P. 1
Gizi Seimbang Bagi Balita

Gizi Seimbang Bagi Balita

|Views: 55|Likes:
Published by Mahdian Rmqa

More info:

Published by: Mahdian Rmqa on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

GIZI PADA MASA BALITA

Dewi Komalawati, S.Gz Akademi Kebidanan Bhakti Husada Mulia Madiun

bahkan sampai 3 tahun.  Kebutuhan anak terhadap zat gizi meningkat karena anak mulai aktif melakukan gerakangerakan fisik.  Laju pertumbuhan berat badan mulai melambat. Contoh : pada usia 1 tahun BB = 3xBBL.Anak Balita : usia 1 – 5 tahun Tumbuh kembang balita  Pada masa balita terdapat usia yang sangat rawan yaitu usia 1 – 2 tahun.satu tahun kemudian BB tidak sampai mencapai 4 x BBL .

makanan masih dalam bentuk lunak.Makanan pada masa balita  ASI masih diberikan sampai usia 2 tahun  Pada usia 1 – 3 tahun. Jadwal makan menyesuaikan dengan anggota keluarga.  Susu masih merupakan makanan yang esensial  Sayuran tetap diperhatikan untuk dikonsumsi  Makanan selingan (snack) diberikan dengan porsi yang sedang agar tidak mengganggu makanan utama. .

25 – 35% dari lemak. suhu lingkungan. umur. Kebutuhan energi bisa dilihat dalam AKG.  Kebutuhan energi ini 50 – 60% dari KH. tergantung pada aktivitas tubuhnya.atau dihitung berdasarkan rumus. Penyediaan energi yang cukup membantu agar tidak terjadi pemecahan protein menjadi sumber energi.Prinsip Kecukupan Gizi Balita Energi  Kebutuhan energi ditentukan oleh metabolisme basal. aktivitas fisik. serta kesehatannya.  Kecukupan energi bisa berbeda pada anak dengan umur dan jenis kelamin yang sama. Anak yang aktif memerlukan energi yang lebih banyak dibanding sebayanya yang kurang aktif. 10 – 15 % dari protein. .

Mineral dan Vitamin  Mineral dan vitamin diperlukan dalam jumlah yang cukup agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan.Protein  Dalam persentase : 10 – 15%  Dalam gram : 1. karena diperlukan hemoglobin yang cukup banyak sedangkan pada usia yang sama nafsu makan anak pada umumnya menurun dan pola makan yang kurang mengandung zat besi . 1997). Pada usia 1 – 3 tahun resiko anemia defisiensi meningkat.0 g/kgBB (Poedjiadi.5 – 2.

diare. . kebiasaan makan yang kurang baik. muntah. serta vegetarian yang tidak makan daging.Suplementasi vitamin dan mineral  Sebenarnya tidak semua anak memerlukan suplementasi. Pada umumnya anak yang sehat memerlukan 1000 – 1500 ml tiap harinya. Dalam keadaan sakit misalnya infeksi dengan suhu tubuh yang tinggi. anak dengan anoreksia. Anak yang perlu suplementasi adalah anak yang beresiko : anak dari golongan sosial ekonomi yang kurang. Cairan  Cairan sangat penting dalam tubuh. susu atau olahannya. masukan cairan harus lebih tinggi untuk menghindari hal yang buruk.

Tujuan Pemberian Makan Pada Anak  Mencapai berat badan normal dan mempertahankannya  Mempertahankan status gizi dalam keadaan baik  Menyediakan zat gizi untuk menjamin tumbuh kembang dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi  Membina kebiasaan makan yang baik. . menumbuhkan pengetahuan tentang makan dan makanan yang baik pada anak.

Perhitungan DBW (Desirable Body Weight) dan Kebutuhan Energi Usia 1 – 6 thn :DBW =(Usia dalam tahun x 2) + 8 Usia 6 – 12 tahun : (usia dalam tahun x 7 – 5 ) : 2 Kebutuhan Energi bisa dilihat langsung pada AKG atau menggunakan rumus : Energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun) .

Pola Makan  Asupan makan pada usia ini mulai menurun. Perubahan pola makan ini dapat menyebabkan beberapa asupan zat gizi berkurang . Mulai usia 1 tahun biasanya anak kurang suka minum susu lagi. Sayuran juga jarang disukai. nafsu makan tidak sebaik waktu bayi. Anak mulai suka mengkonsumsi makanan jajanan termasuk permen dan kue.

Pengaruh Media Massa  .Faktor-faktor yang Mempengaruhi Asupan Makan  Pengaruh Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kebiasaan makan balita. sehingga harus dijaga agar makan adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Anak akan mencontoh dengan segera cara makan orang tua dan saudaranya yang lebih tua. Suasana makan juga juga sangat mempengaruhi nafsu makan anak. Sumbangan pengaruh faktor genetik dan lingkungan terhadap rasa suka dan tidak suka terhadap makanan belum diketahui besarnya.

 Pengaruh teman sebaya Kelompok teman sebaya menjadi penting dengan makin bertambahnya umur anak. penyakit  Pengaruh .Hal ini sering ditunjukkan anak dengan menolak makanan secara tiba-tiba. Mereka akan saling mempengaruhi termasuk dalam memilih makanan. padahal sebelumnya anak tidak mempunyai masalah dengan makanan tersebut.

Pada umur 1 tahun.CARA MEMBERIKAN MAKANAN Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian makan pada anak :  Perkembangan makan Pada masa balita. Anak mulai belajar berbagai ketrampilan. anak belajar makan dengan menggunakan jari. aktivitas anak mulai meningkat. Nafsu makan anak  . Demikian terus sampai anak bisa makan sendiri sekitar usia 6 tahun. Umur 2 tahun anak mulai dapat memegang cangkir dengan satu tangan dan makan dengan menggunakan sendok.

 Frekuensi makan dan jumlah makan  Keadaan yang dapat mempengaruhi nafsu makan Misal : makanan dalam keadaan panas makan dalam kondisi lelah  Makan bersama .

9% .3 % Cepat bosan dengan makanan ttt : 58 % Makan hanya dikulum saja : 45% Perkembangan makan tidak sesuai : 23.MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN GIZI  Penurunan nafsu makan Nafsu makan yang kurang dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan ketidakmampuan mengkonsumsi sejumlah makanan yang diperlukan secara alamiah dan wajar Keluhan nafsu makan kurang pada anak : Makan hanya sedikit : 85.3% Menolak makanan : 61.4% Suka jenis makanan ttt : 21% Tidak mau makan nasi : 15.

ikan dan kerang cenderung menetap. Sementara alergi karena kacang. Alergi makanan Alergi makanan lebih banyak dijumpai pada anak dibanding pada orang dewasa.Laju pertumbuhan BB sebaiknya dihentikan atau diperlambat dengan mengurangi makan sambil memperbanyak aktifitas/ olahraga. karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. kelebihan berat anak tidak boleh diturunkan. telur. Penentuan diagnosis alergi makanan tidak dapat dilakukan hanya dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik sekali datang. kedelai.Alergi yang dipicu oleh susu.   Anak yang tidak sehat tetapi juga tidak sakit Gizi lebih Berbeda dengan dewasa. Alergi bisa bersifat sementara atau menetap. dan tepung terigu dapat reda sendiri. .

dan asinan. Penyebabnya karena anak memang mengkonsumsi KH baik yang berasal dari makanan kecil.l : buah segar. permen tidak bergula. kacang. Karies Gigi Karies gigi banyak dijumpai pada balita. permen dan susu formula yang diberikan dengan dot dapat menyebabkan kerusakan pada gigi seri bagian atas. keju. air buah dan sayuran. sayuran segar. Upaya untuk mencegah karies yaitu menggosok gigi segera setelah makan dan tidak mengkonsumsi makanan yang lengket atau bergula. Makanan cemilan yang baik untuk gigi a. .

. Anemia defisiensi besi Keadaan ini terjadi karena kurangnya kandungan zat besi dalam makanan. dan konsumsi susu sebagian diganti dengan air jeruk yang kaya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. terutama pada anak yang terlalu banyak minum susu.Anak harus diberi dan dibiasakan menyantap makanan yang mengandung zat besi.

tetapi juga sebagai media komunikasi dan pendidikan bagi para ibu. karena KMS bukan sekedar alat bagi petugas kesehatan. bukan untuk menilai status gizi.Hasil pencatatan dalam KMS perlu dikomunikasikan dengan ibu balita atau pengasuhnya. . KMS berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan.Pemantauan Pertumbuhan  Pertumbuhan anak dapat diamati dengan menggunakan “Kartu Menuju Sehat” (KMS).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->