P. 1
Paper Landfill

Paper Landfill

|Views: 20|Likes:
Published by chikanatsu

More info:

Published by: chikanatsu on Mar 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

KARAKTERISTIK KADMIUM (Cd

)
Kadmium (nama latin cadmia) adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor atom 48, berat atom 112,4, titik leleh 3210C, titik didih 7670C dan memiliki masa jenis 8,65 g/cm3. Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan Kadmium Oksida bila dipanaskan. Kadmium (Cd) umumnya terdapat dalam kombinasi dengan klor (Cd Klorida) atau belerang (Cd Sulfit). Kadmium membentuk Cd2+ yang bersifat tidak stabil. Oleh karena sifat-sifatnya, Cd banyak dipakai sebagai stabilizer dalam pembuatan (polyvini & clorida). Cd didapat pada limbah berbagai jenis pertambangan logam yang tercampur Cd seperti Pb, dan Zn. Logam kadmium (Cd) biasanya selalu dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan seng. Dengan demikian, Cd dapat ditemukan di dalam perairan baik di dalam sedimen maupun di dalam penyediaan air minum.

Logam kadmium (Cd) mempunyai penyebaran yang sangat luas di alam. Berdasarkan sifat-sifat fisiknya, kadmium (Cd) merupakan logam yang lunak ductile, berwarna putih seperti putih perak. Logam ini akan kehilangan kilapnya bila berada dalam udara yang basah atau lembab serta cepat akan mengalami kerusakan bila dikenai uap amoniak (NH3) dan sulfur hidroksida (SO2). Berdasarkan pada sifat kimianya, logam kadmium (Cd) didalam persenyawaan yang dibentuknya umumnya mempunyai bilangan valensi 2+, sangat sedikit yang mempunyai bilangan valensi 1+. Bila dimasukkan ke dalam larutan yang mengandung ion OH, ion-ion Cd2+ akan mengalami proses pengendapan. Endapan yang terbentuk dari ion-ion Cd2+ dalam larutan OH biasanya dalam bentuk senyawa terhidrasi yang berwarna putih.

Umumnya Kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Kadmium Oxide), Clorine (Kadmium Chloride) atau belerang (Kadmium Sulfide). Kebanyakan Kadmium (Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga Kadmium yang banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik. Kadmium adalah logam toksik yang umumnya ditemukan dalam pekerjaan-pekerjaan industri, logam Kadmium digunakan secara intensif dalam proses electroplating. Kadmium juga ditemukan dalam industri cat. Cd umumnya ditemukan dalam kondisi stabil pada valensi II, seperti misalnya CdS. Logam ini mampu membetuk ion dalam senyawa kompleks atau hidroksidanya, seperti misalnya dengan

Di Indonesia peraturan rinci mengenai pembangunan lahan urug telah diatur oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) melalui Kep-04/ BAPEDAL/09/1995. Tanah dikatakan tercemar bila kandungan kadmium mencapai lebih dari 3. hanya ada satu jenis mineral kadmium di alam yaitu greennockite (CdS) yang selalu ditemukan bersamaan dengan mineral spalerite (ZnS).Biasanya pada konsentrat bijih Zn didapatkan 0. kadmium klorida dan kadmium sulfat (EcoUSA Search.00 ppm. Cd(PO4)2. dan penambangan timah hitam dan bijih seng.ammonia. Mineral greennockite ini sangat jarang ditemukan di alam. A. A. pengontrol pembelahan reaksi nuklir. logam ini juga dapat digunakan campuran pigmen. 2012). Ion Cd yang insoluble (tidak larut) dapat terjadi bila terhidrasi oleh karbonat. Senyawa senyawa tersebut terikat pada senyawa organik atau oksida. CdCO3. obat – obatan seperti sipilis dan malaria. Cd(NH3)64-. Tempat pembuangan akhir yang banyak digunakan untuk limbah B3 ialah Landfill (lahan urug) dan Disposal well (sumur pembuangan). sehingga dalam eksploitasi logam Cd biasanya merupakan produksi sampingan dari peristiwa peleburan bijih-bijih seng (Zn).0 ppm (Agnesa. semikonduktor. 2012). Dalam hal ini landfill merupakan tempat pembuangan akhir limbah B3 (Kep-04/ BAPEDAL/09/1995).2 sampai 0. dan sebagainya. Mineral kadmium dalam tanah antara lain CdO. stabilisator PVC. pembuatan Alloys dengan titik lebur yang rendah. biasanya berada dalam bentuk kadmium oksida. . 1999 dalam Institut Pertanian Bogor. electroplating. namun yang dominan adalah CdS. arsenate atau posfat. dan CdCl2.3 % logam Cd (Agnesa. Selain itu juga banyak digunakan sebagai lapisan tahan korosi pada baja atau plastik Logam kadmium mempunyai penyebaran sangat luas di alam. PEMBUANGAN LIMBAH B3 (KADMIUM) Sebagian dari limbah B3 yang telah diolah atau tidak dapat diolah dengan teknologi yang tersedia harus berakhir pada pembuangan (disposal). dan sianida Cd(CN)43-. Kandungan total kadmium dalam tanah berkisar antara 0. PENGGUNAAN KADMIUM Penggunaan kadmium yang paling besar (75 %) adalah dalam industri batu baterai (terutama baterai Ni-Cd). 2006).01 sampai dengan7. Di alam kadmium jarang sekali ditemukan dalam bentuk bebas. Selain itu. dalam pigmen cat dengan membentuk beberapa garamnya seperti kadmium oksida (yang lebih dikenal ebagai kadmium merah). Cd juga mampu membentuk senyawa chelate.

Berjarak 300 m dari landasan lapangan terbang 7. batuan beku. daerah yang layak sedimen berbutir sangat halus. Sistem pelapisan dasar yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Topografi: tidak boleh pada bukit dengan lereng tidak stabil. batu gamping atau dolomit berongga tidak sesuai untuk landfill b. Memenuhi uji TCLP. jarak landfill dengan lapisan akifer paling dekat 4 m dan dengan badan air paling dekat 500 m b. 4/Bapedal/09. Sub-base untuk landfill terbuat dari tanah liat yang dipadatkan dengan konduktivitas hidrolika jenuh maksimum 1 x 10-9 m/det. . reaktif & penyebab infeksi 3. Bebas banjir 2. Tidak berbentuk cair atau lumpur (Kep-04/ BAPEDAL/09/1995) Lapisan Landfill terdiri atas: a) Sistem Pelapisan Landfill Standar yang digunakan oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Kepala BAPEDAL No. lembah-lembah yang rendah dan dekat dengan air permukaan dan lahan dengan kemiringan alami >20% 6. daerah berair. Tidak mengandung PCB/dioksin/zat radioaktif 4. Kondisi geohidologi: aliran discharge lebih baik daripada aliran recharge 4. batuan malihan yang kedap 3. Ketebalan lapisan ini paling kurang 1 m. misal: batu liat. 2012) Syarat limbah B3 yang ditimbun di landfill 1. Kondisi curah hujan kecil terutama daerah dengan kecepatan angin rendah dan berarah dominan tidak menuju pemukiman 5. uji Paint filter Test & uji kuat tekan 2. kondisi geologi formasi batu pasir.04/BAPEDAL/1995. Keputusan Bapedal No. terbakar. Tidak bersifat mudah meledak. Kemudahan operasional (Anonim. Kondisi geologi: a.1995 a.Persyaratan landfill 1. daerah berpotensi gempa juga tidak layak c.

2. Sistem pemantauan tersebut berupa sumur pantau pada upstream dan downstream lokasi lahan urug. 3. konstruksi. Cap Soil Barrier adalah lapisan yang ternbentuk dari lempung yang dipadatkan seperti yang terpasang pada pelapisan dasar landfill. klorida . Komponen paling atas dari cap geomembrane adalah geotekstil yang dirancang untuk meminimalisasi penyumbatan. lempung ini mengembang dan kemudian menyumbat kebocoran lapisan atasnya.0 mm. Primary Soil Liner adalah terdiri dari lapisaan tanah liat geosintesis (Geosynthetic Clay Liner atau GCL). lahan urug harus dilengkapi dengan sistem pemantauan kualitas air tanah dan air permukaan di sekitar lokasi. mangan. Cap Drainage Layer ditempatkan diatas cap geomembrane. 3. Lapisan ini dirancang untuk menahan segala instalasi. Sampel air kemudian dianalisis dan hasilnya dibandingkan dengan bakumutu yang telah ditentukan.5 mm. dan penutupan akhir landfill. 5. besi. (Kep-04/ BAPEDAL/09/1995) Selama operasi dan pasca-operasi. Dalam keadaan basah jika terjadi kebocoran. 4. maka harus dilakukan evaluasi serta perbaikan lahan urug. 4. operasi dan penutupan akhir landfill. GCL ini tebuat dari lempung bentonit yang diapit oleh lapisan geotekstil. Vegetative Layer adalah lapisan tanah setempat dengan ketebalan 60 cm yang ditempatkan diatas cap drainage layer. dan granular soil dengan konduktivitas hidrolika minimum 1 x 10-4 m/det.2.5 mm. Intermediate Soil Cover akan ditempatkan diatas timbunan limbah setelah lapisan terakhir limbah terbentuk. Secondary Geomembrane adalah berupa lapisan High Density Polyethylene (HDPE) dengan ketebalan 1. Beberapa parameter yang harus diukur terhadap sampel air adalah: pH. Hal ini dirancang untuk menahan segala tekanan sewaktu instalasi. TOC (disaring). Cap drainage ini terbuat dari HDPE geonet dengan transmissivitas planar paling rendah 30 cm. serta pemantauan air permukaan disekitar lokasi. Vegetation adalah lapisan penutup landfill. Lapisan ini terbuat dari tanah setempat dengan ketebalan paling sedikit 25 cm. 6. amonium (sbg N). b) Sistem Pelapisan Penutup Akhir Landfill 1. konduktivitas. operasi. Jika kualitas sampel air tidak memenuhi baku mutu. Cap Geomembrane adalah lapisan HDPE dengan ketebalan 1. Primary Geomembrane adalah lapisan yang mempunyai ketebalan 1.

B. flora. Secured landfill harus dilapisi sistem pemantauan kualitas air tanah dan air pemukiman di sekitar lokasi agar mengetahui apakah secured landfill bocor atau tidak. W. Setelah lahan urug ditutup harus selalu dilakukan pengumpulan lindi yang timbul. 2012) SECURE LANDFILL Secured landfill dirancang untuk meminimalkan dampak limbah B3 pada lingkungan dan kesehatan manusia. fauna dan lingkungan sekitar. (Kusuma. serta secara periodik harus selalu dipantau. Selain . tujuannya untuk melokalisir limbah B3 sehingga meminimalkan pencemaran tanah dan air tanah. Liner merupakan komponen yang paling diperhatikan dalam suatu secured landfill.dan natrium. dan lokasi tersebut jangan dimanfaatkan sehingga membahayakan bagi manusia.

G. agar polutan tidak terdistribusi ke lingkungan sekitarnya melalui proses perembesan ke dalam air tanah. Rancangan bangun minimum untuk kategori I (secure landfill double liner) adalah sebagai berikut: Sistem pelapisan dasar landfill dari bawah ke atas terdiri dari komponen-komponen berikut:  Lapisan Dasar (Subbase) Sebelum dilakukan konstruksi pelapisan dasar tersebut harus dilakukan pekerjaan penyiapan lahan di antaranya: a) Pengupasan tanah yang tidak kohesif. lokasi secured landfill tidak boleh dimanfaatkan agar tidak beresiko bagi manusia dan habitat di sekitarnya. dan sebagainya). Jenis limbah B3 yang dapat langsung ditimbun dan landfill sangat sedikit (misalnya: limbah asbes). c) Pemenuhan konstruksi daya dukung muatan (bearing capacity) yang diperlukan untuk menopang muatan (landfill dan limbahnya) di atasnya. Ketebalan minimum lapisan dasar adalah satu meter. Lapisan setebal satu meter tersebut terdiri dari lapisan-lapisan tipis (15-20 cm) dimana setiap lapisan dipadatkan untuk mendapatkan permeabilitas (konduktivitas hidraulik) dan daya dukung yang dibutuhkan untuk menopang lapisan diatasnya. b) Perbaikan kondisi tanah (perataan. 2011). limbah B3 yang ditimbun dan lapisan penutup. Lapisan dasar (subbase) berupa tanah lempung yang di padatkan ulang yang memiliki konduktivitas hidraulik jenuh maksimum 1 x 10-9 m/detik diatas lapisan tanah setempat. Sebagian besar limbah B3 anorganik harus diproses terlebih dahulu dengan cara stabilisasi/solidifikasi untuk mengurangi/menghilangkan sifat racun limbah B3 (Naswun.  Lapisan Geomembran Kedua (Secondary Geomembrance) .itu. Landfill untuk penimbunan limbah B3 diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu: 1. apabila liner yang dipasang terdiri atas dua liner tunggal atau dua liner komposit. Bagian dasar dari landfill tersebut dilapisi berbagai tingkatan lapisan pengaman yang berfungsi untuk mengurung limbah B3. pemadatan. Teknologi Secured Landfill dilaksanakan dengan mengurung ("encapsule") limbah B3 dalam suatu lahan penimbunan (landfill). Secured Landfill Double Liner. Liner ganda sangat disarankan pada secured landfill karena relatif lebih aman untuk karakteristik seperti limbah B3.

dengan tebal minimum 6 mm.0 mm (60-80 mil).  Lapisan geomembran pertama (Primary Geomembrane) Lapisan geomembran pertama berupa lapisan sintetik yang terbuat dari HDPE dengan ketebalan minimum 1. operasi dan penutupan landfill. yang dilekatkan pada geonet pada proses pembuatannya. Lapisan sintetik ini harus dirancang agar tahan terhadap semua tekanan selama instalasi. Jenis-jenis GCL adalah : Claymax. Bentofix.  Sistem pengumpulan dan pemindahan lindi (SPPL) SPPL pada dasar landfill terdiri dari sekurang-kurangnya 30 cm bahan/tanah butiran yang memiliki konduktivitas hidraulik minimum 1 x 10-4 m/detik.5-2.Lapisan dasar dilapisi dengan lapisan geomembran kedua berupa lapisan sintetik yang terbuat dari HDPE (High Density Polyethylene) dengan ketebalan minimum 1.  Lapisan untuk Sistem Pendeteksi Kebocoran (Leak Detection System) Sistem pendeteksi kebocoran di pasang di atas lapisan geomembrane kedua dan terdiri dari geonet HDPE. Geonet HDPE tersebut harus memiliki transmisivitas planar sama dengan atau lebih besar dari tranmisivitas planar bahan/tanah butiran setebal 30 cm dengan konduktivitas hidraulik jenuh 1 x 10-4 m/detik.  Lapisan pelindung (Operation cover) . Bentomat. Pada dinding landfill digunakan geonet sebagai SPPL nya. Lapisan geomembran pertama ini harus di rancang agar tahan terhadap semua tekanan selama proses instalasi. operasi dan penutupan landfill.5-2. konstruksi. Transmisivitas geonet tersebut sama dengan atau lebih besar dari transmisivitas planar 30 cm bahan/tanah butiran dengan konduktivitas hidraulik jenuh minimum 1 x 10-4 m/detik. GCL tersebut berupa bentonit yang diselubungi oleh lapisan geotekstil. atau yang sejenis.  Lapisan tanah penghalang (Barrier soil liner) Lapisan tanah penghalang berupa tanah liat yang di padatkan hingga berpermeabilitas 10-9 m/detik dengan ketebalan minimum 30 cm atau geosynthetic clay liner (GCL). Komponen teratas dari sistem pendeteksi kebocoran ini adalah . sehingga timbulan lindi akan terkumpul. Sistem pendeteksi kebocoran harus dirancang sedemikian rupa dengan kemiringan tertentu menuju bak pengumpul.non woven geotextile. Semua lapisan sintetik pada peraturan ini harus dipasang sesuai dengan American Society of Testing Materials (ASTM) D308-786 atau yang setara.0 mm (60-80 mil). Timbulan lindi tersebut dialirkan dengan menggunakan pompa submersible menuju ke tangki penampung atau pengumpulan lindi.

Sistem pendeteksi kebocoran harus dirancang sedemikian rupa dengan kemiringan tertentu menuju bak pengumpul. Geonet HDPE tersebut harus memiliki transmisivitas planar sama dengan atau lebih besar dari transmisivitas planar bahan/butiran setebal 30 cm dengan konduktivitas hidraulik jenuh 1x10-4 m/detik. Komponen teratas dari sistem pendeteksi kebocoran adalah non woven geotextile. limbah B3 yang ditimbun dan lapisan penutup. Timbullan lindi tersebut dialirkan dengan menggunakan pompa submersible menuju ke tangki penampung atau pengumpulan lindi. yang dilekatkan pada geonet pada proses pembuatannya. sehingga timbulan lindi akan terkumpul. 2. Secured Landfill Single Liner. apabila liner yang digunakan hanya satu lapis. LPSO berupa tanah setempat selama atau tanah dari tempat lain yang tidak mengandung material tajam. Lapisan pelindung tambahan akan dipasang pada dinding sel selama masa aktif sel landfill.Sistem pengumpulan lindi dilapisi lapisan pelindung selama operasi (LPSO) dengan ketebalan minimum 30 cm. dirancang untuk mencegah kerusakan komponen pelapisan dasar landfill selama penempatan limbah di landfill. Rancangan bangun minimum untuk kategori II (secure landfill single liner) adalah sebagai berikut: Sistem pelapisan dasar landfill dari bawah ke atas terdiri dari komponen-komponen berikut:  Lapisan dasar (Subbase) Sebelum dilakukan konstruksi pelapisan dasar tersebut harus dilakukan pekerjaan penyiapan lahan diantaranya: a) Pengupasan tanah yang tidak kohesif. c) Pemenuhan konstruksi daya dukung muatan (bearing capacity) yang diperlukan untuk menopang muatan (landfill dan limbahnya) diatasnya. misalnya geosintetik clay liner atau geomembran.  Lapisan untuk sistem pendeteksi kebocoran (leak detection system) Sistem pendeteksi kebocoran di pasang di atas lapisan dasar (subbase) dan terdiri dari geonet HDPE. Ketebalan minimum lapisan dasar adalah satu meter. Lapisan dasar (subbase) berupa tanah lempung yang dipadatkan ulang yang memiliki konduktivitas hidraulik jenuh maksimum 1 x 10-9 m/detik di atas lapisan tanah setempat. . b) Perbaikan kondisi tanah (perataan. LPSO dipasang pada dasar landfill selama konstruksi awal. pemedatan dan sebagainya). Lapisan setebal satu meter tersebut terdiri dari lapisan-lapisan tipis (15-20 cm) dimana setiap lapisan dipadatkan untuk mendapatkan permeabilitas (konduktivitas hidraulik) dan daya dukung yang dibutuhkan untuk menopang lapisan diatasnya.

Untuk meminimumkan terjadinya penyumbatan pada SPPL. Jenis-jenis GCL adalah Claymax. 3. Secured Landfill Clay Liner. Transmisivitas geonet tersebut sama dengan atau lebih besar dari transmisivitas planar 30 cm bahan/tanah butiran dengan konduktivitas hidraulik jenuh minimum 1x10-4 m/detik. LPSO berupa tanah setempat atau tanah dari tempat yang lain yang tidak mengandung material tajam.5 . Lapisan sintetik ini harus dirancang agar tahan terhadap semua tekanan selama instalasi. Pada dinding landfill digunakan geonet sebagai SPPL-nya.0 mm (6080 mil).  Sistem Pengumpulan dan Pemindahan lindi (SPPL) SPPL pada dasar landfill terdiri sekurang-kurangnya 30 cm bahan/tanah butiran yang memiliki konduktivitas hidraulik minimum 1x10-4 m/detik. Lapisan pelindung tambahan akan dipasang pada dinding sel selama masa aktif sel landfill.  Lapisan tanah penghalang (Barrier Soil Liner) Lapisan tanah penghalang berupa tanah liat yang dipadatkan hingga berpermeabilitas 10-9 m/detik dengan ketebalan minimum 30 cm atau geosynthetic clay liner (GCL) dengan tebal minimum 6 mm. harus dipasang geotekstil pada bagian atas SPPL. Bentomat. SPPL harus mempunyai kemiringan sedemikian rupa sehingga timbulan lindi akan terkumpul dan dapat dipindahkan ke tangki penampungan/pengumpul lindi. operasi dan penutup landfill. Lapisan Geomembran (Geomembrane) Lapisan dasar dilapisi dengan lapisan geomembran berupa lapisan sintetik yang terbuat dari HDPE (High Density Polyethylene) dengan ketebalan minimum 1. Bentofix. Semua lapisan sintetik pada peraturan ini harus dipasang sesuai dengan American Society of Testing Materials (ASTM) D308-786 atau yang setara.2. CGL tersebut bentonit yang diselubungi oleh lapisan Geotekstil. Rancangan bangun minimum untuk kategori III (landfill clay liner) adalah sebagai berikut: Sistem pelapisan dasar landfill dari bawah ke atas terdiri dari komponen-komponen berikut:  Lapisan Dasar (Subbase) . konstruksi. atau yang sejenis. LPSO dipasang pada dasar landfill selama konstruksi awal. Lebih efektif untuk membatasi migrasi leachate. dirancang untuk mencegah kerusakan komponen pelapisan dasar landfill selama pelapisan limbah di landfill.  Lapisan Pelindung (Operation Cover) Sistem pengumpulan lindi dilapisi Lapisan Pelindung Selama Operasi (LPSO) dengan ketebalan minimum 30 cm.

Bentofix. b) perbaikan kondisi tanah (perataan. bahan butiran atau geonet HDPE tersebut harus memiliki transmisivitas planar sama atau lebih besar dari transmisivitas planar bahan butiran setebal 30 cm dengan konduktivitas hidraulik 1 x 10-4 m/detik. harus dipasang geotextile . Sistem pendeteksi kebocoran dipasang diatas lapisan tanah setempat terdiri dari bahan butiran atau geonet HDPE dan .Pelapis dasar berupa tanah lempung yang dipadatkan ulang yang memiliki konduktivitas hidraulik jenuh maksimum 1 x 10-9 m/detik diatas tanah setempat. Ketebalan minimum pelapis dasar adalah satu meter. Untuk meminimumkan terjadi penyumbatan pada SPPL. dan sebagainya). Bentomat. pemadatan. Pada dinding landfill digunakan geonet sebagai SPPLnya. c) pemenuhan konstruksi daya dukung muatan (bearing capacity) yang diperlukan untuk menopang muatan (landfill dan limbahnya) diatasnya.  Sistem Pengumpulan atau Pemindahan Lindi (SPPL) SPPL pada dasar landfill terdiri dari sekurang-kurangnya 30 cm bahan/tanah butiran yang memiliki konduktivitas hidraulik minimum 1 x 10-4 m/detik.  Lapisan untuk Sistem Pendeteksi Kebocoran (Leak Detection System) Sebelum dilakukan konstruksi pelapisan dasar tersebut harus dilakukan pekerjaan penyiapan tanah diantaranya. limbah B3 yang ditimbun. Jenis-jenis GCL adalah : Claymax. Sistem pendeteksi kebocoran harus dirancang sedemikian rupa sehingga timbulan lindi akan terkumpul dan dapat dipindahkan ke tempat penampungan/pengumpulan lindi. dengan tebal minimum 6 mm. a) pengupasan tanah yang tidak kohesif. dan lapisan penutup. atau yang sejenis. GCL tersebut berupa bentonit yang diselubungi oleh lapisan geotextile. Lapisan setebal satu meter tersebut terdiri dari lapisan-lapisan tipis (15-20 cm) dimana setiap lapisan dipadatkan untuk mendapatkan permeabilitas (konduktivitas hidraulik) dan daya dukung yang dibutuhkan untuk menopang lapisan-lapisan diatasnya. Transmisivitas geonet tersebut sama dengan atau lebih besar dari transmisivitas planar 30 cm bahan/tanah butiran dengan konuktivitas hidraulik jenuh minimum 1 x 10-4 m/detik.  Lapisan tanah penghalang (Barrier Soil Liner) Lapisan tanah penghalang berupa tanah liat yang dipadatkan hingga berpermeabilitas 10-9 m/detik dengan ketebalan minimum 30 cm atau geosynthetik clay liner (GCL).non woven geotextile.

Jenis liner ini dibuat dari bermacam-macam material plastik termasuk polyvinyl chloride (PVC) dan high density polyethylene (HDPE). Carbofol biasanya digunakan sebagai pelapis dasar untuk melindungi air tanah dari kontaminasi pencemar.5 mm – 3 mm. Penggunaan tanah liat yang dipadatkan dengan kelembaban yang tinggi lebih efektif daripada tanah liat yang dipadatkan dengan kelembaban yang rendah. dan efisien dalam pemasangan. Di Ohio. Sebagai liner ketebalan tanah liat yang digunakan berkisar 0. LPSO berupa tanah setempat atau tanah dari tempat lain yang tidak mengandung material tajam. Carbofol ini tahan lama. Lapisan pelindung tambahan akan dipasang pada dinding selama masa aktif sel landfill. Tanah liat. Selain itu Carbofol juga mudah. Jenis Carbofol dengan permukaan seperti kaca memiliki kelebihan karena dapat memperlihatkan kebocoran yang terjadi sehingga dapat dilakukan perbaikan dengan segera. digunakan untuk melindungi air tanah dari kontaminan yang dihasilkan landfill.pada bagian atas SPPL. Carbofol merupakan jenis geomembran yang terbuat dari HDPE dan diproduksi dengan beragam ketebalan lapisan. dan tahan terhadap zat-zat kimia serta radiasi sinar – UV. Geomembran dan geokomposit digunakan sebagai lapisan penghalang untuk mencegah masuknya lindi ke dalam air tanah. Jenis liner ini tahan terhadap sejumlah besar bahan kimia dan kedap air (impermeable). 2. HDPE geomembran harus memiliki ketebalan minimimal 15 mm untuk landfill sampah kota.5 m. dirancang untuk mencegah kerusakan komponen pelapisan dasar landfill selama penempatan limbah di landfill. LPSO dipasang pada dasar landfill selama konstruksi awal. cepat. Macam-macam liner: 1.5 mm bahkan lebih tipis lagi.1.5 . SPPL harus mempunyai kemiringan sedemikan rupa sehingga timbunan lindi akan terkumpul dan dapat dipindahkan ke tangki penampung/pengumpul lindi. . Untuk melindungi air tanah biasanya digunakan Carbofol dengan ketebalan 1.  Lapisan Pelindung (Operation Cover). Karena tanah liat dengan kelembaban yang rendah memiliki resiko yang lebih besar untuk retak dan pecah sehingga memperbesar jumlah lindi yang meresap ke air tanah. dikenal dengan Flexible Membrane Liner (FML). Sistem pengumpulan lindi dilapisi Lapisan Pelindung Selama Operasi (LPSO) dengan ketebalan minimum 30 cm. yaitu 1. Geomembran. Salah satu jenis geomembran yang banyak digunakan adalah Carbofol.

Selain itu Bentofix juga dapat digunakan sebagai:   Lapisan pelindung pada tanah dan air tanah dari kontaminasi limbah Lapisan dasar (liner) pada landfill. Secutex juga terbuat dari 100% serat sintetis seperti Polprorylene (PP). Terrafix memiliki angka permeabilitas yang bervariasi tergantung dari jenis bahannya. Terrafix juga berfungsi sebagai penahan tanah. dan juga untuk mengatur aliran dalam sistem drainase. merupakan liner yang berupa jaring plastik seperti selimut drainase yang digunakan sebagai sarana drainase dan lapisan pengumpul lindi. Polyseter (PES). Bentofix dapat dibentangkan 8% dari ukuran bentangannya dengan kekuatan regangan maksimal 20 kN/m Bentofix efektif sebagai penahan/penghalang terhadap cairan. serta sebagai lapisan pelindung. Salah satu jenis GCL adalah Bentofix yang merupakan kombinasi antara serat (fiber) dan mineral tanah liat. Adapun jenis-jenis geotekstil. 4. Liner ini terdiri atas lapisan tanah liat yang tipis (4 . selain itu tahan terhadap cuaca dan radiasi sinar UV. pemeliharaan namun memiliki performance yang sangat baik. Selain itu untuk melindungi geomembran dari kerusakan dan mencegah terjadinya penyumbatan pada sistem pengumpul lindi. lapisan pelindung geomembran. antara lain: a. uap. Terrafix merupakan material serbaguna. memiliki ketebalan 7 mm dengan ukuran bentangan tiap lembarnya 4. Geosynthetic Clay Liner (GCL). digunakan sebagai filter untuk mencegah masuknya material-material tanah ke dalam sistem drainase. yang banyak digunakan dalam pekerjaan sipil seperti perancangan hidrolika.3. landfill. Geonet membawa cairan lebih cepat . pembuatan jalan. Geotekstil. b. filter. Secutex Secutex banyak digunakan sebagai penghalang/pemisah. Terrafix mudah dalam penggunaanya dan memiliki efisiensi yang lebih baik dibandingkan lapisan filter konvensional seperti kerikil. seperti sebagai single layer dan multi layers filter. dan untuk lapisan drainase. Liner ini lebih mudah digunakan daripada lapisan tanah liat yang tradisional.85 m x 40 m. dan gas. Kelebihan Secutex adalah memiliki biaya yang rendah dalam pemasangan. Geonet. sudah mulai banyak digunakan sebagai sistem pelapis dasar.6 mm) yang berada diantara dua lapisan geotekstil. dan mempercepat pertumbuhan perakaran tanaman. Selain itu Secutex memiliki kualitas yang bagus karena kapasitas regangannya tinggi serta tahan lama. Terrafix Terrafix merupakan jenis geotekstil yang terbuat dari 100% serat sintetis. 5. Secutex dibuat dengan ketebalan yang bervariasi dengan nilai permebilitas yang bermacam-macam pula. Memiliki angka permeabilitas yang sangat kecil yaitu 2 x 1011. Memiliki struktur serat tiga dimensi yang membentuk labirin seperti bukaan pori-pori pada struktur tanah. pelindung.

Pencegahan terhadap kerusakan atau terkikisnya lapisan penutup landfill karena adanya limpasan air permukaan (. Persyaratan Lokasi Bekas (Pasca) Penimbunan Limbah B3: Pemilik fasilitas penimbunan limbah B3 harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. c. Pemeliharaan dan pengoperasian sistem monitor air tanah. selain itu juga harus dilakukan pemompaan secara periodik terhadap lindi yang berasal dari sistem pengumpul lindi dan sistem pedeteksi kebocoran.daripada tanah dan kerikil. Tabel 5.12 mm. Ukuran bentangan Secudrain tiap lembarnya adalah 1.8 m x 35 m. . Penjagaan dan pemeliharaan patok tanda acuan koordinat (benchmarks). Pemeriksaan Kualitas lindi tersebut harus dilakukan minimal sekali dalam satu bulan untuk satu tahun pertama dan sekali dalam satu bulan untuk satu tahun pertama dan sekali dalam tiga bulan untuk 10 tahun berikutnya dahn minimal sekali dalam 6 bulan untuk 20 tahun berikutnya lagi. Selanjutnya lindi dianalisis parameter seperti yang terdapat pada tabel Baku Mutu Limbah cair dari Kegiatan PPLI-B3 (BMLCK-PPLIB3). Secudrain terbuat dari Polypropylene terdiri atas 2 . Sebelum menutup landfill harus mempersiapkan perencanaan pasca penutupan yang meliputi:         Pemeliharaan yang terpadu dan efektif untuk penutup akhir landfill Pemeliharaan dan pemantauan sistem pengumpul dan pembuangan lindi serta mencatat setiap limbah yang dibuang. dengan ketebalan 2. Secudrain memiliki angka permeabilitas yang tinggi.run-on dan run-off. Sesudah dilakukan penutupan landfill maka pemilik fasilitas wajib melaksanakan hal-hal yang telah direncanakan diatas (butir a). Secudrain terdiri dari monofilamen kasar yang bergelombang dan lapisan nonwoven yang saling terkait dengan ikatan yang sangat kuat pada salah satu sisinya. Hal tersebut juga harus dilakukan terhadap air tanah sekitar. Pemeliharaan sistem pencegahan terhadap orang/hewan yang tidak berkepentingan dilarang memasuki daerah bekas penimbunan limbah B3. b.5 mm dan ukuran bukaan pori-porinya 0. Pemeliharaan dan pengoperasian sistem pengumpul dan pembuangan lindi serta mencatat setiap limbah yang dibuang.9/3. Salah satu jenis geonet adalah Secudrain.3 lapisan dan merupakan filter tiga dimensi yang stabil dan merupakan sistem drainase yang tahan terhadap tekanan tinggi. Pemeliharaan sistem kontrol drainase. Hasil dari seluruh pekerjaan pada masa pasca penimbunan limbah B3 dilaporkan kepada Kepala Bapedal 3 bulan sekali atau sesuai permintaan.). yaitu 1 x 10-1.

diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 23. Zet. Adnan.DAFTAR PUSTAKA Agnesa. Diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 23. 2012. Teknologi Pengolahan Limbah B3.32 WITA. Diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 06.com/MaRph0amat0nte/blog/landfill. Nunulasa. Teknologi Pengolahan Limbah Padat B3.shvoong. http://nunulasa. Secure Landfill. http://noeswantoro.wordpress.05 WITA.blogspot.03 WITA. Diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 23. Desember 2012 pukul 06. Logam Berat Kadmium (Cd).id/…/S010458998. 2012.blogspot. http://id. Naswun.07 WITA.blogspot.com/exact-sciences/biochemistry/2225584-teknik-pembuanganlimbah-b3-dengan/.ac.00 WITA.com/2012/11/logam-berat-kadmium-cd. Diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 23.binus. 2011. KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN NOMOR : KEP-04/BAPEDAL/09/1995 TENTANG TATA CARA PERSYARATAN PENIMBUNAN HASIL PENGOLAHAN. . 2011.opera.com/2012/05/teknologi-pengolahan-limbah-b3-definisi. Teknik Pembuangan Limbah dengan Metode Secure Landfill. Anonim. Gnajra. Landfill. http://my.17 WITA. Diakses tanggal 3 Desember 2012 pukul 06. Studisipil. Lolypoly. 2010.com/2011/03/11/teknologi-pengolahan-limbah-padat-b-3/.html. Respository.html?m=1.com/2011/05/securelandfill.00 WITA. 2011. Wahyu Budi.ppt. Pengolahan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).html. PERSYARATAN LOKASI BEKAS PENGOLAHAN DAN LOKASI BEKAS PENIMBUNAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN Kusuma. diakses http://kesmastanggal 3 unsoed.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->