P. 1
Data Pengamatan TEMPE

Data Pengamatan TEMPE

|Views: 38|Likes:
Published by Indra Afiando

More info:

Published by: Indra Afiando on Mar 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

Data Pengamatan No 1.

Gambar Pengamatan Berdasarkan pengamatan gambar, hari pada ke-…,

seluruh permukaan nasi yang dijadikan sebagai media

pertumbuhan telah di tutupi oleh miselia yang berwarna putih dan terdiri dari berkasberkas halus yang merupakan bagian tubuh jamur itu sendiri.

Pembahasan Indra Praktikum kali ini yaitu pembuatan bibit tempe. Nasi yang digunakan sebagai media merupakan pengganti dari kacang kedelai. Alasan utama Penggunaan nasi dikarenakan kandungan protein nya yaitu sekitar 2 gram per seratus gram nasi tidak terlalu jauh dengan kacang kedelai yang mempunyai kandungan Nasi sekitar 2,8 gram per 100 gram kacang kedelai. Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe. Jamur ini aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat. Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino. Selain itu jamur ini juga mampu menghasilkan protease. Hal yang harus diperhatikan adalah nasi putih yang digunakan harus dalam keadaan panas untuk mendapatkan kondisi steril.. Hal tersebut bertujuan agar tidak ada kontaminan yang menggangu pertumbuhan bibit tempe. Penaburan inkolum tempe dilakukan dengan secara merata dengan cara mengaduknya. Hal tersebut bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan jamur yang merata pada tempe. Setelah proses inokulasi pada nasi, pembungkusan dilakukan untuk proses fermentasi. Dari hasil pengamatan, seluruh permukaan nasi yang dijadikan sebagai media pertumbuhan telah di tutupi oleh miselia yang berwarna putih dan terdiri dari berkas-berkas halus yang merupakan bagian tubuh jamur itu sendiri.

Pembungkusan menggunakan plastik dapat diatasi dengan membuat lubang sebesar 2 cm ntuk aliran udara.Hal yang harus perhatikan pada proses fermentasi ini adalah aliran udara untuk pertumbuhan kapang. Hal tersebut dikarenakan kapang tempe termasuk mikroba yang mesofilik. Aliran udara yang terlalu cepat akan menyebabkan pertumbuhan metanolisme lebih cepat sehingga akan menghasilkan panas yang dapat merusak kapang. . Yang terakhir yaitu uap akhir dapat dikurangi dengan cara pengeringan untuk menghilangkan kadar air. Yang kedua yaitu suhu. waktu pemeraman yang baik adalah pada suhu ruang sekitar 2527 OC. Yang ketiga yaitu uap air. hal tersebut dapat diatasi dengan pembukaan bungkus plastic selama beberapa kali untuk menghilangkan uap air yang berlebihan agar tidak mengganggu pertumbhan kapang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->