P. 1
Lanjutan Kisah Yoko Bag. 1

Lanjutan Kisah Yoko Bag. 1

|Views: 203|Likes:
Kisah Yoko Berlanjut, hingga keruntuhan dinasti Song, menceritakan juga awal perjalanan Yo Him yang merupakan anaknya yoko beserta shiaw liong lie
Kisah Yoko Berlanjut, hingga keruntuhan dinasti Song, menceritakan juga awal perjalanan Yo Him yang merupakan anaknya yoko beserta shiaw liong lie

More info:

Published by: Maulana Hasan Gumilar Ash-Shobari on Mar 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

PENGARANG : Sin Long (Rajawali sakti dari langit selatan) Lanjutan Sin Tiauw Hiap Lu SCAN & SBOOK : MANISE

CONVERT & EDIT : HANSGRANTING & Dewi KZ, MCH

Keterangan dari pengarang Setelah Sia Tiauw Eng Hiong, lalu "Sin Tiauw Hiap Lu" maka kisah jago-jago luar biasa seperti YoKo dan yang lain-lain tertunda karena pembuatan "Kisah Membunuh Naga". Walaupun "Kisah Membunuh Naga" masih bisa dianggap sebagai lanjutan "Sin Tiauw Hiap Lu", namun kisah itu dapat dibilang berdiri sendiri, karena didalam „Kisah Membunuh Naga" hanya menyinggung sebagian kecil dari Kak Wan Siansu (dari Siauw Lim Sie), Kwee Siang (puteri Kwee Ceng - Oey Yong), yang akhirnya menjadi pendiri partai perguruan silat Go Bie Pay), dan. Thio Kun Po (pendiri Bu Tong Pay) yang akhirnya mengganti nama menjadi Thio Sam Hong). Kemudian setelah tertunda pula oleh dibuatnya "Pendekar-Pendekar Negeri Taily" maka kini kami melanjutkan pula "Sin Tiauw Hiap Lu" dengan judul "Sin Tiauw Thian Lam". Sebagai lanjutan "Sin Tiauw Hiap Lu", maka cerita "Sin Tiauw Thian Lam" menceritakan seluruh kegiatan Yo Ko bersama-sama dengan semua jago-jago yang pernah pembaca kenal didalam 'Sin Tiauw Hiap Lu", serta dengan munculnya jago-jago baru yang luar biasa, disamping yang akan memegang peran adalah putera Sin Tiauw Taihiap dengan Siauw Liong Lie, yang akan terlibat oleh persoalan dan urusan-urusan luar biasa. Dengan keterangan ini, kami kira pembaca menjadi maklum hendaknya. CHIN YUNG 000O000 JILID 1 ANGIN Lamciu (Selatan) mendesir lembut, Bunga rontok keindahan bumi, Halimun lembut ringan sejuk, Mega tersenyum memandang gadis cantik, Baju merah, ikat pinggang kuning rambut disanggul, Sepalu rumput tipis membungkus kaki yang kecil mungil, Tali khim, (Kecapi) tergetar oleh jari-jari lentik, Suara merdu mengiringi kicau burung, Senyum gadis cantik mekarnya bunga, Ciulong menangis haru, Sunglie tersenyum bahagia, Dewa-dewi di-selatan. Bahagia dan abadi . . . . , Syair diatas merupakan hasil sastra tulisan pujangga terkenal diawal pemerintahan dinasti Song, yang namanya dikagumi oleh rakyat Tionggoan karena keakhliannya untuk melukiskan suasana dan peristiwa dengan penuh kelembutan.

disaat itulah Kaisar Mangu (Hian Cong) terbunuh oleh Yo Ko. walaupun banyak puing-puing yang berserakan akibat dari pertempuran yang pernah terjadi selama puluhan tahun itu. telah bermunculan. Dan seperti yang terdapat dalam syair yang ditulis oleh pujangga besar itu. karena rombongan orang-orang gagah tersebut tidak ingin diganggu oleh rakyat dan pasukan tentara yang pasti akan menimbulkan kerewelan oleh sanjungan-sanjungan mereka. adalah buah kalam dari Hoan Lie Khe. suasana aman dan tenang kembali. Disaat rakyat berhasil hidup tenteram maka disaat seperti itulah banyak syair-syair bernada lembut dan jauh dari nada-nada kekerasan maupun peperangan. Di tahun kui-hay. dengan nama "Yo Ko yang disanjung-sanjung sebagai Dewa Pembebasan yang maha sakti. . Pujangga itu berasal dari keturunan keluarga Hoan dan bernama Lie Khie meninggal tepat dihari ulang tahunnya yang ketujuh puluh empat. maka kota Siangyang bebas dari pengepungan pasukan tentara perang Mongolia. dengan orang-orang gagah akhirnya Yo Ko pamitan kepada Lu Boan Hoan. pujangga besar itu. Tetapi Yo Ko menampik segala penghormatan seperti itu. kota tersebut tidak dapat dirampas. diluar kampung Wucuancung tampak seorang tojin (imam) yang tengah duduk dibawah sebatang pohon yang tumbuh rindang disebelah kanan dari pintu kampung . Sejak peristiwa terbunuhnya Kaisar Mangu yang bergelar Hian Cong oleh timpukan batu besar kepalan tangan oleh Yo Ko dengan mempergunakan ilmu menimpuk "Tan Gie Sin Thong” menyebabkan Kublai memimpin mundur tentaranya ke negerinya. Dan dengan bebasnya kota Siangyang. bahagia dan abadi maka rakyat Siangyang pun menghendaki kemenangan yang telah diperoleh tentara kerajaan Song itu bahagia tenteram dan kekal-abadi.Disamping terdapat selipan nada-nada yang mengandung kegagahan dan keabadian. dan keberangkatan mereka itu dirahasiakan oleh Lu Boan Hoan atas permintaan pendekar gagah tersebut. phiacu. Dewa-dewi di Selatan. . Telah tercatat dalam sejarah betapa Kaisar Hian Cong mengepung kota" Siangyang selama puluhan tahun tanpa berhasil untuk merebut kota tersebut. Sunglie tersenyum bahagia. dan para menteri maupun Kublai telah membawa jenasah Mangu pulang keutara. walaupun telah terjadi pertempuran yang hebat sekali dimuka kota siangyang yang dimulai pengepungannya oleh putera sulung Kaisar Yong Cong (Tuli) dibulan dua. Rakyat menyelenggarakan pesta besar atas kemenangan tersebut. "Ciulong menangis haru. tahun ke-9. Entah darimana asalnya. Dan yang terbanyak syair-syair lembut itu. Penyerangan dilancarkan ke berbagai pintu kota mendaki tembok dan membunuh banyak tentara kerajaan Song Walaupun diserang berulang-ulang. bebaslah kota "Hapciu. Dengan mundurnya tentara perang Mongolia itu. rakyat bisa hidup layak dan wajar. Cung king dan Siangyang.

. namun jubah itu tampaknya telah berusia sekitar tiga atau empat tahun dan jarang sekali dicuci. Sanggulnya yang digantung merupakan sebuah sanggul kecil berbentuk bulat itu. Dari arah pintu kampung tampak dua orang anak lelaki kecil yang tengah main kejar-kejaran. tidaklah luar biasa dengan adanya imam itu ditempat tersebut. Matanya itu yang menatap lurus kedepan tidak bersinar. Diantara desir angin yang sejuk. selangkah demi selangkah. Semakin lama..tersebut. keduanya berhenti berlari dan mengawasi si imam dengan perasaan heran.... "telah sepuluh jiwa. suara mereka lantang dan nyaring sekali di selingi oleh suara tawa gelak diantara keduanya. tampak sudah agak kusut bulu-bulunya dan sudah banyak yang rontok. karena memang biasa jika seorang yang tengah melakukan perjalanan dan beristirahat ditempat-tempat sejuk. mungkin dia berusia empat puluh tahun lebih. juga tidak memelihara kumis.. bagaikan mata ikan yang telah mati.. karena imam tersebut memiliki sepasang mata yang bulat dan bibir yang lebar.. „Totiang. telah sepuluh jiwa.. dan matanya yang tidak bersinar seperti mata ikan itu bergerak-gerak tanpa arah.. Tetapi imam itu tidak menoleh sedikitpun juga. Giginya tampak tumbuh tidak rata..” panggil salah seorang anak itu. disamping itu agak menarik perhatian orang yang melihatnya adalah kulit muka imam itu kuning pucat dan dingin tidak memantulkan perasaan apapun juga. "Apakah .. terdengar imam itu menggumam perlahan sekali.. Jubah pendeta itu juga telah buruk sekali. Yang luar biasa adalah wajahnya imam ini tidak memelihara jenggot. Sebetulnya. raut wajahnya buruk sekali." Setiap kali mengucapkan kata-katanya seperti itu bibirnya gemetar. Dan ketika kedua anak lelaki yang masing masing berusia diantara delapan atau sembilan tahun itu melihat imam tersebut.. mereka telah mendekati. dan akhirnya jarak mereka dengan imam itu hanya terpisah kurang lebih satu tombak. Namun yang agak luar biasa adalah keadaan imam itu.. walaupun belum ada yang robek atau pecah. dan yang kesebelas akan tiba. tidak teratur rapi.. mereka jadi tertarik.. dari kulit wajahnya yang sudah keriput itu. rambutnyapun tampak agak kusut tidak karuan. bagaikan ada sesuatu yang ditakutinya.. Hudtim yang tercekal ditangan kirinya...

tetapi sepasang kakinya agak menggigil gemetar. kalau memang aku masih ada umur nanti aku akan mencari kalian . dia menyambut pemberian itu. „Kalau totiang masih lapar. bertanya lagi.. dan mengeluarkan sebungkah kuwe kering lainnya. kami masih memiliki satu lagi . dia telah datang menyusul. Dan kuwe kering itu telah diberikan kepada imam itu lagi. yang diangsurkan kepada Imam tersebut. Kedua anak lelaki kecil itu saling tatap satu dengan yang lainnya.. engkau baik sekali. Imam itu tidak menyahuti. Sekejap mata saja kuwe itu telah dimakannya habis. " kata-kata itu disusul dengan dirogoh saku kawannya. dan seperti tadi dia telah memakan kuwe kering itu tanpa mengucapkan sepatah katapun juga. Sisa kuwe yang separuh ditangan nya itu telah dilemparkannya kesamping. lalu dimakannya. Si-imam telah berdiri dengan cepat. tubuhnya agak menggigil. dan yang tadi memberikan kuwe itu kepada si-imam telah. Imam itu telah menyambuti..!” menggumam imam itu. dia menggeleng. Tetapi baru memakan setengah kuwe tiba-tiba mukanya telah berubah pucat.totiang sudah makan?" Imam itu melirik sejenak. „Akhh... Dia pun tidak mengucapkan terima kasihnya. Kedua anak lelaki itu tidak mengetahui apa yang dimaksud si imam hanya merasa sayang kuwe yang masih separuh itu telah dibuang begitu saja. “Apakah totiang mau memakan kuwe keras ini ?” tanya anak itu lagi sambil merogoh sakunya dan mengeluarkan sebungkah kuwe kering.. „Anak-Anak.

. Kedua anak lelaki kecil penduduk kampung itu melihat.untuk menyatakan terima kasihku. Kedua anak itu jadi heran bukan main mereka telah menoleh kearah datangnya suara siulan itu. yang ujungnya telah hitam seperti terbakar. „Kui Im Cinjin ! Akhirnya engkau berhasil kucari !" kata gadis itu dengan suara yang nyaring. tetapi mereka tidak melihat siapapun juga.. dari arah. tengah tegalan itu telah berlari-lari seperti bayangan sesosok tubuh. hal itu membuktikan orang yang baru datang itu memiliki ilmu meringankan tubuh yang sempurna sekali. dia telah memandang jauh ketengah tegalan. Suara siulan itu terdengar semakin keras dan dalam sekejap mata. “Tetapi harapan hidup tipis sekali mungkin akulah yang kesebelas . karena disaat dia mengeluarkan suara siulan yang panjang tadi. tubuhnya belum tampak dan hanya diseling oleh sebuah siulan lagi. Si imam telah berdiri tegak. Dan imam itu telah mengibaskan hudtimnya ke jubahnya yang dipenuhi runtuhan kuwe kering. katanya lagi seperti kepada dirinya sendiri. gadis itu tercekal sepotong kayu panjang. rupanya dia telah berhasil menguasai goncangan hatinya. Gerakan orang yang baru datang itu sangat cepat. dan hanya beberapa detik saja sudah berada dihadapan si imam. . Ditangan. dia sudah berada dihadapan siimam. orang yang baru datang itu seorang gadis yang memiliki raut wajah sangat cantik memakai baju warna hijau dengan ikat pinggang merah dan rambut disanggul tinggi. Suara siulan yang panjang itu berasal dari luar perkampungan di sebelah barat dari arah tegalan yang luas. Dengan mata yang bersinar mati itu. Dengan sendirinya." Dan suaranya itu belum lagi habis diucapkan maka disaat itu dari arah telah terdengar suara siulan yang panjang dan menusuk pendengaran.

. hudtim ditangan kirinya telah bergerak menuju kearah pinggang sigadis. Memang selama ini kalian pihak Ngociat-kauw (perkumpulan Lima Penjahat) ingin membela diri dengan segala macam alasan yang engkau miliki namun sekarang. baiklah. silahkan . Kau terlalu mendesak. mukanya yang memang telah kuning pucat itu jadi semakin pucat dan kehijau-hijauan. . " katanya kemudian sambil memperlihatkan sikap yang bersungguh-sungguh. pinto memang tolol dan tidak memiliki kepandaian apa-apa. „San Ciam Liehiap Bong Cun Lie !” kata si imam akhirnya dengar suara berputus asa „Aku memang menyadari tidak mungkin lolos dari tanganmu. dia rupanya sudah tidak dapat menahan kemurkaan yang bergolak dihatinya. enak untuk didengar. . silahkan maju. tengah mengaduk menjadi satu didalam hatinya. merdu sekali suara tertawanya itu." Muka Kui Im Cinjin jadi berobah ketika mendengar perkataan tersebut. mari kita mengadu jiwa !".Muka imam itu tampak berobah muram. tampaknya disamping ketakutan. Sigadis yang dipanggil dengan sebutan San Ciam Lie Hiap (Pendekar wanita Penyebar Jarum) itu telah tertawa. juga gusar dan penasaran. dan tanpa membuang waktu lagi. Kematian Hoan Lian Taisu harus dipertanggung jawabkan oleh kalian . „Baiklah. „Kui Im Cinjin. walaupun bagaimana engkau seperti yang lain-lainnya tak mungkin ter-lolos dari tanganku. pinto ingin mengadu jiwa dengan kau. perempuan siluman !" bentak imam itu. tetapi jika demikian. Hudtim merupakan senjata yang dapat dipergunakan oleh jago yang telah memiliki lwekang sempurna.

cepat luar biasa dan mudah sekali. Bong Cun Lie. yang akan menotok jalan darah Sun-kie-hiatnya. dan berbalik arah menyambar kearah dada imam itu. dia melihat datangnya sambaran hudtim siimam kearah pinggangnya. Tetapi serangan yang dilancarkan oleh San Ciam Liehiap Bong Cun Lie benar-benar luar biasa. dan dapat di pergunakan juga untuk menotok. Tetapi gadis itu. Tetapi sigadis yang rupanya telah memiliki ilmu meringankan tubuh dan lwekang yang sempurna dapat melakukan serangan seperti itu dengan baik sekali. Serangan serupa itu memang merupakan serangan yang sangat luar biasa. tidak mudah dilakukan oleh orang-orang yang belum memiliki kepandaian sempurna. dia mengelakkan dengan menggerakkan pinggulnya sedikit saja.karena bulu-bulu Hudtim itu dapat dibuat keras seperti godam kalau bulu-bulu itu bergabung menjadi satu. Kui Im Cinjin jadi mengeluarkan seruan tertahan. karena disaat si imam berkelit dari serangannya jatuh disasaran yang kosong. sehingga kayu di tangannya ikut berputar. rupanya juga memang hebat. cepat sekali dia membatalkan serangannya dengan menarik pulang hudtimnya dan memiringkan kepalanya berkelit dari samberan kayu sigadis. Tentu saja siimam tidak menduga sama sekali bahwa . di susul dengan kayu yang ada ditangannya itu terayun akan menggempur batok kepala dari imam tersebut. cepat bukan main dia telah memutar tangannya. disamping itu bisa dibuyarkan sehingga bulu-bulu hudtim itu menyambar sekaligus keperbagai jalan darah di-sekujur tubuh lawan yang diserang.

" Imam itu baru saja berhasil berdiri tetap. sehingga dia mengeluarkan seruan putus asa. dan kedua kakinya tetap menempel ditanah. akhirnya tojin itu menjadi nekad. dan dia telah melancarkan kembali dengan mempergunakan kayu ditangan kanannya itu. niscaya iga-iganya akan menjadi patah dan remuk. Dia tahu-tahu telah memutar Hudtimnya dengan gerakan yang cepat kearah atas. disusul Oleh seruan: „Terimalah ini. Tetapi Bong Cun Lie tidak bekerja hanya sampai disitu saja. maka dia telah merasakan semangatnya seperti terbang meninggalkan tubuhnya. atau serangan sigadis she Bong telah tiba lagi. Tidak ada harapan lagi baginya untuk mengelakkan diri dari segala serangan kayu sigadis yang menyambar kearah dada sebelah kirinya berarti jika dia tergempur oleh serangan yang disertai oleh tenaga dalam yang kuat seperti itu jika tidak binasa sedikitnya dia akan bercacad. Dengan mempergunakan "Tiat Pian Ko „ (Jembatan Besi). karena imam itu menyadarinya jika sampai dirinya terserang.dirinya akan diserang begitu rupa. maksudnya mengibas kearah kayu Bong Cun Lie. dia telah merubuhkan dirinya kebelakang. maka sigadis telah mengeluarkan suara dengusan mengejek. tetapi tubuhnya terlentang sampai punggungnya hampir menyentuh tanah. Mati-matian imam itu telah berusaha mengelak serangan tersebut. menyusul mana tangan kanannya tahu-tahu akan mencengkeram . Karena terlalu terdesak demikian rupa. Kayu sigadis telah lewat dua dim dari dadanya dan keringat dingin mengucur deras dari siimam dan dia cepat-cepat melompat berdiri begitu dirinya berhasil lolos dari serangan dahsyat tersebut. ketika melihat lawannya ber hasil mengelakkan serangannya itu dengan caranya yang manis.

karena serangan yang dilancarkan oleh sigadis she Bong itu benarbenar telah menutup jalan mundurnya imam itu. Umpama kata dia memiliki kepandaian lima kali lebih hebat dari sekarang tentu dia tidak mungkin mengelakkan diri dari serangan Bong Cun Lie. rasakanlah jarum ku ini" Sigadis telak membarengi suaranya itu dengan menggerakkan tangan kirinya. maka disaat itulah tampak empat sinar emas. Sigadis telah mendengus ketika melihat cara menyerang imam itu. Kalau memang jalan darah Pai-sie-hiat didada kiri sigadis berhasil dicengkeram. dia telah membarengi dengan serampangan kayunya kearah batok kepala imam itu. Dua jalan darah yang pertama terletak dibagian ketiak kanan. walaupun sigadis memiliki kepandaian sepuluh kali lebih tinggi dari sekarang jelas. „Ahh” berseru imam itu putus asa. yang akan dicengkeram keras dari kuat jalan darah Pai sie-hiatnya. Untuk menangkis. meluncur kearah empat jalan darah terpenting ditubuh Kui Im Cinjin. Dia berkelit kesamping kanan dengan gerakan mundur kebelakang beberapa dim. dan dengan putus asa dia memejamkan matanya. dia pasrah . Kwan lu-hiat dan Tie-pie-hiat. Sigadis juga bukan hanya menyerang dengan jarumnya itu.dada sebelah kiri sigadis. „Serangan yang kejam!" dia berseru dengan suara yang dingin. gadis itu akan rubuh binasa. Tiang-hehiat. yaitu Bong-su-hiat. sedangkan kedua jalan darah lainnya terletak masing-masing dipinggang kiri dan kanan. sehingga berhasil mengelakan serangan siimam. „tidak kusangka akhirnya aku harus binasa dengan cara demikian penasaran !" mengeluh imam itu. Kui lm Cinjin juga sudah tidak memiliki kesempatan. „Dan.

mau mereka duga bahwa disaat itu mereka tengah menyaksikan tarian seorang dewa dan dewi yang turun dari kahyangan. keduanya hanya heran. disaat mana tongkat kayu tengah meluncur akan menghantam batok kepalanya. Sehingga jika kayu ditangannya itu berhasil mencapai sasaran. dia jadi girang bukan main. tadi siimam dan sigadis telah bergerak-gerak cepat sekali bagaikan dua sosok bayangan. tring tring".. San Ciam Liehiap Bong Cun Lie melihat seranganya akan mencapai sasarannya. empat kali. tentu kepala imam itu akan hancur lebur. lalu disusul terpentalnya sesosok tubuh.untuk menerima kematiannya. disusul oleh suara "tring. sigadis telah menoleh kesampingnya.. „Sungguh serangan yang baik sekali. Dengan gusar sekali. karena tadi disaat jiwanya tengah terancam bahaya kematian imam itu merasakan . dilihatnya Kui Im Cinjin tengah merayap berdiri.. Kedua anak lelaki kecil itu yang berdiri dipinggiran hanya menyaksikan tanpa mengetahui bahwa siimam telah terancam kematian. karena tahu-tahu si imam telah lenyap dari hadapannya sehingga kayunya jatuh ditempat kosong. sedangkan keempat jarum emas yang dilontarkan San Ciam Liehiap tengah menyambar kearah empat jalan-darah terpenting ditubuhnya. justru dia telah menambahkan tenaga serangannya.. sigadis she Bong itu jadi terkejut bukan main. Semua peristiwa itu terjadi hanya sekejap mata. Dan begitu juga keempat batang jarum emasnya itu telah runtuh diatas tanah. sehingga mereka jadi bengong menyaksikan dengan mata berkunang-kunang.” tiba-tiba terdengar suara seruan nyaring yang terdengar disaat itu. terlebih lagi dia melihat imam itu telah memejamkan matanya rapat-rapat.

yang tidak ada sangkut paut dan hubungannya dengan kau . . Sungguh peristiwa yang membuat anak itu jadi memandang tertegun tanpa mengerti mengapa siimam telah membuang diri seperti itu.dosa besar apakah yang telah dilakukan totiang itu sehingga nona demikian ganas ingin mengambil jiwanya ?" sapa pemuda itu.. Muka Bong Cun Lie berobah merah padam dia lalu mendengus dengan gusar. dan terhindar dari keempat batang jarum maut lawannya. Pemuda pelajar itu telah tersenyum sabar. kini baru dilihatnya seorang pemuda berpakaian sebagai Siucai ( pelajar ) warna putih. harap engkau tidak mencampurinya. gadis itu telah menoleh ke sampingnya. "urusan ini urusan penasaran.. manis cara menegur gadis itu.. dengan kopiah hitam dan ditangannya tercekal kipas terbuat dari sutera.menyambarnya angin serangan yang kuat sekali sehingga tubuhnya terpental dan terpelanting ditanah. matanya bersinar cemerlang. Apa yang terjadi itu benar-benar diluar dugaan Kui Im Cinjin maupun Beng Cun Lie. . „Jangan menurunkan kematian. Dengan sorot mata yang tajam. manis sekali sikapnya waktu dia bangkit perlahan-lahan. Dia bertanya sambil menggerak-gerakkan kipasnya dan kepalanya kekiri dan kekanan.”. sebab mereka melihat tahu-tahu siimam telah terlempar dan jatuh bergulingan ditanah. tengah duduk ditanah dengan sikap yang manis. Begitu pula kedua anak lelaki yang sempat menyaksikan pertempuran itu diliputi keheranan yang mencengangkan mereka. karena selain wajahnya tampan dan senyumannya manis... yang membuat dia terhindar dari sambaran kayu sigadis she Bong itu.... „Mengapa kau begitu usil mencampuri urusan kami ?” tanyanya dengan suara tak senang.

baik. karena. Serangan yang dilancarkan oleh gadis itu luar biasa.? “baik. karena sigadis telah menimpuk. karena dia kagum bukan main melihat kepandaian yang diperlihatkan oleh pemuda itu . Tetapi pelajar itu berdiri tenang ditempat nya. biarlah engkaupun bersama-sama dia pergi menghadap Giam-Ong!" Dan sigadis bukan hanya membentak. pelajar itu mengibaskan lengan bajunya. Kui Im Cinjin mengawasi peristiwa itu dengan mulut yang terpentang. dalam urusan itu aku memang tidak memiliki hubungan apa-apa. “Jika memang kau merasa sebagai pendekar yang baik hati dan tidak bisa menyaksikan kematian seorang bangsat. Disaat kayu yang meluncur itu hampir tiba.“Kamu demikian cantik gagah dan perkasa. menyambar kearah dada pelajar itu dengan gerakan yang cepat luar biasa. kenalpun tidak tetapi masakan aku harus berpeluk tangan mengawasi sepotong jiwa manusia yang ingin dibinasakan ? bukankah jiwa harus dibuat sayang." berseru sigadis dengan murka. dia hanya mengawasi datangnya serangan. sedangkan dengan kipasnya dia mengebut kelima jarum emas yang menyambar kearahnya. Begitu pula menyusul lima batang jarum emas menyambar lima jalan darah ditubuh pelajar itu. dengan sendirinya dia tidak tanggung-tanggung dalam melancarkan serangan. kayu itu telah terlontar mental kesamping menghantam batang pohon. yang telah disaksikannya tadi. karena tahu-tahu kayu yang ditangannya telah melayang. hanya terpisah beberapa dim lagi dari dadanya. tidak kusangka jiwa dan hatimu kejam sekali. maka seperti terdorong sebuah tenaga yang kuat. dia mengetahui pelajar itu memiliki kepandaian tinggi.

