BAB VI (ENAM) CEDERA JARINGAN LUNAK

(SOFT TISSUE INJURY)

Tujuan Instruksional
1. 2. Setelah mempelajari bab ini para peserta diharapkan dapat: Menjelaskan 7 jenis luka terbuka. Menjelaskan prinsip penutupan luka dan pembalutan. Memperagakan pertolongan pada cedera kulit kepala, wajah dengan benda tertancap di pipi. Menyebutkan gejala dan tanda cedera perut, serta memperagakan perawatan luka terbuka dan luka tertutup pada perut.

3.
4.

Cedera Jaringan Lunak :

Cedera terhadap jaringan kulit, otot, saraf dan pembuluh darah akibat suatu ruda paksa

KLASIFIKASI LUKA • Luka terbuka Cedera jaringan lunak disertai kerusakan/terputusnya jaringan kulit yaitu rusaknya kulit dan bisa disertai jaringan di bawah kulit Luka tertutup Cedera jaringan lunak tanpa kerusakan/terputusnya jaringan kulit yang rusak hanya jaringan di bawah kulit • .

sehinga permukaan kulit (epidermis) terkelupas. kadang-kadang sangat nyeri karena ujung saraf juga cedera karena terbuka.Jenis luka terbuka Luka lecet • Terjadi akibat gesekan. Tepi luka tidak teratur. • • . mungkin tampak titik-titik perdarahan.

• Tepi luka teratur. • Jaringan kulit dan lapisan dibawahnya terputus sampai kedalaman yang bervariasi.Luka sayat/iris • Terjadi akibat kontak dengan benda tajam. .

. perbedaannya terletak pada tepi luka yang tidak teratur.Luka robek • Akibat benturan keras dengan benda tumpul. • Seperti luka lecet tetapi lebih dalam dari luka lecet. • Karakteristik luka sama seperti luka sayat.

Robek/laserasi .

.Luka Tusuk • Terjadi akibat masuknya benda tajam dan runcing melalui kulit dalam tubuh. • Bentuk luka hampir menyerupai benda yang menusuk dengan dalam luka lebih panjang dari lebar luka. • Ciri khasnya adalah luka relatif lebih dalam dibandingkan dengan lebarnya • Luka jenis ini sangat berbahaya karena dapat melibatkan alat-alat dalam tubuh.

.

Amputasi • Luka terbuka dengan jaringan tubuh terpisah. .Avulsi (sobek) • Sama dengan luka robek tetapi jaringan tubuh tidak terlepas dan masih menempel membentuk lembaran gantung.

avulsi amputasi .

amputasi .

Memar Gejala-Tanda: • Nyeri • Bengkak • Warna merah kebiruan (memar) • Nyeri tekan 2. Cedera karena himpitan kuat. 3. . Pada keadaan yang hebat dapat terjadi remuk pada jaringan tulang dan kehancuran jaringan bawah kulit lainnya.Jenis Luka Tertutup 1.

Contoh kasa steril. mempercepat penyembuhan. kapas). mencegah kontaminasi. Relatif bersih. Berfungsi untuk mengendalikan perdarahan.Penutup Luka dan Pembalut Penutup luka • • • • Bahan bersifat menyerap Menutupi seluruh permukaan luka. dan mengurangi rasa nyeri. • • . Jangan menggunakan bahan atau bagian dari bahan yang dapat tertinggal pada luka (Tisue.

.Penutup oklusif (kedap) • Bahan kedap air dan udara yang dipakai pada luka untuk mencegah keluar masuknya udara dan menjaga kelembaban organ dalam . Penutup luka tebal / “bulky dressing” • Setumpuk bahan penutup luka setebal kurang lebih 2-3 cm.

MENJADI PENOPANG UNTUK BAGIAN TUBUH YANG CEDERA Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan . MEMPERTAHANKAN PENUTUP LUKA PADA TEMPATANYA 3.PEMBALUT FUNGSI 1. PENEKANAN MEMBANTU MENGHENTIKAN PERDARAHAN 2.

JENIS PEMBALUT : • • • • PEMBALUT PITA / GULUNG PEMBALUT SEGITIGA (MITELA) PEMBALUT TABUNG/TUBULER PEMBALUT PENEKAN .

• Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka.Pedoman penutup luka dan pembalutan : Penutup luka • Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka. .

. • Balut. • Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal). menahan penutup luka.Penggunaan penutup luka penekan • Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan. • Gunakan pembalut rekat. • Beri bantalan penutup luka.

Jangan biarkan ujung sisa terurai. Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar. kecuali pembalut penekanan untuk menghentikan perdarahan.Prinsip pembalutan (1) • • • • • Jangan memasang pembalut sampai perdarahan berhenti. Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut agak luas untuk daya tekanan diperluas sehingga tidak merusak jaringan . Jangan menutupi ujung jari. .

Periksa PSM/GSS . Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan. Setelah dilakukan pembalutan.Prinsip pembalutan (2) • • • • Balut dari arah dasar ke atas mengarah ke arah jantung khusus untuk anggota gerak. Kerapihan walau tidak merupakan syarat utama namun baik untuk menimbulkan kesan profesional. misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Cegah kontaminasi lanjut.Perawatan luka terbuka (1) • • Lakukan penilaian dini. Daerah yang luka di paparkan seluas mungkin sehingga terlihat jelas. atasi gangguan yang mengancam nyawa. • • • . Beri penutup luka dan balut. tetapi jangan berlebihan. upayakan membersihkan luka semampunya. Atasi perdarahan terlebih dahulu.

Rujuk ke fasilitas kesehatan. . Tenangkan. Atasi syok bila terjadi.Perawatan luka terbuka (2) • • • • Jaga agar penderita dan bagian yang luka dalam keadaan istirahat.

Perawatan luka tertutup Dengan akronim R I C E R I C E = Rest (istirahatkan bagian luka) = Ice (beri es/kompres dingin) = Comprestion (balut penekan) = Elevasi (tinggikan) .

Kendalikan perdarahan. hati-hati jangan sampai menekan benda yang menancap. . Bagian yang luka di buka sehingga terlihat dengan jelas.Beberapa cedera yang perlu mendapat perhatian: Benda asing tertanam • • • • • Perawatan benda asing tertanam: Stabilkan benda yang menancap secara manual. Jangan di cabut.

Jaga pasien tetap istirahat dan tenang.• • • • Stabilkan benda asing tersebut dengan menggunakan penutup luka tebal. pembalut gulung dll. atau berbagai variasi misalnya pembuat donat. Atasi syok dan beri oksigen. Transportasi segera. .

Cedera kulit kepala • Jangan coba bersihkan kulit kepala. bila ada kemungkinan telah terjadi patah tulang tengkorak terbuka. • . Jangan gunakan tekanan langsung dengan jari. bila patah tulang tengkorak.

tetapi jangan posisikan penderita tidak sadar dengan kepala-bahu tinggi. • • . Pasang penutup luka dan balut. Bila curiga ada perdarahan yang disertai patah tulang tengkorak terbuka maka gunakan bantalan yang tebal untuk menghentikan perdarahan. cedera tulang belakang atau dada.Perawatan luka kulit kepala • Kendalikan perdarahan dengan beri penutup luka. Tinggikan bila tak ada patah tulang tengkorak.

• Kendalikan perdarahan. .Perawatan luka wajah • Awasi jalan napas. • Beri penutup luka dan balut.

Jangan mencabut benda yang tertancap kecuali mengganggu jalan napas. tarik dengan aman ke arah yang paling memungkinkan.Mengangkat benda tertancap di pipi (1) • • • Lihat ke dalam mulut. apakah benda tertancap menembus dinding pipi. Bila dianggap perlu untuk mencacbut. .

• . Jika benda dicabut. tempatkan penutup luka di dalam (antara gigi dan pipi). stabilisasi objek. Miringkan kepala kecuali ada cedera leher dan tulang belakang.Mengangkat benda tertancap di pipi (2) • • • Bila benda yang menembus dan sulit dicabut. Beri penutup luka di luar dan balut.

Cedera mata • • Jangan lakukan tekanan langsung terutama bila bola mata juga cedera. Jangan cabut benda tertanam. • • • • . Tutup juga mata yang sehat untuk mencegah gerakan mata yang sakit. Bila di mata ada benda tertancap atau luka tersayat jangan cuci mata. Jangan masukkan mata yang ke luar. Kurangi gerakan mata.

. • Ada luka terbuka. • Muntah darah. • Nyeri tekan pada dinding perut. • Memar.Cedera perut Gejala dan tanda • Nyeri dan kejang perut.

. • Penderita berbaring dengan tungkai tertekuk. • Pada luka terbuka mungkin terlihat adanya organ dalam perut ke luar (umumnya usus).Gejala dan tanda syok. • Penderita memegang dan melindungi perut.

Jangan sentuh atau coba masukkan organ yang ke luar. . Terlentangkan dengan tungkai tertekuk. Atasi syok jika ada dan periksa berkala.• • • • • Perawatan luka terbuka pada dinding perut Kontrol perdarahan luar bila memungkinkan. Waspadai muntah.

.• • Organ yang keluar sebaiknya ditutup dengan penutup luka yang besar atau dengan kain bersih (steril) yang sudah dibasahi dengan air suam-suam kuku. Bila perlu selimuti bagian perut untuk mencegah kehilangan panas. lalu ditutup dengan penutup kedap untuk mencegah organ tersebut mengering.

Transportasi dalam posisi. sesegara mungkin.• Jangan cabut benda asing yang menancap. . • Teruskan periksa berkala. • Beri oksigen sesuai protokol bila ada.

Transportasi dalam posisi. Atasi Syok. Jangan beri makan dan minuman . Awasi muntahan yang terjadi. Pertahanakan jalan napas tetap terbuka. Beri oksigen sesuai protokol bila ada.Perawatan luka tertutup • • • • • • Terlentangkan pasien dengan tungkai tertutup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful