. Dakwah secara sembunyisembunyi (selama 3 tahun

)
Pada saat masyarakat Arab melaksanakan peribadatan terhadap Ka’bah dan penyembahan berhala, juga patung-patung yang disucikan oleh seluruh Bangsa Arab, cita-cita Rasulullah saw untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit. Maka dalam menghadapi kondisi tersebut, tindakan yang paling bijaksana adalah dengan memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi, agar penduduk Makkah tidak kaget karena harus menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka dengan tiba-tiba. Rasulullah saw menampakkan Islam pada awal mulanya kepada orang yang paling dekat dengan beliau, anggota keluarga dan sahabat karib beliau. Mereka adalah orang yang sudah beliau kenal baik, dan mereka mengenal baik beliau, mereka yang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, dan mereka juga mengenal kejujuran dan kelurusan beliau. Mereka yang diseru ini, langsung memenuhi seruan beliau, karena mereka sama sekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran kabar yang beliau sampaikan. Mereka dikenal dengan As-Sabiqunal Awwalun (yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam), yaitu istri beliau, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, pembantu beliau, Zaid bin Haritsah, anak paman beliau, Ali bin Abu Thalib, dan sahabat karib beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah. Abu Bakar sangat bersemangat dalam berdakwah kepada Islam, sehingga dia

menyeru kepada orang-orang dari kaumnya yang dapat dipercayainya, dan ada beberapa orang yang masuk Islam, seperti Utsman bin Affan Al-Umawy, az-Zubair bin Al-Awwan Al-Asady, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka masuk Islam secara sembunyisembunyi. Rasulullah saw menemui mereka dan mengajarkan agama dengan sembunyi-sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan sedikit demi sedikit, lalu berhenti setelah turunnya awal surat Al-Muddatstsir. Ayat-ayat dan potongan surat yang turun saat itu, berupa ayatayat pendek, dengan penggalanpenggalan kata yang indah menawan dan sentuhan lembut, membawa orang-orang Mukmin ke dunia lain, tidak seperti dunia yang ada pada saat itu. Setelah melihat kejadian di sana-sini, ternyata dakwah Islam sudah di dengar orang-orang Quraisy pada tahapan ini, sekalipun masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan, namun mereka tidak peduli. Tapi, seiring waktu, ada pula perasaan khawatir yang mulai menghantui mereka karena pengaruh tindakan beliau, dan mereka mulai menaruh perhatian terhadap dakwah beliau. Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu ini telah terbentuk sekelompok orangorang Mukmin yang saling menguatkan hubungan persaudaraan dan saling membantu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah saw menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka dan

menyerang berhala-berhala sesembahan mereka.

B. Dakwah secara terang-terangan
Wahyu pertama yang turun dalam masalah ini adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 214, “Dan, berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” Permulaan ayat Asy-Syu’ara yang memuat ayat ini menyebutkan kisah Musa as dari permulaan nubuwah hingga hijrah beliau bersama Bani Israel, dan tahapan-tahapan yang dilalui Musa as selama menyeru Fir’aun dan kaumnya kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan agar Rasulullah saw dan para sahabatnya memperoleh sedikit gambaran mengenai hal-hal yang akan mereka hadapi ketika menampakkan dakwah. Langkah pertama yang Rasulullah saw lakukan setelah turun ayat tersebut, ialah dengan mengundang Bani Hasyim. Mereka memenuhi undangan ini, sejumlah empat puluh lima orang dari Bani Al-Muththalib bin Abdi Manaf, dan terjadi dialog pembuka, yang diawali oleh Abu Lahab yang mewakili Bani AlMuththalib bin Abdi Manaf dengan Rasulullah saw yang mulai menjelaskan mengenai surga dan neraka. Pada akhir dialog tersebut, mereka mengingkari segala yang disampaikan oleh Rasulullah saw, kecuali Abu Thalib, yang telah mendukung dan akan melindungi Rasulullah saw selama hidupnya. Setelah Rasulullah saw yakin atas janji Abu Thalib untuk melindungi dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, maka suatu hari beliau berdiri di atas Shafa, lalu berseru, “Wahai semua

orang!”. Maka semua suku Quraisy berkumpul memenuhi seruan beliau, lalu beliau mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada hari kiamat. Fanatisme kekerabatan yang selama ini dipegang erat bangsa Arab menjadi mencair dalam kehangatan peringatan yang dating dari sisi Allah SWT ini. Seruan beliau terus bergema di seantero Makkah, hingga turun ayat 94 dalam surat Al-Hijr, “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” Dan sejak itu, Rasulullah saw langsung bangkit menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik, menyebutkan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai. Ketidakberdayaan berhala-berhala itu beliau gambarkan dengan beberapa contoh perumpamaan, disertai penjelasan-penjelasan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai wasilah antara dirinya dan Allah SWT berada dalam kesesatan yang nyata. Pada saat dakwah secara terang-terangan ini, Rasulullah saw banyak menghadapi rintangan, diantaranya seperti penghinaan, penyebaran anggapananggapan yang menyangsikan ajaranajaran beliau dan diri beliau, melawan Al-Qur’an dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongeng itu agar meninggalkan Al-Qur’an, juga menawarkan berbagai hal untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyyah di tengah jalan (Al-Qalam:9). Pada masa ini juga, seorang Hamzah bin Abdul Muththalib masuk Islam, beliau

Beliau mendatangi mereka. kemudian Allah SWT memenangkan dirimu dalam menghadapi orang-orang yang menentangmu. tentu orang-orang Arab akan melahapnya. apakah kami masih mempunyai kedudukan sepeninggalmu?” dan Rasulullah saw menjawab. Baiharah bin Firas. dan dia pun bertemu langsung dengan Rasulullah saw untuk menyatakan keIslam-annya.” Kemudian dia melanjutkan. Walaupun Islam telah memiliki Hamzah dan Umar. Selain Hamzah yang masuk Islam. salah seorang pemuka mereka berkata. karena Abu Thalib yakin bahwa orangorang Musyrik masih memiliki beragam cara untuk merusak perlindungannya terhadap Rasulullah saw. C. sesungguhnya Allah SWT telah membaguskan nama Bapak kalian.. Dakwah kepada berbagai Kabilah & Individu Sejumlah kabilah yang mendapatkan penawaran dari Rasulullah saw. Dia meletakkannya menurut kehendak-Nya. Bani Hanifah. di antaranya: 1. Hamzah menyatakan bahwa dia tidak rela Abu Jahal bersikap seperti itu pada Rasulullah saw. Bani Amir bin Sha’sha’ah. yang juga disebut Bani Abdullah. dari pintu ke pintu. Namun. Abu Thalib masih meminta kepada anggota keluarganya yang lain untuk memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. “Demi Allah. “Wahai Bani Abdullah. “Apa pendapatmu jika kami berbai’at kepadamu untuk mendukung agamamu. andaikan aku boleh menculik pemuda ini. Abu Lahab. juga seorang Umar bin Khattab. dan menyatakan dukungannya terhadap Rasulullah saw. Bani Kalb.” Tetap saja kaum ini menolak penawaran Rasulullah saw. masuk Islam. Hanya saudaranya yang tidak bersedia bergabung. tak seorang pun di antara orangorang Arab yang lebih buruk penolakannya daripada penolakan mereka. Rasulullah saw dating sendiri ke perkampungan mereka. begitu marah saat Abu Jahal melewati Rasulullah saw di Bukit Shafa. Beliau bersabda kepada mereka. dan beliau sendiri yang menawarkan kepada mereka. mereka kepada Allah dan berhadapan langsung dengan mereka. 3. Beliau mendatangi mereka dan menyeru mereka kepada Allah SWT.adalah seorang pemuda Quraisy yang terpandang dan menyadari harga dirinya. setelah mendengar adik dan iparnya membaca Al-Qur’an. dan penolakan mereka. dia memisahkan diri dari mereka dan bergabung bersama orang-orang Quraisy lainnya. yang dikenal sebagai orang yang memiliki watak temperamental.” Namun mereka tetap menolak apa yang ditawarkan itu. Beliau menyeru . dan pada saat bertemu Abu Jahal. namun Rasulullah saw hanya diam saja. 2. lalu Abu Jahal mencaci maki dan melecehkan Rasulullah saw. “Kedudukan itu hanya pada Allah SWT. dari rumah ke rumah. namun.

dan meletakkannya di depan matanya. dan janganlah berbuat sewenangwenang kepadanya. D. Langsung saat itu juga Raja menulis balasan kepada Rasulullah saw.” Setelah Amr bin Umayyah adh-Dhamry menyampaikan surat Nabi saw kepada Raja Najasyi. dan dari rahimnya lahir Ibrahim. dengan bunyi : “Aku telah mengutus kepada kalian anak pamanku. Muqauqis. dengan berbagai reaksi dan tindakan yang mendukung juga ada yang menolak. putra beliau. dan pada saat beliau menjelaskan hakikat Islam dan dakwahnya. dia meminta sekretaris untuk menuliskan surat balasan yang didiktekan olehnya. mereka menyatakan masuk Islam. Dan masih ada Raja Persia. maka dia langsung memungut surat itu.Hal yang sejenis juga dilakukan Rasulullah saw saat berdakwah kepada sejumlah pemuda dari Yastrib. dan akan membantu Rasulullah saw dalam mengajak kepada Islam. Raja Mesir. dengan membawa surat yang berisi seruan kepada Islam. Dia turun dari kasurnya ke atas lantai. maka terimalah dia. beberapa hari sebelum pergi ke Khaibar. Dakwah dengan korespondensi ke sejumlah Raja & Amir Pada awal bulan Muharram tahun 7 H. Di akhir surat disebutkan orang-orang yang hijrah dengan bunyi. Diantara sejumlah Raja & Amir tersebut adalah: 1. Rasulullah saw mengutus para kurir untuk menemui beberapa raja. Jika dia telah datang. saat Rasulullah saw melewati Aqabah di Mina. “Muhammad Rasul Allah”. Raja Romawi. dan seekor Baghal agar dapat dipergunakan oleh Rasulullah saw sebagai tunggangan. Ja’far bersama beberapa orang Muslim. yang dinikahi oleh Rasulullah saw. yang sebelumnya para pemuda tersebut pernah mendengar mengenai Rasulullah saw. hanya saja dituliskan bahwa Raja Mesir mengirimkan dua gadis yang memiliki kedudukan terhormat di masyarakat Qibthi. Raja Mesir telah mengetahui adanya ajaran Rasulullah saw. yang isi surat tersebut tidak ada pernyataan beliau masuk Islam. Salah seorang gadis tersebut adalah Mariyah. beliau mendekati mereka. beberapa lembar kain. 2. . dan yang lainnya. lalu masuk Islam di hadapan Ja’far bin Abu Thalib. mengajak mereka kepada Allah SWT dan membacakan Al-Qur’an. Raja Habasyah. Raja Uman. yang disertai cincin stempel terbuat dari perak dengan cetakan yang berbunyi. setelah surat itu sampai kepadanya. Najasyi. Surat yang sampai kepada beliau adalah surat yang dibawa Ja’far ketika dia hijrah ke Habasyah bersama rekan-rekannya semasa periode Makkah. Hal tersebut mereka lakukan dengan tujuan agar dapat meredakan peperangan dan terjadi persatuan dengan memeluk agama Rasulullah saw.

Keluarga besan menurut mereka merupakan salah satu pintu untuk menjalin kedekatan antara beberapa suku yang berbeda. yang tidak lagi melancarkan permusuhan setelah beliau menikahi Juwairiyah dan Shafiyah. dengan aneka strategi yang dilakukan Rasulullah saw. dan memadamkan kemarahan mereka terhadap Islam. bukanlah hanya dorongan gejolak dalam diri manusia dan mencari kepuasan. Dakwah dengan menikahi janda ataupun tawanan perang. dinikahi Rasulullah saw. Bahkan Juwairiyah merupakan wanita yang paling banyak mendatangkan barakah bagi kaumnya.” Tentu saja hal ini sangat mengundang simpati manusia dan berkesan di dalam jiwa. mulai dari sembunyisembunyi. Menurut anggapan mereka. mencela dan memusuhi besan merupakan aib yang dapat mencoreng muka. Rasulullah saw hendak mengenyahkan gambaran permusuhan beberapa kabilah terhadap Islam. Begitu pula Abu Sufyan yang tidak berani menghadapi beliau dengan permusuhan setelah beliau menikahi putrinya. membuat sikap Khalid bin Walid tidak segarang sikapnya sewaktu perang Uhud. Setelah Ummu Salamah dari Bani Makhzum. Setelah dia dinikahi Rasulullah saw. seperti Aisyah. serta memberikan contoh teladan bagi ummat manusia lainnya.E. Begitu pula yang terjadi dengan Bani Al-Musthaliq dan Bani An-Nadhir. Ummu Habibah. “Mereka adalah para besan Rasulullah saw. Di antara tradisi bangsa Arab adalah menghormati hubungan per-besan-an. hingga menjadikan dirinya sendiri sebagai pemersatu berbagai kabilah. yang satu perkampungan dengan Abu Jahal dan Khalid bin Walid. Dia meriwayatkan sekian banyak perbuatan dan ucapan beliau. Maka dengan menikahi beberapa wanita yang menjadi UmmahatulMukminin. Beliau memutuskan untuk berbesan dengan Abu Bakar dan Umar. Ruqayyah. Juga menikahkan putri beliau. dan disusul Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan. tetapi ada berbagai tujuan yang hendak diraih melalui pernikahan tersebut. Sejumlah pernikahan yang beliau lakukan. Demikianlah berbagai aspek dakwah. Bahkan akhirnya dia masuk Islam tak lama setelah itu dengan penuh kesadaran dan ketaatan. Para Ummahatul-Mukminin mempunyai keutamaan yang amat besar dalam mengajarkan berbagai kondisi kehidupan rumah tangga kepada manusia. yang dikenal paling banyak berkorban untuk kepentingan Islam pada masa-masa krisis. dengan tujuan menjaga dan melindungi kaumnya. mengisyaratkan bahwa beliau ingin menjalin hubungan yang benar-benar erat dengan empat orang tersebut. Fathimah dengan Ali bin Abu Thalib. terutama mereka yang memiliki umur yang relatif panjang. para sahabat membebaskan seratus keluarga dari kaumnya. . karena itu para sahabat itu berkata. dengan menikahi Aisyah dan Hafshah.

Waraqa b. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya. seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menterjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Sesudah peristiwa itu. Tiba-tiba Rasulullah Saw menggigil. Naufal menjumpainya. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukitbukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira’. akan diusir dan akan diperangi. Ia masih dalam ketakutan. Malaikat Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. Jangan kau memberi. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Dan demi .” (Qur’an 74: 17) Periode Mekkah Posted by redaksi On 17 June 2007 14 Commented Pemeluk-Pemeluk Islam Pertama Khadijah ra kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman). dilihatnya Muhammad masih tidur. tetapi mereka dalam kesesatan. pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula. wahyu itu tidak turun. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat. Khadijah pulang. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. karena ingin menerima lebih banyak. Waraqa berkata: “Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. Khadijah kemudian menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sungguhpun begitu. Naufal. dan menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Dan hindarkan perbuatan dosa. Ia ingin membubung tinggi “O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan.” Rasulullah Saw memikirkan. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya. menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup. Tetapi ternyata. Waraqa memastikan bahwa Muhammad Saw adalah Nabi umat ini. Ssampai di rumah. Dan agungkan Tuhanmu.Tuhanmu. tabahkan hatimu. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas. bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman. ketika itu malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: Khadijah menenteramkan hatinya. Ia terbangun. Pakaianmupun bersihkan. akan disiksa. napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Pastilah kau akan didustakan orang. Ia menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka’bah. Di tempat itu Waraqa b. Setelah mendapat keterangan demikian. bercampur harap dan cemas.

Usman b. jangan kau tolak. Dan tentang orang yang meminta. juga tidak merasa benci. jangan kau bersikap bengis. Talha b. Pada waktu itu Abu Bakr b. yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri.”(Qur’an. Kemudian menyusul pula Abu ‘Ubaida bin’lDjarrah. Apabila mereka akan melakukan salat. Abi Waqqash dan Zubair bin’l-’Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Kemudian Zaid b. maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. ‘Ubaidillah. Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau. hendaklah kau sebarkan. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya. ‘Auf. Abi Quhafa dari kabilah Taim. Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. Tahu benar ia. 93: 1-11) Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad Saw hilang setelah wahyu turun kembali. isterinya. sementara Islam . ‘Affan.dengan seluruh jiwanya. Lalu Rasulullah Saw mengajak sepupunya itu beribadat kepada Allah semata tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa nabi utusanNya. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri. Selain puteri-puterinya. bekas budak Nabi. Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam. begitu juga Khadijah ikut pula sembahyang. Abu Bakr tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu. teman akrab Muhammad. Dan sungguh. Maka engkaupun akan bersenang hati. terhadap anak piatu. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu. mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. adalah orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala. menghadapkan diri kepada Tuhan. dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun. kemenakannya dan bekas budaknya. hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Masih juga ia berpikir-pikir. Abdurrahman b. akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu – sesudah sekian lama terhenti – tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: “Demi pagi cerah yang gemilang. Sa’d b. tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum balig. Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma. bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu. lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan. Dan tentang kurnia Tuhanmu. lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu. Dan demi malam bila senyap kelam. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Haritha. betapa kerasnya mereka itu dan betapa pula kuatnya mereka berpegang pada berhala yang disembah-sembah nenek moyang mereka itu. Ketika Allah Swt telah mengajarkan Nabi bersembahyang. maka iapun bersembahyang.

” Mereka lalu datang berduyunduyun sambil bertanya-tanya.” Tetapi kemudian Abu Lahab berdiri sambil “Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat. “Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang.” katanya. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu. Belum pernah kami melihat engkau berdusta. pria dan wanita. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. “Rasulullah. lalu menyetop pembicaraan itu. selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah. dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu. Selesai makan. Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: “Hai masyarakat Quraisy. “Engkau tidak pernah disangsikan.” katanya. Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluargakeluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah.’” (Qur’an 26: 214-216) “Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu. belum lagi balig. Tetapi tiba-tiba Ali bangkit – ketika itu ia masih anak-anak.” Banu Hasyim tersenyum. saya akan membantumu. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. “Ada apa?” “Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?” Mereka semua menolak. Banu Abd Manaf.” Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: “Muhammad bicara dari atas Shafa.”(Qur’an 15: 94) Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau.” jawab mereka. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. pamannya.” “Aku mengingatkan kamu sekalian. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan. perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah. Percayakah kamu?” “Ya. bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Syiar Secara TerangTerangan Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya. Tetapi Abu Talib. katakanlah. Ia mengajak orangorang pergi meninggalkan tempat. katanya kepada mereka: “Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada . Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Ketika itu wahyu datang: kamu sekalian ini. Banu Taim. dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. ‘Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu.tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. perintah Allah supaya disampaikan. Banu Zuhra. dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. “Banu Abd’l-Muttalib.

Untuk ini kau kumpulkan kami?” Muhammad tak dapat bicara. Dalam pada itu penyairpenyair Muslimin juga tampil membalas “Katakanlah: ‘Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi. Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya. Jadi yang mula-mula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya. padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air? Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Akan tetapi bagi Abu Lahab. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib. menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam.meneriakkan: “Celaka kau hari ini. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas. selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan . dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati. dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka Celakalah kedua tangan Abu Lahab. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam – menyerahkan diri kepada Allah. kalau tidak dengan kehendak Allah. Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyairpenyair mereka: Abu Sufyan bin’lHarith. dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? Debat mereka itu berkepanjangan. ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah ibn’z-Ziba’ra. supaya mengejek dan menyerangnya. Sementara itu. dan celakalah ia. hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang. Dilihatnya pamannya itu. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: “ serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani. mulai merasakan. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya” (Qur’an 102:1-8) Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu.

kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku. tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita.” Perlindungan Banu Hasyim dan Banu Muttalib Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak.” Pamannya ini seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. tapi tidak juga kaulakukan. tidak menghargai harapan-harapan kita dan mencela berhala-berhala kita – sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa. dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini. Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. seorang pemuda yang montok dan rupawan. atau aku binasa karenanya. maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia. “Abu Talib’” kata mereka. Soalnya sekarang. mencela agama kita. punya harta. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. harus kauhentikan dia. Sekali ini disertai ‘Umara bin’lWalid bin’l-Mughira. Tetapi inipun ditolak. Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy. dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. mereka tak berdaya akan berperang. kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Tetapi jiwa Rasulullah Saw tetap teguh. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Muhammad terus juga berdakwah. terpandang di kalangan kami. yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita. Untuk ketiga kalinya . punya persiapan dan jumlah rmanusia.” (Qur’an 7: 188) Perlindungan Abu Talib Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya.” Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul. dan Quraisypun terus juga berkomplot. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa.” kata mereka. Sedang kaum Muslimin masih lemah. Harb – pergi menemui Abu Talib. sungguh tidak akan kutinggalkan. demi Allah. begitu juga dirimu. biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu ditanganku.” Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali. mereka mendatangi lagi Abu Talib. tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan. “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita. ia berkata kepada pamannya: “Paman. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu. “Engkau sebagai orang yang terhormat. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman. “Abu Talib. Lalu katanya: “Jagalah aku.bahayapun tidak menyentuhku.

Hanya Yang Tunggal!” Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. Penyairpenyair memakinya. Ahad. Rumahnya dilempari batu. adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. kecuali Abu Lahab. yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Dikisahkan seorang budak yang telah muslim. Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: “Ahad. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah. melemparkan najis ke depan rumahnya. Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. Di samping semua itu. Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. Hingga suatu hari Abu Bakr melihat Bilal mengalami siksaan begitu rupa. kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka’bah. Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan – meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. ia mengganggunya. yang lalu katanya: “Anakku. Cukup lama hal serupa itu berjalan. dibelinya dari Umar [sebelum masuk Islam]. Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. ia dibelinya lalu dibebaskan. puterinya.Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad Saw. Setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya. dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. Sikap permusuhan Quraisy terhadap kaum muslimin pun semakin menjadijadi. Ketika itu ia baru kembali dari . Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad Saw ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. disiksa ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar. Umm Jamil. Kemudian dimintanya Muhammad datang lagi. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!” Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. isteri Abu Jahl. Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli – diantaranya budak perempuan Umar bin’l-Khattab. Islamnya Hamzah ra Islamnya Hamzah ra terjadi kira-kira pada tahun ke enam kerasulan beliau. Hamzah. Dan pada waktu sembayang. Mereka semua menerima usul ini. Kaum Muslimin di luar budak-budak itu. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad. dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. keluarga dan pengikutpengikutnya diancam. supaya mencucikan dan membersihkannya kembali. katakanlah sekehendakmu. pamannya dan saudaranya sesusu. Bilal. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy.

kami angkat engkau diatas kami semua. mengajak orang kepada kebaikan. engkau mempunyai tempat di kalangan kami. kami akan menawarkan beberapa masalah. Jika engkau dihinggapi penyakit saraf yang tak dapat kautolak sendiri. Ia pergi ke Ka’bah. dan terlebih dulu mengelilingi Ka’bah sebelum langsung pulang ke rumahnya.” katanya. “Anakku. “seperti kau ketahui.” Selesai ia bicara. juga bukan orang yang sakit. kami nobatkan kau sebagai raja kami. tidak menggembirakan . Utba b. akan kami usahakan pengobatannya dengan harta-benda kami sampai kau sembuh. Ketika itulah ‘Utba bicara dengan Muhammad. Rabi’a. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta. Penjelasannya sangat menarik sekali. melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl. ‘Utba diam mendengarkan katakata yang begitu indah itu. asal ia dapat dibungkam. melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran. Engkau telah membawa soal besar ketengah-tengah masyarakatmu. juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja. sehingga mereka cerai-berai karenanya. dari segi keturunan. Setelah dijumpainya. Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawankawannya makin hari makin kuat. ingin kedudukan atau kerajaan. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya. tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya. Selesai Muhammad membacakan itu ‘Utba pergi kembali kepada Quraisy. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya. kami takkan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu. Kalau kau menghendaki pangkat. dengan kata-kata penuh mujizat. dengarkanlah. dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. kamipun siap mengumpulkan harta kami. diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. Tapi tidak jadi. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad. mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya.berburu. kalaukalau sebagian dapat kauterima Kalau dalam hal ini yang kauinginkan adalah harta. Kalau kedudukan raja yang kauinginkan. Sekarang. Muhammad membacakan Surah as-Sajda (41 = Ha Mim). dengan cara seperti yang mereka bayangkan. ia meluap marah. sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali. memberikan segala keinginannya. seorang bangsawan Arab terkemuka.Ketika ia mengetahui bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl. Persoalannya ‘Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya.

Mereka membawa hadiahhadiah berharga guna meyakinkan raja supaya dapat mengembalikan kaum Muslimin itu ke tanah air mereka. Ketika diminta untuk membacakan ajaran islam.Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya. sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua. Ja’far membacakan Surah Mariam sampai ayat 29-33. Maka dipanggillah mereka dan ditanyakan apa yang mereka katakan itu. Abi b. pemuka-pemuka istana itu terkejut. mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. Pembicaraan mereka ini tidak . sampai diketahui raja. setelah mereka menerima hadiah-hadiah dari penduduk Mekah. tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku. Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja’far b. Lalu dimintanya mereka itu datang menghadap “Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri. bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luarbiasa terhadap Isa anak Mariam. Maka kembali lagilah mereka memusuhi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dengan menimpakan bermacam-macam bencana. bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa. bahwa mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy. Kaum Quraisy tahu akan hal ini.” Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. atau agama lain?” tanya Najasyi setelah mereka datang. Ia menjelaskan kepada Raja mengenai prinsip-prinsip islam. Itu bumi jujur. kemudian mengutus dua orang menemui Najasyi. “Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Kedua orang utusan itu ialah ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’a. Talib. Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. sebaliknya kalau mengikutinya. Tetapi ‘Amr bin’l-’Ash tidak berputus asa. Rasulullah Saw menyarankan supaya mereka pergi ke Abisinia (Ethiopia) yang rakyatnya menganut agama Kristen. Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil. RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam. Ja’far menerangkan bahwa : ‘Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya.mereka. yang selama ini dalam kedudukannya itu ia berada dalam perlindungan golongannya dan dalam penjagaan Abu Talib. ‘Amr bin’l-’Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan. sampai-sampai ada yang dibunuh. maka kebanggaannya buat mereka. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Dengan sembunyi-sembunyi mereka Hijrahnya Muslimin ke Abisinia Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi. Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. ternyatalah oleh Najasyi. disiksa dan semacamnya. Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana kerajaan. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Kemudian mereka menolak untuk menyerahkan kaum muslimin.

Ali bin Abi Talib sepupunya. “Aku mendengar suara bisik-bisik apa itu?!” tanya Umar. Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy.Di tempat itu ia mendengar ada orang membaca Qur’an. Zaid suami Fatimah sudah masuk Islam. Abdullah. Kedua suami isteri itu jadi panas hati.Di tengah jalan ia bertemu dengan Nu’aim b. Abu Bakr b. Umar cepat-cepat pulang dan langsung menemui mereka. engkau menipu diri sendiri. yang berusaha hendak melindungi suaminya. saudaranya. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi. lalu menyatakan dirinya masuk Islam. Iapun pergi ketempat mereka. Nuiaim berkata: “Umar.keluar dari Mekah mencari perlindungan. Setelah dibacanya. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin. Di antara mereka ada Hamzah pamannya. Ia minta ijin akan masuk. maka kaum Muslimin telah mendapat benteng dan perisai yang lebih kuat. Dengan adanya Umar dan Hamzah dalam Islam. Menggetar rasanya ia setelah membaca isi kitab itu. beserta Sa’id b. merekapun lalu kembali pulang. Tetapi Umar jadi gelisah sendiri setelah melihat darah di muka saudaranya itu. “Ya. juga mendapat pukulan keras. kamu menjadi pengikut Muhammad dan menganut agamanya!” katanya sambil menghantam Sa’id keraskeras. Sekali ini terdiri dari delapanpuluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. ‘Umar ibn’l-Khattab adalah pemuda yang gagah perkasa. dalam sebuah rumah di Shafa. Tetapi setelah mengetahui hal ini dari Nu’aim. Islamnya Umar ra ini . Pertemuan mereka ini diketahui ‘Umar. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah. akan membiarkan kau merajalela begini sesudah engkau membunuh Muhammad? Tidak lebih baik kau pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri?!” Pada waktu itu Fatimah. Ketika itu juga lalu timbul rasa iba dalam hatinya. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi. Dimintanya kepada saudaranya supaya kitab yang mereka baca itu diberikan kepadanya. kami sudah Islam! Sekarang lakukan apa saja. wajahnya tiba-tiba berubah. malah terangterangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Ia langsung menuju ke tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu sedang berkumpul di Shafa. Kaukira keluarga ‘Abd Manaf. tahun ke enam. Karena mereka tidak mengakui. Tatkala itu Muhammad sedang berkumpul dengan sahabatsahabatnya yang tidak ikut hijrah. Setelah mengetahui maksudnya. ia mau membunuh Muhammad. kembali lagi mereka ke Abisinia.” kata meteka. Umar membentak lagi dengan suara lantang: “Aku sudah mengetahui. Setelah mereka merasa ada orang yang sedang mendekati. Islamnya ‘Umar ibn’l-Khattab ra Hal ini terjadi masih di tahun yang sama. Abi Quhafa dan Muslimin yang lain. orang yang membaca itu sembunyi dan Fatimah menyembunyikan kitabnya. Fatimah. berusia antara tigapuluh dan tigapuluh lima tahun.

Orang ini pernah pergi ke Hira dan mempelajari cerita raja-raja Persia. ajaranajarannya tentang kebaikan dan kejahatan serta tentang asal-usul alam semesta. dan mereka yang sudah berimanpun makin gigih mempertahankannya. tidak saling berjual-beli apapun.telah memperkuat kedudukan kaum Muslimin. sebab penduduk Mekah sudah ditimpa perpecahan dan permusuhan. Di samping propaganda itu Quraisy harus punya propaganda lain lagi. bahwa sebagian besar apa yang dibawa Muhammad berasal dari seorang budak Nasrani yang bernama Jabr.” (Qur’an: 16: 103) . Bahasa orang yang mereka tuduhkan itu bahasa asing. Dan apa yang dituduhkan itu pada orang-orang Arab pendatang itu merupakan bukti. Akan tetapi ternyata Muhammad sendiri malah makin teguh berpegang pada tuntunan Allah. ia lalu datang menggantikan tempat Muhammad dalam pertemuan itu. sedang ini adalah bahasa Arab yang jelas sekali. peraturan-peraturan agamanya. Setiap dalam suatu pertemuan Muhammad mengajak orang kepada Allah. Beberapa orang dari kalangan Quraisy berunding dan mengadakan pertemuan di rumah Walid bin’l-Mughira. Harith. yang tadinya hanya terkurung ditengah-tengah lingkaran gunung-gunung Mekah. Walid mengusulkan supaya kepada peziarah-peziarah orangorang Arab itu dikatakan bahwa dia (Muhammad) seorang juru penerang yang mempesonakan. Pemboikotan dan Propaganda Dengan Islamnya Umar ra ini. kaum Quraisy itu. dengan isteri dan keluarganya. juga keluarganya. Piagam persetujuan ini kemudian digantungkan di dalam Ka’bah sebagai suatu pengukuhan dan registrasi bagi Ka’bah. Lebih gigih lagi mereka memikirkan hal ini sesudah orang-orang yang berziarah itu diajak juga oleh Rasul Saw supaya beribadat hanya kepada Allah yang Esa. apa yang dikatakannya merupakan pesona yang akan memecah-belah orang dengan orangtuanya. Menyebarkan seruan Islam sampai keluar perbatasan Mekah itu pun tak dapat pula dihalanghalangi. Mereka. juga menyusun suatu alat propaganda anti Muhammad. Untuk itulah datang Firman Tuhan: “Kami sungguh mengetahui bahwa mereka berkata. Maka tersiarlah dakwah itu ke tengah-tengah masyarakat Arab dan kabilah-kabilah. kini berkumandang gemanya ke seluruh jazirah. Maka berceritalah ia kepada Quraisy tentang sejarah dan agamanya. dengan saudaranya. Mereka sepakat bahkan secara tertulis untuk memboikot total terhadap Banu Hasyim dan Banu Abd’l-Muttalib: untuk tidak saling kawin-mengawinkan. Quraisy lalu membuat rencana lagi mengatur langkah berikutnya. sehingga membuat agama yang baru ini. lalu katanya: Dengan cara apa Muhammad membawakan ceritanya lebih baik daripada aku? Bukankah Muhammad membacakan cerita-cerita orang dahulu seperti yang kubacakan juga? Orangorang Quraisy menuduh. Untuk propaganda itu Quraisy akan mengandalkan pada Nadzr b. yang mengajarkan itu adalah seorang manusia.

tak ada penganiayaan. Seruannya dikumandangkan lagi kepada penduduk Mekah dan kepada kabilah-kabilah yang pada bulan-bulan suci itu datang berziarah ke Mekah. dilepaskannya tali untanya lalu dipacunya supaya terus masuk ke tempat mereka dalam celah itu. mengajak orang-orang Arab itu kepada agama Allah. walaupun beberapa tokoh Quraisy seperti Abu Jahl menentangnya. ipar. Sesudah piagam disobek. Bilamana ia sudah sampai di depan celah gunung itu. niscaya mereka akan mati kelaparan. Meskipun ajakan Muhammad sudah tersiar kepada seluruh kabilah Arab di samping banyaknya mereka yang sudah menjadi pengikutnya. Muhammad dan pengikutpengikutnyapun keluar dari lembah bukit-bukit itu. dengan mengalami pelbagai macam penderitaan. Dan sekiranya tidak ada dari penduduk yang merasa simpati kepada kaum Muslimin. Hisyam ibn ‘Amr adalah salah orang yang termasuk paling simpati kepada Muslimin. kecuali dalam bulan-bulan suci. Pada bulan-bulan itu Muhammad turun. Blokade yang dilakukan Quraisy kepadanya. bahwa diantara mereka yang bertindak menghapuskan piagam itu terdapat orang-orang yang masih menyembah berhala. juga dia tidak dapat mencegahnya. begitu banyak dialami kaum Muslimin karena kekerasan pihak Quraisy – padahal mereka masih sekeluarga: saudara. tak ada permusuhan. telah dapat memikat hati orang banyak. diberitahukannya kepada mereka arti pahala dan arti siksa.Merasa kesal melihat Muhammad dan sahabatsahabatnya dianiaya demikian rupa. ia mengajak beberapa orang untuk membatalkan piagam pemboikotan itu. kesabaran dan ketabahan hatinya memikul semua itu demi risalahnya. Beberapa penulis biografi dalam hal ini berpendapat. penderitaan yang begitu lama.SELAMA tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung Muslimin itu tetap berlaku. lebih suka mereka menerima ajakannya. Gagalnya Pemboikotan Akan tetapi. sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa laparpun tidak ada. Mereka yang telah mendengar tentang itu lebih bersimpati kepadanya. membawakan makanan ke celah-celah gunung1 tempat mereka mengungsi itu. . tak ada balas dendam. segala permusuhan dihentikan – tak ada pembunuhan. Demikianlah piagam itu batal dengan sendirinya. Segala penderitaan yang dialami Muhammad demi dakwah itu justru telah menjadi penolongnya dari kalangan orang banyak. Dalam pada itu Muhammad dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Mekah. Pada bulan-bulan suci itu orang-orang Arab berdatangan ke Mekah berziarah. tapi sahabat-sahabat itu tidak selamat dari siksaan Quraisy. Baik kepada Muhammad atau kaum Muslimin tidak diberikan kesempatan bergaul dan bercakap-cakap dengan orang. sepupu – banyak diantara mereka itu yang merasakan betapa beratnya kekerasan dan kekejaman yang mereka lakukan itu. Tengah malam ia datang membawa unta yang sudah dimuati makanan atau gandum.

Kemudian Nabi Saw menerangkan itu adalah ajaran islam. Saat itu ‘Addas lalu membungkuk mencium kepala. disusul pula dengan kematian Khadijah. Ketika Abu Talib meninggal hubungan Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. Mereka merasa iba dan kasihan melihat nasib buruk yang dialaminya itu. lebih-lebih anak perempuan. yakni kematian Abu Talib dan Khadijah secara berturut-turut. Ia pergi ingin mendapatkan dukungan dan suaka dari Thaqif terhadap masyarakatnya sendiri. Bahkan mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak-sorai dan memakinya. dengan kekuatan iman yang ada padanya. yaitu beberapa bulan kemudian sesudah penghapusan piagam itu. ‘Addas memandangnya keheranan. sehingga ia sendiripun tambah percaya kepada dirinya. Tahukah orang apa yang dilakukan Muhammad? Ia pulang ke rumah dengan tanah yang masih diatas kepala. tangan dan kaki Muhammad. Khadijah yang telah mencurahkan segala rasa cinta dan kesetiaannya. supaya jangan ia disoraki oleh masyarakatnya sendiri. Sesudah kehilangan dua orang yang selalu membelanya itu Muhammad melihat Quraisy makin keras mengganggunya. Kalaupun sudah begitu. Khadijah. Waktu itu Abu Talib sudah berusia delapanpuluh tahun lebih. yang dulu menghiburnya bila ia mendapat kesedihan. Sambil meletakkan tangan di atas buah-buahan itu Muhammad berkata: “Bismillah!” Lalu buah itu dimakannya. Pergi ke Ta’if Terasing seorang diri. Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah dari pada mendengar tangis anaknya. dengan tiada orang yang mengetahuinya. diutus kepadanya membawakan buah anggur dari kebun itu. secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja Muhammad mengalami dukacita yang sangat menekan perasaan. Ketika itu keluarga Rabi’a sedang memperhatikannya dan melihat pula kemalangan yang dideritanya. Ia pergi lagi dari sana. Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad. dengan perasaan yang lemah-lembut. Budak mereka. Pada kedua mata dan bibirnya Muhammad melihat arti yang penuh percaya kepadanya. Tetapi ternyata mereka juga menolaknya secara kejam sekali. dengan harapan merekapun akan dapat menerima Islam. Ia adalah bidadari yang penuh kasih sayang. mendapat tekanan dan yang menghilangkan rasa takut dalam hatinya. berlindung pada sebuah kebun kepunyaan ‘Utba dan Syaiba anak-anak Rabi’a. Dan sesudah Abu Talib.Meninggalnya Abu Talib dan Khadijah ra (tahun duka cita) Pada tahun ke sepuluh kerasulan Nabi Saw. seorang beragama Nasrani bernama ‘Addas. ia pergi ke Ta’if. Ia membersihkannya sambil menangis. Tetapi permintaannya itupun tidak didengar. ia masih mengharapkan mereka jangan memberitahukan kedatangannya minta pertolongan itu. Fatimah puterinya lalu datang mencucikan tanah yang di kepala itu. . Yang paling ringan diantaranya ialah ketika seorang pandir Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke atas kepalanya. dengan hati yang bersih.

diakhiri oleh Rasulullah Saw. Jibril menyatakan bahwa ia tidak sanggup Isra’ Mi’raj Pada tahun yang sama. Tiap langit itu dijaga oleh malaikat. Kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah. Kemudian Nabi Saw naik lagi ke langit ke tujuh. supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan mendengarkan rahasia-rahasia langit. Kemudian di langit ke tiga bertemu dengan Nabi Yusuf as. Tetapi hal ini tidak mengurangi kemauan Muhammad menyampaikan dakwah Islam. Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. Nabi Saw berisra’ dengan mengendarai seekor hewan ajaib. Di langit ke enam Rasulullah Saw bertemu dengan Nabi Musa as. pada masa itulah Isra’ dan Mi’raj terjadi. yang dipancangkan diatas batu Ya’qub. Langit pertama terbuat dari perak murni dengan bintang-bintang yang digantungkan dengan rantai-rantai emas. Pada tengah malam yang sunyi dan hening. Setelah sambutan-sambutan oleh mereka dan . tahun ke sepuluh kerasulan Nabi saw. Kemudian Rasulullah naik lagi bersamasama malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha. itu ia memperkenalkan diri. Dilangit ke lima bertemu dengan Nabi Harun as. Kemudian berhenti lagi di Bethlehem tempat Isa dilahirkan. Hindun puteri Abu Talib yang mendapat nama panggilan Umm Hani’. yaitu buraq. Seterusnya mereka sampai ke Bait’lMaqdis. Malam itu Muhammad sedang berada di rumah saudara sepupunya. Di langit ke empat bertemu dengan Nabi Idris as. Nabi Ibrahim as menasehatkan agar umat Muhammad Saw banyak-banyak membaca “Lahaula wala quata illaa billahil’aliyil’adziim” sebagai tanaman surga. Pada langit kedua Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Yahya as dan Nabi Isa as. Di sini Rasulullah Saw berjumpa dengan Nabi Ibrahim as. Selanjutnya malaikat Jibril mengajak Rasul Saw untuk menyaksikan surga dan juga neraka. Do tempat ini Nabi Saw sudah ditunggu oleh nabi-nabi. Di tempat ini pula semua makhluk memuja dan memuji Tuhan. Dengan tangga itu Muhammad naik ke langit bersama-sama dengan malaikat Jibril. bahkan ia mendatangi kabilah-kabilah dan rumah-rumah mereka. Lalu berhenti di gunung Sinai di tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Swt. Muhammad Saw sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilahkabilah Arab pada musim ziarah di Mekah saja. datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi untuk berisra’ dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) di Palestina. Nabi Musa as. Di langit inilah Muhammad memberi hormat kepada Adam. Di sini Nabi Musa as berpesan agar Nabi Saw singgah sebentar pada perjalanan pulang nanti. dan Nabi Isa as. Tapi tak seorangpun dari mereka yang mau mendengarkan. mengajak mereka mengenal arti kebenaran. kemudian dibawakan tangga yang disebut Sulam Jannah. Mereka bersembahyang bersama-sama dengan Rasulullah Saw sebagai imam.Peristiwa Nabi Saw ke Ta’if itu kemudian diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad makin menjadi-jadi. Nabi sulaiman sa. Setelah itu Nabi Saw naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi tanpa malaikat Jibril. antara lain Nabi Ibrahim as.

Dengan demikian penduduk Yathrib ini relatif lebih mudah menerima dakwah Rasul Saw. Setelah Isra’ Mi’raj itu Rasulullah masih tetap tinggal di Mekah beberapa tahun. Dua orang diantara mereka itu dari Banu’n-Najjar. Setelah Nabi bicara dengan mereka dan diajaknya mereka bertauhid kepada Allah. hingga berakhir dengan ketentuan yang lima kali. Setelah itu beliau pulang ke Mekah dengan Buraq. yang saling bermusuhan. Kemudian sampailah Rasulullah Saw ke tingkat yang dinamakan ‘Arasy. Mereka berikrar kepadanya untuk tidak menyekutukan Tuhan. Setelah selesai Mi’raj. mereka menyambut dengan baik dan menyatakan diri masuk Islam. bulan-bulan sucipun datang lagi bersama datangnya musim ziarah ke Mekah. Tiba tahun berikutnya. Aus dan Khazraj. Ketika itu musim ziarah tiba setelah isra’ mi’raj Nabi Saw. juga mereka yang sudah Islam banyak yang tidak memahami artinya seperti sudah disebutkan tadi. Baik yang menang maupun yang kalah dari kalangan Aus dan Khazraj sama-sama berpendapat tentang akibat buruk yang telah mereka lakukan itu. Pada waktu itu telah terjadi pertempuran sengit antara Aus dan Khazraj. Kemudian Muhammad Saw kembali turun dari langit. ada dua kabilah di Yathrib. karena sejak itu orang-orang Yahudi dapat mengembalikan kedudukannya di Yathrib. beberapa orang dari Yathrib pergi ke Mekah . dan ke tempat itu datang pula duabelas orang penduduk Yathrib. Apabila musim ziarah sudah tiba. Rasul Saw sampai berkalikali menghadap Allah Swt untuk meminta keringanan atas usul Nabi Musa as. Mereka ini bertemu dengan Nabi di ‘Aqaba. Hubungan tetangga dan hubungan dagang Yahudi membuat Arab -Aus dan Khazraj -lebih banyak mengetahui cerita-cerita kerohanian dan masalah-masalah agama lainnya di banding dengan golongan Arab yang lain. Nabi Musa as menyarankan agar Rasulullah Saw meminta keringanan karena dianggapnya perintah itu terlalu berat bagi umat Rasul Saw. tidak mencuri. Di tempat inilah mereka menyatakan ikrar atau berjanji kepada Nabi (yang kemudian dikenal dengan nama) Ikrar ‘Aqaba pertama. Ikrar ‘Aqaba Pertama . Sementara itu. keluarga Abd’lMuttalib dari pihak ibu Ternyata merekapun menyambut pula dengan senang hati agama ini. ia singgah di tempat Nabi Musa as sesuai pesan sebelumnya. Nabi Saw kembali ke bumi dengan tangga Sulam Jannah. ORANG-ORANG Quraisy tidak dapat memahami arti isra’. Itu sebabnya.untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. orang-orang dari segenap jazirah Arab sudah berkumpul lagi di Mekah. Orang-orang itu lalu kembali ke Medinah. walaupun Quraisy tambah keras menentangnya. Diajaknya mereka memahami kebenaran agama yang dibawanya itu. Demikianlah. Beliau berjumpa dengan Allah Swt dan menerima perintah sholat sebanyak 50 kali setiap hari bagi umatnya. iapun mulai menemui kabilahkabilah itu. Di sana terdapat juga orang-orang Yahudi. ada kelompok yang lalu meninggalkan Muhammad yang tadinya sudah sekian lama menjadi pengikutnya.

dan katanya: “Tidak. kami sudah berikrar. Rasulullah Saw mengusulkan untuk mengadakan suatu ikrar. Inilah kata-kata ‘Abbas yang pertama kali bicara. juga berkuasa mengampuni segala dosa. tidak membunuh anakanak. saya sehidup semati dengan tuan-tuan. Ma’rur. Tuhan berkuasa menyiksa. Abu’l-Haitham ibn’t-Tayyihan. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri. kami dengan orang-orang itu – yakni orang-orang Yahudi – terikat oleh perjanjian. maka silakanlah tuantuan laksanakan. maka soalnya kembali kepada Tuhan. Akan tetapi. “Saudara-saudara dari Khazraj!” kata ‘Abbas. Barangsiapa mematuhi semua itu ia mendapat pahala surga. yang berupa ikrar pakta persekutuan. Jadi kalau memang tuan-tuan merasa dapat menepati janji seperti yang tuantuan berikan kepadanya itu dan dapat melindunginya dari mereka yang menentangnya. tuan akan kembali kepada masyarakat tuan dan meninggalkan kami?” Muhammad tersenyum. Ia segera mengulurkan tangan menyatakan ikrarnya seraya berkata: “Rasulullah. maka dari sekarang lebih baik tinggalkan sajalah. Tuan-tuan adalah saya dan saya adalah tuan-tuan. mereka semua memanjati lereng-lereng gunung tersebut. yang tertua di antara mereka. kalau tuan-tuan akan menyerahkan dia dan membiarkannya terlantar sesudah berada di tempat tuan-tuan. Sesampai mereka di gunung ‘Aqaba. “Posisi Muhammad di tengah-tengah kami sudah sama-sama tuan-tuan ketahui. Abd’l-Muttalib – yang pada waktu itu masih menganut kepercayaan golongannya sendiri.tidak berzina. Ikrar ‘Aqaba Kedua Pada musim haji tahun berikutnya mereka datang lagi ke Mekah dalam jumlah yang lebih besar dengan iman kepada Tuhan yang sudah lebih kuat. seorang di antara mereka menyela: “Rasulullah. Mush’ab bertugas memberikan pelajaran agama di kalangan Muslimin Aus dan Khazraj. Rasulullah Saw bersama pamannya ‘Abbas b. Peristiwa ini oleh Muslimin Yathrib tetap dirahasiakan dari kaum musyrik yang datang bersama-sama mereka. tidak mengumpat dan memfitnah. terdiri dari tujuhpuluh lima orang. dan kalau ada yang mengecoh. Kami dan mereka yang sepaham dengan kami telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. Jangan menolak berbuat kebaikan.” Kemudian giliran Rasulullah Saw : “Saya minta ikrar tuan-tuan akan membela saya seperti membela isteriisteri dan anak-anak tuan-tuan sendiri. Kami adalah orang peperangan dan ahli bertempur yang sudah kami warisi dari leluhur kami.” Tetapi sebelum Al-Bara’ selesai bicara. Kemudian Muhammad Saw menugaskan kepada Mush’ab bin ‘Umair supaya mengajarkan Islam serta seluk-beluk hukum agama. yang sudah akan kami putuskan. Tetapi apa jadinya kalau kami lakukan ini lalu kelak Tuhan memberikan kemenangan kepada tuan. Saya akan . Tetapi dia ingin bergabung dengan tuan-tuan juga.” Di antara mereka adalah Al-Bara’ b. tujuhpuluh tiga pria dan dua wanita. Tahun itu – 622 M – jemaah haji dari Yathrib praktis jumlahnya banyak sekali. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu di ‘Aqaba pada tengah malam pada harihari Tasyriq. Setelah adanya ikrar ini Islam makin tersebar di Yathrib.

Dengan demikian Banu ‘Abd Manaf takkan dapat memerangi mereka semua. dari setiap kabilah akan diambil seorang pemuda yang dipersenjatai dengan sebilah pedang yang tajam. Berturut-turut kaum Muslimin hijrah ke Yathrib. yang secara bersama-sama sekaligus mereka akan menghantamnya. Mulailah kaum Muslimin melakukan hijrah secara sendiri-sendiri atau kelompok-kelompok kecil. Keesokan harinya pagi-pagi baru mereka bangun. supaya jangan sampai menimbulkan kepanikan pihak Quraisy terhadap mereka. Ketika Quraisy akhirnya mengetahui. Akan tetapi hal itu rupanya sudah diketahui oleh pihak Quraisy. bahwa berita itu memang benar. Sedang Muslimin malah diam saja setelah dilihatnya Quraisy lagaknya akan mempercayai keterangan orangorang yang seagama dengan mereka itu. kalau si isteri dari pihak Quraisy ia tidak dibolehkan pergi ikut suami.memerangi siapa saja yang tuan-tuan perangi. Mereka kuatir akan pecah perang saudara antar-kabilah jika mereka mencoba membunuh salah seorang dari kabilah itu. Hijrahnya Muslimin ke Yathrib Setelah ikrar Aqaba ke dua itu. Mereka segera bertindak. dan darahnya dapat dipencarkan antar-kabilah. Quraisy mengadakan pertemuan di Dar’n-Nadwa membahas semua persoalan itu serta cara-cara pencegahannya. Mereka memutuskan. dimintanya sahabat-sahabatnya supaya menyusul kaum Anshar ke Yathrib.” Demikianlah. mereka lalu menyatakan ikrar kepadanya. menurut. dan saya akan berdamai dengan siapa saja yang tuan-tuan ajak berdamai. isterinya yang masih dapat mereka kurung. kalau tidak akan disiksa dan dianiaya. Mereka terkejut sekali. dikurung. Pagi itu pemuka-pemuka Quraisy mendatangi Khazraj di tempatnya masing-masing. Sampai-sampai tindakan itu ialah dengan cara memisahkan suami dari isteri. Sementara itu Muhammad Saw tetap tinggal. Mereka mengadakan seleksi di kalangan pemuda-pemuda mereka. Akan tetapi pagi itu juga Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar itu. Hanya saja dalam meninggalkan Mekah hendaknya mereka terpencar-pencar. Ketika itu juga orang-orang musyrik dari kalangan Khazraj bersumpah-sumpah bahwa hal semacam itu tidak ada sama sekali. Yang tidak . berusaha mengembalikan yang masih dapat dikembalikan itu ke Mekah untuk kemudian dibujuk supaya kembali kepada kepercayaan mereka. Tetapi mereka sudah pulang ke Yathrib. Setelah banyak orang yang berhijrah. Mereka menyetujui pendapat ini dan merasa cukup puas. Akan tetapi mereka takkan dapat berbuat lebih dari itu.