. untuk sejenak dia jadi memandang tertegun ditempatnya. yang tidak kepalang. dan membarengi dengan itu. „Apanya yang sayang ?" bentaknya dengan. „Tidak mudah untuk membinasakan manusia. kali ini dia melepaskan senjata rahasianya itu dengan mempergunakan kedua tangannya. bukankah harus dibuat sayang?" Muka Bong Cun Lie jadi merah padam dan tubuhnya gemetar karena murka.. Sigadis tidak kurang kagetnya. sungguh sayang. “sayang sekali. namun lwekangnya benar-benar sempurna. “nona demikian cantik. Tetapi jika adat nona begitu buruk tentu mereka akan mundur sendiri dan tidak berani mendekati nona.dengan sempurna sekali. tangannya bergerak lagi disusul oleh suara "serrr. maka setiap jarum yang menyambar kearah dirinya semua berhasil dipukul runtuh ketanah. „Cisss !" dia telah meludah. serrr" berulang kali. bengis. jika terjadi begitu. Nah.. sigadis menyerang semakin penasaran. dan akhirnya dia berdiri diam tidak . Semakin lama.” Kata pelajar itu dengan suara yang tetap sabar. Tetapi pelajar itu membawa sikap yang tenang sekali. dia menggerak-gerakan kipasnya seperti juga tengah menikmati sejuknya angin dari kipasnya tersebut. dan yang jelas tentu banyak pria yang bermimpi untuk mempersunting nona. belasan sinar kuning telah menyambar mengurung pelajar itu." Sigadis she Bong tersadar dengan murka. Pelajar itu tersenyum. walaupun usia pelajar itu mungkin baru dua puluh tahun. dia menggerak-gerakkan kipasnya berulang kali. dia menyadari pemuda pelajar itu tengah mengejek dia. Hebat cara pemuda pelajar itu melayani serangan sigadis.

Wajah sigadis jadi agak lucu.." menyahuti pelajar itu. dibilang tertawa bukan tertawa. karena pertama Siauwte dari golongan muda." . maka walaupun dia ingin berlaku nekad. pelajar itu memperlihatkan sikap yang bersungguh-sungguh. tidak satupun jarum emasnya berhasil mengenai sasaran. benar-benar indah serangan ini !" tetapi begitu sigadis berhenti menyerangnya.. Maafkanlah.melancarkan serangan lagi. „Serangan yang bagus.” Waktu berkata-kata. tetapi tentu tidak ada faedahnya apa-apa. telah begitu lancang menyambuti serangan nona" yang ternyata hebat luar biasa. sipemuda telah berhenti dengan guraunya itu. „Bolehkah Siauwte mengetahui she dan nama nona yang harum ?". dia telah merangkapkan ke dua tangannya memberi hormat kepada sigadis. Waktu tadi dirinya diserang terus menerus oleh sigadis. sungguh berbahaya ! Bagus sekali ! Oh. karena seluruh persediaan jarumnya telah habis. tentu jiwaku telah melayang. seharusnya memang itu adalah urusan nona selama tidak menyangkut urusan jiwa. pelajar itu sambil berkelit dan mengibas dengan kipasnya tidak hentinya dia telah memuji dengan ejekannya . kelak aku akan mencarimu untuk menyelesaikan urusan ini !" kata sigadis akhirnya. Siauwte (adik) tidak memiliki kepandaian apa-apa dan bodoh. „Aku yang rendah memang telah lancang mencampuri urusan nona. Si gadis mendongkol bercampur gusar. disebut menangis juga tidak menangis. Jika nona tidak berlaku murah hati. Siauwte tidak berani menerimanya. „Perkataan" kelak akan mencari itu terlalu berat. tinggalkan namamu. mengawasi mendelik lawannya. juga bodoh dan tidak memiliki kepandaian istimewa. „Siauwte she Cu dan bernama Kun Hong. tetapi pelajar itu memiliki kepandaian yang hebat sekali. Maka akhirnya dia hanya dapat membanting-banting kakinya. „Tidak perlu kau mengetahui namaku..

sigadis menoleh kepada Kui Im Cinjin yang tengah mengawasi dengan tertegun. Tentu saja sigadis jadi murka bukan main.. budi yang besar ini entah bagaimana caranya pinto membalas . aku pasti akan mencarimu ." Sipelajar tersenyum. „Baiklah. tetapi maukah nona memberitahu kan murid siapa ?" tanyanya lagi. Tetapi sipemuda sengaja pura-pura tidak mengerti maksud perkataan sigadis dengan „kelak akan mencari" itu seperti juga sigadis dari golongan muda ingin menyampaikan hormatnya kepada golongan tua. mata sigadis mendelik lebar penuh kebencian.. hanya mengerti cara mengipas untuk .. tunggu saja dalam satu bulan. lalu dia memutar tubuhnya dengan beberapa kali lompatan dia telah berlalu dan lenyap dari penglihatan Imam itu cepat-cepat menghampiri penolongnya. „Jangan berkata seberat itu." kata Kui Im Cinjin sambil membungkukan tubuhnya dalam menjura memberi hormat kepada pemuda pelajar itu. "Pinto Kui Im Cinjin tentu tidak akan melupakan budi besar itu. jika nona keberatan menyebutkan she dan memperkenalkan nama.. sigadis maksudkan dengar „Kelak akan mencari" dia maksudkan untuk mencari pemuda itu guna menuntut balas. Siauwte juga tidak memaksa. „Apa perdulimu. Karena jelas pelajar itu ingin mempermainkan dirinya dan mengejeknya. Bukan kah sudah selayaknya jika "kita tolong menolong?" kata pelajar itu. „Siauwte tidak memiliki kepandaian apa-apa dan bodoh. . .. ! dan setelah berkata begitu.Dada sigadis seperti ingin meledak mendengar jawaban pemuda pelajar itu. Pemuda pelajar itu Cu Kun Hong telah tertawa lagi. dia mengelakkan pemberian hormat dari si-imam. „Terima kasih atas pertolongan Siangkong. Totiang.

. namanya Bong Cun Lie..." Pelajar itu mengangguk menyetujui usul dari si imam. dia menduga tentu ada sesuatu yang menggelisahkan imam itu. . . " kata imam itu. . „Sungguh memalukan! Kalau diceritakan memang sungguh memalukan .. Mengapa dia bisa memusuhi totiang ?" ." siimam mulai dengan ceritanya „Sam Ciam Liehiap Bong Cun Lie?" berseru sipelajar dengan terkejut. . nanti disana pinto akan menjelaskan duduknya persoalan. yang mereka simpan disaku dan kemudian melanjutkan permainan petak mereka saling kejar. dia telah mengiringi imam itu memasuki perkampungan itu. . itu tidak berarti apa-apa . terlebih lagi untuk bilangan Kwiecu. . Tojin yang bergelar Kui Im Cinjin telah mengajak pelajar yang mengaku bernama Cu Kun Hong itu kesebuah kedai arak yang berada didekat pintu kampung. " kata si imam. Dan kedua anak lelaki yang tadi menyaksikan pertandingan yang terjadi diantara jago-jago r i m b a persilatan itu.meruntuhkan jarum. sambil sekali-kali melirik ke jendela. Kun Hong jadi memandang heran. „Totiang” panggilnya dengan disertai suara tertawanya. Melihat sikap si-imam. . " „Jika tidak ada Siangkong. „Sesungguhnya siapakah gadis yang tadi mengejar-ngejar Totiang?" Siimam telah menghela napas dalam tampaknya dia benarbenar berduka sekali: „Gadis itu bergelar Sam Ciam Liehiap. Imam itu memesan dua kati arak untuk Sipelajar sedangkan dia sendiri duduk dengan sikap tenang. „Mari kita masuk kekampung ini untuk mencari kedai arak. mungkin pinto sudah tidak jadi manusia . „Itulah seorang pendekar yang cukup terkenal dengan sepak terjangnya. telah cepatcepat memunguti jarum-jarum emas milik Bong Cun Lie yang banyak berserakan ditanah.

.. „Sebetulnya. yaitu Ngo-Ciatkauw. mungkin dia tengah diliputi oleh kesedihan yang sangat. yang selalu ada Im dan ada pula Yang. Kui Lie Cinjin. seperti juga urusan didalam dunia ini. tetapi hati kami berlima tidak buruk dan selalu berusaha mendirikan pahala dengan memberantas kejahatan dan membela yang tertindas." Sesungguhnya jika saja kami tidak terlalu usil. tetapi cara dia berkata-kata begitu mengesankan.. Kui Liong Cinjin. bahwa pinto berasal dari pintu perguruan Ngo-ciat-kauw. . tentu kamipun tidak akan terlibat dalam urusan seperti hari ini.. Rupanya yang akan dikisahkan oleh imam itu merupakan urusan penasaran. tetapi ada juga yang tidak menyukai kami. dia mengambil cawannya dan meneguk araknya perlahanlahan. Kui Ban Cinjin dan pinto sendiri bergelar Kui Im Cinjin Kami walaupun menamakan pintu perguruan kami dengan nama yang kurang sedap didengar. ada yang mencinta kami. semuanya juga mensucikan diri. Disaat mana kebetulan kami tengah berada di Kanglam.” Datar suara siimam waktu berkata-kata.Siimam telah menghela napas panjang lagi. masing-masing bergelar Kui San Cinjin.! Cu Kun Hong jadi tertarik.. yang semuanya berjumlah lima orang. memang peristiwa ini diawali oleh sesuatu kesalah pahaman saja. Keempat saudara seperguruan pinto itu. "Tetapi. sehingga menimbulkan kesan bahwa urusan yang telah menimpanya merupakan urusan yang agak luar biasa. „Seperti diketahui oleh sababat-sababat rimba persilatan. sehingga akhirnya keempat saudara angkatku harus buang jiwa cumacuma dan enam sahabat karib harus menemui kematian dengan penasaran sekali. terlebih lagi dengan disebutsebut jumlah sepuluh jiwa yang telah meninggal . dan dia memasang telinganya baik-baik..

dan aku yang berhasil meloloskan diri meminta bantuan Shantung Liokhiap (Enam Pendekar . Tetapi ketika tiba di pintu kota Wai-siang-kwan disebelah barat justru kami menyaksikan urusan yang tidak adil. Begitu hebat pertempuran yang terjadi tidak bisa dicegah lagi. tetapi mereka itu tidak mau mengerti. Walaupun kami berusaha untuk mendamaikan dengan cara baik. Dialah yang tergarang dan sulit diajak bicara. seorang diantara kelima orang hwe-shio itu ada yang bergelar Hoan Lian Taisu yang memiliki kepandaian tertinggi diantara kawan-kawannya itu. sehingga akhirnya terjadi suatu peristiwa yang tidak diinginkan. dengan kami. Salah. Dan setahun yang lalu itulah rombongan hweshio itu memperoleh bantuan seorang gadis yang bergelar Sam Ciam Liehiap.maksud kami memang ingin berpelesiran untuk menikmati keindahan daerah Kanglam. itu dikeroyok beramai-ramai seperti itu. yang mengganggu mata kami. kami melihat diluar pintu kota terjadi suatu pertempuran yang janggal bagi pendapat kami. Kami tidak bisa menyaksikan tosu tua. sehingga sulit untuk kami tempur keempat saudaraku telah dibinasakan dengan mudah dan menyedihkan sekali. melainkan karena keadilan belaka. namun mereka tidak mau mengerti dan akhirnya melibatkan kami dalam suatu pertempuran. jika akhirnya kami turun tangan juga. wanita yang seorangnya telah lanjut usianya. bukan berarti disebabkan si tosu sama-sama menganut agama To. Sejak saat itulah rombongan hweshio itu melakukan pengejaran terhadap kami! Telah berulang kali kami berusaha untuk memberikan pengertian bahwa kematian Hoan Lian Taisu tidak disengaja. yang kepandaiannya luar biasa. kami kesalahan tangan sehingga Hoan Lian Taisu terbinasa. yaitu seorang tosu tua yang telah lanjut usianya tengah dikepung oleh lima-orang hweeshio dan dua orang wanita. sedangkan wanita yang seorang lagi merupakan gadis cantik jelita. Disaat itu.

dari Shantung). dan tadi giliran pinto yang dikejar terus olehnya untung saja ada Siangkong yang telah menolongi”. Justru sampai saat sekarang ini aku masih belum mengetahui sesungguhnya tersangkut urusan apakah antara rombongan Hoan Lian Taisu dengan tosu tua itu. siwanita setengah baya yang berjalan didepannya juga . „Entahlah waktu kami menghadapi Hoan Lian Taisu dan kawan-kawannya dia telah mempergunakankesempatan itu untuk melarikan diri. Dia menoleh kearah pintu. lalu menghirup araknya perlahan-lahan dengan mata yang kosong. tiba-tiba dia mendengar ada orang yang memasuki ruang kedai. yang tubuhnya tegap dan gagah. memperlihatkan bahwa lelaki setengah baya itu memiliki lwekang yang sempurna. dilihatnya seorang wanita setengah baya tengah melangkah masuk kedalam ruangan kedai dengan diikuti oleh seorang lelaki setengah baya juga. Baru saja Kun Hong ingin bertanya lagi. karena dia teringat kematian saudara-saudara seperguruannya dan bagaimana menderitanya dia yang dikejarkejar oleh lawan-lawannya. karena dia selalu dikejar oleh perasaan ketakutan terus menerus. namun keenam sahabat itupun terbinasa ditangan Sam Ciam Liehiap. Disamping itu. „Lalu bagaimana dengan tosu tua yang kalian tolong itu?" tanya Kun Hong yang tertarik mendengar kisahnya siimam. Wajahnya tampan dan memancarkan sinar yang gagah disamping sepasang matanya yang tajam bersinar. sehingga tidak sempat merawat dirinya yang menjadi mesum dan kumal begitu. yang menjadi sesalanku adalah Kematian Hoan Lian Taisu yang menyebabkan salah paham ini semakin mendalam. Setelah bercerita imam itu menghela napas sambil mengambil cawan.

kepada pelayan dia memesan arak dan makanan.. Tetapi sama-sama Kun Hong masih sempat mendengar wanita itu berkata perlahan waktu ingin duduk dikursinya .”. malam ini biarlah kita beristirahat disini saja dulu. “Totiang. walau usianya sudah cukup tinggi. totiang.. dengan angkin putih. „Si . namun wajahnya masih cantik. Sejak dua orang memasuki kedai arak ini.. rambutnya di sanggul menjadi satu. engkau akan tertolong dari kesulitanmu.. besok baru melakukan pengejaran lagi .. yang berhasil merubuhkan Sam Ciam Liehiap tetapi jika pendekar wanita penyebar jarum itu datang bersama-sama dengan beberapa orang kawannya urusan menjadi lain dan belum tentu Kun Hong sanggup melindunginya. perlahan suaranya. maka yakinlah Kun Hong kedua orang itu memang merupakan dua orang jago yang diduganya. . Dia menyaksikan kepandaian pemuda ini yang hebat sekali.. . Keduanya mengambil meja disebelah kanan terpisah tiga meja dengan Kun Hong dan Kui Im Cinjin..memperlihatkan sikap yang gagah. siapa ?" tanya sitojin dengan sikap setengah percaya dan setengah tidak. „Engko Ceng.. tidak perlu kau bersedih terus” kata Kun Hong Kemudian. di samping itu dia memakai pakaian polos warna merah muda. Lelaki setengan baya yang dipanggil engko itu mengangguk tanpa bilang apa-apa. “hanya mau atau tidak mereka menolongmu. . Begitu juga saat dia mendengar wanita setengah baya itu memanggil silelaki setengah baya itu dengan sebutan „engko Ceng'. hati Kun Hong terkejut bukan main..”..

kau maksudkan Oey Yong Liehiap?” tanya siimam. Siimam jadi mengawasi tertegun. „Ihh. Dia memang telah mendengar kebesaran nama Kwee Ceng dan Oey Yong yang seperti menggetarkan jagad yang merupakah jago tiada tandingan dimasa ini. dia bangkit berdiri. Kun Hong mengangguk. „Ya. seorang pria setengah baya bersama wanita setengah baya. Cu Kun Hong telah menghampiri meja pria dan wanita setengah baya itu. „Kau tunggu dulu disini." menyahuti Kun Hong. „Merekakah Kwee Ceng Taihiap dan isterinya Oey Yong Liehiap ?" menduga-duga Kui Im Cinjin dengan hati tergoncang. .„Engkau mendengar Kwee Ceng Taihiap?" tanya Kun Hong dengan suara yang perlahan juga. dia melihat sipemuda pelajar menghampiri tamu yang baru datang tadi. Tetapi siimam tidak mengenal kedua pendekar besar itu. pendekar besar itu?" tanya siimam terkejut." katanya. dia merangkap kedua tangannya dan menjura memberi hormat. „Kau . biar aku menemui mereka. rupanya Thian mengetahui kesulitanmu sehingga orang gagah itu berada disini bersama isterinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->