. Dakwah secara sembunyisembunyi (selama 3 tahun

)
Pada saat masyarakat Arab melaksanakan peribadatan terhadap Ka’bah dan penyembahan berhala, juga patung-patung yang disucikan oleh seluruh Bangsa Arab, cita-cita Rasulullah saw untuk memperbaiki keadaan mereka tentu bertambah sulit. Maka dalam menghadapi kondisi tersebut, tindakan yang paling bijaksana adalah dengan memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi, agar penduduk Makkah tidak kaget karena harus menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka dengan tiba-tiba. Rasulullah saw menampakkan Islam pada awal mulanya kepada orang yang paling dekat dengan beliau, anggota keluarga dan sahabat karib beliau. Mereka adalah orang yang sudah beliau kenal baik, dan mereka mengenal baik beliau, mereka yang diketahui mencintai kebaikan dan kebenaran, dan mereka juga mengenal kejujuran dan kelurusan beliau. Mereka yang diseru ini, langsung memenuhi seruan beliau, karena mereka sama sekali tidak menyangsikan keagungan diri beliau dan kejujuran kabar yang beliau sampaikan. Mereka dikenal dengan As-Sabiqunal Awwalun (yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam), yaitu istri beliau, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, pembantu beliau, Zaid bin Haritsah, anak paman beliau, Ali bin Abu Thalib, dan sahabat karib beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang masuk Islam pada hari pertama dimulainya dakwah. Abu Bakar sangat bersemangat dalam berdakwah kepada Islam, sehingga dia

menyeru kepada orang-orang dari kaumnya yang dapat dipercayainya, dan ada beberapa orang yang masuk Islam, seperti Utsman bin Affan Al-Umawy, az-Zubair bin Al-Awwan Al-Asady, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah. Mereka masuk Islam secara sembunyisembunyi. Rasulullah saw menemui mereka dan mengajarkan agama dengan sembunyi-sembunyi dan perorangan. Wahyu diturunkan sedikit demi sedikit, lalu berhenti setelah turunnya awal surat Al-Muddatstsir. Ayat-ayat dan potongan surat yang turun saat itu, berupa ayatayat pendek, dengan penggalanpenggalan kata yang indah menawan dan sentuhan lembut, membawa orang-orang Mukmin ke dunia lain, tidak seperti dunia yang ada pada saat itu. Setelah melihat kejadian di sana-sini, ternyata dakwah Islam sudah di dengar orang-orang Quraisy pada tahapan ini, sekalipun masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan, namun mereka tidak peduli. Tapi, seiring waktu, ada pula perasaan khawatir yang mulai menghantui mereka karena pengaruh tindakan beliau, dan mereka mulai menaruh perhatian terhadap dakwah beliau. Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktu ini telah terbentuk sekelompok orangorang Mukmin yang saling menguatkan hubungan persaudaraan dan saling membantu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah saw menampakkan dakwah kepada kaumnya, menjelaskan kebatilan mereka dan

menyerang berhala-berhala sesembahan mereka.

B. Dakwah secara terang-terangan
Wahyu pertama yang turun dalam masalah ini adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 214, “Dan, berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat.” Permulaan ayat Asy-Syu’ara yang memuat ayat ini menyebutkan kisah Musa as dari permulaan nubuwah hingga hijrah beliau bersama Bani Israel, dan tahapan-tahapan yang dilalui Musa as selama menyeru Fir’aun dan kaumnya kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan agar Rasulullah saw dan para sahabatnya memperoleh sedikit gambaran mengenai hal-hal yang akan mereka hadapi ketika menampakkan dakwah. Langkah pertama yang Rasulullah saw lakukan setelah turun ayat tersebut, ialah dengan mengundang Bani Hasyim. Mereka memenuhi undangan ini, sejumlah empat puluh lima orang dari Bani Al-Muththalib bin Abdi Manaf, dan terjadi dialog pembuka, yang diawali oleh Abu Lahab yang mewakili Bani AlMuththalib bin Abdi Manaf dengan Rasulullah saw yang mulai menjelaskan mengenai surga dan neraka. Pada akhir dialog tersebut, mereka mengingkari segala yang disampaikan oleh Rasulullah saw, kecuali Abu Thalib, yang telah mendukung dan akan melindungi Rasulullah saw selama hidupnya. Setelah Rasulullah saw yakin atas janji Abu Thalib untuk melindungi dalam menyampaikan wahyu dari Allah SWT, maka suatu hari beliau berdiri di atas Shafa, lalu berseru, “Wahai semua

orang!”. Maka semua suku Quraisy berkumpul memenuhi seruan beliau, lalu beliau mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada hari kiamat. Fanatisme kekerabatan yang selama ini dipegang erat bangsa Arab menjadi mencair dalam kehangatan peringatan yang dating dari sisi Allah SWT ini. Seruan beliau terus bergema di seantero Makkah, hingga turun ayat 94 dalam surat Al-Hijr, “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” Dan sejak itu, Rasulullah saw langsung bangkit menyerang berbagai khurafat dan kebohongan syirik, menyebutkan kedudukan berhala dan hakikatnya yang sama sekali tidak memiliki nilai. Ketidakberdayaan berhala-berhala itu beliau gambarkan dengan beberapa contoh perumpamaan, disertai penjelasan-penjelasan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai wasilah antara dirinya dan Allah SWT berada dalam kesesatan yang nyata. Pada saat dakwah secara terang-terangan ini, Rasulullah saw banyak menghadapi rintangan, diantaranya seperti penghinaan, penyebaran anggapananggapan yang menyangsikan ajaranajaran beliau dan diri beliau, melawan Al-Qur’an dengan dongeng orang-orang dahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongeng itu agar meninggalkan Al-Qur’an, juga menawarkan berbagai hal untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyyah di tengah jalan (Al-Qalam:9). Pada masa ini juga, seorang Hamzah bin Abdul Muththalib masuk Islam, beliau

“Wahai Bani Abdullah. Abu Thalib masih meminta kepada anggota keluarganya yang lain untuk memberikan perlindungan kepada Rasulullah saw. Beliau mendatangi mereka. masuk Islam. Hanya saudaranya yang tidak bersedia bergabung. Bani Amir bin Sha’sha’ah. kemudian Allah SWT memenangkan dirimu dalam menghadapi orang-orang yang menentangmu. “Apa pendapatmu jika kami berbai’at kepadamu untuk mendukung agamamu. Hamzah menyatakan bahwa dia tidak rela Abu Jahal bersikap seperti itu pada Rasulullah saw. sesungguhnya Allah SWT telah membaguskan nama Bapak kalian. Walaupun Islam telah memiliki Hamzah dan Umar. apakah kami masih mempunyai kedudukan sepeninggalmu?” dan Rasulullah saw menjawab. Beliau bersabda kepada mereka. 3. namun Rasulullah saw hanya diam saja. namun. Bani Kalb. salah seorang pemuka mereka berkata. dari pintu ke pintu. juga seorang Umar bin Khattab. karena Abu Thalib yakin bahwa orangorang Musyrik masih memiliki beragam cara untuk merusak perlindungannya terhadap Rasulullah saw. di antaranya: 1. 2.” Namun mereka tetap menolak apa yang ditawarkan itu.” Kemudian dia melanjutkan. Abu Lahab. dia memisahkan diri dari mereka dan bergabung bersama orang-orang Quraisy lainnya. mereka kepada Allah dan berhadapan langsung dengan mereka. tentu orang-orang Arab akan melahapnya. “Kedudukan itu hanya pada Allah SWT. dan dia pun bertemu langsung dengan Rasulullah saw untuk menyatakan keIslam-annya.” Tetap saja kaum ini menolak penawaran Rasulullah saw. dan beliau sendiri yang menawarkan kepada mereka. begitu marah saat Abu Jahal melewati Rasulullah saw di Bukit Shafa. dari rumah ke rumah. Namun. C. “Demi Allah. Beliau mendatangi mereka dan menyeru mereka kepada Allah SWT. Dia meletakkannya menurut kehendak-Nya. Baiharah bin Firas. dan penolakan mereka.adalah seorang pemuda Quraisy yang terpandang dan menyadari harga dirinya. Beliau menyeru . yang juga disebut Bani Abdullah. Selain Hamzah yang masuk Islam.. setelah mendengar adik dan iparnya membaca Al-Qur’an. Dakwah kepada berbagai Kabilah & Individu Sejumlah kabilah yang mendapatkan penawaran dari Rasulullah saw. dan pada saat bertemu Abu Jahal. tak seorang pun di antara orangorang Arab yang lebih buruk penolakannya daripada penolakan mereka. Bani Hanifah. andaikan aku boleh menculik pemuda ini. yang dikenal sebagai orang yang memiliki watak temperamental. lalu Abu Jahal mencaci maki dan melecehkan Rasulullah saw. Rasulullah saw dating sendiri ke perkampungan mereka. dan menyatakan dukungannya terhadap Rasulullah saw.

dan janganlah berbuat sewenangwenang kepadanya. lalu masuk Islam di hadapan Ja’far bin Abu Thalib. Ja’far bersama beberapa orang Muslim. dan pada saat beliau menjelaskan hakikat Islam dan dakwahnya. Raja Uman. 2. yang dinikahi oleh Rasulullah saw. Dan masih ada Raja Persia. Raja Romawi. Raja Mesir. putra beliau. beliau mendekati mereka. beberapa lembar kain. saat Rasulullah saw melewati Aqabah di Mina. mengajak mereka kepada Allah SWT dan membacakan Al-Qur’an. dan yang lainnya. beberapa hari sebelum pergi ke Khaibar. maka dia langsung memungut surat itu. dengan membawa surat yang berisi seruan kepada Islam. setelah surat itu sampai kepadanya. dan meletakkannya di depan matanya. dan dari rahimnya lahir Ibrahim.” Setelah Amr bin Umayyah adh-Dhamry menyampaikan surat Nabi saw kepada Raja Najasyi. mereka menyatakan masuk Islam. Salah seorang gadis tersebut adalah Mariyah. dengan berbagai reaksi dan tindakan yang mendukung juga ada yang menolak. Muqauqis. D. yang isi surat tersebut tidak ada pernyataan beliau masuk Islam. Diantara sejumlah Raja & Amir tersebut adalah: 1. dia meminta sekretaris untuk menuliskan surat balasan yang didiktekan olehnya. Dia turun dari kasurnya ke atas lantai. dengan bunyi : “Aku telah mengutus kepada kalian anak pamanku. dan akan membantu Rasulullah saw dalam mengajak kepada Islam. Raja Habasyah. dan seekor Baghal agar dapat dipergunakan oleh Rasulullah saw sebagai tunggangan. yang sebelumnya para pemuda tersebut pernah mendengar mengenai Rasulullah saw. Di akhir surat disebutkan orang-orang yang hijrah dengan bunyi. Dakwah dengan korespondensi ke sejumlah Raja & Amir Pada awal bulan Muharram tahun 7 H. Rasulullah saw mengutus para kurir untuk menemui beberapa raja. Raja Mesir telah mengetahui adanya ajaran Rasulullah saw. Jika dia telah datang. Hal tersebut mereka lakukan dengan tujuan agar dapat meredakan peperangan dan terjadi persatuan dengan memeluk agama Rasulullah saw. hanya saja dituliskan bahwa Raja Mesir mengirimkan dua gadis yang memiliki kedudukan terhormat di masyarakat Qibthi. yang disertai cincin stempel terbuat dari perak dengan cetakan yang berbunyi. . “Muhammad Rasul Allah”.Hal yang sejenis juga dilakukan Rasulullah saw saat berdakwah kepada sejumlah pemuda dari Yastrib. Langsung saat itu juga Raja menulis balasan kepada Rasulullah saw. Surat yang sampai kepada beliau adalah surat yang dibawa Ja’far ketika dia hijrah ke Habasyah bersama rekan-rekannya semasa periode Makkah. maka terimalah dia. Najasyi.

Dia meriwayatkan sekian banyak perbuatan dan ucapan beliau. “Mereka adalah para besan Rasulullah saw. dan memadamkan kemarahan mereka terhadap Islam. Di antara tradisi bangsa Arab adalah menghormati hubungan per-besan-an. Keluarga besan menurut mereka merupakan salah satu pintu untuk menjalin kedekatan antara beberapa suku yang berbeda. mencela dan memusuhi besan merupakan aib yang dapat mencoreng muka. Begitu pula yang terjadi dengan Bani Al-Musthaliq dan Bani An-Nadhir. yang tidak lagi melancarkan permusuhan setelah beliau menikahi Juwairiyah dan Shafiyah. Sejumlah pernikahan yang beliau lakukan. Setelah Ummu Salamah dari Bani Makhzum. yang satu perkampungan dengan Abu Jahal dan Khalid bin Walid. Menurut anggapan mereka. bukanlah hanya dorongan gejolak dalam diri manusia dan mencari kepuasan. tetapi ada berbagai tujuan yang hendak diraih melalui pernikahan tersebut. Ummu Habibah. dengan tujuan menjaga dan melindungi kaumnya. Ruqayyah. Beliau memutuskan untuk berbesan dengan Abu Bakar dan Umar. mulai dari sembunyisembunyi.” Tentu saja hal ini sangat mengundang simpati manusia dan berkesan di dalam jiwa. hingga menjadikan dirinya sendiri sebagai pemersatu berbagai kabilah. Bahkan Juwairiyah merupakan wanita yang paling banyak mendatangkan barakah bagi kaumnya. dinikahi Rasulullah saw. seperti Aisyah. dengan menikahi Aisyah dan Hafshah. Rasulullah saw hendak mengenyahkan gambaran permusuhan beberapa kabilah terhadap Islam. Dakwah dengan menikahi janda ataupun tawanan perang. Para Ummahatul-Mukminin mempunyai keutamaan yang amat besar dalam mengajarkan berbagai kondisi kehidupan rumah tangga kepada manusia. para sahabat membebaskan seratus keluarga dari kaumnya. dan disusul Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan. Maka dengan menikahi beberapa wanita yang menjadi UmmahatulMukminin. yang dikenal paling banyak berkorban untuk kepentingan Islam pada masa-masa krisis. serta memberikan contoh teladan bagi ummat manusia lainnya. Fathimah dengan Ali bin Abu Thalib. Juga menikahkan putri beliau. Demikianlah berbagai aspek dakwah. dengan aneka strategi yang dilakukan Rasulullah saw. karena itu para sahabat itu berkata.E. mengisyaratkan bahwa beliau ingin menjalin hubungan yang benar-benar erat dengan empat orang tersebut. Setelah dia dinikahi Rasulullah saw. Begitu pula Abu Sufyan yang tidak berani menghadapi beliau dengan permusuhan setelah beliau menikahi putrinya. Bahkan akhirnya dia masuk Islam tak lama setelah itu dengan penuh kesadaran dan ketaatan. membuat sikap Khalid bin Walid tidak segarang sikapnya sewaktu perang Uhud. terutama mereka yang memiliki umur yang relatif panjang. .

Di tempat itu Waraqa b. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula. dilihatnya Muhammad masih tidur. Pastilah kau akan didustakan orang. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya. Ia masih dalam ketakutan. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas. Dan agungkan Tuhanmu. Tetapi ternyata. ketika itu malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: Khadijah menenteramkan hatinya. Ia terbangun. Waraqa memastikan bahwa Muhammad Saw adalah Nabi umat ini. napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukitbukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira’. bercampur harap dan cemas. Jangan kau memberi. Sungguhpun begitu. pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka’bah. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup. bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman. Dan hindarkan perbuatan dosa.” Rasulullah Saw memikirkan. Ia menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu. akan disiksa. Naufal. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya. tetapi mereka dalam kesesatan. Dan demi . Khadijah kemudian menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Waraqa b. Naufal menjumpainya. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Sesudah peristiwa itu. padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. tabahkan hatimu. Tiba-tiba Rasulullah Saw menggigil. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Pakaianmupun bersihkan. dan menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menterjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia ingin membubung tinggi “O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. wahyu itu tidak turun. Khadijah pulang. Ssampai di rumah. Setelah mendapat keterangan demikian.Tuhanmu.” (Qur’an 74: 17) Periode Mekkah Posted by redaksi On 17 June 2007 14 Commented Pemeluk-Pemeluk Islam Pertama Khadijah ra kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman). Malaikat Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. Waraqa berkata: “Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. karena ingin menerima lebih banyak. akan diusir dan akan diperangi.

”(Qur’an. ‘Auf. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu. lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu. Abu Bakr tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu. yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri. Abdurrahman b. Abi Quhafa dari kabilah Taim. Abi Waqqash dan Zubair bin’l-’Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Usman b. Lalu Rasulullah Saw mengajak sepupunya itu beribadat kepada Allah semata tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa nabi utusanNya. Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma. sementara Islam . Pada waktu itu Abu Bakr b. menghadapkan diri kepada Tuhan. lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan. Kemudian Zaid b. ‘Ubaidillah. terhadap anak piatu. Maka engkaupun akan bersenang hati. Selain puteri-puterinya. Tahu benar ia. isterinya. Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam.dengan seluruh jiwanya. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. maka iapun bersembahyang. tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum balig. dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya. jangan kau tolak. Dan sungguh. Tuhanmu tidak meninggalkan kau. adalah orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala. teman akrab Muhammad. kemenakannya dan bekas budaknya. bekas budak Nabi. betapa kerasnya mereka itu dan betapa pula kuatnya mereka berpegang pada berhala yang disembah-sembah nenek moyang mereka itu. Dan tentang kurnia Tuhanmu. mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. begitu juga Khadijah ikut pula sembahyang. Kemudian menyusul pula Abu ‘Ubaida bin’lDjarrah. juga tidak merasa benci. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri. Haritha. Sa’d b. Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Dan tentang orang yang meminta. ‘Affan. bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu. Talha b. hendaklah kau sebarkan. Masih juga ia berpikir-pikir. Apabila mereka akan melakukan salat. maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. Ketika Allah Swt telah mengajarkan Nabi bersembahyang. Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun. Dan demi malam bila senyap kelam. jangan kau bersikap bengis. 93: 1-11) Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad Saw hilang setelah wahyu turun kembali. akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu – sesudah sekian lama terhenti – tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: “Demi pagi cerah yang gemilang.

perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu. “Banu Abd’l-Muttalib. pria dan wanita. selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: “Hai masyarakat Quraisy. “Rasulullah.” Mereka lalu datang berduyunduyun sambil bertanya-tanya. perintah Allah supaya disampaikan. Belum pernah kami melihat engkau berdusta. Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluargakeluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah.”(Qur’an 15: 94) Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya. sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat. Banu Abd Manaf.tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. “Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang. dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan. “Engkau tidak pernah disangsikan. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu. Banu Taim.” “Aku mengingatkan kamu sekalian. pamannya.” Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: “Muhammad bicara dari atas Shafa. bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat.” Banu Hasyim tersenyum. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah. orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam. dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau. Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Tetapi tiba-tiba Ali bangkit – ketika itu ia masih anak-anak. Selesai makan. ‘Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu. Tetapi Abu Talib. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. “Ada apa?” “Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu.” Tetapi kemudian Abu Lahab berdiri sambil “Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat.’” (Qur’an 26: 214-216) “Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu. Syiar Secara TerangTerangan Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. belum lagi balig. Ketika itu wahyu datang: kamu sekalian ini. dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu. katanya kepada mereka: “Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada . lalu menyetop pembicaraan itu. saya akan membantumu.” katanya.” katanya.” jawab mereka. Banu Zuhra. Ia mengajak orangorang pergi meninggalkan tempat. katakanlah. Percayakah kamu?” “Ya. Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?” Mereka semua menolak.

dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? Debat mereka itu berkepanjangan. dan celakalah ia. selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. kalau tidak dengan kehendak Allah. mulai merasakan. niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan . Akan tetapi bagi Abu Lahab. Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyairpenyair mereka: Abu Sufyan bin’lHarith. hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang. Untuk ini kau kumpulkan kami?” Muhammad tak dapat bicara. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya” (Qur’an 102:1-8) Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib. Dalam pada itu penyairpenyair Muslimin juga tampil membalas “Katakanlah: ‘Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri. dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati. malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi.meneriakkan: “Celaka kau hari ini. Dilihatnya pamannya itu. dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya. ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah ibn’z-Ziba’ra. padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air? Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat. supaya mengejek dan menyerangnya. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas. menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: “ serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam – menyerahkan diri kepada Allah. bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. Sementara itu. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka Celakalah kedua tangan Abu Lahab. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Jadi yang mula-mula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya.

” (Qur’an 7: 188) Perlindungan Abu Talib Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. Sedang kaum Muslimin masih lemah. Untuk ketiga kalinya . kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu. “Engkau sebagai orang yang terhormat. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia. dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. Tetapi jiwa Rasulullah Saw tetap teguh. punya persiapan dan jumlah rmanusia. mereka tak berdaya akan berperang.” Pamannya ini seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. “Abu Talib. seorang pemuda yang montok dan rupawan. Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. terpandang di kalangan kami. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya. tapi tidak juga kaulakukan. atau aku binasa karenanya. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman. “Abu Talib’” kata mereka. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan. “kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita. begitu juga dirimu.” Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali. mencela agama kita. dan Quraisypun terus juga berkomplot. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita.” kata mereka. tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan. sungguh tidak akan kutinggalkan. demi Allah. mereka mendatangi lagi Abu Talib.” Perlindungan Banu Hasyim dan Banu Muttalib Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak. punya harta. dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini. tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita.bahayapun tidak menyentuhku. Lalu katanya: “Jagalah aku. ia berkata kepada pamannya: “Paman. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul. Sekali ini disertai ‘Umara bin’lWalid bin’l-Mughira. Harb – pergi menemui Abu Talib. tidak menghargai harapan-harapan kita dan mencela berhala-berhala kita – sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa. kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy – dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa.” Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya. biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu ditanganku. Muhammad terus juga berdakwah. Tetapi inipun ditolak. harus kauhentikan dia. Soalnya sekarang. Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy.

dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. isteri Abu Jahl. ia mengganggunya. Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. dibelinya dari Umar [sebelum masuk Islam]. keluarga dan pengikutpengikutnya diancam.Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad Saw. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Ketika itu ia baru kembali dari . Penyairpenyair memakinya. Cukup lama hal serupa itu berjalan. dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad Saw ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. Dan pada waktu sembayang. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!” Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. melemparkan najis ke depan rumahnya. Bilal. Di samping semua itu. yang lalu katanya: “Anakku. Kaum Muslimin di luar budak-budak itu. orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka’bah. Hingga suatu hari Abu Bakr melihat Bilal mengalami siksaan begitu rupa. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Kemudian dimintanya Muhammad datang lagi. yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy. ia dibelinya lalu dibebaskan. pamannya dan saudaranya sesusu. Sikap permusuhan Quraisy terhadap kaum muslimin pun semakin menjadijadi. puterinya. Rumahnya dilempari batu. Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. kecuali Abu Lahab. Hamzah. disiksa ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar. Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: “Ahad. kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. Hanya Yang Tunggal!” Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli – diantaranya budak perempuan Umar bin’l-Khattab. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah. Dikisahkan seorang budak yang telah muslim. Ahad. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad. katakanlah sekehendakmu. Setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya. Mereka semua menerima usul ini. supaya mencucikan dan membersihkannya kembali. Umm Jamil. Islamnya Hamzah ra Islamnya Hamzah ra terjadi kira-kira pada tahun ke enam kerasulan beliau. Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan – meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib.

Ketika itulah ‘Utba bicara dengan Muhammad. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya. dari segi keturunan. melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran. Muhammad membacakan Surah as-Sajda (41 = Ha Mim). Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. dengan kata-kata penuh mujizat. akan kami usahakan pengobatannya dengan harta-benda kami sampai kau sembuh. tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya. kami angkat engkau diatas kami semua. Persoalannya ‘Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy. kalaukalau sebagian dapat kauterima Kalau dalam hal ini yang kauinginkan adalah harta. kami nobatkan kau sebagai raja kami.berburu.” Selesai ia bicara. kamipun siap mengumpulkan harta kami. ingin kedudukan atau kerajaan. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya. dengarkanlah. Engkau telah membawa soal besar ketengah-tengah masyarakatmu. tidak menggembirakan . Jika engkau dihinggapi penyakit saraf yang tak dapat kautolak sendiri. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik. Setelah dijumpainya. “Anakku. mengajak orang kepada kebaikan. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta. “seperti kau ketahui.” katanya. mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad. Kalau kedudukan raja yang kauinginkan. sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. engkau mempunyai tempat di kalangan kami. Kalau kau menghendaki pangkat. kami takkan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu. asal ia dapat dibungkam. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. ‘Utba diam mendengarkan katakata yang begitu indah itu. juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja. dengan cara seperti yang mereka bayangkan. Selesai Muhammad membacakan itu ‘Utba pergi kembali kepada Quraisy. dan terlebih dulu mengelilingi Ka’bah sebelum langsung pulang ke rumahnya. dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. sehingga mereka cerai-berai karenanya. Rabi’a. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali. Tapi tidak jadi. kami akan menawarkan beberapa masalah. ia meluap marah. juga bukan orang yang sakit. Utba b. Sekarang. seorang bangsawan Arab terkemuka. Ia pergi ke Ka’bah. diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. memberikan segala keinginannya. Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawankawannya makin hari makin kuat. Penjelasannya sangat menarik sekali.Ketika ia mengetahui bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl. melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya.

Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana kerajaan. Kaum Quraisy tahu akan hal ini. Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja’far b. Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. ‘Amr bin’l-’Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan. pemuka-pemuka istana itu terkejut. Ia menjelaskan kepada Raja mengenai prinsip-prinsip islam. Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil. setelah mereka menerima hadiah-hadiah dari penduduk Mekah. Kemudian mereka menolak untuk menyerahkan kaum muslimin. sampai diketahui raja. disiksa dan semacamnya. Maka kembali lagilah mereka memusuhi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dengan menimpakan bermacam-macam bencana.mereka. Talib. Ja’far menerangkan bahwa : ‘Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya. yang selama ini dalam kedudukannya itu ia berada dalam perlindungan golongannya dan dalam penjagaan Abu Talib.” Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. Kedua orang utusan itu ialah ‘Amr bin’l-’Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’a. “Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua. bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa. mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam. kemudian mengutus dua orang menemui Najasyi. tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku. Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. atau agama lain?” tanya Najasyi setelah mereka datang. Lalu dimintanya mereka itu datang menghadap “Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. Itu bumi jujur. ternyatalah oleh Najasyi. Abi b. Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Maka dipanggillah mereka dan ditanyakan apa yang mereka katakan itu. Mereka membawa hadiahhadiah berharga guna meyakinkan raja supaya dapat mengembalikan kaum Muslimin itu ke tanah air mereka. Rasulullah Saw menyarankan supaya mereka pergi ke Abisinia (Ethiopia) yang rakyatnya menganut agama Kristen. Ja’far membacakan Surah Mariam sampai ayat 29-33. sampai-sampai ada yang dibunuh. bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luarbiasa terhadap Isa anak Mariam. Pembicaraan mereka ini tidak . Tetapi ‘Amr bin’l-’Ash tidak berputus asa. Ketika diminta untuk membacakan ajaran islam. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. sebaliknya kalau mengikutinya. Dengan sembunyi-sembunyi mereka Hijrahnya Muslimin ke Abisinia Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi. maka kebanggaannya buat mereka. bahwa mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy.Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya.

malah terangterangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Islamnya Umar ra ini . ia mau membunuh Muhammad.Di tengah jalan ia bertemu dengan Nu’aim b. saudaranya.” kata meteka. kembali lagi mereka ke Abisinia. Menggetar rasanya ia setelah membaca isi kitab itu. Dengan adanya Umar dan Hamzah dalam Islam. maka kaum Muslimin telah mendapat benteng dan perisai yang lebih kuat. Zaid suami Fatimah sudah masuk Islam. Tatkala itu Muhammad sedang berkumpul dengan sahabatsahabatnya yang tidak ikut hijrah. Setelah mengetahui maksudnya. Umar cepat-cepat pulang dan langsung menemui mereka. juga mendapat pukulan keras. orang yang membaca itu sembunyi dan Fatimah menyembunyikan kitabnya. “Aku mendengar suara bisik-bisik apa itu?!” tanya Umar. engkau menipu diri sendiri. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi. Ali bin Abi Talib sepupunya. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah. wajahnya tiba-tiba berubah. Iapun pergi ketempat mereka. Fatimah. Dimintanya kepada saudaranya supaya kitab yang mereka baca itu diberikan kepadanya. Ia langsung menuju ke tempat Muhammad dan sahabat-sahabatnya itu sedang berkumpul di Shafa. Setelah mereka merasa ada orang yang sedang mendekati. “Ya. Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy. merekapun lalu kembali pulang. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. Kedua suami isteri itu jadi panas hati. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi. Nuiaim berkata: “Umar. Tetapi Umar jadi gelisah sendiri setelah melihat darah di muka saudaranya itu. Pertemuan mereka ini diketahui ‘Umar. Umar membentak lagi dengan suara lantang: “Aku sudah mengetahui. Setelah dibacanya. Islamnya ‘Umar ibn’l-Khattab ra Hal ini terjadi masih di tahun yang sama. Karena mereka tidak mengakui. Tetapi setelah mengetahui hal ini dari Nu’aim. dalam sebuah rumah di Shafa. yang berusaha hendak melindungi suaminya. beserta Sa’id b. tahun ke enam. Di antara mereka ada Hamzah pamannya.Di tempat itu ia mendengar ada orang membaca Qur’an. Sekali ini terdiri dari delapanpuluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. akan membiarkan kau merajalela begini sesudah engkau membunuh Muhammad? Tidak lebih baik kau pulang saja ke rumah dan perbaiki keluargamu sendiri?!” Pada waktu itu Fatimah. berusia antara tigapuluh dan tigapuluh lima tahun. lalu menyatakan dirinya masuk Islam. Ia minta ijin akan masuk. Abdullah. Kaukira keluarga ‘Abd Manaf. ‘Umar ibn’l-Khattab adalah pemuda yang gagah perkasa. kamu menjadi pengikut Muhammad dan menganut agamanya!” katanya sambil menghantam Sa’id keraskeras. Abu Bakr b. Abi Quhafa dan Muslimin yang lain.keluar dari Mekah mencari perlindungan. Ketika itu juga lalu timbul rasa iba dalam hatinya. kami sudah Islam! Sekarang lakukan apa saja.

sebab penduduk Mekah sudah ditimpa perpecahan dan permusuhan. tidak saling berjual-beli apapun. Bahasa orang yang mereka tuduhkan itu bahasa asing. Beberapa orang dari kalangan Quraisy berunding dan mengadakan pertemuan di rumah Walid bin’l-Mughira. Untuk propaganda itu Quraisy akan mengandalkan pada Nadzr b. kaum Quraisy itu. Pemboikotan dan Propaganda Dengan Islamnya Umar ra ini. juga menyusun suatu alat propaganda anti Muhammad. sedang ini adalah bahasa Arab yang jelas sekali. Akan tetapi ternyata Muhammad sendiri malah makin teguh berpegang pada tuntunan Allah. yang tadinya hanya terkurung ditengah-tengah lingkaran gunung-gunung Mekah. Harith. juga keluarganya. ia lalu datang menggantikan tempat Muhammad dalam pertemuan itu. ajaranajarannya tentang kebaikan dan kejahatan serta tentang asal-usul alam semesta. apa yang dikatakannya merupakan pesona yang akan memecah-belah orang dengan orangtuanya.telah memperkuat kedudukan kaum Muslimin. Orang ini pernah pergi ke Hira dan mempelajari cerita raja-raja Persia. Maka tersiarlah dakwah itu ke tengah-tengah masyarakat Arab dan kabilah-kabilah. Mereka sepakat bahkan secara tertulis untuk memboikot total terhadap Banu Hasyim dan Banu Abd’l-Muttalib: untuk tidak saling kawin-mengawinkan. kini berkumandang gemanya ke seluruh jazirah. Di samping propaganda itu Quraisy harus punya propaganda lain lagi. dengan isteri dan keluarganya. lalu katanya: Dengan cara apa Muhammad membawakan ceritanya lebih baik daripada aku? Bukankah Muhammad membacakan cerita-cerita orang dahulu seperti yang kubacakan juga? Orangorang Quraisy menuduh. Setiap dalam suatu pertemuan Muhammad mengajak orang kepada Allah. peraturan-peraturan agamanya. Piagam persetujuan ini kemudian digantungkan di dalam Ka’bah sebagai suatu pengukuhan dan registrasi bagi Ka’bah. dan mereka yang sudah berimanpun makin gigih mempertahankannya. sehingga membuat agama yang baru ini. Untuk itulah datang Firman Tuhan: “Kami sungguh mengetahui bahwa mereka berkata. Maka berceritalah ia kepada Quraisy tentang sejarah dan agamanya. Menyebarkan seruan Islam sampai keluar perbatasan Mekah itu pun tak dapat pula dihalanghalangi. bahwa sebagian besar apa yang dibawa Muhammad berasal dari seorang budak Nasrani yang bernama Jabr. Mereka. Lebih gigih lagi mereka memikirkan hal ini sesudah orang-orang yang berziarah itu diajak juga oleh Rasul Saw supaya beribadat hanya kepada Allah yang Esa. yang mengajarkan itu adalah seorang manusia. Dan apa yang dituduhkan itu pada orang-orang Arab pendatang itu merupakan bukti. Quraisy lalu membuat rencana lagi mengatur langkah berikutnya. Walid mengusulkan supaya kepada peziarah-peziarah orangorang Arab itu dikatakan bahwa dia (Muhammad) seorang juru penerang yang mempesonakan.” (Qur’an: 16: 103) . dengan saudaranya.

walaupun beberapa tokoh Quraisy seperti Abu Jahl menentangnya. tapi sahabat-sahabat itu tidak selamat dari siksaan Quraisy. begitu banyak dialami kaum Muslimin karena kekerasan pihak Quraisy – padahal mereka masih sekeluarga: saudara. diberitahukannya kepada mereka arti pahala dan arti siksa. tak ada penganiayaan. Beberapa penulis biografi dalam hal ini berpendapat. dengan mengalami pelbagai macam penderitaan. Pada bulan-bulan suci itu orang-orang Arab berdatangan ke Mekah berziarah. Dalam pada itu Muhammad dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Mekah. ia mengajak beberapa orang untuk membatalkan piagam pemboikotan itu. dilepaskannya tali untanya lalu dipacunya supaya terus masuk ke tempat mereka dalam celah itu. kesabaran dan ketabahan hatinya memikul semua itu demi risalahnya. Meskipun ajakan Muhammad sudah tersiar kepada seluruh kabilah Arab di samping banyaknya mereka yang sudah menjadi pengikutnya. sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa laparpun tidak ada. mengajak orang-orang Arab itu kepada agama Allah. sepupu – banyak diantara mereka itu yang merasakan betapa beratnya kekerasan dan kekejaman yang mereka lakukan itu. niscaya mereka akan mati kelaparan. Baik kepada Muhammad atau kaum Muslimin tidak diberikan kesempatan bergaul dan bercakap-cakap dengan orang. lebih suka mereka menerima ajakannya. Demikianlah piagam itu batal dengan sendirinya. Tengah malam ia datang membawa unta yang sudah dimuati makanan atau gandum. segala permusuhan dihentikan – tak ada pembunuhan. Mereka yang telah mendengar tentang itu lebih bersimpati kepadanya. Gagalnya Pemboikotan Akan tetapi. .Merasa kesal melihat Muhammad dan sahabatsahabatnya dianiaya demikian rupa. Dan sekiranya tidak ada dari penduduk yang merasa simpati kepada kaum Muslimin. Bilamana ia sudah sampai di depan celah gunung itu. ipar. Muhammad dan pengikutpengikutnyapun keluar dari lembah bukit-bukit itu. Pada bulan-bulan itu Muhammad turun. Hisyam ibn ‘Amr adalah salah orang yang termasuk paling simpati kepada Muslimin. kecuali dalam bulan-bulan suci. Blokade yang dilakukan Quraisy kepadanya. Seruannya dikumandangkan lagi kepada penduduk Mekah dan kepada kabilah-kabilah yang pada bulan-bulan suci itu datang berziarah ke Mekah. Segala penderitaan yang dialami Muhammad demi dakwah itu justru telah menjadi penolongnya dari kalangan orang banyak. bahwa diantara mereka yang bertindak menghapuskan piagam itu terdapat orang-orang yang masih menyembah berhala. juga dia tidak dapat mencegahnya. tak ada balas dendam. telah dapat memikat hati orang banyak. tak ada permusuhan. Sesudah piagam disobek. membawakan makanan ke celah-celah gunung1 tempat mereka mengungsi itu.SELAMA tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung Muslimin itu tetap berlaku. penderitaan yang begitu lama.

Kemudian Nabi Saw menerangkan itu adalah ajaran islam. secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja Muhammad mengalami dukacita yang sangat menekan perasaan. disusul pula dengan kematian Khadijah. Kalaupun sudah begitu. supaya jangan ia disoraki oleh masyarakatnya sendiri. Waktu itu Abu Talib sudah berusia delapanpuluh tahun lebih. Ia adalah bidadari yang penuh kasih sayang. berlindung pada sebuah kebun kepunyaan ‘Utba dan Syaiba anak-anak Rabi’a. dengan harapan merekapun akan dapat menerima Islam. tangan dan kaki Muhammad. ia masih mengharapkan mereka jangan memberitahukan kedatangannya minta pertolongan itu. ia pergi ke Ta’if. Dan sesudah Abu Talib. Sambil meletakkan tangan di atas buah-buahan itu Muhammad berkata: “Bismillah!” Lalu buah itu dimakannya. dengan kekuatan iman yang ada padanya. mendapat tekanan dan yang menghilangkan rasa takut dalam hatinya. seorang beragama Nasrani bernama ‘Addas. yakni kematian Abu Talib dan Khadijah secara berturut-turut. lebih-lebih anak perempuan. Khadijah yang telah mencurahkan segala rasa cinta dan kesetiaannya. Sesudah kehilangan dua orang yang selalu membelanya itu Muhammad melihat Quraisy makin keras mengganggunya.Meninggalnya Abu Talib dan Khadijah ra (tahun duka cita) Pada tahun ke sepuluh kerasulan Nabi Saw. Ia membersihkannya sambil menangis. ‘Addas memandangnya keheranan. yaitu beberapa bulan kemudian sesudah penghapusan piagam itu. Ketika itu keluarga Rabi’a sedang memperhatikannya dan melihat pula kemalangan yang dideritanya. Mereka merasa iba dan kasihan melihat nasib buruk yang dialaminya itu. Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah dari pada mendengar tangis anaknya. dengan perasaan yang lemah-lembut. Tetapi permintaannya itupun tidak didengar. sehingga ia sendiripun tambah percaya kepada dirinya. yang dulu menghiburnya bila ia mendapat kesedihan. dengan hati yang bersih. Tetapi ternyata mereka juga menolaknya secara kejam sekali. Tahukah orang apa yang dilakukan Muhammad? Ia pulang ke rumah dengan tanah yang masih diatas kepala. Pergi ke Ta’if Terasing seorang diri. Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad. dengan tiada orang yang mengetahuinya. Bahkan mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak-sorai dan memakinya. Khadijah. Ia pergi lagi dari sana. Yang paling ringan diantaranya ialah ketika seorang pandir Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Fatimah puterinya lalu datang mencucikan tanah yang di kepala itu. Pada kedua mata dan bibirnya Muhammad melihat arti yang penuh percaya kepadanya. . Saat itu ‘Addas lalu membungkuk mencium kepala. Ia pergi ingin mendapatkan dukungan dan suaka dari Thaqif terhadap masyarakatnya sendiri. Ketika Abu Talib meninggal hubungan Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. Budak mereka. diutus kepadanya membawakan buah anggur dari kebun itu.

bahkan ia mendatangi kabilah-kabilah dan rumah-rumah mereka. antara lain Nabi Ibrahim as. Do tempat ini Nabi Saw sudah ditunggu oleh nabi-nabi. Kemudian di langit ke tiga bertemu dengan Nabi Yusuf as. Tiap langit itu dijaga oleh malaikat. Tetapi hal ini tidak mengurangi kemauan Muhammad menyampaikan dakwah Islam. mengajak mereka mengenal arti kebenaran. Setelah sambutan-sambutan oleh mereka dan . Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. yang dipancangkan diatas batu Ya’qub. Tapi tak seorangpun dari mereka yang mau mendengarkan. Di langit inilah Muhammad memberi hormat kepada Adam. Kemudian berhenti lagi di Bethlehem tempat Isa dilahirkan. tahun ke sepuluh kerasulan Nabi saw. kemudian dibawakan tangga yang disebut Sulam Jannah. Di sini Rasulullah Saw berjumpa dengan Nabi Ibrahim as. yaitu buraq. itu ia memperkenalkan diri. datanglah Malaikat Jibril menemui Nabi untuk berisra’ dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis) di Palestina. Di tempat ini pula semua makhluk memuja dan memuji Tuhan. Dengan tangga itu Muhammad naik ke langit bersama-sama dengan malaikat Jibril. Hindun puteri Abu Talib yang mendapat nama panggilan Umm Hani’. pada masa itulah Isra’ dan Mi’raj terjadi. Langit pertama terbuat dari perak murni dengan bintang-bintang yang digantungkan dengan rantai-rantai emas. Setelah itu Nabi Saw naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi tanpa malaikat Jibril. Di langit ke empat bertemu dengan Nabi Idris as. Dilangit ke lima bertemu dengan Nabi Harun as. Lalu berhenti di gunung Sinai di tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Swt. supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan mendengarkan rahasia-rahasia langit. Di sini Nabi Musa as berpesan agar Nabi Saw singgah sebentar pada perjalanan pulang nanti. Nabi sulaiman sa. Muhammad Saw sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilahkabilah Arab pada musim ziarah di Mekah saja. Nabi Musa as. Kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah. dan Nabi Isa as. Jibril menyatakan bahwa ia tidak sanggup Isra’ Mi’raj Pada tahun yang sama. Seterusnya mereka sampai ke Bait’lMaqdis. Nabi Saw berisra’ dengan mengendarai seekor hewan ajaib. diakhiri oleh Rasulullah Saw. Pada langit kedua Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Yahya as dan Nabi Isa as. Kemudian Nabi Saw naik lagi ke langit ke tujuh.Peristiwa Nabi Saw ke Ta’if itu kemudian diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad makin menjadi-jadi. Nabi Ibrahim as menasehatkan agar umat Muhammad Saw banyak-banyak membaca “Lahaula wala quata illaa billahil’aliyil’adziim” sebagai tanaman surga. Kemudian Rasulullah naik lagi bersamasama malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha. Selanjutnya malaikat Jibril mengajak Rasul Saw untuk menyaksikan surga dan juga neraka. Pada tengah malam yang sunyi dan hening. Malam itu Muhammad sedang berada di rumah saudara sepupunya. Mereka bersembahyang bersama-sama dengan Rasulullah Saw sebagai imam. Di langit ke enam Rasulullah Saw bertemu dengan Nabi Musa as.

Nabi Musa as menyarankan agar Rasulullah Saw meminta keringanan karena dianggapnya perintah itu terlalu berat bagi umat Rasul Saw. Setelah itu beliau pulang ke Mekah dengan Buraq. hingga berakhir dengan ketentuan yang lima kali. Dua orang diantara mereka itu dari Banu’n-Najjar. Ikrar ‘Aqaba Pertama . Kemudian Muhammad Saw kembali turun dari langit. Sementara itu. ia singgah di tempat Nabi Musa as sesuai pesan sebelumnya. Itu sebabnya. karena sejak itu orang-orang Yahudi dapat mengembalikan kedudukannya di Yathrib. Baik yang menang maupun yang kalah dari kalangan Aus dan Khazraj sama-sama berpendapat tentang akibat buruk yang telah mereka lakukan itu. Diajaknya mereka memahami kebenaran agama yang dibawanya itu. tidak mencuri. Dengan demikian penduduk Yathrib ini relatif lebih mudah menerima dakwah Rasul Saw. Tiba tahun berikutnya. juga mereka yang sudah Islam banyak yang tidak memahami artinya seperti sudah disebutkan tadi. Ketika itu musim ziarah tiba setelah isra’ mi’raj Nabi Saw. Aus dan Khazraj. mereka menyambut dengan baik dan menyatakan diri masuk Islam. Beliau berjumpa dengan Allah Swt dan menerima perintah sholat sebanyak 50 kali setiap hari bagi umatnya. bulan-bulan sucipun datang lagi bersama datangnya musim ziarah ke Mekah. Orang-orang itu lalu kembali ke Medinah. Setelah Nabi bicara dengan mereka dan diajaknya mereka bertauhid kepada Allah. Kemudian sampailah Rasulullah Saw ke tingkat yang dinamakan ‘Arasy. ORANG-ORANG Quraisy tidak dapat memahami arti isra’. Mereka ini bertemu dengan Nabi di ‘Aqaba. yang saling bermusuhan. Di tempat inilah mereka menyatakan ikrar atau berjanji kepada Nabi (yang kemudian dikenal dengan nama) Ikrar ‘Aqaba pertama. dan ke tempat itu datang pula duabelas orang penduduk Yathrib. Nabi Saw kembali ke bumi dengan tangga Sulam Jannah. Pada waktu itu telah terjadi pertempuran sengit antara Aus dan Khazraj.untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Di sana terdapat juga orang-orang Yahudi. beberapa orang dari Yathrib pergi ke Mekah . walaupun Quraisy tambah keras menentangnya. Setelah selesai Mi’raj. iapun mulai menemui kabilahkabilah itu. ada kelompok yang lalu meninggalkan Muhammad yang tadinya sudah sekian lama menjadi pengikutnya. keluarga Abd’lMuttalib dari pihak ibu Ternyata merekapun menyambut pula dengan senang hati agama ini. Hubungan tetangga dan hubungan dagang Yahudi membuat Arab -Aus dan Khazraj -lebih banyak mengetahui cerita-cerita kerohanian dan masalah-masalah agama lainnya di banding dengan golongan Arab yang lain. Rasul Saw sampai berkalikali menghadap Allah Swt untuk meminta keringanan atas usul Nabi Musa as. Mereka berikrar kepadanya untuk tidak menyekutukan Tuhan. Apabila musim ziarah sudah tiba. Demikianlah. Setelah Isra’ Mi’raj itu Rasulullah masih tetap tinggal di Mekah beberapa tahun. ada dua kabilah di Yathrib. orang-orang dari segenap jazirah Arab sudah berkumpul lagi di Mekah.

Tetapi apa jadinya kalau kami lakukan ini lalu kelak Tuhan memberikan kemenangan kepada tuan. Kami dan mereka yang sepaham dengan kami telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. yang tertua di antara mereka. Tetapi dia ingin bergabung dengan tuan-tuan juga.” Kemudian giliran Rasulullah Saw : “Saya minta ikrar tuan-tuan akan membela saya seperti membela isteriisteri dan anak-anak tuan-tuan sendiri. maka silakanlah tuantuan laksanakan. Tahun itu – 622 M – jemaah haji dari Yathrib praktis jumlahnya banyak sekali. Abd’l-Muttalib – yang pada waktu itu masih menganut kepercayaan golongannya sendiri. seorang di antara mereka menyela: “Rasulullah.” Tetapi sebelum Al-Bara’ selesai bicara. Barangsiapa mematuhi semua itu ia mendapat pahala surga. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri. yang sudah akan kami putuskan. Tuhan berkuasa menyiksa. kalau tuan-tuan akan menyerahkan dia dan membiarkannya terlantar sesudah berada di tempat tuan-tuan. maka soalnya kembali kepada Tuhan. Ia segera mengulurkan tangan menyatakan ikrarnya seraya berkata: “Rasulullah. tidak mengumpat dan memfitnah. “Saudara-saudara dari Khazraj!” kata ‘Abbas. Akan tetapi. dan kalau ada yang mengecoh. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu di ‘Aqaba pada tengah malam pada harihari Tasyriq. Tuan-tuan adalah saya dan saya adalah tuan-tuan. tidak membunuh anakanak. Ikrar ‘Aqaba Kedua Pada musim haji tahun berikutnya mereka datang lagi ke Mekah dalam jumlah yang lebih besar dengan iman kepada Tuhan yang sudah lebih kuat. Rasulullah Saw mengusulkan untuk mengadakan suatu ikrar. Jadi kalau memang tuan-tuan merasa dapat menepati janji seperti yang tuantuan berikan kepadanya itu dan dapat melindunginya dari mereka yang menentangnya. yang berupa ikrar pakta persekutuan. Abu’l-Haitham ibn’t-Tayyihan. “Posisi Muhammad di tengah-tengah kami sudah sama-sama tuan-tuan ketahui. tujuhpuluh tiga pria dan dua wanita. Rasulullah Saw bersama pamannya ‘Abbas b. Peristiwa ini oleh Muslimin Yathrib tetap dirahasiakan dari kaum musyrik yang datang bersama-sama mereka. tuan akan kembali kepada masyarakat tuan dan meninggalkan kami?” Muhammad tersenyum. saya sehidup semati dengan tuan-tuan. Jangan menolak berbuat kebaikan. dan katanya: “Tidak.tidak berzina. kami sudah berikrar. kami dengan orang-orang itu – yakni orang-orang Yahudi – terikat oleh perjanjian. Kami adalah orang peperangan dan ahli bertempur yang sudah kami warisi dari leluhur kami.” Di antara mereka adalah Al-Bara’ b. Ma’rur. Inilah kata-kata ‘Abbas yang pertama kali bicara. maka dari sekarang lebih baik tinggalkan sajalah. juga berkuasa mengampuni segala dosa. Kemudian Muhammad Saw menugaskan kepada Mush’ab bin ‘Umair supaya mengajarkan Islam serta seluk-beluk hukum agama. Saya akan . Mush’ab bertugas memberikan pelajaran agama di kalangan Muslimin Aus dan Khazraj. mereka semua memanjati lereng-lereng gunung tersebut. Sesampai mereka di gunung ‘Aqaba. terdiri dari tujuhpuluh lima orang. Setelah adanya ikrar ini Islam makin tersebar di Yathrib.

dari setiap kabilah akan diambil seorang pemuda yang dipersenjatai dengan sebilah pedang yang tajam. kalau si isteri dari pihak Quraisy ia tidak dibolehkan pergi ikut suami.” Demikianlah. supaya jangan sampai menimbulkan kepanikan pihak Quraisy terhadap mereka. Akan tetapi pagi itu juga Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar itu. dan saya akan berdamai dengan siapa saja yang tuan-tuan ajak berdamai. Mereka segera bertindak. Sampai-sampai tindakan itu ialah dengan cara memisahkan suami dari isteri. Quraisy mengadakan pertemuan di Dar’n-Nadwa membahas semua persoalan itu serta cara-cara pencegahannya. mereka lalu menyatakan ikrar kepadanya. Sementara itu Muhammad Saw tetap tinggal. menurut. Ketika itu juga orang-orang musyrik dari kalangan Khazraj bersumpah-sumpah bahwa hal semacam itu tidak ada sama sekali. berusaha mengembalikan yang masih dapat dikembalikan itu ke Mekah untuk kemudian dibujuk supaya kembali kepada kepercayaan mereka.memerangi siapa saja yang tuan-tuan perangi. Yang tidak . bahwa berita itu memang benar. Mereka terkejut sekali. Mereka menyetujui pendapat ini dan merasa cukup puas. yang secara bersama-sama sekaligus mereka akan menghantamnya. dan darahnya dapat dipencarkan antar-kabilah. Setelah banyak orang yang berhijrah. dimintanya sahabat-sahabatnya supaya menyusul kaum Anshar ke Yathrib. Mulailah kaum Muslimin melakukan hijrah secara sendiri-sendiri atau kelompok-kelompok kecil. Akan tetapi mereka takkan dapat berbuat lebih dari itu. Keesokan harinya pagi-pagi baru mereka bangun. dikurung. Mereka mengadakan seleksi di kalangan pemuda-pemuda mereka. Tetapi mereka sudah pulang ke Yathrib. Akan tetapi hal itu rupanya sudah diketahui oleh pihak Quraisy. Mereka memutuskan. Mereka kuatir akan pecah perang saudara antar-kabilah jika mereka mencoba membunuh salah seorang dari kabilah itu. Dengan demikian Banu ‘Abd Manaf takkan dapat memerangi mereka semua. Hijrahnya Muslimin ke Yathrib Setelah ikrar Aqaba ke dua itu. kalau tidak akan disiksa dan dianiaya. Hanya saja dalam meninggalkan Mekah hendaknya mereka terpencar-pencar. Sedang Muslimin malah diam saja setelah dilihatnya Quraisy lagaknya akan mempercayai keterangan orangorang yang seagama dengan mereka itu. Ketika Quraisy akhirnya mengetahui. Berturut-turut kaum Muslimin hijrah ke Yathrib. Pagi itu pemuka-pemuka Quraisy mendatangi Khazraj di tempatnya masing-masing. isterinya yang masih dapat mereka kurung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful