PENGOLAHAN AIR UNTUK KETEL UAP PIPA AIR (YOSHIMINE).

1.1. PENTINGNYA MENGONTROL KUALITAS AIR. Masalah –masalah yang disebabkan oleh air di dalam ketel uap dan peralatan bantu lainnya ialah : 1. Pembentukan kerak ketel karena air yang sifatnya keras. 2. Korosi pada bahan ketel uapnya oleh oksigen dan bahan korosif lainnya yang larut bersama air. 3. Turut sertanya air, busa dll, bersama uap karena meningkatnya konsentrasi dari bahan padat (total solid matter) dan silika di dalam air ketel, dsbnya. Terak yang menempel pada permukaan-permukaan penghantar panas mengganggu penghantaran panas yang dalam beberapa kasus, dapat mengakibatkan peledakan. Oleh karena itu, harus diperhatikan dengan seksama untuk mencegah bahaya yang dapat ditimbulkan oleh korosi juga kecelakaan-kecelakaan lain yang disebabkan oleh terak. Turut sertanya air, busa, kotoran di dalam ketel uap pada pipa-pipa pengering uap atau mesin-mesin (prime mover) penggerak awal mengakibatkan terbakarnya pipa pengering uap atau bertimbunnya bahan-bahan didalam mesin-mesin penggerak awal. Kontrol kualitas dari air pemasok dan air ketel harus dilakukan dengan cermat untuk mencegah kecelakaan dan masalah yang disebut di atas juga untuk meningkatkan effisiensi panas dan angka pembebanan tanpa memperhatikan ukuran ketel uapnya. Ini berarti dan dengan kata lain dinamakan juga sebagai kewajiban untuk melakukan inspeksi secara cermat dan pengawasan.

1.1.1. KOROSI UMUM PADA SUHU TINGGI. 2 H2O (air) = 2 H+ (ion hidrogen) + 2 OH- (ion hidroksida)

H2

Fe(OH)2 Fe (Logam ) Baja/besi

Film/lapisan Fe3O4

Bila oksigen hadir dalam keadaan bebas di dalam air, dan nilai PH cukup tinggi, lapisan film Fe3O4 menempel ketat pada pemukaan baja. Fe3O4 sedikit sekali larut ke dalam air dan menciptakan lapisan tahan karat pada bajanya. Pembentukannya terjadi sebagai berikut.

1

Fe(OH)2 dioksidasi. dan Si di dalam air pemasok membentuk terak yang keras yang mengundang masalah-masalah bagi ketel uapnya. Rumus Kimia Ca CO3 2 Kelarutan Suhu Suhu rendah tinggi 12. 1.1.1. BAHAN-BAHAN YANG MEMBUAT KEKERASAN PADA AIR PEMASOK (SUPPLY WATER) Ca.2. maka konsentrasi H+ di dalam air adalah tinggi.5 20 Garam Calcium carbonat . Untuk mencegah pembentuk terak Si. Bila oksigen hadir dalam air. kontrol kualitas air lengkap dapat dicapai. Peralatan pelunak air memakai kation Na sebagai resin pengubah dengan mengubah/menggantikan Ca dan Mg dengan Na. Fe(OH)2 + 2H+ Fe2+ + 2 H2O Fe(OH)2 meleleh dan berkurang dengan menghasilkan besi . Terak harus dihilangkan dengan mamakai alat-alat pelunak atau bahan pembersih ketel uap. Unsur-unsur pembentuk terak yang keras ini dirobah nenjadi melarut hingga tidak melekat pada dinding ketel uap. asam phosphorik. dsb. Fe(OH)2 dikombinasikanMembentuk untuk menghasilkan besi sebelum Fe3O4 dengan H+ lapisan pelindung terbentuk. 1. Namun Si. BERBAGAI KELARUTAN.Fe + 2 H2O Dapat larut Fe(OH}2 + H2 3 Fe (OH)2 Fe3O4 + 2 H2O + H2 Bila PH rendah.3. tidak dapat dengan mudah dihilangkan dengan kation Na sebagai resin pengubah. dan pengurasan (blowing) air ketel secara berkala. pemakaian air ketel yang alkalis dan penghilangan oksidasi (deoxsidasi) adalah penting bagi pengolahan airnya (water treathment) juga menghilangkan ion-ion kekerasan airnya. Dengan mencegah pembentukan terak dengan pengolahan air (treatment) secara internal dan external bagi ketel uapnya. memelihara standar kemurnian dari air ketel. Zat pembersih ketel uap dapat ditambahkan kepada air pemasok untuk merubah Si kedalam bentuk lempur lemak melalui pengaturan PH. 4 Fe(OH)2 + O2 + H2O 2 H2 + O2 Fe(OH)3 2 H2O Oleh karena itu. Mg. Hasilnya korosi.

2. ini adalah konsentrasi dari gas-gas lain dinyatakan dalam ml/ltr dengan mengubah gas yang larut dalam 1 ltr air kedalam isi (ml) pada keadaan standar (0oC. 1. tegasnya mg/ltr dan mg/kg harus dibedakan. karbon dioksida (CO2) dsb. 1. 1. mg equivalent dari suatu zat yang larut dalam 1 kg air (meg/kg). epm (= equivalents per million). 3 . DEFINISI ISTILAH. Nilai mg dari zat-zat yang dikandung dalam 1 kg air (mg/kg) dinyatakan dalam PPm. sejak diketahui bahwa berberat jenis rendah pada suhu tinggi.2. yaitu g equivalen dari suatu zat yang larut dalam 1 ton dinyatakan dalam epm. adalah gas yang dapat larut dalam air. Nitrogen (N2). “PPb” adalah per billion bagian (Parts per billion) dari berat.2.1.40 558000 310800 317000 315900 Dinyatakan sebagai berat (g) dari unhydrous compound yang larut. Oksigen (O2). 760 mm Hg). Konsentrasi zat-zat yang larut dalam air dinyatakan dengan mengubah menjadi PPm dari jumlah equivalen CaCO3.2. PPm (= Part per million). Untuk air bersuhu rendah (1 ltr kira-kira sama dengan 1 kg). Nilai g dari suatu zat dikandung oleh 1kg air (mg/kg dinyatakan dalam PPb). Calcium carbonat (CaCO3) diubah menjadi PPm.2. Bagaimanapun. 1.2.14 353000 176000 162000 263800 110 80 2432 61 9500 0. “PPm” sebagai mana dipakai dalam bidang pengolahan air dimaksudkan persejuta bagian (Parts per million) dari berat. Satuan-satuan konsentrasi gas yang larut dalam air.4. Konsentrasi gas ini dinyatakan dalam PPm (mg/kg). PPb (= Part per billion). 1.5. 1. Dalam kasus-kasus lain.1 2.2. mg/ltr kadang dipakai juga.3.Calcium bicarbonat Calcium hydroxide Calcium oxide Calcium phosphote Calcium sulfate Magnesium carbonat Magnesium Hydroxide Magnesium oxide Magnesium chloride Sodium carbonat Sodium sulfate Sodium chloride Ca (HCO3)2 Ca (OH)2 CaO Ca3 (PO4)2 Ca SO4 Mg CO3 Mg (OH)2 MgO Mg Cl Na2CO3 Na2 SO4 NaCl 1175 1650 1230 1424 2085 221000 9.

18 1.0 adalah sama dengan jumlah asam yang 4 .82 0.04 0.7. nilai pada 25oC dipakai sebagai standar.5 96.2.2.00 1.1 60. Bila sejumlah asam diperlukan untuk menetralisir satu liter air larutan basa dengan PH 9.cm ) Sejak nilai hantaran listrik bervariasi dengan suhu. Derajat P-ALKALINE dan M-ALKALINE.46 2. nilainya meningkat 2% setiap kenaikan suhu air 1oC.71 0.6.24 4.cm). dalam bidang ketel uap konsentrasi yang rendah dari ion yang larut dengan memakai µν/cm (1 millionth of ν/cm) adalah tepat. PH (Indeks ion hidrogen).log (H +) H Karena itu. Derajat P-ALKALINE.1 24. suatu nilai yang didapat dengan logaritme biasa dari kebalikan konsentrasi ion hidrogen. 1 x10 6 (µν/cm) = (Ω. dalam air netral PH = . 1. Dalam air ketel.3 23.1 Koefisien konversi CaCO3 A B 0.0 100.Nama zat Calcium Magnesium Sodium Calcium Carbonat Ion Chlorin Ion Sulfate Bicarbonate Silika Rumus kimia Ca2+ Mg2+ Na CaCO3 ClSO2HCO3 SiO2 Rumus molekular 40.22 1.41 1.10 0.log (10-7) = 7 PH = 7 : Netral PH > 7 : Alkalis PH < 7 : Asam ( ) 1. Hantaran (ν/cm) dinyatakan sebagai kebalikan tahanan (Ω.96 1.83 0.50 0.8 35.00 1.2. Konsentrasi ion hidrogen dinyatakan sebagai PH. Konduktivitas kelisrtikan (Electric Conductivity).40 2.8. 1 PH = log + = .20 Koefisien konversi PPm x A = CaCO3 PPm CaCO3 PPm x B = PPm 1. Dalam air murni atau air larutan ion hidrogen (H+) dan ion hidroksida (OH-) akan selalu ada.1 61.

1.1). 1.85 (CaCO3 PPm). Jumlah kekerasan (CaCO3) PPm = (Ca2+ PPm x 2.3.3. Untuk mengukur derajat alkaline. turut sertanya Derajat alkaline-M Ketel uap kotoran dalam uap. Kekerasan Jerman = (Ca2+ PPm x 0. Derajat alkaline bila diambil PH 4. derajat alkaline P dari larutan air asli adalah x mg = x ppm dengan konversi CaCO3.8 sebagai standar pengganti PH 9 disebut derajat alkaline-M. 1.2.9. Dewasa ini.14) x (Mg2+ PPm x 0. Pada skala kekerasan Jerman jumlah ion Calsium dan Magnesium di dalam air dirubah menjadi jumlah Calsium oksida yang sesuai.5) + (Mg2+ PPm x 4. Kekerasan Jerman (CaO mg/100 ml).dibutuhkan untuk menetralisir x mg CaCO3 secara lengkap. Bila ia equivalen dengan CaO dalam 100 ml air. secara luas dipakai CaCO3 PPm yang diubah karena untuk dipakai perlakuan penggantian ion dan yang ada hubungannya menjadi derajat alkaline. 1. Pokok-pokok analisis. KEKERASAN (HARDNESS). Konsentrasi-konsentrasi ion calsium dengan magnesium di dalam air dirobah menjadi Calsium Carbonat (CaCO3) dan dinyatakan dengan satuan PPm. Calcium Carbonat (CaCO3) PPm atau dengan kata lain PPm kekerasan. CaCO3 PPm Derajat alkaline-P Ketel uap 5 Korosi. turut sertanya . 1odH = 17. satuan 1 derajat (1o dH) kita pakai. hendaknya memakai asam pekat seperti HCl atau H2SO4. Hal-hal pokok Warna dan rupa Kekeruhan PH Tempat yang dipengaruhi Pelunak air Pelunak air Effek primer Kemunduran resin Pengubah ion Bagian dalam ketel Korosi oleh oksigen yang uap larut dalam air Korosi. Ini dinyatakan dalam x ppm (konversi CaCO3). ANALISA AIR. Derajat M-ALKALINE.23).

Korosi. Terak melekat. Besi (Fe) PPm penguap. 1.3. Zat-zat padat total berhubungan dengan jumlah total dari zat-zat yang terapung dan larut didalam air pemasok dan air ketel.3. Derajat kekeruhan diperiksa terhadap standar larutan. Turut sertanya kotoran Pipa pengering uap Silika (SiO2) dengan uap. Oksigen larut (O2) Semua sistim PPm Minyak dan gula Ketel uap Korosi. rupa dan kekeruhan. Derajatnya dinyatakan dalam bentuk yang disebut kekeruhan. Ion Phosphate (PO4) Ketel uap PPm Ion Sulfate PPm (SO3) Ketel uap Pembentukan terak keras dengan kombinasi Ca dan Mg.Pipa penurun (down Kekerasan sementara comer) ferrate CaCO3 PPm Kekerasan Carbonate Pipa generator CaCO3 PPm Ion Chlorida PPm Kekerasan tetap (Cl) Sistem pemasokan Korosi. awal. 6 . total Pipa pengering uap Terak menempel oleh turut mesin penggerak sertanya kotoran dalam uap. Zat-zat padat total. total Sistem pemasok air Pipa pemasok Kekerasan CaCO3 PPm Kekerasan non.CaCo3 PPm Zat-zat PPm padat kotoran dalam uap. ketel uap Pertakaran zat pembersihan ketel uap. 1. air.3.2. Nilai standar zat-zat padat total dari air ketel ditentukan terutama oleh pengontrolan kotoran yang turut serta dengan uap. Warna. Bagian dasar pipa Terak. lumpur.

3. ia dapat dihilangkan dengan pengendapan. Besi.9.8. Magnesium dsb. Silika (Silic Acid). Ini terutama hadir sebagai Calcium Carbonate [Ca(HCO3)2]. hampir tidak dapat dibersihkan atau dihilangkan. Magnesium Bicarbonat [Mg(HCO3)2] dsb. Perhatian yang ketat harus dilakukan pada konsentrasi ion sulfate.3. Ini membentuk terak yang keras dan tidak dikehendaki dengan kombinasi Calcium dan Magnesium yang terkandung dalam sisa-sisa unsur kekerasan terdapat di dalam air pemasok (supply water) yang telah melalui alat pelunak air (water softener).3. 1. Ini menunjukkan jumlah Chlorida dan Phosphate yang terkandung dalam air pemasok atau air ketel uapnya. saringan (filtering) atau ditiupkan udara (air blowing). Jumlah zat pembersih ketel uap yang dipakai ditentukan dengan mengukur konsentrasi ion Phosphate. Bila terdapat sisa (zat) besi di dalam air yang telah dibebaskan dari zat besi. Kalau ini dapat dihilangkan dengan cara merebus pengendapan. Bila kadar besi tinggi. Ini adalah salah satu pembentuk terak.3. 1.3.3. Bila ia melekat dalam bentuk terak. 7 .1. Zat besi terdapat dalam air ketel baik dalam bentuk ion-ion yang larut maupun besi colloidal.7. ia akan menempel secara bertahap pada resin pengubah ion dari alat pelunak airnya dan mencampuri fungsi pelemakannya. 1. Nitrat dan Calcium Chlorida atau Calcium. Kekerasan Carbonate. Konsentrasi ion Chlorida dipakai sebagai penunjuk untuk menentukan jumlah buangan dan jumlah pengurasan (blowing amount and blow down amount). Kalau ini tak dapat dihilangkan dengan merebus. ia harus dijaga oleh suatu limit. Pengolahan (treatment) silica adalah sukar.5. 1.4. Kekerasan Non-Carbonate. 1. Biasanya Phosphate akan terlihat hanya dalam air ketel uap yang memakai zat pembersih ketel uap (boiler cleaning agent).6. Ion Sulfate. Kalau ion-ion Chlorida dan Phosphate menentukan sebagai faktorfaktor korosi. kekerasan non-Carbonate disebut kekerasan tetap. kekerasan Carbonate disebut “kekerasan sementara”. Umumnya ia dapat dibersihkan dengan merendamnya dalam larutan atau dalam keadaan colloid dan dikuras (blowing). Ini terutama terdiri dari Sulfat. Ion Chlorida dan Ion Phosphate.

Meskipun.3. Kontaminasi air pemasok oleh minyak (jats) dan gula menyebabkan turut sertanya zat kontaminan ke dalam uap (carry over). Bila sejumlah besar bulir-bulir atau pancaran air terbawa disebut terjadi “persugian” (priming) (atau penguapan gabungan udara dan air). Air yang alkalis menjamin bahwa ion-ion Fe2+ akan bereaksi dengan ion-ion OH. Kalau terjadi silika ikut serta dengan uap. 8 .4. kadar silika di dalam air pemasok (Supply water harus dibuat serendah mungkin). 1.11. jumlah zat-zat padat di dalam air ketel harus dipelihara dalam batas-batas dibawah limit. ia tidak dapat dihilangkan mempergunakan cara pemisahan dengan air dan udara air (by water air – water separation). Lakukan segera pengurasan secara terus menerus (continous) atau berkala untuk membuang kotoran-kotoran. Jadi ionisasi besinya terkendali (controlled). Karena itu air dengan kadar oksigen larut yang tinggi harus diolah (treated) dengan menggunakan alat pembebas gas atau dengan zat ‘de oksigenasi.10. Dapat juga dikontrol dengan pengurasan (blowing) air ketelnya. Tambahan pula air ketelnya harus dijaga tetap bersifat alkalis. 1. Penggelembungan (bubbling) disebut “pembuihan” (foaming) dan dibedakan dari “persugihan”. KEIKUTSERTAAN KOTORAN DALAM UAP (CARRY OVER) Keikut sertaan kotoran dalam uap dari ketel uap terjadi berhubung zat-zat yang larut atau suspended di dalam air ketelnya atau kadar air yang terbawa aliran uap keluar dari ketel uap.Oleh karena itu resinnya harus dicuci (acid washed) atau diganti secara berkala. 1.untuk membentuk Fe(OH)2. Hidrogen yang dihasilkan dengan melalui reaksi elektrokimia antara besi dan air membentuk film pelindung. Oleh karena itu. Minyak dan Gula. tahan korosi pada permukaan baja dan ditaruh di dalam air. film atau lapisan hidrogen yang terbentuk bereaksi dengannya untuk menghasilkan senyawa air. yang dalam larutan alkalis berreaksi dengan O2 untuk membentuk salut atau lapisan pelindung Fe3O4. Untuk mencegah ikut sertanya kotoran dalam uap. Oksigen Larut. Permukaan besinya menjadi terpapar lagi terhadap air dan ionisasi besinya dimulai lagi dengan akibat terjadi korosi.3. bila terdapat oksigen larut dalam air.

betapapun ada juga perkecualian) Persamaan (equation) yang menyatakan perubahan-perubahan kimia desebut persamaan kimia. dua atom hidrogen (H) membentuk satu melekul hidrogen (H2). Unsur kimia yang terkecil yang terdapat adalah disebut atom. 2H2 + O2 = 2H2O Mono-valensi x 2 Di-valensi x 1 (catatan. a. dua atom oksigen (O) membentuk satu molekul oksigen (O2). radical mempunyai valensi yaitu : NaOH . kebutuhan tentang pengetahuan kimia ini agak terbatas.1 Valensi x 2 + . seperti mono-valensi. satu atom di-valensi dengan dua atom mono-valensi.2 Valensi x 1 9 . Atom-atom mempunyai kapasitas untuk mengkoordinasikan diri/bersenyawa yang disebut valensi.1. Perubahan kimia bila membakar carbon (4-valensi) untuk membentuk carbon-dioksida dengan bersenyawa dengan oksigen (di-valensi) dinyatakan sbb : C + O2 = CO2 4-valensi x 1 2-valensi x 2 Nomor kecil di bawah samping kanan simbol atom menunjukkan nomor atom atau jumlah atomnya.1 Valensi x 3 + .1 Valensi x 6 + . dsb. HAL-HAL YANG PERLU TENTANG KIMIA. Dengan cara yang sama. Bila beberapa atom membentuk kelompok sama dengan molekuldisebut “Radical”.5. misalnya : OH Hidroksida Radical (1-valensi) SO2 Asam Sulfuric Radical (2-valensi) CO3 Asam Carbonic (3-valensi) PO4 Asam Phosphoric (4-valensi) Sebagai diperlihatkan.3 Valensi x 1 Na2SO4 . Persenyawaan dalam molekul diperankan oleh valensi yang sama (equivalent).6 Valensi x 1 CaCO3 + 2 Valensi x 1 + . Umpamanya air dibentuk oleh persenyawaan atau pasangan dua atom hidrogen (mono-valensi) dengan satu atom oksigen (di-valensi). tri-valensi. Kelompokkelompok atom yang bersenyawa disebut molekul-molekul.1 Valensi x 1 + + 1 Valensi x 1 Na2CO3 + 1 Valensi x 2 + .2 Valensi x 1 Na3PO4 .2 Valensi x 1 Na6P4O13 . Sejauh yang menyangkut bidang pengolahan air.l. Misalnya. Mengutamakan pada perubahan tentang zat-zat pembersih ketel uap yang dibutuhkan terutama tentang ilmu kimianya telah dijelaskan. di-valensi. Rumus-rumus kimia dan persamaan-persamaannya tidak terbiasa bagi ahliahli mesin.

5 ppm Tahan mendekati 0 Lemak (fat) Tahan mendekati 0 Gula PH (25oC) Kekerasan (CaCO3) ppm Besi Total (Fe) ppm Tekanan Ketel Uap 10 – 20 K >7 Total < 2 Tekanan Ketel Uap 30 – 50 K 8.Berat atom dan Valensi Nama Atom Simbol Atom Berat Atom 16 O Oksigen 1 H Hidrogen 14 N Nitrogen 12 C Karbon 32 S Sulphur 31 P Fosfor 23 Na Sodium/Natrium 40 Ca Calcium 24 Mg Magnesium 28 Si Silicon 56 Fe Besi/Ferrum 35 Cl Khlor Valensi 2 1 3 4 4 8 1 2 2 4 3 1 Dari tabel di atas.6.1 Hal Tahan serendah mungkin Oksigen larut (O2) < 0. 1 g berat molekuler Na2SO4 adalah : 142 g 1. Standar Kualitas Air : Standard kualitas air untuk ketel uap pipa air Yoshimine adalah sebagai berikut : 6.6. berat molekul dapat dihitung bila rumus kimianya diketahui (misal Na2SO4).03 Tahan mendekati 0 Tahan mendekati 0 Tahan mendekati 0 Tahan mendekati 0 10 .0 – 9.1 Nilai Standard Kualitas Air Pengisi (Feed Water) : Nilai Standard Tekanan Ketel Uap 20 – 30 K >7 <2 Tahan mungkin < 0. Na2 S O4 = 23 x 2 = 32 x 1 = 16 x 4 = = = = 56 32 64 142 untuk itu.0 Tahan mendekati 0 serendah serendah Tahan mungkin < 0.

6. Fungsi bahan yang dipakai untuk pengolahan sisi dalam ketel uap Nama Bahan Rumus Molekul Fungsi NaOH Natrium Hidroksida PH.3 PH (25 C) Derajat M-Alkaline < 600 (CaCO3) ppm Derajat P-Alkaline < 400 (CaCO3) ppm Zat-zat padat total < 2000 Ion Chlorida (CO) < 300 ppm Ion Phosphate (PO4) 20 – 40 ppm < 70 Silika (SiO2) ppm Ion Sulfate (SO3) 10 – 20 ppm Hal Tekanan Ketel Uap 30 – 50 K 10. Pemakaian pembersih yang tepat dan benar tergantung pada kualitas air yang disarankan.2.0 < 150 < 120 < 700 < 100 20 – 40 < 50 10 – 20 Tekanan Ketel Uap 10 – 20 K o 10. Umumnya bahan yang mengubah terak membentuk kekerasan yang dikandung dalam lumpur yang larut oleh reaksi kimia adalah untuk mencegah agar pelekatannya pada dinding sisi dalam dari ketel uap disebut “pembersih ketel uap”. pengatur alkaline (mengatur Na2CO3 Natrium Karbonat PH atau derajat alkaline air Na3PO4 Tri Natrium Phospat pemasok dan air ketel.8 – 11.6.7. Tabel berikut ini menunjukkan pembersih ketel uap yang representatif untuk dipakai dalam ketel uap.1 Bahan kimia yang dipakai untuk pengolahan ketel uap dan fungsinya. Nilai Standard Kualitas Air Pengisi (Feed Water) : Nilai Standard Tekanan Ketel Uap 20 – 30 K 10.5 – 11. mencegah NaH2PO4 Mono Natrium Phospat melekatnya terak dan korosi pada Natrium Hexa Metha Phosphate Na6P6O16 ketel uap) H3PO4 Asam Phosporic NH3 Ammonia 11 .0 < 100 < 70 < 500 Tahan mendekati 0 10 – 30 < 40 5 – 10 6.7. Pembersih ketel uap yang terdapat di pasaran terdiri dari dua atau lebih ramuan. Menentukan jumlah bahan kimia yang diinjeksikan : 6.5 – 11. sehubungan dengan instruksi pembuat bahan pembersih.

6. Kimiawi : Natrium Phosphate (Na3PO4) b.Natrium Hidroksida Natrium Karbonate Tri Natrium Phospat Di Natrium Phospat Natrium Hexa Metha Phosphate Natrium Tetra Phospat Tanin Lignin Starch Ekstrak dari Seeweed Senyawa Organik Polimer Sintetik Natrium Sulfite Natrium Bisulfite Hydrazine Tannin Natrium Nitrate Natrium Phosphate Tannin Lignin Poliamida dari asam lemak tinggi NaOH Na2CO3 Na3PO4 Na2HPO4 Na6P6O16 Na6P4O13 (C6H10O5)n Na2SO3 NaHSO3 N2H4 NaNO3 Pelunak (untuk mengubah kandungan kekerasan air ketel uapnya menjadi endapan yang tak dapat larut.. Jumlah yang dituangkan : Jumlah awal yang dituang (gr) = Kapasitas air ketel (ton) x 90 (gr/ton) Jumlah tambahan untuk dituangkan (gr/hari) = Jumlah seluruh air yang dipasok (ton/hari) x Oksigen tertinggal didalam air pengisi (O2) ppm x 16 (gr/ton) x 24 (jam). a. Jumlah bahan kimia dituangkan atas dasar bahwa kekerasan (CaCO3) dari air pemasok ketel uapnya ada dibawah 2 ppm : Jumlah awal yang dituangkan (gr) = Kapasitas air ketel (ton) x 75 (gr/Ton). 12 .7. dengan maksud mencegah penempelan terak) Pengatur lumpur (lumpur di dalam ketel uap yang menyebar dan melayang-layang dengan reaksi kimia atau fisis untuk membuang lumpurnya melalui pengurasan secara mudah jadi mencegah pelekatan terak) Mengurangi oksigen (secara kimiawi menghilangkan oksigen larut di dalam air pemasok untuk mencegah korosi) Mencegah kerapuhan Caustic (caustic brittleness) Mencegah gelembung-gelembung. yaitu lumpur. bila nilai buangan yang dipakai kembali adalah 35 % (drain recovery). Kimiawi : Natrium Sulfite (Na2SO3) b. Bahan pembersih ketel uap (Detergent) : Mencegah penimbunan terak dengan menahan kadar ion asam phosporik (PO4) dari air ketel uap dan nilai PH pada harga menurut spesifikasinya. a.3. Jumlah tambahan yang dituangkan (gr/hari) = Jumlah seluruh air pemasok (ton/jam) x 4 (gr/ton) x 24 (jam). 6. Bahan deoksidasi : Ini menghilangkan oksigen yang larut di dalam air pengisi ketel uap dan mencegah korosi.2.7.

1.4 ppm pada 32oC dengan air yang sudah diolah dan 0.1 ppm dengan air yang telah dibebaskan dari udara (deaerated water). Lalu injeksikan bahan yang telah dicairkan seluruhnya kedalam ketel uap memakai pompa bahan kimia (sisi tekanan tinggi) sementara mengisi air ke dalam ketel uap.8. Bahan pembersih ketel uap : Dasar jumlah injeksi : Cairkan dan larutkan bahan pembersih ketel uap dengan memakai air buangan (drain water) atau air yang lunak (soft water) sampai pengisian tanki bahan kimia (sisi yang bertekanan tinggi). 13 . • Jumlah tambahan yang dituangkan = Jumlah total air pemasok (ton/jam) x 3 (gr/ton) x nilai buangan yang dipakai kembali (%) x 1/100 x 24 (jam). Kimiawi : Morphorine (C4H9N2O). b.8. Jumlah yang dituangkan : • Disini tidak diperlukan jumlah awal yang dituangkan sebagai air yang telah diolah untuk mengisi ketel uap. Inhibitor Korosi untuk Air Kondensate : Ini memelihara nilai PH air kondensat pada 8 – 9 dan menetralisir karbon dioksida (CO2) untuk mencegah korosi pipa air kondensat. Oleh karena itu aturlah jumlah bahan kimia yang diinjeksikan dengan penegasan PH dari air buangan didalam operasi aktual. Cara Injeksi bahan kimia cair : 6.7.Catatan : Oksigen yang tertinggal (O2) didalam air pengisi adalah 7. Catatan : Jumlah bahan kimia yang diinjeksi adalah harga atas dasar pengalaman. 6. a.4. 6.

14 .