BUDAYA DEMOKRASI

A. Pengertian dan Prinsip-Prinsip Budaya Demokrasi 1. Pengetian Budaya Demokrasi Sanskerta, buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, yang berarti akal atau budi. Budaya atau kebudayaan yang dihasilkan menusia dapat berbentuk sebagai berikut : a. Wujud ideal, seperti ide-ide, gagasan – gagasan, nilai – nilai, norma – norma, peraturan – peraturan yang bersifat ideal dan abstrak. b. Wujud kegiatan, seperti aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Misalnya, budaya demokrasi. c. Wujud material, seperti benda – benda atau alat – alat yang diciptakan manusia untuk kemudahan dan kelangsungan hidupnya. Demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan cratein yang berarti memerintah. Demokrasi adalah suatu negara yang dipimpin atau kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Demokrasi bangkit kembali dengan pertimbangan sebagai berikut : Perasaan tidak senang dengan oligarki, pemerintah, segolongan kecil rakyat yang senantiasa bertindak menurut kemauannya. Pengaruh aliran politik dan sosial yang menghendaki persamaan. Perkembangan beberapa teori yang menghendaki perlu dan baiknya demokrasi. Ditinjau dari istilahnya, beberapa ilmuwan memberikan pengertian demokrasi seperti berikut : C.F Strong berpendapat bahwa demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan pada mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik yang ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirnya mempertanggung jawabkan tindakan kepada mayoritas. Joseph A. Schmeter berpendapat bahwa demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mancapai keputusan politik ketika individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. Sidney Hook berpendapat bahwa demokrasi adalah bentuk pemerintah ketika keputusankeputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa. Philippe C. Schmitter dan Terry Lynn Karl berpendapat bahwa demokrasi sebagai suatu sistem pemerintah ketika pemerintah dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh warga negara, yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerja sama dengan para wakil mereka yang telah terpilih.

a. b. c.

a.

b.

c.

d.

Dahl berpendapat bahwa terdapat tujuh prinsip yang harus ada dalam sistem demokrasi yaitu kontrol atas keputusan presiden. Keterlibatan Warga Negara dalam Pembentukan Keputusan Politik Dalam pembentukan keputusan politik. persamaan di hadapan hukum. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Beberapa prinsip demokrasi yang berlaku secara universal a. Tingkat Persamaan (Kesetaraan) di antara warga Negara Dengan prinsip persamaan. 2. c. hak memilih. kebebasan mengakses informasi. b. kebebasan. b. . pemilihan yang teliti dan jujur. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak Pemilihan umum yang bebas Kebebasan umum untuk menyatakan pendapat Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroprasi Pendidikan kewarganegaraan a. persamaan ekonomi. Perlindungan konstitusional. Masykuri Abdillah berpendapat bahwa prinsip – prinsip demokrasi terdiri atas prinsip persamaan. dan pluralisme. kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman. Robert A. hak dipilih. dan kebebasan berserikat. pemilihan umum dipercaya sebagai salah satu istrumen penting guna memungkinkan berlangsungnya suatu proses pembentukan pemerintahan yang baik (demokratis). Prinsip-Prinsip Budaya Demokrasi Prinsip – prinsip demokrasi yang telah diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi suatu budaya demokrasi. pemerintah berbeda di bawah kontrol nyata masyarakat. seorang pakar ilmu politik berpendapat bahwa prinsip – prinsip budaya demokrasi sebagai berikut. dalam arti bahwa konstitusi selain menjamin hak – hak individu. Franz Magnis-Suseno berpendapat bahwa prinsip – prinsip budaya demokrasi terdiri atas negara hukum. Miriam Budiardjo. dan persamaan sosial atau persamaan hak. d. harus menentukan pula prosedur untuk memperoleh perlindungan atas hak – hak yang menjamin. kebebasan. prinsip mayoritas. pemilihan umum yang bebas. Pada umumnya tingkat persamaan yang dituju antara lain persamaan politik. Dalam pelaksanaan prinsip ini. rakyat atau warga negara selalu dilibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung. dan peraturan. setiap orang dianggap sama. tanpa dibeda – bedakan dan memperoleh akses serta kesempatan sama untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensinya.Budaya demokrasi adalah kemampuan manusia yang berupa sikap dan kegiatan yang mencerminkan nilai – nilai demokrasi seperti menghargai persamaan. persamaan kesempatan. dan adanya jaminan terdahadap hak – hak demokratis.

d.c. 2. Supremasi Hukum Prinsip supremasi hukum adalah semua masalah diselesaikan dengan hukum sebagai pedoman tertinggi. Artinya. Pada saat itu. Kebebasan dianggap sebagai sarana mencapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari pengusaha. kesetaraan di depan hukum dan pemerintah. Penguasa maupun warga negara harus mengedepankan hukum. kebinekaan itu justru dikesampingkan dan lebih diutamakan sifat kesamaan bagi seluruh masyarakat sehingga tercipta struktur pemerintah yang sentralistik dan biokratik. agama. ekspresi kebudayaan. Pemilu Berkala Pemilu merupakan salah satu instrumen penting guna memungkinkan berlangsungnya suatu proses pembentukan pemerintah yang baik (demokratis). yang memang merupakan ciri uatama masyarakat indonesia. Hal ini justru menimbulkan disintegrasi bangsa karena dengan pemaksaan kesamaan justru perbedaan yang ada. Dengan demikian. Dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pemilu mencerminkan adanya sistem budaya demokrasi. dan dak pribadi). yang menjadi ibu kota pertama pemerintah muslim. Kurang diperhatikan sehingga mematikan inisiatif serta kebebasan berfikir masyarakat daerah. Hal ini menyebabkan kredibilitas pemerintah semakin turun karena tidak mampu mengatasi permasalahan yang beraneka raga. Ciri-Ciri Masyarakat Mandani 1. Demokrasi adalah sitem politik yang melindungi kebebasan warganya sekaligus memberi tugas kepada pemerintah untuk menjamin kebasan tersebut : Contoh kebebasan warga negara yang diakui oleh negara seperti berikut 1) Kebebasan untuk menyatakan pendapat. Kebebasan atau Kemerdekaan yang Diakui dan Dipakai warga Negara Kebebasan dan persamaan adalah fondasi. budaya. Ciri-Ciri Masyarakat Madani . tanpa kecuali. berkumpul atau berkelompok. Pengertian Masyarakat Madani adalah masyarakat uang anggotanya terdiri atas berbagai kelompok mayarakat berbeda etnis. keadilan dan ketaatan terhadap hukum merupakan salah satu syarat mendasar bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis. B. demokrasi. e. dan berserikat 2) Kebebasan yang menyangkut hak-hak asasi manusia (seperti hak politik. Kata madani sendiri berasal dari Madinah. ekonomi. negara rentan terhadap disintegrasi bangsa yang berwujud konflik antar kelompok masyarakat si berbagai daerah. penguasa dan rakyat pemerintah mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum. Dalam era pembangunan sebelumnya. serta dapat hidup dan bekerja secara damai. Munculnya masyarakat madani di indonesia merupakan akibat meluasnya krisis sejak pertengahan tahun 1997.

Kemandirian yang tinggi terhadap negara Berkaitan dengan ciri di atas. juga tidak tergantung pada lembaga-lembaga atau organisasi lain.a. tempat kelompok masyarakat yang ada saling hidup berdampingan. tetapi bilaman terjadi juga. Setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi. d. Bagi mereka. baik oleh anggota masyarakat maupun oleh pemerintah. Inilah negara yang berkedaulatan rakyat. seperti berikut : Kebinekaan masyarakat. dan bernegara di mana hak-hak warga negara diakui dan dilindungi. ciri-ciri utama masyarakat madani perlu terus diperhatikan. b. hukum akan diberlakukan kepada pelukunya. baik oleh warga negara maupun aparat pemerintah sehingga tindakan-tindakan tercela tidak dilakukan. Dr. secara sukarela membentuk suatu kehidupan bersama dan oleh sebeb itu mempunyai komitmen bersama yang sangat besar untuk mewujudkan cita-cita bersama. saling menghargai dan dapat hidup dengan damai. b.temurun. baik oleh aparat maupun masyarakat sendiri. tolong menolong. d. a.S Hikam sebagai berikut : Kesukarelaan Kesukarelaan artinya suatu masyarakat madani bukanlah suatu masyarakat paksaan atau karena indoktrinasi. hukum sebagai prantara pengatur kehidupan masyarakat guna menyelenggarakan kepastian hukum dan keadilan perlu dijunjung tinggi. berbangsa. siapa pun dia. Terselenggaranya kehidupan yang demokratis baik dalam kehidupan bermasyarakat. Kita juga dapat melihat . yang percaya kepada kemampuan sendiri untuk berdiri sendiri bahkan untuk membantu sesama yang lain yang kekurangan. Untuk mewujudkan suasana tenteram dalam kehidupan masyarakat. Keswasembadaan Keswamasebadaan yang sukarela untuk hidup bersama tentunya tidak akan menggantungakan kehidupan kepada orang lain. Keanggotaan yang penuh percaya diri tersebut adalah anggota yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan terhadap masyarakat. negara adalah kesepakatan bersama sehingga tanggung jawab yang lahir dari kesepakatan tersebut adalah juga tuntutan dan tanggung jawab dari tiap-tiap anggota. e. Bentuk nyata masyarakat madani secara sederhana dapat kita lihat dengan perkembangan budaya gotong royong di berbagai daerah di indonesia secara turun. Bahwa untuk memelihara tata peraturan dalam masyarakat. hak-hak warga negara perlu diakui dan dilindungi. para anggota masyarakat madani adalah manusia-manusia yang percaya diri sehingga tidak tergantung kepada perintah orang lain termasuk negara. A. Untuk mewujudkan ciri-ciri masyarakat etika dan moral yang tinggi. baik oleh pemerintah maupun warga masyarakat. c. Ciri pokok masyarakat madani di indonesia menurut Prof. Sebagai upaya membangun masyarakat madani di indonesia. c. Keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama Hal ini berarti suatu masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berdasarkan hukum dan bukan negara kekuasaan. Masyarakat tidak tergantung pada negara. keanggotaan masyarakat madani adalah keanggotaan dari pribadi yang bebas.

Indonesia mejalankan sistem demokrasi perlemeter sebagai berikut : Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh kabinet atau dewan mentri yang dipimpin oleh seseorang perdana menteri kabinet dibentuk dan bertanggung jawabkan kepada DPR Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR yang dibentuk melalui pemilu multi partai. Selama masa berlakunya konstitusi RIS UUD 45 1950. a. Demokrasi era orde lama Demokrasi Parlementer Demokrasi Parlementer berlangsung pada masa RIS dan masa berlakunya UUD 45 1950. Kabinet Burhanudin harapan dari Masyumi (12 Agustus 1955 – 14 Maret 1957) Kabinet Ali III (20 Maret 1955 – 14 Maret 1957) kabinet koalisi PNI. NU sedangkan Masyumi menjadi opsisi. Partai politik yang mengusasi mayoritas kursi DPR membntuk kabinet yang menguasai mayoritas kursi DPR mebentuk kabinet sebagai penyelengara pemerintah nagara Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh badan negara pengadilan yang benar. DPR dapat mengajukan mosi tidak percaya Peristiwa jatuh bengunnya kabinet dapat dilihat dalam uraian sebagi berikut : Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951) sebagai kabinet pertama yang memerintah pada masa demokrasi liberal. Masyumi dan NU Kabinet Juanda (9 April 1957) merupakan zaken kabinet. kabinet ini didukung oelh PNI. Mereka juga telah mampu mengembangkan budaya kebebasan berpendapat. Natsir berasal dari masyumi Kabinet Soekiman – Soewiryo (27 April 1951 – 3 April 1952) kabinet ini dipimpin oleh Soekiman Masyumi Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 3 Juni 1953) kabinet ini merintis sistem zaken kabinet yaitu kabinet yang dibentuk terdiri atas para ahli di bidangnya masing-masing Kabinet Ali Sastroamidjojo (31 Juli 1953 – 12 Agustus 1955) sebagai kebinet terakhir sebelum pemilihan umum. menghormati perbedaan. Pelaksanaan Demokrasi di indonesia 1. a) b) c) d) e) f) g) a) b) c) d) e) f) g) b.contoh masyarakat yang mampu mengembangkan musyawarah dan toleransi berdasarkan nilainilai tradisional. bukan kepala pemerintah. Presiden hanya berperan sebagai kepala negara. Jika DPR menilai kinerja menteri atau beberapa menteri serta kabinet kurang atau bahkan tidak baik. Demokrasi Terpimpin . dan menghargai keberagaman. Kepala pemerintah dijabat oleh perdana menteri Jika kabinet bubar. C. presiden akan menunjuk formatur kabinet untuk menyusun kabinet baru Jika DPR mengajukan mosi tidak percaya lagi kepada kabinet yang baru itu. DPR dibubarkan dan diadakan pemilu.

Prosedur pembentukan DPR-GR dan MPRS tidak pemilu. dan jabatan – jabatan politik lain sangat tergantung dan dikendalikan lembaga kepresidenan. 2. Menetapkan pembuatan konstituante b. Kekuasaan tersentralisasi di tangan Presiden dan secara signifikan diimbangi peran PKI dan Angkatan Darat. Pengangkatan Presiden seumur hidup sampai membantuk lambaga. Demokrasi pada Era Orde Baru Afan Gaffar. b) Adanya ketidakmampuan konstituante untuk menyelesaikan masalah . Terjadinya pembubaran DPR hasil pemiliu oleh Presiden karena DPR menolak RAPBN tahun 1960.lembaga yang bertentangan dengan UUD 1945. 2. khususnya sila ketiga dan keempat tentang persatuan indonesia dan permusyawaratan yang dilandasi nilai hikmah kebijaksaan. Pembentukan MPRS dfan DPAS dalam waktu singkat. selaku pemimpin Orde Baru. Bahkan Presiden Suharto mampu mempertahankan kepemimpinannya selama 7 periode (1968 – 1998) sebelum menyatakan sendiri untuk berhenti. Camat dan Kepala Desa. Badan Pemeriksaan Keuangan.Ketidak cocokan sistem demokrasi perlementer dengan sistem politik indonesia adalah sebagai berikut : a) Sistem Demokrasi Parlementer (liberal) bertentangan dengan nilai dasar pancasila. seorang ilmuwan politik. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945. . MPR harus berfungsi sebagai lembaga tertinggi negara yang memilih dan mengangkat Presiden. Dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin terjadi banyak penyimpangan – penyimpangan tersebut sebagai berikut : 1. menyebutkan beberapa indikator yang merupakan bukti bahwa demokrasi pada masa pemerintahan orde baru tidak berjalan dengan baik. tetapi anggota – anggotanya diangkat oleh Presiden dengan penetapan Presiden yang tidak dikenal dalam peraturan perundangan – undangan (Penpres No. Beberapa indikator tersebut adalah : 1) Pergantian kekuasaan tidak pernah terjadi kecuali pada pejabat – pejabat tingkat rendah. Bupati. Konflik – konflik yang berkepanjangan ini sangat tidak menguntungkan bagi negara Indonesia. 3. 2 tahun 1959) dan berkedudukan dibawah Presiden. sedangkan sistem pemerintahannya adalah demokrasi. 4. Dekrit Presiden memuat ketentuan pokok sebagai berikut : a.masalah kenegaraan. Kekuasaan tetap berada ditangan Presiden Suharto. bentuk negara Indonesia adalah negara Kesatuan. Menetapkan UUD 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia c. Bentuk pemerintahannya Republik. seperti Mahkamah Agung. 2) Rekrutmen politik / Presiden pengisian pengisian jabatan – jabatan dalam politik yang tertutup. Dewan Pertimbangan Agung. seperti Gubernur. khususnya tentang pengambilan keputusan mengenai UUD 1945.

lembaga pers akan dicabut SIUPPnya.3) Adanya pemilihan umum masa Orde Baru yang tidak jujur dan adil. Pada masa Orde Baru kurang menegakkan demokrasi. Kekuasaan eksekutif yang terpusat dan tertutup dibawah kontrol lembaga kepresidenan mengakibatkan krisis struktural dan sistematik. Misalnya pasal 7 tentang masa jabatan Presiden yang tidak ada ketentuan tegas tentang berapa kali Presiden dapat menjabat. b. dan nepotisme pada masa lalu adalah salah satu akibat dari keterpusatan dan ketertutupan kekuasaan. d. indikator kearah terwujudnya kehidupan demokratis di Indonesia tampak dalam beberapa hal berikut : . Demokrasi pada Era Reformasi Gagasan reformasi konstitusi di dasarkan pada argumen – argumen sebagai berikut : Dalam UUD 1945 tidak memuat secara tegar dan ketat prinsip – prinsip pembatasan kekuasaan yang mengandung pemencaran kekuasaan yang disebut Check and Balance sehingga mudah diselewengkan oleh pemerintah. Kebebasan pers dibatasi dengan adanya Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). belum ada Undang – undang yang secara khusus mengatur tentang HAM. b. 4) Jaminan terhadap hak – hak dasar warga negara masih sangat terbatas. Selain itu. Akhirnya. Reformasi Sistem Yang menyangkut perumusan kembali falsafah kerangka dasar. Pengembangan Kultur / Budaya politik yang lebih demokratif Pada era reformasi ini. Dengan demikian. a. c. Proses partisipasi budaya politik dalam sistem politik nasional tidak berjalan sebagaimana mestinya. UUD 1945 memberikan peluang yang besar bagi pemerintah untuk melakukan manipulasi dan mengambil pembenaran formal. langkah yang harus dilakukan dalam transisi Indonesia menuju demokrasi sekurang – kurangnya mencakup 3 bidang besar sebagai berikut : a. Menurut Azyumardi Azra. UUD 1945 yang ada sejak kemerdekaan Indonesia hingga berakhirnya Orde Baru belum membicarakan tentang Hak Asasi Manusia (HAM). tepatnya penguasa bidak eksekutif. Reformasi Kelembagaan Yang menyangkut pengembangan dan pemberdayaan lembaga – lembaga politik. UUD 1945 terlalu longgar menyerahkan hal – hal yang sangat penting kepada lembaga legislatif untuk diatur dalam undang – undang. kolusi. c. Adanya pasal – pasal UUD 1945 yang multitafsir. pemerintahan Orde Baru cenderung menuju pemerintahan yang sentralistik (berpusat kepada penguasa). pemilu yang dilaksanakan selama 6 x masih jauh dari semangat demokrasi. 3. Terjadinya praktik – praktik korupsi. Jika terdapat pemberitaan yang di anggap menganggu /menyimpang dari keinginan pemerintah. dan perangkat legal sistem politik.

kondisi transisi demokrasi Indonesia untuk saat ini masih berada dipersimpangan jalan yang belum jelas arah pelabuhannya. b.a. yang ingin memutarbalikkan arah demokrasi Indonesia kembali pada periode sebelumnya era reformasi. Menhindari tindakan yang sesuka hati sendiri Saling bekerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan Membiasakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan Menggunkan hak dan meninaikan kewajiban secara bertanggung jawab . Adanya reposisi dan redefinisi TNI dalam kaitannya dengan keberadaannya pada sebuah negara demokrasi. Meskipun indikasi kearah terwujudnya kehidaupan demokrasi di Indonesia sudah mulai tampak. 2. c. d. e. 4. Oleh karena itu. 3. Perilaku Budaya Demokrasi Dalam Lingkungan Kehidupan Dalam kehidupan sehari –hari . Diamandemennya pasal – pasal dalam konstitusi negara Republik Indonesia (amandemen pertama sampai ke 4) Adanya kebebasan pers Dijalankannya kebijakan otonomi daerah Dibentuknya lembaga / organisasi kemasyarakatan seperti lembaga swadaya masayarakat (LSM). 5. 1. tetapi masih perlu di waspadai adanya indikasi – indikasi kembalinya kekuasaan Status Quo. perilaku demokrasi tercermin pada sekap-sikap sebagai berikut : Memberikan perlakuan dan penghormatan yang sama bagi setiap orang. D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful