Daftar 1si :

3 5 . K e s e h a t a n Jlwa

Karya Sriwidodo

Artikel : 3 Kesehatan Jiwa di Indonesia 10 Upaya Pencegahan Dalam Kesehatan Jiwa 18 Upaya Rehabilitasi Sebagai Salah Satu Upaya Kesehatan 23 Komputerisasi Data Demografik dan Psikiatrik Pasien Mental di Indonesia 28 Pengertian Pertanggungjawaban Kriminal Atas Perbuatan Individual Dalam Rangka Visum et Repertum Psikiatrikum 34 Psiko Geriatrik Sekilas Pintas 39 Kesukaran Belajar 46 Pendidikan Anak Usia Balita
53 Pendengaran Pada Usia Lanjut (Presbiakusis) 56 Diagnosis dan Pengobatan Filariasis 59 Perkembangan : Dispareunia

Antibiotika Profilaktik ? Individu vs Masyarakat

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian tempet kerja si penulis.

62 64 65 67 68

Hukum & Etika : Tepatkah Tindakan Saudara ? Catatan Singkat Humor Ilmu Kedokteran Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Abstrak-abstrak

Artikel

Kesehatan Jiwa di Indonesia
Prof. Dr. R. Kusumanto Setyonegoro Gurubesar Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Jiwa Universitas Indonesia Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa Depkes RI, Jakarta

Landasan Hukum dan Dokumen Intemasional Landasan ini terdiri dari beberapa produk legislatif, yaitu : 1. Undang-Undang nomor 9/1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. 2. Undang-Undang nomor 3/1966 tentang Kesehatan Jiwa. 3. Undang-Undang nomor 9/1976 tentang Narkotik. Dan beberapa Dokumen Internasional, seperti : 4. "World Health Organization (WHO), Constitution". 5. Alma Ata, USSR, 1978, "International Conference on Primary Health Care", yang disponsori bersama oleh WHO dan UNICEF. Kesehatan Jiwa (KESWA) Berdasarkan landasan hukum dan dokumen internasional ini Memasuki bidang Psikiatri untuk kemudian bergiat di pe- dapat ditarik hal-hal sebagai berikut: layanan keswa, seorang dokter sering merasa dirinya didorong oleh stimulasi intelektual; luasnya materi subjek, termasuk Tentang kesehatan (UUPokok Pokok Kesehatan) berbagai tantangan dan tuntutan manusiawi dan ilmiah; serta Bab I : Ketentuan Umum, fasal 2. undangan untuk melaksanakan kontak dengan para sejawatnya "Yang dimaksud dengan kesehatan dalam Undang-Undang yang menguji sensitivitas interpersonal, toleransi dan flek- ini meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial, dan sibilitas. Demikian pula keprihatinan dan keinginan untuk bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacad dan kemengetahui lebih lanjut tentang condition humaine. lemahan". Psikiatri jelas bukanlah merupakan suatu panacea untuk Bab II : Tugas Pemerintah, fasal 8 ayat 2. penderitaan manusia, tetapi yang penting disadari adalah bahwa Ayat ini lebih menjabarkan lagi istilah "sakit, yaitu termasuk kesehatan jiwa; yaitu pengetrapan dari prinsip-prinsip psikiatri — cacad (invaliditas). secara individual di dalam kelompok maupun masyarakat, — kelemahan (weakness; feeble conditions; keterbelakangan dapat membantu meringankan dan memecahkan permasalahan dalam perkembangan fisik dan mental). manusiawi yang delikat. Oleh sebab itu, bertentangan dengan — usia lanjut (geriatric conditions; dengan atau tanpa pendapat sebagian orang, psikiatri merupakan salah satu seni kelainan yang sifatnya mental). dasar sentral dari ilmu kedokteran. Ini sudah disadari oleh rakyat Tentang kesehatan jiwa (UU Kesehatan Jiwa) dan bangsa Indonesia, yaitu sejak permulaan ditegaskannya Undang-undang ini menjelaskan hal dan materi kesehatan jiwa, pelayanan kesehatan dan kesehatan jiwa secara sistimatik dan integratif. Ditetapkan melalui Undang-Undang Pokok dan dengan pasti mengemukakan definisi sebagai berikut : Bab I : Ketentuan Umum, fasal 1 ayat 1 Kesehatan (nomor 9/1960); Undang-Undang Kesehatan Jiwa (nomor 3/1966); dan lebih jelas lagi dalam Undang-Undang "Kesehatan jiwa adalah kesehatan jiwa yang sehat menurut Narkotik (nomor 9/1976). ilmu kedokteran sebagai unsur daripada kesehatan, seperti PENDAHULUAN Kegiatan dan kesibukan manusia sehari-hari tidak jarang membuat individu cenderung untuk menitikberatkan pentingnya kesibukan/kegiatan itu. Malah mungkin ia agak mengalami obsesif-relatif dengan program hariannya. Oleh sebab itu, sering pula dianjurkan agar manusia menoleh ke sejarah dan meninjau ke masa depan. Ini agar ia dapat meyakinkan diri bahwa relativitas dari problematik yang dihadapinya perlu diprioritaskan, sehingga ia dapat mengembangkan sense of evolution, progress and contribution dari kegiatan tersebut.

Cermin Dunia Kedokteran No. 35, 1984

3

mental and social wellbeing and not merely the absence of disease or infirmity. 2) Pecandu narkotik yang telah cukup umur wajib melaporkan diri kepada pejabat yang telah ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. (f) Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam kesehatan jiwa sangat erat dan mendalam. sehingga memang sudah selayaknya Pemerintah RI memperhatikan dan membina bidang pelayanan kesehatan jiwa ini secara khusus. Tindakan tersebut benar dan menjamin bantuan medik-psikiatrik yang tepat. Menjangkau pasien rawat dalam. sesuai dengan ilmu kesehatan jiwa. edisi 2 (berlaku 1984—1994). 1983). tapi dalam kenyataan sehari-hari semua penderita yang dikirimkan itu langsung menuju kepada dokter puskesmas/RS Umum terdekat." (b) Mengenai anak (pertumbuhan dan perkembangan) "Health development of the child is of basic importance. hal khusus. khususnya karena menyangkut hak milik dan harta benda penderita. Bab III : Perawatan dan pengobatan Bab IV : Harta benda milik penderita Bab V : Penampungan bekas penderita penyakit jiwa Bab-bab dan masing-masing fasalnya memberitahukan hal. pasien ambulan (di RS Jiwa/fasilitas keswa. dan pembentukan BPKJM (Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat). yang kemudian meneruskannya kepada RS Ketergantungan Obat di Jalan Fatmawati. (e) Usaha-usaha lain yang dianggap perlu oleh Menteri Kesehatan. (a) Mengenai konsep kesehatan "Health is a state of complete physical. terbitan Direktorat Kesehatan Jiwa. (d) Mempertinggi taraf kesehatan jiwa seseorang dalam hubungannya dengan keluarga dan masyarakat. Perlu diketahui. 1984 . (a) Perawatan dan pengobatan bagi mereka yang terganggu berat dilakukan dalam RS Jiwa yang pada dasarnya tersedia di semua propinsi RI. Ini menciptakan kulminasi dalam pembentukan konsep kesehatan jiwa masyarakat (keswamas). laporan dan tabulasi diterbitkan setiap tahun. pasien rehabilitasi. yang berpusat pada Direktorat Kesehatan Jiwa. 3) Syarat-syarat untuk melaksanakan ketentuan tersebut dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Bab II Pemeliharaan kesehatan jiwa. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi). Demikian pula visum et repertum psikiatrikum. (c) Perbaikan tempat kerja dan suasana kerja dalam perusahaan dan sebagainya. • Tentang Narkotik (UUNarkotik) Undang-Undang ini menjelaskan tentang materi narkotik. Depkes RI. 4 Cermin Dunia Kedokteran No. (c) Perawatan dan pengobatan yang dimaksud itu harus disetujui oleh dokter/psikiater yang bertanggung jawab. Beberapa pokok yang khususnya menyangkut kesehatan dan kesehatan jiwa: Bab VIII: Pengobatan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotik dan usaha penanggulangannya. dan memperhatikan semua segi dalam penghidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Geneva lihat Lampiran)." Penjelasan mengenai fasal ini. Ini berarti. the ability to live harmoniously in a changing environment is essential to such development. Puskesmas public are of the utmost importance in the improvement of the yang melaksanakan Proyek In tegrasi Keswa. yaitu "Kesehatan Jiwa (mental health) menurut faham ilmu kedokteran sekarang adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik. alkohol. perlu ditegaskan diagnostik di bidang penyalahgunaan narkotik. Jakarta*. fasal 3 Fasal ini memberitahukan tentang usaha-usaha pemerintah c. (b) Perawatan dan pengobatan senantiasa dilakukan atas permintaan (tidak pernah atas paksaan). (b) Mengusahakan keseimbangan jiwa dengan menyesuaikan penempatan tenaga selaras dengan bakat dan kemampuan. Ditkeswa (Direktorat Kesehatan Jiwa) telah mengeluarkan instruksi (1973) yang berlaku hingga sekarang: "Para penderita ketergantungan narkotik." kesmas). menyangkut responsibility and accountability concepts yang merupakan bidang kepentingan bersama antara Psikiatri dan disiplin-disiplin yuridis/legal. atau di fasilitas keswa lain. bahwa dokter/psikiater tersebut harus dapat membuat diagnosis tertentu seperti yang tercantum dalam buku Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa. (e) Hubungan dengan pihak hukum dan pengadilan sangat erat. walaupun peraturan pelaksanaan Menteri Kesehatan yang dimaksud dalam fasal 32 hingga kini belum ditetapkan. Bila dana tersedia. dan substansi (obat) dapat diterima untuk terapi dan rehabilitasi di semua RS Jiwa Pemerintah dan Swasta." (c) Mengenai informasi kepada masyarakat * Sistim ini meliputi DIPAM (Daftar Isian Pasien Mental) yang dikelola "Informed opinion and active participation on the part of the dengan teknik komputer. RS Umum dan Pushealth of the people. • WHO Constitution Dokumen ini memberikan anjuran dan justifikasi suatu pendekatan holistik terhadap materi kesehatan manusia. (d) Semua perawatan pasien di RS Jiwa dan fasilitas kesehatan jiwa yang representatif di seluruh Indonesia dimonitor oleh Sistim Informasi Keswa.yang termaksud dalam fasal 2 UU Pokok-Pokok Kesehatan. Ini menandaskan sikap open door policy dalam pelayanan kesehatan jiwa. di bawah Gubernur/KDH tingkat I dan II di semua propinsi yang sudah mempunyai RS Jiwa Pemerintah (Pedoman Kerja BPKJM. Departemen Kesehatan. dan wajib membawanya kepada dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang diperlukan. 1) Orang tua/wali dari seorang pecandu narkotik yang belum cukup umur wajib melaporkan pecandu tersebut kepada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Ini dituangkan dalam pernyataan-pernyataan di bawah ini. sebagai berikut : (a) Merpelihara kesehatan jiwa dalam pertumbuhan dan perkembangan anak." Dalam hubungan ini.q. bila permintaan itu datang dari pihak masyarakat sesuai syarat-syarat yang berlaku untuk semua permintaan perawatan di RS Jiwa. intelektuil dan emosionil yang optimal dari seseorang. Kebayoran Baru. fasal 32. atau RS Jiwa Pemerintah terdekat. 35. Perkembangan itu berjalan selaras dengan orang-orang lain. alkohol dan substansi (obat) yang tercantum dalam PP DGJ (1984) dan ICD — 9/WHO.

kesejahteraan dan sebagainya). khususnya sektor kesehatan/kesehatan jiwa/pendidikan/kesejahteraan sosial/keagamaan/penerangan/keluarga berencana/dan sektorsektor lain yang ada relevansi dengan keswa. Section I The Conference strongly reaffirms that health which is a state of complete physical. semua dapat merupakan indikasi daripada disorganisasi sosial tertentu. Tidak kurang dari 40 juta manusia di dunia menderita gangguan jiwa berat. demikian pula daya tahan keluarga dan individu menghadapi stres. the family and the community with the national health system. (b) Dititikberatkan kepada upaya prevensi dan promosi. Recommends that primary health care should include at least: — Education concerning prevailing health problems and the methods of identifying. di bawah nama kesehatan jiwa. USSR. Kesehatan Jiwa Masyarakat (KESWAMAS) Sesuai dengan istilahnya. maka kesehatan jiwa masyarakat merupakan (a) Suatu orientasi dalam keswa. (c) Diikhtiarkan agar ada suatu kontinuitas dari berbagai pelayanan (keswa. (h) Mengusahakan kerjasama yang mantap dan erat dengan bidang kesehatan masyarakat (public health). Baik yang dilaksanakan secara hospital based maupun ambulatory. (b) Mencakup semua upaya yang dilaksanakan di masyarakat. (f) Mengutamakan peran serta masyarakat. urbanisasi dan proses-proses lain yang berkaitan dengan itu) telah diketahui membawa serta akibat-akibat buruk terhadap struktur keluarga. tidak hanya terapi dan rehabilitasi. (e) Berupaya melaksanakan "kegiatan psikoterapi singkat" (brief psychotherapy). Beberapa hasil penting perlu dikemukakan: (a) Declaration of Alma Ata. berfungsinya keluarga. BERBAGAI KEGIATAN Orientasi Di hampir semua negara berkembang. Dengan demikian maka diikthiarkan agar pelayanan-pelayanan itumerupakan suatu sistim keswa yang komprehensif. (g) Mengusahakan pendidikan keswa bagi pejabat/petugas di bidang-bidang pelayanan kemanusiaan (human services). Ditambah keterbatasan dari sumber-sumber dana dan manusia yang ahli. guna memperkokoh orientasi keswa mereka. perubahan sosial yang cepat (sebagai hasil dari perkembangan ekonomi. and basic sanitation. — Immunication against the major infectious diseases. Kondisi-kondisi itu jelas akan menambah beban dari sistim pelayanan kesehatan yang sudah sangat besar beban rutinnya. (d) Mengutamakan suatu kerjasama intersektoral. kenakalan remaja. of which it is the central function and main focus. (j) Mengusahakan agar seluruh lapisan masyarakat (golongan ekonomi. industrialisasi. 35. dan sebagainya) dapat mengambil manfaat dari upaya keswamas. preventing and controlling them. kekerasan dan pengrusakan. and of the overall social and economic development of the community. and not merely the absence of disease and infirmity. — Promotion of food supply and proper nutrition. ibukota Kazakh Soviet Socialist Republic di bawah sponsorship gabungan WHO dan UNICEF. including family planning. and constitute the first element of a continuing health care process. USSR. — Maternal and child health care. 1978 Konferensi ini diadakan pada tanggal 6 — 12 September 1978 di kota Alma Ata. mental and social well-being. retardasi mental dan gangguan Cermin Dunia Kedokteran No. — Promotion of mental health. dan tertuju kepada intervensi kondisikondisi krisis. ancaman penyakit atau disabilitas sehingga peranan sosial mereka terganggu. — Prevention and control of locally endemic diseases. is a fundamental right and that the attainment of the highest possible level of health is a most important world-wide social goal whose realization requires the action of many other social and economic sectors in addition to the health sector. Stressing that Primary Health Care should focus on the main health problems in the community. narkotik dan substansi (obat). — Adequate supply of safe water. sosial. dan dengan sendirinya taraf keswa dari individu-individu. Sistim pendukung tradisional mengalami erosi. maka dapat dikatakan bahwa jaringan pelayanan keswa perlu diperkuat dengan segera dan merata. Beberapa karakteristik lain yang melekat pada upaya keswamas adalah sebagai berikut: (a) Terutama sekali tertuju kepada kelompok-kelompok masyrakat (walaupun fokus terhadap individu tidak diabaikan." • Alma Ata. 1984 5 . and provision of essential drugs. It is the first level of contact of individuals. but recognizing that these problems and ways of solving them will vary from one country and community to another. (i) Melaksanakan research epidemiologi keswa. usia. Berbagai laporan tentang keretakan rumah tangga. jenis-jenis gangguan keswa. — Appropriate treatment of common diseases and injuries. bringing health care as close as possible to where people live and work. dan kira-kira dua kali dari jumlah tersebut menderita gangguan jiwa akibat ketergantungan alkohol. scientifically sound and socially acceptable methods and technology made universally accesible to individuals and families in the community through their full participation and at a cost that the community and the country can afford to maintain at every stage of their development in the spirit of self-reliance and self-determination. (c) Primary Health Care Approach (Summary and Discussions 15) The conference considered primary health care to be essential care based on practical. gaya hidup yang kurang sehat. (b) Content of Primary Health Care (Recommendation 5) The conference.(d) Mengenai tanggung jawab pemerintah "Government have the responsibility for the health of their people which can be fulfilled only by the provision of adequate health and social measures. It forms an integral part both of the country's health system.

Promotion and Protection mawas (BP KJM: Badan Pembina Kesehatan Jiwa Maysarakat). Berbagai hubungannya diketahui. dan mengamalkan pengetrapan menyeluruh secara bersif. dan substansi/obat lain). depresi serta frustasi merupakan kondisikan yang relatif ringan (neurotik) antara 40—60 per mil. Akan tetapi. metodik neurofisiologi (EEG.* suportif yang sangat realistik. diperhitungkan ada makin luas diketahui serta diakui di kalangan profesional atau 6—18 ribu penderita psikotik. kita dapat melainkan juga di bidang kedokteran lainnya. proses diagnostik dipermudah dan Pelayanan keswa secara kontinu memperhatikan landasan dipertajam.bunuh-diri. mekanisme dasar (dengan masing-masing hipodengan mengetahui pendalaman ilmiah pendukung secara metesis mengenai khasiat dan mekanisme neuroleptik. problematik umat manusia. 35. merupakan bidang yang belum cukup dinilai. Disertasi FKUI1967.bingan sosial-lingkungan tetap merupakan suatu tantangan benya lingkungan sosio-kultural tempat ia hidup dan berkembang sar. Bimbingan psikoterapeutik kemudian menjadi ilmiah dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan di masinglangkah berikutnya yang layak dilaksanakan. lah kondisi stres. pengaruh obat terhadap daya ingat (memory).pakan lembaga yang fantastis. Khususnya mengenai bidang litasi yaitu eklektik-holistikDetail-prinzip dan Ganzheit-prinzip psikofarmakologi. pasien dan dokter dapat dicatat berbagai perilaku khusus yang Prospek masa depan (penelitian. misalnya Demikian pula di bidang prevensi melalui Upaya Bina Kes* WHO 7th Programme of Work. biokimia. yang setiap indidari 200 juta manusia yang menderita gangguan tersebut se. Penderita epilepsi di dunia gaimana stres itu dapat diatur dan diarahkan agar psikopatoloditaksir berjumlah 15 juta. tendensi untuk berorientasi pada penyakit integratif farmakoterapi dan psikoterapi serta implikasiperlu dijadikan satu dengan observasi klinik dan humanistik. Apakah benar mengetahui hubungan fungsional. stres dan keretakan marital. dokter.** rehabilitasi. terdapat unsur spekulasi dalam upaya me. Diantaranya: • Segi sosio-kultural Dasar-dasar genetik manusia tidak berubah dalam 50. phronia.• Terapi integratif dari psikoterapi. hal seperti itu akan • Efektivitas terapi yang dilaksanakan sering merupakan bimenambah penilaian perspektif kita terhadap hakekat dang yang sulit dinilai secara pasti. Ia merupakan peristiwa yang bervariasi. tidak kurang mempresipitasi suatu keadaan gawat darurat. diperhitungkan gangguan jiwa berat (psi. elektroensefalografi.vidu atau keluarga dapat memberikan formulasinya masinghingga efisiensi kerja atau hidupnya merosot. implikasinya. • Penilaian komparatif dari satu jenis terapi dibandingkan jeSalah satu faktor sosio-kultural yang umum diketahui adanis terapi lain. Dengan sendirinya makna sosioDi Indonesia.antara stres dan penyakit. 1984 . 1984-1989. tetapi yang justru dipentingkan dalam praktek keswa.upaya yang lebih banyak dan mendalam. serta relevansi dan korelasinya terhadap kondisi Landasan dasar dari pendekatan prevensi. antropologi medik dan lain-lain masih perlu melaksanakan telah berubah dengan sangat radikal dan fenomenal. polygrams.mantap. ** Kusumanto Setyonegoro. berbagai upaya prevensi stres dan krisis bukan merudari seluruh morbiditas umat manusia dan tidak dapat diabai. dan hal-hal lain yang berkaitan). percobaan kotik) berjumlah 1—3 per mil dari seluruh penduduk. Tapi. psiko-edukatif dan sosio-kultural Oleh sebab itu. serta baorganik lain dari susunan saraf pusat. dengan gangguan jiwa yang relatif ringan (neurotik) itu Contoh lainnya yaitu krisis. disiplin perawatan. Pendekatan eklektik-holistik dalam Ilmu tetap menunggu penjabaran dan penelitian yang lebih luas dan Psikiatri di Indonesia dengan minat khusus kepada Masalah Schizo. • Segi psiko-edukatif Merupakan salah satu segi yang sering diabaikan oleh seorang uji coba klinik (preklinik. Dugaan mengenai jumlah pasien gik yang mengancam dapat dikurangi tarafnya. ansietas. an segera di RS Jiwa atau klinik Psikiatri untuk pengobatan Segi organobiologik intensif. Memang benar. klinik-terapeutik. dan kadang-kadang juga pasien menggunakan dosis yang diharuskan (patient complianstruktural antara kondisi organo-biologik dan keadaan sosio.000 tahun perjalanan evolusinya. 10% di antaranya perlu perawat. bidang neurofisiologi. Oleh sebab itu. Perhitungan untuk penderita neurotik dan lain-lain Kedokteran biologik memperhatikan secara mendalam bidangdengan sendirinya jauh lebih besar. disiplin psikologi klinik. tidak saja di bidang keswa. evoked potentials. rekontruksi sejarah evolusi itu. stres dan lingkungan. dan psiPendekatan prevensi. gangguan kesehatan jiwa merupakan bagian yang cukup besar Jadi. stres dan golongan sosio-ekonomik. Dengan demikian. dan lain-lain). perhatian makin berkembang karena perlu diusahakan agar dua prinsip itu terjalin secara integratif relevansinya yang langsung dengan upaya terapi dan dan sistematik. Dokter/psikiater. terapi dan rehabilitasi kofarmakologi. kondisi mental emosional dari gambaran manusiawi yang mulai Kota Jakarta yang berpenduduk 6 juta. sub-bidang tertentu seperti klasifikasi obat perlu dipertemukan masing-masing relevansi dan korelasinya psikofarmaka. masing unit pelaksana dari RS Jiwa dan Fasilitas Keswa di seluruh Indonesia. terapi dan rehabimental emosional individual. antidepremadai. dan tergantung dari lokasinya. sebalik.awam. • 6 Cermin Dunia Kedokteran No. sleep tanggung jawab. semuanya merupakan bidang perhatian yang sehingga kejadian-kejadian dalamproses relasi-interrelasi antara serius. pengetrapan praktis) indikatif. pendekatan Teknologi medik. masing. Segi-segi organobiologik.kultural dari peristiwa-peristiwa seperti bunuh-diri. Akan tetapi. yang merupakan dimensi baru dalam pelayanan kesehatan jiwa.000 hing.ce)? Bagaimana perbandingan faktual antara efek dan efek sampingan? kultural yang berkembang. of Mental Health. sedang. Dengan demikian pula. farmakoterapi dan bimga 100. melainkan sumber-sumber kan baik di dunia berkembang atau maju.

dan masing-masing implikasinya. sosi-ekonomi dan lain-lain. Demikian pula permasalahan yang terikat pada penyalahgunaan narkotik. tetap dijalankan terus sehingga tercapai sasaran untuk meliputi 10% dari RS Umum (tipe C/D) dan Puskesmas. pendidilcan keahlian psikiatri (lamanya 3—4 tahun) dapat dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri di Medan. 3) Penataran dan spesialisasi khusus dilaksanakan secara kontinu. illusions. Puskesmas. alcoholic A syndrome of prominent and lasting reduction of memory span. Interface dan kerjasama dengan berbagai disiplin di luar kesehatan jiwa merupakan bidang kegiatan baru. ahli psikologi. Dalam hubungan ini. Excludes: alcoholism without psychosis (303) 291. meliputi pasien yang dirawat. Penataran periodik dilaksanakan bagi para perawat. disorientation. dan pasien rehabilitasi. Yogyakarta dan Surabaya. dan lain-lain. dalam menilai dan menghadapi permasalahan keswa/keswamas. sejak 1980. pengadilan. sesuai pengarahan Ka-Kanwil propinsi masing-masing. Sikap indifference dan indefinite terhadap kesehatan jiwa dalam era di mana "sumber daya manusia" diutamakan sudah tidak lagi memadai. Bila kebutuhannya mendesak. Tambahan pendidikan di luar negeri bila perlu tetap dipertimbangkan. Upaya diagnostik. sumber daya manusia ahli. 1984 7 . Alcoholic delirium 291. fear. Lampiran: ICD — 9. sejak 1975). Salah satu tujuan umum agar permasalahan yang ada dibatasi/dikurangi. konvulsif dan disabilitas motorik lainnya). Semarang. Observasi longitudinal dari upaya kesehatan di Indonesia agaknya cukup memberi petunjuk ke arah tersebut. disamping konsultasi periodik (diantaranya: tentang proyek "gelandangan psikotik" dan "pasung"). mental dan sosial yang relevan terhadap problematik kesehatan perlu dipertajam dan diperjelas secara spesifik. merupakan salah satu indikator kesungguhan hati dari Pemerintah RI (Depkes RI) dan pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). MASA DEPAN Perspektif masa depan dari psikiatri dan kesehatan jiwa sekarang diliputi oleh kemantapan kepercayaan. alkohol dan sub-.PROGRAM Sebagaimana lazimnya. Kegiatan penelitian meliputi berbagai upaya survai epidemiologik. terapi. Yang sekarang diperlukan berupa suatu sense of commitment dan sense of precision dalam membimbing dan mengarahkan pelayanan kesehatan pada umumnya di mana pelayanan keswa merupakan suatu unsur yang integral. Section V 291 Alcoholic psychoses Organic psychotic states due mainly to excessive consumption of alcohol.1 Korsakov's psychosis. and restlessness. khususnya di bidang mental-emosional dan neurologik tertentu (seperti: ancaman gangguan serebrovaskular. 4) Integrasi keswa di Pelayanan Kesehatan Umum* (RS Umum. Undang-undang pokok Kesehatan 9/1960 dan UU Kesehatan Jiwa 3/1966 nyata benar saling melengkapi dan menyempurnakan. sleep studies. Jakarta. Problematik fisik. maka upaya keswa swasta dianggap dapat membantu program pemerintah. rehabilitasi dan prevensi perlu diindentifikasi dan dilimitasi secara positif. penegakkan hukum. teknologi dan lain-lain. khususnya bila terdapat berbagai hambatan dari sumber-sumber dana. tremor and sometimes fever. occurring in alcoholics as the Cermin Dunia Kedokteran No. notably visual and tactile. 1) Berfungsinya Direktorat Kesehatan Jiwa sebagai WHOSEARO Collaborating Centre in Research. pasien berobat jalan. Tujuan umum lainnya terarah kepada inkorporasi dan pemantapan pengetahuan keswa di pelayanan kesehatan umum dan berbagai segi perkembangan sosial. disordered time appreciation and confabulation. Implementasi dari program itu dengan sendirinya juga bergantung kepada teknologi medik-psikiatrik yang tersedia. delusions. 35. serta fasilitas struktural yang tersedia. Ini bila dianggap layak ditinjau dari sudut demografi. uji-klinik psikotropik.0 Delirium tremens Acute or subacute organic psychotic states in alcoholics. Visum et Repertum Psikiatrik. mengenai hal-hal * Publikasi: Integrasi Kesehatan Jiwa di Puskesmas seperti KUHAP. UndangUndang Narkotik nomor 9/1976. stansi (obat dan lain-lain). Secara rutin penghimpunan data berdasarkan DIPAM (Daftar Isian Pasien Mental) dilaksanakan sejak 1971. 5) Penelitian dan penghimpunan data. defects of nutrition are thought to play an important role. Dengan demikian. Berbagai proyek prevensi dan promosi keswa ditunjang untuk dilaksanakan. Tujuannya agar dalam setiap propinsi terdapat satu RS Jiwa Pemerintah. hallucinations of any kind. 2) Pembentukan dan pembinaan suatu jaringan RS Jiwa Pemerintah yang makin merata dianggap sebagai suatu kebutuhan. Training and Services. Bandung. tetap merupakan fokus yang besar. secara perlahan-lahan pelayanan kesehatan umum dapat letih optimal memanfaatkan berbagai kemampuan dan kemungkinan (potentialities) yang diteliti dan diamalkan di bidang kesehatan jiwa individual maupun masyarakat. diantaranya: hukum. Pengembangan Bina Keswamas (BP KJM: Badan Pembina Kesehatan Jiawa Masyarakat) dilaksanakan terus dengan mengundang peran•serta dari semua sektor yang relevan. characterized by clouded consciousness. peralatan. suatu program sangat terikat pada berbagai kondisi faktual seperti dana. including striking loss of recent memory. bahwa segi mental-emosional dari pelayanan kesehatan akan diperhatikan dengan lebih memadai. withdrawal of alcohol can be of aetiological significance. dan diusahakan agar dapat dilaksanakan seluruhnya di dalam negeri. ahli pekerjaan sosial dan para administrator keswa. Diantaranya. juga disediakan RS Jiwa Pemerintah lain/tambahan di Propinsi yang sama. dan dikuasai oleh masingmasing bidang prevensi. In some of these states. terapi dan rehabilitasi.

0 (delirium tremens) to less Acute: Acute: delirium psycho-organic syndrome infective psychosis psychosis associated with endoorganic reaction postcrine. both should be coded. illusions and often vivid hallucinations.0 Acute confusional state Short-lived states. Excludes: the described fonditions with confusion or delirium (293. If dependence is associated with alcoholic psychosis or with physical complications. notably of the amphetamine and LSD groups.3) 292.9 Unspecified Alcoholic: mania NOS psychosis NOS Alcoholism (chronic) with psychosis 293.3) dementia due to: alcohol (291. Alcoholic dementia NOS Chronic alcoholic brain syndrome 292.3 Other alcoholic hallucinosis A psychosis usually of less than six months' duration.-) if present. lasting hours or days.2 Other alcoholic dementia Nonhallucinatory demential occurring in association with alcoholism but not characterized by the features of either delirium tremens or Korsakov's psychosis.4) senility (290. restlessness.4 Pathological drunkenness Acute psychotic episodes induced by relatively small amounts of alcohol.3) Individual indiosyncratic reactions to comparatively small quantities of a drug. These are regarded as individual idiosyncratic reactions to alcohol.0) 291. as specified for alcohol under 291.1 Paranoid and/or hallucinatory states induced by drugs States of more than a few days but not usually of more than a few months duration. 292 Drug psychoses Syndromes that do not fit the descriptions given in 295–298 ( nonorganic psychoses) and which are due to consumption of drugs [notably amphetamines. of the above type. infectious. dystonias] expected brief psychotic reactions to hallucinogens ["bad trips"] (305. gastrointestinal and muscular complaints.–) and paranoid states (297. which take the form of acute.0) nonalcoholic (294. A person may be dependent on alcohol and other drugs. 8 Cermin Dunia Kedokteran No. It is usually accompanied by peripheral neuritis and may be associated with Wernicke's encephalopathy.sequel to an acute alcoholic psychosis [especially delirium tremens] or more rarely in the course of chronic alcoholism. and there may be anxiety and restlessness. predominate. They are usually due to some intra-or extracerebral toxic. disorientation. if so also make the appropriate 304 coding. not due to excessive consumption and without conspicuous neurological signs of intoxication.0) 291.0 Drug withdrawal syndrome States associated with drug withdrawal ranging from severe. Use additional code to identify the associated physical or neurological condition. Use additional E Code to identify the drug and also code drug dependence (304. metabolic or other systemic disturbance and are generally reversible. psychic and usually also physical. 35.–) states following LSD or other hallucinogens.2 Pathological drug intoxication 291. Excludes: Confusional state or delirium superimposed on senile dementia (298.8 Other alcohol withdrawal syndrome Excludes: delirium tremens (291.g. and sometimes to avoid the discomfort of its absence. characterized by behavioural and other responses that always include a compulsion to take alcohol on a continuous or periodic basis in order to experience its psychic effects. Excludes: simple drunkenness (305. brief psychotic states of any type.–) taking the form of chronic hallucinosis with clear consciousness in an alcoholic 291. with slight or no clouding of consciousness and much anxious restlessness in which auditory hallucinations.8 Other 292.0) 291. Alcoholic paranoia Excludes: nonalcoholic paranoid states (297. 292. mostly of voices uttering insults and threats. 292. associated with large or prolonged intake of drugs. paranoid type (295. lasting only a few days or less [''bad trips"] (305.–) schizophrenia. barbiturates and the opiate and LSD groups] and solvents. Alcoholic polyneuritic psychosis Excludes: Korsakov's psychosis: NOS (294.0) severe states characterized by one or more symptoms such as convulsions.9 Unspecified 293 Transient organic psychotic conditions States characterized by clouded consciousness. Some of the syndromes in this group are not as severe as most conditions labelled "psychotic" but they are included here for practical reasons. tremor. Depressive and paranoid symptoms may also be present but are not the main feature. Excludes: physiological side-effects of drugs [e. resulting from taking alcohol. and mild disorientation and memory disturbance.-) arteriosclerosis (290.3) 291. confusion. Auditory hallucinations usually predominate. metabolic or cerebro traumatic organic vascular disorder psychosis Epileptic: confusional state twilight state 303 Alcohol dependence syndrome A state. tolerance may or may not be present..5 Alcoholic jealousy Chronic paranoid psychosis characterized by delusional jealousy and associated with alcoholism. 1984 . anxiety. Excludes: schizophrenia (295.

3) 305. psychic and sometimes also physical.2 Cocaine Coca leaves and derivatives 304.1 Barbiturate type Barbiturates Nonbarbiturate sedatives and tranquillizers with a similar effect: chlordiazepoxide diazepam glutethimide mepr obamate 304.—) gastritis (535. — because tobacco differs from other drugs of dependence in its psychotoxic effects. Tolerance may or may not be present.6 Cocaine type 304.3 Cannabis Hemp Hashish Marijuana 305.6 Other Absinthe addiction Excludes: Glue sniffing Psilocybin Methylphenidate 304. mixed or unspecified "Laxative habit" Misuse of drugs NOS Nonprescribed use of drugs or patent medicinals 304.3) 304 Drug dependence A state. Box 3105 Jakarta 10002 305 Nondependent abuse of drugs Includes cases where a person. 1984 9 .—) drunkenness NOS (305.2) epilepsy (345.9 Other.9 Unspecified Drug addiction NOS Drug dependence NOS Untuk segala surat-surat. 305.4 Barbiturates and tranquillizers Cases where a person has taken the drug to the detriment of his health or social functioning. 35.8 Combinations excluding morphine type drug 304. Excludes: alcohol dependence syndrome (303) drug dependence (304.2) epilepsy (345.7 Combinations of morphine type drug with any other 304.—) gastritis (535. and sometimes to avoid the discomfort of its absence. resulting from taking a drug.7 Amphetamine type 305. Tobacco dependence 305.0) physical complications of alcohol.0 Morphine type Heroin Methadone Opium Opium alkaloids and their derivatives Synthetics with morphine-like effects 304. Excludes: nondependent abuse of drugs (305." LSD reaction 305.5 tobacco dependence (305. Dependence is included here rather than under 304.4 Amphetamine type and other psychostimulants Phenmetrazine Hallucinogens LSD and derivatives Mescaline 304.Acute drunkenness in alcoholism Chronic alcoholism Excludes: Dispomania 304.1 Tobacco Cases in which tobacco is used to the detriment of a person's health or social functioning or in which there is tobacco dependence. pergunakan alamat : Redaksi Majalah Cermin Dunia Kedokteran P.—) 305. 3 Hallucinogens Cases of acute intoxication or "bad trips.5 Morphine type 305. code the disorder. A person may be dependent on more than one drug. such as: cirrhosis of liver (571.2 Cannabis 305.0 Alcohol Cases of acute intoxication or "hangover" effects.O. —) and that he has taken on his own initiative to the detriment of his health or social functioning. Drunkenness NOS "Hangover" (alcohol) Excessive drinking of alcohol Inebriety NOS NOS Excludes: alcoholic psychoses (291. in doses above or for periods beyond those normally regarded as therapeutic. characterized by behavioural and other responses that always include a compulsion to take a drug on a continuous or periodic basis in order to experience its psychic effects.—4drug withdrawal syndrome (292.0) poisoning by drugs or medicaments (960—979) alcoholic psychoses (291.1) 304. for whom no other diagnosis is possible.8 Antidepressants 305.—) physical complications of alcohol. such as: cirrhosis of liver (571. has come under medical care because of the maladaptive effect of a drug on which he is not dependent (as defined in Cermin Dunia Kedokteran No. When drug abuse is secondary to a psychiatric disorder.

ketahui adanya vibrio cholerae. pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Teori miasma beranggapan bahwa tanah yang dicemari oleh sampah memberikan miasma ke udara dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit infeksi yang gawat. Setelah itu maka angka kejadian penyakit kolera di Tengah Kota London reda. John Snow mengambil kesimpulan bahwa penyakit itu ada hubungannya dengan air pompa itu yang tercemar dari sumbernya di Sungai Thames. muntah dan diare yang hebat. Ternyata kampanye untuk memelihara kebersihan dan menghilangkan bau busuk. ngan gerakan penyingkiran "miasma" memberi basil yang amat besar. 35. Depkes RI PENDAHULUAN Sejarah kedokteran membuktikan bahwa usaha pencegahan ternyata lebih berhasil dari pada usaha pengobatan. Tumpukan sampah dan tergenangnya air kotor dianggap sebagai bahan berbahaya dan dapat mencemari air minum. Pada saat berkecamuknya perang Krimea (1853. Hal ini memang berlaku untuk penyakit infeksi dan gangguan gizi. Pada waktu itu belum di.M. Florence Nightingale dengan profesi sebagai perawat telah menyatakan bahwa penyakit cacar tentu terdapat penyebab pertamanya yang kemudian menyebar dan menyerang secara berantai kepada orang -lain. Gerakan kesehatan masyarakat pada mulanya memang berusaha menyelenggarakan sanitasi lingkungan untuk mencegah penyakit. orang yang tinggal bersama belum tentu tertular. sedangkan kasus penyakitnya tersebar luas di tengah kota London dan sebagian besar meninggal.Upaya Pencegahan Dalam Kesehatan Jiwa Dr. Setelah usaha itu pada tahun 1800. yang meninggal telah meminum air dari pompa yang sama itu. demikian juga angka kejadian penyakit tifus abdominalis. ia mengambil kebijaksanaan untuk menanggalkan batang pompa air itu dan membuangnya sehingga penduduk tidak lagi dapat mengambil air minum dari padanya. Pola raga yang telah disebutkan walaupun sangat berorientasi pada ilmu kedokteran fisik. Roan DPM Kepala Sub Direktorat Pencegahan dan Peningkatan Kesehatan Jiwa. Para pendukung teori miasma beranggapan bahwa jalan untuk mencegah penyakit ialah dengan mengubah lingkungan dan menyingkirkan sumber miasma itu. John Snow.1856). kematian ibu yang melahirkan telah berkurang menjadi sepertujuh dari angka pada tahun 1750. Sejak saat itu. serta mengusahakan kampanye kebersihan dan pembuangan sampah sebagai usaha terbaik untuk pencegahan terhadap penyakit. 1984 . W. kolera dan kematian bayi telah dapat ditekan lebih drastik. terutama kepada orang yang se kamar atau bangsal yang padat sehingga mudah terjadi penularan. Penduduk yang bermukim di dekat paya-paya sangat rentan terhadap gas metan sehingga dapat timbul penyakit panas yang kemudian dikenal sebagai penyakit malaria (udara yang busuk). Oleh sebab itu. peristiwa digunakan sebagai pola raga (model) dari upaya pencegahan dalam arti yang sesungguhnya. demam kuning. dan dapat diduga juga berlaku untuk banyak kondisi penderitaan manusia lainnya termasuk gangguan dan penyakit jiwa. para ahli sanitasi dan humaniter Eropah dan Amerika telah menyatakan bahwa semua bau busuk atau tumpukan sampah merupakan sebab dari semua penyakit. Jauh sebelum diterimanya teori kuman. Teori ini yang bermula pada zaman Hippokrates menyatakan bahwa bahan yang beracun ini timbul dari tanah dan disebarkan oleh angin. Pada tahun 1847. Penyakit kolera digambarkan olehnya dengan gejala pada saluran cerna. Direktorat Kesehatan Jiwa. namun tidak urung sangat mempengaruhi jalan pikir para dokter ahli jiwa di kemudian hari untuk menggunakan daya analisa 10 Cermin Dunia Kedokteran No. Tindakannya merupakan satu upaya pertama dari pencegahan dalam Kesehatan Masyarakat. tuberkulosis. yang pada zaman itu dikenal de. paratifus. seorang dokter Dinas Kesehatan Kota London telah mengamati dengan cermat pecahnya dan penyebaran wabah penyakit kolera di tengah kota London abad pertengahan di mana persediaan air minum diambil dari pompa air di tengah jalan.

John Snow itu untuk meneliti angka kejadian gangguan dan banyak gangguan dan penyakit jiwa tidak diketahui penyebabpenyakit jiwa. (2) pengenalan tentang ciri lingkungannya atau "environ(2) Pencegahan sekunder.meninggalnya orangtua atau akan datangnya ujian. merupakan usaha untuk meringankan sebutkan bahwa seseorang penderita memang mempunyai kerentanan tertentu terhadap penyakit tersebut. Oleh sebab itu. Dengan ditemukannya pe. Upaya ini (3) pengenalan dari penyebab atau "agent" . Penyakit kedua yang dapat diatasi terkena debu tambang yang berbahaya. suatu kondisi karena kekurangan niasin dalam makanannya. membuat nyamuknya tidak berdaya dan meng. Upaya psikologik ini hui hal ihwalnya -. Pengemudi berikan pengolahan. hapus paya tempat nyamuk itu berkembang. taraf ketahanan terhadap kelelahan.masa mendatang. suatu psikosa upaya menghadapi krisis (crisis intervention) seperti organik oleh karena infeksi sifilis. secara garis besar dapat dibagi dua.gangguan atau penyakit tidak akan timbul sama sekali. cuaca atau cahaya.menggunakan sinar las atau para pekerja di tambang agar tidak guan ini dapat dihilangkan. dengan harapan agar gangguannya cepat semmudian menimbulkan suatu gangguan atau penyakit. ngambil penyakit malaria sebagai contoh.nya. sesedikit mungkin menimbulkan sequelae. dan dengan demikian upaya pencegahannya da. contohnya memberikan kaca pengaman bagi para pekerja yang Dengan menambah zat ini dalam makanannya praktis gang. penting untuk meneliti unsur yang mempenga. pola genetik. Dalam hal ini dapat atau lingkungannya.umum. Para sarjana sejak saat itu telah mengenal 3 jenis upaya BATASAN TENTANG PENCEGAHAN DALAM KESEHAT. (3) Kelompok penduduk dengan risiko tinggi (high risk group). Mebuh. Usaha ini yang berpaya di daerah tropik dan subtropik. juga penyebabnya. Jadi pencegahan terhadap malaria harus disebutkan pendekatan terhadap : berhasil bila ada upaya meningkatkan ketahanan para pen.seperti tentang kesehatan umumnya. identifikasi agar supaya efisien dan efektif. Kelompok penduduk perlu dingan mengolah calon penderita yang akan diserang. Ke. ialah upaya untuk menurunkan kerentanan seseorang terhadap satu stres tertentu.karena faktor psikologik dan bukan faktor biologik.agar belajar dan mendapatkan pengetahuan yang semestinya. Kebanyakan gangguan jiwa terjadi oleh suatu penyakit. yang paling kisah masa lalunya.(1) Seluruh penduduk (total population) dalam satu masyaraduduknya. Kelompok risiko tinggi lainnya ialah dijumpai lagi gangguan tersebut. upaya ini merupakan usaha agar suatu AN DAN KESEHATAN JIWA Beberapa konsep dalam upaya kesehatan patut dikemuka. Kondisi mobil rupakan satu transisi dalam membaca perubahan pada mereka itu sendiri sebagai penyebab (agent) telah dibuktikan juga. yang akan berguna untuk dirinya atau masyarakatnya pada Sedikitnya 2 jenis gangguan jiwa telah dapat dihapuskan da. sehingga metoda pencegahan dengan cara biologik tidak pat direncanakan dan dilaksanakan dengan lebih berhasilguna. mudian kondisi jalan raya (permukaannya). Contohnya suatu upaya pendidikan kesehatan atau kesehatan jiwa masyarakat melalui media massa. merupakan upaya untuk mengemment" aspek yang memberi tekanan fisik atau psikolobangkan teknik untuk menemukan secepatnya masalahnya segik. Contohnya pada sejumlah anak umur 6 yang lelah. dan hingga dapat dilaksanakan pengobatan yang segera. Ke. yang lebih jarang. Masa ini merupakan masa kritik dalam perkembangan seUsaha mengurangi kecelakaan ditujukan pada ketiga unsur seorang sehingga olehnya dapat diciptakan seorang manusia tersebut di atas. dewasa ini sedang diusahakan suatu rangkaian usaha ruhi : (1) unsur individu yang rentan atau "host" yang perlu diketa. Kegagalan dalam upaya ini dan melewati lam waktu 50 tahun terakhir ini dengan cara pecegahan. maka dapat di (3) Pencegahan tarsier.kat. Namun demikian.psikologik untuk mencegah terjadinya. 1984 11 .masa kritik ini. ganik. . vitalitas atau kekuatan.pola atau urutan sebenarnya dapat disamakan dengan upaya pengobatan atau peristiwa dari lingkungannya yang memberi sties dan keupaya kuratif. mabuk atau mengemudikan kendaraan terlalu cepat tahun semasa mereka memasuki sekolah.nakan pembentukan kepribadian. sudah terlambat dan tidak lagi mudah dilaksadua jenis gangguan itu kebetulan disebabkan oleh faktor or. 35. (2) Tahap perkembangan tertentu (milestone approach). dapat diharapkan. kemudi. Dalam meninjau perkembangan pencegahan primer. konsultasi yang diberikan kepada para ahli hukum yang sering angka kejadian demensia paralitika dapat diturunkan.lam upaya ini dipilih kelompok penduduk tertentu untuk ditang peristiwa kecelakaan kendaraan bermotor. Pertama. kan di sini untuk memberikan landasan pengertian tentang Misalnya vaksinasi terhadap cacar merupakan satu upaya pembahasan dalam tulisan ini. Dalam kesehatan jiwa secara dramatik ialah demensia paralitika. Yang pertama ialah Gangguan psikotik karena pelagra. Dalam upaya pencegahan perlu dipikirkan tentang siapa seterhadap malaria secara teoritik dapat dilaksanakan debagai penerima dari upaya ini. Kedua. lebih Cermin Dunia Kedokteran No. yang tumbuh dalam daerah sisa kemampuannya untuk menolong dirinya sendiri. daDengan membuat cara pikir yang sama dapat ditinjau ten.sebanyak mungkin adanya ketidakmampuan penderita akibat an sebagai penyebabnya ialah kuman malaria yang dibawa gangguannya itu sehingga penderita masih dapat menggunakan oleh nyamuk jenis tertentu. namun kini praktis sudah tidakpernah kiatrik di kemudian hari. dan sebagainya. pengolahan ini memembuat kemungkinan kecelakaan lebih besar. Pencegahan dapat disamakan dengan usaha rehabilitasi. menurunkan faktor stres pada sumbernya. Sekitar menghadapi permohonan cerai dengan bukti yang mengtahun 1920 penderita demensia paralitika ini berjumlah antara hubungkan pecahnya satu perkawinan dengan gangguan psi8 – 10% dalam RS Jiwa.pencegahan. upaya nya. (1) Pencegahan primer. yaitu nyamuk (dengan kumannya). Upaya nyebab penyakit sifilis dan pengobatannya dengan penisilin.

dan memperhatikan semua segi dalam ke. 3 tahun 1966 yang menjelaskan sebagai berikut : maka upaya ini disebut epidemiologi analitik. maka kegiatan pencegahan Dalam gerak extra -mural itu. Ilmu pengetahuan biding sosial. karena Direktorat Kesehatan Jiwa berpendapat munikasi seperti media massa yang mendapat banyak sambutbahwa pengetahuan keahlian yang khusus yang dimiliki oleh para tenaga ahli itu sekaligus mengandung tanggung jawab mo- 12 Cermin Dunia Kedokteran No.berusaha untuk mengarahkan upaya kesehatan jiwa yang secara sunya upaya pencegahannya. Alat ko. Dalam mempelajari penyebaran dari penyakit atau gangguan. mengusahakan keseimbangan jiwa dengan meyesuaikan kecuali dapat diminta semua informasi atau angka tentang penempatan tenaga selaras dengan bakat dan kemampuankesehatan jiwa. Dengan demikian c. antro. maka kita memasuki bidang mungkinkan perkembangan fisik. Ilmu Pengetahuan Sosial e. Semua ilmu pengetahuan ini pada rutin terikat pada Rumah Sakit Jiwa keluar lingkungan Rumah dasarnya mempelajari perilaku manusia secara individual atau Sakit dan ke arah memasuki lingkungan dan pemukiman kelompok dari sejak -dahulu hingga saat ini dari pola ber. Sejak tahun 1971. jiwa (psikiater.pekerja yang sudah menghadapi pensiun. seluruh tenaga ahli kesehatan kesehatan sudah dapat dilaksanakan dengan lebih mudah. an pesatnya. pengolahan angka yang khusus dibutuhkan untuk tujuan tertentu.hidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. Epidemiologi analitik erat hubungannya dengan harmonis (serasi). memelihara kesehatan jiwa dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. segala informasi akan di dapatkan dengan mudah dan dengan d. dapat juga memberikan semua keterangan yang nya. motivasinya. 35. dimana ilmu dan sarana komunikasi sudah masyarakat itu sendiri. Bagi orangtua yang an. field-study). annya dengan keluarga dan masyarakat. Jiwa No.sosial dan lainnya) komunikasi juga dapat dilaksanakan lebih cepat.masyarakat umum. mempertinggi taraf kesehatan jiwa seseorang dalam hubungsendirinya akan melancarkan upaya lain yang tertuju. Depkes RI telah pologi dan sosiologi dengan sendirinya merupakan sumbangsih yang sangat besar dalam pengembangan kesehatan jiwa. 1984 . dengan demikian lebih memajukan dan melitas kesehatan dan kesehatan jiwa. kita memasuki bidang PROGRAM USAHA PENCEGAHAN KESEHATAN JIWA epidemiologi deskriptif. yaitu Undang-undang tentang Kesehatan semua data telah terkumpul untuk mengadakan evaluasi itu.dikerahkan. akan sangat bermanfaat digunakan. sasaran dari upaya kesehatan jiwa disebutkan bahwa : Sistem Infonnasi Kesehatan Jiwa Dalam bidang kesehatan jiwa usaha pemerintah meliputi : Suatu cara pencatatan informasi tentang kesehatan jiwa yang a."Kesehatan Jiwa (Mental Health) menurut faham ilmu sebut dapat dicoba dalam suatu program untuk mempelajari kedokteran pada dewasa ini adalah satu kondisi yang mekebenaran dari penyebab itu. khu. dokter perawat. Dengan demikian menningkatkan efisiensi. penelitian terapan atau penelitian di lapangan (applied rese. Bila analisa ter. budayanya dan projeksi ke masa depan. faktor penentu dari prevalensi penyakit. ada kaitannya dengan upaya pencegahan. dipusatkan dalam satu lembaga tertentu. agar orangtua tidak merasa kesepian dan berakibat buruk Ilmu komputer yang hingga kini sudah berkembang demikibagi kehidupan emosional mereka. dukung kecepatan pencapaian fasilitas sehingga upaya penceEpidemiologi gahan para penderita dan yang perlu ditangani masalah gangguEpidemiologi ialah ilmu yang mempelajari penyebaran dan annya dapat cepat diatasi. dan epidemiologi experimental sering tidak Mengenai bidang khusus yang menjadi perhatian dan dapat dibedakan dari evaluasi program. UPAYA PENCEGAHAN Teknologi transportasi Paint dikemukakan di sini beberapa kondisi dan ilmu peKemajuan teknologi terutama teknologi transportasi telah ngetahuan yang sampai saat ini dapat diinkorporasikan dalam memberikan kemudahan bagi penduduk untuk mencapai fasiupaya pencegahan. Extensifikasi dari pelayanan kesehatan jiwa itu menjadi permulaan dari suatu "gerak extra-mural" sehingga pikirnya. Direktorat Kesehatan Jiwa. perbaikan tempat kerja dan suasana kerja dalam perusahaan dan sebagainya sesuai dengan ilmu kesehatan jiwa. mencapai tingkat yang memadai. pekerja. telah memberikan dukungan yang begitu besar terhadap informatika dan informasi bagi manusia dalam waktu BERBAGAI ILMU PENGETAHUAN YANG MENDUKUNG singkat dan cara yang relatif sangat mudah. Dari pusat tersebut b. epidemiologi timal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dedeskriptif berhubungan erat dengan demografi dan ekologi ngan orang lain. putera-puterinya sudah mencapai umur 18 th dan siap meIlmu pengetahuan komputer ninggalkan mereka untuk menuntut pendidikan yang lebih tinggi. Dalam mempelajari faktor penentu dari DI INDONESIA penyebaran itu. maka kita mencoba untuk meneliti Upaya kesehatan jiwa di Indonsia pada umumnya didasarkan penyebarannya agar dapat mengidentifikasi penyebabnya. khususnya psikologi. Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat yang manusia. intelek dan emosi yang opepidemiologi experimental." arch. tetapi juga kelompok dan organisasi masyarakat serta Pada saat ini. tidak saja menjangkau Puskesmas dan Rumah Sakit Umum tipe Ilmu dan sarana komunikasi C dan D. usaha lain yang dianggap perlu oleh Menteri Kesehatan. Bila atas landasan hukum. Dengan demikian.

Suatu penyampaian informasi tentang kesehatan jiwa dan penyakit jiwa oleh para ahli di bidang kesehatan jiwa kepada suatu kelompok hadirin atau pendengar yang awam. menitik beratkan pada usaha untuk faham kesehatan jiwa seperti yang tercantum dalam Unmenciptakan suasana yang baik dan serasi dalam keluarga demi dang-Undang Kesehatan Jiwa No. 2. untuk mengobatkan anggota keluarganya hingga sembuh. • Tujuan Umum PENYULUHAN KESEHATAN JIWA yang setinggi-tinggi- Falsafah pencegahan semula timbul sebagai suatu pengertian dalam Kesehatan Masyarakat. aman dan bahagia. Agar anggota masyarakat mendapat informasi yang secukupnya sehingga dapat mempergunakan fasilitas kesehatan jiwa untuk keperluan dirinya sendiri maupun keluarganya. 35. tempat suami istri berada harus se-optimal mungkin agar anak 3. Tujuan Penyuluhan Kesehatan Jiwa Tujuan dari usaha ini merupakan salah suatu upaya agar 4. diartikan sebagai berikut : 1). salah satu untuk meningkatkan kondisi dan kegiatan kesehatan jiwa. Cermin Dunia Kedokteran No. berkembangnya seorang anak manusia yang sehat 2. 2). suasana yang sehat. bah. yaitu Fasilitas Kesehatan Jiwa/Rumah Sakit Jiwa Pemerintah yang Hasil-hasil Yang Diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat dalam 1. 5. Mendapat dukungan dan kerjasama dari kelompok penentu SEHATAN JIWA. raan fasilitas kesehatan jiwa di masyarakat. sehingga masyarakat ("orang penentu") agar mereka lebih memahami dan kehidupan mental para anggotanya dapat terlaksana dalam menghayati hakekat dan "mission" Kesehatan Jiwa. yaitu ruang gerak yang dan pelaksanaan program kesehatan jiwa. Usaha lain yang dilaksanakan sehubungan dengan usaha 2. Agar anggota masyarakat dapat juga bertindak secara dini dan praktis sebagai suatu "agent" untuk memberikan penyuluhan kepada orang lain di sekitarnya dalam menghadapi berbagai kesulitan atau gangguan yang sederhana.nya melalui ikhtiarnya sendiri. Demikian pula dalam Kesehatan Jiwa diharapkan bahwa • Tujuan Khusus konsep tersebut dapat pula dilaksanakan. 3 tahun 1966. atau Arti Penyuluhan Kesehatan Jiwa sekurang-kurangnya agar dapat kembali aktif dan masih tetap Konsep penyuluhan kesehatan jiwa. Untuk menciptakan kesadaran bagi. 1984 13 . 3). bila terjadi gangguan atau penyakit jiwa agar mereka fasih dalam melayani masalah kesehatan jiwa dan di kalangan anggota keluarga.ril. cukup. Umum type C dan D dengan maksud untuk mengadakan pembinaan. Konsep pencegahan ini oleh Direktorat Kesehatan Jiwa secara 5. 3. produktif dan kreatif. Menciptakan nilai dan norma sosial yang menunjang upaya konkrit dimanifestasikan dalam upaya kesehatan jiwa. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa sebagai suatu milik masyarakat yang berharga. Pencegahan dalam 1. Membantu masyarakat agar mampu memprakarsai atau ber upaya dalam kegiatan kesehatan jiwa baik secara perorangan maupun berkelompok. dan dapat meneruskan informasi itu kepada orang lain untuk juga mempergunakan fasilitas tersebut. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fahambidang kesehatan jiwa. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan mendapat tempat hidup yang layak. bagi para dokter dan petugas Puskesmas dan Rumah Sakit Umum. Meningkatkan penggunaan sarana pelayanan kesehatan jiwa yang tersedia. diantaranya adalah melalui PENYULUHAN KE6. pada umumnya dapat berguna bagi keluarga dan masyarakat. bahkan usaha tersebut ternyata lebih efektif daripada usaha pengobatan. 4. perumahan yang memadai. kan seluruh anggota masyarakat Indonesia. Ini berarti bahwa lingkungan hidup gangguan dan penyakit jiwa dalam masyarakat. sehingga membuat mereka masukkan azas-azas kesehatan jiwa secara dini dalam pelayanmenjadi lebih sedih dan putus asa sehingga mengabaikan annya. Untuk menciptakan dan mengembangkan kesadaran dari mengusahakan ceramah dan penyuluhan yang ditujukan kepada anggota masyarakat tentang pentingnya pembinaan keluarga orang-orang yang memegang peran penting dalam kehidupan demi tercapai keadaan sejahtera. Mendorong masyarakat agar bergotong royong dalam metersedia kesempatan untuk mendapat pendidikan. 3. Tidak menjadi korban dari rasa dosa dan cenderung menyalahkan diri sendiri. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang berbagai baik fisik maupun mental. dalam melaksanakan berbagai peraturan pemerintah yang Tugas Penyuluhan Kesehatan Jiwa dilaksanakan oleh para menyangkut usaha -usaha kesehatan jiwa. suasana aman ngusahakan daya dan dana demi pengadaan dan pemelihadan sentosa serta saling mempercayai dan hormat menghormati. petugas kesehatan jiwa melalui jalur yang telah tersedia. Menyebarluaskan faham kesehatan jiwa secara sistematik. Suatu kampanye luas tentang kesehatan jiwa. cukup tempat untuk bermain. 1.anggota keluarga dan pencegahan kesehatan jiwa ialah. yang mencoba untuk mencegah timbulnya wabah di kalangan penduduk dan ternyata mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. tumbuh dan. dengan mengadakan penmasyarakat agar mengambil tanggung jawab untuk mengasuh dekatan pelayanan kesehatan jiwa pada masyarakat melalui usaha dan mengobati anggota keluarga yang sedang sakit atau Integrasi Kesehatan Jiwa baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit terganggu jiwanya. bahwa isi dan maknanya harus disampaikan secara merata individu mencapai tingkat kesehatan jiwa kepada seluruh jajaran pelayanan kesehatan di Indonsia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Rumah Saf. dan lain-lain. Tugas dan fungsi tenaga kesehatan jiwa. Hidup perkawinan dan berbagai problematiknya. melaksanakan usaha untuk membantu masyarakat dan 4. Cara Penyampaian Pesan-pesan penyuluhan disampaikan melalui pendekatan massa. Faham Tri Upaya Bina Jiwa. c. 1984 . Jalur yang dipergunakan meliputi : e. Lain-lain. — Karyawan Pemerintah/Swasta 3. kit Jiwa. Fasilitas dan sarana kesehatan jiwa yang tersedia. 2. Sistim rujukan dalam pelayanan kesehatan jiwa. — ketergantungan obat dan alkohol. sehingga berdasarkan pengetahuannya mengenai penderitaan pasien mental. Sarana yang disediakan Pemerintah sudah memungkinkan dewasa ini. ilmu antropologi. Perkembangan individu secara psikososial dan psikoseksual Ceramah dan wawancara melalui : d. Jalur Penyuluhan Kesehatan Jiwa — keterbelakangan mental. Departemen-Departemen lain yang menyelenggarakan program penyuluhan. malahan mencemoohkan para penderita tersebut. paramedik. Ilmu pengetahuan lainnya yang mendukung dan berkaitan pemerintah dalam meningkatkan taraf kesehatan jiwa dengan usaha-usaha kesehatan jiwa seperti: psikologi. ilmu pemenanggulangi berbagai masalah kesehatan jiwa ngetahuan perilaku (behavioral sciences). pekerja sosial. — psikogeriatri. Pesan-pesan tersebut disampaikan sedemikian rupa hingga 1. a. ahli mampu melaksanakan usaha-usaha kesehatan jiwa baik yang psikologi. 35. guru dan ahli perilaku manusia. maupun individu dengan menggunakan berbagai metoda dan teknik audiovisual dan demonstrasi kasus yang disesuaikan dan dapat diterima oleh hadirin/pendengar. Kebijaksaan Pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan 7. Balai Pengog. ahli psikologi. majalah. Fasilitas Kesehatan Pemerintah lainnya. tidak akan bertindak keliru atau bersikap memusuhi atau 2. Prosedur/jalur untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa. Puskesmas. kelompok. Pesan Pokok — Organisasi masyarakat 1. Sasaran Penyuluhan kesehatan jiwa ditujukan kepada seluruh lapis-an masyarakat. mereka 1. Cara penanggulangan gangguan dan penyakit jiwa yang 1. Faham tentang Kesehatan Jiwa. — neurosa • Pendekatan melalui perorangan dan keluarga misalnya: — gangguan kepribadian — Melalui kegiatan/praktek dokter. Pembahasan tentang proses terjadinya dan berbagai bentuk — Radio dari gangguan dan penyakit jiwa seperti : — Televisi — psikosa organik dan fungsional — Surat kabar. Rumah Sakit Umum. 2. B. Agar anggota masyarakat secara berswadaya dapat jiwa. 3. Agar anggota masyarakat lebih memahami permasalahan gangguan dan penyakit jiwa. Minat (interest) — kelompok penentu Penilaian (evaluation) — organisasi profesi (diluar kesehatan) — organisasi masyarakat. b. Adapun proses tersebut dapat dibayangkan sebagai berikut: dapat berperan penting dalam bidang kesehatan jiwa seperti : Kesadaran (awareness) — pejabat pemerintah. batan. dan sebagainya. guru — kenakalan anak dan remaja. yang diperlukan untuk menentukan prioritas penanganan masalah dan pentahapan pelaksanaan penyuluhan. psikofarmakologi. — gangguan tingkah laku dan kelainan seksual. — Murid sekolah/orang tua murid. Penjajakan (trial) — lembaga pendidikan Penerimaan dalam motivasi (adoption) — dan lain-lain Penyampaian pesan penyuluhan kesehatan jiwa kepada sasaran dapat dilaksanakan melalui berbagai cara pendekatan: Isi Penyuluhan • Pendekatan melalui kelompok: — RT/RW A. dan untuk mencapai hal tersebut perlu diadakan pembagian dalam beberapa kelompok masyarakat. a. Kelompok profesi yang mempunyai kegiatan dalam bidang terjadi proses pengenalan dan perkembangan sehingga seseorang dapat mencapai suatu titik ketrampilan tertentu dan kesehatan seperti: dokter. • Pendekatan secara massa : b. Kelompok khusus yaitu kelompok dalam masyarakat yang sederhana maupun yang lebih kompleks. ilmu masyarakat dan dengan demikian dapat turut membantu sosial. — Konsultasi pribadi.6. Pesan Tambahan 14 Cermin Dunia Kedokteran No. masyarakat. Materi penting yang perlu diketahui : — Dan sebagainya.

namun demikian Caplan (1963) telah mengemukakan 4 jenis konsultasi. 3. Bagian Psikiatri Rumah Sakit ABRI. 4. tetapi hanya membantu agar tujuan dari pekerjaan itu dapat tercapai. Struktur pelayanan kesehatan jiwa di Indonsia (Rumah Sakit Jiwa. "Konsultasi" perlu dibedakan dari "Supervisi' atas dasar : 1. Organisasi swasta b. bahwa konsultan mungkin keahliannya dan kedudukannya tidak setaraf dengan orang yang meminta konsultasi itu. KONSULTASI KESEHATAN JIWA Upaya ini berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara tidak langsung kepada klien. Kelompok organisasi dalam masyarakat. Istilah "konsultasi" telah lama dikenal dalam praktek kedokteran. Tujuan dari konsultasi ialah memajukan hasil karya dan bukan meningkatkan hanya kemampuan penyesuaian diri pasien. d. program dan kesadaran tentang kesehatan jiwa dan kemampuan untuk mengatasinya. Penilaian hasil guna penyuluhan kesehatan jiwa sebagai unsur masukan bagi penyempurnaan materi dan penyusunan program. Bantuan Tenaga. Penyempurnaan materi dan penyusunan program penyuluhan kesehatan jiwa. 1. Langkah-Iangkah Untuk mencapai tujuan penyuluhan kesehatan jiwa perlu diambil langkah-langkah sebagai berikut : 1. 3. Pembinaan dan monitoring terhadap pelaksanaan penyuluhan kesehatan jiwa. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan jiwa dengan urutan prioritas sebagai berikut : a. Konsultasi kasus yang tertuju pada klien 2. seorang konsultan yang dianggap ahli dalam salah satu bidang ilmu pengetahuan. Dalam kesehatan jiwa. tiadanya kurikulum pendidikan yang terencana dalam konsultasi itu. Selain itu. 1984 15 . Atau suatu kesulitan dalam perencanaan program yang lebih luas dan perlu bantuan dan nasihatnya dalam mensukseskan program pelayanan yang luas. masyarakat penentu b. Akhirnya "konsultasi" perlu dibedakan dari "kerjasama atau kolaborasi". bahwa konsultan tidak mempunyai tanggung jawab langsung secara administratif terhadap orang atau badan yang diberikan konsultasi itu. d. tetapi melalui suatu badan atau perorangan yang menyelenggarakan pelayanan kepada Mien. Dalam hal ini ia mungkin menghadapi-kesulitan yang dianggapnya di luar dari keahliannya.2. Hal ini demikian karena: 1. 2. kebebasan yang relatif dari penerima konsultasi untuk tidak terikat pada instruksi atau saran yang diberikan. Konsultasi pada saat ini dianggap sebagai salah satu teknik yang akan banyak digunakan dalam psikologi sosial. dan seorang yang meminta konsul. Lingkungan perusahaan/industri/business. 4. Ilmiah dan lain-lain. masyarakat umum. sebagai salah satu jalan keluar dari masalah kekurangan tenaga di bidang upaya kesehatan jiwa. 4. 5. membina dan mengembangkan kelompok sosial. Yayasan-Yayasan Kesehatan Jiwa dan psikiater-psikiater) dapat diminta bantuannya bila organisasi Pemerintah/Non Pemerintah merencanakan upaya kesehatan jiwa preventif secara insidentil atau periodik. "Konsultasi" juga perlu dibedakan dari "psikoterapi". kelompok-kelompok berminat dalam masyarakat. profesi yang berkaitan dengan kesehatan jiwa. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri. 2. Da-lam psikoterapi jelas terdapat hubungan yang bersifat kontrak antara pemberi dan penerima psikoterapi. Konsultasi administratif yang tertuju pada program Cermin Dunia Kedokteran No. baik di tingkat pusat maupun daerah oleh organisasi Pemerintah maupun masyarakat. konsultasi dan penerima konsultasi mempunyai kedudukan setaraf dan saling menghormati kedudukannya. 3. 35. Non Pemerintah a. Dalam hal ini si penerima psikoterapi yang biasanya seorang pasien dan mengakui bahwa ia bermasalah dan mengizinkan intervensi dari luar oleh pemberi psikoterapi untuk mengatasi masalahnya. namun pengetahuan itu dapat digunakan untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut. Beberapa jenis konsultasi kesehatan jiwa Dibandingkan dengan psikoterapi. "Konsultasi" juga dibedakan dari "instruksi atau pendidikan" atas dasar: 1. c. Memungkinkan pencapaian kelompok masyarakat yang relatif besar dibandingkan dengan jumlah pekerja yang kecil 2. 5. konsultasi kesehatan jiwa masih belum demikian berkembang. bahwa konsultasi diberikan secara tidak teratur menurut kebutuhan sesaat saja dan tidak terus-menerus. bahwa konsultan tidak berkuasa atas orang yang diberikan konsultasi secara mutlak dan dapat mempergunakan atau tidak mempergunakan hasil konsultasi itu. Pembentukan organisasi pelaksana penyuluhan kesehatan jiwa. Organisasi lainnya. Konsultasi kasus yang tertuju pada penerima konsultasi (consultee) 3. Pada konsultasi tidak ada perjanjian bahwa konsultan akan turut melaksanakan rencana pekerjaan dari penerima konsultasi. "konsultasi" diartikan agak berlainan. 2. c. memberi kemungkinan mendidik prinsip kesehatan jiwa kepada para ahli lain dalam masyarakat. 3. sebagai pusat pelayanan atau pemeliharaan dari instansi kesehatan lain yang mungkin kurang mampu melayani kesehatan jiwa atau yang jauh dari pusat sehingga tidak dapat mengambil manfaat dari kemajuan ilmu. psikiatri sosial dan kesehatan jiwa masyarakat. yaitu suatu interaksi antara dua orang ahli. yang berarti upaya bantuan yang dimintakan pada seorang konsultan di luar ilmu kedokteran guna membantu dalam rencana formulasi dan diagnosis serta pengobatan seorang penderita. tiadanya evaluasi atau penilaian dari hasil karya belajar penerima konsultasi itu.

Thailand. serta Sosial. Tetapi dalam permulaan projeknya masih diberikan bantuan yang penuh dari Rumah Sakit Jiwa terdekat sebagai Rumah Sakit Pembina dengan satu tim yang khusus yang terdiri dari dokter. Konsultasi administratit yang tertuju pada penerima konsultasi (consultee) Dinas konsuitasi kesehatan jiwa bagi perorangan atau badan ang menyelenggarakan pelayanan kepada klien telah disediaseksinya di Direktorat Kesehatan Jiwa. Kecuali itu juga telah disiapkan sebuah Pedoman Kerja Puskesmas sebagai pegangan terutama seksi 11 yang memberikan ulasan tentang jenis gangguan dan penyakit jiwa. Kalimantan dan daerah lain di seluruh Indonesia. Pada tahun 1980 telah dimulai projek integrasi kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum tipe C dan D. seperti tindak kekerasan diantara anak sekolah. dunia lainnya. Sri Lanka. sehingga dapat mengurangi jumlah penderita yang akan mengunjungi Rumah Sakit Umum tipe C dan D yang merupakan tempat rujukan tingkat sekunder. yang kemudian akan disusul oleh Bangladesh serta negara anggota yang tergabung dalam Kawaan Asia Tenggara (Nepal. Oleh sebab itu Direktorat Kesehatan Jiwa Depkes RI sejak 1981 telah ditunjuk sebagai Pusat Kerjasama dalam research tersebut. Kecuali bersepakat. mereka telah menyumbangkan pengetahuan dan istilah dalam ilmu kedokteran jiwa untuk dibakukan dalam Pedoman tersebut sehingga karya ini dijadikan sebagai panutan dalam pendidikan psikiatri di Indonesia. Di dalam upaya integrasi kesehatan jiwa di dalam upaya kesehatan umum. terdiri dari para pejabat dari bagian psikiatri berbagai Pusat Pendidikan psikiatri terkemuka di Indonesia. 35. Burma. baiknya. PEDOMAN PENGGOLONGAN DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA DI INDONESIA Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia ini merupakan satu karya yang dikoordinasi oleh Direktorat Kesehatan Jiwa dan anggotanya. yang dianggap mempunyai kemampuan yang terlengkap untuk mengatasi gangguan jiwa ini. maupun tindakan yang perlu dalam masalah kesehatan jiwa. Oleh karena itu dapat diambil sebagai teladan bagi negara lain di kawasan Asia Tenggara ini atau kawasan 16 Cermin Dunia Kedokteran No. INTEGRASI KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT UMUM Sejak tahun 1974 telah dilaksanakan proyek integrasi kesehatan jiwa di Puskesmas. Cedera dan Sebab Kematian. definisinya serta tindakan yang patut dilakukan oleh petugas puskesmas. Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Daerah Tingkat I yang biasanya diketuai oleh Sekretaris Wilayah Daerah. walaupun masih dalam jangkauan yang terbatas oleh karena biaya dan tenaga. BADAN PEMBINA KESEHATAN JIWA MASYARAKAT Badan tersebut adalah suatu sistem yang dibentuk oleh Gubernur. tentang rehabilitasi para penderita gangguan jiwa serta beberapa masalah pendidikan. Maldives. Oleh sebab itu. maka dapat dilihat bahwa Puskesmas merupakan satu tempat rujukan tingkat primer yang dapat menyaring pada taraf pertama para penderita gangguan dan penyakit jiwa yang dapat diatasi di sini. Ternyata setelah beberapa perbandingan dapat diambil kesimpulan bahwa para petugas pelayanan kesehatan primer ternyata mampu dan fasih dalam menegakkan diagnosis dan terapi sederhana bagi para penderita yang datang dengan gangguan jiwa dan atau psikososial. dan hingga kini sudah terdapat 21 Propinsi yang telah membentuk Badan Kerjasama tersebut dan telah giat dalam menanggulangi beberapa gejolak di dalam masyarakat. nemu kasus sekaligus sebagai pendukung usaha pencegahan primer. ahli psikologi. sebagaimana telah diterjemahkan dan dibakukan beberapa istilah di dalam bahasa Indonesia dan yang diharapkan nantinya akan dipergunakan oleh semua DIREKTORAT KESEHATAN JIWA SEBAGAI WORLD HEALTH ORGANIZATION SOUTH EAST ASIA REGIONAL OFFICE COLLABORATING CENTRE FOR RESEARCH AND TRAINING IN MENTAL HEALTH Sebagai konsekuensi dari upaya integrasi kesehatan jiwa di upaya kesehatan umum yang telah dirintis di Indonesia. dibantu oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa setempat sebagai sekretarisnya.4. Agama. Fungsi dari Badan kerjasama ini ialah konsultatif. membentuk satu wadah yang giat melaksanakan konsultasi. Sehingga kemampuan Rumah Sakit Umum tersebut dapat ditingkatkan untuk melayani penderita gangguan jiwa secara ambulatorik maupun perawatan menginap. maka kegiatan ini dinilai sebagai satu hal yang baru dan bermanfaat dalam memajukan peran kesehatan jiwa dalam kesehatan umum. Upaya ini mula-mula hanya dilaksanakan di Jawa dan Bali. dengan cara mengadakan penataran khusus bagi para dokter umum dan perawat dari Rumah Sakit Umum yang bersangkutan. psikiater. susul oleh Bangladesh. termasuk dokter dan perawatnya dalam kemampuan mereka melayani para penderita kesehatan jiwa. Sedangkan Rumah Sakit Jiwa yang terletak di Ibukota Propinsi akan menjadi tempat rujukan tingkat tersier. Badan Kerjasama Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat ini oleh Menteri Dalam Negeri telah dibuatkan Surat Keputusannya untuk diberlakukan di seluruh Propinsi di Indonesia. 1984 . serta Wakil dari Kepala Kantor Wilayah Kesehatan. Sulawesi. Pada prinsipnya upaya pelayanan ini berupa suatu upaya konsultasi bagi para petugas Puskesmas untuk dapat melaksanakan pelayanan atas kemampuan mereka sendiri. Pedoman ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Klasifikasi Internasional Mengenai Penyakit. perawat psikiatrik dan pekerja sosial dengan dilengkapi kendaraan dan persediaan obat psikotropik yang cukup untuk dibawa dan diberikan secara teratur kepada para penderita yang datang berkunjung ke Puskesmas. Penerangan. Bersamaan dengan beberapa Pusat Kery jasama di India. Mongolia dan Korea Utara) telah mengadakan Penelitian bersama dalam beberapa hal yang menyangkut kegiatan pelayanan kesehatan jiwa di dalam pelayanan kesehatan primer yang melibatkan para petugas kesehatan. mereka ini merupakan para pendukung dilapisan terdepan untuk lie. Dan secara serentak mencoba menanggulangi masalah yang dialami oleh masing-masing Kanwil serta berusaha untuk mencari penyelesaian yang sebaik. tetapi kini sudah diperluas ke Sumatera.

Oleh karena itu masih nampak beberapa ke. Demikian juga yang menyangkut praktek di dalam masyarakat yang masih belum mantap. 1984 17 . PENUTUP Upaya pencegahan dalam ilmu kedokteran jiwa dan ke sehatan jiwa masih merupakan satu cabang upaya yang masih muda dan baru dikembangkan dalam beberapa puluh tahun terakhir ini saja. upaya pencegahan mengundang banyak sekali saran. maka dapat diambil maknanya bahwa dengan adanya Klasifikasi dan Pedoman ini maka Komunikasi dan pencatatan tentang penyakit akan lebih terarah dan dimengerti oleh pembacanya dan perencananya. Sepintas lalu Pedoman ini tiada hubungannya dengan upaya pencegahan sebagai satu upaya medik teknik. Cermin Dunia Kedokteran No. namun bila didalami lebih lanjut. Di satu pihak kesulitan itu timbul oleh karena kekurangan tenaga pelaksananya yang masih langka. Sebagai satu cabang ilmu yang masih muda. Dengan demikian memudahkan dalam pelaksanaan upaya kesehatan terutama pencegahan dan pengobatan serta rehabilitasinya. namun dipihak lain juga yang masih terikat pada konsep lama dari kesehatan jiwa itu sendiri. Karangan ini disajikan demi untuk mengundang saran dan usul itu.petugas dan fasilitas kesehatan dalam penulisan diagnosis dan pelaporan ke Pusat. 35. agar dapat lebih dimanfaatkan praktek upaya pencegahan kesehatan jiwa. usul tindakan dan polemik yang hangat. lemahan dalam pelaksanaannya.

9 tahun 1960 tentang PokokPokok Kesehatan ini. Pengenalan dan penetapan adanya jenis penyakit tertentu itu (diagnosis). Kesehatan jiwa menaruh perhatian besar terhadap upaya rehabilitasi. S. Gardjito Kepala Sub-Direktorat Rehabilitasi Direktorat Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan R. biasanya didasarkan pada: etiologi. khususnya terhadap dua hal. yaitu: rehabilitasi mental bagi semua penderita cacat. cacat dan kelemahan. Misalnya kecacatan yang dapat berupa impairment.O.adanya satu atau lebih faktor penyebab (etiologi) yang terjadi di dalam diri seseorang. sbb: " Health is a state of complete physical and social well-being and not merely the absence of disease and infirmity. tetapi juga kesehatan dan kondisikondisi lain akibat penyakit. penyakit (morbus) merupakan proses patologik yang disebabkan oleh. disability. dan rehabilitasi bagi penderita gangguan mental. juga merupakan tantangan yang semakin lama semakin besar. Di samping itu."* Kondisi sehat merupakan kondisi yang bersifat positif dan dinamik. Demikian pula upaya kesehatan yang komprehensif merupakan upaya atau intervensi yang ditujukan ke tiga kondisi tersebut. sedang proses selanjutnya yang terjadi akibat penyakit dan yang mempengaruhi kepribadian dan peran sosial seseorang pada waktu itu masih diabaikan. seseorang akan menghayati atau menyadari bahwa ia sakit (kesehatannya terganggu) atau merasa tidak sehat * Batasan kesehatan menurut UU No. Proses yang merupakan intrinsic situation tersebut dapat kita kenali bila memanifestasikan diri berupa tanda-tanda (sign) dan gejala (simtom). PENDAHULUAN Pokok perhatian ilmu kedokteran pada waktu ini bukan lagi terbatas pada penyakit saja. Rehabilitasi pasien mental telah dikembangkan di Indonesia baik melalui pelayanan di Rumah Sakit Jiwa. yang kita kenal dengan upaya kuratif." 18 Cermin Dunia Kedokteran No. 35.Upaya Rehabilitasi Sebagai Salah Satu Upaya Kesehatan dr.I. sakit dan cacat Di samping kondisi sakit yang merupakan perhatian pertama dari ilmu kedokteran. Menurut ilmu kedokteran. pada suatu saat seseorang akan sakit. Oleh karenanya perlu dipertahankan atau dipelihara dan bahkan dapat ditingkatkan setinggi mungkin. Ini akan melibatkan berbagai sektor dengan peranannya masing-masing. dan lebih mempertajam pandangan kita terhadap berbagai kondisi kesehatan serta proses yang meliputinya. dan upaya rehabilitasi. Upaya rehabilitasi di bidang kesehatan selain merupakan upaya kesehatan yang relatif paling baru. maka kondisi sehat dan akhirnya juga kondisi cacat kini telah menjadi perhatian bidang kesehatan. Namun bagaimanapun baiknya upaya preventif dan promotif itu dijalankan. konsep kecacatan dan rehabilitasi kini telah memperluas cakrawala ilmu kedokteran dan bidang kesehatan. merupakan kelanjutan daripada upaya kuratif. juga melalui kerjasama dengan berbagai sektor. juga merupakan awal dari upaya rehabilitasi terpadu. sesuai dengan yang dirumuskan oleh WHO dalam "Constitution of World Health Organization" 1946. Upaya kesehatan yang ditujukan kepada hal tersebut biasa disebut dengan upaya kesehatan preventif dan promotif. Model medik (medical model) ini: etiologi __> patologi __> manifestasi secara klasik menjadi perhatian bidang kedokteran. Dengan adanya proses patologik yang bermanifestasi secara klinik. BERBAGAI KONDISI KESEHATAN DAN UPAYA KESEHATAN YANG BERSANGKUTAN Kondisi sehat. upaya preventif-promotif. Upaya rehabilitasi di bidang kesehatan yang biasa disebut sebagai rehabilitasi medik ini. rohani (mental) dan sosial„ dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit. 1984 . Ini sesuai dengan pengertian sehat yang berarti "keadaan yang meliputi kesehatan badan. patologi dan manifestasi kliniknya. ataupun handicap.

maka kemunduran yang terjadi pada seseorang itu akan membatasi atau mencegah dirinya berperan normal (sesuai umur. 1984 19 . Situational 8. Ocular 6. disability. seks dan faktor sosial-budaya). menjaga penampilan dan kesehatan dirinya. organisma secara keseluruhan) yang akan tercermin dalam Impairment : paralisis kedua tungkai perilaku. dan ketunaan untuk handicap. jaringan. ekonominya. Penyakit dapat berakhir dengan kesembuhan sempurna (restitutio ad integrum). tak sekolah. ADL (activity of daily living). dan handicap berturut-turut merupakan proses:. Impairment adalah hilangnya atau adanya kelainan (abnormalitas) daripada struktur dan fungsi anatomik. gangguan pada tingkat: organ person kehidupan sosial Berdasarkan pada cepat-lambatnya penyakit itu timbul dan Untuk memperjelas perbedaan ketiga kondisi cacat itu* berjalan. son. Dapat disimpulkan bahwa berbagai kondisi kesehatan itu: penyakit. proses fikir. Other psychological 3. sosialnya. Kondisi ini disebut disability yang berarti keterbatasan atau kekurangmampuan (akibat adanya impairment) untuk melakukan kegiatan dalam batas-batas dan cara yang dianggap normal bagi manusia. Particular skill 9. Lebih lanjut klasifikasi dari ketiga kondisi cacat tersebut dapat dilihat dalam buku petunjuk yang diterbitkan WHO: " International Classication of Impairments. Communication 3. atau berakhir dengan kematian. Other activity restriction HANDICAP 1. Keadaan ini disebut handicap. klasifikasi kecacatan menurut WHO itu sebagai berikut (daftar kategori pertama): IMPAIRMENT 1." Cermin Dunia Kedokteran No. : halusinasi pendengaran. dan "handicap". Proses selanjutnya terjadi pada tingkat diri pribadi seseorang (person) akibat kesadarannya akan impairment. Locomotor 5. Economic selfsufficience 7. Intellectual 2. Impairment Disability Seorang ibu dengan dua anak selama beberapa tahun dirawat di RS Jiwa dengan skizofrenia. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau menetap dan termasuk adanya anomali.disability handicap karena itu perawatan dirinya perlu dibantu Handicap (personal care disability) : kemampuan kerja sangat terbatas dan tidak dapat bepergian dan mencari nafkah (physical dependent. yaitu mengalami "objektifikasi" sehingga beberapa kegiatan yang biasa tak mampu dijalankan. ketidakmampuan untuk "disability". diri pribadi (person). kemauan. Secara garis besar. retardasi mental. kemampuan. kesadaran. dan sosialisasi yang terjadi pada seseorang pada tingkat: organ. Ini biasa disebut dengan upaya kuratif. hilangnya: anggota badan. kontak dengan realitas berkurang. kerusakan. dan handicap. sensory and other DISABILITY 1. intrinsik. dan lain-lain. Masing. Mobility 4. Disfiguring 9. misalnya: merawat diri (mandi. disability. Aural 5. kemampuan dan dalam hubungannya dengan ling. dapat bersifat balik pulih atau tidak. dan dapat bersifat profresif atau regresif. dan hubungan sosialnya sangat terbatas. Social integration 6. Padanan dalam bahasa Indonesia yang tepat tidak ada. Kondisi ini mencerminkan konsekuensi seseorang dalam budayanya. terhambat atau perilakunya mengalami perubahan. Other Upaya kesehatan komprehensif ditujukan kepada berbagai kondisi kesehatan baik yang berupa penyakit. emosi. kesehatan dan cacat. organ tubuh. diri pribadi seseorang (perdengan akibat kedua tungkainya lumpuh dan mengalami atrofi. kesembuhan dengan akibat cacat. impairment. upaya pre* Istilah "cacat" dalam bahasa Indonesia meliputi tiga kondisi yang dalam bahasa Inggris disebut dengan "impairment". Personal care 4. abulia dan gangguan proses fikir. Dexterity 7. Skeletal 8. Body disposition 6. dan lain-lain). persepsi. dan hubungan interpersonal dengan keluarga terganggu. Disabilities. namun dapat disarankan: kelainan untuk impairment. berpakaian sendiri).proses: intrinsik eksteriorisasi objektifikasi sosialisasi comfort). Hancap : Tak dapat mengasuh anaknya (gagal berperan ibu). Akhirnya bila terjadi proses sosialisasi daripada impairment atau disability. atau struktur lain termasuk fungsi-fungsi kejiwaan (inteligensia. dan tingkat kehidupan sosialnya serta yang membatasi fungsi (functional limitation).Disability : tidak dapat berjalan (locomotor disability) Oleh kungan atau kehidupan sosialnya.(ill-health). fisiologi atau psikologik. • Kasus 3 Seorang anak lelaki umur 15 tahun.dengan beberapa contoh berikut: masing mempunyai pengarvh dan akibat terhadap bagian (organ. • Kasus 1. 35. Seorang lelaki pada waktu kecil terserang polio sistem) yang terkena. Dalam bidang kesehatan kita membedakan kondisi cacat menjadi tiga yaitu: impairment. memori. Physical dependence 3. berjalan. Language 4. Kondisi ini merupakan pula " eksteriorisasi" daripada keadaan patologik dan pada dasarnya mencerminkan adanya gangguan fungsi pada tingkat organ. and Handicaps" (1980). Kondisi ini dapat bersifat sementara atau menetap. Hubungan ini dapat digambarkan dengan bagan berikut: penyakit — impairment -. dan lingkungannya yang berpangkal pada adanya impairment atau disability. eksteriorisasi. Disability berhubungan dengan kemampuan dalam bentuk kegiatan dan perilaku yang biasa diterima sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Occupation 5. Orientation 2. Impairment inteligensi subnormal Disability : kelambatan dalam menguasai ketrampilan dan pengetahuan Handicap : tak dapat melaksanakan tugas rumah tangga. occupation handicap) • Kasus 2. Behavior 2. merasa nyeri (pain) atau merasa tidak enak dis. Generalized. mobility. : tak mampu mengarahkan kemauan dan interesnya terhadap tugas sehari-hari. dibedakan antara penyakit akut dan kronik. obyektifitkasi. "disability". Visceral 7. perilaku dan peran sosialnya. makan.

mental dan sosial). juga 7. disability dan handicap).7% nya (atau masing.retardasi mental Handicap (Ketunaan) . 50—60% itu kronik dan perlu program rehabilitasi Ketingkat Setinggi Mungkin yang intensif. Fisioterapi.Prevensi cacat tingkat I menjadi lingkup perhatian kesehatan jiwa. Pemberian dan latihan penggunaan alat bantu atau alat pengganti tubuh. vokasional. psikiatri dan sosial-medik yang diperlukan. Latihan dan bimbingan kejuruan tertentu. retardasi mental. 1969). Masalah dapat pula ditinjau dari: besarnya jumlah penderita yang memerlukan program yang baik.780 100 merupakan awal dari upaya rehabilitasi vokasional. speech therapy.masing 7. yaitu semua tindakan medik yang ditujukan untuk mencegah terjadinya cacat (impairment.gangguan psikotik fungsional Prevensi cacat tingkat III Upaya Rehabilitasi . dan untuk pasien jumlah pasien yang memerlukan program rehabilitasi yaitu = mental. edukasional dan vokasional yang terkoordinasi untuk melatih (kembali) seseorang yang cacat agar dapat mencapai kemampuan fungsionalnya setinggi mungkin (WHO. occupational therapy. narkotik dan alkohol masing-masing adalah 7. Upaya Promotif Di samping itu. Upaya rehabilitasi medik meliputi berbagai kegiatan pelayanan kesehatan. 1984. yaitu: kesehatan. 20 Cermin Dunia Kedokteran No. yaitu: (1) aspek mental (psikososial) penderita cacat (fisik. sosial. keluarganya. masyarakat dan pemerintah. Besarnya masalah "cacat mental" dapat digambarkan deImpairment (Kelainan) ngan data berikut: 1 Prevensi cacat tingkat II (1) Menurut perkiraan WHO (1978). khususnya terhadap dua sangkutan : hal. epilepsi. psiko-geriatrik dan gangguan psikososial juga -•-. dan upaya rehabilitasi. Pembedahan baik yang bersifat korektif ataupun plastik. Rehabilitasi ss. jelas merupakan kesinambungan dari upaya kuratif. group psychotherapy dan terapi khusus yang lain. dan atau meningkatkan kemampuan fungsional seseorang semaksimal mungkin dari cacat yang dideritanya. Kapasitas tempat tidur total dari 26 RS Jiwa di Indonesia seUpaya rehabilitasi medik yang meliputi baik untuk pasien kitar 7. 1984 . psikologi. pendidikan. di antara jumlah penderita cacat (10% dari populasi) yang tergolong: Disability (Ketidak-mampuan) . ekonomi.7 per seribu penduduk). 35. maka dengan gangguan fisik (rehabilitasi fisik). edukasional 100 dan sosial.upaya rehabilitasi (secara keseluruhan). walaupun terutama untuk mereka yang tkronik dan yang tergolong psikosis. dan juga dapat ditinjau dari penderitanya sendiri. dan peSehat nyalah-gunaan obat/narkotik. Upaya rehabilitasi dalam bidang kesehatan yang biasa disebut dengan rehabilitasi medik.penyalahgunaan obat. Rehabilitasi pasien mental pada dasarnya meliputi semua Lebih Sehat jenis gangguan jiwa* . sosial. dan lain-lain. Upaya rehabilitasi dalam arti luas (rehabilitasi terpadu) merupakan serangkaian upaya medik. gangguan jiwa organik pada otak (brain Sakit Upaya Kuratif damage). Lihat bagan dibawah: Pasien psikotik yang secara khusus perlu diperhatikan di Indonesia ialah pasien psikotik gelandangan (psychotic destitues) dan pasung.ventif-promotif. dan Kondisi Kesehatan dan Gangguannya Upaya Kesehataan (2) rehabilitasi pasien mental.000X 90 X 60 = 3. Pelayanan perawatan.000 buah dan Bed Occupancy Rate 90—100%. Pemberian obat baik yang bersifat maintenance ataupun yang bersifat subsitutif. yaitu: Jenis-jenis gangguan jiwa dapat dilihat pada buku 'International Classification of Diseases (Revisi IX) dan Buku Pedoman Penggolongan Jiwa Indonesia — Revisi II. (2) Diperkirakan pasien psikotik yang dirawat di RS Jiwa di Kembali Mampu Berfungsi Indonesia. REHABILITASI PASIEN MENTAL Berbagai upaya kesehatan dan kedudukan upaya rehabilitasi Ruang Ingkup dan besarnya masalah medik Bagan di bawah menunjukkan berbagai upaya kesehatan dan Psikiatri dan kesehatan jiwa menaruh perhatian besar pada hubungannya dengan berbagai kondisi kesehatan yang ber. Masalah penderita cacat bersifat kompleks artinya meliputi banyak segi.

Pada tahun 1978 dikeluarkan Piagam Kerjasama Tiga Menteri (Kesehatan. serta juga untuk mendapat ketrampilan kerja tertentu (kerajinan. instruktor latihan kerja. — berbagai terapi sosial untuk mempercepat proses kesembuhan dan resosialisasinya. antara lain dengan adanya penemuan psikofarmaka yang sangat efektif mengatasi gangguan jiwa. occupational therapy. Kerjasama dengan Departemen Perindustrian untuk melatih para instruktur kerja juga telah dilaksanakan sejak Pelita III. Tugas seorang dokter selain harus dapat mengobati. selective. petugas ketenaga-kerjaan. Sejak itu pula mulai dikembangkan upaya rehabilitasi pasien mental di RSJ dengan meningkatkan fasilitas pelayanan dan kegiatan. 3 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa sebagai pengganti Het Reglement op het Krankzinnigenwezen tahun 1897. pertanian. meliputi: — seleksi/evaluasi untuk menetapkan jenis terapi kerja Occupational therapy) dan latihan kerja yang sesuai dengan keadaan pasien (cacat dan potensi-potensinya). dan lain. psikolog. tetapi juga telah mulai dirasa sebagai masalah nasional.lain). Pada waktu itu pasien telah diberikan kegiatan kerja dalam werkterapie (biasanya pertanian). namun konsep rehabilitasi belum berkembang. Perubahan itu terutama dilandasi pula dengan UU No. Lebih-lebih bila disadari bahwa hai ini akan menjadi makin besar di masa mendatang. di mana setiap RSJ ada satu unit pelaksana teknis khusus untuk pelayanan rehabilitasi (Unit Rehabilitasi). Pembinaan kerjasama pada tingkat Pusat telah dimulai sejak tahun 1971 dengan dibentuknya Tim Koordinasi Rehabilitasi dan Penanggulangan Pasien Mental yang sampai sekarang masih berjalan. — berbagai pendidikan dan latihan serta penyuluhan dan bimbingan kejuruan. bahkan kini dirasa bukan hanya sebagai masalah orangtua atau masyarakat. teknik pengobatan masih minimal sehingga sangat langka yang dapat dipulangkan lagi ke keluarga. BP 1GM terutama dapat memperlancar pelaksanaan kerjasama di dalam mengatasi masalah pasien psikotik gelandangan dan pasung. petugas pendidikan. music therapy. Khusus untuk tahap penyaluran. Pemasukan pasien masih berdasar keputusan hakim. Setiap kegiatan dalam tahapan rehabilitasi merupakan proses yang berkesinambungan. atau shelthered). Dengan kemajuan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran jiwa. industri. Badan itu merupakan forum konsultatif. Kerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja untuk melatih pasien mental telah dilaksanakan sejak Pelita III. dokter. Dalam upaya rehabilitasi pasien mental. dilaksanakan oleh berbagai macam tenaga pelaksana (fungsional dan struktural) yang bekerjasama dalam satu team-work dibawah pimpinan psikiater. dan Nakertrans) yang memperkokoh kerjasama antara ketiga Departemen yang bersangkutan.Pendekatan masalah Dalam kesehatan jiwa/psikiatri di Indonesia. 35. seperti Phalamarta di Cibadak. yaitu RSU dan Puskesmas yang telah menjalankan upaya kesehatan jiwa secara integratif dan berdasarkan rujukan. isolatif dan terpencil dari masyarakat. Kerjasama di tingkat daerah telah diperkuat dengan terbentuknya Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (BP KJM) yang dibentuk oleh Gubernur atas instruksi Menteri Dalam Negeri. PENUTUP Masalah cacat dan rehabilitasi telah mulai mendapat perhatian baik oleh petugas kesehatan. pertukangan. dan sebagainya. tenaga administrasi. 1984 21 . mengurus diri. ahli okupasiterapi. disarankan untuk memandang dan menelaah manusia serta masalahnya dari aspek-aspek yang dapat digolongkan: (a) organobiologik (biosistem) (b) psikologik atau psiko-edukatif (psikosistem) (c) sosio-kultural secara mendalam (eklektik) yang merupakan satu kesatuan utuh (holistik). mobilitas dan komunikasi. Di setiap Unit Rehabilitasi RSJ tersedia fasilitas untuk pelaksanaan berbagai kegiatan rehabilitasi. Pelaksanaan RS Jiwa dulu dibangun dengan konsep perawatan "tertutup" dan bersifat "custodial". termasuk di sini pendidikan dan latihan agar dapat hidup mandiri. RSJ menjadi bersifat "terbuka" dengan pelayanan yang bersifat mediko. pekerja sosial. pelaksanaannya juga dengan bantuan dan kerjasama instansi lain (Dinas Sosial dan Dinas lain). 135 Th 1978 tentang Organisasi dan Tatalaksana RSJ. perawat.sosial. Pendekatan elektik-holistik berarti pula pendekatan yang bersifat multidisipliner yaitu pendekatan dari berbagai disiplin ilmu. informatif dan fasilitatif dalam pembinaan kesehatan jiwa masyarakat termasuk upaya rehabilitasi pasien mental. Sosial. (c) Tahap pengawasan yang dikerjakan oleh RSJ adalah pelayanan lanjut (aftercare service) dan kunjungan rumah (home visit) oleh petugas RSJ. (b) Tahap penyaluran berupa pemulangan pasien ke keluarga dan juga penempatan kerja (open job placement. Demikian pula dalam masalah cacat dan upaya rehabilitasi pasien mental. me- Cermin Dunia Kedokteran No. pengetrapan psikoterapi dan terapi sosial (terapi rekreasi. pendekatan semacam itu telah dicoba dan diterapkan dalam pelaksanaan. Panti Laras di Cengkareng. dan merupakan "asylum mental". sport dan sebagainya) maka fungsi RSJ mengalami modernisasi. Ini terdiri dari: psikiater. Eksistensi pelayanan rehabilitasi pasien mental di RSJ dimantapkan setelah ada SK Menkes RI No. atau perlu penyaluran kerja yang bersifat sheltered dapat dirujuk ke Panti Sosial terdekat yang dikhususkan untuk menampung penderita cacat mental. Rujukan dan kerjasama lintas sektor Beberapa pasien yang tak dapat dipulangkan ke keluarga dan masih memerlukan latihan kerja jangka panjang. petugas sosial. Oleh karenanya pasien dapat lebih mudah dan cepat dipulangkan. Demikian pula kegiatan after care dapat dilaksanakan oleh RSU atau Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal pasien. Kegiatan rehabilitasi ini dibagi dalam tahap-tahap: (a) Tahap persiapan: agar pasien dapat dipulangkan atau disalurkan ke masyarakat.

keluarga atau masyarakat. baik dalam RSJ mau- 22 Cermin Dunia Kedokteran No.ringankan penderitaan dan menyenangkan pasien. telah mengalami perkembangan.karena masih tersisa cacatnya -. Rehabilitation of the Psychosocially Disabled. 1984 . 24—25 April 1981. terpadu.untuk dapat meningkatkan kemampuan 1. Pedoman Kerja Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (BP KJM). kedudukan yang penting. Garjito SO. andicaps. dan untuk setiap penyakit ran. Jakarta. Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia. Tinjauan Kesehatan Jiwa Mengenai Disabilitas Psikososial dan Rehabilitasinya. Palembang. 1980. WHO Report of WHA fungsional pasiennya agar dapat hidup sebagai orang yang (A29/DOC/2). seorang dokter selain menetapkan diagnosis ran. penyakit juga harus dapat menetapkan jenis dan derajat keca. Dit. Ditjen Yankes Depkes RI. juga harus pun dalam kerjasamanya dengan berbagai sektor. 1983. Simposium Rehabilitasi. Kesehatan Jiwa Ditjen Yankes Dekes RI. produktif dan berperan dalam masyarakat. Kusumanto Setyonegoro dan Garjito SO. Demikian pula halnya dengan rehabilitasi pasien mental 6. 1976 . 2. International Classification of Impairments. Kesehatan Jiwa. WHO. Geneva. atau cacat harus difikirkan bagaimana upaya rehabilitasinya. Bahkan kini juga harus dapat KEPUSTAKAAN menolong pasiennya yang telah sembuh itu -. Disability Prevention and Rehabilitation.3. PrasaDalam hal ini. ASEAN Forum on the Rehabilitation of the Psychosocially Disabled Person. and Upaya rehabilitasi medik (fisik dan mental) mempunyai 4. berswasembada. 29 Nop — 4 Dec. dapat mengupayakan peningkatan derajat kesehatan seseorang. paripurna maupun sebagai bagian awal dari upaya rehabilitasi Dit. Disabilities. 1981 . 35. Prasacatan pasiennya yang telah sembuh. 1983. baik sebagai upaya kesehatan yang 5.

seperti misalnya : RSU. Bila ini semuanya dihitung. perlu dicatat pula bahwa jumlah psikiater Indonesia masih jauh dari memadai dengan sekitar 1-2 psikiater bagi RS Jiwa di luar Jawa dan 4-8 psikiater bagi RSJ di Jawa. Di seluruh Indonesia sekarang tersebar 30 RS Jiwa Pemerintah dengan kapasitas tempat tidur masingmasing RS Jiwa sekitar 300 = 500 tempat tidur. Selain itu. maka mulai diciptakan suatu sistim pencatatan dan pelaporan tentang kegiatan RS Jiwa dan keadaan pasiennya.laporan ini mengalami perubahan-perubahan untuk perbaikan. Rudy Salan Kepala Subdirektorat Epidemiologi dan Psikofarmakologi Direktorat Kesehatan Jiwa. 35. yaitu terjadinya kebingungan antara para penyusun laporan perihal pengisian beberapa elemen dalam laporan yang kurang jelas pengertiannya. perubahanperubahan yang agak sering ini mempunyai efek merugikan.pasien mental. Fakultas Kedokteran. yang berakibat turnover pasien menjadi lebih cepat dan jumlah pasien menjadi cukup besar.q.negara lain. Proyek ini. dengan kapasitas total untuk seluruh Indonesia sekitar 7000 tempat tidur. diperkirakan kapasitas tempat tidur bagi pasien mental adalah kira-kira 8000 tempat tidur. Sistim pencatatan dan pelaporan pada waktu itu bersifat laporan tentang pasien yang dirawat di RS Jiwa saja. New York. maka lama perawatan pasien mental dapat diperpendek menjadi 1-3 bulan. Akan tetapi walaupun perbaikan. merupakan pekerjaan yang tidak ringan dan cukup kompleks.perbaikan tercapai juga. Dengan pembuatan laporan-laporan secara konservatif ini. USA. misalnya kriteria untuk mengklasifikasi diagnosis klinik dalam diagnosis Cermin Dunia Kedokteran No. Dengan adanya pengobatan modern dengan obat-obat psikofarmaka. SEJARAH PERKEMBANGAN SISTIM INFORMASI KESEHATAN JIWA Sejak Direktorat Kesehatan Jiwa dibentuk sebagai instansi utama dalam lingkungan Departemen Kesehatan RI untuk mengurus dan mengatur kegiatan kesehatan jiwa di seluruh Indonesia pada tahun enampuluhan. 1984 23 . Sejak 1971 Departemen Kesehatan RI c. Proyek ini yang dimulai dengan pengumpulan data dari pasien yang dirawat di dalam rumah sakit jiwa di seluruh Indonesia dilaksanakan dalam rangka kerjasama antara Direktorat Kesehatan Jiwa dengan International Committee Against Mental Illness (ICAMI).Komputerisasi Data Demografik dan Psikiatrik Pasien Mental di Indonesia dr. RS ABRI. Dalam jumlah ini belum termasuk kapasitas tempat tidur dari fasilitas perawatan pasien mental di luar RS Jiwa Pemerintah. Dapat disebut di sini beberapa contoh. yang meliputi ruang lingkup nasional dimungkinkan karena semua aktivitas pelayanan kesehatan jiwa Pemerintah berada di bawah naungan atau dikoordinasi oleh Direktorat Kesehatan Jiwa. maka pekerjaannya menjadi lebih rumit lagi.istilah yang kurang jelas batasannya. atau istilah. Dalam karangan ini akan dilaporkan pengembangan suatu sistim informasi tentang pasien mental yang berobat di fasilitas-fasilitas kesehatan jiwa dengan implikasi internasional. Direktorat Kesehatan Jiwa mulai mengadakan pencatatan dan pelaporan tentang data demografik dan kondisi pasien mental di seluruh Indonesia. Laporan-laporan ini biasanya dibuat sekali dalam tiga bulan. begitu pula di bidang ilmu kedokteran. mulai tampak beberapa ketimpanganketimpangan yang pada kesempatan ini disebutkan sebagian saja. maka dapat dibayangkan bahwa untuk mengatasi kesulitan ini satu-satunya cara adalah otomatisasi pencatatan dan pelaporan pasien mental. Depkes RI PENDAHULUAN Perkembangan dan pemanfaatan teknologi modern sudah meresap di segala lapangan kehidupan. Melihat hal demikian. Apabila di samping itu akan diadakan monitoring dari kondisi pasien. Walaupun jumlah tempat tidur di Indonsia relatif kurang dibandingkan dengan negara. namun dapat dibayangkan bahwa menyusun laporan berkala dari sekian banyak fasilitas perawatan pasien mental dan mengolah datanya secara sentral. khususnya laporan yang merupakan masukan untuk maksud administratif. dan sanatorium swasta. Selama beberapa tahun laporan.

kerjasama tadi diperluas dengan melibatkan Direktorat Kesehatan Jiwa agar supaya pembaharuan dapat mencakup seluruh Tanah Air. penggunaan istilah pasien baru dan lama. dan penjajagan terhadap pengolahan dan pengelolaan sistim informasi ini. Sejak 1972 hingga kini Direktorat Kesehatan Jiwa menerbitkan laporan profil dan kondisi pasien mental dari semua fasilitas psikiatrik setiap tahunnya3. dan lain informasi untuk perencanaan dan evaluasi. pada dewasa ini sedang diusahakan suatu lin- 24 Cermin Dunia Kedokteran No. diadakan ujicoba dari daftar isian ini di RSJ di Jawa dan Bali. dsb. yaitu mereka yang ditugaskan melaksanakan pengumpulan data dan menyusun laporan laporan pada umumnya tidak atau kurang minat terhadap bahasa angka. 35. Dari DIPAM Pemulangan yang dikombinasikan dengan DIPAM Rawat RS dapat disusun "patient movement data". Pada tahun 1980 dikembangkan DIPAM Pemulangan yang diisi apabila pasien yang dirawat di RSJ dipulangkan. Laporan dan tabulasi statistik juga merupakan umpan balik yang cukup baik. perlu disusun suatu status mentalis pasien yang mencatat hal-hal dasar tentang kondisi pasien yang dapat diterima oleh semua psikiater sebagai data utama dalam pencatatan dan pelaporan mereka. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Psychiatric Pilot Project). di samping bagi staf RSJ merupakan bahan penting untuk memperbaiki kegiatan RSJ seoptimal mungkin. dan pada akhir tahun 1972 dapatlah tercakup seluruh jajaran RSJ dari Sabang sampai Abepura di bawah naungan Direktorat Kesehatan Jiwa dan fasilitas psikiatrik lainnya2. Laporan-laporan ini pun tidak menyediakan kesempatan dalam sistimnya untuk memberikan semacam umpan balik (feedback) kepada rumah sakit yang bersangkutan. Pada tahun 1970. Mereka biasanya kurang pula menghayati pentingnya untuk mengirim data dan laporanlaporan yang akurat. Terjemahan dalam bahasa Indonesia telah dipersiapkan dengan penyesuaian items-nya. Ini berarti bahwa psikiater harus secara aktif diikutsertakan dalam sistim informasi ini. dan pada akhir 1971 telah dapat dihasilkan tabulasi pertama dari 1314 pasien mental1. New York.statistik. dikembangkan pada tahun 1973 dan digunakan pada RSJ yang memiliki unit rehabilitasi. yaitu pengaturan ketertiban penyimpanan dan pengiriman data dan tugas-tugas administratif lain. Sejak April 1971 proyek ini berjalan dengan lancar di Jawa dan Bali. harus digunakan istilah-istilah yang pengertiannya tidak meragukan lagi. Sebagai formulir dasar untuk pencatatan dan pelaporan digunakan kuesioner dari ICAMI yang dikenal dengan nama General Purpose Psychiatric Questionnaire (GPPQ). dan petugas administrator rutin mempunyai tugas terbatas pada segi administratif dari sistim informasi ini saja. lama perawatan. untuk menyusun suatu sistim informasi yang dapat memenuhi persyaratan tersebut. Mulai triwulan pertama dalam tahun 1971. Kedua hasil ini dianggap penting sebagai umpan-balik bagi RSJ. maka sejak beberapa tahun dicarilah penyusunan suatu sistim informasi tentang pasien mental dengan berpedoman pada beberapa kriteria sebagai berikut : sistim dan proses pencatatan dan pelaporan harus efisien dan efektif.A. hal mana adalah esensial bagi suatu sistim pencatatan dan pelaporan yang baik. Sejak sukses pertama itu mulai dikembangkan DIPAM lain. Berdasarkan pengalaman-pengalaman preliminer ini. ICAMI telah melakukan kerjasama dengan Bagian Psikiatri.S. yang pengolahannya menggunakan komputer. U. Format asli yang digunakan untuk optical scanning bagi komputer IBM 360 model 30 dirubah dan disesuaikan dengan keadaan di Indonesia.angka.1965. Untuk dapat menciptakan suatu sistim informasi yang meliputi semua aliran psikiatrik yang terdapat di antara para psikiater. Hasil print-out berupa dua macam : (1) ceritera informatif (narrative) dari pasien-pasien mental dalam bahasa Inggris dan Indonesia (2) laporan statistik dari data yang tercantum dalam kuesioner. Dari hasil ujicoba ini diadakan perbaikan-perbaikan dan perubahanperubahan dalam daftar isian dan sistim pengelolaannya. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang menggembirakan ini. Dengan adanya narrative print-out. karena dari data itu pimpinan RSJ dapat dengan mudah mengetahui profil pasien mental di RSJ-nya dan dapat membandingkannya dengan RSJ lain. 1984 . Mengingat hal-hal di atas ini. Pada tahun 1977 dikembangkan DIPAM Rawat Jalan yang maksudnya digunakan dalam pelayanan pada poliklinik psikiatri khusus bagi pasien yang berobat jalan saja. Salah satu ciri khas bagi ilmu psikiatri adalah bahwa dalam tubuh disiplin ilmu ini terdapat banyak aliran dan orientasi teoritik yang berakibat bahwa antara para psikiater terdapat cara penyusunan laporan pasien berdasarkan orientasi masingmasing. diadakan perluasan proyek ke daerah di luar Jawa dalam tahun 1972. Mengingat kesukaran. Setelah daftar isian yang digunakan sudah mantap. sebab dengan kurangnya jumlah psikiater dan dokter di RSJ acapkali status pasien hanya diisi seperlunya saja. pekerjaan dokter di RSJ untuk menyusun status pasien dapat dipersingkat sekali.petugas di rumah sakit untuk menyusun laporan yang tepat dan akurat. yang acapkali sangat berbeda.kesukaran yang cukup besar untuk melumpuhkan kegiatan Direktorat Kesehatan Jiwa sebagai instansi yang berwenang dalam upaya kesehatan jiwa di Indonesia. dan pencatat maupun pelapor harus memiliki expertise di bidang psikiatri yang lebih besar dibandingkan dengan petugaspetugas sebelumnya. Pada tahun . maka Direktorat Kesehatan Jiwa telah mengadakan kerjasama dengan International Committee Against Mental Illness (ICAMI). terbentuklah tim khusus di Direktorat Kesehatan Jiwa untuk menangani masalah sistim informasi ini. DIPAM Rehabilitasi yang merupakan suatu formulir pencatatan dan pelaporan tentang pasien mental yang mengalami proses rehabilitasi. Salah satu kendala bagi sistim pencatatan dan pelaporan yang sebenarnya merupakan kendala yang umum bagi upaya pengumpulan data di Indonesia.1964 . Kuesioner ini merupakan daftar isian multiple choice yang berisi data demografik dan psikiatrik dari pasien mental. Umpan balik merupakan dorongan yang positif bagi petugas. maka namanya diganti dengan Daftar Isian Pasien Mental Rawat Rumah Sakit atau DIPAM Rawat RS. Walaupun empat DIPAM ini dikembangkan tersendiri. Lagi pula data yang minim itu tidak sempat diolah karena untuk mengolahnya perlu tenaga khusus. pasien yang dipulangkan atau melarikan diri.

pengobatan pasien dalam ruangan. Laporan ini dimaksudkan agar supaya pars pengisi DIPAM dapat memusatkan perhatiannya pada items tertentu yang diisi secara kurang memuaskan. Error analysis report yang mengidentifikasi kesalahan yang dibuat dalam masing-masing pengiriman. cepatnya timbul penyakit. dalam sistim ini telah dikembangkan suatu batch-editing system4 di mana setiap kiriman data diperiksa melalui komputer perihal kekurangankekurangan atau kesalahan. rujukan. Yang menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan ini adalah items yang berisi nomor identifikasi pasien. maka codingsheets dikumpulkan dan dikirim ke pusat pengolahan untuk dialihkan kepada keypunch cards. status perkawinan. c. bercerai. Sesampainya di Direktorat Kesehatan Jiwa. Editing oleh komputer. 35. dokter yang memeriksa. remisi. DIPAM Rawat RS Bagian I : Bagian ini berisi informasi administratif dan personal.sakit. Hospital summary batch-editing report yang melaporkan persentase dari items yang diisi secara tidak tepat. keadaan perumahan. Di sini juga ditanyakan tentang latar belakang lingkungan. apakah ada items yang kurang atau lupa diisi. Cermin Dunia Kedokteran No. diagnosis pada waktu masuk. 2. informasi tentang pekerjaan dan prestasi serta partisipasi keluarga dalam usaha rehabilitasi. PENGELOLAAN SISTIM INFORMASI Sejak sistim informasi ini diciptakan. nomor identifikasi. ke . Untuk ini telah dikembangkan suatu batch-editing program yang terdiri dari 3 macam hasil keluaran : a. alamat tempat lahir. Mengingat syarat utama bagi pengolahan data secara oto matik yaitu data harus bersih. nomor identifikasi rumah. tanggal masuk rumah sakit. ISI DARI DIPAM Sebagai gambaran dari ruang lingkup perangkat data pada sistim informasi DIPAM. jumlah orang yang hidup bersama dengan pasien dsb. dokter atau perawat yang bersangkutan sesuai dengan bidangnya. tahanan.kesalahan yang masih terdapat dalam data. maka koreksi data perlu dilakukan untuk menjamin keabsahan data. seperti: nama. fasilitas psikiatrik. Bagian II: Bagian ini berisi data medik.kage yang memungkinkan mengikuti perjalanan masing-masing pasien dari mulai kontak pertama dengan fasilitas psikiatrik hingga kontak terakhir.unsur sebagai berikut : 1. DIPAM Rehabilitasi Dipam ini terdiri dari 3 bagian : Bagian I : Bagian ini berisi data tentang latar belakang sosiokultural.fasilitas psikiatrik. seperti dibesarkan di tempat urban atau rural. Bagian III : Bagian ini berisi data tentang evaluasi pasien. perilaku kriminal. yang satu kopi nanti akan dikirimkan kepada rumah sakit yang bersangkutan dan satu kopi disimpan dalam ruangan khusus di Direktorat Kesehatan Jiwa. codingsheet ini dikirim setiap 2 minggu sekali. penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. namun setiap waktu dapat dimintakan tabel-tabel lain di luar tabel standarapabila ini dibutuhkan oleh salah satu fasilitas psikiatrik misalnya untuk usaha administratif atau riset. Pemeriksaan DIPAM oleh petugas di RSJ atau fasilitas psikiatrik. seleksi dan testing psikologik untuk menentukan bakat untuk latihan-latihan tertentu. Pada akhir tahun kalender. diagnosis dsb. dan aktivitas dalam masyarakat. Untuk tujuan itu. Selanjutnya pada tiap fasilitas psikiatrik DIPAM dikumpulkan oleh seorang administrator (koordinator) yang memeriksa secara teliti masing-masing DIPAM. sikap keluarga terhadap penyakit pasien. Pemeriksaan DIPAM oleh petugas di Direktorat Kesehatan Jiwa perihal data esensial yang diperlukan untuk menjamin input yang baik. Informasi tentang orang tua pasien ditanyakan di bagian ini pula. dalam karangan ini akan dikemuka. perawatan sebelumnya. Bagi fasilitas-fasilitas psikiatrik di Jawa. Di sini ditanyakan tentang lamanya episode penyakit sekarang. hukuman. Setelah semuanya dianggap lengkap. DIPAM aslinya dikembalikan ke tempat asalnya. Hospital summary batch -editing report Untuk semua fasilitas psikiatrik yang dimaksudkan agar petugas di Direktorat Kesehatan Jiwa dapat secara tepat dan cepat memperoleh gambaran tentang kualitas laporan yang dibuat oleh fasilitas . Untuk itu. penyakit jiwa dalam keluarga atau penyakit lain. Selanjutnya ada informasi tentang pendidikan. semua data yang telah dikirimkan oleh fasilitas-fasilitas psikiatrik diolah bersama dalam suatu tabulasi statistik yang diterbitkan setiap tahunnya. 3. jenis kelamin. Setelah itu codingsheet yang ada pada formulir DIPAM dirobek.fasilitas psikiatrik di luar Jawa sekali sebulan. b. dan beberapa items yang penting untuk dianalisa seperti jenis kelamin. dan codingsheet dikirimkan ke Direktorat Kesehatan Jiwa untuk diolah lebih lanjut. Punched cards yang memuat semua data kemudian dimasukkan ke dalam kom puter yang menghasilkan narrative print-out. aktivitas keagamaan. komposisi dari rumah tangga. 1984 25 . Direktorat Kesehatan Jiwa merupakan instansi sentral yang mengkoordinasi se luruh sistim dan mengadakan pengolahan secara sentral dari data pasien mental yang tertera dalam sistim DIPAM. cross-tabulation programs telah dipersiapkan oleh Direktorat Kesehatan Jiwa. dan sumber anamnesis. 1. pekerjaan. yaitu apakah mereka masih hidup. diagnosis. Semua DIPAM diisi oleh psikiater. umur. sedangkan bagi fasilitas. 2. Dalam sistim ini terdapat unsur . kan beberapa contoh data yang dicatat dan dilaporkan. prognosis dan pengobatan sebelum masuk rumah sakit. Sekalipun dalam buku laporan statistik ini diterbitkan 56 tabel standar dan 10 grafik.psikiatrik. pisah atau kawin kembali. jumlah episode. data diperiksa kembali oleh seorang petugas perihal kelengkapan mformasi dalam DIPAM. Items yang menjadi perhatiannya khusus itu dicetak dengan tipografi agak beda dari items lainnya. perkiraan taraf inteligensi. mampuan untuk beradaptasi sosial dan prestasi pekerjaan. Bagian II : Bagian ini meliputi data tentang pemeriksaan pre liminer. dan perbaikan data bila diperlukan. tanggal masuk.

1984 . Data statistik rumah sakit yang mantap dapat dikumpulkan dari tahun ke tahun. 5-6. maka perbandingan dapat dibuat antara daerah satu dengan daerah lain. ini sangat erat kaitannya dengan kepadatan penduduk. bahwa keterlambatan mengobati pasien mental ke rumah sakit adalah sekitar 2. dalam DI PAM ini terdapat pula dua bagian yang terdiri dari data demografik dan psikiatrik dengan diagnosis . Selanjutnya dicantumkan suatu prognosis di lihat dari segi mental maupun sosial. dapat dikemukakan. yang menunjukkan bahwa jumlah kapasitas tempat tidur untuk pasien mental dan jumlah RS Jiwa masih jauh di bawah negara-negara berkembang lain. Informasi tentang beban dan jumlah pasien.6 bulan. menurun pada tahun 1977 . hanya Direktorat Kesehatan Jiwa yang memiliki data tentang penyalahgunaan obat narkotik yang dirawat di RS Jiwa. Selain daripada itu. 1973. 9. maka komunikasi antara psikiater dapat lebih dipermudah. Dengan menggunakan Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ) I. terdapat data tentang pengobatan yang diberikan selama perawatan. Beberapa trend diagnostik dengan segera dapat dilihat dan dimonitor bila ini diperlukan. Strategi terapi dan obat-obatan yang pemah diberikan kepada pasien dapat langsung dilihat sehingga tidak perlu lagi dicoba obat psiko-farmaka lain. mengingat bahwa pengisiannya harus selesai dalam situ kali kunjungan dibandingkan dengan DIPAM Rawat RS yang untuk pengisiannya diberikan waktu satu minggu. kaitkan dengan DIPAM Rawat RS. dari pola rujukan terlihat bahwa kebanyakan pasien dikirim untuk dirawat di RS Jiwa oleh keluarganya. Ini dapat mengarahkan penelitian-penelitian operasional dan evaluatif lebih lanjut. 35. Kualitas pelayanan dapat pula dibandingkan dan perbaikan dapat disarankan. Karena kemantapan data ini. dan rencana follow-up selanjutnya. 4. hubungan antara perawatan pertama (first admission) dan perawatan berkali-kali. Kegunaan yang sangat menonjol adalah dalam hal memonitoring penyalahgunaan obat narkotik claim masyarakat. telah diletakkan dasar infrastruktur dari suatu sistim yang mantap dan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.1978. tanggal pemulangan dan jenis terminasi perawatan.000 penduduk. Dari data ini dapat pula dihitung hospital admission rates per 100. adaan pasien mental di Indonesia. maupun untuk mengambil keputusan. Beberapa kecenderungan perubahan dalam variabel umur dan taraf sosial-ekonomis dapat jelas terlihat dari tahun ke tahun. berguna pula untuk merencanakan ketenagaan. Dengan adanya kriteria yang seragam dan yang disetujui bersama. dan selanjutnya memperlihatkan pola endemik10. Dari Data ini dapat dilihat perkembangan penyalahgunaan obat narkotik secara epidemiologik yang memuncak pada tahun 19721974. admission rates antara propinsi -propinsi di Indonesia berbeda cukup jauh. dan prognosis. PENGGUNAAN DARI SISTIM INFORMASI INI Dengan adanya sistim informasi ini. Tentang penerimaan pasien untuk dirawat. Para dokter dan petugas paramedik dilatih untuk mengemukakan pertanyaan yang lebih akurat dan secara lebih sistematik. dapat pula diperoleh data medik-psikiatrik tentang perkembangan penyakit pasien dari permulaan hingga kini. dapat dibuatkan komparasi antara praktek diagnosis macam-macam fasilitas psikiatrik 8. Para administrator sekarang sudah memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang ke. Pada waktu penyalahgunaan obat narkotik mulai memasuki Indonesia di tahun 1969 dan memuncak pada tahun 1973. Selain itu. dan sebagainya akan berguna sebagai masukan untuk perubahan kebijaksanaan pengelolaan rumah sakit 5-7 3 Bidang Penelitian Karena data diperoleh dari semua bagian di Indonsia berdasarkan kriteria pencatatan yang sama. Ini berarti di dalam masa itu jelas terdapat usaha pengobatan lain dan berada di luar ruang lingkup dari sistim rumah sakit jiwa. dan akhirnya disusun suatu rencana follow up. Bidang medik-psikiatrik Sistim ini memungkinkan pencatatan yang lebih lengkap dari pada dengan cara yang konvensional. terapi tindak lanjut. perubahan-perubahan sesuai dengan musim (seasonal trends). Bidang Pendidikan Mengisi DIPAM itu sendiri merupakan suatu pengalaman edukatif. Dari data yang diperoleh hingga kini. DIPAM Rawat Jalan Sebagaimana disusun dalam DIPAM Rawat RS. Data yang dicatat dalam DIPAM ini jauh lebih sederhana. karena banyak data dapat direkam dan diolah dengan menggunakan unit pengolahan otomatik. 26 Cermin Dunia Kedokteran No. dapat dipertanggungjawabkan pembangunan RS Jiwa barn di propinsi-propinsi yang belum memiliki RS Jiwa. DIPAM Pemulangan DIPAM ini tidak berdiri sendiri dan harus dikaitkan dengan data yang terdapat dalam DIPAM Rawat RS. Selain itu. Colombo Plan dsb. MANFAAT DARI SISTIM INFORMASI INI Perihal manfaat dari proyek ini dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut : 1.Aspek rekreasi dan penyesuaian pribadi dinilai pula dalam bagian ini. Informasi ini selain bernilai sebagai data epidemiologik. Selain data sosiodemografik. kebutuhan akan obat-obatan . Dengan demikian. dapat dilihat rumah sakit mans yang menerima pasien kronik lebih banyak dibandingkan dengan rumah sakit lain 6. diagnosis akhir. 2. Selain beberapa data identifikasi yang memungkinkan DIPAM ini di. maka setiap tahun data ini dikutip dalam laporan tahunan ASEAN DRUG EXPERT MEETING dan badan-badan internasional seperti WHO. Bidang administratif dan perencanaan Analisis data dari DIPAM dapat berguna bagi administrator perencana. dan sebagian kecil saja yang dikirim oleh polisi atau pengadilan. 3. informasi secara stabil akan dapat menstimulasi penelitian-penelitian epidemiologik yang lebih canggih‚ 4. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa para pengobat tradisional memegang peranan yang cukup penting dalam masa-masa pertama seorang menderita sakit jiwa.

Tjahjsna 1. Jiwa 8 1975. 10. Jiwa 14 1981. biaya dapat dikurangi secara memuaskan dengan kegunaan yang melebihi dari sistim informasi konvensional lain. John Wiley and Sons.1977 (4) : 97 . 1971. A Colombo Plan PUbliation. 1975. 1984 27 . (terbitan setiap tahun dart tahun 1972-1982). 5. 1983. Salan R. Direktorat Kesehatan Jiwa. KEPUSTAKAAN 1. Inc. Cermin Dunia Kedokteran No.107. 1973. Kuala Lumpur. Taintor. 9. Buku Laporan Paden Mental dan Narkotik di Rumah Sakit Jiwa di Indonesia. Proceedings Workshop on Reduction of Demand for Illicit Drgu s in South East Asia. Salan R The Indonesian automated information system for mental patients. Laporan Subdit Pengembangan Program Direktorat Kesehatan Jiwa. Sadono B. Utilization of mental helath data system for helath planning. Jiwa 10. Salan R. Satin R dan Sadono B. 3. Penang. National mental hospital reporting programme: some trends in the number and characteristics of drug users in Indonesia 1972 . in Information Support to Mental Health Programs. Salan R and Sadono B.PENUTUP Dari apa yang telah diuraikan di atas. R. Saban. (3) : 33-53. (2) : 91 -111. Dep. Laska EM and Bank R. 8.1977. Proceedings of the Second Regional Seminar on Psychotropic Medication. namun setelah sistim cukup stabil. Eds. New York: Human Sciences Press. Kes RI 4. Nathan. Setyonegoro IC.A computerized recording system for mental patients in Indonesia. Personal Characteristics of first admissions in mental hospitals in Indonesia. Laska EM et al Eds. Walaupun biaya pada waktu mulai menegakkan sistim ini tinggi. jelas bahwa suatu sistim informasi tentang pasien mental dengan menggunakan teknologi modern dapat dilakukan juga di negara yang sedang berkembang dan berpenghasilan rendah. and Salan R. Malaysia. Direk torat Kesehatan Jiwa.1979. Malaysia 14-20 May 1979. 6. in Safeguarding Psychiatric Privacy — Computer Systems and Their Uses. General Purpose Psychiatric Qustionnaire. 2. Direktorat Kesehatan Jiwa. Eksaserbasi gangguan mental sebagai parameter efektivitas terapi dalam psikiatri. 7. The use of computers by the Ministry of Health in Indonesia. 35. Departemen Kesehatan. Satan R. 1977. National Workshop on Psychiatric Epidemiology. Zebulon and Kline.

Kongres Nasional III. namun justru dengan adanya sikap manusiawi ini timbul masalah-masalah lain yang mempersukar penilaian hakim atau penegak hukum. maka Hakim boleh memerintahkan menempatkan ia di rumah sakit gila selama . Jadi jelaslah bahwa konsep dan pengertian pertanggungjawaban pidana merupakan konsep hukum tanpa diberikan batasan-batasan yang tegas. 1984 . untuk memberikan keterangan ahli dalam sidang peradil an. seorang dokter tidak dapat dianggap kompeten menentukan pertanggungjawaban pidana ini. Di satu pihak ilmu hukum mengintroduksi pengertian dan istilah ini dalam perundangundangan. Bila dalam suatu perkara pidana. Problema di sini. maka yang berwenang dalam sidang peradilan dapat memanggil seorang ahli kedokteran jiwa (psikia ter). dalam fasal 44 ayat I dan 2 disebut hal-hal sebagai berikut : 1) Barang siapa mengerjakan sesuatu perbuatan. Konsekuensi dari keterangan ahli ini : ada tidaknya gangguan atau penyakit jiwa pada terdakwa akan dikaitkan dengan dapat atau tidaknya dipertanggungjawabkan tindak pidana tersebut kepadanya. Tujuannya untuk menetapkan apakah terdakwa itu menderita gangguan jiwa atau tidak. 35. Sikap yang amat manusiawi dari peradilan ini perlu dipuji. 2) Jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena kurang sempurna akalnya atau karena sakit berubah akal.batasan dan istilahistilah. yang tidak dapat dipertanggungkan kepadanya karena kurang sem* Naskah disampaikan dalam Simposium Psikiatri Kehakiman. pertanggungjawaban pidana dalam kaitannya dengan fungsi ego1 dsb. seorang tersangka atau terdakwa diragukan kondisi kesehatan jiwanya saat ia melakukan perbuatan pidana. JOJuli ‚ 2 Agustus 1984. pertanggungjawaban pidana dikaitkan dengan kemauan bebas dan aliran determinisma. PNPNCH.Pengertian Pertanggungjawaban Kriminal Atas Perbuatan Individual Dalam Rangka Visum et Repertum Psikiatrikum dr. Titik sentuh ini merupakan hal unik yang tidak didapati pada cabang-cabang ilmu kedokteran lain. karena dalam pendidikan kedokteran tidak ada suatu mata pelajaran khusus yang membahas dan mengkuliahkan semua seluk-beluk pertanggungjawaban pidana. Medan. Dapat dilihat suatu 28 Cermin Dunia Kedokteran No. criminal responsibility). Bahwa makna sikap manusiawi dari peradilan di negara kita tercermin dalam fasal 44 KUH Pidana tidak dapat diragukan lagi Yang menjadi masalah di sini yaitu batasan.lamaya satu tahun untuk diperiksa. Beberapa aspek telah disorot antara lain : falsafahnya. karena sejak dahulu dirasakan adanya unsur ketidakadilan bila peraturan-peraturan hukum yang berlaku untuk orang normal diterapkan kepada mereka yang terganggu jiwanya. Namun demikian hingga kini belum dicapai kesepakatan tentang batasan-batasan dari pertanggungjawaban pidana ini. Salah satu istilah yang ingin diketengahkan di sini adalah : "tidak dapat dipertanggungkan kepadanya" atau dalam bahasa Belanda aslinya "niet kan worden toogerekend" Banyak hal telah ditulis dan dibahas tentang pertanggungan atau pertanggungjawaban ini. tetapi di lain fihak para penegak hukum selalu menanyakan kepada ahli ilmu kedokteran jiwa untuk menetapkan apakah suatu perbuatan melanggar hukum (pidana) dapat diptertanggungjawabkan kepada seorang terdakwa yang diduga terganggu jiwanya. Rudy Salan Kepala Subdirektorat Epidemiologi dan Psikofarmakologi Direktorat Kesehatan Jiwa. toerekenbaarheid. Sejauh manakah hukum biasa dapat diberlakukan terhadap seorang yang ada gangguan jiwanya? Sejauhmanakah perkecualian dapat diberikan? Ini semua merupakan pertimbangan yang cukup rumit bagi hakim. toerekeningsvatbaarheid. puma akalnya atau karena sakit berubah akal tidak boleh dihukum. Depkes RI Salah satu titik sentuh di antara sekian banyak titik sentuh antara disiplin ilmu kedokteran jiwa dan ilmu hukum pada forum peradilan adalah pengertian tentang pertanggungjawaban kriminal (kadang-kadang juga disebut pertanggungjawaban pidana. Dalam KUH Pidana yang hingga kini masih berlaku. yang dalam prakteknya dokter ahli jiwalah yang harus menentukan. Sikap yang demikian dalam peradilan memang masuk akal.

4 sedang tugas seorang psikiater hanya menetapkan fakta medik-psikiatrik saja. keterangan terdakwa (KUHAP fasal 184 ayat 1) Minta pendapat orang ahli 1. di mana beberapa fasalfasal dan lampirannya mengatur secara teknis pelaksanaan keterangan ahli kedokteran jiwa. Alat bukti yang sah ialah a. Akan tetapi dengan diundangkannya KUHAP pada tahun 1981. Pengalaman menunjukkan bahwa di Indonesia kasus-kasus kontroversial jarang dikemukakan kepada para psikiater. Dengan demikian keterangan ahli yang dahulunya hanya dapat diminta oleh hakim. kurang jelas pengertian maupun konsepnya. 3. Alat bukti 1. Ada yang berpendapat bahwa masalah pertanggungjawaban (atau kesalahan. Untuk menjelaskan hal ini perlu diterangkan sedikit tentang lahirnya KUHAP. ada pula pendapat-pendapat yang bertentangan. Dalam hal penyidik menganggap perlu. Walaupun bagi beberapa psikiatel dirasakan berat menjawab pertanyaan secara demikian. yang mau tidak mau akan menimbulkan beranekaragam permasalahan. karena dianggapnya terletak di luar expertise mereka sebagai ahli dalam ilmu kedokteran. walaupun pada dasarnya hakim sudah mempunyai dugaan tertentu tentang pertanggungjawaban tersangka atau terdakwa. Oleh karena itu. Het Herziene Inlandsch Reglement berhubungan dengan Undang-Undang Nomor 1 Drt tahun 1951 (Lembaran Negara tahun 1951 nomor 59. culpa) adalah masalah psikiatri dan oleh karenanya seorang psikiater dapat lebih pasti menentukannya daripada hakim. antara para dokter sendiri timbul pendapat. Beberapa fasal yang menentukan batasan dan mengatur prosedur penulisan keterangan ahli dalam KUHAP sesuai dengan jiwa perlindungan terhadap hak azasi manusia. 1984 29 . Dengan adanya undangundang Nomor 1 Drt. Tapi ketentuan yang tercantum di dalamnya ternyata belum memberikan jaminan perlindungan terhadap hak azasi manusia dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia sebagaimana wajarnya dimiliki oleh suatu negara s.pendapat yang berbeda. hakim ketua sidang dapat minta keterangan ahli dan dapat pula minta agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan.daerah sentuh antara disiplin ilmu kedokteran jiwa dan disiplin ilrnu hukum yang kabur. telah dicoba pula ditetapkan tentang tidak dapat nya dipertanggungjawabkan suatu tindak pidana dari kurang berkembangnya ego 1 Di samping pendapat. Dalam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya persoalan yang timbul di sidang pengadilan. Sesual dengan peraturan Menteri Kesehatan No. sekarang dapat diminta pula oleh Cermin Dunia Kedokteran No. khususnya dalam suatu proses peradilan di bawah sorotan mass media dan masyarakat. tahun 1951. menyatakan hal-hal sebagai berikut : Keterangan ahli 1. Tersangka atau terdakwa berhak untuk mengusahakan dan mengajukan saksi dan atau seseorang yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya. pemberian keterangan ahli kedokteran jiwa dalam rangka visum et repertum hanya dimintakan oleh hakim saja (Undang-Undang nomor 3 tahun 1966 tentang Kesehatan Jiwa fasal 5 ayat 1 sub e).3. 35. situasinya menjadi lain. sepanjang hal ini mengenai hukum acara pidana perlu dicabut dan diganti dengan hukum acara pidana baru yang mempunyai ciri kodifikasi dan unifikasi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar1945. keterangan saksi b. 3. hakimlah yang selanjutnya menetapkan apakah terdakwa dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya atau tidak. Hanya psikiaterlah yang dapat menentukannya secara ilmiah2. Dengan latar belakang medik-psikiatrik ini. Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakandi sidang pengadilan (KUHAP fasal 186). ditetapkan hanya satu hukum acara pidana yang berlaku untuk seluruh Indonesia. schuld.yaitu pemeriksaan visum et repertum psikiatrikum dijalankan karena diharuskan oleh prosedur hukum. ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. keterangan ahli c. petunjuk e. Dilihat dari segi teori psikodinamik. (KUHAP fasal 180 ayat 1). Keterangan ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan (KUHAP Ketentuan Umum fasal 1 hutir 28) 2. Sebelum adanya KUHAP. Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 81) serta semua peraturan pelaksanaannya dan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang undangan lainnya. (KUHAP fasal 120 ayat 1) 2. dan biasanya hakim dengan penuh kepercayaan akan iktikad baik para psikiater menerima keterangan ahli dengan baik. yaitu hanya hakimlah yang dapat menetapkan apakah suatu perbuatan dapat dipertanggungjawabkan atau tidak. surat d. (KUHAP fasal 179 ayat 1). Tentang kemampuan dan kompetensi seorang psikiater untuk menetapkan pertanggungjawaban pidana seorang terdakwa.yang kami akui merupakan kesan yang sangat pribadi dan mungkin tidak disetujui oleh banyak orang . Dari psikiater diharapkan untuk memberi jawaban konfirmatif atau non-konfirmatif dalam kesimpulan pemeriksaannya terhadap pertanyaan tentang pertanggungjawaban. Pada masa sebelum KUHAP berlaku. peraturan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan hukum acara pidana dalam lingkungan peradilan umum adalah Reglemen Indonesia yang diperbarui (RIB) atau yang juga dikenal dengan Het Herziene Inlandsch Reglement atau HIR (Staatblad tahun 1941 nomor 44). yaitu RIB. Kesan kami . dan biasanya dalam redaksi dari permintaan itu ditanyakan apakah tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa dapat dipertanggungjawabkan kepadanya atau tidak. namun hingga kini belum timbul persoalanpersoalan yang merumitkan kedudukan mereka.pendapat ini. 1993/KDJ/U/70 tentang Perawatan Penderita Penyakit Jiwa tahun 1970. (KUHAP fasal 65).

". Menentukan kemauannya terhadap perbuatan . Walaupun pada 30 Cermin Dunia Kedokteran No. demikian rupa sehingga atas Perdana Menteri Inggris. 2. Unsur-unsur toerekenbaarheid menurut Pompe adalah : Suatu kemampuan berpikir dari pelaku yang memungkinkan dia menguasai pikirannya serta menentukan kehendak atau kemauannya. hakim Bracton mengemukakan tes bahwa seorang dianggap sakit jiwa bila kelakuannya bagaikan binatang buas (wild beast). b. dalam keyakinannya yang salah (delusi) : bahwa Tuhan akan menghancurkan dunia. yaitu : golongan pendapat dari Eropa Barat (Perancis. Dengan perkembangan ilmu kedokteran jiwa yang sangat pesat akhir-akhir ini." 8 Satu abad kemudian. 3. peradilan berusaha menyusun suatu tes untuk menentukan apakah seorang terdakwa dapat mempertanggungjawabkan tindak pidananya atau tidak. Dapat memahami arti dan akibat sungguh-sungguh perbuatan menjatuhkan hukuman mati kepadanya. ordinarily as great understanding as a child of fourteen years hath " 8 Pada tahun 1724. Spencer Percival.. Pada tahun 1800 terjadi suatu peristiwa di mana seorang yang bernama James Hadfield melakukan percobaan pembunuhan terhadap raja George III dari Inggris. dan ilmu kedokteran jiwa pada khususnya6 Setidak . 1984 . Pertanggungjawaban pidana menurut hukum pidana terdiri dari tiga unsur : 1. toerekeningsvatbaarheid itu suatu kenormalan dan kematangan psikis yang membawa tiga macam kecakapan (geschiktheid) : dibenarkan. a. perlu diingat apabila pertanggungjawaban pidana dikaitkan dengan gangguan atau penyakit jiwa.perbuatan itu. anggota juri. ahli dalam masalah orang kriminil yang sakit jiwa mengemukakan tes di mana seorang tidak dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya apabila is : . maka dia melakukan percobaan pembunuhan terhadap rajanya dengan perhitungan bahwa negara akan 1. labouring under melancholy distemper . Keadaan demikian dapat menyukarkan kedudukan dan kredibilitas psikiater sebagai saksi dalam suatu proses peradilan. Fitz-Herbet membuat formulasi suatu tes yang membebaskan seseorang dari hukuman apabila : ". Selain itu. Oleh sebab itu pula pelaku dapat menentukan kehendaknya sesuai dengan pendapatnya (tentang makna dan akibat kelakuannya).pendapat ini perlu diketengahkan sebagai bahan pertimbangan bagi psikiater bila ia diminta membuat keterangan ahli dalam sidang peradilan. merupakan suatu tes yang hampir serupa dengan apa yang pernah diputuskan 500 tahun yang lalu. Pada kesempatan ini akan dikemukakan pendapat dari beberapa ahli saja. hukum8. 2. he is not criminally oleh masyarakat. Kemampuan berpikir itu terdapat pada orang normal. Karen sebagai orang yang saleh dia tidak mau melakukan tindakan tercela bunuh diri.. Dalam penjelasan kepada sendiri. Betapa jauhnya implikasi dan besarnya pengaruh terhadap interpretasi dari pertanggungjawaban pidana ini dapat diduga tapi sukar dibayangkan. Sir Matthew Hale. 1. katakanlah sebagian keterangan ahli a charge dana decharge." James Hadfield dibebaskan dari hukuman 3. 35. di samping adanya beraneka-ragam orientasi ilmiah dan teoritik dalam ilmu kedokteran jiwa. dan . or how old he is. Oleh sebab itu pelaku dapat mengerti makna dan akibat kelakuannya. Pada tahun 1265. account or number 29 pence. Peraturan-peraturan baru ini dapat menimbulkan situasi di man keterangan ahli jiwa diminta oleh beberapa pihak (lebih dari satu permintaan).pendapat ini dapat dikelompokan dalam 2 golongan besar.tidaknya bagi seorang yang berasal dari disiplin ilmu kedokteran.penyidik (polisi) dan tersangka atau terdakwa sendiri.. Pendapat . Kelakuan dengan sikap yang kurang berhati-hati atau lalai (unsur kealpaan : culpa. dapat dibayangkan terjadinya situasi dikemukakannya beberapa keterangan dengan kesimpulan tentang pertanggungjawaban pidana yang berbeda-beda. hakim Kenyon menyatakan: "If a man is in a 2. Apakah yang sekarang dapat dipakai sebagai pedoman. mati berkat strategi pembelaan dari pembela Thomas Erskine. Toerekeningsvatbaarheid (dapat dipertanggungjawabkan). Si pelaku sanggup. suatu keputusan dalam peradilan Inggris yang terkenal dengan Arnold case mengemukakan suatu tes untuk membebaskan seorang terdakwa yang sakit jiwanya apabila : "The dependent had to totally deprived of his reason so that he did not know what he is doing any more than an infant or a wild beast would have known. dan ini hanya dapat dicegah dengan mengorbankan jiwanya sendiri. Kelakuan yang disengaja (unsur sengaja). 3. Di Inggris. Pada tahun 1535. atau sekurang-kurangnya pegangan bagi psikiater untuk menentukan pertanggungjawaban pidana itu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang yang berwenang dalam suatu sidang peradilan? Beberapa ahli hukum dan psikiater kehakiman telah mencoba memberikan sumbangan pikiran tentang masalah pertanggungjawaban ini. schuld in engere zin). nor tell who was his father or mother. dan dapat diduga demikian pula pada pelaku7. " Tes ini yang juga dikenal dengan nama wild beast test. Pada hakekatnya pendapat . keputusan ini tidak sempat dijadikan prinsip kecakapan dan kemampuan7. yang dilakukan menjatuhkan hukuman dari sudut umum atau pribadi dapat oleh seorang bernama Bellingham. Jerman dan Belanda) dan golongan pendapat dari lingkungan Anglo-Saxon (Inggris dan USA).. Menyadari bahwa perbuatan-perbuatan itu tidak dibenarkan deranged state of mind at he time. answerable for his act.. konsep pertnggungjawaban pidana juga tidak bisa luput dari konsep sakit dan sehat dalam ilmu kedokteran pada umumnya.. Jadi kesimpulannya toerekeningsvaatbaarheid berarti Walaupun demikian. cakap atau mampu mengetahui bahwa perbuatannya itu melanggar hukum dan sesuai dengan kemauannya7.. Tidak ada alasan untuk menghapuskan pertanggungjawaban pidana pelaku (unsur toerekenbaarheid) 4 Menurut Van Hamel. Suatu sikap psikis pelaku berhubung dengan kelakuannya. Simons mengatakan: terekeningsvatbaarheid dapat diPada tahun 1812 terjadi peristiwa pembunuhan yang berhasil pandang sebagai suatu keadaan psikis.

Durham yang telah melakukan pencurian dianggap sehat karena dapat membedakan right from wrong. as not to know the nature and quality of the act he was doing.10.waktu itu pembela mengemukakan sakit jiwa sebagai dasar pembelaan.11 "M'Naghten rule" ini penting karena berlaku di Inggris lebih dari 100 tahun dan juga di sebagian besar dari negara bagian di USA. Dalam rangka ini Zilborg mengatakan : "This fundamental difference between verbal and purely intellectual knowledge and the mysterious other kind of knowledge is familiar to every clinical psychiatrist. Namun terhadap "M'Naghten rule" ini ada beberapa kritik yang perlu dikemukakan di sini. defect dan kompleksitas data medik-psikiatrik. ia tetap melakukannyakarena dia berpendapat (delusi) bahwa pembunuhan terhadap B adalah karena perintah dari Tuhan. terdakwa dengan gejala-gejala lain yang sama berat sakit jiwanya tes right or wrong tidak dapat diterapkan.. Menurut para ahli hukum jiwa dipengaruhi oleh akal dan kemauan babas. . Zilborg selanjutnyamengatakan : "To force a psychiatrist to talk in terms of the ability to distinguish between right and wrong and of legal responsibility is . M'Naghten menderita delusi persekutif dan menganggap bahwa partai Tories yang berkuasa pada waktu itu mengguber-uber dan membuatnya bangkrut. Bagi seorang psikiater. Contoh perbedaan ini dikemukakan oleh Sir James Stephen sebagai berikut : A telah membunuh B. Walaupun A mengetahui bahwa tindakan ini melawan hukum. Bila wrong di sini berarti melawan hukum. Sesuai dengan hukum yang berlaku waktu itu M'Naghten dibebaskan. 9" Apa yang dikemukakan oleh Zilborg ini menyangkut inti dari perbedaan persepsi para jurist dan psikiater tentang sakit jiwa. the party accused with labouring under such a defect of reason. that he did not know that he was doing what was wrong. The American Bar Foundation menyatakan : "Since the psychiatrist cannot accunrtely determine the defedant's capacity to distinguish right from wrong on the basis of his medical expertise. maka merupakan tindakan kriminal. Tes ini sebagai berikut : 1. pada tahun 1954 hakim David Bazelon dari District of Columbia. Para hakim maupun anggota juri menjadi bingung dengan istilah product. dan beberapa hari kemudian 15 ahli hukum diminta menyusun pedoman untuk menentukan pertanggungjawaban kriminal. he must be considered in the same situation as to responsibility as if the facts with respect to which the delusion exist were real 8. dan tindakan ini akan menyelamatkan umat manusia. kepada psikiater diberikan kesempatan sebanyak mungkin untuk mengungkapkan bukti-bukti medik-psikiatrik tentang kondisi kesehatan jiwa terdakwa11. hingga meninggal dunia. Hasilnya terkenal dengan nama "M 'Naghten rule" yang singkatnya berbunyi sebagai berikut : "They ought to be told in all cases that every man is presumed to be sane. Tetapi kritik yang lebih penting yaitu tes ini hanya dapat digunakan terutama pada terdakwa yang menderita halusinasi dan delusi. and to possess a sufficient degree of reason to be responsible for his crimes. mengemukakan apa yang dikenal dengan "Durham rule". Bagi seorang psikiater tindakan melawan hukum tidak selalu ditentukan oleh perbuatan berencana yang sadar. 9" Berdasarkan ini. ia menghadang Edward Drummond yang disangka Sir Robert Peel dan ditembaknya sampai mati. akan tetapi hanya merupakan hasil akhir dari runtuhnya sistim adaptif mental. Lord Mansfield sebagai hakim mengemukakan alasannya atas dasar bahwa seorang terdakwa adalah sakit jiwa apabila dia tidak dapat membedakan yang benar dari yang salah (right from wrong) 9 Peristiwa bersejarah yang sempat menggemparkan Inggris pada waktu itu adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Scot bernama Daniel M'Naghten terhadap sekretaris pribadi Perdana Menteri Inggris Sir Robert Peel. Akan tetapi psikiater dalam peradilan ini menyatakan bahwa Durham pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Namun sekarang timbul masalah baru. Dalam sidang peradilan 9 dokter menyatakan bahwa Daniel M'Naghten menderita sakit jiwa. dan suatu perbuatan adalah hasil dari perbuatan berencana yang sadar (consciously determined intent). and that to establish a defense on the ground of insanity. it is the difference between knowledge divorced from affect and knowledge so fused with knowledge that it becomes a human reality. dan berhubungan dengan itu pertanggungjawaban pidana. Untuk membalas dendam atas ketidakadilan terhadap dirinya yang sesuai dengan delusinya itu. Where a person labours under partial delusions only and is not in other respects insane. sehingga dia melarikan diri dari Scotland. Oleh karena itu ia diadili. Mengingat kekurangan-kekurangan dari "M'Naghten rule" ini. namun hakim memutuskan Bellingham tetap salah dan dihukum gantung. maka kepada A tidak dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya itu9. 35. Tentang masalah right or wrong ini (tes ini juga dinamakan right or wrong test) tidak pernah dijelaskan secara lebih terperinci apakah salah ini menyangkut segi legal atau segi moral. 1984 31 . until the contrary be proved to their satisfaction. his testimony on this issue is largely conjecture or a reflection of his own personal judgements of whether or not the defendant should be held responsible 9. Seorang psikiater menilai terdakwa lebih mendalam daripada hanya perbuatan itu sendiri. dan sekalipun ia dapat membedakan right from wrong tetap menderita sakit jiwa. even to violate the oath he takes as a witness to tell the truth and nothing but the truth. Berdasarkan kasus ini dikemukakan Durham Rule" sebagai berikut : An accused is not criminally responsible if his unlawful act was the product of mental disease or mental defect. tetapi apabila wrong berarti tindakan a moral. Ia dimasukkan dalam Rumah Sakit Jiwa selama 22 tahun. A person is not responsible for criminal conduct if at the time of such conduct as a result of mental disease or defect he lacks substantial capacity either to appreciate the Cermin Dunia Kedokteran No. or if he did know it. Pembebasan M'Naghten menimbulkan heboh besar dalam parlemen Inggris. disease. from disease of the mind. Dia menilai seluruh kepribadian terdakwa dan menelaah perbuatannya dari segi alam sadar maupun tak sadar. to force him to violate the Hippocratic Oath. it must be cleary proved that at the time of the committing of the act. USA. sehingga akhirnya "Durham rule" pada tahun 1972 ditinggalkan dan diganti dengan Model Penal Code dari The American Law Institute. yang bernama Edward Drummond. 8 Dengan adanya "Durham rule" ini.

Ini bukan suatu hasil "pengukuran" atau "konstatasi". maka tidak dapat dikatakan ada penyakit. masing-masing psikiater dalam laporannya kepada pengadilan membuat kesimpulan berdasarkan pendapat masingmasing tentang pertanggungjawaban pidana. 1. Dengan cacat ini dimaksudkan ketidakmampuan atau keterbatasan dalam sesuatu fungsi individu dibanding dengan kemampuan yang selayaknya ada pada usia dan fase perkembangan individu itu6. Di sini jelas bahwa psikiater diwajibkan menjawab pertanyaan apakah suatu perbuatan pidana dapat dipertanggungjawabkan kepada seseorang terdakwa atau tidak.hasil dalam pemeriksaan somatis dan psikologik. Untuk mengoperasionalisasikan pengertian sakit. atau dianggap dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya atau tidak. melainkan suatu pendapat (judgment). sejak Februari 1983 telah menyusun suatu kelompok studi non formal untuk mempelajari masalah ini.26Januari 1984 di Jakarta. Akan tetapi apabila sakit dan sehat dikaitkan dengan pertanggungjawaban pidana. Kesimpulan : Dengan perumusan yang singkat dari apa yang telah diformulasikan dalam diagnosis dan hasil. seorang psikiater maupun penegak hukum 32 Cermin Dunia Kedokteran No. pendapat yang dikemukakannya didasarkan atas pendapat pribadi psikiater yang bersangkutan. the terms "mental disease of defect" do not include an abnormality manifested only by repeated criminal or otherwise anti-social conduct. maka persoalan sakit dari sehat menjadi persoalan moral dan sosial. Beberapa pengertian pokok yang dapat dikemukakan : Pertanggungjawaban itu sebenarnya soal moril dan metafisik. 1984 . a l pengertian lack of substantial capacity yang memungkinkan operasionalisasi dari pengertian sakit yang kemudian dalam perumusan di Indonesia dikaitkan dengan pengertian operasional dari pertanggungjawaban pidana. ya. Bahan . akan berguna untuk mencegah mereka melakukan perbuatan.gambaran yang jelas mengenai terjadinya perubahan d a r i terdakwa (penderita yang melanggar hukum) dan alasan-alasan yang menetapkan terdakwa (penderita) dapat dipersalahkan atau tidak. Oleh karena itu.psikiatrik.perbuatan yang diancam hukuman itu? (deterrent efficiency). dan sakit atau sehat merupakan pengertian yang terletak pada tare konseptual. Setelah ditinjau beberapa tes untuk menentukan pertanggungjawaban pidana yang dikemukakan oleh ahli-ahli di bidang hukum dan ilmu kedokteran jiwa. dan dibuat oleh hakim dalam surat permintaannya). 2. Mengingat adanya beberapa titik rawan ini.fungsi yang dapat terkena disabilitas. bagaimanakah sekarang keadaannya di Indonesia? Sebelum tahun 1970. Adakah pada terdakwa kelainan jiwa yang tidak biasa pada waktu ia menjalankan perbuatan yang menyebabkan ia didakwa itu. tapi lebih sederhana dari M' Naghten rule 1 2 Setelah berlakunya Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Perawatan Penderita Penyakit Jiwa No. maka jawabanjawaban terhadap 2 pertanyaan di atas (lihat noot) adalah: 1. khususnya bagi gangguan jiwa.6 Karena kedua pengertian pertanggungjawaban pidana. dan penilaian tanggungjawab itu merupakan suatu moral act. sedikit banyak 2. Di Jakarta diguna kan semacam right or wrong test. Dalam praktek ilmu kedokteran murni masalah konseptual tentang sakit dan sehat sebenarnya tidak terlalu mengganggu tindakan ilmiah kedokteran sehari-hari. ya. Juga tampak bahwa psikiater tidak mempunyai pegangan sesuatu tes yang dapat dipakai. Berhubung dengan hal-hal tersebut di atas. timbul pertanyaan. sebagian besar psikiater yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Pemerintah melukiskan kesimpulannya sebagai tertera dalam lampiran Peraturan Menteri Kesehatan.I. jika diketahui oleh orang banyak. Untuk pengoperasionalisasikan pertanggungjawaban pidana dapat dikemukakan pertanyaan : "Apakah orang ini bertanggungjawab (penuh) atas perbuatan kriminal itu. 35. Oleh karena itu. dapat dikatakan bahwa adanya penyakit setidak-tidaknya mengakibatkan cacat dalam taraf tertentu (disability). perlu dicari konsep-konsep operasionalnya. Tidak. Dengan adanya KUHAP. 2) Apakah hukuman terhadap orang ini. karena sedapat . Jika ada. Tidak. Bila ini tidak ada. 8 Dalam model Penal Code terdapat beberapa kemajuan. diberi gambaran. kelemahan ini dapat diduga akan beralih menjadi titik rawan dalam proses peradilan maupun profesi psikiater. apakah kelainan jiwanya sedemikian keadaannya. As used in this Article. tentunya berdasarkan data medik. sedikit banyak Noot : (sebagai contoh.bahan pemikiran dalam kelompok studi ini kemudian disempurnakan dalam Pertemuan Keifer Kesehatan Jiwa Tentang Visum et Repertum Psychiatricum 1984. Direktorat Kesehatan R.criminality (wrongfulness) of his conduct or to conform his conduct to the requirement of the law.dapatnya dicari dasar rasional untuk bertindak moral (a rational basis for moral action)6 Seorang psikiater dalam laporannya perlu menyatakan apakah terdakwa menderita penyakit atau gangguan jiwa. 2. dan pengetahuan ilmu kedokteran sebagai landasan rasional untuk menentukan pertanggungjawaban pidana ini menjadi kurang tepat. misalnya fungsi intensional dan fungsi volational atau dengan kata lain : fungsi kemampuan memaksudkan suatu tujuan dan fungsi kemampuan mengarahkan kemauan6. Untuk menyusun pendapat ini memang diperlukan penelitian fakta. 25 .psikiatrik yang didapatkan selama pemeriksaan. sehingga dapat dimengerti bahwa ia tidak cukup dapat atau tidak dapat seluruhnya mempertimbangkan dan mempertanggungjawabkan perbuatan yang didakwakan kepadanya itu. Jelaslah kiranya betapa lemah dan tidak pastinya kedudukan psikiater dalam peradilan. dan halhal lain yang berkaitan dengan visum et repertum psikiatrik. dan karenanya secara prinsip tidak dapat diperiksa menurut psikiatei dan psikologi 13 Tanggungjawab dalam arti yang positif merupakan konsep moral philisophy. Di antara fungsi. sehingga ia dapat dan wajar dihukum? Ini dapat dirumuskan menjadi pertanyaanpertanyaan : 1) Apakah hukuman akan berguna terhadap orang ini untuk mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik? (efficient punishability). 1993/ KDJ/U/70 tahun 1970.

11. Jonas. (1) : 2 . Cermin Dunia Kedokteran No. 4. Amsterdam : Scheltema en Holkeme NV. 1953. Surat tanggapan terhadap Hasil Pertemuan Kerja Kesehatan Jiwa Tentang Visum et Repertum Psychiatricum. Clinical handbook of psychiatry and the law. Jiwa 3 1970(1):4-11.20. (b) Konsep operasional tentang penyakit dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan (disability) berupa : • Ketidakmampuan memaksudkan suatu tujuan yang sadar (disability intention). 9. Lubis. Proseding Pertemuan Kerja Kesehatan Jiwa Tentang Visum et Repertum Psychiatricum 1984. namun perumusan tentang pertanggungjawaban pidana yang telah dikemukakan di atas (dan merupakan semacam konsensus dalam suatu pertemuan kerja antara disiplin ilmu hukum. RI. Lawrence C. 8th Ed. Lubis DB.dapat memakai pedoman sebagai berikut : (a) Konsep-konsep operasional tentang pertanggungjawaban pidana sesuai dengan gagasan pemasyarakatan dengan memperhatikan : • Daya guna pidana terhadap terpidana sebagai pengu• bah perilakunya (efficient punishability). Baltimore. Proseding Pertemuan Kerja Kesehatan Jiwa Tentang Visum et Repertum Psychiatricum 1984. De psychiatrische expert en de toerekenbaarheid. Keterangan ahli dalam Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) (Masalah keterangan ahli tertulis dan lisan oleh psikiater). Hasan Basri Saanin Dt. H. Forum ini kami anggap merupakan tempat yang cukup baik untuk mengajukan kritikan. Meyer. • Ketidakmampuan mengarahkan kemauan (disability in intention). Modern clinical psychiatry. Carp EADE Gerechtelijke psychiatrie. 7. 1956. London : Penguin Books. Hasan Basri Saanin Dt. Thomas G and Appelbaum Paul S. penegak hukum dan instansi lain yang ada hubungannya dengan problem ini) merupakan perumusan yang pada saat ini cukup memadai. 1984 33 . Jiwa 3 1970. ilmu kedokteran. Freedman and Sadock (Eds).Clark. 13. Williams and Wilikins. Law and psychiatry — in Comprehensive textbook of psychiatry/III — Kaplan. 6 Mei 1984 kepada Staf Ahli Menteri Kesehatan. H. Philadelphia. • Daya guna pidana terhadap terpidana dan masyarakat sebagai upaya menakut-nakuti untuk mencegah perbuatan kriminil (deterrent efficiency). Jakarta Ghalia Indonesia 1983. 1984. Amsterdam 4 : 351 . 1982. 1973. Soal pembuktian dalam psikiatei kehakirnan. Depkes. Walaupun kita sadar bahwa masalah pertanggungjawaban pidana yang dikaitkan dengan kondisi mental seorang tersangka/terdakwa merupakan hal yang sangat rumit dan kompleks. Tokyo : Sauders Company. Robitscher. Psychiatrische en neurologische bladen. Gutheil. 1984. Lubis DB (Konsep gangguan jiwa dan tanggung jawab pidana. David. 1980. 8. Tan Pariaman. Psikiater dan peradilan n (revisi). Direktorat Kesehatan Jiwa. Stafford . Direktorat Kesehatan Jiwa. 2. 12. Kolb. KEPUSTAKAAN 1. Psychiatry today. B Pursuit of agreement — psychiatry and the law. 35. 6. 3. 10.356. Namun demikian dapat dirasakan banyak ahli yang kurang puas. Toronto Lippencot Company 1966. (Hasil Pertemuan Kerja 1984). Tan Pariaman. 5. DB : Peralihan dalam konsep tanggungjawab kriminil. Ralph. Budiarto M dan Fattah Zainal Abdul. saran-saran dan perbaikan-perbaikan yang mungkin dapat dimasukkan dalam suatu pedoman tentang Visum et Reperturn psilciatrik yang direncanakan akan disusun oleh Direktorat Kesehatan Jiwa. Slovenko. New York: Mc Graw-Hill Company. Depkes RI 1984.

9. Mengusahakan agar bagi para lanjut usia yang masih energetik dan berkapasitas unggul. late depression b. Pick's disease 5. 1984 . moderate psycho organic syndrome c. Mengorganisir diadakannya pertemuan secara lokal. Alzheimer syndrome b. 3. 6. Atrophi senile psychosis : a.khususnya untuk ASEAN/Indonesia.Late schizophrenia 7.Psiko Geriatrik Sekilas Pintas dr. secara terarah dan terpadu . Paranoid Syndrome (incl. Mild psycho organic syndrome b. 4. 7.organic syndrome b. 8. Mengadakan komunikasi yang setingkat di level nasional dari berbagai organisasi. Ini tentunya menyangkut: a. disesuaikan dengan kebutuhan. Memulai dengan "kurikulum formal". maka diharapkan agar sistem kekeluargaan lebih dipererat. Mengatur agar data dapat dikumpulkan secara sistematik. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang psikogeriatrik. Jelas bahwa rekomendasi tersebut di atas memerlukan pengolahan lebih lanjut. 2. jangkauan pelayanan kesehatan mental baik melalui rumah sakit maupun yang bukan rumah sakit harus ditingkatkan. Pelayanan psiko-geriatrik akan diadakan sejalan dengan fasilitas kesehatan jiwa yang telah ada. antara lain : 1. Tony Setiabudhi Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Trisaksi. Arteriosclerotic psychosis and other cerebrovascular diseases : a. maka pada akhir abad ini. antara lain : hubungan yang baik dengan puskesmas maupun keluargakeluarga penderita. Affective psychoses : a. b. moderate senile dementia 2. diperkirakan sekitar 60% dari populasi yang dikelompokkan "elderly group" akan berada di negara-negara berkembang. Presennile dementia : a. na- sional maupun regional secara periodik dan teratur. Dirintisnya suatu hubungan yang baik dengan fasilitasfasilitas kesehatan yang telah ada. terutama bagi mereka-mereka yang mempunyai kelainan psiko-geriatrik yang tidak dapat lagi dirawat dalam fasilitas yang telah ada. agar mereka ikut aktif dalam menangani problema usia lanjut di Indonesia. : Oleh sebab itu. 35. c. KELAINAN-KELAINAN PSIKO GERIATRIK YANG PERLU DIKETAHUI Sebaiknya diungkapkan terlebih dahulu beberapa kelainan mental yang telah di ekspos oleh WHO sejak tahun 1980. Mengikut sertakan Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat yang telah ada di propinsi-propinsi. Pembentukan institusi yang dapat memberikan pelayanan jangka panjang. Mengusahakan beberapa jenis kursus-kursus pra-pensiun. khususnya tentang penyakit para lanjut usia. mild psycho . Memulai dan merintis diadakannya dana dan fasilitas untuk riset. dan adalah tugas kita bersama agar rekomendasi tadi tidak mubazir. Jakarta PENDAHULUAN John Henderson mengungkapkan : Dengan meningkatnya sarana kesehatan maupun upaya yang telah dilakukan oleh banyak negara di dunia. Mengingat pentingnya sistem kesehatan yang komperhensip bagi para usia lanjut. 11. Pengobatan dan perawatan jangka pendek. Untuk ini. Schizophrenia . Acute confusional state 4. dengan menyebarluaskan pengetahuan di bidang ini.l 1. severe psycho organic syndrome 3. paraphrenia) 34 Cermin Dunia Kedokteran No.penanganan masalah ini hendaknya sudah dimulai sejak sekarang. memperoleh tempat terhormat dalam masyarakat (senior citizens) 10. 5. late mania 6.

j.Creutzfeldt Selain gejala-gejala demensia. gangguan daya ingat. b. disertai pula afasi motorik. b. desintegrasi terhadap kepribadiannya. karena pelaporan yang menggunakan klasifrkasi inilah yang nantinya dapat diproses secara seragam. maupun katatonia. gangguan kesadaran. tapi di sin : penyakit yang diakibatkan alkoholisme kronik ini disertai dengan polineuritis. g. Morbus Alzheimer Gambaran penyakitnya seperti pada demensia senilis. e. gangguan orientasi terhadap waktu.Vaskular Kelainan-kelainan yang dapat mengakibatkan sindroma ini adalah : a. gangguan afek. 1984 35 . bahwa penyakit ini diakibatkan oleh virus. terutama orientasi terhadap waktu. permulaan proses degenerasi dari otak. sehingga terjadi atrofi serebri. pembagian tersebut adalah sebagai berikut2 : Sindroma amnestdc dan sindroma amnestik-konfabdatoar Gejala utama pada sindroma ini ialah : a. b. Kelainan ini dapat menyertai suatu : a. c. gangguan daya ingat. proses fibrotik maupun hialinisasi dari pembuluh darah sedang maupun kecil yang memperdarahi otak. b. Sindroma Demensia — Global Sindrom ini biasanya diakibatkan oleh proses degeneratif yang luas. tidak didapati kelainan-kelainan di bidang emosional. di mana penulis pernah menjadi anggotanya. gangguan serebrovaskular. paranoid. maka dapat saja dijumpai gejala-gejala yang lebih hebat seperti : gangguan kepribadian yang mengarah pada psikopat.8. trauma kapitis. juga tentang sejarah dirinya sendiri. Kadang-kadang dijumpai seranganserangan epileptik. ginjal akibat kelainan vaskular ekstra serebral. insight (wawasan) yang terganggu. karena secara patologik anatomis pun kelainannya memang serupa. kita tidak boleh menutup mata. d. Beberapa negara Anglosaxon maupun Continental sampai saat ini merupakan negara feeder bagi keputusan-keputusan WHO. ini penting artinya dalam dunia ilmiah. Changes of personality occuring in old age Patut diketahui. Pembagian ini. Pada sindroma amnestik-konfabulatoar. Permulaan dari penyakit korsakow. akan tampak pelebaran ventrikel tanpa diserta suatu atrofi kortikal. Hidrosefalus komunrkcantes ("normotensive . tempat dan personal. c. Morbus Jacob . intoksikasi. karena sistem limbik pada penderita ini masih baik.hydrocephalus") Gejalanya mirip seperti demensia yang ringan. Walaupun demikian. gelisah dan lain-lain. Demensia Pre Senilis Secara patologik anatomis. f. Sindroma Serebro . b. dari bersifat lebih progresif. karena kemajuan dibidang psiko geriatrik demikian pesatnya sehingga beberapa negara telah mempunyai pusat-pusat pengembangan tersendiri dengan kelompok-kelompok studi yang cukup ampuh. d. d. gangguan metabolisme. gangguan dari fungsi alat-alat vital seperti : jantung. kelainan ini dapat dibedakan dalam : a. kelainan-kelainan di bidang hemodinamika. Bila penyakit ini berlarut. Gejala selanjutnya berbentuk : a. Secara garis besar. dan apabila penderita meninggal : tidak sepotongpun dari anggota tubuhnya yang diperkenankan untuk didonorkan (termasuk korneanya). dan dijumpai pula atrofi dari berbagai alat tubuh akibat kekurangan protein/kalori dan akibatnya terjadi emasiasi. Dibawah ini akan diungkapkan salah satu pembagian yang telah dirintis oleh 'Psycho geriatrische werkgroup dari Den Haag". disertai pula gejala-gejala gangguan ekstra piramidal seperti hipokinesia. Demensia ini mempunyai gambaran yang hampir mirip dengan demensia Presenilis jenis Alzheimer. disertai dengan kelainan-kelainan : — inkontinensia — gangguan pada susunan piramidal (tungkai) — gaya berjalan/gait juga terganggu (apraksia) Pada pemeriksaan melalui Pneumoensofalografi maupun melalui gamma-sisternografi (dengan I 131). ternyata juga dipakai di beberapa tempat lainnya. pengetahuan maupun pengalaman-pengalamannya sendiri menjadi mundur. didapati konfabulasi. terdapat kelainan afaso-aprakso-agnostisia e. i. c. Terapi : dengan memasang drain. delirium. 3 . gangguan pada ketertiban dalam melakukan aktifitas harian. f. dan sering dijumpai secara familier. c. yakni degenerasi otak di daerah lobus frontalis. proses ateroma dari pembuluh darah besar yang berada di basis kranium. dan dapat dimengerti oleh para ilmiawan lainnya dalam berkomunikasi. d. rigiditas. penyakit-penyakit infeksi tubuh. e. karena mereka mendasarkan pembagian tadi atas "Sindromasindroma klinik" atau "Simtom kompleks" yang telah dihayati selama bertahun tahun. Proses ini berlangsung secara progresif. lain-lain (ensefalopati). Perlu dikemukakan. c. mioklonia serta gejala-gejala kelainan piramidal. dan dapat berakibat: minat maupun inisiatif kurang. Kecuali no. terutama mengenai hal-hal yang barn terjadi/recent. Morbus Pick Selain gejala-gejala demensia. proses skierosis dari arteriol-arteriol otak. temporo-oksipitalis dan daerah hipokampus. h. Hanya pada demensia presenilis terjadi pada usia yang lebih muda. Neuroses : — acute psychogenic reaction — reactive development 9. ensefalomalasi yang diakibatkan infark yang terjadi sebagai proses tertutupnya aliran darah otak oleh trombus atau Cermin Dunia Kedokteran No. gangguan orientasi. bahwa semua kelompok penyakit di atas dapat ditemui dalam klasifikasi ICD. 35. sulit dalam mengungkapkan kesan-kesan terhadap peristiwa tertentu.

klonus rahang disertai forced laughing/forced crying sebagai aid-bat hidup emosi yang tak terkendali. iskemia (akibat kehilangan darah atau tensi yang merendah) c. maupun keadaan hipoglikemia dapat mengakibatkan gangguan oksigenasi otak.kelainan neurologik dapat berupa : a. e. seringkali disertai edema otak. E. c. c. dismasesi. b. Di daerah batang otak dan pons. Hipoksia. perlu dipertanyakan. rasa berputar bila berdiri secara mendadak. sejak kapan? — Apakah kecurigaannya bertambah? (ingat akan sifatsifat karikaturistik pada usia lanjut) — Apakah kecurigaannya berkisar pada orang-orang atau benda-benda yang masih realistik. aseton. intoksikasi obat. Di daerah kortikobulbar (kiri/kanan) dapat mengakibatkan paralisis pseudobulbar. terlampau sensitif terhadap obat-obat tertentu seperti digitalis. gangguan tidur. disfagia. e. maka secara topikal dikenal gejala. histotoksik (akibat obat-obat tertentu. perdarahan otak dan lain-lain. kualitas trombosit yang jelek dan sebagainya. harus dicari kausanya: apakah aidbat psikotrauma. psikotropik dan lain-lain. infeksi intrakranial dan lain-lain.gejala berikut : a. paresis c.gejalanya seringkali bersifat fluktuatif maupun remitens — secara anamnestik terdapat kelainan neurologik sebelumnya berupa : hilangnya kesadaran sementara. dekompensasi jantung. trombosis otak. maupun hipotensi dapat mengakibatkan gangguan peredaran darah otak) C. b.kelainan yang menyerupai Neurastenia (pseudonneurastenin) yang dapat berupa : a.disartri. gangguan piramidal maupun ekstra piramidal d. meningginya visokositas darah. tumor otak. saraf-saraf otak mengalami defisiensi. atau andrenalin. Tergantung dari tempat lokalisasinya. misalnya hal-hal yang dapat mengakibatkan uremia atau spedoremia. Di daerah kapsula interna : terkenal sebagai Hemisindrom. atau pada hal-hal yang 36 Cermin Dunia Kedokteran No. infeksi-infeksi umum lainnya.embolus. d. Cave b. Hipoksemia (gangguan pada hemoglobin. gangguan endokrin seperti diabetes melitus. sakit kepala (seperti tertekan) yang menghilang bila penderita istirahat. (orang tua biasanya mudah mengalami intoksikasi akibat proses metabolisme obat-obat tadi yang terganggu). Perlu diperhatikan hal-hal lain. — Apakah waham-waham tadi sudah ada sebelumnya? Kalau memang sudah ada. nyeri akibat parestesi maupun neuralgia Gejala-gejala klinik tadi tentu saja dapat menetap bila kejadiannya terjadi berulangkali. Kelainan intrakranial lainnya seperti trauma kapitis. nekrosis parenkim otak akibat berkurangnya oksigenisasi (infark yang tidak/lengkap atau oleh hal-hal lain) Gejala-gejala klinik yang menonjol antara lain : — labilitas emosional — gejala. e. 35. Obat-obat yang sering menyebabkan ini antara lain : barbiturat. f. narkotik) d. Kelainan pada ginjal. gangguan kesadaran b. Depresi yang non-psikotik. komplikasi-komplikasi post operatif. 1984 . Gangguan metabolisme dan intoksikasi : Diabetes melitus. — Kelainan. yang dapat diakibatkan oleh : a. perlu dibedakan antara yang psikotik atau yang non. dan umumnya dapat secara mudah dikenal karena timbul kelainan-kelainan yang berupa : — penurunan kesadaran — halusinasi (bila terjadinya mendadak dan disertai kegelisahan disebut sindroma delirium) Sindroma di atas dapat diakibatkan oleh : a. kinidin.psikotik yang umumnya dapat diakibatkan oleh: — kelainan kepribadian yang memang sudah ada — reaksi eksogenik — bagian dari kelainan organik Kelainan yang disertai waham dan atau halusinasi (sindroma paranoid) Waham yang terdapat pada penderita usia lanjut. polisitemia. Gangguan ekstra . kor pulmonale. Kelainan-kelainan serebro vaskular seperti emboli otak. Psikosa Simptomatik Biasanya timbul bersamaan dengan kelainan. infark jantung. c. hipoglikemi (zat asam tidak dapat dibakar) B.obatan. berkenaan dengan faktor-faktor hemodinamik yang dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. atau hal-hal lain seperti: — fase depresi dari kepribadian yang siklotimik — "bagian" dari sindroma organik lainnya — reaksi neurotik/eksogen lainnya • Reaksi Manik Juga dalam hal ini. dapat mengakibatkan Parkinsonisme. Kelainan-kelainan pada darah : anemia. hiper/hipotiroid d. gangguan emosional (mudah depresi/tersinggung). konsentrasi darah maupun akibat obat-obat lain yang dapat mengganggunya. gangguan tekanan darah (hipertensi yang tak terkontrol.kelainan sistemik. Gangguan pada sistim traktus sirkulatorius : a. b. kelainan paruparu/jantung) b. CVD maupun TIA — Kelainan. konsentrasi maupun inisiatifnya berkurang. Gangguan Afektif • Reaksi Depresi Harus dibedakan antara yang psikotik dan yang non-psikotik. gangguan ritine/irama jantung. D.serebral yang dapat mempengaruhi perdarahan otak A. kelainan katub jantung.

sebab itu dapat dirabarasakan oleh si peme. agar para usia lanjut ini sedapat Pendekatan terapeutik yang umum bagi penderita gangguan mungkin dirawat di lingkungannya sendiri. tapi juga mentalnya. riksa detoksifikasi di alat-alat dalam.gejala di atas Tidak saja kelainan. Karena itu. adalah tugas kita bersama untuk akibatkan oleh isolasi sosial yang dialami para usia lanjut. Gunakanlah obat pilihan yang anda ketahui paling baik — Neurosis neurasteni 4. Parafrenia — wahamnya bersifat primer — isi waham seringkali bizar — umumnya juga sudah terjadi sebelum proses senil — tapi. — Neurosis obsesif' kompulsif dan kenalilah obat pilihan ini untuk setiap indikasi — Neurosis depresif 3. Ini karena bungannya dengan halusinasi yang dihayati) setiap orang yang berusia lanjut telah mengalami kemunduran — penderita dapat menceritakan semua wahamnya secara tidak hanya di bidang fisik. PENGOBATAN/PERAWATAN C. Sesuaikanlah dosis obat pada setiap penderita — Neurosis hipokondrik 6. Gunakanlah dosis efektif terkecil Kelainan atau gangguan kepribadian 37 Cermin Dunia Kedokteran No.kompulsif) — Kepribadian histerik — Kepribadian astenik — Kepribadian antisosial — Kepribadian pasif. maupun ekskresinya.abstrak? — Apakah ia masih dapat memberikan alasan-alasan yang tepat tentang waham/kecurigaannya? — Apakah keadaan afektif orang tadi maupun hidup emosinya masih adekuat? — Apakah terjadi isolasi secara sosial? — Apakah kecurigaan tadi berkembang bersamaan dengan mundurnya gejala organik/sistemik? — Apakah disertai perpecahan kepribadian? Beberapa diagnosis banding yang dipikirkan ialah: A. Skizofrenia: — wahamnya biasa terjadi primer. meringankan penderitaan mereka 3.obatan pun agak berbeda. distribusi. 1984 . Gejala-gejalanya pun seperti pada neurosis lain. Apakah keluarga penderita menerima si sakit — bila penyakit ini berjalan sejajar dengan proses sisseperti layaknya? Atau bersikap antipati dan mengucilkan tematik/kelainan organik. Sering kali perlu diberikan penerangan landaskan kelainan sistemik (psikosis simtomatik). tanpa ada trauma psikik — isi waham biasanya berbentuk bizar — sebelumnya memang sudah pernah menderita penyakit serupa — sudah terdapat perpecahan kepribadian — keadaan afektif/hidup emosi sudah tidak adekuat lagi. biasanya sudah ada sejak penderita masih muda. Metabolisme sistematik. Kondisi — waham semacam ini baru terjadi pada usia lanjut fisik dari individu tadi harus diperiksa dengan seksama. Neurosis Pendekatan tersebut mencakup: Biasanya sudah pernah ditemukan pada waktu orang tadi masih • Pengobatan secara organobiologik muda. sejak dari absorbsi. mental masih tetap dapat diaplikasikan. Timbanglah manfaat dan risikonya dengan memperhi— Neurosis histerik (baik jenis konversi maupun disosiasi) tungkan prinsip "Primum est non nocere" — Neurosis fobik 2.4 B.obat. pada kelainan psikiatrik pun. maka dikatakan: sindroma ini penderita karena dianggap memalukan? Demikian pula merupakan sindroma paranoid — halusinatoar yang bermasyarakat setempat. bahwa penanganan penderita usia lanjut — waham terjadinya secara sekunder (seringkali ada huagak berbeda dengan perawatan penderita yang lain.agresif — Deviasi seksual Kombinasi dari gejala. bahwa setiap manusia dapat menderita penyakit tadi pada usianya Perlu dijelaskan di sini. sebelum — tak pernah dijumpai perpecahan kepribadian terapi dengan psikotropik diberikan 3-5 — afek penderita biasanya menyertai pada waham yang diYang tak kalah pentingnya adalah pendekatan terhadap linghayati kungan penderita. pada penderita ini: belum ada perpecahan kepribadian. dianjurkan agar setiap dokter dapat menguasai teknik pemeriksaan yang sempurna. Untuk dapat menegakkan diagnosis dengan tepat di bidang psikogeriatrik. 35.kelainan somatik yang pada usia lanjut terjadi secara multipatologik. Misalnya sistem CHAM maupun PSE. hal serupa ini dapat terjadi.2. dan dapat berupa: — Kepribadian paranoid — Kepribadian afektif (siklotimik) — Kepribadian skizoid — Kepribadian eksplosif — Kepribadian anankastik (obsesif.yang lanjut. sehingga dapat dicapai basil yang maksimal. Gunakanlah pertama-tama obat yang paling established. Pemberian obat-obat Pedoman6 berbentuk: — Neurosis cemas 1. Yang dikelompokkan dalam kelainan di atas.4 Karena itu perlu ditekankan. dan dapat a). bahwa sindroma ini seringkali di. Sindroma Paranoid — Halusinatoar Perlu ditekankan di sini. Batasilah pemberian jenis obat seminimal mungkin — Neurosis depersonalisasi 5.

dipresentasikan pada Panel Diskusi Dewan Harian Angkatan '45 di Jakarta tanggal 3 — 4 Desember 1982. • Terapi psikologik Biasanya dilakukan psikoterapi jenis sugestif . terapi fisik yang dimaksudkan di bidang psikiatri 10. karena akan dalam : Asean Teaching Seminar on Psyco — Geriatric Problems. De Bejaarde Patient en de Terminologie. diperlukan latihan-latihan fisik 9. tentunya ada pula yang memerlukan penanganan khusus dan perawatan dalam institut tersendiri. Adress of the Minister for Health Republic of Indonesia. masih ada beberapa hal kecil yang perlu diperhati kan: — Jangan tergesa-gesa memberikan obat simtomatik pada para penderita lanjut usia. diadakan review dalam pemberian obat-obat tadi secara rutin dalam : Mean Teaching Seminar on Psycho — Geriatric Pro(b) Pengobatan di bidang fisik blems. telah pula diamalkan Goldfarb Brief Psychotherapy. yakni jenis psikoterapi yang dilaksanakan secara singkat. atau malah merugikannya. tanpa mengetahui penyebab yang 1. Diagnostiek van Syndromen. 11. Departemen Kesehatan. Bloemendaal pp 11-23. KPPIK X. Karena kita harus waspada terhadap efek 5. untuk itu indikasinya adalah: 1. bila dihentikan pemakaiannya justru 2. berakibat habituasi dan dependency 4. tadi dihentikan. disajikan dalam : Diskusi panel Angkatan '45 di Jakarta 4 Desember tertentu untuk mempertahankan kesegaran jasmani mereka. Sistim Kesehatan Nasional. Henderson J. Apabila sikap keluarga terdekat (yang sehari-hari berhu7. dalam : Handlei ding voor Psychogeriatrische Assistenten. Iwan Darmansyah. Keadaan fisik maupun kebersihan dari penderita perlu mendapat perhatian yang optimal(antara lain keadaan gizinya). 1984 . Setiabudhi T. literatur 6. sleep therapy. Bila perilaku penderita sangat membahayakan dirinya atau lingkungannya. Usia Lanjut dan aspek Psikososialnya di Indonesia. 1982. 8. Saat ini. psycho surgeGeriatri. Suwarjono Suryaningrat. 38 Cermin Dunia Kedokteran No. Pilihlah cara pemberian obat yang paling aman. Psycho — Geriatric Problems in Indonesia. Sistim Kesehatan Nasional dan Kaitannya dengan mencakup : insulin coma therapy. dianjurkan agar 7. cardiazol shock therapy dan electroconvulsive therapy. 35. v Dijk C. Demikian pula Group therapy kadang-kadang membawa basil yang baik. FKUI — Semua obat harus secepat mungkin dihentikan pemakaiannya Jakarta 1979. mengakibatkan gejala ketergantungan) 3. Janganlah memilih preparat terbaru. (lebih) baik 10. sering memarahi penderita. rapy. Di Indonesia. terapi di atas sudah tidak dilakukan lagi. Sepuluh Dasar Pemilihan Obat. karena barunya menelantarkan. WHO's Global Programme on Care of the Aged. sebaiknya pemberian obat 3 Agustus 1982 (Media Hospitalia : 64. Jakarta menunjukkan gejala kemunduran. Direktorat sampingnya yang mungkin masih belum pernah tertulis dalam Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan.Sudah tentu keadaan semacam ini sulit diatasi oleh keluarga maupun lingkungannya. Tetapi. Medisch Contact. apabila sudah tidak diperlukan lagi. Setiabudhi T. — Hindarilah pemakaian obat-obat perangsang. Setyonegoro K. tanpa bungan dengan penderita) tidak menguntungkan si mengurangi efektivitasnya penderi ta. Janganlah ketinggalan menggunakan obat baru yang penderita beban aib dan sebagainya. Bonokamsi Dipoyono. Pada banyak orang berusia lanjut. Seringkali diperlukan pula counseling therapy yang menyangkut keluarga maupun teman-teman terdekatnya. hanya terapi dengan ECT masih kadang-kadang dipergunakan dengan indikasiyang sangat ketat dan tepat.suportif. Untuk ini. dalam simposium Usia Lanjut Yang Bahagia. Selain KEPUSTAKAAN itu. Ringoir DJB.2. Cocokkanlah kebenaran data promosi pabrik obat. dan dalam waktu-waktu tertentu secara periodik. pp 50-55. ry. Beberapa Fikiran — Preliminer Mengenai Problematik Usia Lanjut Ditinjau dari Sudut Kesehatan Jiwa. Jakarta 29 Nopember — 3 Desember 1982. pp 2-6). menganggap 9. at the inaugural Session of the Asean Teaching Seminar on Psychogeriatric Problems. Di antara para penderita tadi. mendasari gejala tadi (banyak penderita yang sudah terbiasa meminum suatu obat. Kelainan fisik dan Mental yang Sering Dijumpai Pada — Bila dengan pemakaian obat baru (tambahan obat) penderita Usia Lanjut. Misalnya: 8. 21 : 23 Mei 1980. 1982. • Pendekatan di bidang sosio budaya Seringkalidiperlukan environmental manipulation untuk memperbaiki lingkungan penderita (jangan sampai terisolir/ditelantarkan). Jakarta 29 November 1982 — 3 Desember 1982. Prayitno A.

– Kelas khusus untuk anakyang sangat terganggu emosinya (1 kelas terdiri dari 5 . tetapi saling berkaitan atau terdapat bersama-sama pada seorang anak. Terutama untuk anak-anak. Cermin Dunia Kedokteran No. walaupun pendapat mereka umumnya hampir mina atau tidak saling bertentangan. Kesukaran Belajar adalah kesukaran mendapatkan perubahan tingkah laku yang diinginkan meskipun latihan telah dilakukan. kami berkesimpulan bahwa sebab-sebab kesukaran belajar ialah : • Inteligensi anak rendah (pembawaah sejak lahir IQ < 85) . normal maupun inteligensi tinggi. Endang W. Mata . Pekerja Sosial. English & Pearson menekankan bahwa seorang individu akan berkemauan belajar bila ia merasa dicintai oleh lingkungannya. Sebelum kita menginjak lebih jauh. Sebab . Salah satu usaha dengan melakukan penekanan lebih besar pada program baru dalam pendidikan. Dengan meningkatnya perhatian terhadap kesulitan belajar ini. Namun.7 murid). Tujuan pendekatan multidisipliner ini ialah agar mendapat gambaran sebabsebab kesukaran belajar secara lebih jelas sehingga dapat dibuat diagnosis yang lebih tepat. English & Heinicke kemudian menekankan adanya banyak faktor yang menyebabkan anak sukar belajar.sebab kesukaran belajar di atas mungkin tidak berdiri sendiri. Psikologi.Kesukaran Belajar dr Ny. • Inteligensi anak justru tinggi (Superior – Genius dengan IQ >110) • Anak belum siap/ matang untuk mengikuti pelajaran di sekolah (belum siap untuk belajar membaca. • Kesukaran anak dalam membaca (disleksia). menulis. rudapaksa kepala.padahal pelajaran matematika cukup baik dan inteligensinormal. Dalam penelitian ini dianjurkan untuk memasukkan berbagai macam disiplin keilmuan. Bimbingan & Penyuluhan (BP) pada tiap sekolah dan sebagainya. sebegitu jauh masih belum ada keseragaman mengenai klasifikasi dan macam-macam jenis kesukaran belajar ini. termasuk perhatian terhadap cara-cara pengatasan kesukaran belajar juga semakin bertambah. Ghozali Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Universitas Airlangga. ia akan mau belajar bila ia merasa dicintai oleh gurunya. teman-temannya dan sebagainya. tumor otak) • Pengaruh lingkungan (merasa tak disenangi guru/teman/ orang tua atau wali). orang tuanya. baik untuk anak-anak yang mengalami kesukaran belajar dengan derajat inteligensi kurang. • Persoalan dalam kehidupan emosiny atau tingkah lakunya. dan sebagainya. Kanak-kanak (Pediatri). • Gangguan fisik (kelelahan. 1984 39 . Saraf (Neurologi). termasuk : bidang Pendidikan (Pedagog/Ortopedagog). Surabaya PENDAHULUAN Perhatian mengenai sebab-sebab kesulitan belajar pada anak makin meningkat sejak 10 tahun terakhir ini. Agar dapat diciptakan program baru dalam pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak. SEBAB-SEBAB KESUKARAN BELAJAR Dari pendapat beberapa pengarang. berhitung). • Kerusakan jaringan otak (radang otak. perlu penelitian yang lebih luas mengenai sebab-sebab kesukaran belajar. 35. segala usaha dilakukan untuk mengatasinya. penyakit menahun). THT. Program baru dalam pendidikan ini misalnya dalam bentuk: – Remedial Teaching – Good progressive Schools – Sekolah khusus atau kelas khusus untuk anak dengan inteligensi tinggi. Psikiatri. sering timbul pertanya an: "Apakah arti "Belajar" itu? Belajar adalah perubahan tingkah laku pada individu akibat latihan. • Hambatan atau gangguan dalam pendengaran/penglihatan.

dan anak-anak ini biasanya masih masuk SD biasa. tetapi menurun prestasi belajarnya karena ada gangguan emosi. kesukaran membaca. 35. Di dalam kelas. dalam masa perkembangannya baik frsik. Bila usia anak makin meningkat. Anak merasa bosan di sekolah karena hanya pekerjaan yang mudah-mudah saja disuruh oleh guru untuk dikerjakan setiap hari. • Anak dengan inteleigensi rendah (IQ 35 — 70). (Sekolah ini telah diadakan di Amerika. Agar kesukaran belajar pada anak dengan inteligensi rendah ini tidak berlarut-larut. Bila rasa permusuhan ini tidak diperlihatkan. Menghindarkan diri secara psikis. Reaksi membolos sekolah ini justru menimbulkan persoalan baru dengan pimpinan sekolah dan orang tuanya. jangan selalu ditolong untuk naik. Inteligensi anak tinggi (IQ > 110) Anak dengan inteligensi tinggi dapat mengalami kemunduran dalam prestasi belajarnya karena merasa bosan terhadap pelajaran sekolah yang dirasakan mudah baginya. (b) IQ 35 — 50 (Retardasi Mental Sedang). pelajaran kelas II dan kelas III SD saja sukar diikuti. Bila anak dengan inteligensi normal dapat mengerjakan tugas pelajaran di sekolah selama rata-rata 1 jam. dapat ditempatkan di: 1. 3. adaptasi sosial maupun inteligensi memang lebih lambat dibandingkan dengan anak yang inteligensinya normal. Dapat dididik setaraf dengan kelas II — III SD. Dapat dididik setaraf dengan kelas IV — VI SD. Sekolah Luar Biasa. atau tidak mau mengerjakan tugas-tugas di sekolah (tak mau menulis. sedangkan prestasi belajar anak tak menunjukkan kemajuan. bermain sendiri ataupun menjadi gelisah dengan mengganggu teman-temannya. Akhirnya anak dapat dipindahkan ke SD kelas I. Sekolah Slow learner ---> bila tersedia sekolahnya. Itali dan negara Eropah lainnya). Dengan pembagian: (a) IQ 50 — 70 (Retardasi Mental Ringan). di mana anak dibantu pelajaran sekolahnya secara individual. maka jangankan pelajaran kelas IV SD dapat dimengerti. ada cacad badan yang malu bila masuk SD biasa. Sekolah SD dengan mutu sedang. yakni dengan cara melamun di sekolah (pelajaran sekolah tidak diperhatikan). bahkan kadang-kadang membolos sekolah karena bosan terhadap pelajaran sekolah yang dianggapnya terlalu mudah. 2. dan dapat menggondol juara kelas sehingga anak merasa puas atas prestasinya. tetapi hanya laporan kemajuan atau kemunduran belajar yang disampaikan guru kepada orang tua anak. Anak terpaksa masuk TK lagi. Anak sering menunjukkan perasaan rendah diri. sering bertengkar dan mengganggu teman-temannya di sekolah. sehingga ia justru lebih malas dan selalu menghindar bila disuruh belajar. sama baiknya dengan menurunkan setingkat lebih rendah asal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Jarman. anak selalu mengganggu teman-temannya sehingga sering mendapat hukuman dari guru. dapat ditempatkan di: 1. Dengan gejala-gejala di atas. Remedial Teaching Untuk anak dengan inteligensi normal/subnormal. Anak makin sering melamun atau mengganggu teman-temannya. kelainan metabolisme. Akibat nya anak jarang berhasil dalam usaha belajarnya.Inteligensi anak rendah (IQ <85) Anak yang dilahirkan dengan inteligensi rendah (faktor keturunan. Penilaian guru yang keliru ini menambah kegelisahannya. Penanganan Biasanya sekolah ini digunakan untuk anak dengan ganggu- 40 Cermin Dunia Kedokteran No. menyanyi. prestasi belajar anak makin menurun. sebaiknya anak ditempatkan pada kelas yang sesuai dengan kemampuannya. Anak tidak mendapatkan nilai rapor . bahkan menunjukkan rasa permusuhan terhadap teman-teman dan gurunya. hiar tinggal kelas. apalagi bila teman-temannya selalu mengejek prestasi belajarnya. tak dapat masuk SD karena usianya kurang. yakni: • Anak dengan inteligensi Subnormal (IQ 70 — 85). kemudian oleh guru dinaikkan kelas terus agar anak tak merasa rendah diri. Penanganan an emosi. 1984 . Remedial Teaching itu sekolah tambahan tanpa perbedaan tingkat kelas. Nason L. maju ke muka kelas dan sebagainya). Anak menjadi mudah marah. Sisa 3/4 jam dapat dipakai anak ini untuk melamun. dan sebagainya). yaitu menumbuhkan perasaan tak senang dari guru-guru sekolah dan orang tua kepadanya. maka apa yang terjadi? "Anak justru kehilangan waktu bertahuntahun duduk di dalam kelas tanpa mengerti atau menangkap pelajaran yang diajarkan". Ini dilakukan agar ketidakmampuannya tak tampak. Saat membolos sekolah mungkin anak pergi sendiri mengembara keliling kota atau bergabung dengan anak-anak nakal (masuk gang anak nakal). Contoh: Anak ditolong supaya naik kelas terus sampai kelas IV SD. Contoh: Anak usia 5½ tahun tamat TK-0 besar. membaca. Anak ini ditempatkan pada sekolah SD biasa di mana tak ada pembagian kelas dan setiap anak mendapat pelajaran sistern modul yang berbeda-beda tergantung kemajuan belajarnya. Anak berpendapat lebih baik mengganggu teman daripada mengerjakan pekerjaan di sekolah.Y. 2. tetapi dibantu dengan les tambahan --> 2 — 3 kali dalam seminggu. yang memang tak pernah diperhatikan atau dipelajarinya. Good Progressive School. padahal tugas pelajaran di sekolah belum dikerjakan atau dikerjakan secara lambat dan seenaknya. Bila tak naik kelas. maka anak dengan inteligensi tinggi dapat menyelesaikan tugas tersebut hanya dalam waktu 1/4 jam. hiperaktif. Waktu anak banyak dipakai untuk melamun. dan perhatian terhadap pelajaran makin menurun. merasa tidak disenangi. Akhirnya prestasi anak makin menurun dan anak dinilai guru bodoh karena tak dapat menjawab pertanyaanpertanyaan guru mengenai pelajaran-pelajaran di sekolah. barmain sendiri. anak dapat bersikap: Menghindarkan diri secara fisik terhadap pelajaran sekolah dengan cara membolos (truancy). berpendapat bahwa menyesuaikan kemampuan anak dengan cara menaikkan setingkat Iebih tinggi. gangguan koordinasi motorik dan sebagainya. Makin lama perhatian anak terhadap pelajaran sekolah makin berkurang karena kebosanannya. atau mengganggu teman-temannya di dalam kelas. kesukaran dalam persalinan.

fungsi tersebut di atas.10 tahun. sehingga bila anak nantinya sudah yaitu sekitar usia 4 -. kecakapan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. dapat: kotak — + latihan sensomotorik. • tanggapan ruang dan orientasi bidang sebaliknya harus dimantapkan lebih dahulu kematangan fungsi • kognitif sensomotorik.fungsi tersebut di atas.mengenal bentuk•bentuk geometrik: Adanya integrasi yang baik antara tanggapan sensorik dan memasukkan. -.Penanganan Sebelum anak diajar belajar membaca dan menulis. Beberapa pengarang berpendapat bahwa untuk belajar membaca. mengeluarkan/menyatakan perasaan atau buah pikirannya (bahasa ekspresif) secara baik. Suasana stadium kesiapan belajar ini untuk setiap anak berbeda-beda. perlu disi-fungsi: • sensomotorik teliti kematangan fungsi. menulis. dengan luarkan). ruang.Meskipun masih ada perbedaan pendapat tentang • Koordinasi motorik halus: pelaksanaan pendidikan anak-anak potensial ini. orientasi dalam bidang. hingga sering memarahinya. Sebagian para pendidik menganjurkan cara "Skipping ". lni akan membaca. muka/belakang. Q 00 A Cermin Dunia Kedokteran No. — mengenal bentuk benda: Pearson GHJ berpendapat bahwa anak dengan inteligensi tinggi dapat dimasukkan pada "Good progressive School".latihan orientasi dalam bidang dan tanggapan — berjalan. Tercapainya ini keras kepala. belajarnya.dapat mengolah rangsangan panca indera sesuai yang didisediakan program tambahan (Enriched programe) untuk perlukan untuk belajar membaca. tetapi . 35.. juga — Anak harus dapat mengerti bahasa yang diucapkan ternyata program akselerasi tidak merugikan aspek mental orang lain (bahasa reseptif). yakni anak didik diberikan kesempatan untuk meloncati • Tanggapan ruang dan orientasi bidang: beberapa kelas secara bertahap. menulis dan berhitung untuk menerima pelajaran ini belum tercapai. pengalaman yang kematangan hubungan intra kortikal antara bermacam-macam menyakitkan ini masih terbayang dan anak akan tetap menolak pusat otak. tanggapan ruang. Anak belum siap atau matang untuk mengikuti pelajaran Bila anak belajar membaca dan menulis. Tetapi — menangkap bola bagaimana caranya. dan anak dapat maju terus menurut kemampuan — dapat membedakan huruf: d. memasukkan benang dalam merjan menjadi kalung. Bila masih be• koordinasi motorik kasar dan halus lum matang. luas/sempit. atau merasa malas untuk belajar membaca dan menulis lagi. berhitung bila anak belum mencapai kemamengecewakan guru dan orang tuanya. pengajaran secara mengenal garis horizontal. muka/belauntuk memisahkan anakanak ini. masih merupakan masalah sampai — membuka halaman buku sekarang. melompat. 1984 41 . padahal kesiapan anak membaca. tangan dan jari . sebut biasanya terdapat pada pelajaran taman kanak. dan menganggap anak tangan kesiapan belajar hal-hal tersebut di atas. menulis. menangkap bola. akan sia-sia hasilnya mengajar anak sukar untuk dapat membaca dan menulis. maka anak tetap English berpendapat.. b. . cara latihan pemantapan fungsi. mengeluarkan macam-macam bentuk dalam gerakan. membolak-balik halaman . latihan jalan. . kotak. dan menyediakan kelas khusus kang yang terbatas pada anak dengan inteligensi tinggi saja. garis vertikal. atas/bawah. ternyata didapatkan bahwa prestasi kelompok anak ini lebih baik • Bahasa reseptif dan bahasa ekspresif: daripada kelompok anak cerdas tanpa program akselerasi. — menggerakkan tungkai. yakni usia di mana tercapai siap untuk belajar membaca dan menulis.pelajaran melipat kertas. bentuk g e o m e t r i k : 0 mana tak ada perbedaan kelas dalam sekolah. • Koordinasi motorik kasar.mengenal skema badan dan ruangan sekelilingnya sebelah — menegakkan kepala kanan/kiri. yang diperlukan untuk belajar membaca dan menulis. kaki besar/kecil -. dan berhitung. belajar ini menyakitkan anak. garis lengkung individual.kanak. malas. menulis dan berhitung. Latihan untuk mempercepat kematangan fungsi. p. Pendidik lain berpendapat bahwa anak dengan • Kognitif: inteligensi tinggi tetap berada di dalam kelas biasa.► latihan koordinasi motorik halus. dan juga dapat emosional anak didik.fungsi termaka anak-anak sukar belajar membaca.berdasarkan tanggapan dan ingatan. pelajaran membaca dan berhitung perlu ditunda. Jika fungsi-fungsi tersebut belum berkembang dengan baik. keta• ketajaman melihat dan mendengar jaman penglihatan dan pendengaran. di kubus. menggerakkan lengan. Contoh-contoh kematangan fungsi: misalnya: • Senso motorik. mengisi waktu yang luang mereka. atas/bawah. anak dapat membaTerman dan Oden meneliti 1351 anak inteligensi tinggi deyangkan sesuai dan melakukan sesuatu yang diperlukan ngan program percepatan pendidikan (program akselerasi). akhirnya — koordinasi antara mata dan tangan didapatkan konsensus untuk memberikan perhatian dan — memegang benda kecil kekhususan pada anak dengan inteligensi tinggi. Ada pula yang menganjurkan — dapat membedakan kanan/kiri. menulis dan berhitung. jongkok. koordinasi motorik kasar/ • bahasa reseptif (penerimaan) dan bahasa ekspresif (mengehalus. untuk membaca. — menggambar dan menulis. menulis dan berhitung diperlukan kematangan fung.

vertikal. miring. karena kaitan antara pengamatan rusakan jaringan otak. Suasana belajar Penanganan yang menyakitkan ini menyebabkan anak malas belajar sehingAnak yang mengalami gangguan fisik sebaiknya dicari pega akhirnya kesukaran belajar akan timbul. mudah memukul. menulis. amphetamine. tanggapan visual Hambatan/gangguan dalam pendengaran atau penglihatan dan orientasi dalam bidang. visual dan pendengaran. memarahi dan menghukumnya. Jika pengertian tentang bidang tidak mengikuti pelajaran dengan baik. Timbulnya kesukaran belajar pada anak dengan kerusakan jaringan otak biasanya karena: • derajat inteligensi menurun terutama sukar untuk berpikir abstrak. dapat dikurangi gejalabelajar membaca. menulis. anak perlu dilatih ketajaman penglihatan dan pendengarannya. Gangguan dalam tanggapan pendengaran ini menyebabfungsi sensomotorik. taman—tamat.jongkok. b/d). mudah menangis dan tertawa. 1984 . dikte. Ini menangkap pelajaran.Penanganan Karena banyaknya gangguan yang dialami anak dengan kengenal orientasi dalam bidang. bentuk angka/huruf (9/6. membaca ada gangguan dalam bidang ini. berhitung. dikte. Untuk belajar membaca. bentuk garis miring. menindas atau memusehingga hambatan belajar dapat diatasi. dan tentunya dalam suasana belajar yang menyenangkan anak sehingga kesukaran belajar dapat dihindari. parit—parut latihan ketajaman pendengaran. menulis. berhitung. menulis.tanda: — hiperaktivitas: selalu bergerak. menyalahkan. serta melatih purna.atau menolak belajar. Yang terpenting agar orang tua menerima anak dengan Penanganan gangguan ini. sehingga akhirnya Terjadinya kerusakan jaringan otak biasanya akibat: timbul kesukaran belajar. ingatan bahasa ekspresif. — keras kepala. merasakan suasana belajar menyakitkan. • radang otak Penanganan • 42 Cermin Dunia Kedokteran No. juga terjadi bila anak belajar dengan orang tua di rumah selalu dimarahi. Ini menyebabkan tergang.bentuk geometri dan membedakan antara garis-garis horizontal. Bila merasa dibenci gurunya. vertikal dan horizontal. merusak dan berkelahi. maka anak Penyakit menahun misalnya: kekurangan darah (anemia). lengkung —> latihan ketajaman penglihatan. — menyuruh anak membedakan bentuk.obatan (imipramine. guru selalu akan mengakibatkan hasrat belajar menurun. — agresifitas. Sebaliknya bila anak sukar membedakan bunyi kata-kata haloperidol. anak tak dapat hambatan itu dikurangi. akhirnya anak tak pergi ke sekolah dan tak mau belajar. dan mengusahakan agar anak dapat berkembang Bila ada tanda-tanda anak mengalami gangguan tanggapan sesuai dengan kemampuannya. Anak selalu teringat pada suasana belajar gunya fungsi otak. tanggapan pendengaran juga kurang sem• Latihan koordinasi motorik kasar dan halus. gejalanya dengan obat. tranquilizer dan sebagainya). berhitung sangat • Kadang-kadang ada gangguan koordinasi motorik kasar dan diperlukan ketajaman penglihatan dan pendengaran. serta mengenal nada dan irama. dianjurkan Pengaruh lingkungan atau suasana belajar yang menyakitkan anak untuk diperiksakan ke bagian mata. misalnya: • Anak dengan gejala hiperkinetik. gerakan dengan bahasa dan berpikir terjadilah pengertian tentang bidang. • ada gejala hiperkinetik dengan tanda. — menangkap isi cerita ibu guru dan menceritakan kembali apa yang sudah diceritakan ibu guru latihan bahasa reseptif. THT atau bagian Saraf. Bila kematangan fungsi. tanggapan visual atau pendengaran bila kan anak mengalami kesukaran dalam dikte. ruda paksa kepala • tumor otak • trauma kelahiran dan sebagainya. Bila anak motorik halus. kulinya. Lingkungan yang tak menyenangkan anak pada saat belajar Kerusakan jaringan otak akan menyebabkan anak malas belajar. akibatnya anak sukar menerima atau dan gerakan. yang hampir sama. mengangkat lengan/tungkai —> latihan koordinasi motorik kasar. anak dapat mulai diajar membaca. Anak mau belajar dan menurut apa yang dikatakan gurunya Gangguan fisik (kelelahan. untuk selanjutnya dapat diobati temannya di sekolah selalu mengancam. Demikian juga bila nyebab gangguan tersebut. 35.fungsi tersebut telah dicapai. bahkan dipukul. penyakit menahun) bila anak mencintai gurunya. sukar diatur dan berbuat seenaknya sendiri. • Sering ada gangguan fungsi sensomotorik. yang dapat mengakibatkan lambatnya anak yang menyakitkan di masa lalu sehingga menolak belajar. Akibatnya anak malas kekurangan vitamin (avitaminosis). — konsentrasi menurun — perhatian mudah berubah — emosi labil: mudah cemas. sukar mengamati atau membedakan bentuk benda. maka tanggapan penglihatan (visual) terganggu. dibentak-bentak. Tanggapan visual ini sangat diperlukan untuk me. Bila tak ada kemajuan. — menyuruh anak menyebutkan kembali kata-kata yang hampir bersamaan bunyinya misalnya: dor—tor. akibatnya anak sukar mengikuti pelajaran di sekolah. dan anak juga merasakan guru. stop—top. nya Anak yang mengalami gangguan fisik karena merasa lelah mencintai dirinya. pelajaran. bentuk Gejala-gejala di atas menyebabkan anak sukar menangkap geometri. Sebaiknya gangguan atau baik karena tanggapan visual kurang sempurna.

‚ bila bentuk geometrik yang ditiru sudah benar. negro – . dir sama saja tanpa berbeda. Disleksia sekunder ‚ ditanya bedabentuk dalam gambar di bawah ini (visual figure-background perception). misalnya: Contoh: ‚ mandi madin nrego __ kenakalan: sering mengganggu temannya Pada disleksia primer dengan gejala sukar membaca. Bila orang tua di rumah merasakan dirinya tak dapat sabar dan telaten dalam mengajar anak. ‚ sukar membedakan huruf: d.bulatan. 1) Menggunakan ketajaman pencerapan panca indera. ini men ma ketajaman penglihatan. • t • . khawatir. unjukkan anak mengalami gangguan emosi atau tingkah laku. kata-kata dalam kalimat. b.110) tanpa contoh. padahal pelajaran matematika cukup menggambarkan masirig-masing bentuk geometrik tersebut baik dan derajat inteligensi normal (IQ: 86 . hingga mampuan verbal. jumlah dan waktu Contoh: . Kesukaran membaca (disleksia) ini dibagi 2 macam: Misalnya: Coba gambar bentuk segitiga. • dapat mengulang . Keakraban hubungan orang tua atau guru dengan anak perlu diciptakan agar anak mau mengutarakan isi hatinya. Persoalan dalam kehidupan emosi atau tingkah lakunya • kecakapan berhitung atau matematika jauh lebih baik dariEnglish dan Pearson berpendapat bahwa proses belajar akan pada membaca. diminta untuk meniru garis-garis yang menghubungkan titik-titik di bawah ini (spatial relationship). • penglihatan.rata-rata tinggi orang wanita Amerika 2„ meter . individu tersebut selalu termenung memikirkan persoalannya. hiperaktif atau menyen diri. Untuk itu anak perlu ditempatkan pada Penanganan Remedial Teaching yang akan mengajar anak dalam 3 hal. kadang konflik anak terlalu dalam sehingga perlu pemberian 01 psikoterapi. • sukar membedakan skema atau anggota badan sebelah kanan atau kiri. . yaitu: Bila anak saat sekolah sering nakal. anak disuruh Kesukaran membaca. Disleksia primer 1D a'<> Ciri-ciri: Ada kesukaran membaca terutama dalam mengin. memukul dan sebasoal berhitung juga memakai kalimat. bersalah. persegi 1. skema badan. dan berusaha mengatasi persoalannya. mudah marah. Pada anak biasanya kesedihan ‚ menyusun kata terbalik-balik (reversal) atau susunan kata tak mnadi tidak berlangsung lama. tegrasi simbol.Tetapi kadang. juga sukar mengartikan kalimat Adanya gangguan emosi dan tingkah laku pada anak/remaja sehingga timbul kesukaran belajar. . alfabet tetapi tak dapat merangkai suku kata untuk membuat kata atau kalimat. • kemampuan ketrampilan motorik lebih baik daripada keTetapi bila seseorang merasa sedih. menunjukkan anak mengalami ketegangan atau konflik. dengan sendirinya perhatian terhadap pelajaran menurun dan • membaca kata: dor. perhaPenanganan tiannya terhadap pelajaran berkurang sehingga prestasi belajarnya Anak dengan disleksia primer perlu bimbingan khusus untuk makin menurun. bujur sangkat dan sebagainya. meskipun kemampuan berhitungnya baik __ menarik diri: tak mau bergaul tetapi lama-lama kemampuan berhitung pun terganggu karena __ agresifitas: sering merusak.simbol huruf atau kata-kata. Mungkin ada persoalan pada dirinya hingga mengganggu ‚ disuruh meniru bentuk bentuk geometrik: konsentrasi belajar. disebabkan kelainan biologis dan tidak didapatkan kelainan saraf yang nyata. Anak ini sukar membaca gainya. nergo bentuk tingkah lakunya. cemas atau menangis. dikte dan __ hiperaktivitas: tak bisa diam merangkai suku kata. . tetapi dengan penuh pengertian dan kasih sayang menanyakan kepada anak apa sebabnya anak malas belajar. • dapat menyebutkan atau membunyikan beberapa kata tetapi tidak dapat mengerti artinya atau menggambarkan maknanya.penduduk Indonesia: 10 juta. terutatak mau bergaul. Sebaiknyaguru atau orang tua waspada akan hal ini. p.musim hujan pada bulan Mei .hari natal pada bulan Juli . tetapi justru sering ditunjukkan dalam teratur. sehingga penyebab kesukaran belajar dapat diketahui dan prestasi anak dapat meningkat kembali. Mendekati anak untuk mencari penyebab atau latar belakangnya. akhirnya timbul kesukaran belajar. Perbandingan anak laki-laki : anak perempuan = 5 : 1 Gejala-gejala: __ sukar berpikir abstrak __ sukar membuat konsep berpikir. Disleksia primer panjang. 2.Sebaiknya orang tua atau guru tidak langsung memarahi anak bila anak tak mau belajar. berhasil bila anak dapat memusatkan perhatian pada pelajaran. sebaiknya tugas mengajar diserahkan keluarga lain atau guru les yang dapat mengajar dengan sabar dan telaten serta disenangi oleh anak. .malu. . melempar. diajar membaca. untuk ukuran panjang. 10% dari anak dengan inteligensi normal menderita disleksia primer. perabaan.

dengan tujuan untuk mengatasi kesukaran belajar anaknya. Ditanya: — benda apa ini? coba raba . Disleksia Sekunder • kemampuan membaca terganggu karena dipengaruhi oleh kecemasan. Latihan membaca atau menulis dapat dilakukan di tempat Remedial Teaching.kadang anak dibawa ke dokter bukan karena keluhan tak dapat membaca tetapi karena keluhan: — penyesuaian diri yang buruk — kenakalan — tidak mau pergi ke sekolah — neurosa — posisi yang terbalik pada urutan kursi.. mengutakan maksud hati atau isi pikirannya. d. Pertama-tama yang mengetahui gejala kesukaran belajar pada anak biasanya pendidik (guru).i bundar. • bahasa ekspresif: menceritakan kembali isi cerita. bolak-balik ‘.telinga kanan — Coba ditarik: — tungkai ke muka — tungkai ke belakang — lengan ke samping kanan/kiri — lengan ke atas. berbagai disiplin keilmuan. • kadang. . dan pendengaran.. perabaan. • sebenarnya dasar tekntic kemampuan membaca masih baik ( intak). — Pada saat membaca kadang-kadang penderita dapat membaca dengan baik. tetapi kemampuan membaca tersebut digunakan secara kurang efektif karena dipengaruhi faktor emosi.do/00' re 7 mi N gangguan psikosomatik dan sebagainya.Anak harus merasakan bahwa guru. jari tengah. dan bahasa ekspresif. tabung. Bila orang tua membawa anak tersebut ke dokter. yang biasanya dapat ditangani oleh seorang psikolog atau psikiater. lalu membaca banyak salah. — Dihitung semua jumlah jari jari. do — do .. kemudian berhenti. sehingga dapat ditentukan pendidikan dan pelajaran yang bagaimana paling sesuai untuk anak. lengan ke bawah dan sebagainya. depresi. — bundar: bola Penanganan anak disuruh menirukan kata-kata: bar-dar. — Membaca lalu berhenti. yang mana ibu jari. Diagnosis kesukaran belajar ini harus dilakukan secara teliti dan diperlukan team ahli dari. -. stop-top taman-tamat. biasanya dibawa ke dokter anak ( pediater). pengobatan terutama ditujukan untuk menghilangkan gangguan emosi atau tingkah lakunya. -. DIAGNOSIS KESUKARAN BELAJAR — kotak persegi panjang — kubus: • Skema badan --->posisi anggota badan: — ditanya mana: — telinga kiri — tangan kanan — mata kiri . menolak membaca. 2) Mengembangkan integrasi dua atau tiga macam pencerapan: penglihatan. staf bimbingan dan penyuluhan sekolah atau orang tua anak tersebut. p (reversals). --.— ditanyakan pada anak (position in space). Kemajuan biasanya cepat karena dasar kemampuan membacanya memang masih — tabung ouiat uan seoagamya.bentuknya bagaimana? — coba tirukan lagu benda ini! 3) Mengembangkan kemampuan bahasa: bahasa reseptif. Y gambar bulatan mana dari urutan bulatan y yang sama dengan bulatan x Position in space dipakai pada anak yang sukar membedakan huruf: b. — dilatih diskriminasi irama dalam nyanyian.ditanya apakah bentuk benda ini. Pada saat inilah diperlukan kerja sama dokter anak dengan berbagai team ahli lain agar diagnosis kesukaran belajar dapat diketahui secara tepat. kotak dan sebagai• nya. sajak-sajak. Contoh: lonceng berlagu -bentuk bulat. sesudah benda tersebut diraba baik. jari manis. kurang motivasi belajar. • pendengaran — Anak disuruh menirukan nada tinggi dan nada rendah. PENCEGAHAN Agar frekuensi kesukaran belajar ini dapat dikurangi atau malah dihindari perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. kubus. teman dan orang tuanya mencintai atau menyenangi anak... gangguan penyesuaian diri atau gangguan kepribadian. jari telunjuk. atau banyak salah biasanya karena isi • perabaan bacaan mirip dengan konfliknya/ketegangannya atau anak — Diminta untuk meraba benda: teringat akan konfliknya/ketegangannya. parit-parut muda-mudi.. Dalam membuat dianogis sebaiknya diperhatikan sebab-sebab kesukaran belajar yang telah diuraikan. jari kelingkung. Latihan: • bahasa reseptif: mengerti isi kalimat atau isi cerita. Gejala: Karen dasar kemampuan membaca sebenarnya baik. dor-tor.

misalnya:berdiri di muka kelas. RINGKASAN – – – – Telah kami bicarakan mengenai: Definisi belajar dan kesukaran belajar. July 1969. Learning Disabilities. tanggapan ruang/ orientasi bidang dan bahasa). Inc. Am J Psychiat 1973. Tahun XIII. Dermott JF. menulis dan berhitung perlu diteliti apakah fungsi-fungsi tertentu yang diperlukan untuk persiapan belajar sudah berkembang dengan baik (fungsi sensomotorik. Silver AA et al. Rabinovitch RD et al. 34 : 6969 – 704. Specific Reading Disability. 1984 45 . Contoh: Anak tidak membuat pekerjaan rumah beberapa kali. Hardjawana B. 35. 32 : 462 – 472. Thompson LJ. 2. 1972. 4 : 81 – 87. Anak-anak yang berkelainan. Mc. Tahun X. Intelligensi yang tersembunyi. Tahun II. 11. Prediction of Underchievement in kindergarten Children.Dennott JP New York. pp 662 – 698. 16. Masalah anak-anak dengan inteligensi superior. 1983. New York: International Universities Press. dapat dilakukan tes inteligensi oleh seorang psikolog. koordinasi motorik. 34 : 95 – 101. pp 774 – 7 87.Graw Hill Company. Psychopathology by Harrison SI and Mc. Eisenberg L. Grunebaum. 1980. Silver AA et al. 4) Gangguan emosi dan tingkah laku dapat dikurangi atau dihindari agar tidak mengganggu konsentrasi belajar atau kemampuan membaca anak. New York. 1. Gubahan K. Cacat mental dan kesulitan belajar. 9. Indah Jaya Bandung. 17. 1972. Tetapi sebaliknya guru atau orang tua menyelidiki sebab dan latar belakang anak mengapa sampai berbuat salah atau nakal. 15. Cermin Dunia Kedokteran No. New York: 1972. 3: 54 – 58. Anak yang tidak sanggup membaca.Dermott JF. KEPUSTAKAAN 6. sehingga dapat diketahui derajat inteligensi anak meskipun tes inteligensi kadang-kadang dapat keliru hasilnya terutama bila anak tak bersedia mengerjakan "tes inteligensi dengan baik sesuai dengan kemampuannya". Des. Jilid 2.2:47–55. A Research approach to reading retardation in childood Psychopathology by Harrison SI and Mc. perlu mendapat hukuman. 4. Am J Orthopsychiat 1962. membuat PR lebih banyak. Am J Orthopsychiat 1967. 6) Guru atau orang tua sebaiknya selalu bersikap konsisten (tetap) pada anak. Heinicke CM. 14. Cohen TB. – Bila anak berbuat salah tunjukkan kesalahannya. Cohen TB berpendapat bahwa kecemasan ringan dapat meningkatkan motivasi belajar tetapi kecemasan berat dapat menurunkan prestasi belajar. 5) Guru atau orang tua sebaliknya dapat memperkirakan derajat inteligensi anak dengan memperhatikan kemampuan belajar anak secara teliti. 2) Hindari kelelahan fisik atau penyakit menahun agar gariah belajar anak tidak terganggu. pp 457 – 486. Help your Child succeed in School. International Universities Press. Bisgyer JL et al. Fathers of Sons with primary neurotic learning inhibitions. Tahun XVI. 1972. Nason LJ. English OS and Pearson GH. Learning Disturbance in Childhood in Manual of Child Psychopathology by Wolman B et al. Inc. – Bila anak berbuat baik juga harus diberikan pujian oleh orang tua/guru agar perbuatan baik ini selalu diulangi. anak perlu mendapat hukuman. dan justru harus diciptakan keakraban hubungan dengan anak sehingga anak dapat mengutarakan kesulitannya dengan bebas. 8. Am J Orthopsychiat April 1977. April 1977. 3. 1973. Frostig M. Visual Perception in the Brain Injured Child. Jiwa. 13. 5. kognitif. 3) Sebelum anak diajar membaca. 130 : 393 – 399. 7.– Harus dihindari terjadinya situasi ketegangan saat mengajar anak. Sebab-sebab dan penanganan kesukaran belajar. 37 : 744 – 751. Sajono T. Bila orang tua ragu-ragu. 33 : 665 – 671. Arch Gen Psychiat 1963 . Reading Disability: Teaching Through Stimulation of Dificit Perceptual Areas. 2: 1 – 7. 12. Difficulties in learning in Childhood Psychopathology by Harrison SI and Mc. Am J Orthopsychiat 1963. sebelum mengatakan bahwa anak ini bodoh. 1980. Masdani J. Anwar AID. Abdul Syukur. International Universities Press Inc. Varekamp LCV. 10. 9 : 444 – 450. Cara pencegahan timbulnya kesukaran belajar. Bakat dan prestasi. Psychiatric implications of brain damage in children. Jiwa. Jiwa. Jiwa. Bila kesalahan ini dilakukan berulangkali dan disengaja. in Childhood. pp 445 – 455. Special Classes for Emotionally disturbed Children Am J Orthopsychiat 1964. Dewan Nasional Kesejahteraan Jakarta. Cara membuat diagnosis.

Soetomo. ataupun sebaliknya anak jangan mengatur segala urusan orang - tua. Sistem orang tua 2. yakni dalam keluarga saling tidak acuh. misalnya telunjuk ditunjuk• kan ke atas. saling tidak memperhatikan kebutuhan masing-masing seperti hidup sendiri dan tidak ada komunikasi yang baik dalam keluarga. Marah maupun hukuman jangan ditujukan pada diri anak tetapi pada kesalahan atau perbuatannya. diperhatikan. Sistem anak 3. menjadi orang yang berguna. Baik dalam mendidik anak usia balita maupun dalam mendidik anak/remaja. Hal sebaliknya juga tidak baik terjadi dalam keluarga bila batasan ketiga sistem di atas menjadi terlalu jelas atau terlalu kaku/jauh. janganlah terlalu mengatur urusan orang tua atau selalu menentukan pendidikan anak. supaya ia dapat berkembang ke arah yang diinginkan. Demikian juga kakek/nenek atau paman/bibi yang tinggal se rumah dengan orang tua.> jelas Keluarga. terutama orang tua yang melakukan peranan dalarn mendidik anak merupakan keluarga yang baik yaitu: • harmonis • saling pengertian • saling menghormati • saling menolong atau mendorong • batasan hubungan fungsi/sistem orang tua — anak --. karena segala peranan dan tingkah lakunya dapat ditiru anak. Cara menunjukkan pada anak bahwa orang tua tidak setuju dengan perbuatan atau tindakan anak yang kurang baik : • Pertama-tama anak diberitahu bahwa perbuatan yang dilakukan tidak baik. Jika demikian. Walaupun kadang-kadang anak melanggar tata tertib sehingga mereka patut menerima hukuman. Bila ada paman/bibi atau kakek/nenek yang tinggal serumah. Di dalam keluarga biasanya ada 2 atau 3 sistem yakni : 1. dihargai dan diterima dalam keluarga.> jelas paman/bibi — orang tua --. mereka harus tahu bahwa orang tua tetap sayang kepadanya. Batasan ketiga sistem ini harus jelas. dan diterangkan juga alasannya dengan kata-kata sederhana dan singkat sesuai daya tangkap anak. — tak mengijinkan atau memberikan apa yang diinginkan 46 Cermin Dunia Kedokteran No. yang kemudian sesudah itu berbaik lagi seperti semula. Kecuali bila orang tua sedang tidak ada di rumah. N y .> jelas kakek/nenek — orang tua --. Penting juga keyakinan anak bahwa bila timbul kesulitan. — sikap yang tak membenarkan. sikap orang tua — muka masam/tak tersenyum — suara tak enak atau nada suara yang keras/nada marah. tidak tergantung kepada orang lain. ia selalu dapat mengharapkan bantuan dan pertolongan orang tua. Orang tua harus dapat mengusahakan suatu lingkungan hidup yang sebaik-baiknya bagi anak. maksudnya orang tua jangan terlalu ikut campur atau selalu mengatur aktivitas anak. pendidikan anak dapat dititipkan sementara pada kakek/nenek atau paman/bibi. sebaiknya yang memegang peranan dalam penentuan pendidikan anak adalah orang tua. Endang Warsiki Ghozali Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RS. Surabaya Sebelum dapat mendidik anak dengan baik.Pendidikan Anak Usia Balita dr. batasan sistem orang tua anak. Justru ini tidak boleh terjadi di dalam keluarga. sebaiknya anak dapat merasakan bahwa ia disayangi. orangtua — kakek/ nenek atau paman/bibi menjadi kabur. Diharapkan agar orang tua dapat merupakan contoh yang baik bagi anak. • Jika anak tetap membandel. dengan syarat pendidikan mereka tidak berbeda dengan orang tua. Sistem kakek/nenek atau paman/bibi bila se rumah. terutama orang tua berfungsi utama dalam pendidikan anak yang baik. Tetapi begitu orang tua sudah berada di rumah lagi maka segera orang tua yang memegang peranan kembali. taat pada tatatertib dan suka bekerja. tak ada gejala gejala kecemasan yang berat. Dr. 35. 1984 . Misalnya kelak ia dapat berdiri sendiri. yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian anak. diharapkan keluarga. disenangi. Hanya dalam suasana demikian anak dapat memiliki kepercayaan diri sendiri.

anak menjadi malas (apatis) dan selalu tergantung kepada orang tua. 1984 46 . uang. • menghargai atau memperhatikan milik orang lain. Dengan melatih bekerja. Tetapi janganlah selalu menjanjikan anak akan memberi sesuatu/hadiah bila melakukan kebaikan karena : • orang tua mungkin tidak dapat memenuhi janjinya. tidak boleh terlampau banyak sehingga sangat membatasi aktivitas anak dalam segala bidang. • pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan tak boleh dilupakan (melatih tanggung-jawab anak). sehingga anak dapat mengerti apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak dibolehkan. orang tua harus ingat juga untuk memuji atau memberi penghargaan bila anak bertingkah laku baik. anak akan merasa bangga dan senang serta menambah kepercayaan dirinya. • ciuman atau pelukan • memberikan sesuatu yang diingini anak • memberi penghargaan berupa hadiah yang nyata : gula-gula. anak. anak akan belajar bertanggung jawab atas pekerjaannya. perlu diperhatikan : • usia anak • perkembangan jiwa anak • adakah kelainan biologis pada anak misalnya : kelainan metabolisme. hal ini sering mengakibatkan gairah kerja anak berkurang. Diusahakan agar hubungan orang tua dan anak cukup akrab. radang otak. jangan terlalu keras atau sampai berlebihan (supaya kapok). karena menyebabkan rasa dendam anak pada orang tua. merasa kurang dicintai sebab terlalu disakiti badannya. Hadiah harus diberikan segera sesudah tingkah laku anak yang baik dilakukan. angka-angka (points). Ini tidak saja merangsang inisiatif anak. tergantung macam kultural dan situasi sosial. baik dalam memecahkan persoalannya. Sebaiknya anak dibiarkan melakukan sesuatu menurut rencana dan kehendak mereka sendiri. asal pujian itu sifatnya wajar saja. Walau sebenarnya dalam hati kecil mereka bertanya: "Bagaimana ya tingkah laku yang salah. tidak akan berbuat baik bila tidak diberi upah. • melawan permintaan orang tua yang cukup beralasan dan sebagainya. orang tua sekaligus membesarkan kepercayaan anak pada dirinya sendiri. menghargai. Dengan memberikan penghargaan pada anak. Tentu saja anak menjadi sombong bila tingkah laku baik maupun buruk selalu dibenarkan dan mendapat pujian. Dalam mendidik anak usia balita. penuh pengertian dan pertimbangan. anak dapat melakukan identifikasi dengan baik terhadap orang tuanya. 35. Orang tua sebaiknya merangsang inisiatif anak dan memberikan kebebasan anak untuk berkembang. lain kali jangan ya. • akan membiasakan anak. Batasan-batasan tingkah laku anak ini maksudnya melatih anak supaya ia dapat mengendalikan diri serta mengenal disiplin dan tanggung jawab. yakni dengan memberi tugas sehari-hari yang harus dikerjakan di rumah. berlari saat menyeberang di jalan yang ramai. misalnya : • membersihkan tempat tidur • menyapu rumah • mengemasi meja makan • membersihkan sepatu dan sebagainya Tugas yang diberikan sudah tentu harus sesuai dengan umur anak. hebat. bersikap tetap (konsistensi) dan berwibawa serta melatih disiplin." Jika anak dihukum bila bertingkah laku buruk. Saya tahu dan percaya biasanya kamu tidak berbuat demikian. Lambang nyata yang diberikan orang tua pada tingkah laku anak yang baik akan terus mengingatkan anak terhadap keberhasilannya. Melatih tanggung-jawab pada anak juga harus diajarkan. Mungkin masih banyak lagi aktivitas lain yang tidak boleh dilakukan oleh anak. Batasan tingkah laku anak yang merupakan aturan tata-tertib dalam keluarga akan merupakan pedoman bagi anak-anak. hanya anak yang nakal saja yang berbuat demikian. bekerja tidak atas perintah. Pukulan ini hanya sebagai peringatan. • tak boleh memukul saudara atau teman tanpa sebab • tak boleh melakukan aktivitas yang sangat berbahaya misalnya: bermain api. Aturan-aturan ini hendaknya membantu dan membimbing anak. Bila anak merasakan bahwa orang tuanya menyayangi. Dengan demikian diharapkan anak dapat bekembang menjadi dewasa dengan baik. Bila anak terus menerus diperintah. • sampai ke mana ia boleh pergi. trauma Cermin Dunia Kedokteran No. bintang (lambang).Hukuman-hukuman ini menitikberatkan perbuatan anak yang salah. melainkan atas kesadarannya sendiri. Ini agar tidak timbul rasa dendam pada anak dan kehilangan kepercayaan dirinya. naik di tempat tinggi sekali. Janganlah beranggapan bahwa dengan memuji anak akan menjadi sombong (besar kepala). boneka. kok saya tidak pernah diberitahu?" Persetujuan terhadap tingkah laku anak yang baik dapat berupa : • pujian • tersenyum • ucapan terima kasih atas bantuannya • perubahan dalam sifat atau nada suara : wah-wah. Misalnya cara orang tua memberitahu anak bila melakukan perbuatan yang salah: "Kamu tak bisa melakukan hal seperti ini. sehingga anak merasa bebas untuk mengutarakan segala isi hatinya maupun persoalannya terhadap orang tuanya. Bila kita memuji hasil karyanya meskipun hasilnya itu kurang baik. orang tua dapat memukul pantat/paha anak. Usaha orang tua agar dapat menambah kesenangan dan eratnya hubungan kekeluargaan misalnya : • minum teh bersama • makan bersama (family table talking) • permainan bersama • rekreasi bersama • bergurau bersama • perayaan hari ulang tahun dan sebagainya. misalnya : menyapu. Dengan demikian komunikasi antara anggota keluarga selalu terjadi. gangguan organik otak. sehingga anak mendapat bimbingan yang • Bila tetap membandel terus. Misalnya : • Pada waktu tertentu (waktu makan. bukan diri anak sendui. melainkan juga daya ciptanya. waktu tidur) anak harus sudah berada di rumah.

sendok. – Family Table talking 1-3 bulan –Dapat makan sendiri dengan baik. – Dudukkan anak di kursi tinggi untuk bersama-sama makan di meja dengan keluarga . – Perkenalkan dan berilah – Lidah digunakan menggerakkan makanan dalam makanan roti biskuit unmulut. A. –Diberanikan untuk makan sendiri dengan sendok. kemampuan berbicara. Dengan mengetahui perkembangan jiwa anak.gerakan tangan ke mulut ngan ke mulut .kelahiran rudapaksa kepala dan sebagainya. –Tersenyum dan berbicara pelan dengan nada menyenangkah sambil : 9-12 bulan 48 Cermin Dunia Kedokteran No. 35. pergerakkan badan bila suara di. Bimbingan pada anak usia balita ini meliputi melatih anak dapat makan sendiri. berbicara saat makan (tidak kaku). –Dapat memasukkan sendok 1½ .4 ja dengan sedikit makanan tahun tercecer. –Dapat minum tanpa tumpah. kita dapat mengobservasi apakah anak sudah berkembang seperti yang diharapkan umumnya pada anak normal atau mengalami kelambatan. –Senang membantu mengatur meja makan (piring. pengaruh teman. – Dapat mengenal botol susu dengan melihat. – Perkenalkan cangkir atau gelas dengan cairan sedikit untuk diminum. dap at makan biskuit. –Diajarkan anak biasa bergaul. Bila ada kelainan biologis pada anak. gelas). – Dapat memegang botolnya sendiri.menyiapkan . menelan dan bemafas Aktivitas yang dianjurkan – Ubahlah posisi menetek bila ada kesukaran mengisap. tetapi dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengetahui apakah perkembangan anak terlambat atau tidak. – Letakkan anak dalam posisi relaks dan menyenangkan pada saat memberi makan. sendok dapat dimasukkan dengan mudah & mengambil nasi juga mudah. –Dapat makan sendiri di me2½ . –Layanilah anak makan dengan cara yang menarik/menyenangkan. – Dapat minum di gelas (di cangkir) dengan bantuan. –Diberi penerangan mengenai aturan makan. ba1 -3 –menggerakkan bulan dan bila mendengar suara dekat telinganya –tersenyum bila dirangsang sosial (dibuai) Aktivitas Yang Dianjurkan –Observasi. guru dan sebagainya. Di bawah ini akan diterangkan cara membimbing anak usia balita (The Washington Guide) untuk orang . tahun –Dapat membedakan makanan dengan benda yang tak dapat dimakan. mata. hal ini dapat merupakan salah satu penyebab terjadinya kelambatan perkembangan fisik. –Dapat lancar bergaul & benbicara saat makan. Tentu saja bimbingan ini tidak diperuntukkan anak dengan keterbelakangan mental (retardasi mental) yang memang sudah terlambat dalam perkembangannya. Menangkap suara.2½ ke dalam mulut dengan benat. –Mendorong anak untuk membantu mengatur meja makan. misalnya karena kekeliruan cara mendidik orang tua. –Berikan minuman sesudah makan supaya tak banyak minum. – Makan dengan jari jari. – Berilah makanan path anak sesuai dengan kebutuhannya.toilet training). mental dan sosialisasi anak. dan latihan berak dan kencing pada tempat yang sesuai (WC/ kamar mandi . ketrampilan motorik. bunyikan.dilatih memegang botol 4-8 – Dapat mengunyah makanbulan an. –Sering bermain dengan makanan. Bila tidak ada kelainan biologis pada anak maka sebab kelambatan perkembangan anak pada umur balita mungkin karena sebab lingkungan. –Mendorong anak untuk melakukan kebutuhannya sendiri (self help) –Berilah kesempatan pada anak melatih ketrampilan menyeduk nasi. 4-5 tahun KEMAMPUAN BERBICARA Umur Tujuan Diharapkan Tercapai Kemampuan. –Diminta anak untuk bercerita saat makan mengenak hal-hal yang terjadi hari ini (kejadian di sekolah waktu bennain-main).melayani tamu/orang tua saat makan. MAKAN Umur Tujuan Diharapkan Tercapai – ada refleks mengisap – dapat menelan bubur .tua agar anak dapat berkembang normal seperti yang diharapkan sesuai dengan usianya. –Dapat mengambil nasi dengan sendpk nasi (centong) –Membutuhkan sedikit bantuan sejak makan di meja.dapat mengkoordinir antara mengisap. –Mulai menggunakan sendok diputar-putar di mangkok. –Berilah makanan sedikit dulu. Ekspresi muka. –Dapat memegang gelas kecii dengan tangan. –Diajarkan agar anak sudah dapat : . 1-1½ tahun –Dapat memegang cangkir dengan jari-jarinya –Dapat menaikkan cangkir dan meminumnya. – Mulai memegang sendok. – Perkenalkan makanan bubur sehari-hari disuapkan dengan sendok kecil. aktivitas bermain. –Berila h kesempatan untuk makan sendiri dengan pining & cangkir dari plastik/seng yang tidak pecah –Sebaiknya pining cekung. tuk mengembangkan : – Dapat menggerakkan ta. –Jangan memaksa anak waktu makan. – Tawarkan sendok untuk dipegang bila ada perhatian. –Masih sukar memasukkan sendok ke mulut –Teruskan memberi makanan yang dapat dipegang : roti biskuit. 1984 . bila jumlah nasi banyak anak malas makan.

memegang . –dapat menyebut nama benda yang digambar. –dapat mengerti perintah lebih panjang (3-4 perintah) B Mengeluarkan pendapat –dapat menyebut macammacam nama uang logam –dapat menjawab pertanyaan dengan baik –dapat menerangkan arti kata: topi.cerita . 4-5 tahun -Teruskan untuk menunjukkan nama benda yang dilihat & dipakai anak.aktivitas apa akan dilakukan –Berikan kesempatan anak untuk memainkan peranan cerita yang dikarangnya Cermin Dunia Kedokteran No. mengatakan keinginannya. –Diberanikan anak untuk mengulangi : .rasa tak nyaman .3 perintah secara verbal misalnya : 1. Mengeluarkan suara bulan –Dapat meniru suara tertentu misalnya : –batuk-batuk –suara dari bibir. anjing. –dapat mengerti giliran bermain –dapat melaksanakan perintah orang tua. jangan memakai bahasa isyarat.berikan adik . B. memandikan dan sebagainya. m –dapat bereaksi dengan suara bila diajak bicara –dapat bicara da. 9-12 B.bermain-main 2½-4 tahun 1-1½ tahun –Bari petunjuk nama barang untuk makan. 1984 49 .B. Menangkap suara –memperhatikan orang yang mengajak bicara –Menyatakan keinginan dengan isyarat –Melihat keanggotaan keluarga bila namanya dipanggil.bukalah sepatumu –Dengarkan keterangan anak tentang gambar yang dibuat. bennain bola 2. –Tunjukkan pada anak ucapan kata-kata dari mulut ibu. alat rumah tangga. –Godalah bayi dengan menggelitik sampai tertawa. lidah –Dapat menyebut 2 kata : mama. –Kadang-kadang dapat menyebutkan nama benda yang diminta. ke kebun binatang lalu diskusikan dengan anak. ke bioskop. Menangkap pembicaraan –dapat mengerti nilai macam-macam uang logam.duduklah . –Usahakan kontak mata selama bicara –Tirukan suara yangdiucapkan bayi. –Bila dapat peganglah bendanya lalu tunjukkan namanya. burung. sajak. Mengeluarkan kata-kata/ kalimat –dapat menyebut dirinya laki-laki/perempuan. ambil bola di meja 2. berikan ke ibu B. di belakang.bukapintu . minta kue –Dapat menyebutkan namanama benda di dalam gambar: kucing. Kemampuan A. Mengeluarkan suara –Mengeluarkan 3 kata lagi selain mama. Kemampuan A. makan.tutup pintu . Menangkap suara –Mata dapat mencari sumber suara –dapat membedakan suara menyenangkan (musik-tertawa) dan menegangkan (suara keras-menangis) –dapat menaikkan kedua tangannya bila ibu datang 4-8 bulan mengucapkan: "Ikut saya" B.nyanyian.ambilkan bola . –Berilah perintah sederhana : . yang spesifik untuk orang tuanya.makan . –Berilah jawaban singkat sederhana pada setiap pertanyaan anak –Ajaklah rekreasi: ke laut.macam cerita . –Diberanikan anak untuk Kemampuan A. bersuara: dada baba –Ditawarkan mainan dengan suara – badan bergerak akan memegang. –Diberanikan anak untuk berkata-kata dan mengatakan apa yang diinginkan.datanglah ke sini –Berilah suara dari bibir lidah di mana bayi dapat meniru (melatih bicara) –Ajaklah bicara bayi bila sedang : .sakit . –Ajaklah anak berbicara selama makan –Sebutkan & hitunglah jumlah benda-benda di meja –Usahakan agar anak melihat muka kita selama kita menyebut nama benda –Sediakan waktu ± Ya jam sehari untuk menerangkan nama benda atau binatang dalam gambar/ buku. mata) –Dapat melaksanakan 2 . kemampuan A.macam permainan .meraba . 1½-2½ tahun dung. –dapat memilih benda yang lebih kecil atau besar bila disuruh –dapat mengerti kata depan: di bawah. Menangkap pembicaraan –dapat mengikuti cerita TV sampai lama.mandi . di muka. ma-ma – tanpa arti. sambil menunjukkan barangnya. B. Mengeluarkan suara –tertawa keras bila digoda –dapat bersuara huruf hidup ba ba di di huruf mati : m. Kemampuan A. Mengeluarkan suara –keluar suara mengisap dalam menangis dapat dibedakan : . –Bicaralah dengan bayi selama merawat. dada. bola –dapat lancar bertanya –dapat menyebut 4 macam warna –Ajaklah anak bermain dengan benda-benda yang berwarna –Diajarkan anak menyebutkan dan mengatakan/ menggunakan kata-kata dengan benar –Bentuklah kelompok anak-anak untuk bergiliran menyebut nama-nama benda di buku gambar – Ijinkan anak untuk memilih sendiri: . memberi makan. kuda (± 100-200 kata) –Sering menyebut dirinya aku/saya daripada namanya (mulai pakai kata ganti orang). di atas. 35. Menangkap suara –Bila nama bayi disebut bayi bergerak-gerak.da. dada – pipis. –dapat bercerita/menyanyi –dapat menyebutkan semua huruf abjad –Bacalah cerita keluarga/ anak-anak humor dengan lebih terperinci (detail) –Dilatih anak untuk melakukan perintah orang tua .membuai bayi –Hindari bayi agar jangan menangis lama dan terus menerus. –Tunjukkan nama kegunaannya.lapar A.berdirilah . –Tampak perhatian dengan perintah sederhana. mimik. Menangkap Pembicaraan –Bisa menunjukkan bagian tubuh yang disebut (hi- . Mengeluarkan kata-kata/ kalimat –Dapat mengatakan 2 macam kata-kata yang berbeda misalnya : 1.

bola. 35.ganis bersilang –Dapat menggambar terdiri dari 3 bagian – Biarkan anak melakukan kombinasi macam-macam mainan dan membutuhkan benda-benda dari : . merangkak waktu turun tangga. diraba & digendong ibunya —Berikan ayunan mainan berwarna yang dapat dilihat anak & tak dapat dijangkau dengan tangannya. –Dapat memindahkan main4-8 an dari satu tangan ke tabulan ngan lainnya.luk .tumit 4-5 tahun– .ujung jari kaki – Dapat meniru gambar segi empat – Dapat menangkap bola yang dilemparkan – Berikan musik dan permainan untuk menyelaraskan koordinasi tangan & kaki (meloncat-loncat. bulan – Dapat mengikuti semua obyek yang dapat dilihatnya –Tempatkan bayi dalam posisi telungkup –Bantulah bayi dalam posisi duduk dengan kepabanya tegak –Berilah kesempatan untuk melihat aktivitas semua orang –Berikan macam-macam mainan. misalnya: sendok.tanah liat . —Berjalan naik tangga dengan bantuan. benda-benda plastik. —Dapat berjalan berapa langkah tanpa bantuan. lalu dapat duduk sendiri. menani) guna memperbaiki koordinasi motorik.berayun-ayun . boneka kain dan benda lunak lainnya —Mulai m emperkenalkan anak untuk berayun-ayun —Berilah mainan yang dapat didorong kesekitarnya. —Dapat bangun sendiri ke posisi duduk —Dapat merangkak —Mula-mula pegangan dalam posisi berdiri —Lama-lama berdiri sendiri.pensil . 1984 . –Mula-mula duduk dengan sedikit bantuan dengan kepala & punggung tegak. 9-12 bulan 2½-4 tahun –Berjalan turun tangga dengan kaki bergantian –Dapat meloncat dengan satu kaki selama ± 10 detik –Dapat meniru : .–Diajarkan aturan tata tertib pergaulan misalnya : .menyilakan tamu makan. cangkir. –Dapat mengendarai sepeda roda 3 –Dapat meniru garis lurus (vertikal) –Dapat membuat menara dari 4 balok atau lebih – Memberi kesempatan pada anak untuk mempraktekkan dan mengembangkan aktivitas – lari-lari – naik. kubus dan sebagainya) —Memberi kesempatan untuk melatih anak berjalan dan menaiki tangga dengan pertolongan —Memimpin anak dalam aktivitas membalik halaman buku. —Dapat membalik-balik halaman buku BERMAIN Umur Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas Yang Diharapkan —Diam bila digendong —Memandang muka orang lain dan benda di sekitarnya. –Menangkap botol/mainan dengan kedua tangannya. Dilatih anak dituntun untuk latihan berjalan —Ajaklah anak bermainmain kapal terbang untuk latihan memegang dengan jari-jari (juga disediakan benda-benda.malam – Berilah kesempatan anak untuk : . turun tangga – Melatih anak melihat suatu kegiatan.ba berikan waktu bayi untuk bermain sendiri dengan bagian-bagian tubuhnya .memanjat – Berikan kesempatan anak aktivitas menggambar dengan : .cat air . boneka. –Dapat mengambil barangbarang kecil. 1½-2½ tahun –Dapat berlari-lari –Dapat naik & turun tangga dengan 1 kaki –Dapat melempar bola dengan tangan di atas bahu –Dapat meloncat di tempat.papan tulis – Keseimbangan badan baik – Dapat meloncat-loncat – Dapat berjalan dengan : . misalnya kubus. lalu anak diberanikan untuk mencobanya – meniru menulis garis lurus – membuat menara – Berikan sepeda roda 3 dan melatih kaki anak menjalankan pedal sepeda. –Ajaklah bayi bermain ci .bulatan . ku: bus dan sebagainya yang beraneka warna –Berikan juga mainan-maman kecil yang lunak sampai keras atau yang berbunyi –Bantulah bayi dalam posisi duduk bila kepala dan punggung sudah tegak stabil. —Diberanikan bayi untuk dipegang. —Ijinkan bayi untuk bangun berusaha berdiri —Berilah kesempatan dan tempat untuk latihan bayi merangkak.kapur . duduk KETRAMPILAN MOTORIK Umur Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas Yang Dianjurkan – Kepala dipegang ke atas hati-hati bila bayi telungkup 1-3 – Kepala dapat tegak bila dibantu dalam posisi duduk. menulis de ngan kertas dan pensil berwarna —Berilah anak mainan seperti : kubus.mengucapkan terima kasih . cangkir. –Berikan macam-macam benda berwarna lunak 1-3 bulan 1-1½ tahun 4-8 bulan –Bermain dengan tubuh sendiri –Mencari benda-benda dan mencoba memegangnya serta memukulnya – hal ini selalu diulanginya –Dapat memnedakan orang 50 Cermin Dunia Kedokteran No.

makan . 1-1½ tahun -Bermain sendiri atau betmain dengan anak lain.asing dari keluarganya.Didorong untuk menulis angka-angka dan huruf .meloncat-loncat . la akan kencing/berak 2½ -4 tahun -Mulai bermain bersama dengan anak lain (helpmate) yakni : .Mulai menunjukkan pola yang teratur dalam kencing dan berak . menyapu.Biasanya 1-2 kali sehari .pasir .kursi goyang . : menggelindingkan bola. menyapu. binatang . mengambil benda kemudian melempar lagi -Sering meniru tingkah laku orang. kegiatan lain. setiap hari . .membigi mainan dan bergiliran bermain -Dalam bermain banyak menunjukkan fantasinya -Senang bermain menggabungkan macam-macam -Didorong untuk bermain dengan kelompok anakanak.Hargailah anak bila berhasil berak .12 bulan -Dapat bermain berdampingan anak lain.Dudukkan anak pada toilet (jamban) WC atau pispot pada saat yang tepat untuk waktu yang pendek.ada cerita pendek -Bimbinglah tangan anak secara aktif menggunakan: kapur.Interval anak tidak kencing.benda-benda yang dikenal . tetapi belum dapat bermain bersama menurut aturan -Dapat menggunakan mainan besar & kecil -Cara bermain kasar dan kacau serta lebih lama daripada sebelumnya -Senang mendengar sajak dan nyanyi di TV -Dapat membangun sesuatu yang baru dari benda mainan.Jika pakai pispot.Lanjutkan melakukan interval yang teratur dalam melatih kencing & berak. -Berikan alat-alat bermain baru yang dapat dibentuk dan dirasakan seperti : . 9. . Umur MELATIH KENCING DAN BERAK DI KAMAR MANDI DAN WC Tujuan Diharapkan Tercapai Aktivitas Yang Dianjurkan .kayu dibuat mobil. -Didorong untuk bermain musik & menyanyi -Didorong untuk ikut berpartisipasi dalam kelompok : . -Dapat main bersama-sama (ci-luk-ba) dengan ibu dan anak lain.air . -Lebih menyenangi alat mainan -Menyenangi aktivitas berjalan -Menarik-narik benda mainan -Senang melempar. buku & majalah -Doronglah anak agar meniru aktivitas orang dewasa.melap. .tanah liat dibuat kue -Dirasakan pada anak alat yang berayun-ayun misalnya : . pensil dan lain-lain. 4-5 tahun -Dapat bermain drama dan perhatian terhadap pergi tamasya -Senang memotong dan melekatkan benda menjadi bentuk benda yang kreatif -Menyelesaikan semua aktivitas.Berilah pakaian yang mudah dibuka anak bila berak/kencing . -Perkenalkan dengan anak lain meskipun anak belum dapat bermain rukun dengan anak lain (selalu mau menang sendiri) -Berilah alat mainan musik.ayunan .manyanyi 1½-2½ tahun . -Berilah kesempatan anak dapat memasukkan dan menumpahkan benda dari kaleng/doos -Berikan mainan yang besar atau kecil untuk bermain -Usahakan untuk bersamasama bermain dengan ibu/anak lain.Didorong untuk bermain fantasi & mainkan drama . pispot harus diletakkan di kamar mandi .Hargai anak bila berhasil berak .Akan ada gerakan perlistatik usus akan berak bila anak ditaruh di WC pada saat yang tepat. -Lanjutkan permainan antara ibu dan bayi. .berwarna-warna .Senang membuat benda yang dapat dikenal dari tanah liat -Berilah kesempatan untuk memotong dan melekatkan benda-benda -Berilah benda-benda mainan untuk membangun bangunan yang kuat. . . cat air. atau keras yang dapat dipegang bayi -Berikan mainan yang terapung waktu mandi. misalnya: membaca koran.Kadang-kadang anak harus diingatkan untuk kencing sesudah : . misalnya : .tanah liat .batu .Dapat diperkenalkan untuk menggambar dengan: pensil berwarna.sabun .Bereaksilah cepat pada tanda-tanda anak akan kencing dengan mengajak anak ke kamar mandi atau dengan melepaskan celananya.Perhatikan tanda-tanda yang mengatakan anak kencing atau berak .Dapat menunjukkan celana basah 1-1½ tahun 1½-2½ tahun -Mengetahui lebih dahulu kebutuhan untuk kencing/ berak. benda -Lebih senang bermain dengan 2-3 anak 9-12 bulan -Dapat menaruh dan mengeluarkan benda dari kaleng -Dapat memeriksa obyek yang dipegang di tangan -Dapat membetikan mainan ke orang lain tanpa jatuh (lepas) --Mencoba mengeluarkan benda dari genggaman ibu. -Didorong untuk melukis dengan cat air dan menggambar .Yakinkan pada anak untuk mengganti popok bila basah karena ngompol/ berak sehingga anak mulai mengalami perbedaan rasanya bila popok basah dan kering. tidak lebih dari 1-2 jam. mis. -Mengeluarkan kata-kata bi.menari-nari .naik kuda -Diperkenalkan buku anak-anak dengan berisi .tidur .kayu misalnya : .

3.–bermain-main –Bawalah kencing di kamar mandi sebelum tidur malam.1 9 4 Anak sudah dapat kencing/ berak sendiri dan sudah tidak tergantung kepada Hargailah anak untuk keberhasilannya tidak ngompol dan ngebrok. Chapman AH .membasuh tangan . mudah dibuka –Buatkan pakaian yang –Terus mengatakan bahwa mudah dibuka anak bila berak/kencing.. bila : . 6. USA: Harvard University Press.6.melepas pakaian . Warsiki E. Barnard KE et al. 1980. pp 75 . I L /4U K g D O K 1 6 . 5.96. 1984 . Minuchin S.Sa" r/AP SAyA KEMARI Do/creR S E L A L c / N 6 / N NEN ER / i SA ". 1974.G.pp 63 . 1974: pp 16 . –Dapat bertanggung jawab –Mungkin masih diingatuntuk kencing dan berak kan untuk kencing pada sendiri jika pakaian sederwaktu-waktu tertentu hana. –Kamar mandi harus mudah digunakan.65. 4.. !'~--/ /rv StSUN66ON/Y(i pANTE5gN. 1974. 1 7 7 .66. Families & Family therapy. 9/R SE/Vi'' S A Y . USA: Medical Examination Publ. 1970. 2.4 akan –Bersikaplah seperti tidak derung untuk mempertatahun hankan berak terlalu lama tahu bila ngompol/ngebrok jauhi sikap membu–Mungkin kadang -kadang at malu atau menghina masih ngompol/ngebrok anak –Masih butuh bantuan "cawik" 4-5 tahun orang lain. Child Psychiatry. e m SEN/. pp 46 . Philadelphia: JB Lippincott Company. Pembinaan anak dalam keluarga. Teaching children with development problems 2nd Ed. USA: The CV Mosby Company. a t Kfywro''Y 52 Cermin Dunia Kedokteran No. 35. pp 3 .. cen.30. Duffy CJ . MKJ 7 Oktober 1981... Gunarsa SD . mudah dibuka pintunya.kencing/berak 2½ . Co. Management of Emotional Problems of children an and adolescents 2nd Ed. Psikologi untuk membimbing. Jakarta: BPK Gunung Mulia..cawik/membersihkan dubur sesudah berak KEPUSTAKAAN 1.

Bila kekurang pendengaran ini berat. Hidung dan Tenggorok Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RS Dr. 3. tak perduli kepadanya. — Eksotoksin : obat-obat (dihidrostreptomisin. Timbulnya kadang-kadang sangat individuil. lues) 4. salisilat) dan bahan-bahan dari industri dalam bentuk gas (karbonmonoksid) — Endotoksin : (diabetes. alat pendengaran dapat mengalami berbagai gangguan. Tentang jenis kelamin. dan usahausaha yang dapat dilakukan untuk mengobatinya. Avitaminosis 3. penyakit ginjal. kanamimisin. kebanyakan penulis menulis laki-laki lebih banyak dari pada wanita. alergi. yaitu gangguan di bagian konduksi yang biasanya dapat diobati dengan basil memuaskan. 5. ruptur . Sebagian sudah timbul pada usia 40 tahun atau disebut presbiakusis prekoks. air) dan benda padat (serumen. trombosis atau perdarahan-perdarahan kecil. Didapatkan pula dalam satu famili ada yang lebih banyak terjadi dibanding famili lain. Kemunduran ini dirasakan sebagai kurangnya pendengaran. atau malah mentertawakannya. meningitis. mengejeknya atau lain-lain lagi. dari derajat yang ringan sampai dengan yang berat. telinga pun mengalami kemunduran pada usia lanjut. caftan (darah. Maksud tulisan ini ialah untuk sekedar memberi gambaran tentang kurangnya pendengaran karena usia lanjut. Faktor lain yang mempengaruhi presbiakusis ialah : 1. Penyakit infeksi (morbili. Tetapi Weston menulis sebaliknya dengan perbandingan laki-laki wanita 2 : 3. Dalam meatus akustikus eksterna : cairan (sekret. letusan senjata api.Pendengaran Pada Usia Lanjut (Presbiakusis) dr. MS Wiyadi Bagian Ilmu Penyakit Telinga. Soetomo. ankilosis stapes pada otosklerosis dan luksasi oleh trauma. Fraktur dasar tengkorak (trauma kapitis) 7. penyakit kelenjar tiroid) 2. 8. Sudden deafness (penyakit tabung darah. Banyak penyelidik melihat hubungan presbiakusis dengan aterosklerosis. Diet dapat juga mempengaruhi terjadinya presbiakusis. 9. tuli karena suara bising. Faktor yang penting ialah faktor trauma akustik atau kebisingan. • Gangguan di bagian konduksi menimbulkan tuli konduksi. destruksi karena otitis media. 2. dan pada bagian persepsi yang biasanya sulit diobati. Faktor lingkungan dan pekerjaan sebelumnya. 2. • Gangguan di bagian persepsi menimbulkan tuli persepsi. Tumor. kecuali bila menimbulkan ensefalopati. Tetapi tidak dengan arteriosklerosis dan hipertensi. Gangguan ini dibagi dalam dua bagian besar. penyebabnya ialah : 1. Trauma akustik : letusan hebat (ledakan born). 6. Frekuensi terbanyak pada usia 60 . Weston mendapatkan 70% pasien presbiakusis dengan arteriosklerosis. Surabaya PENDAHULUAN1 Seperti organ-organ yang lain. penyebabnya ialah : 1. Dalam kavum timpani : kelebihan (kekurangan) udara pada okiusi tuba. Perubahan terjadi pada koklea akibat insufisiensi vaskular oleh karena spasme. infeksi dengan virus). Pada osikula : gerakannya terganggu oleh sikatriks. Presbiakusis : tuli karena usia lanjut. Penyakit Meniere. parotitis. Cermin Dunia Kedokteran No. akan menimbulkan banyak masalah bagi penderita dengan orangorang sekitarnya. kinin. sklerosis. Toksin. ETIOLOGI DAN PATOLOGI2 Ketulian pada usia lanjut (presbiakusis) biasanya bilateral dan simetris. 1984 53 . tumor. benda asing) atau tumor.65 tahun. sekret pada otitis media). Penderita sering membantah karena mengira orang lain-lain marah-marah kepadanya. Banyak merokok dan stres diperkirakan sebagai penyebab presbiakusis prekoks. 35. 4. 3. Kerusakan membrana timpani : perforasi. Misalnya salah faham dalam komunikasi. tetapi yang lain pada usia 80 tahun masih mempunyai pendengaran baik. Dalam perjalanan mencapai usia lanjut. Diet dengan tinggi lemak tidak hanya menyebabkan penyakit kardiovaskular tetapi juga memperjelek pendengaran.

obati. Proses patologik pada presbiakusis dapat terjadi pada 1. Koklea 2. Nervus auditivus 3. Susunan saraf pucat. KELUHAN YANG MENYERTAI PRESBIAKUSIS 2 PENGOBATAN Didasarkan pada 4 kelompok obat-obatan : 1. Hormon 2. Obat vasodilatator 3. Obat lipoproteinolitik 4. Vitamin

1. Hormon Kecuali keluhan pendengaran berkurang, maka keluhan Pernah dicoba dengan hormon hipofise secara intravena. Ada lain ialah : yang mencoba hormon wanita pada wanita usia lanjut. 1. Tinitus : suara berdenging ini dikeluhkan pada 50% dari Kemudian kedua seks hormon dikombinasi dan diberikan pada penderita presbiakusis. Biasanya terus menerus dan bernada penderita. Mungkin tinitusnya berkurang atau pendengaran tinggi. Lain dengan tinitus pada penyakit Meniere yang biasubjektif sedikit membaik, tapi secara objektif masih diragukan. sanya bernada rendah. Tinitus biasanya tidaklah sangat 2. Vasodilator mengganggu seperti intoksikasi telinga atau pada traumatic Seperti asam nikotinat dan derivatnya menyebabkan vasodeafness. dilatasi perifer, dan pemberian dosis tinggi dalam waktu yang 2. Diplakusis : yaitu distorsi dari pada tingginya nada atau lama menurunkan bloodlipid pada orang hiperkolesterolemia. frekuensi. Dapat terjadi pada satu atau kedua telinga. BiaEfek terapeutik pada presbiakusis disebabkan oleh dilatasi sanya tak terlalu mengganggu kecuali pada musikus-musikus. koklear dan pembuluh darah di otak akibat aksi 3. Vertigo : dikeluhkan pada 30% dari penderita. Apakah ini lipoproteinolitik dari obat tersebut. berasal dari labirin atau bukan tak bisa dipastikan. Hanya Contoh lain misalnya Ronicol dan Hydergin. didapatkan 60% dari penderita mempunyai reaksi kalori yang tidak normal. Mungkin vertigo ini pada usia lanjut berasal dari 3. Obat lipoproteinolitik Heparin i.v. 250 mg setiap hari selama 8 hari. Kemajuan aubrain stem atau perubahan pembuluh darah di sentral. diometrik didapat pada 25% penderita. Vertigo dan tinitus PEMERIKSAAN menghilang pada 45% penderita. 4. Vitamin Kecuali dari umur, otoskopi dan audiologi penting dalam Vitamin B kompleks memberikan 43,5% kemajuan dalam menegakkan diagnosis presbiakusis. Pemeriksaan audiogram pendengaran. Data-data terperinci dari laporan Weston ini nada murni terjadi penurunan pada frekuensi di atas 1000 Hz. tidak diberitakan. Ada beberapa jenis audiogram yang sesuai dengan kelainan Vitamin A banyak dicoba dengan hasil yang lebih memuaskan. patologik seperti yang didasarkan pada pembagian menurut Schuknecht. ALAT PEMBANTU MENDENGAR (APM) DIAGNOSIS BANDING Bila semua pengobatan tak memberi hasil, maka harapan terakhir ialah pada APM atau hearing aid. Ada tiga bentuk yang 1. Tull persepsi pada otosklerosis stadium lanjut Penyakit ini merupakan kelainan tulang yang kebetulan pada " umum : foot plate" dari tulang pendengaran stapes. Hanya di sini pada 1. "Pocket". Daya pembesaran baik hanya karena berbentuk agak besar maka penderita kebanyakan mau memakainya. audiogramnya masih terlihat faktor tuli konduksi. "Ear level". Diletakkan di belakang telinga hingga bisa ditutupi 2. 2. Penyakit Meniere rambut pada wanita atau laki-laki berambut gondrong. Penyakit yang ditandai dengan vertigo, tinitus dan gejala3. Kacamata. Pembesarannya kurang dan harganya mahal. gejala sistem saraf otonom seperti muntah-muntah, keringat " dingin, muka pucat sampai dengan diare. Dapat dibedakan Ada satu bentuk lagi yang disebut telinga ajaib", dipasarkan oleh perusahaan tertentu. Hanya pembesarannya sangat terbatas dengan pemeriksaan audiometri, yaitu melihat audiogramnya. sedang harganya mahal. 3. Trauma akustik Untuk pemakaian APM, perlu disesuaikan hasil audiogramnya Ketulian sebab kebisingan atau suara-suara keras. Dapat dengan daya kemampuan APM. Jadi perlu dicoba seperti dibedakan dengan pemeriksaan audiometri, yaitu pure tone audiogram, SISI tes, Tone Decay tes dan speech audiogram. pemakaian kacamata. PENCEGAHAN Ada dua faktor yang relevan yaitu : 1. Hindari suara keras, ramai dan kebisingan. 2. Hindari diet yang berlemak. Hal-hal lain yang dianjurkan ialah hindari dingin yang berlebihan, rokok yang berlebihan dan stres. Anemia, kekurangan vitamin dan insufisiensi kardiovaskular juga harus segera diPROGNOSIS
2

Ada dua bentuk presbiakusis yang berbeda dalam prognosisnya. 1. Slowly increasing deafness. Ini yang lebih sering, jarang sampai terjadi tuli total atau tuli yang berat.

54 Cermin Dunia Kedokteran No. 35, 1984

2. Apoplectiform

increase. Ketulian sangat mendadak dan sangat berat. Sebabnya diperkirakan perdarahan atau trom- 1. bosis.

KEPUSTAKAAN

RINGKASAN Telah diuraikan tentang presbiakusis atau pendengaran pada usia lanjut, hal-hal yang mempengaruhinya, pencegahan yang dapat dianjurkan dan pengobatan yang bisa dilakukan.

Wiyadi MS. Pemeliharaan Pendengaran. Majalah Kedokteran Surabaya, 1 9 7 9 ; 1 6 : 44. 2. Ballantyne J & Groves J. Scott-Browns Diseases of the Ear, Nose and Throat 3rd ed. vol 2. Ear, London: Butterworths, 1972; p. 456-464. 3. Schmidt PH. Presbyacusis. The Present Status. Nederlandse Keel-Neus-0orheelkundige Vereniging. June 3, 1966.

Diagnosis dan Pengobatan Filariasis
dr. Ketut Ngurah

Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar

PENDAHULUAN 1-3 Filariasis di Indonesia telah dikenal sejak lama. Menurut beberapa laporan hingga saat ini hanya diketahui tiga spesies filaria sebagai penyebabnya. Mereka adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Ketiganya berbeda dalam hal morfologi, distribusi dan vektornya, serta gejala kli nisnya, terutama pada stadium akhir. Walaupun filrariasis tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, namun dampak psikososialnya lebih dirasakah oleh penderita. Sebab penderita filariasis sangat mungkin akan menyandang cacat selama hayatnya.

DIAGNOSIS1-5 Pada prinsipnya diagnosis filariasis dapat ditegakkan berdasarkan atas gejala klinik, riwayat penyakit, dan pemeriksaan laboratorik. Filariasis bancrofti GEJALA-GEJALA KLINIK DAN RIWAYAT PENYAKIT I) Asimtomatik Sering terjadi di daerah-daerah endemik. Pada penderita Baik cacing dewasa maupun mikrofilarianya dapat menim- terdapat pembesaran kelenjar mikrofilaremia dan eosinofilia bulkan gejala- gejala klinik. Namun cacing dewasanya menim- tanpa simtom. Masa inkubasi biologik satu tahun, yaitu dari saat bulkan efek patologik dan gejala klinik yang lebih nyata, justru masuknya larva stadium III sampai terbentuk mikrofilaria dalam terjadi setelah cacing itu mati. tubuh penderita. Sedangkan masa laten atau saat terdapatnya Mikrofilaria di dalam paru-paru sering menimbulkan sin- mikrofilaria sampai timbul gejala- gejala peradangan bisa droma yang disebut sindroma Meyer- Kouwenaar atau Eosinofi- berlangsung seumur hidup tanpa disadari. lia Pulmonalis Tropikalis (Occult Filariasis). Gejala- gejalanya 2) Stadium akut adalah subfebris, hipereosinofilia (20 - 90%), limfedema, diser- Menunjukkan gejala- gejala peradangan karena kepekaan tertaisimtom paru-paru berupa batuk-batuk paroksismal dan sesak hadap metabolik cacing hidup maupun yang mati. Manifesnapas seperti asma. Rontgen toraks menunjukkan corakan tasinya berupa limfangitis, limfadenitis, epididimitis, funibertambah di sekitar bronkus dan bercak-bercak infiltrat tersebar kulitis, orkitis, disertai demam, sakit kepala, muntah- muntah di seluruh paru-paru. Tetapi simtom paru-paru tidak selalu dan lesu. Simtom- simtom itu timbul setelah bekerja berat dan menyertainya sehingga occult filariasis agaknya lebih cocok berlangsung 2 - 3 minggu. untuk nama sindroma tersebut.

Cacing dewasa dalam saluran limfe menyebabkan reaksi retikuloendotil berupa penebalan endotil, edema, penumpukan fibrin, inflitrasi sel sel eosinofil, histiosit, epiteloid, limfosit dan sel-sel Datia. Akhirnya akan terjadi oblitrasi endolimfatik. Pada perilimfatik juga terjadi perubahan- perubahan yang sama sehingga saluran limfe tertekan dari dalam dan luar. Akibatnya, cacing terjepit dan mati di dalam saluran limfe. Perubahan- perubahan saluran limfe bisa berupa obstruksi, atresia, atau dilatasi dengan saluran berliku-liku. Cacing-cacing yang mati menimbulkan kalsifikasi, fibrosis dan oblitrasi total saluran limfe sehingga terjadi elefantiasis. Elefantiasis merupakan fase akhir dari filariasis setelah terjadi peradangan yang berulang ulang. Gejala- gejala klinik dari ketiga spesies filaria dapat dijabarkan sebagai berikut :

56 Cermin Dunia Kedokteran No. 35, 1984

Selain itu. Pemeriksaan cairan hidrokel dan kiluria 10 cc spesimen (cairan hidrokel atau cairan kiluria) dipusing dengan kecepatan 1.2 tetes oli emersi.gejala penyumbatan sebagai kelanjutan stadium akut yang terjadi berulang-ulang. — Difiksasi dengan metilalkohol selama 1 . selanjutnya dikeringkan semalam. 1984 57 . Tanda.00 . kertas saring terse-. Cairan ini diambil dengan pipet. Sebaiknya dibuat tiga sediaan untuk setiap penderita.2 menit agar sel-sel darah hemolisis.00. Filariasis timori Gejala.2 cm. gliserol 250 cc. Tidak pernah dijumpai pada urogenital. Namun agaknya tidak begitu mudah mendiagnosisnya. alat-alat genitalia dan payudara. kemudian dilakukan pemeriksaan darah tepi seperti cara di atas. Endapannya dilarutkan kembali dengan cairan tadi sehingga volumenya menjadi 0. Sering berupa limfadenitis inguinalis atau femoralis akut dengan retrograde lymphangitis. kita bisa bekerja pada siang hari apalagi untuk suatu riset yang harus memeriksa penderita dalam jumlah banyak.2 selama 10 menit.000 ppm. lalu ditusuk dengan vaksinostil.8 gram. Besok dini hari. Diagnosis lebih dapat dipercaya jika ditemukan mikrofilaria atau cacing dewasanya. limfangitis dan limfadenitis. — Preparat telah siap untuk diperiksa di bawah mikroskop. ditunggu 30 . PEMERIKSAAN LABORATORIK Gejala gejala klinik saja belum bisa memastikan diagnosis filariasis. III atau IV. Juga terdapat hidrokel dan kiluria.500-2. Keuntungannya. Prosedurnya adalah sebagai berikut : 2 cc spesimen diambil dari darah vena. dipakai 10 cc larutan formalin air garam faal 0. Dikatakan bahwa cara kedua atau yang memakai saringan ini lebih sensitif. Kerugiannya. Tetapi belum bisa dibedakan antara ketiga spesies filaria. yaitu : 1) Demam. Untuk dapat membedakannya harus memakai pembesaran 10 x 100 dengan oli emersi. Penderita diberikan minum 100 mg tablet dietilkarbamazin. 2) Jaringan parut timbul akibat pecahnya abses kelenjar limfe dan saluran limfe di daerah trigonum femoralis dan permukaan sebelah dalam paha. lalu dikeringkan. Tidak pernah pada tangan. Cairan di bagian atas dituangkan ke dalam tabung bersih.500 . Mikrofilaremia biasanya hanya pada permulaan penyakit. Pemeriksaan mikrofilaria dengan cara provokasi Tujuan adalah agar bisa melakukan pengambilan darah pada siang hari.2. Cara pemeriksaan : Mula-mula diperiksa dengan pembesaran 1 0 x 10. Preparat diwarnai dengan Giemsa dan prosedurnya sebagai berikut : — Sediaan yang sudah kering dihemolisis dengan air bersih (air kran) hingga warna merah hilang.5% disemprotkan melalui tabung plastik. Cermin Dunia Kedokteran No. hasilnya tidak sama dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari.gejalanya hampir sama dengan Filariasis malayi.000 ppm. Selanjutnya kertas saring diletakkan di atas kaca benda. baru merupakan penderita tersangka. cara tersebut bisa menyebabkan perubahan dan kekacauan periodisitas mikrofilaria. dibilas dan dikeringkan. ada atau tidak inti tambahan pada ekor dan susunan nukleus dalam tubuhnya. lalu dilihat di bawah mikroskop. 3) Elefantiasis hanya di bawah lutut dan siku. metanol 250 cc) 1 : 10 dalam cairan buffer pH 7. rasio ruang pada kepala (cephalic space). kemudian dibilas dengan air bersih. lalu dibagi dua : 1 cc darah dimasukkan ke dalam tabung pemusing (centrifuge). kemudian dilihat di bawah mikroskop. Filariasis malayi 1) Febris. Pemeriksaan darah tepi Pengambilan darah dilakukan antara pukul 20. dibilas dan kemudian dikeringkan. Caranya : ujung jari dibersihkan dengan alkoho1 70%.60 menit. 4) Sering ada pruritus pada permulaan penyakit. but dipulas dengan larutan hematoksilin panas selama 5 menit. 35. 2) Kadang-kadang limfadenitis menjadi abses. limfangitis dan limfadenitis. ditambah 9 cc larutan formalin 2% lalu dipusing (disentrifus) selama 5 menit dengan kecepatan 1. Ketiga spesies filaria dapat dibedakan berdasarkan lekukan tubuh.2 menit.22. ▪ Pemeriksaan untuk menemukan mikrofilaria 1. kemudian pecah dan sembuh dengan meninggalkan jaringan parut. pitting edema dan kulit masih normal. Elefantiasis pada seluruh ekstremitas atas maupun bawah. kemudian disemprotkan melalui tabung plastik yang berisi saringan dengan lubang berpenampang 5 mikron (millipore corp) untuk menyaring mikrofilaria. Biasanya diambil dari ujung jari I. ditutup dengan kaca tutup bundar. diaduk 1 . — Dibilas lagi dengan air bersih secara hati-hati. Juga tidak pernah djumpai hidrokel dan elefantiasis skrotalis. Mikrofilaria akan tampak seperti potongan benang yang dicampakkan. Sisa darah tadi (1 cc) dimasukkan ke dalam bejana Eriemeyer yang berisi 19 cc larutan Teepol dan garam faal 5%. Cara lain untuk mendeteksi mikrofilaria dalam darah tepi yakni dengan metode konsentrasi. Seperti misalnya pada occult filarasis dan elefantiasis. Untuk memfiksasi. 2.tandanya adalah limfedema pada satu ekstremitas (asimetris). ditetesi 1 . diteteskan sedikit di atas kaca benda dan ditutup dengan kaca tutup. sebab mikrofilaria tidak selalu dijumpai di dalam darah tepi. 3) Elefantiasis dengan atau tanpa penebalan kulit terjadi pada ekstremitas bawah berupa pembengkakan ringan pada pergelangan kaki. Trias ini berlangsung secara periodik terutama setelah bekerja berat.3) Stadium menahun Timbul gejala. Endapannya diperiksa di bawah mikroskop. — Dipulas dengan larutan Giemsa (Giemsa powder 3.5 cc dan diaduk sampai homogen. Atau dengan kata lain. Tetesan darah diisap dengan pipet Hb sebanyak 20 mm3 kemudian diteteskan di atas kaca benda steril dan tetesan dilebarkan hingga diameternya menjadi 1 .

Indonesia. 1980. masih diragukan. juga binatang-binatang peliharaan (anjing. 2) Pemeriksaan hapus darah untuk mengetahui eosinofilia. nama dagang Hetrazan atau Filarzan. 1984 . namun kurang kucing.3 Tes imunologik 1) Menghilangkan sumber infeksi. Pertemuan Ilmiah II IKAYANA FK UNUD Denpasar. Partono F. Hasilnya dibaca setelah 30 menit. sedangkan yang berumur kurang dari 10 tahun diberikan 25 mg seminggu sekali selama 1. WHO menganjurkan pengobatan filariasis bancrofti dengan dosis 6 mg/kg berat badan per hari sebanyak 12 dosis atau lebih.513. Untuk cacing yang sudah mati dan kalsifikasi dapat dideteksi dengan foto Rontgen. Semakin dini dilakukan pengobatan. indirect pun secara massal di daerah-daerah endemik. untuk fluorescent antibody test (IFAT). 7. Indirect Fluorescent Antibody Test. dela rumah dan memakai obat pengusir nyamuk. Memusnahkan tempat. 5. nyeri otot. 4. Detilkarbamazin sampai sekarang masih merupakan obat pilihan utama. Simposium Masalah Penyakit Parasit dalam Program Pelayanan Kesehatan Munuju Masyarakat Bebas Parasit dan Sehat Gizi. Filariasis di Indonesia (Aspek Diagnosis dan Pengobatan). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 3. juga untuk mencegah komplikasinya. pp. Published 1973. Persenyawaan arsen dapat dipakai membunuh cacing dewasa betina. 1981. buhan air. Bagian Farmakologi FK UI Jakarta. PENGOBATAN 2. Dosisnya adalah 2 mg/kg berat badan dibagi dalam tiga dosis selama 7 . Jika telah terjadi elefantiasis maka satu. Sulistia Gan dkk. Comparative Efficiency of the Indirect Hemagglutination Test. 41. Apabila tampak biduran dengan diameter lebih dari 2 cm maka tes dinyatakan positif. kera) merupakan sumber infeksi. berperanan untuk diagnosis kasus. baik bentuk dewasa maupun IgG dan IgE meningkat pada penderita filariasis dengan larvanya dengan pestisida.tempat mikrofilaremia tanpa gejala menahun dan belum pernah perindukan nyamuk dengan meningkatkan kebersihan lingdiobati. 1983. seminggu sekali atau sebulan sekali. Pemeriksaan imunoglobulin Membunuh nyamuk. 6. Pada occult filariasis terjadi hipereosinofilia (20 .7 kg).3. wanita hamil. • Tes imuno-alergik Tes alergik 1) Tes intradermal 0. Am J Trop Med Hyg. Yang sering dipakai adalah complement fixation test Usahakan mengobati semua penderita. 4.6. Namun tidak boleh diberikan kepada anak berumur di bawah 2 tahun (berat 0 . Antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder.90%). Tetapi cara pemeriksaan ini masih dalam penyelikungan. 2.usaha. Dengan kata lain hasilnya 2) Menghindari gigitan nyamuk. Partono F dkk. 1978. 2. misalnya tidur memakai tes yang paling dapat dipercaya dan prosedurnya lebih kelambu. 3. dan enzyme linked imfilariasis malayi lebih sulit. demam. Kortikosteroid. 27 (3). Serological Diagnosis of Bancroftian and Malayan Filariasis. Kaliraj P et al. Persenyawaan arsen. Dikatakan pula bahwa ELISA merupakan Dapat dilakukan usaha.7 kan 50 mg. limfangitis dan limfadenitis karena reaksi alergi yang disebabkan oleh destruksi mikrofilaria maupun cacing dewasa yang telah mati. muntah. sebab di samping manusia sebagai munosorbent assay (ELISA).• Pemeriksaan untuk menemukan cacing dewasa Cacing dewasa yang masih hidup dapat dikeluarkan dari nodul-nodul kelenjar limfe dengan biopsi. Misalnya membersihkan got-got dan tumbuh-tumdikan.987. Reaksi umum berupa pusing. peranannya dalam penyelidikan epidemiologi. Atau 6 mg/kg berat badan selama 6 hari. Am J Trop Med Hyg. Efek samping dietilkarbamazin bisa berupa reaksi umum maupun lokal. 189 199. Ninth Edition.nyamuk. Namun cara ini cukup rumit dan penuh risiko. Nomor Khusus Cermin Dunia Kedokteran. Tes ini banyak dipakai pada penyelidikan epidemiologi. Kortikosteroid digunakan untuk mencegah atau mengurangi reaksi alergi. indirect hemaglutination test (IHAT). baik individual mau(CFT). Grove DU et al. 58 Cermin Dunia Kedokteran No. memasang kawat kasa pada lubang angin atau jesederhana dibandingkan tes yang lainnya. tergantung kondisi dan situasi setempat. Ini disebabkan oleh reaksi obat itu sendiri. 982 . Dikatakan bahwa obat ini tidak toksik dan tidak menimbulkan resistensi. pp. 508 .satunya pengobatan adalah dengan pembedahan. Reaksi lokal berupa pruritus. tetapi sangat toksik sehingga obat ini jarang digunakan. Anak berumur lebih dari 10 tahun diberi- KEPUSTAKAAN 1. Untuk pengobatan massal. Dietilkarbamazin. Semua tes tersebut banyak sumber infeksi. and Enzyme Linked Immunosorbent Assay done with Wucherreria bancrofti Microfilarial Antigens. Immunodiagnosis of Bancroftian Filariasis. Chatterjee KD MD.muntah dan kemerahan pada kulit. Beberapa Aspek Wuchereria bancrofti di Jakarta. Parasitologi (Protozoology and Helminthology) in Relation to Clinical Medicine. hasilnya akan lebih baik. PENCEGAHAN 1. Farmakologi dan Terapi. dosis yang dianjurkan seperti berikut : 4 mg/kg berat badan selama 10 hari. Cetak ulang 1981. 3) Memberantas vektor. Wartana N dkk.01 cc Ag Diforilaria immitis (Filaria pada binatang) yang telah diencerkan 1/8. Obat-obat yang dipakai adalah : 1. Edisi 2. 1980. 30 (5). 35. Obat dapat diberikan setiap hari. dan keadaan umum jelek atau sakit berat.000 disuntikkan intradermal pada penderita. Antibiotika. 403 .5 tahun. Pengobatan Brugia timori dengan Pemberian DEC Takaran Rendah oleh Penduduk kepada Penduduk.14 hari. Tujuan pengobatan selain untuk membunuh mikrofilaria dan cacing dewasa. 1976. Tetapi.

sendirisendiri atau bersama-sama. Dispareunia "dalam" (tidak superfisial) mungkin bersifat primer. bukan penyakit. riwayat seksualnya. Perubahan-perubahan atropik (asalkan tidak terlalu lama) biasanya menunjukkan respons terhadap terapi lokal atau sistemik dengan estrogen.hubungan seksual yang sulit dan menyakitkan. yang secara klasik dihubungkan dengan retroversi uterus. Rasa nyeri pada pemeriksaan dalam. ia punya risiko : angka kematian adalah satu dalam 12.Dispareunia Dispareunia . endometriosis. di ligamen uterosakral. hasilnya mungkin memuaskan. meskipun pasien belum mengeluhkan "keputihan". Bukti-bukti lain diperlukan. sementara himen yang utuh tak selalu harus diterima sebagai penyebab dispareunia penyebab sebenarnya mungkin harus dicari di tempat lain. banyak. Pada wanita usia 15-50 tahun ia biasanya disebabkan oleh Candida dan lebih jarang oleh Trichomonas. Bila tidak ditemukan jawaban. Spasme semacam itu paling mudah dirasakan pada dinding posterior vagina dan dapat ditunjukkan pada pasien. 1984 59 . tapi pembagian ini tidak selalu dapat dibenarkan. Spasme levator mungkin merupakan mekanisme protektif pada pasien dengan lesi pelvik yang nyeri. atau seolah-olah demikian akibat spasme otot levator ani pada wanita-wanita yang lebih muda. dengan penilaian klinik yang teliti. Praktek rutin menyerahkan penjahitan episiotomi pada mahasiswa -mahasiswa kedokteran tidaklah dapat dibenarkan. mungkin timbul akibat penyakit inflamasi pelvik. sedang dispareunia superfisial sekunder mungkin disebabkan oleh infeksi atau jahitan episiotorni yang tidak benar. tanda-tanda fisik tak boleh membuat kita lengah. akibat tiadanya arousal. keadaan perkawinannya. Terapi perilaku. nyeri di tengah siklus haid. Di sini ansietas dikurangi dengan melarang koitus dan menganjurkan Cermin Dunia Kedokteran No. lebih baik lagi bila kemudian pasien diminta memeriksa sendiri dengan jarinya atau spekulum. Padahal dibutuhkan waktu serta kesabaran. Penyempitan vagina akibat perubahan atropik mungkin suatu hal yang nyata pada wanita postmenopause. pemeriksaan vagina dengan pelan-pelan. Satu wawancara singkat dalam klinik ginekologik yang penuh pasien mungkin tak cukup untuk mengungkapkan latar belakang tadi. seperti juga ketidakcocokan perkawinan. langkah selanjutnya adalah merujuk pasien dan partnernya. memerlukan belajar kembali (relearning) perilaku seksualnya. Dalam hal ini. Depresi merupakan penyebab penting dari dispareunia. Sebelum pembedahan. namun dapat juga tak berarti bila si pasien tidak santai. retroversi itu sendiri tidaklah menunjukkan penyakit asalkan uterus masih mobil. Suatu lingkaran setan mungkin timbul: setiap rasa nyeri selama koitus akan menyebabkan ansietas dan menghalangi arousal. serta penemuan klasik di pelvis yaitu nodul-nodul kecil.Tapi. kepada ahli terapi psiko seksual. dalam kasus ini. seperti pendapat pasien tentang koitus. Tapi. misalnya. Pada pasien yang merasa "vaginanya kecil". dan hanya visualisasi direk ke dalam pelvis dengan laparoskopi dapat memberi keputusan final. Adanya uterus dalam posisi retroversi dapat menempatkan ovarium dalam posisi yang peka di kantung Douglas. Lebih jauh lagi. dapat membantu memuaskan pasien bahwa ukuran vaginanya normal.meskipun pendekatan semacam itu juga punya risiko akibat terlalu sederhana. dan kebiasaan untuk menggantung uterus dalam posisi anterversi kini tidak populer lagi karena hasilnya sering mengecewakan. Dispareunia superfisial primer. terutama bila sedang haid. beratnya gejala mungkin tidak sebanding dengan tingkat penyakit. Tidak jarang penyebabnya mudah diketahui dengan menentukan tempat rasa nyeri dan saat mulainya -. Endometriosis biasanya disertai gejala lain seperti dismenore. ia adalah suatu simtom yang mungkin tidak akan dikeluarkan oleh pasien meskipun ia merupakan alasan utama untuk datang berobat : masalah yang sebenarnya itu sering perlu ditanyakan langsung pada pasien. Prosedur ini sering diaakukan untuk dispareunia . lubrikasi tak ada sehingga menimbulkan nyeri Penyebab yang mendasarinyaperlu dicari dengan cermat agar pengobatan dapat berhasil. atau bahkan ingatan akan pemeriksaan vagina yang menyakitkan atau pengalaman seksual yang tak menyenangkan. adalah suatu simtom. Karena jahitan yang terlalu tegang atau menghasilkan "jembatan" kulit pada introitus tanpa didukung oleh otot di bawahnya dapat menyebabkan nyeri hebat di kemudian hari. Dispareunia tidak boleh disebut psikogenik hanya karena penyebab fisik tidak diketemukan. menyebabkan dispareunia. mungkin akibat himen yang terlalu kaku. yang menghasilkan nyeri mirip waktu koitus. Namun tiadanya gambaran tersebut di atas tidak selalu menyingkirkandiagnosis. dan keadaan jiwanya. dan sebaliknya.500 laparoskopi. Penyebab lain dari dispareunia sekunder ialah vaginitis. sedang spasme levator ani mungkin dapat diatasi dengan memberi petunjuk pada pasien (dan mungkin juga partnernya) tentang teknik-teknik seksual. Buku-buku teks sering membagi penyebab dispareunia dalam penyebab fisik dan psikologik. dapat ditemukan beberapa pasien yang akan cocok untuk menjalani prosedur tadi. Tapi. bila sesuai. nyeri. pasien harus dianjurkan untuk mencoba beberapa posisi koitus karena mungkin ditemukan satu posisi yang tidak menyakitkan. yang dihubungkan dengan penyakit pelvis.dalam bila tidak ada tanda-tanda fisik lain. atau sekunder. Pemeriksaan mungkin akan banyak memberi informasi dalam keadaan -keadaan itu. Wawancara itu sendiri kadang kala sudah merupakan terapi. Tapi seperti semua prosedur bedah lainnya. 35. atau pembesaran uterus akibat adenomiosis atau fibroids. takut hamil.

penggunaan antibiotika yang rasional untuk terapi dan profilaksis dapat didefmisikan. dan karena gen-gen resistensi terhadap antibiotika lain pada plasmid yang sama juga sering ikut berpindah selama seleksi.konsekuensi ekologik. masyarakat kedokteran. Antibiotika Profilaktik? Individu vs Masyarakat Masyarakat kedokteran terus menyaksikan kenyataan keberhasilan mikroorganisme menyesuaikan diri untuk hidupbersama-sama dengan antibiotika dan antimikroba sejenis itu. Pasien juga harus diseleksi dengan cermat agar tidak banyak pasien menjalani operasi yang tak perlu. berdasarkan pada kepekaan antibiotika terhadap Esch. doksisiklin. masih ada sejumlah pasien yang tak dapat kita beri terapi apa-apa kecuali simpati dan dukungan mental bahwa secara medis tak ada apa-apa. kita dipaksa untuk menerima konsekuensi. coli enterotoksigenik. 35. dan V. yang diberikan sekali sehari selama 3 minggu. dengan berbagai pengetahuan kita di atas. Menurut mereka. tetapi juga meneruskan bahan genetik ini. Tapi di bagian lain dunia. pneumokokus. dan mungkin bahkan punya gen-gen penghasil enterotoksin dan gen resistensi terhadap antibiotika dalam plasmid yang sama. di mana mikroorganisme multiresisten akan menghancurkan manusia. selama perjangkitan. tapi sekarang telah diikuti oleh yang lain-lain. seperti traktus gastrointestinalis dari pasien rawattinggal yang menerima antibiotika. Vibrio cholerae yang tahan terhadap tetrasiklin muncul dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. kita mempunyai alasan untuk lebih khawatir akan kemungkinan bahaya potensialnya terhadap masyarakat. Pengalaman orang Tanzania itu mungkin mencerminkan hasilhasil dari tekanan selektif antibiotika yang sangat tinggi. mungkin karena organisme ini sedikit membawa faktor-R. Namun prosedur ini masih baru dan perlu follow-up jangka panjang mengenai keefektivannya. coil yang membawa plasmid yang menaikkan virulensinya. untuk membuat beberapa penuntun penggunaannya. dalam profilaksis terhadap endokarditis bakterial. Penggunaannya juga dapat meningkatkan penyebaran Esch. dapat membawa gen-gen resisten untuk hampir semua antibiotika. yang disertai dengan fokus-fokus eritematous pada bagian lateral lingkaran himen. Esch. Stafilokokus dan organisme usus gram negatiflah yang pertamatama memperlihatkan kemampuan adaptasi ini.sungguh kembali'ke "zaman pra-antibiotika". tetrasiklin pernah digunakan sebagai profilaksis massal dalam suatu usaha mengendalikan berjangkitnya kolera. telah menunjukkan bahwa minosiklin dosis tunggal. maka kuman yang resisten akan hilang bila penggunaan obat yang meluas dihentikan. suatu tetrasiklin longacting. keadaan ini dapat diatasi dengan baik dengan mengeksisi kulit tersebut. dalam bentuk faktor-R ke mikroorganisme lain. Kejadian ini jelas luar biasa. mencegah komplikasi flu) atau penyakit di mana tersedia metodemetode pencegahan yang lain (misalnya. Penyebaran faktor-R berlangsung lebih efisien dalam lingkungan yang tertutup dan selektif. Studi akhir-akhir ini yang menggunakan tetrasiklin profilaksis untuk kolera. patut dikomentari karena efek ekologinya. dan mempertanyakan apakah indikasi-indikasi terakhir tadi diijinkan. dan lebih sedikit terjadi pada lingkungan yang terbuka di mana faktorfaktor bakterial lain selain resistensi antibiotika adalah lebih penting untuk kelangsungan hidup. Haemophilus influenza dan akhir-akhir ini. coli yang membawa plasmid enterotoksin mungkin sulit membawa faktor-R. Faktor-R. seringkali dengan tidak mempedulikan spesiesnya. Keefektifan profilaksis doksisiklin di bagian dunia lain dapat diramalkan.anggota Angkatan Laut AS di Timur jauh. Mikroorganisme terseleksi karena mereka mempunyai alat genetik untuk melawan efek antibiotika. diare pada pelancong. di luar kromosom). suatu tetrasiklin 60 Cermin Dunia Kedokteran No. Di Tanzania. penyakit kelamin) atau terutama untuk alasan-alasan ekonomi (misalnya. Baru-baru ini ditemukan juga penyebab "barn" di Johns Hopkins Hospital. pengaruh ekologis dari antibiotika dapat nyata diamati. Di Kenya dan Maroko. Melalui percobaan pada hewan dan percobaan-percobaan terkontrol pada manusia. Beberapa ilmuwan percaya bahwa kita dapat sungguh. Bila digunakan antibiotika untuk mencegah penyakit yang sedang (misalnya diare pada pelancong.daerah geografis di mana Escherichia coli enterotoksigenik (penyebab utama diare pada pelancong) sangat sensitif terhadap antibiotika — suatu gejala yang diduga disebabkan karena Esch. Mereka tidak hanya berproliferasi. secara efektif mencegah 80 sampai 90% kemungkinan diare pada pelancong di antara sukarelawan Peace Corps yang baru tiba. Tetrasiklin adalah yang paling penting. 1984 . coil enterotoksin sering resisten terhadap antibiotika. dan gonore. karena faktor-R yang membawa gen-gen resistensi terhadap tetrasiklin adalah yang paling umum ditemukan. Meski belum sepenuhnya dipahami. demam reumatik. cholerae tetap sensitif terhadap obat itu. Walaupun faktor-R telah ada dalam bakteri manusia terbatas sampai datangnya zaman antibiotika. misalnya gonokokus. tuberkulosis dan infeksi pasca bedah). yang berupa plasmid (yaitu DNA melingkar. Ini diperkirakan disebabkan oleh peradangan kronik dari kelenjar yang mengeluarkan mukus pada batas antara kulit labia dan vagina. Studi-studi ini dilakukan pada daerah. Bila antibiotika digunakan terutama untuk mengobati individu atau untuk mencegah infeksi yang membahayakan jiwa pada mereka yang mempunyai risiko tinggi (misalnya. mulai dengan ciuman dan rabaan dengan berpakaian lengkap.serangkaian "latihan" pada pasangan tersebut. Harrison dan kawan-kawan dalam penelitiannya terhadap anggota. memaksa kita. karena tetrasiklin telah digunakan untuk pengobatan kolera di hampir seluruh dunia selama kirakira 15 tahun. kecuali kalau suatu kuman vibrio yang secara efisien membawa faktor-R telah terseleksi. meningitis meningokokus. pelahan-lahan maju lewat berbagai jenis cara perangsangan dan akhirnya koitus. Peringatan ini timbul karena terlihatnya tekanan selektif dalam lingkungan mikrobial manusia dan hewan karena penggunaan antibiotika spektrum luas dan peningkatan penggunaan antibiotika. Sayangnya. dalam obatobat untuk hewan atau sebagai pemacu pertumbuhan dalam makanan ternak).

pertimbangan di atas dapat condong ke arah yang tak semestinya. Informasi mengenai perlekatan bakteri pada per. dua pertanyaan penting tidak dapat terjawab oleh studi itu: Apakah ada risiko terkena sifilis sekalipun gonore dapat dicegah? Bagaimana risiko berkembangnya jceadaan pembawa penyakit (carrier) tanpa gejala (asimptomatik). Yang dapat segera mengambil tindakan ialah Departemen Kesehatan. karena yang menjadi panutan — dalam masalah ini — sering tidak memberi teladan yang baik dalam praktek swastanya. Dari mana perbaikan dapat dimulai? Pendidikan di uriiversitas tak banyak dapat diharapkan. Sampai tersedia metode semacam itu. Antibiotika profilaksis. dengan banyaknya antibiotika yang beredar luas di pasaran gelap. mukaan mukosa bisa dimanfaatkan untuk membuat obat antiperlekatan yang khusus. 1984 61 . Sebelum memberikan antibiotika untuk mencegah penyakit. Risiko pemakaian tetrasiklin — reaksi alergi. yang sering disebabkan oleh gonokokus yang memerlukan nutrisi khusus? Pertanyaanpertanyaan ini harus dijawab sebelum dapat menilai keuntungan dari profilaksis ini. digabungkan dengan studi ekologis dan epidemiologis dari plasmid bakteri itu." merupakan dalih utama. Perkembangan cara mencegah infeksi mukosal dengan bahanbahan lain selain antibiotika juga harus diberi prioritas yang tinggi. keuntungan secara individual adalah jelas: penyakit dapat dicegah tanpa efek-efek obat yang merugikan. Akan tetapi. Pengamatan (surveillance) terhadap bakteri yang mengandung faktor-R. dokter harus mempertimbangkan keuntungan dan risiko terhadap masyarakat di samping terhadap individu. Cermin Dunia Kedokteran No. sekaligus mengambil alih sebagian kekhawatiran para pelaksana tadi. nampaknya adalah bijaksana untuk membatasi penggunaan antibiotika profilaksis untuk keadaan di mana tidak ada cara lain yang tersedia. yang dapat menahan kolonisasi bak- teri. Keberanian mengambil alih sebagian tanggung jawab pelaksana di unit-unit tadi. tidak terjadi gonore pada pemakai kondom. Harus dijelaskan bahwa selama studi ini. kemungkinan gangguan imunologik dan peningkatan kerentaan terhadap infeksi usus — secara potensial berbahaya.long. yang sebaiknya digantikan sesegera mungkin dengan teknik lain yang gangguan ekologisnya kecil. dapat mencegah infeksi oleh gonokokus yang sensitif terhadap tetrasiklin bila diberikan kepada mereka sesaat setelah melakukan hubungan seksual dengan WTS. Jadi risiko dan keuntungan profilaksis tetrasiklin lebih melibatkan masyarakat daripada individu. 35. dengan menginstruksikan tata-cara penggunaan antibiotika di klinik-klinik pemerintah dan puskesmas-puskesmas. Karena kebanyakan gonokokus di berbagai negara dapat dicegah dengan profilaksis minosiklin. Dalam studi-studi pencegahan diare pada pelancong dan gonore. Apakah penggunaan antibiotika profilaksis ini akan mempertinggi tekanan selektif yang kini telah ada akibat penggunaan terapeutik secara luas? Pertanyaan itu lebih terlihat bersifat kuantitatif daripada kualitatif.acting yang lain. Terjadilah: keuntungan kecil bagi individu lebih diutamakan daripada risiko besar bagi masyarakat. vaksinasi nampaknya merupakan pemecahan yang tepat untuk infeksi-infeksi umum pada permukaan mukosa. pun bila sukses besar.penelitian untuk mengidentifikasi antigen yang cocok dan cara merangsang sistem imuno-sekretorik. demi keuntungan individual yang lebih besar — reputasi dokter. dan jawabannya sulit diperoleh. timbul pertanyaan: Apakah ada tempat untuk profilaksis semacam itu? Sayang sekali. nampaknya paling banter suatu usaha sementara. bagaimanapun. Akhirnya. Usaha ini diharapkan akan membuahkan cara imunisasi yang efektif. tetapi untuk tidak sering terjadi. "Toh usaha satu dokter tak akan banyak mempengaruhi. Sedang dilakukan penelitian. dapat memberikan informasi yang relevan. serta banyaknya (mayoritas?) dokter yang masih memberikan antibiotika secara serampangan. Namun untuk ini-pun diperlukan keberanian.

kesejahteraan keluarga yang ada. Atau dalam bahasa keras. Setelah pemasangan spiral yang kedua kali dan ketahuan oleh suami. Di sin kelemahan etis tindakan sejawat tersebut. menimbulkan pertanyaan: apakah keluhan suami tidak tapi psikis saja setelah mengetahui adanya spiral? Sehingga dilakukan "penipuan" yang ternyata berhasil. apa alasan (untuk tidak memberitahu suami)nya? Dari uraian kasus ada kesan bahwa suami bukan tidak mau ber KB. sehingga sejawat kita tergugah untuk membantu. baik yang dapat dilakukan isteri maupun yang dapat dilakukan suami. 35. Bila suami telah yakin akan manfaat mengatur jumlah keluarga dan sudah bersedia untuk tidak menambah anggota keluarga lagi. Sayang. satu hal yang kentara tampil ialah. Nah. Setelah 2 tahun berlalu. dokter menganjurkan agar IUD diganti dengan yang baru. tetapi caranya kurang baik. akan tetapi si ibu kuatir hamil lagi. setelah itu tidak ada keluhan lagi dari sang suami. permasalahannya tidaklah "hitam" atau " putih" sehingga tidak mudah mengatakan benar atau tidak tindakan sejawat tersebut. maka penilaian terhadap tindakan sejawat tersebut pun tidak dapat "hitam" atau "putih" Mungkin sekali pasangan ini masih dalam usia subur. Saya Idra. Itikad baiknya kesampaian. antara lain: 62 Cermin Dunia Kedokteran No. tanpa merusak atau mengurangi kebahagiaan kehidupan rumah tangga pada umumnya dan kepuasan sek- Komentar TANGGAPAN DARI SEGI ETIK KEDOKTERAN Dalam menelaah kasus yang dikemukakan. kesehatan keluarga dan juga semua cara kontrasepsi. baik aspek sosial keuangan keluarga. yaitu diperkenankan campur pada hari-hari yang tidak subur! Ternyata. Sepasang suami istri sudah memiliki 6 (enam) orang anak dengan usia yang berkisar antara 3 sampai 14 tahun. yang dilakukan tanpa sepengetahuan suami dan tetap tidak diketahui suami. atau sudah 40 tahun lebih. Dokter bersedia untuk mengeluarkan IUD-nya. Agar tidak menjadi hamil. lni dituruti oleh si ibu. 1984 . barulah dimusyawarahkan cara yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. apa umurnya di atas 35 tahun atau lebih rendah karena kawin muda. Atas pertimbangan keadaan sosial ekonomi keluarga itu serta jumlah anak yang lebih dari cukup. karena perencanaan keluarga harus dimusyawarahkan pertama-tama oleh keluarga itu sendiri. yang berakibat hilangnya keluhan. dengan akibat si suami mengeluh karena merasa terganggu waktu bersetubuh. seperti sistim kalender. sejawat ini tidak mengikutsertakan sang suami. sedangkan si suami tidak mau menggunakan kondom. beberapa hal memerlukan penjelasan tambahan ataupun terpaksa diberi asumsi. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan. mungkin sekali saudara pernah menghadapi kasuskasus yang menyangkut usaha pengendalian angka kelahiran pada pasangan-pasangan usia subur. Misalnya cara-cara lain yang bisa diikuti suami.dak diketahui. dengan memberikan penjelasan yang diperlukan. Hal ini dikeluhkan oleh si ibu kepada dokternya hampir setiap minggu. yaitu menipu keduanya dan berhasil. pendidikan dan masa depan anak. Perlu diketahui bahwa ibu ini termasuk golongan wanita yang tidak tahan terhadap berbagai kontraseptif oral. sehingga tanpa sepengetahuan suaminya ia minta pertolongan seorang dokter untuk dipasangkan IUD. (d) Tindakan sejawat yang menyerupai pengeluaran spiral. maka dikatakan kepada si istri: "Katakan kepada suamimu bahwa spiral sudah dikeluarkan dan tidak akan mengganggunya lagi. sejawat kita yang beritikad baik ini melakukan "tipuan" ganda. cara yang baik ialah: pada saat pertama suami hares diikutsertakan dengan memberikan semua penjelasan yang diperlukan. cuma tidak mau memakai kondom. metode yang dipilih seolah-olah tujuan menghalalkan cara. Kenapa demikian? Untuk mendapatkan jalan keluar baru. Berikut ini akan diuraikan pengalaman seorang teman sejawat dalam Proyek Nasional tersebut. (b) Pada waktu pemakaian IUD 2 tahun pertama. vasektomi. sebagai pencari nafkah tunggal adalah seorang pegawai negeri golongan rendah. tetapi langsung saja memasang spiral. (c) Juga ti. menurut saudara tepatkah tindakan teman sejawat ini? Mungkin saudara dapat mengusulkan cara lain yang lebih baik? OLH (a) Berapa umur pasangan ini? Mengingat anak tertua sudah 14 tahun. dokter memenuhi perrnintaan si ibu. Ini dibuktikan karena sang suami mau ikut sistim kalender. Dalam menilai kasus ini. sejawat kita masih belum merasa perlu mengikutsertakan suami.Hukum & Etika Tepatkah Tindakan Saudara? Dalam rangka turut mensukseskan Program Nasional Keluarga Berencana. Dengan jumlah anak yang setengah lusin itu si ibu takut akan hamil lagi. Tapi kali ini suaminya mengetahui tentang pemasangan spiral itu. tidak oleh satu pihak saja. dan waktu bersetubuh si suami merasa terganggu. Nah. apakah sebelumnya suami pemah diikutsertakan dalam perencanaan keluarga. sebaiknya mengikuti sistim kalender. Selama 2 tahun tidak ada keluhan dari pasangan suami istri Mi. lebih-lebih lagi karena ternyata sang suami yang "dibohongi" sampai dua kali itu temyata cukup kooperatif. Setelah mengemukakan beberapa "gap" dalam permasalahan ini. akhirnya dokter mengambil keputusan sebagai berikut: Setelah melakukan suatu tindakan yang menyerupai pengeluaran spiral. Sang suami.

1984 63 . Seringkali yang terbaik. namun secara bathiniah sang isteri tidak bahagia. Ini sesuai dengan KUH Perdata fasal 1365 yang sudah sama-sama kita kenal sejak di bangku kuliah. Handoko Tjondroputranto nurut hukum perdata dokter itu dapat dituntut karena perLembaga Kriminologi Universitas Indonesia. begitu pula mendapat pelayanan kesehatan adalah haknya sebagai warga negara. Walaupun perbuatan dokter itu sebenamya dapat digolongkan sebagai suatu penipuan. yang mudah itu tidak selalu yang terbaik. Jadi. Sebaliknya jika perbuatan itu sampai ketahuan. maka medr. Apakah dengan ketentuan tadi dokter bukannya memberi kesempatan yang baik bagi si suami untuk dengan aman "membunuh" isterinya itu? Dalam hal ini seharusnya ijin/persetujuan diminta dari si pasien sendiri dan si suami paling-paling hanya menjadi saksi saja. karena apa yang ingin ia lakukan terhadap dirinya merupakan hak azasinya. karena diburu rasa bersalah dan was-was akan ketahuan suami. bagaimanapun sulitnya sejawat tersebut harus mengusahakan yang terbaik bagi pasangan yang ingin ditolong. Kiranya sudah tiba waktunya untuk meneliti kembali peraturan. Bukankah dengan menolak si wanita ini Cermin Dunia Kedokteran No. peraturan itu janggal atau tidak. Sebab. atau jika si wanita itu sampai menderita kerugian dokter dapat dituntut karena melakukan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi "orang lain" (onrechtmatige daat). Bagaimana sikap dokfer. bukan sekedar memuaskan satu pihak yang kebetulan pasien sendiri! Memang pula. sebetulnya bukanlah urusan dokter. Menurut hukum pidana persoalannya agak lain. Jakarta. 35. belum terpikir akan adanya kemungkinan kasus demikian.sual pada khususnya. minan the right to live bagi si wanita itu. suatu perbuatan tidak dapat dipidana. buatannya dapat digolongkan dalam "wanprestatie". Mungkin waktu KUH Pidana kita dibuat. kalau wanita itu mengatakan bahwa ia tidak sudi meminta ijin/persetujuan suaminya. di mana si wanita yang ingin menggunakan obat/alat kontrasepsi harus mendapat ijin/persetujuan suaminya. jika si suami yang "menentukan" hidup atau matinya? Bayangkan saja ada seorang suami yang menginginkan kematian isterinya. justru diperoleh dengan susah payah dan penuh ketekunan.peraturan dalam dunia kedokteran kita yang ada TANGGAPAN DARI SEGI HUKUM KEDOKTERAN sangkut pautnya dengan hukum. H. dalam kasus ini sang isteri akan selalu merasa bersalah dan akan selalu ada perasaan khawatir bila (sampai) ketahuan. kecuali berdasarkan kekuatan perundang. Mengapa harus dimintakan persetujuan dari si suami? Di man letak ja-. Masri Roestam Direktorat Transfuri Darah PMI/ Ketua IDI Cabang Jakarta Pusat kita jelas-jelas mengabaikan haknya? Contoh lain yang akibatnya mungkin lebih besar yaitu? abortus provokatus berdasarkan indikasi media. Hal serupa juga terdapat pada "ijin operasi" bagi wanita yang akan melahirkan dan yang harus ditanda tangani oleh suaminya. Sebagai alasan dikemukakan: jika si suami tidak memberi ijin/persetujuan itu.undangan pidana yang telah ada. Biarpun di permukaan nampak berhasil karena tidak hamil. Jadi dokter itu tidak dapat dituntut menurut hukum pidana. dr. tapi dalam KUH Pidana kita tidak terdapat suatu fasal yang cocok untuk kasus ini. Dalam KUH Pidana fasal 1 ditentukan. sehingga diketahui apakah Kalau maling tidak tertangkap tentunya juga tidak dihukum. mungkin ia menuduh isterinya telah menyeleweng dan mungkin terjadi perceraian. bagaimanapun "berhasil 'nya cara "penipuan". karena ia dihalangi untuk kawin lagi. yaitu hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan (KUH Perdata fasal 1243 dan fasal 1266). pihak yang "berkomplot". Tapi sebenarnya yang menjadi persoalan pokok ialah mengapa dokter itu mencampuri kehidupan pribadi (private life) dan mengabaikan hak-hak si wanita tadi? Apakah nantinya si wanita itu menjadi hamil atau tidak dengan dikeluarkannya IUD tadi. Begitu pula kalau perbuatan dokter itu tidak ketahuan ia juga tidak akan dituntut. Mengapa dokter harus mencampurinya? Hal serupa tercermin dalam peraturan di klinik Keluarga Berencana milik pemerintah.

288: 1461 • Mengapa merokok sigaret meningkatkan risiko untuk timbulnya kanker ? Penyelidikan di Kanematsu Memorial Institute. 1984 . tetapi terhadap pasangannya! Dr. Tidak selamanya pasien ingin diberitahu keadaan yang sebenarnya — sesungguhnya bukti-bukti menunjukkan. ejakulasi prekoks diartikan sebagai ejakulasi yang terjadi kurang atau dalam waktu 30 detik sampai 2 merit setelah masuknya penis ke dalam vagina. Tapi. yaitu: hidup tanpa ansietas. seorang laki-laki usia 50 tahun yang mengalami kecelakaan lalu lintas harus dilakukan intubasi dan ventilasi. Waktu melakukan persetubuhan. insidensi untuk metastasis lebih tinggi daripada mereka yang tidak merokok. menggunakan krim isosorbid dinitrat yang dipleskan pada bagian depan lengan atas. Seorang laki-laki dengan penyakit jantung iskemia.Catatan Singkat Selama ini.29:368—70 • Dalam mengutamakan kejujuran terhadap pasien. untuk mengontrol gejalanya.60:226—32 • Satu di antara lima wanita di Inggris minum obat-obat penenang. bukan pada dirinya sendiri. ditemukan pipa endotrakealnya tersumbat oleh gumpalan-gumpalan cacing gelang. secara tiba-tiba is meninggal. tidak seorangpun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi bila sebutir peluru bersarang dalam tubuh. London.ternyata menimbulkan komplikasi aneh. ii : 425 . Mary. Sydney. Mungkin akan menimbulkan lokal antritis hipertrofi. konsentrasi beberapa imunoglobulin dalam serum mereka juga lebih rendah dari normal. 50% pasien kanker itu lebih suka bila diagnosisnya tidak diutarakan Bull New York Acad Med 1984. menunjukkan bahwa limfosit d a r i para perokok dapat menurunkan aktivitas sel pembuluh alamiah. QT interval memanjang dan aritmia ventrikular lebih sering timbul daripada orang-orang yang bukan atlit.. Tentu saja. maupun menjadi berkapsul dan inert. Lebih seringnya denyut ektopik pada jantung atlit itu mungkin menjadi gejala klinik yang penting. Phillip Lewis d a r i RS St. Ini membantu menerangkan mengapa pada perokok -perokok dengan melanoma.9 • Denyut jantung seorang atlit lebih lambat. Lancet 1983 (i) June 25 p. Waktu nekropsi. Briquet sebenarnya nama orang yang menerangkan simtom-simtom klasik pada tahun 1859. Keluhan ini berkurang setelah si istri mencuci dadanya untuk menghilangkan noda-noda krirn yang telah berpindah tempat tersebut. 107:608—9 Krim isosorbid dinitrat yang digunakan untuk mengontrol serangan angina pektoris. Dalam keadaan khusus. melaporkan sebuah kasus demikian. Baru kemudian ditemukan ia mengalami destruksi sendi metakarpofalangeal I dan menyebabkan artropati. harus diingat pula bahwa resep tradisional tertua yang mujarab itu rasa simpati dan harapan. Am Heart J. 35. Katanya. Demikian menurut Celia Haddon dalam bukunya " Women and Tranquilizer". Med J Australia 1983. Simtom-simtomnya itu mirip dengan simtom dari gangguan somatisasi seperti yang tertera dalam American "Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders". keracunan sistemik. Tampaknya. istrinya mengeluh sakit kepala. dan mempunyai stroke volume yang lebih besar — tapi pada mereka ditemukan juga semacam keanehan. dan beberapa malah adiksi. tidak seorang pun d a r i mereka yang berhasil mencapai tujuannya. • Apakah peluru yang bersarang dalam tubuh harus selalu diangkat bila tidak menimbulkan keluhan? Seorang lakilaki yang secara tidak sengaja telah menembak kakinya dengan pistol kaliber 22. Masters & Johnson pertama kali mempertimbangkan faktor wanita dalam defmisinya. seorang lakilaki termasuk ejakulasi prekoks bila tidak dapat membuat pasangannya mencapai orgasmus sebanyak 50% dari jumlah koitusnya. Perbedaan-perbedaan ini hilang segera setelah merokok dihentikan. atau tidak sampai 10 kali gerakan turun naiknya penis di dalam vagina. Tapi. 1984. Brit Med J 1984. wanitanya jangan yang termasuk "type non-orgasmic "! • Pernahkah anda mendengar Sindroma Briquet? Ia merupakan istilah yang lebih sopan dari histeria. Mungkin cacing itu telah bermigrasi d a r i perut penderita ke faringnya! Respiratory Care 1984. 288: 1461 64 Cermin Dunia Kedokteran No. Dalam buku itu juga diterangkan cara-cara untuk menghilangkan adiksi terhadap obat-obat benzodiazepines. selama 12 tahun tidak merasakan apa-apa. 1441 • Terjadi di Brazil. yaitu sakit kepala dan flushing waktu melakukan hubungan sex. Brit Med J 1984.

hemmmm." Dokter " ???? Wah ini bukan KB Keluarga berencana. lukanya sudah tidak sakit lagi. ke dokter hewan saja" Pasien : ????? dr. dokter!" Dokter : "Hm.: "Djagat dewo bathoro yo jagat pangestungkoro . istri kedua anak dua juga. Jadi." Dokter: "Maunya ingin berapa anak?" Suami : "Katanya dua anak cukup Jadi nanti dua sesudah istri " saya melahirkan." Lalu saya tertawa terbahak-bahak dan pasien tersebut juga berkenan untuk ikut tertawa bersama-sama dengan saya. perut saya nanti ikut istirahat. pasien tersebut saya beri resep sambil saya beri tabu. penderita diberi resep obatobat mentereng serta tidak lupa membumbuinya dengan basa-basi alakadarnya. Baru saja duduk. Kapten drg Haryono X A.HUMOR ILMU KEDOKTERAN KB Seorang ibu hamil diantar suaminya untuk periksa kehamilannya." Suami : "Benar dok saya setuju dua anak cukup. . Bapak perlu istirahat yang cukup. Ketut Ngurah Denpasar. 35.Setelah di dalam (kamar praktek) terjadi dialog antara suami pasien dan dokter: Dokter: "Sudah punya anak berapa? Suami : "Satu dok. sapi saya yang cuma tinggal seekor pasti lepas dari tangan saya hanya untuk biaya pemeriksaan saja. Ketut Ngurah Denpasar. harus dihabiskan supaya lukanya lekas sembuh ya. Jika saya kesini lagi. Dokter: "Syukurlah mau mengikuti tentang KB. 1984 65 ." dr Ny Elly H. Bali OBAT MUJARAB Seorang pasien tua berasal dari lereng gunung Merbabu." Lalu dia menunjukkan resep dari saya yang disobek tinggal tiga per empat bagian. kunjungan saya ini merupakan yang pertama dan sekaligus yang terakhir !" DS : ??????? dr. Setelah saya cabut. Baru saya makan seperempat." Tiga hari kemudian. Setelah diperiksa secara lengkap. Yani G-5. mencabutkan giginya di ternpat praktek saya.: "Ini saya beri obat. Istri saya yang pertama dua anak laki-laki semua. . dokter ! Kalau saya istirahat. karena yang seperempatnya telah dimakannya ! Saya cuma dapat terbengong-bengong. pasien tersebut telah memberi komentar kepada saya : "Wah obat dari pak dokter mujarab sekali. pasien tersebut datang lagi untuk yang kedua kalinya dengan mak sud mencabutkan giginya yang lain. Dan rajin-rajinlah kontrol kembali !" P : "Maaf. DS : "Selain berobat. Bali Cermin Dunia Kedokteran No. Pak. Baura Malang YANG PERTAMA DAN TERAKHIR Seorang penderita (P) dari Desa datang berobat pada seorang dokter spesialis (DS) yang praktek di Kota Anu. tetapi keluarga besar nantinya. Salatiga SATU-SATUNYA Dokter : "Apanya yang sakit?" Pasien : "Kepala burung saya bengkak.

. kelainan kulit akibat kerja menduduki 50-60% dari seluruh penyakit akibat kerja... Ibu: "Tolong katakan dengan terus terang. T. 35. tapi nanti bisa menyesakkan napas pasien dengan segera. ...... jelas tiada harapan lagi bagi putra ibu!" Ibu: "Ohhh . putri saya ini sudah punya tunangan sah. buat anak saya ini?" Dr.. ibu sang pemuda yang setia menunggui.. Martono Medan... .. Jadi.. " Dr: " Ya.. Bali TIADA HARAPAN BAGIMU Seorang pemuda telah lama mendekam di rumah sakit karena tumor hati... Ketut Ngurah Denpasar." Dl: "Maksud dokter??!" Dr: "Harganya mencekik leher. bronkodilator poten! Dapat melonggarkan pernapasan dengan cepat. Sumut 66 Cermin Dunia Kedokteran No. dst. ?????!" dr... 1984 . ini saya bawa produk terbaru." dr. Kebetulan pula putri Pak Dokter ikut menjenguk karena teman sekuliah sang pemuda.. .. Ketut Ngurah Denpasar. . secara tidak sadar bertanya kepada dokter yang merawat anaknya. .KURANG MENOLONG Seorang detailmen (DI) dengan bersemangat mempromosikan obatnya kepada seorang dokter. Dl: "Dok. Bung!" dr. d s t .. : "Maaf. Peserta: "Apakah ada pekerjaan yang tidak menimbulkan penyakit/kelainan kulit?" Dokter (setelah berpikir sejenak): "Ada." demikianlah seorang Dokter Perusahaan mengakhiri ceramahnya. . dokter! Apakah masih ada harapan .. Pada suatu hari. .. Bali PEKERJAAN YANG AMAN . ." Peserta: "Pekerjaan apa itu?" Dokter: "Pengemis! karena belum ada laporan mereka alergi terhadap Uang logam. besok akan diresmikan.

Pilih satu dari lima pernyataan di bawah ini yang benar (a) Kuman pneumokokus tidak pernah dapat menyesuaikan diri untuk hidup bersama-sama dengan antibiotika (b) mikroorganisme yang mempunyai alat genetik untuk melawan antibiotika. Yang dapat merupakan penyebab kesukaran belajar pada anak ialah sebagai berikut. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan presbiakusis adalah sebagai berikut. Yang termasuk upaya pencegahan sekunder ialah : (a) memberi kacamata pengaman bagi pekerja yang menggunakan sinar las (b) mengobati penderita yang sakit (c) vaksinasi (d) menurunkan kerentanan seseorang terhadap stres (e) menurunkan faktor sties pada sumbernya 3. tidak dapat meneruskan bahan genetik ini ke mikroorganisme lain (c) faktor R. cacad & kelemahan (e) bukan salah satu di atas 2. Yang dimaksud dengan sehat dalam Undang-undang Pokok Kesehatan ialah: (a) bebas dari penyakit (b) bebas dari cacad (c) bebas dari kelemahan (d) bebas dari penyakit.RUANO PENYEGAR DAN PENAMBAH ILMU KEDOKTERAN Dapatkah saudara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ??? (d) lingkungan yang tidak menyenangkan (e) adanya gangguan fisik 7. Dalam bidang kesehatan dan kesehatan jiwa. Penyebab dispareunia antara lain: (a) infeksi atau jahitan episiotomi yang tidak benar (b) vaginitis (c) retroversi uterus (d) psikogenik (e) semua benar 10. ada 3 jenis upaya pencegahan. 1984 67 . yang berupa plasmid. yang bukan merupakan alat bukti yang sah ialah: (a) keterangan saksi (b) keterangan ahli (c) surat/petunjuk (d) keterangan terdakwa (e) bukan salah satu di atas 6. perlu dilukan pendekatan terhadap: (a) seluruh penduduk (total population) (b) kelompok penduduk dengan golongan usia tertentu (c) kelompok penduduk dengan risiko tinggi (d) benar semua (e) bukan salah satu di atas. dapat membawa gengen resisten untuk hampir semua antibiotika (d) penyebaran faktorR lebih efisien dalam lingkungan yang terbuka daripada lingkungan yang tertutup. kecuali: (a) lingkungan/pekeijaan di tempat yang bising (b) diet tinggi lemak (c) banyak merokok (d) sering membersihkan serumen dalan Hang telinga (e) stres 8. sekunder dan tersier. yaitu: upaya pencegahan primer. binatang peliharaan dapat merupakan sumber infeksi (e) tidak pemah asimtomatik 9. kecuali: (a) inteligensi anak rendah (b) inteligensi anak normal (c) inteligensi anak terlalu tinggi Cermin Dunia Kedokteran No. 4. Ciri khas pada Filariasis bancrofti ialah: (a) terdapat hidrokel dan kiluria (b) Elefantiasis hanya di bawah lutu dan siku (c) sering ada pruritus pada permulaan penyakit (d) disamping manusia. seperti traktus gastrointestinalis dari pasien rawat tinggal yang menerima antibiotika (e) antibiotika profilaktik itu penting untuk menghindarr terjadinya mikroorganisme yang resisten terhadap antibiotika 1. 35. Menutut KUHAP pasal 184 ayatl. Yang tidak dapat meminta keterangan alhi dalam sidang peradilan ialah: (a) hakim (b) polisi (c) terdakwa (d) tersangka (e) bukan salah satu diatas 5. Untuk melaksanakan upaya pencegahan tersebut.

pasien kanker yang diobati dengan kombinasi d a r i obat ini dan kemoterapeutik lain.02 • • OBAT BARU UNTUK KANKER Glisifosforamid. 5 ASPIRIN DOSIS RENDAH UNTUK MENCEGAH OKLUSI PEMBULUH DARAH KORONER SETELAH DILAKUKAN "BY PASS" Akhir-akhir ini. sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo. suatu obat anti kanker baru yang dikembangkan oleh Institute of Material Medicine. Akhirnya. Hasil percobaan klinis terhadap 301 pasien dengan tumor ganas stadium lanjut. Kris China Med Trib 1983 Sept 25 p. Ini karena deposit d a r i platelet dan trombus. Setelah pembedahan. Tapi. Setelah 4 bulan. ada komentar-komentar sebagai berikut • • • • Biaya untuk minter di seluruh dunia ( $ 750.ABSTRAK -ABSTRAK PERANG NUKLIR : DAPAT DICEGAH ATAU TIDAK? Dalam suatu konferensi pencegahan perang nuklir di Helsinki yang dihadiri oleh 450 dokter dari 53 negara. Ca mamae (38/86). Biaya program untuk memenuhi kesehatan esensial dan kebutuhan makanan di negara. Harga 1 senjata nuklir kapalselam setara dengan budget untuk pendidikan per tahun d a r i 23 negara-negara dunia ke 3 dengan 160 juta anak sekolah. aspirin dosis rendah malah memberikan basil yang lebih baik dan efek toksiknya pun lebih sedikit. Kris Lancet 1984. 90% dari kelompok diobati dan 68% dari kelompok kontrol graft-nya masih paten. D a r i 60 pasien. Pada kelompok diobati diberikan aspirin (ASA) 100 mg per hari. Jumlah total pengeluaran untuk riset mengenai penyakit-penyakit tropis itu kira-kira sama dengan biaya militer dunia per jam ± $ 100 juta. Biaya imunisasi 1 juta anak dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah ( $ 5 juta) sama dengan harga satu misil Pershing II. Dalam suatu percobaan. dipilih secara random kelompok diobati dan kelompok kontrol. 35. Menekan fungsi platelet dengan aspirin dosis tinggi ternyata tidak dapat memperbaiki patensi dari by pass tadi. 288 : 1901 .1% biaya minter dunia per tahun. Selama percobaan ini tidak ditemukan adanya efek samping. frekuensi aritmia ventrikuler meningkat pada kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok diobati. Pasien.000 juta per tahun) itu lebih besar daripada total penghasilan per tahun d a r i separuh penduduk miskin di dunia. operasi untuk membuat bypass pada pembuluh-pembuluh darah koroner banyak dilakukan pada pasien. dapat hidup lebih dari 10 tahun. Kesimpulan : 100 mg aspirin (ASA) per hari itu efektif untuk menghalangi formasi dan agregasi dari tromboksan platelet.1264 68 Cermin Dunia Kedokteran No. 30% d a r i graft tersebut mengalami oklusi kembali pada tahun pertama. Ca paru jenis sel kecil (5/14). $ 600 juta. Ini kurang d a r i 0. Deposit ini juga menyebabkan perubahan-perubahan sklerotik lebih lanjut. oklusi terjadi pada 62% dari kelompok kontrol. 1984 . is 1261 . mulai digunakan dalam tahun 1983. Penyakit cacar telah dibasmi dengan biaya. untuk menjamin lancarnya suplai oksigen ke otot jantung. Pemberian obat ini dimulai 24 jam setelah operasi.pasien penyakit jantung iskemik. menunjukkan bahwa obat tersebut secara terapeutik efektif untuk kasus-kasus: penyakit Hodgkin (13/31). limfoma yang non Hodgkin (34/66). akut dan kronik leukemia. Ca embrionik d a r i testis dan Ca nasofaring.negara dunia ke 3 selama 20 tahun itu diperkirakan kurang daripada biaya satu tahun untuk persenjataan dunia. dan pada beberapa kasus fibroma rahim. Kris Brit Med J 1984. sedangkan dari kelompok diobati hanya 27%. Chinese Academy of Medical Sciences. Percobaan dilakukan secara double blind. Aplikasi lokal d a r i obat ini juga dinyatakan efektif untuk mengobati ulkus pada Ca mamae dan Ca serviks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful