P. 1
Peranan Agribisnis Dalam Pembangunan Pertanian Dan Ekonomi

Peranan Agribisnis Dalam Pembangunan Pertanian Dan Ekonomi

|Views: 210|Likes:
Published by yuriyzzre
agribisnis, pembangunan
agribisnis, pembangunan

More info:

Published by: yuriyzzre on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/15/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Peranan Agribisnis dalam Pembangunan Pertanian dan Ekonomi

May 20th, 2010 | Author: feryanto.wk Oleh : Feryanto W. K. Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan pedesaan yang menempatkan pertanian sebagai penggerak utama perekonomian. Lahan, potensi tenaga kerja, dan basis ekonomi lokal pedesaan menjadi faktor utama pengembangan pertanian. Saat ini disadari bahwa pembangunan pertanian tidak saja bertumpu di desa tetapi juga diperlukan integrasi dengan kawasan dan dukungan sarana serta prasarana yang tidak saja berada di pedesaan (baca : kota). Struktur perekonomian wilayah merupakan faktor dasar yang membedakan suatu wilayah dengan wilayah lainnya, perbedaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi dan potensi suatu wilayah dari segi fisik lingkungan, sosial ekonomi dan kelembagaan Berangkat dari kondisi tersebut perlu disusun sebuah kerangka dasar pembangunan pertanian yang kokoh dan tangguh, artinya pembangunan yang dilakukan harus didukung oleh segenap komponen secara dinamis, ulet, dan mampu mengoptimalkan sumberdaya, modal, tenaga, serta teknologi sekaligus mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pertanian harus berdasarkan asas ‘keberlanjutan’ yakni, mencakup aspek ekologis, sosial dan ekonomi (Wibowo, 2004). Konsep pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan perencanaan wilayah yang berbasiskan sumberdaya alam yang ada di suatu wilayah tertentu. Konsep perencanaan mempunyai arti penting dalam pembangunan nasional karena perencanaan merupakan suatu proses persiapan secara sistematis dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam usaha pencapaian suatu tujuan tertentu. Perencanaan pembangunan yang mencakup siapa dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi dan potensi sumberdaya yang dimiliki agar pelaksanaan pembangunan tersebut dapat berjalan lebih efektif dan efesien. Perencanaan pembangunan wilayah adalah suatu upaya merumuskan dan mengaplikasikan kerangka teori kedalam kebijakan ekonomi dan program pembangunan yang didalamnya mempertimbangkan aspek wilayah dengan mengintegrasikan aspek sosial lingkungan menuju tercapainya kesejahteraan yang optimal dan berkelanjutan. Untuk memberhasilkan pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor agribisnis, kita perlu menemu-kenali terlebih dahulu kondisi dan tantangan yang dihadapi sektor agribisnis nasional. Dengan menmu-kenali hal-hal tersebut, kita dapat merumuskan strategi untuk menghadapinya dan mempercepat pembangunan sektor agribisnis dari kondisi saat ini menuju kinerja sektor agribisnis yang diharapkan.

jumlah rumah tangga petani gurem (penggarap kurang dari 0. Pertama. dari 52. Agribisnis juga dapat dijadikan tolok ukur dalam menilai keberhasilan pembangunan pertanian serta pengembangan terhadap pembangunan nasional secara lebih tepat. jika sektor pertanian sangat penting. perlu dipertahankan untuk keseimbangan ekosistem (lingkungan). Ironisnya. khususnya menghadapi era globalisasi. (b) agribisnis merupakan alternatif bagi pengembangan strategi pembangunan ekonomi. menyediakan kesempatan kerja bagi tenaga kerja pedesaan. sedangkan subsistem lainnya merupakan off-farm agribisnis. Dari berbagai definisi dan batasan konsep agribisnis di atas. meningkat 26.7 persen (1993) menjadi 56. dewasa ini masih tersekat-sekat. (d) subsistem pemasaran hasil pertanian. Subsistem kedua.7 juta rumah tangga.Pengembangan sektor agribisnis di masa depan. sebagian dari subsistem pertama. pertanian merupakan sektor yang menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. merupakan penyedia bahan baku bagi sektor industri (agroindustri). agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan utuh yang komprehensif. (b) subsistem budidaya pertanian. (c) subsistem pengolahan hasil pertanian.85 persen dibanding tahun 1993 yang jumlahnya 10. tantangan. Setidaknya ada lima alasan mengapa sektor pertanian atau agribisnis menjadi strategis.5 persen (2003). mengapa petaninya “dibiarkan” tidak berdaya? Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kebijakan nasional dalam mengembangkan sektor pertanian (politik pertanian). untuk hampir semua komoditi. baik karena pengaruh lieberalisasi ekonomi maupun karena perubahan-perubahan fundamental dalam pasar produk agribisnis internasional. Keempat. Dan kelima. dan (e) subsistem jasa penunjang pertanian. tapi kondisi petaninya kian termarginalkan. Kedua. dan kendala yang dihadapi pembangunan pertanian. Ketiga.8 juta rumah tangga. Persentase rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan juga meningkat. sehingga semua kegiatan yang terdapat dalam sistem tersebut harus saling terkait dan tidak berdiri sendiri. memberikan kontribusi bagi devisa negara melalui komoditas yang diekspor. Kedua. Menurut Sensus Pertanian 2003. . dan (c) agribisnis berorientasi pasar dan perolehan nilai tambah dari suatu komoditas. yaitu (a) subsistem pertanian hulu. meski pertanian dianggap strategis. perubahan lingkungan ekonomi Interansional. Timbul pertanyaan. dan subsistem ketiga merupakan on-farm agribisnis. Petani gurem ini mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan. sekaligus sebagai suatu konsep untuk dapat menelaah dan menjawab berbagai permasalahan. Struktur agribisnis yang tersekat-sekat ini dicirkan oleh beberapa hal yaitu : Pertama.6persen rakyat Indonesia yang termasuk kelompok miskin. akan menghadapi sejumlah tantangan besar yang bersumber dari tuntutan pembangunan ekonomi domestik. Dari 16. Struktur agribisnis. agribisnis merupakan konsep dari suatu sistem yang integratif dan terdiri atas beberapa subsistem. dapat disimpulkan bahwa faktorfaktor yang penting dan harus ada dalam proses pembangunan agribisnis adalah sebagai barikut : (a) agribisnis merupakan suatu sistem. 60persen-nya adalah kalangan petani gurem.5 ha) adalah 13.

Nilai PDB sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang semakin membaik dari tahun ke tahun.Selama ini. Salah satu lapangan usaha pertanian yang berorientasi ekspor dan mampu memberikan nilai tambah adalah sektor perekebunan. Tahun 2003. sebagai sarana untuk berusaha. yang pertama dilihat hádala peranan penting agribisnis . sektor pertanian mampu memperkerjakan sebanyak 42 juta orang atau 46.Secara empirik. Sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional. dimana agribisnis memiliki pertumbuhan yang positif. penyediaan lapangan kerja. seperti pengembangan agroindustri. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik. peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. Peranan tersebut antara lain: meningkatkan penerimaan devisa negara. logika pembangunan pertanian di Indonesia merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi nasional. Dalam jangka panjang. Jika diperhatikan dengan baik. meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. variabel kelembagaan masyarakat yang bersifat struktural di pedesaan kurang diperhatikan dalam menentukan kebijakan ekonomi pertanian. penyedia tenaga kerja terbesar. meningkatkan supply uang tabungan dan meningkatkan devisa. peranan sektor pertanian masih dapat ditingkatkan sebagai upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Indonesia. satu-satunya sektor yang menjadi penyelamat perekonomian Indonesia pada tahun 1997-1998 hanyalah sektor agribisnis. Sampai saat ini. pengembangan lapangan usaha pertanian difokuskan pada produk-produk olahan hasil pertanian yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Ada lima peran penting dari sektor pertanian dalam kontribusi pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan produksi pangan untuk konsumsi domestik. Sampai saat ini. pertanian harapannya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk. peranan sektor pertanian di Indonesia begitu besar dalam mendukung pemenuhan pangan dan memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga petani. bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.26 persen dari penduduk yang bekerja secara keseluruhan. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terutama pada masa kirisis ekonomi yang dialami Indonesia. Peranan pertanian/agribisnis tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan ekonomi petani dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan. perolehan nilai tambah dan daya saing. sektor pertanian mampu memperkerjakan sebanyak 42 juta orang atau 46. serta sebagai sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi. memperbesar pasar untuk industri. Pertanian sangat berperan dalam pembangunan suatu daerah dan perekonomian dengan. Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan. keunggulan dan peranan pertanian/agribisnis tersebut cukup jelas. Sektor agribisnis mempunyai peranan penting didalam pembangunan. Konsekuensinya. pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri.26 persen dari penduduk yang bekerja secara keseluruhan. sebagai sumber pendapatan. di mana pertumbuhan ekonomi menjadi orientasi utama. penyedia tenaga kerja terbesar. Tahun 2003. memperbesar pasar untuk industri.

Rapuhnya perekonomian nasional selama ini disatu sisi dan tingginya disparitas ekonomi antar daerah dan golongan disisi lain mencerminkan bahwa perekonomian nasional Indonesia dimasa lalu tidak berakar kuat pada ekonomi daerah. perekonomian nasional yang tangguh hanya mungkin diwujudkan melalui perekonomian yang kokoh. terutama negara-negara berkembang yang perekonomiannya masih 60persen bertumpu pada sektor pertanian. dan tentunya lebih dari itu. yang meletakkan formasi institusi baru. yang cukup tinggi. karena telah memberikan bukti dan dan peranan yang cukup besar dalam pembangunan perekonomian bangsa. Pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada pertanian merupakan sebuah proses orientasi. Sehingga dengan demikian sektor agribisnis merupakan sumber cadangan devisa bagi negara. Disisi lain. Sebagai agregasi dari ekonomi daerah. peningkatan kapasitas pelaku untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Diharapkan dalam pembangunan ekonomi lokal. (ii) kebijaksanaan perdagangan komoditas pertanian di negara-negara . (i) kesepakatan-kesepakatan internasional. kegiatan pertanian dalam perkembangannya akan berorientasi pada pasar (konsumen) apabila terjadi penyebaran sumberdaya dan faktor produksi yang merata serta adanya biaya transportasi yang relatif murah. dilihat ternyata pembangunan agribisnis mampu menunjukkan peningkatan produktivitas di sektor pertanian. Kebijaksanaan nasional pembangunan pertanian di suatu negara tentunya tidak lepas dari pengaruh faktor-faktor eksternal. dan menstimulasi bangkitnya perusahaan baru serta semangat kewirausahaan. Penting pula diperhatikan bahwa pangsa impor agribisnis relatif rendah. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kebijaksanaan nasional pembangunan pertanian di Indonesia antara lain adalah. Diharapkan sektor pertanian mampu menjadi sumber pertumbuhan perekonomian status bangsa. seperti WTO. akan sulit ditemukan adanya kebijaksanaan nasional pembangunan pertanian yang steril dari pengaruh-pengaruh factor eksternal.(dalam bentuk sumbangan atau pangsa realtif terhadap nilai tambah industri non-migas dan ekspor non-migas). transfer ilmu pengetahuan. Pembangunan pertanian dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional berarti menjadikan perekonomian daerah sebagai tulang punggung perekonomian nasional. bahwa pembangunan ekonomi yang berbasiskan lepada sektor pertanian (agribisnis). APEC dan AFTA. apalagi dalam era globalisasi yang di cirikan adanya keterbukaan ekonomi dan perdagangan yang lebih bebas. bahwa terjadi peningkatan productivitas pada hasil produk pertanian yang diikuti oleh perbaikan koalitas. seperti yang ditunjukkan pada awal-awal bab ini. perbaikan teknologi yang mengikutinya dan peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. yang mana ini berarti bahwa agribisnis dari sisi ekonomi dan neraca ekonomi kurang membebani neraca perdagangan dan pembayaran luar negeri. identifikasi pasar baru. pengembangan industri alternatif. Pada dasarnya tidak perlu diragukan lagi. Orientasi pasar ini akan menunjukkan bahwa setiap lokasi dapat menghasilkan komoditi pertanian tertentu. Suatu kegiatan pertanian akan lebih dapat berkembang pada lokasi tertentu yang disebabkan oleh adanya kemudahaan bagi konsumen yang berasal dari dalam atau dari luar lokasi untuk datang ke lokasi pemasaran komoditi pertanian tersebut. hal ini menunjukkan dua hal yakni.

serta pembangunan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) agribisnis sebagai aktor pengembangan sektor pertanian. masih banyak permasalahan yang dihadapi terutama sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian/agribisnis yang berorientasi pasar menyebabkan strategi pemasaran menjadi sangat penting bahkan pemasaran ini semakin penting peranannya terutama menghadapi masa depan. agroindustri menjadi penentu kegiatan pada subsistem usahatani dan selanjutnya akan menetukan subsistem agribisnis hulu. karena target kita masih bertujuan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Disamping konsep pembangunan pertanian diatas. Permasalahan ini tentunya. bahkan Malaysia dan Thailand yang secara tradisional menguasai agribisnis internasional.mitra perdagangan indonesia. Artinya komoditi yang dihasilkan usahatanilah yang menentukan perkembangan agribisnis hulu dan hilir. Hal ini sesuai pada masa lalu. rendahnya SDM. Dimasa lalu. masih lemahya posisi tawar petani. konsumen juga belum menuntut pada atribut-atribut produk yang lebih rinci dan lengkap. maka motor penggerak sektor agribisnis harus berubah dari usaha tani kepada industri pengolahan (agroindustri). dan masih kurangnya atau lemahnya sistem pasar komoditi produk pertanian. terutama masalah kemiskinan. (iii) lembaga-lembaga internasional yang memberikan bantuan kepada Indonesia terutama dalam masa krisis. Dewasa ini dan dimasa yang akan datang. untuk memampukan sektor agribisnis menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar. ketidakadaannya kelembagaan yang mendukung usaha tani pelaku pertanian. dan kurang diserapnya hasil komodit dengan baik akibat infrastruktur yang masih kurang memadai. diperlukan pengembangan sumberdaya agribisnis. Artinya. khususnya pemanfaatan dan pengembangan teknologi. Dengan berangsungnya perubahan preferensi konsumen yang semakin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap. rendahnya produktivitas. ketika orientasi pembangunan pertanian terletak pada peningkatan produksi. Pertanian/Agribisnis di Negara Maju Fenomena mengapa suatu negara dapat memenangkan persaingan sedangkan negara lain tidak. tetapi tidak satupun yang mampu menjelaskan kemampuan daya saing suatu negara secara komprehensif. Jepang. untuk mengembangkan sektor agribisnis yang mogern dan berdaya saing. dimasa yang akan datang akan menguasai . orientasi sektor telah berubah kepada orientasi pasar. Sehingga dengan demikian diharapkan nantinya sektor pertanian mampu menjadi penggerak perekonomian di pedesaan dan negara. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Serta. Eropa. yang menjadi motor penggerak sektor agribisnis adalah usahatni. menjadi kendala sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh pengambil kebijakan. khususnya dinegara-negara berkembang. merupakan pertanyaan terus yang mengemuka sepanjang sejarah pembangunan dan perdagangan internasional. Selain itu. Banyak pendapat yang diajukan oleh pakar terutama dalam bidang ekonomi dan bisnis internasional. dimana preferensi konsumen terus mengalami perubahaan.

Keunggulan daya saing ditentukan oleh kemampuan mendayagunakan keunggulan komparatif yang dimiliki mulai dari hulu sampai hilir. Sebagai contoh kasus bagaimana pembangunan pertanian dan kebijakannya di Negara Maju. mampu bersaing di pasar interansional disebabkan kemampuan negara tersebut dalam menjual apa yang diinginkan konsumen bukan menjual apa yang dihasilkan. disamping itu bagian terbesar penduduk Indonesia juga hidup dan bermata pencaharian di sektor tersebut. seperti Australia dan selandia Baru. Pandangan dari Partai Politik juga tidak jauh berbeda dengan pandangan dari pemerintah maupun para pengamat ekonomi. karena kesulitan dalam hal lahan pertanian. Kenyataaan menunjukkan bahwasanya negara-negara di Eropa Timur dan Uni Soviet pada akhirya harus menerima terjadinya disintegrasi karena lemahnya daya dukung sektor pertanian. walaupun disatu sisi akan menghadapi permasalahan yakni kesulitan untuk mengembangkan agribisnis. negara-negara di kawasan afrika juga mengalami kesulitan dalam membangun bangsanya. Negara-negara maju. Disamping itu orientasi pembangunan pertanian juga perlu disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Dengan demikian apabila sektor pertanian dijadikan landasan bagi pembangunan nasional dimana sektor-sektor lain menunjang sepenuhnya. Negara-negara agribisnis. preferensi konsumen produk agribisnis yang kita hadapi sangat berbeda dan sedang mengalami perubahaan secara fundamental. Sejak tahun 2002. sangat menentukan keunggulan bersaing di pasar internasional. pemerintah AS . Namun demikian harus sepenuhnyadi sadari bahwa dalam menyusun kebijaksanaan pembangunan pertanian hanya memperhatikan potensi sumberdaya alam dan kepentingan produsen semata-mata. Sejarah perekonomian dunia sebenarnya telah memberikan pelajaran bagi kita semua bahwa tidak ada negara besar di dunia ini yang kuat tanpa di dukung oleh pertanian yang tangguh. melainkan juga pengaruh dari perdagangan dunia dan kebijaksanaan pembangunan pertanian di negara mitra dagang. dari masa yang lalu sudah melihat bagaimana potensi pertanian dalam perekonomian mereka. sebagian besar masalah yang dihadapi oleh masyarakat akan dapat terpecahkan. Pertanian merupakan salah satu sumberdaya alam dimana Indonesia mempunyai keunggulan komparatif. Bagi Indonesia. apabila pada waktu yang lalu lebih banyak berorientsai pada pengembangan komoditas. fenomena kemiskinan juga banyak terjadi di sektor pertanian. pendayagunaan keunggulan sisi penawaran ditujukan untuk memenuhi keinginan konsumen. hanya karena sektor pertanian tidak dapat mendukung ketahanan pangan sebagai landasan pembangunan. maka kini harus lebih berorientasi pada petani. Berbeda dengan masa sebelumnya. Artinya. Imam Churmen (1999) dari PKB menyatakan bahwa diperlukan komitmen dari semua pihak untuk menempatkan sektor pertanian sebagai sektor prioritas pembangunan yang dicerminkan dalam anggaran pemerintah. dapat kita perhatikan dalam negara Amerika serikat berikut. dimana sumberdaya alam merupakan keunggulan komparatifnya. Kemampuan untuk menyediakan produk yang berkembang. maka sudah sepantasnya jika pembangunan nasional didasarkan pada pengelolaan sumberdaya alam tersebut. dalam menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan preferensi konsumen.sektor agroindustri. dewasa ini dan masa yang akan datang.

Di Indonesia daya serap sektor tersebut pada tahun 2000 mencapai 40. seperti manufaktur dan sektor-sektor tersier di bidang ekonomi. South dan North Carolina memang sedang antusias mengembangkan agribisnis padi sawah. Negara bagian di pantai barat seperti California dan Washington. Kalau dilihat pola perubahan kesempatan kerja di pertanian dan industri manufaktur.memberikan subsidi sebesar US $ 19 milliar per tahun kepada petaninya. atau sekitar dua kali dari dana yang dicadangkan untuk bantuan interansionalnya. dan negara bagian di tenggara seperti Lousiana. Ini berarti sektor pertanian merupakan sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi. sedangkan di sektor kedua meningkat. Target besar untuk menjadi produsen nomor dua beras dunia.Sebagai sumber penting bagi surplus perdagangan (sumber devisa).7 juta lebih. . . . terutama ketika perundingan dan persaingan tingkat dunia dengan negara-negara Eropa Barat dalam hal gandum sering mengalami kendala besar. yakni pertambangan dan pertanian. dapat menjadi kenyataan. . baik dari sisi permintaan maupun penawaran sebagai sumber bahan baku bagi keperluan produksi di sektor-sektor lain seperti industri manufaktur dan perdagangan. Perubahan struktur kesempatan kerja ini sesuai dengan yang di prediksi oleh teori mengenai perubahan struktur ekonomi yang terjadi dari suatu proses pembangunan ekonomi jangka panjang.Pertanian berperan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan permintaan domestik bagi produk-produk dari sektor-sektor lainnya.Sebagai suatu sumber modal untuk investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya. Kontribusi terhadap kesempatan kerja Di suatu Negara besar seperti Indonesia. Jauh lebih besar dari sector manufaktur. PERANAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh: Cecep Suyudi M* Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki daratan yang sangat luas sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah pada sektor pertanian. di mana ekonomi dalam negerinya masih di dominasi oleh ekonomi pedesaan sebagian besar dari jumlah penduduknya atau jumlah tenaga kerjanya bekerja di pertanian. pangsa kesempatan kerja dari sektor pertama menunjukkan suatu pertumbuhan tren yang menurun. Pertanian dapat dilihat sebagai suatu yang sangat potensial dalam empat bentuk kontribusinya terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut: . yaitu bahwa semakin tinggi pendapatan per kapita. misalnya AS telah mencadangkan sekitar US$ 100 ribu subsidi per petani yang diberikan kepada siapapun yang mau mengganti tanamannya dengan padi.ekspansi dari sektor-sektor ekonomi lainnya sangat tergantung pada pertumbuhan output di bidang pertanian. dan semakin besar peran dari sektor sekunder. Dalam hal beras. semakin kecil peran dari sektor primer.

Namun bagi banyak Negara agraris. Peran pertanian dalam peningkatan devisa bisa kontradiksi dengan perannya dalam bentuk kontribusi produk. Namun keterbatasan stok pangan bisa diakibatkan oleh dua hal: karena volume produksi yang rendah ( yang disebabkan oleh faktor cuaca atau lainnya). kopi. Artinya peningkatan ekspor pertanian bisa berakibat negative terhadap pasokan pasar dalam negeri. hingga berbagai macam sayur dan buah. maka pada suatu saat dunia akan mengalami krisis pangan (kekurangan stok). Tetapi laju pertumbuhan outputnya lebih lambat dibandingkan laju pertumbuhan output di sektor-sektor lain. Kontribusi terhadap produktivitas Banyak orang memperkirakan bahwa dengan laju pertumbuhan penduduk di dunia yang tetap tinggi setiap tahun. Mungkin sudah merupakan evolusi alamiah seiring dnegan proses industrialisasi dimana pangsa output agregat (PDB) dari pertanian relatif menurun. atau sebaliknya usaha memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri bisa menjadi suatu factor penghambat bagi pertumbuhan ekspor pertanian.Namun semakin besar peran tidak langsung dari sektor pertanian. Penurunan kontribusi output dari pertanian terhadap pembentukan PDB bukan berarti bahwa volume produksi berkurang (pertumbuhan negatif). Bukan hanya dialami oleh Indinesia tetapi secara umum ketergantungan negara agraris terhadap impor pangan semakin besar. dan sosial). rempah-rempah. Untuk mengatasinya ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu menambah kapasitas produksi dan meningkatkan daya saing produknya. SDM. Setiap tahun Indonesia harus mengimpor beras lebih dari 2 juta ton. sedangkan dari industri manufaktur dan sektor-sektor skunder lainnya. yaitu lewat peningkatan ekspor dan atau pengurangan tingkat ketergantungan Negara tersebut terhadap impor atas komoditi pertanian. misalnya dalam hal beras. udang. Kontribusi devisa Pertanian juga mempunyai kontribusi yang besar terhadap peningkatan devisa. seperti juga diprediksi oleh teori Malthus. Perubahan struktur ekonomi seperti ini juga terjadi di Indonesia. . politik. dan sektor tersier meningkat. sementara permintaan besar karena jumlah penduduk dunia bertambah terus atau akibat distribusi yang tidak merata ke sluruh dunia. dan modal. tapi juga menyangkut stabilitas nasional (ekonomi. Komoditas ekspor pertanian Indonesia cukup bervariasi mulai dari getah karet. termasuk Indonesia melaksanakan dua pekerjaan ini tidak mudah terutama karena keterbatasan teknologi. jika dibandingkan dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. yakni sebagai pemasok bahan baku bagi sektor industri manufaktur dan sektor-sektor ekonomi lainnya. mutiara. sementara lahan-lahan yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan pertanian semakin sempit. Kontribusi produk dari sector pertanian terhadap pasar dan industri domestic bisa tidak besar karena sebagian besar produk pertanian di ekspor atau sebagian besar kebutuhan pasar dan industri domestic disuplai oleh produk-produk impor. Argumen yang sering digunakan pemerintah untuk membenarkan kebijakan M-nya adalah bahwa M beras merupakan suatu kewajiban pemerintah yang tak bisa dihindari. karena ini bukan semata-mata hanya menyangkut pemberian makanan bagi penduduk.

2000). dan KCL). dalam arti bisa dipengaruhi oleh manusia. factor iklim biasanya dilihat dalam bentuk banyaknya curah hujan (millimeter). Menurut Saragih (1998 dalam Pasaribu. Saat ini Indonesia. industri alat-alat pertanian dsb. Kemudian Sub sistem Agribisnis Usahatani yang meliputi kegiatan : pengolahan tanah. Kendala dari pengembangan agribisnis di Indonesia sampai saat ini diantaranya adalah : . fasilitas kredit dll. sarana transportasi dsb) Dengan peningkatan kemudahan faktor-faktor produksi dan pemasaran tersebut maka biaya produksi dan biaya pemasaran dapat diperkecil. berbagai macam pupuk (seperti urea. K. 1999) batasan agribisnis adalah sistem yang utuh dan saling terkait antara keseluruhan kegiatan ekonomi. listrik dsb) dan Sarana Pemasaran (pasar. di antaranya yang penting adalah lusa lahan. (3) pasca panen dan (4) pemasaran. koperasi. Sedangkan factor-faktor internal. bibit. terminal angkutan. Ini berarti Indonesia harus meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi untuk menigkatkan produktivitas pertanian. alat-alat pertanian dsb). Terputusnya salah satu bagian akan menyebabkan timpangnya sistem tersebut (Gunawan Sumodiningrat. yaitu Sub sistem Agribisnis Hulu yang merupakan kegiatan ekonomi yang mendukung upaya budidaya tanaman antara lain : industri benih. TSP. Curah hujan mempengaruhi pola produksi. pestisida. Sebagai sebuah sistem. Agribisnis Agribisnis diartikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur kegiatan : (1) pra panen. ketersediaan dan kualitas infrastruktur. pemupukan. terutama pada sektor pertanian (beras) belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. saling menyatu dan saling terkait. industri pupuk. pupuk. Sarana penunjang produksi (lembaga perbankan. kegiatan agribisnis tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Fasilitas pelayanan yang diperlukan untuk memberikan kemudahan produksi dan pemasaran antara lain adalah berupa : Input sarana produksi (benih. jumlah dan kualitas tenaga kerja (SDM). pestisida.Kemampuan Indonesia meningkatkan produksi pertanian untuk swasembada dalam penyediaan pangan sangat ditentukan oleh banyak faktor eksternal maupun internal. (2) panen. dan proses pertumbuhan tanaman. termasuk irigasi. pengendalian hama dan penyakit serta pemanenan. pengairan. Sub sistem Agribisnis Hilir adalah kegiatan pasca panen hasil pertanian dan pemasaran hasil pertanian dan yang terakhir Sub sistem Agribisnis Penunjang dapat berupa fisik maupun non fisik yang diperkenalkan kepada petani al : saluran irigasi. Satusatunya faktor eksternal yang tidak bisa dipengaruhi oleh manusia adalah iklim. kombinasi dari faktor-faktor tersebut dalam tingkat keterkaitan yang optimal akan menentukan tingkat produktivitas lahan (jumlah produksi per hektar) maupun manusia (jumlah produk per L/petani). walaupun dengan kemajuan teknologi saat ini pengaruh negatif dari cuaca buruk terhadap produksi pertanian bisa diminimalisir. pola panen. AGROPOLITAN peranan agropolitan adalah untuk melayani kawasan industri pertanian disekitarnya dimana berlangsung kegiatan agribisnis oleh para petani setempat. sehingga hasil pertanian dapat lebih kompetitif di pasar. Dalam penelitian empiris. dan T.

. penduduk miskin tahun 1997 mencapai jumlah tertinggi.2 % atau sekitar 49.7%). yaitu sebesar 24. 2001) JUMLAH PENDUDUK MISKIN Pada tahun 1996 atau selama 2 dekade jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 22.(1)Menjaga kualitas produk yang memenuhi standar pasar internasional.5 juta orang.5 juta jiwa (13. (2)Menjaga kontinuitas produksi sesuai dengan permintaan pasar maupun yang mendukung suatu industri hilir dari produksi pertanian (Husainie Syahrani.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->