BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Setiap masyarakat mempunyai kebiasaaan yang turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang, bukan hanya kebiasaaan yang baik seperti budaya,seni, serta maha karya tetapi juga kebiasaan buruk seperti sembarangan membuang sampah serta menjadikan sungai sebagai tempat MCK, di zaman dulu kebiasaan seperti ini sering dilakukan namun kebiasaan seperti itu cocok dalam keadaaan zaman seperti dulu, namun dizaman sekarang membuang sampah sembarangan serta menjadikan sungai sebagai tempat MCK sangatlah tidak pantas karena selain padatnya penduduk yang bertambah juga perubahan globalisasi serta perkembangan zaman yang membuat kebiasaan tersebut harus ditinggal kan. Pentingnya pengetahuan serta penyuluhan terhadap masyarakat tetang cara pembuangan sampah dengan benar serta cara penggunaan sungai yang baik.

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

1. 2.

Bagaimana cara membuang sampah yang baik ? Bagaimana cara menggunakan sungai sebagai mestinya ?

C.Tujuan Agar masyarakat dapat mengubah kebiasaannya untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan sungai dengan sebagaimana mestinya dan serta masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan baik untuk kepentingan bersama .

1

begitu juga dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai . misalnya diare dan lain-lain.sedangkan dalam jarak beberpa meter ada masyarakat sedang gosok gigi dan ini adalah suatu kebiasaan yang sangat buruk dan dapat menimbulkan penyakit. selain kebiasaaan yang seperti itu masyarakat juga biasa membuang sampah di selokan dan hal ini menyebabkan sampah menyumbat aliran air dalam selokan sehingga pada saat hujan turun selokan tidak dapat mengalirkan air dan hal inti manyebabkan banjir.cuci serta buang kotoran banyak sekali masyarakat menjadikan sungai sebagai MCK. padahal kebiasaan seperti itu sangat tidak sehat contohnya : ada masyarakat buang kotoran disungai .ini dapat menyebabkan tercemarnya air sungai serta dengan banyaknya sampah yang menumpuk menyebabkan air sungai meluap karena tidak mampu menampunng air.sehingga banyak sampah yang berserakan di luar tempat sampah selain itu masyarakat membuang sampah dengan cara dilempar sehingga sampah yang ada didalam kantong plastik berserakan keluar dan ini menyebabkan sampah berserkan. serta tidak dapat mengalirkannya karena aliran sungai tersumbat. namun hal ini tidak mengusik masyarakat mreka tetap saj menjalankan rutinitas tersebut. 2 . banyak masyarakat membuang sampah didepan tempat sampah bukan di dalam tempat sampah.yang menjadi dasar dalam pembuatan makalah ini adalah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah yang tidak pada tempatnya.BAB II DASAR TEORI DASAR TEORI Kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan lingkungan sangatlah buruk. krena hal tersebut saya akan membahas kebiasaan buruk masyarakat terhadap sampah serta sungai agar masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sehingga terciptalah lingkungan yang sehat. Kebiasaan masyarakat menggunakan sungai sembarangan sebagai tempat mandi.

BAB III BUDAYA YANG ADA DI MASYARAKAT KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN  Disini kita akan membahas kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan serta dampak apa yang akan terjadi serta bagaimana cara penanggulangan nya  Serta contoh-contoh kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah PENYALAHGUNAAN SUNGAI   Bagaimana kebiasaan masyarakat yang buruk dalam mengguakan sungai Kita juga membahas dampak serta cara penanggulangan nya 3 .

Selain itu sudah jelas kalau kotor atau jorok itu sangat dekat dengan penyakit. Ada ajaran kalau kebersihan itu adalah sebagian dari iman. "Mayoritas warga di Kab. Cirebon adalah Muslim.BAB IV PEMBAHASAN SAMPAH Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah  Pengguna Jalan Keluhkan Bau Sampah Kamis. (PRLM). 22 Oktober 2009 .. Disebutkan kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan terutama di desadesa yang terletak di daerah hilir sepertinya sulit untuk dihilangkan." kata Wartana (44).Para pengguna jalan yang melewati kawasan Desa Tuk.Tidak hanya di daerah Tuk yang lainnya pun seperti itu. 18:24:00 SUMBER. (A-146/das) 4 . Kamis (22/10)." katanya. "Kebiasaan buruk warga yang biasa membuang sampah seenaknya. termasuk di saluran-saluran air pada musim kemarau sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan para pengguna jalan maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kab. salah seorang pengguna jalan desa tersebut. membuang sampah sembarangan tidak hanya pada musim kemarau. Selain diperlukan upaya persuasif dari para petugas yang terkait juga sangat bergantung dari masyarakatnya sendiri. karena berbgai macam sampah yang menumpuk di sungai atau jenis saluran air lainnya juga bisa menimbulkan bahaya banjir akibat saluran air tersumbat. Menurut pengamat Sosial. Kalau berperilaku jorok artinya ajaran yang dianutnya tidak dipakai. Kedawung. namun pada musim penghujan pun tetap bermasalah. Ichwan Mulyana. Ke. Cirebon mengeluhkan bau busuk sampah dan kotoran yang dibuang warga sekitar di sebuah sungai yang melintas di ruas jalan dekat perempatan daerah Cideng.

ban bekas. butuh waktu relatif lama dan pendekatan secara khusus kepada masyarakat untuk penanganan banjir di kota itu. dan Sumber Daya Mineral (PSDA dan ESDM) Pemkot Semarang. Masyarakat tampaknya masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah sehingga hampir di seluruh sungai di Kota Semarang ada sampah. Energi. di atasnya didirikan bangunan oleh pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan sehingga badan saluran air tertutup. "Hal ini membutuhkan penanganan khusus karena hampir setiap saluran air dan sungai. katanya. hal tersebut tidak dapat bertahan lama karena masyarakat masih saja membuang sampah di sungai. 24 Oktober 2009 pukul 09:07:00 Kebiasaan sebagian masyarakat Kota membuang sampah di sungai relatif sulit diubah namun pemerintah kota (pemkot) setempat terus menyosialisasikan tentang bahaya timbunan sampah di sungai. 5 . berbagai bangunan liar di bantaran sungai juga menjadi penyebab aliran air sungai tidak lancar. Fauzi. katanya. Ia menjelaskan. By Republika Newsroom Sabtu. petugas juga menemukan barang bekas pakai dalam bentuk relatif besar seperti kasur. Pada kesempatan itu ia juga mengatakan. Pemkot juga memprogramkan pengerukan sampah di sungai untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah yang telah tersedia guna mencegah bahaya banjir terutama saat musim hujan." katanya. "Beberapa kali telah dilakukan pengerukan untuk membersihkan sungai dari sampah. terus dibangun antara lain melalui peningkatan intensitas sosialisasi tentang bahaya membuang sampah di tempat itu. dia menambahkan." kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air." katanya. masyarakat sebenarnya sudah tahu bahwa timbunan sampah di sungai menjadi penyebab banjir di kota itu terutama pada musim hujan. Ia mengatakan. bantal. dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Sampah yang mereka buang di sungai bukan hanya sampah rumah tangga dalam bentuk barang kecil seperti sampah dapur. di Semarang. Namun. Sabtu (23/10). "Sosialisasi terus dilakukan. pakaian. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. bangunan liar di atas saluran air dan sungai menyulitkan petugas dalam memelihara secara rutin kelancaraan aliran air sehingga saat hujan terjadi banjir.

Pertamanan dan Tata Ruang Pemko Banjarbaru. "Demi terciptanya lingkungan yang bersih khususnya di sekitar kawasan TPS. "Petugas hanya mendatangi TPS resmi sesuai jadwal setiap hari." ujarnya di Banjarbaru. setiap hari mendatangi TPS menjalankan tugasnya mulai pukul 05:00 Wita hingga pukul 09:00 Wita. dan jangan pernah lagi dilakukan di masa-masa mendatang. Petugas sampah. mengingat sampah yang dibuang siang hari ke TPS. meminta warga Kota Banjarbaru. maka sampahnya bisa tidak terangkut." ujarnya. pihaknya juga mengimbau kotoran dibuang di TPS resmi. untuk membersihkan sampah di tempat itu. kebiasaan itu harus ditinggalkan karena jika masih dilakukan maka berdampak terhadap kebersihan lingkungan. petugas tidak mengangkutnya karena tugas mereka bukan menangani sampah di TPS tidak resmi tersebut." katanya. Masyarakat harus membantu. Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak membuang sampah pada siang hari. sehingga apabila sampah dibuang di atas jam operasional itu. ant/rin  : Kepala Dinas Kebersihan. Menurut dia. selain meminta warga tidak membuang sampah siang hari."Penanganan banjir harus bersama-sama seluruh komponen masyarakat. sehingga petugas mudah mengangkut dan membawanya ke tempat pembuangan akhir (TPA) guna diproses lebih lanjut. Rabu (4/11). tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan. kami sangat mengharapkan masyarakat memiliki kesadaran tidak membuang sampah pada siang hari. besar kemungkinan tidak diangkut petugas kebersihan. Ia mengatakan. "Kebiasaan warga membuang sampah ke tempat pembuangan pada siang hari hendaknya ditinggalkan. Jika sampah dibuang di tempat tidak resmi." ujarnya. Ogi Fajar Nuzuli. 6 . kata dia.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan mencerminkan adanya budaya terabas pada masyarakat Indonesia. Kartini mengatakan bahwa cara membuang sampah memang mencerminkan budaya terabas dalam masyarakat. (Ant/OL-06) Perilaku Membuang Sampah Cermin Budaya Terabas Masyarakat Indonesia Kompas . Karenanya. "Ini gambaran masyarakat Indonesia. Kompas . Tetapi jika sampah di tempat itu diangkut. budaya serba jalan pintas tanpa memedulikan rambu-rambu etik. Budaya terabas membuat orang terpusat hanya pada dirinya dan tidak peduli orang lain dan sekelilingnya. Antropolog Meutia Hatta Swasono yang dihubungi terpisah menyatakan. karena mereka serba salah dalam menanganinya. keberadaan TPS tidak resmi menimbulkan dilema tersendiri bagi jajaran Dinas Kebersihan. persoalan membuang sampah merupakan personifikasi dari buruknya keadaan masyarakat di 7 . Ditambahkan. Hal itu dikemukakan antropolog Kartini Sjahrir di Jakarta. Menyitir antropolog Prof Kuntjaraningrat. Dikatakan. kami benar-benar serba salah dan dilematis. Yang ada hanya kepentingan diri sendiri. pihaknya mengharapkan dukungan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.12 Januari 2004 Jakarta. Jumat (9/1). baik etik bekerja maupun etik pertemanan. bukan di TPS tidak resmi. Budaya terabas yang terjadi hampir di setiap lini kehidupan ini disebabkan oleh tidak adanya tokoh panutan karena tokoh-tokoh yang ada memang tidak memberikan contoh yang baik. maka dapat menimbulkan penilaian masyarakat yang menuding petugas malas bekerja." katanya. menjelang penilaian Adipura tahap I yang rencananya dilakukan tim penilai Adipura pusat dalam waktu dekat. ia mengharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di TPS ilegal. Dari kebiasaan membuang sampah itu dapat terlihat tingkat kemajuan sebuah masyarakat. sehingga nilai yang diperoleh baik dan membuat Kota Banjarbaru mampu mempertahankan piala yang sempat diraih pertengahan tahun 2009 itu.Dikatakan. jika sampah dibiarkan menumpuk pada TPS ilegal. Sehubungan dengan itu. malah justru masyarakat akan beranggapan bahwa TPS itu adalah resmi. membuang sampah pada tempatnya terkait dengan pemahaman dan kebiasaan masyarakat. sangat mengharapkan masyarakat dapat membuang sampah di TPS resmi yang disediakan." katanya. "Jadi. Kartini menambahkan.

Kartini yakin jika hal-hal seperti ini dibenahi dan dikurangi. menjadi ukuran sifat modern atau kemajuan. perlu lebih intensif dibiasakan untuk membuang sampah dengan benar. Karena itu. Selama pemerintahan masih semrawut. berarti dia milik publik dan tidak boleh mencari kekayaan dari jabatannya. orang yang bisa memisahkan sampah atau mematuhi peraturan." tambahnya." paparnya.mana banyak korupsi dan tidak terjadi transparansi. membuang sampah yang membuat pemandangan menjadi tidak sedap. Justru yang membangun sikap mental dan akhlak itulah yang harus diberi porsi lebih penting di dalam pendidikan. inilah yang hilang dari pendidikan nasional dan ini masalah yang dari sisi kebudayaan tidak kelihatan. bisa menjadi ukuran kesadaran lingkungan dan kemampuan untuk mematuhi peraturan. Menurut dia. tetapi juga di luar sekolah. soal sampah juga tidak akan bisa terselesaikan. bukan sesuatu yang salah. Maka jika seseorang merusak public property." kata Meutia. keberhasilan memisahkan sampah kering dan sampah basah seperti yang dilakukan di negara maju. namun harus ditanamkan. ditanamkan kepada anak-anak oleh orangtuanya. "Saya sering lihat mobil yang bagus. diperlukan contoh pemerintahan yang bersih. "Pendidikan ini bukan saja di sekolah. "Apa yang sudah terjadi pada yang dewasa. "Kalau dia bekerja di lembaga pemerintah." paparnya. tapi dari mobil tersebut keluar tangan orang membuang sampah. Di sini kita melihat ada kesenjangan kemampuan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi dengan kemampuan untuk mengasah mentalitas dan budi. "Jadi. 8 . saya kira mereka menganggap membuang sampah sembarangan itu hal yang wajar. ia tidak merasa bersalah karena tidak merasa dirinya bagian dari lingkungan. Untuk memotong budaya terabas. Terkait pemahaman Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa persoalan membuang sampah terkait pada pemahaman dan kebiasaan. masalah sampah akan ikut berkurang dengan sendirinya. terutama pada usia dini. Masyarakat." tambah Meutia. Disiplin sampah juga menjadi ukuran apakah bangsa Indonesia belum maju dari segi mentalitas atau sudah maju.

Kartini mengatakan bahwa cara membuang sampah memang mencerminkan budaya terabas dalam masyarakat. Jumat (9/1). Kartini yakin jika hal-hal seperti ini dibenahi dan dikurangi.12 Januari 2004 Jakarta. Kartini menambahkan. sesuatu yang lebih mengangkat harkat kemanusiaan?" ujarnya. Menyitir antropolog Prof Kuntjaraningrat. Budaya terabas yang terjadi hampir di setiap lini kehidupan ini disebabkan oleh tidak adanya tokoh panutan karena tokoh-tokoh yang ada memang tidak memberikan contoh yang baik. Budaya terabas membuat orang terpusat hanya pada dirinya dan tidak peduli orang lain dan sekelilingnya.Meutia menyayangkan.  Perilaku Membuang Sampah Cermin Budaya Terabas Masyarakat Indonesia Kompas . perilaku kasar lewat media atau sarana audio visual. "Mengapa justru merawat hal-hal negatif itu dan tidak merawat yang lebih canggih dari itu. minum minuman keras. Hal itu dikemukakan antropolog Kartini Sjahrir di Jakarta. berarti dia milik publik dan tidak boleh mencari kekayaan dari jabatannya. Antropolog Meutia Hatta Swasono yang dihubungi terpisah menyatakan. baik etik bekerja maupun etik pertemanan. misalnya mewajarkan seks bebas. persoalan membuang sampah merupakan personifikasi dari buruknya keadaan masyarakat di mana banyak korupsi dan tidak terjadi transparansi. justru yang dikembangkan adalah unsur-unsur yang sifatnya naluriah. masalah sampah akan ikut berkurang dengan sendirinya. Selama pemerintahan masih semrawut. Kompas ." katanya. 9 . Yang ada hanya kepentingan diri sendiri. "Ini gambaran masyarakat Indonesia. Untuk memotong budaya terabas. soal sampah juga tidak akan bisa terselesaikan. Terkait pemahaman Meutia Hatta Swasono menyatakan bahwa persoalan membuang sampah terkait pada pemahaman dan kebiasaan. membuang sampah pada tempatnya terkait dengan pemahaman dan kebiasaan masyarakat. Dari kebiasaan membuang sampah itu dapat terlihat tingkat kemajuan sebuah masyarakat.Kebiasaan membuang sampah sembarangan mencerminkan adanya budaya terabas pada masyarakat Indonesia. diperlukan contoh pemerintahan yang bersih. "Kalau dia bekerja di lembaga pemerintah." tambahnya. budaya serba jalan pintas tanpa memedulikan rambu-rambu etik.

Karena itu. Maka jika seseorang merusak public property. membuang sampah yang membuat pemandangan menjadi tidak sedap. "Mengapa justru merawat hal-hal negatif itu dan tidak merawat yang lebih canggih dari itu. perilaku kasar lewat media atau sarana audio visual.Masyarakat. tapi dari mobil tersebut keluar tangan orang membuang sampah. Di sini kita melihat ada kesenjangan kemampuan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi dengan kemampuan untuk mengasah mentalitas dan budi." tambah Meutia. "Pendidikan ini bukan saja di sekolah." kata Meutia. inilah yang hilang dari pendidikan nasional dan ini masalah yang dari sisi kebudayaan tidak kelihatan. perlu lebih intensif dibiasakan untuk membuang sampah dengan benar. tetapi juga di luar sekolah. "Saya sering lihat mobil yang bagus. ditanamkan kepada anak-anak oleh orangtuanya. 10 . menjadi ukuran sifat modern atau kemajuan. Disiplin sampah juga menjadi ukuran apakah bangsa Indonesia belum maju dari segi mentalitas atau sudah maju. Justru yang membangun sikap mental dan akhlak itulah yang harus diberi porsi lebih penting di dalam pendidikan. "Jadi. misalnya mewajarkan seks bebas. sesuatu yang lebih mengangkat harkat kemanusiaan?" ujarnya. "Apa yang sudah terjadi pada yang dewasa. saya kira mereka menganggap membuang sampah sembarangan itu hal yang wajar." paparnya. minum minuman keras." paparnya. bukan sesuatu yang salah. bisa menjadi ukuran kesadaran lingkungan dan kemampuan untuk mematuhi peraturan. keberhasilan memisahkan sampah kering dan sampah basah seperti yang dilakukan di negara maju. orang yang bisa memisahkan sampah atau mematuhi peraturan. Meutia menyayangkan. terutama pada usia dini. Menurut dia. namun harus ditanamkan. justru yang dikembangkan adalah unsur-unsur yang sifatnya naluriah. ia tidak merasa bersalah karena tidak merasa dirinya bagian dari lingkungan.

sampah sekecil apapun itu Tidak membuang sampah di sungai Membersihkan selokan karena siapa tahu ada sampah bekas dedaunan kering yang jatuh Kumpulkan sampah jadi satu dalam crasbag atau plastik dan diikat dengan kuat agar sampah tidak tercecer  Membuang sampah dimalam hari agar paginya dapat diangkut oleh petugas pengambil sampah Tempat sampah yang baik   Tempat sampah yang baik adalah tempat sampah yang terjaga keberadaannya serta kebersihannya Tempat sampah yang sesuai dengan sampahnya contoh : tempat sampah oganik untuk sampah organik sedangkan tempat sampah anorganik untuk sampah anorganik  Tempat sampah harus berada ditempat yang strategis serta ada penutupnya agar tidak mencemarkan dan terlihat rapi 11 .Dampak dari sampah yang sembarangan     Membuat lingkungan menjadi kotor Dengan lingkungan yang kotor dapat menimbulkan bibit penyakit Saluran air yang tersumbat dapat menimbulkan banjir Mencemarkan lingkungan serta polusi udara Cara penanggulangan kebiasaan buruk masyarakat terhadap sampah        Membedakan sampah organik dan anorganik Mendaur ulang sampah yang tak berguna menjadi berguna Membuang sampah pada tempatnya bukan di luar tempat sampah Tidak membuang sampah diselokan.

Rabu (21/10). Angka ini masih rendah dibanding negara lain.Cakupan pelayanan sanitasi di Indonesia masih sekitar 57 persen.SUNGAI Penyalahgunaan sungai Artikel Terkait:  JAMBI.com . sehingga pola hidup bersih dan higienis masih belum jadi kebiasaan. katanya. namun baru beberapa daerah saja yang berupaya memenuhi kewajibannya dengan skala kota. Kondisi tersebut mengharuskan adanya perbaikan dan peningkatan pelayanan sanitasi yang sesuai undang-undang pelayanan sanitasi dan menjadi urusan wajib pemerintah daerah." ujarnya. Hal itu berkontribusi pada penurunan kualitas lingkungan perkotaan dan efek pemanasan global. KOMPAS. Rencananya. "Di satu sisi infrastruktur pengelolaan persampahan masih tidak sebanding dengan timbulan sampah yang meningkat setiap tahunnya. bebas stop buang air besar sembarangan 12 . Pemerintah dengan target pembangunan sanitasi bertekad mendorong pemerintah daerah untuk membangun sektor ini melalui program percepatan pembangunan sanitasi perkotaan. Selain itu. sepanjang tahun 2010-2014 pemerintah dengan dibantu oleh TTPS akan melaksanakan langkah konkrit untuk mencapai target tersebut di antaranya. kata Sekretaris Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS). operasi tempat pembuangan sampah (TPA) sebagian besar masih memakai proses buka tutup. sebab saat ini baru 11 kota di Indonesia yang memiliki fasilitas sanitasi perkotaan terpusat. Sementara di Thailand 96 persen dan di Malaysia 74. saat ini diperkirakan masih ada 60 juta orang yang buang air besar secara sembarangan.70 persen. Saat kegiatan diskusi media "city summit" di Jambi. Lisa menjelaskan. Lisa Imrani. Selain itu lahan TPA di kota juga terus berkurang dan terbatas ditambah lagi dengan dengan pola hidup masyarakat yang tidak ramah sanitasi.

Dari segi kesehatan. Lisa menambahkan.500 hektare. Aktivitas mandi dan cuci warga di Kali ciliwung di Kawasan Bukit Duri. Padahal. sehingga berbagai persoalan yang ada dapat ditemukan solusinya. "Sebagian besar masyarakat belum memahami pentingnya mencuci tangan pakai sabun. pengurangan timbulan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan seperti penerapan sistem "sanitary landfill" atau "controlled landfill" untuk TPA. "Kami berharap banyak memperoleh masukan dengan adanya kegiatan ini. 21 Oktober 2009 JAKARTA (Suara Karya): Hasil survei Environmental Service Program-USAID 2006 di beberapa provinsi menunjukkan." tambahnya. pengurangan genangan di 100 kota/kabupaten rawan genangan seluas 22. kebiasaan cuci tangan pakai sabun mampu menekan angka kematian anak akibat diare hingga 40 persen. Jakarta akhir Oktober 2007." kata Direktur Jenderal 13 . dan ketiga. dengan diadakannya pertemuan "city summit" yang melibatkan seluruh daerah kota di Indonesia ini diharapkan akan menemukan berbagai solusi tentang permasalahan sanitasi di wilayah perkotaan dan pedesaan. hanya tiga persen responden yang selalu mencuci tangan memakai sabun setelah ke jamban. pemanfaatan air sungai yang penuh kotoran ini dinilai kurang baik  Masyarakat Masih Malas Cuci Tangan Rabu. membantu anak buang air besar. Kedua. sehingga merasa tidak perlu melakukannya sepanjang tidak berbau dan tidak terlihat kotor.(BABs) baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. sebelum makan dan memberi makan anak serta sebelum menyiapkan makan.

penggunaan sabun agak ribet karena mereka harus membawa-bawa sabun untuk membersihkan diri. Jawa Barat diperkirakan masih membuang kotoran sembarangan dan terbanyak ke sawah dan selokan di lingkungan sekitar tempat tinggal. mengatakan. 14 . termasuk influenza A H5N1 (flu burung) dan H1N1 (flu babi). (PRLM). 26 Oktober 2009 . penceramah. atau dari tempat shalatnya." tutur Isnawati menegaskan. Tetapi. maka bisa menekan angka kesakitan akibat diare hingga 80-90 persen. "Oleh karena itu. Mungkin persoalannya. pemerintah akan terus berusaha melakukan kampanye tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun agar terhindar dari penyakit yang ditularkan lewat bakteri dan kuman yang berpindah tangan. dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. bukan berarti tidak bisa.Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan. dan pemimpin agama Islam sangat besar peranannya dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan yang terkait dengan hukum agama kepada masyarakat. menurut Tjandra Yoga. Tjandra Yoga Aditama. kan. Peran alim ulama. menghilangkan najis dengan air yang suci dari pakaian atau dari badannya.2 juta lebih dari 2. di Jakarta. diakuinya. untuk menerapkan perilaku mencuci tangan dengan memakai sabun. Isnawati Rais. kampanye mencuci tangan memakai sabun akan dilakukan pada semua kelompok masyarakat secara luas. termasuk di antaranya anak sekolah dan kaum alim ulama. Kebiasaan baik itu. tindakan mencuci tangan pakai sabun belum menjadi kebiasaan sebagaimana membersihkan diri dengan menggunakan air.4 juta lebih penduduk Kabupaten Garut. Senin (19/10). 11:33:00 GARUT. buang sampah di tempatnya. misalnya tidak buang air sembarangan. jika kebiasaan itu digabung dengan kegiatan lain. Dia menambahkan. Berkenaan dengan hal itu. (Tri Wahyuni)  Penduduk Garut Buang Kotoran Sembarangan Senin. juga dapat menekan risiko penularan penyakit influenza. tambah Tjandra Yoga." ujarnya. "Anjuran ini mungkin lebih mudah karena Muslim yang hendak melakukan shalat kan harusmelakukan thaharah.. thaharah atau bersuci atau membersihkan diri sebenarnya merupakan bagian dari ibadah dalam Islam. Apalagi. terutama di pelosok Indonesia. "Keterlibatan mereka diharapkan dapat mendorong masyarakat.Sekitar 1." katanya. pengelolaan air minum yang besar. Namun.

selokan dan areal air persawahan yang mengalir ke hilir kemudian banyak dimanfaatkan untuk mandi. mencuci sekaligus sebagai kakus (MCK). "Kondisi lingkungan yang memprihatinkan tersebut. 49 persen limbah dari sekurangnya 2. Senin (26/10). Selanjutnya terus mengalir ke arah hilir dengan pemanfaatan serupa. sedangkan 49 persen lainnya tak memiliki "septic tank" termasuk yang langsung "buang air besar" (BAB) di sawah. sekitar 49 persen penduduk Garut membuang kotoran di luar "septic tank" atau bak penampungan kotoran yang memenuhi standar kebersihan lingkungan dan kesehatan. seperti dikutip "Antara".921 jiwa. sungai dan selokan. termasuk di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul.481. Karena itu. Dampak dari penyalahgunaan sungai  Mencemari lingkungan  Menjadikan lingkungan menjadi kumuh  Menimbulkan bibit-bibit penyakit  Meningkatkan penderita diare serta gizi buruk  Membuat banjir 15 . yang perlu disikapi proaktif oleh camat dan unsur aparat kelurahan setempat. Kondisi tersebut rentan terhadap penyebaran penyakit seperti diare. dan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Kotoran manusia yang dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran bakteri "ecoli" hingga mencapai 3000 ppm.471 penduduk kabupaten Garut atau 1. setiap harinya menyebar pada aliran sungai.Kepala Dinas Kesehatan Garut dr H Hendy Budiman MKes. penyakit kulit. mengatakan.215. penyakit mata. Kotoran manusia setiap harinya menyebar pada aliran sungai. mencuci sekaligus sebagai kakus (MCK). padahal batas toleransi hanya 10 ppm." katanya. terkait dengan cakupan jamban keluarga lengkap dengan sarana "septic tank" nya hanya mencapai 51 persen. selokan dan areal air persawahan yang mengalir ke hilir kemudian banyak dimanfaatkan untuk mandi.

Artikel terkait :  Tidak Ada Lagi BAB Sembarangan  Tahun 2014 Rabu. Senin (9/11/2009).Tahun 2004 diharapkan masyarakat Indonesia. Karena kedua hal itu merupakan salah satu fondasi inti masyarakat sehat. Petrus Toda Atawolo. angka diare yang tinggi dan timbulnya penyakit penyakit usus. Untuk itu. 11 November 2009 | 08:23 WITA  LEWOLEBA. M. kata Atawolo. Sekretaris Kabupaten Lembata. POS-KUPANG. Akibatnya. sejahtera dan damai.Cara penanggulangan kebiasaan buruk masyarakat terhadap sungai   Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai MCK Masyarakat bergotong-royong dalam membangun serta menyediakan sarana dan prasarana untuk MCK   Membuat masyarakat sadar akan pentingnya hidup sehat. menegaskan. 16 . Tetapi. Demikian benang merah lokakarya hari pertama advokasi kebijakan dan pelatihan penyusunan rencana strategis pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) dalam program STBM. tidak lagi buang air besar (BAB) sembarangan. Plan Internasional Program Unit Lembata menggandeng Bappeda Lembata dalam upaya menggembangkan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) bagi seluruh rumah penduduk di Desa Dikesare agar memiliki jamban keluarga. kenyataannya. saat ini masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan hidup. di Lewoleba. maka akan ada manfaat ekonomi.COM --. dalam sambutannya saat membuka pelatihan itu.Si. kebutuhan air minum dan sanitasi sangat strategis dalam kehidupan sehari-hari. melindungi lingkungan hidup dan vital bagi kesehatan. Untuk itu. Atawolo berharap pelatihan ini bisa menjadi motivasi bagi peserta untuk memulai pola hidup bersih di lingkungan tempat tinggalnya. Drs. khususnya masyarakat Kabupaten Lembata. Dengan air minum dan sanitasi yang baik.

"Selama ini kita buang-buang biaya sangat besar. Harapannya. pada 2014 Indonesia bebas sanitasi. cuci tangan pakai sabun 42 persen dan mengolah air minum 32 persen. Penelitian Word Bank yang dipublikasikan Menteri Kesehatan dan Pekerjaan Umum RI. Menurut Eka. cuci tangan menggunakan sabun. tidak BAB sembarangan dapat menekan biaya kesehatan.Sementara itu. isu mendasar AMPL yakni dampak kebiasaan buruk sanitasi masyarakat. mengolah sampah rumah tangga dan mengolah limbah cair rumah tangga." kata Purnomo. menyebutkan. Nanti masyarakat sendiri yang menentukan teknologi sanitiasi sesuai kemampuannya. Perkiraan Word Bank. Tidak ada lagi yang BAB sembarangan." kata Eka. Yang utama diletakkan adalah perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat pola hidup sehat. Infrastruktur sanitasi bukan hal yang utama. Purnomo. peserta lokakarya yang terdiri dari stakeholder terkait bisa membangun kesamaan visi dan misi program AMPL berkelanjutan. kebiasaan buruk sanitasi mengakibatkan kerugian Rp 33 triliun dan 133 ribu bayi di Indonesia meninggal dunia akibat diare. Sedangkan. "Yang utama dari program ini adalah pemicuan membangkitkan kesamaan visi. Yang harus dibangun pertama mengubah perilaku menyadari pentingnya pola hidup sehat. mengatakan. Apa pun model dan konstruksi sanitasi kepada masyarakat bukan hal utama. Pilar utama diharapkan diadopsi pemerintah daerah dalam program pembangunan daerah. (ius) 17 . misi dan pemahaman. setiap keluarga bisa menghemat 50 dollar AS dan tidak sering mengeluarkan biaya berobat. mengolah air minum. Program ini sudah berlangsung pada 20 propinsi dan 120 kabupaten/kota. Air Spesialits Plan Indonesia-Pusat. dari Waspola-Fasilitator Pokja Perencanaan AMPL di Indonesia. program AMPL akan berhasil. Lima pilar utama menjadi perhatian sentral yakni tidak buang air besar (BAB) sembarang. mengharapkan. Eka Setyawan. "Tidak BAB sembarangan keuntungannya 32 persen. Dengan kesamaan visi dan misi." kata Eka.

dengan pentingnya memperhatikan lingkungan sekitar serta pedulia apa saja kebiasaan yang telah dilakukan.BAB V PENUTUP Kesimpulan Perlunya kesadaran masyarakat dalam kebiasaan yang telah dilakukan.agar makalah ini menjadi lebih baik dan dapat digunakan serta dapat di ambil manfaat didalamnya. Saran Kepada pembaca dapat memberikan masukan berupa keritik serta saran yang membangun.agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga lingakungan menjadi bersih dan sehat karena peran masyarakat terhadap lingkungan sangat besar. 18 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.