KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan

hidayah-Nya maka tugas ini dapat diselesaikan. Atas semua bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan tugas ini hingga selesai, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belum sempurna, baik dari segi materi meupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan dalam penyempurnaan tugas ni. Terakhir penulis berharap, semoga tugas akhir ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca dan khususnya bagi penulis juga. Subang,, Maret 2013 Penyusun

Makalah kespro

Hal

ii

...........................3 BAB IV PENUTUP...............................................................................................i DAFTAR ISI.................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR....ii BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA Makalah kespro Hal ii .................................................................1 BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................

Hal ini masih terbukti masih tingginya angka kematian ibu bersalin yaitu 375/100. Terobosan dan strategi bagaimana memasyarakatkan Makalah kespro Hal. diantaranya di bidang kesehatan. tetapi secara factual persamaan tersebut saat ini belum terwujud. Tingginya angka kematian ibu.BAB I PENDAHULUAN 1. Tetapi di Indonesia. umpamanya: pembedaan pemberian makanan bergizi pada anak laki-laki dan wanita. Bahwasanya secara normatif wanita mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria dalam segala bidang kehidupan dan bidang pembangunan seperti yang tercantum dalam GBHN. Oleh sebab itu diperlukan usaha-usaha yang lebih sederhana. Hal yang lebih penting dalam memasyarakatkan kesehatan reproduksi ini adalah kesadaran dan motivasi masyarakat sendiri (terutama pihak wanita) yang menjaga kesehatan reproduksinya. tertinggi di Asia Tenggara. budaya danekonomi secara keseluruhan. Untuk menghilangkan hambatan-hambatan ini salah satu usaha pemerintah berusaha untuk meningkatkan pelayanan terhadap wanita usia produktif dengan menyediakan puskesmas dan rumah sakit dengan berbagai fasilitasnya. tradisi sosial budaya.1 Latar Belakang. lebih sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya setempat. Artinya hal ini membawa pemikiran baru untuk mengefektitkan serta mengintensitkan pelaksanaan berdasarkan kesadaran masyarakat dan kebutuhannya sendiri. 1 . dan juga mengikut sertakan masyarakat secara umum dan terpadu. status gizi yang tidak memadai dan kurangnya akses pemanfaatan dan faslitas kesehatan serta rendahnya status wanita. akses informasi. Masih banyak wanita yang mengalami diskriminasi dalam bidang kesehatan.000 kelahiran hidup. usaha dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi ini masih belum mencapai tujuan yang diinginkan. Masalah kesehatan reproduksi wanita ini tidak terlepas dari faktor sosial. infeksi. disinyalir penyebab utamanya adalah perdarahan. lebih mudah terjangkau. dan toksernia dan penyebab tak langsung adalah kemiskinan. dan akses pelayanan kesehatan dan sebagainya.

3 Pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita. Oleh sebab itu wanita. Kesehatan alat reproduksi sebenarnya bukanlah penting menurut mereka. 4. maka wanita sebagai penerima kesehatan. Dalam diskusi kelompok terarah (DKT) yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi wanita. dan pengendalian jumlah penduduk. 1. 1 . sebenarnya pandangan masyarakat terhadap hal tersebut. Juga sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa peristiwa mulai dari haid sampai Makalah kespro Hal. Berdasarkan pemikiran di atas kesehatan wanita merupakan aspek paling penting disebabkan pengaruhnya pada kesehatan anak-anak.program kesehatan reproduksi khususnya reproduksi wanita tanpa arahan atau paksaan. anggota keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan harus berperan dalam keluarga. seyogyanya diberi perhatian sebab : 1. 3. Kesehatan wanita sering dilupakan dan ia hanya sebagai objek dengan mengatas namakan “pembangunan” seperti program KB. Oleh sebab itu pada wanita diberi kebebasan dalam menentukan hal yang paling baik menurut dirinya sesuai dengan kebutuhannya di mana ia sendiri yang memutuskan atas tubuhnya sendiri. Kesehatan wanita secara langsung mempengaruhi kesehatan anak yang dikandung dan dilahirkan. Wanita menghadapi masalah kesehatan khusus yang tidak dihadapi pria berkaitan dengan fungsi reproduksinya 2. supaya anak tumbuh sehat sampai dewasa sebagai generasi muda.2 Konsep Pemikiran Tentang Kesehatan Reproduksi Wanita Pembangunan kesehatan bertujuan untuk mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. 1. Demi tercapainya derajat kesehatan yang tinggi. Masalah kesehatan reproduksi wanita sudah menjadi agenda Intemasional diantaranya Indonesia menyepakati hasil-hasil Konferensi mengenai kesehatan reproduksi dan kependudukan (Beijing dan Kairo). Untuk itu penulis ingin mengetahui lebih dalam bagaimana tanggapan wanita sendiri dan masyarakatnya tentang kesehatan reproduksi mereka.

Pandangan yang telah berurat berakar baik pada kelompok wanita dan masyarakat tidak terlepas dari peran jender wanita yang disosialisasikan bahwa wanita haru mendahulukan kepentingan-kepentingan di luar dirinya. tetapi baik wanita maupun laki-laki sama-sama keberatan. Meskipun laki-laki pun dapat ber-KB misalnya dengan metode vasektomi. Dengan asumsi seperti ini memang sukar menghilangkan “dogma” tersebut dalam Pandangan lain yang sehubungan dengan kesehatan reproduksi wanita adanya sebaiknya dalam memeriksa adalah dokter.berusia subur beranggapan bahwa yang ber-KB adalah wanita. Hal lain yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita. meskipun kadangkala kesehatan tidak mengizinkan atau alat kontrasepsi sering tidak cocok. bidan atau petugas sesame wanita juga. melahirkan atau segala yang berkaitan dengan alat kelamin wanita adalah peristiwa alamiah dan tidak perlu dibesar-besarkan. Berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita. Jika terjadi apa-apa (misalnya suami sakit garagara ber-KB). Definisi sehat dan sakit dalam pengertian masyarakat desa berbeda dengan pengertian medis. Akibatnya banyak wanita jika mengalami penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya berusaha mengatasi sendiri. Pengertian medis yang menyatakan sakit adalah terganggunya salah satu organ tubuh dalam menjalankan fungsinya. hamil.perkawinan. Padahal masalahnya tidak sesederhana itu. dan bahkan sering mengabaikan kesehatannya sendiri. misalnya dengan obat tradisional atau jamu. 1 . jika penyakitnya sudah parah barulah mereka mencari pertolongan dokter. dianggap masyarakat bukanlah sakit sepanjang masih dapat berjalan dan melakukan kegiatan seperti biasa. masyarakat beranggapan bahwa hal tersebut merupakan masalah “pribadi” yang bersangkutan. adalah mengenai kegiatan ber-KB. siapa yang menangung biaya rumah tangga? Dalam hal ini wanita “mengalah” membiarkan dirinya ber-KB. Alasan bagi laki-laki enggan ber-KB adalah dengan mendengar “issue” mereka akan mengalami kehilangan gairah seksual. atau bidan. Masyarakat termasuk wanita yang . Alasan wanita adalah suami adalah tulang punggung keluarga dalam rnencari ekonomi rumah tangga. Sebagian responden mengakui bahwa suami mereka menghendaki Makalah kespro Hal.

terlebih dahulu cari dokter. Kalau melahirkan masih dapat dimaafkan.jika istri mereka terpaksa berobat ke puskesmas atau rumah sakit. bidan atau petugas kesehatan sesama wanita. Makalah kespro Hal. 1 . Alasannya sangat janggal kalau alat reproduksi wanita “dilihat” oleh orang lain apalagi laki-laki lain. tetapi kalau sekedar berobat atau memeriksa kehamilan sebaiknya dengan petugas sesama wanita.

1 . Namun.BAB II PEMBAHASAN 2. secara tidak langsung memperburuk pula kesehatan reproduksi wanita.1 Definisi Kesehatan Reproduksi Wanita. bukan semata-mata sebagai pengertian klinis (kedokteran) saja tetapi juga mencakup pengertian sosial (masyarakat). kondisi sosial dan ekonomi terutama di negara-negara berkembang yang kualitas hidup dan kemiskinan memburuk. Selain itu juga disinggung hak produksi yang didasarkan pada pengakuan hak asasi manusia bagi setiap pasangan atau individu untuk menentukan secara bebas dan bertanggung jawab mengenai jumlah anak. dan menentukan kelahiran anak mereka. Dalam pengertian kesehatan reproduksi secara lebih mendalam. Berdasarkan Konferensi Wanita sedunia ke IV di Beijing pada tahun 1995 dan Koperensi Kependudukan dan Pembangunan di Cairo tahun 1994 sudah disepakati perihal hak-hak reproduksi tersebut.2 Indikator Permasalahan Kesehatan Reproduksi Wanita. 2. Intinya goal kesehatan secara menyeluruh bahwa kualitas hidupnya sangat baik. mental.1996) menyimpulkan bahwa terkandung empat hal pokok dalam reproduksi wanita yaitu : • • • • Kesehatan reproduksi dan seksual (reproductive and sexual health) Penentuan dalam keputusan reproduksi (reproductive decision making) Kesetaraan pria dan wanita (equality and equity for men and women) Keamanan reproduksi dan seksual (sexual and reproductive security) Adapun definisi tentang arti kesehatan reproduksi yang telah diterima secara internasional yaitu : sebagai keadaan kesejahteraan fisik. penjarakan anak. fungsi-fungsi dan proses reproduksi. sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistim. Dalam hal ini (Cholil. Indikatorindikator permasalahan kesehatan reproduksi wanita di Indonesia antara lain: Makalah kespro Hal.

Tingkat pendidikan ini mempengaruhi tingkat kesehatan.1. dan ikut serta dalam mengambil keputusan dalam keluarga dan masyarakat. Ada juga karena faktor kemiskinan. Kemiskinan mempengaruhi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.2. adalah peran masing-masing pria dan wanita berdasarkan jenis kelamin menurut budaya yang berbeda-beda. antara lain mengakibatkan: • • • 2. Disamping itu resiko tingkat kematian dua kali lebih besar dari wanita yang Makalah kespro Hal. dan karena peran jender berbeda dalam konteks cross cultural berarti tingkat kesehatan wanita juga berbeda-beda. orang tua cepat-cepat mengawinkan anaknya agar lepas tanggung jawabnya dan diserahkan anak wanita tersebut kepada suaminya.1 Makanan yang tidak cukup atau makanan yang kurang gizi Persediaan air yang kurang. Minimal dengan mempunyai pendidikan yang memadai seseorang dapat mencari liang. Kesempatan untuk sekolah tidak sama untuk semua tetapi tergantung dari kemampuan membiayai. merawat diri sendiri. Dalam hal ini bukan indikator kemiskinan saja yang berpengaruh tetapi juga jender berpengaruh pula terhadap pendidikan. 2. Ini berarti wanita muda hamil mempunyai resiko tinggi pada saat persalinan. sanitasi yang jelek dan perumahan yang tidak layak. Jender sebagai suatu kontruksi social mempengaruhi tingkat kesehatan. Tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Dalam situasi kesulitan biaya biasanya anak laki-laki lebih diutamakan karena laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga. Kemiskinan. Hal ini banyak kebudayaan Yang menganggap kalau belum menikah di usia tertentu dianggap tidak laku. Jender. Pendidikan yang rendah. Orang yang berpendidikan biasanya mempunyai pengertian yang lebih besar terhadap masalah-masalah kesehatan dan pencegahannya. 1 . 2.2.2 Kawin muda Di negara berkembang termasuk Indonesia kawin muda pada wanita masih banyak terjadi (biasanya di bawah usia 18 tahun).

termasuk penyakit menular seksual. 2.2. Wanita bekerja jauh lebih lama dari pada pria. mereka putus sekolah. 2. Menurut WHO di negara berkembang terrnasuk Indonesia diperkirakan 450 juta wanita tumbuh tidak sempurna karena kurang gizi pada masa kanakkanak. Dibidang pertanian baik pria maupun wanita dapat terserang efek dari zat kimia (peptisida). dan sebagainya. dan sebagainya. Dampak lain.3 Kekurangan gizi dan Kesehatan yang buruk. tetapi akan lebih berbahaya jika wanita dalam keadaan hamil. Di India banyak kasus keguguran atau kelahiran sebelum waktunya pada musim panen karena wanita terus-terusan bekerja keras.menikah di usia 20 tahunan. pada akhirnya akan bergantung kepada suami baik dalam ekonomi dan pengambilan keputusan. Seperti diketahui air adalah media yang cukup berbahaya dalam penularan bakteri penyakit. stress. lebih lanjut terjadinya kelelahan kronis. karena pekerjaan mereka atau tubuh mereka yang berbeda dengan pria. kekurangan zat ini akan menyebabkan gondok yang membahayakan perkembangan janin baik fisik maupun mental.2. karena akan berpengaruh terhadap janin dalam kandungannya. pekerjaan wanita yang selalu berhubungan dengan air. Wanita sejak ia mengalami menstruasi akan membutuhkan gizi yang lebih banyak dari pria untuk mengganti darah yang keluar. tetapi juga jenis pekerjaan yang berat. Akibatnya wanita mempunyai sedikit waktu istirahat. kotor dan monoton bahkan membahayakan. Salah satu situasi yang rawan adalah.4 Beban Kerja yang berat. Di samping itu wanita juga membutuhkan zat yodium lebih banyak dari pria. Wanita juga sangat rawan terhadap beberapa penyakit. berbagai penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia rata-rata wanita bekerja 3 jam lebih lama. misalnya mencuci. Jika pun berkecukupan. 1 . Resiko-resiko yang harus Makalah kespro Hal. memasak. Kesehatan wanita tidak hanya dipengaruhi oleh waktu kerja. akibat kemiskinan. budaya menentukan bahwa suami dan anak laki-laki mendapat porsi yang banyak dan terbaik dan terakhir sang ibu memakan sisa yang ada. Zat yang sangat dibutuhkan adalah zat besi yaitu 3 kali lebih besar dari kebutuhan pria.

Mengkaji aktivitas kerja dan kondisi kesehatan reproduksi wanita. kematian ibu. Sebagaian besar perempuan bekerja keras setiap hari. masalah kesehatan reproduksi perempuan. kawin muda dan beban kerja yang berat mengakibatkan wanita juga kekurangan waktu. Beban kerja yang terlalu berat membuat seorang perempuan mengalami kecapekan dan mudah terserang penyakit. dan cahaya yang menyilaukan. didapatkan suatu informasi mengenai kondisi kesehatan reproduksi pada kelompok pekerja wanita dan 2. masalah kesehatan kerja. membersihkan rumah demi kelangsungan hidup keluarga. terutama bagi perempuan. pendidikan. Diharapkan penelitian ini 1. Sebagai data yang dapat dipergunakan untuk pengembangan pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada wanita. Namun jika perempuan juga bekerja di luar rumah (mencari penghasilan). Peran jender yang menganggap status wanita yang rendah berakumulasi dengan indikator-indikator lain seperti kemiskinan. selain karena rawan terpapar penyakit. informasi. untuk memperhatikan kesehatan reproduksinya. Mengkaji karakteristik wanita 2.3 Wanita Di Tempat Kerja Kesehatan reproduksi menjadi cukup serius sepanjang hidup. 1 . Makalah kespro Hal. Mengkaji kondisi kesehatan reproduksi 4. Terlebih lagi bila seorang perempuan tidak punya cukup waktu untuk istirahat dan tidak memperoleh cukup perhatian akan kondisi kesehatannya. Mengkaji aktivitas kerja yang dilakukan oleh wanita yang bekerja di sektor informal 3. 1999). atau radiasi. menopause. 2. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. yang bekerja di sektor informal. juga berhubungan dengan kehidupan sosialnya. misalnya kurangnya pendldikan yang cukup. berisik. memasak. maka beban kerjanya menjadi rangkap. bahan kimia. dan masalah gizi (Baso dan Raharjo. kawin muda.dialami bila wanita bekerja di industri-industri misalnya panas yang berlebihlebihan.

Sedangkan bagi responden yang mengatur kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi maka jenis kontrasepsi modern menjadi pilihannya baik atas pertimbangan sendiri maupun atas pertimbangan suami istri.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Dalam 1 hari sebagian besar bekerja kurang dari 6 jam sehari. Makalah kespro Hal. Sebagian besar telah tamat SMP. . 1 . kelahiran. Sebagaian besar responden mengaku menstruasi pertama kali setelah usia lebih 12 tahun dan sebagian besar tidak mengalami sakit saat mentruasi dengan siklus antara 21-35 hari.8% responden mempunyai anak setelah pernikahan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terstruktur pada 33 responden wanita yang bekerja di usaha kegiatan konveksi dan katering. Dilihat dan aktivitas kerja sahagian besar responden 54. Untuk memelihara kesehatan manusia memerlukan kerja dan istirahat yang cukup sehingga tidak mudah sakit terutama yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Dalam kaitan dengan pengaturan kehamilan sebagian besar tidak melakukan pengaturan terhadap kehamilan dan jumlah anak yang diinginkan. Hasil penelitian ini menunjukkan: sebagian besar responden berada pada kelompok usia 40-49 tahun. Kondisi kesehatan reproduksi di tempat kerja menunjukkan belum banyak responden yang mendapatkan hak reproduksi sehat (cuti haid. Hasil penelitian juga menunjukkan sebagian kecil responden belum mempunyai anak (belum pernah hamil dan mengalami keguguran).\ Dalam kaitan dengan kesehatan reproduksi usia pertama kali menikah sebagian besar berusia 15-20 tahun dan 78.5% bekerja salama 7 hari/minggu. Sedangkan aktivitas kerja di luar rumah tampak masih ada yang belum mempunyai anak. Analilisis data dilakukan dengan melakukan tabel distribusi frekuensi dan tabel silang. Hal ini menunjukkan tingkat kesuburan dari responden. dan pemberian ASI. Askes pelayanan KB maupun kesehatan reproduksi sebagaian besar pergi ke tempat pelayanan kesehatan. Kondisi ini dapat dimungkinkan antara lain kesempatan bekerja di luar rumah membuat responden mempunyai otonomi yang besar dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Sebagian besar bekerja salama 7 hari/minggu sedang lama kerja dalam sehari sebagaian besar kurang dari 6 jam/hari Sebagian besar responden menikah di usia muda dan mengalami kehamilan di usia muda. Sebagaian kecil responden belum mempunyai anak (keguguran dan belum pernah hamil) Sebagian besar responden tidak mengatur jumlah anak yang diinginkan dan sebagian besar mendapat menstrusi pertama yang terlambat.1 Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini adalah sebagaian besar responden pada kelompok usia 40-49 tahun. Makalah kespro Hal. 1 . Disarankan perlunya upaya penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada kelompok-kelompok tertentu yaitu wanita yang berkerja di sektor informal.BAB III PENUTUP 3. Belum adanya pelayanan kesehatan reproduksi sehat di tempat kerja kurangnya keserasian antara aktivitas kerja dan menjaga kondisi kesehatan reproduksi.

com/2009/02/24/memasyarakatkankesehatan-reproduksi-wanita/ 2. http://urfisyifa. http://agungsantoso77.google.mozilla%3Aen-US %3Aofficial&q=makalah+kesehatan+reproduksi+wanita+bekerja&btnG= Telusuri&meta= 4.id/search?hl=id&client=firefoxa&channel=s&rls=org. 1 .co.com/2007/07/wanita-di-tempat-kerja/ 3.blog.wordpress.DAFTAR PUSTAKA 1.google.co. http://www.mozilla%3Aen-US %3Aofficial&q=wanita+di+tempat+kerja&btnG=Telusuri&meta= Makalah kespro Hal.friendster. http://www.id/search?hl=id&client=firefoxa&channel=s&rls=org.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful