P. 1
KLAIM KONSTRUKSI PENGENALAN, TEKNIK & KIAT MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM

KLAIM KONSTRUKSI PENGENALAN, TEKNIK & KIAT MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM

|Views: 178|Likes:
Published by dogar3000
KLAIM KONSTRUKSI
PENGENALAN, TEKNIK & KIAT
MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM
oleh :
Ir. H. Nazarkhan Yasin
KLAIM KONSTRUKSI
PENGENALAN, TEKNIK & KIAT
MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM
oleh :
Ir. H. Nazarkhan Yasin

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: dogar3000 on Mar 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2015

pdf

text

original

Sections

  • 2.PERKEMBANGAN KLAIM DI INDONESIA
  • 3.PEMBAHASAN KLAIM KONSTRUKSI
  • 3.5. Bentuk/Format Pengajuan Klaim
  • 3.7. Jenis-Jenis Klaim
  • 4.2. Pemberitahuan
  • PERKEMBANGAN KEJADIAN SUATU KLAIM
  • 5.PROSEDUR PENANGANAN KLAIM
  • 6.CONTOH-CONTOH KASUS KLAIM YANG BAIK
  • 1.PENGANTAR
  • 2.PAKAR KLAIM (CLAIM ARTIST)
  • 3.PELUANG KLAIM PENYEDIA JASA
  • 3.1Daya dukung tanah
  • 3.2Kekerasan Batuan Setempat
  • 3.3Re-optimasi dana
  • 3.5Perubahan bahan
  • 3.6Kondisi Lingkungan
  • 3.7 Kondisi budaya / keagamaan
  • 4.KIAT-KIAT BILA PELUANG KLAIM TAK ADA
  • 5. PELUANG PENGGUNA JASA MENGAJUKAN KLAIM
  • 5.1Pada waktu tender
  • 5.2Pada waktu pelaksanaan
  • 6KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
  • 6.1Kesimpulan
  • 6.2Saran-Saran

KLAIM KONSTRUKSI PENGENALAN, TEKNIK & KIAT MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM

oleh : Ir. H. Nazarkhan Yasin

1.

PENGANTAR Di negara-negara Barat dimana industri jasa konstruksi sudah berkembang dengan pesat dan menggunakan teknologi yang serba canggih, masalah klaim sudah lama dikenal dan sudah merupakan suatu masalah biasa yang terjadi antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Para penyedia jasa di negara-negara tersebut bersaing sangat ketat satu sama lain dalam usaha memenangkan tender untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Hampir semua penyedia jasa menguasai teknologi dan seluk beluk jasa konstruksi sehingga perbedaan harga penawaran pada waktu tender tidak lagi karena perbedaan harga suatu pekerjaan tetapi karena persaingan dalam efisiensi mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, perusahaan jasa konstruksi yang paling efisienlah yang dapat menekan harga suatu pekerjaan sehingga menjadi murah yang memungkinkannya memenangkan tender, bukan karena perbedaan mutu pekerjaan itu sendiri. Akhir-akhir ini persaingan harga karena efisiensi inipun sudah semakin ketat sehingga harga penawaran yang masuk hampir-hampir sama nilainya. Oleh karena itu beberapa perusahaan jasa konstruksi mencari keuntungan bukan dari efisiensi tapi dari kejeliannya melihat peluang klaim yang besar pada waktu tender. Setelah dia yakin bahwa peluang klaim tersebut cukup besar memberikan keuntungan maka harga penawarannya pada waktu tender ditekan sehingga jauh dibawah penawaran lain, sehingga dia menang. Setelah menang tender dia menyusun struktur klaim yang memang sudah direncanakan. Di Perancis ada 2 perusahaan besar yang demikian jelinya menyusun klaim, sampaisampai dijuliki “Claim Artist”. Salah satu perusahaan tersebut memenangkan tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Indonesia dengan harga yang jauh di bawah perusahaan lain.
1 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10

Kabarnya klaim yang diajukan dan diterima nilainya setelah ditambah dengan nilai kontraknya lebih tinggi dari nilai Penawar lain yang kalah. Bagaimana masalah klaim di Indonesia ? Orang Indonesia terlanjur banyak yang mengartikan klaim sebagai suatu tuntutan. Oleh karena itu klaim menjadi sesuatu yang “tabu”. Banyak pengguna jasa (Pemerintah) yang kurang senang apabila penyedia jasa mengajukan klaim. Tidak jarang terjadi penyedia jasa tersebut pada kesempatan berikut tidak disertakan lagi dalam tender karena sering mengajukan klaim. Inilah sebabnya di Indonesia sampai ditahun-tahun delapan puluhan sampai awal tahun sembilan puluhan penyedia jasa “takut” mengajukan klaim. Padahal sebagaimana akan kita lihat dalam uraian selanjutnya arti sesungguhnya dari klaim tak lebih dari suatu permintaan. Dalam uraian selanjutnya akan kita bahas pertama-tama mengenai perkembangan klaim di tanah air kita, kemudian dilanjutkan dengan cara pengelolaan klaim, pengertian klaim, kategori klaim dan sebab-sebab timbulnya klaim. Juga akan diuraikan cara-cara menyelesaikan sengketa konstruksi melalui arbitrase.
2.

PERKEMBANGAN KLAIM DI INDONESIA Berbicara mengenai perkembangan klaim di Indonesia, kita perlu menengok secara singkat perkembangan industri jasa konstruksi itu sendiri . Sejak kita merdeka, perkembangan jasa konstruksi dapat kita bagi dalam 5 periode, yaitu : 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Periode 1945 - 1950 Periode 1951 - 1959 Periode 1960 - 1966 Periode 1967 - 1996 Periode 1997 - 2002

2

Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10

2.1 Periode 1945 - 1950 Dalam periode ini yang merupakan periode awal kemerdekaan, industri jasa konstruksi belum lahir. Indonesia di sibukkan dengan pergolakan fisik melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Pelbagai hasil perundingan yang dicapai seperti Linggarjati, Renville, Rum-Royen tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Barulah setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) Indonesia bebas dari gangguan pihak Belanda. Praktis pada periode ini Indonesia belum ada pembangunan. 2.2 Periode 1951 - 1959 Dalam periode inipun Indonesia praktis belum mulai membangun karena sistim ketatanegaraan yang dipakai menyebabkan pemerintahan tidak pernah stabil (Kabinet berganti-ganti dalam hitungan bulan) disamping adanya gangguan dari golongan separatis seperti DI, TII, PRRI, Permesta. Pemerintah belum mempunyai rencana pembangunan yang definitif. 2.3 Periode 1960 - 1966 Dalam periode ini sistim ketatanegaraan Indonesia melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 kembali ke UUD 1945. Presiden Soekarno mulai melakukan pembangunan yang dikomandoi sendiri. Dicatat beberapa pembangunan Hotel megah (Indonesia, Samudera Beach, Ambarukmo, Bali Beach), Jembatan Semanggi, Wisma Nusantara, Gelora Bung Karno, Proyek Ganefo (sekarang Komplek MPR/DPR). Sayangnya proyek-proyek tersebut tidak banyak bermanfaat untuk rakyat banyak kecuali Bendungan Jatiluhur, Karangkates, Asahan. Industri Jasa Konstruksi mulai bangkit namun terbatas pada perusahaan-perusahaan Belanda yang di nasionalisasikan. Persaingan belum ada karena Proyek langsung ditunjuk Presiden. Klaim konstruksi tidak pernah ada. Sektor swasta baru mulai satu dua perusahaan.

3

Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10

2.4 Periode 1967 - 1996 Dalam periode ini Indonesia untuk pertama kali Pemerintah mempunyai program pembangunan yang terarah dan berkesinambungan yang dikenal dengan istilah Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dimulai tahun 1969. REPELITA I REPELITA II REPELITA IV REPELITA V : 1969 - 1974 : 1974 - 1979 : 1984 - 1989 : 1989 - 1994

REPELITA IIII : 1979 - 1984

Dapat dikatakan dalam periode inilah mulai tumbuh industri jasa konstruksi secara definitif. Perusahan-perusahan Belanda yang diambil alih pada tahun 1959 dan berstatus Perusahaan Negara (PN) diubah statusnya menjadi Persero. Pekerjaan tidak lagi dibagi tapi ditenderkan. Mulailah persaingan antar BUMN. Kemudian swastapun mulai bangkit, termasuk swasta asing. Proyek-proyek banyak yang menggunakan dana dari luar negeri. Teknologi sudah semakin maju. Jenis kontrak beragam namun klaim konstruksi masih jarang terjadi, baru dari pihak swasta asing. 2.5 Periode 1997 – 2002. Dalam periode ini industri jasa konstruksi benar-benar lumpuh. Akibat krisis moneter pertengahan 1997 banyak proyek terbengkalai. Pengguna jasa tak mampu membayar penyedia jasa. Klaim-klaim konstruksi mendadak banyak bermunculan terutama karena penyedia jasa tidak dibayar. Industri jasa konstruksi yang telah tumbuh dan berkembang demikian pesatnya selama kurun waktu 32 tahun berhenti secara mendadak. Banyak penyedia jasa yang ambruk/bangkrut. PHK terjadi dimana-mana.

4

Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10

Ditengah-tengah kelumpuhan industri jasa konstruksi, Pemerintah membuat Undang-Undang No. 18/1999 tentang jasa konstruksi beserta 3 peraturan pelaksanaannya ; PP No. 28/ 2000, PP No. 29/ 2000 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Ini suatu ironi. Dahulu selama 32 tahun industri jasa konstruksi berkembang tanpa ada peraturan-peraturan yang baku. Sekarang pada saat industri jasa konstruksi berhenti justru dibuat peraturan perundangan sebagai rujukan. Dari uraian tersebut diatas dapatlah disimpulkan bahwa walaupun industri jasa konstruksi di Indonesia telah berkembang selama + 32 tahun klaim konstruksi baru mulai muncul beberapa tahun terakhir (awal tahun 1997).
3.

PEMBAHASAN KLAIM KONSTRUKSI
3.1

Umum. 3.1.1 Klaim konstruksi dapat terjadi antar para pihak yang berkontrak. Tegasnya klaim mungkin saja datang dari pihak penyedia jasa kepada pengguna jasa atau sebaliknya. Jadi tidak benar bila klaim hanya datang dari pihak pengguna jasa atau sebaliknya hanya pengguna jasa yang boleh mengajukan klaim. 3.1.2 Disamping itu klaim dapat juga terjadi dari pihak lain diluar kontrak seperti konsultan pengawas/perencana, para sub penyedia jasa terhadap pengguna jasa atau penyedia jasa. 3.1.3 Arti klaim sesungguhnya adalah permintaan/permohonan mengenai biaya, waktu dan atau kompensasi pelaksanaan diluar ketentuan tercantum dalam kontrak konstruksi. Jadi adalah suatu kekeliruan/salah pengertian yang menganggap klaim adalah suatu tuntutan. Memang benar klaim adakalanya berakhir dengan suatu tuntutan baik melalui

5

Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10

kedua belah pihak dapat mengajukan klaim satu sama lain. 3. 3. Mereka menginginkan terdapat keputusan yang cepat. Upaya hukum dalam bentuk apapun bila telah keluar keputusan arbitrase tidak diperkenankan (berbeda dengan pengadilan yang memungkinkan banding. kasasi atau peninjauan kembali). 6 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Penyedia jasa boleh mengajukan tambahan waktu pelaksanaan atau tambahan kompensasi dari pengguna jasa.suatu badan peradilan atau lembaga arbitrase apabila permintaan tersebut tidak dikabulkan atau tidak dilayani. atau beberapa konsesi seperti pengurangan dari persyaratan teknis atau spesifikasi bahan. 1.1. para arbiter dapat dipilih yang profesional dan keputusannya adalah final dan mengikat para pihak. permasalahannya semakin terbuka untuk umum.4 Pengajuan klaim dapat dilakukan dengan berbagai cara dan yang paling sederhana berupa permintaan lisan sampai dengan permintaan yang disusun secara tertulis lengkap dengan data pendukungnya.1. 2.5 Para pihak didalam suatu kontrak konstruksi lebih menyukai pemecahan secara damai tanpa melalui badan peradilan. Penyelesaian melalui arbitrase lebih disukai karena disamping waktu lebih pendek. 3.1. Pengguna jasa boleh klaim pembebasan dalam pengertian pengurangan nilai kontrak dan atau percepatan atau penundaan dari pelaksanaan penyedia jasa. karena penyelesaian melalui pengadilan disamping memakan waktu dan biaya.6 “KLAIM-KLAIM Dalam konteks suatu kontrak konstruksi.

Dalam wilayah hukum dan ancaman hukum.dari penyedia jasa kepada pengguna jasa atau sebaliknya. Prinsip-prinsip yang sama dari pembelaan atau pengajuan klaim yang disajikan disini juga digunakan pada mayoritas dari keadaan klaim-klaim lainnya. waktu atau kompensasi pelaksanaan atas sesuatu yang telah diberikan atau dimaksud dari salah satu pihak dalam kontrak kepada pihak lain. termasuk para sub-penyedia jasa konstruksi perencana atau konsultan hukum. banyak pihak lain baik secara terikat kontrak atau lainnya boleh mengajukan klaim satu sama lain baik kepada pengguna jasa atau penyedia jasa. Klaim tidak lebih dari suatu permintaan atau pemohonan mengenai biaya. kebanyakan diselesaikan jauh sebelum hal ini terjadi. mulai dari yang tidak resmi atau bahkan permintaan lisan sampai kepada paket dokumen klaim yang disusun secara rapi. Kesalahan konsep yang biasa terjadi adalah klaim itu secara alamiah adalah berupa tuntutan hukum dengan pengertian salah satu pihak menggugat pihak lain atas suatu kerusakan dalam rasa hukum. kebanyakan pengguna jasa dan penyedia jasa menyadari penyelesaian tanpa melalui jalur hukum 7 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Walaupun beberapa klaim memburuk sampai suatu titik dimana permintaan membutuhkan tindakan hukum atau arbitrase. Pembicaraan kita dititik beratkan pada klaim-klaim yang paling biasa selama masa pelaksanaan . Kebanyakan mayoritas klaim yang diprakarsai oleh pengguna/ penyedia jJasa diselesaikan melalui perundingan mematuhi ketentuan-ketentuan atau pendekatan yang disetujui bersama mengenai waktu dan biaya pelaksanaan antara pengguna jasa dan penyedia jasa.Tentu saja. Sebetulnya bukan ini kasusnya. Klaim-klaim dapat disajikan dalam setiap macam bentuk.

3 Sebab-sebab timbulnya Klaim.sangat lebih dikehendaki. Percepatan waktu penyelesaian pekerjaan c. Kedua belah pihak biasanya menderita jika klaim berlangsung atau dialihkan kedalam tuntutan hukum. Kebanyakan para pengguna jasa yang baik akan memilih yang tersebut pertama. Berdasarkan hal ini klaim dapat dikategorikan dalam 2 hal yaitu : 3. Tambahan kompensasi c. Tambahan waktu pelaksanaan pekerjaan b. 1992) 3.2 Dari penyedia jasa terhadap pengguna jasa berupa : a. Tujuan setiap orang yang bersangkutan haruslah mengerti situasi klaim secepatnya dan menyelesaikannya selekas mungkin. (Gilbreath.2. Bagi para pengguna jasa tuntutannya mungkin lebih sederhana : Apakah anda lebih suka mendapatkan penyelesaian proyek atau memaksakan klaim lewat pengadilan ?. Kompensasi atas kelalaian penyedia jasa 3. klaim adalah suatu hal yang sangat wajar terjadi. Sesungguhnya dalam industri jasa konstruksi.2.2. Di negara Barat yang industri jasa konstruksinya sudah berkembang dan para pelaku industri jasa 8 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Pengurangan nilai kontrak b. klaim dapat terjadi dari pengguna jasa terhadap penyedia jasa atau sebaliknya. Tambahan konsesi atas pengurangan spesifikasi teknis atau bahan.1. Sebagaimana telah disinggung dalam butir 3. 3.1 Dari pengguna jasa terhadap penyedia jasa berupa : a. Kategori Klaim.

sewaktu bertugas di Saudi Arabia terasa asing dikuping sewaktu pengguna jasa menanyakan : “Do you have any claim to us ?” Di Indonesia hampir tak pernah ada pengguna jasa yang bertanya seperti kejadian di Saudi Arabia tersebut.konstruksi menyadari betul arti sebuah klaim.3. b. maka hal ini menjadi biasa. klaim dapat berasal dari mana saja. tindakan/keinginan Tuhan atau hal lain yang menyebabkan pihak yang mengajukan klaim pihak yang mengajukan klaim menderita rugi. Penyedia jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak c. Pekerjaan yang dilaksanakan penyedia jasa cacat atau kurang sempurna.1 Dari pihak pengguna jasa a.2 Dari pihak penyedia jasa a. Walaupun ada beberapa sebab timbulnya klaim. 9 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . tetapi hampir semuanya memiliki dasar dalam tindakan atau pengurangan dari salah satu pihak dalam kontrak namun dapat juga yang kurang sering terjadi seperti sebab-sebab dari pihak ketiga. Hal ini tak lain karena salah pengertian mengenai arti sesungguhnya dari klaim sehingga dianggap sesuatu yang “tabu”. Sebagai ilustrasi.3. Pemutusan kontrak 3. Dalam pelatihan ini kita batasi sebab-sebab timbulnya klaim antara para pihak dalam suatu kontrak konstruksi yaitu antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Jadi sebagaimana dengan perubahan pekerjaan. 3. Kelambatan atau cacat informasi yang harus diserahkan pengguna jasa seperti gambar-gambar atau spesifikasi.

Dalam suatu lingkungan proyek konstruksi yang sangat kompleks memberikan tekanan waktu dan biaya pada semua pihak dan menyadari banyak sekali hubungan. tetapi hampir seluruhnya mempunyai dasar dengan dugaan bahwa tindakantindakan. g. d. Ada banyak sebab-sebab klaim. oleh salah satu pihak dalam kontrak atau – yang kurang sering terjadi oleh pihak ketiga. “SEBAB-SEBAB TERJADI KLAIM Sebagaimana halnya dengan perubahan-perubahan pekerjaan. tindakantindakan Tuhan atau lainnya – menyebabkan pihak yang mengajukan klaim menderita kerugian. f. karena hal ini sangat kurang biasa dibandingkan situasi klaim yang di bicarakan sebelumnya. Perubahan atau diketahui e. tanggung jawab. pengurangan-pengurangan.b. Pertama-tama mari kita bahas kasus di mana pengguna jasa melakukan klaim kepada penyedia jasa. Kelambatan atau cacat dari bahan atau peralatan yang harus disediakan pengguna jasa. Biasanya pengguna jasa mengajukan klaim-klaim terhadap para penyedia jasanya (dan dalam hal tersebut biro teknik atau konsultan lain) salah satu atau lebih sebab-sebab berikut : metode kerja tertentu termasuk kelambatan atau percepatan dari pelaksanaan keadaan lapangan yang tidak 10 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . klaimklaim berasal dari mana saja. Reaksi dari pengaruh pekerjaan yang berturutan. c. kewajiban dan saling ketergantungan sehingga mudah terlihat mengapa klaim-klaim adalah sama biasanya dengan menggambarkan suatu pemandangan konstruksi seperti beton dan penulangannya. gambar-gambar atau spesifikasi teknis. Larangan proyek. Kontrak yang kurang jelas/perbedaan penafsiran. Perubahan ketentuan-ketentuan.

Pekerjaan yang cacat. Jenis-jenis klaim kerugian dalam hal ini adalah kehilangan penggunaan dari fasilitas tersebut.1. Jika penyedia jasa telah berjanji untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dalam kontrak secara keselurqhan atau sebagian. 3. Para pengguna jasa yang menghadapi klaim-klaim para penyedia jasa dapat membalas dengan klaim tandingan. Dalam banyak kejadian pekerjaan tidak sesuai spesifikasi tersebut dalam kontrak atau hal lain yang tidak cocok dengan maksud yang di tetapkan. Klaim tandingan ini biasanya menyerang atau berusaha memojokkan/mendiskreditkan unsur-unsur asli dari klaim penyedia jasa – dengan membuka halhal yang tumpang tindih atau perangkapan kerugian biaya. bahkan jika kelambatan tersebut di luar kendAli dari penyedia jasa. Sebagai pembelaan klaim. dalam waktu yang telah di tetapk!n. pengaruh reaksi pada penyedia jasa lain dan kenaikan biaya dari pekerjaan lain yang terlambat. 2. Para pengguna jasa yang tidak puas dengan apa yang dihasilkan penyedia jasa dapat mengajukan klaim atas kerugian termasuk biaya perubahan. penggantian atau pembongkaran pekerjaan yang cacat. Kelambatan yang disebabkan penyedia jasa. atau menyebutkan perubahan-perubahan atau pasal-pasal klaim dalam 11 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . lain. pengguna jasa dapat mengajukan klaim atas kerugian bila kelambatan tersebut di sebabkan penyedia jasa atau dalam kejadia. Kadang-kadang barang-barang atau jasa yang diminta tidak sesuai garansi/jaminan dari penyedia jasa atau pemasoknya.

timbul karena pemutusan kontrak. 12 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Klaim jenis lain. Para penyedia jasa juga mengajukan klaim kerugian bila merasa mereka secara tidak sah di keluarkan dari proyek atau hal lain yang menghalangi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan. Titik berat pembicaraan tidak akan sampai pada contoh yang ekstrim ini karena perhatian dipusatkan pada situasisituasi klaim yang lebih biasa terjadi – yaitu yang muncul selama masa pelaksanaan pekerjaan dan bila kelanjutan pelaksanaan kewajiban-kewajiban kontrak oleh kedua belah pihak di pikirkan. Hal ini biasanya terjadi bila penyedia jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau karena suatu sebab meninggalkan lapangan pekerjaan. Dalam hal ini biasanya pengguna jasa meminta konpensasi untuk kenaikan biaya di luar yang telah di bayarkan kepada penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara lain.kontrak yang melarang atau modifikasi dari tindakan-tindakan penyedia jasa dalam hal terjadi sengketa umpamanya. Kelambatan atau cacat informasi dari pengguna jasa. walaupun jarang terjadi. biasanya dalam bentuk gambar-gambar atau spesifikasi teknis. seperti perubahan-perubahan tidak resmi yang dapat di ringkas sebagai berikut : 1. Kelambatan atau cacat dari bahan-bahan atau peralatan yang di serahkan pengguna jasa 2. Kedua situasi ini muncul bila kontrak secara nyata telah di putuskan salah satu pihak. Dalam hal ini. kebanyakan klaim yang di temukan dalam proyek konstruksi datang dari penyedia jasa terhadap pengguna jasa karena satu dan lain sebab – kasus-kasusnya serupa bila tidak sama.

gambar-gambar atau 4. Oleh karena terjadi penundaan maka pekerjaan ini terpaksa di laksanakan dalam musin hujan yang mengakibatkan menurunnya produktivitas dan 13 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Perubahan-perubahan spesifikasi. yang menyebabkan tambahan biaya atau penambahan waktu di luar yang tersebut dalam kontrak. penyedia jasa akan klaim bahwa sesuatu telah terjadi (atau gagal terjadi). Pengaruh reaksi dari pekerjaan yang bersamaan 6. 1992): 3. Kontrak yang memiliki arti mendua atau perbedaan penafsiran. Namun terkadang penyedia jasa. 7. permintaan. atau yang dapat secara wajar di harapkan pada waktu penawaran atau penanda tanganan kontrak (Gilbreath. Unsur-Unsur Klaim Konstruksi. Bila pekerjaan di ubah ketakanlah volume pekerjaan bertambah atau sifat dan jenisnya berubah maka tidak terlalu sulit untuk menghitung berapa tambahan biaya yang di minta penyedia jasa beserta tambahan waktu. Dalam setiap situasi ini. Larangan-larangan metoda kerja tertentu termasuk kelambatan atau percepatan pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa. Perubahan kondisi lapangan atau kondisi lapangan yang tidak di ketahui 5. Pekerjaan yang tidak berubah tadi seharusnya di kerjakan pada musim kemarau. Menghitung klaim biaya untuk hal ini tidaklah mudah.4. di samping klaim yang di sebutkan tadi juga klaim sebagai dampak terhadap pekerjaan yang tidak berubah.3. Hal ini dapat di terangkan sebagai berikut : suatu pekerjaan yang tidak di rubah terpaksa (karena alasan teknis pelaksanaannya) di tunda pelaksanaannya karena ada pekerjaan lain yang berubah. Klaim-klaim konstruksi yang biasa muncul dan paling sering terjadi adalah mengenai waktu dan biaya sebagai akibat perubahan pekerjaan.

Belum lagi kemungkinan terjadi kenaikan upah buruh karena musim hujan tambahan tenaga pengamanan. Akan tetapi. penyedia jasa segera memberitahukan pengguna jasa mengenai hal itu dan pengaruh dari masing-masing. biaya atau keduanya dalam masing-masing kategori). biaya administrasi dan overhead. Dalam banyak kasus di mana situasi klaim yang bonafide telah terjadi. Jika suatu keadaan rangsangan klaim yang telah di terangkan sebelumnya terjadi. Beberapa biaya yang paling biasa terjadi adalah : kenaikan upah tenaga kerja/tambahan atau upah lebih tinggi tambahan material dan peralatan yang di perlukan tambahan pengawasan. penyedia jasa telah menderita beberapa kenaikan biaya-biaya (dalam arti waktu. “UNSUR-UNSUR KLAIM KONSTRUKSI. dampak biaya – biaya pada pekerjaan yang tidak di rubah – tidak mudah untuk di tentukan atau di hitung biayanya. kebanyakan para penyedia jasa meminta tambahan waktu dan/atau konpensasi untuk (1) kenaikan biaya untuk melaksanakan perubahan pekerjaan dan (2) “dampak biaya” pada pekerjaan yang tidak berubah. Bila pemberitahuan ini di lakukan dengan menekankan klaim. administrasi dan overhead kenaikan waktu yang perlu untuk pelaksanaan membuka/mengerjakan kembali pekerjaan penurunan produktivitas atau efisiensi pengaruh cuaca catatan mengenai hambatan-hambatan dan kelambatan-kelambatan demobilisasi dan remobilisasi penanganan material yang berlebihan biaya-biaya lembur dan waktu kerja 14 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Mari kita bicarakan dulu biayabiaya untuk melaksanakan perubahan pekerjaan.perlu tambahan biaya untuk melindungi pekerjaan tersebut dari pengaruh cuaca (hujan). Pengguna jasa boleh menerima atau menolak biaya-biaya langsung untuk melaksanakan pekerjaan yang di rubah.

Dampak-dampak biaya dapat termasuk hal-hal berikut: Biaya untuk melindungi pekerjaan terhadap cuaca dingin. Untuk dampak biaya-biaya. seluruh hal tersebut di atas dapat diklaim. Biaya-biaya alat pemanas dan bahan bakar untuk melindungi orang dan untuk pelaksanaan pekerjaan seperti pemanasan untuk beton. dipermukaan yang licin. tapi sulit dijawab: Berapa kenaikan biaya untuk melaksanakan pekerjaan B dan C setelah pekerjaan A dirubah. Pertanyaan mengenai apakah dampak biaya dapat dikurangi dengan mudah dapat dikatakan. Misalkan pengguna jasa karena satu dan lain hal memperlambat pekerjaan penyedia jasa dan menyebabkan penundaan pekerjaan tersebut yang telah direncanakan untuk dilaksanakan dalam musim panas menjadi musim dingin. Cara terbaik untuk melukiskan dampak biaya adalah melalui sebuah contoh. Untuk menjawab pertanyaan ini baik penyedia jasa maupun pengguna jasa harus menetapkan apa yang seharusnya menjadi biaya untuk pekerjaan B dan C dan A tidak berubah. 15 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Bedanya adalah lebih sulit menetapkan dasar dari dampak dan menghitung kenaikan biaya. tetap. Inefisiensi dalam produksi disebabkan karena para pekerja bekerja dalam cuaca dingin. dengan perlindungan peralatan yang tidak praktis. Hal ini membutuhkan analisis kualitatif yang lebih dan seringkali merupakan masalah yang paling sulit sehubungan dengan dampak biaya. produktivitas salah penempatan peralatan yang mengarah pada penurunan kehilangan nilai ekonomi dari material penumpukan pada tempat kerja de-efisiensi dari jenis pekerjaan. dan selama waktu siang yang lebih pendek. toh penyedia jasa harus menanggung biaya sehubungan dengan pekerjaan musim dingin yang seharusnya dilakukan pada musim panas. Pekerjaan itu sendiri adalah sama.- lembur yang berlebihan.

Kehilangan waktu karena suhu yang ekstrim atau kondisi iklim. Kerusakan material dan peralatan karena cuaca. Walaupun klaim dan perubahan pekerjaan sasarannya sama yaitu meminta kompensasi atas biaya dan waktu namun sesungguhnya berbeda sifatnya.- Kenaikan biaya perawatan peralatan. Kemudian dilengkapi dengan keterangan yang mendukung klaim tersebut dan disusun berurutan biasanya berdasarkan surat-menyurat antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Akan tetapi jenis klaim biasanya mengikuti struktur sebagai berikut : 16 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Bila tidak/belum disetujui pekerjaan tersebut belum dilaksanakan. Perpanjangan premi asuransi atau pembayaran garansi. diajukan pada saat pekerjaan sudah atau sedang dikerjakan. Bentuk/Format Pengajuan Klaim. Biasanya cara pengajuan klaim dimulai dengan penyampaian fakta mengenai suatu pekerjaan yang ditanyakan. Kenaikan biaya pemondokan dan transpor. Sedangkan klaim. Kelambatan karena libur Natal. harga material. (Gilbreath. dan analisis biaya.5. Ketidakmampuan untuk menjaga angkatan kerja. Kenaikan upah buruh. Kompensasi atas perubahan pekerjaan diajukan sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Sebagaimana telah disebut sebelumnya. 1992) 3. Klaim konstruksi dapat beragam dalam bentuk dan isinya. diantaranya mengenai lokasi pekerjaan. klaim-klaim penyedia jasa dapat bervariasi dalam bentuk dan isinya. “STRUKTUR KLAIM PENYEDIA JASA”. peralatan dan biaya overhead karena inflasi dan eskalasi harga.

1. (Gilbreath. dan sebagainya. Keterangan mengenai fakta peristiwa yang telah terjadi (atau tidak terjadi) biasanya disajikan secara kronologis dan merupakan surat-menyurat. Akibat dari keadaan rangsangan klaim. dan sebuah klaim biasanya diajukan setelah atau selama pelaksanaan pekerjaan bersangkutan. yang mungkin termasuk rincian daftar kenaikan biaya yang disebabkan perubahan atau suatu perbandingan antara biaya sesungguhnya dan biaya yang diperkirakan – perbedaan antara keduanya menunjukkan jumlah klaim. 3. 1992) “Prosedur Klaim” 17 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . pengajuan biaya terjadi sebelum pekerjaan dilaksanakan. struktur pembiayaan yang meliputi bagian pekerjaan yang ditanyakan. Dalam arti yang sangat kaku mungkin sama. dengan pertimbangan bahwa dalam kedua hal tersebut penyedia jasa menyajikan informasi mengenai tambahan biaya kepada pengguna jasa. Keterangan mengenai ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat kontrak seperti lingkup pekerjaan. rapat-rapat. Analisa biaya. 2. Akan tetapi. perintah-perintah perubahan. 4. biasanya disajikan sebagai cerita mengenai kenaikan/tambahan usaha yang diperlukan penyedia jasa. Perlu diingat bahwa klaim berbeda dengan perhitungan penyedia jasa akibat pemberitahuan perubahan pekerjaan. Begitu kenaikan kompensasi atau tambahan waktu disetujui maka klaim harus berubah menjadi perubahan pekerjaan.

Akan tetapi klaim tersebut haruslah ditata/diatur secara logis dan berisi fakta pernyataan klaim dalam sebanyak mungkin rincian yang diperlukan untuk menyajikan pandangan penyedia jasa.Penyedia jasa harus menyiapkan klaimnya secara tertulis untuk kompensasi tambahan bagi perubahan yang harganya tidak ditetapkan dalam rincian yang mencukupi untuk mengajukan secara jelas fakta-fakta yang diperlukan untuk menunjukkan biaya dan posisinya dimana dia berhak mendapatkan kenaikan harga kontrak karena perubahan pekerjaan. 18 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Jika penyedia jasa atau subpenyedia jasa melampaui batas ini. Sebagai tambahan untuk memperkuat klaim mengenai kompensasi tambahan penyedia jasa atau sub penyedia jasa harus mengajukan klaim tambahan waktu yang diperlukan untuk perubahan pekerjaan dalam batas penyelesaian tersebut dalam kontrak. laporan-laporan dari saksi ahli dan foto-foto dan juga harus berisi dasar hukum dan kontrak dari klaim tersebut untuk menunjukkan bahwa penyedia jasa berhak mendapatkan kenaikan nilai kontrak. Penyedia jasa atau sub penyedia jasa mudah dikenakan ganti rugi kelambatan karena uangnya dapat dipotong dari pembayaran termijn atau uang retensi. Tak ada format tertentu yang diperlukan untuk pengajuan klaim. Banyak penyedia jasa dan sub-penyedia jasa mengatakan keprihatinannya pada pemberitahuan tentang klaim mengakibatkan hubungan jelek dengan pengguna jasa. kemungkinan dia akan dikenakan ganti rugi kelambatan. Sesungguhnya klaim tak perlu menyebabkan perselisihan jika ditangani dengan benar dan taktis dan jika pihak lain dapat dibuat mengerti bahwa pemberitahuan tersebut diperlukan sesuai kontrak. juga harus berisi atau merujuk pada dokumen-dokumen pokok dan pasal-pasal kontrak. Kebanyakan penyedia jasa dan sub-penyedia jasa diminta berdasarkan kontrak untuk mengajukan klaim perpanjangan waktu jika proyek terlambat karena suatu sebab untuk menghindari ganti rugi kelambatan.

perpanjangan waktu dan tambahan biaya. dan penyedia jasa mengajukan klaim perpanjangan waktu untuk melaksanakna pekerjaan tambah. Jika perubahan pekerjaan menyebabkan penyedia jasa terlambat dan dia lupa minta perpanjangan waktu maka dia terpaksa mempercepat pekerjaan dengan biayanya sendiri untuk menghindari ganti rugi atas keterlambatan. Pekerjaan tambah tersebut akan memperlambat penyelesaian pekerjaan. 2. diperlukan 2 macam klaim . penyedia jasa harus mengajukan biaya atau data harga. Jadi. jika pengguna jasa secara lisan memberitahukan kerja tambah kepada penyedia jasa yang akan menyebabkan penyelesaian pekerjaan perintah. penyedia jasa harus mengajukan klaim perpanjangan waktu dalam batas waktu tertentu setelah menerima Penyedia jasa telah diperintahkan untuk melaksanakan pekerjaan tambah (jelaskan disini pekerjaan apa) yang menyebabkan dia menanggung biaya tambahan. terlambat. Para penyedia jasa pemerintah harus mematuhi dengan sejujur-jujurnya ketentuan-ketentuan perundingan yang diatur dalam Armed Services Procurement Act bila mereka mengajukan klaim-klaim. bila proyek terlambat. Menurut peraturan ini. Klaim untuk tambahan biaya akan diajukan kemudian (atau diajukan sekarang bila dketahui). menyatakan bahwa data tersebut akurat/benar. Penyedia jasa dapat melindungi dirinya mengenai hal ini dengan mengirim satu surat kepada pengguna jasa yang berisi dua pernyataan : 1. Kesalahan yang biasa terjadi dari penyedia jasa yang melaksanakan pekerjaan tambah hanya mengajukan klaim tambahan biaya dan melalaikan klaim perpanjangan waktu. lengkap dan up to date 19 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .Sebagai contoh.

dikirim 20 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Hal ini tidak ditanyakan dalam rapat sebelum pemasukan penawaran (prebid meeting) karena perusahaan tersebut melihat hal ini suatu peluang besar untuk mengajukan klaim. Oleh karena itu dia mengajukan penawaran yang harganya di bawah penawaran lain sehingga dia memenangkan tender tersebut. (Stokes. rupanya perusahaan ini telah mengetahui jenis batuan di lokasi yang akan dibuat terowongan tersebut jauh lebih keras dari yang tersebut dalam dokumen tender. Mata bor yang dipakai ternyata tidak mampu menembus batu-batuan dan patah. Perencana dan penyedia jasa dapat juga secara terus menerus meninjau pekerjaan sebelum dilaksanakan untuk mengurangi sengketa dan perubahan-perubahan pada saat-saat terakhir. Salah satu klaim perusahaan tersebut.(mutakhir) dan setuju untuk penyesuaian bila data yang disampaikan tidak akurat. makin berkurang biaya. Makin cepat perubahan dilakukan. dalam pelatihan ini disajikan cara perusahaan Perancis yang memenangkan tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang telah disinggung sebelumnya. menghindari perubahan-perubahan terlambat perencanaan konstruksi. Pada waktu tender. kelambatan dan sakit hati pada proyek. Pekerjaan segera dihentikan. Pengajuan Untuk perubahan-perubahan sesuai waktu yang dapat mencegah dalam kelebihan biaya. mata bor yang patah dan contoh batu-batuan setelah difoto. Pada waktu melaksanakan pekerjaan terowongan tersebut terbukti dugaan perusahaan tersebut tidak salah. Beberapa instansi pemerintah memiliki format rinci untuk menghimpun keterangan-keterangan klaim yang diperlukan dalam perudingan. menyangkut pekerjaan pemboran untuk membuat terowongan pengelak yang panjangnya beberapa ribu meter. 1977) Sebagai suatu ilustrasi. para pengguna jasa dapat tertolong dengan secara terus menerus meninjau kembali perencanaan dan spesifikasi.

Klaim biaya a) b) c) d) Biaya mobilisasi mesin bor yang baru Tambahan biaya untuk pengeboran batuan yang lebih keras Biaya tambahan untuk ahli mesin bor yang baru Tambahan biaya overhead karena waktu pelaksanaan Sewa tambahan untuk sewa peralatan yang idle karena bertambah e) menunggu mesin bor yang baru Oleh karena klaim-klaim tersebut didukung data yang akurat. 21 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . hampir seluruhnya diterima dan dibayar oleh pengguna jasa. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas perusahaan itu menyusun klaim tambahan waktu dan tambahan biaya sebagai berikut : 1. Hasil penelitian sebab-sebab mata bor itu patah juga membuktikan bahwa jenis mata bor tersebut patah karena dipakai untuk jenis batuan yang lebih keras. Selain itu laporan laboratorium juga merekomendasikan agar dipakai mesin bor khusus dengan menggunakan mata bor dengan memakai intan. Hal inilah yang ditunggu perusahaan tersebut.kelaboratorium independen di Perancis. 2. Hasil Laboratorium menyebutkan dengan pasti kekerasan batuan tersebut menurut Skala Mohs yang ternyata lebih keras dari kekerasan batu yang tercantum dalam dokumen tender. Klaim perpanjangan waktu a) b) c) Waktu demobilisasi mesin bor yang lama Waktu mobilisasi mesin bor yang baru (didatangkan dari Tambahan waktu untuk pekerjaan lain akibat tertundanya Brasilia) pekerjaan terowongan.

Ditambah dengan klaim-klaim lain maka seluruh klaim (menurut keterangan) sudah hampir sama dengan nilai kontrak asli Dari uraian tersebut di atas terlihat bahwa klaim yang berdasarkan data yang akurat (bukan karangan atau mengada-ada) seharusnya diterima. misalkan dari penyedia jasa kepada pengguna jasa (ini yang sering terjadi) maka klaim tersebut harus dianalisis dengan cermat. Bila suatu klaim muncul.6. biaya overhead. Akan tetapi analisis biaya tidaklah mudah dan dapat bervariasi sesuai kecerdikan penyedia jasa seperti memasukkan tambahan biaya untuk pekerjaan yang sesungguhnya tidak berubah tapi terpengaruh pelaksanaannya karena ada pekerjaan yang berubah. Berdasarkan hal tersebut diatas perusahaan tersebut dijuluki “Claim Artist”. Membuktikan apakah klaim tersebut berdasarkan fakta serta sesuai kontrak tidaklah terlalu sukar karena rujukannya jelas. Pertama-tama pengguna jasa harus meneliti apakah klaim tersebut berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan. Kemudian dianalisis dasar hukumnya seperti kesesuaian dengan kontrak atau peraturan perundangundangan dan akhirnya tentu saja meng-analisis biaya yang diminta. tambahan biaya uang karena ada perpanjangan waktu dan lain sebagainya. 22 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Kemudian penyedia jasa juga klaim biaya sewa alat yang menganggur/idle. 3. “Analisis klaim-klaim. Analisis Klaim. Terlihat pula disini bahwa sesungguhnya pengguna jasa ikut memberikan sumbangan pada klaim ini yaitu kekurang telitian menyampaikan data lapangan sewaktu tender dan ini memang hal yang sering terjadi.

Ini sukar dilaksanakan. kebanyakan pengguna jasa menanggapi secara negatif pendekatan metoda biaya total ini. pengawasan perubahan yang tersusun. Inilah daerah pembelaan klaim – analisa biaya – yang mengandung resiko tertinggi dan menuntut perhatian terbesar dari pengguna jasa. metoda biaya total 2. Perkiraan atau asumsinya adalah bahwa semua kenaikan biaya yang diderita penyedia jasa merupakan klaim. metoda kenaikan biaya. penyedia jasa secara sederhana membandingkan biaya sebenarnya dari pelaksanaan suatu pekerjaan atau bagian pekerjaan dengan biaya yang diharapkan (atau biaya pada waktu penawaran atau harga kontrak). Akan tetapi. pengguna jasa harus menganalisis secara seksama klaim tersebut dalam 3 tahapan yaitu: (1) analisis secara faktual (apa sesungguhnya yang terjadi) (2) analisis secara hukum atau berdasarkan kontrak (apakah benar analisis biaya (berupa biaya tambahan uang atau waktu harus penyedia jasa berhak mengajukan klaim) (3) diberikan kepada penyedia jasa). Ada dua metoda yang nyata untuk menghitung biaya-biaya klaim : 1.Untuk mempertimbangkan manfaat-manfaat dari klaim dan menentukan tambahan kompensasi apa yang diizinkan (bilamana ada). penetapan kemajuan pekerjaan dan pembayaran yang obyektif dan sebagainya. Dengan metoda biaya total. rincian data. Analisis klaim secara faktual dan hukum lebih mudah jika anda mempunyai bentuk pengawasan yang cocok. 23 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Masalah utama adalah penyedia jasa harus membuktikan bahwa pekerjaan yang di rubah di laksanakan seefisien mungkin. Tidak perlu disebut. sungguh mengejutkan berapa luas analisa biaya dapat bervariasi dari keadaan fakta dan hukum yang sama.

Selain itu metode kenaikan biaya menitik beratkan pada penyebab dan pengaruh dalam satu nada. (Gilbreath. Dengan metode kenaikan biaya. sementara lebih banyak sengketa tertunda. sehingga mengurangi efektifitas klaim. misalnya : Pengarahan anda adalah pemadatan tanah dilakukan dengan alat pemadat tangan yang seharusnya menggunakan mesin giling menyebabkan kami menanggung kenaikan biaya. metode ini mensahkan kenaikan-kenaikan biaya yang timbul dari kondisi-kondisi lain dari yang terhutang pada fakta-fakta klaim (in-efisiensi penyedia jasa. 1992) 3. Yang paling penting. Seringkali dengan filosofi biaya total. suatu unsur kenaikan biaya yang tidak pada tempatnya. Jenis-Jenis Klaim. Metoda kenaikan biaya lebih dianjurkan dibandingkan dengan metode biaya total karena beberapa alasan. nasib buruh. pendekatan ini memungkinkan biaya-biaya diperkirakan untuk unsur-unsur pekerjaan yang berlainan dibawah penetapan parameter biaya yang adil. para penyedia jasa mengaitkan setiap tambahan biaya dengan setiap fakta penyebab. Klaim jenis ini biasanya mengenai permintaan tambahan biaya dan tambahan waktu. hal ini biasanya tidak berdaya guna dalam mencari penyelesaian. Pertama-tama. Di antara beberapa jenis klaim. Kedua.7. mengaburkan atau menodai unsur-unsur yang bermanfaat. bila dimasukkan kedalam klaim. metode kenaikan biaya memungkinkan peningkatan pemecahan dengan mudah. unsur-unsur pemecahan dapat dipisahkan dan ditangani dengan cepat. 24 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . faktor-faktor yang tidak berkaitan dengan klaim itu sendiri). akan ditinjau 2 (dua) jenis klaim yang paling sering terjadi yaitu klaim yang timbul akibat keterlambatan penyelesaian pekerjaan.Walaupun pendekatan ini dapat menyakinkan “batas atas” dari biaya klaim yang diperlukan.

penyedia jasa tidak mendapatkan seluruh klaim kelambatan yang diminta karena tidak seluruh kelambatan tersebut kesalahan pengguna jasa. Kelambatan-kelambatan dengan konpensasi (ganti kerugian). Ketiga macam klaim tersebut adalah : 1. Salah satu jenis klaim yang paling sering terjadi adalah pengguna jasa.Selain itu terdapat pula jenis klaim lain sebagai akibat kelambatan tadi yaitu klaim atas biaya tak langsung (overhead). Penyedia jasa juga mempunyai andil dalam kelambatan tersebut yang terjadi secara tumpang tindih. penyedia jasa hanya diberikan perpanjangan waktu. Walaupun klaim kelambatan kelihatannya sederhana saja. Misalnya penyedia jasa hanya diberikan tambahan waktu pelaksanaan tanpa tambahan biaya karena alasan-alasan tertentu. Untuk hal ini. Kebanyakan Pengadilan menjumpai tiga macam klaim yang jelas. namun dalam kenyataannya tidak demikian. tapi tidak tambahan biaya atau pembebasan lainnya. Di lain kejadian penyedia jasa selain mendapat tambahan waktu mendapatkan pula konpensi lain. Dalam banyak kasus klaim tersebut berupa tambahan waktu dan biaya. penyedia jasa lain atas kondisi-kondisi lapangan menyebabkan penyedia jasa terlambat. 25 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . “Klaim-klaim kelambatan. 2. Kemungkinan lain. Kelambatan yang dapat diterima (execusable delay). meminta penggantian tambahan biaya overhead dengan alasan biaya ini bertambah karena pekerjaan belum selesai. Penyedia jasa yang terlambat menyelesaikan suatu pekerjaan karena sebab-sebab dari pengguna jasa. dan cara penyelesaian tergantung pada macam yang terkait.

kelambatan diistilahkan sebagai berbenturan. terlepas apakah pengguna jasa terlambat atau tidak. Jika semua dapat dibuktikan. Menguraikannya adalah suatu tantangan besar dan biasanya memerlukan analisis dari ahli secara sungguh-sungguh seperti menyusun program jadual cpm dan sebagainya. Misalkan kelambatan ini menunda mulainya pekerjaan dari 1 Januari sampai 1 Juli (6 bulan keterlambatan pengguna jasa). 3. Klaim-klaim kelambatan hampir selalu mengarah pada permintaan waktu dan 26 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . penyedia jasa terlambat 3 bulan karena masalah mereka sendiri. Kelambatankelambatan yang tumpang tindih ini sungguh menjadi rumit bila kelambatan dari satu penyedia jasa menyebabkan kelambatan penyedia jasa lain. penyedia jasa hanya diberikan perpanjangan waktu selama 3 bulan yaitu periode Januari – April – 3 bulan kelambatan semata-mata masalah pengguna jasa. Sebagai contoh : pengguna jasa mungkin terlambat menyerahkan peralatan kepada penyedia jasa untuk dipasang atau terlambat mendapatkan izin bangunan (IMB) atau otorisasi daerah sehingga penyedia jasa tidak dapat mulai kerja. Disini maksudnya adalah kelambatan tersebut sebagian karena kesalahan pengguna jasa dan sebagian lagi karena kesalahan penyedia jasa dan periode kelambatannya tumpang tindih atau berbenturan. Disamping itu penyedia jasa tidak dapat menyelesaikan gambar-gambar kerja atau jaminan pelaksanaan (atau beberapa kewajiban lain) dalam periode 1 April sampai dengan 1 Juli (3 bulan keterlambatan penyedia jasa). Bila kedua pihak bersalah. Dengan kata lain. sub penyedia jasa dan seterusnya. Kelambatan-kelambatan yang berbenturan. Masa dari 1 April sampai 1 Juli adalah masa tumpang tindih – berbenturan.Disini penyedia jasa tidak saja diberikan perpanjangan waktu (jika hal itu dapat ditunjukkan bahwa perpanjangan waktu tersebut perlu) tapi juga tambahan ganti rugi/konpensasi. dan tidak ada satu pihak pun mendapat pembebasan.

13. Berhutang kepada semua hal tersebut diatas dan lebih lagi mudah dilihat mengapa kelambatan yang diizinkan sangat jarang – jika waktu diberikan. dan disamping biaya-biaya langsung dan terkait 27 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . 2. 6. 3. 9. 14. 10. 15. 7. hanya karena kelambatan ?. 11. 12. 4. bunga bank (interst) asuransi overhead kantor pusat biaya umum penyewaan pemeliharaan alat pemasokan materal dukungan teknik administrasi kontrak mutu program administrasi pengamanan pengawasan perpanjangan atau kehilangan masa jaminan ganti rugi penyimpanan dan perlindungan material. 8. Beberapa unsur biaya yang biasa yang meningkat sebagai akibat dari waktu (biaya-biaya waktu peka) adalah: 1. 1992) “Biaya-biaya umum dalam klaim. 5. uang biasanya diberikan juga (klaim ganti rugi). Penggunaan paling biasa dari keterlambatan yang diizinkan adalah bila diberikan dimuka – pengguna jasa dan penyedia jasa setuju mengenai penundaan untuk kebaikan salah satu pihak atau keduanya. Dapatkah penyedia jasa menagih biaya-biaya umum kepada pengguna jasa. Dengan kata lain. jika pengguna jasa memperlambat penyedia jasa selama dua bulan.uang. (Gilbreath.

pajak real estate. 28 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Biaya-biaya ini tidak khusus dibebankan pada salah satu kontrak.seperti tersebut diatas penyedia jasa managih overhead kantor pusat – apakah harus dibayar ?. tagihantagihan umum pada kantor pusat. Kebanyakan orang menolak dugaan ini segera. metoda pengalokasian beban yang dipakai dan disebar. apakah biaya-biaya klaim ini diizinkan (apakah sudah dimasukkan dalam biaya kontrak lain) 3. Jika kontrak yang terlambat dari satu tahun menjadi dua tahun pelaksanaan. Bagaimana biaya-biaya perusahaan ini dialokasikan keseluruh kontrak. tetapi biasanya berkisar : 1. 4. pengeluaran-pengeluaran perusahaan staf perusahaan. Pengadilan telah mengizinkan biaya overhead dalam situasi kelambatan. Apa yang menyebabkan biaya overhead naik ?. biaya iklan dan seterusnya. tetapi hal ini mempunyai manfaat – dan telah dibenarkan dalam kasus per kasus. biaya-biaya ini berjalan terus tidak pandang apakah ia proporsional terhadap jumlah pekerjaan sesungguhnya ada atau tagihan yang terjadi. tapi diperhitungkan dengan menyebarkannya kepada semua kontrak dan termasuk secara tidak langsung dalam harga penawaran penyedia jasa. Isu final ini menjadi prinsip pembukuan yang hanya diketahui beberapa orang saja sehubungan dengan pengumpulan biaya. dokumen kontrak (apa yang disebutkan tentang unsur biaya ini) 2. unsur-unsur apa saja yang dimasukkan (keanggotaan golf direktur utama). Sebagai contoh pertimbangkan gaji seorang direktur utama penyedia jasa. Rationya beraneka. pengeluaran gedung.

Bahwa sistim biaya dan jadual adalah penting bukan saja untuk pengawasan kontrak tapi juga untuk perlindungan klaim. (Gilbreath. Dalam paragrap ini akan diuraikan bagaimana proses klaim yang terjadi sebagai akibat perubahan yang diperintahkan atau diminta. Klaim yang berkembang menjadi tuntutan hukum sering terjadi beberapa tahun-tahun sesudah semua orang yang bertanggung jawab telah pindah atau melupakan apa yang terjadi. macam-macam biaya yang dapat terlibat dan pengelolaan kontrak yang kritis. dalam hal apa saja. anda harus tahu bagaimana keputusan anda mengenai kepekaan waktu dan biaya dan harus siap untuk menikmati atau menanggung konsekwensi sebelum hal tersebut diambil. 1992) 4. Sebuah butir penting lain muncul disini. Jika anda terlibat dalam konstruksi. 29 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . pelaporan kontrak. Perkembangan Kejadian Suatu Klaim. Hal yang sama juga benar untuk dokumentasi. Hal itu mengenai seseorang dari mereka untuk membuat anda seorang yang percaya pada sistim pengelolaan kontrak dan pengawasan kontrak. Hal ini berarti bahwa semua orang harus mengetahui dasar-dasar pengajuan dan pembelaan klaim. Tidak ada maaf untuk kekurangan pelatihan atau kesadaran pada isu ini – untuk klaim-klaim yang tidak peka.Mencukupi untuk menyatakan bahwa biaya-biaya kelambatan sering lebih tinggi dari yang disadari pengguna jasa dan harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati sebelum kelambatan dibuktikan atau diizinkan terjadi. catatan pembukuan yang sangat teliti.

Klaim.6. 30 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Gilbreath dalam bukunya : “MANAGING CONSTRUCTION CONTRACTS” halaman 213 secara grafis sebagaimana tertera dalam halaman 33. 4. Arbitrase/Pengadilan. Klaim berawal dari terjadinya suatu perubahan pekerjaan. 4.4.2. Perubahan Pekerjaan. 4. Bila klaim disetujui diterbitkan perintah perubahan pekerjaan.Hal ini dijelaskan oleh Robert D. Bila perubahan pekerjaan tidak diketahui sebelumnya maka perubahan pekerjaan tersebut dinamakan perubahan tidak resmi. maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemberitahuan kepada pengguna jasa.5. 4. Permintaan Perubahan.3. Pemberitahuan. Perubahan pekerjaan ini terdiri dari 2 (dua) kemungkinan : • • Diketahui sebelumnya Tidak diketahui sebelumnya. 4. Penerbitan Perintah Perubahan. Apabila pemberitahuan dan atau permintaan perubahan disetujui maka pengguna jasa wajib menerbitkan perintah perubahan pekerjaan. Untuk ini penyedia jasa mengajukan permintaan perubahan kepada pengguna jasa. Apabila pemberitahuan dan atau permintaan perubahan tidak disetujui pengguna jasa maka penyedia jasa mengajukan klaim.1. Bila perubahan pekerjaan diketahui sebelumnya. Penjelasan dari diagram tersebut adalah sebagai berikut : 4.

PERKEMBANGAN KEJADIAN SUATU KLAIM. Setelah terbit perintah perubahan harus diikuti dengan penerbitan amandemen kontrak.7.Apabila klaim tidak disetujui. Amandemen Kontrak. penyedia jasa dapat mengajukan penyelesaian sengketa lewat arbitrase atau pengadilan (sesuai kesepakatan dalam kontrak). 31 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . 4.

administrasi kontrak memegang peranan yang sangat penting. Kelalaian. 32 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .1.2. kecerobohan serta kurang terpeliharanya arsip-arsip dan data-data kontrak lainnya termasuk surat menyurat antara pengguna jasa dan penyedia jasa akan sangat melemahkan perjuangan dalam penanganan masalah klaim. PROSEDUR PENANGANAN KLAIM. 5. 5. Manajer Kontrak/Administrator Kontrak. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa sasaran pertama dari pengelolaan kontrak adalah menghilangkan atau setidaknya mengurangi kemungkinan terjadinya suatu klaim.5. bahkan dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya penyelesaian suatu klaim sangat tergantung dari kerapihan dan kecermatan memelihara dan mengelola Administrasi kontrak sejak saat kontrak ditanda tangani. Administrasi Kontrak. Dalam menangani klaim.

Bahan-Bahan Evaluasi. Dokumen kontrak b. Mempelajari dokumen kontrak. b.Seperti proses dalam perubahan pekerjaan. 5. 5.3. Semua diskusi. manajer kontrak/administrator kontrak biasanya bertugas menangani klaim. Jadual pelaksanaan 33 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Untuk melaksanakan evaluasi dengan baik diperlukan dokumen-dokumen yang mencakup hal-hal berikut : a. Tentu saja dengan otoritas dari pengguna jasa/penyedia jasa jika suatu klaim terjadi. d. Perubahan-perubahan pekerjaan c. mulai sejak klaim muncul sampai dengan penyelesaiannya. Korespondensi dengan penyedia jasa f. Mencatat dan mengarsipkan dengan cermat d. manajer kontrak/administrator kontrak melakukan hal-hal berikut : a. Harus yakin hal tersebut secara manajerial benar b. Risalah rapat e. Evaluasi. arsip proyek. surat-menyurat dokumen-dokumen pendukung dan sebangsanya yang berhubungan dengan klaim harus diperoleh dan dihimpun untuk dievaluasi apakah klaim tersebut dapat diterima atau ditolak. Mewawancarai orang-orang yang bersangkutan dari pihak pengguna jasa. Ringkasan pekerjaan tambah/kurang yang telah disetujui. Manajer kontrak/administrator kontrak kemudian memimpin suatu usaha penelitian secara mendetail termasuk didalamnya : a. Menganalisis klaim dengan teliti c. Menyelesaikannya sesegera mungkin.4. laporan-laporan yang mungkin diperlukan untuk menganalisis klaim.

administrator kontrak harus meyakini bahwa 34 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . 5. Perintah Perubahan. Dalam hal ini semua perubahan terhadap kontrak harus diawasi dan didokumentasikan dengan baik. Dan seperti beberapa proses lain yang diuraikan disini. Penyelesaian Klaim.1 hingga butir 5. Apabila seluruh arsip-arsip klaim sudah lengkap maka manajer kontrak/administrator kontrak meminta bantuan orang-orang proyek lainnya untuk menganalisis dan menyiapkan tanggapan atas klaim tersebut. Catatan : Seluruh prosedur tersebut diatas yaitu butir 5. 5. Apabila cara penanganan klaim seperti diatas tidak mencapai persetujuan. Analisis. Akan tetapi bila sebuah klaim disajikan.5.g. Sekali klaim tersebut telah diselesaikan maka perintah perubahan pekerjaan harus diterbitkan. dia bertindak lebih sebagai koordinator daripada sebagai kuasa pengguna jasa.6. manajer kontrak biasanya bertugas menangani klaim sejak permohonan sampai penyelesaian.7 dapat pula dilakukan oleh penyedia jasa apabila inisiatip klaim datang dari pihak penyedia jasa. Photo-photo dokumentasi proyek h.7. Laporan harian dan sebagainya. Sasaran pertama dari pengelolaan kontrak adalah menghilangkan atau mengurangi timbulnya kondisi rangsangan klaim dan klaim itu sendiri. 5. maka dapat ditempuh melalui pengadilan atau arbitrasi. Seperti proses perubahan pekerjaan.

Dokumentasi termasuk kontrak itu sendiri. Semua percakapan. mengenai klaim harus diperoleh dan dihimpun. ikhtisar pekerjaan tambah dan persetujuan-persetujuan. manajer kontrak menyusun daftar bantuan dari personal proyek dalam menganalisis klaim dan menyiapkan tanggapan kepada penyedia jasa. 35 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . insinyur-insinyur perencana. arsip proyek dan laporan-laporan dan himpunan dokumentasi yang akan diperlukan untuk menganalisis klaim. Dia harus membuat arsip klaim dan mencatat klaim tersebut dalam suatu usulan atau buku daftar klaim untuk maksud penelusuran. Jika tambahan informasi diperlukan dari penyedia jasa. Arsip terpisah harus dipelihara untuk setiap klaim dan harus termasuk rekaman dari bagian kontrak yang menyangkut klaim. hasil dari analisis faktual. Kemudian manajer kontrak menyelenggarakan usaha penelitian rinci termasuk diantara tugas-tugas lain. jadual yang dibuat penyedia jasa. hal ini harus dicatat dalam buku daftar klaim dan penyedia jasa diminta untuk menyediakannya. perubahan-perubahan pekerjaan. dan secara wajar diperbaiki selekas mungkin. korespondensi. Beberapa hal adalah seperti perusakan moral pegawai pengguna jasa dan penyedia jasa sebagai hal yang pahit seperti klaim yang tidak terselesaikan. aktivitas harian atau laporan kemajuan pekerjaan. korespondensi dengan penyedia jasa. Setiap klaim yang diterima pengguna jasa harus diteruskan ke manajer kontrak. dokumen pendukung dan sebangsanya. risalah-risalah rapat. foto-foto proyek. Orang-orang yang dilibatkan termasuk manajer konstruksi. insinyur biaya.hal tersebut memberikan pandangan pengelolaan yang tepat. catatan waktu. dengan hati-hati dianalisis dan didokumentasikan. hukum dan biaya dan dokumendokumen lain yang mungkin dapat membantu penolakan atau penyelesaian klaim. Sekali arsip klaim telah lengkap. manajer kontrak. pembuat jadual proyek dan sebagainya. wawancara dengan personalia pengguna jasa yang terkait. perkiraan progres dan penagihan dan catatan telepon. Usaha mereka seharusnya menyusun dan mengkoordinasikan tugas dari analisis yang objektif dan tanggapan yang wajar.

walaupun hal ini diizinkan jika pengguna jasa menginginkannya. Jika keputusan mengenai klaim tidak mungkin tanpa melibatkan manajemen pengguna jasa yang lebih tinggi. Pengguna jasa dari suatu komplek industri yang sedang dibangun. perubahan pekerjaan harus diterbitkan untuk mendukung keputusan klaim.1 Kasus 1. 6. Sekali lagi. manajer kontrak tidak harus secara emosional terlibat dalam sengketa. menyusun dan merekomendasikan proses. tetapi ketimbang menerima tantangan untuk menangani setiap klaim berdasarkan usahanya sendiri lebih lama. Walaupun kecenderungan adalah kuat. peranan manajer kontrak adalah penasehat mengenai otoritas kontrak pengguna jasa. 1992) 6. dia merubah spesifikasi 36 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Sekali klaim telah terselesaikan. melibatkan dan meng-koordinasikan usahanya dengan personel proyek yang berkaitan. manajer kontrak menyiapkan dan mengajukan unsur-unsur klaim dan analisnya dan membantu proses sesuai kebutuhan. Ketika pulang. Dalam hal ini semua perubahan kontrak apakah atas inisiatip pengguna jasa (pembentukan dan mengakibatkan perubahan pekerjaan) atas dasar inisiatip penyedia jasa (pengajuan klaim dan berakibat perubahan pekerjaan) diawasi dan didokumentasikan dengan cara yang sama. tidak perlu sebagai penyelenggara kontrak.Manajer kontrak tidak pernah harus menyetujui kenaikan biaya dengan penyedia jasa atau pembebasan lain tanpa otoritas yang tepat dan dianjurkan bahwa proyek manajer atau kepala perwakilan pengguna jasa memimpin semua perundingan dengan penyedia jasa. bertanggung jawab. dengan penuh antusias mengenai inspeksi radiografi untuk mengetahui cacat pengelasan. baru-baru ini mengirimkan seorang insinyur mesin mengikuti seminar 3 hari mengenai teknik pemeriksaan pengelasan. CONTOH-CONTOH KASUS KLAIM YANG BAIK. (Gilbreath.

untuk proses penanaman pipa uap tepat setelah penyedia jasa melaksanakan pekerjaan tersebut. perlu biaya tambahan untuk mendatangkan dari luar. Akan tetapi penyedia jasa tetap mengajukan klaim sebagai kompensasi diatas jumlah tersebut diatas untuk memperhitungkan : 37 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . melatih atau mengganti tukang las lainnya. Perubahan berdampak pada penambahan panjang kabel yang ditanam hanya sebanyak 10% dari perkiraan asli dan penyedia jasa dibayar berdasarkan unit price untuk penambahan ini.000.000. (Gilbreath. Banyak pengelasan ditolak dan harus diulang dan jadual bertambah hingga musim dingin yang mengakibatkan inefisiensi dalam pengelasan..sebagai tambahan kompensasi karena inefisiensi dan campur tangan disebabkan kenaikan proses pengawasan. 1992) 6.000.2 Kasus 2. Setelah beberapa bulan bekerja. Karena tukang las yang berkualitas sangat sulit di lokasi pekerjaan. Karena pemeriksaan dilakukan oleh perusahaan lain yang disewa pengguna jasa tidak ada perubahan pekerjaan.2. Singkatnya klaim tersebut sebagai berikut : Spek asli hanya minta pemeriksaan pengelasan secara visual namun inspeksi periodik dengan X-Ray menyebabkan pengelasan pipa terhenti pada saluran terbuka karena tukang las takut kena radiasi. Tambahan pengelasan karena ditolak membutuhkan tambahan empat tukang las. Sebuah kontrak unit price dimenangkan oleh penyedia jasa listrik untuk pembangunan pusat listrik. Gambar berubah mengenai saluran kabel bawah tanah dan rute/jalannya kabel yang ditetapkan secara tiba-tiba ketika tarikan kabel dimulai dalam pabrik. penyedia jasa yang memasang pipa mengajukan klaim sebesar Rp.

- Demobilisasi. 1992) 6. - In-efisiensi dalam pembelian dan pemotongan kabel. Pada waktu generator turbine akhirnya tiba. waktu tunggu. Cuaca yang membeku menyebabkan es memblokir sungai yang bersebelahan dengan pusat listrik. Gudang sementara untuk generator turbin di lapangan 38 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Penyedia Jasa-A tidak dapat memindahkan komponen-komponen berat dari dermaga tongkang ketujuan penempatannya dibangunan turbin karena lubang galian pipa sedalam 7 meter terisi sebagian pipa air sirkulasi yang menghalangi jalan masuk. dipotong. Peralatan akan dipasok oleh kapal tongkang 2 minggu setelah Penyedia Jasa –A melakukan mobilisasi lapangan. Jika kabel diukur. Untuk mengejar kehilangan waktu. Penyedia Jasa -A mengajukan klaim sebagai tambahan kompensasi karena : Tenaga kerja dan peralatan menunggu 2 bulan karena es dan tambahan 2 bulan untuk kelambatan lubang pipa. proyek manajer memerintahkan Penyedia Jasa –B untuk memulai instalasi sirkulasi pipa air dari bangunan turbine ke menara pendingin. dengan keterlambatan 2 bulan dalam penerimaan turbine generator milik pengguna jasa. Kontrak lump sum untuk memasang genarator turbin untuk pusat listrik nuklir diberikan kepada Penyedia Jasa A – Mekanikal. karena penyedia jasa tidak dapat merencanakan penggunaan kabel sampai kepada panjang potongan kabel maksimum dari standar gulungan kabel yang dibeli.3 Kasus 3. ditarik dan kemudian dikeluarkan lagi dan dibuang karena revisi gambar perubahan ukuran kabel dan rute. (Gilbreath.- in-efisiensi dalam operasi. dan remobilisasi dan angkatan kerja dari satu tempat ketempat lain dari pabrik karena perubahan gambar kenyataan.

persaingan dalam efisiensi untuk memenangkan tender sudah sedemikian ketatnya. 39 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Untuk mencapai hal tersebut perlu dipelajari. Peluang yang dimaksud adalah kejelian atau kepiawaian dalam melihat dan memanfaatkan klaim. kemudian kecerdikan dan kemahiran dalam menyusun dan menyajikan klaim tersebut sehingga dapat diterima dan disetujui. 1992) TEKNIK DAN KIAT MEMANFAATKAN PELUANG KLAIM 1. Tidak semua orang/perusahaan dapat memanfaatkan peluang klaim ini karena perlu menguasai teknik dan kiat tertentu.- Percepatan kerja segera lubang pipa ditutup untuk mengatasi kehilangan waktu Kehilangan keuntungan karena tidak dapat menggunakan tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan lain. (Gilbreath. sehingga orang mulai mencari peluang lain dalam bersaing untuk memenangkan tender atau memperoleh pekerjaan. PENGANTAR Didunia Barat dimana industri jasa konstruksi sudah sangat maju.

manajemen. Sesungguhnya untuk menjadi pakar klaim dapat dipelajari dengan cara-cara sebagai berikut: 2. PELUANG KLAIM PENYEDIA JASA 3. PAKAR KLAIM (CLAIM ARTIST) Seperti telah disinggung dalam pelatihan sebelumnya di Perancis ada 2 perusahaan yang konon diberi gelar “Claim Artist” atau pakar hukum klaim. dsb) 40 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . tertib dan akurat. Peluang ini baru dapat dimanfaatkan jika administrasi proyek konstruksi dikelola dengan baik.1 Daya dukung tanah Segera setelah penyedia jasa yang bertekad mencari peluang klaim menebus dokumen tender proyek pembangunan sebuah superblock. tipu muslihat atau hasil dari suatu kolusi antara pengguna jasa dan penyedia jasa Baik penyedia jasa maupun pengguna jasa sama-sama memiliki peluang klaim. Tanpa melakukan hal ini maka peluang klaim tinggallah suatu peluang yang sia-sia karena tidak dimanfaatkan 2.1 Pelajari dengan teliti dan seksama seluruh dokumen tender baik yang menyangkut masalah hukum. hukum. Lakukan apa yang lazim disebut “Bussines Intelligence” 3. dia segera membentuk tim khusus untuk mempelajari dokumen tersebut dari segala segi (teknik. keuangan. perbankan.Pemanfaatan peluang klaim bukanlah suatu manipulasi.4 Bilamana perlu (karena sifat proyek sangat kompleks) menyewa jasa konsultan hukum konstruksi yang profesional Pelihara administrasi kontrak sejak waktu tender sampai kontrak berakhir. manajemen. maupun teknis dan lain-lain. 2. keuangan.2 2.3 2.

00 m lebih panjang dari tiang pancang yang direncanakan semula.00 m menjadi 20.00 m dan biaya tambahan untuk upah pemancangan dari semula 15. Apabila hal ini diteruskan maka dapat di pastikan bangunan superblock tersebut akan mengalami penurunan (settlement). demobilisasi alat pancang lama (kapasitasnya tidak cukup untuk memancang tiang pancang 20 m) b. Hasil penyelidikan tanah menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman 18. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah ulang ini. Setelah dilakukan beberapa kali pemancangan percobaan (test pile) dibeberapa titik yang berbeda ternyata tiang pancang belum mencapai lapisan tanah keras (kalendering tidak tercapai). pengguna jasa menyetujui pekerjaan tambah untuk tambahan panjang tiang pancang beton dari semula 15. Penyedia jasa tersebut mengetahui bahwa panjang tiang pancang yang direncanakan tersebut.Oleh karena pekerjaan cukup kompleks dan menggunakan teknologi tinggi.000 m.00 m. tapi juga sangat profesional dan berpengalaman dibidang teknik. tanah keras didaerah tersebut terdapat pada kedalaman yang cukup dalam karena dia sudah berpengalaman bekerja didaerah tersebut dan telah melakukan penyelidikan tanah. kurang panjang karena dia sudah tahu persis. Oleh karena itu pemancangan distop dan mohon izin kepada pengguna jasa untuk melakukan penyelidikan tanah ulang. ganti rugi sewa alat pancang lama 41 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Setelah dokumen kontrak diteliti ternyata jumlah tiang pancang beton yang akan dipancang berjumlah 800 buah dengan panjang masing-masing 15. remobilisasi alat pancang baru (kapasitas lebih besar) c.00 m menjadi 20. Namun demikian penyedia jasa mengajukan klaim berupa : a. dia menyewa konsultan hukum yang bukan saja terkenal reputasinya dalam bidang hukum.00 m dan merekomendasikan tiang pancang yang panjangnya 5.

42 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .1 Klaim perpanjangan waktu: ahli klaim. Informasi ini dia simpan untuk dirinya sendiri sehingga dia memenangkan tender dengan cara menekan harga penawaran. Selain biaya untuk mengganti mesin bor yang harus didatangkan dari tempat lain. Secara garis besar klaim yang diajukan adalah sebagai berikut : 3. Dia yakin nantinya akan mendapat perintah perubahan pekerjaan pengeboran yang cukup besar setelah memenangkan tender tanpa ada pesaing dari penyedia jasa lain. peserta tender tersebut mengetahui bahwa kekerasan batuan yang tercantum dalam dokumen tender.2. Untuk meyakini dirinya dia mohon izin meyelidiki kekerasan batuan dilokasi proyek tersebut atas biaya sendiri.2 Kekerasan Batuan Setempat Suatu mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) membutuhkan suatu terowongan pengelak. Ternyata dugaannya tepat karena hasil penelitian kekerasan batuan menyebutkan batuan dilokasi tersebut lebih keras dari yang tercantum dalam dokumen tender. ganti rugi peralatan lain yang idle menunggu penyelidikan tanah ulang f.d. tambahan sewa alat pancang baru e. penyedia jasa tadi juga mengajukan biaya-biaya lain untuk pekerjaan yang tertunda atau terhalang termasuk sewa alat. dan lain-lain. lebih lunak dari kekerasan batuan yang sesungguhnya. mendatangkan dan menyetel mesin bor jenis lain yang lebih besar dan lebih kuat dari tempat yang jauh diluar Negeri. biaya overhead lapangan 3. biaya lain. Mulai dari membongkar mesin bor yang lama (yang kapasitasnya tidak mampu untuk mem-bor batuan yang lebih keras). Sebuah perusahaan Perancis yang memenangkan tender proyek ini dengan harga sangat rendah Oleh karena sudah mempunyai pengalaman dilokasi yang berdekatan.

Setelah penyedia jasa tersebut memenangkan tender ternyata lingkup pekerjaan memang dikurangi karena kekurangan dana. b.3 Re-optimasi dana Salah satu peluang klaim adalah kemungkinan terjadinya pekerjaan kurang. karena kekurangan dana.2 Klaim biaya: Waktu demobilisasi mesin bor lama Waktu remobilisasi mesin bor baru Waktu pekerjaan lain yang tertunda a. tambahan biaya mesin bir baru 3. diantaranya mengakibatkan jumlah tiang pancang yang semula sebanyak 800 buah turun menjadi 500 buah (pengurangan sebanyak 300 buah) dan tentunya pengurangan bagian bangunan diatasnya. Tentu saja hal ini merisaukan penyedia jasa tersebut karena dengan pengurangan pekerjaan ini dia akan kehilangan laba yang cukup besar dan sudah diproyeksikan sebelumnya. remobilisasi mesin bor baru b. 300 Juta yang akan ikut dipotong pengguna jasa dari nilai kontrak. c.a.2. 3. Dalam bentuk nilai rupiah terjadi pengurangan biaya sebesar ± Rp. 3 milyar termasuk 10 % keuntungan penyedia jasa sebesar Rp. sewa peralatan yang idle d. Pada waktu tender sebuah penyedia jasa mencari informasi sebanyak mungkin mengenai suatu rencana mega proyek pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap. 43 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Oleh karena tender sudah dilaksanakan sesuai rencana alokasi dana yang direncanakan tak mungkin dibatalkan. ahli mesin bor baru c. Penyedia jasa tersebut mendapat informasi bahwa dana untuk membangun proyek tersebut kurang.

antara lain pembatalan pembuatan tiang pancang.Pembatalan sewa alat pancang 44 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . pengamanan-pengamanan khusus. tidak boleh dipotong. peralatan lain yang terpaksa. berlaku ketentuan AV 41 kata demi kata”. 3. dsb. 350 Juta yang menurut AV 41 tadi. termasuk keuntungan penyedia jasa sebesar 10% atau sebesar Rp. tetapi keuntungan penyedia jasa sebesar 10% tidak boleh dipotong. Ternyata setelah pekerjaan tambah/kurang dihitung. yang Nah inilah peluang klaim yang sangat ideal karena hal berikut: AV 41 pasal 51 menyatakan bahwa apabila terjadi pekerjaan kurang. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas. idle. Ternyata setelah kontrak dipelajari dengan seksama ada ketentuan menyatakan bahwa: “Sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak ini.5 milyar. Ganti rugi pekerjaan lain yang tertunda c. Selain itu dia mempelajari lagi ketentuan yang tercantum dalam kontrak dengan menyewa konsultan hukum konstruksi yang profesional. penyedia jasa tadi mengajukan klaim sebagai berikut: a.Keuntungan dari pekerjaan yang dikurangkan b.Oleh karena itu dia mencari peluang klaim sebagai kompensasi kehilangan keuntungan tersebut antara lain dengan cara menginventarisasi pekerjaanpekerjaan lain yang mungkin terhalang atau tertunda pelaksanaannya karena pengurangan pekerjaan tadi. pengurangan masa sewa alat pancang. pembatasan jalan masuk. (setelah diperhitungkan dengan pekerjaan tambah) maka nilai kontrak dipotong sebesar pekerjaan yang dikurangi tadi. maka terjadi pengurangan pekerjaan senilai Rp.

Pada waktu proses tender pengguna jasa menunjukkan jalan masuk kelokasi proyek dari tepi jalan raya yang terdapat didepan rencana mall tersebut. 3. Ternyata jalan tersebut harus melintasi jalan kereta api yang setiap hari dipakai untuk langsir tak kurang dari 6 kali sehingga menghambat arus barang dan alat. Penyerahan lahan diberikan tepat pada waktunya.d. Pengguna jasa lalu memerintahkan penyedia jasa merubah jalan masuk melalui jalan lain dari arah belakang lokasi proyek. Ganti rugi tiang pancang yang terlanjur dibuat. Dengan terjadinya perubahan jalan masuk ini. Ternyata pada waktu penyedia jasa memulai pekerjaan mobilisasi baik peralatan. Daya dukung jalan yang kelasnya lebih rendah sangat membatasi kapasitas kendaraan yang mengangkut peralatan dan bahan sehingga ongkos angkut naik dan waktu bertambah. b. Akibat pelintasan jalan kereta api tadi terjadi penumpukan barangbarang/alat sebelum menyeberang jalan kereta api sehingga perlu 45 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . c. penyedia jasa yang piawai akan segera melihat suatu peluang klaim yang cukup besar antara lain : a. Pemerintah Daerah setempat melarang penggunaan jalan raya untuk keperluan tersebut karena mengganggu kelancaran lalu lintas yang memang merupakan jalan utama. bahan bangunan maupun tenaga kerja. Penyedia jasa yang memenangkan tender membuat rencana kerja sesuai jalan masuk yang telah ditetapkan dan telah pula mendapatkan persetujuan pengguna jasa.4 Perubahan kondisi lapangan / Site Klaim terjadi karena perubahan jalan masuk (access road) kesuatu lokasi rencana pembangunan suatu mega mall yang cukup besar. namun tidak jadi di pancang.

46 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .tambahan biaya perlindungan dan keselamatan serta tambahan biaya angkut dan tempat penampungan darurat. Rasanya tidak sulit dipahami bahwa penawaran ini akan diterima pengguna jasa karena akan mendapatkan bahan yang lebih baik mutunya tanpa harus menambah biaya.5 Perubahan bahan Peluang klaim dapat pula muncul dari perubahan spesifikasi bahan. Bagi penyedia jasa hal ini juga menguntungkan karena pertama tak perlu lagi membeli barang baru. Apabila penyedia jasanya cukup cerdik dan memelihara administrasi kontrak dengan baik dia akan mendapatkan klaim yang cukup besar baik dari segi tambahan waktu. Memang kelihatannya secara sepintas perubahan jalan masuk ini merupakan hal yang sepele bila kurang jeli melihatnya.6 Kondisi Lingkungan Pada waktu tender. penyedia jasa tersebut melihat bahwa proyek yang akan dibangun akan terdiri dari 6 lantai bawah tanah (basement floor). 3. biaya. 3. Dia lalu mengusulkan kepada pengguna jasa mengganti bahan tersebut dengan granit tanpa minta kenaikan harga. dan mungkin pula biaya umum sehingga dia terhindar dari ancaman ganti rugi kelambatan dan kerugian biaya secara keseluruhan. d. Rencana kerja yang tadinya sudah dibuat harus dirubah total yang mengakibatkan beberapa pekerjaan lain terpaksa tertunda pelaksanaannya termasuk beberapa peralatan yang telah disewa terpaksa menganggur. Selain itu barang (granit) tersebut barang kali nilai sisanya sudah sama dengan harga marmer atau bahkan lebih murah. Andaikan penyedia jasa mempunyai sisa bahan misalnya granit yang sesungguhnya harganya lebih tinggi dari marmer yang sesuai spesifikasi teknis harus dipasang.

Hal ini baru diketahui setelah pekerjaan hampir selesai karena pemberitahuan dari seseorang staf yang sudah lama bekerja di Saudi Arabia.Bersebelahan dengan proyek ini ada bangunan bertingkat pula dengan lantai bawah tanah hanya 1 lantai. Selain itu hal tersebut menambah pengetahuan tentang bagaimana Pemerintah Saudi Arabia sangat menghormati. menjaga dan menghargai tempat suci umat Islam (Ka’bah) yang terletak didalam negaranya. Setelah menang dia mengajukan klaim untuk pekerjaan ini ditambah dampak atas pekerjaan lain yang terpengaruh / tertunda sebagian.7 Kondisi budaya / keagamaan Pada waktu bertugas di Saudi Arabia mengerjakan proyek Pemerintah Saudi diperoleh suatu pengalaman menarik sebagai berikut : Salah satu bagian yang akan dibangun adalah asrama tentara dimana antara lain akan dibuat 50 buah WC/Toilet. dia berkeyakinan bahwa rencana struktur dinding beton penahan yang bersebelahan dengan bangunan samping tidak cukup kuat untuk menahan tekanan tanah samping sehingga bagian ini harus diperkuat strukturnya untuk menjaga kestabilan bangunan yang disebelah. Setelah pekerjaan selesai klaim diajukan. walaupun kejadian tersebut terletak ribuan kilometer jauhnya dari Mekah (Ka’bah). 3. Secara kebetulan posisi toilet ini bila orang sedang menggunakannya tepat menghadap kiblat di Mekah dan hal ini menurut hukum di Saudi Arabia menodai kesucian dan simbol keagungan Islam (Ka’bah). 47 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Setelah dia yakin hal ini harga penawaran diturunkan agar dia menang tender. Setelah mempelajari gambar-gambar struktur lantai bawah tanah . Mungkin sekali seluruh urut-urutan pekerjaan lantai bawah tanah harus dirubah untuk mengamankan konstruksi bangunan disebelah yang telah ada. sehingga letaknya harus diubah.

4. Gereja. kebiasaan dan perilaku pengguna jasa termasuk bonafiditas pendanaannya. 48 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 . Tentu saja informasi ini hanya untuk dirinya sendiri.2 Kedua. dan sebagainya) Selain itu ternyata bahwa peluang klaim ini sebagian besar disebabkan oleh kekurang. KIAT-KIAT BILA PELUANG KLAIM TAK ADA Bagaimana bila peluang klaim tersebut tidak ada ? Bagi penyedia jasa yang pandai dia dapat memilih kiat-kiat sebagai berikut: 4. Mungkin hal ini disebabkan faktor waktu yang harus disesuaikan dengan kesediaan dana atau hambatan iklim. Setelah dia tahu informasi ini maka khusus untuk kolam renang ini diberi harga sangat rendah supaya secara keseluruhan harga penawaran menjadi rendah.1 Pertama.siapan atau kelalaian pengguna jasa sendiri dalam membuat perencanaan. Klenteng. kemungkinan ada bagian bangunan yang dibangun akan melanggar ketentuan salah satu kegiatan umat beragama disekitar itu (Masjid/Pesanteren.Bagi kita di Indonesia. Selain itu dia mencari informasi mengenai rencana kemungkinan ada bagian pekerjaan yang nilainya cukup signifikan misalnya pembuatan kolam renang yang nantinya akan dibatalkan. Namun demikian peluang ini hanya tinggal peluang apabila penyedia jasa tidak jeli melihatnya dan tidak memelihara dokumentasi administrasi kontrak yang sangat diperlukan untuk mendukung klaim tersebut sehingga dapat dimanfaatkan. melaksanakan apa yang biasa dikenal dengan istilah “bussines intelligence”. 4. berusaha menghitung biaya seefisien mungkin diantaranya dengan menggunakan metode kerja yang tepat dan penggunaan bahan sehemat mungkin tanpa mengorbankan mutu. Dia pelajari dengan seksama para pesaing dalam tender. Pura.

para pesaing kebanyakan sama bonafide dan jelinya dengan dia sendiri. bila dia yakin peluang klaim hampir tak ada. Setelah proyek berjalan baik dalam waktu 3 bulan. maka harga penawaran dia tinggikan agar tidak menang. Nilai tender yang sangat murah akhirnya menjadi mahal dan terikat seumur hidup pada perusahaan Jepang tersebut. Demikianlah turbin tersebut selanjutnya harus diganti setiap 3 (tiga) bulan. 4. apabila dokumen tender mengizinkan usulan lain/usulan alternatif tanpa mengurangi manfaat fasilitas yang direncanakan. Kalau toh dia menang. Peluang-peluang tersebut sebagai berikut : 5. 5. turbinnya harus diganti baru dan ini merupakan hak paten perusahaan tersebut.1 Pada waktu tender Pengguna jasa sudah menyiapkan beberapa kemungkinan perubahan spesifikasi teknis dan bahan tanpa mengurangi mutu dan tanpa memberi tahu peserta tender.5 Sebagai contoh suatu perusahaan Jepang memenangkan tender Penjernihan Air Minum dari Air Laut (Deselanitation Water Treatment Plant) di Saudi Arabia dengan harga sangat rendah dibandingkan penawar lain dengan menggunakan usulan alternatif inovasi mereka sendiri. 4.4 Keempat. dia akan mengusulkan penawaran alternatif tersebut dengan harga lebih rendah namun dia sangat menguasai dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan tersebut. 49 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .3 Ketiga. PELUANG PENGGUNA JASA MENGAJUKAN KLAIM Disamping hal-hal tersebut diatas yang menguraikan peluang-peluang klaim yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. kiranya perlu pula di tinjau peluang klaim dari pihak pengguna jasa dalam rangka menghemat waktu dan atau biaya tanpa harus mengorbankan mutu.4. resiko rugi telah diantisipasinya.

5.2.2 Pada waktu pelaksanaan 5.2 Usaha lain adalah pengguna jasa menyewakan peralatan yang dimilikinya dengan sewa yang lebih murah dari harga pasaran sehingga dapat klaim pengurangan biaya kontrak dan menghemat waktu pula. Penelitian atas biaya untuk mendapatkan dan mengoperasikan fasilitas yang diperlukan. sehingga lebih efisien dan dapat klaim perpendekan waktu.2. 6 KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 50 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .3 Dapat juga dengan meminta penyedia jasa melakukan “Value Engineering” untuk menekan biaya. 5.2. Hal ini tentunya dilakukan setelah penetapan pemenang tender. Dalam pengertian value engineering ini termasuk orientasi untuk menentukan dan menghilangkan biaya tak perlu. Tujuannya adalah penghematan biaya dan waktu. orientasi fungsi suatu bagian pekerjaan yang dikaitkan antara nilai yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan.1 Pengguna jasa dapat saja meminta penggunaan rencana / metode kerja yang mereka miliki. Tentunya hal ini sudah direncanakan semasa tender.Dengan demikian pengguna jasa dapat mengunakan klaim perpendekan waktu penyelesaian dan atau pengurangan nilai kontrak karena perubahan bahan. 5. Pekerjaan yang kurang penting dibatalkan atau ditunda dulu untuk mengurangi biaya.

banyak berupa asumsi atau perkiraan.1. Pengguna jasa harus hati-hati terhadap usulan alternatif.2 Saran-Saran 6.3 Pengguna jasa harus benar-benar siap dengan data proyek.1 Pengguna jasa harus waspada terhadap peserta tender yang terkenal pandai mencari peluang klaim (Claim Artist).2. 6. 6. 6.3 Pemanfaatan peluang klaim dapat dipelajari dan peluang klaim bukanlah sesuatu manipulasi atau tipu muslihat.2 6. kekurang siapan pengguna jasa sebelum melakukan tender.1.1 Peluang klaim kebanyakan terjadi karena kelalaian. 6. Andaipun peluang itu ada tidak selalu ada yang dapat memanfaatkannya.1 Kesimpulan 6. jangan terpesona dengan harga yang murah pada waktu pembangunan tapi biaya perawatan seterusnya akan menjadi sangat mahal dan terikat pada perusahaan tertentu 51 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .6.4 Peluang memanfaatkan klaim harus ditunjang oleh pengelolaan administrasi proyek konstruksi yang baik.2 Peluang klaim tidak selalu ada. 6.1.2.2. Data lapangan kurang akurat.1.

Buku Mengenal Klaim Konstruksi & Penyelesaian Sengketa Konstruksi oleh H. Buku Managing Construction Contracts. Gilbreath 3. Ir. 30/1999 Tentang Arbitrase & Alternatif Penyelesaian Sengketa 2.6. UU RI No. 52 Copyright NY-SS/ KK-PTKMPK/IV/10 .4 Penyedia jasa harus mulai meningkatkan kemampuan memanfaatkan peluang klaim terutama bagi para penyedia jasa di Indonesia Daftar Pustaka : 1. 1992 Edisi kedua oleh Robert. Nazarkhan Yasin.2. D.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->