P. 1
Panduan Penysunan Proposal, Protokol Dan Laporan Akhir Penelitian

Panduan Penysunan Proposal, Protokol Dan Laporan Akhir Penelitian

|Views: 6|Likes:
Published by mulyadi
ilmu
ilmu

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: mulyadi on Mar 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • Pendahuluan
  • Elemen Proposal Penelitian
  • 1. Judul Penelitian
  • 2. Identitas Pengusul Penelitian
  • 3. Ringkasan Penelitian
  • 4. Pendahuluan
  • 4.2. Perumusan Masalah Penelitian
  • 5. Tujuan Penelitian
  • 6. Manfaat Penelitian
  • 7. Hipotesis
  • 8. Metode Penelitian
  • 8.1. Kerangka Teori
  • 8.2. Kerangka Konsep
  • 8.3. Disain Penelitian
  • 8.4. Tempat dan Waktu
  • 8.5. Populasi dan Sampel
  • 8.6. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
  • 8.7. Variabel
  • 8.8. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
  • 8.9. Pengawasan Kualitas Data
  • 8.10. Manajemen Data
  • 8.11. Analisis Data
  • 8.12. Langkah-langkah Penelitian
  • 9. Pertimbangan Etik Penelitian
  • 12. Susunan Tim Peneliti
  • 13. Jadwal Kegiatan Penelitian
  • 14. Rincian Rencana Anggaran
  • 16. Persetujuan Atasan Yang Berwenang
  • 17. Lampiran
  • PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN
  • 1. Relevansi
  • 2. Metode
  • 3. Kelayakan
  • 4. Cara Penulisan
  • Elemen Protokol Penelitian
  • 3. Daftar Isi
  • 4. Ringkasan Penelitian
  • 5. Pendahuluan
  • 5.1. Latar Belakang
  • 5.2. Perumusan Masalah Penelitian
  • 6. Tujuan Penelitian
  • 6.1. Tujuan Umum
  • 6.2. Tujuan Khusus
  • 7. Manfaat Penelitian
  • 8. Hipotesis
  • 9. Metode Penelitian
  • 9.1. Kerangka Teori
  • 9.2. Kerangka Konsep
  • 9.3. Tempat dan Waktu
  • 9.4. Disain Penelitian
  • 9.5. Populasi dan Sampel
  • 9.7. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
  • 9.8. Variabel
  • 9.9. Definisi Operasional
  • 9.10. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data
  • 9.11. Bahan dan Prosedur Kerja
  • 9.12. Manajemen dan Analisis Data
  • 10. Pertimbangan Ijin Penelitian
  • 11. Pertimbangan Etik Penelitian
  • 12. Daftar Kepustakaan
  • 13. Susunan Tim Peneliti
  • 14. Jadwal Penelitian
  • 15. Rincian Rencana Anggaran
  • 16. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti
  • 17. Persetujuan Atasan Yang Berwenang
  • 18. Lampiran
  • Lampiran 1
  • Elemen Laporan Akhir Penelitian
  • 1. Judul Penelitian
  • 2. Susunan Tim Peneliti
  • 3. Surat Keputusan Penelitian
  • 4. Kata Pengantar
  • 5. Ringkasan Eksekutif
  • 7. Daftar Isi
  • 8. Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta
  • 9. Daftar Lampiran
  • Isi Laporan Penelitian:
  • 1. Pendahuluan
  • 2. Tinjauan Pustaka
  • 3. Tujuan dan Manfaat

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL, PROTOKOL DAN LAPORAN AKHIR PENELITIAN

Tahun 2012

KEMENTERIAN KESEHATAN RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN Jl. Percetakan Negara No.29, Jakarta 10560

KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Allah SAW karena berkat kasih dan karuniaNya, Panduan Penyusunan Proposal, Protokol dan Laporan Akhir Penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Panduan ini merupakan penyempurnaan dari Edisi I dan Edisi II yang dilakukan oleh Komisi Ilmiah Badan Litbang Kesehatan dengan komitmen untuk mewujudkan visi dan misi Badan Litbangkes. Buku ini terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu panduan penyusunan proposal penelitian, panduan penyusunan protokol penelitian dan panduan penyusunan laporan akhir penelitian. Diharapkan dengan panduan ini penelitian yang diusulkan lebih berkualitas dan menghasilkan output, outcome, benefit dan impact yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders serta mendukung program pembangunan kesehatan. Mengingat IPTEK bidang kesehatan memiliki sifat yang dinamis dan berkembang sesuai dengan peradaban manusia, maka senantiasa diperlukan pemikiran dan upaya pengembangan panduan ini. Panduan yang disempurnakan ini menjadi wujud dari sifat dinamis. Kepada seluruh anggota Komisi Ilmiah yang telah bekerja bersungguh-sungguh menyempurnakan panduan ini kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SAW senantiasa melimpahkan rahmat dan memberi petunjuk serta kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan. Jakarta, Desember 2011

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Dr. dr.Trihono, MSc NIP.19540214198012100

i

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Bagian I Panduan Penyusunan Proposal Penelitian Pendahuluan Elemen Proposal Penelitian 1. Judul Penelitian 2. Indentitas Pengusul Penelitian 3. Ringkasan Penelitian 4. Pendahuluan Latar Belakang Perumusan Masalah Penelitian 5. Tujuan Penelitian 6. Manfaat Penelitian 7. Hipotesis 8. Metode Penelitian 8.1. Kerangka Teori 8.2. Kerangka Konsep 8.3. Disain Penelitian 8.4. Tempat dan Waktu 8.5. Populasi dan Sampling 8.6. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 8.7. Variabel 8.8. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data 8.9. Pengawasan Kualitas Data 8.10. Manajemen Data 8.11. Analisis Data 8.12. Langkah-langkah Penelitian 9. Pertimbangan Etik Penelitian 10. Daftar Kepustakaan 11. Susunan Tim Peneliti 12. Jadwal Kegiatan Penelitian 13. Rincian Rencana Anggaran 14. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti 15. Persetujuan Atasan yang Berwenang 16. Lampiran PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN 1. Relevansi 2. Metoda 3. Kelayakan 4. Cara Penulisan Bagian II Panduan Penyusunan Protokol Penelitian Pendahuluan Elemen Protokol Penelitian 1. Judul Penelitian 2. Indentitas Pengusul Penelitian ii

Hal i ii-iv

1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 4 4 4 4 5 5 5 6 7 8 8 8 8 9 9 9 10 10 10 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15

3. Daftar Isi 4. Ringkasan Penelitian 5. Pendahuluan 5.1. Latar Belakang 5.2. Perumusan Masalah Penelitian 6. Tujuan Penelitian 6.1. Tujuan Umum 6.2. Tujuan Khusus 7. Manfaat Penelitian 8. Hipotesis 9. Metode Penelitian 9.1. Kerangka Teori 9.2. Kerangka Konsep 9.3. Tempat dan Waktu 9.4. Disain Penelitian 9.5. Populasi dan Sampel 9.6. Besar Sampel, Cara Pemilihan atau Penarikan Sampel 9.7. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 9.8. Variabel 9.9. Definisi Operasional 9.10. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data 9.11. Bahan dan Prosedur Kerja 9.12. Managemen dan Analisis Data 10. Pertimbangan Ijin Penelitian 11. Pertimbangan Etik Penelitian 12. Daftar Kepustakaan 13. Susunan Tim Peneliti 14. Jadwal Penelitian 15. Rincian Rencana Anggaran 16. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti 17. Persetujuan Atasan yang Berwenang 18. Lampiran Lampiran 1 Bagian III Panduan Penyusunan Laporan Akhir Penelitian Pendahuluan Elemen Laporan Akhir Penelitian 1. Judul Penelitian 2. Susunan Tim Peneliti 3. Surat Keputusan Penelitian 4. Kata Pengantar 5. Ringkasan Eksekutif 6. Abstrak 7. Daftar Isi 8. Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta 9. Daftar Lampiran Isi Laporan Penelitian 1. Pendahuluan 2. Tinjauan Pustaka 3. Tujuan dan Manfaat iii

15 15 16 16 17 18 18 18 18 19 19 19 19 20 20 21 21 21 22 22 22 23 23 24 24 24 25 25 25 25 26 26 27 29 30 30 30 31 31 31 31 31 32 32 32 32 32 32 32

Daftar Kepustakaan 11. Ucapan Terima Kasih 10.4. Hipotesis 5. Lampiran Aspek Lain yang Perlu Diperhatikan Menghindari Plagiat Daftar Kepustakaan 33 33 33 33 34 34 34 35 35 35 37 iv . Kesimpulan dan Saran 9. Metode 6. Hasil 7. Pembahasan 8.

jabatan fungsional (khusus untuk peneliti dari Balitbangkes). Bila diperlukan menggunakan anak judul (sub judul) 2. kelayakan dan kompetensi peneliti. tujuan. gelar akademik. bagaimana (how). (16) persetujuan atasan yang berwenang.Pendahuluan Proposal merupakan suatu rencana kerja tertulis yang disusun secara sistematis. Kajian proposal dilakukan terhadap relevansi. (2) judul penelitian. (14) rincian rencana anggaran penelitian. Identitas terdiri dari: nama pengusul. jelas. (7) hipotesis (bila diperlukan). Garis besar penulisan proposal penelitian terdiri dari (1) indentitas pengusul penelitian. (3) ringkasan penelitian. dan diajukan untuk memperoleh dana. Ringkasan Penelitian Ringkasan penelitian adalah uraian singkat dari latar belakang. (15) biodata ketua pelaksana dan anggota peneliti. Bagi usulan proposal untuk sumber dana lain harus mengikuti panduan masing-masing penyandang dana. masalah yang akan diteliti. 3. 1 . (5) tujuan penelitian. (17) lampiran-lampiran Elemen Proposal Penelitian 1. (4) pendahuluan. singkat dan jelas. Bagi pengusul proposal DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Badan Litbangkes. kurang lebih 250-300 kata. (12) susunan tim peneliti dan kompetensinya. Identitas Pengusul Penelitian Pengusul penelitian adalah Ketua pelaksana penelitian. dan maksimal terdiri dari 20 kata. disyaratkan Ketua Pelaksana telah menduduki jabatan fungsional peneliti aktif. Judul harus singkat. di mana (where). apa (what). kapan (when). Proposal adalah garis besar (outline) yang menjelaskan tentang siapa (who). mengapa (why). metode. instansi. (11) daftar pustaka. dan untuk siapa (for whom) penelitian itu akan dilaksanakan. Proposal merupakan dasar untuk penyusunan protokol. yang menggambarkan secara cepat kepada pembaca ide kunci dari penelitian yang akan dilaksanakan. (13) jadual kegiatan penelitian. Judul Penelitian Judul mencerminkan topik dan tujuan penelitian. alamat. tempat dan waktu penelitian serta data/informasi/ pengetahuan teknologi yang akan dihasilkan. perumusan masalah. (8) metode penelitian. metodologi. (10) pertimbangan ijin penelitian. (6) manfaat penelitan. telepon/faksimili instansi dan e-mail. Penulisan ringkasan harus padat. (9) pertimbangan etik penelitian.

2 . Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah. nalar. Perumusan Masalah Penelitian Masalah penelitian adalah kesenjangan antara yang terjadi (fakta) dengan yang seharusnya terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah. peningkatan koordinasi. keberhasilan dan kekurangan upaya tersebut. langkah selanjutnya adalah membatasi/ memfokuskan/mendefinisikan masalah dengan formulasi yang memuat antara lain: Kelayakan masalah Besar dan luas masalah Urgensi dari masalah Wilayah geografis yang terpengaruh. jelas. misalnya ada masalah kesehatan yang dapat diselesaikan melalui perbaikan manajemen. Masalah penelitian tidak merupakan item-item tetapi suatu deskripsi Pertanyaan Penelitian Pertanyan penelitian diharapkan dapat terjawab dari hasil penelitian.4. Suatu penelitian penting untuk dilakukan apabila (a) mengacu pada agenda riset Badan Litbangkes. terutama bila telah menguasai topik dan masalahnya. Masalah penelitian dapat common sense atau intuitif tetapi harus berdasarkan data. Pendahuluan 4. Tidak semua masalah kesehatan memerlukan penelitian. yang identifikasi/pemecahannya hanya dapat dicari melalui penelitian. (b) permasalahan yang belum pernah/sangat jarang diteliti. dan pemenuhan ketersediaan sumber daya. (d) hasil penelitian masih kontradiktif dan belum konsisten. terdokumentasi.2. Karakteristik populasi/ sampel penelitian. Prediksi terhadap keberhasilan penelitian. kajian pustaka dan hasil-hasil penelitian terdahulu. yang merupakan bahan pertimbangan (justification) penetapan fokus penelitian dan hipotesis bila diperlukan. Latar Belakang Latar belakang penelitian mencakup komponen-komponen masalah yang perlu diteliti berdasarkan pengamatan peneliti. relevan. (e) isu yang berkaitan dengan validitas eksternal dan (f) isu-isu penting lainnya 4. (c) penelitian tetapi hasilnya belum lengkap atau kurang tajam. Pertanyaan penelitian digunakan untuk merancang penelitian Contoh 1.1. Sejumlah besar penderita TB tidak menyelesaikan secara tuntas pengobatannya. Telaah pustaka dapat membantu untuk merumuskan pertanyaan penting. pelatihan. Setelah masalah teridentifikasi.

Tujuan umum adalah pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian yang diusulkan. (b) harus spesifik dan dapat dicapai dalam waktu yang telah ditentukan. mengidentifikasi (to identify). Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak minum obatnya ? c. Faktor-faktor apa yang dapat mendorong seorang penderita TB menyelesaikan pengobatannya secara tuntas ? Contoh 2.Pertanyaan penelitiannya: a. Banyak anak gizi buruk ditemukan pada keluarga-keluarga mampu Pertanyaan penelitian : a. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak kembali lagi ke Puskesmas untuk mengambil obatnya ? b. sebagai masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3 . menentukan (to determine). to measure). masyarakat ilmiah dan pelaksana program Program. Determinan apa yang terkait dengan disparitas pada pemanfaatan pelayanan kesehatan ? b. Terjadinya disparitas pada pemanfaatan pelayanan kesehatan Pertanyaan penelitian : a. Apakah gaya hidup (life style) merupakan faktor utama penyebab gizi buruk pada keluargakeluarga mampu? Contoh 3. Apakah ketersediaan dan penyebaran fasilitas pelayanan kesehatan mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan ? pada keluarga- 5. Apakah faktor pola asuh merupakan faktor utama penyebab gizi buruk keluarga mampu ? c. misalnya mengukur (to assess. sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan dan program pembangunan kesehatan (redesign program) atau merumuskan program baru Iptek. Manfaat Penelitian Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan (stakeholders). membandingkan (to compare). Tujuan khusus : (a) merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum. (c) dinyatakan dengan tindakan yang menggunakan kata kerja aktif (to). Tujuan Penelitian Tujuan terdiri dari dua bagian yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Apakah tingkat pendapatan masyarakat merupakan faktor utama penyebab disparitas pada pemanfaatan pelayanan kesehatan ? c. 6. Determinan apa yang terkait dengan gizi buruk pada keluarga-keluarga mampu? b.

atau untuk bahan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kerangka Teori Kerangka teori merupakan kerangka yang dibangun dari berbagai teori yang ada dan saling berhubungan sebagai dasar untuk membangun kerangka konsep. Contoh hipotesis : 1. Kerangka konsep dikembangkan dari suatu kerangka teori. 8. produk dan teknologi baru Peneliti dan institusi penelitian. untuk memperoleh HAKI 7. akan lebih tinggi dibandingkan dengan berpendapatan rendah 8. Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada keluarga dengan tingkat pendapatan lebih baik. Status gizi anak pada ibu dengan pola asuh baik. sehingga pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. Hipotesis dalam penelitian ini harus operasional dalam bentuk narasi (bukan hipotesis nol). disain dari suatu penelitian. dan merupakan kerangka acuan komprehensif mengenai konsep. menentukan. Hipotesis diperlukan untuk penelitian eksperimen dan analitik. dan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan. misalnya dapat diterapkan dalam keluarga. tujuan. Metode Penelitian 8. Kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. pertanyaan. - Industri.- Masyarakat umum. atau mempengaruhi situasi masalah (variabel bebas). dalam proses. Kerangka Konsep Kerangka konsep atau kerangka pikir merupakan bagian dari kerangka teori yang akan diteliti. Hipotesis juga memberi petunjuk tentang tipe data yang harus dikumpulkan dan tipe analisis yang harus dilakukan. Kerangka konsep harus dinyatakan dalam bentuk diagram dengan disertai 4 . hipotesis. variabel. Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara yang harus dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan uji statistik yang sesuai. Kerangka teori dapat dituliskan dalam bentuk narasi dan atau gambar.1. Hipotesis Tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis. prinsip. permasalahan yang akan diteliti dalam hubungannya dengan masalah. Hipotesis perlu memikirkan masalah pokok yang menjadi sasaran penelitian (variabel terikat). Kerangka teori perlu diungkapkan.2. atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. lebih baik dari status gizi anak pada pola asuh tidak baik 2. untuk mendeskripsikan secara jelas variabel yang dipelajari (variabel dependent) dan variabel faktornya (variabel independent).

Disain observasional seperti cross sectional. Disain uji klinik harus mengikuti pedoman GCP (Good Clinical Practice) atau CUKP (Cara Uji Klinik yang Benar).5.4. Disain penelitian yang tepat akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang dapat dipercaya (reliable) dan sahih (valid) Ada disain lain yaitu uji klinik. case control. cohort. observasional dan eksperimen. sedangkan waktu penelitian adalah bulan. bahan biologi tersimpan/BBT. sedangkan disain eksperimen terdiri dari eksperimen murni. organisasi dll). Tempat dan Waktu Tempat penelitian daerah atau lokasi di mana penelitian akan dilakukan. vaksin baru dan lainlain.3. jenis serta hubungan antar variabel. harus dapat menjawab tujuan penelitian. Jenis disain penelitian ada dua. time series. Pengertian Populasi penelitian adalah keseluruhan atau himpunan obyek dengan ciri sama (manusia. meminimalkan kesalahan dengan memaksimalkan reliabilitas (kepercayaan) dan validitas (kesahihan) hasil penelitian. dan kuasi eksperimen. 8. Kerangka konsep bukan alur rencana kerja/kegiatan. Target population adalah 5 . hewan. Contoh : 8. sistem. Populasi dan Sampel a. 8. Disain Penelitian Disain penelitian yang dipilih. yaitu suatu disain yang digunakan untuk uji obat.penjelasannya (narasi) yang mencakup identifikasi variabel. fasilitas. repeated survey. tahun dan periode lamanya penelitian berlangsung sejak awal penelitian yaitu sejak penyusunan protokol sampai laporan akhir (laporan ilmiah) selesai. senyawa.

Besar sampel Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan tujuan penelitian. gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda rata-rata. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. maka populasi harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. disebut juga kriteria penolakan. Kriteria inklusi merupakan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subyek penelitian/populasi agar dapat diikutsertakan dalam penelitian. kondisi lapangan). Kriteria eksklusi. (c) judgment sampling. tidak hamil/menyusui. sedangkan kriteria eksklusinya : menderita penyakit lain b. (c) stratified random sampling. sedangkan metode kualitatif didasarkan pada non probability samping. sedangkan kriteria eksklusinya : penderita DBD dengan shock syndrome 6 . tergantung pada masalah yang di teliti. Kriteria eksklusi bukan kebalikan dari kriteria inklusi. (b) sistematik random sampling. Sampel penelitian adalah himpunan bagian atau sebagian dari populasi. Pasien penderita DBD. 2) Cara penarikan sampel tergantung dari metode penelitian yang dipakai (kualitatif. Contoh : a. Bila tujuannya untuk menghitung perbedaan rata-rata. adalah keadaan yang menyebabkan subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi tetapi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian.6.kepada siapa (about which) kesimpulan akan diberlakukan atau digeneralisasikan. (b) purposive sampling. Besar sampel hasil perhitungan biasanya di tambah 5-10% untuk antisipasi kemungkinan gagal (drop out) c. (d) cluster random sampling dan (e) multistage random sampling. Pasien dengan diagnosis malaria. dapat melalui perhitungan sendiri. kriteria inklusinya : umur 15-50 tahun. sedangkan sample population adalah dari mana (from which) sampel akan diambil b. Non probability sampling terdiri dari (a) convenience atau accidental sampling. kriteri inklusinya : umur 7-16 tahun. tidak alergi pada obat yang sedang diuji dan bersedia berpartisipasi. atau bantuan piranti lunak komputer. kuantitatif dan kombinasi) dan kelayakan (SDM. Cara menentukan populasi penelitian. Bila tujuannya untuk menghitung perbedaan proporsi maka gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda proporsi. tabel. Probability sampling meliputi (a) simple random sampling. Cara Penarikan Sampel (sampling) 1) Untuk mendapatkan sampel yang sesuai. Untuk metode kuantitatif dasar penarikan sampel adalah probability samping. (d) expert sampling dan (e) quota sampling 8.

klaim biaya kesehatan.c. dan tingkat keparahan penyakit infeksi yang diderita 4) Kinerja Jamkesmas adalah variabel terikat. kualitas pelayanan kesehatan. menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup variabel. Variabel yang diteliti harus jelas mana variabel bebas (independent) dan mana variabel terikatnya (dependent). Variabel terikat adalah faktor yang dapat berubah karena perlakuan atau variabel outcome Contoh variabel bebas lebih dari satu : 1) Diet untuk penderita DM: diet (kalori). Batasannya adalah IMT> 30 termasuk obesitas sedangkan IMT < 30 tidak obesitas (WHO 2007) 7 . umur remaja (12-20 th). Variabel yang dimasukkan dalam definisi operasional adalah semua variabel yang dikumpulkan. Contoh: Variabel status obesitas. umur. penggunaan jarum suntik 3) Pertumbuhan balita adalah variabel terikat. dan variabel bebasnya adalah status kepesertaan jamkesmas. Variabel bebas adalah faktor yang tidak terpengaruh oleh perlakuan atau faktor yang dapat mempengaruhi. kadar gula darah adalah variabel terikat 2) Status terinfeksi HIV atau tidak terinfeksi HIV adalah variabel terikat. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional (DO) variabel disusun dalam bentuk matrik.7. perilaku seksual bebas. interval dan rasio). skala yang digunakan (nominal. atau fenomena yang dapat memiliki beberapa nilai (variasi nilai). dapat diukur secara operasional dan dapat dipertanggung jawabkan. dan variabel bebasnya adalah intake gizi. ordinal. sedapat mungkin menggunakan referensi yang sudah baku. dan kerangka konsep. indikator. rujukan dan cara mengukurnya. kriteria inklusinya : anggota keluarga miskin. sedangkan kriteria eksklusinya : remaja tidak tinggal dengan ibunya 8. Variabel yang dikumpulkan harus mengacu pada tujuan. olah raga adalah variable bebas. sedangkan variabel bebasnya adalah pemakaian kondom. yang berisi : nama dan deskripsi variabel. kelas rumah sakit dan kepemilikan rumah sakit b. Definisi operasional dibuat untuk memudahkan dan menjaga konsistensi pengumpulan data. Pengertian Variabel adalah karakteristik dari subyek penelitian. Pasien peserta Jamkesmas. Variabel a. DOnya adalah status gizi yang diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) yang merupakan berat badan (kg) dibagi tinggi badan (cm) kaudrat.

pembersihan data (data cleaning) sampai data siap untuk diolah dan dianalisis. edit data dan pembersihan data (data cleaning) 8. Manajemen Data Rencana manajemen data harus dipersiapkan sebelum data dikumpulkan. Rencana yang perlu dipersiapkan mencakup penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras. khususnya untuk pengumpulan data dalam waktu cukup lama atau pengukuran berulang d. dan pemeriksaan. Logbook dari ketua pelaksana penelitian dan anggota penelitinya f. Pengawasan Kualitas Data Pengawasan kualitas data dilakukan dengan berbagai cara antara lain : a.10. Dalam penelitian etnografis. Manajemen data dilakukan sejak di lapangan/laboratorium/klinik untuk memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengumpulan data. pengukuran. Verifikasi data. Analisis Data Dalam analisis data. diskusi kelompok terarah (focus group discussion). 8. Proses manajemen data dimulai dari verifikasi dan editing data (untuk mengecek kelengkapan dan konsistensi data yang dikumpulkan). Pengumpulan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview). Uji reliabilitas antar pengukur/pengamat (Inter observer reliability check. observasi partisipatif dan penelusuran dokumen. misalnya secara manual atau menggunakan komputer. Standarisasi petugas pengumpul data (melalui pelatihan) b. standarisasi dan kalibrasi instrumen c.8.9. dan analisis data. namun demikian tetap harus melalui proses ujicoba yang sesuai dengan target subyek penelitian. Untuk penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen terstruktur. Validasi. Untuk penelitian kualitatif dilakukan verifikasi dan transkrip data yang dikumpulkan 8. instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri.8. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data Cara pengumpulan data dan instrumen yang digunakan harus dijelaskan secara rinci. entri data. Instrumen untuk penelitian kuantitatif harus divalidasi/kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pengumpulan data. tidak dibenarkan hanya ditulis “data akan diolah menggunakan komputer dengan perangkat lunak SPSS/Stata/Epi Info dll” 8 . Supervisi dan monitoring e. termasuk pengkodean (coding).11. Instrumen untuk penelitian kualitatif harus terstandarisasi Instrumen berbentuk kuesioner dapat dikembangkan sendiri atau menggunakan kuesioner dari sumber lain yang sudah merupakan milik publik (public domain).

Pertimbangan Etik Penelitian Semua penelitian yang mengikutsertakan manusia sebagai subyek penelitian dan/atau menggunakan hewan coba. Langkah-langkah Penelitian Langkah-langkah Penelitian. dimulai dengan deskripsi karakteristik data (frekuensi distribusi). Informed Consent diperoleh dari subyek setelah mendapatkan penjelasan penelitian. dan ethical clearance (b) pelaksanaan pengumpulan data dan supervisi. Permohonan persetujuan etik diajukan dengan melampirkan protokol penelitian dan kelengkapannya (instrumen dan lain-lain) 10. sesuai dengan peraturan yang berlaku. uji coba instrumen. Dalam analisis data. Pemerintah Provinsi. (c) manajemen data. (d) analisis data. taxonomy. Persetujuan Etik harus diperoleh sebelum pelaksanaan penelitian. 9 . alat dan instrumen. Contoh: a. Pemerintah Kab/Kota) dan lokasi tempat penelitian dilakukan (Rumah Sakit. pengadaan bahan. (5) canonical atau factor analysis untuk mendapatkan hubungan antar beberapa kelompok variabel dapat digunakan canonical atau factor analysis 8. bila perlu sampai memperoleh HAKI 9. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara kategorisasi dan konseptualisasi. Pertimbangan Ijin Penelitian Ijin penelitian diperoleh dari instansi pemerintah terkait (Kemendagri. perlu menyebutkan jenis uji (parametrik dan atau nonparametrik). ijin lokasi. harus mendapatkan persetujuan etik penelitian dari Komisi Etik. (4) multivariat untuk tujuan menilai efek intervensi digunakan analisis of covariance (anakova). (f) diseminasi. Dinas Kesehatan. Badan Litbangkes atau etik penelitian setempat.12. naratif.Analisis data dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian. Puskesmas). dan regresi yang di sesuaikan dengan jenis data (kategori. sedangkan untuk mengembangkan model digunakan regression analysis (misalnya linear descriptive discriminant). anova. content. kontinyu. (2) uji perbedaan rata-rata atau proporsi. ijin etik. teknik analisis seperti chi square. t-test. Analisis hubungan antara kepadatan populasi nyamuk dan curah hujan dilakukan dengan regresi linier Pengertian analisis data kuantitatif meliputi (1) univariat untuk menilai sebaran dan normalitas data dari variabel yang dikumpulkan. Analisis hubungan antara TB ibu dan TB anak umur 5 thn dilakukan dengan korelasi koefisien Pearson. (3) bivariat untuk menilai hubungan antar dua variabel. pelatihan enumerator. rekrutmen enumerator. b. (e) penulisan laporan. Format Naskah Penjelasan dan Persetujuan setelah Penjelasan dapat dibaca dalam Buku Pedoman Operasional Komisi Etik Penelitian Kesehatan. dan (g) penulisan artikel. dll. meliputi (a) persiapan : penyusunan protokol. dll) dan tujuan penelitian.

dan target kegiatan per triwulan dalam jumlah dan persennya. Ketua Pelaksana/ Peneliti Utama bertanggung jawab atas semua aspek penelitian. Stanton BF. persiapan lapangan. dan lainlain). Michael P.. and Harry V. 10 . harus disebutkan macam/jenis (spesifikasi). pengadaan bahan dan alat. vol. dan lain-lain pengeluaran yang layak sesuai dengan peraturan yang berlaku.3 (cited 21 March 2000). Jadwal Kegiatan Penelitian Jadwal kegiatan biasanya disajikan dalam bentuk tabel yang berisi uraian kegiatan yang akan dilaksanakan.ejb. Ali M. New York: Artikel dari jurnal Clements JD. persetujuan 13. Rujukan pustaka yang dituliskan di dalam Daftar Kepustakaan hanya yang terkait langsung dengan isi proposal. Para Peneliti bertanggung jawab terhadap salah satu aspek sesuai dengan bidang keahliannya. kedudukan di dalam tim penelitian. Per. Susunan Tim Peneliti Susunan tim peneliti disajikan dalam bentuk tabel yang menguraikan tentang nama anggota tim. Rincian Rencana Anggaran Rincian rencana anggaran disusun berdasarkan jenis pengeluaran yaitu gaji/upah. EJB Electronic Journal of Biotechnology (online). Tim peneliti terdiri dari seorang Ketua Pelaksana/Peneliti Utama. Hal ini merupakan dokumen pelengkap dalam menerbitkan Surat Keputusan Susunan Anggota Tim Penelitian. Daftar Kepustakaan Semua publikasi yang digunakan sebagai rujukan tersebut harus dituliskan sesuai dengan kaidah ilmiah. no. 1951. pengolahan dan analisis data.2. American Journal of Epidemiology 1998. YANG. perjalanan. Chakraborty J. Setiap anggota tim peneliti inti perlu memberikan tanda tangan persetujuan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Measles vaccination and childhood mortality in rural Bangladesh. sejumlah Peneliti dan Pembantu Peneliti menurut kebutuhan serta Konsultan apabila diperlukan.Roberts. dan pembuatan laporan. Rao MR.11. jumlah yang diperlukan. ISSN 07173458 12. html. pelaksanaan penelitian. Available from: http://www. alat-alat. Penulisan rujukan dilakukan dengan metode Vancouver (penomeran menurut urutan rujukan yang digunakan). 15 December 1999. 14. 128: 13309.. Referensi publikasi elektronik MYERS. and STAMPE. et al. keahlian dan uraian tugasnya. 1951.. Chowdury S. Visualization and functional analysis of a maxi-K channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP). Basic Methods of Marketing Research. tolok ukur beserta masing-masing satuannya. Untuk setiap pembelian. Uraian kegiatan perlu dituliskan secara berurutan mulai dari persiapan (pengurusan ijin. penyusunan kuesioner. James H. Untuk anggota Peneliti Daerah (NN) diberikan pada waktu pengumpulan data.org/content/vol2/issue3/full/3/index. Jay. McGraw-Hill. bahan (habis pakai). Text book Lorrie.

pengolahan data. UPF sebagai atasan langsung Ketua Pelaksana/Peneliti Utama. Rencana anggaran harus mencakup semua tahapan kerja seperti yang diuraikan dalam rincian prosedur kerja. telepon. (c) belanja bahan. harus menyebutkan jumlah orang yang akan bepergian. riwayat penelitian dan publikasi dalam majalah ilmiah (nama majalah. Dalam rencana biaya untuk perjalanan. serendahrendahnya eselon II. Kepala Balai.harga satuan dan harga keseluruhan. halaman dan tahun). Rencana pembiayaan yang belum disebutkan diatas. judul artikel. frekuensi. dapat dituliskan dalam biaya lain-lain. faksimili dan e-mail. yang terdiri dari (a) belanja honor output kegiatan. lama dan kategori transportasi yang akan digunakan. (b) belanja non operasional. memberikan paraf pada tanda tangan Pejabat eselon II sebagai atasannya. Kuesioner Porsedur pemeriksaan/penentuan analisis laboratorium Prosedur penanganan efek samping untuk uji klinik Naskah penjelasan kepada responden Inform consent 11 . tempat tujuan. 15. seperti lembur. Lampiran Berkas yang dilampirkan dalam proposal antara lain: Persetujuan penyandang dana Rekomendasi dari stakeholder. diutamakan yang berhubungan atau terkait dengan materi permasalahan penelitian yang diusulkan agar dapat dilihat sebagai track record. bantuan bensin. dan komunikasi (dalam pelaksanaannya disesuaikan dengen ketentuan yang berlaku). Persetujuan Atasan Yang Berwenang Proposal penelitian harus ditandatangani oleh Ketua Pelaksana/Peneliti Utama dan disetujui oleh Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) dari Satuan Kerja dan atasan yang bersangkutan. 16. alamat yang mudah dihubungi melalui pos surat. Penelitian dan publikasi dalam majalah ilmiah 5 (lima) tahun terakhir. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti Biodata Ketua Pelaksana/Peneliti Utama penelitian ditulis secara berurutan: nama dilengkapi dengan gelar kesarjanaan. nomor. riwayat pendidikan profesional. 17. Loka. volume. (e) belanja jasa profesi (untuk nara sumber paket meeting lintas sektor). (d) belanja perjalanan. riwayat pekerjaan.

estimasi besar sampel. Aspek relevansi meliputi urgensi kebutuhan data. Apabila telah ada pemecahannya. bantuan teknis dan sumber dana (pembiayaan) serta dana lokal yg tersedia. populasi dan sampel. cara pemilihan dan penarikan sampel. Renstra Bidang Kesehatan. Penting untuk mengetahui apakah topik penelitian yang diusulkan tersebut sebelumnya sudah pernah diteliti. 2. Metode Aspek metoda meliputi tempat dan waktu penelitian. maka penilaiannya adalah: (a) Ketua Pelaksana penelitian harus sudah mempunyai jabatan fungsional peneliti dan masih berlaku. orisinalitas penelitian. Penilaian aspek kelayakan dalam sumber daya manusia.PENILAIAN PROPOSAL PENELITIAN Pembinaan termasuk penilaian dan seleksi proposal dilakukan supaya proposal tersebut lebih bekualitas dan terarah. instrumen dan cara pengumpulan data. dan/atau merupakan dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Komisi Ilmiah (KI) di tingkat Balitbangkes bertugas mendampingi pembinaan proposal dan protokol yang dilakukan oleh PPI Pusat. sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut. (d) Keahlian konsultan harus sesuai dengan topik penelitian dan mempunyai peranan yang jelas dan nyata dalam pelaksanaan penelitian 12 . bahan dan prosedur kerja. serta perlu tidaknya pertimbangan etik. maka topik ini tidak perlu diteliti lagi dan penilaian tidak perlu dilanjutkan. jenis dan disain. harus mengacu pada Rencana Pembangunan Bidang Kesehatan. sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kesehatan. 3. baik di lokasi seperti yang diusulkan maupun di lokasi lain dengan kondisi yang sama. kelayakan dan cara penulisan. Penilaian proposal meliputi aspek relevansi. Kelayakan dikaji dari segi kecukupan. masukan bagi Iptek. Setiap proposal yang diusulkan oleh peneliti di lingkungan Balitbangkes harus sudah dinilai. dan kepatutan. 1. Apakah telah ada ulasan tentang kemungkinan pemecahan yang belum tuntas. Relevansi Penilaian dari aspek relevansi yang merupakan kebaruan masalah penelitian. (b) Topik penelitian harus sesuai dengan bidang keahlian Ketua Pelaksana/ Peneliti Utama. diseleksi dan dibina oleh Panitia Pembina Ilmiah (PPI) di tingkat Pusat (eselon II). kebutuhan program. variabel. waktu. Kelayakan Aspek kelayakan meliputi kompleksitas sumber daya yang dibutuhkan seperti susunan tim peneliti. metode. peralatan yang tepat. Prioritas dan Agenda Riset Kesehatan Nasional dan masalah bidang kesehatan yang mendesak. manajemen dan analisis data. (c) Anggota Tim Peneliti harus mempunyai latar belakang keilmuan yang berkaitan dengan topik penelitian dan mempunyai peranan yang jelas serta nyata dalam pelaksanaan penelitian. efisiensi.

benar dan sistematis. 13 . cara perujukan dan penulisan kepustakaan juga harus konsisten dan sistematis.4. Selain itu. termasuk kejelasan dan kerapihan penulisan. Cara Penulisan Cara penulisan proposal juga menjadi pertimbangan dalam penilaian. contohnya: susunan bahasa harus baik.

Bagian II PANDUAN PENYUSUNAN PROTOKOL PENELITIAN 14 .

11) daftar kepustakaan. mengapa. Protokol menjelaskan tentang siapa atau apa. 2. dan pertimbangan/justification) penelitian). masalah yang akan diteliti. cara pemilihan dan penarikan sampel. dan untuk siapa penelitian itu akan dilaksanakan. 5) latar belakang (yang terdiri dari: masalah. tempat dan waktu penelitian. Identitas terdiri dari: Nama Pengusul. 14) rekapitulasi biaya. variabel. 8) metoda penelitian (yang terdiri dari: kerangka konsep. Jabatan Fungsional (khusus untuk peneliti dari Balitbangkes). populasi dan sampling. Daftar Isi Untuk memudahkan pembaca menemukan berbagai BAB. 7) manfaat penelitian. Gelar Akademik. . 6) tujuan penelitian. di mana. Identitas Pengusul Penelitian Pengusul penelitian adalah Ketua Pelaksana Penelitian. Judul harus singkat. disyaratkan Ketua Pelaksana telah menduduki jabatan fungsional. 15) biodata ketua pelaksana dan peneliti. Judul Penelitian Judul mencerminkan tujuan penelitian. Protokol disusun dengan menggunakan format yang terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: 1) judul penelitian.Pendahuluan Pada dasarnya sistematika penyusunan protokol peneltian sama dengan penyusunan proposal. 12) susunan tim peneliti. 13) jadwal penelitian. Bagi pengusul protokol DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Badan Litbangkes. Elemen Protokol Penelitian 1. Bagi usulan protokol untuk sumber dana lain dapat melihat panduan masing-masing penyandang dana. bila diperlukan gunakan Sub-bab 4. mencerminkan tujuan penelitian dan maksimal terdiri dari 20 kata. Telepon/Faksimili Kantor dan e-mail. 4) ringkasan penelitian. instrumen dan cara pengumpulan data. Ringkasan Penelitian Ringkasan penelitian adalah uraian singkat dari latar belakang. 10) pertimbangan etik penelitian. metoda pengumpulan data yang akan dilakukan. Alamat. definisi operasional). 9) pertimbangan izin penelitian. maksimal 250-300 kata. singkat dan jelas. topik. tanpa sub-judul. 2) indentitas pengusul penelitian. tempat dan waktu penelitian serta data/informasi/pengetahuan teknologi yang akan dihasilkan. disain penelitian. dan menggambarkan secara cepat kepada pembaca ide kunci dari penelitian yang akan dilaksanakan. Instansi/Kantor. bagaimana. 15 Penulisan ringkasan harus padat. pertanyaan penelitian. jelas. estimasi besar sampel. 16) persetujuan atasan yang berwenang dan 17) lampiran. 3) daftar isi. kapan. manajemen dan analisis data. 3. Yang membedakan adalah penyusunan protokol harus merinci prosedur dari setiap kegiatan pokok penelitian. bahan dan prosedur kerja.

atau untuk melengkapi khasanah ilmu pengetahuan. atau menjawab sebagian sehingga memerlukan penelitian. atau hasil penelitian masih kontradiktif dan belum konsisten. a. topik penelitian. Suatu penelitian penting untuk dilakukan apabila ada masalah yang belum pernah diteliti atau sangat jarang diteliti. dana. pertimbangan (justification) fokus penelitian dan kajian pustaka. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan analisis peneliti terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Layak untuk diteliti/ditinjau dari ketersediaan sumber aya manusia. Bisa juga dipakai untuk menunjukkan apakah hasil-hasil penelitian sebelumnya saling mendukung atau justru kontradiktif satu dengan lainnya. Memberikan hasil yang dapat dimanfatkan oleh stakeholders. Pertimbangan/Justifikasi Fokus Penelitian Merupakan alasan/argumentasi mengapa pengusul memilih fokus penelitian tersbut yang disusun berdasarkan urgensi masalah. prioritas program ataupun pendana. Latar Belakang Penjabaran latar belakang penelitian mencakup komponen-komponen masalah teridentifikasi yang perlu diteliti berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian. Topik Penelitian Di dalam pendahuluan juga harus disebutkan alasan pemilihan topik penelitian. hasil-hasil penelitian terdahulu. ada penelitian tetapi hasilnya belum lengkap atau kurang tajam analisisnya. Tidak merupakan duplikasi dengan penelitian lain dalam kondisi atau nlokasi yang serupa. dan kemungkinan menemukan responden. 16 . b. c.1. Pendahuluan 5. ketersediaan dana dan sarana. dan dapat dipakai untuk menunjukkan apakah penelitian sebelumnya sudah mampu menjawab masalah. peralatan. sesuai dengan urgensi dan aktualitas malasah kesehatan. dan topik penelitian harus: Relevan dengan masalah yang dihadapi. atau isu-isu penting lainnya yang belum teridentifikasi permasalahannya.5. pertanyaan penelitian. Memperhatikan kebijakan pemerintah dalam bidang tersebut Pemilihan topik seharusnya tidak terlalu sempit yang dapat menyebabkan tidak ditemukan informasi apapun mengenai topik tersebut. mempertimbangkan aspek etik penelitian.

b. Sebagai contoh sejumlah besar penderita TB tidak menyelesaikan secara tuntas pengobatannya. apabila masih berlaku untuk masa kini. Pertanyaan penelitian dapat merupakan pertanyaan ulangan dari penelitian yang sudah ada. Pertanyaan Penelitian Pertanyan penelitian adalah pertanyaan yang diharapkan dapat terjawab dari hasil penelitian. tempat atau populasi. Karakteristik populasi/ sampel penelitian. misalnya ada masalah kesehatan yang dapat diselesaikan melalui perbaikan manajemen. peningkatan koordinasi. Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah. 17 . langkah selanjutnya adalah membatasi/ memfokuskan/mendefinisikan masalah dengan formulasi yang memuat antara lain: Kelayakan masalah Besar dan luas masalah Urgensi dari masalah Wilayah geografis yang terpengaruh.2. terutama bila telah menguasai topik dan masalahnya. Telaahan pustaka dapat membantu untuk melihat pertanyaan mana yang penting. Perumusan Masalah Penelitian a.5. Definisi Masalah Penelitian Tidak semua masalah kesehatan memerlukan penelitian. Pertanyaan penelitiannya: 1) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita TB tidak kembali lagi ke Puskesmas untuk mengambil obatnya ? 2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi seorang penderita Tb tidak meminum obatnya ? 3) Faktor-faktor apa yang dapat mendorong seorang pendeita TB menyelesaikan pengobantannya secara tuntas ? 4) Bagaimana cara menaikkan cakupan pengobatan ? Pertanyaan penelitian dapat dijadikan pedoman untuk merancang penelitian. dan pemenuhan ketersediaan sumberdaya Setelah masalah teridentifikasi. keberhasilan dan kekurangan upaya tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah. pelatihan.

6. 7. Tujuan khusus dinyatakan dengan tindakan yang menggunakan kata kerja (to). Tujuan khusus tergambar dalam kerangka konsep dan searah dengan variabel yang digunakan. Masyarakat industri. misalnya dapat diterapkan dalam keluarga.2. mengidentifikasi (to identify). Tujuan Penelitian Tujuan terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. yang tentu saja sesuai dengan permasalahannya. Tujuan Khusus Tujuan khusus merupakan cerminan komponen atau unsur yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan umum. atau untuk bahan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. dimana. Masyarakat ilmiah Peneliti. misalnya mengukur (to assess. to measure). sebagai masukan untuk penelitian lebih lanjut untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Masyarakat umum. termasuk proses dan produk. dalam nemtuk paten atau merek. serta pertimbangan penting masalah penelitian tersebut. Manfaat Penelitian Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kebijakan (stakeholders). spesifik dan dapat dicapai dalam waktu yang telah ditentukan. 6. Tujuan Umum Tujuan umum merupakan pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian yang diusulkan. menentukan (to determine).1. 18 . membandingkan (to compare). serta penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan. Tujuan harus logis dan sistematis sesuai dengan identifikasi dan batasan masalah. institusi penelitian untuk memperoleh HAKI Hasil-hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini perlu disebutkan secara spesifik.6. merupakan penjelasan dari apa yang akan dilakukan dalam penelitian. dan dengan cara bagaimana hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholders diatas. masyarakat ilmiah dan pelaksana program: Penentu kebijakan sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan dan program pembangunan kesehatan (evidenced base policy) Iptek. nyata. dan untuk keperluan apa. Tujuan ini langsung berkaitan dengan masalah penelitian dan menunjukkan variabelvariabel yang akan diperiksa/diukur. Tujuan khusus harus diukur.

konsep. kecuali dalam suatu penelitian untuk mencari pembuktian. Penelitian tidaklah berarti tanpa teori sama sekali. atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau yang lebih dikenal dengan nama variabel. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. 9. prinsip. Hipotesis Hipotesis tidak selalu ada dalam suatu protokol penelitian. atau mempengaruhi situasi masalah (variabel bebas). Hipotesis merupakan suatu pernyataan tentang hubungan antara variabel bebas (independent) dan vriabel terikat (dependent) yang menjadi pusat perhatian. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. Penjelasan kerangka konsep penelitian diperlukan dalam bentuk narasi mencakup identifikasi variabel. Kerangka teori merupakan kerangka yang dibangun dari berbagai teori yang ada dan saling berhubungan sebagai dasar untuk membangun kerangka konsep. sehingga konsep tidak dapat langsung diamati atau diukur. Kerangka konsep bukan alur rencana kerja/kegiatan. Kerangka konsep penelitian harus dinyatakan dalam bentuk skema atau diagram. prinsip. 9. teori. Kerangka Teori Penelitian apa pun tidak akan terlepas dari kerangka teori. sehingga kita dapat mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual. Kerangka Konsep Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus. Dalam menuliskan hipotesis pertama-tama perlu dipikirkan tentang masalah pokok yang menjadi sasaran penelitian (variabel terikat). Kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuan komprehensif mengenai konsep. Hipotesis juga memberi petunjuk tentang tipe data yang harus dikumpulkan dan tipe analisis yang harus dilakukan untuk mengukur hubungan yang ada. Metode Penelitian 9. preposisi dan definisi operasional.1. Kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Kerangka konsep penelitian merupakan uraian tentang hubungan antara variabel yang terkait dalam masalah terutama yang akan diteliti. Paling tidak sebagai pegangan atau pedoman untuk memberikan asumsi atau postulat. jenis serta hubungan antar variabel. kemudian perlu dipertimbangkan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan.2. menentukan. memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel. sesuai dengan rumusan masalah dan kajian pustaka.8. 19 .

Penelitian eksploratif dapat Penelitian deskriptif dapat dilakukan Penelitian dengan rancangan survei (potong lintang). harus dapat menjawab tujuan penelitian.3. dan sejauh mana kemungkinan sumber data bisa didapatkan.Contoh : Kerangka konsep penelitian di atas dapat dilihat bahwa di sana ada 4 konsep yaitu konsep tentang faktor predisposisi. Perilaku pemberian ASI sebagai variabel dependen (variabel tergantung) di sini dapat diukur melalui variabel “praktek menyusui”. dan persepsi. caranya dan sebagainya.4. Waktu penelitian dimulai sejak awal penelitian sampai laporan akhir penelitian selesai. bila memberikan bagaimana frekuensinya. Disain penelitian untuk jenis non-intervensi adalah eksploratif. bahan/sampel diambil/diperiksa). 9. 20 . dilakukan dengan rancangan studi kualitatif atau etnografis. deskriptif. meminimalkan kesalahan dengan memaksimalkan reliabilitas dan validitas. faktor pendukung. sejauh mana telah diketahui masalah tersebut. laporan kasus atau survei cepat. Tempat dan Waktu Tempat penelitian adalah lokasi dan institusi dimana data akan diperoleh (subyek penelitian. Tiap konsep. faktor pendorong terhadap terjadinya perilaku. Disain penelitian untuk jenis intervensi adalah eksperimen dan kuasi eksperimen dimana peneliti dapat menciptakan kondisi dan mengukur pengaruh dari setiap kondisi. masing-masing mempunyai variabel-variabel sebagai indikasi pengukuran masing-masing konsep tersebut. Disain Penelitian Disain penelitian yang dipilih. Artinya perilaku pemberian ASI oleh ibu-ibu dapat diobservasi atau diukur dari praktek ibu-ibu dalam memberikan ASI kepada anak atau bayi mereka. sikap. 9. Misalnya untuk mengukur faktor predisposisi maka dapat melalui variabel pengetahuan. dan analitik/komparatif. dan konsep faktor perilaku pemberian ASI itu sendiri. Mereka memberikan ASI kepada bayi-bayi mereka atau tidak. pendidikan. Disain penelitian sangat tergantung pada masalah penelitian.

Probability sampling meliputi (a) simple random sampling. karena metode yang digunakan dalam situasi permasalahan yang sama dapat diulang oleh orang lain. tergantung pada masalah yang di teliti. Non probability sampling terdiri dari (a) convenience atau accidental sampling. Cara menentukan populasi penelitian. tumbuhan.7. kohort (cohort). dapat berupa individu. dll. sedangkan metode kualitatif didasarkan pada non probability samping.analitik/komparatif dapat dilakukan dengan rancangan potong lintang komparatif (cross sectional comparative). Kriteria inklusi merupakan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh subyek agar dapat diikutsertakan dalam penelitian. Sampel penelitian adalah unit yang mewakili populasi penelitian. (d) expert sampling dan (e) quota sampling 9. Cara Pemilihan atau Penarikan Sampel a. Disain penelitian yang tepat akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang benar (sahih). tumbuhan dll. (c) stratified random sampling. 9.6. ordinal atau nominal. Bila tujuannya untuk menghitung perbedaan proporsi maka gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda proporsi. Bila tujuannya untuk menghitung perbedaan rata-rata. Kriteria inklusi maupun eksklusi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. kasus kontrol (case control). (c) judgment sampling.dapat berupa individu. interval. (b) purposive sampling. senyawa atau sistem).5. Besar sampel hasil perhitungan biasanya di tambah 5-10% untuk antisipasi kemungkinan gagal (drop out). Cara penarikan sampel tergantung dari metode penelitian yang dipakai (kualitatif. 9. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi dan eksklusi dari populasi harus dinyatakan dengan jelas dan logis. hewan coba. atau bantuan piranti lunak komputer. b. gunakan rumus perhitungan sampel untuk beda rata-rata. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah kumpulan individu subyek penelitian (manusia. Dalam memilih rumus perhitungan besar sampel harus diperhatikan jenis data yang akan diuji apakah memiliki skala ratio. Besar Sampel. Persyaratan ini biasanya mencakup karakteristik subyek. kondisi lapangan). (b) sistematik random sampling. tabel. Cara Pemilihan atau Penarikan Sampel Untuk mendapatkan sampel yang sesuai harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. (d) cluster random sampling dan (e) multistage random sampling. Untuk metode kuantitatif dasar penarikan sampel adalah probability samping. keluarga. termasuk demografis dan 21 . dapat diandalkan (reliable). keluarga. kuantitatif dan kombinasi) dan kelayakan (SDM. dapat melalui perhitungan sendiri. Besar Sampel Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan tujuan penelitian. hewan. hewan coba.

Variabel bebas dapat berupa jenis perlakuan. Contohnya status terinfeksi HIV atau tidak terinfeksi HIV. Variabel Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri. Untuk memudahkan sebaiknya dibuat matriks. merupakan variabel terikat. atau fenomena yang dapat memiliki beberapa nilai. kuesioner atau formulir untuk observasi. 9. b) skala ordinal.8. Variabel yang dimasukkan dalam definisi operasional adalah semua variabel yang dikumpulkan dan dianalisis. mencakup nama variabel. namun demikian tetap harus melalui proses ujicoba yang sesuai dengan target subyek penelitian. sifat. 9. dan kausa. Variabel bebas adalah variabel yang dianggap mempengaruhi variabel terikat. tidak alergi pada obat yang sedang diuji dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan batasan atau pengertian tentang variabel yang akan diukur. Kuesioner dapat dikembangkan sendiri atau menggunakan kuesioner dari sumber lain yang sudah merupakan milik publik (public domain). Variabel adalah karakteristik dari subyek penelitian. disebut juga kriteria penolakan. tidak sedang hamil/menyusui. Pengukuran variabel dikelompokkan menjadi 4 skala pengukuran. Instrumen pengumpulan data penelitian dapat berupa alat (harus memenuhi syarat untuk peralatan penelitian). faktor risiko.geografis. dan ditetapkan oleh peneliti (bukan definisi dari kamus bahasa). Contoh untuk penelitian klinis uji coba malaria. metoda pengukuran. Kriteria eksklusi bukan kebalikan dari kriteria inklusi. adalah keadaan yang menyebabkan subyek yang memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian. dapat diukur secara operasional dan dapat dipertanggung jawabkan (sedapat mungkin menggunakan referensi yang sudah baku). Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi. prediktor. atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu. yakni: a) skala nominal. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data Instrumen dan cara pengumpulan data harus dijelaskan secara rinci. Kriteria eksklusi dapat mencakup adanya penyakit lain yang menyertai. c) skala interval dan d) skala ratio 9. penjelasan tentang variabel tersebut.10. Kriteria eksklusi. skala ukur dan pengkategorian. Variabel penelitian yang dikumpulkan harus jelas antara variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Dalam penelitian etnografis. instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup variabel. 22 .9. serta periode waktu yang ditentukan. berumur 15-50 tahun. Definisi operasional dibuat untuk memudahkan dan menjaga konsistensi pengumpulan data. kriteria inklusi dapat terdiri dari: pasien dengan diagnosis malaria tanpa komplikasi. Alat untuk kegiatan pengumpulan data harus divalidasi/kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pengumpulan data.

Cara pengambilan spesimen (darah. verifikasi kategorisasi dan ringkasan data (untuk kualitatif). sisa biologis lainnya). termasuk penyandian (coding). penyimpanan. SDM. tempat pengambilan pada bagian tubuh. Misalnya jam. obat. Analisis data dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian dimulai dengan deskripsi karakteristik data (frekuensi distribusi). Prosedur kerja harus menggunakan metoda yang baku atau modifikasi. tenaga yang melakukan. kontinyu. 9. 9. Teknik pengumpulan data lain yang relevan (misalnya delphi technique. dan kemungkinan untuk dapat dikerjakan (feasible). mapping. Misalnya penelitian yang menggunakan spesimen manusia atau hewan perlu diuraikan: cara pengambilan spesimen antara lain peralatan yang digunakan. life history. Tahapan kerja diuraikan dengan jelas dan rinci. perlakuan terhadap spesimen (pengawetan. nominal group technique). Pelatihan tenaga pengumpul data diperlukan untuk memaksimalkan kualitas data yang dikumpulkan dan mengurangi adanya bias pengumpul data. frekuensi pengambilan. mikroskop. rekam medik dll. Manajemen dan Analisis Data Rencana manajemen dan analisis data harus dipersiapkan sebelum data dikumpulkan. anova. misalnya secara manual atau menggunakan komputer. Bahan dan Prosedur Kerja Bahan penelitian adalah zat. Rencana yang perlu dipersiapkan mencakup penggunaan perangkat proses dan analisis data. cara pengambilan. spektrofotometer.12. Tenaga pengumpul data harus memenuhi kelayakan dan uji profesi atau ketrampilan khusus lainnya. serta dianjurkan untuk menyertakan bagian alur kerja. jumlah spesimen yang diambil (dalam cc) dan proses selanjutnya Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion) menggunakan pedoman diskusi dan tape recorder. pengiriman) dan prosedur pemeriksaan/penentuan laboratorium yan digunakan dan tenaga yang melaksanakan. pengemasan. skala. peralatan yang digunakan. voice recorder . korelasi dan sebagainya di sesuaikan dengan jenis data (kategori. regresi. tape recorder.Cara pengumpulan data: 1) Data primer dikumpulkan dengan cara : Pengamatan/pemeriksaan/pengukuran dengan menggunakan alat. 2) Data sekunder dikumpulkan antara lain dengan cara menggunakan daftar isian. Proses manajemen data selanjutnya meliputi entri. alat dan suplai yang dibutuhkan dalam penelitian. Piranti lunak (software) pengolah atau penganalisis data 23 . Manajemen data dilakukan sejak di lapangan/laboratorium/klinik dengan memeriksa kelengkapan dan ketepatan pengumpulan data.11. teknik analisis seperti chi square. formulir kompilasi data. Perlu disebutkan jenis uji (parametrik dan atau non-parametrik). t-test. dll) dan tujuan penelitian. dan timbangan berat badan Wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara.

New York: Artikel dari jurnal Clements JD. Rujukan pustaka yang dituliskan di dalam Daftar Kepustakaan hanya yang terkait langsung dengan isi proposal. Selain itu.dan versi yang digunakan perlu disebutkan misalnya Fox-Base. Ali M. content. 1951. Stanton BF. McGraw-Hill. Pemerintah Kab/Kota) dan lokasi tempat penelitian dilakukan (Rumah Sakit. sesuai dengan peraturan yang berlaku. Referensi publikasi elektronik MYERS. Epi Info.ISSN 07173458 24 . sebelum penelitian dimulai juga harus mendapatkan persetujuan dari subyek penelitian setelah yang bersangkutan mendapatkan penjelasan dari peneliti (persetujuan setelah penjelasan atau informed consent). naratif. dan program lain yang relevan. Ijin penelitian diajukan ke Pemerintah Provinsi cq Bakesbang Linmas dan diteruskan ke Pemerintah Kab/Kota lokasi penelitian 11. Permohonan persetujuan etik diajukan dalam bentuk protokol oleh pimpinan Satuan Kerja. James H. dan taxonomy atau dengan pendekatan kualitatif lainnya. Michael P.2. Pertimbangan Etik Penelitian Semua penelitian yang menggunakan manusia atau hewan sebagai subyek penelitian harus mendapatkan persetujuan etik penelitian dari Komisi Etik. no. Text book Lorrie. 12. 10. Badan Litbangkes atau etik penelitian setempat).3 (cited 21 March 2000). EJB Electronic Journal of Biotechnology (online). Format Naskah Penjelasan dan Persetujuan setelah Penjelasan dapat dibaca dalam Buku Pedoman Operasional Komisi Etik Penelitian Kesehatan. Rao MR. Analisis data kualitatif dilakukan dengan cara kategorisasi dan konseptualisasi. Pertimbangan Ijin Penelitian Ijin penelitian diperoleh dari instansi pemerintah terkait (Kemendagri.. SPSS.ejb. html. vol. Basic Methods of Marketing Research. 15 December 1999. 1951.. Daftar Kepustakaan Semua publikasi yang digunakan sebagai rujukan tersebut harus dituliskan sesuai dengan kaidah ilmiah. Available from: http://www. Puskesmas). Penulisan rujukan dilakukan dengan metode Vancouver (penomeran menurut urutan rujukan yang digunakan). Visualization and functional analysis of a maxi-K channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP). 128: 13309.Roberts. dampak dan cara mengatasi dampak juga menjadi pertimbangan Komisi Etik.org/content/vol2/issue3/ full/3/index. Chakraborty J. and Harry V. Chowdury S. Dinas Kesehatan. Measles vaccination and childhood mortality in rural Bangladesh. Per. Jay. Pemerintah Provinsi. American Journal of Epidemiology 1998. YANG. et al. Perlakuan pada subyek yang menggunakan manusia dan hewan. and STAMPE..

alamat yang mudah dihubungi melalui pos surat. volume. harus disebutkan macam/jenis (spesifikasi). diutamakan yang berhubungan atau terkait dengan materi permasalahan penelitian yang diusulkan agar dapat dilihat sebagai track record. Peneliti Utama. 16. dan pembuatan laporan. Dalam rencana biaya untuk perjalanan. keahlian yang relevan dan uraian tugasnya. Para Peneliti bertanggung jawab terhadap salah satu aspek sesuai dengan bidang keahliannya. Setiap anggota tim peneliti inti perlu memberikan tanda tangan persetujuan berpartisipasi. harga satuan dan harga keseluruhan. Susunan Tim Peneliti Susunan tim peneliti disajikan dalam bentuk tabel yang menguraikan tentang nama anggota tim. Uraian kegiatan perlu dituliskan secara berurutan mulai dari persiapan (pengurusan ijin. pelaksanaan penelitian. tempat tujuan. faksimili dan email. nomor. dan lain-lain). 25 . Untuk anggota Peneliti Daerah (NN) persetujuan diberikan pada waktu pengumpulan data. jumlah yang diperlukan. telepon. judul artikel. Tim peneliti terdiri dari seorang Ketua Pelaksana. Rincian Rencana Anggaran Rincian rencana anggaran disusun berdasarkan jenis pengeluaran yaitu (a) belanja honor output kegiatan. (c) belanja bahan. tolok ukur beserta masing-masing satuannya.13. 15. dan target kegiatan per triwulan dalam jumlah dan persennya. sejumlah Peneliti dan Pembantu Peneliti menurut kebutuhan serta Konsultan apabila diperlukan. lama dan kategori transportasi yang akan digunakan. penyusunan kuesioner. frekuensi. (b) belanja non operasional. Jadwal Penelitian Jadwal kegiatan disajikan dalam bentuk tabel berisi uraian kegiatan yang akan dilaksanakan. pengelohan dan analisis data. harus menyebutkan jumlah orang yang akan bepergian. Hal ini merupakan dokumen pelengkap dalam menerbitkan Surat Keputusan Susunan Anggota Tim Pelaksana Penelitian. kedudukan di dalam tim penelitian. 14. (d) belanja perjalanan. riwayat penelitian dan publikasi dalam majalah ilmiah (nama majalah. Peneliti Utama membantu Ketua Pelaksana dalam semua aspek penelitian. (e) belanja jasa profesi (untuk nara sumber paket meeting lintas sektor) yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. riwayat pekerjaan. Penelitian dan publikasi dalam majalah ilmiah 5 (lima) tahun terakhir. riwayat pendidikan profesional. Ketua Pelaksana bertanggung jawab atas semua aspek penelitian. Rencana anggaran harus mencakup semua tahapan kerja seperti yang diuraikan dalam rincian prosedur kerja. persiapan lapangan. pengadaan bahan dan alat. Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti Biodata Ketua Pelaksana dan Peneliti Utama penelitian ditulis secara berurutan: nama dilengkapi dengan gelar kesarjanaan. halaman dan tahun). Untuk setiap pembelian.

Laporan kemajuan penelitian (untuk penelitian lanjutan) Kuesioner Naskah penjelasan Formulir persetujuan setelah penjelasan Porsedur pemeriksaan/penentuan analisis laboratorium Prosedur penanganan efek samping untuk uji klinik 26 . Hal tersebut dimaksudkan agar protokol yang dibuat oleh Tim peneliti dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan administratif. Ketua Panitia Pembina Ilmiah (PPI) untuk Pusat dan Balai Besar. Lampiran Berkas yang dilampirkan dalam protokol penelitian antara lain: Persetujuan penyandang dana Rekomendasi dari stakeholder. serendah-rendahnya eselon II. 18. Kepala Loka atasan langsung memberikan paraf mengetahui/menyetujui pada tanda tangan Ketua Pelaksana. Persetujuan Atasan Yang Berwenang Protokol penelitian harus ditandatangani oleh Ketua Pelaksana dan disetujui oleh atasan yang bersangkutan. Kepala Balai.17.

mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas  27 . dan  Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya. Hal-hal berikut sebagai tindakan plagiat:      Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri. tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain  mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya Yang tidak tergolong plagiat:   menggunakan informasi yang berupa fakta umum. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asalusulnya  Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya. dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Yang digolongkan sebagai plagiat:  menggunakan tulisan orang lain secara mentah.Lampiran 1 PLAGIAT Plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan. menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan. pelaku plagiat dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. pendapat. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri. tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

‟) jika menggunakan kata aslinya Paraphrase dengan benar Bedakan dengan jelas antara ide sendiri dari ide orang lain dan peneliti 28 .Plagiat terkadang disebabkan oleh buruknya membuat/melakukan pencatatan atau „paraphrasing‟ tanpa menyebut rujukannya dengan layak. Selalu berhati-hati: Catat semua informasi rujukan secara benar Gunakan tanda kutip („.‟) diantara kata asli dan mengutipnya maka disebut juga plagiat. Bahkan tidak perlu menggunakan kata-kata yang sama tetap saja harus menyebut dari mana konsep itu berasal. Pencatatan: Pencatatan yang buruk dapat mengarah kepada plagiat. Jika tidak menggunakan tanda kutip („ . Kutipan: Kutipan adalah menggunakan kata-kata yang persis sama.. Plagiat dapat dihindari dengan: Menyebut rujukannya Merujuk dengan benar Mencatat langsung kutipan dan „paraphrasing‟ dengan benar ketika melakukan pencatatan. ide atau pandangan orang lain... Paraphrasing: Paraphrasing adalah mengambil konsep orang lain ke dalam tulisan tanpa meribah artinya. berarti mengutip..

Bagian III PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR PENELITIAN 29 .

Setiap halaman diberi nomor halaman secara berurutan. pelaksanaan. Menyusun laporan penelitian merupakan suatu keharusan bagi peneliti yang melaksanakan penelitian.Kelengkapan data . Judul Penelitian Halaman judul berisi: . 5) Ringkasan Eksekutif. 2. etikat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat laporan penelitian : . pengelolaan.Pendahuluan Laporan akhir penelitian adalah laporan ilmiah lengkap dari suatu penelitian setelah kegiatan penelitian berakhir. 5) Metode. 9) Ucapan Terima Kasih.0 cm.Bagian tengah: nama penyusun laporan (hanya peneliti yang terlibat dalam penulisan laporan) . kaidah ilmiah. penulisan laporan. iii dan seterusnya). tidak bolak balik. sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sebagai dokumen tertulis lengkap dari kegiatan penelitian. dimulai dari kata pengantar dengan menggunakan angka Romawi kecil (contoh i. berdasar pada data dan hasil. 2) Tujuan dan Manfaat. 7) Daftar Isi. serta menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 10) Daftar Pustaka. dengan berprinsip pada kejujuran. 1. dan 8) Kesimpulan dan Saran. dibuat apabila hasil penelitian bisa memberikan masukan untuk kebijakan dan program. 2) Susunan Tim Peneliti.Bagian atas: laporan akhir penelitian dan judul penelitian . Laporan akhir penelitian merupakan bagian penting dari proses penelitian yang meliputi : perencanaan. serta evaluasi penelitian. serta tahun penulisan laporan 30 .5 cm. 9) Daftar Lampiran. Penulisan nomor halaman pada bagian tengah bawah sampai pada Daftar Pustaka.Kecukupan bahan pustaka sebagai acuan dan bahan pembahasan . dengan jenis huruf Times New Roman (font 12). 6) Hasil. 3 dan seterusnya). dan dibuat hanya pada satu halaman. dan 11) Lampiran.Bagian bawah: nama dan alamat instansi. Laporan hasil penelitian harus diketik 1. ii.5 spasi di kertas putih ukuran A4 (212 x 297 mm) dengan bagian tepi (margin) kiri dan bawah minimal 3. 4) Hipotesis (bila ada). sedangkan mulai pendahuluan menggunakan angka Arabik (contohnya 1. 6) Abstrak.Analisis data sudah dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian Elemen Laporan Akhir Penelitian Secara garis besar. 3) Surat Keputusan Penelitian. 7) Pembahasan. pemanfaatan dan publikasi hasil penelitian. elemen laporan akhir penelitian disusun menurut urutan sebagai berikut: 1) Judul Penelitian.Pemahaman terhadap kerangka teori dan kerangka konsep penelitian . 4) Kata Pengantar. Isi laporan penelitian terdiri dari : 1) Pendahuluan. 3) Tinjauan Pustaka. 8) Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta. tepi kanan dan atas 2.

Latar belakang dan tujuan . Tata letak (lay out) halaman muka perlu diperhatikan. 4. maka harus dijelaskan di dalam kata pengantar.Hasil utama dan relevansi .Judul laporan penelitian harus sesuai dengan judul di dalam dokumen protokol. grafik. topik penelitian. Laporan penelitian yang bersifat rahasia (untuk pengajuan hak paten. Surat Keputusan Penelitian Adalah Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat atau Kepala Balitbangkes tentang Pelaksanaan Penelitian.Judul dan nama penyusun .Kesimpulan dan saran yang mempunyai implikasi bagi pengelola program. Jumlah halaman sekitar 2-3 halaman. dan harus dijelaskan dalam kata pengantar dan pendahuluan. Hal ini berlaku bagi tim peneliti yang terlibat dalam penelitian di Balitbangkes 3. dengan isi sebagai berikut: . Susunan Tim Peneliti Susunan Tim Peneliti sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat tentang pembentukan tim pelaksana penelitian. manfaat hasil penelitian dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung penelitian dan sumber pembiayaan. 31 . Tuliskan nama penyusun yang bertanggung jawab dalam penulisan laporan penelitian. Ringkasan Eksekutif Ringkasan eksekutif merupakan bagian dari laporan penelitian yang ditujukan untuk para pengambil keputusan serta diletakkan di halaman paling depan sesudah halaman muka. Walaupun demikian. Sebagai penulis utama umumnya adalah Ketua Pelaksana penelitian. Di dalam ringkasan eksekutif tidak ada tabel. Ringkasan eksekutif adalah laporan singkat hasil penelitian teknis/ilmiah yang disajikan dalam “bahsa eksekutif”. Ringkasan eksekutif hanya ditulis untuk penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pengelola program. masalah yang menimbulkan keresahan sosial. judul laporan penelitian bisa berubah karena suatu hal yang tidak dapat dielakkan. Kata Pengantar Kata pengantar berfungsi untuk menjelaskan secara singkat maksud laporan penelitian. 2. 5. dan kepustakaan. Jika ada perubahan judul. masalah yang menyangkut rahasia negara dan sebagainya) diberi tulisan „rahasia untuk kalangan terbatas‟.

3. dengan jumlah kata antara 200-250. Daftar Lampiran Berisi judul-judul dari lampiran yang ada beserta halaman sesuai dengan urutan nomornya. grafik. masyarakat industri dan masyarakat ilmiah. Daftar Tabel/Gambar/Grafik/Peta Berisi judul-judul dari Tabel/Grafik/Peta/Gambar sesuai dengan urutan nomornya. 9. Abstrak Abstrak merupakan ringkasan isi laporan penelitian. antara lain latar belakang masalah dan tinjauan pustaka yang mendukung penelitian dilakukan. tempat dan waktu penelitian. Tinjauan pustaka dalam laporan penelitian bisa sama atau lebih lengkap dari yang tertulis dalam protokol penelitian.5 kata. Abstrak laporan penelitian harus singkat. Tuliskan kepustakaan yang terkait saja. Tujuan dan Manfaat Tujuan umum dan tujuan khusus harus sesuai dengan yang ada dalam protokol penelitian. Manfaat penelitian dapat dirinci yaitu manfaat bagi penentu kebijakan. Isi Laporan Penelitian: 1. 8. Abstrak umumnya mencakup latar belakang. Pendahuluan Pendahuluan harus mengacu pada protokol penelitian. bila diperlukan gunakan Sub-bab. dan dapat dipakai untuk menunjukkan apakah penelitian sebelumnya sudah mampu menjawab masalah. Alasan mengapa tidak sesuai perencanaan perlu dikemukakan dalam bagian ini. Tinjauan Pustaka Tinjauan atau kajian pustaka merupakan analisis peneliti terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya. dan kepustakaan. Di dalam abstrak tidak ada tabel. padat dan jelas. masalah yang diteliti. atau menjawab sebagian sehingga memerlukan penelitian. metode penelitian. data/pengetahuan/teknologi yang dihasilkan serta kesimpulan. Tambahan informasi dalam bagian ini diperlukan apabila pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan dokumen protokol penelitian atau ada suatu perubahan/penyesuaian yang tidak dapat dielakkan. 32 . masyarakat umum. antara 3 . 7. iptek. dan diletakkan di bagian bawah. 2. Daftar Isi Untuk memudahkan pembaca menemukan berbagai Bab. Untuk memudahkan penelusuran perlu ditambahkan kata kunci.6.

7. Penelitian menggunakan subyek manusia dan/atau hewan coba harus melampirkan fotokopi persetujuan komisi etik penelitian (ethical clearence). ¶. Jika dalam penelitian terdapat hipotesis dituliskan sesuai dengan yang ada dalam protokol penelitian. **. masalah yang menimbulkan keresahan sosial. 5. Hasil Hasil penelitian harus disajikan secara sistematis untuk mencapai tujuan dan diberi keterangan jelas mengapa hipotesis penelitian (bila ada) ditolak atau diterima. Judul tabel diletakkan di atas tabel dan judul atau keterangan gambar diletakkan dibawah gambar. dengan spasi ganda. Pembahasan dapat dilakukan dengan cara: Melakukan analisis mendalam terhadap hasil penelitian yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan penelitian atau hipotesis yang dirumuskan. diuraikan secara naratif. perlu dijelaskan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maupun administrasi. masalah yang menyangkut rahasia negara. ǂǂ. Apabila ada perubahan yang dilakukan atau penyimpangan dari protokol atau disain penelitian semula. grafik dan gambar.4. atau narasi verbatim (penuturan dari responden) untuk mendukung dan saling melengkapi. ǂ. Metode Metoda penelitian diuraikan secara jelas dan sistematis sesuai dengan protokol penelitian. 6. tidak merupakan pengulangan tabel. Penomoran tabel sesuai dengan urutan penampilan dalam laporan. Narasi untuk tabel hanya memberi Tabel dibuat penekanan hasil pengamatan yang penting. Penyajian hasil penelitian dapat dilengkapi dengan tabel. Pembahasan Pembahasan hasil dimaksudkan untuk mengemukakan analisis terhadap hasil/temuan yang diarahkan untuk mendapatkan kesimpulan guna memenuhi tujuan penelitian. dan sebagainya) diperlakukan secara khusus untuk kalangan terbatas. 33 . †. bukan pada judul. Hasil penelitian yang bersifat rahasia (untuk pengajuan hak paten. §. ††. Judul tabel singkat dan informatif. Penjelasan lebih lanjut ditempatkan pada catatan kaki di bawah tabel. kecuali dalam suatu penelitian untuk mencari pembuktian. Dalam bagian ini perlu dilakukan interpretasi terhadap hasil/temuan yang diperoleh. Hipotesis Hipotesis tidak selalu ada dalam suatu penelitian. Singkatan dalam tabel dijelaskan pada catatan kaki dengan menggunakan simbol secara berurutan sebagai berikut: *.

9. Basic Methods of Marketing Research.. Rao MR. Stanton BF..Simmons (eds. 128: 13309. 10. Rujukan yang dicantumkan hanya yang terkait langsung dengan isi laporan. Chowdury S. et al. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan diambil atas dasar hasil dan pembahasan yang terkait dengan masalah dan tujuan penelitian. apakah pada implikasi kebijakan. Ucapan terima kasih sedapat mungkin dituliskan dengan jelas (nama dan institusi). Issues in Participant Observation. Saran dalam suatu laporan penelitian hendaknya terkait dengan kesimpulan dan implikasinya. 1951.: Addison-Wesley. James H. Penulisan rujukan dilakukan dengan cara McCall. American Journal of Epidemiology 1998. formula. 1969. - Melakukan pembandingan dengan hasil penelitian sebelumnya dan referensi yang dibaca Keterbatasan hasil penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian. implikasi peningkatan kualitas permodelan/program. George J.Roberts. and Harry V. Contoh cara Vancouver: a) Text book Lorrie. Juga harus dituliskan implikasinya. Vancouver. 8. Chakraborty J. New York: McGrawHill. and J. 1951. b) Artikel dari jurnal Clements JD. Perlu dijelaskan apakah saran tersebut ditujukan kepada masyarakat umum. Reading. c) Referensi publikasi elektronik 34 .. pengelola program dan ilmiah.). Tidak perlu menyebutkan semua nama yang telah memberi kontribusi atas terlaksananya penelitian tersebut.- Melakukan pembandingan antara hasil yang diperoleh dengan masalah yang akan dipecahkan. Mass. Measles vaccination and childhood mortality in rural Bangladesh.L. cukup yang penting saja. perorangan dan institusi yang telah membantu penelitian dan mereka yang memungkinkan terlaksananya penelitian anggota tim peneliti. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih adalah penghargaan yang diberikan kepada penyandang dana. paten dan sebagainya Kesimpulan dan saran sebaiknya ditulis sesuai urutan tujuan khusus dan umum. Ali M. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan harus dituliskan dalam setiap laporan penelitian.

dan dituliskan dalam bagian ucapan terima kasih. perlu dilakukan evaluasi secara keseluruhan dengan memperhatikan beberapa hal berikut (sebaiknya dibuat checklist) : .Apakah data dalam teks/narasi sesuai dengan data dalam tabel ? . apabila perlu untuk melengkapi laporan penelitian dapat juga dilampirkan berbagai teknik. vol.Apakah masih mungkin untuk membuat laporan penelitian ini menjadi lebih padat.Mencatat langsung kutipan dan „paraphrasing‟ dengan benar ketika melakukan pencatatan. 15 December 1999.Apakah gambar dan tabel yang dirujuk telah benar ? .2. perlu disampaikan penghargaan/penghormatan kepada siapa saja yang membantu. Visualization and functional analysis of a maxi-K channel (mSlo) fused to green fluorescent protein (GFP).org/content/vol2/issue3/ full/3/index.Merujuk dengan benar . Available from: http://www.ISSN 07173458.ejb.Apakah kesimpulan telah dibuat secara logis menurut hasil penelitian dan tersusun menurut urutan kepentingannya ? . 35 . Michael P. 11. perhitungan. Per. dan berbagai keterangan lain yang dianggap perlu sebagai informasi. Menghindari Plagiat Plagiat terkadang disebabkan oleh buruknya membuat/melakukan pencatatan atau „paraphrasing‟ tanpa menyebut rujukannya dengan layak.Apabila merasa harus ada penghargaan. no. Aspek Lain yang Perlu Diperhatikan Setelah konsep laporan dibuat.. EJB Electronic Journal of Biotechnology (online).Apakah sudah menjawab tujuan penelitian ? .MYERS. Selain itu. Kelengkapan berbagai data dan/atau tabel penting tersebut dapat disertakan sebagai lampiran dalam dokumen laporan akhir.Apakah ada hasil yang kontradiktif dari temuan-temuan tersebut ? . Lampiran diberi nomr urut lampiran dan apabila ada lampiran yang terdiri lebih dari satu halaman harus diberi nomor halaman sendiri. YANG.Apakah kelemahan dari penelitian telah diungkapkan dan dijelaskan ? . tanpa menurunkan kualitas dan menghilangkan temuan-temuan yang penting ? .Apakah semua hasil/temuan penelitian yang penting telah dimasukkan ? . and STAMPE. dapat dilengkapi dengan data atau berbagai tabel dan gambar penting yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri kembali hasil penelitian tersebut. Jay.Data mengenai subyek penelitian harus dirahasiakan. atau rumus yang digunakan.Menyebut rujukannya .3 (cited 21 March 2000).html. Lampiran Laporan akhir penelitian. Plagiat dapat dihindari dengan: . apabila diperlukan. .

Paraphrasing: Paraphrasing ketika mengambil konsep orang lain ke dalam tulisan tanpa meribah artinya.Kutipan: Ketika menggunakan kata-kata yang persis sama.. Pencatatan: Pencatatan yang buruk dapat mengarah kepada plagiat.. Jika tidak menggunakan tanda kutip („ .. ide atau pandangan orang lain..‟) diantara kata asli dan mengutipnya maka disebut juga plagiat. Bahkan tidak perlu menggunakan kata-kata yang sama tetap saja harus menyebut dari mana konsep itu berasal. Selalu berhati-hati: Catat semua informasi rujukan secara benar Gunakan tanda kutip („.‟) jika menggunakan kata aslinya Paraphrase dengan benar Bedakan dengan jelas antara ide sendiri dari ide orang lain dan peneliti 36 . berarti mengutip.

3. Attig GA. HSR Series Volume 2 Part 1. Effective Proposal Writing. Brownlee A. H & C Publications.DAFTAR PUSTAKA 1. family. Winichagoon P. New York.. Household. Epidemiologic research: principles and qualitative methods. 5.. Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah. Jakarta. and nutrition research: writing a proposal agriculture university. 1993. Utorodewo. Netherland. dkk. Thailand. household and consumer studies. Canada. Felicia. Kleinbum DG. Pathmananthan I. Varkevisser CM. Institute of Nutrition. Niehof A. 1995. Mahidol University. 4. Kupper LL. Ottawa... Wageningen. 37 . Morgenstren H. 1997:775 6. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1982. Lembaga Penerbit FEUI. International Development Research Center. Designing and conducting health system research projects. Van Nostrand Reinhold.. 2007. 1999. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->