P. 1
Penghargaan Bangsa Arab Terhadap Kaum Wanita

Penghargaan Bangsa Arab Terhadap Kaum Wanita

|Views: 74|Likes:
Published by Tri Dmp Banjarmasin
hj
hj

More info:

Published by: Tri Dmp Banjarmasin on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Penghargaan Bangsa Arab terhadap Kaum Wanita

Moral bangsa Arab pada masa jahiliyah umumnya sangat merosot, sehingga mencemarkan kehidupan bangsa dan Negara. Salah satu dari adat mereka yang sangat jelek ialah mengubur anak peremouan hidup-hidup.Perbuatan kejam dan biadab itu biasa mereka lakukan karena takut dapat malu dan miskin. Laki-laki juga memiliki kebiasaan mengawini dan menceraikan sesukanya,perempuan yang ditinggal mati suaminya dipandang sebagai barang warisan, hingga adanya perkawinan antara anak dan istrinya ayah.

nazarnya,orang-orang mencegahnya agar tidak menjadi tradisi, lalu mereka bersepakat mengadu nasib (dengan anak panah) antara Abdullah dan 10 ekor unta sebagai tebusannya.hingga ke-10 kalinya anak panah berpihak pada Abdullah, mereka menambah jumlah jumlah unta hingga anak panah undian berpihak pada unta yang telah mencapai 100 ekor. Akhirnya, mereka menyembelih unta . Abdullah anak yang paling ia cintai, setelah dewasa tampak di kening Abdullah pancaran cahaya.

Putra dari dua orang yang di korbankan
Suku Quraisy ketika itu membanggakan Abdul Mutthalib(kakek Rasulullah) dengan keturunan dan kekayaannya. Ia bernazar seandainya Allah memberinya rezeki 10 pria, maka ia akan menyembelih salah satunya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Keinginannya terpenuhi, dari 10 orang laki-laki itu salah satunya bernama Abdullah, tatkala Abdul Mutthalib akan melaksanakan

Kemudian Abdullah dinikahkan ayahnya dengan Aminah binti Wahab dari Bani Zuhrah.Setelah menikah pancaran cahaya dikeningnya hilang berpindah kedalam perut Aminah. Setelah 3 bulan kehamilan Aminah, Abdullah pergi kenegri Syam , dalam perjalanan pulang ia menderita sakit keras dan menetap dirumah pamannya di Madinah.Hingga ajal menjemputnya, ia dikebumikan di Madinah.

Bahasa mereka sangat indah dan kaya. . Salah satu kelaziman dalam masyarakat jahiliyah adalah mengadakan majlis atau nadwah sebagai sarana untuk mendeklamasikan sajak. Khitabah sangat maju. bertanding pidato.Keadan sosial budaya bangsa arab Dalam bidang bahasa dan saeni bahasa orang-orang arab pada masa praislam sangat maju. Ahli pidato(orang-orang jahiliyah ini) mendapat derajat tinggi seperti penyair. dan inilah satu-satunya alat publistik yang amat luas lapangannya. dll. Ahmad amin memberi definisi tentang kata-kata Arab jahiliyah yaitu orang-orang Arab sebelum islam yang membangkang kepada kebenaran.Seperti: Nadi Quraiey dan Darun Nadwah yang berdiri disamping Ka’bah sebagian dari nadwah mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->