askep Infark Miokard

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang
Infark Miokard adalah penyumbatan sebagian atau lebih arteri koroner (dikenal juga seranggan jantung), (Holloway, 2003). Infark Miokard adalah rusaknya jaringan jantung akibat supllai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah ke koroner berkurang, (Brunner & Sudarth, 2002). Infark mioakard adalah suatu keadan ketidakseimbangan antara suplai & kebutuhan oksigen miokard sehingga jaringan miokard mengalami kematian. Infark menyebabkan kematian jaringan yang ireversibel. Sebesar 80-90% kasus MCI disertai adanya trombus, dan berdasarkan penelitian lepasnya trombus terjadi pada jam 6-siang hari. Infark tidak statis dan dapat berkembang secara progresif. MCI apabila tidak segera di tangani atau dirawat dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan komplikasi seperti CHF, disritmia, syok kardiogenik yang dapat menyebabkan kematian, dan apabila MCI sembuh akan terbentuk jaringan parut yang menggantikan sel-sel miokardium yang mati, apabila jaringan parut yang cukup luas maka kontraktilitas jantung menurun secara permanent, jaringan parut tersebut lemah sehingga terjadi ruptur miokardium atau anurisma, maka diperlukan tindakan medis dan tindakan keperawatan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. Hal ini dapat dicapai melalui pelayanan maupun perawatan yang cepat dan tepat untuk memberikan pelayanan cepat dan tepat diperlukan pengetahuan, keterampilan yang khusus dalam mengkaji, dan mengevaluasi status kesehatan klien dan diwujudkan dengan pemberian asuhan keperawatan tanpa melupakan usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Peran Oksigen pd Miokard
    

Dibutuhkan pada saat aktivitas preload & afterload. Kontraktilitas miokard Diperlukan jantung untuk berdenyut. Kelelahan & stres emosional meningkatkan denyut jantung. Hipoksia, anemia menyebabkan infark.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum

2. a.

b. c. d. e. f. C.

Dari penyusunan makalah ini diharapkan penulis dapat mengerti, memahami dan memperoleh gambaran tentang penerapan asuhan keperawatan pada klien Miocardium infraction dengan menggunakan proses keperawatan. Tujuan Khusus Setelah penulisan makalah ini, penulis mampu : Menjelaskan konsep dasar penyakit Miocardium infraction dimulai dari penjelasan anatomi fisiologi Miocardium infraction, pengertian, penyebab, patofisiologi, manifestasi klinik, pemeriksaan diagnostik sampai dengan penatalaksanaan medik serta komplikasi pada Miocardium infraction. Melakukan pengkajian data pada klien dengan Miocardium infraction. Merumuskan diagnosa keperawatan kepada klien dengan Miocardium infraction. Menyusun rencana keperawatan pada klien dengan Miocardium infraction. Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan Miocardium infraction. Melakukan evaluasi keperawatan pada klien dengan Miocardium infraction.

Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode studi literatur, adapun teknik yang digunakan yaitu studi pustaka dengan mempelajari buku-buku, browsing internet dan sumber lain untuk mendapatkan data dalam pembuatan makalah ini. Adapun metode yang digunakan antara lain adalah : 1. Mengunakan sumber dari perpustakaan yang melengkapi data-data untuk mempermudah dalam penyelesaian mekalah ini. 2. Mencari data dari internet untuk hasil yang lebih akurat 3. Serta mengunakan karya ilmiah dari penelitian yang telah di buat berdasarkan hal yang nyata. D. Sistematika penulisan Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari penulisan makalah ini, maka penulis menguraikan secara ringkas yang terbagi 4 bab, yaitu:

AB I

: Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. AB II : Tinjauan teori, yang terdiri dari anatomi fisiologi, pengertian, penyebab, patofisiologi, manifestasi klinik, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan medik dan komplikasi. AB III : Asuhan keperawatan, yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan/implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. BAB IV : Penutup, yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

BAB II TINJAUAN TEORI PENYAKIT MIOCARDIUM INFRACTION

yaitu lapisan permukaan dari jantung itu sendiri yang juga disebut epikardium. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat cairan perikardium sebagai pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan akibat gerak jantung saat memompa. Perikardium viseralis. yaitu lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru. Arteri koroner kiri memperdarahi sebagaian terbesar ventrikel kiri. Arteri koroner kiri memperdarahi sebagaian terbesar ventrikel kiri. Bila kebutuhan oksigen miokardium meningkat. Lapisan luar disebut epikardium atau perikardium. septum dan atrium kiri. Kebutuhan oksigen miokardium dapat terpenuhi jika terjadi keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. obstruksi arteri koroner kiri sering menyebabkan infark anterior dan infark inferior disebabkan oleh obstruksi arteri koroner kanan. 2. STRUKTUR JANTUNG Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan: 1. Selaput yang melapisi jantung disebut perikardium yang terdiri atas 2 lapisan:   Perikardium parietalis. obstruksi arteri koroner kiri sering menyebabkan infark anterior dan infark inferior disebabkan oleh obstruksi arteri koroner kanan. maka suplai oksigen juga harus meningkat. sedikit bagian posterior septum dan ventrikel serta atrium kanan. Nodus SA lebih sering diperdarahi oleh arteri koroner kanan daripada kiri. 3. Dengan demikian. Lapisan dalam disebut endokardium. Peningkatan kebutuhan oksigen terjadi pada: takikardia. Nodus SA lebih sering diperdarahi oleh arteri koroner kanan daripada kiri. peningkatan kontraktilitas . Dengan demikian. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokardium.Anatomi Fisiologi Jantung terletak didalam rongga mediastinum dari ronga dada (toraks) diantara kedua paru. Nodus AV 90% diperdarahi oleh arteri koroner kanan dan 10% diperdarahi oleh arteri koroner kiri (cabang sirkumfleks). (cabang sirkumfleks).A. disebut miokardium. Nodus AV 90% diperdarahi oleh arteri koroner kanan dan 10% diperdarahi oleh arteri koroner kiri (cabang sirkumfleks). Arteri koroner kanan memperdarahi sisi diafragmatik ventrikel kiri. sedikit bagian posterior septum dan ventrikel serta atrium kanan. septum dan atrium kiri. (cabang sirkumfleks). Penurunan suplai oksigen miokard dapat membahayakan fungsi miokardium. Lapisan tengah merupakan lapisan berotot. Arteri koroner kanan memperdarahi sisi diafragmatik ventrikel kiri.

Infark mioakard adalah suatu keadan ketidakseimbangan antara suplai & kebutuhan oksigen miokard sehingga jaringan miokard mengalami kematian. Penurunan aliran darah (cardiac output). hipertrofi. Empat faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen jantung : Frekuensi denyut jantung Daya kontraksi Massa otot Tegangan dinding ventrikel Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen dapat disebabkan : Penyempitan arteri koroner (aterosklerosis). Peningkatan kebutuhan oksigen miokard. (Brunner & Sudarth. Spasme arteri koroner. posterior. atau lebih rendah. atau otot papiler. yang menyebabkan otot jantung (miokardium) mati karena kekurangan oksigen. Subendocardial: melibatkan sejumlah kecil di dinding subendocardial dari ventrikel kiri.Pengertian Infark Miokard adalah penyumbatan sebagian atau lebih arteri koroner (dikenal juga seranggan jantung). hipertensi. Hal ini dapat subclassified ke anterior. Ada dua tipe dasar infark miokard akut:   Transmural: yang berhubungan dengan aterosklerosis melibatkan arteri koroner utama. Infark Miokard adalah rusaknya jaringan jantung akibat supllai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah ke koroner berkurang. dan dilatasi ventrikel. (Doengus. Infark miokardium disebabkan oleh penurunan aliran darah melalui satu atau lebih arteri koroner. menyebabkan iskemik miokard dan nekrosis. septum ventrikel. dimana merupakan penyebab tersering. mungkin dari penyempitan .        miokard. infarcts Transmural memperpanjang melalui seluruh ketebalan otot jantung dan biasanya akibat dari oklusi lengkap's suplai darah daerah tersebut. 2002) Infark miokardium adalah penyumbatan sebagian atau lebih arteri koroner (dikenal juga serangan jantung). (Holloway. 2005) Infark Miokard (MCI) adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke jantung. infarcts Subendocardial dianggap akibat dari suplai darah lokal menurun. B. (Holloway. Untuk meningkatkan suplai oksigen dalam jumlah yang memadai aliran pembuluh koroner harus ditingkatkan. 2003) Infark Miokard Akut adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh karena sumbatan arteri koroner (Hudak & Gallo. 2003). Kesimpulan Infark Miocard adalah proses rusaknya jaringan jantung karena adanya penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner sehingga suplai darah pada jantung berkurang yang menimbulkan nyeri yang hebat pada dada. 1997).

C. yang merupakan koleksi tidak stabil dari lipid (asam lemak) dan sel-sel darah putih (terutama makrofag ) pada dinding suatu arteri. Jika lebih dari separuh jaringan jantung mengalami kerusakan. adalah terhentinya suplai darah ke bagian dari jantung. jika dibiarkan tidak diobati untuk jangka waktu yang cukup. dapat menyebabkan kerusakan atau kematian (infark ) jaringan otot jantung ( miokardium ). Yang dihasilkan iskemia (pembatasan pasokan darah) dan kekurangan oksigen. jantung tidak mampu memompa dengan baik. Myocardial infarction (MI) atau infark miokard akut (AMI).arteri koroner. Jantung yang membesar juga merupakan gambaran dari kerusakan otot jantungnya sendiri.Penyebab Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas. Pembesaran jantung setelah suatu serangan jantung memberikan . maka jaringan jantung akan mati. Jantung yang mengalami kerusakan bisa membesar. menyebabkan sel jantung mati. umumnya dikenal sebagai serangan jantung. Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit. Hal ini paling sering disebabkan oleh oklusi (penyumbatan) dari arteri koroner setelah pecahnya plak aterosklerotik yang rentan. biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan kemungkinan terjadi kematian. dan sebagian merupakan usaha jantung untuk mengkompensasi kemampuan memompanya yang menurun (karena jantung yang lebih besar akan berdenyut lebih kuat). sehingga terjadi gagal jantung atau syok. Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan jantung secara langsung berhubungan dengan luas dan lokasi kerusakan jaringan (infark). Daerah subendocardial terjauh dari's suplai darah jantung dan lebih rentan terhadap jenis patologi.

2000) Ruptuk dan anurisma E. lalu pecah dan tersangkut di arteri koroner. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri).Manifestasi Klinik Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal. Walaupun IMA dapat merupakan manifestasi pertama penyakit jantung koroner namun bila anamnesis dilakukan teliti hal ini sering sebenarnya sudah didahului . Nyeri dapat disertai perasaan mual. Kejang pada arteri koroner yang menyebabkan terhentinya aliran darah. panas atau ditindih barang berat. ditusuk. keringat dingin. leher.prognosis yang lebih buruk. karbohidrat Dan komponen-komponen darah Pada dinding intima Penebalan dinding arteri kekakuan dinding arteri Suplai darah ke jantung menurun Dalam waktu yang lama Kerusakan jaringan jantung Akibat lanjut Disritmia jantung tidak mampu Memompa darah syok kardiogenik kematian jaringan Sembuh terbentuk jarringan parut CHF jantung melemah ( Crowing. Pasien sering tampak ketakutan. terutama pada pasien diabetes dan orang tua. Kadang suatu bekuan (embolus) terbentuk di dalam jantung. muntah.J. rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Kadang-kadang. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. Penyebab lain dari serangan jantung adalah: Suatu bekuan dari bagian jantungnya sendiri. ditekan. D. tetapi kadang penyebabnya tidak diketahui. pusing. seperti diremas-remas. sesak. berdebar-debar atau sinkope. bahu. Kejang ini bisa disebabkan oleh obat (seperti kokain) atau karena merokok.Patofisiologi Penumpukan lemak. tidak ditemukan nyeri sama sekali.

dingin dan hipotensi ditemukan pada kasus yang relatif lebih berat. Ruptur Miokard g. paradoksal dan irama gallop. Tanda dan gejala infark miokard ( TRIAS ) adalah : 1.keluhan-keluhan angina. kulit yang pucat. f. b. d. Takikardia. e. Perluasan infark dan iskemia pasca infark b. Nyeri mulai secara spontan (tidak terjadi setelah kegiatan atau gangguan emosional). Nyeri sering disertai dengan sesak nafas. hipotensi dan syok) d. riwayat penyakit sekarang dan riwayat penyakit dahulu serta riwayat kesehatan keluarga. Infark ventrikel kanan e. Pasien dengan diabetes melitus tidak akan mengalami nyeri yang hebat karena neuropati yang menyertai diabetes dapat mengganggu neuroreseptor (mengumpulkan pengalaman nyeri). ini merupakan gejala utama. seperti tertusuk-tusuk yang dapat menjalar ke bahu dan terus ke bawah menuju lengan (biasanya lengan kiri). Anurisma h. Dokter yang teliti juga akan mencari data malalui interpretasi EKG dan pemeriksaan rangkain enzim. a. Nyeri dapat menjalar ke arah rahang dan leher.Komplikasi a. namun hal ini tidak cukup untuk menegakkan diagnosis. c. Nyeri : a. Aritmia c. Keparahan nyeri dapat meningkat secaara menetap sampai nyeri tidak tertahankan lagi.Pemeriksaan Diagnostik Diagnosis MCI biasanya berdasar pada riwayat penyakit sekarang. dan tidak hilang dengan bantuan istirahat atau nitrogliserin (NTG). Riwayat pasien Pengambilan riwayat pasien dilakukan dalam dua tahap. Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada yang spesifik dan dapat normal. pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah. dan serangkaian enzim serum. dingin. Adanya krepitasi basal menunjukkan adanya bendungan paru-paru. Nyeri tersebut sangat sakit. Nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus-menerus tidak mereda. pucat. biasanya diatas region sternal bawah dan abdomen bagian atas. Thrombus murah G. diaforesis berat. Prognosis tergantung pada beratnya obstruksi arteri dan dengan sendirinya banyaknya kerusakan jatung. EKG. g. F. . Perikarditis i. Riwayat pasien memberikan data subjektif. Disfungsi otot jantung ( gagal janttung kiri. Defek mekanik f. perasaan tidak enak di dada atau epigastrium. kadang-kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang tampak atau berada di dinding dada pada IMA inferior. menetap selama beberapa jam atau hari. Pemeriksaan fisik selalu dilakukan. Dapat ditemui BJ yakni S2 yang pecah.

b. Ada lima macam isoenzim LDH.000 ) biasanya tampak pada hari ke-2 setelah IMA berhubungan dengan proses inflamasi. dokter mampu memantau perkembangan dan resolusi suatu MCI. menunjukkan adanya MI akut. Elektrokardiogram EKG memberi informasi mengenai elektrofisiologi jantung. hiperkalemi. c. hipertrophy atrial dan ventrikel)  Mengetahui adanya pengaruh atau efek obat-obat jantung  Mengetahui adanya gangguan elektrolit  Mengetahui adanya gangguan perikarditis Enzim dan isaoenzim serum Pemeriksaan rangkaian enzim meliputi kinase dan laktat dehidroginase. khususnya fungsi ventrikel. Apabila melebihi . d. tergantung abnormalitas fungsi atau perfusi organ akut atau kronis. Lokasi dan ukuran relative infark juga dapat ditentukan dengan EKG.000 – 20. LDH sangat berguna untuk mendiagnosa MCI pada pasien yang mungkin mengalami MCI akut tetapi terlambat dibawa kerumah sakit. Ekokardiogram digunakan untuk evaluasi lebih jauh mengenai fungsi jantung. Melalui pembacaan dari waktu ke waktu. Ketidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas. Meskipun ada berbagai teknologi baru yang mampu menyajikan data diagnostik yang sama. h. maka keadaan ini disebut “terbalik”. Kreatin kinase dengan isoenzimnya (CK dengan CK-MB) dipandang sebagai indikator yang paling sensitif dan dapat dipercaya diantara semua enzim jantung dalam menegakkan diagnosa infark miokardium. namun EKG masih tetap merupakan instrument diagnostic pilhan pertama karena dapat digunakan di tempat tidur dan non invasif. tetapi hanya dua yang penting untuk mendiagnosa MCI akut yaitu dan . AGD Dapat menunjukkan hypoksia atau proses penyakit paru akut atau kronis. Laktat dehidrogenase (LDH) kurang bisa dipercaya sebagai sebagai indikator kerusakan jantung akut seperti CK. Kimia Mungkin normal. f. Kecepatan sedimentasi Meningkat pada ke-2 dan ke-3 setelah AMI. Tetapi. . karena reaksinya lebih lambat dan meningka lebih lama dari enzim jantung lainnya. missal hipokalemi. Kegunaan EKG adalah :  Mengetahui kelainan-kelainan irama jantung (aritmia)  Mengetahui kelainan-kelainan miokardium (infark. Sel darah putih Leukosit ( 10. Elektrolit. e. g. namun normalnya kadar lebih tinggi disbanding . menunjukkan inflamasi. ginjal dan otak. dan kadarnya tinggi di jantung.

Walaupun demikian untuk menyingkirkan diagnosis infark jantung akut sering dilakukan pemeriksaan enzim CPK. SGOT atau LDH. Kolesterol atau Trigliserida serum Meningkat. Pencitraan darah jantung (MUGA) Mengevaluasi penampilan ventrikel khusus dan umum. j. Foto rontgen dada sering menunjukkan bentuk jantung yang normal. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris. Biasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi). Nuklear Magnetic Resonance (NMR) Memungkinkan visualisasi aliran darah. area nekrosis atau infark dan bekuan darah. Angiografi koroner Menggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. menunjukkan arteriosclerosis sebagai penyebab AMI. lesivaskuler. Tes stress olah raga . k. m. serambi jantung atau katup ventrikel. o. Prosedur tidak selalu dilakukan pad fase AMI kecuali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi. Pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung membesar dan kadang-kadang tampak adanya kalsifikasi arkus aorta. Pemeriksaan pencitraan nuklir Talium : mengevaluasi aliran darah miocardia dan status sel miocardia missal lokasi atau luasnya IMA Technetium : terkumpul dalam sel iskemi di sekitar area nekrotik n. trigliserida dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk mencari faktor risiko seperti hiperlipidemia dan/atau diabetes melitus. pembentukan plak. Foto rontgen dada Mungkin normal atau menunjukkan pembesaran jantung diduga GJK atau aneurisma ventrikuler. l. HDL. Enzim tersebut akan meningkat kadarnya pada infark jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal. gerakan katup atau dinding ventrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup. Pemeriksaan lipid darah seperti kolesterol. r.i. gerakan dinding regional dan fraksi ejeksi (aliran darah). Digital subtraksion angiografi (PSA) Teknik yang digunakan untuk menggambarkan. Ekokardiogram Dilakukan untuk menentukan dimensi serambi. q. p. LDL.

Analgesik : morphin 5 mg atau petidin 25 – 50 mg 7.Heparin 20. 2.Streptokinase / trombolisis.Morfin 2.Pada insomnia dapat ditambah flurazepam 15-30 mg. posisi semi fowler. Diet rendah kalori dan mudah dicerna 11. puasa 8 jam 2. b. Rawat ICCU. Obat sedatif : diazepam 2 – 5 mg 8. 3.000-40. b. PENATALAKSANAAN: 1. H.Diteruskan asetakumoral atau warfarin.Pengobatan ditujukan sedapat mungkin memperbaiki kembali aliran pembuluh darah koroner. Oksigen 2 – 4 lt/menit 6.Pasang infus dekstrosa 5% untuk persiapan pemberian obat intravena. antagonis kalsium.Istirahat total. 3. dan beta bloker.Atasi nyeri : a.000 U/24 wad iv tiap 4-6 wad atau drip iv dilakukan atas indikasi. Bowel care : laksadin 9. Dengan trombolisis. Psikoterapi untuk mengurangi cemas RAHABILITASI PASIEN DENGAN MCI .Menentukan respon kardiovaskuler terhadap aktifitas atau sering dilakukan sehubungan dengan pencitraan talium pada fase penyembuhan.Diet makanan lunak/saring serta rendah garam (bila gagal jantung). Infus D5% 10 – 12 tetes/ menit 5. 4.Penatalaksanaan Medik 1.5-5 mg iv atau petidin 25-50 mg im.Antikoagulan : a. c. trombolisis dapat diberikan sebelum dibawa ke rumah sakit. Tirah baring. Monitor EKG 4.Sedatif sedang seperti diazepam 3-4 x 2-5 mg per oral. d. c. 6. Bila ada tenaga terlatih. 5. Antikoagulan : heparin tiap 4 – 6 jam /infuse 10.Oksigen 2-4 liter/menit. kematian dapat diturunkan sebesar 40%. bisa diulang-ulang.Lain-lain : nitrat.

& home program. latihan jalan 100 m. Penyakit jantung yang dapat diberi program Rehabilitasi Medik antara lain: 1. Hari ke 15: latihan diatas lanjutkan. . Latihan dari tahap pertama ke tahap berikutnya tidak boleh diteruskan bila ditemukan hal-hal sebagai berikut:     Frekuensi nadi meningkat > 30x/ menit dari nadi awal atau turun > 10x/ menit dari nadi awal. & latihan berdiri ditepi tempat tidur. ditambah latihan duduk ditepi tempat tidur tanpa pertolongan. bradikardi. Rehabilitasi Fisik: Rehabilitasi pada Fase Akut (Program di Rumah Sakit): Diberikan segera setelah masa krisis dilewati (atas konsul Dokter Ahli Jantung). 4. naik tangga 1 lantai/ 1 tingkat rumah. hipotensi. & latihan relaksasi. Atau bila penderita sudah cukup puas terhadap keterbatasannya dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang berarti. psikis dan pekerjaan. ditingkatkan dengan naik tangga. latihan tubuh & latihan berjalan lebih lama. Ada gangguan irama jantung yang timbul selama atau sesaat setelah latihan. 2. Dalam pelaksanaan program Rehabilitasi Medik harus secara terpadu antara Team Rehabilitasi Medik dan Dokter Ahli Jantung. Diberikan selama 2-3 minggu: Hari ke 2-7: bed exercise. latihan pasif/ aktif ringan untuk kelompok otot. gentle massage. 3. 2. latihan lengan & tungkai secara gentle.   1. myocard infark (jantung koroner).Rehabilitasi Medik penyakit jantung adalah suatu ilmu & seni untuk mengembalikan penderita penyakit jantung pada tingkat aktifitas fisik & mental yang sesuai dengan kapasitas jantungnya. latihan berjalan 400 m/keliling rumah. brething exercise. 5. nyeri angina dan kelelahan yang timbul selama atau setelah latihan. Penatalaksanaan:  Program Rehabilitasi Medik diberikan segera setelah keadaan krisis dilewati sampai penderita dapat kembali ke pekerjaan/ kehidupan semula (idealnya). 3. Minggu ke 3: latihan lebih ditingkatkan. Energi yang berkurang: Angina pectoris. Pucat. Jenis Rehabilitasi Medik yang diberikan: Rehabilitasi fisik. pusing atau syncope. keringat dingin. Sesak nafas. Gangguan mekanik jantung: sumbatan atau kebocoran katup jantung. Hari ke 7-10: latihan diatas dilanjutkan. Tekanan perifer yang meningkat akibat hipertensi (tekanan darah tinggi). Hari ke 10: latihan seperti diatas.

Health education: Konsultasi dengan Ahli Jantung. BAB III TINJAUAN TEORI ASUHAN KEPERAWATAN Wawancara . masalah hubungan seksual.1. Program seumur hidup. 3. & latihan relaksasi. Fase Pemeliharaan:  Usaha-usaha yang dilakukan untuk pencegahan sekunder: latihan fitness. konsultasi dengan Team Rehabilitasi yang lain tentang perkembangan penyakitnya. Rehabilitasi Pekerjaan : Untuk menentukan jenis pekerjaan/ aktifitas fisik dikemudian hari harus dilakukan Exercise Stress Test. menyarankan pada keluarga untuk memberikan suasana yang tenang. Gizi.  Pada fase ini penderita sudah bisa bergabung dengan Klub Jantung Sehat. latihan pernafasan. 2. Fase lanjutan (3-6 bulan):  Penderita berlatih diluar atau ditempat masing-masing dengan kontrol ke bagian jantung untuk mengevaluasi dan pengawasan program yang telah dikerjakan. naik sepeda tanpa tahanan. masalah pekerjaan. Fase di rumah (4-8 minggu):    General exercise: jalan naik tangga. Psikolog. Evaluasi Treadmill minggu ke 4 & minggu ke 8. Rehabilitasi Psikologi: Tindakan yang dapat dilakukan berupa memberikan psikoterapi. Latihan dilakukan 3 kali seminggu.

sesak. panas atau ditindih barang berat. seperti keadaan cemas karena ketakutan akan . Perilaku dan teknik tersebut harus dipelajari. apakah seperti diremas-remas. keringat dingin. Data biografi. jenis kelamin. umur. atau orang lain. Riwayat keluarga. merupakan penyebab yang mendorong seseorang untuk mencari pertolongan. rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. meliputi beberapa informasi seperti Gejala tertentu. b. meliputi informasi nama. hipertensi. psiko meliputi reaksi yang dilakukan oleh pasien setelah mengetahui penyakit yang dideritanya. adanya penyakit aterosklerosis. masalah tersebut disusun sesuai prioritas ketika masalah tersebut dilaporkan. Keluhan utama. Riwayat kesehatan. f. leher. Perilaku yang teppat untuk melakukan wawancara dan teknik yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang tepat bukan merupakan bagian dari kehidupan sosial sehari-hari kita. Informan(sumber). ditanyakan untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit yang mungkin diturunkan. c. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya kiri). Setelah status umur kesehatan diperoleh.Sebelum melakukan pengkajian. data ini biasanya meliputi: a. pekerjaan. informan biasanya bisa dari pasien itu sendiri. muntah. Dalam wawancara pada kasus ini jika pasien diterima pertama kali oleh anggota tim kesehatan (kecuali dalam situasi gawat darurat).seperti nyeri dada retrosternal. g. bahu. memberikan informasi yang diperlukan untuk melkukan pengkajian menyeluruh pada status kesehatan individu. Wawancara klinis menciptakan kualitas hubungan. pusing. ditekan. Riwayat psikososial spiritual. Keterampillan wawancara menuntut perkembangan yang cermat dan diperhalus melalui praktik dan pengalaman. status pernikahan. riwayat kesehatan yang rinci merupakan komponen yang sangat berharga dari data dasar. dari keluarga pasien. sebaiknya melakukan wawancara terhadap pasien. Bila ada lebih dari satu masalah yang dianjurkan. Wawancara klinis merupakan salah satu segi yang terpenting dalam hubungan perawat pasien. dan lain sebagainya yang dapat memunculkan penyakit miokardium infark. maka hal pertama yang paling dibutuhkan adalah data dasar. alamat. berdebar-debar atau sinkope. d. Tanya apakah Nyeri disertai perasaan mual. e. ajukan pertanyaan apakah pasien pernah memiliki penyakit yang mendasari timbulnya oenyakit infark miokardium seperti. Riwayat penyakit sekarang. ditusuk. Nyeri berlangsung lebih lama dari angina pectoris dan tak responsif terhadap nitrogliserin. dan mengidentifikasi landasan untuk membuat diagnosa keprewatan.

6. anggota tim kesehatan lain. misalnya: ansietas. dispnea pada istirahat/aktivitas 2. Gaya hidup. Stres yang berhubungan dengan penyakit/keperihatinan finansial (pekerjaan/biaya perawatan medis) Tanda : Berbagai manifestasi perilaku. penurunan kontraktilitas ventrikel. h. distensi vena jugularis. leher Tanda : wajah meringis. 3. kulit pucat/sianosis. edema. perubahan berat badan. keluarga. Aktivitas/istirahat Gejala : Keletihan/kelelahan. Tahap pengkajian diawali dari pengumpulan data. punggung. catatan medis dan catatan keperawatan. menarik diri 7. keperawatan ruangan. gelisah. apakah masih dapat berinteraksi dengan baik bersama tetangga sekitar atau bahkan malah mengurung diri didalam rumah. alkohol dan kafein. 5. muntah. ketakutan dan mudah tersinggung.penyakit yang diderita oleh pasien. kelemahan . pola hidup menetap. marah. Makanan/cairan Gejala : mual. apakah keadaan ibadahnya masih seperti sebelum mengetahui penyakitnya atau bahkan sebaliknya. apakah keluarga menerima penyakit yang diderita pasien atau tidak dan bagaimana kegiatan sosial diluar rumah. dan diagnosa keperawatan bersifat aktual maupun resiko tinggi. analisis data. perilaku ini meliputi pola tidur. gizi(diet lebih lemak). Integritas ego Gejala : Ansietas. A. Sosial meliputi keadaan kegiatan yang dilakukan diluar rumah atau didalam rumah baik bersama keluarga ataupun tetangga. Tanda : takikardi. 4. kuatir dan takut.Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dari proses keperawatan. neurosensori Gejala : pusing selama tidur atau saat bangun (duduk dan istirahat) Tanda : Tidak tenang. tidak dapat tidur. jadwal olahraga tidak teratur. Spiritual meliputi kegiatan ibadah pasien setelah mengetahui penyakitnya. nyeri ulu hati Tanda: turgor kulit buruk (kulit kering atau berkeringat. Semua data dapat diperoleh dari klien. Hygiene Gejala: Keletihan/kelemahan. Nyeri dan ketidaknyamanan Gejala : nyeri dada hilang timbul dan dapat menyebar ke bagian lain seperti abdomen. olahraga. kelelahan selama aktivitas Tanda: Penampilan menandakan kelalaian perawatan personal. perubahan postur tubuh. kebiasaan merokok dan pengguanaan obat. Menurut Doengoes (2000) pengkajian terdiri dari : 1. Sirkulasi Tanda : tekanan darah meningkat/manurun. kehilangan nafsu makan. tidak nyaman.

maka diagnose keperawatan utama pasien mencakup hal berikut: 1.Menyatakan nyeri dada berkurang atau hilang . nyeri hilang atau berkurang Kriteira hasil : . memberikan sedasi dan mengurangi kerja miokardium Dx II : Potensial penurunan cardiac output berhubungan dengan perubahab irama jantung Tujuan : curah jantung kembali normal Kriteria hasil : Tekanan darah dalam batas normal Haluaran urine kembali normal Tidak ada atau penurunan disritmia Intervensi : - . nafas sesak.8. Cemas berhubungan dengan takut akan kematian.Menunjukkan menurunnya tegangan. 2. Potensial penurunan cardiac output berhubungan dengan perubahab irama jantung. 3. Pernapasan Gejala : dispnea Tanda : peningkatan frekuensi pernapasan.Mendemonstrasikan penggunaan teknik relaksasi . 4. Keamanan Gejala : Perubahan dalam fungsi mental. 5. mudah bergerak Intervensi : 1) Kaji ulang riwayat angina sebelumnya R : dapat membandingkan nyeri ada dari pola sebelumnya 2) Anjurkan klien untuk melaporkan nyeri dengan segera R : menunda melaporkan nyeri menghambat peredaan atau memerluukan peningkatan dosis 3) Bantu melakukan relaksasi misal mengajar nafas dalam R : membantu dslsm penurunan respon atau persepsi nyeri 4) Kolaborasi pemberian obat analgetik R : dapat menurunkan nyeri hebat.Diagnosa Keperawatan Berdasarkan pada data manifestasi klinis. C. Tujuan : klien merasa nyaman. Nyeri dada berhubungan dengan adanya iskemik jaringan akibat penyempitan arteri koroner. kehilangan kekuatan atau tonus otot 10.Perencanaan/Implementasi Dx I : Nyeri dada berhubungan dengan adanya iskemik jaringan akibat penyempitan arteri koroner. dan data pengkajian diagnostik. Interaksi sosial Gejala : Penurunan keikutsertaan dalam aktivitas sosial yang biasa dilakukan. rileks. riwayat keperawatan. B. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi. Potensial gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan turunnya curah jantung. pucat/sianosis 9.

sianosis. dan catat nadi perifer R : vasokontriksi sistemik diakibatkan oleh penurunan curah jantung Dx IV : Cemas berhubungan dengan takut akan kematian Tujuan : kecemasan klien berkurang Kriteria hasil : Cemas berkurang atau hilang Mendemonstrasikan keterampilan pemecahan masalah positif Mengidentifikasi sumber secara tepat Intervensi : Identifikasi persepsi klien terhadap ansietas R : koping terhadap nyeri sulit.1) Auskultasi tekanan darah bandingkan kedua tangan dan ukur dengan tidur. Tujuan : curah jantung kembali normal Kriteria hasil : Kulit hangat dan kering Nadi perifer kuat Tanda-tanda vital dalam batas normal Keseimbangan masukan dan pengeluaran Intervensi : Pantau pernapasan klien. duduk dan berdiri R : hipotensi dapat terjadi sehubungan dengan disfungsi ventrikel 2) Evaluasi kesamaan dan kualitas nadi sesuai indikasi R : penurunan curah jantung mengakibatkan menurunnya kelamahan atau kekuatan nadi Dx III : Potensial gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan turunnya curah jantung. atau cemas terhadap lingkungan Berikan periode istirahat R : penyimpanan energi dan meningkatkan kemampuan klien Berikan privasi untuk klien dan orang terdekat R : meningkatkan kepercayaan diri dan menurunkan rasa gagal Dx V : Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi Tujuan : klien dapat memahami penyakitnya Kriteria hasil : klien dapat memahami penyakitnya menyebutkan gejala yang memerlukan perhatian cepat mengidentifikasi perubahan pola hidup perlu intervensi keperawatan intervensi : 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) - . kulit lembab. klien dapat takut mati. catat kerja nafas R : vasokontriksi sistemik diakibatkan karena penurunan curah jantung Pantau pemasukan dan catat haluaran urine R : penurunan pemasukan terus menerus dapat menurunkan volume sirkulasi yang berdampak negatif pada perfusi dan fungsi organ Kaji fungsi gastrointestinal R : penurunan aliran darah kemesentri dapat mengakibatkan disfungsi gastrointestinal Lihat adanya pucat.

Evaluasi Nyeri Hilang/Berkurang Klien mampu beraktifitas secara mandiri dengan bantuan minimal Klien tidak cemas Curah jantung normal Perfusi jaringan adekuat Balance cairan seimbang Klien memahami tentang penyakit. ditusuk. perawatan & pengobatannya BAB IV PENUTUP A. ditekan. dan serangkaian enzim serum.1) Kaji tingkat pengetahuan klien atau orang terdekat R : perlu untuk pemberian rencana intruksi individu. maka jaringan jantung akan mati. Diagnosis MCI biasanya dapat di diagnostik berdasar pada riwayat penyakit sekarang. seperti diremas-remas. . EKG. Prognosis tergantung pada beratnya obstruksi arteri dan dengan sendirinya banyaknya kerusakan jatung. Jika terputusnya atau berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit. Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung. Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal. panas atau ditindih barang berat.Kesimpulan Infark Miocard adalah proses rusaknya jaringan jantung karena adanya penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner sehingga suplai darah pada jantung berkurang yang menimbulkan nyeri yang hebat pada dada. menguatkan harapan 2) Berikan informasi dalam bentuk belajar R : penggunaan metode bermacam-macam meningkatkan penyerapan pemahaman 3) Beri penguatan penjelasan faktor resiko R : memberikan kesempatan pada klien untuk mencapai informasi D.

Dengan adanya makalah ini yang berisikan tentang Asuhan Keperawatan Miocardium Infraction diharapkan mahasiswa mengetahui. penulis mendapatkan berbagai kesulitan. jadi penulis pemakalah sangat membutuhkan saran dan kritik dari pembaca guna untuk pembuatan makalah selanjutnya. Khususnya untuk makalah-makalah yang akan dijadikan makalah selanjutnya. Saran Untuk mencapai suatu keberhasilan yang baik dalam pembuatan Makalah selanjutnya. Mahasiswa Dalam pengumpulan data. dan memahami akan arti. maka penulis memberikan saran kepada: 1. khususnya perpustakaan. DAFTAR PUSTAKA . Dengan usaha yang sungguh-sungguh. Pendidikan Pada Prodi Keperawatan Persahabatan Jakarta. Agar dapat menyediakan buku-buku yang sudah mengalami perubahan-perubahan yang lebih maju sehingga buku tersebut bukan saja sebagai sumber ilmu tetapi dapat dijadikan sumber referensi untuk materi makalah. Penulis sadar bahwa pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan. 2. manfaat serta akibat / dampak dari apa yang telah dibahas pada makalah tersebut. sehingga penulis mendapatkan data untuk dapat menyelesaikan makalah ini. mengerti.B.

kalbe.5 Reviewer: Ningsih iyya .Jakarta : EGC. Doengoes.infokeperawatan.co. M.Buku Saku Patofisiologi.wordpress.com/2008/09/06/m-c-i/ http://blog. Jakarta: EGC Dokumentasi & Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah.E. Jakarta : EGC Corwin.co.google.com/2010/02/rahabilitasi-pasien-dengan-mci.ItemReviewed: askep Infark Miokard Posted by Ningsih iyya at 4:04 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook Labels: jantung No comments: Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Followers Entri Populer .wordpress.com/modul-belajar/interaktif/serangan-jantung-infark-miokard/ http://askep-askeb.com http://clusterzz.html http://teguhsubianto.com/category/asuhan-keperawatan Description: askep Infark Miokard Rating: 4. Jakarta. (2002).Brunner & Suddart.html http://www. Elizabeth J.pdf/147_05Penyak itJantungKoroner.ilmukeperawatan. Keperawatan medical bedah. (2000).org/wi ki/Myocardial_infarction http://www.com/2010/01/28/facts-about-alzheimers-disease/ http://perawattegal.blogspot.id/files/cdk/files/147_05PenyakitJantungKoroner.wikipedia. Rencana Asuhan Keperawatan.html http://translate.com/category/askep-sistem-kardiovaskuler/ http://shidiqwidiyanto.com/2009/05/asuhan-keperawatan-pada-klien-infark. http://aripurwahyudi. Volume 1.blogspot.com/2010/01/infark-miokard-akut. (Edisi 8).id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.html http://bared18.wordpress.et all.(Edisi 3).(2001).blogspot. EGC.

kep (1) KTI (5) L:P (2) maternitas (5) medikal bedah (5) nurse (5) obat (4) perawat (5) puisi (38) Resep makanan (6) skripsi (3) SOP (1) umum (10) . gerontik (1) kesehatan (3) kom.          CONTOH-CONTOH JUDUL KTI KTI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI askep Ileus obstruktif askep HHD KTI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK SEKS PRANIKAH TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI TRAKSI PADA FRAKTURE Waktu Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Pada Sistem Penglihatan dan Sistem Penghidu Keperawatan kesehatan jiwa komunitas MENINGIOMA Feedjit Labels                              aku (1) anatomi (3) aplikasi (1) cerpen (1) DOKPER (4) galaw (3) jantung (13) jiwa (1) k3 (7) kebencian (3) Kebidanan (16) kep jiwa (2) kep maternitas (1) kep mb (11) kep.

About Me View my complete profile .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful