ADMINISTRASI PROYEK KONSTRUKSI : PENGENALAN, CARA MENGELOLA, BENTUK ORGANISASI, KEGIATAN & PERAN KONSULTAN HUKUM

oleh : Ir. H. Nazarkhan Yasin

ADMINISTRASI KONTRAK & ADMINISTRASI PROYEK KONSTRUKSI

Pengantar
AK adalah suatu istilah yang menggambarkan penanganan kontrak secara komersial sejak kontrak tersebut ditanda tangani sampai kontrak berakhir.

Penanganan secara komersial : • Pengguna jasa memantau pemenuhan tugas penyedia jasa • Pengguna jasa memantau tugasnya sendiri Tugas-tugas tersebut antara lain : • Pengajuan/Permintaan penyedia jasa, pembayaran termyn.

 Perubahan pekerjaan, klaim-klaim, pembayaran dini, kelebihan membayar,

unjuk kerja yang tidak memuaskan dapat dicegah dengan melaksanakan Administrasi Kontrak yang baik. (Gilbreath 1992)
 Administrasi Kontrak (AK) adalah suatu bagian dari Administrasi Proyek

Konstruksi. Beberapa Pengertian • yang pertama sampai dengan kontrak di tanda tangani. (Gilbreath1992) • yang kedua terus berlanjut sampai kontrak berakhir
1 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10

 Dwifungsi tugas: pembentukan dan pengadministrasian yang terbagi dua :

 Pengelolaan transaksi komersial untuk memenuhi kontrak sejak di tanda tangani

sampai berakhir. (Gilbreath 1992) Tanggung jawab pengawasan pekerjaan sesuai syarat kontrak, persiapan proses perubahan, penafsiran kontrak secara hukum, menyetujui penagihan. (Cleland, 1995).

Pengelolaan atau penanganan pekerjaan administrasi yang berhubungan dengan kontrak. (Fisk, 1997)

Peran Administrasi Proyek Konstruksi Sangat penting : kemajuan fisik dilapangan harus diimbangi dengan pengelolaan administrasi yang baik dan benar.

Pekerjaan-pekerjaan administrasi yang dimaksud secara umum: • Persiapan jaminan-jaminan • Persiapan penutupan asuransi • Membuat laporan kemajuan • Korespondensi

Pekerjaan administrasi selanjutnya: • Proses penagihan & pembayaran • Perubahan pekerjaan • Addendum/amandemen kontrak • Berita Acara Serah Terima Pekerjaan • Klaim-klaim

Dasar Pemikiran/Filosofi Kontrak konstruksi diawali suatu perencanaan yang matang  kemudian disusun  lalu dilaksanakan dan selanjutnya  kontrak tersebut harus di administrasikan.

Perencanaan, pembentukan, pengadministrasian dan pengelolaan kontrak mutlak merupakan suatu rangkaian kegiatan yang harus ditangani secara professional.
 2 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10

(Gilbreath 1992) Batasan/Definisi  Suatu istilah yang menggambarkan penanganan secara komersial dari kontrak konstruksi sejak mulai berlaku hingga berakhir.  Krisis moneter medio 1997 menyadarkan pelaku Industri Jasa Konstruksi kita bahwa AK sangat penting. (Gilbreath 1992)   Kebutuhan Administrasi Kontrak (AK) yang baik AK makin penting bila kontrak rumit. . karena apabila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian baik dipihak penyedia jasa maupun dipihak pengguna jasa. pembayaran. (Gilbreath 1992)     Fungsi Menggerakkan proyek. klaim.   Klaim-klaim menjadi sulit karena AK tidak dipelihara 3 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 dengan rapi. Dalam satu proyek ada 2 aspek yang harus berjalan secara pararel: • aspek kongkrit/aspek teknis yaitu pembangunan fisik dari proyek tersebut • aspek non teknis yaitu Administrasi Proyek Konstruksi (yang sering diabaikan). perubahan pekerjaan. (Gilbreath 1992) Maksud dan Tujuan Menyelenggarakan seluruh aspek non teknis sesuai kemajuan pekerjaan agar tujuan kontrak tercapai (kontrak secara komersial berhasil  hak dan kewajiban para pihak terpenuhi). menyelesaikan perselisihan.

sub penyedia jasa • • • (Caroline Sutandi. klaim.Supplier  Dalam praktek.   Pihak-pihak yang terlibat AK • • Konsultan Perencana • Pengguna jasa ditambah . Hubungan AK dengan Aspek Hukum AK menangani seluruh aspek non teknis dari kontrak antara lain menyelesaikan sengketa. pengguna jasa •     • biasanya membuat kontrak dengan : Arsitek/Konsultan Perencana Rencana/desain Masa waktu Batasan biaya Kompetitif Penyedia jasa utama Konsultan MK Konsultan Hukum Penyedia jasa lain. 2002) Hubungan Kontraktual antar Para Pihak 4 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10  .MK jasa . pemutusan kontrak  AK berhubungan dengan aspek hukum.Sub penyedia jasa .QC Penyedia .Agen Asuransi .

2002) Administrasi Konstruksi   Tanggung Jawab lain Administrasi Kontrak • Memelihara arsip kontrak • Memelihara rujukan sehubungan dengan proyek • Menyiapkan rekaman kontrak (Caroline Sutandi. 1: Hubungan Tradisional Kontrak Langsung dengan penyedia jasa Kontrak Perencaaan tersendiri  Tampilan No. Pelaksanaan terpisah (Caroline Sutandi. MK Profesional.  administrasi kontrak hanyalah satu bagian dari Administrasi Proyek Konstruksi. 3: Kontrak MK Terpisah dari kontrak dengan penyedia jasa  Tampilan No. Perencanaan. 1 sampai dengan 4)  Tampilan No.(Lihat Tampilan No. 2002) Administrasi Proyek Konstruksi (APK)   merupakan induk dari Admnistrasi Kontrak. KONDISI APK DI INDONESIA  Kondisi Umum 5 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . 4: Kontrak MK. 2: Hubungan Rancang Bangun Perencanaan & Pelaksanaan jadi satu  Tampilan No.

 Mau menghemat. • akhirnya mau murah diawal.  petugas-petugas jangan diganti-ganti (kalau tak sangat penting).  kesulitan bertambah jika petugas ganti-ganti. malah tambah rugi  pakai tenaga kurang profesional  hasil dibawah standar  malah rugi  karena mutu dibawah standar  perlu sewa Konsultan Hukum. akhirnya malah rugi 6 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . sebagian besar pelaku jasa konstruksi belum menyadari pentingnya APK  baru sadar kalau timbul masalah: • pekerjaan tambah atas perintah lisan • perubahan gambar.  Mempersulit pelaksanaan kontrak  hal-hal alami sebelumnya akan mempersulit pelaksanaan kontrak. perintah lisan  Kebiasaan kurang baik  lalai mencatat  tak menunjuk seorang yang tetap  karena tidak dicatat  lupa  pura-pura lupa  jadi sengketa  Menunda masalah  karena lalai mencatat = menunda masalah  menunda masalah  mempersulit diri sendiri  seharusnya sejak awal bentu organisasi APK yang baru dan diisi dengan orang-orang profesional.

 keakraban antar petugas tidak sampai harus melanggar rambu-rambu integritas  pelihara jangan sampai integritas dibutuhkan jika uang sudah ikut berperan  Pemanfaatan peluang klaim  bila APK dikelola baik  peluang klaim nampak  bila tidak. klaim tinggal peluang yang diabaikan  buku Mengenal KLAIM KONSTRUKSI DAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSTRUKSI. 1992) : 7 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . pelihara hubungan baik dan pelihara arsip  Pengajuan dokumen penyedia jasa • Bila kompleks dapat berulang kali kontrak banyak jenis • Dapat makan waktu berminggu-minggu • Perlu kerjasama konstruktif antara pengguna jasa/penyedia jasa  Penagihan termyn dan Pembayaran (Gilbreath. dapat dimanfaatkan. KEGIATAN-KEGIATAN UMUM APK  Mobilisasi dan Pelaksanaan  Masa awal sangat menentukan. Bab VI – Teknik dan Kiat memanfaatkan peluang Klaim.  Menjaga integritas  setiap pejabat harus menjaga kerahasiaan masing-masing instansi tempat kerja. pakai tenaga profesional sejak awal.

 Hati-hati kelebihan membayar (pengguna jasa) atau kurang membayar (penyedia jasa)  Alternatif pembayaran : • berdasarkan biaya (kurang menggambarkan kenyataan) • berdasarkan waktu (paling tidak disukai) • berdasarkan Proyek (paling disukai)  Alasan lain mengukur Proyek : • mengetahui tanggal Proyek selesai • mengetahui kemajuan sesungguhnya  Tantangan Objektivitas : • seringkali progres diukur secara subjektif • sering timbul perselisihan • objektivitas direncanakan waktu kontrak disusun dengan pengukuran metode tertentu  Teknik-teknik Pengukuran Khusus : • Intermediate Milestone  paling sering dipakai Fixed Lump Sum Kontrak  pekerjaan harus selesai 100% baru dibayar • Unit-unit sepadan  dihitung berapa volume suatu bagian pekerjaan selesai • Teknik 50-50  bila selesai < 100%  dibayar 50%  bila selesai 100%  dibayar sisanya • Teknik 0-100  dibayar jika selesai 100%  kurang dari 100% (misalnya : 90%) tetap tak dibayar • Teknik subjektif  tingkat progres diukur secara subjektif 8 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 .

Yang dirubah antara lain :     Nilai kontrak Jadual pembayaran Waktu penyelesaian atau Rencana dan spesifikasi 9 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . 1997) : • Arus pembayaran seperti terlukis dalam tampilan No. 1992)  Pengukuran dan pembayaran (Fisk. 9  Perintah-perintah perubahan  Tak ada yang lebih tetap daripada perubahan itu sendiri  perubahan selalu terjadi (Gilbreath. 8 (Gilbreath. 25-75 atau bahkan 12-23 – 42-23  Pilihan skema pembayaran & nilai bobot : • penetapan rencana termyn dalam kontrak • jangan biarkan penyedia jasa mengajukan cara sama  Prosedur pengukuran progres dan pembayaran yang dianjurkan : • Lihat tampilan No. 1992)  Kontrak hampir selalu berubah sampai selesai  perubahan formal adalah faktor paling mengancam keberhasilan proyek  Perubahan perlu pengawasan  Perintah perubahan = dokumen resmi yang merubah dokumen kontrak. 7 dan No.• Variasi dan kombinasi  dapat dibuat variasi 0-100 atau 50-50 menjadi 10-90.

 Proses perubahan pekerjaan : • Pengenalan (Identifikasi) • Evaluasi • Persetujuan • Penggabungan • Pembayaran  Dokumen-dokumen Perubahan : • Setiap langkah dari 5 hal tersebut sebelumnya digambarkan dengan dokumen-dokumen khusus • Dokumen perubahan ini tentunya akan merubah kontrak  Pengecualian-pengecualian : 10 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . Perintah Perubahan adalah kesepakatan tertulis yang memberi pengguna jasa kewenangan untuk :     Penambahan Penghilangan Perbaikan Macam perubahan kontraktual : • perubahan resmi  diketahui sebelumnya • perubahan tak resmi  tak diketahui sebelumnya  perubahan lingkup pekerjaan  Sebab-sebab khas perubahan : • Informasi desain yang cacat atau tak lengkap • Kelambatan/cacat barang dari pengguna jasa • Perubahan kebutuhan • Perubahan/kondisi lapangan yang tak dikenal • Dampak pekerjaan pihak lain • Bahasa kontrak mendua arti • Larangan metode kerja tertentu • Pemenuhan kontrak yang tak mencukupi/terlambat • Percepatan atau perlambatan pekerjaan.

• Karena waktu/keluar masuk. perlu pengecualian  perintah lisan • Tapi hal ini harus dibatasi  Evaluasi Kebutuhan : • Merubah rencana kontrak • Merubah spesifikasi • Merubah urut-urutan pekerjaan • Keperluan administrasi : menetapkan cara pembayaran  Pertimbangan Evaluasi : • • • • • kondisi lapangan berbeda kesalahan spesifikasi perubahan regulasi perubahan rencana dan lain-lain (Gilbreath 1992) ORGANISASI APK  Pengantar  APK mutlak harus terdapat dalam organisasi proyek (merupakan bagian dari organisasi proyek)  APK dari pihak pengguna jasa dan penyedia jasa harus kerjasama dengan baik (dalam pengertian yang positif. bukan berkolusi)  Kualifikasi Personalia :  Petugas APK harus punya kualifikasi sebagai berikut : Kepala Proyek : menguasai seluruh aspek Kontrak Administrator Kontrak : menguasai aspek Administrasi Kontrak • Estimator : menguasai aspek Pelaksanaan • Akuntansi : mengawasi aspek Akuntansi/Keuangan • Petugas Administrasi : mengawasi aspek Administrsi Umum (Korespondensi) • •  Petugas Inti APK : 11 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 .

 Penyedia jasa • Administrator Kontrak: Penanggung Jawab tugas-tugas APK Estimator: memantau kemajuan fisik proyek. jadual. perizinan • Akuntansi/Keuangan : memantau kemajuan pekerjaan dari segi keuangan. 13 Hubungan APK dengan Aspek Hukum: Lihat Tampilan No. 15 Sasaran APK sejak mulai sampai akhir LihatTampilan No. 16    Tanggung jawab petugas APK  Manajer Proyek : • Mengawasi seluruh pelaksanaan proyek • Menggunakan data/informasi proyek • Menangani beberapa proyek • Membawahi beberapa Pengawas  Fungsi Manajer Proyek :  Pendelegasian fungsi APK ke perwakilan proyek 12 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . amandemen •  Pengguna jasa Manajer Kontrak : sebagai mitra (counter part) dari Administrator Kontrak dari pihak penyedia jasa. 12  Contoh Organiasi Proyek penyedia jasa: LihatTampilan No. perubahan. syarat-syarat. perubahan. spesifikasi. • Pengawas/Inspector mitra dari Estiminator dari pihak penyedia jasa •  Contoh Organisasi Proyek pengguna jasa : : sebagai Lihat Tampilan No. menyiapkan jaminan-jaminan • Petugas Administrasi: mengurus korespondensi. tagihan.

2002) METODE FAST TRACK DALAM APK  Pengertian :   Metode perencanaan & pelaksanaan saling tumpang tindih Pelaksanaan dapat mulai sebelum perencanaan selesai seluruhnya  Pemakaian :  Dipakai untuk kontrak spesialis dan menggunakan MK Hanya untuk proyek-peroyek besar 13 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10  .     Penting untuk filosofi Administrasi Proyek Konstruksi Menghilangkan konflik Mengurangi klaim & sengketa Meningkatkan efisiensi terhadap para pihak Tugas Manajer Konstruksi (MK) :  Penetapan Strategi Penawaran  Penetapan tahapan pemasukan desain sampai jadi kontrak  Membuat perkiraan biaya proyek  Menyiapkan CPM  Evaluasi Penawaran  Penyelesaian Manajemen Lapangan (Caroline Sutandi.

 Tujuan :    Mendapatkan kualitas lebih baik Masa konstruksi lebih pendek Biaya lebih murah (mencegah laba berganda)  Organisasi :  Hanya ada dipihak pengguna jasa KEGIATAN-KEGIATAN KHUSUS APK  Pengantar : Kegiatan-kegiatan yang hanya terjadi sekali atau terjadi sewaktu-waktu (tidak secara rutin/umum)   Kegiatan-kegiatan tersebut : • • • • Pembayaran Akhir Retensi Klaim Pengakhiran Kontrak  Pembayaran Akhir :  Prosedur Termyn/bulanan dapat dipakai dengan beberapa tambahan Rekomendasi dalam pengakhiran kontrak   Retensi :  Secara tradisional sebagian pembayaran akhir ditahan 14 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 .

  Klaim-klaim :Lihat makalah “KLAIM PENYELESAIAN SENGKETA KONSTRUKSI”  Penutupan Kontrak (Gilbreath. 1992)  KONSTRUKSI DAN Penerimaan pekerjaan penyedia jasa Penerimaan dokumen sesuai kontrak 15 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10  .  Bank Garansi  penyedia jasa menyerahkan Bank Garansi senilai Retensi. bila tidak dikerjakan Bank Garansi cair.  • • • Nilainya biasanya 10% dari nilai kontrak atau disebut nilai rupiahnya Maksud/tujuan retensi: memotivasi penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan menanggulangi resiko bila penyedia jasa lari Mendorong penyedia jasa kembali ke lapangan  Cara-cara Pencairan Retensi : • tertentu (pencairan bertahap) • • tertentu/minta uji coba dulu  Alternatif Retensi : Irrevocable Letter of Credit dari Bank/Institusi Keuangan  bila penyedia jasa tidak menyelesaikan maka L/C dapat dicairkan.  Bisa untuk sebagian pekerjaan Melewati suatu periode tertentu Pencapaian suatu unjuk kerja Escrow Account  rekening atas nama penyedia jasa. tapi pencairan dengan persetujuan pengguna jasa.

 Contoh sertifikat-sertifikat  lihat tampilan No. Evaluasi unjuk kerja penyedia jasa  Dokumen terkait : • Peralatan utama yang diserahkan • Dokumen garansi • Gambar terlaksana • Manual operasional  Pengiriman barang-barang khas : • Suku cadang • Perkakas khusus • Barang-barang habis terpakai  Prosedur pengakhiran  lihat tampilan No.32  Hubungan antara APK dan Aspek Hukum   Proyek Konstruksi perlu Konsultan Hukum (Lawyer) Perlu diketahui 3 hal mengenai Lawyer • Kapan diperlukan • Bagaimana cara memilih • Bagaimana memanfaatkannya Cara memilih Lawyer • Tipe praktisi  profesional • Kepribadian  mengerti anda • Harga  murah tapi profesional • Pemanfaatan strategi  pilih professional • Biaya  batasi pembicaraan  yang muda tapi  Peran Konsultan Hukum dalam APK   Memastikan hak-hak Bantuan pada klaim 16 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . 29 .

33  Kriteria evaluasi :      Penilaian waktu mobilisasi Persiapan lapangan Sistimatika kerja Tanggapan atas instruksi-instruksi Keselamatan kerja 17 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 .    Anggapan hukum lawan kewajiban Bila pengguna jasa digugat Bila pengguna jasa menggugat Ringkasan : mendapatkan yang terbaik dari • Lawyer Tindakan/perlakuan anda dapat menjadikan Lawyer sebagai asset atau hambatan • Butuh lawyer dengan fakta lengkap • Susun dokumen secara cepat • Pilih Lawyer = menyerahkan kontrak • Pilih Lawyer ahli EVALUASI PENYEDIA JASA & KONTRAK KONSTRUKSI  Pengantar :  Perlu evaluasi penyedia jasa Perlu evaluasi Kontrak Konstruksi   Evaluasi penyedia jasa :  Lihat contoh Tampilan No.

pembentukan hingga pelaksanaan dan merupakan bagian dari APK  Maksud AK adalah menyelenggarakan seluruh aspek non teknis  Tujuannya agar Proyek secara komersial berhasil  AK mengurangi potensi klaim/perselisihan  Di Indonesia. AK belum terlaksana dengan baik  AK dan APK harus ditata dengan baik 18 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . perubahan pekerjaan tercantum Apakah pasal penyelesaian sengketa ada Apakah Pasal 1266 KUH Per disampingkan Apakah ditetapkan hukum yang berlaku (Asing) Bahasa Kontrak ? Pengertian/Definisi     HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN  Kegiatan non teknis = Administrasi Kontrak sering diabaikan  Kegiatan dimulai sejak kontrak dimulai sampai berakhir  AK adalah penanganan komersial dari kontrak sejak masa perencanaan.  Kebersihan lapangan dan lain-lain  Evaluasi Kontrak :    Apakah sesuai peraturan perundang-undangan Apakah klaim.

• 19 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . Sangat dianjurkan untuk memilih dan menggunakan konsultan hukum yang kompeten dan memahami hukum-hukum konstruksi. AK harus ada dalam organisasi Proyek  bagian APK  Seharusnya AK telah diatur dalam dokumen Kontrak  Ak perlu disosialisasikan  Jika ditemukan kesulitan gunakan Konsultan Hukum PERAN KONSULTAN HUKUM  Pengantar  Para Pelaku Industri jasa konstruksi di Indonesia baik sebagai penyedia jasa (kontraktor pelaksana/konsultan/pengawas) maupun pengguna jasa umumnya hingga saat ini jarangsekali atau sedikit sekali yang melibatkan peran serta konsultan hukum dalam penyusunan kontrak konstruksi. karena kontrak konstruksi merupakan UU yang mengatur hak dan kewajiban para pihak sehingga perlu mempunyai kontrak konstruksi yang baik dan benar menurut hukum konstruksi dan yang dapat membuatnya mestilah seorang ahli hukum. karena : • Tidak mengetahui/menyadari bahwa kontrak secara hukum harus benar dan tidak mempunyai penafsiran yang berbeda antara para pihak dan hal ini memerlukan jasa konsultan hukum untuk membuatnya • Masih menggunakan “filosofi” orang Jawa Barat : “Kumaha engkek” (bagaimana nanti).

 walaupun mungkin dia tidak ahli dalam bidang-bidang hukum konstruksi lainnya karena mengurangi bidang hukum konstruksi itu sudah sulit. seolah-olah mau berperkara. Kapan menggunakan jasa konsultan hukum : • Gunakan konsultan hukum sejak semula • Bagaimana memilih seorang konsultan hukum • Kapan menggunajan konsultan hukum  • Kapan menggunakannya sekali anda telah menjatuhkan pilihan  Cara memilih seorang konsultan hukum : • Jarang sekali seorang ahli teknik yang profesional sekaligus juga seorang konsultan hukum/lawyer apalagi sebaliknya : seorang sarjana hukum yang ahli teknik. Faktor-faktor yang di pertimbangkan didalam memilih Konsultan Hukum  Tipe Ahli Hukum Praktek • Carilah seorang ahli hukum yang paham mengenai sengketa konstruksi. • Menggunakan jasa konsultan hukum kurang disukai Pemerintah sebagai pengguna jasa karena beranggapan bahwa calon penyedia jasa yang membawa lawyer/konsultan hukum beritikad kurang baik. • Belum banyak (sedikit sekali) kantor-kantor Firma Hukum di Indonesia yang mampu menangani masalah-masalah jasa konstruksi karena umumnya mereka tidak memiliki sarjana-sarjana teknik yang mengetahui kasus-kasus industri jasa konstruksi. 20 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . Hubungan antara Pengelolaan Kontrak dan Permasalahan Hukum  Jika anda terlibat dalam proyek konstruksi dalam kapasitas apapun – anda akan memerlukan konsultasi dan keahlian seorang konsultan hukum.

 Harga. Untuk pekerjaan Turn Lawyer Senior cukup 1 orang tetap diberikan beberapa asisten yang feenya lebih murah. Maksud kontrak yang sah. Tanyakan apakah selama Lawyer Fee ada Statement/Add rival Fee    Penggunaan Siasat/Strategi   Pilih lawyer senior yang benar-benar ahli cukup 1 orang saja karena mahal. Kepribadian  Wawancara beberapa prospek yang cocok dan pilih seorang yang anda sukai bahkan anda akan sering harus bertemu dan berbincang-bincang dengannya.    Pedoman Hukum untuk Menyusun Kontrak 21 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . Memberikan nasehat hukum yang kompeten selama penyusunan kontrak. Biaya & Ongkos  Rundingkan harga dan sistim pembayaran di depan (Lump Sump Price atau Hourly) Boleh hemat tetapi jangan jadi hambatan untuk meng-hire hourly yang handal karena pekerjaan/proyek menjadi taruhannya. pengguna jasa tidak memiliki perlindungan kecuali yang ditetapkan Undang-Undang dan rasa keadilan.  Peran Konsultan Hukum Selama Penyusunan Kontrak  Konsultan Hukum sebaiknya sudah berperan pada waktu penyusunan/pembentukkan kontrak bahkan seharusnya fase perencanaan kontrak karena berbicara mengenai kontrak artinya kita berbicara mengenai hukum.

bukanlah orang-orang yang mengerti hukum tapi orangorang teknik. Untuk mengantisipasi atau mengurangi kemungkinan terjadi sengketa atau perselisihan. tanya diri anda “Apakah penyedia jasa akan mengerti hal ini ?” • Kata-kata tertulis dapat merupakan sampah atau harta • Hati-hati dengan kumpulan rujukan • Lindungi anda sendiri • Jangan terlalu khawatir mengenai keadilan Kesimpulan  Kontrak konstruksi adalah suatu dokumen/produk hukum dengan pengertian kontrak yang dibuat secara hukum adalah benar Yang dapat menyusun kontrak konstruksi dengan benar secara hukum adalah orang yang mengerti hukum secara umum yaitu para lawyer/konsultan hukum dan yang mengerti mengenai hukum konstruksi secara khusus Perlu diingat bahwa walaupun kontrak konstruksi adalah dokumen/produk hukum yang disusun oleh konsultan hukum. Mintalah seorang pengacara untuk meninjau bentuk standar kontrak anda atau sesuatu yang telah anda ubah untuk setiap permintaan. yang akan melaksanakan kontrak tersebut. Diskusikan resiko yang diberikan kepada anda dalam usulan kontrak     Hal-hal yang perlu diangkat untuk menyusun kontrak : • Hukum selalu berubah • Bacalah selalu kontrak anda sebelum memutuskan untuk menggunakannya • Bila membaca (Kontrak). tanya diri anda “apa saya mengerti ini ?” • Bila membaca (Kontrak). Oleh karena itu bahasa kontrak harus dibuat sejelas dan sesederhana mungkin agar dimengeri oleh orang-orang bukan ahli hukum namun tidak melanggar kaidah atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.    22 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . maka para lawyer yang menyusun kontrak harus berusaha agar setiap kata/istilah yang dipakai tidak berarti lebih dari satu artinya membingungkan. Mintalah tinjauan dari konsultan hukum yang kompeten.

Buku Administrasi Proyek Konstruksi oleh H. Ir. Mengantisipasi kemungkinan perundingan mengenai kontrak dengan pihak investor asing yang hampir dapat dipastikan akan selalu didampingi lawyer mereka. Buku Managing Construction Contracts oleh Robert D. I. Mengingat sistim pendidikan kita yang berbeda dengan Dunia Barat (Amerika Serikat) maka Konsultan Hukum yang dipilih haruslah Konsultan Hukum profesional yang bekerja sama dengan ahli teknik yang profesional dan berpengalaman dibidang industri konstruksi dan hukum konstruksi. Untuk masa-masa mendatang seharusnya kita di Indonesia melibatkan peranan konsultan hukum dalam menyusun kontrak-kontrak konstruksi terutama untuk proyek-proyek berskala besar dengan tingkat kerumitan dan kecanggihan teknologi yang sudah sangat tinggi dengan alasan-alasan sebagai berikut : • Mengantisipasi/mengurangi terjadinya perselisihan/sengketa dan kontrak konstruksi tidak sampai cacat hukum terutama untuk pekerjaan konstruksi yang besar dan kompleks. • • Proyek-proyek bantuan yang menggunakan dana luar negeri hampir dapat dipastikan menggunakan kontrak dengan sistim mereka (FIDIC. Gilbreath 4.. Caroline Sutandi. Buku Construction Project Administration. 3. Ir.Ph. 2. • Daftar Pustaka : 1. Buku Mengenal Klaim Konstruksi & Penyelesaian Sengketa Konstruksi oleh H.D 23 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 . Nazarkhan Yasin. Nazarkhan Yasin. • Anggapan kebanyakan orang bahwa keterlibatan konsultan hukum dalam industri jasa konstruksi khususnya dalam pengelolaan kontrak konstruksi beritikad kurang baik (ingin berperkara) kiranya sudah waktunya dihilangkan mengingat negara-negara maju malah berkeyakinan bahwa peran konsultan hukum disini adalah suatu keharusan. MT. JCT). 2003 oleh A.

24 Copyright NY-SS/ APK-PCM-BOK-PKH/IV-10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful