P. 1
KONTRASEPSI-MANTAP

KONTRASEPSI-MANTAP

|Views: 57|Likes:
Published by RismaaImuett
Tubektomi Vasektomi
Tubektomi Vasektomi

More info:

Published by: RismaaImuett on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2014

pdf

text

original

KONTRASEPSI MANTAP TUBEKTOMI DAN VASEKTOMI

Kontrasepsi mantap atau biasa disebut sterilisasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu tubektomi untuk wanita dan vasektomi untuk pria. Kontrasepsi mantap ini merupakan suatu metode kontrasepsi permanen yang dilakukan terhadap saluran telur wanita (sterilisasi) atau saluran bibit pria (vasektomi) sehingga dapat enghalangi pertemuan ovum dan sperma dan dapat mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi mantap pada umumnya bersifat permanen walau juga terdapat beberapa teknik yang memungkinkan rekanalisasi saluran tuba atau vas deferen.Untuk angka keberhasilan kontrasepsi ini cukup tinggi dan angka kegagalannya rendah sehingga kontap merupakan salah satu jenis kotrasepsi pilihan. TUBEKTOMI Definisi : Tubektomi merupakan suatu tindakan memotong atau menutup salura tuba falopi sehingga memutuskan jalur pertemuan ovum dan sperma. Indikasi : Pada awal perkembangannya tubektomi atau biasanya dikenal dengan sterilisasi dilakukan terutama atas indikasi medik, seperti kelainan jiwa, kemungkinan kehamilan yang dapat membahayakan jiwa ibu, atau penyakit keturunan. Namun seiring dengan terjadinya peledakan jumlah penduduk dunia, konsep tersebut telah berubah, dan sekarang kontap merupakan salah satu upaya pembatasan jumlah anak. Waktu Pelaksanaan Tubektomi: Masa interval : Selesai haid Pasca persalinan : Sebaiknya sebelum 24 jam dan selambat-lambatnya 48 jam pasca persalinan. Jika lewat dari 48 jam maka tindakan tubektomi akan dipersulit oleh udem tuba, infeksi sehingga dapat mengakibatkan kegagalan sterilisasi.. jika dilakukan 7-10 hari pasca persalinan maka uterus dan alat-alat genital lainnya telah mengecil dan operasi menjadi lebih sulit dilakukan mudah berdarah dan infeksi. Pasca keguguran ( post abortum ) : Sesudah terjadi abortus dapat langsung dilakukan sterilisasi. Waktu Operasi Membuka Perut : Setiap operasi yang dilakukan dengan membuka perut perlu dipikirkan apakah sudah ada indikasi untuk sterilisasi.

4%. Ujung bagian distal bisa juga dibenamkan ke ligamentum latum.1 Lakukan pemotongan (tubektomi) bagian atas ikatan. 0 atau 00. Bagian di bawah klem diikat dengan benang dari bahan yang bisa diserap oleh darah crhomic cut gut no. e. d. sebuah lagi pada bagian proksimal dari ikatan pertama. . Cara Pomeroy Teknik : a. DENGAN MEMOTONG SALURAN TELUR ( TUBEKTOMI ).CARA STERILISASI SALURAN TELUR : A. c. satu pada bagian avaskular mesosalping dibawah fimbriae dengan dua kali lilitan. Lakukan fimbriektomi pada ujung yang tidak diikat. c. 0 atau no. Teknik ini kegagalannya sangat kecil bahkan tidak akan terjadi kegagalan namun kurang disukai karena bisa mengakibatkan perdarahan fungsional karena adanya gangguan inervasi dan sirkulasi indung telur. Setelah luka sembuh dan benang ikatan diserap. b. b. Cari tuba lalu angkat pada fimbrie dengan klem Buat dua ikatan dengan benang sutera. Cara Kroener Teknik : a. kedua ujung potongan akan berpisah satu dan lainnya. Teknik sterilisasi menurut Pomeroy ini disukai dan banyak dilakukan dibanding teknik yang lain. 1. 3. d. Cara Irving Teknik : a. f. Angka kegagalannya adalah 0-0. Cari tuba lalu diangkat pada pertengahannya sampai membentuk lengkungan. 2. d. e. dasarnya diklem. Ujung proksimal dibenamkan ke dalam insisi miometrium tadi. Teknik Irving ini hanya bisa dilakukan pada laparatomi besar seperti seksio sesarea. b. Dibuat insisi kecil kedalam miometrium di sudut tuba fundus uteri. lalu dilakukan tubektomi diantara kedua ikatan. c. Tuba diikat pada dua tempat dengan benang yang dapat diserap catgut crhomic no.

5. Lakukan insisi kecil di daerah ini. Sesudah terpasang lipatan tuba tampak keputih-putihan oleh karena tidak mendapat suplai darah dan akan menjadi fibrotik. Sterilisasi dilakukan dalam masa pasca persalinan 24-48 jam pasca persalinan dengan keuntungan teknik sederhana dan luka jahit kecil. . c. klip Filshie mempunyai keuntungan dapat digunakan pada tuba yang udem. atau dengan laprokator. Cara menjepit saluran telur 1. bebaskan serosa sepanjang 4-6cm sampai tuba terlihat kemudian klem Tuba diikat kemudian dipotong Luka pada serosa dijahit sedemikian rupa pada ujung tuba yang menonjol ke arah rongga perut.4. Tuba dicari dan dikait keluar. e. Teknik ini angka kegagalannya kecil. Pemasangan klip. pada sekitar ampula tuba disuntikkan larutan salineadrenalin subserosa sebagai vasokonstriksi dan menyebabkan mesosalping gembung. Teknik: Bagian ismus tuba ditarik dan cincin dipasang pada bagian tuba tersebut. Teknik : Klip yang digunakan klip yang memberikan kerusakan minimal pada tuba sehingga memungkinkan dilakukan rekanalisasi. Cara elektro koagulasi dan pemutusan saluran telur Banyak digunakan pada tubektomi laparoskopik. b. laparoskopi. Cara Uchida Teknik: a. Pemasangan cicin falope dapat dilakukan pada laparatomi mini. 2. Pemasangan cincin falope ( yoon ring ) terbuat dari silikon. d.

Sterilisasi Endoskopi Endoskop merupakan alat untuk melihat bagian dalam tubuh dengan sumber cahayaoptik seperti senter.Buka denga spekulum sehingga lapangan operasi terbuka. yang dimasukkan ke dalam rongga rahim disebut histeroskopi.Teknik : dengan memasukkan grasping forceps melalui laparoskop. yang dimasukkan melalui forniks posterior disebut kuldoskopi. .Tuba terbakar >1cm ke proksimal dan distal.yang dimasukkan ke dalam kandung kemih disebut sistoskopi. . terdiri atas: 1.Masukkan alat kuldoskopi dan lihat rongga pelvis. Sterilisasi pada wanita memakai alat endoskop disebut sterilisasi endoskopi. Endoskop yang dimasukkan ke dalam rogga perut melalui insisi kecil disebut Laparoskopi.Vagina dibersihkan denga larutan antiseptik betadin . Mesosalping terbakar sejauh 2cm. Sterilisasi Kuldoskopi Teknik: . . lakukan sayatan kecil pada forniks posterior atau dipungsi . Saat kauterisasi tuba terlihat putih.Kemudian angkat tuba menjauhi uterus dan alat-alat panggul lainnya.Tuba dijepit Kira-kira 2 cm dari kornu . menggembung lalu putus. yang dimasukkan ke dalam vagina (kolpos) disebut kolposkopi.Setelah tuba diidentifikasi. masukkan cunam penangkap ( grasping . lakukan kauterisasi.

.Kembalikan tuba pada tempatya.Obesitas berlebihan . Kontraindikasi mutlak kuldoskopi: .Penyakit kardiovaskuler berat Kontraindikasi relatif: .lakukan pada tuba ke dua.Kavum dauglasi tidak bebas .Bekas laparotomi 2. melalui luka sayatan untuk meneluarkan tuba.Kemudian tuba diikat. .peradangan dalam rongga panggul . . .Kelainan adneksa patologik . kemudian trokar dilepas.Lakukan insisi melintang di lipat bawah pusat kira-kira 1 cm. rongga panggul bebas. dipotong atau ditutup sesuai cara sterilisasi tuba. .Peradangan liang sanggama . pasang laparoskop. Sterilisasi Laparoskopi Laparoskopi adalah cara visualisasi rongga perut dan panggul melalui insisi kecil pada perut setelah dibuat pneumoperitonium.Masukkan trokar secara hati-hati sampai menembus fasia dan peritoneum.Buat pneumo peritoneum dengan emasukkan gas 1-3 liter.Akseptor dibaringkan dalam posisi tredelenburg agar usus terdorong keatas. Teknik laparoskopi: .forcep). .

Diliea alba pada postpartum dalam 24-48 jam sedang rahim mulai agak mengecil. Saat operasi minilap: pasca persalinan. . Sterilisasi mini laparotomi Prinsip operasi : suatu cara operasi kecil untuk mencapai saluaran telur melalui sayatan mini 1-2 cm di dinding perut. buat insisi kecil sepanjang 2cm setinggi fundus.Suprapubik pada masa interval dan pasca keguguran. Kulit disayat melintang sampai terlihat fasia. Calon aseptor yang sudah dipuasakan 6-8 jam sebelum tindakan diminta berbaring. pasca keguguran dan masa interval.. Lakukan antisepsis lapangan operasi sekitar pusat. . Anestesi umum dengan anestesi lokal dengan lidokain.Dengan menggerakkan manipulator uterus dari bawah da eksplorasi akan 3. Lokasi sayatan: . 2.Dibawah lipatan pusat atau di atas lipatan pusat pada pasca persalinan dinii. Fasia dijepit dengan 2 klem arteri. disayat melintang sampai hampir menembus peritonium. Teknik mini laparotomi 1. Tutup dengan kain steril berlobang ditengahnya. . 3. Dengan posisi operator di kiri calon akseptor dan asisten di kanan. Tembus sekaligus dengan gunting bengkok. Lalu lebarkan lubangnya dengan jari telunjuk dan sebuah tang tampon.

Potog bagian di atas ikatan.00 subkutis. Ikat dasar lipatan dengan catgut no. Tutup peritoneum dengan jahitan jelujur cat gut no.4.00 dan kulit denga 1-2 jahitan sutera atau cutgut no. Komplikasi minilap: a. lakukan insisi mediana setinggi fundus uteri sepanjang 1-2 cm. Jepit tuba tarik perlahan keluar lubang. angkat sampai melipat. perforasi rahim b. Jepit 1/3 bagian proksimal tuba dengan klem Babcock. Kembalikan kedalam rongga perut. 0 atau Dexon no. ruptur vesika urinaria c. 0 masingmasing pada lumen kiri dan kanan. trauma usus d. 5. Vasektomi Defenisi : Vasektomi adalah tindakan memotong dan menutup saluran sperma . jepit peritoneum lalu potong denga pisau pasang retraktor abdomen. e. potong lemak dengan gunting mayo sampai fasia otot rektus abdominis. Lanjut dengan menyayat otot dan peritoneum. Jika fundus di bawah pusat pada pada hari 3-5 post partus. Tampilkan tuba dengan menarik retraktor ke arah tuba yang akan dicapai dengan mendorog uterus da tuba dengan jari lewat lubang sayatan. 6. 7. infeksi lokal pada luka operasi. Robekan pada mesosalping. Tembus kulit perut dengan pisau.

Bebaskan jaringan sekitarnya.pakai badan Prosedur tindakan vasektomi: 1. Hal ini disebabkan masih adanya anggapan vasektomi sama dengan dikebiri. Di Indonesia vasektomi sebagai salah satu pilihan jenis kontrasepsi masih belum begitu digalakkan . Beri anestesi local pada daerah operasi. tangkap vas deferens tersebut.(vasdeferens) yang menyalurkan sperma keluar dari testis. Pada abad 19 para ahli bedah telah melakukan vasektomi untuk tujuan pengobatan. Lakukan sayatan kira-kira 1-2 cm 7. Daerah operasi yang sudah suci hama ditutupdengan kain steril berlobang ditengahnya. untuk tujuan kontrasepsi yang bersifat permanen 2. Rambut kemaluan dicukur dan dibersihkan 2.pakai cincin . Palpasi dan cari vas deferens pada kantong skrotum. 4. Desinfeksi kulit skrotum dan daerah operasi. seperti mencegah infeksi dari kelenjar prostat atau hipertrofi kelenjar prostat.diikat (ligasi) . 3.dipotong(vasektomi) . Vasektomi telah dikenal sejak lama. Indikasi: 1. untuk tujuan pengobatan supaya mencegah terjadinya epididitimis Teknik Vasektomi Penutupan vas deferens dapat dilakukan dengan beberapa cara: . . 6. 5. lalu fiksir dengan jari.

Rekanalisasi spontan . Kegagalan vasektomi dapat terjadi akibat: .Salah pemotongan . Komplikasi\ a. rasa pegal dan infeksi b. bisa dilakukan setiap saat.8. 11.Teknik operasi kecil dan sederhana. yang dapat dibuktikan dengan pemeriksaan analisa semen. rasa nyeri. hematoma. . lalu dijahit. Tarik kira-kira sampai pada batas yang akan dipotong. Komplikasi jangka panjang: spermatic granuloma. Berikan nasehat perawatan luka. 10. kemungkinan rekanalisasi. Lakukan vasektomi: pemotongan sekitar 1-2 cm vas deferens. Post vasektomi pria tidak langsung menjadi steril. 12. yang harus dipakai saat koitus. jangan kena air selama kira-kira 1 minggu. Komplikasi pasca bedah: – perdarahan. karena di dalam saluran proksimal vasdeferens dan dalam vesikula seminalis masih terdapat ratusan juta sperma. Keuntungan Vasektomi: . Pria baru dikatakan steril biasanya setelah 10-15 kali ejakulasi. 9. . Berikan obat anti sakit dan antibiotik. Luka operasi dijahit.Jika terdapat duplikasi vas deferens. Karena itu sebelum pulang pasien diberikan 15 buah kondom.Akseptor bersenggama sebelum benar-benar steril.

Komplikasi yang ditemukan tidak terlalu berat.Walaupun pada prinsipnya dapat disambung kembali namun masih banyak diperlukan tenaga terlatih untuk tindakan tersebut.Bisa dilakukan operasi rekanalisasi Kekurangan Vasektomi: . .Efektifitas hampir 100% . .cara ini tidak langsung efektif tapi memerlukan waktu sampai sperma menjadi negatif dalam analisa semen..Biaya murah terjangkau masyarakat . .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->