P. 1
BUDIDAYA BAWANG MERAH

BUDIDAYA BAWANG MERAH

|Views: 123|Likes:
Published by Justin Evans
budidaya bawang
budidaya bawang

More info:

Published by: Justin Evans on Mar 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

BUDIDAYA BAWANG MERAH

Submitted by bpp.plemahan on Sat, 17/09/2011 - 06:36

I. PENDAHULUAN I..Latar Belakang Bawang merah adalah merupakan sayuran penting di Indonesia, selain untuk bumbu masak, bawang merah juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Dengan banyaknya penggunaan bawang merah menjadikan bawang pasar bawang merah sangat terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Rata-rata produksi bawang merah di Indonesia masih tergolong rendah, jika dibandingkan dengan potensi hasil, sebagai contoh produksi rata-rata bawang merah ex. Philipina adalah 4,4 ton/ha – 14 ton/ha, sedangkan potesi hasil adalah 20 ton/ha – 25 ton/ha. Oleh karena itu berbaikan sistim budidaya adalah sangatlah penting. Morfologi bawang merah adalah : berakar serabut, berbatang sejati dengan bentuk pipih dan batang semu dengan bentuk pelepah daun, daun berbentuk bulat berlubang dan umbi berwarna merah. Tanaman bawang merah adalah merupakan salah satu tanaman sayuran berumur pendek, dan dapat hidup didataran rendah dengan ketinggian 10 s/d 250 dpl, namun demikian tanaman bawang merah dapat diusahakan pada dataran tinggi dengan ketinggian 800 s/d 1.200 dpl. Dengan morfologi diatas tanaman bawang merah tergolong tanaman yang rentan terhadap hama dan penyakit, dan mempunyai karakter peka terhadap hama dan penyakit. Sehingga keberhasilan petani dalam budidaya bawang merah adalah tergantung pada produksi dan harga produk. Dengan perilaku harga yang sangat fluktuatif serta daya simpan yang pendek, maka perlu dilakukan pengamatan produktifitas serta permintaan pasar yang tepat. Secara umum produksi bawang merah dipengaruhi : bibit yang unggul dan berkualiatas, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan dan penanganan pasca panen. Agar diperoleh produksi yang tinggi, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dalam berbudidaya bawang merah, sehingga diperoleh bawang merah yang bermutu baik. 2..Syarat Tumbuh Bawang Merah Beberapa syarat tumbuh bawang merah : 1. Tanah lempung berpasir atau berdebu , tanah alluvial atau latosol berpasir dengan struktur bergumpal 2. Tanah banyak mengandung bahan organik dan subur

3.

Drainase baik dan PH tanah netral antara 5,5 s/d 6,5

4. Suhu udara baik antara 25oC – 32oC, kelembapan rendah, hari panjang (lama penyinaran >12 jam)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah : 1. Bibit

Terdapat beberapa macam varietas bawang merah diantaranya adalah : Thailand, Philip dan bauji, berikut beberapa karakter masing-masing varietas ; No Varietas 1. 2. 3. Philips Thailand Bauji Anakan 20 umbi 25 umbi 10 umbi Besar umbi Ketahanan Curah OPT hujan Kurang + - 5 cm tahan Agak Agak + - 5 cm tahan tahan Agak Cukup + - 5 cm tahan tahan Daya simpan Produksi ton/ha

6 bulan 25 6 bulan 3 bulan 20 ton/ha 10 ton/ha

2.

Mutu bibit

Bibit yang bermutu adalah bibit yang seragam, murni dan sehat, berikut cirri-ciri bibit yang baik : a. b. c. d. e. f. g. h. Masa dormanse yang tepat Bila ditekan terasa keras/tidak gembos Bakal tunas tidak rusak Batang sejati tidak rusak Tidak terserang penyakit Tidak membawa penyakit Berasal dari tanaman sehat Pertumbuhan serempak.

KCl dll Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari limbah organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari sintesa kimiawi yang pada umumnya merupakan pupuk tunggal. Terdapat beberapa macam pupuk diantaranya adalah : pupuk anorganik.menurut Wibowo (1987). dan sering merupakan faktor utama turunnya produksi. II. BUDIDAYA BAWANG MERAH . 4. Lama penyimpanan bibit bawang merah Lama penyimpanan bibit bawang merah adalah waktu yang diperlukan untuk menyimpan benih sampai bibit siap tanam atau masa dormanse. Penggunaan Pupuk Penggunaan pupuk pada tanaman adalah sebagai upaya penambahan unsure hara tanah/bahan makanan bagi tanaman. kandungan unsure hara lebih lengkap (hara makro dan mikro). dengan penggunaan mikroba tersebut akan dapat membantu tanaman dalam menyerap unsure hara yang berasal dari tanah dan udara serta akan menetralisir sisa metabolisme akar. untuk akan dilakukan pembahasan khusus. ZA. pupuk organik dan pupuk hayati. sehingga tanaman terpenuhi kebutuhan makannya dan pada akhirnya dapat berproduksi maksimal.3. Pengendalian organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Hama dan penyakit adalah sangat berperan dalam keberhasilan budidaya bawang merah. Superphost. baik limbah ternak maupun limbah pertanian. sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan pertumbuhan menjadi optimal (contoh adalah penggunaan PGPR) 5. bibit bawang merah yang baik adalah pada penyimpanan 4 – 8 bulan dan jika sudah dicirikan : bila bibit dibelah sudah tumbuh tunah yang berwarna hijau yang panjangnya setengah panjang umbi. contoh Urea. bahkan pada tingkat tertentu dapat menjadikan gagal panen. Keuntungan penggunaan pupuk organik adalah dapat penambah unsure hara. dapat memperbaiki struktur dan tekstur tanah/tanah menjadi gembur dan meningkatkan daya ikat air Pupuk hayati adalah merupakan pemanfaatan bikroba yang bermanfaat bagi tanaman.

3.Budidaya bawang merah merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan sekaligus mengandung resiko tinggi terhadap kerugian.Maret Maret .Nopember Tanaman Padi Padi/Jagung Bawang merah Bawang merah Tujuan Tanaman pangan Tanaman pangan Konsumsi Bibit 2. Faktor yang cukup menentukan kualitas umbi bibit bawang merah adalah ukuran umbi. Berdasarkan ukuran umbi dapat digolongkan menjadi tiga kelas. yaitu bawang merah konsumsi dan bawang merah bibit. Produktifitas lahan yang tinggi perlu diupayakan dengan menjaga tanah tidak boleh dibiarkan memiliki salinitas tinggi dan drainase jelek. Untuk itu penanganan yang terintegrasi pada masing-masing tahap adalah sangat menentukan keberhasilan petani bawang merah. 1. Umbi bibit sebaiknya berukuran sedang (5 – 10 gram/umbi). Umbi bibit siap ditanam jika sudah disimpan selama 2 – 4 bulan setelah panen dan tunasnya sudah sampai ke ujung umbi. Kualitas umbi bibit merupakan salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil produksi bawang merah. pemupukan. pengendalian organisme pengganggu tanaman.Agustus September . perawatan. 1.. Diamater > 1. Penampilan umbi harus segar dan sehat (padat dan tidak keriput) dan warnanya cerah (tidak kusam). yaiti sekitar 70 – 80 hari setelah tanam. yaitu : Umbi ukuran besar . Bulan Desember .8 cm atau > 10 gram . hal ini masih dibawah rata-rata potensi hasil bawang merah (Deptan. Rotasi tanam sangatlah penting serta pengelolaaan tanam secara serempak akan menjamin kesuburan tanah dan pengendalian hama dan penyakit. 2. 4. Umbi bibit yang baik adalah harus diperoleh dari tanaman yang sudah cukup tua umurnya. Rata-rata produksi bawang merah di pulau jawa adalah 7. Contoh pergiliran tanaman : No.Pemilihan Bibit Pada umumnya bawang merah bawang merah diperbanyak dengan menggunakan umbi sebagai bibit. pengolahan tanah.. pemanenan dan penanganan pasca panen. Kegagalan dalam budidaya bawang merah dapat terjadi pada : pola tanam.42 – 9. 2004).Pola Tanam Pola tanam bawang merah disesuaikan dengan tujuan penanaman.94 ton/ha. penanaman. Cara penyimpanan umbi bibit yang baik adalah dalam bentuk ikatan di atas para-para dapur atau disimpan di gudang khusus dengan menggunakan pengasapan. pemilihan bibit.Mei Juni .

. kedalaman got dan lebar bedengan harus mampu menjamin kelembaban tanah yang sesuai dengan syarat tumbuh bawang merah. b. Pada umumnya pengolahan tanah pada tanah liat adalah dengan menggunakan sistimcemplong dengan pengolahan sebagai berikut : a. makin besar umbi bibit maka makin jarang jarak tanam. a.. Cecel II (kecrik II) pada tanah yang telah dikecrik I sehingga diperoleh gumpalan tanah yang lebih kecil.8 cm atau 5 – 10 gram Umbi ukuran kecil : Diameter < 1.Pemanfaatan lahan ringan (struktur berpasir) . f. got antar bedengan . Cemplong (got) jarak antar bedengan 60 cm dan dalam 30 – 40 cm dan tanah dinaikkan ke atas petak.- Umbi ukuran sedang : Diameter 1. Cecel (kecrik) pada tanah yang telah dinaikkan dari tanah hasil cemplong yng telah dikeingkan. Banyaknya umbi bibit yang diperlukan dapat diperhitungkan berdasarkan jarak tanam dan berat umbi bibit. 3.. d. maka pembuatan got/saluran drainase memegang peranan penting bagi pertumbuhan bawang merah. Perataan tanah dengan cangkul sehingga diperoleh hasil tanah yang bertekstur remah.5 – 1. Pembuatan got keliling. membuat jarak tanam yang disesuaikan dengan diameter umbi bibit. Umbi berukuran sedang adalah merupakan umbi ganda dengan rata-rata terdiri dari 2 siung umbi. b. e.200 kg. Sedangkan lebar bedengan 2900 cm. Kebutuhan umbi bibit tiap hektarnya berkisar 600 – 1. c. sedang umbi besar ratarata memiliki 3 siung umbi.Pemanfaatan lahan berat (struktur liat) Tanah liat memiliki daya pegang yang kuat terhadap air.Pengolahan Tanah Pengolahan tanah pada umumnya dimaksudkan untuk menciptakan lapisan olah yang gembur dan cocok untuk budidaya bawang merah . g.5 cm atau < 5 gram Secara umum umbi yang baik adalah yang berukuran sedang. Tanah dicangkul atau dibajak tipis Pembuatan got keliling dengan lebar 40 cm dan kedalaman 90-100 cm. Sosrok.

semakin lama masa penyimpanan maka semakin sedikit pemotongan ujung umbinya. c. namun pembuatan got keliling harus lebih dalam dari pada saluran drainase antar bedengan guna menampung lapisan tanah atas yang ikut larut selama pengairan lahan tanaman bawang merah. maka pemanfaatan lah dapat menggunakan sistim bedeng dengan kedalaman saluran drainase yang lebih dangkal dan lebar saluran drainase yang lebih sempit. Tanah diratakan dan dibuat bagian tengan agak tinggi (geger welut) f. Membuat jarak tanam disesuaikan dengan diameter bibit. Pemotongan ujung umbi ditentukan atas dasar lama penyimpanan bibit atau masa dormance. e. b. Berikut contoh besar pemotongan ujung umbi: Lama penyimpanan No. d. 1. Philipina 1–2 3-4 4-6 7-8 1 2 3-4 umbi Dipotong 30 % Dipotong 20 % Dipotong 10 % Dibuang kuncupnya Dipotong 20 % Dipotong 10% Dibuang kuncupnya Panjang pemotongan ujung 2. Besar pemotongan ujung umbi ditentukan oleh varietas dan lama penyimpanan.Tanah ringan memiliki sifat kemampuan ikat pada air lebih kecil. Bauji . 4.Penanaman Sebelum dilakukan penanaman maka perlu dilakukan perlakuan pemotongan ujung umbi. makin besar bibit maka lebih besar jarak tanam. a. Varietas bulan Ex. Tanah dicangkul/dibajak sedalam 30 cm. Pemotongan ujung umbi bibit ini ini dimaksudkan untuk membuang penghambat tumbuh tunas umbi yang berada pada ujung umbi. dan dipetak-petak Bedengan dibuat dengan ukuran 1 – 2 m dan panjang disesuaikan. Dibuat parit tepi (saluran drainase) disekeliling petak dengan ukuran lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm.. lebar 50 cm dan dalam 40 cm. Got (saluran air) dalam petak.

Perlakuan bibit.Pembenaman Pembenaman umbi diupayakan sampai ¾ bagian umbi masuk kedalam lubang yang telah disiapkan sebelumnya. 2 jam sebelum tanam bibit bawang merah yang siap ditanam disemprot merata dengan larutan PGPR dengan dosis 10 cc/ltr air. b.. yaitu satu kali pupuk dasar dan dua kali pupuk susulan : No 1.Pembuatan lubang tanam Pembuatan lubang tanam dengan menggunakan sosrok dengan kedalaman disesuiakan dengan panjang bibit.. semakin panjang ukuran bibit maka semakin dalam pembuatan lubang. akan tetapi jika kurang. Pemupukan Jenis Dosis Aplikasi Dasar Organik/bokashi 2 – 5 ton/ha Sebelum/saat tanam Urea 20 – 40 kg/ha Sebelum/saat tanam . Hal ini digunakan sebagai perangsang tumbuh juga untuk mengendalikan penyakit akar dan moler.. pertumbuhan terhambat dan daunnya menguning pucat. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil. Sebelum umbi dibenamkan dapat dilakukan pencampuran dengan PGPR.a. jika kelebihan Urea atau ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil. Jarak tanam pada musim kemarau 15 x 15 cm dan pada musim hujan 15 x 20 cm. demikian sebaliknya.Pemupukan Dosis pemupukan bervariasi tergantung dengan situasi setempat. 5. c.. Pemupukan dapat diberikan sebanyak tiga kali.

. Susulan I Urea ZA KCl Atau NPK (15-15-15) Urea ZA KCL Atau NPK (15-15-15) 50 – 90 kg/ha 14 hari setelah tanam 100 – 200 kg/ha 14 hari setelah tanam 100 – 140 kg/ha 14 hari setelah tanam 200 kg/ha 14 hari setelah tanam 30 – 70 kg/ha 28 hari setelah tanam 70 – 150 kg/ha 28 hari setelah tanam 120 . penyiangan. atau bibit yang terbalik dan bibit yang tidak dapat tumbuh karena kesalahan pemotongan ujung (bodong).Perawatan Perawatan meliputi pembenahan bibit.ZA 70 – 150 kg/ha Sebelum/saat tanam SP-36/superphost 150 – 250 kg/ha Sebelum/saat tanam atau NPK (15-15-15) 200 kg/ha Sebelum/saat tanam 2. Susulan II Total Jenis Jumlah pemupukan Organik/bokashi 2 – 5 ton/ha Urea 100 – 200 kg/ha ZA 240 – 500 kg/ha SP-36/Superphost 150 – 250 kg/ha atau NPK (15-15-15) 550 kg/ha 6. pendangiran... pengairan dan pemberantasan OPT.Penyiangan . hal ini bibit dapat dipotong ulang atau diganti bibit yang telah dipersiapkan sebelumnya. b. a.170 kg/ha 28 hari setelah tanam 150 kg/ha 28 hari setelah tanam 3.Pembenahan bibit Pembenahan umbi bibit segera dilakukan jika terdapat bibit yang tidak berada pada lubang tanam akibat pendistribusian air (ebor).pembenahan tembok/galeng bedeng.

agar pupuk terbenam kedalam tanah. Pendangiran sebaiknya dilakukan pada fase pertumbuhan batang. e.Pengairan ..Pendangiran Pendangiran dilakukan dengan tujuan agar tanah disekitar pertanaman tetap gembur sehingga penetrasi akar menjadi mudah. dan diupayakan kedalaman cukup serta tanah hasil pendangiran dibumbunkan dipangkal batang tanaman bawang merah. Dalam melakukan pendangiran perlu dilakukan secara hati-hati agar tanaman tidak terungkit keluar atau tanaman menjadi layu... d. Dan pendangiran tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan ke II. yaitu dengan cara 2 s/d 3 sebelum dan sesudah pendangiran pemberian air dihentikan. Pembenahan tembok galeng ini perlu dilakukan setiap saat terjadi kerusakan sampai menjelang masa panen. agar batang berubah menjadi besar dalam bentuk umbi. yaitu setelah umur 20 hari setelah tanam.Penyiangan perlu dilakukan jika terdapat tumbuhan pengganggu. mengatur kelembaban tanah dan mempertiinggi jumlah poripori tanah sehingga udara dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan pernafasan bawang merah. Hal ini agar tanaman agar tanaman terlindungi dari gangguan rumput-rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman bawanng merah : Gulma/rumput dapat menganggu tanaman utama karena : Terganggunya perakaran tanaman Terganggunya penyerapan unsure hara/persaingan makan Terganggunga ekologi mikro (sinar matahari terganggu dan kelembapan tinggi) Dapat menjadi inang hama dan penyakit bawang merah c.Pembenahan tembok galeng Pembenahan tembok galeng pada bedengan perlu dilakukan agar : Mencegah erosi permukaan akar Mencegah larutnya pupuk dari media tanam Mencegah rusaknya petakan media tanam Dapat menampung air yang diberikan pada saat ebor.

seperti diketahui bawang merah terdapat tiga fase pertumbuhan : 1. III..Pemberian air dilakukan berdasar fase pertumbuhan bawang merah. Penyiraman sore hari dapat dihentikan jika prosentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %. yaitu pada pagi dan sore hari. PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan.. Air yang digunakan diusahakan bebas dari penyakit bawang merah juga dihindari air dengan salinitas tinggi. 4. yaitu pada pagi dan sore hari.Fase pertumbuhan awal (0 – 10 hari setelah tanam) Pada fase pertumbuhan awal pengairan diberikan dua kali sehari. 3..Fase pertumbuhan vegetative (11 – 35 hari setelah tanam) Penyiraman atau pengairan dilakukan satu hari sekali yaitu pada pagi hari.. dan tinggi permukaan air dalam canal (got) dipertahankan 20 cm dari permukaan bedeng tanaman.Fase pematangan umbi (51 – 65 hari setelah tanam) Pada fase ini tidak dibutuhkan banyak air maka penyiraman dapat disesuaikan dengan keadaan tanaman. Penyiraman di pagi hari diusahakan sepagi mungkin di saat daun bawang merah masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. dan jika ada hujan rintik-rintik dan ada serangan thrips dilakukan penyiraman pada siang hari. 2. hortikultura dan perkebunan. Hama dapat .Fase pembentukan umbi (36 – 50 hari setelah tanam) Pada fase ini dibutuhkan air yang cukup untuk pembentukan umbi. penyakit dan gulma. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama. maka pada musim kemarau perlu dilakukan pengairan sehari dua kali.

. Larva akan tinggal didalam daun dan memakan dari dalam. Cara pengendalian adalah dengan memetik daun bawang merah yang terserang (petan). 2 ml/ltr air bergantian Proclaim 5 SG 2 g/ltr air atau Match 50 EC 1 ml/ltr air .2 cm Lama masa pupa bervariasi tergantung dari kondisi lingkungan. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim. A. dengan dosis 2 cc/ltr air. Telur akan menetas dalam waktu 5 – 7 hari pada kondisi normal. telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Dan jika populasi sudah diatas ambang dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida Hostathion 40 EC. dapat disebabkan oleh serangga.menimbulkan gangguan pada tanaman secara fisik.Hama Penting Pada Tanaman Bawang Merah 1. Daun berwarna kecoklatan dan pada tahap selanjutnya daun akan mati dan akhirnya tanaman juga akan mati. Imago (serangga dewasa) Imago mempunyai panjang 1. sehingga yang tertinggal hanya jaringan epidermisnya saja.Ulat Bawang (Spodoptera exigua atau S. disebabkan oleh cendawan. Sehingga tidak heran jika pada musim penghujan dunia pertanian sangat disibukkan oleh masalah penyakit tanaman. tungau. Atau dengan Curacron 500 EC. Lanet dll. litura) Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok. Buldog. Telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan.5 cm Sayap imago mempunyai panjang +-2. Sayap depan mempunyai bercak ditengahnya. vertebrata dan moluska. Sedangkan penyakit menimbulkan gangguan fisiologis pada tanaman. bakteri. Dimulai dari ujung daun. ulat memakan jaringan tanaman bagian dalam..5 cm Warna tubuh dan sayap adalah abu-abu keperakan atau abu-abu kecoklatan. Sayap belakang lebih pucat dengan tepi berwarna lebih gelap. Pupa (kepompong) ulat grayak Pupa (kepompong) dijumpai didalam tanah Pupa berwarna coklat dan panjangnya +. Biasanya tanaman bawang merah sering terserang ulat grayak jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut/kalung hitam di leher. fitoplasma dan virus.

Gejala awal dari penyakit ini adalah ditandai dengan menguningnya daun bawang merah... Spp) Belatung hama pengorok daun tinggal dan makan dari dalam jaringan daun. amati predator berupa kumbang macan.. selanjutnya tanaman layu dengan cepat (ngoler). Pengendalian menggunakan Trigard 75 WP 2 gram/ltr air dan bergantian dengan agrimec 18 EC 0. Siklus hidup berkisar 2 minggu.5 cc/ltr.Thrips Thrips biasanya hidup disela-sela daun. serangan yang parah daun menjadi layu. 1. 3.. Siklus hidupnya berkisar antara 7 – 21 hari tergantung dengan kondisi lingkungan. Pada bagian pucuk/titik tumbuhnya atau tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya.Penyakit Penting Pada Tanaman Bawang Merah. jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang menjadi sarangnya. dengan jarak 20 cm X 20 cm. Pemasangan perangkap lampu ini diletakkan tidak lebih 40 cm diatas permukaan bedengan.Cara pengendalian ramah lingkungan : Pengendalian ini dengan menggunakan lampu perangkap yang dipasang disawah. Kumpulan ulat pada senja atau malam hari . Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70 %. Thrips mulai menyerang pada pertanaman umur 30 hari setelah tanam.Layu ( Jamur Fusarium oxysporum) Penyakit yang perlu diwaspadai pada saat awal pertumbuhan adalah layu fusarium. Tanaman yang terserang dicabut dan dibakar atau dibuang jauh dari pertanaman. Semprotkan curacron 500 EC dengan konsentrasi 2 ml/ltr air 4.. Serangan yang parah akan menyebabkan seluruh jaringan daun mati dan akhirnya tanaman juga mati. karena kelembaban disekitar tanaman relative tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Pengendalian dengan menggunakan agens hayati PGPR .Pengorok daun (Liriomyza. 2. Ukuran serangga dewasa adalah 1 – 2 mm. B. sehingga berbentuk korokan atau guratan pada daun. Daun bawang merah yang terserang berwarna putih mengkilat seperti perak. Jika ditemukan serangan penyiraman dikalukan pada siang hari. serangga betina dapat meletakkan telur sekitar 80 buah yang akan menetas dalam waktu 5 – 10 hari. sehingga dalam satu hektar diperlukan 25 s/d 30 lampu.Ulat tanah Ulat ini berwarna coklat hitam.

Dari hasil penelitian (santoso. 4. selanjutnya terbentuk lekukan yang menyebabkan patahnya daun secara serentak/otomatis. bahwa pemakaian PGPR dapat mengendalikan penyakit ngoler dan mampu meningkatkan produksi bawang merah.Antraknose atau otomatis (Jamur Collectotricum gloesporiodes) Gejala serangannya adalah ditandai ditandai terbentuknya bercak putih pada daun.. 2. 30 dan 40 hari setelah tanam. Aplikasi dilakukan pada tanaman berumur 10. 3. Serangan pada umbi akan menyebabkan daun menjadi berkelok-kelok tumbuhnya.Trotol atau bercak ungu (Jamur Altemaria porii) Penyebaran penyakit ini melalui umbi atau percikan air dari tanah. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Semprot : Dengan dosis 10 cc PGPR/liter air. Langkah preventif jika ada hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman. Penyakit menyebar melalui angina tau percikan air. 2007). Gejala serangan ditandai dengan terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. dengan volume semprot 500 ltr larutan/ha. sehingga dapat berfungsi ganda. Jika terdapat serangan segera tanaman dicabut dibakar atau dibuang jauh dari pertanaman. Pengendalian secara preventif : Dengan menggunakan agens hayati Trichoderma.. yaitu meningkatkan produksi dan mengendalikan penyakit. Dengan dikocorkan atau disemprotkan pada pangkal batang dengan konsentrasi 10 ml/ltr air. Cara pemakaian : Perlakuan bibit : Semprot bibit saat akan ditanam setelah dipotong ujungnya dengan larutan PGPR dengan dosis 10 cc PGPR/liter air. Bakteri Pseudomonas fluorescens yang terdapat pada PGPR mampu menghasilkan zat perangsang pertumbuhan tanaman dan juga mampu menekan pertumbuhan pathogen. pada tanaman umur 10. Serangan pada umbi adalah berupa bercak berwarna hijau tua atau hitam.. Spp.Virus . Setelah 3 – 4 minggu dari timbulnya gejala awal daun akan roboh dan jaringan daun akan mati. 20. agar pada lingkungan pertanaman tidak ada air yang tergenang dan kelembaban tidak terlalu tinggi sehingga cendawan tidak dapat berkembang dengan baik. sehingga tidak lurus ke atas seperti seharusnya. 20 dan 30 hari setelah tanam. Memperlebar jarak tanam terutama pada musim hujan Rotasi dengan tanaman lain. Pengendalian : Memperbaiki aerasi dan drainase.

Oleh sebab itu dikendalikan vektornya.. C. biasanya menyerang pada tanah yang becek.Kumbang koksi Kumbang koksi adalah musuh alami dari thrips dan kutu daun 2. Virus ini ditularkan oleh hama golongan penusuk penghisap.. Pengendalian kutu vektor: Pengendalian dilakukan dengan Agens hayati Verticillium. Musuh Alami Hama Bawang Merah 1. daun menguning. Pengendalian : Belum ada produk yang direkomendasikan untuk pengendalian virus. melengkung kesegala arah dan terkulai serta anakannya sedikit...Gejala pertumbuhan kerdil.Busuk umbi Umbi yang terserang menjadi busuk dan berbau.Kumbang paedarus Kumbang paedarus adalah juga musuh alami dari thrips dan kutu daun 3. menjelang matahari terbenam. Sp dengan konsentrasi 5 – 10 cc/ltr air. drainase jelek. ulat bawang dan kutu daun . Usahakan memakai tanaman bebas virus serta pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.Laba-laba Laba-laba adalah predator ulat grayak. Dan penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari. 5.

. Kehilangan akibat kerysakan ini dapat mencapai 20 – 40 %. Selama ini pengeringan yang dilakukan petani adalah dengan menggunakan sinar matahari. pelunakan umbi . Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang mudah rusak. tumbuhnya akar dan busuk serta munculnya jamur berwarna gelap akibat kapang. Sedangkan kegagalan pengeringan umbi dapat menyebabkan turunnya daya simpan . lebih 60 % daun rebah dan buah tampak mengambang dengan warna merah dan keras.. sehingga bawang merah menjadi cepat busuk. Untuk menangani ini diperlukan penanganan pasca panen yang tepat. PANEN Bawang merah dapat dipanen pada umur 55 hari untuk bawang merah konsumsi dan umur 60 – 80 hari untuk bawang merah bibit. Pada saat udara cerah pengeringan dapat dilakukan lebih cepat. Kegagalan proses pelayuan daun dapat mengakibatkan infeksi bakteri pembusuk.Dipanen setelah daun-daun berwarna kuning dan telah rebah.IV. namun pada saat mendung bahkan hujan pengeringan tidak dapa dilakukan sama sekali. daun tampak menguning.Umur tanaman antara 72 – 80 hari setelah tanam Bila disimpan maka perlu dilakukan pengeringan dan diunting (diikat) 1. hal ini dapat dilakukan selama 7 . Kerusakan pasca panen yang sering terjadi pada bawang merah adalah tumbuhnya tunas. umbi cepat busuk. Kerusakan ini berakibat menurunnya daya simpan serta mutu bawang merah. Instore drying (Bangunan pengering) . Teknologi pengeringan Penyimpanan Bawang Merah Pada panen raya dimana produksi sangat melimpah harga jual yang diterima petani sangatlah rendah. bertunas dan tumbuh akar.Penyiraman dihentikan 4 – 5 hari sebelum panen . Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen adalah pangkal daun menipis. 2. Titik kritis penanganan pasca panen bawang merah adalah apabila panen pada saat musim hujan adalah pada saat pengeringan atau pelayuan daun dan umbi. Cara pemanenan bawang merah terdapat beberpa hal yang perlu diperhatikan : . bahkan tidak seimbang dengan biaya panen.9 hari.Pencabutan dilakukan dengan hati-hati agar daun tidak banyak yang putus .

lama Penyimpanan Umbi Bibit Bawang Merah Lama penyimpanan umbi bibit bawang merah adalah.Pengeringan dihentikan jika umbi kelihatan mengkilap.Diberi fungisida/insektisida. lebih merah. Pemotongan ujung umbi didasarkan pada lama masa dormance dari bibit. dilakukan sortasi terhadap umbi bawang merah yang keropos/busuk. apakah umbi bibit perlu dipotong ujungnya apa tidak pada saat penanaman. Hal tersebut merupakan criteria pokok untuk dapat menilai apakah umbi siap digunakan bibit atau belum.Ruang penyimpanan harus bersih. 4. masa atau waktu yang digunakan untuk menyimpan benih.5 bulan penyimpanan. rak pengering penyimpanan berupa rak gantung terbuat dari bambu. yang juga untuk menentukan perlakuan berikutnya. .Pengeringan umbi dilakukan dengan dijajar berbaris selebar bedengan dengan umbi bawang merah ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan selama 4 – 5 hari. . . leher umbi tampak keras dan apabila terkena sentuhan terdengar gemersik.Prosessing benih. .Bangunan ini terbuat dari atap dari fiber glass dilengkapi dengan aerasi udara (Ball window). Selanjutnya menurut Wibowo (1987) bahwa umbi bawang merah yang siap di tanam paling tidak telah disimpan (masa dormance 4 – 8 bulan) pada saat tersebut apabila umbi bawang dibelah telah mulai tumbuh tunasnya yang berwarna hijau yang panjangnya sekitar separoh panjang umbi sampai dengan ujung umbi.. .68 %.Benih bawang merah jika disimpan dengan baik. dengan suhu ruangan 30 – 33oCn dan kelembaban 55 – 75 % . dapat bertahan lama didalam ruang penyimpanan. sedangkan pengeringan dengan sinar matahari pada cuaca cerah mencapai 1.Sortasi dilakukan setelah dilakukan pengeringan .. Bangunan dengan ukuran 6 m x 6 m dengan tinggi 3 m. Kerusakan penyimpanan dengan bangunan ini mencapai 0. dapat digunakan untuk menyimpan/mengeringkan bawang merah sebanyak 5 – 10 ton.Setelah 1 – 1. cukup ventilasi dan tidak dicampur dengan komoditas lain. ditaburkan dibagian diantara umbi dan ikatan dalam.Ikatan bawang merah dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan kadar air 80 – 85 %. dinding terbuat dari fibre glass.24 %.. yang untuk selanjutnya disebut dengan masa dormasi. . hal ini tergantung dari varietas bawang merah. sebab untuk masing-masing varietas bawang merah memiliki masa dormance yang berbeda-beda. 3. .

Pemasangan mulsa .ZA .500 1. Anallisa usaha budidaya bawang merah ANALISIS USAHA TANI BAWANG MERAH LUAS 1 HA A. Uraian Sewa Lahan Hand Sprayer Pajak Bunga Bank Umur (bln) .500. 4. 6. 7. 5.PGPR .Verticillium Pengairan Tenaga Kerja .000 2.Panen Jumlah NO 1.Pemupukan .625. Unsur Biaya Tetap Harga Jumlah Satuan Satuan (Rp) ha buah ha Jumlah Harga (Rp) Penyusutan/ Bln/Buah ( Rp) No 1 3 4.Pembajakan .Trichoderma .000 3.000 B. 9. 2. Unsur Biaya Tidak Tetap Uraian Jumlah Harga <Rp> Total <Rp> Bibit Mulsa Pupuk . 3.900.120.Contoh .500 3.Fungisida Agens Hayati .Insektisida .000 192.Pembuatan bedengan .Penanaman . 5.Pupuk Organik <Bokashi Plus> Pestisida .080.Penyemprotan .SP-36 -NPK <Majemuk> .000 875.

b.Biaya tidak tetap 2. Perhitungan Keuntungan atau Kerugian (Rugi Laba) No 1. D.Penyusutan Jumlah Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah Nilai (Rp) 3. Uraian Hasil Penjualan Total Biaya a. Hasil Penjualan Bawang Merah Hasil Produk Bawang Merah Jumlah Satuan Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah Nilai (Rp) No 1. Jumlah Biaya Keuntungan (1-2) B/C Ratio HPP HJP .Jumlah C.

Penyimpanan Benih dan Pembibitan. Jakarta Anonimous. Balai Penelitian Tanaman sayuran. Journal Litbang pertanian. Journal Litbang Pertanian. budidaya Bawang Merah. IPB. 2005. 2006. Balai Penyuluhan pertanian Kecamatan Plemahan. Penekanan Hayati Penyakit moler Pada Bawang merah Dengan PGPR. 2006. Dipertabun. 2009. Nganjuk Surojo G. Pemupukan dan Pemeliharaan Bawang Merah. 2006. 2007. Dipertabun. Peluang Pengembangan Feromon Seks Dalam Pengendalian Hama Ulat Bawang Merah. Journal Litbang Pertanian. Nganjuk . Nganjuk Surojo G. Budidaya Bawang merah. Bogor Anonimous. Kediri Surojo G. Journal litbang Pertanian. Journal Litbang Pertanian. Bawang Merah. 2009. Penggunaan Benih dan Pemeliharaan Bawang Merah. 2009. Pengelolaan Lahan dan Penyiapan Lahan Media Tanam Bawang Merah. Perbenihan Bawang Merah. Jakarta Agus Nurawan. Jakarta Anonimous. Jakarta Karno.DAFTAR PUSTAKA Achmad Hidayat. Bogor Edy Suprapto. Buku Petunjuk Penggunaan Agens Hayati Pada Tanaman Hortikultura. 2009. Dipertabun. 2003. Jakarta Anonimous.

Kondisi ini terjadi karena bawang merah sering dimanfaatkan masyarakat untuk bahan baku pembuatan bumbu masakan. seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku bisnis makanan yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah Bawang merah (allium ascalonicum). Meskipun keuntungan yang diperoleh dari budidaya bawang merah cukup tinggi. Sulawesi. Budidaya bawang merah memang memberikan keuntungan cukup besar bagi para petaninya. dan menjadi bahan utama dalam proses produksi bawang goreng yang sering digunakan sebagai pelengkap berbagai menu kuliner. Jambi. Mengingat saat ini kebutuhan pasar akan bawang merah semakin meningkat tajam. Lampung. Jawa Timur. Lombok. Kalimantan. Sumatera Selatan. semuanya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari bawang merah dan tingginya nilai ekonomi yang dimiliki sayuran ini. Jawa Barat. membuat para petani di berbagai daerah tertarik membudidayakannya untuk mendapatkan keuntungan besar dari potensi bisnis tersebut. Untuk mencegah kerugian tersebut. dan menggunakan bantuan mesin tepat guna .Potensi Bisnis Budidaya Bawang Merah Sebagai negara agraris. Mulai dari produk pertanian sampaiproduk hortikultura. maka diperlukan upaya untuk dapat membudidayakan bawang merah sepanjang tahun. Bali. Hal inilah yang mendorong para petani di daerah Jawa Tengah (khususnya Brebes). Tentu keadaan ini sering merugikan para petani bawang merah. Maluku dan beberapa daerah lainnya untuk memilih budidaya bawang merah. Misalnya dengan budidaya di luar musim. sebab persediaan produk yang tidak stabil menyebabkan harganya mengalami fluktuasi (naik di saat musim kemarau dan turun drastis di musim panen). Aceh. Selama ini mereka hanya menjalankan proses pembudidayaan bawang merah pada musim kemarau saja. Karena para petani masih sangat tergantung dengan bantuan sinar matahari untuk proses budidaya dan proses pengeringan bawang merah pada saat pasca panen. namun sampai sekarang para petani belum bisa membudidayakan bawang dengan optimal. Sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan berbagai produk pertanian dan hortikultura sebagai potensi bisnis yang cukup menjanjikan. Sumatera Utara (terutama di pulau Samosir). Bengkulu. Indonesia menghasilkan beragam jenis hasil bumi yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai ladang usaha.

Semoga dengan adanya sedikit informasi potensi bisnis bawang merah. diharapkan produksi dan harga bawang merah dipasaran bisa terus stabil sesuai dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Selamat mencoba dan salam sukses. Karena peluang bisnis dapat diciptakan dengan memanfaatkan segalapotensi daerah yang ada.untuk membantu pengeringan hasil bawang merah. . dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan memberikan inspirasi bisnis bagi para calon pengusaha. Dengan begitu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->