P. 1
PKN XI BAB 5

PKN XI BAB 5

|Views: 204|Likes:
Published by Harry Andrian Syah
BAB 5 PKN KELAS XI SMK, POWERPOINT FULL.
BAB 5 PKN KELAS XI SMK, POWERPOINT FULL.

More info:

Published by: Harry Andrian Syah on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2015

pdf

text

original

OLEH : BAMBANG EFFENDI NIP.

19670324 200012 1 001 SMA NEGERI MOJOAGUNG JOMBANG

1. Sistem Hukum dan Peradilan Internasional
a. Sistem Hukum Internasional
Sistem hukum internasional, adalah satu kesatuan hukum yang berlaku untuk komunitas internasional (semua negaranegara di dunia) yang harus dipatuhi dan diataati oleh setiap negara. Sistem hukum internasional juga merupakan aturan-aturan yang telah diciptakan bersama oleh negara-negara anggota yang melintasi batas-batas negara.

Kepatuhan terhadap sistem hukum internasional tersebut, adakalanya karena negara tersebut terlibat langsung dalam proses pembuatan dan tidak sedikit juga yang tinggal meratifikasinya.

b. Pengertian Hukum Internasional Hukum internasional (HI) adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional.
1. J.G. Starke, Hukum internasional, adalah sekumpulan hukum (body of law) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan antar negara. 2. Wirjono Prodjodikoro, Hukum internasional, adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagai bangsa di berbagai negara. 3. Mochtar Kusumaatmadja, Hukum internasional, adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara antara :  negara dan negara  negara dan subjek hukum lain bukan negara atau subjek hukum bukan negara satu sama lain.

c. Asal Mula Hukum Internasional
Bangsa Romawi sudah mengenal hukum internasional sejak tahun 89 SM, dengan istilah Ius Gentium (hukum antar bangsa). Ius Gentium yang kemudian berkembang menjadi Ius Inter Gentium ialah hukum yang diterapkan bagi kaula negara (orang asing), yaitu orang-orang jajahan atau orang-orang asing. Kemudian berkembang menjadi Volkernrecht (bahasa Jerman), Droit des Gens (bahasa Prancis) dan Law of Nations atau International Law (Bahasa Inggis).

Dalam perkembangan berikutnya. pemahaman tentang hukum internasional dapat dibedakan dalam 2 (dua) hal. yaitu hukum internasional yang mengatur negara yang satu dan negara yang lain dalam hubungan internasional (hukum antar negara).Lanjutan …………. . yaitu hukum internasional yang mengatur hubungan hukum antar warga negara suatu negara dan warga negara dari negara lain (hukum antar bangsa). yaitu :  Hukum perdata Internasional.  Hukum Publik Internasional.

Hukum Internasional Dalam Arti Modern Terwujudnya Hukum Internasional yang kita kenal sekarang mrp hasil konferensi di Wina 1969. .  Perjanjian Internasional tertulis tunduk pada ketentuan hukum kebiasaan internasional dan yurisprudensi atau prinsip-prinsip hukum umum.  Menghasilkan suatu perjanjian tertulis yang dikenal dengan nama Vienna Convention on the Law of Treaties.d. Hukum Tertulis :  Bahwa ruang lingkup hukum internasional hanya berlaku utk perjanjian-perjanjian antar negara.

 Selanjutnya negara Prancis tidak lagi melakukan percobaan sejenis dan bila ingkar janji.Lanjutan …………. contohnya adalah Prancis (1973) mengadakan percobaan nuklir di Atol Aruboa yg banyak menuai protes dari negara lain bahkan. ada pengaturan tersendiri seperti perjanjian antar negara dan organisasi-organisasi internasional. Hukum Tidak Tertulis :  Masih terdapat hukum kebiasaan internasional (hukum tidak tertulis) yg ruang lingkupnya hanya utk perjanjian antar negara. masalahnya diajukan kepada Mahkamah Internasional di Den Haag.  Perjanjian-perjanjian antar negara dengan subjek hukum lain. . negara lain dapat menuduh. memprotes dan mengadakan tuntutan.  Dalam perjanjian tidak tertulis (International Agreement Not in Written Form).

Reciprositas 4. Asas Teritorial 2. Asas-asas Hukum Internasional Dalam menjalin hubungan antar bangsa. Asas Kebangsaan 3. Right sig stantibus . Courtesy 5. Egality rights 3. setiap negara harus memperhatikan asas-asas hukum internasional : 1. Pacta sunt servanda 2. Asas Kepentingan Umum Asas lain sebagai berikut : 1.e.

membedakan sumber hukum dalam arti material dan sumber hukum dalam arti formal. SUMBER HUKUM INTERNASIONAL DALAM ARTI MATERIAL : Adalah sumber hukum yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. .f. DALAM ARTI FORMAL : Adalah sumber dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. Sumber Hukum Internasional Mochtar Kusumaatmadja.

. 3. Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktek umum dan diterima sbg hukum. Pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka. Keputusan-keputusan hakim dan ajaran-ajaran para ahli hukum internasional dari berbagai negara sebagai alat tambahan untuk menentukan hukum. Asas-asas umum hukum yang diakui oleh bangsabangsa beradab. dan 5. Perjanjian Internasional (Traktat = Treaty). 4. 2.Lanjutan …………. sebagai berikut : 1. Sumber-sumber hukum internasional sesuai Piagam Mahkamah Internasional Pasal 38.

Negara Subjek 2. Pemberontak dan Pihak dalam Sengketa Hukum Internasional . Orang Perseorangan 6. Organisasi Internasional 5. Subjek Hukum Internasional 1. Palang Merah Internasional 4.g. Tahta Suci 3.

tetapi subjek hukumnya tetap sama. Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional Terdapat 2 (dua) aliran (monoisme dan dualisme) yang memberikan gambaran bagaimana keterkaitan antara hukum internasional dengan hukum nasional : 1. yaitu individu-individu yang terdapat dalam suatu negara. .  Sama-sama mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. disebabkan :  Walaupun kedua sistem hukum itu mempunyai istilah yang berbeda. bahwa antara hukum internasional dan hukum nasional merupakan satu kesatuan. Aliran Monoisme (tokohnya Hanz Kelsen dan Georges Scelle).h.

karena :  Perbedaan Sumber Hukum. Aliran Dualisme (tokohnya Triepel dan Anzilotti). beranggapan bahwa hukum internasional (HI) dan hukum nasional (HN) mrp dua sistem terpisah yg berbeda. sedangkan subjek HI adalah negara-negara internasional  Perbedaan Mengenai Kekuatan Hukum. HN bersumber pada hukum kebiasaan dan tertulis suatu negara.  Perbedaan Mengenai Subjek.2. subjek HN adalah individu-individu yg terdapat dlm suatu negara. sedangkan HI berdasarkan pada hukum kebiasaan dan kehendak bersama negara-negara dlm masyarakat internasional. . HN mempunyai kekuatan mengikat yang penuh dan sempurna jika dibandingkan dengan HI yang lebih banyak bersifat mengatur hubungan negara-negara secara horizontal.

bahwa dalam pembuatan perjanjian internasional harus didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan. Proses Ratifikasi Hukum Internasional menjadi Hukum Nasional Dalam UU No. saling menguntungkan dan memperhatikan hukum nasional atau hukum internasional yang berlaku. Harus didahului dengan konsultasi dan koordinasi dengan menteri luar negeri. dan posisi pemerintah harus dituangkan dalam suatu pedoman delegasi.h. . 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional.

Negara A Penjajakan Perundingan Penandatanganan Perumusan naskah Penerimaan Penandatanganan suatu perjanjian internasional dapat merupakan persetujuan atas naskah yang dihasilkan dan merupakan pernyataan untuk mengikatkan diri secara definitif. .Tahap-tahap Dalam Pembuatan Perjanjian Internasional Negara B.C.D dst.

Pengesahan perjanjian internasional mrp tahap penting dalam proses pembuatan perjanjian internasional. karena suatu negara telah menyatakan diri untuk terikat secara definitif. Tentang pengesahan perjanjian internasional. . dapat dibedakan antara pengesahan dengan undangundang dan pengesahan dengan keputusan presiden.

Kedaulatan negara. Masalah politik. kerjasama penghindaran pajak berganda. dan keamanan negara. ekonomi dan teknik. perdagangan. f. Pinjaman atau hibah luar negeri. dll. d. b. Perubahan wilayah atau penetapan batas wilayah. . pertahanan. pelayaran niaga. Pengesahan perjanjian internasional dilakukan berdasarkan materi perjanjian dan bukan berdasarkan bentuk atau nama perjanjian. DENGAN KEPUTUSAN PRESIDEN Jenis-jenis perjanjian yang pengesahannya melalui keputusan presiden pada umumnya memiliki materi yang bersifat prosedural dan memerlukan penerapan dalam waktu singkat tanpa mempengaruhi peraturan perundang-undangan nasional. Hak asasi manusia dan lingkungan hidup. di antaranya adalah perjanjian induk yang menyangkut kerjasama di bidang Iptek. kebudayaan.PENGESAHAN PERJANJIAN INTERNASIONAL DENGAN UNDANGUNDANG Apabila berkenaan dengan : a. e. perdamaian. c. Pembentukkan kaidah hukum baru.

Terdapat hal-hal yg merugikan kepentingan nasional. 3. Terdapat perubahan dasar yang mempengaruhi pelaksanaan perjanjian. Munculnya norma-norma baru dalam hukum internasional. 7. 5. Dibuat suatu perjanjian baru yang menggantikan perjanjian lama. 2. 6.Suatu perjanjian internasional dapat berakhir bila : 1. Salah satu pihak tidak melaksanakan atau melanggar ketentuan dalam perjanjian. Tujuan perjanjian tersebut telah dicapai. Hilangnya objek perjanjian 8. 4. Terdapat kesepakatan para pihak melalui prosedur yg ditetapkan dalam perjanjian. .

3. Soal-soal yang menurut UUD atau menurut sistem perundangan harus diatur dengan undang-undang. dan perjanjian dengan negara lain”. atau pinjaman uang.Pasal 11 UUD 1945 menyatakan bahwa “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang. atau penetapan tapal batas. . Ikatan-ikatan yang sedemikian rupa sifatnya dapat mempengaruhi haluan politik negara. seperti soal-soal kewarganegaraan dan soal-soal kehakiman. perubahan wilayah. 2. perjanjian kerjasma ekonomi. Soal-soal politik atau soal-soal yang dapat mempengaruhi haluan politik negara (perjanjian persahabatan. membuat perdamaian. Bahwa perjanjian yang harus disampaikan kepada DPR untuk mendapat persetujuan sebelum disahkan oleh presiden ialah perjanjian-perjanjian yang lazimnya berbentuk treaty dan mengandung materi : 1.

majalah.Penugasan Praktik Kewarganegaraan 2 Carilah sumber informasi lain baik dari buku. Berikan penjelasan makna “penandatangan” suatu perjanjian internasional ! 4. Berikan penjelasan. buletin & sebagainya. koran. kemudian lakukan hal-hal berikut : 1. mengapa suatu ratifikasi (pengesahan) perjanjian internasional ada yang dengan Undang-Undang dan ada yang cukup dengan Keputusan Presiden ! 5. Berikan alasan penjelasan. Rumuskan kembali pemahaman tentang proses ratifikasi hukum Internasional menjadi hukum nasional ! 2. Berikan penjelasan bagaimana ratifikasi suatu perjanjian internasional menurut Pasal 11 UUD 1945 ! . internet. mengapa di dalam pelakasanaan perundingan suatu perjanjian internasional terlebih dahulu dilakukan oleh delegasi yang dipimpin serorang menteri ! 3.

menyelesaikan kasus – kasus persengketaan internasional yang subjeknya negara. Yurisdiksi adalah kewenangan MI untuk memu-tuskan perkaraperkara pertikaian dan memberi opini yang bersifat nasihat. . Peradilan Internasional  Komponen-komponen Lembaga Peradilan Internasional  1) Mahkamah Internasion al (The Internation al Court of Justice) Komposisi terdiri dari 15 orang Hakim dan masa jabatan 9 tahun.i. Dipilih oleh MU & DK (5 ang dari negara anggota tetap DK PBB)   Berfungsi.

berpedoman pada perjanjian-perjanjian internasional (traktat-traktat dan kebiasaan-kebiasaan internasional) sebagai sumber hukum.Mahkamah Internasional dalam mengadili suatu perkara. Di samping pengadilan Mahkamah Internasional. dan keputusan para arbitet tidak perlu berdasarkan peraturan hukum. . merupakan keputusan terakhir walaupun dapat diminta banding. Arbitrasi internasional hanya untuk perselisihan hukum. Keputusan Mahkamah Internasional. terdapat juga pengadilan arbitrasi internasional.

2) Mahkamah Pidana Internasional (The International Criminal Court) Yurisdiksi adalah kewenangan untuk menegakkan aturan hukum internasional terhadap pelaku kejahatan berat.     adalah 18 orang hakim yang masa jabatannya 9 tahun. Dipilih berdasarkan 2/3 suara Majelis Negara Pihak. Komposisi 4 Jenis Kejahatan (Pasal 5-8 Statuta Mahkamah) Kejahatan Genosida Kejahatan terhadap kemanusiaan Kejahatan perang Kejahatan agresi .

3)Panel Khusus dan Spesial Pidana Internasional ( The International Criminal Tribunals/ICT) Berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen. peradilan dibubarkan Contoh : • International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia • Special Court for cambodia . artinya setelah selesai mengadili.

Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional oleh Mahkamah Internasional a. memicu terjadi perang terbuka. ketegangan dan sengketa internasional yg dapat  Terorisme. mrp  Warganegara. faktor potensial timbulnya  Hak Asasi Manusia. dll.1. perbatasan wilayah. Sengketa Internasional dan Faktor Penyebabnya Sengketa internasional adalah sengketa atau perselisihan yang terjadi antar negara baik yang berupa masalah : Faktor politis atau  Wilayah. .

Segi Politis (Adanya Pakta Pertahanan atau Pakta Perdamaian) 2. Hak Atas Suatu Wilayah Teritorial Beberapa Faktor Penyebab : 3. Ketidakpuasan Terhadap Rezim Yang Berkuasa.1. . 6. Permasalahan Terorisme 5. Adanya Hegemoni (pengaruh kekuatan) Amerika. Pengembangan Senjata Nuklir atau Senjata Biologi 4.

. karena adjudikasi mencakup proses kelembagaan yang dilakukan oleh lembaga peradilan tetap.b. yaitu suatu teknik hukum untuk menyelesaikan persengkataan internasional dengan menyerahkan putusan kepada lembaga peradilan. Peran mahkamah Internasional Dlm Menyelesaikan Sengketa Internasional Dalam prosedur penyelesaian sengketa internasional melalui Mahkamah Internasional. dikenal dengan istilah Adjudication. Adjudikasi berbeda dari arbitrase. sementara arbitrase dilakukan melalui prosedur ad hoc.

Lanjutan …………. dan  Wewenang ratione materiae. yaitu siapa-siapa saja yang dapat mengajukan perkara ke mahkamah. Mahkamah Internasional  Wewenang ratione personae. Wewenang wajib (compulsory jurisdiction). yaitu mengenai jenis sengketa-sengketa yang dapat diajukan.  Berdasarkan Ketentuan Konvensional  Klausula Opsional . yaitu hanya dapat terjadi jika negara-negara sebelumnya dalam suatu persetujuan menerima wewenang tsb.

Mahkamah Internasional Fungsi konsultatif. Natur Yuridik Pendapat Hukum (Advisory Opinion) 2. yaitu memberikan pendapat-pendapat yang tidak mengikat atau apa yang disebut advisory opinion : 1. Permintaan Pendapat Mahkamah Internasional :  Badan yang dapat meminta pendapat mahkamah  Pemberian pendapat oleh mahkamah .Lanjutan ………….

 Menetapkan prinsip untuk memandu peradilan. Ex Aequo Et Bono. dan  Membuat aturan prosedur yang harus diikuti dalam menentukan kasus. suatu opini hukum yang dibuat oleh pengadilan dalam melarasi permasalahan yang diajukan oleh lembaga berwenang. asas untuk menetapkan keputusan oleh pengadilan internasional atas dasar keadilan dan keterbukaan. Advisory Opinion. .Beberapa istilah penting yang berhubungan dengan upaya-upaya penyelesaian Internasional. 3. 2.  Suatu putusan dapat bersifat nihil bila peradilan melampaui otoritasnya seperti yang ditentukan oleh pihak yang bersangkutan dalam compromis. suatu kesepakatan awal di anatara pihak yang bersengketa yang menetapkan ketentuan ihwal persengketaan yang akan diselesaikan. 1. Compromis. melalui :  Penetapan ihwal persengketaan.

Pemberian Sanksi MAHKAMAH INTERNASIONAL Pemeriksaan Dan Penyeledikan C Komisi Tinggi HAM PBB/ Lembaga HAM Internasional B A Telah Terjadi Pelanggaran HAM Negara-Negara Anggota/Buka n PBB Ada Pengaduan Dari Negara Yang Dirugikan Terjadi Sengketa/ Konflik .d.c. Prosedur Penyelesaian Sengketa Internasional Melalui Mahkamah Internasional D E Proses Peradilan s.

.Lanjutan …………. bahwa sikap salah satu pihak tidak muncul di mahkamah atau tidak mempertahankan perkaranya. yaitu dapat mengambil tindakan sementara dalam bentuk ordonasi (melindungi hak-hak dan kepentingan pihak-pihak yang bersengketa sambil menunggu keputusan dasar atau penyelesaian lainnya secara defenitif.  Wewenang Mahkamah. Beberapa hal terkait dengan prosedur penyelesaian sengketa Internasional melalui Mahkamah Internasional. pihak lain dapat meminta mahkamah mengambil keputusan untuk mendukung tuntutannya. tidak menghalangi organ tersebut untuk mengambil keputusan.  Penolakan Hadir di Mahkamah. Jika negara bersengketa tidak hadir di mahkamah.

 Ketiga berisi dispositif. dan argumentasi hukum pihak-pihak yang bersengketa. yaitu berisikan keputusan mahkamah yang mengikat negara-negara yang bersengketa.Lanjutan …………. Kep Mahkamah Internasional dlm Menyelesaikan Sengketa Internasional Keputusan Mahkamah Internasional diambil dengan suara mayo ritas dari hakim-hakim yang hadir. Terdiri dari 3 bagian :  Pertama berisikan komposisi mahkamah. . informasi mengenai pihak-pihak yang bersengketa. d.  Kedua berisikan penjelasan mengenai motivasi mahkamah yang merupakan suatu keharusan karena penyelesaian yuridiksional sering merupakan salah satu unsur dari penyelesaian yang lebih luas dari sengketa dan karena itu. analisis mengenai fakta-fakta. Jika suara seimbang. suara ketua atau wakilnya yg menentukan. serta wakil-wakilnya. perlu dijaga sensibilitas pihak-pihak yang bersengketa.

Untuk itu. dan Kroasia untuk mematuhinya. 2. Perjanjian pemanfaatan Benua Antartika secara damai (Antartika Treaty) pada tahun 1959. Perjanjian damai Dayton (Ohio.e. NATO menempatkan pasukannya guna meneggakkan hukum internasional yang telah disepakati. 3. . Muslim Bosnia. Peranan Hukum Internasional Dalam Menjaga Perdamaian Dunia Berikut ini ada beberapa contoh mengenai peranan hukum internasional (berdasarkan sumber-sumbernya) dalam menjaga perdamaian dunia : 1.AS) tahun 1995 yang mengharuskan pihak Serbia. Perjanjian pemanfaatan nuklir untuk kepentingan perdamaian (Non-Proliferation Treaty) tahun 1968.

6. 7. 4. Persamaan hak menentukan nasib sendiri bg setiap bangsa. Persamaan kedaulatan negara. atau menggunakan cara-cara lainnya yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan PBB. 3. kedaulatan.f. 5. Prinsip hukum internasional mengenai kemerdekaan. Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai Berdasarkan Persamaan Derajat Prinsip penyelesaian sengketa internasional secara damai didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku secara universal : 1. Non-intervensi dalam urusan dalam negeri dan luar negeri suatu negara. Keadilan dan hukum internasional. Bahwa negara tidak akan menggunakan kekerasan yang bersifat mengancam integritas teritorial atau kebebasan politik suatu negara. . Itikad baik dalam hubungan internasional. 2. dan integritas teritorial suatu negara.

dapat berbuat banyak). . Pihak-Pihak Yang Terlibat Amerika Serikat di Filipina.000 rakyat Jepang yang tidak berdosa telah terpanggang dengan dijatuhkannya bom atom di Hirosima dan Nagasaki (Jepang). Pada tahun 1945.2. Keterangan   Para pelaku kejahatan perang telah diajukan ke pengadilan militer. tentara Amerika telah melakukan kejahatan perang dengan membunuh warga Filipina (moro massacre). peristiwa yang lebih lama kemudian dikenal dengan My Lai Massacre. Indo China & Jepang  Uraian Kasus atau Kejadian Tahun 1906. lebih dari 40. (Mahwarga desa dengan senjata otomatis kamah internahingga menewaskan sekitar 500 sional belum korban. Menghargai Keputusan Internasional No 1. namun tidak Tahun 1968. banyak yang disebuah kompi Amerika menyapu bebaskan.

d.2. Sebelum Perang Dunia II. Baru setelah sekutu membuka Pengadilan Nuremberg (19451946) untuk Nazi dan Jepang. 1939 Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler telah melakukan pembasmian terhadap lawan politik maupun orang-orang Yahudi serta penyerbuan terhadap negara Austria. Polandia dan Cekoslowakia dengan cara-cara yang sangat biadab (holocaust). Jerman & Jepang dalam aksinya di Eropa dan Asia. . kolonialisme Barat dengan jutaan korban tidak tersentuh.  Periode antara tahun 1933 s. Di Indonesia.000 rakyat hilang dan tidak pernah kembali selama berlangsungnya romusha tersebut.  Pasukan Jepang baik di Indonesia. dimulailah proses pelembagaan untuk kejahatan perang melalui empat Konvensi Geneva tahun 1949. Korea maupun di China yang sangat kejam selama pendudukan. selama pendudukan Jepang Tidak kurang dari 10.

Mladic. Banyak yang masih gagal ditangkap. Proses pengadilan terus berlangsung. Janco Janjic. dan lain-lain. Beberapa nama yang harus bertanggungjawab atas perbuatan kejahatan perang tersebut antara lain : Stanislav Galic. Tidak kurang 700.3 Serbia di Kroasia dan Bosnia Herzegovina (Yugoslavia)  Kurun waktu antara tahun 1992-1995. Karadzic. Tahun 1994 pengadilan terhadap para penjahat perag telah terbukti di Den Haag (Belanda). pasukan Serbia telah melakukan pemmbersihan etnik (etnic cleansing) terutama terhadap warga sipil muslim Bosnia (di Sarajevo) dan daerah-daerah lain serta di Kroasia yang ingin melepaskan diri dari Serbia setelah bubarnya negara federasi Yugoslavia.000 warga sipil telah disiksa dan dibunuh dengan kejam. . namun hasilnya belum sesuai harapan. Gojko Jankovic. Dragon Zelenovic.

PBB menggelar pengadilan kejahatan perang yang digelar di Arusha (Tanzania). akhirnya PBB menggelar pengadilan untuk penjahat-penjahat perang.4 Pemerintah Rwanda terhadap etnis Hutu dan Tutsi  Dalam waktu tiga bulan di tahun 1994. Internasionalisasi pengadilan penjahat perang semakin menjadi penting dengan disetujuinya oleh 91 negara sebuah Statuta Roma 1998. Pemerintah Rwanda bertanggung-jawab atas kasus terbunuhnya kedua etnis tersebut. tidak kurang 500. Catatan : Berdasarkan modal Pengadilan Rwanda ini. Namun. namun hanya mampu menyerat 29 orang yang diadilli. apalagi model ICC. lebih banyak gagal daripada suksesnya. banyak pengamat mengkritik pengadilan di Den Haag saja.000 etnis Hutu dan Tutsi telah terbunuh. sebuah langkah untuk membentuk ICC (International Criminal Court) yang permanen. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->