Contoh Abi baru saja mengirim barang yang anda pesan b. menyebut nama orang untuk orang ketiga, bukan kata ganti orang Contoh Ita akan mengabari anda segera setelah saya membuat keputusan c. Menggunakan kata ganti orang untuk orang pertama (saya/kita) Contoh saya setuju dengan penawaran anda, kita bisa segera menandatangani kontraknya. Jangan lupa, tolong segera kirimkan barangnya. d. Menggunakan langgam percakapan Contoh anda tidak perlu khawatir. Joni sudah mengirim barang itu kemarin. Tunggu saja e. Pertanyaan diajukan langsung seolah berhadapan dengan pembacanya. Contoh mengapa harus repot-repot. Suruh saja Budi. Pasti beres, dia memang ahlinya

3. Gaya tegas Gaya tegas merupakan salah satu jenis gaya khusus. Gaya ini biasanya digunakan untuk memberi perintah, mengancam, mendesak. Berikut ini adalah cara untuk membentuk gaya tegas a. menggunakan kalimat aktif Contoh saya harus menerima barang tersebut sebelum tanggal 2 Mei b. Menggunakan kalimat perintah Contoh anda harus datang sebelum jam 8. c. Menggunakan kalimat sederhana
bentuk surat ada beberapa bentuk surat yang perlu diketahui dalam persiapan membuat surat antara lain: - bentuk surat resmi - bentuk surat lekuk - bentuk surat balok - bentuk surat setengah balok - bentuk surat campuran - block style - full block style Diposkan oleh surat-menyurat di 19.41 Tidak ada komentar: bentuk surat Diposkan oleh surat-menyurat di 19.41 Tidak ada komentar: persiapan penulisan surat apabila Anda ingin menulis surat, maka yang harus dipersiapkan adalah ebagai berikut: 1.kertas surat jenis kertas yang dipergunakan hendaknya sesuai dengan isi atau maksud surat: a. kertas folio bergaris. umumnya digunakan untuk surat-surat yang tidak diketik alias ditulis tangan. seperti surat lamaran kerja, pribadi, teman, kenalan dan sebagainya. b. kertas HVS. umumnya dipakai oleh suatu instansi pemerintahan atau untuk menulis surat resmi. c. kertas quarto. umumnya digunakan oleh perusahaan yang sudah bonafid atau tergolong sudah mapan. kertas ini mempunyai kualitas yang lebih baik. d. kertas surat yang umum dipakai untuk surat adalah kertas yang berwarna putih. 2. menyusun bagian-bagian selembas surat penulisan sebuah surat yang baik tentunya mengandung bagian-bagian yang memenuhi persyaratan sebuah surat yang baik.tentu saja para penulis harus tahu terlebih dahulu jenis surat yang akan ditulis, apakah termasuk surat resmi, pribadi, atau niaga.dengan begitu akan memudahkan kita dalam menulis surat. 3. persiapan penguasaan cara menulis surat langkah-langkah persiapan penulisan surat yang baik adalah sebagai berikut: - mengetahui bentuk surat yang diiginkan.dimaksudkan agar penulis atau pengirim surat dapat menentukan pilihan kepada siapa surat itu hendak dikirimkan. - memiliki pengetahuan tentang cara menyusun isi surat - mengetahui sifat-sifat surat

- menguasai bahasa surat. 4. penulisan surat jika anda menulis surat dengan menggunakan tangan hendaknyaperhatikanlah hal-hal berikut: a. pilihlah tinta yang tidak mudah luntur dan cepat kering. b. pakailah warna tinta yang sopan, jelas dan lazim. jika suratnya diketik maka yang harus diperhatikan adalah: a. jangan mempergunakan huruf mesin yang sudah kabur atau kurang jelas agar toidak terjadi salah kata. b. atur spasi secukupnya. jangan terlalu rapat atau terlalu renggang. c. pakailah pita hitam dan jangan yang merah. d. pakailah merah hanya untuk hal-hal yang penting. 5. cara melipat surat beberpa hal yang harus diperhatikan dalam melipoat surat antara lain: a. jangan terlalu banyak membuat lipatan b. sesuiakan lipatan kertas denan besarnya amplop surat. c. usahan agar penerima surat tidak kesulitan dalam membuka lipatan surat. d. jangan memasukkan sesuatu kedfalam surat karena hal itu bisa merusak tulisan. kecuali suratsurat untuk remaja, boleh membuat lipatan surat dengan seni lipat kreasi merek mereka sendiri. Diposkan oleh surat-menyurat di 19.13 Tidak ada komentar:

Senin, 14 April 2008
jenis- jenis surat 1. menurut kepentingan dan pengirimnya, surta dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. surat pribadi, yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu oarganisasi/instansi. kalau surat ini ditujukan kapada seseoranng separti kawan atau keluarga, maka format dan bahasa surat relatif lebih bebas. akan tetapi, bila surat itu ditujukan kepada pejabat atau organisasi/instansi seperti surat lamaran pekerjaan, ajuan kenaikan golongan, atau pengaduan, maka bentuk dan bahasa surat yang digunakan harus resmi. b. surta dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan adminiustrasi pemerintahan. c. surta niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. d. surta sosial, yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yanng bersifat nirlaba ( nonprofit). 2. menuirut isinya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. surat pemberitahuan b. surat keputusan. c. surta perintah. d. surat permintaan e. surat panggilan f. surat peringatan g. suirat perjanjian h. surat laporan i. surat pengantar

j. surat penawaran k. surat pemesanan l. surat undangan dan m. surat lamaran pekerjaan. 3. menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikkut : a. surat biasa, artinya, isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yangn dituju. b. surat konfidensial ( terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. c. surat rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. 4. berdaraskan banyaknya sasaran, surat dapat dikelompokkan menjadi surta biasa, surat edaran, dan surat pengumuman. 5. berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya, surat terbagi atas surat biasa, surat kilat, dan surat kilat khusus. 6. berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkatpos, telegram, teleks atau faksimile, serta memo dan nota. 7. berdasarkan ruang lingkupo sasarannya, surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. Diposkan oleh surat-menyurat di 17.13 11 komentar: hal- hal yang harus diperhatikan dalam surat- menyurat 1. pengirim surat, yaitu orang atau lembaga yang menyampaikan pesan lewat surat. 2. penerima surat, yaitu orang atau lembaga sasaran yang dikirimi surat. 3. pesan, yaitu surat berupa informasi gagasan atau perasaan pengirimnya. 4. saluran, yaitu surat itu sendiri yanng memuat pesan yang doformulasikan dalam ragam bahasa tulis dan disajikan dalam format surat yang sesuai dengan keperluan. Diposkan oleh surat-menyurat di 16.52 Tidak ada komentar: fungsi surat kelebihan lain dari surat adalah karena fungsinya sebagai berikut : 1. wakil pribadi, kelompok, atau suatu organusasi untuk berhadapan dengan pribadi, kelompok atau organisasi lai. 2. dasar atau pedoman untuk bekerja, misalnya surat keputusan dan surat tugas. 3. buku tertulis yang otentik hitam di atas putih yang memiliki kekuatan hukum atau yuridis, misalnya surat jual beli surat wakaf, atau pembagian warisan. 4. alat pengingat atau arsip jika sewaktu- waktu diperlukan serta 5. dokumen historis yang memiliki nilai kesejarahan, misalnya untuk menelusuri peristiwa penting masa lalu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->