LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN BANK INDONESIA TAHUN 2009

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………….…………………………..….…….. Laporan Auditor Independen ...…………………………………………………...….... Neraca 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008.............................................….....….... Laporan Surplus Defisit Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2008............................................ Laporan Perubahan Ekuitas Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009............................................ Laporan Arus Kas Periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009............................................ Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 A. Umum........................................................................................................... B. Kebijakan Akuntansi yang Signifikan............................................................... C. Penjelasan Pos-Pos Neraca, Laporan Surplus Defisit dan Laporan Perubahan Ekuitas dan Rasio Modal................................................................................ D. Penjelasan Lainnya......................................................................................... Lampiran Lampiran 1: Struktur Organisasi.…………………..………….………………………...... Lampiran 2: Daftar Singkatan.…………………………………….………………….…...

iii v

1

3

4

5

7 8

16 54

59 60

i

Fadjrijah Deputi Gubernur Miranda S.d Mei 2009) Hartadi A. Goeltom Deputi Gubernur Senior (s.DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA Darmin Nasution Pjs Gubernur (Sejak Juli 2009) Boediono Gubernur (s. Budi Rochadi Deputi Gubernur Muliaman D. Hadad Deputi Gubernur Budi Mulya Deputi Gubernur Ardhayadi M. Deputi Gubernur . Sarwono Deputi Gubernur Siti Ch.d Juli 2009) S.

yang telah menunjukkan kesungguhan. dan kerjasama yang baik dalam melaksanakan tugas masing-masing serta dalam menindaklanjuti setiap saran dan masukan dari BPK-RI. hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para stakeholders. Pada kesempatan ini. dalam kerangka perwujudan tata kelola yang baik (good governance). Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 tanggal 23 September 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan. masing-masing untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009. Laporan Keuangan ini terdiri dari Neraca per 31 Desember 2009. Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2009 ini memperoleh Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK-RI.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya. sehingga Bank Indonesia dapat mempertahankan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Perolehan pendapat tersebut secara berturut-turut dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir ini merupakan sebuah pencapaian yang membesarkan hati dan mencerminkan komitmen Bank Indonesia untuk senantiasa transparan dan akuntabel. komitmen. Pada gilirannya. dan Laporan Arus Kas. Dengan demikian. Laporan Surplus Defisit. Laporan Perubahan Ekuitas. iii . berikut Catatan atas Laporan Keuangan. mulai tahun 2009 Surplus (Defisit) Bank Indonesia merupakan obyek pajak penghasilan. perkenankan pula Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan terima kasih kepada BPK-RI atas saran dan masukannya bagi perbaikan pelaksanaan tugas yang terus menerus di Bank Indonesia. sehingga Bank Indonesia dapat melaksanakan tugas di masa yang akan datang dengan lebih baik. terima kasih dan penghargaan juga kami sampaikan kepada para pimpinan Satuan Kerja dan seluruh jajaran Bank Indonesia. dalam Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2009 juga telah memasukkan aspek perpajakan. bersama ini kami sampaikan Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2009 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

id).go. Mei 2009 DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA Ardhayadi M. Jakarta.Disamping dalam bentuk buku Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2009. dan sebagai bagian dari buku Laporan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2009. Akhir kata. iv . laporan keuangan ini dipublikasikan pula melalui situs resmi Bank Indonesia (http://www. semoga laporan keuangan ini dapat menjadi referensi yang dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.bi.

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN .

serta Laporan Surplus Defisit. v .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 016/01a/LHP/XV/04/2010 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit Neraca Bank Indonesia tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami juga telah melakukan pengujian atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern Bank Indonesia. atas dasar pengujian. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memberlakukan Standar Profesional Akuntan Publik yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Laporan Perubahan Ekuitas. dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Manajemen Bank Indonesia. Struktur pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan adalah tanggung jawab Manajemen Bank Indonesia. Laporan atas hasil pengujian ini dilaporkan dalam laporan-laporan terpisah dari laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Bank Indonesia. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

Salah satu persyaratan obligasi tersebut adalah bahwa pelunasan obligasi bersumber dari surplus Bank Indonesia yang menjadi bagian Pemerintah dan dilakukan apabila rasio modal terhadap kewajiban moneter Bank Indonesia telah mencapai di atas 10% (sepuluh persen). dalam semua hal yang material. serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan kebijakan akuntansi khusus atas transaksi yang umumnya dilakukan Bank Sentral seperti dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan butir B.Menurut pendapat kami. MBA Akuntan. Register Negara No.016/01b/LHP/XV/04/2010 tanggal 21 April 2010 dan No.10.70 triliun. posisi keuangan Bank Indonesia per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar.016/01c/LHP/XV/04/2010 tanggal 21 April 2010. Seperti diuraikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan butir C. 21 April 2010 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Penanggung Jawab Audit Syafri Adnan Baharuddin. dan hasil usaha. Cara pelunasan seperti itu menimbulkan ketidakjelasan mengenai saat dan jumlah pelunasan obligasi tersebut oleh Pemerintah di masa mendatang. Ak. Hasil pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan dalam Laporan No.D-4844 vi . Jakarta. Bank Indonesia mencatat tagihan kepada Pemerintah dalam bentuk Obligasi Negara Seri SRBI-01/MK/2003 senilai Rp126.

LAPORAN KEUANGAN .

875 2.8. B. Deposito 6.4.376 9.4.581.4.353.7. Tagihan 9.356.031.4.970.6. C.8 25. B. B.12.4.3 Kepada Lainnya 10. B.14.4.392 284.763 263. Hak Tarik Khusus 4.13. C. C.BANK INDONESIA NERACA Per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) AKTIVA 1.15 9.28 B.13 B.9 969.474.410 7. C.978.063 254.708 7. C.191. B.827 11.885.831.263.308 12.877.381 B. Surat Berharga 7.846 B. 1 . C.627 19.18.349 2008 22. C. Surat Utang Negara Republik Indonesia 8.753 B.518 10.756) 915.382) 864.861 837. Penyisihan Aktiva JUMLAH AKTIVA Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir.2 B.069 34. C.558. B.078.210 28.15.9.219 538.10 B.295 499.194.090 (16.055 366.509. Giro 5.3 B. B. Uang Asing 3.636 11.671.735.632.378. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan.17.19.409. C.20.4.12 B. Emas 2. B.14.2 Kepada Bank 9. C.11 B.1 Kepada Pemerintah 9.714 8.875.467 2.10. C.32.939. C. Penyertaan 11.4 B.222 932.230.5 B.7 2009 24. Aktiva Lain-Lain Catatan B.684 8.199 (15. Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 9.512.508 25. B.11. C. C. C.907 274.16.6 B.798.

248. 2 .23.222 5.200 82. C.308 B.23 B.824.284 93.736.367 0 0 206.24 B.875.610.021.592 4. Uang Dalam Peredaran 2.25.30 B.22.4.4.858.845.974.4.922 181. C.368.549 61.042 163. Kewajiban Lain-Lain JUMLAH KEWAJIBAN B.023 7.29. C. C.137 100.610.009.3 Lainnya 3.608 175.22 B.077 3. Keuntungan Atau Kerugian yang Belum Direalisasi 5. Pinjaman Luar Negeri 10.24.347 714.348 (1.133 822.19.4.164 254. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 6.31 7.342. C.438 1.865 13.28.772. B. C. EKUITAS 1.27.589.26 B.20 B.32.345.461 3.673. C.789 14. C.556.663. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan.904) 93.880 7. Modal 2. C.30 C.469 156. C.26.944.2 Bank 2.441.21.386.804 2.381 864.343 915.21 B. C.BANK INDONESIA NERACA Per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) KEWAJIBAN DAN EKUITAS A.17 B.178.22. C.341.479. Sertifikat Bank Indonesia 4.038. B.30.22.27. Cadangan Tujuan 4.225 9. B. Giro 2.300 75. B.275.18 B.033 264.376 7. Pinjaman Dari Pemerintah 9.191.739 54.16 B.364.599 85.927 Catatan 2009 2008 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir.885 62.955 149.885 49. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah 7.197. C. Cadangan Umum 3.25 B.19 B. Surplus (Defisit) Tahun Berjalan JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS C.000 2.507.397.175 33.022. Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali 8.28 279.957.375. B.4.1 Pemerintah 2. KEWAJIBAN 1. B. C. Sertifikat Bank Indonesia Syariah 5.191.605.127 17.29 C.399.

955 17.119.203.965 4.034) 127.062.550 (1.046 895.313 260.916 2.955 C.394 40.585. Pengendalian Moneter 1.747 30.546 250.016 203.504 29.295 168.745 1.501 1.808 138.1 Sistem Pembayaran Tunai 2. Umum dan Lainnya 4.095.467 33.2 Lainnya JUMLAH BEBAN SURPLUS (DEFISIT) SEBELUM PAJAK PENERIMAAN (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN SURPLUS (DEFISIT) C.2 Pengelolaan Devisa 1.291 185.272.022.2 Kegiatan Pasar Uang 1.218 76. Lainnya JUMLAH PENERIMAAN BEBAN 1.39 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir.248.247 158.644 4.4 Lainnya 2.464 4.205.009. Pengelolaan Sistem Pembayaran 3.236 45.737 2.642 132.3 Pemberian Kredit dan Pembiayaan 2.917 20.36 C.418 28. Pengawasan Perbankan 4.202 5.044 168.37 C.251 25.490 4. 31 Desember 2009 dan 1 Januari s.1 Operasi Pasar Terbuka 1.195 17.680 22.130 (1.612 1.455 249. 31 Desember 2008 (Dalam Jutaan Rupiah) Catatan 2009 2008 PENERIMAAN 1.1 Pengelolaan Devisa 1.137.903.40 22.34 C.168 4.516 44.793.466. Penyelenggaraan Sistem Pembayaran 2.35 28.095 1.278.295 36.974 180. Pengelolaan Moneter 1.656.38 C.171.248.904) 21.571.2 Sistem Pembayaran Non Tunai 3.d.650. 3 .465.1 SDM dan Logistik 4.d.105. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan.000.BANK INDONESIA LAPORAN SURPLUS (DEFISIT) Periode 1 Januari s.548 131.32 C.837.150 C.331.175 78.731. Pengaturan dan Pengawasan Perbankan 4.223.3 Pinjaman Luar Negeri 1.365 65.33 C.082.

381 0 (1. Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi 5.904) 93. 4 .009. Surplus (Defisit) Tahun Berjalan 7.275.858. EKUITAS 1.953 9.225 61.915 52.845.41) IV. RASIO MODAL SEBELUM DIKURANGI SISA SURPLUS YANG MENJADI BAGIAN PEMERINTAH (Catatan C.88% Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir. RASIO MODAL SETELAH DIKURANGI SISA SURPLUS YANG MENJADI BAGIAN PEMERINTAH 782.681. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan.364.88% 0 8.127 17.343 II.038.779 17.663.610.924 1. KEWAJIBAN MONETER (Catatan C. Cadangan Tujuan 4.415 8.507.549 0 13.009.248.610.955 149.955 70.895 0 0 317.957.348 (1. 31 Desember 2009 (Dalam Jutaan Rupiah) 31 Desember Penambahan Pengurangan 31 Desember 2008 2009 I.885 62.789 14.772.865 13.724.194.904) 13. Cadangan Umum 3. SISA SURPLUS YANG MENJADI BAGIAN PEMERINTAH V.247.219 7.248.885 49.BANK INDONESIA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Periode 1 Januari s. Modal 2.d.41) III.909.

11 Kenaikan Aktiva Lain-Lain 1.547 (24.2 1.247.545) (38.1 Penurunan Tagihan kepada Pemerintah 1.469.15 Kenaikan Sertifikat Bank Indonesia 1.638.794.13 Kenaikan Uang Dalam Peredaran 1.556.361 (1.10. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan. 5 .745.404) (1.12.10.3 1.010 8.511.042 26.361 (450.076 (38.12.481.8 1.1 Penurunan Giro Pemerintah 1.1 Penyisihan Aktiva 1.2 Penurunan Tagihan kepada Bank 1.9 ARUS KAS/SETARA KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Defisit Kenaikan Emas Penurunan Uang Asing Kenaikan Hak Tarik Khusus Penurunan Giro Penurunan Deposito Kenaikan Surat Berharga Kenaikan Surat Utang Negara Republik Indonesia Penurunan Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 1.212 14.16 Kenaikan Sertifikat Bank Indonesia Syariah 1.18 Kenaikan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah 1.915.432.781) 1.2 Penyusutan Aktiva Tetap 1.009.19 Kenaikan Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali 1.547 (25.702.094 3.14.485 10.848.1 1.968) (5.626) 206. 31 Desember 2009 (Dalam Jutaan Rupiah) 1.3 Penurunan Tagihan kepada Lainnya (1.14.10.960) (850.737.17 Kenaikan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 1.2 Kenaikan Giro Bank 1.796.5 1.3 Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud 1.d.725 1.12 Penyesuaian-penyesuaian: 1.14 Penurunan Giro: 1.000 2.309 1.030 216.3 Penurunan Giro Lainnya 1.904) (2.462) 15.12.14.4 1.20 Kenaikan Kewajiban Lain-Lain Arus Kas/Setara Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir.292.064.126.072) 3.747.10 Penurunan Tagihan: 1.535 4.786 57.6 1.582.386.788 1.141) 5.700 8.422.444) 78.516.7 1. 1.BANK INDONESIA LAPORAN ARUS KAS Periode 1 Januari s.259.900 6.

3.681.BANK INDONESIA LAPORAN ARUS KAS Periode 1 Januari s.640) 0 Arus Kas/Setara Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 4.2 2. yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan.1 2.4 3.676 (52.924 1.114.779) (17. 6 .743.6 3.407.248.801) (1.085) Arus Kas/Setara Kas Bersih dari Aktivitas Investasi 3.754) 0 (8.194.705) 13.286 (231. KENAIKAN/PENURUNAN BERSIH ARUS KAS/SETARA KAS Lihat Catatan atas Laporan Keuangan terlampir.d.1 3.7 ARUS KAS/SETARA KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (Penurunan) Modal Penurunan Pinjaman dari Pemerintah Penurunan Pinjaman Luar Negeri Kenaikan Cadangan Umum Kenaikan Cadangan Tujuan Penurunan Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi Pembagian Surplus Tahun Lalu 0 (42.4 ARUS KAS/SETARA KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan Penyertaan Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan (Kenaikan) Aktiva Sewa Guna Usaha Kenaikan Aktiva Tidak Berwujud 95.955) (57.5 3. 31 Desember 2009 (Dalam Jutaan Rupiah) 2.3 3.2 3. 2.3 2.617) (145.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN .

serta pemeliharaan sistem pembayaran dan perbankan nasional. (ii) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Boediono diberhentikan dengan hormat sebagai Gubernur Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 16 Mei 2009. melainkan lebih diarahkan pada pengendalian nilai Rupiah. Saat ini Sdr. Hadad Ardhayadi M. serta sekurangkurangnya 4 (empat) orang atau sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang Deputi Gubernur. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57/P tahun 2009. Miranda S. Sdri. Sdr.*) Darmin Nasution *) Siti Ch. Fadjrijah S. semua kegiatan Bank Indonesia dilakukan tidak atas dasar pertimbangan komersial. Adapun susunan Dewan Gubernur pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: Gubernur Deputi Gubernur : : . Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut: (i) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri dari seorang Gubernur dan seorang Deputi Gubernur Senior. Darmin Nasution diangkat menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terhitung tanggal 27 Juli 2009. Untuk mencapai tujuan tersebut. Sehubungan dengan tugas tersebut.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 A. berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P tanggal 19 Mei 2009. Deputi Gubernur Senior : 7 . Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. UMUM Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang didirikan berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang. Goeltom diberhentikan dengan hormat mengingat masa jabatan yang bersangkutan telah berakhir dan Sdr. Budi Rochadi Muliaman D. Sarwono *) Dalam kurun waktu 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009. Darmin Nasution menjabat sebagai Pjs. Budi Mulya Hartadi A. Gubernur Bank Indonesia. (iii) Mengatur dan mengawasi bank. Sesuai Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang. tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

memiliki 41 Kantor Bank Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia dan empat Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri dengan jumlah pegawai sebanyak 5. disusun atas dasar akrual dengan konsep nilai historis. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia disajikan dalam jutaan Rupiah. B. terakhir dengan Surat Edaran Nomor 8/50/INTERN tanggal 28 September 2006 tentang Pedoman Akuntansi Keuangan Bank Indonesia. 2. PAKBI selalu disempurnakan. pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan.989 orang.H. Kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan oleh Bank Indonesia secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: 1. Thamrin Nomor 2 Jakarta. Pengakuan Pendapatan Bunga Pendapatan bunga dari penanaman dana Bank Indonesia diakui secara akrual. Agar senantiasa sejalan dengan perkembangan SAK dan IAS. Taksiran Manajemen Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat taksiran dan asumsi yang memengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Bank Indonesia berkantor pusat di Jalan M. Kebijakan Akuntansi yang dianut Bank Indonesia diatur dalam Pedoman Akuntansi Keuangan Bank Indonesia (PAKBI). International Accounting Standard (IAS). 3. kecuali untuk beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan masingmasing akun tersebut. dan praktik-praktik yang lazim dilakukan oleh bank sentral negara lain. KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Penyajian Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia per 31 Desember 2009 ini mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/102/INTERN tanggal 31 Desember 2009 tentang Laporan Keuangan Bank Indonesia. Hasil aktual dapat berbeda dari taksiran-taksiran tersebut. Akrualisasi pendapatan bunga dihentikan dan bunga yang telah diakui sebelumnya 8 . serta kesepakatan-kesepakatan antara Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia. PAKBI tersebut disusun dengan mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Peraturan Intern Bank Indonesia.

dan surat-surat berharga emas yang dinilai secara periodik berdasarkan harga pasar. baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga. c.509. Emas Emas terdiri dari emas batangan. Badan/Lembaga/Yayasan yang didirikan untuk menunjang pelaksanaan tugas Bank Indonesia. 4. Lembaga/Badan Usaha yang dikendalikan atau berada di bawah pengendalian Bank Indonesia.400. 5.71/SDR.68/EUR. Guna penyusunan Laporan Keuangan. dan Rp10. Selisih karena perubahan 9 . Pengertian Hubungan Istimewa dan Kebijakan Akuntansinya Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Bank Indonesia adalah: a. dan kondisi yang sama dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa.27/GBP. Dalam metode tersebut. hasil revaluasi aktiva dan pasiva valuta asing dihitung dari perkalian antara posisi netto valuta asing dengan selisih antara kurs neraca dengan harga pokok rata-rata valuta asing. aktiva dan pasiva dalam valuta asing dijabarkan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs neraca yang berlaku pada tanggal yang bersangkutan. 6.682. Rp15. Transaksi dalam Valuta Asing Transaksi valuta asing dibukukan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada saat transaksi. Rp14. Dalam pengertian ini antara lain Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI). Selisih penjabaran tersebut dicatat dalam rekening Cadangan Selisih Kurs dan disajikan di neraca pada pos Keuntungan atau Kerugian Yang Belum Direalisasi dalam kelompok Ekuitas sampai dengan valuta asing yang bersangkutan berkurang. dibatalkan pada saat penanaman dana yang bersangkutan digolongkan sebagai non-performing.170. Kurs neraca Bank Indonesia untuk valuta asing utama pada tanggal 31 Desember 2009 adalah Rp9. Dalam pengertian ini antara lain meliputi badan usaha di mana Bank Indonesia memiliki penyertaan atas sahamnya dengan proporsi kepemilikan lebih dari 20%.42/JPY100. deposito berjangka emas. Dalam pengertian ini antara lain Dana Pensiun Bank Indonesia (DAPENBI) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI). Rp13.114. diungkapkan dalam laporan keuangan. Karyawan Bank Indonesia dan Badan/Yayasan/Perusahaan yang mewakili kepentingan karyawan Bank Indonesia. b.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 namun belum tertagih.00/USD. Bank Indonesia menggunakan metode Net Currency Position (NCP) dalam menatausahakan dan mencatat valuta asing. persyaratan. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Bunga SSB yang masih harus diterima disajikan sebagai bagian dari pos Surat Berharga. 11. yaitu Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Held to Maturity – HTM) yang disajikan berdasarkan harga perolehan setelah amortisasi premi/diskonto. Surat Perbendaharaan Negara (SPN) Surat Perbendaharaan Negara adalah Surat Utang Negara dengan jangka waktu sampai dengan satu tahun. Uang Asing Uang asing disajikan di neraca sebesar nilai nominal. 10 . b. Diperdagangkan (Trading) dan Tersedia Untuk Dijual (Available for Sale – AFS) yang disajikan berdasarkan harga pasar. 7. Hak Tarik Khusus Hak Tarik Khusus atau Special Drawing Rights Holdings adalah simpanan (a potential claim) pada negara anggota International Monetary Fund (IMF) dalam valuta Special Drawing Rights (SDR).BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 harga pasar emas dicatat dalam rekening Cadangan Revaluasi Emas pada pos Keuntungan Atau Kerugian Yang Belum Direalisasi pada kelompok Ekuitas. Selisih karena perubahan harga pasar atas SSB Tersedia Untuk Dijual dicatat dalam Rekening Cadangan Revaluasi SSB pada pos Keuntungan Atau Kerugian Yang Belum Direalisasi pada kelompok Ekuitas. Giro Giro Bank Indonesia dalam valuta asing pada bank sentral negara lain atau pada bank di luar negeri disajikan di neraca sebesar nilai nominal. 9. sedangkan selisih karena perubahan harga pasar atas SSB Diperdagangkan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian tahun berjalan. Deposito Deposito Bank Indonesia dalam valuta asing pada bank di luar negeri disajikan di neraca sebesar nilai nominal ditambah akrualisasi bunga yang masih harus diterima. 12. 10. Surat Berharga Surat-Surat Berharga (SSB) dalam Rupiah dan dalam valuta asing yang dimiliki oleh Bank Indonesia dikelompokkan berdasarkan tujuan pemilikan. 8. Obligasi Negara (ON) Obligasi Negara adalah Surat Utang Negara dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Surat Utang Negara Republik Indonesia Surat Utang Negara terdiri dari: a. Hak Tarik Khusus disajikan di neraca sebesar nilai nominal ditambah hasil akrualisasi interest on SDR holding dan remuneration yang masih harus diterima dan dikurangi dengan hasil akrualisasi assessment fee dan charges.

Tagihan Kepada Bank Tagihan kepada Bank disajikan di neraca sebesar jumlah yang belum dilunasi oleh bank ditambah bunga yang masih harus diterima. dan tagihan lainnya kepada Pemerintah. 2) Surat Utang Pemerintah disajikan sebesar nilai surat utang yang belum dilunasi. Surat Berharga Yang Dibeli Dengan Janji Dijual Kembali disajikan sebesar harga penjualan oleh bank. Selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian kembali oleh bank diakui sebagai penerimaan bunga. Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan kepada Pemerintah terdiri dari Surat Utang Pemerintah. 11 . 13. yang tidak dapat dipindahtangankan dan/atau diperjualbelikan kepada pihak lain dan pembayaran pokok beserta bunganya sesuai jangka waktu yang telah diperjanjikan. a. 15. Bunga SPN dan ON yang masih harus diterima disajikan sebagai bagian dari pos Surat Utang Negara Republik Indonesia. termasuk bunga atas tagihan kepada Pemerintah. yang disajikan di neraca sebesar jumlah bruto yang belum dilunasi nasabah. Tagihan Lainnya kepada Pemerintah Tagihan Lainnya kepada Pemerintah. Surat Berharga Yang Dibeli Dengan Janji Dijual Kembali Surat Berharga Yang Dibeli Dengan Janji Dijual Kembali terdiri dari surat berharga milik bank yang dijual secara bersyarat kepada Bank Indonesia. disajikan di neraca sebesar jumlah tagihan yang belum dilunasi oleh Pemerintah. 14. Obligasi Negara. Tagihan Kepada Lainnya Tagihan kepada Lainnya antara lain terdiri dari tagihan lainnya kepada Bank Beku Operasi/ Bank Beku Kegiatan Usaha (BBO/BBKU). Surat Utang Pemerintah 1) Surat Utang Pemerintah adalah surat pengakuan utang jangka panjang Pemerintah kepada Bank Indonesia. 16. dengan kewajiban pembelian kembali sesuai dengan harga dan jangka waktu yang disepakati. Obligasi Negara Obligasi Negara yang termasuk dalam pos ini adalah Surat Utang Negara dengan jangka waktu lebih dari satu tahun yang tidak dapat diperjualbelikan dan disajikan sebesar nilai nominal yang masih outstanding. c. serta sisa kredit program. pemberian kredit channeling. Selisih karena perubahan harga pasar atas SPN dan ON Tersedia Untuk Dijual dicatat dalam Rekening Cadangan Revaluasi SSB pada pos Keuntungan Atau Kerugian Yang Belum Direalisasi pada kelompok Ekuitas.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 SPN dan ON Tersedia Untuk Dijual yang dimiliki oleh Bank Indonesia disajikan berdasarkan harga pasar. b.

BANK INDONESIA
Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009

17. Penyertaan Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang, Bank Indonesia dapat melakukan penyertaan modal pada badan hukum atau badan lainnya yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Penyertaan dengan kepemilikan saham kurang dari 20% disajikan sebesar harga perolehan (cost), sedangkan penyertaan dengan kepemilikan saham sebesar 20% ke atas disajikan sebesar harga perolehan ditambah bagian laba atau rugi dari perusahaan anak setelah penyertaan tersebut dilakukan. Penyertaan yang dilakukan sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang, harus didivestasi selambat-lambatnya Januari tahun 2009, sehingga penyertaan dengan kepemilikan saham sebesar 20% ke atas disajikan sebesar harga perolehan dan tidak dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Bank Indonesia. Apabila terdapat penurunan nilai secara permanen, maka nilai tercatat penyertaan harus disesuaikan sebesar nilai penurunan permanen tersebut. 18. Aktiva Tetap Aktiva Tetap disajikan di Neraca pada pos Aktiva Lain-lain sebesar nilai perolehan aktiva tetap dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva Tetap disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat aktiva yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus. Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian kembali atas nilai aktiva tetap pada tahun 2000. Aktiva tetap yang telah disesuaikan kembali tersebut disajikan sebesar nilai revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai perolehan aktiva tetap disajikan di Neraca pada pos Modal dalam kelompok Ekuitas. 19. Imbalan Kerja Bank Indonesia membentuk cadangan atas imbalan kerja jangka panjang dan pasca kerja dari pegawai yang telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan. Bank Indonesia memiliki program pensiun manfaat pasti yang didanai melalui pembayaran kepada DAPENBI dan program Bantuan

12

BANK INDONESIA
Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009

Pemilikan Rumah (Baperum) serta Bantuan Kesehatan Pensiunan (BKP) yang didanai melalui pembayaran kepada YKKBI. Jumlah biaya dan kewajiban imbalan kerja tersebut ditentukan oleh perhitungan aktuaris independen, yang dilakukan secara berkala. Biaya dan kewajiban imbalan kerja ditentukan secara terpisah untuk masing-masing program dengan menggunakan metode penilaian aktuaris projected unit credit. 20. Penyisihan Aktiva Bank Indonesia membentuk penyisihan aktiva secara gabungan atas tagihan, penanaman dana, dan aktiva lainnya baik dalam Rupiah maupun valuta asing, sehingga aktiva tersebut disajikan secara wajar. Penetapan persentase penyisihan aktiva dilakukan berdasarkan tingkat risiko yang melekat pada masing-masing aktiva tersebut yang tercermin antara lain dari rating penanaman dana, kondisi keuangan peminjam, kelancaran pembayaran pada masa lampau, peringkat komposit bank, hubungan, dan kesepakatan antara Bank Indonesia dengan peminjam dan faktor-faktor relevan lainnya. 21. Uang dalam Peredaran Uang dalam Peredaran disajikan sebagai komponen kewajiban sebesar nilai nominal jumlah uang kertas dan uang logam yang telah dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah oleh Bank Indonesia dan tidak berada dalam penguasaan Bank Indonesia. 22. Giro Giro atau simpanan pihak lain pada Bank Indonesia terdiri atas Giro dalam Rupiah dan Giro dalam Valuta Asing yang disajikan sebesar nilai nominal. 23. Sertifikat Bank Indonesia Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga dalam mata uang Rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek. SBI disajikan di neraca sebesar nilai nominal dikurangi diskonto dibayar di muka. 24. Sertifikat Bank Indonesia Syariah Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) merupakan perubahan nama dari Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI) sesuai dengan PBI Nomor 10/11/PBI/2008 tanggal 31 Maret 2008 tentang Sertifikat Bank Indonesia Syariah. SBIS adalah surat berharga berdasarkan prinsip syariah berjangka waktu pendek dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. SBIS disajikan sebesar nilai nominal. Imbalan bonus SBIS dicatat secara cash basis. 25. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) adalah fasilitas yang diberikan Bank Indonesia kepada bank untuk menempatkan dananya di Bank Indonesia. FASBI disajikan di neraca sebesar nilai nominal dikurangi diskonto dibayar di muka.

13

BANK INDONESIA
Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009

26. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) adalah fasilitas simpanan yang disediakan oleh Bank Indonesia kepada Bank untuk menempatkan dananya di Bank Indonesia dalam rangka standing facilities Syariah. FASBIS disajikan sebesar nilai nominal. Imbalan bonus FASBIS dicatat secara cash basis. 27. Surat Berharga Yang Dijual Dengan Janji Dibeli Kembali Surat Berharga Yang Dijual Dengan Janji Dibeli Kembali adalah surat berharga milik Bank Indonesia yang dibeli secara bersyarat oleh bank, dengan kewajiban penjualan kembali sesuai dengan harga dan jangka waktu yang disepakati. Surat Berharga Yang Dijual Dengan Janji Dibeli Kembali disajikan sebesar harga pembelian oleh bank. Selisih antara harga pembelian dengan harga penjualan kembali oleh bank diakui sebagai pengeluaran bunga. 28. Pinjaman dari Pemerintah Pinjaman dari Pemerintah antara lain terdiri dari pinjaman dalam rangka program Two Step Loan (TSL) dalam Rupiah dan obligasi Pemerintah dalam valuta asing yang disajikan di neraca sebesar nilai yang belum ditarik oleh Pemerintah setelah dikurangi amortisasi diskonto. 29. Pinjaman Luar Negeri Pinjaman luar negeri atau fasilitas pinjaman yang diterima Bank Indonesia dari pihak lain di luar negeri dalam valuta asing disajikan sebesar nilai nominal yang belum dilunasi setelah memperhitungkan bunga yang masih harus dibayar. 30. Keuntungan Atau Kerugian Yang Belum Direalisasi Keuntungan Atau Kerugian Yang Belum Direalisasi merupakan penyajian atas pengakuan hasil revaluasi surat berharga, hasil penjabaran aktiva dan pasiva valuta asing ke dalam nilai Rupiah, dan hasil revaluasi aktiva lainnya. 31. Transaksi Derivatif Bank Indonesia melakukan transaksi derivatif dalam rangka lindung nilai terhadap risiko perubahan nilai tukar. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif dalam rangka lindung nilai dicatat secara off-balance sheet. Pada tanggal jatuh tempo, perubahan nilai wajar tersebut diakui sebagai kewajiban dan pada akhir periode pelaporan diakui sebagai penerimaan atau beban dan disajikan sebagai bagian dari penerimaan atau beban selisih kurs. 32. Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2000, Bank Indonesia bukan merupakan Subyek Pajak. Oleh karena itu atas Surplus Bank Indonesia sampai dengan tahun 2008 bukan merupakan Obyek Pajak Penghasilan (PPh).

14

yaitu dengan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan atau banding. Oleh karena itu atas Surplus (Defisit) Bank Indonesia mulai tahun 2009 merupakan obyek PPh. yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak (peraturan pajak) yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aktiva dipulihkan atau kewajiban dilunasi. Pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diakui sebesar jumlah pajak terutang (restitusi pajak). Berdasarkan PSAK 46. Semua perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban untuk pelaporan keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan Metode Aktiva dan Kewajiban (Asset and Liability Method). berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008.46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan. Metode ini juga mengatur untuk mengakui manfaat pajak tangguhan atas kompensasi rugi fiskal.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Mulai tahun 2009. Bank Indonesia untuk tahun 2009 telah mengadopsi PSAK No. 15 . pada saat keputusan atas keberatan atau banding tersebut telah ditetapkan. pajak penghasilan dihitung berdasarkan surplus (defisit) akuntansi. Aktiva pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah surplus fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dapat dikompensasi dengan aktiva pajak tangguhan yang diakui tersebut. Bank Indonesia merupakan Subyek Pajak.

3100 atau setara dengan Rp22.104. Penyajian Kembali Laporan Keuangan Tahun 2008 Bank Indonesia menyajikan kembali informasi komparatif untuk periode sebelumnya sebagai konsekuensi penerapan Surat Edaran Nomor 11/102/INTERN tanggal 31 Desember 2009 tentang Laporan Keuangan Bank Indonesia. Emas Saldo emas per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing TOZ2.00/TOZ. Posisi Neraca per 31 Desember 2008 setelah penyajian kembali adalah sebagai berikut: 31 Desember 2008 Sebagaimana dilaporkan sebelumnya Pos Aktiva: Hak Tarik Khusus Surat Berharga .230.599 373. PENJELASAN POS-POS NERACA.885.279 Giro Pemerintah Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Kewajiban Lain-Lain 0 7.952 2.508 juta dan Rp11.885. yaitu sebesar USD1.069 Rp juta Disajikan kembali Pos Rp juta 2.347 93.Repo Kewajiban: Giro Pemerintah Surat Berharga .392 366.636 juta.046.178.347.980.228.046.392 Hak Tarik Khusus Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali 2.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 C. Giro Pemerintah dan Kewajiban Lain-lain. Nilai emas disajikan berdasarkan harga emas terkini yang tersedia di pasar London pada tanggal 31 Desember 2009.550 0 2. 3. Selain itu terdapat penyajian kembali atas pos Hak Tarik Khusus. Uang Asing Saldo uang asing per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing setara dengan Rp7.Reverse Repo Kewajiban Lain-Lain 97.055 juta dengan rincian sebagai berikut: 16 .3100 atau setara dengan Rp24.708 juta dan TOZ2.022.347.356. LAPORAN SURPLUS DEFISIT DAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS DAN RASIO MODAL 1.

966.877.94 111. Alokasi SDR dijelaskan dalam Catatan C. Saldo Hak Tarik Khusus berasal dari penerimaan alokasi SDR dan bertambah jika terdapat penambahan alokasi SDR. dan assessment fee.00 atau setara dengan Rp25.023.62 7.427.210 juta dan per 31 Desember 2008 sebesar SDR21.013.883) 366. charges alokasi SDR. GBP. Saldo Hak Tarik Khusus per 31 Desember 2009 sebesar SDR1.968. service charges.64 atau setara dengan Rp366. 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Hak Tarik Khusus Penerimaan YMH Diterima Biaya YMH Dibayar 25.908 124 21 2 11. dan refund of charges. Hak Tarik Khusus pada awalnya diterbitkan oleh IMF untuk anggotanya sesuai dengan proporsi kuota setiap anggota pada IMF. periodic charges. EUR) apabila negara anggota IMF lainnya setuju untuk melakukan konversi. pembelian SDR.762.83 1. serta penerimaan dalam SDR seperti interest on SDR holding.354.899.94% disebabkan adanya penambahan alokasi umum dan alokasi khusus dari IMF.769 3.209.41 218.280) 25. remuneration.069 17 .00 1.055 4.303.598.210 Rp juta 370.492 11 3 2 7.29 323. Hak Tarik Khusus Hak Tarik Khusus merupakan simpanan (a potential claim) kepada negara anggota IMF sehubungan dengan keanggotaan di IMF (SDR Department) yang dibukukan dalam valuta SDR.507 10. Peningkatan saldo Hak Tarik Khusus sebesar 6.183 (7. dan dapat menjadi freely usable currencies (USD. JPY.25 10.879. Saldo Hak Tarik Khusus berkurang jika terdapat pembayaran dalam SDR seperti commitment fee.146.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 Valas Uang Asing dalam Persediaan: USD JPY GBP SGD 797.983 (13.27. Hak Tarik Khusus diperhitungkan sebagai cadangan devisa.069 juta.00 165.508 Rp juta 31 Desember 2008 Valas Rp juta 996.877.

291.594.713 82.675 367.908.000.764 7.078.000.22 Rp juta 21.734 832.831.00 atau setara dengan Rp21.389.000.700.000.632.179.295 juta dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 Valas Bank Koresponden: GBP AUD NZD Deposito Khusus : IMF PRGF (SDR) IMF Trust for Special PRGF (SDR) Bunga Deposito Yang Masih Harus Diterima Total Deposito Rp juta 31 Desember 2008 Valas Rp juta 0.500.000.000. 6. Pendapatan atas Repo & Overnight tersebut diakui pada saat jatuh tempo.263.433.13 1.263.102 2.820 juta.446 5.831.00 0 168.049.221.362 448. terdapat giro yang ditempatkan pada Repo & Overnight.246.462.253 729.406.511.868 890.913 5.625.211 438.779.970.000.410 Di antara saldo giro pada bank sentral tersebut.078.76 49.063.00 2.000.132.105.850.246.833.566.219 juta dan Rp7. dan sebesar JPY49.970.990 1.265 2.00 325.826. antara lain oleh Federal Reserve Bank of New York.912 573.669 34.364 1.000.971 4.00 200.00 18 .030.024.00 25.068 71.000. New York.875 juta dan Rp34.00 4.65 28.055.850 juta.219 145.147. Tokyo.53 7.279 3.410 juta dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 Valas Bank Sentral USD JPY EUR GBP Valas lainnya 2.300.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 5.000. dan Bank of Japan.00 20.618 423.00 464.000. Giro Jumlah giro valuta asing Bank Indonesia yang disimpan pada bank sentral dan bank koresponden di luar negeri per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masingmasing setara dengan Rp28.200 505.152 6.080 28.518.764.769.039 2.245.875 31 Desember 2008 Rp juta 26.482. Deposito Saldo deposito dalam valuta asing per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing setara dengan Rp2. masing-masing sebesar USD2.362.00 437.850.84 Bank Koresponden 6.030.000.00 61.075 atau setara dengan Rp5.636 2.00 4.000.295 25.781.415.

913 7. Adapun jangka waktu dan kisaran tingkat suku bunga rata-rata deposito tersebut adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 Rp juta Nilai nominal menurut jangka waktu a.Lebih dari 3 bulan c.1-3 bulan .Kurang dari 1 bulan .713 juta.389.1-3 bulan .00 atau setara dengan Rp71.566.000.Kurang dari 1 bulan .00 atau setara dengan Rp367.Lebih dari 3 bulan 3.954 31 Desember 2009 Bunga Setahun 6.072. Deposito pada bank koresponden .53% 0.068 juta dan pada tanggal 31 Desember 2008 setara Rp423. Deposito khusus pada IMF merupakan Poverty Reduction and Growth Facility (PRGF) pada IMF per tanggal 31 Desember 2009 sebesar SDR25.00% 19 .030.000. NZD . Deposito khusus .827.211 juta pada tanggal 31 Desember 2009 dan setara Rp82.40% 1.Lebih dari 3 bulan d.Kurang dari 1 bulan .Lebih dari 3 bulan b.675 0 0 0 0 438.Lebih dari 3 bulan 31 Desember 2008 Rp juta 2.850.40% 2. GBP .1-3 bulan . SDR .40% 3.1-3 bulan .1-3 bulan .200 juta pada tanggal 31 Desember 2008.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 a.Kurang dari 1 bulan .Kurang dari 1 bulan .531 31 Desember 2008 Bunga Setahun Kisaran tingkat suku bunga setahun a.75% 4.Kurang dari 1 bulan . b. Deposito khusus lainnya pada IMF merupakan Trust for Special PRGF Operations for the Heavily Indebted Poor Countries (HIPC) and Interim PRGF Subsidy Operations (“the Trust”) sebesar SDR4.618 0 0 0 0 505. AUD .Lebih dari 3 bulan b.65% <2.279 2.1-3 bulan .

622 538.577.174.560 juta.483 17.Asian Bond Fund • Automatic Investment Bunga Yang Masih Harus Diterima 524.189.709.779 70. Surat Berharga Surat-Surat Berharga (SSB) yang dimiliki oleh Bank Indonesia saat ini adalah SSB dalam valas yang saldonya per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing setara dengan Rp538.777 6.124 2.817.466 6. AUD.879 juta SSB ini merupakan penempatan dalam denominasi valuta asing terutama USD. Untuk SSB Dimiliki Hingga Jatuh Tempo per 31 Desember 2009 sebesar Rp70.078 1.127.000 4.381 juta dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 Harga Perolehan (setelah amortisasi premi/diskonto) Hasil Revaluasi 31 Desember 2008 Hasil Revaluasi Harga Pasar dan Bunga Yang Masih Harus Diterima Harga Pasar dan Harga Perolehan Bunga Yang Masih (setelah amortisasi Harus Diterima premi/diskonto) Rp juta Dimiliki Hingga Jatuh Tempo*) Tersedia Untuk Dijual: • Portofolio BI • External Portfolio Manager: .185.617.679. 2) sebesar Rp167.222.697 juta akan jatuh tempo dalam periode antara 1-5 tahun.642.632.378.560 Rp juta Rp juta 70.025 4.025 621 6.723.360 441.378.522 4.896.656.538 juta. 20 .850.600.560 Rp juta 76.821.604 1.434.455 182. Untuk SSB Tersedia Untuk Dijual kategori Portofolio Bank Indonesia dan Automatic Investment.414.658 407.112 juta akan jatuh tempo dalam periode antara 1-5 tahun.339 1.689 8.248 2.981 4.526 486. dan JPY.180.451.349 juta dan Rp499.202 499.834.723 juta akan jatuh tempo dalam periode 5-10 tahun. GBP.542.679. dan 3) sebesar Rp22.632.071.959 juta akan jatuh tempo dalam periode antara 5-10 tahun.689 Rp juta Rp juta 76.850.506.557 390.451.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 7. per 31 Desember 2009 sebesar Rp454.573. dan 3) sebesar Rp61. terdiri dari: 1) sebesar Rp225.141 152.381 Keterangan: *) Termasuk di dalamnya alokasi Third Party Securities Lending (TPSL) sebesar Rp33.778 449.107.500 2.410. terdiri dari: 1) sebesar Rp12. EUR. NZD.850.624 4.Counterparty .489 juta akan jatuh tempo dalam periode kurang dari satu tahun.909 407.841.118 juta akan jatuh tempo dalam periode kurang dari satu tahun.050.349 474.808. 2) sebesar Rp35.977 4.

SUN Tersedia Untuk Dijual jenis SPN sebesar Rp8. jenis ON sebesar Rp16.754 0 8.214.413 Surat Utang Negara Republik Indonesia yang dimiliki oleh Bank Indonesia terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) jenis Obligasi Negara (ON) dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang dapat diperjualbelikan yang dikelompokkan sebagai SSB Tersedia untuk Dijual.591.591.882.924 juta akan jatuh tempo kurang dari satu tahun.722.609) 16.405 juta terdiri dari: 1) sebesar Rp364.629 16.667.488.627 juta dan Rp19.909 8.754 2.795. SUN untuk jenis ON tersebut diperoleh Bank Indonesia melalui pembelian di pasar sekunder mulai bulan April 2005 dalam rangka building stock SUN yang akan menggantikan SBI sebagai instrumen moneter sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang prosesnya masih dalam pembahasan antara Bank Indonesia dan Pemerintah.353.558.609 57.353.983 19.863 546.668 16.621 7.558.667.115 juta akan jatuh tempo dalam periode 5-10 tahun. 21 .347 juta akan jatuh tempo dalam periode antara 1-5 tahun.882.214.694.550. Sedangkan.Tersedia untuk dijual 15.Bunga Yang Masih Harus Diterima 7.845 15.709.452. Obligasi Negara . dan 4) sebesar Rp8. Sedangkan untuk jenis SPN diperoleh Bank Indonesia melalui pembelian di pasar perdana mulai bulan Mei 2008. Surat Perbendaharaan Negara .195 547.468 17.637.488. Surat Utang Negara Republik Indonesia Saldo Surat Utang Negara Republik Indonesia per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing adalah sebesar Rp25.846 juta dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 Harga Perolehan Hasil Revaluasi 31 Desember 2008 Hasil Revaluasi Harga Pasar dan Bunga Yang Masih Harus Diterima Harga Pasar dan Bunga Yang Masih Harga Perolehan Harus Diterima Rp juta a.374 2.036.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 8.804 411.637.776 .019 juta akan jatuh tempo di atas sepuluh tahun.873 17. 3) sebesar Rp2.627 20.Bunga Yang Masih Harus Diterima TOTAL b.846 25.754 juta akan jatuh tempo dalam periode kurang dari satu tahun.405 17.863.Tersedia untuk dijual .214.609 2.694.126.804 (1.138.776 Rp juta Rp juta Rp juta Rp juta Rp juta 708. 2) sebesar Rp4.845 TOTAL 23.983 0 2.

10. Saldo per 31 Desember 2009 terdiri dari: a.916 juta.948 Rp juta 128.880 125.064.939.Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah Lainnya 3. Tagihan kepada Pemerintah Saldo Tagihan kepada Pemerintah per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing adalah sebesar Rp254.880 31.Obligasi Negara Seri SRBI-01/MK/2003 .518 0 254.518 juta dan Rp263.697.509 263.735.735.543.518 Rp juta 263.078 126.518 5.177.492 254.344. b.Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah .Surat Utang Pemerintah . SBI dan SUN – Repo yang berjangka waktu satu hari sebesar Rp390.907 juta dan Rp2.816.703. Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Saldo Surat Berharga yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing adalah sebesar Rp969.302 1) Surat Utang Pemerintah (SUP) Nilai SUP per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: 22 .703.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 9. Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp254.703.939.518 juta dan Rp263.991 juta.827 juta terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .885. Transaksi Fine Tune Ekspansi (FTE) yang berjangka waktu satu hari sampai dengan tiga bulan sebesar Rp578.880 juta.939.827 a.939.Tagihan kepada Pemerintah dalam Valas 254.947 263. terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .069 129.939.392 juta.

000 53.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Nilai nominal: . Perubahan SU-002 tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kesepakatan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 18 April 2006 tentang Restrukturisasi Surat Utang Nomor SU-002/MK/1998 dan 23 .069 Rp juta a) SUP Nomor SU-002/MK/1998 (SU-002) SU-002 diterbitkan tanggal 23 Oktober 1998 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1998 tentang Pinjaman Dalam Negeri dalam Bentuk Surat Utang jo.000. Nilai nominal SU-002 adalah sebesar Rp20.SUP Nomor: SU-007/MK/2006 20. (2) Pokok SU-002 diangsur sebanyak 31 kali.592 53.SUP Nomor: SU-002/MK/1998 .977 128.218.817.SUP Nomor: SU-005/MK/1999 .500 1.000 53.779.078 20. Angsuran pertama jatuh tempo dan dibayar tanggal 1 April 2010 dan angsuran berikutnya jatuh tempo dan dibayar setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober setiap tahunnya sehingga angsuran terakhir jatuh tempo dan dibayar pada tanggal 1 April 2025.177. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1998 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Ekspor Impor Indonesia (PT BEII).500 0 51.08/2006 tanggal 24 November 2006.SUP Nomor: SU-004/MK/1999 . Pembayaran angsuran pokok dapat dilakukan secara tunai atau dibayar dengan SUN yang dapat diperdagangkan.397. sejak tanggal 1 Januari 2006 ketentuan dan persyaratan SU-002 diubah menjadi sebagai berikut: (1) Bunga SU-002 sebesar 1% per tahun yang dihitung dari sisa pokok.779. tanpa indeksasi dan dibayar secara tunai oleh Pemerintah kepada Bank Indonesia setiap enam bulan sekali yaitu pada tanggal 1 April dan 1 Oktober. Pembayaran bunga pertama kali dilakukan tanggal 1 Desember 2006 untuk pembayaran bunga yang jatuh tempo tanggal 1 April 2006 dan tanggal 1 Oktober 2006.000 juta yang tidak dapat dipindahtangankan dan diperjualbelikan.000.000.578 125. Sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-505/MK.816.

sejak tanggal 1 Januari 2006 ketentuan dan persyaratan SU-004 diubah menjadi sebagai berikut: (1) Bunga SU-004 sebesar 3% per tahun dihitung dari sisa pokok. Perubahan SU-004 tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kesepakatan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 18 April 2006 tentang Restrukturisasi Surat Utang Nomor SU-002/MK/1998 dan SU-004/MK/1999. yang didukung oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 11 Oktober 2006.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 SU-004/MK/1999. Nilai nominal SU-004 adalah sebesar Rp53.500 juta yang tidak dapat dipindahtangankan dan diperjualbelikan. yang didukung oleh Komisi XI DPR RI dalam Rapat Kerja 24 . Persetujuan Bersama Pemerintah dan Bank Indonesia tanggal 6 Februari 1999.779. Angsuran pertama jatuh tempo dan dibayar tanggal 1 Juni 2010 dan angsuran berikutnya jatuh tempo dan dibayar setiap tanggal 1 Desember dan 1 Juni setiap tahunnya sehingga angsuran terakhir jatuh tempo dan dibayar tanggal 1 Desember 2025. Menteri Keuangan telah menerbitkan addendum kelima SU-002 yang mengubah suku bunga dari 1% menjadi 0.1% per tahun dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2009. (2) Pokok SU-004 diangsur sebanyak 32 kali. Pembayaran bunga pertama kali dilakukan pada tanggal 1 Desember 2006 untuk pembayaran bunga yang jatuh tempo tanggal 1 Juni 2006 dan tanggal 1 Desember 2006. b) SUP Nomor SU-004/MK/1999 (SU-004) SU-004 diterbitkan tanggal 28 Mei 1999 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1998 tentang Pinjaman Dalam Negeri dalam Bentuk Surat Utang jo. tanpa indeksasi dan dibayar secara tunai oleh Pemerintah kepada Bank Indonesia setiap enam bulan sekali yaitu pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2008 tanggal 10 November 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009.08/2006 tanggal 24 November 2006. Pembayaran angsuran pokok dapat dilakukan secara tunai atau dibayar dengan SUN yang dapat diperdagangkan. Sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-505/MK.

481 juta pada tanggal 10 Desember 2007. Pemerintah telah menerbitkan SU-005 pada tanggal 29 Desember 1999 dengan nominal sebesar Rp9. Dana SU-005 yang dapat ditarik oleh Pemerintah adalah sebesar jumlah Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) yang telah direalisasikan kepada bank pelaksana.000 juta.481 juta. Pemerintah telah membayar angsuran pokok SU-005 total sebesar Rp3.970. ketentuan dan persyaratan SU-005 diubah menjadi sebagai berikut: (1) Bunga SU-005 dihitung dari jumlah realisasi pokok pinjaman yang pembayarannya dilakukan setiap enam bulan. Menteri Keuangan telah menerbitkan addendum kelima SU-004 yang mengubah suku bunga dari 3% menjadi 0. Pemerintah telah melakukan penarikan sebesar Rp3. Sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-270/MK.046. 10 Desember 2008. Sampai dengan batas akhir penarikan dana SU-005 tanggal 10 November 2007. dibayarkan setiap enam bulan pada tanggal 10 Juni dan 10 Desember setiap tahunnya.1% per tahun dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2009. Angsuran pertama dibayar tanggal 10 Desember 2007 dan angsuran terakhir tanggal 10 Desember 2009. (3) Pokok pinjaman akan dibayarkan kembali dalam jangka waktu dua tahun enam bulan dengan pembayaran pokok pinjaman dilakukan sebanyak lima kali angsuran secara prorata. yang jatuh tempo pada tahun 2000-2001 dan diterima kembali oleh Bank Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2008 tanggal 10 November 2008 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009.06/2004 tanggal 18 Agustus 2004. c) SUP Nomor SU-005/MK/1999 (SU-005) Dalam rangka pembiayaan kredit program.979 juta. dan terakhir 10 Desember 2009 masing- 25 . 10 Juni 2009. Bunga tersebut dihitung berdasarkan tingkat suku bunga SBI berjangka waktu tiga bulan yang ditetapkan secara periodik.046. 10 Juni 2008.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 antara Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 11 Oktober 2006.097. (2) Jangka waktu pinjaman sepuluh tahun dengan masa tenggang tujuh tahun enam bulan. yaitu sebesar Rp3.

Tunggakan bunga SU-004 sebesar Rp12.180. Pembayaran bunga pertama kali dilakukan pada tanggal 1 Desember 2006 untuk pembayaran bunga yang jatuh tempo tanggal 1 Februari 2006 dan tanggal 1 Agustus 2006. (2) Bunga SU-007 sebesar 0.573 juta. (3) Pokok SU-007 diangsur sebanyak 38 kali.637. pada tanggal 26 Juli 2007 sebesar Rp534.820 juta. Nilai nominal SU-007 adalah sebesar Rp54.291.353 juta. SU-007 diterbitkan untuk mendudukkan tunggakan bunga dan hasil indeksasi SU-002 dan SU-004 sampai dengan tanggal 31 Desember 2005 dengan rincian sebagai berikut: (1) (2) (3) (4) Tunggakan bunga SU-002 sebesar Rp4.296 juta sehingga baki debet SU-005 pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi nihil atau telah lunas. Angsuran pertama jatuh tempo dan dibayar tanggal 1 Februari 2007 dan angsuran berikutnya jatuh tempo dan dibayar setiap tanggal 1 Agustus dan 1 Februari setiap tahunnya sehingga angsuran terakhir jatuh tempo dan dibayar tanggal 1 Agustus 2025. Adapun persyaratan Surat Utang ini adalah sebagai berikut: (1) SU-007 mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2006 dan jatuh tempo pada tanggal 1 Agustus 2025. Pembayaran angsuran pokok dilakukan secara tunai atau dibayar dengan Surat Utang Negara yang dapat diperdagangkan.231.608 juta.701.583 juta.072 juta. Hasil indeksasi SU-004 sebesar Rp26. Pemerintah telah melakukan pembayaran angsuran SU-007 total sebesar Rp3.862.887 juta. pada tanggal 30 Januari 2009 sebesar Rp1. d) SUP Nomor SU-007/MK/2006 (SU-007) SU-007 diterbitkan tanggal 24 November 2006 berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara dan Kesepakatan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tentang Restrukturisasi Surat Utang Nomor SU-002/MK/1998 dan SU-004/MK/1999 tanggal 18 April 2006. Hasil indeksasi SU-002 sebesar Rp11.683 juta.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 masing sebesar Rp609. pada tanggal 1 Februari 2007 sebesar Rp509.1% per tahun yang dihitung dari sisa pokok dan dibayar secara tunai oleh Pemerintah kepada Bank Indonesia setiap enam bulan sekali yaitu pada tanggal 1 Februari dan 1 Agustus.150 juta dan tidak dapat diperdagangkan.464. dan pada tanggal 31 Juli 2009 sebesar 26 .

Dalam hal SRBI-01 telah dilunasi dari surplus Bank Indonesia yang menjadi bagian Pemerintah sebelum jangka waktu 30 tahun. b) SRBI-01 dikenakan bunga tahunan sebesar 0. SRBI-01 telah mengalami tiga kali perubahan sebagai berikut: a) Perubahan SRBI-01 yang disampaikan dengan surat Menteri Keuangan Nomor S-10/MK. sehingga pokok SRBI-01 menjadi Rp143. yang dibayar oleh Pemerintah setiap enam bulan sekali.471 juta yang berasal dari surplus Bank Indonesia tahun 2005 yang menjadi bagian Pemerintah. maka Pemerintah membayar charge kepada Bank Indonesia sebesar kekurangan dana yang diperlukan untuk mencapai rasio modal tersebut. yaitu pada bulan Februari dan Agustus. berjangka waktu 30 tahun dan dapat diperpanjang.013.397.717 juta. maka SRBI-01 tersebut dinyatakan lunas dan tidak berlaku lagi. sehingga pada posisi 31 Desember 2008 pokok SRBI-01 menjadi Rp129.8/2007 tanggal 15 Mei 2007 karena adanya pembayaran angsuran pokok SRBI-01 pada tahun 2007 sebesar Rp13.239.536. 27 . tanpa indeksasi.321 juta yang berasal dari surplus Bank Indonesia tahun 2006 yang menjadi bagian Pemerintah.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Rp1. Adapun persyaratan SRBI-01 adalah sebagai berikut: a) SRBI-01 mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2003.094 juta.1 % dari sisa pokok.669.344. c) Pelunasan pokok SRBI-01 bersumber dari surplus Bank Indonesia yang menjadi bagian Pemerintah dan dilakukan apabila rasio modal terhadap kewajiban moneter Bank Indonesia telah mencapai di atas 10%.302 juta.8/2006 tanggal 19 Desember 2006 karena adanya pembayaran angsuran pokok SRBI-01 pada tahun 2006 sebesar Rp1. sehingga baki debet SU-007 pada tanggal 31 Desember 2009 menjadi sebesar Rp51. Nilai nominal SRBI-01 adalah sebesar Rp144. b) Perubahan kedua SRBI-01 yang disampaikan dengan surat Menteri Keuangan Nomor S-68/MK.522. 2) Obligasi Negara Seri SRBI-01/MK/2003 (SRBI-01) SRBI-01 diterbitkan sebagai pengganti SUP Nomor SU-001/MK/1998 dan Nomor SU-003/MK/1999 dalam rangka pelaksanaan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah dan Bank Indonesia mengenai Penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia serta Hubungan Keuangan Pemerintah dan Bank Indonesia tanggal 1 Agustus 2003.623 juta.578 juta. Dalam hal rasio modal terhadap kewajiban moneter Bank Indonesia kurang dari 3%.

Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah Lainnya terdiri dari: a) Tagihan karena keanggotaan Pemerintah dalam Lembaga Internasional sebesar Rp2.543. 3) Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah Lainnya 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .509 Rp juta Kecuali Tagihan Bunga kepada Pemerintah.764.8/2009 tanggal 25 Mei 2009 karena adanya pembayaran angsuran pokok SRBI-01 pada tahun 2009 sebesar Rp2. dan SRBI-01 pada saat ini dalam proses restrukturisasi yang merupakan salah satu aspek dalam pembahasan asset-liability management antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.354 juta yang berasal dari surplus Bank Indonesia tahun 2008 yang menjadi bagian Pemerintah. 28 .697.826. sehingga pada posisi 31 Desember 2009 pokok SRBI-01 menjadi Rp126.948 juta.434 juta dan keanggotaan lainnya sebesar Rp4.781 5. terdiri dari tagihan kepada Pemerintah karena keanggotaan pada IMF sebesar Rp2. SU-004.826.826.956 2.646. Tagihan kepada Pemerintah dalam Rupiah Lainnya merupakan tagihan yang terjadi sebelum berlakunya UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang. SU-007.Tagihan lainnya dalam Rupiah Jumlah 2. keanggotaan pada International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) sebesar Rp57.956 228.661 juta.198 3.338 9.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 c) Perubahan ketiga SRBI-01 yang disampaikan dengan surat Menteri Keuangan Nomor S-84/MK.064.697.956 juta.Tagihan karena keanggotaan Pemerintah dalam Lembaga Internasional .861 juta.Tagihan bunga kepada Pemerintah . Penyelesaian lebih lanjut atas tagihan ini sedang dalam proses pembahasan kembali antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Tagihan kepada Pemerintah berupa SU-002.772 18.492 2.

322.Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) .248 10.437 5.338 juta terdiri dari: .714 29 .322.712 1.975 juta.503 juta.676 juta.691 1. 2008 sebesar Rp63.684 Rp juta 3.Pinjaman Dua Tahap (TSL) .714 juta dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta . 11.A.A. Tagihan ini adalah tagihan dalam rangka restrukturisasi utang swasta sebesar USD2. .Tagihan bunga SRBI-01 sebesar Rp52.978. dan SU-007 sebesar Rp31.917. . Tagihan kepada Pemerintah dalam Valuta Asing Tagihan kepada Pemerintah dalam Valuta Asing merupakan tagihan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang.Tagihan dalam rangka Subsidi Bunga Kredit Program per tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp144.945.422 689. serta periode T. KLBI.198 juta terdiri dari tagihan kepada Perum Peruri sebesar Rp9.Tagihan bunga SU-002.890 juta.418 5.248 11. SU-004.395 6.509.893. 2007 sebesar Rp54.684 juta dan Rp11. periode T.509.394 13.Tagihan Bunga SOL.A.Pinjaman Subordinasi (SOL) .495.958.274.368 juta terdiri dari tagihan subsidi bunga kredit program periode T.978. c) Tagihan lainnya dalam Rupiah sebesar Rp9.947 juta pada tanggal 31 Desember 2008.Kredit Likuditas Bank Indonesia (KLBI) . Tagihan kepada Bank Tagihan kepada Bank dalam Rupiah per tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp10. dan TSL .911 0 12.007 juta yang masih dalam proses penyelesaian dan tagihan lainnya sebesar Rp191 juta. 2009 sebesar Rp25. b.522 49.37 atau setara dengan Rp31.294 juta.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 b) Tagihan bunga kepada Pemerintah sebesar Rp228.Tagihan Bunga Lainnya Jumlah 3.

00% . Bank Indonesia telah mengantisipasi secara memadai kemungkinan risiko yang terjadi atas tagihan-tagihan tersebut. Tagihan bunga FSD belum dialihkan kepada BPPN namun telah diperhitungkan oleh BPPN dalam proses rekapitalisasi tiga bank berstatus BTO tersebut.581.798.00% 6.671 8. Bank Indonesia telah beberapa kali meminta penegasan Pemerintah atas penyelesaian tagihan bunga FSD dimaksud.00% 3. 12.594 5.798.861 juta dan Rp8.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Bunga Setahun .50% Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sebesar Rp689. Penyelesaian tagihan tunggakan KUT dimaksud masih menunggu hasil pembahasan risk sharing dengan Pemerintah.13. Tagihan pokok FSD telah dialihkan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan akta Cessie pada tahun 1999.581.87% Bunga Setahun 0.338 383. Tagihan bunga lainnya merupakan tagihan bunga atas Fasilitas Saldo Debet (FSD) kepada tiga bank berstatus Bank Take Over (BTO) yang diberikan pada tahun 1998.Tagihan Lainnya Jumlah 2.222 Rp juta Termasuk dalam tagihan karena pemberian kredit channeling adalah tunggakan Kredit Usaha Tani (KUT) sebesar Rp5.222 juta.10.15. terakhir dengan surat Nomor 10/15/DpG/DKBU tanggal 12 Desember 2008.00% 9.20.829.861 2. 30 .462 8.061 5. terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .20% .708.Tagihan pada BUMN yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pengalihan sisa kredit program . FPJP tersebut telah dilunasi pada tanggal 11 Februari 2009.469 juta. Tagihan kepada Lainnya Tagihan kepada Lainnya dalam Rupiah per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing adalah sebesar Rp8.TSL 0.336.20% .75% .00% 0.Tagihan karena pemberian kredit channeling . Terkait dengan hal tersebut. namun sampai tanggal 31 Desember 2009 belum mendapatkan tanggapan.394 juta merupakan pemberian FPJP kepada satu bank umum swasta nasional.957 407.560. Bank tersebut sejak tanggal 20 November 2008 masuk dalam program penyelamatan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).862.SOL .KLBI .

Dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang. Penyertaan modal tersebut telah memperoleh izin dari DPR RI.000. b. dan lembaga internasional.00. Penyertaan Bank Indonesia mempunyai penyertaan pada lembaga perbankan dan lembaga keuangan lainnya.753 0. stabilitas sistem keuangan. sistem pembayaran.00/saham dengan total harga perolehan SDR42.60 712.467 juta.467 82. Tujuan dari penyertaan tersebut adalah untuk memperoleh akses lebih besar terhadap kegiatan BIS dalam pengambilan keputusan.753 220. Bank Indonesia membeli 3.000.67 617.55% dari total saham yang beredar) pada tanggal 29 September 2003 dengan nilai nominal SDR5. meningkatkan kerjasama di bidang kebanksentralan yang berkaitan dengan kebijakan moneter. yang menyatakan bahwa Bank Indonesia dapat melakukan kerjasama dengan bank sentral lainnya. organisasi.PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia 82.000 lembar saham (0.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 13. meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.054.55 17. dan pengaturan perbankan. Posisi penyertaan tersebut pada tanggal 31 Desember 2009 setara dengan Rp617.PT Asuransi Kredit Indonesia .55 14.Bank for International Settlements . Bank Indonesia telah melaksanakan 31 .000 0. dengan rincian sebagai berikut: Persentase 31 Desember Persentase 31 Desember kepemilikan 2009 kepemilikan 2008 % Penyertaan pada: .467 220. memanfaatkan fasilitas yang disediakan.22 0 932.22 0 837. Bank Indonesia melakukan penyertaan pada Bank for International Settlements (BIS) berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang vide pasal 57.000 Rp juta % Rp juta a.

280.000 juta.000 juta (85.22%. Bank Indonesia telah menyelesaikan proses penitipan dana hak opsi PT AIA kepada BHP tanggal 24 November 2009. maka modal disetor meningkat dari sebesar Rp1. Bank Indonesia telah menawarkan saham PT BPUI dan PT Askrindo kepada Pemerintah. Pemerintah c. Pengadilan telah mengeluarkan putusan yang antara lain mengabulkan gugatan Bank Indonesia untuk membatalkan perjanjian pengalihan 40% saham Bank Indonesia kepada PT AIA. dan mengharuskan Bank Indonesia untuk menitipkan dana pengalihan saham sebesar Rp7.000 juta menjadi sebesar Rp1. Nilai penyertaan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2009 adalah nihil karena ekuitas PT BPUI bersaldo negatif akibat utang PT BPUI kepada Pemerintah berupa Rekening Dana Investasi dalam rangka Stabilisasi Pasar Modal (RDI SPM). pada tanggal 24 Maret 2009.Pemerintah c. Pada tanggal 25 November 2009 dalam Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dengan Gubernur Bank Indonesia. Atas permasalahan hak opsi PT Artha Investa Argha (AIA) terhadap kepemilikan 40% saham BPUI. Kementerian Keuangan Rp 1.500 juta dengan porsi kepemilikan 82.000 juta . 2) PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Nilai penyertaan Bank Indonesia di PT Askrindo telah menurun dari 17. Sehubungan dengan penawaran tersebut. 32 . Dengan adanya PMN tersebut. Saat ini Pemerintah dan PT BPUI tengah melakukan penyelesaian restrukturisasi pinjaman RDI SPM PT BPUI dimaksud. Sebagai tindak lanjut dari keputusan pengadilan tersebut. Menteri Keuangan dan Menteri Negara BUMN.67%) Pada tanggal 30 Januari 2009. dengan komposisi sebagai berikut: .465 juta kepada Balai Harta Peninggalan (BHP). Adapun perkembangan pelaksanaan divestasi sampai dengan tanggal 31 Desember 2009 sebagai berikut: 1) PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Nilai penyertaan awal Bank Indonesia di PT BPUI adalah Rp18.250. telah disetujui divestasi PT Askrindo dan PT BPUI kepada Pemerintah secara hibah.000 juta.60% pada tahun 2008 menjadi 14. karena adanya tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dilakukan Pemerintah Indonesia di PT Askrindo pada tanggal 30 Desember 2009 sebesar Rp250.67% pada tahun 2009.33%) (14.q.Bank Indonesia Rp 220. pada tanggal 10 Juni 2009.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 upaya-upaya dalam proses pelaksanaan divestasi atas penyertaan pada bank dan lembaga keuangan yang dilakukan sebelum berlakunya ketentuan tersebut.q Menteri Keuangan menyatakan pada prinsipnya dapat menerima penawaran Bank Indonesia melalui mekanisme hibah.500.

Aktiva Lain-lain pada Indo Plus BV (IPBV).377. Aktiva Sewa Guna Usaha.589.766 9. serta Aktiva Lainnya.115 114.494 8. Aktiva Tidak Berwujud.112.380 83.573 7.090 juta.194.Aktiva Tetap.802 1.068. 14.199 415.Aktiva Lain-lain pada IPBV .182 9.031 Rp juta a. Posisi Aktiva Lain-lain pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp9.671.294 juta.210. Aktiva Sewa Guna Usaha.999 0 1.Selain Tanah dan Bangunan Aktiva Tidak Berwujud Aktiva Sewa Guna Usaha Aktiva Dalam Penyelesaian 6.750.629 Rp juta 33 .589.029 6.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Saat ini Bank Indonesia sedang mempersiapkan pelaksanaan divestasi melalui mekanisme hibah dimaksud.671.444 juta dan Rp6.000 6. Aktiva Sewa Guna Usaha dan Aktiva Tidak Berwujud per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp6.130 1.294 438.090 6.155. Aktiva Lain-lain Aktiva Lain-lain terdiri atas Aktiva Tetap.615.199 juta dan Rp9.194.444 376.827.209 310.873 56.404. dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .234 1.Persediaan Bahan Uang dan Uang Muka Pengadaan Uang .Tanah dan Bangunan . dan Aktiva Tidak Berwujud Nilai buku Aktiva Tetap. Aktiva Tetap.740 83. Aktiva Sewa Guna Usaha dan Aktiva Tidak Berwujud (Nilai buku) . Persediaan Bahan Uang dan Uang Muka Pengadaan Uang.Aktiva Pajak Tangguhan . dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Harga Perolehan/Revaluasi Aktiva Tetap: .615.414 127.175.Lainnya 1.209 364.

c.Bangunan .281 1.78 atau setara dengan Rp362.822 juta. Penjelasan lebih rinci mengenai Aktiva Pajak Tangguhan dijelaskan dalam Catatan C. Sementara itu. d.209 8. Untuk pertama kali nilai FPN yang dikeluarkan IPBV pada tanggal 26 Januari 2004 sebesar USD294.556 Nilai Buku 6.899 668.98 34 .335 6.259.589.11 dan EUR3.615. Lainnya Termasuk dalam Pos Lainnya adalah penempatan dana pada Indover Bank Amsterdam (IBA) dan Indover Asia Limited Hongkong (IAL) yang terdiri dari USD111.00. serta di ING Bank sebesar USD99. Aktiva Lain-lain pada IPBV Aktiva Lain-lain pada IPBV merupakan tagihan kepada IPBV yang terdiri dari tagihan Floating Principal Note (FPN) dan tagihan lainnya yang digunakan sebagai cadangan untuk biaya operasional IPBV.492 1.232.949.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aktiva Tetap: .23. Tagihan FPN merupakan tagihan yang berasal dari Non Performing Loans (NPL) eks Indover Bank yang dialihkan pengelolaannya kepada IPBV.42 dan EUR183.53 atau setara dengan Rp13.Selain Bangunan Aktiva Sewa Guna Usaha Aktiva Tidak Berwujud 558. nilai FPN terkini adalah sebesar USD38.399.209 16.799.104.946 83. Dari jumlah tagihan lainnya tersebut oleh IPBV disimpan di Indover Bank sebesar USD1.452.538. nilai tagihan lainnya kepada IPBV adalah sebesar USD1.33.159 juta dan EUR3.399.130 juta.294 Rp juta b.355.668 794. Berdasarkan laporan triwulanan IPBV terakhir tanggal 30 September 2009.598.28.238.898. Secara periodik (triwulanan) IPBV memutakhirkan nilai FPN tersebut untuk menggambarkan nilai NPL terkini yang dikelola.297. Aktiva Pajak Tangguhan Posisi aktiva pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp127.444 477.187 83.56 atau setara dengan Rp48 juta.

Sampai saat ini proses pengadilan atas claim Bank Indonesia tersebut masih berlangsung – lihat Catatan D.756 juta dan Rp16.4. Pada tanggal 5 November 2009.000.709) Rp juta 17. 15.Saldo awal .382 78 (42. Penyisihan Aktiva Total penyisihan aktiva pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp15.409.152 16.399.606 juta.382 juta. Selanjutnya pada bulan Maret 2010 Bank Indonesia telah mengajukan Statement of Claim ke Pengadilan Amsterdam meminta agar claim Bank Indonesia di IBA tersebut dapat sepenuhnya diakui menjadi acknowledged claim.474.469 juta dan Rp264. Penempatan dana pada IAL dalam bentuk deposito sebesar USD80.995) 15. dalam Creditors Meeting di Pengadilan Amsterdam.046. Belanda.Saldo akhir (1.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 atau setara dengan Rp1.409.003.194 juta dan EUR4.Pengurangan (penambahan) pembentukan penyisihan aktiva .93 atau setara dengan Rp67.382 16.Pemulihan penyisihan aktiva .474.922 juta dengan rincian sebagai berikut: 35 . Uang dalam Peredaran Uang dalam Peredaran merupakan alat pembayaran yang sah dan tidak berada dalam penguasaan Bank Indonesia dengan posisi per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing adalah sebesar Rp279.00 telah dilunasi oleh IAL pada bulan Maret 2010.243 48 (2. tagihan Bank Indonesia di IBA ditetapkan sebagai disputed claim also provisionally acknowledged.474.021.710.038. dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .756 767.382 juta per 31 Desember 2009 serta Aktiva Lainnya sebesar Rp61.000.667.Penggunaan untuk penghapusbukuan aktiva .987.10 – Tagihan kepada Pemerintah. 16.e.061) Penggunaan Penyisihan Aktiva antara lain untuk penghapusbukuan tagihan terkait restrukturisasi utang swasta sebagaimana dijelaskan pada Catatan C.

137 Rp juta 32.179 juta.420. dan rekening lainnya milik Bendaharawan Umum Negara (BUN) di luar RKUN yang telah dikategorikan sebagai Rekening Penempatan oleh Pemerintah sebesar Rp7.313 93. untuk menampung kelebihan dana di RKUN.010.Dalam Rupiah .Dalam valuta asing 31.710 juta antara lain terdiri dari: a) Rekening giro Sub BUN dalam rangka program penjaminan sebesar Rp82.763 389.614 10.038.922 17.801 juta.480.125.457.107 juta yang dananya berasal dari penerbitan SUP Nomor SU-004/MK/1999.689 2.493 (920. antara lain terdiri dari: 1) Rekening Kas Umum Negara (RKUN) senilai Rp2. Giro Pemerintah Bank Indonesia dalam melaksanakan fungsinya sebagai pemegang kas pemerintah mengelola giro pemerintah dengan rincian: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .162. 2) Rekening Penempatan terdiri dari Rekening Kas Penempatan sebesar Rp20.Uang Kertas .704.441.027 juta. b) Rekening Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebesar Rp5.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Uang yang dicetak: .823 juta.530) (114.227 3.Uang Khusus Uang yang telah dicabut dan ditarik dari Peredaran Uang dalam Persediaan Lainnya Jumlah Uang dalam Peredaran 393.286 61.923.469 Rp juta 319.Uang Logam .528 (11.399.008 10.858 54.020.279 23.595) 264.599 a. antara lain untuk menampung dana Sisa Anggaran Lebih (SAL).746.050) 279. Giro Pemerintah dalam Rupiah per 31 Desember 2009.281) (16.054.673.213. 36 .053.998) (53.796 316.714) (1. c) Rekening Pemerintah atas subsidi bunga kredit program yang masih harus diterima sebesar Rp767.178.995.004.

Tingkat bunga atas RKUN Rupiah.5% dari DPK dalam rupiah.GBI/2009 ditetapkan sebesar 65% dari suku bunga acuan. GWM ditetapkan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing.719 juta.46 atau setara dengan Rp86.855.5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah. Sesuai PBI Nomor 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Perubahan atas PBI Nomor 10/19/PBI/2008. GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi terdiri dari GWM Utama dalam rupiah sebesar 5% dari DPK dalam rupiah dan GWM Sekunder dalam rupiah sebesar 2.957 juta dan rekening lainnya milik BUN di luar RKUN yang telah dikategorikan sebagai Rekening Penempatan oleh Pemerintah dalam valuta USD dan non USD yang setara dengan Rp13. Sementara tingkat bunga atas rekening penempatan dalam rupiah. Sesuai SE Nomor 11/29/DPNP dimaksud. RKUN valuta USD.011. 37 . Giro Bank Giro Bank adalah saldo giro bank umum yang antara lain digunakan untuk pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM). 2) Rekening Penempatan terdiri dari Rekening Kas Penempatan sebesar USD942.838 juta. Tata cara pemenuhan GWM Sekunder dalam rupiah diatur di dalam SE Nomor 11/29/DPNP tanggal 16 Oktober 2009 tentang Perhitungan Giro Wajib Minimum Sekunder dalam Rupiah.1%.238.678. 18.062.05/2009 dan Nomor 11/3/KEP.34 atau setara dengan Rp8. rekening penempatan dalam valuta USD. SBSN untuk seluruh jenis dan jangka waktu (tidak termasuk SBSN yang tidak dapat diperdagangkan). GWM dalam Rupiah ditetapkan sebesar 7.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 b. dan RKUN valuta asing non USD per tahun adalah 0. Giro Pemerintah dalam valuta asing per 31 Desember 2009 antara lain terdiri dari: 1) Rekening Kas Umum Negara sebesar USD9.389 juta dan sebesar JPY678. dan rekening penempatan valuta asing non USD per tahun ditetapkan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang mengatur mengenai koordinasi pengelolaan Uang Negara dan untuk pertama kali berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 17/KMK. komponen yang dapat diperhitungkan sebagai cadangan dalam pemenuhan GWM Sekunder dalam rupiah adalah SBI untuk seluruh jangka waktu.080.668 atau setara dengan Rp68. dan GWM dalam valuta asing sebesar 1% dari DPK dalam valuta asing. SUN berupa ON dan/atau SPN untuk seluruh jenis dan jangka waktu (tidak termasuk SUN yang tidak dapat diperdagangkan). Excess Reserve.713.

Berdasarkan PBI Nomor 6/21/2004 tanggal 3 Agustus 2004 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah sebagaimana telah diubah dengan PBI Nomor 10/23/PBI/2008 tanggal 16 Oktober 2008.449 100. tergantung kepada besarnya DPK bank yang bersangkutan.589.608 Rekening giro IMF digunakan untuk mencatat pembayaran kuota Indonesia dalam Rupiah.077 19.987 600. Kewajiban untuk memelihara GWM dalam Rupiah maupun valuta asing dimaksud berlaku pula bagi bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah (bank syariah).916.164 Rp juta 1.989 11. Bank Indonesia tidak memberikan jasa giro atas saldo rekening giro bank dalam Rupiah di Bank Indonesia. bagi bank syariah yang memiliki DPK di atas Rp1 triliun.021. Bank Indonesia tidak memberikan jasa giro atas saldo rekening giro bank syariah.493 1.700 41.519.438 Rp juta 79. 2% dan 3%.062 85.944. Saldo Giro Bank per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Dalam Rupiah Dalam Valuta asing 89.623 26. serta memiliki rasio pembiayaan dalam Rupiah terhadap DPK dalam Rupiah kurang dari 80%.854 1.119.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Mulai tanggal 24 Oktober 2008 berdasarkan PBI Nomor 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008.637 18. GWM dalam Rupiah bagi bank syariah ditetapkan sebesar 5% dari DPK dalam Rupiah dan GWM dalam valuta asing sebesar 1% dari DPK dalam valuta asing. Giro Lainnya 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Rekening Giro IMF Rekening Giro Bank Dunia Rekening Giro ADB Rekening Giro Lainnya 919.015 5.491 3. berlaku pula kewajiban tambahan GWM dalam Rupiah sebesar 1%. Di samping itu. penarikan Reserve Tranche Facility (RTF) dan apabila terdapat penarikan 38 .230.987 652.027.678.197. termasuk bank dan kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan juga melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang selanjutnya disebut Unit Usaha Syariah.

BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 pinjaman (IMF Account Number 1) serta rekening transaksi administratif antara Pemerintah Indonesia dengan IMF (IMF Account Number 2). Penyesuaian kurs ini dialokasikan ke Bank Indonesia dan Pemerintah.592 juta dan Rp175. 20.788) 175.025. dan Flexible Credit Line (FCL).1 bulan .342.804 172.962. yang nilainya ditetapkan oleh Dewan Gubernur IMF. Indonesia berkewajiban untuk memberikan kontribusi pada suatu cadangan yang dibentuk oleh IMF dalam bentuk kuota.700 19. Rekening giro IMF direvaluasi setiap tanggal 30 April berdasarkan kurs yang ditetapkan IMF pada tanggal tutup buku IMF.108) 254. Total kuota Indonesia per 31 Desember 2009 adalah sebesar SDR2.191.000. Sebagai anggota IMF.00. Kumpulan dari kuota negara-negara anggota IMF merupakan sumber dana bagi pemberian fasilitas pinjaman IMF seperti Stand-By Arrangement (SBA). Jumlah ini juga termasuk pembayaran kuota dalam rupiah dan revaluasi atas Fund’s Securities Account.066.993 18. Bank Indonesia menanggung penyesuaian saldo nilai lawan rupiah yang berkaitan dengan penarikan pinjaman (IMF Account Number 1).960.3 bulan . Sertifikat Bank Indonesia Sertifikat Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 tercatat masing-masing sebesar Rp254. Cadangan tersebut akan digunakan sebagai sumber pendanaan untuk kegiatan IMF. Rincian Sertifikat Bank Indonesia adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Nilai nominal menurut jangka waktu: .400 62.079.599 Rp juta 39 .212.300.342. Revaluasi yang menjadi bagian Pemerintah tersebut apabila diselesaikan dengan menerbitkan promissory note akan menambah atau mengurangi nilai promissory note Pemerintah yang diadministrasikan dan disimpan oleh Bank Indonesia. Extended Fund Facility (EFF).887.600 122.191. Total nilai promissory note per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp30.672.6 bulan Dikurangi: Diskonto (bunga dibayar di muka) yang belum diamortisasi (1. sedangkan Pemerintah menanggung penyesuaian kurs yang berkaitan dengan pembayaran kuota dalam Rupiah (IMF Account Number 1) dan rekening transaksi administratif antara Pemerintah Indonesia dengan IMF dalam mata uang lokal (IMF Account Number 2).221 juta.024.592 (1.331.804 juta.000 37.

739) 82.367 juta.54% .12.824. Sertifikat Bank Indonesia Syariah Sertifikat Bank Indonesia Syariah pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 tercatat masing-masing sebesar Rp4.50% 9.1 bulan .32545% 7.300 juta.11.10.25% Rp juta 21.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Kisaran Tingkat Diskonto SBI: .447.10.341.24% 7. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) termasuk Fine Tune Kontraksi (FTK) pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing tercatat sebesar Rp82.11.233) 75.24053% 22.600 (97.14 hari .83% .45885% .461 82.200 juta dan Rp2.673.375.93% .46% .824.341.6 bulan 6.673.200 4.375.300 2.62% .200 31 Desember 2008 Rp juta 75.30% 7.11.11.300 6.33% 6. Rincian FASBI adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 Rp juta Nilai nominal periode 1-7 hari Dikurangi: Diskonto (bunga dibayar di muka) yang belum diamortisasi (71.7 hari .10.3 bulan .97451% .824. Rincian Sertifikat Bank Indonesia Syariah adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 Rp juta Nilai nominal menurut jangka waktu: .200 Kisaran tingkat imbalan SBIS 1 bulan 31 Desember 2008 Rp juta 0 0 2.63% .770.341.367 40 .461 juta dan Rp75.28 hari 0 0 4.61% 6.

34% .1 hari Over Night .00% . Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali pada tanggal 31 Desember 2009 tercatat sebesar Rp2.7 hari Tingkat Diskonto dari FTK .8.1 hari Over Night .9. 25.75% 7.392 31. berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 10/37/DPM tanggal 13 November 2008 perihal Transaksi Reverse Repo Surat Utang Negara Dengan Bank Indonesia Dalam Rangka Operasi Pasar Terbuka.00%. 24.10. Pinjaman dari Pemerintah Pinjaman dari Pemerintah terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Dalam Rupiah Dalam valuta asing 131.45%.50% 6.25% 6.042 juta dengan repo rate sebesar 6.222 Rp juta 159.25% 6.8.386. Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) pada tanggal 31 Desember 2009 tercatat sebesar Rp3. Sejak tanggal 6 Maret 2009 telah dilakukan setelmen Reverse Repo yang pertama.348 206. Sejak tanggal 20 April 2009 telah dilakukan setelmen FASBIS yang pertama.675 46.556.75% - 31 Desember 2008 Rp juta 3. Transaksi Reverse Repo berjangka waktu satu hari sampai dengan satu tahun.00% .BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 Rp juta Tingkat bunga dari FASBI .9.00% 7.98% .2 s/d 90 hari 7.023 41 .9.23% .23% . berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/8/DPM tanggal 27 Maret 2009 perihal Tata Cara Transaksi Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah dalam Rupiah (FASBIS).66% 23.000 juta dengan kisaran tingkat imbalan FASBIS 6.830 163.

062 5.692 7. Pinjaman Luar Negeri Pinjaman Luar Negeri terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta a. Pinjaman Sindikasi dari Bank Luar Negeri Pinjaman Sindikasi dari bank luar negeri merupakan pinjaman sindikasi dari bankbank internasional kepada Bank Indonesia atas nama Pemerintah yang digunakan untuk cadangan devisa nasional.486.279 7.424.204 3. Pinjaman non sindikasi dari bank luar negeri c. Hongkong Branch yang bertindak sebagai agent.386.424.909 47.175 Rp juta 7. Pembayaran pokok dilakukan semesteran yaitu setiap bulan Maret dan September.629 37.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Pinjaman dari Pemerintah dalam Rupiah antara lain terdiri dari penerimaan pinjaman Pemerintah dalam rangka program Two Step Loan (TSL) yaitu ASEAN Japan Development Fund for Indonesia (AJDF) untuk Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) sebesar Rp130. 26.00 atau setara dengan Rp31.880 a.000.695.000. Pinjaman sindikasi dari bank luar negeri b.137 7.177.479.567 4. jumlah pinjaman sebesar USD500. Pinjaman Sindikasi terdiri dari: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta 1) Pinjaman Sindikasi Tahun 1994 2) Pinjaman Sindikasi Tahun 1995 1.342 5. Pinjaman dari Pemerintah dalam valuta asing per 31 Desember 2009 adalah pinjaman dari pemerintah dalam rangka TSL dari Asian Development Bank (ADB) sebesar USD3.772 5. Tingkat bunga adalah 42 .160. Pembayaran pokok pertama dilakukan pada tanggal 28 Maret 2002 dan terakhir pada tanggal 28 Maret 2013.609 juta.938.00 dan pinjaman tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Maret 1994.736. Bunga yang masih harus dibayar 5.830 juta.695.629 Rp juta 1.909 1) Pinjaman Sindikasi Tahun 1994 Merupakan pinjaman sindikasi dari kreditur luar negeri dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ.518.

000.00.000. Dalam London Club II telah dilakukan amandemen pada tanggal 28 September 2000.000. yakni menjadwal ulang pinjaman pokok sebesar USD200.000. Dalam rangka memenuhi asas comparability treatment dari kesepakatan Paris Club I dan II telah dilakukan rescheduling pokok pinjaman sindikasi melalui London Club I dan II.835.655 juta dan JPY3. Sedangkan London Club II telah dilakukan amandemen kedua tanggal 28 September 2000 yakni menjadwal ulang pinjaman pokok sebesar USD150.000.000.000.00 dan pinjaman tersebut ditandatangani pada tanggal 14 Juni 1995..625% dan TIBOR + 0.000. Pembayaran pokok dilakukan secara semesteran yaitu setiap bulan Juni dan Desember dengan pembayaran pokok pertama tanggal 14 Juni 2002 dan terakhir tanggal 14 Desember 2013.155.03 atau setara dengan Rp825.625% pada tahun pertama dan LIBOR + 0.00 untuk pembayaran periode 28 September 2000 sampai dengan 29 Maret 2009. Dalam rangka memenuhi asas comparability treatment kesepakatan Paris Club II dan III telah dilakukan penjadwalan ulang pokok pinjaman sindikasi melalui London Club II dan III. Dari USD500.840 atau setara dengan Rp351.000.000. Sedangkan pada London Club III telah dilakukan amandemen kedua tanggal 6 September 2002 yakni menjadwal ulang pokok pinjaman sebesar USD300.000.000. Tingkat bunga pinjaman yang diamandemen adalah LIBOR + 0.00 untuk periode pembayaran 28 Maret 2002 sampai dengan 28 Maret 2013. Tingkat bunga untuk pinjaman yang telah diamandemen adalah LIBOR + 0.625%.00 untuk periode pembayaran 14 Desember 2008 sampai dengan 14 Desember 2019. Ltd.912 juta.460.875% dan TIBOR + 0.00 pinjaman tersebut hanya ditarik sebesar USD350.875% pada tahun selanjutnya. Sesuai Master Loan Agreement (MLA) penarikan pinjaman dapat dilakukan dalam bentuk valuta USD dan JPY.580. Tingkat bunga pinjaman 43 . Singapore Branch yang bertindak sebagai agent. Sesuai MLA penarikan pinjaman dapat dilakukan dalam bentuk valuta USD dan JPY.875%.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 LIBOR + 0.000.875% dan TIBOR + 0. jumlah pinjaman sebesar USD500. 2) Pinjaman Sindikasi Tahun 1995 Merupakan pinjaman sindikasi dari kreditur luar negeri dengan The Mizuho Corporate Bank. Pada London Club I telah dilakukan amandemen pertama pada tanggal 28 Maret 1999 yakni menjadwal ulang pinjaman pokok sebesar USD210.00 dengan pembayaran periode 14 Juni 2004 sampai dengan 14 Desember 2013. Tingkat bunga adalah LIBOR + 0. Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar USD87.875%.000.

Utang pajak .692 juta pada tanggal 31 Desember 2008.714 atau setara dengan Rp1.677 Rp juta 31 Desember 2008 Valas Rp juta a.605. 27. Kewajiban Imbalan Kerja Bank Indonesia menyelenggarakan program imbalan kerja yang terdiri dari imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya. Pinjaman ini diangsur dalam 36 cicilan secara semesteran mulai tanggal 27 April 2003 dan akan berakhir pada tanggal 27 Oktober 2020. Pinjaman ini diberikan oleh International Cooperation and Development Fund (pengalihan dari The Export Import Bank of the Republic of China.352 juta.5% setahun dan digunakan untuk melanjutkan.000.991 1.661 33.92 atau setara dengan Rp37.Lainnya 1.00 4.000.022.246.347 840.00 dan tingkat bunga 3.045.904 334.951 10.218 2.957. Kewajiban Lain-lain Kewajiban Lain-lain per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 terdiri dari: 31 Desember 2009 Valas .095.580. Bunga Yang Masih Harus Dibayar Perhitungan bunga atas Pinjaman Luar Negeri yang telah menjadi beban namun belum dibayar karena belum jatuh tempo adalah sebesar Rp3.279 juta per 31 Desember 2008.342 juta pada tanggal 31 Desember 2009 dan Rp7.017.875%. Perhitungan imbalan pasca 44 .078.000. Pinjaman Non Sindikasi dari Bank di Luar Negeri Posisi pinjaman non sindikasi adalah sebesar USD3. Saldo pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar USD372. c.710 juta dan JPY10.416.Setoran jaminan pembukaan L/C dalam valas .438. dan sebesar USD4.133 12.Alokasi Hak Tarik Khusus (SDR) .Kewajiban Imbalan Kerja . b. meningkatkan.64 atau setara dengan Rp47.906.049.720.00 atau setara dengan Rp3.204 juta per 31 Desember 2009.875% dan TIBOR + 0.003.000.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 yang diamandemen adalah LIBOR + 0.812 7. Taipei) dengan plafon sebesar USD10.003 2.317.056 378.500.00 29.980.207 238.716. mengembangkan dan memperkenalkan program kredit koperasi.956.

5% untuk Tunjangan Hari Tua (THT).561) 0 23.325) (287. imbalan kerja jangka panjang lainnya. pendanaan YKKBI berasal dari iuran THT dari Bank Indonesia sebesar 20% dari gaji pokok dengan memperhatikan indeks kota.580.115) (115. imbalan pasca kerja.808) (268.476) (804. pendanaan DAPENBI berasal dari iuran pegawai dan pemberi kerja masing-masing sebesar 7% dan 13% dari penghasilan dasar pensiun.050 0 112.104) 0 34. imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya.821) (848. Program imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun manfaat pasti yang dikelola oleh DAPENBI.080 Saldo Aktiva/(Kewajiban) 31 Desember 2009 (405. kewajiban.246.812) (2. THT (BKP dan Baperum) yang dikelola YKKBI.097) (894.001) (144.457) (228.277) (706. imbalan pasca kerja tanpa pendanaan antara lain berupa Uang Masa Persiapan Pensiun dan Uang Perpisahan Pegawai dan imbalan kerja jangka panjang lainnya antara lain berupa Uang Cuti Besar dan Uang Penghargaan Pengabdian.737) 168. 45 .056 juta. Pada posisi 31 Desember 2009. dan pajak untuk imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp2.580.677) (46.228 0 (53.870) (299. dan beban imbalan kerja pada periode tahun 2009 adalah sebagai berikut: Pajak untuk Imbalan Imbalan Pasca Kerja Kerja dan Imbalan Jangka Kerja Jangka Panjang Panjang Lainnya Lainnya Rp juta (4) Rp juta (5) Manfaat Pensiun Rp juta (1) THT Rp juta (2) Imbalan Pasca Kerja Rp juta (3) Jumlah Rp juta (6) Saldo Aktiva/(Kewajiban) 31 Desember 2008 Beban Imbalan Kerja Kontribusi Bank Indonesia Pembayaran Manfaat (345. THT.750 (743.278 242.218 (122.056) Total kewajiban imbalan kerja manfaat pensiun.112 0 184. Mutasi aktiva.745) 56.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya dilakukan oleh aktuaris independen pada posisi 31 Desember 2009 dengan tingkat diskonto sebesar 11% untuk manfaat pensiun serta 10.001) (2. Pada posisi 31 Desember 2009.

904 juta. Atas dasar guidance tersebut. Sejak diciptakannya SDR di tahun 1969. kecuali biaya administrasi yang besarnya kurang dari 0. Lainnya Saldo Kewajiban Lainnya per 31 Desember 2009 sebesar Rp1. Penjelasan lebih rinci mengenai utang pajak dijelaskan dalam Catatan C. karena interest yang diterima sama dengan charges yang dibayar.661 juta termasuk di dalamnya adalah kewajiban yang timbul atas Putusan MA RI Nomor 1348K/Pdt/2004 tanggal 19 Oktober 2005 perihal perkara salah satu Bank Eks BBO/BBKU. sehingga diklasifikasikan sebagai other debt liabilities dalam kelompok long-term liabilities. Alokasi Hak Tarik Khusus Alokasi SDR merupakan mekanisme yang ditempuh IMF untuk menambah likuiditas global jika dibutuhkan dan untuk menambah cadangan devisa negara-negara anggota dengan biaya relatif murah.01% per tahun. d. IMF telah tiga kali memberikan Alokasi Umum SDR kepada Negara anggota yaitu: 1) Alokasi SDR yang disampaikan secara bertahap pada periode tahun 1970-1972. Di samping Alokasi Umum SDR. maka negara anggota. Alokasi SDR yang pada tahun 2008 diklasifikasikan sebagai Giro Pemerintah selanjutnya diklasifikasikan menjadi kewajiban lain-lain bank sentral atas nama Pemerintah Republik Indonesia. secara netto tidak terkena charges. dan 3) 28 Agustus 2009. Sepanjang Alokasi SDR tersebut tidak dimanfaatkan (tidak dikonversi menjadi hard currencies). 2) Alokasi SDR yang disampaikan secara bertahap pada periode tahun 1979-1981. Keputusan Alokasi SDR tersebut memerlukan dukungan 85% suara negara anggota IMF.28. yang menjadi kewajiban tanggung jawab renteng antara BPPN/Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia. c.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 b. IMF juga dapat menambah Alokasi Khusus SDR yang dilakukan satu kali pada tahun 1997 dan baru disetujui oleh 85% negara anggota pada bulan Agustus 2009 dan kemudian dialokasikan kepada negara anggota pada tanggal 9 September 2009. pencatatan Alokasi SDR menurut guidance dalam Balance of Payment Manual 6 (BPM6) sesuai karakteristiknya berjangka waktu sangat panjang. termasuk Indonesia.991 juta dan Rp12. Alokasi SDR tidak mengandung conditionality seperti halnya fasilitas pinjaman IMF pada umumnya. Berdasarkan surat IMF tanggal 3 September 2009. Utang Pajak Saldo utang pajak per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp10. 46 .095.

137.130 127.661 20.589 628.575 15.248.514 - 944.Des 2009 Rp juta Surplus (defisit) sebelum pajak penghasilan Koreksi Fiskal Positif Beda Tetap: 1) Natura dan Kenikmatan 2) Bantuan atau Sumbangan 3) Penyusutan Aktiva Tetap dan Inventaris 4) Lainnya Jumlah Beda Waktu: 1) Imbalan Pasca Kerja dan Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya 2) Penyusutan Aktiva Tetap dan Inventaris Jumlah Koreksi Fiskal Negatif Beda Tetap: Beda Waktu: Imbalan Pasca Kerja dan Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Surplus (Defisit) Kena Pajak Perhitungan Pajak Terutang 28% x Rp0 Jumlah Pajak Terutang Kredit Pajak: Angsuran PPh pasal 25 PPh Badan Kurang (Lebih) Bayar (1.153 36.294 0 - (628. Rekonsiliasi Rekonsiliasi antara surplus (defisit) sebelum pajak penghasilan yang ditunjukkan dalam laporan keuangan dan penerimaan (beban) pajak penghasilan: Jan . Penerimaan (Beban) Pajak Penghasilan Penerimaan (Beban) pajak penghasilan untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Jan . Perpajakan a.633 965.197 13.034) Jan .Des 2008 Rp juta 17.Des 2009 Rp juta Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penerimaan (Beban) Pajak Tangguhan 0 127.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 28.130 Jan .713) 0 0 0 0 - 47 .Des 2008 Rp juta - b.487) (171.955 563.

807 171.831 3 0 0 70 12.000. modal Bank Indonesia ditetapkan berjumlah sekurang-kurangnya Rp2.485 10.991 Rp juta 12.633 336.413 812 21 5.210 20.260 2.136 (146.225) 39.000.000.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 c.904 29. Modal Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang.713 508.130 127.520 juta) Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan per 31/12/2008 Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan per 31/12/2009 236. Utang Pajak 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta PPh Pasal 25/29 Pasal 21 Pasal 23 Pasal 26 Pasal 4 ayat 2 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Jumlah 0 2.053 187.520 127.00 (dua 48 . Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan Posisi aktiva (kewajiban) pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2009 merupakan pengaruh beda pajak dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2009 Rp juta 1) Imbalan Pasca Kerja 2) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya 3) Imbalan Pasca Kerja Manfaat Pensiun 4) Tunjangan Hari Tua 5) Penyusutan Aktiva Tetap dan Inventaris Jumlah Koreksi Fiskal Beda Waktu Rugi Fiskal 2009 Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan (25% x Rp508.130 d.000.

dan b. Penggunaan Cadangan Tujuan periode Januari sampai dengan Desember 2009 adalah sebesar Rp317. 30% untuk Cadangan Tujuan. Pada penjelasan Pasal 62 Undang-Undang Bank Indonesia tersebut di atas disebutkan pula bahwa Cadangan Tujuan dipergunakan antara lain untuk biaya penggantian dan atau pembaruan harta tetap.772.957. Posisi Cadangan Umum dan Cadangan Tujuan pada tanggal 31 Desember 2009 masingmasing sebesar Rp62.610. pengadaan perlengkapan yang diperlukan.032 juta. Jumlah modal pada tanggal 31 Desember 2009 sama dengan jumlah modal pada tanggal 31 Desember 2008. Pengembangan Organisasi & Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp26.275. yaitu sebesar Rp7.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 triliun Rupiah). Cadangan Tujuan ditetapkan sebesar 10%. yang dananya berasal dari cadangan umum atau hasil revaluasi aset. Modal ini harus ditambah sehingga menjadi 10% (sepuluh persen) dari seluruh kewajiban moneter. Cadangan Umum dan Cadangan Tujuan Dalam Pasal 62 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang (UndangUndang Bank Indonesia) diatur bahwa surplus dari hasil kegiatan Bank Indonesia akan dibagi sebagai berikut: a. Pembaruan/penggantian harta tetap sebesar Rp291. 30. Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi per tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 masing-masing sebesar Rp9.858.127 juta yang terdiri atas: 49 .187 juta.348 juta dan Rp61. dan pengembangan organisasi dan sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas dan wewenang Bank Indonesia serta penyertaan yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia. b.885 juta.219 juta dengan rincian sebagai berikut: a. Sisanya dipupuk sebagai Cadangan Umum sehingga jumlah modal dan Cadangan Umum menjadi 10% dari seluruh kewajiban moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2).789 juta dan Rp14.225 juta. Selanjutnya dalam Pasal II angka 3 diatur bahwa selama penyelesaian BLBI belum berakhir. 31.

Bunga sektor valas . Penerimaan dari Pemberian Kredit dan Pembiayaan Penerimaan dari Pemberian Kredit dan Pembiayaan pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp2.713 (979.427 61.514.348 Rp juta 21. 35. Penerimaan dari Pengelolaan Sistem Pembayaran periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 berasal dari Jasa Penyelenggaraan Kliring sebesar Rp103.255.053.295 juta. 34.913.628 25.379 juta dan penerimaan kupon SUN sebesar Rp1. diantaranya termasuk bunga Surat Utang Pemerintah yang dihitung secara akrual sebesar Rp326.208 1. Penerimaan dari Pengelolaan Sistem Pembayaran Penerimaan dari Pengelolaan Sistem Pembayaran pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp185.974 juta.278.044 Jan .304.863 19.218 9.Des 2009 Rp juta .967.571.465.Des 2008 Rp juta 20.121.Selisih kurs valuta asing 23.275.Revaluasi SSB dalam valas .BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta .548.658 juta.538 (24.127 32.457 40.Penerimaan valas lainnya 14.222 18.291 juta dan Rp4.950 1.681.Provisi sektor valas .Revaluasi harga emas . Penerimaan Lainnya Penerimaan Lainnya terdiri atas : 50 .957.510.455 33.602.016 juta dan Rp168.283 juta.208 10.135 1.733 juta dan Jasa Pengelolaan Rekening sebesar Rp81.520.203. Penerimaan dari Pengelolaan Devisa Penerimaan dari Pengelolaan Devisa pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 terdiri atas: Jan .358) 9.235) 23.Revaluasi SSB dalam rupiah .

Termasuk dalam Pelaksanaan Kebijakan Uang Beredar adalah beban Biaya Diskonto SBI.Penelitian Pengelolaan Cadangan Devisa .467 26 8.Des 2008 Rp juta 0 250.548 5. FASBI dan FTK sebesar Rp21.Pengembangan Penetapan dan Pelaksanaan Kebijakan Uang Beredar .Pemulihan Penyisihan Aktiva .Des 2008 Rp juta 112 51 .205 juta.295 3.704 27.837.995 40.Pelaksanaan Operasional Cadangan Devisa 5.823.062.571 Jan .Pelaksanaan Kebijakan Uang Beredar 287 7. beban imbalan SBIS dan FASBIS Rp303.Pengembangan.Des 2009 Rp juta .Des 2009 Rp juta .467 juta (72.223.337 Beban operasi pasar terbuka merupakan bagian pengeluaran terbesar Bank Indonesia periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp22.20%) dari total beban.536 22.086 36.17%) dari total beban dan Rp20.212.Penerimaan Lainnya 1.837.Penelitian Uang Beredar .889.236 36.236 250.115 31.313 104 Jan .Des 2008 Rp juta 5. Beban Pengelolaan Devisa Beban Pengelolaan Devisa pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 terdiri atas: Jan .509 1.399 20.653 juta.Pelaksanaan Operasional Uang Beredar .533 20.223.073 22.021.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Jan .740 33. Beban Operasi Pasar Terbuka Beban Operasi Pasar Terbuka terdiri atas: Jan . 37.Des 2009 Rp juta .295 juta (74. Penetapan dan Pelaksanaan Kebijakan Cadangan Devisa .504 Jan .

026 44.235.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 38.464 3.Des 2008 Rp juta 3.Keuangan Intern .180 5.171.242 713.965 60.905 740. Besarnya gaji dan penghasilan 52 . 40.849.808 juta. Deputi Gubernur Senior. 39. Beban Penyelenggaraan Sistem Pembayaran tahun 2009 antara lain terdiri dari Pembayaran Remunerasi atas Rekening Giro Pemerintah sebesar Rp1.480 juta. Pelaksanaan Operasional Pengadaan Bahan Uang sebesar Rp829.022.650.Legislasi dan Hukum .873 juta.709 48.Administrasi.025 19.000. dan Pelaksanaan Operasional Pencetakan Uang sebesar Rp1.244.923 Jan .015 juta. dan Deputi Gubernur ditetapkan oleh Dewan Gubernur. gaji. Beban Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Beban Penyelenggaraan Sistem Pembayaran pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp4.035 767.406 0 40 4. dan Ekspedisi Penambahan Penyisihan Aktiva Pengeluaran yang Akan Direklasifikasi 4.Pengawasan Intern .612 juta.554 19. Beban Umum dan Lainnya Pos Beban Umum dan Lainnya pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 terdiri atas: Jan .Des 2009 Rp juta Sumber Daya Manusia Logistik dan Pengamanan Sistem Teknologi Informasi Lainnya: .737 juta dan Rp1.268.175 juta dan Rp260.168 Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi UndangUndang. penghasilan lainnya dan fasilitas bagi Gubernur. Arsip. Beban Pinjaman Luar Negeri Beban Pinjaman Luar Negeri pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp131.973 128.053 113.038 4.152 0 5.

BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 lainnya bagi Gubernur ditetapkan paling banyak dua kali gaji dan penghasilan lainnya bagi pegawai dengan jabatan tertinggi di Bank Indonesia. dan uang cuti tahunan bagi Dewan Gubernur Bank Indonesia pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp15.Giro Bank .737 juta sebagaimana dijelaskan dalam pos Kewajiban Lain-lain serta gaji.850.438 600.88%.100% Defisit Tahun Berjalan (setelah pajak) Jumlah b. Rasio Modal Modal + Cadangan Umum + 100% Defisit Tahun Berjalan Kewajiban Moneter = 8.Surat Berharga yang Diterbitkan .038.88% 279.459. 41.944.991 juta dan Rp15.Pinjaman dari Pemerintah Jumlah c. Rasio Modal Rasio Modal (Modal.Modal .904) 69.009.038. sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1992. Kewajiban Moneter dan Rasio Modal per tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 Rp juta a.770 53 .885 62.441. Dalam beban SDM.Giro Pemerintah .415 7. Dalam beban SDM tersebut termasuk biaya untuk keikutsertaan Bank Indonesia pada program Jamsostek.Uang dalam Peredaran . insentif.770 juta dan Rp782.137 100.872 juta. Kewajiban Moneter .295 163. Jumlah Modal dan Kewajiban Moneter yang diperhitungkan dalam perhitungan Rasio Modal per tanggal 31 Desember 2009 masing-masing adalah Rp69.858. tunjangan hari raya keagamaan. Cadangan Umum dan Defisit tahun berjalan) terhadap Kewajiban Moneter per tanggal 31 Desember 2009 adalah 8.038.854 346.469 54.222 782. termasuk juga imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya tahun 2009 sebesar Rp743.610.415 juta.Cadangan Umum . Modal .459.789 (1. Modal.Giro Pihak Swasta Lainnya .

pengelolaan DKP dilakukan oleh YKKBI. 3. 17 dan 18 November 2008.792 juta dan dana yang dikelola oleh YKKBI sebesar Rp468.576 386.097 1. Transaksi dengan Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 31 Desember 2009 31 Desember 2008 Rp juta Tagihan pada Indover Bank Pinjaman karyawan 1.487. terdapat Tanah/Bangunan yang digunakan oleh Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI)/Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI)/ Persatuan Pensiunan Bank Indonesia (PPBI)/Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia (YASPORBI)/Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) dengan cara pinjam pakai/Sewa/Bangun Guna Serah. telah dilunasi pada tanggal 11 Februari 2009. FPJP tersebut sebesar Rp706. 54 .394 juta. DKP digunakan sebagai sumber pinjaman pegawai dan selebihnya ditempatkan dalam bentuk deposito dan surat berharga Pemerintah. Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 3/11/KEP/GBI/INTERN/2001 tanggal 29 Juni 2001.895. Sejak tanggal 21 November 2008 sampai saat ini. Posisi DKP per 31 Desember 2009 adalah Rp868.332 Disamping itu.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 D.069 1. Bank tersebut masuk dalam program penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bank Indonesia memberikan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada satu bank umum swasta nasional sebesar Rp689. 2.113. Bank Indonesia diwajibkan mengalokasikan masing-masing 7.676 juta.499.211 juta termasuk bunga. Dana Kesejahteraan Pegawai Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1968.645 Rp juta 1. PENJELASAN LAINNYA 1.5% dari laba bersih setelah pajak yang telah disahkan untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP). Permasalahan Hukum Pada tanggal 14.537 juta terdiri dari pinjaman pegawai Bank Indonesia sebesar Rp386. dana di Bank Indonesia namun belum disalurkan kepada pegawai sebesar Rp13. pasal 47 ayat 6.069 juta.235 408.

deposito.779. jumlah komitmen tagihan dan komitmen kewajiban surat-surat berharga. Peran Bank Indonesia dalam skim kredit ini adalah sebagai pemegang kas Pemerintah. untuk memberikan dan menagih kembali pinjaman yang diteruskan kepada bankbank nasional. Peminjam (borrower) dalam penerusan TSL adalah Pemerintah Republik Indonesia. 4. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan atas permasalahan tersebut. Bank Indonesia telah memberikan perlindungan hukum 55 . Pinjaman TSL diteruskan kepada bank dalam valuta Rupiah.328 juta. Perlindungan Hukum bagi Pelaksana Tugas Kedinasan (PTK) Berdasarkan Peraturan Dewan Gubernur (PDG) Nomor 4/13/PDG/2002 tanggal 22 Oktober 2002 tentang Perlindungan Hukum Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bank Indonesia.232 juta dan Rp5. Saat ini.539. Japan Bank for International Cooperation dan ADB. yang bertindak sebagai peminjam adalah Bank Indonesia dan diteruspinjamkan kepada Bank Bukopin. dan EUR dengan posisi saldo pinjaman per 31 Desember 2009 setara dengan Rp792. Bank-bank nasional ini seterusnya akan mengambil alih risiko kredit dan menyalurkan kredit tersebut kepada pemakai akhir yang memenuhi syarat. c. Komitmen dan Kontinjensi a. Disamping itu terdapat tagihan Pemerintah kepada BUMN/BUMD/Pemda dengan Subsidiary Loan Agreement (SLA) yang ditandatangani oleh Bank Indonesia atas dasar Surat Kuasa dari Menteri Keuangan dalam rangka Project Aid yang sumber dananya berasal dari Foreign Exchange Loan dan Rekening Dana Investasi dengan nilai outstanding per 31 Desember 2009 setara dengan Rp451. dan swap Bank Indonesia setara dengan Rp5. b.055 juta. Pinjaman Dua Tahap (Two Step Loans) Merupakan pinjaman dari lembaga keuangan internasional. Transaksi Valuta Asing Pada tanggal 31 Desember 2009. kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk diteruspinjamkan kepada bank melalui Bank Indonesia. USD.763 juta. kecuali untuk fasilitas dari EXIM Taiwan. seperti Bank Dunia.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Hasil pemeriksaan investigasi BPK tahun 2009 menyimpulkan bahwa terdapat permasalahan dalam proses pemberian FPJP tersebut. Surat Menteri Keuangan Nomor S-2147/LK/2000 tanggal 16 Mei 2000 menyatakan bahwa Bank Indonesia hanya bertindak sebagai agen pelaksana dari skim-skim ini dan oleh karena itu tidak akan menanggung risiko kredit.

Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan bahwa apabila diperlukan Bank Indonesia akan memberikan bantuan peningkatan modal kepada LPPI sebesar Rp100. Bantuan Tambahan Modal Kepada YPPI Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 3 Juni 2003 memutuskan untuk meminta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI-sekarang bernama YPPI) guna menyediakan sejumlah dana sesuai dengan yang diperlukan Bank Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 2008. Dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tiga mantan anggota Direksi Bank Indonesia tersebut. De Indonesische Overseeze Bank (Indover Bank) Sejak tanggal 6 Oktober 2008. Selanjutnya dalam RDG tanggal 22 Juli 2003. yang pada saat ini juga telah dicabut dengan dikeluarkannya PDG Nomor 11/10/PDG/2009 tanggal 30 Desember 2009 tentang Bantuan Hukum. dan perbankan.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 kepada tiga mantan anggota Direksi Bank Indonesia terkait dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).000 juta.000 juta yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap untuk menggantikan penyisihan dana LPPI. Dengan adanya putusan tingkat Kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) tanggal 10 Juni 2005 yang menyatakan tiga mantan anggota Direksi Bank Indonesia bersalah maka Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 20 Juni 2005 telah menyetujui biaya yang telah diterima oleh Pelaksana Tugas Kedinasan (tiga mantan anggota Direksi Bank Indonesia) atas dasar PDG Nomor 4/13/PDG/2002 wajib dikembalikan. Indover Bank dikenakan tindakan darurat (emergency measures) karena adanya kesulitan likuiditas yang dialaminya. e. d.V. Ketentuan mengenai perlindungan hukum dalam PDG tersebut telah dicabut dengan PDG Nomor 7/16/PDG/2005 tanggal 13 Juli 2005 tentang Perlindungan Hukum Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bank Indonesia. moneter. Dewan Gubernur Bank Indonesia menyetujui untuk melakukan upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) dengan pertimbangan bahwa kebijakan BLBI merupakan kebijakan pemerintah di dalam mengatasi krisis ekonomi. N. Menunjuk Surat dari tiga mantan anggota Direksi Bank Indonesia tanggal 1 Januari 2010. Indover Bank telah dinyatakan pailit/bangkrut oleh pengadilan 56 . LPPI diminta untuk menyisihkan dana sebesar Rp100. Untuk tahap pertama. menyatakan bahwa yang bersangkutan merencanakan untuk melakukan PK paling lambat akhir Juli 2010.

Sampai dengan saat ini masih terdapat dispute antara Bank Indonesia dan kurator mengenai hak dan kewajiban Bank Indonesia sebagai pemegang saham tunggal dan kreditur terkait dengan pelaksanaan likuidasi Indover Bank. Bank Indonesia yang apabila dijumlahkan mencapai ±1. ditetapkan bahwa barang bukti berupa tanah dan/atau bangunan dirampas untuk Negara c.q. Dengan demikian sesuai hukum perusahaan tanggung jawab Bank Indonesia sebagai pemegang saham tunggal pada Indover Bank Belanda adalah hanya sebatas penyertaan Bank Indonesia pada Indover Bank.1.12/FU. namun menurut kurator tagihan Bank Indonesia tersebut harus di-set off dengan defisit Indover Bank yang menurut kurator merupakan kewajiban Bank Indonesia sebagai pemegang saham tunggal.193 Ha. dan tidak ada tambahan modal yang dapat diharapkan untuk menutup ekuitas negatif tersebut. bekerja sama dengan Yayasan Tridaya. Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dengan surat Nomor B-5927/0. Selanjutnya pada tanggal 30 Maret 1993. Pada tahun 2009. Dengan telah dipailitkannya Indover Bank oleh Pengadilan Belanda. Bank Indonesia yang berupa dokumen-dokumen untuk bidang tanah seluas ±1. f. Disamping itu.1/12/2009 tanggal 9 Desember 2009 menegaskan bahwa status tanah eks perkara Lee Darmawan seluas 38.498 m2 tidak termasuk sebagai barang 57 .q.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 Amsterdam dan berstatus dilikuidasi dalam wilayah kedaulatan Belanda. maka Indover Bank berada di bawah pengelolaan dan pengawasan kurator yang ditunjuk oleh pengadilan Amsterdam Belanda. baik melalui tambahan modal dari Bank Indonesia sebagai pemegang saham tunggal Indover Bank maupun dari investor lainnya. Alasan dilikuidasinya Indover Bank adalah ekuitas yang telah negatif. Aset Bank Indonesia yang Diperoleh Dari Putusan Pengadilan Berdasarkan Putusan MA RI Nomor 1662K/Pid/1991 tanggal 21 Maret 1992 terkait perkara korupsi Lee Darmawan.001 Ha. kurator sampai saat ini juga belum mengajukan gugatan kepada Bank Indonesia terkait dengan set off berupa counter claim. Bank Indonesia telah mengajukan klaim atas deposito dan giro Bank Indonesia di Indover Bank. Pada saat ini. aset rampasan tersebut masih dalam proses penyelesaian. Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah menyerahkan sebagian barang bukti rampasan kepada Negara c. Berdasarkan Fifth Public Liquidation Report tanggal 26 Maret 2010 yang dibuat oleh kurator disebutkan bahwa permasalahan tagihan Bank Indonesia tersebut masih belum diputuskan oleh Pengadilan Belanda.

58 . Berdasarkan keputusan tersebut. Atas hal tersebut. Bank Indonesia mempunyai tagihan atas kewajiban PT Bank IFI berupa Subordinated Loan (SOL) sebesar Rp50. Tagihan Kepada PT Bank IFI Melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 11/19/KEP.817 juta yang terdiri dari pokok sebesar Rp38.q. Bank Indonesia mencabut izin usaha PT Bank IFI terhitung sejak tanggal 17 April 2009. g.BANK INDONESIA Catatan atas Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2009 rampasan untuk Negara c.GBI/2009/tanggal 17 April 2009.967 juta.000 juta dan tagihan atas dana kelolaan PT Ustraindo yang ada di PT Bank IFI sebesar Rp50. Bank Indonesia sebagaimana dalam putusan MA RI Nomor 1662K/Pid/1991 tanggal 21 Maret 1992. Bank Indonesia masih menunggu penegasan dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia.850 juta dan bunga sebesar Rp11.

LAMPIRAN .

dan Singapore) 41 Kantor Perwakilan Bank Indonesia: (9 Kantor Koordinator Bank Indonesia dan 32 Kantor Bank Indonesia) . Tokyo.LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI BANK INDONESIA DEWAN GUBERNUR KEBIJAKAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN MONETER KEBIJAKAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN & PERBANKAN DAN PENGAWASAN BANK SISTEM PEMBAYARAN DKM DSM DInt DPM DPD DPNP DPIP DIMP DPB1 DPB2 DPB3 DPbS DKBU DASP DPU 59 MANAJEMEN INTERN JARINGAN KANTOR DPI DPSHM DHk DSDM PPSK DTI DKI DLP BSk UKMI UKPA UKMBI INTERNATIONAL NASIONAL 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia: (New York. London.

dan UMKM Dana Kesejahteraan Pegawai Deputi Gubernur Dana Pihak Ketiga Direktorat Pengelolaan Moneter Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Direktorat Pengedaran Uang Extended Fund Facility Euro Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah Flexible Credit Line Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek 60 .LAMPIRAN 2 DAFTAR SINGKATAN ADB AFS AJDF AUD Baperum BBKU BBO BHP BKP BI BIS BLBI BPK BPM6 BPPN BTO BUMD BUMN BUN DAPENBI DKBU DKP DpG DPK DPM DPNP DPR RI DPU EFF EUR FASBI FASBIS FCL FPJP : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Asian Development Bank Available For Sale ASEAN Japan Development Fund for Indonesia Australian Dollar Bantuan Pemilikan Rumah Bank Beku Kegiatan Usaha Bank Beku Operasi Balai Harta Peninggalan Bantuan Kesehatan Pensiunan Bank Indonesia Bank for International Settlements Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Badan Pemeriksa Keuangan Balance of Payment Manual 6 Badan Penyehatan Perbankan Nasional Bank Take Over Badan Usaha Milik Daerah Badan Usaha Milik Negara Bendaharawan Umum Negara Dana Pensiun Bank Indonesia Direktorat Kredit. BPR.

LAMPIRAN 2 FPN FSD FTE FTK GBI GBP GWM HCU HIPC HTM IAL IAS IBRD IMF Indover IPBV JPY KLBI KMK KPK KUT L/C LIBOR LPPI LPS MA MLA NCP NPL NV NZD ON PAKBI PBI PBSN PDG PEMDA Persero : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Floating Principal Notes Fasilitas Saldo Debet Fine Tune Ekspansi Fine Tune Kontraksi Gubernur Bank Indonesia Great Britain Poundsterling Giro Wajib Minimum Harga Cetak Uang Heavily Indebted Poor Countries Held To Maturity Indover Asia Limited Hongkong International Accounting Standard International Bank for Reconstruction and Development International Monetary Fund The Indonesia Overseas Bank Indo Plus BV Japanese Yen Kredit Likuiditas Bank Indonesia Keputusan Menteri Keuangans Komisi Pemberantasan Korupsi Kredit Usaha Tani Letter of Credit London Inter-Bank Offered Rate Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Lembaga Penjamin Simpanan Mahkamah Agung Master Loan Agreement Net Currency Position Non Performing Loan Naamloze Venotschap New Zealand Dollar Obligasi Negara Pedoman Akuntansi Keuangan Bank Indonesia Peraturan Bank Indonesia Perkebunan Besar Swasta Nasional Peraturan Dewan Gubernur Pemerintah Daerah Perusahaan Perseroan 61 .

LAMPIRAN 2 Perum Peruri PIPEBI PK PMN PPBI PPh PPN PRGF PSAK PT PT AIA PT BEII PT BPUI PTK RDG RDI REPO RI RKUN Rp RTF SAK SAL SBA SBI SBIS SBSN SDM SDR SGD SK SLA SOL SPM SPN SSB : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia Peninjauan Kembali Penyertaan Modal Negara Persatuan Pensiunan Bank Indonesia Pajak Penghasilan Pajak Pertambahan Nilai Poverty Reduction and Growth Facility Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Perseroan Terbatas PT Artha Investa Argha PT Asuransi Kredit Indonesia PT Bank Ekspor Impor Indonesia PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Pelaksana Tugas Kedinasan Rapat Dewan Gubernur Rekening Dana Investasi Repurchase Agreement Republik Indonesia Rekening Kas Umum Negara Rupiah Reserve Tranche Facility Standar Akuntansi Keuangan Sisa Anggaran Lebih Stand-By Arrangement Sertifikat Bank Indonesia Sertifikat Bank Indonesia Syariah Surat Berharga Syariah Negara Sumber Daya Manusia Special Drawing Rights Singapore Dollar Surat Keputusan Subsidiary Loan Agreement Subordinated Loan Stabilisasi Pasar Modal Surat Perbendaharaan Negara Surat-Surat Berharga PT Askrindo : 62 .

THT TIBOR TOZ TPSL TSL UMKM USD UU Valas YASPORBI YKKBI YPPI : : : : : : : : : : : : : : : : : Surat Utang Surat Utang Negara Surat Utang Pemerintah Sertifikat Wadiah Bank Indonesia Tahun Anggaran Tunjangan Hari Tua Tokyo Inter-Bank Offered Rate Troy Ounce Third-Party Securities Lending Two Step Loan Usaha Menengah Kredit Mikro United States Dollar Undang-Undang Valuta Asing Yayasan Perguruan KORPRI Unit Bank Indonesia Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia 63 .LAMPIRAN 2 SU SUN SUP SWBI T.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful