PEMBENTUKAN BIOFILM

ABSTRACT
Praktikum Mikrobiologi Air dengan judul “Pembentukan Biofilm” bertujuan untuk mengetahui apa saja mikroorganisme penyusun biofilm dan proses pembentukan biofilm. Praktikum dilaksanakan pada tanggal 1 maret 2012 di Laboratorium Selatan Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bahan yang digunakan adalah sampel air sumur, air kolam ikan, air selokan, air sawah, air PDAM, dan medium NA. Alatnya adalah petridish, Erlenmeyer, deckglass, pinset, dan Bunsen. Pertama-tama medium Na cair dituang kedalam petridish steril, ditunggu memadat. Lalu sebanyak 6 buah deckglass ditancapkan secara tegak lurus pada medium yang sudah padat dalam petridish. Sampel air dituang ke atas medium hingga ¾ dari tinggi petridish. Lalu diinkubasi pada suhu kamar sekitar 3 minggu. Cara ini diperlakukan untuk semua sampel dan dilakukan pengamatan di setiap minggunya. Namun hasil yang diperoleh belum sesuai harapan. Preparat yang diuji pada pengamatan terakhir belum menunjukkan terbentuknya biofilm. Ini disebabkan terjadinya kompetisi antar bakteri sehingga biofilm belum terbentuk sempurna.

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara mengenai biofilm seharusnya tidak asing lagi bagi kita semua. Biofilm terdapat di sekitar kita, baik dalam tubuh kita maupun dilingkungan sekitar kita. Biofilm merupakan kumpulan mikroorganisme yang terus tumbuh di sebuah permukaan. Contoh sederhana adalah karang yang tumbuh pada gigi kita merupakan salah satu bentuk biofilm. Biofilm adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu lingkungan kehidupan yang khusus dari sekelompok mikroorganisme, yang melekat ke suatu permukaan padat dalam lingkungan perairan. Hal ini membentuk mikro lingkungan dimana mikroorganisme dalam biofilm berbeda secara struktural maupun fungsional dengan yang hidup bebas (planktonik). Biofilm memberi dampak kepada berbagai kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu penelitian mengenai biofilm menjadi penting. Biofilm dapat tumbuh di berbagai permukaan, termasuk batu dan air, gigi, makanan, pipa, alat-alat medis dan jaringan implant. Walaupun biofilm biasanya mengakibatkan kerugian seperti infeksi, adakalanya biofilm juga menguntungkan. Contohnya, biofilm dapat untuk memurnikan air dengan cara menguraikan senyawa-senyawa berbahaya dalam perairan. Sedangkan efek negatif biofilm diantaranya adalah kontaminasi air, makanan, gangguan terhadap alat pendistribusian panas, dan kontaminasi peralatan medis serta jaringan implant seperti infeksi jantung buatan. Dampak ini sudah menjadi perhatian banyak peneliti dari negara-negara maju seperti Amerika, Australia, Inggris terutama bidang-bidang terkait dengan mikrobiologi untuk menggali proses terjadinya biofilm, keanekaragaman spesies, faktor-faktor pemacu, akibat dan pengendalian biofilm (Wikipedia, 2012).

Ini bisa menimbulkan korosi pada alat-alat perindustrian. peranan biofilm sangat penting. bakteri. B. (Dong. Mengetahui keragaman mikroorganisme pembentuk biofilm dari lingkungan. Tujuan 1. Sedangkan bentuk kehidupan yang dominan dari mikroba di alam adalah dalam bentuk biofilm (lebih dari 90%).Choi. temperatur. archae. Permukaan hidup itu berisi banyak tipe mikroorganisme seperti fungi. algae. Selain itu biofilm mempunyai keunggulan dibandingkan sel planktonik dimana dia lebih tahan terhadap bahan antimikroba. 2010). et all. sebab adanya biofilm ini akan sangat mempengaruhi keberhasilan dari rekayasa bioteknologi (Ratih Dewanti & Hariadi. H. Mengetahui proses-proses pembentukan biofilm . Masalahnya sekarang seberapa jauh para peneliti menyadari fakta tentang biofilm sehingga akan dapat memfokuskan penelitian-penelitian terutama mikrobiologi dengan merujuk kepada fakta yang sudah ada tentang biofilm. Biofilm juga dapat berkembang di alat-alat industri sebagai penukar panas dalam pipa-pipa pembuangan limbah.Biofilm berkembang di permukaan keras yang cenderung lembab dalam lingkungan akuatik. dan protista.. Karena akan dapat dikacaukan oleh banyak penelitian selama ini yang berdasarkan kepada sel mikroorganisme yang planktonik terutama yang bertujuan untuk pengendalian serta pemanfaatan. Maka akan sangat efektif bila pengendalian dan pemanfaatan mikroba dilakukan terhadap mikro lingkungan biofilm ini. 2002). peralatan industri dan masih banyak lagi. pH dan lainnya sampai beberapa ribu kali. 2. Dalam bidang bioteknologi.

keberadaan biofilm dapat dicirikan sebagai berikut (Yoo. membentuk komunitas kehidupan jika memungkinkan. Pertumbuhan bakteri secara ekstensif disertai oleh sejumlah besar polimer ekstraseluller. algae atau jenis sel lainnya yang menghasilkan matriks polimerik dan melekat pada permukaan.  Jarak ketebalan dari beberapa mikron sampai lebih dari 1000 mikron. yaitu dasar biofilm dan permukaan biofilm. 2010). TINJAUAN PUSTAKA Biofilm adalah lapisan yang merupakan koloni dari konsorsium mikroba yang menempel dan menutupi suatu permukaan benda padat di lingkungan berair. menyebabkan pembentukan lapisan berlendir (biofilm) yang dapat dilihat dengan kasat mata pada permukaan baik biotik seperti daun dan batang tumbuhan air. secara umum bakteri melekat ke suatu permukaan dengan menghasilkan polisakarida ekstra seluller (EPS) atau pada beberapa kasus dengan menggunakan holdfast.standar test membuktikan bahwa komunikasi antar mikroorganisme yang terjadi dalam biofilm dapat membuat biofilm mereduksi senywa kimia seperti detergen (Jasmin Gattlen et all. Biofilm merupakan sebuah struktur komunitas dari bakteri. kulit hewan-hewan air maupun abiotik seperti batu-batuan. Walaupun banyak bakteri dapat tumbuh pada keadaan bebas (free-living) atau planktonik. Para ahli mikrobiologi memperkirakan bahwa biofilm adalah cara hidup mikroorganisme yang dominan dibandingkan dengan cara hidup melayang-layang di dalam cairan atau planktonis. Lebih dari itu. Pelekatan ini menghasilkan mikro koloni. Bakteri kebanyakan hidup sesil (pada suatu permukaan). Secara fisik.  Permukaan tidak rata (kasar)  Spesies heterogen  Tersusun dari dua bagian. ES. Oleh karena itu bisa mengontrol dan mengeliminasi sel planktonik. Dalam . yang dapat memberikan keuntungan lebih dibanding hidup secara planktonik.II.2000). Biofilm terbentuk khususnya secara cepat dalam sistem yang mengalir dimana suplai nutrisi tersedia secara teratur bagi bakteri. sebagai awal perkembangan biofilm yang dimulai dari satu sel tapi sering berkembang menjadi beberapa bakteri membentuk multilayers dengan matrik yang hidup pada komunitas komplek. Biofilm lebih toleran terhadap bahan kimia dan sejenisnya. bagian bawah galangan kapal serta pada tempat lainnya.

peralatan medis. serta faktor-faktor pembatas lainnya hanya sedikit. pipa pada industri minyak. Hal ini juga dialami oleh bakteri yang motil. sumber air panas serta di daerah dengan kadar asam yang tinggi (Suriawiria. Kepadatan populasi yang rendah adalah karakteristik umum dari komunitas planktonik pada ekosistem mikroba di alam.kenyataannya. 2000). oksigen. Selain itu. Seringkali kekurangan nutrisi disertai oleh mengecilnya . Jika kepadatan populasi rendah. Keadaan oligotropik dari ekosistem ini mendapatkan ketidakcukupan masukan nutrisi untuk mendukung aktivitas mikroba. Pada keadaan planktonik. Contoh klasik dari biofilm adalah yang terdapat pada gigi. biofilm juga ditemukan di tempat-tempat (lingkungan) yang ekstrim. mengawali pembentukan gigi berlubang (dental caries) bilamana bakteri seperti Streptococcus mutan memecah gula menjadi asam-asam organik. hampir semua permukaan berhubungan dengan cairan dan nutrisi akan dikoloni oleh mikroorganisme (Rheinheimer G. khususnya oleh arus dalam medium berair. Biofilm juga biasa ditemukan pada badan kapal. relatif lebih besar. kontak lensa (contact lenses). 2001). Proses Terbentuknya Biofilm Bakteri di habitat alamiah umumnya dapat hidup dalam dua lingkungan fisik yang berbeda: • • Keadaan planktonik. seperti di daerah kutub. sedangkan banyak diantaranya tidak dapat mengambil makanan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan lalu hanya bertahan pada keadaan kekurangan nutrisi. kesempatan bagi induvidu untuk terpisah dari komunitas. serta saluran-saluran yang tersumbat. berfungsi secara individu dan Keadaan diam (sesil) dimana dia melekat ke suatu permukaan membentuk biofilm dan berfungsi sebagai komunitas yang bekerjasama dengan erat. Untuk dapat melihat biofilm lebih dekat dapat dilakukan dengan cara tidak membersihkan pipa kamar mandi seminggu atau pada bebatuan pada aliran sungai di pegunungan. Pada medium air. bakteri oligotropik tumbuh secara aktif walaupun lambat. lingkungan dengan kadar garam yang sangat tinggi. kompetisi antara bakteri secara individu untuk tempat. termasuk respon kemotatis yang sesuai dengan gradien nutrisi. daerah beracun atau kotor. Keadaan ini memberikan beberapa kesimpulan adanya kemampuan bakteri untuk bertahan (revert) dalam keadaan diam (sesil).

2001). Lalu diinkubasi pada suhu kamar sekitar 3 minggu. air PDAM. Sampel air dituang ke atas medium hingga ¾ dari tinggi petridish. Pertama-tama medium Na cair dituang kedalam petridish steril. Universitas Gadjah Mada.ukuran dan respirasi endogenous. peningkatan hidrofobisitas permukaan sel dan meningkatkan pelekatan. Alatnya adalah petridish. Yogyakarta. Cara ini diperlakukan untuk semua sampel dan dilakukan pengamatan di setiap minggunya. air sawah. deckglass. ditunggu memadat. dan Bunsen. air kolam ikan. dimana kesempatan untuk mendapatkan nutrisi lebih tinggi (Evi Damayanti. pinset. Faktor ini membuat bakteri cenderung melekat ke permukaan padat. Erlenmeyer. dan medium NA. . air selokan. III. METODOLOGI Praktikum Mikrobiologi Air dengan acara “Pembentukan Biofilm” dilaksanakan pada tanggal 1 maret 2012 di Laboratorium Selatan Mikrobiologi Fakultas Pertanian. Bahan yang digunakan adalah sampel air sumur. Lalu sebanyak 6 buah deckglass ditancapkan secara tegak lurus pada medium yang sudah padat dalam petridish.

Hasil (Foto Penampakan mikroskopis yang diduga Biofilm dari air kolam perbesaran 100x) (Foto Penampakan mikroskopis yang diduga Biofilm dari air sumur perbesaran 10x) .IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Biofilm adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu lingkungan kehidupan yang khusus dari sekelompok mikroorganisme. alat-alat medis dan jaringan implant. gangguan terhadap alat pendistribusian panas. oleh sebab itu riset mengenai biofilm menjadi penting dan memperoleh popularitas. amputasi bahkan kematian.(Foto Penampakan mikroskopis yang diduga Biofilm dari air selokan) Foto-foto diatas adalah hasil yang diduga adalah biofilm. Melainkan kumpulan mikroorganisme yang belum sempurna membentuk biofilm. Ini disebabkan terjadi kompetisi antar bakteri pembentuk biofilm sehinga formasi biofilm belum terbentuk sempurna. Biofilm memberi dampak kepada berbagai kehidupan sehari-hari. Walaupun biofilm biasanya mengakibatkan kerugian seperti infeksi. Biofilm dapat tumbuh di berbagai permukaan. Kolonisasi ini dapat menimbulkan operasi ulang. Hal ini menjadi mikrolingkungan yang unik dimana mikroorganisme dalam biofilm berbeda secara struktural maupun fungsional dengan yang hidup bebas (planktonik). Dampak ini . Dan ternyata foto diatas bukanlah biofilm. makanan. termasuk batu dan air. makanan. pipa. adakalanya dia juga menguntungkan. Sedangkan efek negative biofilm diantaranya adalah kontaminasi air. dan kontaminasi peralatan medis serta jaringan implant seperti infeksi jantung buatan. gigi. yang melekat ke suatu permukaan padat dalam lingkungan perairan. Contohnya biofilm dapat untuk memurnikan air dengan cara menguraikan senyawa-senyawa berbahaya dalam perairan.

Di laboratorium ditemukan bakteri yang kelaparan. faktor-faktor fisikokimia seperti interaksi muatan permukaan dan bakteri. kesempatan bagi induvidu untuk terpecah dari komunitas. keaneka ragaman spesies. pembentukan matrik ekstraseluller (exopolimer) yang terdiri dari polisakarida. dimana kesempatan untuk mendapatkan nutrisi lebih tinggi. Biofilm terbentuk karena adanya interaksi antara bakteri dan permukaan yang ditempeli. pH dan tegangan permukaan serta pengkondisian permukaan. serta faktor-faktor pembatas lainnya hanya sedikit. khususnya oleh arus dalam fasa berair. Keadaan suvive-lapar ini memberikan beberapa kesimpulan adanya kemampuan bakteri untuk bertahan (revert) dalam keadaan diam (sesil). sedangkan banyak diantaranya tidak dapat mengambil makanan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan lalu hanya survive pada keadaan lapar. Interaksi ini terjadi dengan adanya faktor-faktor yang meliputi kelembaban permukaan. ikatan ion. Pada sistim mengalir. kompetisi antara bakteri secara individu untuk ruang. peningkatan hidrofobisitas permukaan sel dan meningkatkan pelekatan. ikatan Van Der Waals. Inggris terutama bidang-bidang terkait dengan mikrobiologi untuk menggali proses terjadinya biofilm. termasuk respon khemotactic yang sejalan dengan gradien nutrien. oksigen. Pada keadaan planktonik. Kepadatan populasi yang rendah adalah karakteristik umum dari komunitas planktonik pada ekosistim mikroba di alam. makanan yang tersedia. Pelekatan kontinyu dan pertumbuhan mendukung pembentukan biofilm. tumbuh menjadi ukuran yang normal kemudian memulai reproduksi sel. Keadaan ologotropik dari ekositim ini menyiratkan ketidakcukupan masukan nutrient untuk mendukung aktivitas mikroba lebih jauh.sudah menyita perhatian banyak peneliti dari egara-negara maju tseperti Amerika. secara relatif tinggi. Seringkali kelaparan disertai oleh mengecilnya ukuran dan respirasi endogenous. Beberapa sel pada populasi yang berbeda dari bakteri planktonik menempel ke berbagai macam permukaan. Faktor ini membuat bakteri cendrung melekat ke permukaan padat. faktor-faktor pemacu. setelah melekat ke permukaan. Jika kepadatan populasi rendah. Pada air oligotropik bakteri tumbuh seara aktif walaupun lambat. Dengan kata lain terbentuknya biofilm adalah karena adanya daya tarik antara . Hal ini jugai dialami oleh bakteri yang motil. 2003). bakteri yang melekat memperoleh akses ke sumber nutrien yang kontinyu yang dibawa oleh yang mengalir. Australia. aakibat dan pengendalian biofilm (Suriawiria.

Pelekatan ini menghasilkan mikrokoloni. pelikel bekerja seperti perekat bersisi dua. Kolonisasi awal pada permukaan gigi Dalam beberapa jam bakteri akan dijumpai pada pelikel dental. Pada tahap awal ini permukaan gigi atau restorasi akan dibalut oleh pelikel glikoprotein. Selain itu pelikel merupakan substrat tempat bakteri dari sekitarnya melekat. Pelikel tersebut berasal dari saliva dan cairan sulkus. dan debris. seperti Actinomices viscosus dan Streptococus . secara umum mereka melekat ke suatu permukaan dengan menghasilkan polisakarida ekstra seluller (EPS) atau pada beberapa kasus dengan menggunakan holdfast. Komponen khas pelikel pada berbagai daerah bervariasi komposisinya. Plak pada gigi adalah salah satu contoh biofilm yang menempel pada lapisan gigi. yang bertindak sebagai pelumas permukaan dan mencegah desikasi (pengeringan jaringan). Proses pembentukaannya tidak jauh berbeda seperti pembentukan biofilm pada umumnya. sedangkan permukaan lainnya merupakan sisi yang melekatkan bakteri pada permukaan gigi. 2012). begitu juga dari produk sel bakteri dan pejamu. Bakteri yang pertama-tama mengkoloni permukaan gigi yang dibalut pelikel adalah didominasi oleh mikroorganisme fakultatif gram positif. satu sisi melekat ke permukaan gigi. Berikut adalah mekanisme pembentukan plak gigi (Anonim. Pengamatan terhadap pelikel enamel baru terbentuk (dua jam) menunjukkan bahwa komposisi asam aminonya berbeda dari komposisi saliva. a. Pembentukan pelikel dental Pembentukan pelikel dental pada permukaan gigi merupakan fase awal dari pembentukan plak. hal ini berarti bahwa pelikel dibentuk oleh adsorpsi makromolekul sekitar secara selektif. b. Pelikel berfungsi sebagai penghalang protektif.kedua permukaan (psikokimia) dan adanya alat yang menjembatani pelekatan (matrik eksopolisakarida) dll. Hampir semua permukaan berhubungan dengan cairan dan nutrisi akan dikoloni oleh mikroorganisme. Selain itu. sebagai awal perkrembangan biofilm yang dimulai dari satu sel tapi sering berkembang menjadi beberapa bakteri membentuk multilayers dengan matrik yang hidup pada komunitas komplek. Pelikel merupakan suatu lapisan organik bebas bakteri dan terbentuk dalam beberapa menit setelah permukaan gigi yang bersih berkontak dengan ludah dan pada permukaan gigi dan berupa material stein yang terang apabila diwarnai dengan bahan pewarna plak. Walaupun banyak bakteri dapat tumbuh pada keadaan bebas (free-living) atau planktonik.

Fusobakterium nucleatum.sanguis. spesies Capnocyttophaga. Prevotella loescheii.Interaksi yang menimbulkan perlekatan bakteri pengkoloni sekunder ke bakteri pengkoloni awal dinamakan koagregasi. yaitu: • Multiplikasi dari bakteri yang telah melekat pada permukaan gigi • Multiplikasi serta perlekatan lanjut bakteri yang ada dengan bakteri baru Dalam tiga hari. Pengkoloni sekunder yang tidak turut sebagai pengkoloni awal ke permukaaan gigi yang bersih. yaitu molekul spesifik yang berada pada permukaan bakteri. Masa plak kemudian mengalami pematangan bersamaan dengan pertumbuhan bakteri yang telah melekat. maupun kolonisasi dan pertumbuhan spesies lainnya. Adhesin akan berinteraksi dengan reseptor pada pelikel dental. yaitu peralihan dari lingkungan awal yang aerob dengan spesies bakteri fakultatif gram positif menjadi lingkungan yang sangat miskin oksigen dimana yang dominan adalah mikroorganisme anaerob gram-negatif. Fase akhir pematangan plak pada hari ke 7 ditandai dengan menurunnya jumlah bakteri gram positif dan meningkatnya bakteri gram negatif . dan Porphyromonas gingivalis.18-20 Pengkoloni awal tersebut melekat ke pelikel dengan bantuan adhesin. diantaranya Prevotella intermedia. Dalam perkembangannya terjadi perubahan ekologis pada biofilm. c. Kolonisasi sekunder dan pematangan plak Plak akan meningkat jumlahnya setelah kolonisasi awal permukaan gigi melalui dua mekanisme terpisah. Mikroorganisme tersebut melekat ke sel bakteri yang telah berada dalam massa plak.

V. aeruginosa saat ketersediaan nutrisi menipis. Lalu terjadi maturasi I atau proses pematangan biofilm tahap awal. Dari hasil yang didapat. Dapat diisi oleh fungi. Lalu pelekatan permanen dimana mikrob melekat dengan bantuan eksopolisakarida (EPS). Jadi proses pembentukan biofilm secara umum berlangsung menjadi 5 tahap yaitu Pelekatan dimana mikrob melekat pada permukaan suatu benda dan dapat diperantarai oleh fili. dimana sebagian bakteri akan menyebar dan berkolonisasi di tempat lain. Pemicu pembentukkan biofilm salah satunya adalah kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan atau mencekam. Dan akhirnya Dispersi. biofilm gagal terbentuk karena terjadi antara kompetisi bakteri penyusun biofilm. Kemudian maturasi II atau proses pematangan biofilm tahap akhir. mikrob siap untuk menyebar. yeast. bakteri. Contohnya adalah produksi EPS oleh Escherichia coli berupa asam dan P. atau protista. KESIMPULAN Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan bahwa biofilm tersusun dari berbagai tipe mikroorganisme. .

com/mekanisme-pembentukan-plak-gigi/. Ok H. . 20. 2001. 873-882. Bandung. ES. November 2010. R dan Hariadi. Berlin. . The Dissertation.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2000. 2010. IPB.21 Jasmin Gattlen. John Wileys & Sons. 2000. Diakses pada tanggal 28 Maret 2012 pukul 17. The Aquatic Microbiology. Yu. Biofouling Journal. Dong H. G. Toronto. Rheinheimer. Penerbit Alumni. Kang.wikipedia.http://id. Skripsi. Vol 26. and Laurie Mauclaire. Fakultas Teknologi Pertanian. Chicester. Pembentukan Biofilm Pada Permukaan Padat. Mikrobiologi Air. Karakterisasi Biofilm pada Escherichia coli Enteropatogen. FMIPA Institut Pertanian Bogor. November 2010. Genehmitge. Vol 26. Bacterial Diversity in Biofilms Formed on Condenser Tube Surfaces in a Nuclear Power Plant. no 8. http://naturaterapi. Petunjuk Praktikum Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi./wiki/biofilm/. Yoo. Biological and Chemichal Mechanism of Reductive Decolorization od Azzo dyes biofilm. Biofilms Isolated from Washing Machines from Three Continents and Their Tolerance to a Standard Detergent. Jurusan Biologi.Noh. Dewanti. manfred Zinn. Caroline Amberg. 2010. Jae H. Evi Damayanti. no 8. 2001. 953-959. 2012.Choi. Diakses pada tanggal 27 maret pukul 14. and Yeon S. Biofouling Journal. Suriawiria. 2002.org.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI AIR ACARA I PEMBENTUKAN BIOFILM Disusun Oleh: Ngurah Kamandanu (11537) LABORATORIUM MIKROBIOLOGI PROGRAM STUDI MIKROBIOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful